TANAMAN
Home > LOEKELOE > TANAMAN > TOGA [Tanaman Obat keluarGA]
Total Views: 228448
Page 1 of 57 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

comojime - 23/05/2008 06:30 PM
#1
TOGA [Tanaman Obat keluarGA]
:::TAMAN OBAT KELUARGA (TOGA):::
Dewasa ini obat-obatan modern sudah menjadi bagian dari kehidupan kita7 sehari-hari. Obat-obatan itu dalam berbagai bentuk sudah dijual bebas dan mudah sekali didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Akhir-akhir ini trend pengobatan modern cenderung kembali ke tanaman obat yang digunakan secara tradisional. Ada beberapa alas an yang mendasari kecendrungan ini. Misalnya,tanaman obat yang digunakan secara tepat, tidak atau kurang menimbulkan efek samping dibandingkan dengan obat-obatan modern terutaman yang dibuat dari bahan sintesis. Alasan lain,obat-obatan tradisional juga lebih tepat untuk digunakan sebagai penyakit atau untuk menjaga kesehatan.

Definisi
Yang dimaksud dengan TOGA adalah Taman Obat Keluarga. Kata “Taman” menunjukakan adanya suatu usaha untuk meningkatkan nilai estetika tanaman – dalam hal ini tanaman obat – dengan adanya pengaturan yang sesuai dengan potensi lahan dan enak dipandang mata.Sedangkan kata “Keluarga” menunjukkan “taman obat” ini berfungsi untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga dan dibuat di lingkungan keluarga, yaitu di pekarangan rumah, dapat juga di pekarangan sekolah atau kantor.
Pekarangan biasanya memiliki luas lahan terbatas, maka jenis tanaman obat sebaiknya dipilih yang penting dan bermanfaat untuk keperluan menjaga kesehatan keluarga sehari – hari. Selain itu, dipilih jenis tanaman yang mudah dibudidayakan dan tidak menyita tempat karena ukuran tajuk yang besar. Karena sifat pekarangan berbeda dengan kebun atau ladang, maka pemilihan tanaman juga harus memperhatikan factor keindahan serta memperhatkan kondisi halaman, misalnya, kontur tanah, bentuk serta adanya pohon atau bangunan lain.
Faktor paling penting dalam mengatur lahan untuk tanaman obat adalah memperhatikan estetika (keindahan ). Jangan sampai tanaman obat yang kita tanam di halaman merusak/mengganggu pemandangan. Juga harus diperhatikan keberadaan elemen taman lain, yaitu soft material misalnya kandang ternak,tiang bendera,jalan setapak, kolam ikan dan lain – lain.

PANDUAN PENGGUNAAN TOGA
Yang dimaksud dengan tanaman obat adalah tanaman yang salah satu, beberapa, atau seluruh bagian tanman tersebut mengandung zat atau bahan aktif yang berkhasiat bagi kesehatan (penyembuhan penyakit).
Yang dimaksud dengan bagian tanaman adalah daun, bunga, buah, kulit buah, kulit batang batang, akar dan umbi. Dalam menggunakan tanaman yang berkhasiat obat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga didapat hasil pengobatan seperti yang diharapkan, yaotu sebagai berikut :

Waktu Memetik Tanaman (Pada Umumnya) :

1. Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak.
2. Bunga dikumpulkan sebelum atau segara setelah mekar.
3. Buah dipetik dalam keadaan tua.
4. Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna.
5. Akar, rimpang (rhizome),umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus), dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya berhenti.

Pencucian dan Pengeringan

Bahan – bahan yang sudah dikumpulkan, dicuci bersih yang dilakukan secepat mungkin. Dapat segera dipakai untuk pengobatan berupa bahan segar, atau dikeringkan untuk penyimpanan, dan dapat dipergunakan bila perlu.

Tujuan Pengeringan :

1. Mengurangi kadar air sehingga mencegah terjadinya pembusukan oleh cendawan atau bakteri.
2. Supaya tahan lama.
3. Mudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk.


Cara pengeringan :

1. Bila bahannya besar atau banyak mengandung air, dapat dipotong - potong seperlunya.
2. Pengeringan dapat langsung dibawah sinar matahari atau memakai pelindug.
3. Dapat juga diangin – anginkan ditempat yang teduh , atau di dalam ruang pengeringan yang aliran udaranya baik.



Nama

Beberapa hal mengenai nama yang dipakai adalah :
1) nama ilmiah (scientific name) : nama latin yang sering dipergunakan
2) nama Indonesia : nama yang telah ditetapkan oleh DitJen. POM DEPKES RI


Kegunaan

Yang diutamakan adalah khasiat penyembuhan bila dipakai tunggal, bukan campuran.


Cara pemakaian

Bila tidak dicantumkan namanya, berarti merebus simplisia ( bahan dari tanaman berkhasiat obat, yang belum tercampur, belum diolah, tapi sudah dalam keadaan bersih) dengan api kecil, dengan menambahkan 3 (Tiga) gelas air bersih (Lebih Kurang 600 cc ) sampai menjadi 1(Satu) gelas air putih (Lebih Kurang 200cc). Tanaman berkhasiat obat yang masih berpa simplisia, hasil pengobata tampak lambat tetapi bersifat konstruktif, bebeda dengan obat kimiawi, yang hasil pengobatannya terlihat cepat, tetapi bersifat destruktif. Oleh karena itu, tidak dianjurkan pemakaiannya pada penyakit – penyakit infeksi yang sifatnya akut (cepat ) tetapi lebih diutamaka untuk pemeliharaan kesehatan dan pada penyakit – penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimiawi atau memerlukan kombinasi pengobatan (obat kimiawi dengan tanaman berkhasiat obat).


PENGELOMPOKAN TANAMAN OBAT
Pengelompokan tanaman obat kedalam 5 (Lima ) jenis sebagai berikut :

1. Tanaman Buah, yaitu : Tanaman penghasil buah dan biasa dikonsumsi buahnya namun memiliki khasiat obat .
2. Tanaman Sayuran, yaitu : Bahan makanan sumber vitamin dan mineral namun memiliki khasiat obat.
3. Tanaman Rempah-rempah, yaitu : tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur namun memiliki khasiat obat.
4. Tanaman Hias, yaitu : tanaman bernilai estetika yang biasa digunakan sebagai unsure dekoratif baik di dalam maupun di luar ruangan namun memiliki khasiat obat.
5. Lain-lain, yaitu : tanaman berkhasiat obat selain dari tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman rempah-rempah dan tanaman hias.


AWAR AWAR

Nama latin: Ficus septicum Burm.b.

NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate). NAMA ASING: Papua New Guinea: omia (Kurereda, Northern Province), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa, Central Province). Philippines: hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol). NAMA SIMPLISIA Fici septicae folium; daun awar-awar

Deskripsi tanaman: Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 - 2 cm. Waktu berbunga Januari - Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.

Habitat: Tumbuh liar sebagai tanaman pengganggu pada dataran rendah sampai 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Flavonoid; Sterol; Khasiat: Sudorik; Diuretik; Emetik

Nama simplesia: Fici septicae Folium

Daun Ficus septica dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan Escherichia coli secara in vitro, hasil pengujian bioautografi dilaporkan bahwa 4 g ekstrak daun awar awar yang larut dalam Metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Antofin (5 g) berefek sebagai antibakteri (B. subtillis, M flavus dan E. Coli)

Resep tradisional:

Herpes, Sakit kepala, Rematik:

Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit 1 hari 2 kali.
comojime - 23/05/2008 06:32 PM
#2

Quote:
Original Posted By p3mp3kl3n73r
INDEX TOGA [Tanaman Obat Keluarga]


Spoiler for INDEX PAGE-1

awar-awar
Nama latin: Ficus septicum Burm.b.
NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar

(Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu

(Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate). NAMA ASING: Papua New Guinea: omia (Kurereda, Northern

Province), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa, Central Province).

Philippines: hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol). NAMA SIMPLISIA Fici septicae folium; daun

awar-awar


asam
Nama latin: Tamarindus indica Linn
Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi

alpokat
Nama latin: Persea gratissima Gaerin
Nama daerah: Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket


anting-anting
(Acalypha australis L.)
Famili : Euphorceae
Nama daerah : Anting-anting.


andong
Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval
Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi


alang-alang
(Imperata cylindrica(L) Beauv.var.mayor(Nees) C.E.Hubb)
Famili : Gramineae atau Poaceae


adas
Nama latin: Foeniculum vulgare Mill
Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas;

Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu


bungur
Nama latin: Lagerstromeia speciosa Pers
Nama daerah: Bhungor; Wungur; Ketangi; Laban; Wungu


bunga pukul empat
Nama latin: Mirabilis jalapa L
Nama daerah: Kembang pagi sore; Bunga tete apa; Lorelaka; Bodoko sina; Turaga; Bele de nuit


bunga pagoda
Nama latin: Clerodendrum japonicum (Thunb)
Nama daerah: Senggugu; Tumbak raja


bratawali
Nama latin: Tinospora tuberculata Beumee
Nama daerah: Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel


bidara upas
Nama latin: Merremia mammosa (Lour)Hall.F
Nama daerah: Bidara upas; Widara upas; Blanar


besaran
Nama latin: Morus australis Poir
Nama daerah: Kitau; Kerto; Babasaran; Bebesaran; Murbei; Lampaung; Mempaung


bluntas
Nama latin: Pluchea indica L.
Nama daerah: Baluntas; Baruntas; Luntas; Lamutasa


belimbing wuluh
Nama latin: Averrhoa bilimbi L
Nama daerah: Belimbing wuluh; Belimbing buloh; Belimbing asam; Calincing; Balimbeng


belimbing manis
Famili : Oxalidaceae
Daerah : Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), Balireng (Bugis), Lembetua (Gorontalo)
Asing : Sweet starfruit


bayam merah
Nama latin: Iresine herbstii Hook
Nama daerah: Bayam merah; Bayem bang


bayam duri
Famili : Amaranthaceae
Asing : Prickly Amaranth, Le Xian Cai (Cina)


bayam
Nama latin: Amarantus Spec div
Nama daerah: Arum; Baya; Hayum; Jagur; Tarnak; Nadu


bawang putih
Nama latin: Allium sativum Linn.
Nama daerah: Bawang bodas; Bawang handak; Bawang basikong; Bawang puteh; Bawang pulek; Dasun

putih; Pio-kan; Kosai boti; Lasun; Lasuna; Neuna; Mabida


bawang merah
Nama latin: Allium cepa L
Nama daerah: Brambang; Bawang beureum; dasun merah



Spoiler for INDEX PAGE-2

BARU CHINA
Nama latin: Artemisia vulgaris L
Nama daerah: Beunghar kucicing; Jukut lokok mala; Suket gajahan; Goro-goro


BANGLE
Nama latin: Zingiber purpureum roxb
Nama daerah: Bangle; Bengle; Banglai


BAKUNG
Nama latin: Crynum asiaticum L
Nama daerah: Bawang hutan; Bakong; Bawang brojol; Bawang tembaga; Bakhang; Bakueng


CIPLUKAN

CINCAU RAMBAT
(Cyclea barbata Miers)
Famili : Menispermaceae
Daerah : Camcauh, juju, tarawalu, kepleng


CERME
( Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)
Famili : Euphorbiaceae
Daerah : Aceh : Ceremoi, Jawa : Cerme, Madura: Careme, Sunda : Careme, Bali : Cermen, Bugis:

Caramele, Bima: Sarume, Ternate : Ceremin
Asing : Country gooseberry


CEGUK
Nama latin: Quisqualis indica L
Nama daerah: Dani; Udani; Wudani; Bidani; Kacekluk; Cekluk; Wedani; Saradengan; Tikao.


CENDANA
(Santalum album Linn )
Famili : Spermatophyta
Daerah : Cendana, Tindana, Sindana, Candana, Dana, Ayu luhi (Gorontalo)


CAKAR AYAM
(Selaginella doederleinii hieron )
Famili : Selaginella aceae
Daerah : Paku rane (sunda), tai lantuan (madura), Usia (ambon)
Asing : Scrawl ; Cina : Shi Shang Be


CABAI JAWA
Nama latin: Piper retrofractum Vahl
Nama daerah: Cabe jawa; Cabe alas; Cabesulah; Cabean; Cabe dhawa; Cabai solah; Cabia; Cabe

ongghu; Lada panjang



DUWET
Famili : Euphorbiaceae
Daerah : Sunda : Jamblang. Dalas, dhuwak. Bali : juwet.


DELIMA PUTIH
Nama latin: Punica granatum L.
Nama daerah: Dalima; Glima; Dalimo; Gangsalan; Talima; Dilimene


DAUN WUNGU
Nama latin: Graptophyllum pictum (L.)Griff.
Nama daerah: Daun putri; Demung; Tulak; Puding; Daun ungu

DAUN SIRIH
Nama latin: Piperbetie L.
Nama daerah: Sirih; Suruh


DAUN SERIBU
Nama latin: Achillea millefolium
Nama daerah: Godong sewu; Daun hidung berdarah; Gandana; Momadra


DAUN SENDOK
Nama latin: Plantago major L.
Nama daerah: Daun urat; Ekor angin; Ekor menjangan; Ki urat; Ceuli uncal; Meloh kiloh; Otot-ototan;

Sembung otot; Suri pandak; Sang koba; Terongoat


DAUN SALAM
(Syzygium polyathum (weight.) Walp. )
Famili : Myrtaceae
Daerah : meselangan, ubar serai, gowok, manting atau kastolam.


DAUN KAKI KUDA /

Pegagan
Nama latin: Centella asiatica Urb
Nama daerah: Pegagan; Gagain; Pegaga; Penggaga; Ganggagan; Bagigan; Kerok; Calingan.


DAUN JINTEN
Nama latin: Coleus amboinicus Lour.
Nama daerah: Sukan; Ajeran; Daun kucing; Daun kambing

Jintan Putih
(Cuminum cyminum, Linn.)
Nama Lokal :
Jintan Putih (Indonesia), Jinten Putih (Jawa), Ginten (Bali); Jinten Bodas (Sunda), Jhinten pote

(Madura); Jeura engkut, Jeura putih (Aceh), Jinten pute (Bugis);

comojime - 23/05/2008 06:37 PM
#3

Quote:
Original Posted By p3mp3kl3n73r
Spoiler for INDEX PAGE-3

DAUN ENCOK
Nama latin: Plumbago zeylanica L.
Nama daerah: Ki encok; Poksor; Bawa; Kareka


DAUN DUDUK
Nama latin: Desmodium triquitrum
Nama daerah: Genteng cangkeng; Ki congcorang; Cencer; Potong kujang; Gerji; Gulu walang


DAUN DEWA
Nama latin: Gynura procumbens (Lour.)Merr.
Nama daerah: Beluntas cina


DARUJU
Nama latin: Acanthus ilicifolium L.
Nama daerah: Druju; Jruju; Jaruju; Jeruju


DANDANG GENDIS
Nama latin: Clinacanthus nutans
Nama daerah: Kitajan; Gendis


EKOR KUCING
Acalypha hispida Burm. F
Famili : Euphorbiaceae
Daerah : Jawa : Ekor Kucing, Sunda : Talianjing, Ternate : Lofiti
Asing : Cat’s tail, Gou Wei Hong (Cina)


GENDOLA
(Basella rubra Linn )
Famili : Basellaceae
Daerah : Jawa Tengah : Ganjerot, Sunda : Gandola, Madura : Kandula, Melayu : Gendola, Bali :

Gendola, Sulut : Tatabuwe, Gorontalo : Pailoo, Minangkabau : lembayung.
Asing : Malabar Night Shade, Lo kuei (Cina)



GINJE
Nama latin: Thevetia peruviana (pers)K.Schum
Nama daerah: Ginji; Ghinje


GEMPUR BATU
Nama latin: Borreria hispida Schum.
Nama daerah: Gempur watu; Kertas watu; Hancur batu; Bulu lutung; Remuk sela.


GARUT
Nama latin: Marantha arundinacea L.
Nama daerah: Larut; Rarut; Jelarut; Salarut; Waerut; Nggarut; Irut; Angkrik; Arus


GANYONG
Nama latin: Canna edulis
Nama daerah: Ganyol; Laos jambe; Lembong nyindra; Ganyu; Banyur


GANDA RUSA
Nama latin: Justica gendarrusa L.
Nama daerah: Besi-besi; Handarusa; Gondarusa; Ghandarusa; Gandarisa; Tatok



INGGU
Nama latin: Ruta angustifolia (L.)Pers.
Nama daerah: Daun minggu; Aruda; Anrudabosu; Rue


ILER
Nama latin: Coleus atropurpureus Benth.
Nama daerah: Miana; Jawer kotok; Kentangan.



JOMBANG
Nama latin: Taraxacum officinale
Nama daerah: Taraksakum; Tarsakum



JERUK NIPIS
Nama latin: Citrus aurantifolia (christm)suringle
Nama daerah: Kalangsa; Jeruk nipis; Jeruk pecel; Jeruk alit; Kuputangan; Limo


JERUK KIKIT
Nama latin: Triphasia trifolia p.Wills
Nama daerah: Jeruk kingkit; Liman kiah; Liman kunci; Kalijage; Jheruk rante


JATI BELANDA
Nama latin: Guazuma ulmifolia Namk Famili : Sterculiaceae
Nama daerah: Jati londo; Jati sabrang


JARONG
Nama latin: Stachytarpheta mutabilis L.
Nama daerah: Jarongan; Pecut Kuda; Ngadi rengo; Jarong lalaki; Daun Sangketan; Nyarang


JARAK PAGAR
Nama latin: Jatropha curcas L.
Nama daerah: Jarak kosta; Balacai; Jirak; Kaleke; Bintalo; Kanjoli; Pakukase; Kadoto



Spoiler for INDEX PAGE-4


JAMBU BIJI
Nama latin: Psidium guajava
Nama daerah: Galiman; Masiambu; Jambu klutuk; Bayawas; Lutu hatu; Kayawase; Dambu


KUNYIT
Nama latin: Curcuma domestica
Nama daerah: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh

Kunci Pepet
(Kaemferia rotunda L.)
Nama Lokal :
NAMA DAERAH Jawa: kunci pepet, temu rapet, ardong (Jawa), kunir putih (Sunda). Madura: konce

pet. Melayu: temu putri, t. rapet. NAMA ASING - NAMA SIMPLISIA Kaempferiae rotundae

Rhizoma (kunci pepet).


KUMIS KUCING
Nama latin: Orthosiphon stamineus Benth
Nama daerah: Kumis ucing; Brengos kucing; Songot koceng; Remujung; Sesaseyan

Kucing Kucingan
(Acalypha indica L.)
Sinonim : A. australis L.
Familia : euphorbiaceae.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: ceka mas (Melayu). Jawa: lelatang, kucing-kucingan, rumput kokosongan

(Sunda), rumput bolong-bolong (Jawa). NAMA ASING Tie xian (C), copperleaf herb (I). NAMA

SIMPLISIA Acalyphae Herba (herba kucing-kucingan).


KREMAH
Nama latin: Alternanthera sessilis (L)
Nama daerah: Daun rusa; Kremak; Sayur udang; Jukuk demah; Kremek; Kremi; Matean


KOMFREY
(Symphytum officinale L. )
Famili : Boroginaceae
Daerah :
Asing : Comfrey, knit bone, K’ang fu li (Cina)


KOLA
Nama latin: Cola Sp
Nama daerah: Kola; Khole; Kolaan


KI SAAT
( Valeriana officinalis L.)
Famili : Valerianaceae
Daerah : Jawa : valerian , Sunda : kisaat


KI TAJAM
(Clinacanthus nutans Lindau )
Famili : Acanthaceae
Daerah : Sunda : Ki Tajam, Jawa : Dandang Gendis, Jawa Tengah : Gendis


KI TOLOD
(Isotoma longiflora (L.)Presl )
Famili : Campanulaceae.
Daerah : Ki tolod, daun tolod (Sunda), Kendali, sangkobak (Jawa);
Asing : Ster van Bethlehem karena mahkota bunganya berbentuk bintang.


KETEPENG
Nama latin: Cassia alata L.
Nama daerah: Ketepeng China; Ketepeng badak; Daun kupang; Daun kurapa; Kupang-kupang; Ki

manita


KETAPANG
Nama latin: Terminalia cattapa L
Nama daerah: Katapang; Ketapa; Gentapang; Hatapang; Lahafang; Katafa; Ketapas


KESUMBA
Nama latin: Bixa orellana L.
Nama daerah: Kasumbo; Kasumba; Kasumba keling; Kasombha; Kasupa


KEMUNING
Nama latin: Murraya paniculata (L.)JACK
Nama daerah: Kamuning; Kamuri; Kamoni; Kamone; Kemuning; Kajeri


KEMBANG TELENG
(Clitoria ternatea L.,)
KLASIFIKASI - Kembang Telang biasa disebut Clitoria ternatea L., termasuk famili tumbuhan

Papilionaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Bunga biru, Kembang teleng, bunga talang

atau bisi.


KEMBANG COKLAT
( Zephyranthes candida Herb.)
Famili : Amaryllidaceae.
Daerah : Asing : Zhong Lan (Cina)


KEMBANG BUGANG
(Clerodendrum calamitosum L. )
Famili : Verbenaceae
Daerah : Melayu : kayu gambir , Sunda : kembang bugang


KEMANGI
Nama latin: Ocimum basilicum L
Nama daerah: Kemangi; Kemangen; Surawung


KELOR
Nama latin: Moringa oliefera Lamk
Nama daerah: Kilor; Celor; Kerol; Kelo; Keloro


KELADI TIKUS ( Coleus

amboinicus Lour.)
Famili : Araceae
Daerah : bira kecil, daun panta susu, ki babi, trenggiling mentik, ileus, kalamoyang.
Asing : Rodent tuber


KEJI BELING
Nama latin: Reulla napifera Zoll Mor
Nama daerah: Daun picah beling; Keci beling; Enyoh kelo

comojime - 23/05/2008 06:37 PM
#4

Quote:
Original Posted By p3mp3kl3n73r
Spoiler for INDEX PAGE-5

KECUBUNG
Nama latin: Datura metel L
Nama daerah: Kecubung; Kacubung; Kacobhung cobung


KAYU ULES
Nama latin: Helicteres isora L
Nama daerah: Jelumpang; Dlumpang; Puteran; Kayu mules


KAYU RAPAT
Nama latin: Parameria laevigata
Nama daerah: Kayu rapet; Megat sih; Pegat sih; Madak si


KAYU PUTIH
Nama latin: Melaleuca leucadendra L.
Nama daerah: Kayu gelam; Gelam; Ghelam; Waru gelang; Ilano


KAYU MANIS CINA
( Cinnamomum cassia Presl.)
Famili : Lauraceae
Daerah : Asing : Chinesse Cinnamomum, Rou gui (Cina)


KAYU MANIS
Nama latin: Cynamomum aromaticum Nees
Nama daerah: Sinamon; Keningar


KATU
Nama latin: Sauropus androgynus L. Merr
Nama daerah: Katuk; Daun katu; Katukan; Katuk manuk; Babing; Memata; Cekop manis; Simani;

Keratur


KASINGSAT
(Cassia occidentalis Linn )
Famili : Caesalpiniaceae
Daerah : Sunda : kasingsat, Jawa : menting, Melayu : kopi andelan, Simalor : bulinggang alas


KAPULAGA
Nama latin: Amamum campactum soland
Famili : Zingiberaceae
Daerah : Bali : Kapolagha, Jawa : Kapulaga, Madura: Kapulaga, Sunda : Palago, Minangkabau :

Pelaga puwar
Asing : Ronde Kardemon


LIDAH BUAYA
Nama latin: Aloe vera Linn.
Sinonim :Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.
Familia :Liliaceae
Nama daerah: Ilat boyo; Letah buaya; Jadam Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris);

Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

Lidah Ular
(Hedyotis corymbosa (L.) Lamk)
Nama Lokal : NAMA DAERAH: -- NAMA ASING: -- NAMA SIMPLISIA: --


LEUNCA
Nama latin: Solanum nigrum L
Nama daerah: Rampi; Ranti; Piit; Boose; Bobase


LENG LENGAN
Nama latin: Leucas lavandulifolia.Smith
Nama daerah: Paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura). daun setan, ; Lenglengan, lingko-lingkoan,

nienglengan, plengan (Jawa); Gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore).


LEMPUYANG GAJAH
Nama latin: Zingiber zerumbet Val
Nama daerah: Lempuyang kebo; Lempuyang kapur; Lampojang paek


LEMPUYANG EMPRIT
Nama latin: Zingiber americans Bt
Nama daerah: Lempuyang pahit


LEGUNDI
Nama latin: Vitex trifolia L
Nama daerah: `Gendagari; Lagundi; Lagondi


LENGKUAS MERAH (Alpinia

purpurata K. Schum )
Famili : Zingiberaceae


LANGKUAS
Nama latin: Alpinia galanga L. Eilld
Nama daerah: Laos; Lengkuas; Lawa; Langkueh; Laja; Lawas


LAMPES
Nama latin: Ocimum sanetum L
Nama daerah: Lampas; Klampas; Kemangi hutan; Kemangen; Ruruku; Ruku-ruku; Koroko;

Balakama


LADA
Famili : Piperaccae
NAMA SIMPLISIA Piperis nigri Fructus; Buah Lada hitam. Piperis albae Fructus; Buah Lada putih.
Daerah : Sahang, Merica,


MINDI KECIL
( Melia azedarach L )
Famili : Meliaceae
Daerah : Renceh, Gringging, Mindi, Cakra-cikri



Spoiler for INDEX PAGE-6

MIMBA
Azadirachta indica Juss
Famili : Meliaceae
Daerah : Imbo, Alembha, Intaran, Margo Sier


MENIRAN
Nama latin: Phyllanthus niruri L.
Nama daerah: Memeniran; Gosau na dungi; Gosau madungi roriha; Daun gendong anak


MENGKUDU
Nama latin: Morinda citrifolia L.
Sinonim : Bancudus latifolia, Rumph
Familia : Rubiaceae
Nama daerah: Mengkudu; Kudu; Kemudu; Cangkudu; Bengkudu; Keumudu; Lengkudu; Bakudu; Kodhuk;

Pace; Benthis; Makudu; Mekudu; Bingkudu; Wangkudu; Kungkudu; Manakudu; Bangkulu; Pamarae;

Neteu; Labannan; Tibah; Ai-kombo.


MAHKOTADEWA
Phaleria papuana Warb. var. Wichannii (Val.) Back. Phaleria macrocarpa (Scheff.)


PEGAGAN
[Centella Asiatica]
Famili : Umbelliferae atau Apiaceae
Daerah : Rumput kaki kuda, Antanan gede, Panegowang atau kisu-kisu


PULUTAN
Nama latin: Urena lobata L
Nama daerah: Pungpulutan; Pungpurutan; Legetan; Polot; Kaporata


PULE PANDAK
Nama latin: Rauwolfia serpentina Benth
Nama daerah: Akar tikus



PULOSARI
Nama latin: Alyxia stellata Rest. Sch
Nama daerah: Palasari; Pulosari; Pulawaras


PRASMAN
Nama latin: Eupatorium triplinerve Vahl
Nama daerah: Ayapana; Godong prasman; Raja panah; Jukut prasman


PAPAYA
Nama latin: Carica papaya L
Nama daerah: Kates; Telo gantung; Gedang


PATIKAN KEBO
Nama latin: Euphorbia hirta L
Nama daerah: Patikan kebo; Patikan jawa; Mangkokan


PATIKAN CINA
Nama latin: Eupherbia prostata Ait
Nama daerah: Patikan gelang pasir; Kameniran; Kimules


PANDAN WANGI
Nama latin: Pandanus amaryllifolius Linn
Nama daerah: Pandan harum; Pandan rampe; Pandan room; Pandan rum


PACING
Nama latin: Costus speciosus J. Sm.
Nama daerah: Pacing tawar; Setawar; Sitawar; Poncang-pancing; Tawar-tawar; Tabar-tabar


PACAR AIR
Nama latin: Impatiens balsamina L.
Nama daerah: Gembong; Pacar banyu; Pacar toyo; Paru inai; Bunga tabo; Laka kecil; Bunga

jawelu


SRIGADING
Nama latin: Nyctanthes arbor tritis Linn.
Nama daerah: Sari gading; Suruh gading; Sirih gading; Kembang Pengantin


SOSOR BEBEK
Nama latin: Kalanchoe pinnata (Lamk.)Pers
Nama daerah: Cocor bebek; Ceker bebek; Suru bebek; Daun sejuk; Kicongcorang


SIRIH
(Piper betle L.)
Famili : Piperaceae ; Chavica auriculata Miq.; C. betle Miq.


sirih merah (Piper

crocatum)

comojime - 23/05/2008 06:38 PM
#5

Quote:
Original Posted By p3mp3kl3n73r
Spoiler for INDEX PAGE-7

SIDAGURI
(Sida rhombifolia L. )
Famili : Malvaceae
Daerah : Saliguri, Kahindu.
Asing : Sida hemp, Yellow barleria atau walis-walisan


SERAI
Nama latin: Andropogon nardus Linn.
Nama daerah: Sereh; Sereh seri; Sorani


SENGGUGU
(Clerodendrum serratum (L.) Moon)
Famili : Verbenaceae
Nama lain : Singgugu (Sunda). srigunggu, sagunggu (Jawa).; Kertase, pinggir tosek (Madura).

senggugu (Melayu).; Sinar baungkudu (Batak Toba), tinjau handak (Lampung),; San tai hong hua

(China).;


SEMBUNG
Nama latin: Blumea balsamifera (L.)DC
Nama daerah: Sembung legi; Sembung utan; Sembung Gantung; Sembung mingsa; Kamandhin


SEMBUKAN
Nama latin: Paederia foetida L.
Nama daerah: Daun kentut; Kahitutan; Kasembukan; Bintaos; Gumi siki


SEMANGGI
Nama latin: Hydrocotyle sibthorpiodes Lamk.
Nama daerah: Daun asam kecil; Calincing; Mala-mala; Cembicenan


SELEDRI
Nama latin: Apium graveolens L
Nama daerah: Sledri; Seladri; Sadri; Sederi; Seleri; Seldri; Daun sop


SANGITAN
(Sambucus javanica Reinw. ) Famili : Caprifoliaceae
Daerah : Abur (Aceh), babalat (bengkulu), Brobos kebo (jawa), kerak nasi (sunda)
Asing : Shuo diao, pa-so ma (Cina)


SAMBILOTO
Nama latin: Andrographis paniculata
Sinonim : Andrographis paniculata, Ness. = Justicia stricta, Lamk. = J.paniculata, Burm. =

J.latebrosa, Russ.
Familia :Acanthaceae
Nama daerah: Ki Oray, Ki Peurat, Takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa).

pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong

(Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).;


SAMBUNG NYAWA
(Gynura Procumbens Back)
Famili : Compositae


SAMBANG DARAH
Nama daerah: Remek daging



Spoiler for INDEX PAGE-8 / PAGE-9

TERATAI
(Nelumbium nelumbo Druce)
Sinonim := Nelumbiurn nuciferum, Gaertn. = N. speciosum, Wilid. = Nelumbo nucifera, Gaertn. =

Nyrnphaea nelumbo, Linn
Familia : Nymphaeaceae
Nama Lokal :Padma, seroia, terate, tarate, taratai besar.;


TUNJUNG
(Nymphaea lotus L.)
Nama Lokal :Tarate kecil, tarate utan, tunjung putih (Indonesia); Tunjung bodas, tunjung tutur

(Sunda).;


TEMULAWAK
( Curcuma xanthorrhiza. Roxb.) Famili : Zingiberaceae
Daerah : Koneng gede, temulabak, temu putih


TEMU PUTIH(Curcuma

zedoaria (Berg.) Roscoe.)
NAMA SIMPLISIA: Zedoariae Rhizoma; rimpang temu putih


TEMU KUNCI
(Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter.)


TEMU HITAM
Latin : Curcuma Aeruginosa Rosb.
NAMA DAERAH Sumatera: temu erang, t. itam (Melayu). Jawa: koneng hideung (Sunda), temu ireng

(Jawa). Nusa Tenggara: temo ereng (Madura), temu ireng (Bali). Sulawesi: tamu leteng (Makasar),

temu lotong (Bugis). NAMA asing Ezhu (C). NAMA SIMPLISIA Curcumae aeruginosae Rhizoma

(rimpang temu hitam).


TEMUGIRING
Nama latin: Curcuma heyneana Val.V.Zyp
Nama daerah: Temu reng


TEMPUYUNG
(Sonchus arvensis L.)


TEMBELEKAN
Nama latin: Lantana camara Linn
Nama daerah: Kembang Satek; Oblo; Puyengan; Waung; Teterepan; Saliyara; Bunga Singapura



TAPAK LIMAN
(Elephantopus scanber)
Famili : Compositae
Tapak liman (Indonesia), Tutup bumi (Sumatera); Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda),;

Tampak liman, tapak tangan, talpak tana (Madura),; Ku di dan (China).;
Asing : Prickly-leaved Elephants Foot


TAPAK DARA
Latin : Catharanthus roseus, (L) G. Don. / Lochnera rosea, (L) Rohb./ Vinca rosea, Linn.
Famili : Apocynaceae
Daerah : Tapakdara / Kembang Sari Cina
Asing : Perwinkle , Malaysia : Kemiting Cina / Rumput Jalang


TANDUK RUSA
(Paltycerium coronarium, (Kuning), Desv.)
Sinonim :=Paltycerium bifurcatum. =P. andidum.
Familia :Polypodiaceae
Nama Lokal aun Tanduk Rusa, Simbar Agung (Indonesia); Simbar Menjangan (Jawa, Bali), Paku

Uncal (Sunda);


TAHI KOTOK
(Tagetes erecta L.)
Familia : Compositae (Asteraceac)
Nama Lokal :Ades, Afrikaantjes; Wan shou ju (China).;


VIOLCES
Nama latin: Viola odorata Linn.
Nama daerah: Atanan; Piolces; Ces-cesan


VALERIANA
Nama latin: Valeriana officinalis L.
Nama daerah: Valeran; Waleri; Whalere


Ubi Kayu
(Manihot esculenta, Crautz.)
Familia :Euphorbiaceae


Urang-Aring
(Eclipta alba (L.) Hassk.)
Sinonim := Eclipta prostrata, (Linn.) = E. alba et marginata, Boiss. = E. erecta et prostratan, Linn.

= E. erecta, Linn. = E. parcifloran Wall. = E. philippinensis Gandog. = E. thermalis Bunge -

Verbesina alba, Linn.
Familia :Compositae (Asteraceac)


Waru
(Hibiscus tiliaceus L.)
Familia :malvaceae.
NAMA DAERAH Sumatera: kioko, siron, baru, buluh, bou, tobe, baru, beruk, melanding. Jawa:

waru, waru laut, waru lot, waru lenga, waru lengis, waru lisah, waru rangkang, wande, baru. Nusa

Tenggara: baru, waru, wau, kabaru, bau, fau. Sulawesi: balebirang, bahu, molowahu, lamogu,

molowagu, baru, waru. Maluku: war, papatale, haru, palu, faru, haaro, fanu, halu, balo, kalo, pa.

Irian jaya: kasyanaf, iwal, wakati. NAMA ASING Tree hibiscus. NAMA SIMPLISIA Hibisci tiliaceus

Folium (daun waru), Hibisci tiliaceus Flos (bunga waru).


Wijaya kusuma
(Epiphyllum anguliger)
Familia :Cactaceae


WORTEL
(Daucus carota, Linn.)
Sinonim aucus carota, Linn.
Familia :Apiaceae


PURING
Nama Latin : Codiaeum Variegatum
Nama Lokal : Puring ( Indonesia )


Bawang Dayak
(Eleutherina americana)
nama daerah : bawang mekah, bawang seberang atau bawang arab.


JERUK KIKIT
Nama latin: Triphasia trifolia p.Wills
Nama daerah: Jeruk kingkit; Liman kiah; Liman kunci; Kalijage; Jheruk rante



sekian dari ane..
cendolnya kalau berkenan
comojime - 23/05/2008 06:39 PM
#6

ANDONG


Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval

Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi

Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor

Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida
Khasiat:
Hemostatik
Antibengkak

Nama simplesia: Cordylinae Folium
Resep tradisional:
Batuk darah dan Haid terlalu banyak:

Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
ANTING ANTING

(Acalypha australis L.)

Famili : Euphorceae
Nama daerah : Anting-anting.
Inggris :
Cina : Tie Xian

Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris.

Efek Farmakologis : Anti biotik, anti radang, peluruh seni, Astringent menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk.

Bagian tanaman yang digunakan : seluruh tanaman segar atau kering.

Cara budidaya :
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung.
Resep tradisional:

1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
ASAM

Nama latin: Tamarindus indica Linn

Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi

Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.

Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.

Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif

Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda
Resep tradisional:
Demam:
Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Eksem:
Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml

Nyeri haid: Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

ALPOKAT

Nama latin: Persea gratissima Gaerin

Nama daerah: Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket

Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang

Habitat: Tumbuh pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E

Khasiat: Diuretik ; Anti bakteri

Nama simplesia: Perseae Folium
Resep tradisional:
Batu ginjal
Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml

Sakit perut dan Disentri
Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
ADAS

Nama latin: Foeniculum vulgare Mill
Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas; Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu
Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip, berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada waktu muda dan keabu-abuan setelah tua.
Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 - 1.300 dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Buah
Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol

Khasiat:
Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba

Resep tradisional:
Sembelit:
Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir

Batuk:
Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur

Sakit perut:
Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2 jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali.

Bambu Tali


BAMBU TALI

(asparagua cochinchinenesis (Lour.) Merr.)

Famili : Liliaceae

Daerah : Asparagus,

Asing : Christisdoorn

Sifat Kimiawi : Saponin, aglycone, protosarsapogenin, asaparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy-methylfurfural, beta-sitosterol.

Efek Farmakologis : Dalam pengobatan Cina dan tradisional lainnya disebutkan tanaman ini mempunyai sifat - Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal, menyuburkan Yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.

Bagian tanaman yang digunakan : Umbi yang dikeringkan

Cara budidaya :
Menggunakan Umbi atau biji, pemeliharaan mudah cukup dengan menjaga kelembaban tanah serta pupuk dasar dan cukup sinar matahari. Sebagai tanaman obat maka tanaman ini tidak boleh disemprot dengan pestisida.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
TBC Paru dan Batuk Darah serta sakit kerongkongan : Umbi kering 6-12 gr direbus 1.5 gls air menjadi 1 gls, diminum hangat 2x sehari.
comojime - 23/05/2008 06:41 PM
#7

ALANG ALANG

(Imperata cylindrica(L) Beauv.var.mayor(Nees) C.E.Hubb)

Famili : Gramineae atau Poaceae

Alang-alang (Imperata cylindrical (L.) Beauv.var.mayor ), Perawakan: herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut jarang. Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm. Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. Palea (sekam); 0,75-2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam. Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1 mm lebih. Waktu berbunga : Januari - Desember. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai; ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di perladangan; taman dan perkebunan. Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan: berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. Alang-alang dapat menyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang

Bagian yang digunakan untuk obat medis adalah akarnya. Kenyataannya, akarnya dapat digunakan untuk menurunkan temperatur, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing nanah), hepatitis, infeksi ginjal. Penelitian menemukan bahwa alang-alang mengandung mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol.

NAMA DAERAH: Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). NAMA ASING: Cogon grass, satintail (En). Paillotte (Fr). Malaysia: lalang, alang-alang. Papua New Guinea: kunai (Pidgin), kurukuru (Barakau, Central Province). Philippines: kogon (Tagalog), gogon (Bikol), bulum (Ifugao). Burma (Myanmar): kyet-mei. Cambodia: sbö’:w. Laos: hnha:z kh’a:. Thailand: ya-kha, laa laeng, koe hee (Karen, Mae Hong Son). Vietnam: c [or] tranh. NAMA SIMPLISIA Imperatae Rhizoma; rimpang alang-alang



Efek Farmakologis : Rasa manis dan sifat sejuk, anti piretik (penurunan panas), diuretik (peluruh kemih), hemostatik (menghentikan perdarahan), masuk median paru-paru, lambung dan usus kecil.

Komposisi :
Akar: metabolit yang telah ditemukan pada akar alang-alang terdiri dari arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin. Dari hasil penelitian lain terhadap akar dan daun ditemukan 5 macam turunan flavonoid yaitu turunan 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol. Suatu turunan flavonoid yang kemungkinan termasuk golongan flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon atau isoflavon terdapat pada fraksi ekstrak yang larut dalam etilasetat akar alang-alang. Pada fraksi ekstrak yang larut dalam air akar alang-alang ditemukan golongan senyawa flavon tanpa gugus OH bebas, flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon, atau isoflavon.

Bagian tanaman yang digunakan : Akar, rimpang (daun) dan bunga. dapat digunakan yang segar atau yang dikeringkan.

Cara budidaya :
Perbanyakan dengan rimpang atau akar tinggal. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan terdapat dimana-mana disekitar kita. Merupakan tumbuhan liar dan menjurus sebagai gulma. Tumbuh liar di pinggir jalan, di ladang dan di hutan. Tumbuhan ini termasuk terna menahun, tinggi dapat mencapai 180 cm. Batang padat, buku berambut jarang. Daun berbentuk pita, berwarna hijau, permukaan daun kasar. Perbungaan berupa bulir, warna putih, bunga yang terletak di bagian atas adalah bunga sempurna dan yang terletak di bawah adalah bunga mandul. Bunga mudah diterbangkan oleh angin.

Rimpang: pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai pakan hewan,bahan kertas,dan untuk pengobatan kurap. EFEK BIOLOGI dan FARMAKOLOGI Infusa rimpang alang-alang berefek sebagai diuretika, atas dasar peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl) urin tikus putih jantan. Pemberian infusa akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kgBB berefek antipiretik pada marmot. Infusa bunga alang-alang pada konsentrasi 10% dengan dosis 12 ml/ kgBB berefek antipiretik yang relatif sama dengan suspensi parasetamol 10% pada merpati. Uji Klinik: Dekokta akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Dekokta herba 250 g dalam bentuk tunggal maupun dikombinasikan dengan rimpang dan daun Nelumbo nucifera dan daun Agrimonia pilosa dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. Di samping itu dilaporkan juga bahwa dekokta akar alang-alang dapat efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus; biasanya digunakan bersama-sama dengan Plantago asiatica, Glechoma longituba dan tunas Artemisia capillaris. Toksisitas: Pada pemakaian sesuai aturan, praktis tidak toksik. Efek yang tidak dfinginkan: Pusing, mual, adanya peningkatan rasa ingin buang air besar, kadang-kadang terjadi pada penggunaan klinik. Teknologi Farmasi: Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang relatif cukup baik dalam pembuatan tablet secara cetak langsung.

Resep tradisional:

Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Sedikit

Bila menderita infeksi pada saluran kemih, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.
Ramuan:
Rimpang Alang-alang 6 gram
Rimpang Kunci pepet 5 gram
Daun Kumis kucing 4 gram
Air 115 ml

Cara pembuatan:
Diseduh, dibuat infus atau pil.

Cara pernakaian:
Diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.
Untuk yang berbentuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Mimisan, Kencing Darah, dan Muntah Darah.
Bila menderita kencing darah atau muntah darah, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.

Ramuan:
Rimpang Alang-alang 6 gram
Daun sendok segar 6 gram
Daun Andong segar 2 helai
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Diseduh, dipipis, dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. (untuk infus). Untuk pipisan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir. Untuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.
BUNGUR

Nama latin: Lagerstromeia speciosa Pers

Nama daerah: Bhungor; Wungur; Ketangi; Laban; Wungu

Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 45 m, umumnya antara 25-30 meter, bercabang-cabang. Batang berwarna cokelat pucat sampai merah cokelat. Perbungaan berupa malai, berwarna ungu.

Habitat: Tumbuh di tanah gersang dan subur pada hutan atau tanaman pelindung tepi jalan pada dataran 1-900 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu

Kandungan kimia: Tanin; Alkaloid; Saponin; Terpena; Glukosa

Khasiat: Antidiare; Diuretik; Antidiabetik

Nama simplesia: Lagerstroemiae speciosae Cortex, Lagerstroemiae speciosae Folium


Resep tradisional:

Kencing manis:
Daun bungur segar 8 g; Biji kacang hijau 9 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
comojime - 23/05/2008 06:42 PM
#8

BUNGA PUKUL EMPAT

Nama latin: Mirabilis jalapa L

Nama daerah: Kembang pagi sore; Bunga tete apa; Lorelaka; Bodoko sina; Turaga; Bele de nuit

Deskripsi tanaman: Terna, tumbuh tegak, tinggi sampai 50 cm, bunga berwarna merah, putih atau kuning, mekar pada sore hari dan menutup pada pagi hari

Habitat: Tumbuh di pekarangan sebagai tanaman hias, dengan cukup sinar matahari pada dataran rendah sampai 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Akar

Kandungan kimia: Alkaloid trigonelia

Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik

Nama simplesia: Mirabilidis radix
Resep tradisional:

Radang amandel, Radang prostat:
Akar bunga pukul empat segar 10 g; Air secukupnya, Dibuat jus atau dipipis, Dikompreskan pada bagian yang sakit
comojime - 23/05/2008 06:42 PM
#9

BUNGA PAGODA

Nama latin: Clerodendrum japonicum (Thunb)

Nama daerah: Senggugu; Tumbak raja

Deskripsi tanaman: Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan

Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Daun

Kandungan kimia: Alkoloid; Garam Kalium; Zat Samak

Khasiat: Antiradang; Diuretik; Sedatif; Hemostatis

Nama simplesia: Clerodendri Radix
Resep tradisional:

Bisul daan Koreng:
Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore

Wasir berdarah:
Akar bunga pagoda 25 g; Air 110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari
comojime - 23/05/2008 06:44 PM
#10

BRATAWALI

Nama latin: Tinospora tuberculata Beumee

Nama daerah: Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel

Deskripsi tanaman: Perdu memanjat. Batang sebesar jari manis, dengan banyak mata dan kutil, tidak beraturan, pahit, tidak keras dan berair. Daun berbentuk jantung atau panah dengan tangkai panjang dan besar. Bunga berwarna hijau muda, tiga seuntai dalam lembaga dan tidak sempurna. Buah terdapat dalam tandan berwarna merah muda

Habitat: Tumbuh liar di hutan dan di ladang

Bagian tanaman yang digunakan: Batang ; Daun

Kandungan kimia: Pikoretine; Alkaloida; Berberin; Columbine

Khasiat: Antipiretikum; Tonikum; Antiperiodikum; Diuretikum; Antidiabetik

Nama simplesia: Tinosporae Caulis
Resep tradisional:

Demam:
Batang bratawali 3 g; Daun sembung 6 g; Daun kumis kucing 4 g; Rimpang lengkuas 4 g; Air 110 ml, Dipis, direbus atau pil, Diminum 1 kali sehari sebanyak 50 ml.

Rematik
Batang bratawali 2 g; Rimpang kencur 7 g; Biji sledri 2 g; Daun jambu monyet muda 5 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml, apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
Gatal-gatal:
Batang bratawali secukupnya; Air 1 periuk, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Digunakan untuk merendam diri, terutama pada bagian yang gatal.
comojime - 23/05/2008 06:50 PM
#11

BIDARA UPAS

Nama latin: Merremia mammosa (Lour)Hall.F

Nama daerah: Bidara upas; Widara upas; Blanar

Deskripsi tanaman: Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat/membelit, daun berbentuk jantung, bunga lonjong berwarna putih, berumbi seperti ubi jalar. Banyak terdapat di hutan, kadang-kadang ditanam di pagar pekarangan.

Habitat: Tumbuh liar di hutan-hutan atau ditanam didekat pagar

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi

Kandungan kimia: Zat pait; Damar; Zat pati

Khasiat: Laktagog; Antiinflamasi; Antipiretik

Nama simplesia: Merremiae tubera
Resep tradisional:

Batuk, Radang tenggorakan, Suara parau:
Umbi bidara upas segar 8 g; Rimpang kencur 6 g; Daun sirih 3 helai; Buah kapulaga 3 g; Air secukupnya, Dipipis, Beningan untuk berkumur kemudian diminum 2 kali sehari; pagi dan sore

Difteri:
Umbi segar bidara upas 8 g; Air matang sampai 1/4 cangkir, Umbi bidara upas diparut; kemudian diperas dengan kain saringan, Beningan digunakan untuk berkumur kemudian diminum; 2 kali sehari; tiap kali untuk orang dewasa; 2-3 sendok makan; untuk anak-anak 1 sendok makan; bila perlu dapat diencerkan dengan air matang
Besaran
comojime - 23/05/2008 06:50 PM
#12



BESARAN

Nama latin: Morus australis Poir

Nama daerah: Kitau; Kerto; Babasaran; Bebesaran; Murbei; Lampaung; Mempaung

Deskripsi tanaman: Tumbuhan ini merupakan perdu atau pohon yang tingginya 6-9 m. Daunnya berbentuk segitiga atau jantung, mudah luruh dari rantingnya. Buahnya bergugus, warnanya coklat tua kalau sudah masak. Daunnya digunakan untuk makanan ulat sutera

Habitat: Tumbuh liar di hutan dan ditanam di halaman atau di kebun

Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar ; Cabang ; Buah

Kandungan kimia: Karoten; Adenin; Kolin; Amilase; Minyak lemak; Vitamin C; Vitamin A; Vitamin B1; Kalsium; Fosfor; Maklurin; Rutin; Morin; Ergosterol

Khasiat: Antipiretik; Antitusif; Diuretik; Anti flogestik; Analgesik

Nama simplesia: Mori australidis Folium
Resep tradisional:

Hepatitis; kurang darah dan tekanan darah tinggi:
Buah besaran 7-10 g; Air matang secukupnya, Dibuat jus, Diminum sehari 1 kali; diulang selama 14 hari

Radang persendiaan dan nyeri pinggang:

Ranting dan daun besaran 10 g; Air 110 ml, Diseduh, Diminum sehari 1 kali pada pagi hari, 100 ml
comojime - 23/05/2008 06:51 PM
#13



BLUNTAS

Nama latin: Pluchea indica L.

Nama daerah: Baluntas; Baruntas; Luntas; Lamutasa

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 1-2. Batang berkayu, bulat tegak, bercabang, batang muda berwarna ungu setelah tua berwarna putih kotor. Daun tunggal, bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berbulu halus, panjang 3-7 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau muda sampai hijau. Bunga majemuk berbentuk malai rata, mahkota lepas, warna putih kekuningan. Buah kecil, keras, berwarna coklat

Habitat: Banyak dijumpai sebagai tanaman pagar yang dapat tumbuh baik sampai ketinggian 800 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Alkaloid; Minyak atsiri

Khasiat: Diaforetik; Analgesik; Stomakik

Nama simplesia: Plucheae indicae Folium


Resep tradisional:

Keputihan:
Daun beluntas muda segar 20 helai; Akar tapak liman 1 pohon; Air secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 1 kali di waktu pagi; 1/4 cangkir
Nyeri persendiaan/Nyeri pinggang:
Akar beluntas segar 5 g; Rimpang kencur segar 7 g; Rimpang temu lawak segar 6 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Air 120 ml, Dipipis, Diminum sehari 1 kali 100 ml
Malaria:
Daun beluntas segar 30 helai; Daun sirih segar 7 helai; Daun sembung segar 9 helai; Daun asam muda segar 2 genggam; Air 20 ltr , Dibuat infus, Uapkan ke tempat tidur yang digunakan ukub.
comojime - 23/05/2008 06:51 PM
#14



BELIMBING WULUH

Nama latin: Averrhoa bilimbi L

Nama daerah: Belimbing wuluh; Belimbing buloh; Belimbing asam; Calincing; Balimbeng

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang keras, tinggi mencapi 11 meter, daun bersirip genap. Batang tidak bercabang. Bunga berbentuk bintang, berwarna merah muda sampai ungu. Buah beruang 5, bergantung pada batang atau dahan. Buah berair dan berasa asam.

Habitat: Tumbuh liar atau dibudidayakan di pekarangan yang cukup memperoleh sinar matahari.

Bagian tanaman yang digunakan: Bunga ; Buah ; Daun

Kandungan kimia: Kalium oksalat; Flavonoid; Pektin; Tanin; Asam galat; Asam ferulat

Khasiat: Antipiretik; Ekspektoran

Nama simplesia: Bilimbi Folium


Resep tradisional:

Batuk; Sakit tenggorokan; Sariawan:
Bunga belimbing wuluh segar 1 genggam; Buah adas manis secukupnya; Air 1/4 cangkir; Gula batu secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore; tiap kali diminum 1 sampai 2 sendok makan
Kencing manis: Daun belimbing wuluh segar 20 g; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 1/4 cangkir
comojime - 23/05/2008 06:52 PM
#15



BELIMBING MANIS

Famili : Oxalidaceae

Daerah : Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), Balireng (Bugis), Lembetua (Gorontalo)

Asing : Sweet starfruit

Sifat Kimiawi : Banyak kandungan antara lain protein, lemak, kalsium, phosphor, besi, Vit A, B dan C.

Efek Farmakologis : Buah - rasa asam, manis, netral, anti radang, peluruh liur, peluruh kemih. Bunga - rasa manis, anti malaria. Batang dan daun - rasa asam, kelat, netral, anti radang, peluruh kemih, menghilangkan panas. Akar - rasa asam, netral, kelat (astringent), analgesik (menghilangkan sakit), anti rematik.

Bagian tanaman yang digunakan : Buah, bunga, daun dan akar.
Cara budidaya : Menggunakan biji, cangkok atau okulasi

Resep tradisional:

1 Sakit lever : 12-15 gr akar kering dicuci ditambah air, direbus dan diminum.

2 Koreng : daun segar direbus, airnya hangat-hangat untuk mencuci bagian yang sakit.

3 Bisul : daun segar digiling halus, aduk dengan air cucian beras sehingga jadi bubur, tempelkan dan balut.

4 Malaria : 15-24 gram bunga kering seduh dengan air panas/mendidih diminum sehari 2x.

5 Kanker : 1/4 genggam daun belimbing, 1/2 lembar daun pepaya muda, 1/4 genggam daun cerme muda, 1/3 genggam daun bayam merah, 2 jari wortel, dicuci bersih tambah air matang 1.5 gelas digiling halus, disaring dan airnya ditambah 1 sendok madu lalu diminum.

6 Kencing batu : 3-5 buah belimbing direbus ditambah madu dan diminum.

7 Sakit pada sendi : 120 gr akar segar dicuci bersih, dipotong seperlunya dimasukan kedalam 600 cc arak, tutup rapat disimpan 7 hari dan minum sehari 1 sloki.

8 Darah tinggi : 2 buah yang masak atau masih hijau dimakan setelah makan pagi dan makan sore.

9 Influenza, sakit tenggorokan : 90-120 gr buah belimbing segar di juice, saring dan minum airnya.

10 Sakit kepala kronis : 30-45 grm akar segar dipotong kecil-kecil dicuci bersih, ambil 120 grm tahu, tambahkan air sampai terendam di tim dan dimakan sehari sekali.

11 Diabetes melitu dan kolesterol : buah yang masak atau masih hijau 2 biji segar, dimakan setelah makan pagi dan sore.
comojime - 23/05/2008 06:53 PM
#16



BAYAM MERAH

Nama latin: Iresine herbstii Hook

Nama daerah: Bayam merah; Bayem bang

Deskripsi tanaman: Tumbuhan herba tegak tingginya 80-120 cm, daun berbentuk jantung terbalik, pada setiap ruas terdapat 2 daun berhadapan (oposita), ada yang berdaun hijau berurat, kemerah-merahan, lebar 5-7 kali, 3-4 cm dan bertangkai, bunga kecil-kecil, bermahkota seperti selaput, membentuk mayang pada ketiak daun dan di puncak batang. Buah bulat panjang kecil berbiji satu.

Habitat: 1-1400m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Ferulytyramine; Ferrum

Khasiat: Antipiretik; Sudorifik; Diuretik

Nama simplesia: Iresine herbstie Folium

Resep tradisional:

Kurang darah:

Bayam merah secukupnya, Dimasak sebagai sayuran; pemanasan jangan terlalu lama, Dimakan.
comojime - 23/05/2008 06:53 PM
#17



BAYAM DURI

Famili : Amaranthaceae

Bayam duri, acap dianggap sebelah mata. Di bandingkan bayam sayur biasa, meski rasanya sama, tumbuhan ini jarang disentuh. Padahal, banyak yang tidak menyadari, selain enak, tumbuhan ini penuh khasiat, menyembuhkan disentri, bisul, sampai keputihan.

Bayam duri berasal dari suku Amaranthus. Masyarakat mengenalnya dengan bermacam nama. Di Lampung, bayam duri lebih dikenal dengan nama bayam kerui. Adapula yang mengenalnya senggang cucuk (Sunda), bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa), Ternyak duri, ternyak lakek (Madura).

Di Bali, namanya Bayam Kikihan, Bayam siap, atau Kerug Pasih. Sedangkan di Minahasa bernama Kedawa Mawaw, karawa rap-rap, karawa in asu, korawa kawayo. Di Makasar namanya Sinau katinting, di Bugis bernama Podo Maduri. Tapi di Halmahera Utara bayam duri lebih dikenal dengan nama Maijanga atau ma hohoru, di Ternate namanya Baya, sedangkan di Loda bernama Loda. Sebagaimana tertulis dalam buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, karya dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Jakarta, 1999, tersebut bahwa dengan memanfaatkan akarnya, banyak khasiat yang bisa diambil. Misalnya untuk pengobatan bisul yang keras, wasir (hemoroid), ekzema, gusi bengkak berdarah, malancarkan pengeluaran ASI ( laktagoga ), demam, kutil, luka bakr dan di gigit ular berbisa. Seluruh tumbuhan direbus, airnya selagi hangat di gunakan untuk merendam kaki yang pegal linu, dan reumatik.

Asing : Prickly Amaranth, Le Xian Cai (Cina)

Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain amarantin, rutin, kalium nitrat, piridoksin, garam-garam fosfat, besi, Vitamin A, C dan K.

Efek Farmakologis : Tanaman ini mempunyai sifat masuk meridien jantung dan ginjal. Menghilangkan panas (anti piretik), peluruh kemih (diuretik), menghilangkan racun (anti-toksin) menghilangkan bengkak, menghentikan diare dan membersihkan darah. Tanaman ini juga bersifat : Rasa manis, pahit dan sejuk.

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman baik segar maupun kering yang diangin-anginkan.
Cara budidaya : Dengan cara Stek ataupun biji.

Resep tradisional:

1 Disentri : Akar segar 30 gr dicuci bersih, ditambah 15 gr gula enau dan air bersih secukupnya lalu direbus hingga sisa 1 gelas, minum sebelum makan

2 Keputihan : Akar segar 30-60 gr, dicuci bersih ditambahkan sedikit gula batu, digodok dengan 3 gls air sampai 1 gls, disaring dan diminum.

3 TBC Kelenjar : Akar segar 30-60 gr atau seluruh tumbuhan, dicuci bersih digodok air bersih dicampur arak secukupnya, diminum.

4 Sakit kerongkongan : Akar segar 45 gr dicuci bersih, digodog dan diminum.

5 Bisul : Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus, campurkan madu secukupnya menutupi bisul lalu dibalut. Sehari diganti 2x.

6 Wasir : Segenggam daun segar dicuci, digodog dan dipakai menguapi dan mencuci wasirnya.

7 Eksim (Dermatitis) : Seluruh tumbuhan secukupnya digodok, tambahkan sedikit garam dan airnya digunakan mencuci bagian yang sakit.

8 Radang saluran pernapasan : Daun 1/4 genggam dicuci dan digiling halus, diberi air masak 3 sendok makan dan garam sedikit, diperas dan disaring lalu diminum 2x sehari

9 Buang air kemih tidak lancar : Satu potong akar dengan bonggolnya dicuci bersih, digodog dengan 2 gls air bersih sampai menjadi 1 gls, minum sekaligus.

10 Gusi luka berdarah : Tanaman secukupnya dibakar (dengan alas genteng) dan dijadikan bubuk, dipakai seperti salep dioleskan kebagian yang sakit.

11 Menambah produksi ASI : Satu batang bayang dicuci bersih, digiling halus dan dipakai sebagai tapal disekeliling payu dara.

12 Demam : Daun segar segenggam dicuci, digiling, ditambah air, dipakai sebagai tapal didahi
comojime - 23/05/2008 06:54 PM
#18



BAYAM

Nama latin: Amarantus Spec div

Nama daerah: Arum; Baya; Hayum; Jagur; Tarnak; Nadu

Deskripsi tanaman: Semak, berbatang tegak, bentuk bulat, warna hijau kekuningan. Daun tunggal, berseling, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau muda sampai hijau kekuningan. Perbungaan bentuk malai, melekat di ketiak daun, kelopak berbagi lima, mahkota bunga berwarna hijau keunguan. Buah batu, biji bulat, mengkilat, warna coklat kehitaman

Habitat: Tumbuh liar dan sebagai tanaman budidaya, sebagai sayuran pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Protein; Lemak; Karbohidrat; Kalium; Zat besi; Amarantin; Rutin; Purin; Vitamin A,B dan C

Khasiat: Antipiretik; Sudorifik; Diuretik

Nama simplesia: Amaranthi Folium

Resep tradisional:

Menguatkan hati:

Daun bayam 9 lembar; Air 300 ml, Direbus sampai mendidih, Dimakan sebagai sayuran 3 kali sehari.




Boroco (Celosia argentea Linn.)

Nama Lokal Bayam ekor belanda, Bayam kucing, Kuntha, Baya kasubiki; Qing xiang zi (China).;
Deskripsi Tumbuh tegak, tinggi 30 - 100 cm. Tumbuh liar di sisi jalan, pinggir selokan, tanah lapang yang terlantar. Batang bulat dengan alur kasar memanjang, bercabang banyak, warna hijau atau merah. Daun ada yang wama hijau dan ada yang warna merah, bentuk bulat telur memanjang, ujung lancip, pinggir bergerigi halus hampir rata. Bunga bentuk bulir panjang 3 10 cm, warna merah muda/ungu, biji hitam agak cerah, bunga tumbuh di ujung-ujung cabang.
Untuk Penyakit Radang mata, Hipertensi, Muntah darah, Keputihan, Disentri; Obat cuci mata, Infeksi saluran kencing;
Pemanfaatan BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji, bunga dan seluruh tanaman, keringkan di bawah sinar matahari untuk disimpan.

KEGUNAAN:
Biji : - Infeksi mata = mata merah (Acute conjunctivitis).
- Radang kornea mata (Keratitis)
- Infeksi dalam mata (Chronic uveitis)
- Tekanan darah tinggi (Hipertensi).

Bunga : - Muntah darah (Hematemesis)
- Keputihan (Leucorrhoe)
- Obat cuci mata.

Seluruh tumbuhan : - Buang air besar lendir dan darah (Disentri)
- Infeksi saluran kencing (Urinary tract.
infection)

PEMAKAIAN:
Biji : 10 - 30 gram
bunga : 30 - 60 gram. ... direbus.
Seluruh tumbuhan : 30 - 60 gram.

CARA PEMAKAIAN:
1. Keratitis:
Biji boroco 15 gram, hati ayam secukupnya direbus, dimakan.

2. Hipertensi:
Biji boroco 30 gram, 1 gelas air rebus menjadi 1/2 gelas air, dibagi
menjadi 2 (dua) kali minum.

3. Muntah darah:
Bunga boroco segar 30 - 60 gram ditambah daging secukupnya
rebus menjadi soup, makan.

4. Sebagai obat luar:
Bunga direbus, airnya untuk cuci mata (setelah disaring dengan
kertas saring/kapas).

5. Keputihan:
60 gram bunga ditambah 60 gram daging, direbus, minum air dan
dagingnya.

PERHATIAN :
CONTRA INDIKASI pada tekanan bola mata yang meninggi (Glaucoma).
comojime - 23/05/2008 06:54 PM
#19



BAWANG PUTIH

Nama latin: Allium sativum Linn.

Nama daerah: Bawang bodas; Bawang handak; Bawang basikong; Bawang puteh; Bawang pulek; Dasun putih; Pio-kan; Kosai boti; Lasun; Lasuna; Neuna; Mabida

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berumpun yang bersiung-siung, tiap siung terbungkus dengan kulit tipis. Daunnya berbentuk pita dan berakar serabut. Bunganya berwarna putih.

Habitat: Ditanam di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari.

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi lapis

Kandungan kimia: Belerang; Protein; Lemak; Dialilsulfida; alilprophil-disulfida; Kalsium; Fosfor; Besi; Vitamin A; Vitamin B1; Vitamin C

Khasiat: Diaforetik; Ekspektoran; Spasmolitik; Antelmintik; Antiseptik; Antikoagulan; Antikistamin; Bakteriostatik

Nama simplesia: Alii Bulbus
Resep tradisional:
Asma; Bronkhitis; Selesma:
Bawang putih 5 g; Kayu mesoyi 1 g; Herba patikan kebo 2 g; Adas 1 g; Kapulaga 3 g; Air 110, Ditumbuk kemudian tambahkan air; diperas kemudian disaring; dididihkan, Diminum 2 kali sehari; tiap kali 100 ml; diulang sampai sembuh; untuk pemeliharaan cukup 2 hari sekali 100 ml
Obat cacing:
Bawang putih 2 g; Rimpang temugiring 4 g; Air matang 2 sendok makan, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1 sendok makan; diulang selama 4 hari
Tekanan darah tinggi:

Induk umbi bawang putih 2 buah; Daun seledri segar 75 g; Air matang secukupnya, Dipipis, Diminum sehari 2 kali; 1/4 cangkir
comojime - 23/05/2008 06:55 PM
#20



BAWANG MERAH

Nama latin: Allium cepa L

Nama daerah: Brambang; Bawang beureum; dasun merah

Deskripsi tanaman: Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam.

Habitat: Dibudidayakan pada dataran rendah sampai 1300 m dpl., pada daerah lembab dan cukup air.

Bagian tanaman yang digunakan: Umbi lapis

Kandungan kimia: Minyak atsiri; sikloaliin; metilaliin; dihidroaliin; flavonglikosida; kuersetin; saponin; peptida; fitohormon; vitamin; zat pati

Khasiat: Bakterisid; ekspektoran; diuretik

Nama simplesia: Cepae Bulbus

Resep tradisional:

Batuk:

Umbi bawang merah 4 g; Daun poko 4 g; Daun sembung 3 g; Daun pegagan 4 g; Buah adas 2 g; Air 125 ml, Dipipis, dibuat pil atau direbus, Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml, dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir, pil, diminum 3 kali sehari 9 pil.

Kencing manis:

Umbi bawang merah (dirajang) 4 g; Buah buncis (dirajang) 15 g; Daun salam (dirajang) 120 ml, Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Demam:

Umbi bawang merah (potong tipis) secukupnya; Minyak kelapa secukupnya; Minyak kayu putih secukupnya, Diremas-remas, Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangan pada anak yang demam.
Page 1 of 57 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TANAMAN > TOGA [Tanaman Obat keluarGA]