EDUCATION
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Tanya Jawab Pajak Indonesia
Total Views: 89348
Page 112 of 138 | ‹ First  < 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 >  Last ›

ayahnyahilmi - 13/09/2011 12:49 AM
#2221
mau koreksi sedikit
Point 1 jamsostek yang dibayarkan perusahaan merupakan tambahan penghasilan bagi karyawan yang otomatis oleh perusahaan merupakan beban. Sesuai dengan definisi penghasilan menurut uu perpajakan yg berlaku adalah setiap tambahan penghasilan merupakan obyek pajak bagi WP kalau gak salah pasal 4. Sorry gan mudah2an bermanfaat. Peach......


Quote:
Original Posted By donidoni


1. Pembayaran iuran Jamsostek oleh perusahaan merupakan iuran pensiun atau tunjangan hari
tua yang dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan tetapi bukan merupakan penghasilan
bagi karyawan. Sedangkan pembayaran iuran Jaminan Pelayanan Kesehatan oleh Perusahaan
merupakan iuran yang dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan dan merupakan
pengahasilan bagi karyawan;

2. cara perhitungan THR coba cek di lampiran per-31/Pj/2009 stdd per-57/PJ/2009 poin 1.4 (googling aja)....
koega - 14/09/2011 09:40 AM
#2222

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
nambahin lagi gan , klo agan dapet penghasilan dari online, laporan tahunanya pake formulir SPT 1770 utk pekerjaan bebas, nanti dapet formulir peredaran bruto setahun yg dirinci tiap bulan...nah rekapan itu yg jadi dasar penghitungannya...jd gak perlu nglampirin cek dr google adsense..

sebenernya kalo penghasilan dibawah PTKP baik karyawan maupun pekerjaan bebas dikecualikan dari laporan SPT tahunan lho...ini jelas ada peraturanya cek PMK-183/PMK.03/2007
tapi sama AR nya tetep disuruh laporan...alasannya gmana dia bisa tau dibawah PTKP kalo kita ngga laporan...
cmiiw


ane sanggah sedikit
183/PMK.03/2007
Pasal 2

Wajib Pajak Pajak Penghasilan tertentu adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-Undang Perubahan Ketiga Pajak Penghasilan 1984; atau
2. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.



Pasal 3

(1) Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasailan Pasal 25 dan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.
(2) Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 25.

jadi kesimpulannya kalau melakukan pekerjaan bebas tidak termasuk dalam WP tertentu dan wajib melaporkan SPT nya
koega - 14/09/2011 09:42 AM
#2223

Quote:
Original Posted By ayahnyahilmi
Point 1 jamsostek yang dibayarkan perusahaan merupakan tambahan penghasilan bagi karyawan yang otomatis oleh perusahaan merupakan beban. Sesuai dengan definisi penghasilan menurut uu perpajakan yg berlaku adalah setiap tambahan penghasilan merupakan obyek pajak bagi WP kalau gak salah pasal 4. Sorry gan mudah2an bermanfaat. Peach......




emang menambah penhasilan gan tapi atas penghasilan yang dibayarkan ke jamsostek tidak terhutang PPH 21
hunglikeyora - 14/09/2011 12:16 PM
#2224

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
nambahin lagi gan , klo agan dapet penghasilan dari online, laporan tahunanya pake formulir SPT 1770 utk pekerjaan bebas, nanti dapet formulir peredaran bruto setahun yg dirinci tiap bulan...nah rekapan itu yg jadi dasar penghitungannya...jd gak perlu nglampirin cek dr google adsense..

sebenernya kalo penghasilan dibawah PTKP baik karyawan maupun pekerjaan bebas dikecualikan dari laporan SPT tahunan lho...ini jelas ada peraturanya cek PMK-183/PMK.03/2007
tapi sama AR nya tetep disuruh laporan...alasannya gmana dia bisa tau dibawah PTKP kalo kita ngga laporan...
cmiiw


Quote:
Original Posted By koega
ane sanggah sedikit
183/PMK.03/2007
Pasal 2

Wajib Pajak Pajak Penghasilan tertentu adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-Undang Perubahan Ketiga Pajak Penghasilan 1984; atau
2. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.



Pasal 3

(1) Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasailan Pasal 25 dan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.
(2) Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 25.

jadi kesimpulannya kalau melakukan pekerjaan bebas tidak termasuk dalam WP tertentu dan wajib melaporkan SPT nya


cakep analisanya agan koega...
mari kita review pasal demi pasal dari PMK-183/PMK.03/2007

pasal 2 :
Wajib Pajak Pajak Penghasilan tertentu adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-UndangPerubahan Ketiga Pajak Penghasilan 1984;atau

penjelasan : yang dimaksud dalam pasal 2 huruf a adalah seluruh WP orang pribadi (baik karyawan maupun pekerjaan bebas) yang menerima penghasilan neto dibawah PTKP

b.Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.

penjelasan : yang dimaksud pasal 2 huruf b adalah karyawan/pegawai (tidak menjalankan kegiatan usaha maupun pekerjaan bebas, penghasilan satu2nya hanya dari pemberi kerja)

pasal 3 :

ayat 1
Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasailan Pasal 25 dan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.

penjelasan : seluruh WP orang pribadi baik karyawan atau pekerjaan bebas yg menerima penghasilan neto dibawah PTKP (pasal 2 huruf a ), tidak wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan

ayat 2
Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 25.

penjelasan : karyawan/pegawai yang tidak mempunyai sampingan pekerjaan bebas(pasal 2 huruf b), tidak wajib lapor SPT masa pasal 25 saja

kesimpulan :
1. karyawan dgn penghasilan neto dibawah PTKP maka tidak wajib lapor SPT masa 25 & SPT Tahunan

2. Karyawan dgn penghasilan neto diatas PTKP tidak wajib lapor SPT masa psl 25 (pasal 3 ayat 2) tetapi wajib lapor SPT tahunan

3. Pekerjaan bebas dengan penghasilan neto diatas PTKP, wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan

4. Pekerjaan bebas dengan penghasilan neto dibawah PTKP, tidak wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan
koega - 14/09/2011 04:52 PM
#2225

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
cakep analisanya agan koega...
mari kita review pasal demi pasal dari PMK-183/PMK.03/2007

pasal 2 :
Wajib Pajak Pajak Penghasilan tertentu adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-UndangPerubahan Ketiga Pajak Penghasilan 1984;atau

penjelasan : yang dimaksud dalam pasal 2 huruf a adalah seluruh WP orang pribadi (baik karyawan maupun pekerjaan bebas) yang menerima penghasilan neto dibawah PTKP

b.Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.

penjelasan : yang dimaksud pasal 2 huruf b adalah karyawan/pegawai (tidak menjalankan kegiatan usaha maupun pekerjaan bebas, penghasilan satu2nya hanya dari pemberi kerja)

pasal 3 :

ayat 1
Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasailan Pasal 25 dan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.

penjelasan : seluruh WP orang pribadi baik karyawan atau pekerjaan bebas yg menerima penghasilan neto dibawah PTKP (pasal 2 huruf a ), tidak wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan

ayat 2
Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 25.

penjelasan : karyawan/pegawai yang tidak mempunyai sampingan pekerjaan bebas(pasal 2 huruf b), tidak wajib lapor SPT masa pasal 25 saja

kesimpulan :
1. karyawan dgn penghasilan neto dibawah PTKP maka tidak wajib lapor SPT masa 25 & SPT Tahunan

2. Karyawan dgn penghasilan neto diatas PTKP tidak wajib lapor SPT masa psl 25 (pasal 3 ayat 2) tetapi wajib lapor SPT tahunan

3. Pekerjaan bebas dengan penghasilan neto diatas PTKP, wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan

4. Pekerjaan bebas dengan penghasilan neto dibawah PTKP, tidak wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan


jeli sekali..ane salah penafsiran ternyata
Kurus18 - 16/09/2011 02:13 PM
#2226

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
cakep analisanya agan koega...
mari kita review pasal demi pasal dari PMK-183/PMK.03/2007

pasal 2 :
Wajib Pajak Pajak Penghasilan tertentu adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
a.Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Undang-UndangPerubahan Ketiga Pajak Penghasilan 1984;atau

penjelasan : yang dimaksud dalam pasal 2 huruf a adalah seluruh WP orang pribadi (baik karyawan maupun pekerjaan bebas) yang menerima penghasilan neto dibawah PTKP

b.Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.

penjelasan : yang dimaksud pasal 2 huruf b adalah karyawan/pegawai (tidak menjalankan kegiatan usaha maupun pekerjaan bebas, penghasilan satu2nya hanya dari pemberi kerja)

pasal 3 :

ayat 1
Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasailan Pasal 25 dan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi.

penjelasan : seluruh WP orang pribadi baik karyawan atau pekerjaan bebas yg menerima penghasilan neto dibawah PTKP (pasal 2 huruf a ), tidak wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan

ayat 2
Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 25.

penjelasan : karyawan/pegawai yang tidak mempunyai sampingan pekerjaan bebas(pasal 2 huruf b), tidak wajib lapor SPT masa pasal 25 saja

kesimpulan :
1. karyawan dgn penghasilan neto dibawah PTKP maka tidak wajib lapor SPT masa 25 & SPT Tahunan

2. Karyawan dgn penghasilan neto diatas PTKP tidak wajib lapor SPT masa psl 25 (pasal 3 ayat 2) tetapi wajib lapor SPT tahunan

3. Pekerjaan bebas dengan penghasilan neto diatas PTKP, wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan

4. Pekerjaan bebas dengan penghasilan neto dibawah PTKP, tidak wajib lapor SPT masa psl 25 dan SPT Tahunan


jujur gan, ane baru liat peraturannya. aneh deh. kalo ntar kita gak lapor, dapet surat teguran. terpaksa harus lapor kan. mending peraturannya dibuat wajib lapor, tp NIHIL. hehehehe. ada2 aja nih menteri keuangan. hehehehe.
Kurus18 - 16/09/2011 02:18 PM
#2227

Quote:
Original Posted By ayahnyahilmi
Point 1 jamsostek yang dibayarkan perusahaan merupakan tambahan penghasilan bagi karyawan yang otomatis oleh perusahaan merupakan beban. Sesuai dengan definisi penghasilan menurut uu perpajakan yg berlaku adalah setiap tambahan penghasilan merupakan obyek pajak bagi WP kalau gak salah pasal 4. Sorry gan mudah2an bermanfaat. Peach......




gini gan, ada perbedaan treatment antara iuran pensiun yang dibayarkan perusahaan sama iuran asuransi yg dibayarkan perusahaan. klo asuransi memang perusahaan jd beban, karyawan jadi penghasilan. klo pensiun, dari perusahaan jadi biaya, buat karyawan belum dianggap sebagai penghasilan. karena pada saat uang pensiun diterima karyawan, bakal kena PPh 21 sendiri gan. bisa di cross check dengan treatment pajak atas pensiun. jd klo tiap bulan dianggap penghasilan, ntar malah double taxation gan. hehehehe. CMIIW
invisible711 - 16/09/2011 02:30 PM
#2228

Misi agan2, ane mo tanya untuk tempat kursus brevet pajak A&B di bandung tuh yg bagus dmn yaa?

thanks
hunglikeyora - 16/09/2011 05:49 PM
#2229

Quote:
Original Posted By koega
jeli sekali..ane salah penafsiran ternyata


itu cman analisis dari saya aja gan...utk masalah perpajakan, saya yakin agan koega lebih berpengalaman

Quote:
Original Posted By Kurus18
jujur gan, ane baru liat peraturannya. aneh deh. kalo ntar kita gak lapor, dapet surat teguran. terpaksa harus lapor kan. mending peraturannya dibuat wajib lapor, tp NIHIL. hehehehe. ada2 aja nih menteri keuangan. hehehehe.


ya gan...untuk amannya tetep laporan aja...betul ato salah nanti kan dikoreksi sama AR-nya

Quote:
Original Posted By Kurus18
gini gan, ada perbedaan treatment antara iuran pensiun yang dibayarkan perusahaan sama iuran asuransi yg dibayarkan perusahaan. klo asuransi memang perusahaan jd beban, karyawan jadi penghasilan. klo pensiun, dari perusahaan jadi biaya, buat karyawan belum dianggap sebagai penghasilan. karena pada saat uang pensiun diterima karyawan, bakal kena PPh 21 sendiri gan. bisa di cross check dengan treatment pajak atas pensiun. jd klo tiap bulan dianggap penghasilan, ntar malah double taxation gan. hehehehe. CMIIW


setuju dengan agan kurus18
logikanya gini

contoh :

1. perusahaan A memberi fasilitas asuransi kepada pegawainya senilai Rp.X.

perlakuan terhadap PPh pegawai :
Rp.X harus ditambahkan sebagai penghasilan pada form 1721 A1 utk pegawai, nah disinilah Rp. X tsb kena pajak. (lampiran PER-31/PJ/2009)

perlakuan terhadap PPh Perusahaan :
Rp.X bisa dimasukan sebagai biaya pada lap. keuangan perusahaan A untuk mengurangi laba bersih dan tidak dikenakan pajak lagi.

2. Pegawai mendapat penghasilan Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua sebesar Rp. Y

perlakuan terhadap PPh pegawai :
RP. Y bisa mengurangi penghasilan bruto pegawai dalam form 1721 A1 nya, dengan kata lain tidak dikenakan PPH psl 21.
ketika Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua sudah dapat diambil & diterima sekaligus maka akan dikenakan PPh Final (sesuai Peraturan pemerintah No 68 tahun 2009)

perlakuan terhadap PPh Perusahaan :
Rp. Y tidak dapat dibebankan sebagai Biaya pada Lap. Keuangan Perusahaan karena pada dasarnya iuran tsb diambil dari gaji kotor pegawai.

cmiiw
ziglez - 16/09/2011 06:01 PM
#2230

misi agan2 mau tanya problem pajak, terkait dengan eSPT PPN 1111 ane pake versi 1.2.0.0

1. untuk melakukan pembetulan PPN, posisinya ane dari Jan-Jul lebih bayar, tapi kesulitan dlm melakukan pembetulan karena ada FP Masukan yang dihapus pada masa pembetulan tetapi ketika mau diinput dimasa yang lain ada jawaban "Faktur sudah terekam" pusink juga ini program.

2. ketika sudah di cetak Induknya, ada kolom IId yang tidak bisa ke contreng, padahal posisi kita selalu lebih bayar, dulu waktu menggunakan eSPT 1107 masalah ini tidak pernah terjadi.
Untuk yang sekarang, masalah contreng bikin runyammmmm

please help gan, buat para mastah2 disini....
saia_anak - 17/09/2011 01:46 AM
#2231

halo gan mau nanya

maaf sebelumnya , kalo salah2 tanya

ada tugas kuliah disuruh cari topik sama judul kira2 yang bagus dan gampang dicari data dan dimengerti kira2 apa ya gan ?

bantuin yah gan
koega - 19/09/2011 09:41 AM
#2232

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
itu cman analisis dari saya aja gan...utk masalah perpajakan, saya yakin agan koega lebih berpengalaman



haha.. bisa aja gan, tapi analisis nya mantaaap, ane setuju sama analisis agan

Quote:
Original Posted By ziglez
misi agan2 mau tanya problem pajak, terkait dengan eSPT PPN 1111 ane pake versi 1.2.0.0

1. untuk melakukan pembetulan PPN, posisinya ane dari Jan-Jul lebih bayar, tapi kesulitan dlm melakukan pembetulan karena ada FP Masukan yang dihapus pada masa pembetulan tetapi ketika mau diinput dimasa yang lain ada jawaban "Faktur sudah terekam" pusink juga ini program.

2. ketika sudah di cetak Induknya, ada kolom IId yang tidak bisa ke contreng, padahal posisi kita selalu lebih bayar, dulu waktu menggunakan eSPT 1107 masalah ini tidak pernah terjadi.
Untuk yang sekarang, masalah contreng bikin runyammmmm

please help gan, buat para mastah2 disini....


1. sepertinya memang tidak bisa, krn dihapus secara manual bukan pakai faktur pajak batal
2. kolom II E nya diisi angka ga gan?kalau diisi angka memang tidak akan bisa dicontreng karena prog membaca ada kurang bayar

Quote:
Original Posted By saia_anak
halo gan mau nanya

maaf sebelumnya , kalo salah2 tanya

ada tugas kuliah disuruh cari topik sama judul kira2 yang bagus dan gampang dicari data dan dimengerti kira2 apa ya gan ?

bantuin yah gan

topik/judul di bidang pajak?
saia_anak - 20/09/2011 12:42 PM
#2233

Quote:
Original Posted By koega
haha.. bisa aja gan, tapi analisis nya mantaaap, ane setuju sama analisis agan



1. sepertinya memang tidak bisa, krn dihapus secara manual bukan pakai faktur pajak batal
2. kolom II E nya diisi angka ga gan?kalau diisi angka memang tidak akan bisa dicontreng karena prog membaca ada kurang bayar


topik/judul di bidang pajak?


ia gan dibidang pajak topik/judul yang gampang ga terlalu susah dicari datanya kira2 apa y
koega - 20/09/2011 03:47 PM
#2234

Quote:
Original Posted By saia_anak
ia gan dibidang pajak topik/judul yang gampang ga terlalu susah dicari datanya kira2 apa y


topik mengenai NPWP aja, topiknya "mengapa harus ber-npwp" hahaha...yaah mengarang2 indah dah.data gampang dicari dari koran,internet,artikel dsb

kalau mau topik ttg PPH,PPN, harus ada studi kasus, dan biasanya perusahaan agak tertutup soal pajaknya, sedangkan yg sudah go public,lap keu bisa dilihat di perpus BEJ, tapi data sangat minim
hunglikeyora - 22/09/2011 08:40 AM
#2235

nanya gan...
boleh gak ya PKP yg sebelumnya laporan Pake SPT masa PPN 1111 trus pindah ke SPT PPN 1111 DM?
alasan :
WP tidak punya Pajak Masukan yg bisa dikreditkan
omzet dibawah 1.8 M
contoh : notaris
htk - 22/09/2011 11:02 AM
#2236

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
nanya gan...
boleh gak ya PKP yg sebelumnya laporan Pake SPT masa PPN 1111 trus pindah ke SPT PPN 1111 DM?
alasan :
WP tidak punya Pajak Masukan yg bisa dikreditkan
omzet dibawah 1.8 M
contoh : notaris


kalo notaris bukan PKP bro, tapi tenaga ahli, itungannya dari perhitungan pph21, bukan peritungan PPN
rumangsang - 23/09/2011 11:02 AM
#2237

Quote:
Original Posted By invisible711
Misi agan2, ane mo tanya untuk tempat kursus brevet pajak A&B di bandung tuh yg bagus dmn yaa?

thanks


ane sih dulu di mansur arif consulting gan,,di MTC soekarno hatta,,
hunglikeyora - 23/09/2011 05:33 PM
#2238

Quote:
Original Posted By hunglikeyora
nanya gan...
boleh gak ya PKP yg sebelumnya laporan Pake SPT masa PPN 1111 trus pindah ke SPT PPN 1111 DM?
alasan :
WP tidak punya Pajak Masukan yg bisa dikreditkan
omzet dibawah 1.8 M
contoh : notaris


Quote:
Original Posted By htk
kalo notaris bukan PKP bro, tapi tenaga ahli, itungannya dari perhitungan pph21, bukan peritungan PPN

thx b4 bro htk
menurut ane gini bro...pasal 21 & PPN itu 2 hal yg berbeda...

pasal 21 itu pajak atas penghasilan yg didapat pada suatu masa pajak tertentu...ini hubunganya sama SPT Tahunan...
dipotong pph psl 21 sebagai tenaga ahli klo diminta oleh pemungut...itupun bisa dikreditkan di SPT Tahunannya

sedangkan PPN itu adalah pajak atas penyerahan BKP (barang kena pajak) dan JKP (Jasa Kena Pajak) yg dilakukan oleh PKP (pengusaha Kena Pajak)
batasan minimum PKP adalah pengusaha yang omzet 1 tahun nya lebih dari Rp.600juta. jadi klo omzet dibawah 600jt boleh tidak memungut PPN
klo omset sudah > 600jt wajib jadi PKP & mungut PPN (PMK-68/PMK.03/2010)

yg jelas jasa dari profesi notaris tidak masuk dalam negative list barang atau jasa yang bukan merupakan BKP atu JKP(PP-144 Tahun 2000). jadi klo notaris dah punya omzet > 600jt setaun ya wajib PKP & lapor PPN

masalahnya
jika si notaris sebelumnya laporan pake SPT masa PPN 1111
boleh gak laporan Pake SPT masa PPN 1111 DM ?
sehingga di bisa dapet pengurangan Pajak Masukan sebesar 60% dari Pajak Keluaranya.
meses - 25/09/2011 12:40 AM
#2239

permisi gan ane kesulitan mencari judul , dan yg ane pengen
ingin jadikan acuan penelitian ane adalah dari kasus pph 23 atau pph 25,
kira2 apa y dan masalah/kasus apa yg harus diangkat dari pph itu?untuk acuan
judul penelitian ane . mohon bantuan nya gan
hunglikeyora - 26/09/2011 08:44 AM
#2240

coba bahas PER-32/PJ/2010 ttg penetapan besarnya angsuran PPh psl 25 WP Orang Pribadi Pengusaha tertentu...
banyak masalahnya tu...
coba agan baca peraturanya dulu...
nanti ane bantu gan....
Page 112 of 138 | ‹ First  < 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Tanya Jawab Pajak Indonesia