Sipil
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Sipil > [ask & share] metode pelaksanaan konstruksi
Total Views: 8010
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

billyjoeandrez - 10/06/2011 02:29 AM
#1
[ask & share] metode pelaksanaan konstruksi
Quote:
Quote:
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
Trit ini ane buat karena susah sekali mencari referensi tentang hal-hal yang berkaitan dengan metode pelaksanaan konstruksi baik itu bangunan, jembatan dan jalan maupun pengairan/drainase
Metode Pelaksanaan Konstruksi ini cukup komplek untuk konstruksi berat dan ane rasa perlu pemahaman dan penjelasan lebih lanjut yang terpisah dan terperinci dari agan-agan yang mungkin mengerti bagaimana pelaksanaan konstruksi pada suatu proyek
Trit ini ane juga ane buat agar agan2 kaskuser teknik sipil yang masih kuliah ataupun yang sudah berada di dunia kerja lebih mendalami dan memahami imajinasi dan pemahaman tentang pelaksanaan yang biasanya masih ngambang dan ragu-ragu tentang bagaimana melaksanakan suatu proyek???bagaimanakah material, tenaga kerja dan peralatan serta metode yang digunakan???

Jadi buat agan-agan kaskuser teknik sipil yang mengerti atau pernah berpengalaman mengerjakan suatu proyek konstruksi, boleh donk gan di share bagaimana metode pelaksanaannya dan berbagai masalah lapangan serta cara/metode untuk mengatasinya

Untuk agan2 yang lain boleh bertanya, mudah2an ane bisa bantu jawab



Quote:
SEKILAS TENTANG METODE KONSTRUKSI
Metode adalah suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam proses konstruksi bangunan. Dengan penentuan metode yang tepat, suatu proyek konstruksi dapat mengejar target keuntungan dari sisi biaya dan waktu dengan tanpa meninggalkan kualitas.

Bila dikaitkan dengan kejaran cost reduction, metode pun bisa menjadi suatu stimulus atau bahkan dapat diibaratkan seperti katalisator dari beberapa komponen di dalam suatu proyek. Seperti pada contoh kasus Proyek Jembatan Cimeta di Padalarang By Pass- Toll Cipularang, yang dipimpin oleh Ir.Hadjar Seti Adji M.EngSc. Metode yang digunakan di dalam proyek tersebut mampu mengakselerasi waktu penyelesaian proyek, dari normal pelaksanaan 14 bulan menjadi hanya 9 bulan. Tentu ini merupakan improvement yang sangat baik terkait dengan metode pelaksanaan. Yang kemudian hal tersebut berimbas kepada sisi biaya, baik itu indirect cost maupun direct cost.

Namun, tidak sedikit pula proyek-proyek yang justru sebaliknya, entah itu akibat kelalaian atau suatu kesalahan didalam metode pelaksanaan, pekerjaan-pekerjaan struktur dari proyek tersebut, biayanya menjadi menggelembung, membengkak, sehingga kejaran Projected Final Cost yang ditekankan kepada proyek tersebut menjadi tidak terpenuhi.

Ini kemudian memunculkan suatu tanda tanya besar, apakah ini sesuatu yang terkait dengan metode yang kurang effisien kah ataukah ini akibat adanya Unforseen Condition atau mungkin semata-mata hanya dikarenakan kecelakaan lapangan akibat adanya force majeur yang seharusnya tidak terjadi di proyek ?

Dikembalikan kepada pola pikir sederhana namun global. Segala target yang besar,apa pun bentuk dan wujudnya, tentu berat bila tidak disertai kesadaran bahwa target yang besar tersebut disusun dari hal-hal atau targetan yang kecil-kecil namun konsisten dijalankan dan didisiplinkan untuk senantiasa dikembangkan.

Pola pemikiran bahwa hal yang besar itu selalu datang dari pekerjaan-pekerjaan yang complicated sudah seharusnya dihilangkan dan diganti dengan pernyataan bahwa hal kecil, sederhana namun dikerjaan konsisten dan berkesinambungan dapat menjadi prestasi yang besar.

SUMBER
billyjoeandrez - 10/06/2011 02:34 AM
#2

Quote:
Contoh Metode Pelaksanaan Galian Basement
Spoiler for

















Quote:
Contoh metode urugan tanah
Quote:
Original Posted By nartarien
nubi mo numpang ngeshare dikit
ini sedikit gambaran dari metode pnimbunan tanah yg ane buat sbnrnya,, masih bnyak lagi gan,, tiap item pekerjaan, harus ada penjabaran bagaimana kondisi dilapangan, dan klo bisa harus ada flow chartnya,,,

Spoiler for urugan


Uploaded with ImageShack.us


Quote:
Quote:
Original Posted By sichilyamaho ?
Gan kalo mau buat slab on ground tp dibawah GWL gimana gan untuk kedap airnya krna banyak jointnya itu pasti, pake sealant jenis apa yg sangat cocok menurut agan.


Quote:
Original Posted By C4hkri5


1. min mutu beton yg ok (berdasarkan pengalaman) K350
2. kepadatan beton harus benar2x tercapai.
3. pake integral waterprofiing yg sistem kristalin ,jadi begitu retak, retak kuecil, lgs bisa bisa mampet sendiri (minusnya: mahal),.kalo retak gede ya injeksi
4. pada setiap joint konstruksi.dibuat takikan (/joint male-female)
5. joint sealent (dipasang pada joint female), krn memang sdh GWL (tergenang/terendam air terus):. cocok yg swelleble (mengembang. ada 2 jenis tipe pasta-pake gun dan jenis spt dodol yg di tempel pake lem).
Water barrier yg tipe PVC bisa juga sih, tp "biasanya sambungan" gagal (pvc bisa kelipet gak keruan/malah nyebabin beton keropos, mk..tukang gw yg ceroboh bisa jd... ) saat cor-krn ikatan cmn kawat-di sisi yg di cor pertama.
Bahkan utk tipe pvc ini,ada slh satu konsultan ternama di jkt ,tidak mengijinkan pemakaiannya(tertuang dlm resmi di spek teknisnyq)
Kalo yg tipe swelleble, kan masangnya setelah tahapan (pertama cor), yg dijaga jangan smp vibrator atao alat pemadat beton terkena langsung bagian yg di pasang

sekian dulu,..makan siang ach



Quote:
Quote:
Original Posted By kiebo
om...boleh share ngga om mengenai metoda pelaksanaan Ground Anchor???.... thx ya om...


ane coba share gan


Quote:
[CENTER]Metode Ground Anchor
Spoiler for


Spoiler for


Spoiler for


Spoiler for


Spoiler for


Spoiler for


Spoiler for


Spoiler for
[/CENTER]


Quote:
Quote:
Original Posted By bolaicu ?
gan kalo bikin bekisting untuk beton melengkung gimana?
contohnya untuk lengkung pilar mesjid



Quote:
Original Posted By dhinluvers


kl lengkung pilar masjid biasa nya di cor dulu gak berbentuk lengkung sempurna.
terus di tambah mortar untuk ngerapikan nya.

kl mau liat bekisting setengah lengkung di konstruksi jembatan.
nih bisa di liat di gambar ini :

Spoiler for setengah lengkung



hanselip - 10/06/2011 07:58 AM
#3

Mulai dari saya ya gan.
sebenarnya gimana sih pemasangan tulangan lentur dan geser pada balok??? Misalnya saya punya Hasil perhitungan Tulangan lentur seperti gambar dibawah




yang saya tanyakan, pemasangannya dilapangan itu gimana ya? Bukannkah sulit untuk pemasangan sengkang?? ataukah pada bagian tekan kita berikan tulangan dengan diameter kecil untuk pemasangan sengkang??? kalau iya, biasanya diameter berapa???
Lalu untuk pemasangan sengkang, misalnya saya punya balok dengan bentang 8 meter, dari hasil hitungan saya saya bisa membuktikan bahwa stuktur masih mampu menahan geser yang ada dan masih mampu mempertahankan keruntuhan yang bersifat daktail dengan pemasangan sengakang sebagai berikut
dari tumpuan hingga jarak 2 meter dari tumpuan sengkang dibuat dengan jarak 20 cm
jarak 2 meter hingga jarak 3 meter sengakang dibuat dengan jarak 30 cm
dan jarak 3 meter hingga pusat tumpuan dibuat dengan jarak 40 cm.

Pertanyaan saya, apakah dengan perubahan jarak yang berkali-kali diatas itu merupakan hal yang efektif dalam pelaksanaan di lapangan.
C4hkri5 - 10/06/2011 09:17 AM
#4

Quote:
Original Posted By hanselip
Mulai dari saya ya gan.
sebenarnya gimana sih pemasangan tulangan lentur dan geser pada balok??? Misalnya saya punya Hasil perhitungan Tulangan lentur seperti gambar dibawah




yang saya tanyakan, pemasangannya dilapangan itu gimana ya? Bukannkah sulit untuk pemasangan sengkang?? ataukah pada bagian tekan kita berikan tulangan dengan diameter kecil untuk pemasangan sengkang??? kalau iya, biasanya diameter berapa???


nubie ijin menshare pengalaman yah..
tentu sulit utk masang sengkang dgn kondisi teoritis seperti itu.
selama ini sih belum prnh nemuin, tp bila dipaksakan (yakin dng stabilitas baloknya) dipasang tulangan yg lebih besar dr tulangan sengkangnya dong, alasan (ngawurnya) kan posisinya "sebagai" tulangan utama...

sharing:
jaman waktu kerja kepri.temen ane-th2000)
diperumahan kita tau dong, ada kolom praktis dan balok praktis.umumnya dipakai tulangan 4P8 sbg utama dengan sengkang P6. dgn alasan kepraktisan-(biar nyetok material mudah ngitung, barang gampang diawasi-lgs abis kepakai-aman dr tangan jahil), maka tulangan utama diganti jadi 1P16 (luas tulangan equal bukan antara 4P8 dgn 1P16)....hehehehe kebayang gak??
alhasil di bbrp bulan di depan, perusahaan kami, kena komplain, krn kolom praktisnya pecah semua..:

akan tetapi dalam perencanan bila dikaitkan dgn bbrp peraturan (dan memang saling berkaitan) maka kondisi spt itu tidak akan dijumpai.
(contoh item 2 jawaban dibawah)
(contoh lain: bila kita menghitung tulangan plat (tebal 150mm) daerah tumpuan ketemu tul.tekan jarak 200mm ,tul.tarik cukup dgn 1000mm. maka tulangan tarik akan "melanggar" peraturan: 2kali tebal plat, peraturan gempa yg bilang maksimum tul. tarik berjarak 2x tul. tekan, dll)

sering dijumpai pelaksanan dilapangan tulangan atas sebagai penggantung, krn persaingan kerjaan(bc:kebut2x tan antara pekerja bekesting dgn pekerja besi), sehingga tulangan balokan dibuat terlebih dulu tanpa menunggu bekesting ada dulu.
Quote:
Original Posted By hanselip

Lalu untuk pemasangan sengkang, misalnya saya punya balok dengan bentang 8 meter, dari hasil hitungan saya saya bisa membuktikan bahwa stuktur masih mampu menahan geser yang ada dan masih mampu mempertahankan keruntuhan yang bersifat daktail dengan pemasangan sengakang sebagai berikut
dari tumpuan hingga jarak 2 meter dari tumpuan sengkang dibuat dengan jarak 20 cm
jarak 2 meter hingga jarak 3 meter sengakang dibuat dengan jarak 30 cm
dan jarak 3 meter hingga pusat tumpuan dibuat dengan jarak 40 cm.

Pertanyaan saya, apakah dengan perubahan jarak yang berkali-kali diatas itu merupakan hal yang efektif dalam pelaksanaan di lapangan.


1.umum dilapangan hanya ada 2 jarak sengkang (daerah tumpuan dan daerah lapangan).
2.bicara daktail, se inget sy dulu (sni jadul) pada beton dgn daktailitas 1 dan 2, dibatasi maksimum jarak sengkang
C4hkri5 - 10/06/2011 09:45 AM
#5
Metode Konstrruksibyuradd writek
Metode Konstruksi? apa aja sih lingkupnya?contohnya?

-mencakup konstruksi bangunan itu sendiri:
dari tahapan-tahapan konstruksi mana yg harus lebih dulu dibangun-mana yg harus ditinggal (tidak di bangun dulu) utk akses. kan ndak lucu misal orang harus menggotong-gotong material, kalo jarak cmn 10-20 meter masih oke, lha kalo jarak gotongnya ratusan meter, wah brp banyak biaya yg kita keluaran-tanpa progres fisik?

-terkait dgn disiplin ilmu lain, khususnya mechanical, ini akan "dibebankan" ke scope kerja org sipil,misal:
(barang yg besar)
utk memasukan elevator/lift dilantai paling atas, atao
penyediaan utk lobang escalator, atao
mengangkat chiller-trafo ke lantai atap, atao
memasukan genset/gas engine ke lantai basement
dll
(barang kecil)
misal:
yang terkait dngn elevator ato lift: posisi dan besaran opening utk indicator lamp serta push button,..kalo posisi di dinding hebe/bata sih no problem, lha utk bangunan tinggi (istilah kerennya high rise building) umumnya posisi 2 item ini ada di bagian core/inti gedung yg nota bene dr beton-fungsi shearwall juga, mau bobok beton dan mutus tulangan inti?..hehehe:..think twice..
lemon.water - 10/06/2011 10:08 AM
#6

Quote:
Original Posted By hanselip
Mulai dari saya ya gan.
sebenarnya gimana sih pemasangan tulangan lentur dan geser pada balok??? Misalnya saya punya Hasil perhitungan Tulangan lentur seperti gambar dibawah




yang saya tanyakan, pemasangannya dilapangan itu gimana ya? Bukannkah sulit untuk pemasangan sengkang?? ataukah pada bagian tekan kita berikan tulangan dengan diameter kecil untuk pemasangan sengkang??? kalau iya, biasanya diameter berapa???
.............cut


biasanya 2 tulangan atas dan 2 tulangan bawah dipasang menerus sebagai tulangan pembagi sengkang.

Quote:
Original Posted By hanselip
Mulai dari saya ya gan.
....cut
Lalu untuk pemasangan sengkang, misalnya saya punya balok dengan bentang 8 meter, dari hasil hitungan saya saya bisa membuktikan bahwa stuktur masih mampu menahan geser yang ada dan masih mampu mempertahankan keruntuhan yang bersifat daktail dengan pemasangan sengakang sebagai berikut
dari tumpuan hingga jarak 2 meter dari tumpuan sengkang dibuat dengan jarak 20 cm
jarak 2 meter hingga jarak 3 meter sengakang dibuat dengan jarak 30 cm
dan jarak 3 meter hingga pusat tumpuan dibuat dengan jarak 40 cm.

Pertanyaan saya, apakah dengan perubahan jarak yang berkali-kali diatas itu merupakan hal yang efektif dalam pelaksanaan di lapangan.


kalau ini tergantung kualitas tukang dan ketersediaan pengawasnya bro, soalnya tukang2 yg merakit tulangan sering kebingungan memasang sengkang yg jaraknya bervariasi. untuk proyek2 kecil diusahakan variasi sengkang jangan terlalu banyak, walaupun secara teoritis masih bisa dan tentunya harapan supaya lebih efisien dari penggunaan material. tapi jika tukangnya jd bingung nantinya jadi malah lambat dan boros waktu.
OrbitBumi - 10/06/2011 10:51 AM
#7

izin nyimak ya gan..kebetulan ane juga pernah ikut kontraktor bikin kuntruksi..ane cari bahan materi dulu ya..
cobajadisales - 10/06/2011 02:01 PM
#8

gan, klo ngebahas metode konstruksi sih ga selese2 nih klo cuma disatu trit. bacanya jg males nantinya klo semakin banyak komentar.
mending dibuat lebih spesifik lagi gan.
contoh:
metode loading-unloading
metode pengukuran tanah
metode pengecoran slab beton
metode flooring

kayaknya nanti yang cari ilmu jg lebih enak gan bacanya. cuma saran aja sih...
12dejavu - 10/06/2011 02:47 PM
#9


Quote:
Original Posted By cobajadisales
gan, klo ngebahas metode konstruksi sih ga selese2 nih klo cuma disatu trit. bacanya jg males nantinya klo semakin banyak komentar.
mending dibuat lebih spesifik lagi gan.
contoh:
metode loading-unloading
metode pengukuran tanah
metode pengecoran slab beton
metode flooring

kayaknya nanti yang cari ilmu jg lebih enak gan bacanya. cuma saran aja sih...


setuju gan
secara ilmu sipil nih luas banget
hanselip - 10/06/2011 06:44 PM
#10

Quote:
Original Posted By cobajadisales
gan, klo ngebahas metode konstruksi sih ga selese2 nih klo cuma disatu trit. bacanya jg males nantinya klo semakin banyak komentar.
mending dibuat lebih spesifik lagi gan.
contoh:
metode loading-unloading
metode pengukuran tanah
metode pengecoran slab beton
metode flooring

kayaknya nanti yang cari ilmu jg lebih enak gan bacanya. cuma saran aja sih...


kalau ada yang mau jagain tritnya, mau ngerapin, mau ngindex, gak masalah. tapi apa ada yang mau???
kalau gak ada sih ane setuju2 aja kayak gini, yang penting ada yang ngerapiin and ngindex.
takutnya kalau misalnya dibuat trit sendiri, jadinya kebanyakan soalnya masalah dilapangan banyak banget, and karena saking banyaknya yang masuk cuman dikit atau mungkin pagenya gak banyak2, paling cuman 10.
billyjoeandrez - 10/06/2011 10:16 PM
#11

Quote:
Original Posted By hanselip
Mulai dari saya ya gan.
sebenarnya gimana sih pemasangan tulangan lentur dan geser pada balok??? Misalnya saya punya Hasil perhitungan Tulangan lentur seperti gambar dibawah




yang saya tanyakan, pemasangannya dilapangan itu gimana ya? Bukannkah sulit untuk pemasangan sengkang?? ataukah pada bagian tekan kita berikan tulangan dengan diameter kecil untuk pemasangan sengkang??? kalau iya, biasanya diameter berapa???
Lalu untuk pemasangan sengkang, misalnya saya punya balok dengan bentang 8 meter, dari hasil hitungan saya saya bisa membuktikan bahwa stuktur masih mampu menahan geser yang ada dan masih mampu mempertahankan keruntuhan yang bersifat daktail dengan pemasangan sengakang sebagai berikut
dari tumpuan hingga jarak 2 meter dari tumpuan sengkang dibuat dengan jarak 20 cm
jarak 2 meter hingga jarak 3 meter sengakang dibuat dengan jarak 30 cm
dan jarak 3 meter hingga pusat tumpuan dibuat dengan jarak 40 cm.

Pertanyaan saya, apakah dengan perubahan jarak yang berkali-kali diatas itu merupakan hal yang efektif dalam pelaksanaan di lapangan.


1. Di peraturan pembesian, pada daerah tekan itu harus ada minimal 2 tulangan walaupun dalam perhitungan, tanpa adanya tul. tekan tsb struktur masih kuat. Hal ini tentunya berpengaruh pada saat pemasangan dimana tidak ada cantelan untuk sengkang pada bagian atas balok(bagian tekan)
2. Jarak sengkang seperti itu tidak berpengaruh pada saat pemasangan, cuma sulit pada saat perhitungan kuantitas dan kontrol kualitas (membutuhkan waktu lebih lama), sedangkan untuk sengkang pun ada jarak maksimal untuk menjamin kedaktailan struktur tsb, coba baca peraturan gempa dan peraturan pembesian



Quote:
Original Posted By C4hkri5
Metode Konstruksi? apa aja sih lingkupnya?contohnya?

-mencakup konstruksi bangunan itu sendiri:
dari tahapan-tahapan konstruksi mana yg harus lebih dulu dibangun-mana yg harus ditinggal (tidak di bangun dulu) utk akses. kan ndak lucu misal orang harus menggotong-gotong material, kalo jarak cmn 10-20 meter masih oke, lha kalo jarak gotongnya ratusan meter, wah brp banyak biaya yg kita keluaran-tanpa progres fisik?

-terkait dgn disiplin ilmu lain, khususnya mechanical, ini akan "dibebankan" ke scope kerja org sipil,misal:
(barang yg besar)
utk memasukan elevator/lift dilantai paling atas, atao
penyediaan utk lobang escalator, atao
mengangkat chiller-trafo ke lantai atap, atao
memasukan genset/gas engine ke lantai basement
dll
(barang kecil)
misal:
yang terkait dngn elevator ato lift: posisi dan besaran opening utk indicator lamp serta push button,..kalo posisi di dinding hebe/bata sih no problem, lha utk bangunan tinggi (istilah kerennya high rise building) umumnya posisi 2 item ini ada di bagian core/inti gedung yg nota bene dr beton-fungsi shearwall juga, mau bobok beton dan mutus tulangan inti?..hehehe:..think twice..


mantab gan

Quote:
Original Posted By cobajadisales
gan, klo ngebahas metode konstruksi sih ga selese2 nih klo cuma disatu trit. bacanya jg males nantinya klo semakin banyak komentar.
mending dibuat lebih spesifik lagi gan.
contoh:
metode loading-unloading
metode pengukuran tanah
metode pengecoran slab beton
metode flooring

kayaknya nanti yang cari ilmu jg lebih enak gan bacanya. cuma saran aja sih...


thanks gan masukannya :2thumbup, ane cuma mau share aja kok, soalnya kalo menurut ane dengan satu trit, kesinambungan dan keterkaitan metode untuk masing-masing item pekerjaan lebih terlihat dan sinkron satu sama lain

wenz_tm - 11/06/2011 10:27 AM
#12

Quote:
Original Posted By billyjoeandrez
1. Di peraturan pembesian, pada daerah tekan itu harus ada minimal 2 tulangan walaupun dalam perhitungan, tanpa adanya tul. tekan tsb struktur masih kuat. Hal ini tentunya berpengaruh pada saat pemasangan dimana tidak ada cantelan untuk sengkang pada bagian atas balok(bagian tekan)
2. Jarak sengkang seperti itu tidak berpengaruh pada saat pemasangan, cuma sulit pada saat perhitungan kuantitas dan kontrol kualitas (membutuhkan waktu lebih lama), sedangkan untuk sengkang pun ada jarak maksimal untuk menjamin kedaktailan struktur tsb, coba baca peraturan gempa dan peraturan pembesian




setuju dengan agan ini..
pada daerah tekan diberikan tulangan yg fungsinya cuman buat pegangan sengkang aja.. jadi pake 2 buah diameter yg kecil udah memenuhi karena seharusnya tidak memakai tulangan juga udah kuat..
matadorbuta - 11/06/2011 02:50 PM
#13

Quote:
Original Posted By wenz_tm
setuju dengan agan ini..
pada daerah tekan diberikan tulangan yg fungsinya cuman buat pegangan sengkang aja.. jadi pake 2 buah diameter yg kecil udah memenuhi karena seharusnya tidak memakai tulangan juga udah kuat..


Yoi gann.. jangan lupa dengan ada nya tulangan minimum..
hanselip - 11/06/2011 04:25 PM
#14

Quote:
Original Posted By wenz_tm
setuju dengan agan ini..
pada daerah tekan diberikan tulangan yg fungsinya cuman buat pegangan sengkang aja.. jadi pake 2 buah diameter yg kecil udah memenuhi karena seharusnya tidak memakai tulangan juga udah kuat..


agan2 sekalian, boleh tau gan, kalau misalnya perhitungan membuktikan bahwa tulangan tekan tidak dibutuhkan, Tulangan diameter berapa yang bisanya digunakan pada bagian tekan untuk pegangan sengkang??? apakah diameter 12 sudah cukup? polos atau ulir???
billyjoeandrez - 11/06/2011 05:33 PM
#15

Quote:
Original Posted By hanselip
agan2 sekalian, boleh tau gan, kalau misalnya perhitungan membuktikan bahwa tulangan tekan tidak dibutuhkan, Tulangan diameter berapa yang bisanya digunakan pada bagian tekan untuk pegangan sengkang??? apakah diameter 12 sudah cukup? polos atau ulir???


ada persentase tulangan minimum untuk daerah tekan, coba agan lihat di peraturan pembesian, kalo ga salah di SNI gempa ada kok tul daerah tekan minimum yang harus dipakai,

hanselip - 11/06/2011 07:09 PM
#16

maaf gan, sepertinya semuanya ngomong tentang SNI pembesian. tapi saya cari2 di google kok gak dapat ya? ada yang punya gak???
matadorbuta - 11/06/2011 07:53 PM
#17

Quote:
Original Posted By hanselip
maaf gan, sepertinya semuanya ngomong tentang SNI pembesian. tapi saya cari2 di google kok gak dapat ya? ada yang punya gak???


coba di cek di SNI beton gan.. di pasal 12 ada tuh
kurang lebih gitu gann
hanselip - 11/06/2011 09:59 PM
#18

Quote:
Original Posted By matadorbuta
coba di cek di SNI beton gan.. di pasal 12 ada tuh
kurang lebih gitu gann


kalau SNI beton 2002, pasal 12 isinya malah beban lentur dan aksial :mewek
AdenChers12 - 12/06/2011 02:36 AM
#19

wah... ane kurang paham kalau yang begininan gan
C4hkri5 - 12/06/2011 07:00 AM
#20
pemilihan waterprofing yg tepat
Ijin kan nubie sharing:
Dipasaran dikenal ada bbrp tipe/jenis waterprofing,spt:
-cement base: umum berbentuk cairan. Dgn pengaplikasian sistem coating

-aspalt base: bisa berbentuk lembaran/membran dan bisa berbentuk cair.

-integral: bisa berbentuk bubuk atau cairan, yg dicampurkan ke dalam beton segar sebelum dituang ke area pengecoran.
Utk integral sering salah persepsi dgn pengunaan superplastisziser, krn harganya yg memang njomplang bgt dgn bahan yg memang benar2 waterprofing.

CaRa Peng-aplikasian:
1.Utk sistem coating: jelas ya dikuaskan smp beberapa kali. Biasa ditambah dgn semacam kasa/strimin utk membantu ikatan antar/tiap lapisan pengkuasan

2.Sistem membran, ada 2 cara: A. dgn model menempelkan pada area yg sebelum nya sudah diberi perekat dr cairan aspalt. B. Dgn model torching/bakar yaitu pd saat pemasangan membran (yg biasanya gulungan) sambil dipanasi dgn api.

Peruntukan yang Tepat:
-utk area yg tdk banyak pergerakan dan selalu terendam air. Bisa memakai yg cement base atau aspalt base atau yg model integral kalo t4nya dibuat dr beton.

-utk area yg sering terpapar sinar matahari spt atap: aspalt base

-area basement (dinding dan lantai) yg lgs ketemu tanah lebih praktis memakai yg integral. kenapa lebih praktis, krn utk pekerjaan-pekerjaan galian dalam, faktor resiko besar, terlebih bila tepi galian berbatasan dgn area umum-masyarakat, sehinggga bila memakai sistem integral setelah waktu pembongkaran bekesting (+penutupan lobang2x ex, pengunci bekesting) bisa langsung diurug/timbun kembali.

-utk area dgn pergerakan/elongation 'besar' (artian besar tetap ada batasan maximum), misal: struktur yg dijadikan jalan : aspalt base

To be continued stlh smp jkt
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Sipil > [ask & share] metode pelaksanaan konstruksi