Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > All About CAT
Total Views: 196288
Page 7 of 59 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

cunyang - 23/05/2009 09:01 AM
#121

Quote:
Original Posted By stephengames
Murah donk... apa engga nombok tuh tukang?

misalnya mau keramik 5 meter berarti = 75rb untuk jasa, semen, pasir, dll.... kerja paling 1 - 2 hari...

kalo disini tukang aja kurang lebih 50 ribu per hari....

coba ntar gue tanya mandor yang kerjain ngecat rumah gue... susah ketemu orangnya... sibuk... ini aja udah 5 minggu belum selesai2.... janjinya 3 minggu... no problem sih gue engga urgent soalnya... untung borongan


itu harga untuk borongan gedung bro, beda harga kalo cuman untuk luas 5 meter... jelas nombok lah.........
cunyang - 23/05/2009 09:07 AM
#122

Quote:
Original Posted By tjikago10
Bro minta saran, buat ngecat lapangan badminton indoor yang dasarnya cor an bagusnya pake apa ya?


untuk cat lapangan badminton indoor bisa juga pakai Tennokote, kita tidak perlu pakai pasirnya kalau menginginkan permukaan yang halus.... pasir hanya optional apabila ingin permukaan yang non slip..... bisa juga diganti dengan pasir silika yang lebih halus untuk membantu anti slip permukaan permainan......
chromashade - 26/05/2009 09:20 AM
#123
Tentang Cat Tembok
Bro dan Sis Kaskuser,

Saya sedang berusaha buat blog tentang cat dalam bahasa Indonesia. Mohon dilihat sebentar, mungkin untuk pembahasan cat tembok akan saya selesaikan besok. Mohon dikunjungi dan diberikan komentar ya.

http://tgcoatings.blogspot.com/
cunyang - 29/05/2009 03:47 PM
#124

Bro n Sis
Baru saja saya dapat info mengenai cat dari sales Propan, saat ini mereka mempunyai cat interior Antibacterial dan Odorless. menurut saya cat ini seharusnya bermanfaat bagi kesehatan kita karena dapat mencegah lumut dan bacteri di lapisan catnya. setidaknya tembok kita tidak menjadi media perantara penyakit. setelah saya lihat di brosurnya ada alamat web yg bisa kita lihat http://propanraya.com/decorsafe/
Saya mau coba di kamar saya, soalnya saat ini cat temboknya sudah berjamur soalnya lembab kena AC.....
chromashade - 01/06/2009 01:15 PM
#125

Bro Cunyang,

Konsep Hygienic Coatings bukan konsep baru di dalam dunia cat tembok. Adapun additif yang berperan untuk memberikan efek anti-bakterial adalah "Biocides" yang rencananya akan saya bahas mendalam dalam tutorial di blog saya. Cara pengetesan apakah suatu cat tembok itu "layak" disebut sebagai cat anti jamur/lumut adalah dengan ASTM D5589 & ASTM D5590 test yang menentukan Zone of Inhibition dari strain mikroorganisma yang disebar pada media agar, dan potongan cat diletakan ditengah-tengahnya. Untuk anti bakteri, karena ini konsep baru maka belum ada aturan test bakunya. Semakin sedikit mikroorganisma (jamur/lumut/bakteri) yang tumbuh di atas agar tersebut, berarti cat yang diletakkan ditengah agar tersebut mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisma disekitarnya. Pembahasan ini akan terlampau teknis jika dibahas di forum, nanti di blog tutorial saja saya akan jelaskan lebih lanjut. Lab testing mikrobiologi untuk cat ini tidak ada di Indonesia, kebanyakan produsen yang launch cat tembok anti jamur/bakteri/lumut mengandalkan hasil test di lab produsen biocides-nya, ataupun jika perlu ke third party lab di Singapore (kebanyakan).

Basically, cat tembok yang baik adalah cat tembok yang mampu memberikan proteksi terhadap jamur dan lumut, serta optional bakteri (ini yang disebutkan sebagai hygienic coatings). Adapun di Indonesia sepengetahuan saya sudah ada 4 perusahaan yang sudah launch claim anti bacterial, yang terbaru adalah perusahaan yang bro sebutkan tadi (Decorsafe ex Propan, wah mereka sedang berusaha keras keluar dari "image" sebagai produsen cat kayu) dan juga beberapa saat sebelumnya cat tembok Property Pro Health (GTP, license Kansai). Kedua lainnya adalah Majestic ex Jotun, dan beberapa grade Dulux ex ICI.

Adapun bahan aktif biocides yang digunakan untuk mendukung klaim anti bakterial itu kebanyakan adalah bahan Zinc Pyrithione (ZPT), chemicals yang biasa digunakan sebagai zat aktif pada Shampoo Anti Ketombe (coba bro dan sis liat label di kemasan shampoo anti ketombe, akan lihat adanya bahan aktif itu di list. Produk Personal Care dan Farmasi berkewajiban mencantumkan nama-nama bahan yang dipakai pada label kemasannya, tapi sayangnya untuk cat tembok tidak). ZPT ini larut dalam air, dan efektifitasnya dalam mematikan jamur, lumut, dan bakteri terbilang cukup baik, sehingga menjadi biocides yang menanjak popularitasnya sekarang. Ditambah lagi, jenis biocides berbahan dasar ZPT ini tidak termasuk dalam dalam "Biocides Product EU Directive" yang sangat ketat sekali mengatur pemakaian bahan biocides, jadi sejauh ini ZPT adalah bahan aktif biocides yang relatif paling aman digunakan (hampir semua Biocides masuk dalam EU Directive dengan aturan pemakaian yang bervariasi, dan juga banyak jenis biocides yang sudah sama sekali dilarang pemakaiannya). Untuk biocides, di dunia ini yang "mengatur" banyak adalah dari pihak Eropa, maka pandangan mereka sangat dihargai dan dijadikan acuan oleh banyak negara. Saya berharap Indonesia mau meratifikasi beberapa aturan-aturan ini dan menyeleraskannya menjadi SNI kelak, untuk diketahui bahkan Thailand dan Singapore sendiri sudah memiliki aturan baku tentang pembuatan cat tembok yang direkomendasikan serta cara testingnya (very rigor test).

Dari keempat merk lokal yang punya klaim anti bakteri diatas, hanya 1 merk yang tidak pakai ZPT sebagai bahan aktif anti bakterianya.

Masukkan untuk bro Cunyang, untuk dinding yang sudah jamuran dan mau dicat ulang, sebaiknya cat lama dikerok bersih dulu, kemudian setelah itu gunakan biocides yang ramah lingkungan untuk "membasuh" dinding tersebut (misal bisa pakai BAC / Benzyl Alkonium Chloride yang umum dipakai di aplikasi peternakan dan household care, atau pakai PHMB yang lebih advance dan aman, atau kalau mau mudah pakai Lysol juga bisa, atau paling efektif tapi tidak disarankan dan relatif berbahaya pakai formalin). Tunggu kering, dan kemudian baru cat ulang dengan cat anti jamur/lumut/bakteri. Hal ini untuk memastikan bahwa spora-spora jamur/lumut/bakteri itu tidak tertinggal, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Perlu diingat, perlindungan yang diberikan biocides pada cat tembok tidak bersifat selamanya. Lihat baik-baik jaminan garansi anti jamur/lumut/bakteri yang diberikan oleh produsen catnya. Umumnya maximum garansi anti jamur/lumut yang mereka berikan adalah 5 tahun, hanya untuk anti bakteri kayaknya paling mereka berani klaim maximal 1-2 tahun. Tidak ada perlindungan yang kekal bro.

Visit Blog tentang Cat, dan tutorial lengkap tentang cat tembok (bahasan pertama) :
http://tgcoatings.blogspot.com
pecotot - 01/06/2009 06:56 PM
#126

Rekan2 mau nanya nih
Rumah ane mau di cat ulang.. sebelomnya pake Vinilex (Vinilex 5000) warna Putih untuk eksterior dan interior. Udah 5 tahun usia cat-nya yang indoor masih bagus, tapi yang outdoor udah ancur. Rencana mau cat ulang untuk Outdoor.. Apakah harus menggunakan Merk yang sama untuk pengecatan atau bisa dihajar dengan merk berbeda?
Mohon saran donk.. tipe dan merk Cat Eksterior haga dan kualitas "Middle Class"??
chromashade - 01/06/2009 10:25 PM
#127

Bro pecotot,

Di dalam tutorial di blog, saya menyebutkan adanya perbedaan mendasar untuk cat interior dan exterior serta binder (resin) pembentuknya. Ada 2 jenis binder yang "diklaim" mampu digunakan sebagai cat tembok aplikasi interior dan exterior atau 2 in 1 (Styrene Acrylic dan VEOVA), dan yang bro pecotot gunakan sebelumnya itu kemungkinan besar adalah menggunakan bahan baku binder Styrene Acrylic. Biarpun binder ini diklaim bisa untuk interior dan exterior alias 2 in 1, tetapi untuk ketahanannya terus terang saja dibandingkan dengan bahan baku yang memang dikhususkan untuk exterior akan berbeda, karena bahan baku jenis 2 in 1 ini sebenarnya adalah "kompromi" dari sisi kualitas dan harga untuk aplikasi exterior. Cat tembok khusus exterior biasanya akan berharga lebih mahal dibanding dengan cat tembok interior maupun cat tembok 2 in 1.

Saran saya, gunakan cat yang benar-benar untuk aplikasi exterior, yaitu di kaleng / pailnya akan dituliskan "100% Acrylic atau Full Acrylic". Ini adalah jenis binder / resin yang mampu bertahan dalam waktu lama untuk pemakaian exterior. Pabrikan besar biasanya memformulasi cat mereka berdasarkan standard yang ketat dan klaim apa yang mereka berikan dalam iklan / kemasan biasanya adalah benar dan telah mereka buktikan. Maka saran saya untuk memilih merk, pastikan berasal dari pabrikan yang terpercaya, jadi kalau mereka tulis 100% Acrylic / Full Acrylic, maka kita bisa (cukup) yakin kalau klaim itu benar. Soal harga itu relatif bro, saya sendiri tidak bisa menunjukan merk apa yang bagus, merk apa yang tidak, tersangkut kode etik soalnya

Pada umumnya cat tembok exterior juga sudah mengandung anti jamur dan anti lumut di dalam formulasinya (bisa dipastikan), jadi tidak usah kuatir soal ini. Saya yakin problem yang dialami bro pecotot adalah catnya mulai kehilangan adhesi atau terkelupas sana-sini (benar apa engga bro?).

Untuk belajar lebih jauh lagi tentang cat tembok, kunjungi blog saya :
http://tgcoatings.blogspot.com/
hidetoshi - 08/06/2009 01:23 AM
#128

Quote:
Original Posted By cunyang
kalau untuk batu alam saat ini ada beberapa produk yang biasa saya gunakan, tapi akan saya coba kelompokkan sbb:

1. Penampilan alami atau istilahnya Invisible Water Repellent
Caoting ini tidak merubah warna asli batu dan tidak mengkilap (sesuai penampilan asli batu). bahan ini membuat permukaan batu seperti permukaan daun talas, sehingga air tidak menempel. tetapi bahan ini efektif dipakai pada batu yang mempunyai pori pori besar / porous. yang termasuk dalam produk ini adalah : Silicon (ICI), Sicosol (Propan), Arca, CP, AM 102.

2. Solvent based stone coating.
Coating ini merubah warna dasar batu, memberikan kesan basah (wet look) dan berpenampilan gloss. yang termasuk dalam produk ini adalah : Propan Stone Care, Arca, AM 52, dll

3. Water based stone coating.
Coating ini sedikit merubah warna batu, memberikan kesan sedikit basah dan berpenampilan gloss. yang termsuk dalam produk ini adalah : Propan Aqua Stone Care & Aqua Repelsol (Mowilex).

di supermarket bahan bahan bangunan sudah tersedia kok, depo bangunan atau mitra 10.

semoga info ini dapat membantu


tks infonya kebetulan rencana mo ngecat warna clear aja... kalo yg ini bisa jadiin warna tembok aslinya jadi diekspose ga?
heank - 08/06/2009 02:40 AM
#129

Kalu mo cat ulang dinding kayu bagusnya pakai cat ap ya gan? dinding rumah saya catnya dah usang..
yellowcab - 09/06/2009 08:14 AM
#130

bro, skalian dong info tentang kualitas cat ditambahin ama range harga2nya/tanggal segitu, biar ada perhitungan ke budget juga... trims..

*menuju TKP mengunjungi blog tentang cat dulu ah...
aljaber - 09/06/2009 08:39 AM
#131

Quote:
Original Posted By heank
Kalu mo cat ulang dinding kayu bagusnya pakai cat ap ya gan? dinding rumah saya catnya dah usang..

bagusnya di melamin aja bos..kalo pakai cat minyak biasa yg bagus avian
chromashade - 10/06/2009 12:27 AM
#132

Jika kayu kusam tapi sudah pernah di-coatings sebelumnya, pemilihan menjadi sangat flexible, kita bisa pilih cat kayu water based maupun solvent based. Tentukan juga apakah akan digunakan dalam aplikasi interior atau exterior, sesudah itu baru tentukan, apakah ingin water-based ataupun solvent-based.

Untuk Water-Based, tentukan jenis cat yang dipilih dan bisa ditentukan juga apakah interior atau exterior, antara lain :
1. Styrene Acrylic Based - biasanya interior
2. Full Acrylic - biasanya interior & exterior
3. PUD (Polyurethane Dispersion) - exterior, tough, long lasting, bisa untuk flooring
4. Oil Modified PUD - exterior, tough, long lasting, solvent-based look alike

Cat Water-Borne ini biasanya relatif lebih bisa digunakan untuk DIY (Do It Yourself) alias diaplikasikan sendiri.

Untuk re-paint, hanya perlu beli top coat saja. Cat exterior biasanya mempunyai tambahan additif 2 macam untuk menahan polimer dari kerusakan karena pengaruh sinar UV (paling merusak adalah UV-313), yaitu additif HALS (Hindered Ammine Light Stabilizer) dan UV Absorber.

Untuk Solvent Based, pilihan menjadi cukup beragam, tetapi yang paling umum adalah :
1. Duco - ini istilah salah kaprah, tapi biasanya isinya berbahan dasar resin Alkyd-NC Color
2. Synthetic - biasanya dari bahan baku Alkyd
3. Nitrocelulose (NC) - ini juga istilah salah kaprah karena resin NC tidak bisa berdiri sendiri sebagai resin tunggal untuk wood coatings. Umumnya isinya adalah Alkyd-NC.
3. Melamine - ini kalau untuk wood coatings juga istilah salah kaprah, yang betul adalah Urea Formaldehyde (Alkyd-UF) atau Amino - ini adalah cat 2 Kompenen (tidak termasuk thinner) dengan katalis asam (umumnya PTSA)
4. Acrylic (Thermoplastic Acrylic)
5. Polyurethane - ini adalah cat 2 komponen (tidak termasuk thinner), umumnya dibuat dari Acrylic Polyol yang direaksikan dengan Isocyanates. Ada juga cat PU "banci", yaitu dibuat dari Alkyd Polyol yang direaksikan dengan Isocyanates.

Umumnya untuk exterior hanya bisa pakai jenis cat yang no 5 (full acrylic) dan no 6 (PU khusus jenis Aliphatic) dengan tambahan additif tertentu seperti yang dibahas diatas.

Cat jenis no 3 (Urea Formaldehyde) dan no 5 (Polyurethane) membentuk film yang terjadi dari cross-linking polymer dari bahan pembentuknya. Cat berjenis ini biasanya menghasilkan film (lapisan cat) dengan memiliki durability (ketahanan) yang lebih baik dibanding cat single komponen. Kekurangannya adalah aplikasinya yang relatif lebih sulit dan juga ada pot life / gel time, yaitu setelah komponen A dan komponen B (umumnya disebut hardener) dicampur, maka ada jangka waktu tertentu sebelum campuran itu mengeras dan tidak bisa diaplikasikan lagi. Setelah mengeras, maka reaksinya tidak bisa irreversible, artinya sudah tidak bisa digunakan lagi atau dibalikkan ke kondisi liquid/cair untuk diaplikasikan lagi.

Khusus untuk cat solvent based Polyurethane high gloss dan smoot finish, hanya tukang berpengalaman dan dilakukan di tempat finishing yang memadai, maka kita baru bisa menggunakan cat jenis ini. Saya pernah melihat betapa frustasinya suatu perusahaan home industry yang mencoba aplikasi PU tanpa "pengetahuan" memadai (tanpa pengalaman), hasilnya mereka pikir awalnya dapat proyek yang bakal untung besar, malah hasilnya jadi buntung besar karena mereka menghadapi klaim yang lumayan besar juga.

Ada wood coatings jenis lain, tetapi kurang direkomendasikan untuk DIY (Do-It-Yourself), yaitu antara lain jenis UV Coatings dan Polyester.

Pelan2 nanti saya coba bahas semua jenis cat di blog tentang cat yah, habis teorinya dan prakteknya tentang cat itu banyak sekali. Tetapi terus terang saja, sekarang kita sedang konsentrasi ke RADICAL POLYMERIZATION dan UV COATINGS yang teknologinya cukup seru untuk dipelajari dan kompetisinya mungkin belum terlalu ketat di Indonesia.

Tutorial cat tembok saja belum selesai, karena ternyata banyaaaaaaakk sekali teorinya. Cat Water-Borne memang dikenal sangat kompleks, bisa mencapai 15 macam bahan baku untuk pembuatannya. Walaupun sebenarnya cara buatnya mudah (tanpa reaksi dan pemanasan, hanya pengaduk saja). Ada yang minat bikin cat tembok murah berkualitas? Beberapa teman sich menyarankan kami untuk jualan bahan baku juga karena kami punya know-how dan juga akses ke bahan baku, tetapi sebatas untuk home industry (biasanya di bawah 1 ton tapi diatas 100 kg). Kami tidak sanggup lah untuk serve yang besar-besar, mereka pasti juga ada akses dan know-how juga Buat contoh misalnya cat tembok exterior yang bagus bisa dijual jutaan rupiah per pail (20 Liter), padahal kalau kita tahu know-how-nya dan akses bahan bakunya, maka kita bisa aduk cat tembok sendiri dengan harga yang relatif lebih ekonomis (apalagi jika pemakaian relatif banyak, misal untuk kontraktor perumahan). Pengaduknya bisa dengan mesin bor saja (disarankan shaft 13mm atau lebih besar lagi), dan mata-bornya diganti dengan "impeller" (tongkat pengaduk) yang sesuai berbahan baku stainless steel (harus, kalau tidak bisa karatan). Tongkat pengaduk ini bisa dibuat di lokal dan kita juga ada akses untuk pembuatannya. Satu-satunya yang kita tidak bisa buat tanpa alat produksi khusus yang memadai adalah colorant (pewarna) untuk cat tembok ini, dimana diperlukan mesin mill tertentu untuk menghaluskan bahan baku pigment sampai dengan tingkat kehalusan tertentu. Tapi tidak usah kuatir, ada beberapa perusahaan (lokal maupun asing) yang mengkhususkan diri membuat "pasta warna siap pakai", jadi kita bisa menggunakan ini dalam produksi cat tembok home-made.

kunjungi blog tentang cat
http://tgcoatings.blogspot.com
slytherin s - 12/06/2009 04:03 PM
#133
cat untuk rumah kayu
gan kalo cat untuk rumah kayu bagus nya merk apa

yg interior ato eksterior yah....

soalnya mo renovasi rumah ortu nieh

ada yg bilang bagusnya kalo eksterior pake cat minyak ajah kalo interior baru cat air

nah gw bingung merk yg di pake tuh apa yg bagus, ga cepet luntur

ada solusi gak..

share dunk
Minor202 - 12/06/2009 06:59 PM
#134

gw mau nanya nih gan

kan rumah gw dibagian luarnya belum di cat nih...nah diluar itu sering kena hujan n panas pasti lumutan kan kl kaya gitu,gw mau pake cat apa ya biar bagus tahan lama anti jamur untuk cat diluar?

thx before
helpme........ya
qym2k7 - 14/06/2009 02:36 AM
#135
question
kamar saya kan warnanya dah buluk banget nih. nah mumpung buluk jadi sekalian aja mau ganti warna dari putih ke biru.

1. apa saya perlu mengamplas dinding nya ? kalo perlu pake apa ? (kondisi cat sih cuma buluk doang gak ada yg aneh2)

2. cat jenis apa yg perlu saya pake ? ada saran merk ?

OOT

1. ada ga sih tehnik khusus mengecat dinding ?
chromashade - 16/06/2009 09:40 AM
#136

@slytherin_s
Untuk repaint kayu, exterior :
- Solvent Based Moisture Cure (Urethane Alkyd) - furniture/frame/deck/flooring
- Water Based PUD - deck & flooring
- Water Based Full Acrylic - furniture / frame / low traffic flooring
pastikan memilih yang dipakai untuk aplikasi exterior, dimana di formulasinya sudah ditambahkan UV absorber (biasanya transparent iron oxide).

@Minor202
Untuk cat tembok exterior, pilih yang di spesifikasinya menyebutkan "EXTERIOR, FULL ACRYLIC / 100% ACRYLIC" untuk ketahanan terbaik. Jika cat 2 in 1 (interior dan exterior) yang berbahan dasar Styrene Acrylic / VEOVA, ketahanannya umumnya tidak sebaik full acrylic pada aplikasi exterior. Pastikan juga di kaleng disebutkan anti lumut dan anti jamur. Untuk klaim dari pabrikan besar biasanya bisa sampai 5 tahun. Tapi yang jelas, sebelum aplikasi sebaiknya cat lama dikerok dan ditreatment dulu, agar spora jamur/lumut yang tertinggal di cat lama juga hilang.

@qym2k7
kalau kamar dan tidak terkena sinar matahari langsung, bisa pilih cat tembok interior saja (atau kalau duit lebih bisa beli yang 2 in 1). Kalau kamar rada lembab, atau di daerah yang bersinggungan dengan air (dekat kamar mandi, dekat wastafel, temboknya "basah"), pastikan menggunakan cat yang memiliki anti lumut dan anti jamur. Sebaiknya cat lama di-scrap dulu, bisa diampelas atau discrap dengan kape besi. Kalau sulit mengamplas, bisa experiment (tapi butuh waktu berhari-hari) :
1. bersihkan sedikit permukaan dinding yang akan ditest dari kotoran (dilap dengan kain basah, tunggu sampai kering)
2. aplikasikan cat yang akan digunakan pada bidang sempit (misal seluas 20cmx20cm). Tunggu hingga 7 hari, sehingga memberikan adhesi / daya rekat yang maksimal.
3. Check adhesi dengan menggosok (tangan/kuku) permukaan cat baru itu, apakah ada bagian yang terkelupas waktu digosok? Jika tidak, berarti telah terjadi inter-coat adhesion antara cat lama dengan cat baru (bahasa tukang : senyawa).
4. Check selanjutnya, ambil isolasi lakban transparan yang 0.75 inch (atau yang besar juga boleh kalau mau ekstrim), tempelkan pada permukaan cat baru tersebut, press dengan jari atau kuku sehingga menempel sempurna, kemudian tarik dengan cepat. Apakah lapisan cat baru itu terbawa di isolasi tersebut? Jika tidak, ambil cutter, kemudian buat potongan dengan cutter di cat baru tersebut (tidak perlu terlalu dalam), dengan model mesh (kotak-kotak) berukuran 10 garis dengan jarak 1 mm masing-masing, vertikal, kemudian horizontal secara paralel, sehingga membentuk kotak-kotak seperti jaring / kawat ram. Bersihkan dari serbuk cat yang terkelupas saat dipotong dengan cutter (jika ada), kemudian tempelkan isolasi diatas jaring cross-cut yang terbentuk, tekan dengan jari/kuku sehingga menempel kencang di permukaan cat, kemudian tarik dengan cepat. Check apakah ada lapisan cat terbawa atau tidak. Jika tidak ada artinya telah terbentuk adhesi yang cukup bagus, sehingga tanpa perlu scrap cat tembok lama yang udah bulukan itu, kita bisa langsung aplikasi cat baru yang telah ditest diatasnya secara langsung tanpa menimbulkan problem adhesi. Pastikan cat tembok lama itu tidak jamuran/lumutan, untuk menghindarkan masalah di kemudian hari.
servant_hugi - 17/06/2009 01:45 PM
#137

bro tanya donk,, kamar gw dah lama bgt ni gag d chat,,

udah pada ngelupas2 gtu n timbul putih2 gtu,,

itu apaan ya? jamur yah?

itu sbaik nya d kerok dlu kan yah sbelum d cat...?

apa d timpah aja,,


d kerok capek jg yah,,,

hehehe


ada yg bsa ksh warna reverensi gag nihh yg cerah n bkin smangat,,
dlu si warna biru tua,, jd terkesan gelap..

slytherin s - 19/06/2009 01:22 PM
#138

Quote:
Original Posted By chromashade
@slytherin_s
Untuk repaint kayu, exterior :
- Solvent Based Moisture Cure (Urethane Alkyd) - furniture/frame/deck/flooring
- Water Based PUD - deck & flooring
- Water Based Full Acrylic - furniture / frame / low traffic flooring
pastikan memilih yang dipakai untuk aplikasi exterior, dimana di formulasinya sudah ditambahkan UV absorber (biasanya transparent iron oxide).



gan ada merk tertentu gak yg di recomended..

bingung nieh mo milih apa

eniwei liat kolor ye gan, ada yg nyempil
SaltandLight - 19/06/2009 09:18 PM
#139

permisi maw nanya kk" arsitek, kalo dinding udah ada retak rambut, kalo dicat ulang apa keluart lagi retaknya?thanks
chromashade - 20/06/2009 01:08 PM
#140

@servant_hugi
timbul putih-putih bisa jadi jamur, bisa juga chalking (mengapur) karena cat tembok lama sudah kehilangan integrity polymernya, sehingga filler dalam kondisi bebas dan terjadi chalking. Kemungkinan lain karena effloresence, tapi karena itu tembok lama, kayaknya kecil kemungkinan ini. Kalau sudah terkelupas, sudah pasti harus dikerok. Jika "nekat" ditumpuk cat baru, bayangkan saja kalau dasarnya sudah terkelupas, maka tidak bisa menjadi dasar untuk melekatnya cat baru. Cat tembok lama yang sudah menempel di tembok tidak akan bisa "larut" kembali dan membentuk "senyawa" dengan cat tembok baru. Jadi harus dikerok dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dicat ulang. Kalau warna, coba tanya anak-anak kaskus yang kuliah di DKV.

@slytherin_s
thanks bro!
Untuk merk, bisa diskusi di PM saja, jangan di forum. Saya masih cari makan di bidang ini bro, jadi ga etis lah
Tapi basically bisa saja jalan-jalan di toko bahan bangunan semacam Mitra 10, Depo Bangunan, BJ, dan lain-lain untuk melihat bermacam-macam jenis cat. Setahu saya, option untuk cat kayu tidak begitu banyak jika dibanding dengan cat tembok, dan rata-rata chemistry bahan bakunya dituliskan atau dijelaskan dalam brosur ataupun kalengnya. Saya sendiri tidak terlalu perhatian akan merk-merknya sich. Ini untuk professional applied atau untuk DIY (Do It Yourself) bro?

@SaltandLight
Retak rambut kecil-kecil sekali, pakai cat tembok water based jenis "SEMI-ELASTOMERIC". Untuk exterior pakai yang berbahan baku 100% Acrylic atau Full Acrylic, untuk interior bisa pilih yang Styrene Acrylic.
Regak rambut sedikit besar, pakai cat tembok water based jenis "FULL ELASTOMERIC". Ciri dari cat jenis ini adalah, permukaan filmnya jika sudah kering maka bisa ditarik-tarik elastis, cara testnya adalah coba diaplikasikan diatas kaca, tunggu sampai benar-benar kering, kemudian lepas, dan coba ditarik-tarik (seperti menarik karet gelang). Cat jenis full elastomeric sangat lentur dan flexible, sehingga setelah menutup retak rambut itu, jika ada pergeseran sedikit dalam struktur, jenis cat ini tetap flexible dan bisa menghindari terulangnya retak rambut lagi setelah aplikasi.
Jika retak struktur (dinding yang retak atau acian yang retak), maka semua jenis cat juga tidak bisa membantu, perbaikan harus dari strukturnya sendiri. Baca juga tutorial tentang MORTAR untuk menghindari retak struktur di bangunan anda : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2046080
Page 7 of 59 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > All About CAT