Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > [first post]Akulah Luka: Sembuh Sediakala Saat Hujan Tiba
Total Views: 1565 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

saidprawiro - 08/08/2011 04:24 PM
#1
[first post]Akulah Luka: Sembuh Sediakala Saat Hujan Tiba
misi agan-agan, nubi numpang ngeksis dan curcol di forum ini, boleh deh reply, komeng dan rate jika berkenan D

Quote:
Durhaka sebab mengecap rindu dan pengap oleh karenanya. aku hilang. aku tembus pandang

Karena rindu ini tak nyata. ini cuma sisa-sisa. setidaknya ini yang aku punya. biarlah habis dengan sendirinya

Ini mimpi. ini nisbi. tapi kenapa lukaku tak kering jua. oh. ternyata ada airmata di setiap luka

Bahkan aku hafal setiap lekuk tubuhmu, lantas bagaimana bisa ini semua kubuat pura-pura berasa biasa?

Apa harus kusemprot pestisida juga? sebab hatiku ini penuh dengan hama serupa wajahmu dimana-mana

Tiba-tiba aku ingat sesuatu. oh ya. hatiku. kembalikan lagi setengahnya, aku tak bisa hidup dengan setengah hati ini saja

Aku tersesat di belukar duri. duri dari mawar yang kautitip wanginya sebelum kulihat punggungmu menjauh pergi

Aku mau jadi asing. aku mau jadi orang kebanyakan. tapi sekuat kucoba, aku tak bisa

Cair. aku leleh bak lilin tak berdaya. kau tahu, aku mau kamu yang jadi lilinku selamanya. oh. kau tak bisa?

Aku tak mau petasan. aku tak mau kembang api. aku hanya bayi yang mendamba susu ibu. tapi, semua kata-kataku bisu.

Subuh sebentar lagi tiba, bisakah kuulang lagi waktu saat aku terbangun dan kau lelap di dekapanku?

Sedang terus kubasahi sajadah saat aku meminta dengan iba. Tuhan, aku damba perempuan ini. perempuan penuh luka

Lihatlah hati dan tanganku. tengadah cuma padaMu. tapi dia. cuma dia yang melulu kueja dalam hafalan do’a

Akulah durhaka, karena kerap berburuk sangka padaMu. tapi apakah salah karena cinta aku begini mengiba?

Sepertinya semesta sedang bersekutu menderaku bertubi-tubi. akulah geriang. akulah perih yang semenjana

Demi apa lagi harus kuurapi hati. haruskah demi senja? dimana selalu kurasa kosong dan hampa?

Sedang hujan sepi, dimana lagi harus kututupi saat airmata ini menetes liar dan tak terkendali?

Buatmu; perempuan dengan sorot matahari pagi. maaf. aku tak lagi mampu sembunyi.

Jikalah nanti bisa kutemu lagi hati, aku tak mau melupamu seutuhnya. sebab kaulah yang pernah buatku merasa sempurna

Anyway, we don’t say good bye for something we love, good luck is better. Sure we’ll meet again somehow

Akulah durhaka, akulah rindu yang tak punya arah utara, akulah sepi, perih dan tak tergenapi

Akulah durhaka. akulah luka. sembuh sediakala saat hujan tiba


*postingan pertama di forum ini Yb \)b :toast:
lidnest - 20/08/2011 02:05 PM
#2

waah puisinyaa sedih gtu gan...

jadi galaaau :matabelo :matabelo :matabelo

emg TS sukaanya galau galauan sih [first post]Akulah Luka: Sembuh Sediakala Saat Hujan Tiba
mauri_rooney - 21/08/2011 01:22 AM
#3

hujan
takkan terbayang bila tak ada dirimu
kering rasanya jiwa ini
tanpa sambutan darimu
hujan
siramilah aku
agar terhapuskan segala salahku
hingga sang pelangi tiba
ketika tugasmu selesai membasahi bumi

ts hindari percakapan
trit puisi hanya untuk berbalas puisi
carpuk - 21/08/2011 03:16 AM
#4
izin share karya amatiran ane gan,,,
MUAK untuk Memuja dia

Dan semuanya sirna dengan singkat..
Hanya sesaat
Dia bersinar tak merekat
Dia terbenam abadi…

Kuakui tak bisa mengelak
Tertatih tatih hingga merangkak
Ku tahan sayatan ini membengkak
Siksa batin, siksa jasmani terbahak
Terbahak mengandung MUAK

Pola hidup trus tak tentu arah
JATI diri ku kemanakah kau terpapah ?
Tersesatku dalam Labirin amarah
Terhimpitku dalam keterpurukan parah
Hingga diriku di matanya terlalu hina

Dengarkan puing-puing harapan pupus
Dengarkan sayup-sayup tetesan luka hati
Apakah kau MENDENGARKAN ???
Apakah kau MENGHAYATI ???

Kau tak mungkin tersedak saat bayanganku menghampirimu
Kau tak akan terbesit sedikutpun kenangan kita saat itu
Begitu memBATU dan melekang diriku dihidupmu
Aku bagaikan sebutir pasir dipantai
Terhempas ke suatu tempat hanya beberapa saat…

Aku butiran pasir putih yang mulai menghitam….
Butiran pasir putih…
Butiran pasir abu-abu
Butiran pasir hitam


(karya ini penulis dedikasikan untuk para pemuja HARAPAN TAK PASTI… Hey kawan!!! Bangkit dan buka matamu, berLARIlah seKENCANG-KENCANGnya, RAIHlah apa yang telah tertinggal di masa kini !!! kita gapai segala HARAPAN dimasa depan!!!)



pARTdomuanPoem
Jitra.Bengkulu
200211 15.03
saidprawiro - 21/08/2011 03:50 PM
#5

Quote:
Katakan padaku.
Bagaimana lagi harus kunyanyikan,
Sedang hujan seperti sedang meranggas pelan-pelan.

Apa kemarau ini tiba terlalu tergesa?
Atau hatimu yang sedang pancaroba?


* :sorry maaf TS nubi, dan rules sudah saya baca semua, mohon maaf dan pengertiannnya mastah \)b \)b \)b boleh dong dirating :rate5 thanks ilovekaskus
saidprawiro - 23/08/2011 06:09 AM
#6
#3
#bagaimana bisa kukemasi rindu dan pergi, sedang kau tak peduli seberapa hancur aku saat kupunguti remah-remah hati

#seperti fasih buatmu, untuk sekedar hinggap dan berlalu. apa kau juga mengucap cinta saat sedang beralibi menghapus luka?

#jika hati bisa secepat itu melaju. mungkin nanti bisa kurumuskan kecepatan baru, bersama dengan kecepatan cahaya dan suara; kecepatan hati

#aku butuh hujan, aku butuh senja, aku butuh keduanya. biar sempurnalah ini perasaan kosong dan hampa

#lalu apalah semua kemarin itu, apakah benar nyata atau cuma bumbu. kau mencari pembenaran, sedang aku tak pernah butuh alasan

#tak perlu tersudut, sebab aku tak sedang menodongkan apa-apa. abaikan saja, seperti yang kau lakukan seperti biasa

#menunggumu ibarat pesakitan yang berdiri di tiang gantungan. permintaan terakhir cuma jadi lelucon sebelum kematian yang pasti menjelang

#~the smell of cold - the world is sleeping, i am numb - she's a brick and I'm drowning slowly #np Ben Folds Five - Brick

berdukas
saidprawiro - 26/09/2011 05:28 AM
#7

Subuh. Saat hujan di luar berisik dan gaduh; rain: heart:
     Aku : Hai hujan, mampirlah sebentar
Hujan : Aku tak bisa berlama-lama
Aku : Sebentar saja, aku kesepian saat ini
Hujan : Kau tahu bukan aku sangat ingin sejenak di sini?
Aku : Iya. Aku tahu
Hujan : Tapi aku bukan cuma milikmu, Aku milik setiap orang, setiap pohon, setiap hewan, bahkan tanaman
Aku : Maaf, harusnya aku tahu diri, tak boleh memonopoli engkau buatku sendiri
Hujan : Toh aku juga selalu lewat depan jendelamu saat gerimis datang bukan?
Aku : Iya. Tapi hatiku sepi, Ah, tak apa, aku tahu hati tak boleh main hakim sendiri
Hujan : Kalau aku tak pergi, kau tak akan jumpa pelangi. Aku tahu kau suka pelangi
Aku : Segini pagi tak mungkin ada pelangi
Hujan : Mentari sebentar lagi tiba, pasti pelangi juga. Setelah aku pergi, tentu saja.
Aku : Apa tak bisa aku punya semua?
Hujan : Di hatimu, kau sudah punya semuanya, kau hanya belum menyadarinya.
Aku : Baiklah, aku tak mau menahanmu lebih lama, Mampirlah kesini kapan saja
Hujan : Aku tak bisa menjanjikanmu apa-apa, Tapi yang pasti, aku tak akan kemana-mana, asal kau masih menginginkanku
Aku : Tak perlu janji. Pun kau tahu bukan rasanya diingkari?
Hujan : Okay. Goodbye then
Aku : Anyway, i don’t say good bye for something i love, good luck is better. Sure we’ll meet again somehow
Hujan : ~hug
Aku : (I love you, you know that, but i just can’t hardly say, were not as yesterday)rainbow:

breakheart \( medicine: norose:
kekasihpuisi - 26/09/2011 09:49 AM
#8

Hujan menderas berpacu dengan kaki-kaki gemetar yang berlari;
kemudian terkalahkan dan tersungkur di kubangan

Luka yang darahnya seketika hanyut bersama aliran
Air mata yang tesembunyi di wajah basah
Tangisan yang isaknya terdistorsi desir dedaunan
Terpagut rapuh, terpagut lelah

Dan aku,
Menyembunyikan sakit di balik simbol senyuman
saidprawiro - 26/09/2011 01:29 PM
#9

Kadang hati ingin sembunyi
Aku sadar
Rawan cedera bila teracun begini

Tiba senja, aku hampa
Ingat pelangi, tapi hujan sepi rain:

Kutanam rindu
Akan kusimpan, nanti buatmu
saidprawiro - 30/09/2011 12:36 PM
#10
~mantra dukun hujan selepas tengah malam
Sayang, bila nanti hujan datang, beri tahu aku.

aku mau kehujanan
meski air hujan akan terasa seperti air garam di hatiku
tak apa, aku bisa menahannya

tak perlu haru, tak perlu sedu-sedan, apalagi tangis tertahan
ini hanya efek sendu kamera, seperti cerita patah hati di layar kaca

hingga kau bertanya, ‘kenapa harus hujan?

karena, jika aku harus menangis
aku tak mau seorangpun akan tahu
juga kamu

berkat hujan, semoga air mataku tersamar

lalu semuanya akan kembali baik-baik saja

atau setidaknya, aku yang berpura-pura semua baik-baik saja.

Sayang, beri tahu aku saat hujan datang nanti

kalaupun aku terpaksanya harus menangis nanti
biar tak pengap lagi ini hati

aku tak apa

aku hanya semacam keracunan kenangan, karena terbiasa
saidprawiro - 10/10/2011 05:32 PM
#11

Ode Sabtu Sore

Masih sabtu sore
Seorang perempuan berdiri di pojok senja
Berharap hujan mau turun lebih deras
Dalam kesunyian aneh yang tak kunjung ku mengerti
Sorot mata itu seakan berkata lebih dari yang kutangkap

Bertopeng senyum
Tapi, senyumkah itu?
Itu bukan senyum. menangiskah dia?
Ah, itu mungkin cuma penantian minggu pagi yang belum juga datang

Seperti kesendirian yang telah menjadi pintu bagiku
Semuanya terlihat sama, nyaris sama
Tapi perempuan itu tidak, dia begitu angkuh
Angkuh dalam kecantikan aneh yang dipamerkannya
Seakan-akan hanya dia yang berpendar-pendar di lukisan buram sore itu

Tapi aku malu
Terlalu malu untuk sekedar mengajaknya berteduh
Bukan karena pintu ini tidak memiliki kunci,
Yang telah kupatahkan belasan jam lalu

Aku malu
Terlalu malu, karena aku hanya punya sarang lebah, secawan madu dan sebongkah gula yang telah membatu

Mm, kalaupun boleh,
Maukah kau jawab pertanyaanku?
Kesedihan apakah yang ada di matamu?
Cinta kah?

P.S : buat kamu, sudah ketemu hatiku yang kau hilangkan dulu?
~rainbow:
hir50 - 10/10/2011 09:50 PM
#12

Quote:
Original Posted By saidprawiro
Ode Sabtu Sore

Masih sabtu sore
Seorang perempuan berdiri di pojok senja
Berharap hujan mau turun lebih deras
Dalam kesunyian aneh yang tak kunjung ku mengerti
Sorot mata itu seakan berkata lebih dari yang kutangkap

Bertopeng senyum
Tapi, senyumkah itu?
Itu bukan senyum. menangiskah dia?
Ah, itu mungkin cuma penantian minggu pagi yang belum juga datang

Seperti kesendirian yang telah menjadi pintu bagiku
Semuanya terlihat sama, nyaris sama
Tapi perempuan itu tidak, dia begitu angkuh
Angkuh dalam kecantikan aneh yang dipamerkannya
Seakan-akan hanya dia yang berpendar-pendar di lukisan buram sore itu

Tapi aku malu
Terlalu malu untuk sekedar mengajaknya berteduh
Bukan karena pintu ini tidak memiliki kunci,
Yang telah kupatahkan belasan jam lalu

Aku malu
Terlalu malu, karena aku hanya punya sarang lebah, secawan madu dan sebongkah gula yang telah membatu

Mm, kalaupun boleh,
Maukah kau jawab pertanyaanku?
Kesedihan apakah yang ada di matamu?
Cinta kah?

P.S : buat kamu, sudah ketemu hatiku yang kau hilangkan dulu?
~rainbow:

nice post jujur banget

bukan kesedihan
tapi kebesaranku menunggu sang hujan
dengan hati merendah tanah yg menanti hujan membasuhinya
bahkan tekadku seperti pohon yg menikmati tiupan angin, hanya menari

bukan keangkuhan yg terpancar tapi harapku yg melambung akan hujan
dan ketika hujan datang aku akan menari mengajakmu bernyanyi hati
tak perlu berteduh selama aku bisa menari bersamamu di kala hujan
hatiku bertaburan menanti setelah menari bersama
menunggu pelangi

mau kah dirimu menunggu pelangi dan menikmati hujan
bersamaku?

saya cwok TS jgn jadi maho ya piss
saidprawiro - 10/10/2011 10:43 PM
#13

Quote:
Original Posted By hir50
nice post jujur banget
...
dan ketika hujan datang aku akan menari mengajakmu bernyanyi hati
tak perlu berteduh selama aku bisa menari bersamamu di kala hujan
hatiku bertaburan menanti setelah menari bersama
menunggu pelangi

mau kah dirimu menunggu pelangi dan menikmati hujan
bersamaku?
saya cwok TS jgn jadi maho ya piss

Quote:

jikalah nanti datang si pelangi
akankah kau tetap berlalu pergi
lalu kau biar aku hampa
sebab kau bawa hatiku setengahnya?


nb. makasih apresiasinya gan, ane lelaki normal pecandu wanita kok hammers
~rainbow:
saidprawiro - 16/10/2011 12:29 AM
#14

[FONT="Trebuchet MS"]aku tahu.
ada waktu buat hati berganti dan berlalu.

pasti tercabik hati, jika nanti kupaksa pergi.

jikalah tiba waktu untuk terburu,
mungkin sedikit tergesa akan kukemasi rindu.

meski mungkin cinta bisa dicari,
tapi apa hati bisa diganti?[/FONT]
~rainbow:
mauri_rooney - 17/10/2011 12:57 AM
#15

aku tahu hujan takkan datang hingga pada waktunya
ku menunggu kemarau panjang
terasa panas hati ini
tapi apa daya
hanya sesal kudapat
yang kutunggu tak kunjung datang
sampai kini pun aku masih sendiri norose:

nice poet buat TS rose:
saidprawiro - 17/10/2011 03:54 PM
#16

Quote:
Original Posted By mauri_rooney
aku tahu hujan takkan datang hingga pada waktunya
ku menunggu kemarau panjang
terasa panas hati ini
tapi apa daya
hanya sesal kudapat
yang kutunggu tak kunjung datang
sampai kini pun aku masih sendiri norose:

nice poet buat TS rose:


Sendiri bertahan di badai ribuan resah, penuh dan dadaku berasa muntah.
Tetap saja bukan janji, meski terasa seperti menanti.
Mungkin rindu, atau malah pilu?

makasih gan dah mau mampir matabelo: shakehand
~rainbow:
sweetea.holic - 23/10/2011 10:01 PM
#17

Aku sedang luka saat hujan tiba
Mengingat hal-hal indah yang tinggal semu
Kenangan indah yang ternyata pedihkan hati
Terdiam tersenyum kaku menatap hujan

Dan
Habis lukaku terbasuh hujan
rainbow: [first post]Akulah Luka: Sembuh Sediakala Saat Hujan Tiba
saidprawiro - 24/10/2011 12:31 AM
#18

Quote:
Original Posted By sweetea.holic
Aku sedang luka saat hujan tiba
Mengingat hal-hal indah yang tinggal semu
Kenangan indah yang ternyata pedihkan hati
Terdiam tersenyum kaku menatap hujan

Dan
Habis lukaku terbasuh hujan
rainbow: [first post]Akulah Luka: Sembuh Sediakala Saat Hujan Tiba


bolehkah kuminta pelukmu sekali lagi?
setidaknya hingga hujan berhenti nanti
lalu pergilah kemana saja kau suka
tak apa hatiku kau bawa setengahnya

toh buat apa hati, jika tanpamu aku tak bisa mencinta lagi
sebab kenangan cuma duri yang menancap dalam tak terperi

lalu, bolehkah kuminta pelukmu sekali lagi?

*makasi mau mampir sist \)
saidprawiro - 27/10/2011 06:25 AM
#19

di gigil ac ketika radio bergantian mengalun
di tetes kaca mobil saat dingin mengembun

di macet usai jam kerja pegawai negeri
di lalu-lalang jengah udara polusi

di lengang ibukota saat libur tiba
di riuh keramaian pusat belanja

di kiri-kanan barisan kebun teh
di segar pagi puncak saat gerimis leleh

di sepi hujan sembari senja kesepian
di ratusan kilometer segala perjalanan

di tiap urat yang penat berkarat
di tiap dekapmu yang kurasa hangat

di segala kerat ingatan dan debar hela nafas
;aku merindumu.
saidprawiro - 14/11/2011 03:32 PM
#20

Lalu kupunguti rindu yang berserak sehabis hujan datang tergesa
Kupilihi buliran hujan yang masih utuh; kusimpan dalam toples kaca berpita
Hati-hati kupilah dengan seksama dan secepatnya
Takut aku sebab buliran hujan mudah rusak dan menguap begitu rupa

Hingga waktu setuju saat kita bersua
Kusodor buatmu toples dari kaca berisi buliran hujan, dan kubilang;
"Lihat, tak pernah aku buang semua rindumu percuma, ini semuanya, kusimpan dan kujaga"
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > [first post]Akulah Luka: Sembuh Sediakala Saat Hujan Tiba