Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Agama Dangdut
Total Views: 23907 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 62 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

cоffin - 23/08/2011 07:57 AM
#41

Quote:
Original Posted By bumbuasem
di dunia memang ada berbagai macam agama dan kepercayaan, tapi di akhirat nanti hanya akan ada 1 Penguasa Alam Semesta yang menghakimi kita..

Jadi apapun agama anda, semoga sudah bisa mempersiapkan diri sebaik2nya untuk perjumpaan dengan Sang Pencipta..


Quote:
Original Posted By DanialSyafiq
Menghormati musik (baca=agama) lain itu dianjurkan & sudah seharusnya, tetapi menyukai & menganggap benar semua musik (agama) dihadapan tuhan itu yg salah, pluralitas & pluralisme tidak bisa dianggap sama o


inti dari ajaran agama adalah membentuk manusia menjadi kepribadian yang baik, menghindari berbuat jahat, mensucikan hati dan pikiran,

apapun agamanya selama jalannya mengarah ke situ, menurut saya itu adalah baik,

tidak ada yang salah dalam pluralisme, karena kebenaran tuhan itu ada di manapun, tidak terbatasi, universal,
jika saya menganggap kebenaran tuhan hanya ada di satu sisi saja, maka itu sama saja saya membatasi ke maha an tuhan, karena tuhan itu ada dimana mana, bahkan disarang penyamun sekalipun

dalam pandangan saya, tuhan itu maha bijaksana, tuhan itu maha mengetahui, tidak akan dia murka apabila kita mengakui kebenaran orang lain selama kebenaran itu memang sesuatu yang baik dan semakin mendekatkan diri kita kepadanya

bagi saya, tuhan itu seperti orang tua yang membimbing kehidupan kita ke arah yang lebih baik, apapun pilihan yang saya ambil, orang tua akan mengawasi dan memastikan pilihan saya diambil dengan cara cara yang bijak dan tidak merugikan orang lain, tidak membuat saya meninggalkan berbuat baik, tidak membuat saya banyak berbuat jahat,

entah bila anda menganggap tuhan sebagai sosok yang emosian, kaku, tidak bijaksana dan tidak mau tau
tapi saya menganggap tuhan sebagai sosok maha pengasih dan penyayang, sosok maha bijaksana, sosok maha mengatahui

saya lanjutkan dikantor nanti, bagi yang tidak sabaran mohon maaf saya sudah membuat sumbu kesabaran anda yang pendek terbakar \)
cоffin - 23/08/2011 08:00 AM
#42

Quote:
Original Posted By Minibalanar
"Musik" itu seperti jendela, kita bisa melihat keindahan dari jendela itu tapi dia juga yang membatasi diri kita dengan keindahan itu, kalo kita mampu membuka jendela itu, maka kita dapat melihat semua keindahan o

Untuk membuka jendela itu memang harus tidak memiliki ke fanantikan, ke fanatikan bisa muncul karena kurang taunya seseorang terhadap apa kebutuhannya o


itulah inti dari thread ini, terima kasih kesimpulannyashakehand

intinya adalah kita mau membuka diri dan tidak terkotak kotak, menyadari hakekat sesungguhnya bahwa kita semua itu sama sama manusia, sama sama penikmat musik, tak perlu antar penikmat musik bertengkar dan menumpahkan darah sesamanya hanya untuk membuktikan musiknya yang terindah
Minibalanar - 23/08/2011 08:04 AM
#43

Quote:
Original Posted By
itulah inti dari thread ini, terima kasih kesimpulannyashakehand

intinya adalah kita mau membuka diri dan tidak terkotak kotak, menyadari hakekat sesungguhnya bahwa kita semua itu sama sama manusia, sama sama penikmat musik, tak perlu antar penikmat musik bertengkar dan menumpahkan darah sesamanya hanya untuk membuktikan musiknya yang terindah


Permasalahan na ada 2tipe penikmat musik, yang satu dia memang merasa cocok dan mencari musik yang disukai melalui pencarian, yang 1 lagi karena Ikut-ikutan atau musik itu dinyanyikan orang yg indah (Girl Band Korea ngakaks )

Biasanya yang fanatik ya yang liat indahnya saja, sehingga musik orang lain yg hanya audio na, belum liat siapa penyanyi na sudh di cap jelek p

Padahal yang penting dimusik itu audiony, bukan fisik yg mengeluarkan audio itu \)
Gulley - 23/08/2011 08:13 AM
#44

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Permasalahan na ada 2tipe penikmat musik, yang satu dia memang merasa cocok dan mencari musik yang disukai melalui pencarian, yang 1 lagi karena Ikut-ikutan atau musik itu dinyanyikan orang yg indah (Girl Band Korea ngakaks )

Biasanya yang fanatik ya yang liat indahnya saja, sehingga musik orang lain yg hanya audio na, belum liat siapa penyanyi na sudh di cap jelek p

Padahal yang penting dimusik itu audiony, bukan fisik yg mengeluarkan audio itu \)


Itulah sekarang ini. Bisa dilihat kan kalau orang banyak suka musik karena GERAKAN dan juga TAMPANG Contoh nya itu K-Pop ngakak

Justru kalau agama dibandingkan dengan musik, maka ane milih jenis instrumental malu yang dari kicauan burung juga instrumental, tetesan air juga isntrumental genit: Karena Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi percaya
Minibalanar - 23/08/2011 08:19 AM
#45

Quote:
Original Posted By Gulley
Itulah sekarang ini. Bisa dilihat kan kalau orang banyak suka musik karena GERAKAN dan juga TAMPANG Contoh nya itu K-Pop ngakak

Justru kalau agama dibandingkan dengan musik, maka ane milih jenis instrumental malu yang dari kicauan burung juga instrumental, tetesan air juga isntrumental genit: Karena Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi percaya


Intinya belajar dari alam o

Alam mengajarkan kita banyak hal, yang perlu dilakukan hanya melihat dan pikiran jernih bisa mencernanya o

Malah jadi lagu korea nih ngacir:

You know me so well~~
blenyon - 23/08/2011 08:40 AM
#46

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Intinya belajar dari alam o

Alam mengajarkan kita banyak hal, yang perlu dilakukan hanya melihat dan pikiran jernih bisa mencernanya o

Malah jadi lagu korea nih ngacir:

You know me so well~~


inget sebelum alam ada dengan mbah dukunnya

sudah ada kakanya yg membawakan musik uenaak banget

hehehehehehehe
abh.Mizan - 23/08/2011 08:40 AM
#47

kalau pinter main musik ntar bisa jadi Nabi/Dewa Musik donk,.....
Minibalanar - 23/08/2011 08:46 AM
#48

Quote:
Original Posted By blenyon
inget sebelum alam ada dengan mbah dukunnya

sudah ada kakanya yg membawakan musik uenaak banget

hehehehehehehe


Sepuh lawakannya berat ngakaks

Quote:
Original Posted By abh.Mizan
kalau pinter main musik ntar bisa jadi Nabi/Dewa Musik donk,.....


Haduh ampe setua ini, gitar aja belum bisa main ane -___- ngacir:
5thsymphony - 23/08/2011 09:09 AM
#49

Quote:
Original Posted By ngaci
saya kurang setuju dengan pendapat agan bahwa agama sama dengan musik
sangat-sangat berbeda
perbedaannya
Spoiler for pernyataan 1
agama bukan masalah cocok atau tidak tapi agama melibatkan proses berfikir logika, perasaan, dan hidayah sedangkan pernyataan agan hanya menggunakan kata "kesukaan" artinya itu hanya aspek emosi atau perasaan tidak ada proses berfikir atau kognisi atau hidayahmerdu, mengengalun lembut, menentramkan pikiran, dan membuat santai adalah sebuah relaksasi. sedangkan agam tidak hanya sebuah rileksasi. agama mengandung sebuah wahyu yang bukan hasil berfikir, merenung, dan intuisi dari manusia tetapi dari tuhan sedangkan relaksasi hanya sebagian kecil bagian dari agama

Spoiler for pernyataan 2
kalimat diatas menunjukkan anda bebas untuk memilih mana yang anda suka dan mana yang tidak hal ini menunjukkan anda tidak totalitas sedangkan dalam beragama tidak bisa demikian dimana kita hanya menjalankan apa yang kita suka dan tidak melakukan apa yang tidak kita suka tetapi suka atau tidak jika itu tuntunan dari agama kita maka kita wajib melaksanakannya tidak semaunya sendiri

Spoiler for pernyataan 3
dari kalimat ini menunjukkan anda bebas untuk memilih musik mana yang bisa anda nikmati dan sesuai dengan kesenangan anda dan anda bisa mengikuti musik yang lain yang anda sukai. agama tidak demikian, saya setuju dengan ketidak setujuan anda dengan fanatisme berlebihan tapi tidak juga berarti kita bisa mengikuti agama lain, kita tetap menghargai agama lain tetapi kita memiliki batasan untuk tetap meyakini apa yang kita yakini tidak semuanya dianggap sama

Spoiler for pernyataan 4
seperti apa spiritual musik itu??yang saya tahu musik bukan spiritual tapi hanya sebuah kenikmatan duniawi

mohon tanggapan yang sehat agan...akan saya tunggu semalaman ini untuk berdiskusi mengenai hal ini wallahualam


bisa bisa aja gan,
masalahnya mau apa nggak.
blenyon - 23/08/2011 09:10 AM
#50

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Sepuh lawakannya berat ngakaks



Haduh ampe setua ini, gitar aja belum bisa main ane -___- ngacir:


ssepuh dari mane bro

ane nubiihhhh
Minibalanar - 23/08/2011 09:15 AM
#51

Quote:
Original Posted By blenyon
ssepuh dari mane bro

ane nubiihhhh


Semua kalo dipanggil sepuh ngaku nubie

Tapi kalo di panggil nubie biasa langsung panas dingin ngakaks

Salken om
shakehand2
blenyon - 23/08/2011 09:18 AM
#52

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Semua kalo dipanggil sepuh ngaku nubie

Tapi kalo di panggil nubie biasa langsung panas dingin ngakaks

Salken om
shakehand2


shakehand

sal-ken jg Om

ane aseli nubih n ijo

liat aje ijo ane sm ijo ente same p
Minibalanar - 23/08/2011 09:20 AM
#53

Quote:
Original Posted By blenyon
shakehand

sal-ken jg Om

ane aseli nubih n ijo

liat aje ijo ane sm ijo ente same p


Ya waktu post segitu cendol ai baru 7 ngakaks

Udah ah OOT na, nanti di omel ama TS Peace:
ccck - 23/08/2011 09:39 AM
#54

ini paporit saya mbah copin...

[youtube]s9Tf87SVU1c[/youtube]

malu
BantengMirc - 23/08/2011 09:48 AM
#55

assalamualaikum
dan salam sejahtera bwt semua

salim bwt om coffin

agama itu adalah alat, semacam tongkat peraba bagi orang buta untuk menempuh suatu perjalanan. pada umumnya manusia adalah buta rohani, mereka tidak tahu apa yang akan tejadi besok, bahkan apa yang akan terjadi selangkah kedepan, itu artinya dia buta tentang jalan hidupnya sendiri. untuk itulah mereka diberikan tongkat peraba yang disebut agama

Oleh karena itu pula Tuhan menurunkan agama sebagai tongkat penuntun agar mereka bisa mengikuti jalan hidupnya dari awal sampai akhirnya, tetapi kebanyakan umat tidak mengerti bahasa tuntunan itu, karena itu timbullah “doktrin agama” yaitu bahasa agama untuk orang awam, yang mudah dipahami oleh orang kebanyakan.

Untuk berbicara dengan kucing, Tuhan memakai bahasa kucing, Untuk berbicata dengan para nabi, Tuhan memakai bahsa nabi/ayat2, untuk berbicara dengan manusia Tuhan memakai bahasa manusia. Wahyu adalah bahasa untuk para nabi, doktrin dan tafsir adalah bahasa untuk umat.

ajaran agama adalah bahasanya para nabi hanya di pahami oleh mereka yang sudah mencapai pencerahan seperti para nabi2, rasul2, para sufi, para yogin, para bodhisatwa, para rahib, dan orang2 suci lainnya. Jalan mereka ini disebut jalan sempit, karena mereka berjalan sendiri-sendiri. Mereka tidak pelu pakai tongkat karena sudah mendapat pencerahan, mata rohani mereka sudah celik, mereka dapat melihat jalan yang akan ditempuh. Mereka sering dibunuh kelompok ulama radikal dengan fatwa sesat. Seperti dalam kelompok Geng, kalau ada anggotanya mau keluar dari kelompok geng, pasti akan dibunuh.

“Doktrin agama” ialah bahasa manusia tentang agama misalnya, tafsiran ayat2 agama, dan terjemannya sesuai pemahaman orang awam, supaya mudah dimengerti, dan disesuikan dengan selera manusia. Jalan yang ditempuh oleh orang kebanyak ini disebut “Jalan lebar”

dalam jalan lebar, ada yang berjalan lurus, beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan, mengikut moralitas manusia pada umumnya. Ada yang bengkok kiri, misalnya agama dipakai untuk mendapat kekuasaan atau kekayaan. Ada yang bengkok kanan, misalnya agama dipakai untuk mencari kesaktian, agama dipakai sebagai berhala. Mereka dikuasai oleh berhalanya sehingga mereka bertindak tidak manusiawi dengan dalih perintah agama. Contohnya silahkan baca tulisan rekan Sehat Ihsan tentang Fatwa sesat,,,

Jika hanya berpikir moralitas, melihat amoral hati anda akan terbakar, selanjutnya akan membakar rumah2 orang yang tidak berdosa. Amaoral itu pasti ada selama anda berpikir moralitas, selama itu pula anda tidak akan mengalami ketenangan. Tindakan membakar juga termasuk tindakan amoral.

dalam agama ada unsur hukuman, unsur berkat, unsur dosa, hukum pala karma

cuman pendapat newbie ajah D
Ohyeahfine - 23/08/2011 10:20 AM
#56

Quote:
Original Posted By ngaci
saya kurang setuju dengan pendapat agan bahwa agama sama dengan musik
sangat-sangat berbeda
perbedaannya
Spoiler for pernyataan 1
agama bukan masalah cocok atau tidak tapi agama melibatkan proses berfikir logika, perasaan, dan hidayah sedangkan pernyataan agan hanya menggunakan kata "kesukaan" artinya itu hanya aspek emosi atau perasaan tidak ada proses berfikir atau kognisi atau hidayahmerdu, mengengalun lembut, menentramkan pikiran, dan membuat santai adalah sebuah relaksasi. sedangkan agam tidak hanya sebuah rileksasi. agama mengandung sebuah wahyu yang bukan hasil berfikir, merenung, dan intuisi dari manusia tetapi dari tuhan sedangkan relaksasi hanya sebagian kecil bagian dari agama

Spoiler for pernyataan 2
kalimat diatas menunjukkan anda bebas untuk memilih mana yang anda suka dan mana yang tidak hal ini menunjukkan anda tidak totalitas sedangkan dalam beragama tidak bisa demikian dimana kita hanya menjalankan apa yang kita suka dan tidak melakukan apa yang tidak kita suka tetapi suka atau tidak jika itu tuntunan dari agama kita maka kita wajib melaksanakannya tidak semaunya sendiri

Spoiler for pernyataan 3
dari kalimat ini menunjukkan anda bebas untuk memilih musik mana yang bisa anda nikmati dan sesuai dengan kesenangan anda dan anda bisa mengikuti musik yang lain yang anda sukai. agama tidak demikian, saya setuju dengan ketidak setujuan anda dengan fanatisme berlebihan tapi tidak juga berarti kita bisa mengikuti agama lain, kita tetap menghargai agama lain tetapi kita memiliki batasan untuk tetap meyakini apa yang kita yakini tidak semuanya dianggap sama

Spoiler for pernyataan 4
seperti apa spiritual musik itu??yang saya tahu musik bukan spiritual tapi hanya sebuah kenikmatan duniawi

mohon tanggapan yang sehat agan...akan saya tunggu semalaman ini untuk berdiskusi mengenai hal ini wallahualam


Quote:
Original Posted By ngaci
oooo jd menghayati sebuah musik y gan???alangkah lebih indahnya jika musik dijadikan media untuk lebih menghayati hakekat ketuhanan, musik religius misalnya....tapi untuk HIBURAN diselingi slank, iwan fals, dewa, padi, slipknot, race againt the machine, rephot chari pappers, jamiroquai, 2pac, snoop doggy dog, metallica, queen, ACDC, burgerkill, sekarat, keramat, metalikklinik, pesta rap, iwa k, R 42, sera, palapa, rhoma irama, etc hehehe makasih gan tanggapannya


Quote:
Original Posted By ngaci
bukan salah agan cuma masalah pendirian dan keyakinan
apakah agan mudah beralih pendirian atau kurang memiliki keyakinan
secara logika agan tidak mungkin mendalami masing2 ajaran tersebut dan cuma mengambil konsep umumnya saja tidak mendalami artinya agan tidak benar2 memahami salah satu dari keyakinan tersebut,,,iya mereka semua adalah keyakinan agan dan keyakinan itu satu tidak banyak kalau banyak artinya tidak yakin, simple


mengakui agama lain adalah benar tidak berarti anda sedang menyangkal keyakinan anda sendiri.. poin inilah yang terpenting..
karena seakan2 dari tulisan Agan, adalah anti untuk mengakui bahwa musik lain adalah indah..
Adalah benar.. betul seperti tulisan om Coffin.. bahwa Tuhan itu bekerja secara universal.. adalah dengan membatasi diri dengan menolak untuk menikmati simponi dunia, itu adalah membatasi Tuhan menurut ane o

kalau mungkin ada pendekatan lain.. mungkin seperti ini "Anda sah-sah saja untuk mempunyai keyakinan bahwa Agama anda (musik anda) yang paling benar, paling indah" tetapi pertanyaan yang terpenting: "Apakah pernyataan diatas membuat Agama atau musik lain salah?"
kalau dilihat, direnungi, diresapi.. sama sekali tidak.. karena orang bijaksana pasti dapat melihat, meski mereka memegang kebenaran, hal itu tidak secara otomatis membuat yang lain adalah salah, karena tidak sama dengan yang ia pegang.. ingatlah bahwa kebenaran itu bukanlah suatu ukuran pasti.. kalau menurut ane bahwa musik pop adalah yang paling indah.. seumpama 100% indah.. itu tidak membuat saya membutakan diri terhadap musik lain, menganggap mereka 0% (tidak layak dengar) atau bahkan -50% (salah)... bagaimana dengan 50% indah? 75% indah? 99% indah?
seperti tulisan puh Balanar.. adalah ketika kita bisa menghargai, bekerja sama antar silang musik.. maka simponi dunia ini baru bisa berjalan.. dan jika simponi dunia bisa berjalan, bukankah itu adalah keindahan tidak terkira?

Quote:
Original Posted By
betul sekali, memang kita tidak bisa memilih konsekuensi, namun saat membuat pilihan itu seharusnya kita pun mempersiapkan diri terhadap konsekuensi yang akan datang,

tapi itu bukan yang ingin saya bahas, yang ingin saya bahas adalah bagaimana saat saya melalukan pilihan, saya tidak berfanatik buta terhadap pilihan saya dan tetap menghormati pilihan pilihan milik orang lain,


shakehand

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Suara Yang Paling Indah
Seorang tua yang tak berpendidikan tengah mengunjungi suatu kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan di sebuah dusun di pegunungan yang terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya, dan kini sedang menikmati kunjungan perdananya ke rumah anak-anaknya yang modern.

Suatu hari, sewaktu dibawa berkeliling kota, orang tua itu mendengar suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah dia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar di dusunnya yang sunyi. Dia bersikeras mencari sumber bunyi tersebut. Dia mengikuti sumber suara sumbang itu, dan dia tiba di sebuah ruangan di belakang sebuah rumah, di mana seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.

"Ngiiik! Ngoook!" berasal dari nada sumbang biola tersebut.


Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan "biola", dia memutuskan untuk tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang mengerikan tersebut.

Hari berikutnya, di bagian lain kota, orang tua ini mendengar sebuah suara yang seolah membelai-belai telinga tuanya. Belum pernah dia mendengar melodi yang begitu indah di lembah gunungnya, dia pun mencoba mencari sumber suara tersebut. Ketika sampai ke sumbernya, dia tiba di ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang wanita tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.

Seketika, si orang tua ini menyadari kekeliruannya. Suara tidak mengenakkan yang didengarnya kemarin bukanlah kesalahan dari biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar seorang anak yang belum bisa memainkan biolanya dengan baik.

Dengan kebijaksanaan polosnya, orang tua itu berpikir bahwa mungkin demikian pula halnya dengan kepercayaan atau agama. Sewaktu kita bertemu dengan seseorang yang menggebu-gebu terhadap kepercayaannya, tidaklah benar bagi kita untuk menyalahkan agamanya. Itu hanyalah proses belajar seorang pemula yang belum bisa memainkan agamanya dengan baik. Sewaktu kita bertemu dengan seorang bijak, seorang maestro agamanya, itu merupakan pertemuan indah yang menginspirasi kita selama bertahun-tahun, apa pun kepercayaan mereka.

Namun ini bukanlah akhir dari cerita.

Hari ketiga, di bagian lain kota, si orang tua mendengar suara lain yang bahkan melebihi kemerduan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut Anda, suara apakah itu? Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan pada musim semi, melebihi indahnya suara angin musim gugur di sebuah hutan, melebihi merdunya suara burung-burung pegunungan yang berkicau setelah hujan lebat.
Bahkan melebihi keindahan hening pegunungan sunyi pada suatu malam musim salju. Suara apakah gerangan yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apa pun itu?

Itu suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni.

Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah, pertama, setiap anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.

"Mungkin ini sama dengan agama," pikir si orang tua. "Marilah kita semua mempelajari hakikat kelembutan agama kita melalui pelajaran-pelajaran kehidupan. Marilah kita semua menjadi maestro cinta kasih didalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain, seperti halnya para anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan penganut agama lain dalam sebuah harmoni!"


thumbup:
marilah shakehand
—awareness™
Ohyeahfine - 23/08/2011 10:34 AM
#57

Quote:
Original Posted By BantengMirc
assalamualaikum
dan salam sejahtera bwt semua

salim bwt om coffin

agama itu adalah alat, semacam tongkat peraba bagi orang buta untuk menempuh suatu perjalanan. pada umumnya manusia adalah buta rohani, mereka tidak tahu apa yang akan tejadi besok, bahkan apa yang akan terjadi selangkah kedepan, itu artinya dia buta tentang jalan hidupnya sendiri. untuk itulah mereka diberikan tongkat peraba yang disebut agama

Oleh karena itu pula Tuhan menurunkan agama sebagai tongkat penuntun agar mereka bisa mengikuti jalan hidupnya dari awal sampai akhirnya, tetapi kebanyakan umat tidak mengerti bahasa tuntunan itu, karena itu timbullah “doktrin agama” yaitu bahasa agama untuk orang awam, yang mudah dipahami oleh orang kebanyakan.

Untuk berbicara dengan kucing, Tuhan memakai bahasa kucing, Untuk berbicata dengan para nabi, Tuhan memakai bahsa nabi/ayat2, untuk berbicara dengan manusia Tuhan memakai bahasa manusia. Wahyu adalah bahasa untuk para nabi, doktrin dan tafsir adalah bahasa untuk umat.

ajaran agama adalah bahasanya para nabi hanya di pahami oleh mereka yang sudah mencapai pencerahan seperti para nabi2, rasul2, para sufi, para yogin, para bodhisatwa, para rahib, dan orang2 suci lainnya. Jalan mereka ini disebut jalan sempit, karena mereka berjalan sendiri-sendiri. Mereka tidak pelu pakai tongkat karena sudah mendapat pencerahan, mata rohani mereka sudah celik, mereka dapat melihat jalan yang akan ditempuh. Mereka sering dibunuh kelompok ulama radikal dengan fatwa sesat. Seperti dalam kelompok Geng, kalau ada anggotanya mau keluar dari kelompok geng, pasti akan dibunuh.

“Doktrin agama” ialah bahasa manusia tentang agama misalnya, tafsiran ayat2 agama, dan terjemannya sesuai pemahaman orang awam, supaya mudah dimengerti, dan disesuikan dengan selera manusia. Jalan yang ditempuh oleh orang kebanyak ini disebut “Jalan lebar”

dalam jalan lebar, ada yang berjalan lurus, beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan, mengikut moralitas manusia pada umumnya. Ada yang bengkok kiri, misalnya agama dipakai untuk mendapat kekuasaan atau kekayaan. Ada yang bengkok kanan, misalnya agama dipakai untuk mencari kesaktian, agama dipakai sebagai berhala. Mereka dikuasai oleh berhalanya sehingga mereka bertindak tidak manusiawi dengan dalih perintah agama. Contohnya silahkan baca tulisan rekan Sehat Ihsan tentang Fatwa sesat,,,

Jika hanya berpikir moralitas, melihat amoral hati anda akan terbakar, selanjutnya akan membakar rumah2 orang yang tidak berdosa. Amaoral itu pasti ada selama anda berpikir moralitas, selama itu pula anda tidak akan mengalami ketenangan. Tindakan membakar juga termasuk tindakan amoral.

dalam agama ada unsur hukuman, unsur berkat, unsur dosa, hukum pala karma

cuman pendapat newbie ajah D


shakehand
kalau yang ane tangkap, berarti intinya, marilah kita mulai berjalan dengan tongkat masing-masing.. berhentilah untuk melihat tongkat orang lain.. yah mungkin2 saja dalam pandangan anda tongkat orang lain itu berbentuk bola, seperti batu seberat 1 ton, atau tidak lurus, bengkok 75 derajat.. tapi satu yang perlu anda ingat.. bahwa anda adalah buta.. hammer:
berpeganglah pada tongkat anda, itu saja.. jika anda merasa bahwa ada orang disebelah anda jatuh, tolonglah ia bangkit.. tapi jangan lalu menilai bahwa orang itu jatuh karena tongkatnya salah.. anda boleh kok cerita bahwa tongkat anda itu enak pegangannya, bisa mendeteksi lubang di radius 5 meter.. jika ada orang lain mau mengganti tongkatnya seperti tongkat yang anda gunakan, syukurlah D
tetapi jika ia nyaman dengan tongkatnya sendiri.. apakah ada yang salah dengan hal itu? \) siapa tahu bahwa tongkatnya dia mungkin tidak dapat mendeteksi lubang, tetapi dapat mendeteksi batu penjegal di radius 5 meter? Peace:
lalu alangkah baiknya jika anda bahu membahu dengan saudara anda beda tongkat itu.. berjalan menuju Tuhan? rose:
—awareness™
abh.Mizan - 23/08/2011 10:51 AM
#58

kalau kata bang Rhoma :

" Cukup 1x kehilangan tongkat cukup 1 kali.....teng...teng......
abh.Mizan - 23/08/2011 10:51 AM
#59

Quote:
Original Posted By Minibalanar
Sepuh lawakannya berat ngakaks



Haduh ampe setua ini, gitar aja belum bisa main ane -___- ngacir:


apalagi ane, hammer

cukup sebagai pendengar setia aza,.....shakehand2
zentaorei - 23/08/2011 10:52 AM
#60

Quote:
Original Posted By Ohyeahfine
shakehand
kalau yang ane tangkap, berarti intinya, marilah kita mulai berjalan dengan tongkat masing-masing.. berhentilah untuk melihat tongkat orang lain.. yah mungkin2 saja dalam pandangan anda tongkat orang lain itu berbentuk bola, seperti batu seberat 1 ton, atau tidak lurus, bengkok 75 derajat.. tapi satu yang perlu anda ingat.. bahwa anda adalah buta.. hammer:
berpeganglah pada tongkat anda, itu saja.. jika anda merasa bahwa ada orang disebelah anda jatuh, tolonglah ia bangkit.. tapi jangan lalu menilai bahwa orang itu jatuh karena tongkatnya salah.. anda boleh kok cerita bahwa tongkat anda itu enak pegangannya, bisa mendeteksi lubang di radius 5 meter.. jika ada orang lain mau mengganti tongkatnya seperti tongkat yang anda gunakan, syukurlah D
tetapi jika ia nyaman dengan tongkatnya sendiri.. apakah ada yang salah dengan hal itu? \) siapa tahu bahwa tongkatnya dia mungkin tidak dapat mendeteksi lubang, tetapi dapat mendeteksi batu penjegal di radius 5 meter? Peace:
lalu alangkah baiknya jika anda bahu membahu dengan saudara anda beda tongkat itu.. berjalan menuju Tuhan? rose:
—awareness™


sesepuh yang benar2 sudah sepuh D
Page 3 of 62 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Agama Dangdut