EDUCATION
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
Total Views: 13353 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 8 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

samanosuke20 - 27/08/2011 03:57 PM
#1
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
Kita berada di jaman inovasi, jaman dengan kompetisi yang ketat, jaman dimana kualitas produk ataupun jasa bukan hanya dinilai dari sisi fungsinya saja, tetapi juga aspek2 lainnya seperti desain ataupun selera. Jenis2 produk ataupun jasa yang sama akan berbeda valuenya di mata konsumen dari sisi inovatifnya, yang dapat adaptif dengan kondisi dan situasi.

Di satu sisi, prestasi dari seseorang adalah tolak ukur kecerdasan seseorang dalam hal memberikan manfaat kepada linkungan dan komunitasnya, prestasi harusnya dipahami sebagai sebuah proses menuju ke arah yang lebih baik.. Prestasi acapkali dijadikan standar penilaian dari korporasi ataupun lingkungan utk menempatkan derajat 'valuable' seseorang.

Oleh sebab itu, berpikir kreatif dengan mendayagunakan logika, etika dan estetika utk memaksimalkan potensi produk dan jasa terhadap lingkungan serta komunitas sangat dianjurkan utk mendapatkan efisiensi dan efektifitasnya...

Indonesia penuh dengan orang2 yang memiliki inovasi yang luar biasa, prestasi yang cemerlang serta kreatifitas yang tinggi...

semoga IPK (Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas) anak2 bangsa tersebut bisa memacu semangat kita utk melakukan hal serupa, dan juga lebih menghargainya sebagai sesuatu inspirasi daripada suatu plagiat... \)


Silahkan post, inovasi, prestasi dan kreatifitas anak bangsa indonesia, dengan format, berita, link, resource serta sedikit pendapat.. \)
samanosuke20 - 27/08/2011 03:59 PM
#2

Pelepah Bambu Antar Kami Jadi Juara!
Kompetisi ThinkQuest International 2011

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kreativitas siswa SMA Negeri 48 Jakarta mengantarkan mereka menjadi juara dalam Kompetisi ThinkQuest International 2011. Inovasi yang mereka ciptakan adalah membuat kertas dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Kertas adalah bahan organik yang sulit untuk terurai, bahkan bisa menghabiskan waktu hingga 100-1.000 tahun untuk menguraikannya.

Untuk membuat 1 ton kertas tulis dan koran yang kita baca, setidaknya membabat 24 batang pohon. Nah, para siswa SMA 48 Jakarta ini menemukan cara lain membuat kertas tanpa harus merusak lingkungan. Mereka memanfaatkan pelepah bambu, dan pelepah bambu ini yang mengantarkan mereka menjadi juara.

Perwakilan tim SMA 48 Jakarta, yaitu Vilia, Ikhsan, Muhammad Labib, Tuwendy, Faisal, dan Ben Hadi, mengungkapkan pemanfaatkan pelepah bambu mampu mengurangi dampak penebangan pohon.

“Proses pembuatannya mudah, kok,” kata Vilia. Ia memaparkan, proses pembuatannya cukup gunakan pelepah bambu yang sudah dicuci bersih, kemudian dimasak untuk diambil seratnya. Saat memasak, masukkan sedikit soda api (NaOH). Setelah hampir mendidih, angkat seratnya, lalu cuci dengan air bersih untuk menghilangkannya. Supaya seratnya tertinggal, perlu diblender dan dicampur dengan lem. Setelah seratnya bercampur dengan lem dan terlihat menjadi bubur, siapkan alat cetak (mirip alat sablon), lalu tuang. Agar bubur siap jadi kertas, keringkan selama 2-3 hari. Hasil akhirnya nanti, kertas akan berwarna kecoklatan. Maka, saat diblender perlu pencampuran dengan clorin (pemutih).

"Kami kasihan jika pohon-pohon terus ditebang, hal inilah yang mendasari mengapa kami memilih mengangkat 'Menjadikan Plastik dan Kertas Menjadi Teman Bumi',” tutur Labib, salah seorang anggota tim.

Buah dari prestasi mereka, pihak penyelenggara memberi hadiah berupa jalan-jalan ke San Francisco, Amerika Serikat, pada Oktober.


source
[code]
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/14/09572297/Pelepah.Bambu.Antar.Kami.Jadi.Juara.
[/code]

Browser ThinkQuest
[code]
http://www.thinkquest.org/promotion/datasheets/tq_2011/launch/id/ds_comp_11.pdf
[/code]

Komentar:
konsepnya mengikuti trend global sekarang 'Go Green', tapi walaupun begitu, efek jangka panjangnya mgkn lupa utk diperhatikan, karena bambu tetap saja bahan organik, apakah sanggup utk produksi massal, eniwei, selamat atas prestasinya... thumbup:


-- yang ini baru tadi pagi nonton di TVOne..

MENDAUR ULANG KOTORAN KUDA MENJADI KERTAS
ASEANpreneurs Idea Canvas

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

Tiga Siswa SMA Muhammdiyah 1 Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, sukses mendaur ulang kotoran kuda menjadi kertas tulis (01/06/2011.) Ketiga siswa siswi ini adalah Dafina Balqis, Diah Ayu Vivit Nur Faidah dan Muhammad Teguh Kurniawan. Ketiganya merupakan pelajar Kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.

Untuk proses pembuatan kertas dari bahan kotoran kuda ini, tergolong rumit dan memerlukan kesabaran serta ketelatenan. Bahan dasar kotoran kuda yang telah kering, di oven selama 15 menit yang kemudian di lunakkan dengan bahan kimia. Setelah di cuci, kotoran kuda yang telah di campur bahan pelunak kemudian di diamkan selama kurang lebih satu hari.

Setelah itu, bahan yang telah lunak di campur pemutih serta perekat, kemudian di blender hingga halus dan benar-benar tercampur rata dengan bahan-bahan kimia.

Proses akhir, adalah mencetak adonan persis berbentuk kertas. Hanya menunggu kurang lebih empat jam, kertas kotoran kuda pun jadi tersulap sebagai kertas.

Para siswa ini memerlukan waktu tiga bulan dalam penelitiannya sebelum menjalankan praktek pembuatan kertas kotoran kuda. Namun, pembuatan kertas kotoran kuda ini masih belum sempurna karena keterbatasan peralatan.

Ketiga ilmuan cilik ini, menciptakan kertas dari kotoran kuda berawal dari ide melihat kotoran kuda yang banyak seratnya. Selain itu, daur ulang kotoran kuda merupakan salah satu bentuk penemuan yang ramah lingkungan. “Pilihan awal akan menggunakan enceng gondok atau kotoran kuda. Tapi akhirnya kita memilih kotoran kuda karena lebih banyak seratnya”, ujar Davina Bilqis.

Sementara, pihak sekolah berencana akan mengembangkan dan mematenkan hasil penemuan ini untuk kemaslahatan bersama terutama menyangkut kebersihan lingkungan.(86)


sumber
[code]
http://www.berita86.com/2011/06/mendaur-ulang-kotoran-kuda-menjadi.html
[/code]

Komentar:
menurutku ide ini lebih baik, karena memanfaatkan limbah menjadi prduk yang bermanfaat, dan sasaran jangka panjangnya lebih masuk akal, apalagi pemilihan kotoran kuda sebagai alternatif.. ide terinspirasi teknik2 pemanfaatan kotoran gajah.. \) selamat berprestasi.. \)
samanosuke20 - 27/08/2011 04:16 PM
#3

Indonesia Menang di Kompetisi Software Dunia
Imagine Cup 2009

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

Jakarta - Tim Big Bang dari Institut Teknologi Bandung mengharumkan nama Indonesia di Kairo, Mesir. Kemenangan diraih tim yang membawa aplikasi bernama MOSES itu.

Seperti dikemukakan dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (10/7/2009), Tim Big Bang sukses meraih kemenangan dalam kategori Mobile Device Award dalam Imagine Cup 2009.

Di posisi selanjutnya, dalam kategori yang sama, terdapat tim dari Brasil dan Kroasia. Imagine Cup merupakan kompetisi piranti lunak tingkat dunia yang diselenggarakan oleh Microsoft.

Tim Big Bang terdiri dari David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto dan Samuel Simon. Mereka menang dengan proyek bertajuk MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance).

Aplikasi MOSES menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosa dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.

Salah satu yang menarik, Big Bang membuat tokoh digital (avatar) bernama Marceline yang akan membantu petugas kesehatan dalam diagnosa. Marceline akan bertanya pada pasien beberapa hal terkait malaria, kemudian jawaban pasien akan diolah dengan teknologi voice recognition.

(wsh / ash)


sumber
[code]
http://www.detikinet..com/read/2009/07/10/171826/1162911/398/indonesia-menang-di-kompetisi-software-d unia
[/code]

Komentar:
Beberapa kali, aku udah sering dengar orang Indonesia juara2 dalam bidang IT, bahkan para programmer kita udah mendapat sorotan dari dunia akan kegimilangannya, prestasi ini semakin mengukuhkan kehebatan orang2 Indonesia dalam bisnis IT walaupun pada kenyataannya, dunia usaha kita sendiri belum menunjang kekreatifitasan dalam IT, sungguh disayangkan... nohope:

Anak SMP Asal Indonesia Juara IT ASIA PACIFIC 2010 di Kuala Lumpur

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

KOMPAS.com — Kemenangan Fahma Waluya (12) dan adiknya Hania Pracika (6) dalam lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, pekan lalu membuktikan bahwa anak Indonesia juga jago membuat software. Tak harus software yang canggih langsung dengan animasi tiga dimensi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana software tersebut bisa bermanfaat.

Kakak beradik asal Bandung itu telah membuktikannya. Seperti anak-anak lainnya, Fahma pun suka bermain game di PC atau ponsel. Namun, ia mengajak kawan-kawannya tidak hanya bermain game, tetapi juga membuat game sendiri.

Pengalamannya membuat software berawal dari kesenangannya bermain software animasi. Sejak duduk di kelas 4, Fahma sudah membuat presentasi dengan Power Point dan setahun kemudian ia mulai berkenalan dengan Adobe Flash. Dengan Adobe Flash saja, ia kini sudah menghasilkan beberapa software edukasi untuk anak-anak.

Software pertamanya yang diberi nama Bahana untuk memperkenalkan warna, angka, dan huruf. Dalam waktu dua tahun kemudian, ia sudah menghasilkan beberapa software berbasis Flash, seperti ENRICH (English for Children) untuk belajar Bahasa Inggris, MANTAP (Math for Children), Doa Anak Muslim (Prayers for Children), Asmaul Husna, dan lainnya.

Fahma dan Hania berkolaborasi dalam pembuatan beragam aplikasi tersebut. Pembuatan software dikerjakan Fahma, sedangkan adiknya menjadi sumber ide, beta tester, termasuk merekam suara yang dibutuhkan untuk melengkapi aplikasi tersebut. Uniknya, semua ide software berangkat dari kebutuhan belajar adiknya.

"Aku sayang adikku, Hania, meskipun dia kadang-kadang rewel, terutama saat dia tidak ada kegiatan atau permainan. Dia sekarang sekolah di TK B Cendikia, Bandung. Dia senang memainkan ponsel, terutama punya ibuku. Sejak di playgroup, dia senang belajar. Aku ditantang ayahku untuk membuat aplikasi di HP ibuku agar adikku bisa bermain sambil belajar. Akhirnya, dibuatlah aplikasi untuk ponsel ibuku," kata Fahma dalam pengantar aplikasi yang didaftarkan di APICTA 2010.

Tentu saja keberhasilan Fahma dan Hania berkat bimbingan kedua orangtuanya, Dr Yusep Rosmansyah, seorang dosen dan peneliti di ITB dan Yusi Elsiano, seorang praktisi perkembangan anak. Saat Fahma menyatakan minatnya mendalami Flash, orangtua memberi kesempatan untuk kursus. Orangtua juga yang memberi masukan dan nasihat agar hobi membuat software tetap bisa disalurkan di tengah aktivitas yang padat.

Aplikasi buatannya dicoba di ponsel Nokia E71 milik ibu dan ayahnya. Aplikasi "My moms mobile phone as my sisters tutor" yang menang dalam ajang APICTA 2010 itu merupakan kumpulan aplikasi yang terus dikembangkan kedua kakak beradik itu. Aplikas-aplikasi tersebut tersedia gratis untuk diunduh melalui situs web yang dikelola ibunya di www.perkembangananak.com. Bahkan, beberapa software juga tersedia gratis di OVI Store untuk ponsel-ponsel Nokia.

Saat memperkenalkan software buatannya beberapa waktu lalu, Fahma mengatakan punya keinginan dapat terus mengasah keterampilannya dalam pemrograman software. Saat ini, ia tengah memperdalam software untuk membuat aplikasi tiga dimensi dan belajar bahasa pemrograman C++ dengan bimbingan ayahnya. Harapannya, tentu dapat menghasilkan aplikasi-aplikasi yang lebih baik. Nah, kecil-kecil ternyata anak Indonesia jago bikin software juga kan.


sumber
[code]
http://tekno.kompas.com/read/2010/10/21/16162621/Kecil-kecil.Juga.Bisa.Bikin.Software-5
[/code]

Komentar:
keren banget, salut, masih anak2 udah bisa mengharumkan nama Indonesia, cuma sayang, pemerintah suka lupa utk mengapresiasikan prestasi anak bangsa, kalaupun iya, biasanya cuma diawal2... jadi miris kalau ingat berita salah satu juara olimpiade sains gak lulus UAN, mgkn bisa dimulai dengan membebaskan mereka dari UAN atau beasiswa ke salah satu univ terkemuka di Indonesia.. \)
samanosuke20 - 27/08/2011 04:31 PM
#4

[code]
http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/11/10/15560886/tim.indonesia.juara.pertama.overclock.dunia
[/code]

Tim Indonesia Juara Pertama Overclock Dunia
MOA (Master Overclock Arena) 2008

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

TAIPEI, SENIN – Akhirnya terbukti juga bahwa overclocker Indonesia memang nomor satu. Dalam MOA (Master Overclock Arena) 2008 yang berakhir pada 9 November lalu di Taipei, pasangan Alva Jonathan dan Rekky dari Indonesia berhasil keluar sebagai juara pertama.

Alva dan Rekky mencatatkan skor SuperPI 1M 7,5 detik, terbaik di antara 13 tim yang berlaga. Maka pasangan ini pun berhak membawa pulang hadiah pertama berupa uang tunai US$ 3000 dan satu set motherboard MSI Eclipse SLI (chipset Intel X58).

Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Hipro5 dan Grahellas dari Yunani (7,687 detik), dan Lin Yuan Ming dan Suen Jheng Dong dari Taiwan (7,781 detik). Acara final lomba juga dimeriahkan oleh kehadiran pakar overclocking Taiwan Coolaler dan Janet Hsieh, pembawa acara Discovery Taiwan pada program TV Discovery Channel.

Pada lomba SuperPI 1M di MOA, rekor SuperPI 1M yang dicatatkan oleh lomba serupa oleh merek lain (dan prosesor Intel Quad-Core) juga berhasil dipecahkan oleh 10 tim peserta. Ke-10 tim tersebut menggunakan motherboard MSI P45D3 Platinum dengan prosesor Intel Core 2 Duo E8600 dual-core.

Total ada 24 peserta yang tergabung dalam 13 tim dari seluruh dunia yang berpartisipasi dalam final kejuaraan overclock MOA yang digelar di ibukota Taiwan ini. Sebelumnya perlombaan penyisihan telah digelar di lebih dari 30 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, tahap penyisihan lomba overclock ini dijuluki IronTech dan dilakukan di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand.

Sekadar informasi, perlombaan overclock biasanya diselenggarakan oleh produsen motherboard (seperti Asus, Gigabyte, MSI) dengan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. MOA misalnya, diselenggarakan oleh MSI, Intel dengan dukungan delapan perusahaan lain. Tujuan dari MOA tak lain adalah menciptakan sejarah baru dalam overclocking.

Sebagai kelanjutan dari MOA dan untuk memenuhi tuntutan para peserta lomba, MSI akan meluncurkan paket motherboard/kartu video MOA Commemorative Limit Edition.


Komentar: great!! kalau utk urusan gini sih, gak usah diragukan lagi... salut :2thumbup:
samanosuke20 - 27/08/2011 04:37 PM
#5

Tim Robot Indonesia Juara di San Francisco
International Robo Games 2009

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

San Fransisco - Tim Robot Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung berhasil meraih juara I dan memperoleh medali emas dalam 'International Robo Games' yang diselenggarakan di San Francisco, AS. Kompetisi Robot Internasional yang berlangsung selama 3 hari (12-14 Juni 2009) itu diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 orang.

Demikian disampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (15/6/2009). Kemenangan Indonesia diperoleh melalui penampilan Robot DU-114 yang meraih waktu tercepat dalam mencari sumber api dan memadamkannya dengan semprotan air secara otomatis (api diperagakan dengan menggunakan lilin).

Sedangkan Robot NEXT-116 karya mahasiswa UNIKOM lainnya, Stevanus Akbar, belum memperoleh medali. Meski demikian, Robot NEXT-116 ini merupakan satu-satunya robot yang menggunakan 8 kaki sebagai alat gerak (walking robot) yang ikut bertanding dalam kategori Open Fire Fighting Autonomous Robot tersebut.

Sedangkan robot-robot lainnya menggunakan roda/rantai sebagai alat gerak sehingga NEXT-116 disebut juri sebagai karya robot yang spektakuler untuk kategori tersebut.

Saat menerima medali emas Robo Games dari panitia penyelenggara di panggung kehormatan, Tim Robot Indonesia melambaikan bendera merah putih yang disambut dengan tepuk tangan meriah para penonton yang umumnya adalah warga AS. Kemenangan Tim Robot Indonesia tersebut juga diliput secara langsung oleh kru TV Voice of America (VOA) yang secara khusus datang dari Washington D.C.

Kemenangan ini patut dibanggakan mengingat Tim Robot Indonesia baru pertama kalinya bertanding di luar negeri. Tim dari Indonesia berhasil mengalahkan tim dari negara-negara maju, termasuk dari AS sendiri. Tim ini sebelumnya telah menjuarai Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KRCI) tingkat regional (Jawa-Barat, DKI Jakarta, dan Banten) dan tingkat nasional di Indonesia selama tahun 2007-2008.

Nama robot DU-114 diambil dari singkatan alamat kampus UNIKOM di Bandung (Jl Dipati Ukur No. 114, Bandung). Robot tersebut adalah hasil karya mahasiswa UNIKOM Rudi Hartono di bawah bimbingan Ketua Divisi Robotika UNIKOM Yusrila Yeka Kerlooza.

Tim Robot Indonesia yang terdiri dari Dr Aelina Surya (Purek III sebagai Ketua Tim), Dr Hj Ria Ratna Ariawati (Purek I), Yusrila Y Kerlooza (Ketua Divisi Robotika), Rudi Hartono (mahasiswa), dan Stevanus Akbar Alexander (mahasiswa) merencanakan kembali ke Indonesia pada hari Selasa, 16 Juni 2009, dan diharapkan tiba di Jakarta pada hari Kamis, 18 Juni 2009.


sumber
[code]
http://www.detikinet..com/read/2009/06/16/071450/1148461/398/tim-robot-indonesia-juara-di-san-francis co
[/code]

Komentar:
efek makin banyak dan menjamurnya kompetisi robot di Indonesia bikin makin banyak juga orang cerdas dalam bidang robot, sayangnya, prestasi ini bakal mentok ditempat, mengingat dari segi penelitian sendiri di bidang robot kita kalah telak dari korea, salah satu yang paling terkenal Professor Dr. Jong-Hwan Kim (The "Father of robot soccer"), Robot Intelligent Lab, Korea Advanced Institute of Science and Technology
icancool - 27/08/2011 04:47 PM
#6

Gatotkaca IT Telkom Juara 1 Imagine Cup Indonesia 2011
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia


Gelaran Imagine Cup yang diselenggarakan Microsoft akhirnya membuahkan prestasi bagi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom). Melalui inovasi aplikasi ponsel kesehatan Childhood, Tim Gatotkaca IT Telkom berhasil menjadi wakil Indonesia untuk mengikuti Imagine Cup Internasional 2011 di New York, Amerika Serikat, 8-13 Juli mendatang.

Imagine Cup 2011 di Indonesia diikuti oleh puluhan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Setelah melakukan proses penyaringan, 4 inovasi di antaranya memasuki penjurian tingkat tingkat akhir di FX Plaza Jakarta, Selasa (3/5).

“Tim Gatotkaca bangga bisa mewakili Indonesia di kancah internasional. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk dapat memenangkan babak final di New York, Amerika Serikat,” kata Dody Qori Utama, salah satu anggota tim Gatotkaca sekaligus dosen IT Telkom yang berstatus mahasiswa ITB itu.

Selain Dody, tim Gatotkaca terdiri dari Arganka Yahya, Kania Audrint (Teknik Informatika IT Telkom), dan Anggun Meka Luhur Prasasti (Teknik Telekomunikasi IT Telkom.

Kania Audrint berhasil menyampaikan proyek Childhood dihadapan juri dengan baik. Juri terdiri dari Risman Adnan (Developer and Platform Lead, Microsoft Indonesia), Djarot Subiantoro (Ketua ASPILUKI), dan Martin Hartono (Direktur GDP Ventures). 'Project Childhood' sebagai pemenang, yakni sebuah aplikasi kesehatan yang dirancang untuk memantau nutrisi anak serta menginformasi kondisi kesehatan anak kepada ibu. Childhood pun menuai pujian dari juri.

Sebagai aplikasi pendeteksi malnutrisi, Childhood bisa diaplikasikan pada berbagai sistem operasi smartphone. Lebih optimal lagi jika diaplikasikan pada Windows Phone 7. Pada presentasinya Kania mengatakan,

“Semua smartphone bisa dimanfaatkan untuk aplikasi Childhood. Bahkan bisa pula diaplikasikan pada smartphone buatan Cina,”

Jelasnya, Childhood memanfaatkan kamera 1,3 megapixel yang ada pada ponsel. Karena nantinya kamera ini mengambil gambar sampel saliva dari balita dan kemudian dianalisa.

“Untuk mendeteksi dehidrasi, ibu cukup memotret air liur pada bayinya. Lalu biarkan Childhood menganalisa pola air liur tersebut,” kata Kania.

Menjelang keberangkatan ke New York, Tim Gatotkaca akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya serta mematangkan aplikasinya. Dalam konferensi pers, pihak Microsoft Indonesia berjanji akan mengadakan pertemuan khusus dengan tim Gatotkaca untuk memberikan mentoring. Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Sutanto Hartono menilai proyek Childhood memiliki keunikan yang berbeda.

“Solusi dan inovasi inilah yang akan menjadi peluang bagi Indonesia,” pungkasnya.





Tim Eqlipes IT Telkom Sabet Juara 2 Imagine Cup 2011


Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia


Quote:
Gelaran Imagine Cup yang diselenggarakan Microsoft akhirnya membuahkan prestasi bagi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom). Tak hanya menghasilkan tim Gatotkaca, Tim Eqlipes IT Telkom pun berhasil sabet juara 2 Imagine Cup 2011, dengan proyek inovasi software kesehatan, Corona. Eqlipse terdiri dari empat mahasiswa IT Telkom yakni Rofiqi Setiawan (Teknik Informatika 2007), Gilang Kusuma Jati (Teknik Informatika 2007), Innayah Nurlia Roza (Teknik Telekomunikasi 2007) dan Arif Yunanto (Teknik Informatika 2008).

Corona terdiri dari Corona Dash, Corona Touch dan Corona Hub. Corona merupakan aplikasi yang diaplikasikan pada komputer, smartphone dan internet, untuk mendeteksi kesehatan jantung lebih dini. Sehingga pengguna dapat memonitor kesehatan jantungnya. Tujuannya untuk meminimalisai jumlah serangan jantung pada manusia.
Corona bisa diaplikasikan pada berbagai sistem operasi smartphone. Lebih optimal lagi jika diaplikasikan pada Windows Phone 7. Teknologi lainnya yang digunakan Corona adalah Windows 7, Bing Maps dan produk Microsoft lainnya.
Sebagai juara 2 Eqlipes berhak mendapatkan uang tunai senilai 10 juta rupiah. Sedangkan Tim Gatotkaca berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai 15 juta rupiah.
Untuk Imagine Cup 2011, ada 3 tim yang berhasil masuk di babak final yang berlangsung di FX Jakarta, Selasa (3/5). Yakni Tim Gatotkaca, Eqlipes dan Dreambender.



source :
[CODE]http://www.ittelkom.ac.id/plugins/p3000_berita/printarticle.php?p2_articleid=149[/CODE]
[CODE]http://www.ittelkom.ac.id/index.php?categoryid=44&p2_articleid=27[/CODE]


Komentar: walaupun juara 2 gapapa tahun depan pasti juara 1 o terus berkarya anak indonesia ngacir: ternyata di sabet dua duanya D
samanosuke20 - 27/08/2011 04:52 PM
#7

Prof Dr. Ing BJ Habibie – Pemegang 46 Paten di bidang Aeronautika

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:


Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie lahir tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Anak ke empat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardoyo. Dia hanya satu tahun kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena pada tahun 1955 dia dikirim oleh ibunya belajar di Rheinisch Westfalische Technische Honuchscule, Aschen Jerman.

Setelah menyelesaikan kuliahnya dengan tekun selama lima tahun, B.J. Habibie memperoleh gelar Insinyur Diploma dengan predikat Cum Laude di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara. Pemuda Habibie adalah seorang muslim yang sangat alim yang selalu berpuasa Senin dan Kamis. Kejeniusannya membawanya memperoleh Gelar Doktor Insinyiur di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara dengan predikat Cum Laude tahun 1965.

B.J. Habibie memulai kariernya di Jerman sebagai Kepala Riset dan Pembangunan Analisa Struktur Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg Jerman (1965-1969). Kepala Metode dan Teknologi Divisi Pesawat Terbang Komersial dan Militer MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1969-1973). Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB Gmbh Hambur dan Munchen (1973-1978), penasehat teknologi senior untuk Direktur MBB bidang luar negeri (1978). Pada tahun 1977 dia menyampaikan orasi jabatan guru besarnya tentang konstruksi pesawat terbang di ITB Bandung.

Tergugah untuk melayani pembangunan bangsa, tahun 1974 B.J. Habibie kembali ke tanah air, ketika Presiden Soeharto memintanya untuk kembali. Dia memulai kariernya di tanah air sebagai Penasehat Pemerintah Indonesia pada bidang teknologi tinggi dan teknologi pesawat terbang yang langsung direspon oleh Presiden Republik Indonesia (1974-1978). Pada tahun 1978 dia diangkat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi merangkap sebagai kepala BPPT. Dia memegang jabatan ini selama lima kali berturut-turut dalam kabinet pembangunan hingga tahun 1998.

Pada saat bersamaan, krisis ekonomi melanda kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan hal itu segera berdampak pada krisis politik dan krisis kepercayaan. Kriris berubah menjadi serius dan masyarakat mulai menuntut perubahan dan akhirnya tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Sesuai pasal 8 UUD 1945, pada hari yang sama, sebelum itu, B.J. Habibie diambil sumpah jabatannya sebagai Presiden oleh Ketua Mahkamah Agung RI.

Presiden B.J. Habibie memegang jabatan presiden selama 518 hari dan selama masa itu, dibawah kepemimpinannya Indonesia tidak hanya sukses menyelenggarakan pemilihan umum yang jujur dan adil pertama kali tanggal 7 Juni 1999, tetapi juga sukses membawa perubahan yang signifikan terhadap stabilitas, demokratis dan reformasi.

Prof. B.J. Habibie mempunyai medali dan tanda jasa nasional dan internasional, termasuk ‘Grand Officer De La Legium D’Honour, hadiah tertinggi dari Pemerintah Perancis atas konstribusinya dan pembangunan industri di Indonesia pada tahun 1997; ‘Das Grosskreuz’ medali tertinggi atas konstribusinya dalam hubungan Jerman-Indonesia tahun 1987; ‘Edward Warner Award, pemberian dari Dewan Eksekutif Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tahun 1994; ‘Star of Honour ‘Lagran Cruz de la Orden del Merito Civil dari Raja Spanyol tahun 1987. Dia juga menerima gelar doktor kehormatan dari sejumlah universitas, seperti Institut Teknologi Cranfield, Inggris; Universitas Chungbuk Korea dan beberapa universitas lainnya.

Selama kariernya, dia memegang 47 posisi penting seperti Direktur Presiden IPTN Bandung, Presiden Direktur PT PAL Surabaya, Presiden Direktur PINDAD, Ketua Otorita Pembangunan Kawasan Industri Batam, Kepala Direktur Industri Strategis (BPIS) dan Ketua ICMI. Sampai sekarang, ia masih menjabat sebagai Presiden Forum Islam Internasional dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pengembangan SDM sejak tahun 1977, Penyantun dan Ketua Habibie Centre untuk urusan luar negeri sejak tahun 1999.

Dia juga anggota beberapa institusi non pemerintah internasional seperti Dewan Gerakan Internasional sejak tahun 2002, sebuah LSM yang beranggotakan kurang lebih 40 orang mantan presiden dan Perdana Menteri dari beberapa negara. Dia juga anggota pendiri Perkumpulan Islam Internasional Rabithah ‘Alam Islam sejak tahun 2001 yang bermarkas besar di Mekkah, Saudi Arabia. Dari semua organisasi yang disebutkan sebagian besar telah meminta Habbie menjadi salah satu pendiri Asosiasi Etika Internasional, Politik dan Ilmu Pengetahuan yang telah berdiri pada tanggal 6 Oktober tahun 2003 di Bled Slovenia yang anggotanya terdiri dari negarawan dan ilmuwan dari sejumlah negara.

Aktivitas sebelumnya terlibat dalam proyek perancangan dan desain pesawat terbang seperti Fokker 28, Kendaraan Militer Transall C-130, CN-235, N-250 dan N-2130. Dia juga termasuk perancang dan desainer yang jlimet Helikopter BO-105, Pesawat Tempur, beberapa missil dan proyek satelit. Prof B.J Habibie mempublikasikan 48 karya imiah ilmu pengetahuan dalam bidang Thermo dinamik, Konstruksi, Thermo Instalasi Udara dinamik.



Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto – Peraih Empat Gelar Doktor dan Juga Peraih 31 Paten di Jepang

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

Prestasi membanggakan ditorehkan Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto. Pria kelahiran Surabaya ini berhasil menggondol gelar profesor dan empat doktor dari sejumlah universitas di Jepang. Lebih hebatnya, puncak penghargaan akademis itu dicapainya pada usia 37 tahun.

Penemu konsep pendidikan tinggi “Soetanto Effect” di Negeri Sakura itu beberapa hari ini berkunjung ke Indonesia. Soetanto mendampingi sejumlah koleganya, Dr Kotaro Hirasawa (dekan Graduate School Information Production & System Waseda University) dan Yukio Kato (general manager of Waseda University), menandatangani memorandum of understanding (MoU) antara Waseda University dan President University, Jababeka Education Park, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu lalu.

Waseda University adalah perguruan tinggi swasta terbesar di Jepang. Reputasinya setara dengan universitas negeri semisal Tokyo University, Kyoto University, atau Nagoya University. Mahasiswa yang berguru di Waseda University 51.499 orang. Di anatar jumlah itu, 1.234 orang berasal dari luar Jepang.

Waseda University telah menganugerahkan 81 gelar kehormatan bagi pemimpin negara, mulai mantan PM India Jawaharlal Nehru (1957) hingga mantan PM Singapura Lee Kuan Yew (2003). Dari Indonesia, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita juga pernah belajar di sini.

President University adalah institusi perguruan tinggi berbasis kurikulum bertaraf internasional yang berlokasi di tengah-tengah sekitar 1.040 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Selain putra berbaik dari Indonesia, para mahasiswa President University berasal dari China dan Vietnam.

Kehadiran Soetanto tak begitu menyita perhatian publik. Maklum, wakil dekan Waseda University tersebut hanya “sebentar” memberikan ceramah populernya di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas academica President University. Dia tak sempat berbagi keilmuan dengan sesama akademisi seperti UI, UGM, ITB, dan Unair. Sebuah kesempatan yang agak disesalkan bagi orang dengan kemampuan akademik sekaliber Soetanto.

Prestasi akademik Soetanto bisa dibilang di atas rata-rata. Misalnya, pada 1988-1993, dia tercatat sebagai direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) merangkap associate professor di Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, AS.

Dia juga pernah tercatat sebagai profesor di Biomedical Engineering, Program University of Yokohama (TUY). Selain itu, pria kelahiran 1951 tersebut saat ini masih terdaftar sebagai prosefor di almameternya, School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University, serta profesor tamu di Venice International University, Italia.

Otak arek Suroboyo itu memang brilian. Dia berhasil menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Hal tersebut terungkap dari empat gelar doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang applied electronic engineering di Tokyo Institute of Technology, medical science dari Tohoku University, dan pharmacy science di Science University of Tokyo. Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar, Waseda University.

“Saya sungguh menikmati pekerjaan sebagai akademisi,” kata Soetanto di sela kesibukannya menyaksikan MoU Waseda University dan President University.

Selain itu, dia ikut membidani konsep masa depan Jepang dengan terlibat di Japanese Government 21st Century Vision. “Pada jabatan tersebut, saya berpartisipasi langsung menyusun GBHN (kebijakan makro)-nya Jepang,” ungkap Soetanto yang masih fasih berbahasa Indonesia dan Jawa itu. Buah pemikiran Soetanto terkenal lewat konsep pendidikan “Soetanto Effect” dan 31 paten internasional yang tercatat resmi di pemerintah Jepang.

Inovasi yang dipatenkan itu mayoritas berlatar bidang keilmuannya, mulai elektronika engineering, teknologi informasi, penemuan pengobatan kanker, dan teknik imaging serta bidang farmasi.



Komentar:
Salut banget deh.. moga2 ntar aku bisa mengikuti jejak para professor ini...
amin... DDD

[code]
http://eforum3.cari.com.my/viewthread.php?action=printable&tid=433163
[/code]
samanosuke20 - 27/08/2011 04:56 PM
#8

March Boedihardjo, mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU) (9 tahun).

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). Pihak universitas harus berdiskusi antardepartemen dan juga dengan orangtuanya, sebelum memutuskan menerima bocah sembilan tahun itu menempuh pendidikan di sana. ’’Hasil tes tulis dan wawancara sangat baik,’’ jelas Presiden HKBU Profesor Franklin Luk saat jumpa pers bersama March. March akan memulai kuliah bulan depan bersama rekan-rekan yang usianya rata-rata sepuluh tahun lebih tua darinya. Bila lulus nanti, March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika.

Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun. ”Dengan niat mengembangkan kepintaran akademik, pertumbuhan personal, dan kehidupan kampus, kami menyusun peta pembelajaran yang terbaik untuk March. Cara ini bisa mendorong March untuk memperkaya kemampuan,” sambung Luk.

Ayah March, Tony Boedihardjo, menjelaskan, sebenarnya mereka sudah melamar ke beberapa universitas lain di Hong Kong. Di antaranya Universitas of Hong Kong, Hong Kong University of Science and Technology, dan Chinese University of Hong Kong. ”Namun, universitas-universitas itu belum memberikan jawaban,” kata Boedihardjo.

Selama jumpa pers, bocah cerdas itu tidak lepas dari perilaku kanak-kanaknya. Beberapa kali dia bergurau dengan membuat tampang lucu dan bermain-main dengan mikrofon.

Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.

March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu.

Untuk menentukan kelulusan, dia harus menempuh ujian akhir A-level (advanced level). Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.

Tidak cukup di situ. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.


Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. "Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?" "Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia," katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia. Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.


sumber
[code]
http://eforum3.cari.com.my/viewthread.php?action=printable&tid=433163
[/code]

Komentar:
Masih muda, spirit masih semangat, semoga bisa menyusul jejak sesepuh2 mereka sebelumnya... juga bakal menjadi semangat utk kita generasi muda.. \)
icancool - 27/08/2011 04:57 PM
#9

salut bang tapi coba salutnya indonesia bisa mengahargai seorang pak profesor B.J habibie D
orang paling baik bahkan dia mau mengangkat anak anak yang pintar untuk di asuh dan di sekolahkan di jerman o
sendainya banyak ilmuwan kaya pak habibie hidup di indonesia o
samanosuke20 - 27/08/2011 05:04 PM
#10

Quote:
Original Posted By icancool
salut bang tapi coba salutnya indonesia bisa mengahargai seorang pak profesor B.J habibie D
orang paling baik bahkan dia mau mengangkat anak anak yang pintar untuk di asuh dan di sekolahkan di jerman o
sendainya banyak ilmuwan kaya pak habibie hidup di indonesia o


iya, sayangnya dari departemen pendidikan sendiri gak ada usaha utk mengakomodasi orang2 yang berprestasi ini, semisalnya penelitian ataupun sponsor utk publish karya2 dan jurnal2 ilmiah...

kemudahan2 juga seharusnya diusahakan utk para calon2 generasi muda yang jenius, dari yang simple aja apresiasinya, sperti gak perlu ikut UAN, beasiswa ke univ terkemuka indonesia, dll..

dengan bentuk apresiasi tersebut, bakal memotivasi siswa2 lain utk berprestasi...

pemerintah harus bisa menciptakan lahan dan tempat utk mereka bereksperimen dan mengembangkan talentanya, kalau ingin bangsa Indonesia mengejar ketertinggalannya, jangan cuma fokus ke sektor yang nyaman bagi negara saja, semisal kedokteran, politik ataupun ekonomi... \)

sayangnya, yang tereksploitasi dan betul2 dimanfaatkan cuma prof. habibie aja.. padahal masih banyak prof2 lainnya .. nohope:
samanosuke20 - 27/08/2011 05:10 PM
#11

sumber
[code]
http://www.detikinet.com/read/2007/11/06/121259/849018/398/mahasiswa-indonesia-juarai-kompetisi-codin g
[/code]


Mahasiswa Indonesia Juarai Kompetisi Coding Dunia
TopCoder Collegiate Challenge 2007


Quote:

Orlando, AS - Bangsa Indonesia boleh bangga. Berkali-kali unjuk gigi di ajang kompetisi coding dunia, kini giliran Junius Albertho, mahasiswa Universitas Sumatera Utara jurusan Ilmu Komputer yang berjaya. Junius memenangkan salah satu komponen dalam ajang tarung memperebutkan supremasi tertinggi dalam bidang programming dan design tingkat mahasiswa seantero jagad, TopCoder Collegiate Challenge 2007. Untuk tahun ini yang berakhir 3 November 2007, perhelatan tersebut digelar di Disney World, Orlando, Amerika Serikat dan di sponsori oleh Lilly, Deutsche Bank serta NSA. Junius yang menggunakan nama sandi 'abedavera' memenangkan kompetisi TopCoder Studio Design Champion dengan membawa uang sebesar US$ 15.000 atau sekitar Rp 137.610.000 (1 US$ 9.174, sumber detik.com).

Junuis mengungguli para lawannya dalam kompetisi web kreatif serta desain grafis. Putra bangsa lain juga dalam kompetisi Studio Design termasuk Arif Widianto alias 'oton' dari Universitas terbuka, yang juga merupakan runner up TopCoder open 2007 di Las Vegas. Sementara komponen pertandingan lain seperti Marathon Match dan Algorithm Competition tidak diikuti finalis asal Indonesia. Di tahun ini, terdapat 5 komponen pertandingan. Selain Junius yang menang dalam kompetisi TopCoder Studio Design, dalam TopCoder Algorithm Competition dimenangkan oleh Tetr Mitrichev dari Moscow State University, Software Component Design diungguli oleh Nikolay Archak dari New York University, Software Component Development dimenangkan oleh Ninghai Huang dari Jiangsu Haimen - Cina serta Marathon Match diungguli oleh Michael Skinner asal University of Washington - Amerika Serikat. "Atas nama Lilly, Deutsche Bank, NSA, dan seluruh komunitas TopCoder yang lebih dari 128.000 member, kami ingin mengucapkan selamat kepada seluruh finalis untuk kehebatannya di TopCoder Collegiate Challenge tahun ini," ujar Rob Hughes, president dan COO TopCoder seperti dikutip detikINET dari EarthTimes, Selasa (6/11/2007).


Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Komentar:
Akhirnya nemu juga berita yang coding.. thumbup: banyak prestasi di bidang IT dan komputer lainnya, sayang industri IT di indonesia cuma sekedar distributor, bkn yang memproduksi.. hammer:
icancool - 27/08/2011 05:19 PM
#12

Quote:
Original Posted By samanosuke20
iya, sayangnya dari departemen pendidikan sendiri gak ada usaha utk mengakomodasi orang2 yang berprestasi ini, semisalnya penelitian ataupun sponsor utk publish karya2 dan jurnal2 ilmiah...

kemudahan2 juga seharusnya diusahakan utk para calon2 generasi muda yang jenius, dari yang simple aja apresiasinya, sperti gak perlu ikut UAN, beasiswa ke univ terkemuka indonesia, dll..

dengan bentuk apresiasi tersebut, bakal memotivasi siswa2 lain utk berprestasi...

pemerintah harus bisa menciptakan lahan dan tempat utk mereka bereksperimen dan mengembangkan talentanya, kalau ingin bangsa Indonesia mengejar ketertinggalannya, jangan cuma fokus ke sektor yang nyaman bagi negara saja, semisal kedokteran, politik ataupun ekonomi... \)

sayangnya, yang tereksploitasi dan betul2 dimanfaatkan cuma prof. habibie aja.. padahal masih banyak prof2 lainnya .. nohope:


lah kan sekarang dah ada bang beasiswa masuk ke PTN tanpa ujian belon taukah?
sekarang tuh dah ada namanya undangan jadi siswa yang berprestasi dari dia masuk sma kelas 1 maksudnya dia bakalan dapat tuh undangan
jadi kalo nih anak masuk dalam 10 besar terus dari kelas satu ampe dia tamat dia dapat undangan itu tapi belum tentu bakal masuk ke PTN itu karna saingannya yang seluruh indonesia o
tapi namanya indonesia permainan pasti ada dimana mana bukannya negative thinking tapi di sekolah di daerah ku rapot aja bisa dicuci nilainya o

kalo masalah eksprimen inovasi dan lain lain indonesia gak kayak negara luar seperti jepang jerman dan lain lain yang mau membiayai mahasiswanya untuk bereksperimen malu: bahkan semua biaya jika menarik universitas yang menanggungnya D sedangkan indonesia? yang kreatif yang dibuang ngakaks
icancool - 27/08/2011 05:22 PM
#13

Tim Homeless Indonesia Terus Lanjutkan Prestasi

PARIS, KOMPAS.com — Tim street soccer Indonesia berhasil lolos ke babak yang paling bergengsi, yakni Homeless World Cup Trophy, setelah menempati posisi kedua Grup D pada babak secondary stage Homeless World Cup 2011 di Paris.

Mereka berhak menempati posisi kedua setelah mengumpulkan 9 poin dari lima kali pertandingan. Indonesia hanya kalah satu poin dari Ukraina yang menempati posisi puncak.

Sebenarnya, Indonesia punya peluang untuk menjadi juara grup. Setelah sebelumnya memermak tim Belanda dengan skor 7-4, Indonesia kembali berhasil memetik kemenangan saat menghadapi sang mantan juara, Italia, dengan skor 4-3, Jumat (26/8/2011).

Sayang pada pertandingan terakhir, saat menghadapi Ukraina, Indonesia kalah 5-7. Kekalahan ini pun membuat Indonesia harus rela posisinya direbut oleh Ukraina.

Meski demikian, hasil ini tetap pencapaian yang luar biasa bagi Indonesia. Maklum, ini merupakan debut pertama mereka pada ajang Homeless World Cup. Nantinya, pada babak Homeless World Cup Trophy, Indonesia akan tergabung dengan Nigeria, Cile, Kenya, Meksiko, Brasil, Skotlandia, Perancis, Yunani, Palestina, Argentina, Swiss, Namibia, Kirgistan, dan Slovenia.

Dalam ajang ini, perserta memperebutkan enam trofi, yakni Homeless World Cup Trophy, Dignitary Cup, City Cup, Host Cup, Community Cup, dan INSP Networking Trophy.

Tim yang berada pada posisi pertama dan kedua di empat grup seksi pertama berhak masuk ke turnamen paling bergengsi, yakni Homeless World Cup Trophy. Kemudian, Dignitary Cup akan diperebutkan tim posisi ketiga dan keempat di empat grup seksi pertama. Posisi kelima dan keenam di empat grup seksi pertama akan memperebutkan City Cup.

Sementara itu, tim yang duduk di peringkat pertama dan kedua di empat grup seksi kedua akan bersaing memperebutkan Host Cup. Adapun Community Cup akan diperebutkan tim peringkat ketiga dan keempat di empat grup seksi kedua. Trofi terakhir adalah INSP Networking Trophy, diperebutkan tim peringkat kelima dan keenam di empat grup seksi dua.

Homeless World Cup merupakan kompetisi street soccer yang diikuti tim dari berbagai negara dengan membawa isu masing-masing. Indonesia yang diwakili oleh Tim Sepak Bola Rumah Cemara membawa permasalahan HIV sebagai isu mereka dengan empat pemain posisif terkena HIV.

Rumah Cemara adalah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam perlindungan penderita HIV-AIDS di Indonesia. Ini merupakan keikutsertaan pertama Indonesia dalam ajang tersebut setelah tahun lalu gagal berangkat ke Brasil gara-gara tidak ada pendanaan. (HWC)
source
[CODE]http://bola.kompas.com/read/2011/08/27/01230095/Tim.Homeless.Indonesia.Terus.Lanjutkan.Prestasi [/CODE]

komentar : wow street soccer matabelo: gw kira ga ada yang bisa dibanggain di bola indonesia ngakak
samanosuke20 - 27/08/2011 05:24 PM
#14

Indonesia Raih Medali Olimpiade Informatika Internasional
21st International Olympic in Informatics (IOI), Plovdiv, Bulgaria, 8-14 Agustus 2009

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

London (ANTARA News) - Angelina Venni Johanna, siswi SMAK 1 BPK Penabur Jakarta dan Reinardus Surya Pradhitya, dari SMA Kolese Kanisius Jakarta berhasil meraih medali perak pada the "21st International Olympic in Informatics (IOI) " yang diadakan di kota Plovdiv, Bulgaria, dari 8 hingga 14 Agustus.

Sementara itu, Risan, siswa SMAN 1 Tangerang, meraih medali perunggu, ujar Sekretaris Tiga Pensosbud KBRI Sofia, Bulgaria Aditya Timoranto dalam keterangan kepada koresponden Antara London, Minggu.

Aditya Timoranto mengatakan Olimpiade informatika internasional untuk tingkat SMA yang diikuti 315 siswa dari 83 negara dan disebut sebagai olimpiade informatika internasional terbesar hingga saat ini.

Tim Indonesia pada olimpiade terdiri atas Venni, Adit, Risan dan Christianto Handojo siswa SMA Kolese Kanisius Jakarta didampingi Ir. Suryana Setiawan, dua staf pengajar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan Ir. Nur Rokhman dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada.

Menurut Ir. Nur Rokhman, perolehan medali kali ini setidaknya melebihi perkiraan sebelumnya karena diperkirakan hanya satu medali perak yang dapat diraih. Tim IOI Indonesia sebelumnya berjuang setelah melalui dua ujian 10 dan 12 Agustus lalu.

Tim IOI Indonesia kali ini belum berhasil meraih medali emas sebagaimana pada IOI ke-20 di Mubarok City dekat Cairo, Mesir, Agustus lalu ketika Tim IOI Indonesia memperoleh satu medali emas dan tiga perunggu.

Namun hal yang menggembirakan adalah Risan menunjukkan peningkatan setelah sebelumnya memperoleh medali perunggu pada IOI ke-20. Bahkan bagi Venni yang juga meraih perak, IOI ini merupakan yang pertama kali baginya.

Sementara itu Dubes RI untuk Sopia, Immanuel Robert Inkiriwang, menyelenggarakan jamuan makan malam dan ramah tamah bagi Tim IOI Indonesia di Wisma Duta bersama Home Staff KBRI.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan partisipasi Tim IOI Indonesia merupakan kebanggaan bagi Indonesia , karena mereka turut membantu upaya pemerintah meningkatkan citra Indonesia sebagai duta bangsa dalam kompetisi tersebut.


sumber
[code]
http://www.antaranews.com/berita/1250390483/indonesia-raih-medali-olimpiade-informatika-internasional
[/code]

Mahasiswa UI Juara Scientific Research Competition
Pasific Dental Student Association, di Penang, Malaysia. 17-21 Agustus 2009

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Prestasi Mahasiswa Indonesia di pentas Internasional terus membanggakan. Kali ini tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI) meraih juara pertama pada Scientific Research Competition yang diselenggarakan oleh Pasific Dental Student Association, di Penang, Malaysia.

Mahasiswa peneliti dari UI yang terdiri dari Rahmat Hidayat, Shandy Sastra, dan Theodorus, ketiganya mahasiswa angkatan 2005, menyisihkan peneliti Malaysia dan Korea setelah mempresentasikan penelitian berjudul Effect of Xylitol on Candida albicans Growth and Its Resistance in Serum (In Vitro Study).

Kompetisi bergengsi yang berlangsung dari tanggal 17-21 Agustus 2009 ini diikuti oleh 14 tim dari berbagai fakultas kedokteran gigi di Asia Pasifik seperti Indonesia, Malaysia, Korea, Kamboja, dan perwakilan European Association of Dental Student oleh Yunani.

Kompetisi berlangsung setiap tahun dan merupakan sebuah kegiatan yang diprakarsai oleh APDSA, sebuah Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Gigi se-Asia Pasifik yang memiliki 11 negara anggota yang terdiri dari 38 universitas.

Pada tahun ini, selain Universitas Indonesia, terdapat lima universitas lainnya asal Indonesia yang ikut serta yakni: UGM, UNPAD, UNAIR, Universitas Moestopo, dan Universitas Trisakti

[code]
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=2&ved=0CBsQFjAB&url=http%3A%2F%2Fwww.dikti.go.id%2Find ex.php%3Foption%3Dcom_content%26view%3Darticle%26id%3D683%3Amahasiswa-ui-juara-scientific-research-co mpetition%26catid%3D143%3Aberita-harian&rct=j&q=Indonesia-Juara-Scientific-Research-Competition&ei=9b ZYTt6UAsHKrAexhOGeCw&usg=AFQjCNEJc60GG8PPLDTqmJjwwkf1dZU_NQ&sig2=HBWqTpCKYg8_wUKyGYA_4g&cad=rja
[/code]

Komentar:
Aku harap bangganya rakyat Indonesia, sama juga dengan bangganya pemerintah kepada generasi muda ini... \)
samanosuke20 - 27/08/2011 06:02 PM
#15

Quote:
Original Posted By icancool
lah kan sekarang dah ada bang beasiswa masuk ke PTN tanpa ujian belon taukah?
sekarang tuh dah ada namanya undangan jadi siswa yang berprestasi dari dia masuk sma kelas 1 maksudnya dia bakalan dapat tuh undangan
jadi kalo nih anak masuk dalam 10 besar terus dari kelas satu ampe dia tamat dia dapat undangan itu tapi belum tentu bakal masuk ke PTN itu karna saingannya yang seluruh indonesia o
tapi namanya indonesia permainan pasti ada dimana mana bukannya negative thinking tapi di sekolah di daerah ku rapot aja bisa dicuci nilainya o

kalo masalah eksprimen inovasi dan lain lain indonesia gak kayak negara luar seperti jepang jerman dan lain lain yang mau membiayai mahasiswanya untuk bereksperimen malu: bahkan semua biaya jika menarik universitas yang menanggungnya D sedangkan indonesia? yang kreatif yang dibuang ngakaks


sistemnya sama dengan PMDK dulu kan...
sebenarnya utk sistem2 gtu setauku sih banyak, ada juga kemitraan, ada juga yang wakil daerah...

cm tadi yang kumaksudkan fokus ke siswa2 yang udah berprestasi di level internasional, jadi lsg ditawarkan gtu ke mereka, bkn melaluin seleksi lagi, yang seleksi2 gtu kan kadang2 oknum birokrasi bisa bermain..

eniwei, beberapa jurusan udah banyak yang menornalisasikan penerimaannya khusus dari SMPTN aja, dan patokannya memang udah jadi komersialisasi..

yang eksperimen juga sungguh disayangkan...
patokan jurnal ataupun penelitian utk jadi professor kadang2 masih dalam tataran lokal aja.. bahkan univ sendiri kurang inisiatif utk mempush mahasiswanya ngepublish ke internasional.. hal itu bisa dilihat dari jumlah conference yang diadakan di Indonesia yang sangat sedikit.. padahal dengan itu semua, peringkat univ2 di Indonesia bisa naek lo di dunia.. \)
kunchan - 27/08/2011 09:24 PM
#16

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Uploaded with ImageShack.us
Quote:
KOMPAS.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mempertahankan gelarnya sebagai perancang mobil paling irit dalam Shell Eco-Marathon (SEM) 2011 yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 7-9 Juli 2011.

Pada kategori Urban Concept, mobil "Sapu Angin 4" rancangan mahasiswa ITS berhasil mengumpulkan nilai efisiensi 150 kmpl (kilometer per liter). Hasil ini mengalahkan tujuh tim lainnya yang bersaing di kelas Urban Concept.

Tim ITS juga meraih posisi ketiga untuk kategori ini dengan menempatkan mobil "Sapu Angin 3", setelah meraih nilai efisiensi 113 kmpl. Untuk kategori mobil irit ini, ITS adalah juara bertahan. Tahun lalu, "Sapu Angin 2" keluar sebagai juara.

Kemenangan ITS semakin lengkap setelah ditetapkan sebagai juara dalam kelas alternative-diesel fuel urban concept, karena menggunakan bahan bakar FAME (Fatty Acid Methyl Ester) atau biodiesel.

"Kami menggunakan bahan bakar biodiesel karena ramah lingkungan," kata Rektor ITS Triyogi Yuwono.

Pada kompetisi tahun ini, ITS menurunkan tiga mobil rancangan para mahasiswanya yaitu "Sapu Angin 3", "Sapu Angin 4", dan "Sapu Angin 5". Sapu Angin 3 bermesin diesel 200 cc, sedangkan Sapu Angin 4 menggunakan mesin 100 cc, dan Sapu Angin 5 bermesin 90 cc empat langkah buatan mahasiswa ITS dengan nama Paijo Experiment (PEX) 90.

Sapu Angin 5 yang turun di kelas prototype berhasil mencatatkan hasil sebesar 353 km per liter bensin. Rancangan ini berada di urutan 8 Asia dan nomor 1 Indonesia untuk kelas prototype berbahan bakar bensin.

Yang diunggulkan dari kendaraan yang dirancang ITS ini adalah inovasi teknologi. Misalnya, Sapu Angin 5 mesinnya menggunakan Paijo Experiment dan sistem kontrolnya menggunakan sistem kontrol buatan sendiri dengan nama IQUTECH-E (dibaca dalam bahasa Jawa "iki utekke" yang artinya "ini otaknya"). Sementara itu, Sapu Angin 3 menjadi satu-satunya peserta di kelas urban yang menggunakan diesel dengan bahan bakar alternatif ramah lingkungan yaitu biodiesel.

SEM Asia adalah ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi, imajinasi, dan kreativitas dalam menciptakan teknologi kendaraan masa depan yang dapat menempuh jarak terjauh, hemat energi, dan ramah lingkungan.


sumber : Selamat.ITS.Juara.Mobil.Irit.se-Asia


komentar : belum tau mau komentar apa .. IPK anak bangsa tidak kalah hebat dari negara lain, tapi bagaimana di negeri sendiri untuk menghargai mereka yang berprestasi think:
Nikoinnova - 27/08/2011 10:40 PM
#17

Siswa Indonesia Juara Desain di Turki

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com — Demam bersepeda di Tanah Air akhir-akhir ini seperti memberikan ilham bagi Yusman Ahmad Nur (15) dan Anisa Naziha (15) untuk berprestasi di kancah internasional. Lewat karya inovatif berjudul "Environmental Cycle", kedua siswa SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy), Jawa Timur, itu memenangkan medali emas untuk kategori High School (SMA) pada kompetisi desain bergengsi internasional, yaitu "Dreamline 7th International Design Olympiad 2011", 9-10 April, di Ankara, Turki.

Lewat karya inovatifnya itu, Yusman dan Anisa berhasil menyingkirkan 6.150 peserta lain dari 43 negara. Environmental cycle adalah inovasi mereka berdua dalam memanfaatkan energi potensial pegas yang dapat menghemat tenaga pengendara sepeda hingga 680 persen, atau hampir tujuh kali lebih hemat tenaga. Bila menggunakan sepeda biasa, seorang pengendara sepeda harus mengayuh hingga 160 kali untuk menempuh jarak 1 kilometer. Namun dengan environmental cycle ini, ia cukup mengayuh 23 kali saja.

"Ide ini berawal dari kekhawatiran kami akan semakin minimnya sumber mineral yang dikarenakan oleh tingginya penggunaan kendaraan bermotor."

Tingkat polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor juga semakin tinggi. Salah satu solusi atas permasalahan ini sesungguhnya adalah dengan mengajak masyarakat luas untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi harian," kata Yusman dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (14/4/2011).

"Namun sering kali kami mendengar keluhan bahwa mengendarai sepeda terlalu melelahkan. Dari permasalahan inilah kami mendapatkan ide untuk menciptakan sepeda yang dapat meringankan upaya penggunanya melalui efisiensi kayuhan," tambahnya.

Dengan keterbatasan dana, Yusman dan Anisa, yang masih duduk di tingkat 10 (kelas 1) ini, memanfaatkan berbagai barang bekas di sekitar sekolah untuk membangun prototipe sepeda impian mereka itu. Prototipe sepeda dibuatnya dari mesin fotokopi bekas, mesin sepeda motor bekas, serta pegas tua dari sebuah toko barang loak.

Kini, berkat kemenangan itu, Yusman dan Anisa meraih hadiah uang sejumlah 3.500 lira atau senilai kurang lebih Rp 20 juta. Keduanya berencana menggunakan dana tersebut untuk membiayai penelitian-penelitian mereka berikutnya. Mereka juga berencana memperoleh hak paten atas hasil karya mereka ini.

"Keberhasilan dari Yusman dan Anisa ini membuktikan bahwa sesungguhnya anak-anak Indonesia memiliki potensi dan talenta yang besar serta kecerdasan yang tinggi. Yang dibutuhkan hanyalah akses terhadap pendidikan yang berkualitas agar dapat bersaing di kancah global," kata Nenny Soemawinata selaku Managing Director Putera Sampoerna Foundation yang membidani kelahiran SMAN 10 Sampoerna Academy.

Adapun Yusman dan Anisa adalah dua siswa yang memiliki prestasi akademik gemilang meskipun berasal dari keluarga prasejahtera. Keduanya, seperti halnya 300 siswa berprestasi lainnya, kini bersekolah di SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy).


Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/14/19103193/Siswa.Indonesia.Juara.Desain.di.Turki

Komentar: Benar2 kreatif mereka, dari barang2 bekas mereka bisa membuat sepeda yang menurut ane sangat inovatif
Padahal mereka baru kelas X :2thumbup
gareszt_encrew - 27/08/2011 11:16 PM
#18
Prestasi Mahasiswa dalam International Mathematic Competition 2011
Hari ini tim mahasiswa Indonesia yang mengikuti International Mathematic Competition (IMC) for Student di Bulgaria 2011 telah kembali ke tanah air. Mereka adalah Yosafat Eka Prasetya dari ITB, Ahmad Agung dari IT Telkom, Satria Stanza dari ITS, Made Tantrawan dari UGM, serta Raja Oktovin dari UI dan Rizky Reza dari UI.

Seperti tahun lalu, kompetisi tahun ini diselenggarakan oleh University College London dan American University di Bulgaria, Blagoevgrad yang berlangsung dari 28 Juli s.d. 3 Agustus diikuti oleh 304 peserta dari 71 Tim/Negara. Setiap negara atau perguruan tinggi yang berpartisipasi diundang untuk mengirimkan beberapa mahasiswa dan satu pembimbing. Kompetisi terdiri atas 2 Sesi masing-masing 5 Jam. Bidang yang dikompetisikan adalah Aljabar, Analisis (Real dan Kompleks), Geometri dan Kombinatorik dengan pengantar bahasa Inggris.

Adapun prestasi kali ini adalah 1 (satu) Perak dan 5 (lima ) Perunggu selain 1 (satu) Honourable Mention. Lebih lengkap sebagai berikut:

Perak diraih oleh Raja Oktovin Parhasian Damanik, Universitas Indonesia.

Perunggu oleh Ahmad Agung Ahkam Institut Teknologi Telkom, Yosafat Eka Prasetya Pangalela Institut Teknologi Bandung, Made Tantrawan Universitas Gadjah Mada, Rudi Adha Prihandoko Institut Teknologi Bandung, Satria Stanza Pramayoga Institut Teknologi Sepuluh Nopember serta Hon Mention untuk Rizky Reza Fauzi Universitas Indonesia. Sedangkan prestasi Team, Indonesia menduduki urutan 34 dari 71 partisipan. Selamat. (wws)

source : http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2336:imc-2011&catid=68:berita-pen gumuman&Itemid=160
arfanmug - 28/08/2011 01:00 AM
#19

Gan, punya instalasi pengolahan biogas tapi bahan baku kotoran manusia? Kalo ada ane minta gan. Berikut ukuran, model, kapasitas, dan semua perangkat2na. Maap kalo salah kamar gan...
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
kunchan - 28/08/2011 03:25 PM
#20

BANGKOK--MICOM: Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) kembali mempertahankan tradisi meraih medali emas di pentas bergengsi Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-42 di Bangkok, Thailand pada 10-18 Juli lalu.

Perwakilan TOFI terdiri dari Erwin Wibowo, siswa SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Banten meraih medali emas.

Sedangkan medali perak diraih Kevin Ardian Fauzie, siswa SMA Santa Maria Pekanbaru, Riau.

Sementara medali perunggu masing-masing diraih Farhan Nur Kholid dan Luqman Fathurochim. Keduanya adalah siswa SMA Sragen Bilingual Boarding School Jawa Tengah, serta Imam Agung Raharja, siswa SMA Pribadi Depok, Jawa Barat.

Kelima peserta ini telah berkompetisi secara individual dengan total peserta 393 dari 84 negara. Anak-anak SMA dari seluruh dunia telah menjalani tes teori selama lima jam pada Selasa 12 Juli dan lima jam pada Kamis 14 Juli untuk tes praktikum.

Kombinasi antara tingkat kesulitan soal dan tingkat kompetensi siswa peserta tahun ini cukup baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata peserta adalah 25,48 (dari maksimum nilai 50). Meskipun batas terbawah dari nilai peserta peraih perunggu adalah 24,62 dan ini berarti di bawah nilai rata-rata, kelima peserta Indonesia nilainya di atas rata-rata semua.

"Pola pembinaan yang kita lakukan memang lebih singkat sekitar tiga bulan namun tradisi emas berhasil kita pertahankan setiap tahun," kata Kepala Seksi Peserta Didik, Kemendiknas, Suharlan.

Saat ditanya terjadinya penurunan prestasi setelah TOFI tidak lagi ditangani Prof Yohanes Surya, Totok mengungkapkan pakar fisika tersebut memang tidak termasuk tim TOFI mulai 2011.

Ia mengakui prestasi TOFI bervariasi. Beberapa tahun lalu berhasil meraih empat medali emas dan satu medali emas.

"Jadi belum ada tolok ukur yang pas kalau mengatakan tidak adanya lagi beliau, prestasi TOFI menurun, karena beberapa tahun lalu di bawah beliau kita pernah meraih empat emas dan pernah juga satu emas.Tetapi intinya tradisi emas berhasil kita pertahankan, " tukasnya.


sumber : Olimpiade fisika
Page 1 of 8 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia