EDUCATION
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
Total Views: 13353 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 

kunchan - 24/09/2011 06:26 PM
#41

berita dari saudara kita nan jauh disana malu:
gpp ya o

Quote:
Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk

Liputan6.com, Sampang: Gubuk itu sederhana dan berlantai tanah di tengah tegalan di Dusun Dualas, Pangongseyan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Tidak akan ada yang menyangka jika gubuk itu dihuni seorang siswi yang baru-baru ini keluar sebagai juara nasional bidang astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara.
Kemiskinan agaknya membuat Siti Fatima terpacu untuk belajar dengan rajin. Kegigihannya tidak hanya dalam belajar. Untuk berangkat ke sekolah yang jauhnya delapan kilometer, siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Sampang ini harus berjalan kaki satu kilometer dari rumahnya karena tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu baru diantar pamannya ke jalan raya untuk selanjutnya naik angkutan ke sekolah.
Sayang, prestasi yang diraihnya di tingkat nasional dan regional di bidang astronomi kurang mendapatkan perhatian banyak kalangan. Siti Fatima hanya berharap bisa masuk Institut Teknologi Bandung jika nanti lulus dari SMA. Semoga saja, Siti yang sudah yatim dan memiliki ibu sebagai penjual ikan keliling itu bisa mengharumkan bangsa di masa depan.(ADO)


-----
semoga sukses masuk ITB D/
dan sayang kurang perhatian dari sekitar khususnya media ngacir:
Josephnaga - 26/09/2011 10:07 PM
#42
Para Jenius dari Indonesia
Para Jenius dari Indonesia...

1. March Boedihardjo

HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU).

March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika.
Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007).

Ketika ditanya tentang cara Beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.
March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu.
Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.
Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.

2. Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano (Photonya yang Tengah)

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi Asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. "Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?" "Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia," katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki Ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.

3. Muhammad Arief Budiman : MERAH-PUTIH DI SAINT LOUIS

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat...

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu Perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah "dagadu"—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat.

anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.

Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa "membeli" kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, "Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia," ujarnya.

4. Prof Dr. Khoirul Anwar : TERINSPIRASI KISAH FIRAUN
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang.

Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya.
Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia memujinya.
Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada Bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.”

Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.

5. Dr Warsito P. Taruno : AKU PULANG, AKU BERJUANG, AKU MENANG

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology.
Belasan tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air.

Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.

Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.
Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.

ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari Baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).


Dan masih banyak lagi....
Silahkan lihat dari sumbernya...
http://eforum3.cari.com.my/viewthrea...ble&tid=433163
http://fachri13.blogspot.com/2007/08...indonesia.html


MOGA BERMANFAAT YAH... KL BISA :rate5:rate5:rate5
wawar05 - 29/09/2011 03:31 AM
#43
ITS juara tiga "chem-e car" di Jerman
Surabaya (ANTARA News) - Tim "Spektronics-3" ITS Surabaya yang membawa mobil berbahan bakar pemutih pakaian meraih juara umum ketiga dalam Chemical Engineering Car Competition (Chem-E Car) 2011 di Jerman, 26-28 September.

"Tim ITS (Spe-K Tronics) berhasil menorehkan nama harum Indonesia dalam ajang kompetisi Chem-E Car di Eropa yang kali ini diselenggarakan di Berlin," kata Dosen Pembimbing Tim Spectronics-3, Hamzah Fansuri PhD, kepada ANTARA melalui surat elektronik dari Berlin, Rabu.

Dalam kompetisi bersamaan dengan 8th European Congress of Chemical Engineering yang diselenggarakan European Federation of Chemical Engineering itu, katanya, tim ITS mampu menggeser universitas ternama di Jerman yang gagal masuk "lima besar" yakni TU Berlin, RW TH Aachen, TU Dresden, dan TU Clausthal.

"Tim ITS menjadi juara ketiga setelah TU Dortmund dan Uni Bremen. Tim ITS kalah dalam presentasi dan ketidakmengertian kebiasaan saintis Jerman," katanya.

Kepala Laboratorium Studi Energi ITS Surabaya itu menjelaskan nilai `race` (lomba) ITS mencapai 16 atau lebih tinggi dibandingkan dengan nilai `race` Uni Bremen yang hanya 14, tapi nilai presentasi ITS hanya 19, sedangkan nilai presentasi Uni Bremen 23.

Ia mengatakan ITS mendapat juara umum ketiga dan berhak atas sertifikat serta cek senilai 500 Euro.

Tim ITS terdiri dari Hardiyanto Dwi Putra Wijaya, Arditya Wicaktama, Muhammad Averous Ali Al Abid, Muhammad Fauzi, dan Otta Richard Bena Pinem. Mereka didampingi tiga dosen pembimbing yakni Prof Dr Renanto Handogo, Dr Hamzah Fansuri, dan Prof Tri Widjaja.

"Berbeda dengan mobil Spektronics-2 yang ikut kompetisi di Taiwan tahun lalu, maka sumber penggerak utama mobil Spe-K Tronics-3 adalah H2O2 (hidrogen peroksida) atau pemutih pakaian," katanya.

Senyawa itu dipecah menjadi H2O (air) dan O2 (gas oksigen) dengan menggunakan katalis KI (kalium yodida). Gas O2 yang dihasilkan menyebabkan kenaikan tekanan yang selanjutnya (tekanan tersebut) digunakan menggerakkan piston yang bekerja persis seperti kereta api uap.

"Mobil yang selisih jaraknya dengan titik tujuan (17 m) terdekat mendapat nilai 20. Mobil-mobil berikutnya dikurangi dua poin berdasarkan urutannya. Sebagai contoh, mobil Spe-K Tronics menempati urutan ke tiga dalam hal jarak sehingga mendapat nilai 16 (tempat ke dua 18 dan tempat ke empat 14)," katanya.

Selanjutnya, poin tersebut ditambahkan dengan penilaian tim juri atas presentasi tim dengan nilai maksimum 25.

http://otomotif.antaranews.com/news/1317200064/its-juara-tiga-chem-e-car-di-jerman
pikolopikolo - 02/10/2011 03:55 AM
#44

gak nyangka ya Indonesia sehebat ini
ane gk bakal tw tu orang" kalo gk liat nih thread
walaupun dengan keterbatasan di sana sini anak" Indonesia tetep bisa berprestasi diluar sana
insya allah pingin menyusul
sophie2015 - 03/10/2011 12:02 PM
#45
Laskar Pelangi Jadi Pelajaran Sastra di Korea Selatan
Sumber: www.mizan.com

Laskar Pelangi Jadi Pelajaran Sastra di Korea Selatan

Sejak diterbitkan pertama kali pada tahun 2005 oleh Bentang Pustaka (Kelompok Mizan), Tetralogi “Laskar Pelangi” terus menjadi inspirasi dan fenomena di negeri ini. Setelah Belitung menjadi lokasi penggarapan film Laskar Pelangi pada tahun 2008, Belitung langsung menjadi lokasi tujuan wisata yang menginspirasi dan memicu pembangunan industri pariwisata di sana. “Ketika film itu sudah tayang, kunjungan wisata ke Belitung meningkat tajam,” kata Andrea Hirata, sang penulis tetralogi Lskar Pelangi itu. Tak pelak, berkembangnya industri pariwisata Belitung ini menjadi berkah berupa munculnya lahan industri alternatif baru setelah tambah timah di Belitung habis dan Belitung tak lagi diminati investor.

Inspirasi dari Laskar Pelangi tak berhenti di sana. Pada Juni 2011 lalu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mengganti nama Pelabuhan Tanjung Pandan di Provinsi Bangka-Belitung menjadi Pelabuhan Laskar Pelangi. Penggantian ini juga dimaksudkan untuk membuat nama pelabuhan itu menjadi fenomenal dan familiar di telingan masyarakat Indonesia, sebagaimana fenomenal dan familiarnya novel dan film Laskar Pelangi. Sehingga, diharapkan hal itu akan menyedot wisatawan untuk berkunjung ke Belitung.

Andrea mengungkapkan bahwa langkah yang dilakukan oleh Pelindo itu persis dengan apa yang terjadi di Kota Hannibal, Iowa, Amerika Serikat, tempat kelahiran penulis besar Mark Twain. Kota itu terinspirasi karya-karya Twain untuk menggerakkan kegiatan ekonominya. "Nama-nama seperti pelabuhan, pelayanan air bersih, dll banyak yang diambil dari kisah di karya-karya Mark Twain seperti The Adventures of Huckleberry Finn dan The Adventures of Tom Sawyer. Selain itu, banyak tempat mengambil sisi karyanya seperti persembunyian Tom Sawyer," ujarnya pada Kompas.

Kabar terakhir tentang fenomena Laskar Pelangi yakni novel yang terjual hingga 5 juta eksemplar di Indonesia itu kini best seller di pasar Korea Selatan. Padahal, baru sebulan lalu (Ahustus 2011) novel itu pertama kali dipasarkan di Korea Selatan. Bahkan, menurut penerbitnya di Korea Selatan, novel itu diminati oleh dosen-dosen sastra Korea Selatan dan dijadikan sebagai referensi pelajaran sastra di universitas-universitas di Negeri Ginseng itu.

Korea Selatan menjadi salah satu negara pertama tempat ekspansi novel Laskar Pelangi setelah sebelumnya mencoba merambah negara-negara serumpun seperti Malaysia dan Singapura. Di kedua negara Asia Tenggara itu Laskar Pelangi juga telah lama menjadi best seller.

Rencana selanjutnya yang akan segera direalisasikan yakni novel ini akan dicetak ke dalam 26 bahasa di 30 negara sebagai bagian dari upaya ekspansi budaya guna memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Sebab, menurut Andrea, sudah saatnya bagi Indonesia jauh berpikir luas, mengamati pasar internasional yang ternyata juga bisa menyukai hasil-hasil karya anak negeri. “Peluang penulis Indonesia untuk menulis dan mengabarkannya ke seluruh dunia sebenarnya besar. Orang-orang di luar sana suka dengan apa yang disebut sebagai culturally spesific, kisah-kisah tentang budaya, kehidupan masyarakat di Indonesia. Itu diminati pembaca di luar. Saya masih terus belajar agar terbit di lebih banyak negara,” tandas Andrea pada Kompas.
astan123 - 04/10/2011 07:26 PM
#46

kalo info tentang kompetisi yang akan diadakan ada ga gan?
trims
paymouzy - 07/10/2011 10:43 PM
#47

gan,kok yg dibahas orang pinter yg left brain n akademik oriented mulu si?
yg right brain atau dimensi kecerdasan yg lain jg dong..o
ijin nambahin y..

Spoiler for Rudi Salim

Quote:
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Umur 23 punya bisnis beromzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan. Itulah yang kini dilakoni Rudi Salim. Pria lulusan SMA tersebut menekuni bisnis yang penuh risiko. Yakni, membiayai kredit untuk transaksi online.

RUDI Salim terlihat tengah berkutat dengan laptopnya saat ditemui di balkon lantai tiga kantornya di sebuah ruko kawasan elite di Jakarta Utara pekan lalu. Dia menyatakan lebih senang bekerja di balkon sambil mengamati keadaan sekitar kantornya. "Di sini banyak sumber inspirasi yang berseliweran," katanya. Tak lama berselang, sekretarisnya datang menyuguhkan minuman.

Semua kendali manajemen perusahaan dan urusan sepele dia lakukan tanpa suara melalui media internet. Termasuk, mengendalikan karyawannya di luar kota. Ada delapan cabang di luar kota dengan 32 karyawan dengan omzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan.

Usaha penghobi game online tersebut hanya mengandalkan website dan thread atau lapak di www.kaskus.us dengan tampilan sederhana berupa tawaran kredit kepada siapa saja yang bertransaksi jual beli via online. "Sangat efektif kan. Tapi, saya membangun semua ini dari nol dengan modal menjual mobil pemberian orang tua," jelas owner PT Excel Trade Indonesia tersebut.

Pria yang pernah mencicipi bangku kuliah di fakultas kedokteran sebuah perguruan tinggi Jakarta selama dua semester itu menjelaskan, usaha tersebut dimulai dengan kenekatan dirinya membiayai transaksi jual beli di dunia maya (online) tanpa berjumpa dan kenal orang sebelumnya. Saat bisnis tersebut dirintis, orang tuanya sempat menentang keras.

"Terutama ibu saya. Sebab, saya putus sekolah dan menjual mobil serta melego salah satu usaha karaoke milik keluarga. Bahkan, ibu sempat bilang tak mau bertemu saya sebelum saya sukses," kenang pria kelahiran Jakarta 24 April 1987 tersebut.

Uniknya, kata Rudi, inspirasi bisnisnya tersebut justru bukan dari dunia online. Tapi, dari perbincangan dirinya dengan temannya yang bekerja di salah satu toko elektronik besar berjaringan nasional yang menyediakan pembiayaan untuk pembelian barang elektronik dari customer. Dari perbincangan tersebut, dia melihat potensi yang masih sangat besar dari bisnis pembiayaan pembelian barang kredit, terutama di dunia online.

Tapi, bisnis Rudi tak langsung mulus dan lancar. Karena minimnya pengalaman, dia berkali-kali ditipu orang. "Awalnya, survei saya hanya melalui telepon berdasar aplikasi dan data yang dikirimkan melalui e-mail kepada calon debitor ke kantor dan rumah calon debitor," terang anak ketiga di antara tiga bersaudara itu.

Benar saja, permintaan pembiayaan kredit barang naik diikuti naiknya permintaan kredit bodong alias penipuan. Pada awal usahanya didirikan, sudah ada 60 aplikasi yang masuk dari nasabah di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tapi, di antara aplikasi-aplikasi yang diajukan untuk dibiayai transaksinya kepada perusahaan Rudi, tak sedikit yang bermasalah. "Karena itu, saya selalu cek aplikasi kredit itu sendiri," ujarnya.

Awalnya, kenekatannya dalam berbisnis penuh risiko tersebut dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Beberapa orang sengaja membuat identitas palsu untuk mengibuli Rudi. Bahkan dia sempat ditipu sindikat pemalsu kartu kredit dan menderita kerugian hingga Rp 15 juta.

Kala itu, ada seorang ibu yang mengajukan aplikasi online untuk membeli laptop dengan kredit senilai Rp 10 juta. Semua data cocok, termasuk saat pengecekan dengan menelepon kantor tempat debitor tersebut bekerja di salah satu BUMN. "Dia sempat membayar empat kali cicilan dan selalu tepat waktu," cerita dia.

Rudi pun percaya kepada "nasabah"-nya tersebut. Karena itu, ketika si ibu kembali mengambil kredit untuk barang yang sama, dia tidak berkeberatan untuk membiayai. "Tak saya sangka, ternyata sejak itu dia menghilang. Kredit laptop keduanya tak dibayar, juga cicilan laptop pertama. Saya kena tipu mentah-mentah," ujarnya.

Saat Rudi mendatangi kantor si "nasabah", orang yang namanya sama dengan nama si ibu tersebut ternyata tidak tahu apa-apa soal kredit laptop itu. "Tampaknya, orang yang saya temui itu namanya dicatut si penipu," imbuhnya.

Dari berbagai pengalaman menjengkelkan tersebut, Rudi kemudian banyak memperbaiki sistem pengucuran kredit perusahaannya. Dia lalu merekrut beberapa orang yang bertugas menyurvei langsung di lapangan. "Kini sebelum bisa menyetujui kredit nasabah, kami menyurvei secara ketat. Setelah barang ada, orang tersebut menandatangani perjanjian dan difoto bersama barangnya," jelasnya.

Sejak sistem baru diterapkan, Rudi jarang kena tipu lagi. Bahkan, banyak pelanggan yang merasa puas atas pelayanan yang aman dan nyaman yang diberikan perusahaan Rudi.

Dalam waktu cepat, nama perusahaan Rudi melejit, terutama di berbagai forum jual beli secara online. Tanpa harus mengeluarkan biaya promosi, publikasi atas perusahaan itu cepat menyebar di banyak forum diskusi di dunia maya maupun dari mulut ke mulut yang pernah merasakan kemudahan layanannya.

Begitu banyaknya permintaan klien dari luar kota membuat Rudi kembali memutar otak untuk meraup peluang tersebut. Dia kemudian menggandeng beberapa moderator daerah di www.kaskus.us untuk menjadi surveyor. Karena itu, Rudi lalu membuka cabang di delapan kota di luar Jabotabek. "Kecil kemungkinan para moderator bermasalah karena mereka juga menjaga reputasinya di dunia maya. Sebab, mereka juga berjualan di forum tersebut," tegasnya.

Kini, dia mengembangkan usahanya dengan mulai membiayai permintaan kredit dari para debitor di bawah usia 17 tahun dengan jaminan orang tuanya. Yang menarik, sekitar 85 persen permintaan pembiayaan kredit yang diajukan kepada dirinya, belakangan ini, adalah untuk pembelian BlackBerry dan handphone (HP). "Sekarang, saya bersiap untuk ekspansi ke bisnis lain," tuturnya mantap (jpnn)

sumber:http://www.dinohp.info/2010/07/kisah-sukses-pengusaha-muda-di-dunia.html


anak Kaskus ni gan thumbup: thumbup: thumbup:
paymouzy - 07/10/2011 10:58 PM
#48

satu lagi gan y..hehe

Spoiler for Herpin Dwijayanti

Quote:
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
Usianya baru 24 tahun. Meski begitu, Herpin Dwijayanti sudah mengukir prestasi di bidang bisnis pendidikan. Dengan modal awal 300 ribu, kini Herpin memiliki usaha sendiri dengan membuka kursus delapan bahasa di beberapa tempat Bandung.

Sudah lama Herpin bercita-cita menjadi pengusaha. Makanya, semasa bersekolah, Herpin banyak bersosialisasi dan membuka jaringan dengan banyak orang. Dia pun aktif berorganisasi. Dengan memegang tekad ingin menjadi pengusaha, sewaktu sekolah, Herpin tekun belajar sehingga terpilih sebagai remaja berprestasi. Dari sejak SD sampai kuliah di STT Telkom Bandung, berkali-kali Herpin meraih prestasi membanggakan. Di antaranya: Juara III Pelajar Teladan SLTP Se-Jawa Barat [2000], Juara II Lomba Mengarang Bahasa Jepang Tingkat Nasional [2004], Juara I Mahasiswa berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VI [2008], dan Finalis Wirausaha Mandiri Nasional [2009]. Itu baru sebagian. Masih banyak prestasi lainnya, baik prestasi akademis, lomba, penerima bea siswa, dan peserta pertukaran pelajar antarnegara.

“Mungkin saya cenderung orang yang akademis, ya. Tapi saya juga gaul dan aktif berorganisasi. Orangtua saya memang mendidik saya ketat dan disiplin. Saya juga banyak belajar dari luar. Saya juga senang mengenal momen atau kegiatan islami. Kalau belajar bisnis, saya berusaha mencontoh Rasulullah dalam berwirausaha,” ujar kelahiran Depok 8 April 1986 ini.

Berkat mau belajar dari mana saja, Herpin pun ingin mewujudkan cita-citanya sebagai pengusaha. Kebetulan Herpin sangat meminati bidang bahasa. Herpin aktif menguasai bahasa Inggris dan Jepang dan pasif dalam berbahasa Perancis, Arab, dan Jerman. Karena itulah dia memutuskan untuk berwirausaha dengan membuka kursus bahasa.
Herpin memang punya bekal penguasaan bahasa sebelum dia menjadi mahasiswa STT Telkom. Sewaktu SMA, dia terpilih menjadi peserta pertukaran pelajar ke Jepang [2005-2006]. Dia pun beberapa kali mengikuti debat dan pidato dalam bahasa Inggris. Pengalaman tersebut menjadi bekalnya untuk mengajar kursus bahasa di sebuah lembaga. Karena lembaga ini tutup, Herpin pun nekat membuka tempat kursus sendiri dengan modal pas-pasan. “Modal awalnya hanya 300 ribu rupiah dari tabungan sendiri. Alhamdulillah, Allah memberi kelancaran mendapatkan modal tambahan dari hadiah lomba-lomba. Saya membuka kursus mulai tahun 2007. Awalnya dari privat, kemudian menyewa tempat kursus yang berjalan baru setahun ini,” jelas Duta Muda ASEAN-Indonesia 2007 ini.

Herpin mengaku mengawali usaha kursus bahasa ini, dia berinvestasi dengan empat temannya. Tapi kini yang tersisa hanya ia dan seorang temannya. Herpin menamakan tempat kursusnya ini “Hikari”. Namanya diambil dari bahasa Jepang yang artinya cahaya. “Ilmu itu cahaya, yang bisa mencerahkan orang dan masa depannya,” ujar dara yang tahun ini mendapat beasiswa sekolah S2 di Jepang.

Kini Hikari menjadi salah satu tempat kursus bahasa yang cukup pesat perkembanganya di Bandung. Meskipun baru berdiri, Hikari sudah membuka kursus di lokasi Bojongsoang, Jl Surapati, dan Antapani, dengan jumlah peserta sekira 400 orang. Rencananya, Herpin akan melebarkan usaha kursusnya ini di kawasan Jabodetabek dan Surabaya serta akan didaftarkan menjadi usaha franchise. Selain bahasa Jepang dan Inggris, kursus miliknya ini menawarkan program bahasa Perancis, Jerman, Arab, Korea, Belanda, dan Mandarin. Pengajarnya rata-rata bekerja secara part time.

Saat disinggung seputar pergaulan remaja dan Herpin berkomentar dengan santai. “Saya tetap gaul, kok. Nggak masalah dengan teman-teman lainnya. Tapi kalau ke mall, saya jarang. Setiap orang punya selera hiburan masing-masing. Bagi saya mengajar, baca al-Qur’an, shalat, atau mengaji, bisa menghibur juga,” kata lajang yang suka olahraga pagi ini.

Usia Herpin terbilang masih muda. Tapi dia pun sudah memikirkan masa depannya. Tak hanya konsisten dalam berwirausaha dalam bidang kursus bahasa, tetapi juga pilihan calon pendampingnya kelak. “Yang pasti, saya yakin apa yang diberikan Allah. Saya tidak neko-neko dan parameter utamanya seiman dengan saya. Saya sih pengin yang bisa membimbing. Ya itu kepikiran juga karena umurnya sudah waktunya,” jelas Herpin sedikit malu-malu.

sumber:http://www.alifmagz.com/herpin-dwijayanti-pengusaha-muda-sukses-dengan-modal-awal-300-ribu/


srikandi Indonesia gan thumbup: thumbup: thumbup:

moga2 g oot y Yb
paymouzy - 07/10/2011 11:18 PM
#49

o iya, satu lagi gan,,..
paporit ane ni..

THE TIELMAN BROTHERS....

band Lokal yg setara dengan The Beatles dan Jimi Hendrix thumbup:thumbup:thumbup:

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik asal Indonesia. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik yang mereka usung beraliran Indorock. The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta dihadapan Presiden Soekarno.

Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess asal Semarang. Karir rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri, nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.

The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles. Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass, dan drum yang menawan. Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah mempopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page atau Ritchie Blackmore.

Spoiler for The Tielman Brothers
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia
Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia


Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, dimana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumahnya di Surabaya.

Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda.


PERSONIL:
* Andy Tielman - vokal, gitar
* Reggy Tielman - gitar, banjo, vokal
* Ponthon Tielman - contrabass, gitar, vokal
* Loulou (Herman Lawrence) Tielman - drum, vokal
* Jane (Janette Loraine) Tielman - vokal

DISCOGRAFI
Spoiler for Jreeeeeng

Vinyl:
1958 FERNAP FP 5001 Rock Little Baby Of Mine / You're Still The One (Belgium)
1959 IMPERIAL HI 1026 Record Hop / Swing It Up
1960 IMPERIAL HI 1032 My Maria / You're Still The One
1960 IMPERIAL HI 1033 Black Eyes / Rock Little Baby
1960 IMPERIAL HI 1049 18th Century Rock / Pretend
1960 CAPITOL 4569 18th Century Rock / Pretend (USA)
1960 IMPERIAL HI 1060 I Can't Forget You / AAA
1961 IMPERIAL HI 1203 April In Paris / 0 Rosalie
1962 ARIOLA AT 45.366 Tahiti Jungle / Fern Am Amazonas (W-Germany)
1962 ARIOLA AT 10.032 Java Guitars / Warum Weinst Du Kleine Tamara? (W-Germany)
1962 KARUSELL KFF 497 Warum Weinst Du Kleine Tamara /Fern Am Amazonas (Sweden) blue vinyl)
1963 ARIOLA AT 10.484 Little Hänschen Twist / Twistin' The Carioca (W-Germany)
1965 ARIOLA AT 18.054 Little Girl / Yes I'm In Love (W-Germany)
1965 ARIOLA AT 18.056 Love So True / Don't Go Away (W-Germany)
1965 ARIOLA ANG 10004 Maria / Marabunta
1965 SCEPTER SCE 12121 Maria / Marabunta (USA)
1965 ARIOLA ANG 10006 Exodus / Real Love
1965 ARIOLA ANG 10007 White Christmas / I Wonder
1965 ARIOLA AT 18.276 Hello Caterina / Say You're Mine (W-Germany)
1965 INTERNATIONAL IS 20068 Hello Caterina / Say You're Mine (Italy)
1965 ARIOLA AT 18.278 No One But You / You Are The One (W-Germany)
1965 INTERNATIONAL IS 20067 No One But You / You Are The One (Italy)
1965 ARIOLA AT 18.302 Little Lovely Lady / Warte Ab Darling Rosmarie (W-Germany) ANDY TIELMAN
1965 ARIOLA AT 18.614 Maria / I Wonder (W-Germany)
1965 ARIOLA AT 18.654 Exodus / White Christmas (W-Germany)
1966 ARIOLA AT 18.768 Michelle / Du Gehst Vorüber (W-Germany)
1966 ARIOLA AT 18.898 Wanderer Ohne Ziel / Viel Zu Spät (W-Germany)
1967 ARIOLA ANG 10010 You Got To Much Going For Love / Can't Help Falling In Love ANDY TIELMAN
1967 DELTA DS 1263 Little Bird / She's Gone For Good
1968 VOGUE DV 14696 Little Bird / She's Gone For Good (W-Germany)
1968 RANWOOD R-807 Little Bird / She's Gone For Good (USA)
1968 DELTA DS 1271 I Can't Help Falling In Love / Goodbye Mama
1968 INJECTION TAR 61012 Absence / Little Dog
1968 INJECTION TAR 61013 Nina Don't Go / Maria My Love
1968 FONTANA YF 278.838 Nanana Hey Hey Kiss Him Goodbye / It's Magic In You Girl (W-Germany)
1970 GOLDEN 12 G12/93 Manolita / Unter'm Bambus Von Trinidad (W-Duitsland) ANDY TIELMAN
1971 INJECTION 134.540 Say A Simple Word / Summer Without You ANDY TIELMAN
1972 NEGRAM NG 309 Poor People / Forever And Evermore (with Jane Tielman)
1972 INJECTION 134.548 With Your Help / Tell Me Your Name ANDY TIELMAN
1973 MELODI RECORDS 73028 Poor People / Forever And Evermore (Turkey)
1973 NEGRAM NG 329 Hey Hey / I'm A Stranger In My Land
1975 NEGRAM NG 2013 Hey Hey / I'm A Stranger In My Land (re-release)
1975 NEGRAM 5C 006253 07 Goodbye Mama / Country Girl
1976 PHILIPS 6012.641 Rip It Up / Move It
1980 KILLROY KR 2894 Jesus (part one) / Jesus (part two)
1980 KILLROY KR 119504 Jesus / Jesus Part 2 (12-inch disco version)
1981 EMI 5 006-26704 Little Bird / Poor People (re-release)
1981 KILLROY KR 3132 KF Gypsy Mama / The Shepherd's Song ANDY TIELMAN
1981 KILLROY KR 3392 KF Cheryl Moana Marie / Blue Bayou ANDY TIELMAN
1960 EP IMPERIAL IPE 5037 ROCKIN' WITH THE FOUR TIELMAN BROTHERS
1963 EP ARIOLA CT 40552 THE TIELMAN BROTHERS (W-Germany)
1983 EP D.L.R. GY 290345 WELCOME TO OUR WORLD - ANDY AND THE ENTERTAINERS
1961 25cm/10" LP IMPERIAL ILPT 103 TIELMAN ON STAGE
1964 LP IMPERIAL ILW 1015 THE TIELMAN BROTHERS
1964 LP ARIOLA 72.128 IT (M) / 72129 IT (S) THE TIELMAN BROTHERS - LIVE RECORDING (W-Germany)
1965 LP ARIOLA IHLP 1 S EAST AND WEST
1968 LP DELTA DELP 022 LITTLE BIRD
1968 LP IMPERIAL SILW 1031 ONE MORE TIME
1969 LP GOLDEN 12 G12/11900 NON STOP PARTY - ANDY TIELMAN AND HIS INDONESIANS (W-Germany)
1970 LP NEGRAM ELS 895 LITTLE BIRD
1975 LP NEGRAM NAF 303 THE UNFORGETTABLE TIELMAN BROTHERS
( 10 tracks from Delta LP Little Bird of 1968 + 2 Negram singles from 1972/1973)
1975 LP SPRONK - DE KALONGS GOING BACK TO 1958 WITH, THE FIRST AND ALWAYS THE TIELMAN BROTHERS
1976 LP PHILIPS 6410.125 ROCK AND ROLL OUR FIRST LOVE
1976 LP FONTANA 6428.113 ROCK AND ROLL OUR FIRST LOVE (W-Germany)
1978 LP IMPERIAL 5 NO 26-26100 THE UNFORGETTABLE TIELMAN BROTHERS
1979 LP IMPERIAL 5C-006-26101 ONE MORE TIME
1979 LP BOVEMA-NEGRAM 5NO 28-26168 GOLDEN GREATS OF THE TIELMAN BROTHERS
1979 LP KILLROY KFA 13066 KL BACK TO THE FIFTIES
1980 LP KILLROY KIL 21012 I'LL BE HOME FOR CHRISTMAS - ANDY TIELMAN
1980 LP PHILIPS 6440.817 ROCK AND ROLL OUR FIRST LOVE
1987 LP BINTANG BPL-1 TIELMAN ON STAGE (bootleg)
1987 LP BINTANG BPL-2 RECORDED LIVE AT THE 'PALAIS DE DANSE', 1965 (bootleg)
CD's
1988 CD EMI CDM 7909032 TIELMAN BROTHERS
1991 CD (single) INDO ROCK I.R. 259442 TV SPECIAL 1960
1991 CD EMI CDM 7968472 ROCK AND BALLADS
1992 CD SAM SAM CDHL 1008 LIVE IN GERMANY
1996 CD DISKY GG 862672 GOOD FOR GOLD
1996 CD BEAR FAMILY BCD 15918 THE TIELMAN BROTHERS - DIE SINGLES 1962-1967 (Germany)
1997 CD BEAR FAMILY BCD 15919 THE TIELMAN BROTHERS 1964/1965
2002 CD CNR 22 207182 HOLLANDS GLORIE
CD release from LP KILLROY KFA 13066 KL BACK TO THE FIFTIES uit 1979 + Jesus (part one) / Jesus (part two) from 1980

sumber:http://archive.kaskus.us/thread/2453153/


yg mau donlot lagunya di sini gan..

http://www.ravishare.com/u7728tpodq6j/_Tielman_Brothers_-_TBO_1991_maspie__320Kbps_.tar.gz_.html

gmn gan?makin cinta g ma Indonesia? iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
kunchan - 11/10/2011 05:14 AM
#50

^^ eh iya nih bagus juga berita ente D
ane malah jarang liat hammer:
jangan posting lagi ya kalo ada yang bagus malu:

------
sekalian mau nambahin malu:

Spoiler for selamat untuk ITS
NUSA DUA, KOMPAS.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyabet gelar juara Festival Animasi Tingkat Nasional Kelompok Mahasiswa atau "Edunimasi" 2011. Praktisi Komunikasi Massa yang menjadi salah satu dewan juri, Albert Kuhon mengatakan, karya mahasiswa ITS yang berjudul "Mimpi Menjadi Nyata" itu mampu menyingkirkan dua karya lainnya di kelompok mahasiswa.

Kedua karya yang berhasil dikalahkan yakni karya berjudul "Seribu Satu Candi" dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan "Si Gatot" dari Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

Lomba pembuatan video klip animasi tentang edukasi berdurasi 120 detik itu diikuti 857 peserta yang terbagi ke dalam beberapa kelompok, yakni untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), lembaga kursus dan pelatihan (LKP), dan mahasiswa.

"Lomba ini berlangsung sejak Mei 2011 dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari masyarakat," kata Albert, Rabu (5/10/2011), di Nusa Dua, Bali.

Dalam empat bulan terakhir, lomba yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non-Formal, dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional yang dipublikasikan melalui www.edunimasi.com itu mendapatkan 44.105 kunjungan dari 4.741 orang dengan 4.111 aktivitas berbagi (sharing) oleh audiens melalui media sosial Facebook, Twitter, dan lainnya.

Untuk kelompok SMK, juara pertama diraih oleh pelajar SMK Bina Informatika, Tangerang Selatan, Banten, dengan karya berjudul "Sang Penulis Mimpi". Setelah itu, pelajar SMK Negeri 4 Garut, Jawa Barat, dengan judul "Si Oplet Ingin Sukses" sebagai juara kedua dan SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat, melalui karyanya "Setinggi Langit" terpilih sebagai juara ketiga.

Pada kelompok LKP, juara pertama direbut LKP Palcomtech, Palembang dengan karya animasi berjudul "Bosan Jadi Pegawai" dan juara kedua dari karya LKP Surabaya berjudul "Piqobono".

Lomba yang bertemakan "Keselarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja" itu bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja.

Selain Dr Ir Albert Kuhon, dewan juri terdiri dari Prof Dr Nunung Prajarto (guru besar komunikasi FISIP UGM Yogyakarta), Ir Baroto Tavip Indrojarwo MSi (Ketua Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya), Dr Ir Sri Gunani Pratiwi (ITS), dan Dr Maria Anityasari.

"Ini merupakan lomba animasi tingkat nasional yang pertama kali di Indonesia. Lomba seperti ini harus dipertahankan dan diselenggarakan secara rutin guna merangsang perkembangan komunitas animator yang bisa mendukung pertumbuhan industri animasi Indonesia," kata Albert.

Para finalis yang terdiri dari 12 kelompok itu diundang ke Bali guna mendapatkan pembekalan materi tentang penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja dan beragam materi teknis serta non-teknis mengenai pembuatan animasi.

Nunung Prajarto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap tingkat kreativitas peserta dalam mengemas pesan pentingnya penyelarasan antara pendidikan dengan dunia kerja. Ia mengajak peserta meningkatkan kemampuan berkreasi membuat animasi, baik dalam hal teknis pembuatan, maupun dalam penyusunan konsep dan hal-hal non-teknis lainnya.


sumber : ITS juara festival edunimasi 2011



udah kulihat di edunimasi.com, SMK sekarang lebih berbobot nih D
and last, kok dari jakarta ga ada yah hammer: apa gwnya yang salah hammer:
anakkuning - 17/10/2011 08:20 PM
#51

PSM ITS Sabet 3 Juara Internasional

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:
SURABAYA - Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PSM ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Kali ini, mereka berhasil menyabet tiga gelar juara sekaligus pada Rimini Choral International Competition 2011.

Tim PSM ITS berhasil meraih Juara 1 untuk kategori lagu daerah, Juara 3 untuk kategori lagu klasik, dan penghargaan Best Conductor.

Rektor ITS Tri Yogi menyampaikan kebanggannya atas prestasi yang berhasil diraih mahasiswanya. "Saya merasa bahagia bisa berada di tengah-tengah para bintang ini," ujar Tri Yogi yang dilansir laman ITS, Senin (17/10/2011).

PSM ITS tampil memukau di Italia saat beradu suara dengan 30 tim lainnya dari 16 negara. "Kami membawakan empat lagu daerah dan empat lagu klasik, kami juga berkesempatan tampil pada opening ceremony," tutur Fajar Ardyantara, mahasiswa Teknik Mesin yang juga anggota tim PSM ITS.

Paduan suara yang digawangi 40 mahasiswa itu menyanyikan lagu Ugo-ugo, Luk-luk Lumbo, Tardi Gading Dang Do, dan Ma Rencong Rencong sebagai sajian lagu daerah. "Kami juga membawakan empat lagu klasik, dua diantaranya menggunakan bahasa Jerman," tambah Fajar.

Fajar mengaku ada beberapa hal yang menjadi kunci sukses kemenangan Tim PSM ITS di Italia. "Kami membawakan lagu-lagu daerah yang unik dengan paduan koreografi. Saya rasa Tim PSM ITS punya kekuatan dari segi presentasi yang artistik," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa sebelum berangkat ke Italia, mereka memang telah mempersiapkan diri agar tampil maksimal. Alhasil, mereka mampu menyabet gelar juara dari dua kategori sekaligus.

Tak hanya itu, sang konduktor, Budi Susantoyo juga mendapatkan penghargaan sebagai Best Conductor. "Kemenangan ini telah kami targetkan sejak awal, karena telah banyak yang mendukung keberangkatan kami, dan kami tidak mau pulang sia-sia," lanjutnya.

Sebelum ke Italia, rupanya Tim PSM ITS juga sempat bertandang ke Prancis selama empat hari. Mereka datang memenuhi undang Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk tampil di Foire Internasionale de Marseille.


sumber:



komentar:

jaman sekarang orang sudah mulai lupa dengan lagi daerahnya tapi PSM ITS bisa juara dengan lagu daerah
razy_qu@yahoo. - 20/10/2011 01:37 PM
#52

salam kenal semua para sepuh anakkuning,dkk D
ane baru join kemari nihh.. D
keren2 inovasinya :matabelo
maystya3 - 21/10/2011 04:12 PM
#53

Quote:
Original Posted By razy_qu@yahoo.
salam kenal semua para sepuh anakkuning,dkk D
ane baru join kemari nihh.. D
keren2 inovasinya :matabelo


memotivasi jg gan,,,
e1371 - 21/10/2011 07:39 PM
#54

kebanyakan IT yah,,, mana nih bidang lain nya seperti astronomi, matematika, fisika, kimia
ayo maju trus indonesia
anakkuning - 26/10/2011 08:48 PM
#55

Mewakili Indonesia dalam World Skill Competition 2011, Mahasiswa PPNS Menyabet Medal for Excelent



Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:
Berdasarkan* berbagai *prestasi *memukau dibidang pengelasan baik tingkat nasional maupun tingkat ASEAN, Ekak Novianto mahasiswa program studi D4 Teknik Pengelasan PPNS dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Nasional untuk mewakili Indonesia dalam event World Skill Competition 2011 dibidang pengelasan.

Kompetisi tingkat internasional yang dihelat di London, Inggris tersebut mengantarkan Ekak Novianto pada keberhasilan meraih medal for excellent. Dengan penuh semangat dia menceritakan bagaimana perjuangannya untuk melaju dalam kompetisi tingkat internasional, dimulai dari kejuaraan kompetisi dari tingkat provinsi, nasional hingga *Asean lalu kemudian dipercaya untuk melaju di tingkat nasional tersebut.

“Sangat membanggakan sekali setelah perjuangan menuju kompetisi internasional yang sangat berat dan diakhiri dengan perolehan medal for excellent *untuk Indonesia di bidang pengelasan” ungkap Ekak pada saat wawancara.* Berangkat menuju London sejak tanggal 01 – 10 September 2011 Ekak sangat menikmati kegiatannya sewaktu di London, setelah kompetisi digelar panitia Worl Skill Competition 2011 mengajak peserta untuk keliling kota London menuju tempat – tempat bersejarah hingga kunjungan ke sekolah - sekolah di London.

Sumber:
samanosuke20 - 27/10/2011 11:59 PM
#56

Quote:
Original Posted By razy_qu@yahoo.
salam kenal semua para sepuh anakkuning,dkk D
ane baru join kemari nihh.. D
keren2 inovasinya :matabelo

iya.
harus memotivasi kita utk lebih baik lg..

tetap berusaha dan berjuang... DD
Quote:
Original Posted By maystya3
memotivasi jg gan,,,

semoga berguna utk masa depan.. \)
Quote:
Original Posted By e1371
kebanyakan IT yah,,, mana nih bidang lain nya seperti astronomi, matematika, fisika, kimia
ayo maju trus indonesia


hmm..
ntar dicariin lg yang lainnya... \)

mgkn beritanya krg terekspos..
samanosuke20 - 28/10/2011 12:01 AM
#57

Mobil Esemka, Tantangan Bagi SMK

sumber: http://us.oto.detik..com/read/2009/05/22/143755/1135623/648/mobil-esemka-tantangan-bagi-smk

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

Jakarta - Mobil double cabin yakni Esemka Digdaya hasil kreasi siswa SMK 1 Singosari, Malang sepertinya memang layak diacungi jempol.

Sebab walaupun hanya diberi waktu pengerjaan 3 bulan saja, 50 siswa yang terlibat dalam proyek pembuatan mobil ini terbukti sanggup mengerjakan semuanya dengan sangat rapi.

Siswa-siswa ini pun tidak sampai harus kehilangan akal dengan waktu yang singkat itu, sebab mereka malah beranggapan itu semua adalah bagian dari tantangan.

"Mereka semua tertantang menyelesaikan proyek ini," ujar Kepala Sekolah SMK 1 Singosari Malang Bagus Gunawan ketika berbincang dengan detikOto, beberapa waktu lalu.

Karena itulah, siswa ini pun mulai mencari inspirasi ke berbagai sumber dan terciptalah sebuah desain mobil double cabin yang kekar namun elegan.

Tantangan pun berlanjut, karena setelah memegang desain tersebut siswa ini harus mampu mewujudkannya.

Hal itu bukanlah perkara yang mudah, karena mereka hanya diberi bekal sebuah mesin injeksi eks Timor berkapasitas 1.500 cc.

Karena itulah untuk memulai proyek tersebut maka siswa ini pun mulai memilih komponen yang dirasa pas untuk mobil double cabin impian mereka.

Untuk bagian kerangka, mereka memilih kerangka Isuzu Panther dengan suspensi dari Mitsubishi L300.

"Kami memilih keduanya karena keduanya memang sudah terbukti kehandalannya," jelas bagus.

Setelah itu baru mereka membuat bodi mobil double cabin tersebut. Pembuatannya pun bukan tanpa kendala, karena semua bagian dari bodi ini mereka kerjakan secara hand made.

"Jadi kalau ada yang tidak cocok sedikit harus dibuat lagi," ujarnya.

Setelah semuanya selesai tantangan selanjutnya menurut Bagus adalah membuat dudukan yang pas untuk mesin yang mereka miliki.

Namun sebelum itu, mesin yang mereka miliki pun ternyata belum mempunyai transmisi dan final gear. Karena itulah siswa-siswa ini memutar otak untuk mencari komponen mesin yang pas.

"Untuk transmisi dan final gear kami gunakan milik Suzuki Escudo agar tenaga yang di hasilkan makin kuat dan tidak ngedrop," papar Bagus.

Kerja keras selama 3 bulan ini pun terbayar sudah, sebab mobil ini sudah diakui kualitasnya.

"Kemarin mobil ini baru diresmikan Pak Bupati Malang," ujarnya.

Rencananya jika tidak ada aral melintang, mobil-mobil Esemka ini akan diperlihatkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


keren.... thumbup:
dengan kemampuan seadanya mereka mampu mendesain..
walaupun mgkn gak sehebat mobil2 pasaran..
yang begini2 awal yg bagus yang harus diapresiasi.. \)
samanosuke20 - 28/10/2011 12:03 AM
#58

UPV, Mobil Mikro Indonesia Seharga Rp 30 Juta

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa IndonesiaInovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2009/05/19/10311627/upv.mobil.mikro.indonesia.seharga.rp.30.juta

Quote:

JAKARTA, KOMPAS.com — Obsesi orang Indonesia membuat mobil dengan harga terjangkau masyarakat bawah ternyata tidak kalah gencar dengan Ratan Tata dari India yang telah membuat Tata Nano. Kalau Nano yang telah menghebohkan dunia dijual—dengan harga dasar 1 lakh atau 100.000 rupee—Rp 21 juta, orang Indonesia ingin membuat mobil kecil alias microcar dengan target harga termahal Rp 30 juta.

Itulah yang disampaikan oleh Widya Aryadi, seorang dosen muda yang kreatif dan punya banyak penemuan otomotif dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (18/5). Kini, berkoalisi dengan Anis Muhammad Mufid, ia mendirikan Arina Motors Development di Semarang, Jawa Tengah, untuk mewujudkan keinginannya, membuat microcar atau mobil mungil. Mobil yang lahir dari hasil benak dan kreativitas asli anak bangsa Indonesia.
Lebih Mungil. Lahirlah sebuah prototipe mobil mikro yang dirancang untuk orang kota. Widya menyebutnya UPV atau Urban Personal Vehicle. Dengan dukungan Pemda Jawa Tengah, mobil ini pun dipamerkan di ajang Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2009 yang diselenggarakan Departemen Perindustrian, minggu lalu (13-17 Mei).

Ternyata, penampilan dan konsep yang ditawarkan Widya pada UPV ini menarik pengunjung. Buktinya, ia menerima pesanan dari luar. “Sebenarnya kami menerima pesan 300 unit dari Belanda. Namun, belum bisa dipenuhi karena keterbatasan kondisi saat ini,” ujar Anis.

Sementara itu, menurut Widya, beberapa pengusaha dari China penasaran melihat mobil ini. Pasalnya, "Di China, mobil kecil baru dalam bentuk tiga roda. Kalau kami sudah empat roda,” ucapnya. Di samping itu, desain mobil ini asli dan bukan ”copy paste”.

Dimensi mobil ini memang sangat mungil. Lebih mungil dari Nano yang memiliki panjang 3,1 meter. UPV ini berdimensi: panjang 2,05 meter, lebar 1,15 meter, tinggi 1,6 meter, jarak sumbu roda 1,75 meter, dengan berat total prototipe 400 kg. “Kalau sudah jadi, targetnya 300 kg,” kata Widya.
Prototipe pertama menggunakan dua pintu samping berukuran besar. Ukuran lebar pintu ini 1,2 meter. Karena itu, ketika dibuka, seluruh interior terlihat jelas.
Irit. Sebagai alat transportasi kota pengganti sepeda motor, dengan menggunakan mesin Viar, 150 cc, SOHC, dan menghasilkan tenaga 9PS, menurut Widya, konsumsi bahan bakar UPV bisa mencapai 40 km per liter. “Orang BBC bilang, mobil ini lebih irit dari sepeda motor,” ungkapnya mengutip komentar kru BBC tersebut.

Hebatnya lagi, BBC membuat liputan khusus tentang mobil ini. Diceritakan, televisi Inggris tersebut telah mempersiapkan skenario sendiri, yaitu keluarga yang punya banyak anak tinggal di gang sempit.
“Nah, dengan menggunakan UPV, mereka naik ramai-ramai. Lebih aman dibandingkan berjejal naik sepeda motor,” ujarnya. Tepatnya, UPV ini memanusiakan manusia Indonesia yang hanya mampu membeli sepeda motor.

“Naik motor dengan anggota keluarga lain sangat berbahaya. Di samping itu, kalau hujan, harus mencari tempat berteduh. Dengan kendaraan seperti UPV ini, kondisi tersebut bisa dicegah. Lebih aman buat kebanyakan keluarga di Indonesia yang cuma mampu membeli sepeda motor,” ujarnya.

Dia menambahkan, jangan mengharapkan UPV seperti mobil-mobil yang ada di pasar Indonesia saat ini. “Itu buat mereka yang sudah mampu!” katanya.
Tes. Kendati masih tahap prototipe pertama, Widya sempat mengajak KOMPAS.com naik UPV ini sebagai penumpang untuk mencoba di sekitar arena Pekan Raya Jakarta. Ternyata, mobil ini bergerak dengan lincah dan cukup stabil.

Kenyamanan juga relatif baik. Hanya, tampak ia agak repot melakukan perpindahan gigi. Dasbor sangat sederhana dan diambil dari motor. Suspensi, pakai double wishbone yang dibuat sendiri dari pipa dan mencotek dari Mitsubishi Mini Colt.

Cukup menarik, dengan lebarnya hanya 1,2 meter, UPV begitu gampang melewati ruang sempit. Bahkan, ketika dinaikkan ke truk untuk kembali ke Semarang, mobil ini dengan mudah meluncur di teras gedung bari PRJ. Berarti, kemampuannya menyelusup sama seperti sepeda motor atau Bajaj roda tiga.

Kesimpulan. Interior cukup lega. Namun, tentu saja masih banyak kekurangan. Misalnya di depan penumpang depan. Kaki kurang bebas selonjor. Ternyata, tangki bensin berkapasitas 15 liter ditempatkan di sana. “Nanti dipindahkan,” ujarnya.

Kursi pun masih fibreglass, statis, dan tidak bisa disetel. Sistem kontrol di setir dan dasbor masih menggunakan sepeda motor ini. “Ini masih jauh dari kondisi standar yang ingin kami inginkan,” ungkap Widya lagi. Bodi mobil ini dibuat dari pelat 0,8 mm sehingga bobotnya jadi berat.
Versi kedua, yang sudah lebih baik dan akan dipamerkan di IIMS (Indonesia International Motor Show) Juli dan Agustus mendatang, bodinya dibuat dari fibreglass. Juga sudah dilengkapi pintu belakang atau ketiga. “Dengan cara demikian bisa digunakan untuk dagang,” harap Widya.



semoga tercapai deh...
yg begini harus juga disokong oleh subsidi..
kita sebenarnya bisa, tp pemerintah jg harus mendukung.. \)
samanosuke20 - 28/10/2011 12:11 AM
#59

Komodo, Mobil Tangguh Karya Arek ITS

sumber: http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=5595

Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

Quote:

Belum banyak masyarakat tahu tentang Komodo, mobil cruiser mungil dengan kemampuan offroad. Mobil handal ini diciptakan oleh Ibnu Susilo, seorang alumni ITS yang sudah malang melintang di dunia otomotif dan aeronautika. Mobil ini disebut sebagai mobil dengan formula perhitungan yang seratus persen buatan Indonesia. Kecanggihan dan keandalan Komodo membuat mobil ini dilirik untuk diproduksi dalam skala yang lebih luas dengan market internasional.

Kampus ITS, ITS Online - Hampir tidak ada yang berbeda tampilan fisik yang dimiliki Komodo dengan mobil offroad lainnya. Dibuat dengan model kap terbuka dengan struktur metal membuat Komodo terlihat gagah dan siap untuk dikendarai di medan-medan sulit. Hanya saja yang menjadi perbedaan mendasar adalah ukuran, Komodo memiliki bodi lebih kecil dibanding kendaraan offroad lainnya.

Bobot yang dimiliki Komodo sendiri sangat ringan sehingga power yang diperlukan untuk melaju relatif lebih kecil, akibatnya konsumsi bahan bakarnya pun menjadi sangat irit. Untuk melintasi hutan dengan jarak tempuh sepanjang 100 kilometer dapat dilalui dalam 6-7 jam dengan konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter. Sedangkan kapasitas tangki Komodo adalah sebesar 15 liter, sehingga dapat bertahan di dalam hutan hampir selama 3 hari perjalanan siang hari.

Fungsinya pun beragam, disamping untuk misi penjelajah atau survei. Komodo juga sangat efektif digunakan sebagai kendaraan dengan fungsi pengawasan suatu wilayah. Komodo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban hingga seberat 200 kilogram, ini berarti Komodo juga dapat berfungsi sebagai kendaraan utility. Apalagi kendaraan ini memiliki fitur self recovery yang memungkinkan Komodo untuk tidak terbalik saat jumping, "Jadi sampai saat ini belum ada yang bisa menggulingkan," ungkap Ibnu

Kelebihan lain dari Komodo adalah tingkat kestabilannya yang tinggi, bahkan untuk medan offroad yang sangat ekstrem sekalipun. "Bahkan kalau ada tanjakan setinggi 1 meter sekalipun, itu hanya dilompati saja oleh Komodo," ujar Ibnu Susilo. Stabilitas ini didapat dari desain khusus yang dikembangkan oleh para engineer Komodo dengan perhitungan matematika dan persamaan keseimbangan yang akurat untuk setiap komponennya. Meski begitu Ibnu menambahkan bahwa kendaraan ini juga menawarkan kenyamanan dan keamanan kelas tinggi. "Jadi kalau dipakai jumping nggak bakal terasa kayak jatuh, lembut aja, seperti naik sedan," tambah Ibnu.

Ibnu Susilo, kreator Komodo sendiri sudah memiliki jam terbang yang tinggi di bidang otomotif dan aeronautika, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semenjak lulus dari jurusan Teknik Mesin ITS, Ibnu pun bekerja di IPTN. Tangan dinginnya turut membidani lahirnya pesawat N-250 Gatotkaca sebagai design integration configurator. Saat memproduksi mobil nasional Maleo pun Ibnu Susilo turut menyumbangkan tenaganya sebagai head design engineer.

Ketertarikannya dalam bidang otomotif dan aeronautika memang bukan hal baru, bahkan sejak mahasiswa pun Ibnu sangat terobsesi dengan kedua hal diatas. Saat mengajukan judul TA pun ia mengangkat judul Rancang Bangun Prototype Pesawat Terbang Ultra Light Model Flight Bike, saat itu dalam imajinasinya Ibnu ingin membangun sepeda motor yang bisa terbang. Judul itu pun disetujui di bawah bimbingan Prof Djati Nursuhud.

Meski sudah ada permintaan dari Hamburgh (Germany), Seatlle (US), Malaysia, dan Uni Emirat Arab namun Ibnu belum ingin mengekspor mobil inovatifnya ini. Ijin ekspornya masih perlu waktu panjang, maka kami fokus untuk permintaan dalam negeri dulu, ungkap Ibnu.


kadang2 bingung jg yah..
kok bisa ijin utk ekspor susah..
ini sebenarnya bisa jadi pondasi awal utk membangun industri mobil lokal...
spesifik ke cruiser jg gak masalah...
samanosuke20 - 28/10/2011 09:03 AM
#60

sori klo kebanyakan ke IT... soalnya memang salah satu sektor penting yang harus kita kejar ketingggalannya ya memang sektor IT... sektor yang bisa mendatangkan keunggulan kepada negara kita.. \)

ITS Juara Festival "Edunimasi" 2011

sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/05/13114190/ITS.Juara.Festival.Edunimasi.2011


Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia

NUSA DUA, KOMPAS.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyabet gelar juara Festival Animasi Tingkat Nasional Kelompok Mahasiswa atau "Edunimasi" 2011. Praktisi Komunikasi Massa yang menjadi salah satu dewan juri, Albert Kuhon mengatakan, karya mahasiswa ITS yang berjudul "Mimpi Menjadi Nyata" itu mampu menyingkirkan dua karya lainnya di kelompok mahasiswa.

Kedua karya yang berhasil dikalahkan yakni karya berjudul "Seribu Satu Candi" dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan "Si Gatot" dari Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

Lomba pembuatan video klip animasi tentang edukasi berdurasi 120 detik itu diikuti 857 peserta yang terbagi ke dalam beberapa kelompok, yakni untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), lembaga kursus dan pelatihan (LKP), dan mahasiswa.

"Lomba ini berlangsung sejak Mei 2011 dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari masyarakat," kata Albert, Rabu (5/10/2011), di Nusa Dua, Bali.

Dalam empat bulan terakhir, lomba yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non-Formal, dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional yang dipublikasikan melalui www.edunimasi.com itu mendapatkan 44.105 kunjungan dari 4.741 orang dengan 4.111 aktivitas berbagi (sharing) oleh audiens melalui media sosial Facebook, Twitter, dan lainnya.

Untuk kelompok SMK, juara pertama diraih oleh pelajar SMK Bina Informatika, Tangerang Selatan, Banten, dengan karya berjudul "Sang Penulis Mimpi". Setelah itu, pelajar SMK Negeri 4 Garut, Jawa Barat, dengan judul "Si Oplet Ingin Sukses" sebagai juara kedua dan SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat, melalui karyanya "Setinggi Langit" terpilih sebagai juara ketiga.

Pada kelompok LKP, juara pertama direbut LKP Palcomtech, Palembang dengan karya animasi berjudul "Bosan Jadi Pegawai" dan juara kedua dari karya LKP Surabaya berjudul "Piqobono".

Lomba yang bertemakan "Keselarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja" itu bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja.

Selain Dr Ir Albert Kuhon, dewan juri terdiri dari Prof Dr Nunung Prajarto (guru besar komunikasi FISIP UGM Yogyakarta), Ir Baroto Tavip Indrojarwo MSi (Ketua Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya), Dr Ir Sri Gunani Pratiwi (ITS), dan Dr Maria Anityasari.

"Ini merupakan lomba animasi tingkat nasional yang pertama kali di Indonesia. Lomba seperti ini harus dipertahankan dan diselenggarakan secara rutin guna merangsang perkembangan komunitas animator yang bisa mendukung pertumbuhan industri animasi Indonesia," kata Albert.

Para finalis yang terdiri dari 12 kelompok itu diundang ke Bali guna mendapatkan pembekalan materi tentang penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja dan beragam materi teknis serta non-teknis mengenai pembuatan animasi.

Nunung Prajarto memberikan apresiasi yang tinggi terhadap tingkat kreativitas peserta dalam mengemas pesan pentingnya penyelarasan antara pendidikan dengan dunia kerja. Ia mengajak peserta meningkatkan kemampuan berkreasi membuat animasi, baik dalam hal teknis pembuatan, maupun dalam penyusunan konsep dan hal-hal non-teknis lainnya.
Page 3 of 8 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 > 
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Inovasi, Prestasi dan Kreatifitas (IPK) Anak Bangsa Indonesia