Sejarah & Xenology
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > [DISKUSI] Sejarah Munculnya Syi’ah
Total Views: 27159 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 43 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

cjik - 16/09/2011 09:51 AM
#21

Quote:
Original Posted By Ekspresi2nd
dsini gak ada syiah atau sunni om,,ini bukan forum spiritual,,jadi gak perlu pake latar belakang - latar belakang seperti itu.

si om bertanya seperti itu sumber nya dari mana ???
barusan gw googling kok gak nemu yah info seperti itu...


ya wajarlah ane tanya ke yang lebih tau karena kemungkinan juga mengamalkan.

search aja apa itu khums dan siapa yang berhak mengelolanya, itu semacam pajak atau charity yang diserahkan orang syiah ke marja' yang diikutinya, sementara kebanyakan marja' syiah itu ada di Iran dan yang dikhawatirkan adalah pengikut syiah itu jadi kaki tangannya Iran, secara maraji' di Iran juga punya kekuasaan politik seperti Khamenei misalnya.
Ekspresi2nd - 16/09/2011 11:37 AM
#22

-dopost-
Ekspresi2nd - 16/09/2011 11:38 AM
#23

Quote:
Original Posted By cjik
ya wajarlah ane tanya ke yang lebih tau karena kemungkinan juga mengamalkan.

search aja apa itu khums dan siapa yang berhak mengelolanya, itu semacam pajak atau charity yang diserahkan orang syiah ke marja' yang diikutinya, sementara kebanyakan marja' syiah itu ada di Iran dan yang dikhawatirkan adalah pengikut syiah itu jadi kaki tangannya Iran, secara maraji' di Iran juga punya kekuasaan politik seperti Khamenei misalnya.


iya gw dah search tadi,,tapi di sunni juga ada tuh khums...
bedanya dalam sunni khums itu lebih ke pembayaran zakat yah...

nah yg pengaliran dana khums orang2 syiah yang kemudian dana itu mengalir ke IRAN itu yang gw gak nemu di google...
memang sih ada kemungkinan dana itu lari ke iran dan kemudian di gunakan untuk kepentingan negara tersebut.

Khums
Khums2
n'DhiK - 16/09/2011 06:22 PM
#24

sedikit menanggapi, menurut ane konflik Sunni-Syi'ah adalah perpanjangan dari konflik Bani Hasyim vs Bani Umayyah pada masa pra-Islam, kini skalanya mengerucut menjadi 2 buah sekte berlapis tauhid Islam... kalo kita berpikir soal ideologi politiknya, menurut ane terlalu men-justifikasi salah satu pihak itu benar kalau kita sendiri sudah terdogma dalam satu arus pemikiran keagamaan... sebagai misal, seperti TS utarakan di pejwan, Mu'awiyah membangkitkan semangat monarki, dan menurut ane ga ada bedanya dengan Syi'i yang mengkultuskan Ahlul Bayt mulai dari 'Ali sampai ke bawah, di Iran sendiri pimpinan tertinggi (supreme leader) dimuliakan (Ayatollah = sign of Allah), sudah menjadi simbolis Republik Islam Iran yang sama aja dengan posisi Raja... akhirnya terjadi derivasi budaya masing-masing kelompok yang seolah-olah kembali ke zaman feodal: para habib adalah sosok yang setaraf dengan waliyullah D
dari kaum Sunni sendiri juga sama, merasa telah benar mengikuti ajaran sunnah dan telah berdiri di bawah tiang demokrasi, tapi kebanyakan menjadikan ijtihad sebagai landasan hukum utama (meskipun secara struktural menjadi landasan hukum terakhir), akhirnya mengejawantah pada kultus individual terhadap pribadi syeikh, 'ulama, fuqaha, dll.... D kedua-duanya adalah sama-sama korban manifesto politik Islam (kita pisahkan dengan masalah tauhid tetek-bengeknya)....

dan yang menjadi sebuah ironi adalah lahirnya budaya mengkafirkan (takfir) sesama Muslim nohope:

btw ane mau sampaikan beberapa ayat berhubungan dengan Nietzschean:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir...." (Al-Kahfi: 29)

كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ

"....demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka..." (Al-An'aam: 108)

jadi, kebenaran (al-haq) itu milik Allah, manusia tempatnya kealpaan dan khilaf, jangan merasa diri kita benar atau paling benar, atau malah merasa sudah berada di jalan yang benar... siapa tau kita itulah golongan yang telah sesat.... o
Ekspresi2nd - 16/09/2011 06:28 PM
#25

Quote:
Original Posted By n'DhiK
sedikit menanggapi, menurut ane konflik Sunni-Syi'ah adalah perpanjangan dari konflik Bani Hasyim vs Bani Umayyah pada masa pra-Islam, kini skalanya mengerucut menjadi 2 buah sekte berlapis tauhid Islam... kalo kita berpikir soal ideologi politiknya, menurut ane terlalu men-justifikasi salah satu pihak itu benar kalau kita sendiri sudah terdogma dalam satu arus pemikiran keagamaan... sebagai misal, seperti TS utarakan di pejwan, Mu'awiyah membangkitkan semangat monarki, dan menurut ane ga ada bedanya dengan Syi'i yang mengkultuskan Ahlul Bayt mulai dari 'Ali sampai ke bawah, di Iran sendiri pimpinan tertinggi (supreme leader) dipegang kendali Keluarga Khomeini... akhirnya terjadi derivasi budaya masing-masing kelompok yang seolah-olah kembali ke zaman feodal: para habib adalah sosok yang setaraf dengan waliyullah D
dari kaum Sunni sendiri juga sama, merasa telah benar mengikuti ajaran sunnah dan telah berdiri di bawah tiang demokrasi, tapi kebanyakan menjadikan ijtihad sebagai landasan hukum utama (meskipun secara struktural menjadi landasan hukum terakhir), akhirnya mengejawantah pada kultus individual terhadap pribadi syeikh, 'ulama, fuqaha, dll.... D kedua-duanya adalah sama-sama korban manifesto politik Islam (kita pisahkan dengan masalah tauhid tetek-bengeknya)....

dan yang menjadi sebuah ironi adalah lahirnya budaya mengkafirkan (takfir) sesama Muslim nohope:

btw ane mau sampaikan beberapa ayat berhubungan dengan Nietzschean:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir...." (Al-Kahfi: 29)

كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ

"....demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka..." (Al-An'aam: 108)

jadi, kebenaran (al-haq) itu milik Allah, manusia tempatnya kealpaan dan khilaf, jangan merasa diri kita benar atau paling benar, atau malah merasa sudah berada di jalan yang benar... siapa tau kita itulah golongan yang telah sesat.... o


ada dhika \)
2 ayat diatas bagusnya ditaruh di page one nih sama TS nya D
n'DhiK - 16/09/2011 06:32 PM
#26

Quote:
Original Posted By Ekspresi2nd
ada dhika \)
2 ayat diatas bagusnya ditaruh di page one nih sama TS nya D


LOL D siapa tau ane sesat gan ngakaks
Brainless. - 16/09/2011 08:29 PM
#27

Quote:
Quote:
Original Posted By cjik
buat yang syiah mau tanya nih, bener nggak setiap tahun orang2 syiah harus membayar yang namanya khums sebesar 20 % dari keuntungan pribadi ke Iran ?

kalau bener sama aja ngirim devisa secara cuma2 ke luar negeri nohope:

sorry kl pertanyaannya gak ada hubungannya ama sejarah


Quote:
Original Posted By Ekspresi2nd
iya gw dah search tadi,,tapi di sunni juga ada tuh khums...
bedanya dalam sunni khums itu lebih ke pembayaran zakat yah...

nah yg pengaliran dana khums orang2 syiah yang kemudian dana itu mengalir ke IRAN itu yang gw gak nemu di google...
memang sih ada kemungkinan dana itu lari ke iran dan kemudian di gunakan untuk kepentingan negara tersebut.

Khums
Khums2


Kalo dari sumber itu katanya asalnya dari ghanima atau rampasan perang.

"In the Shia tradition, ghanima is defined as all the profit, or surplus, of an income, while in the Sunni tradition it is more strictly defined."

"Followers of a contemporary Islamic movement -- Salafism, the adherents of which claim to adhere to the path of the 'as-Salaf aṣ-Ṣāliḥ' (righteous predecessors) consider the payment of Khums to be an innovation—a bid'ah."

Dari tiga sudut pandang pun udah ngejelimet haha, belum mazhab yang lain turun gunung hahaha.
Tapi karena emg mayoritas pendukung syiah ada di Iran jadi mungkin aja itu bner, tapi gimana penyalurannya ya?

Katanya syiah tidak mengakui kepemimpinan 3 khalifah pertama sunni dan begitu pula sebaliknya, masa iya setelah sepeninggal Rasulullah SAW kepemimpinan umat sudah di politisir? Politik lebih jahat dari ibu tiri haha \)

Quote:
Original Posted By n'DhiK
Syi'i yang mengkultuskan Ahlul Bayt mulai dari 'Ali sampai ke bawah, di Iran sendiri pimpinan tertinggi (supreme leader) dimuliakan (Ayatollah = sign of Allah), sudah menjadi simbolis Republik Islam Iran yang sama aja dengan posisi Raja... akhirnya terjadi derivasi budaya masing-masing kelompok yang seolah-olah kembali ke zaman feodal: para habib adalah sosok yang setaraf dengan waliyullah.

Sunni sendiri juga sama, merasa telah benar mengikuti ajaran sunnah dan telah berdiri di bawah tiang demokrasi, tapi kebanyakan menjadikan ijtihad sebagai landasan hukum utama (meskipun secara struktural menjadi landasan hukum terakhir), akhirnya mengejawantah pada kultus individual terhadap pribadi syeikh, 'ulama, fuqaha, dll.... D kedua-duanya adalah sama-sama korban manifesto politik Islam.


Setuju sekali shakehand , Indonesia pun terkena imbasnya hehe.

------------------------------------------------------------------------

Nambahin dikit om TS, ga sengaja nemu sesuatu, mungkin berguna hehe D.

Quote:
Ghadir khum

Ghadir Khum (Persia/Arab: غدیر خم) adalah lokasi di Arab Saudi, tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah lebih kurang 200 mil.
Dalam kejadian sejarah menurut tradisi syiah, tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat penobatan Ali bin Abu Thalib sebagai Wali dan Khalifah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang terjadi setelah Haji Wada' lebih kurang pada tanggal 18 Dzulhijjah, tahun 10 Hijriyah (kurang lebih 15 Maret 632 Masehi).

Menurut riwayat dari Al-Ya'qubi dalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut.
Dalam perjalanan pulang ke Madinah seusai menunaikan ibadah haji ( Hijjatul-Wada'),malam hari Rasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yang dikenal denagan nama "GHADIR KHUM."

Hari itu adalah hari ke-18 bulan Dzulhijah. Ia keluar dari kemahnya kemudian berkhutbah di depan jamaah sambil memegang tangan Imam Ali Bin Abi Tholib r.a.Dalam khutbahnya itu antara lain beliau berkata : "Barang siapa menanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlah orang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya"

Jibril turun ke bumi membawa syariat dan kali ini membawa ayat tentang perintah tabligh (menyampaikan penobatan wali) yang berbunyi:
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Al-Ma'idah [5]:67)

Ayat ini turun pada tanggal 18 Djulhijjah di wadi yang bernama "Khum". Hari itu merupakan hari dimana Rasulullah saw mengukuhkan Ali sebagai sumber ilmu bagi orang banyak, juga sebagai wali dan khalifah pengganti Rasul.


Lengkapnya disini
javanissary - 16/09/2011 08:55 PM
#28

Diskusi dan konflik Sunni - Syi'ah yg telah berlangsung lebih dari seribu tahun keknya juga gak bakal terselesaikan dalam seribu tahun mendatang..Peace:
selalu saja buntu tanpa ada penyelesaian...berdukas
Ekspresi2nd - 16/09/2011 10:02 PM
#29

Quote:
Original Posted By n'DhiK
LOL D siapa tau ane sesat gan ngakaks


sekalipun ente sesat,,2 ayat diatas kan gak sesat ;)
ayatnya aja maksud gw yg ditaruh di depan,,biar gak ada yg nyampah kayak sebelumnya.
kutangbabeh17 - 16/09/2011 11:45 PM
#30

Quote:
Original Posted By Ekspresi2nd

kalo untuk masalah postingan sampah,,yah tinggal report ke momod aja,,minta delete...gw juga pengen nyimak diskusi dari mereka2 yang paham tentang sejarah ini,,lumayan tambah ilmu D...soalnya gw tertarik dengan topik ini.

ktk semua nyaris diam dan sebagian membenarkan dan tidak ada saling penghujatan (krn cuma 1 gol yg dideskriditkan tanpa pembelaan), apakah momod/hansip bersedia mendeletenya???

tp bs jd masukan buat TS, krn TS lah yg lebih bertangungjawab atas threadnya kan... \)
Quote:
Original Posted By merkapa
namanya juga aforum sejarah...
mau tanya di awal2nya apakah ada pertentangan antara Syiah dan Sunni seperti di Eropa dimana Katolik Vs Protestan?

kyknya pertanyaan kurang jelas, apakah pertentangan dlm hal akidah (klw ttg hal ini baiknya masuk Forum Spiritual, tp bs buat jd perdebatan, jd lebih baik tidak usah ditanyakan D) atau gesekan shg menjd pertempuran2 antara Katolik vs Protestan???
kutangbabeh17 - 16/09/2011 11:54 PM
#31

Quote:
Original Posted By cjik
buat yang syiah mau tanya nih, bener nggak setiap tahun orang2 syiah harus membayar yang namanya khums sebesar 20 % dari keuntungan pribadi ke Iran ?

kalau bener sama aja ngirim devisa secara cuma2 ke luar negeri nohope:

sorry kl pertanyaannya gak ada hubungannya ama sejarah

knp cuma Iran, khums harus diserahkan k Marja (Ulama yg ditaklidkan), knp gak k Irak juga, apalagi jk berbicara Marja, di Irak - Najaf kota pendidikan yg lebih terkenal utk ulama2 calon Marja dibanding Iran, dan juga ada marja d bbrp negara, bahkan masjid2 dari makam2 Imam syiah banyak di Irak, Masjid tsb dibangun megah dan indah, dan itu bukan dari uang negara, para pelajar di QUm dan Najaf juga bukan dpt beasiswa dari negara bersangkutan dll...

Uang khums dari para pengikut Syiah utk para syiah di Indonesia aja kurang gmn mau ngirim k negara lain gan (banyak loh para pengikut syiah di Indonesia berada pd gol ekonomi menengah kebawah)...

Gan dgn kondisi bangsa Indonesia saat ini, jk bner apa mungkin pemerintah akan membiarkan hal tsb (uang dgn nilai besar keluar negeri)?kecuali kita kyk Brunei atau Kuwait baru deh bs hahahha (udah kebanyakan uang negaranya)...

Quote:
Original Posted By n'DhiK
di Iran sendiri pimpinan tertinggi (supreme leader) dimuliakan (Ayatollah = sign of Allah), sudah menjadi simbolis Republik Islam Iran yang sama aja dengan posisi Raja... akhirnya terjadi derivasi budaya masing-masing kelompok yang seolah-olah kembali ke zaman feodal: para habib adalah sosok yang setaraf dengan waliyullah D

dan yang menjadi sebuah ironi adalah lahirnya budaya mengkafirkan (takfir) sesama Muslim nohope:

sdkt informasi dari ane
Ayyatulah Al Udzma Ali Sistani yg menetap di Najaf Irak, marja besar di kalangan Syiah, tidak pernah sdktpun memiliki ide (klw niat itu bicara hati, klw ide kita bisa lihat dari tulisan atau ceramah atau wawancara, jd lebih mudah di amati) menjadikan Irak seperti Iran dlm hal Politik kenegaraan (yaitu Teokrasi, atau Wali Fakih), belum lg bicara Libanon khususnya Libanon Selatan, knp gak dipengaruhi aja oleh ulama2 Syiah di libanon Selatan spy jd negara terpisah atau minimal federasi biar bisa jd raja juga gan... D

Posisi Raja dlm hal apa?
apakah berarti mereka bebas bertindak tanpa ada yg mengawasi dan tanpa aturan yg mengikat?
apakan agan sudah belajar sistem pemerintahan di Iran, dmn Supreme Leader diawasi oleh sebuah dewan ulama yg dapat menurunkankan/menggantikan sang Supreme Leader.

Bicara simbol, Supreme leader bukan simbol tp pemimpin, ada kejadian dmn Presiden tidak jd mengangkat pilihannya menjd anggota kabinet krn sang Supreme Leader menolak.

Kebanyakan orang berpandangan Iran adalah syiah dan Syiah adalah Iran, pdhal ada Marja (Ayatullah Al Udzma) yg memiliki pandangan dan pemikiran yg berbeda mengenai konsep Wilayatul Fakih, namun ttp saling menghormati ijtihad masing2, di Iran sendiri setiap orang bebas memilih kpd ulama siapa dia bertaklid/mengikuti, wlw ulama tsb bukan warga negara Iran.

Berdasarkan ulama2 besar (Marja) Syiah seperti Ayyatullah Ali Sistani dan Khamenei serta marja2 yg masih hidup yg lainnya (yg telah meninggal tidak boleh di ikuti/taklid) tidak ada pengkafiran, bahkan selalu persatuan yg didengungkan, cth seluruh pengikut Syiah membela bangsa Palestina shg ada hari khusus yaitu Yaumul Quds utk Bangsa Palestina yg sunni (adakah agan baca berita ulama syiah yg kontra akan perjuangan bangsa Palestina?), tp adakah hal yg sama berlaku utk Hizbullah yg syiah khususnya saat tahun 2006 melawan Zionis dari ulama sunni (mendukung seluruhnya)???
kutangbabeh17 - 16/09/2011 11:55 PM
#32

Quote:
Original Posted By overloadrecords

ditunggu sumber2 tambahannya gan,kita bahas sejarah kok,data yg mengalir jadi bahan pertimbangan bukan paksaan akidah,semua manusia mencari kebenaran karna tuhannya satu yang maha esa

maaf, dulu ada ahli sejarah di kalangan syiah Indonesia, Alm Hb Zainal Abidin Al muhdhor, sayang wlw ane pernah bertemu beliau bbrp x tp gak sempat belajar, jd pengetahuan ane minim (khususnya dlm hal data sejarah, seperti pengetahuan akan kitab2 sejarah)... D
n'DhiK - 17/09/2011 04:59 AM
#33

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17

Ayyatulah Al Udzma Ali Sistani yg menetap di Najaf Irak, marja besar di kalangan Syiah, tidak pernah sdktpun memiliki ide (klw niat itu bicara hati, klw ide kita bisa lihat dari tulisan atau ceramah atau wawancara, jd lebih mudah di amati) menjadikan Irak seperti Iran dlm hal Politik kenegaraan (yaitu Teokrasi, atau Wali Fakih), belum lg bicara Libanon khususnya Libanon Selatan, knp gak dipengaruhi aja oleh ulama2 Syiah di libanon Selatan spy jd negara terpisah atau minimal federasi biar bisa jd raja juga gan... D


ane ga bicara soal politik Iran, tapi berbicara soal pengaruh arus politik dalam sebuah peradaban... tapi terima kasih kalo ente menjelaskan dengan rinci seperti apa sistem perpolitikan Theocracy-nya Iran...

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
Posisi Raja dlm hal apa?
-skip-


Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
Bicara simbol, Supreme leader bukan simbol tp pemimpin, ada kejadian dmn Presiden tidak jd mengangkat pilihannya menjd anggota kabinet krn sang Supreme Leader menolak.


supreme leader juga termasuk simbol, sama seperti raja/ratu, bendera, coat of arms, dan berbagai simbolis lain... dalam hal ini, posisi simbolis ini adalah seorang pemimpin, posisi yang sama dengan Kim Il Sung, the eternal president and head of state...

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
Kebanyakan orang berpandangan Iran adalah syiah dan Syiah adalah Iran, pdhal ada Marja (Ayatullah Al Udzma) yg memiliki pandangan dan pemikiran yg berbeda mengenai konsep Wilayatul Fakih, namun ttp saling menghormati ijtihad masing2, di Iran sendiri setiap orang bebas memilih kpd ulama siapa dia bertaklid/mengikuti, wlw ulama tsb bukan warga negara Iran.

Berdasarkan ulama2 besar (Marja) Syiah seperti Ayyatullah Ali Sistani dan Khamenei serta marja2 yg masih hidup yg lainnya (yg telah meninggal tidak boleh di ikuti/taklid) tidak ada pengkafiran, bahkan selalu persatuan yg didengungkan, cth seluruh pengikut Syiah membela bangsa Palestina shg ada hari khusus yaitu Yaumul Quds utk Bangsa Palestina yg sunni (adakah agan baca berita ulama syiah yg kontra akan perjuangan bangsa Palestina?), tp adakah hal yg sama berlaku utk Hizbullah yg syiah khususnya saat tahun 2006 melawan Zionis dari ulama sunni (mendukung seluruhnya)???


persetan dengan ini ya gan o ane ga peduli... shakehand yang jelas, budaya mengkafirkan satu sama lain dalam Islam inilah ironi yang dilahirkan dari dialektika pemikiran antar golongan.... akhirnya, keduanya saling mencari-cari kesalahan satu sama lain dan merasa paling unggul... ini buktinya:

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
(adakah agan baca berita ulama syiah yg kontra akan perjuangan bangsa Palestina?), tp adakah hal yg sama berlaku utk Hizbullah yg syiah khususnya saat tahun 2006 melawan Zionis dari ulama sunni (mendukung seluruhnya)???


kalo ente nunjukin kelebihan Syi'ah telah mendukung perjuangan Palestina sepenuhnya, lain dengan Sunni, seolah-olah menunjukkan bahwa dukungan Syi'ah pada perjuangan Palestina pamrih, ada unsur politis di situ, yaitu berusaha menjelek-jelekkan Sunni seperti yang ente utarakan di atas....

Islam dalam keadaan mengkhawatirkan di era postmo... berdukas
btw ane bukan Ahlussunnah Wal Jama'ah, ane bukan Syi'i, ane Muslim
cjik - 17/09/2011 08:35 AM
#34

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
knp cuma Iran, khums harus diserahkan k Marja (Ulama yg ditaklidkan), knp gak k Irak juga, apalagi jk berbicara Marja, di Irak - Najaf kota pendidikan yg lebih terkenal utk ulama2 calon Marja dibanding Iran, dan juga ada marja d bbrp negara, bahkan masjid2 dari makam2 Imam syiah banyak di Irak, Masjid tsb dibangun megah dan indah, dan itu bukan dari uang negara, para pelajar di QUm dan Najaf juga bukan dpt beasiswa dari negara bersangkutan dll...

Uang khums dari para pengikut Syiah utk para syiah di Indonesia aja kurang gmn mau ngirim k negara lain gan (banyak loh para pengikut syiah di Indonesia berada pd gol ekonomi menengah kebawah)...

Gan dgn kondisi bangsa Indonesia saat ini, jk bner apa mungkin pemerintah akan membiarkan hal tsb (uang dgn nilai besar keluar negeri)?kecuali kita kyk Brunei atau Kuwait baru deh bs hahahha (udah kebanyakan uang negaranya)...



kl boleh tau khums tersebut lari kemana ? ke kas negara yang bersangkutan atau setiap marja' punya lembaga tersendiri untuk mengelola khums & yang paling penting digunakan untuk apa & didistribusikan ke mana, ke lingkup negara tempat marja' itu berada saja atau ke lintas negara ?

untuk contoh kasus marja taqlid ali khamenei, mengingat dia punya kekuasaan politik di sebuah negara & misal ente mengikuti marja taqlid itu apa ente tidak takut kl uang ente disalahgunkan untuk kepentingan negara tersebut ?
merkapa - 17/09/2011 06:20 PM
#35

sepanjang masa Ottoman (1300-1916) ada friksi antara Syiah vs Sunni gak ya? jarang soalnya berita semasa Ottoman atau semasa Kekhalifahan Bagdad, Mesir dan Spanyol
InRealLife - 17/09/2011 08:38 PM
#36

Quote:
Original Posted By merkapa
sepanjang masa Ottoman (1300-1916) ada friksi antara Syiah vs Sunni gak ya? jarang soalnya berita semasa Ottoman atau semasa Kekhalifahan Bagdad, Mesir dan Spanyol


friksi banget... soalnya salah satu musuh bebuyutan Osmani itu adalah Persia/Iran Syiah di bawah Dinasti Safawi. Salah satu sultan yang paling getol memberantas umat Syiah adalah Selim I Yavuz, bapaknya Suleyman Kanuni ("The Magnificent"). Selim membantai pengikut Syiah di daerah kekuasaannya dan menyerang Persia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman_persecution_of_Alevis
kutangbabeh17 - 18/09/2011 12:31 AM
#37

Quote:
Original Posted By n'DhiK

supreme leader juga termasuk simbol, sama seperti raja/ratu, bendera, coat of arms, dan berbagai simbolis lain... dalam hal ini, posisi simbolis ini adalah seorang pemimpin, posisi yang sama dengan Kim Il Sung, the eternal president and head of state...

yg jelas dunk, krn bisa jd kan simbol itu seperti Kaisar di Jepang atau Ratu di Inggris.

Quote:
Original Posted By n'DhiK
persetan dengan ini ya gan o ane ga peduli... shakehand yang jelas, budaya mengkafirkan satu sama lain dalam Islam inilah ironi yang dilahirkan dari dialektika pemikiran antar golongan.... akhirnya, keduanya saling mencari-cari kesalahan satu sama lain dan merasa paling unggul... ini buktinya:

ane lebih persetan dgn tulisan agan, mknya jwbnya pk tata bahasa ngasal tp isinya ttp bisa dijadikan argumen... D
kok jd main setan2an, jd kisah horor nih o

apakah krn oknum/segelintir orang anda menilai keseluruhan, begitu cara menilai, atau kita menilai dari tokoh2 setiap golongan...
klw buat gue yg fair y menilai dari tokoh2 pimpinan dlm hal ini ulama2 nya khususnya ulama2 berpengaruhnya (seperti yg ane contohin) bukan atas segelintir orang atau bisa dibilanglah cuma perkatan curut2 (paling tinggi ulama kelas kampung) jd rujukan penilaian, klw sejarah hanya berdasarkan perkataan/tulisan orang2 yg tdk jelas kapabilitasnya mending baca dongeng gan hehehehe...

gue nulis seperti diatas, krn selama puluhan tahun gue pelajari syiah, tidak ada yg gue ketahui seorang Marja mengkafirkan ahlulsunnah begitu juga dgn guru2 gue (bukan para curut, klw para curut mmg ada yg bersikap seperti itu), banyak kitab2 hadist syiah dikutip sbg bukti pengkafiran dmn banyak pembacanya tidak tahu, bahwa dlm syiah tidak ada kitab yg 100% shahih, tidak ada kitab diberi tambahan Shahih sbg judul kitabnya (cth : gak ada kitab sahih Al Kafi, atau kitab shahih Biharul Anwar dll), dan tidak pernah kitab2 hadist tertutup dari pengkajian oleh para ulama yg akan datang ttg tingkatannya (Shahih, maudhu, dhaif dll), bahkan selalu muncul metode2 baru dlm pengkajian ilmu hadist/sejarah dlm syiah, seperti pemberian point (ane nagkapnya kyk pemberian point metodenya) atas jumlah yg mengabarkan (sanad) sebuah hadist/kisah (kisah=sejarah, y gak?) oleh Syahid Ayyatullah Al Udzma M Bagir Shadr (ente tahu gak nih, ulama besar syiah juga nih, tinggal dan lahirnya bukan di IranD)
kutangbabeh17 - 18/09/2011 12:33 AM
#38

Quote:
Original Posted By n'DhiK
kalo ente nunjukin kelebihan Syi'ah telah mendukung perjuangan Palestina sepenuhnya, lain dengan Sunni, seolah-olah menunjukkan bahwa dukungan Syi'ah pada perjuangan Palestina pamrih, ada unsur politis di situ, yaitu berusaha menjelek-jelekkan Sunni seperti yang ente utarakan di atas....

ente maunya gak boleh nunjukkin apapun, jd diam2 aja, klw gitu gak boleh ada buku2 sejarah heroik (Pahlawan) krn nanti dibilang pamrih... o
klw gitu apa gunanya mengkaji sejarah klw hanya harus sesuai dgn keinginan ente..

gue cuma mencontohkan, syiah selalu menginginkan persatuan (membantah yg ente bilang tidak mau bersatu), tp selalu (seperti anda ini) dilihat ada sisi ketidakpercayaan dan kenegatifan (pamrih atau unsur ada udang dibalik tahu dll) selalu ada, cth lg waktu Yaumul Quds, selalu ada komentar2 yg menyatakan hal tsb tidak tulus dan pamrih, klw gitu gmn mau bersatu...

gmn mau fair melihar sebuah sejarah, klw sudah ada rasa negatif terlebih dahulu!!!

Quote:
Original Posted By n'DhiK
Islam dalam keadaan mengkhawatirkan di era postmo... berdukas
btw ane bukan Ahlussunnah Wal Jama'ah, ane bukan Syi'i, ane Muslim

anda lebih parah jd yg sunni maupun syiah bukan muslim... bingungs
klw ente mmg bukan sunni dan syiah, klw gitu ente rujukannya dlm beribadah keduanya (kitab2 sunni dan syiah) dunk atau bukan keduanya, jd rujukan ente apa y klw bukan keduanya (AL Quran aja, gak mungkin Al Quran perlu ditafsirkan dan perlu ada contoh kyk cth sholat dan itu adanya di kitab hadist)... -just kidding, wlw nyelekit yaaa D

malah syiahlah yg jg sunni (menurut ane), krn syiah bisa menunjukkan dasar2 ibadahnya melalui kitab2 sunni dan menjadikan rujukan juga jk dinilai mmg shahih atau hasan apalg mutawatir hadist yg ada dikitab2 sunni, klw agan gmn???...

kawan, saya diajarkan oleh guru2 saya (bukan cuma satu-dan mereka sebagian ulama2 berpengaruh di Indonesia, dan bukan cm belajar secara umum tp ktk pirivate-hanya berdua) diajarkan hingga saat ini, selama seseorang itu bersyahadat bahwa Tuhannya Allah SWT dan Nabinya Muhammad SAWW, sholat menghadap kiblat, Kitab sucinya Al Quran, mereka adalah muslim dan saudara kita, masalah perbedaan seperti ke Imamahan itu urusan/tanggungjawab mereka dgn Allah SWT, itu dicontohkan oleh Imam Hasan as, beliau rela berdamai demi persatuan,dgn musuh ayahnya demi persatuan...

udah y, gak usah OOT lg, kita k sejarah aja, jd jgn mulai sotoy lg pren menilainya... D
n'DhiK - 18/09/2011 01:30 AM
#39

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
ente maunya gak boleh nunjukkin apapun, jd diam2 aja, klw gitu gak boleh ada buku2 sejarah heroik (Pahlawan) krn nanti dibilang pamrih... o
klw gitu apa gunanya mengkaji sejarah klw hanya harus sesuai dgn keinginan ente..


kok nyambungnya kesono? gw lagi komenin postingan lo yang ini gan:

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
(adakah agan baca berita ulama syiah yg kontra akan perjuangan bangsa Palestina?), tp adakah hal yg sama berlaku utk Hizbullah yg syiah khususnya saat tahun 2006 melawan Zionis dari ulama sunni (mendukung seluruhnya)???


ente bertanya adakah bla bla bla, itu kesan mengunggul-unggulkan yang satu dari yang lain, merasa lebih hebat, berarti lo sendiri sama aja udah mengatakan Syi'ah lebih unggul dari Sunni karena membantu Palestina bla bla bla...

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
gue cuma mencontohkan, syiah selalu menginginkan persatuan (membantah yg ente bilang tidak mau bersatu), tp selalu (seperti anda ini) dilihat ada sisi ketidakpercayaan dan kenegatifan


gw bilang pamrih karena lo mengunggulkan Syi'ah dari Sunni berdasarkan kapasitas sosial mereka membantu Palestina yang ga setengah-setengah (kalo lo adalah Syi'ah)... sekarang gini aja, "adakah blablabla" di atas itu bukannya juga kalimat yang cenderung disintegrasi?? beginilah belajar agama secara syari'ah (kulit), sampai kapanpun akan terus terdogma, ga akan bisa mengupas esensi dari agama itu sendiri....

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
anda lebih parah jd yg sunni maupun syiah bukan muslim... bingungs


jangan memaknai kata-kata orang secara letterlijk, emang dah kualitas syari'ah begini dah.... capedes

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
klw ente mmg bukan sunni dan syiah, klw gitu ente rujukannya dlm beribadah keduanya (kitab2 sunni dan syiah) dunk atau bukan keduanya, jd rujukan ente apa y klw bukan keduanya (AL Quran aja, gak mungkin Al Quran perlu ditafsirkan dan perlu ada contoh kyk cth sholat dan itu adanya di kitab hadist)... -just kidding, wlw nyelekit yaaa D


maaf ya saya Muslim, saya anti-eksistensialis, saya juga seorang nihilis, dan cara pandang saya dalam Islam berdasarkan metoda Nietzschean... dulu saya adalah orang yang sangat terdogma dengan suatu pemikiran, ente boleh cari nick ane ini di FFI, gw salah satu Muslim yang paling getol dengan Sunni dalam diri gw untuk melawan "kafirun" FFI dulu...

nilai lebih yang gw dapet dari masa-masa itu adalah gw ngerti sedikit banyak ttg fiqh dan bagaimana proses pembelajaran fiqh itu (mulai dari 'ulumul Qur'an, 'ulumul Hadits, Ijma' dan Qiyas, dll...), nilai buruk yang gw dapet ya jadi orang kayak ente gini, terdogma dalam satu bentuk pemikiran sehingga lawan pemikirannya selalu dianggap salah, bodoh, dan suatu kekejian (kita bedakan anti dengan counter)...

dan hasil dari dialektika pemikiran gw pribadi terhadap Islam hari ini adalah gw berani jamin kalo rata-rata Muslim lebih mengutamakan tafsir ketimbang ayat itu sendiri, seperti kalimat ente di atas... ane menggariskan proses itu seperti ini: Qur'an >= tafsir+Hadits+tafsir Hadits >= fiqh >= ijtihad, artinya ajaran keagamaan yang dianut Muslim kebanyakan itu lebih ditekankan pada ijtihad-nya dibanding Qur'annya...

kalo ente berkata contoh shalat adanya di Hadits saja, ente sama aja merendahkan martabat Qur'an yang tidak menjelaskan bagaimana shalat itu... coba ente belajar tasawuf supaya ente ngerti esensi shalat itu apa.... dalam filsafatnya, kelas ilmu kaum Muslim dibagi atas 3: syari'ah (kulit) - tariqah (isi) - haqiqah (inti), ya kualitas orang seperti ente ini masih dalam jenjang syari'ah, makanya suka konflik sana-sini o

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
malah syiahlah yg jg sunni (menurut ane), krn syiah bisa menunjukkan dasar2 ibadahnya melalui kitab2 sunni dan menjadikan rujukan juga jk dinilai mmg shahih atau hasan apalg mutawatir hadist yg ada dikitab2 sunni, klw agan gmn???...


ya terserah ente lah, yang jelas ente bukan Tuhan, ga sepatutnya ente men-justifikasi golongan lain itu salah, apalagi menggurui mereka... kalo ente beriman dengan ayat "laa iqraaha fiddiin, qattabayyanarrusydu minal ghay", ente pasti sebaiknya tidak nge-judge sunni itu salah dan syi'ah itu yang benar... terserah ente mau milih Syi'ah kek Sunni kek, tapi jangan menyalahkan kelompok lain (dalam hal ini yaitu Sunni), kaum Sunni yang lain juga jangan bisanya nyalahin Syi'ah atau nganggep Syi'ah antek kafirlah, apalah....

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17
kawan, saya diajarkan oleh guru2 saya (bukan cuma satu-dan mereka sebagian ulama2 berpengaruh di Indonesia, dan bukan cm belajar secara umum tp ktk pirivate-hanya berdua) diajarkan hingga saat ini, selama seseorang itu bersyahadat bahwa Tuhannya Allah SWT dan Nabinya Muhammad SAWW, sholat menghadap kiblat, Kitab sucinya Al Quran, mereka adalah muslim dan saudara kita, masalah perbedaan seperti ke Imamahan itu urusan/tanggungjawab mereka dgn Allah SWT, itu dicontohkan oleh Imam Hasan as, beliau rela berdamai demi persatuan,dgn musuh ayahnya demi persatuan...


itu ente ngerti, kenapa ente berlaku begitu sombong seolah-olah Syi'ah über alles?? sekali lagi gw bukan Sunni, gw punya cara pandang sendiri tentang Islam, tentu saja cara pandang gw ini bukan merupakan pure idea gw sendiri, tapi hasil dialektika jiwa dan pemikiran gw selama ini tentang Islam... shakehand
n'DhiK - 18/09/2011 01:47 AM
#40

Quote:
Original Posted By kutangbabeh17

gue nulis seperti diatas, krn selama puluhan tahun gue pelajari syiah, tidak ada yg gue ketahui seorang Marja mengkafirkan ahlulsunnah begitu juga dgn guru2 gue (bukan para curut, klw para curut mmg ada yg bersikap seperti itu),


proposisi logika ente bener-bener letterlijk... ane mengatakan mengkafirkan dalam segi luas, bukan sekedar maksudnya "kafir"... maksudnya, ketika ente percaya Sunni itu salah dan Syi'ah itu benar, itu ga masalah, itu pribadi ente, tapi ketika ente mempublikasikan hal seperti di atas, menganggap orang lain salah, itu maksud ane, meng-"kafir"-kan orang lain (bukan dalam arti sempit maksudnya "kafir" menjadi non-Muslim).... makanya ane bilang persetan ente mau nunjukin 100 kelebihan dan kebenaran Syi'ah dibanding Sunni kek, ane ga peduli, yang jelas ane mengutarakan pendapat bahwa Muslim hari ini adalah Muslim konservatif terhadap persepsi kebenaran, padahal kebenaran itu sendiri milik Allah, bukan kapasitas manusia menilai sebuah kebenaran (Allah sendiri yang berfirman seperti ini, wa qaalil haqqu mirrabbikum, kemudian laa iqraaha fiddiin, lalu lakum diinukum waliyadiin)... jika ente merasa ente sudah benar, silahkan beritahu mereka yang "belum benar" menurut ente tanpa harus menunjukkan keunggulan kebenaran ente atau kelemahan kebenaran mereka....
Page 2 of 43 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > EDUCATION > Sejarah & Xenology > [DISKUSI] Sejarah Munculnya Syi’ah