BUSINESS BOARD
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK
Total Views: 122321 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 202 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

abahtr1972 - 08/09/2008 10:50 AM
#1
[ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK
Siapa sih yang nggak tahu Pajak (Tax), orang banyak lupa and no.2-in masalah ini. tapi pas kena batunya nggak sedikit yang rugi and habis cuman gara-gara kesalahan yang sebenarnya sepele.
Jadi di Thread ini, para kaskuser yang ingin tahu masalah pajak or punya masalah pajak bisa kita diskusiin bareng-bareng. mudah-mudahan bisa kita cari solusinya.

Berikut beberapa peraturan pajak yang bisa jadi bahan bacaan :
1. Undang-undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
2. Undang-undang tentang Pajak Penghasilan (perubahan terakhir)

Yang mau ngumpulin peraturan pajak bisa langsung ke web sitenya direktorat jenderal pajak http://www.pajak.go.id
abahtr1972 - 08/09/2008 10:59 AM
#2
Tambahan, untuk yang awam tentang pajak
Pajak di Indonesia dibagi sbb:
1. menurut kewenangan pemungutannya:
Pajak Pusat dan Pajak Daerah
2. menurut pola pemungutannya:
Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung
3. menurut Jenisnya:
[/INDENT][/INDENT]Pajak Pusat : Pajak Penghasilan (PPh), PPN/PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah), PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) *kemungkinan di UU Pajak yang baru akan pindah jadi Pajak Daerah*, BPHTB (Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Atau Bangunan)
     Pajak Daerah : Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Parkir, Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Bea Baliknama Kendaraan Bermotor, dll.
Nafry - 08/09/2008 11:04 AM
#3

Ikut menyimak.... ... Pajak Penghasilan selalu bayar koq....
4X4V - 08/09/2008 11:20 AM
#4

ikut nyimak, lagi di diminta bikin npwp neh
abahtr1972 - 08/09/2008 11:59 AM
#5
Bagi Karyawan segeralah ber-NPWP atau Pajaknya lebih tinggi 20%
berikut kutipan draft RUU Pajak Penghasilan pasal 21 ayat 5 dan 5a:
Ayat (5) Tarif pemotongan atas penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tarif pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah.
Ayat (5a) Besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak lebih tinggi 20% (dua puluh persen) dari tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

perlu diketahui tarif 17 bersifat progresif yaitu :
- Penghasilan s.d. Rp 50 juta tarif pajak sebesar 5%
- Penghasilan di atas Rp 50 juta s.d. Rp 100 juta tarif pajak sebesar 15%
- penghasilan di atas Rp 100 juta s.d. Rp 200 juta tarif pajak sebesar 25%
- penghasilan diatas Rp 200.000.000,00 tarif pajak sebesar 35%

Jadi kalau ada pegawai yang masih lajang punya gaji 5 juta sebulan atau 60 juta setahun maka bila ber-npwp pajaknya : (tanpa menghitung biaya jabatan dan iuran pensiun)
Penghasilan setahun : 60 juta
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : 12 juta (pasal 7)
Penghasilan Kena Pajak : 48 juta
PPh 5% x 48 juta = 2,4 juta atau perbulan dipotong 200 ribu

Nah kalau nggak ber-NPWP:
PPh (5%x120%) x 48juta = 2.88 juta atau perbulan dipotong 240 ribu
pilih mana...???
abahtr1972 - 08/09/2008 12:03 PM
#6
Bagi Karyawan segeralah ber-NPWP atau Pajaknya lebih tinggi 20%
berikut kutipan draft RUU Pajak Penghasilan pasal 21 ayat 5 dan 5a:
Ayat (5) Tarif pemotongan atas penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tarif pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah.
Ayat (5a) Besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak lebih tinggi 20% (dua puluh persen) dari tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

perlu diketahui tarif 17 bersifat progresif yaitu :
- Penghasilan s.d. Rp 50 juta tarif pajak sebesar 5%
- Penghasilan di atas Rp 50 juta s.d. Rp 100 juta tarif pajak sebesar 15%
- penghasilan di atas Rp 100 juta s.d. Rp 200 juta tarif pajak sebesar 25%
- penghasilan diatas Rp 200.000.000,00 tarif pajak sebesar 35%

Jadi kalau ada pegawai yang masih lajang punya gaji 5 juta sebulan atau 60 juta setahun maka bila ber-npwp pajaknya : (tanpa menghitung biaya jabatan dan iuran pensiun)
Penghasilan setahun : 60 juta
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : 12 juta (pasal 7)
Penghasilan Kena Pajak : 48 juta
PPh 5% x 48 juta = 2,4 juta atau perbulan dipotong 200 ribu

Nah kalau nggak ber-NPWP:
PPh (5% x 120%) x 48juta = 2,88 juta atau perbulan dipotong 240 ribu

pilih mana...???
metal - 08/09/2008 12:16 PM
#7

bagaimana kalo gaji dibawah PTKP dan tidak ber-NPWP?
abahtr1972 - 08/09/2008 12:32 PM
#8

Kalo di bawah PTKP tidak ngaruh karena belum sempat kena tarif. misalkan gajinya setahun hanya 10,5 juta padahal PTKP 12 juta jadi Penghasilan Kena Pajaknya -500 rb dianggap NIHIL.
Freshto - 08/09/2008 01:54 PM
#9

kalo kadang ada customer yang minta harganya di up ngitung PPN nya gimana? Kalo service sih gak papa, tapi kalo dagang bisa habis tuh untungnya. apalagi hari ini keadaan sepi gini.
4X4V - 08/09/2008 02:08 PM
#10

Quote:
Original Posted By abahtr1972
a
PPh 5% x 48 juta = 2,4 juta atau perbulan dipotong 200 ribu

Nah kalau nggak ber-NPWP:
PPh (5% x 120%) x 48juta = 2,88 juta atau perbulan dipotong 240 ribu

pilih mana...???


weh beda 40 rb/bulan
ehuejuga - 09/09/2008 08:22 PM
#11

Quote:
Original Posted By abahtr1972
berikut kutipan draft RUU Pajak Penghasilan pasal 21 ayat 5 dan 5a:
Ayat (5) Tarif pemotongan atas penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tarif pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah.
Ayat (5a) Besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak lebih tinggi 20% (dua puluh persen) dari tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

perlu diketahui tarif 17 bersifat progresif yaitu :
- Penghasilan s.d. Rp 50 juta tarif pajak sebesar 5%
- Penghasilan di atas Rp 50 juta s.d. Rp 100 juta tarif pajak sebesar 15%
- penghasilan di atas Rp 100 juta s.d. Rp 200 juta tarif pajak sebesar 25%
- penghasilan diatas Rp 200.000.000,00 tarif pajak sebesar 35%

Jadi kalau ada pegawai yang masih lajang punya gaji 5 juta sebulan atau 60 juta setahun maka bila ber-npwp pajaknya : (tanpa menghitung biaya jabatan dan iuran pensiun)
Penghasilan setahun : 60 juta
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : 12 juta (pasal 7)
Penghasilan Kena Pajak : 48 juta
PPh 5% x 48 juta = 2,4 juta atau perbulan dipotong 200 ribu

Nah kalau nggak ber-NPWP:
PPh (5%x120%) x 48juta = 2.88 juta atau perbulan dipotong 240 ribu
pilih mana...???


Kok yang gw baca di web beda ya:
http://www.kanwilpajakkhusus.depkeu.go.id/NPWP/NPWP.htm
http://www.kanwilpajakkhusus.depkeu.go.id/NPWP/Duapemberikerja.htm

Penghasilan 60 juta setahun, single:
60-12 juta = 48 juta.
Perhitungan pajak:
25 jt pertama: 5% x 25 juta = 1.25 jt
25jt-50jt : 10% x 23 juta = 2.3 jt

Total: 3.55 juta, bener gak ya?

Peace:
black99 - 09/09/2008 08:47 PM
#12

PAJAK INDO ADA... tapi knp negara kita masih miskin??





Stop Sara... Ngapain sih sara?? Mendingan Klik ini?? D
Spoiler for Info Tentang Money,Mampiraja!!
abahtr1972 - 10/09/2008 09:43 AM
#13

Itu yang berlaku sekarang mas, yang saya ulas tadi itu draft RUU Pajak Penghasilan yang baru dibahas di DPR.
NongDike - 10/09/2008 09:48 AM
#14

Quote:
Original Posted By abahtr1972
Itu yang berlaku sekarang mas, yang saya ulas tadi itu draft RUU Pajak Penghasilan yang baru dibahas di DPR.


Ohh gitu... thanks for the info. Berarti malah jadi lebih murah ya bayar pajaknya?
abahtr1972 - 10/09/2008 09:53 AM
#15

Quote:
Original Posted By Freshto
kalo kadang ada customer yang minta harganya di up ngitung PPN nya gimana? Kalo service sih gak papa, tapi kalo dagang bisa habis tuh untungnya. apalagi hari ini keadaan sepi gini.


maksudnya di mark-up ya... ? setahu aku kalo PPN agak jarang ya ? soalnya dia dihitung dari harga jual. misalkan harga jual 100 ribu maka PPN yang dipungutnya 10% yaitu 10 ribu. terus yang ditagihin ke customer 110 ribu deh. beda kalau PPh Pasal 23, dia sifatnya dipotong, jadi kalau ada nilai jual 100 ribu, dipotong PPh 23 15% maka yang diterima bukanlagi 100 ribu tapi 85 ribu. tapi biasanya sama supplier bukan customer. nah kalau ini rumursna: nilai jual / (100%-tarif) contoh : nilai jual 100 ribu maka nilai markupnya 100.000/(100%-15%) = 100.000/85% = 117.647,1. kalau diuji 117.647,1 x 15% = 17.647,1 maka 117.647,1 - 17.647,1 = 100.000,-
abahtr1972 - 10/09/2008 09:56 AM
#16

Yup... itu sebenarnya lanjutan program DJP. katanya sih untuk menjaring lebih banyak yang ber NPWP. soalnya tax ratio dikita masih rendah... masih banyak yang males berhubungan sama yang namanya Pajak... he he he... (termasuk kita ...)
abahtr1972 - 10/09/2008 09:59 AM
#17

Quote:
Original Posted By black99
PAJAK INDO ADA... tapi knp negara kita masih miskin??





Stop Sara... Ngapain sih sara?? Mendingan Klik ini?? D
Spoiler for Info Tentang Money,Mampiraja!!



Yahhh gimana nggak miskin kalau laporan audit BPK-RI atas laporan keuangan pemerintah masih Disclaimer??? itu berarti duit-duit pajak kita banyak tidak tepat sasaran dan bocor disana sini... bocor ke DPR, ke Kejaksanaan, belum proyek-proyek yang spec-nya pada berkurang ...
vals_surf - 10/09/2008 10:18 AM
#18

Mau nanya nih bos, kalau pegawai profesional seperti: Artis, Atlit, itu kena pajak ndak?

Contoh nih :
Bambang Pamungkas gaji setahun 1,5M kena pajak ndak?
Ungu dari RBT aja dapet berapa ratus juta sebulan kena pajak ndak?

\) shakehand
abahtr1972 - 10/09/2008 10:32 AM
#19

Quote:
Original Posted By vals_surf
Mau nanya nih bos, kalau pegawai profesional seperti: Artis, Atlit, itu kena pajak ndak?

Contoh nih :
Bambang Pamungkas gaji setahun 1,5M kena pajak ndak?
Ungu dari RBT aja dapet berapa ratus juta sebulan kena pajak ndak?

\) shakehand


So Pasti Kena ... Yang namanya penghasilan apapun bentuknya pasti kena.

Kalau kayak Bambang Pamungkas nerima gaji setahun 1,5 M atau Ungu yang dapat ratusan juta dari RBT biasanya dikenakan PPh Pasal 21, tergantung jenisnya Gaji yang sifatnya tetap beda sama honor-honor yang sifatnya temporer.
Ada lagi yang penghasilan lain yang biasanya di terima artis kayak ungu, namanya royalti. Nah kalau ini kalau nggak salah dipotong PPh 23 15%
monasku - 10/09/2008 10:56 AM
#20

jujur aja sebenernya yg bikin males org indo bayar pajak adalah oknum dr Dirjen pajaknya sendiri
serba salah di negara kita ini hukum hanya di buat pajangan.

gw sendiri dah capek banget berhubungan dengan oknum2 pajak ini
karena dari sisi gw di wajibkan untuk melaporkan apa adanya
jadi kita ikuti semua aturan perpajakan yang berlaku
kalo pun emang ada yang salah ya di bayar
tp dr oknumnya sendiri sengaja mencari selah agak WP kurang bayar. karena didalam posisi ini kita dipaksa untuk bernego.
kadang kasian aja ama WP yang pengetahuan pajaknya sangat minim abis dah dikerjain sama oknum2 tadi.
gw hanya berharap thread ini bisa membagi ilmu pajak. sehingga warga negara melek dan bisa mengurangi celah yang bisa dimasuki oleh oknum2 tadi.
Page 1 of 202 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK