BUSINESS BOARD
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK
Total Views: 122321 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 193 of 202 | ‹ First  < 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 >  Last ›

jarfajarfa - 03/04/2012 01:19 PM
#3841

Quote:
Original Posted By Houkuto




pertama gw gak bawa2 kerjaan, gw jg masih tingkat rendah pemahamannya

kedua gw bahas soal pkp kok malah ngalur ngidur ke orang pribadi,
pertama gw tanya PKP bukan? terus lo bilang masuk negatif list, betul?
lanjut lagi gw bilang perusahaan bisa dapet pendapatan lain selain dari business naturenya.. lo ngingetin gw PKP arus 600 jt, betul? baca lagi bro peraturannya.
nah skarang gw nanya, kalo kapal bekas aja 7M berarti PPN 700 juta dong ? lo lepas gitu aja ?
kalo kapal bekas nya 7M berarti lo beli kapal baru bisa aja 15-20 M, pas pembelian kena PPN ama PPNBM, gak perlu jadi PKP? semua PPN masukan di jadiin beban perusahaan ? style ini bukan yang di maksud?
tentang perhitungan zakat gw gak komen apa2 kok karena gw dah sepemahaman,

ketiga, tiap kali ngomong orang pribadi selalu muaranya ke tax audit, berdasarkan SE tahun 2011 target pemeriksaan itu mendapatkan 9 triliyun

http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&hlm=19&page=show&id=14676

b. Fokus Pemeriksaan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi
Wajib Pajak kriteria tertentu yang ditetapkan sebagai Fokus Pemeriksaan Wajib Pajak orang pribadi adalah:
1) orang terkaya di Indonesia tahun 2010 versi majalah Forbes;
2) pejabat pemerintahan tingkat pusat dan daerah;
3) profesional (pengacara/advokat, dokter, konsultan, notaris, artis, atlet);
4) lima Wajib Pajak orang pribadi terbesar di masing-masing KPP; dan
5) Wajib Pajak orang pribadi yang menurut data, informasi, atau pengamatan adalah Wajib Pajak dengan kemampuan ekonomi tinggi yang tidak termasuk dalam angka 4).

gimana cara kumpulin uang 9 triliyun dari penghasilan receh2 macem kami kami ini dalam tenggat waktu yang singkat? tolong di jawab juga yah

terkahir, gw gak pernah bilang yah kalo dia itu pekerjaan bebas. gw cuman bilang kalau gak ada bukti potong dari pemberi penghasilan, gimana caranya kantor pajak tau lo itu pekerja? (tolong kasih tau), gw sebagai orang Indonesia pada umumnya, berusaha menggunakan celah hukum yang ada untuk meminimalizir pembayaran pajak dengan perhitungan yang dilegalkan


aduh, ane aja udah lupa akar masalah yg ente bahas bro.. nohope:
jetfool - 11/04/2012 12:56 AM
#3842

Quote:
Original Posted By dionmn
Selamat Malam Agan2 Sekalian,
Ane ada dilema nih gan dengan masalah pajak ane.
Ceritanya begini gan : Tahun 2006 ane bikin NPWP untuk pembelian rumah. Saat itu ane udah bekerja diluar negeri dan pajak dibayar disana. Ane nggak pernah bikin laporan pajak sama sekali. Untuk agan ketahui ane selalu bekerja lebih dari 183 hari di luar indonesia dalam setahun. Kemudian ane menyadari kalo NPWP ane bukan NPWP perorangan.
Pertanyaan ane begini gan :
1. Bisa nggak ane ngerubah NPWP ane ke yang jenis perorangan?
2. Sepertinya ane mesti bayar denda, kira2 gimana perhitungannya?
3. Beberapa teman ane yang kerja di luar negeri juga sudah melaporkan pajak mereka secara tahunan dengan nilai nihil. Mereka bilang bagi subjek pajak yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari tidak harus membayar pajak di indonesia karena sudah bayar pajak di tempat mereka bekerja. Apakah memang betul infonya begini?
4. Bagaimana solusi terbaiknya gan karena ane tidak ingin tersandung masalah pajak ini.
Mohon pencerahan dari agan2 disini.
Terimakasih.


Hanya sekedar share... gan.

Resident and non-resident taxpayer

Jadi gini gan, di pajak ada istilah wajib pajak dalam negeri (resident) dan wajib pajak luar negeri (non-resident). Perlu agan perhatikan bahwa resident secara pajak berbeda dengan resident dalam artian KTP/Passpor/kewarga negaraan dll.

Kebetulan di Indonesia agan di anggap resident jika 183 hari dalam setahun secara fisik berada di Indonesia atau mempunyai niatan untuk tinggal di Indonesia.

Sedangkan non-resident adalah subyek yang tidak memenuhi kriteria resident tetapi menerima penghasilan yang bersumber dari Indonesia.

Nah repotnya kasus agan adalah kriteria "mempunyai niat tinggal di Indonesia". Karena kriteria ini pertama sangat luas pengertiannya dan kedua dalam praktek dites secara substansi dengan antara lain punya rumah di negara mana? kalo di dua negara atau lebih center social/economic lifenya dimana? dan lain2... dan ini ujung2nya sangat faktual sekali.

Konsekuensi pajak jika dianggap resident taxpayer

Kalo agan di anggap resident tax payer di Indonesia maka agan liable to tax base on world-wide income agan. Lebih lanjut... di negara tempat agan kerja (dan tinggal asumsi sya) dpt juga menganggap agan resident tax payer di negara itu (dual residency). Artinya ada kemungkinan perpajakan berganda.Pada umumnya Indonesia punya tax treaty yang mengatur bagaimana memecahkan hal tsb. Biasanya di pasal 4 tax treaty.

Kalau non-resident Indonesia hanya liable to tax untk penghasilan yang bersumber dari Indonesia saja, itupun pajaknya pada umumnya final (dengan kata lain tidak harus isi spt karena pajak agan langsung dipotong oleh pembayar penghasilan).

NPWP
Perlu agan ketahui bahwa NPWP hanya nomor registrasi untuk tujuan admin pajak. Namun di Indonesia, sering disalah artikan sebagai kriteria 'resident' pajak.

Solusi?
Kalo menurut ane sih biarin aja gan... kalau memang secara substansi agan non-resident secara hukumnya agan tidak harus isi spt . Kalau memang disuruh petugas pajak isi spt dll.. yaa isi nihil aja...

Masalahnya kalau minta cabut NPWP malah bisa repot karena subject to audit dan biasanya orang2 pajak cari2 celah laa utk majakin org.
jetfool - 11/04/2012 12:57 AM
#3843

sori gan dopost
www.indotuxedo. - 11/04/2012 09:33 PM
#3844

bayar pajak ok ok aja, v yang bikin jengkel pajak udah di bayar ampe atas eh malah di korupsi ....hammer
KyraAltair - 12/04/2012 08:10 PM
#3845

disini konsultan smua yah tutornya? yang pegawai pajaknya ada gak?
numpang mejeng aja deh, sambil bantuin buat yg awam2 bgt sm yg namanya pajak
jarfajarfa - 12/04/2012 10:36 PM
#3846

Quote:
Original Posted By KyraAltair
disini konsultan smua yah tutornya? yang pegawai pajaknya ada gak?
numpang mejeng aja deh, sambil bantuin buat yg awam2 bgt sm yg namanya pajak


kayaknya pernah tau id ini deh.. :cystg

KyraAltair - 13/04/2012 12:56 PM
#3847

Quote:
Original Posted By jarfajarfa
kayaknya pernah tau id ini deh.. :cystg


ah ane bukan Id terkenal koq, cm pegawai rendahan aja D
dihatikuadakamu - 13/04/2012 04:38 PM
#3848

Quote:
Original Posted By jarfajarfa


maksud ane sih gini gan....kalo misalnya status karyawannya tidak jelas, SPT nya aja pakai spt untuk pekerjaan bebas alias 1770..tp soal penghitungannya ya sama aja kyk yg udah ente jelasin sbelumnya..bukan cara ngitungnya yg kyk pekerjaan bebas pakai norma gt.. D

kalo di spt 1770 lampiran I kan ada tuh di bagian C, penghasilan sehubungan dengan pekerjaan..nah disitu.. D

soalnya pemahaman ane slama ini kalo 1770 s atau 1770 ss tuh buat karyawan, jadi wajib harus ada bukti pemotongan.. nohope:

maklum nubi gan.. malu:

setujuu ma ini ...............

D

mantau aja ahhh...

D
Quote:
Original Posted By www.indotuxedo.
bayar pajak ok ok aja, v yang bikin jengkel pajak udah di bayar ampe atas eh malah di korupsi ....hammer


makanya bayar nya d bank / kantor pos ....

bukan ama bang gayus ..

wakakakaka..

ngakak
jarfajarfa - 13/04/2012 05:13 PM
#3849

Quote:
Original Posted By KyraAltair


ah ane bukan Id terkenal koq, cm pegawai rendahan aja D


oiya, liat id ente di forum sebelah.. D
dextrometorfan - 14/04/2012 02:58 PM
#3850

logika sederhana saya.

i. ketika iuran rt, pd akhir acara rapat rutin dilaporkan penerimaan iuran oleh bendahara. itu artinya bahwa yg bikin laporan adalah penerima pembayaran iuran bukan pembayar.
maksudnya yg bikin laporan pajak adalah petugas pajak bukan pembayar.
karena ini ada konsekuensi telat lapor, gak lapor, salah ketik sedikit kena denda.

ii. ada banyak pelatihan pajak utk wajib pajak, dalam bentuk kursus2, sosialisasi, seminar2, kuliah2, bahkan ada konsultan pajak.
itu artinya bahwa sulit sekali membayar pajak, sehingga harus ada banyak pelatihan (tidak se simple apa yg saya bayangkan).
beda manakala kita bayar pajak kendaraan bermotor, bayar tagihan listrik dll, datang ke loket, bayar sesuai tagihan, dapat tanda terima, urusan selesai.



mungkin kebodohan saya saja, pabila punya pemahaman seperti ini.
jarfajarfa - 14/04/2012 03:53 PM
#3851

Quote:
Original Posted By dextrometorfan
logika sederhana saya.

i. ketika iuran rt, pd akhir acara rapat rutin dilaporkan penerimaan iuran oleh bendahara. itu artinya bahwa yg bikin laporan adalah penerima pembayaran iuran bukan pembayar.
maksudnya yg bikin laporan pajak adalah petugas pajak bukan pembayar.
karena ini ada konsekuensi telat lapor, gak lapor, salah ketik sedikit kena denda.

ii. ada banyak pelatihan pajak utk wajib pajak, dalam bentuk kursus2, sosialisasi, seminar2, kuliah2, bahkan ada konsultan pajak.
itu artinya bahwa sulit sekali membayar pajak, sehingga harus ada banyak pelatihan (tidak se simple apa yg saya bayangkan).
beda manakala kita bayar pajak kendaraan bermotor, bayar tagihan listrik dll, datang ke loket, bayar sesuai tagihan, dapat tanda terima, urusan selesai.



mungkin kebodohan saya saja, pabila punya pemahaman seperti ini.


kalo pajak dibikin kyk gt jadinya official assesment dong gan...sistem kita kan self assesment..jd ya ngitung sendiri, bayar sendiri, ntar petugas pajak yg neliti bener gk itungannya.. D
tp PBB rumah kan msh official assesment gan..dpt sppt, bayar ke bank, selesai deh.. D

ane sndiri gk tau sebenernya ada filosofi apa dibalik self assesent itu..kenapa akhirnya negara kita milih pake sistem self assesment.. bingung

dihatikuadakamu - 18/04/2012 10:53 AM
#3852

Quote:
Original Posted By dextrometorfan
logika sederhana saya.

i. ketika iuran rt, pd akhir acara rapat rutin dilaporkan penerimaan iuran oleh bendahara. itu artinya bahwa yg bikin laporan adalah penerima pembayaran iuran bukan pembayar.
maksudnya yg bikin laporan pajak adalah petugas pajak bukan pembayar.
karena ini ada konsekuensi telat lapor, gak lapor, salah ketik sedikit kena denda.

ii. ada banyak pelatihan pajak utk wajib pajak, dalam bentuk kursus2, sosialisasi, seminar2, kuliah2, bahkan ada konsultan pajak.
itu artinya bahwa sulit sekali membayar pajak, sehingga harus ada banyak pelatihan (tidak se simple apa yg saya bayangkan).
beda manakala kita bayar pajak kendaraan bermotor, bayar tagihan listrik dll, datang ke loket, bayar sesuai tagihan, dapat tanda terima, urusan selesai.



mungkin kebodohan saya saja, pabila punya pemahaman seperti ini.


jadi maunya official assesment .............??



hahahahahaha...

gw sih setuju² aja ......

D D

pengamatan terus buat ketetapan ...............


yakin mau.........??

ngakak
buatcintaku - 18/04/2012 01:33 PM
#3853

gan
kalo laporan nihil di spt nya itu juga melampirkan ssp??
tak kudengar lagi, suara tawa disini
tak kulihat lagi, senyum kecil disni
jarfajarfa - 18/04/2012 02:12 PM
#3854

Quote:
Original Posted By buatcintaku
gan
kalo laporan nihil di spt nya itu juga melampirkan ssp??
tak kudengar lagi, suara tawa disini
tak kulihat lagi, senyum kecil disni


kaga usah gan..boros2in kertas aja.. ngakaks
hnech - 18/04/2012 02:57 PM
#3855

Master2... mohon bantuannya...
Klo input kredit pajak PPh Pasal 22 impor di eSPT Tahunan badan... pilih yang mana? Dibayar sendiri atau dipungut pihak lain?
Terima kasih banyak...
Soalnya googling2 ketemu begini:
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007, tanggal jatuh tempo pembayaran PPh Pasal 22 adalah :

PPh Pasal 22 atas impor harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk dan dalam hal Bea Masuk ditunda atau dibebaskan, PPh Pasal 22 atas impor harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen pemberitahuan pabean impor.
PPh Pasal 22 atas impor yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus disetor dalam jangka waktu 1 (satu) hari kerja setelah dilakukan pemungutan pajak.
PPh Pasal 22 yang dipungut oleh bendahara harus disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran atas penyerahan barang yang dibiayai dari belanja Negara atau belanja Daerah, dengan menggunakan Surat Setoran Pajak atas nama rekanan dan ditandatangani oleh bendahara.
PPh Pasal 22 atas penyerahan bahan bakar minyak, gas, dan pelumas kepada penyalur/agen atau industri yang dipungut oleh Wajib Pajak badan yang bergerak dalam bidang produksi bahan bakar minyak, gas, dan pelumas, harus disetor paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
jarfajarfa - 18/04/2012 03:28 PM
#3856

Quote:
Original Posted By hnech
Master2... mohon bantuannya...
Klo input kredit pajak PPh Pasal 22 impor di eSPT Tahunan badan... pilih yang mana? Dibayar sendiri atau dipungut pihak lain?
Terima kasih banyak...
Soalnya googling2 ketemu begini:
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007, tanggal jatuh tempo pembayaran PPh Pasal 22 adalah :

PPh Pasal 22 atas impor harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk dan dalam hal Bea Masuk ditunda atau dibebaskan, PPh Pasal 22 atas impor harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen pemberitahuan pabean impor.
PPh Pasal 22 atas impor yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus disetor dalam jangka waktu 1 (satu) hari kerja setelah dilakukan pemungutan pajak.
PPh Pasal 22 yang dipungut oleh bendahara harus disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran atas penyerahan barang yang dibiayai dari belanja Negara atau belanja Daerah, dengan menggunakan Surat Setoran Pajak atas nama rekanan dan ditandatangani oleh bendahara.
PPh Pasal 22 atas penyerahan bahan bakar minyak, gas, dan pelumas kepada penyalur/agen atau industri yang dipungut oleh Wajib Pajak badan yang bergerak dalam bidang produksi bahan bakar minyak, gas, dan pelumas, harus disetor paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.


ya tergantung ente dulu pph 22 impornya bayar sendiri atau bayar via bea cukai? D

kalo bayar sendiri ya pilih aja di e-spt nya bayar sendiri..kalo via bea cukai sekalian sm bayar bea masuk ya dipungut.. D

hnech - 18/04/2012 05:31 PM
#3857

Quote:
Original Posted By jarfajarfa
ya tergantung ente dulu pph 22 impornya bayar sendiri atau bayar via bea cukai? D

kalo bayar sendiri ya pilih aja di e-spt nya bayar sendiri..kalo via bea cukai sekalian sm bayar bea masuk ya dipungut.. D


Taunya darimana yah antara via bea cukai atau bayar sendiri? Di SSPCP ada keterangan apa gitu... atau di PIBnya...???
Maaf banget nih master...
Terima kasih banyak atas bantuannya...
jarfajarfa - 18/04/2012 05:43 PM
#3858

Quote:
Original Posted By hnech


Taunya darimana yah antara via bea cukai atau bayar sendiri? Di SSPCP ada keterangan apa gitu... atau di PIBnya...???
Maaf banget nih master...
Terima kasih banyak atas bantuannya...


nubi kok dipanggil master.. nohope:
msh banyak yg lbh master disini.. D

nah di SSPCP yg buatin bea cukai ya gan? yg bikin SSPCP & tanda tangan penyetornya bea cukai jg yah? think:

kalo tanda tangan penyetornya bea cukai brarti dipungut..kalo penyetornya perusahaan ente brarti disetor sendiri..gt aja deh simple.. ngakaks

mohon para master yg lain koreksi kalo salah.. malu:

cimidd - 18/04/2012 08:05 PM
#3859
pajak
bagi agan semua nya ,
yang membutuhkan bantuan untuk pembuatan espt badan
silahkan saja hub ane ...
mumpung lagi bulan april ne ...

hub ke no 0852 74328500
pabochorom - 18/04/2012 09:57 PM
#3860

Quote:
Original Posted By dextrometorfan
logika sederhana saya.

i. ketika iuran rt, pd akhir acara rapat rutin dilaporkan penerimaan iuran oleh bendahara. itu artinya bahwa yg bikin laporan adalah penerima pembayaran iuran bukan pembayar.
maksudnya yg bikin laporan pajak adalah petugas pajak bukan pembayar.
karena ini ada konsekuensi telat lapor, gak lapor, salah ketik sedikit kena denda.

ii. ada banyak pelatihan pajak utk wajib pajak, dalam bentuk kursus2, sosialisasi, seminar2, kuliah2, bahkan ada konsultan pajak.
itu artinya bahwa sulit sekali membayar pajak, sehingga harus ada banyak pelatihan (tidak se simple apa yg saya bayangkan).
beda manakala kita bayar pajak kendaraan bermotor, bayar tagihan listrik dll, datang ke loket, bayar sesuai tagihan, dapat tanda terima, urusan selesai.



mungkin kebodohan saya saja, pabila punya pemahaman seperti ini.


I. yang poin pertama bisa dua analisanya nih,
pertama
bayar pajak emang begitu juga koq.
Contoh gampang di suatu perusahaan, yang bayar pajak kan pegawainya, yang bikin laporannya bendahara perusahaannya. Perusahaannya laporan tiap bulan ke kantor pajak, dan laporan hasil setoran (potong pajak) pegawai selama setahun dibuat sama si bendahara jadilah 1721-A1nya..
Pegawainya laporan tahunan 'nyaris' gak ngitung apa2, cuma isi kolom identitas dan pindahin angka yg tumpek blek sama persis dari 1721nya, selesai

analisa kedua,
apa yang dimaskud agan maunya diitungiin petugas pajak gitu? alias official assessment.gitu
yakin mau?
masalah kategori apa itu 'penghasilan' luas loh gan. Bagus sih buat penerimaan negara tapi gak bagus buat kita2 pegawai, pasti banyak yg protes, hee..
Sederhana aj, coba liat banyak gak sih orang pegawai kantoran yg juga punya usaha/penghasilan sampingan dsb?
lalu coba liat klo lapor SPT tahunan pasti cuma ngaku sebagai karyawannya aja kan? mau nulis juga gak klo ada penghasilan lain2nya itu? pasti pada nggak mau
Nah klo petugas pajak yg nentuin, bisa kena tuh, membengkaklah tagihan pajak kita kita pegawai gini.. he




II. Ada banyak pelatihan belum tentu karena hal yang dilatih itu susah. Justru orang2 yg memberikan pelatihan itu tau celah2 apa yang bisa dibisnisin dengan menggambarkan kalau pajak itu susah dsb dibikinlah kursus. Bikin pelatihan - seminar kan jelas tujuannya apa.. ente bayar, dia dapet duit, dia senang, ente ngerti juga blom tentu..hehe, kidding.
Konsultan juga gitu, dia tau celah klo banyak orang rela bayar orang agar urusannya terima beres..

Sederhana aja, banyak tuh pelatihan microsoft office. Emang sesusah apa sih pake office?
Banyak tuh bikin SIM maunya bayar mahal aja yang penting terima beres. Emang se-menakutkan apa sih test SIM? banyak tuh kaskuser yg udah share klo bikin SIM jalur biasa ternyata fine2 aja

so think again, wisely!
Page 193 of 202 | ‹ First  < 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK