BUSINESS BOARD
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK
Total Views: 122321 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 197 of 202 | ‹ First  < 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 > 

smcotax - 20/06/2012 05:51 PM
#3921

Numpang taro bacaan baru nih, semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang perpajakan.. Cheers

Spoiler for "Ditjen Pajak Persilakan BUMN Pungut PPN dan PPnBM"
Quote:

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menunjuk 140 BUMN untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).


Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85/PMK.03/2012 tentang Penunjukkan BUMN Sebagai Pemungut Pajak PPN dan PPnBM.

Menurut Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi, dalam PMK tersebut dimuat tentang tata cara pemungutan, penyetoran dan pelaporan dari PPN dan PPnBM yang wajib dilakukan BUMN atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak oleh rekanan kepada BUMN.

Pemungutan dilakukan pada saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak; penerimaan pembayaran; atau penerimaan pembayaran termin. PPN dan PPnBM yang telah dipungut wajib disetorkan kepada Kantor Pos/Bank Persepsi paling lama tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana BUMN terdaftar paling lama pada akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak.

"Ketentuan ini diberlakukan terhadap 140 (seratus empat puluh) BUMN yang terdaftar pada Kementerian BUMN (data per 11 Juni 2012) dan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2012," ujarnya dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Rabu (20/6/2012).

"Seperti seluruh PTPN, Antam, Bukit Asam, Pertamina, PT Timah, Sucofindo, Krakatau Steel, BNI, Mandiri, BRI, BTN, dan seluruh Bank BUMN, BUMN Karya, Semua Pelindo, Semua Angkasa Pura, ASDP, Garuda," tambahnya.

Selain PMK tersebut, lanjut Chandra, pihak Ditjen Pajak tengah melakukan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2012 yang mewajibkan instansi Pemerintah, Lembaga, Asosiasi dan Pihak Lain untuk memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan ke Ditjen Pajak.

Instansi Pemerintah yang wajib memberikan data dan informasi perpajakan antara lain : Kementerian, Instansi pada Pemerintah Provinsi/Kabupaten dan Instansi Pemerintah Lainnya, termasuk BUMN. Lembaga yang wajib memberikan data dan informasi antara lain : Lembaga Tinggi Negara, Lembaga pada Pemerintah Provinsi/Kabupaten dan Lembaga Lainnya.

Sedangkan Asosiasi yang wajib memberikan data dan informasi terkait perpajakan diantaranya: Kadin, Himpunan Bank-Bank Milik Negara, Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Asosiasi lainnya.

Sumber : detik finance
resan18s - 20/06/2012 07:34 PM
#3922

Quote:
Original Posted By wanifx
Gan ada yang tau gak, di PPH21 itu ada 5% x gaji yang jadi PTKP. "gaji" yang dimaksud apakah gaji pokok ataukah gaji Bruto sebulan???


gaji disini total gaji bruto gan....
nah yang 5% ini tarif untuk penghitungan upah harian (yang dibayar setiap hari) cek postingan ane sebelumnya ya.. D

Quote:
Original Posted By wanifx
Agan pabochorom, menurut ane yah gak bisa gitu, karena ini perhitungannya adalah progressif, jadi makin besar penghasilan dalam setahun akan makin banyak potongannya

Misal nih yah dapet 10jt 5x dalm setahun akan beda pajaknya dengan 10jt 12x setahun. CMMIW juga


iya agan betul... TAPI... khusus untuk penghitungan upah harian yang dibayarkan secara bulanan artinya dibayar sebulan sekali cukup dikali 12 gan nanti untuk mencari PPh bulan bersangkutan tinggal dibagi 12

Quote:
Original Posted By diamselalu
gan
tanya dong
gini

kemarin baru aja bikin cv nah udah SKT ama PKP

tapi sampe sekarang masih belum ada aktivitas pekerjaan yg menyebabkan belum adanya penghasilan

nah kalo kek gitu yg dilapor untuk pajaknya apa aja ya gan?
ane brsing2 yg perlu dilapor itu yg pph 21 ama ph 25 bener ga tuh?
nah musti pake ssp juga ga gan?kan masih belum ada pemasukan nih
pengeluaran yg berhubungan dengan pajak ya masih belum ada
thanks


lapor untuk WP yang belum ada aktivitas:
Wajib ain hukumnya
1. SSP PPh Pasal 25 dengan keterangan jumlah terutang NIHIL gan (biasa disebut angsuran PPh Pasal 25)
2. SPT PPh Pasal 21 Jumlah penghasilan dan PPh diisi 0 (nol)
3. kalau sudah PKP sama seperti poin 2


Quote:
Original Posted By pabochorom
10jt x12 itu kan mencari pajak terutang setahun gan, nah nanti dibagi 12 lagi baru ketemulah pajak terutang hanya untuk bulan itu

klo dia kerja lima bulan berarti dapetlah 5 bukti potong (tiap bulannya satu)

10jt x5 sama 10jt x12 klo dalam keadaan yg sama (katakanlah ad apegawai tetep yg kerja 5 bulan sama ada pegawai tetap yg kerja 12 bulan) memang pasti beda krn progresifnya pasti kena bebebrapa lapisan

masalahnya ini adalah 'upah harian' yg dibayarkan bulanan.. setau ane pajak terutangnya ya diitung yg terutang dibulan dibayarakannya aja. Dan cara ngitungnya langsung disetaunkan.. gak perlu diitung sehari2 lewat 150rbnya atau gak dsb itu



ane cek di lampiran peraturan yg dikasih agan, upah harian yg dibayarkan bulanan juga gitu gan ngitungnya langsung dikali 12 aja

tetep CMIIW, seneng makin banyak ilmu sharing di sini


siipp gan, yang lewat 150ribu itu kalau upahnya dibayar tiap hari..... emang untuk yang pegawai upah harian ini memang agak ribet hehehe....



Posted with [color=orange]kaskusBetaQR[/color]
wanifx - 21/06/2012 07:58 AM
#3923

[QUOTE=resan18s;711679453]gaji disini total gaji bruto gan....
nah yang 5% ini tarif untuk penghitungan upah harian (yang dibayar setiap hari) cek postingan ane sebelumnya ya.. D


Agan resan18s, thanks jawabannya. Ane mo perjelas kasusnya nih \)

Ane kerja di gaji harian, tapi emang bayarannya sebulan sekali, tepatnya 28 hari sekali. 28 hari berikutnya libur dan tidak dapat bayaran. Kemudian kerja lagi begitu seterusnya.

Nah klo estimasi stahun kan 6x terima gaji tuh, trus apakah perhitungan Pph21 tetep dikalikan 12 penghasilannya??? Bukankah hasil akhirnya akan jauh berbeda total penghasilan dengan di gaji 6x dalam jumlah pendapatan bruto setahun yang akan mengakibatkan jumlah pajak juga beda???

kemudian soal 5% x gaji yang saya tanya sebelumnya adalah soal PTKP
Disana ada disebutkan TUNJANGAN JABATAN 5% x Gaji, nah ini dari gaji mana, gaji pokok atau gaji bruto sebulan?

Terima kasih sebelumnya
htk - 21/06/2012 12:39 PM
#3924

Quote:
Original Posted By wanifx
[QUOTE=resan18s;711679453]gaji disini total gaji bruto gan....
nah yang 5% ini tarif untuk penghitungan upah harian (yang dibayar setiap hari) cek postingan ane sebelumnya ya.. D


Agan resan18s, thanks jawabannya. Ane mo perjelas kasusnya nih \)

Ane kerja di gaji harian, tapi emang bayarannya sebulan sekali, tepatnya 28 hari sekali. 28 hari berikutnya libur dan tidak dapat bayaran. Kemudian kerja lagi begitu seterusnya.

Nah klo estimasi stahun kan 6x terima gaji tuh, trus apakah perhitungan Pph21 tetep dikalikan 12 penghasilannya??? Bukankah hasil akhirnya akan jauh berbeda total penghasilan dengan di gaji 6x dalam jumlah pendapatan bruto setahun yang akan mengakibatkan jumlah pajak juga beda???

kemudian soal 5% x gaji yang saya tanya sebelumnya adalah soal PTKP
Disana ada disebutkan TUNJANGAN JABATAN 5% x Gaji, nah ini dari gaji mana, gaji pokok atau gaji bruto sebulan?

Terima kasih sebelumnya


kalo hitung pph21 tahunan, gak dikali 12 dong, itungnya total seluruh penghasilan yang bro terima selama tahun itu (berarti gaji 6x itu)

kalo potongan tunjangan jabatan 5 persen dari total penghasilan bruto, bukan dari gaji pokok saja
wanifx - 21/06/2012 02:52 PM
#3925

Quote:
Original Posted By htk
[QUOTE=wanifx;711857341]

kalo hitung pph21 tahunan, gak dikali 12 dong, itungnya total seluruh penghasilan yang bro terima selama tahun itu (berarti gaji 6x itu)

kalo potongan tunjangan jabatan 5 persen dari total penghasilan bruto, bukan dari gaji pokok saja


Ok, thanks to agan htk. Clear nih, jadi ada bahan untuk mengcounter itungan dari pemberi kerja \)
smco - 21/06/2012 04:05 PM
#3926

deleted post
htk - 21/06/2012 04:05 PM
#3927

Quote:
Original Posted By wanifx
[QUOTE=htk;711959101]

Ok, thanks to agan htk. Clear nih, jadi ada bahan untuk mengcounter itungan dari pemberi kerja \)


sama2 bro..
ntar bro liatnya dari form 1721-A1 yang diberikan sama perusahaan buat bikin SPT OP pribadi para karyawan..
wanifx - 21/06/2012 05:50 PM
#3928

Gan ada mo tanya lagi yah. Kan aturannya 0-50jt potongan 5%, 51-250 pot 15%, 251-500 pot 25%.

Nah Klo ada orang yang penghasilannya 1 tahun 252jt/ tahun gimana tuh hitungnya??
resan18s - 21/06/2012 05:58 PM
#3929

Quote:
Original Posted By wanifx
[QUOTE=resan18s;711679453]gaji disini total gaji bruto gan....
nah yang 5% ini tarif untuk penghitungan upah harian (yang dibayar setiap hari) cek postingan ane sebelumnya ya.. [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK


Agan resan18s, thanks jawabannya. Ane mo perjelas kasusnya nih [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK

Ane kerja di gaji harian, tapi emang bayarannya sebulan sekali, tepatnya 28 hari sekali. 28 hari berikutnya libur dan tidak dapat bayaran. Kemudian kerja lagi begitu seterusnya.

Nah klo estimasi stahun kan 6x terima gaji tuh, trus apakah perhitungan Pph21 tetep dikalikan 12 penghasilannya??? Bukankah hasil akhirnya akan jauh berbeda total penghasilan dengan di gaji 6x dalam jumlah pendapatan bruto setahun yang akan mengakibatkan jumlah pajak juga beda???

kemudian soal 5% x gaji yang saya tanya sebelumnya adalah soal PTKP
Disana ada disebutkan TUNJANGAN JABATAN 5% x Gaji, nah ini dari gaji mana, gaji pokok atau gaji bruto sebulan?

Terima kasih sebelumnya


nah kalo gini jelas banget gan, intinya gaji harian tapi dibayarnya langsung sebulan ya... hu'um... ngga dikali 12, soalnya kalo dikali 12 nanti di penghitungan pribadi (WP OP) posisi PPh Terutang agan jadi Lebih Bayar, resiko gan... D

untuk 5% itu udah dijawab sama agan di bawah ini

Quote:
Original Posted By htk
Quote:
Original Posted By wanifx [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK
[QUOTE=resan18s;711679453]gaji disini total gaji bruto gan....
nah yang 5% ini tarif untuk penghitungan upah harian (yang dibayar setiap hari) cek postingan ane sebelumnya ya.. [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK


Agan resan18s, thanks jawabannya. Ane mo perjelas kasusnya nih [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK

Ane kerja di gaji harian, tapi emang bayarannya sebulan sekali, tepatnya 28 hari sekali. 28 hari berikutnya libur dan tidak dapat bayaran. Kemudian kerja lagi begitu seterusnya.

Nah klo estimasi stahun kan 6x terima gaji tuh, trus apakah perhitungan Pph21 tetep dikalikan 12 penghasilannya??? Bukankah hasil akhirnya akan jauh berbeda total penghasilan dengan di gaji 6x dalam jumlah pendapatan bruto setahun yang akan mengakibatkan jumlah pajak juga beda???

kemudian soal 5% x gaji yang saya tanya sebelumnya adalah soal PTKP
Disana ada disebutkan TUNJANGAN JABATAN 5% x Gaji, nah ini dari gaji mana, gaji pokok atau gaji bruto sebulan?

Terima kasih sebelumnya


kalo hitung pph21 tahunan, gak dikali 12 dong, itungnya total seluruh penghasilan yang bro terima selama tahun itu (berarti gaji 6x itu)

kalo potongan tunjangan jabatan 5 persen dari total penghasilan bruto, bukan dari gaji pokok saja



Quote:
Original Posted By wanifx
Gan ada mo tanya lagi yah. Kan aturannya 0-50jt potongan 5%, 51-250 pot 15%, 251-500 pot 25%.

Nah Klo ada orang yang penghasilannya 1 tahun 252jt/ tahun gimana tuh hitungnya??


5% penghasilan 0 s/d 50 juta
15% penghasilan 50juta1 s/d 250 juta
25% penghasilan 250juta1 s/d 500 juta
30% penghasilan 300 juta lebih

252juta/tahun disini udah PKPnya atau masih penghasilan Neto??
kalau udah PKP berarti tarifnya gini gan
252 juta
5% x 50 juta = ...........
15% x (252 juta -50 juta) = ........
total PPh Terutang = .............. + ...............

intinya tarif pasal 17 itu sifatnya progresif gan, semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi tarif yang dikenakan

nah kalau masih Penghasilan Neto ya dikurangi PTKP dulu... hehehe...

CMIIW Peace:
wanifx - 21/06/2012 06:38 PM
#3930

Quote:
Original Posted By htk





5% penghasilan 0 s/d 50 juta
15% penghasilan 50juta1 s/d 250 juta
25% penghasilan 250juta1 s/d 500 juta
30% penghasilan 300 juta lebih

252juta/tahun disini udah PKPnya atau masih penghasilan Neto??
kalau udah PKP berarti tarifnya gini gan
252 juta
5% x 50 juta = ...........
15% x (252 juta -50 juta) = ........
total PPh Terutang = .............. + ...............

intinya tarif pasal 17 itu sifatnya progresif gan, semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi tarif yang dikenakan

nah kalau masih Penghasilan Neto ya dikurangi PTKP dulu... hehehe...

CMIIW Peace:


252jt udah di potong PTKP gan
Sebab ada yang itung begini

5% x 50jt = 2.5jt
15% x 200jt = 30jt
25% x 2jt = 500K

Mana yang bener yah gan?
htk - 21/06/2012 07:59 PM
#3931

Quote:
Original Posted By wanifx
252jt udah di potong PTKP gan
Sebab ada yang itung begini

5% x 50jt = 2.5jt
15% x 200jt = 30jt
25% x 2jt = 500K

Mana yang bener yah gan?


yah kalo angka 252juta udah dipotong biaya jabatan dan ptkp, namanya penghasilan bersih, itungan diatas bener, pajak terutangnya jadi 33juta
ngewapisan - 22/06/2012 06:02 AM
#3932

selamat pagi untuk para suhu perpajakan..
ane ada sekelumit pertanyaan nih gan..

mengenai pajak bagi pemilik saham di sebuah perusahaan...
jadi begini ceritanya gan, ane kaan sekarang sebagai freelance, sempet bekerja beberapa bulan di sebuah perusahaan (status CV), nah suatu ketika boss ane mau naikin status perusahaannya menjadi PT, ketika itu ane diminta buat jadi pemegang saham (untuk persyaratan doang di Akte notaris), tapi dana mah dari dia semua, ane kagak nyimpen duit sama-sekali..

sekarang ane dah keluar tuh dari perusahaan tersebut, tapi mantan boss ane kagak pernah ngebahas masalah persahaman tersebut, ane jadi bingung takutny ntar ribet di permasalahan perpajakan..

kalo ngisi surat pajak, pasti kan ane isi sebagaimana penghasilan ane sebagai freelance yang penghasilannya tidak tetap, tapi di lain sisi ane ada saham di sebuah perusahaan,.

nah kalo kaya gitu bagaimana ya gan? ane kagak tau banget permasalahan perpajakan kaya begitu
dikip - 23/06/2012 07:40 PM
#3933

ijin nyimak gan Yb
primula. - 23/06/2012 08:08 PM
#3934

mustinya dinas pajak, sifatnya ad hoc.
klo dah bs dpt penghasilan sendiri dari mengelola hasil bumi,
kudu dibubarin.

bkn dibubarin, malah target pajak makin menggila.

pajak tak ubahnya upeti kepada raja,
kerja sendiri, keluar pake keringat sendiri, malah dimintain upeti.
mirip jaman penjajahan o
dikip - 25/06/2012 10:35 AM
#3935

ijin tinggalin jejak duluYb
moontalk - 25/06/2012 11:03 AM
#3936

Quote:
Original Posted By ngewapisan
selamat pagi untuk para suhu perpajakan..
ane ada sekelumit pertanyaan nih gan..

mengenai pajak bagi pemilik saham di sebuah perusahaan...
jadi begini ceritanya gan, ane kaan sekarang sebagai freelance, sempet bekerja beberapa bulan di sebuah perusahaan (status CV), nah suatu ketika boss ane mau naikin status perusahaannya menjadi PT, ketika itu ane diminta buat jadi pemegang saham (untuk persyaratan doang di Akte notaris), tapi dana mah dari dia semua, ane kagak nyimpen duit sama-sekali..

sekarang ane dah keluar tuh dari perusahaan tersebut, tapi mantan boss ane kagak pernah ngebahas masalah persahaman tersebut, ane jadi bingung takutny ntar ribet di permasalahan perpajakan..

kalo ngisi surat pajak, pasti kan ane isi sebagaimana penghasilan ane sebagai freelance yang penghasilannya tidak tetap, tapi di lain sisi ane ada saham di sebuah perusahaan,.

nah kalo kaya gitu bagaimana ya gan? ane kagak tau banget permasalahan perpajakan kaya begitu



Agan harus masukin harta kekayaan berupa saham tersebut di SPT tahunan PPh sejak agan tercatat sebagai pemegang saham

dalam hal agan dapat dividen dari saham tersebut maka agan wajib melaporkan penghasilan dividen tersebut di tahun agan menerimanya
moontalk - 25/06/2012 11:10 AM
#3937

Quote:
Original Posted By ngewapisan
selamat pagi untuk para suhu perpajakan..
ane ada sekelumit pertanyaan nih gan..

mengenai pajak bagi pemilik saham di sebuah perusahaan...
jadi begini ceritanya gan, ane kaan sekarang sebagai freelance, sempet bekerja beberapa bulan di sebuah perusahaan (status CV), nah suatu ketika boss ane mau naikin status perusahaannya menjadi PT, ketika itu ane diminta buat jadi pemegang saham (untuk persyaratan doang di Akte notaris), tapi dana mah dari dia semua, ane kagak nyimpen duit sama-sekali..

sekarang ane dah keluar tuh dari perusahaan tersebut, tapi mantan boss ane kagak pernah ngebahas masalah persahaman tersebut, ane jadi bingung takutny ntar ribet di permasalahan perpajakan..

kalo ngisi surat pajak, pasti kan ane isi sebagaimana penghasilan ane sebagai freelance yang penghasilannya tidak tetap, tapi di lain sisi ane ada saham di sebuah perusahaan,.

nah kalo kaya gitu bagaimana ya gan? ane kagak tau banget permasalahan perpajakan kaya begitu



Agan harus masukin harta kekayaan berupa saham tersebut di SPT tahunan PPh sejak agan tercatat sebagai pemegang saham

dalam hal agan dapat dividen dari saham tersebut maka agan wajib melaporkan penghasilan dividen tersebut di tahun agan menerimanya
ngewapisan - 26/06/2012 05:46 AM
#3938

Quote:
Original Posted By moontalk
Agan harus masukin harta kekayaan berupa saham tersebut di SPT tahunan PPh sejak agan tercatat sebagai pemegang saham

dalam hal agan dapat dividen dari saham tersebut maka agan wajib melaporkan penghasilan dividen tersebut di tahun agan menerimanya


jadi ane baru bayar pajaknya kalo ane dapet dividen ya gan?
tapi ane kan kagak dapet fee gan, karena semua modal ditanggung ama boss ane...
soalnya perusahaannya baru berdiri pertengahan tahun kemaren, dan awal tahun baru memperoleh pengesahan dari kemenkumham...
ane ngeri aja om, kagak ngerti banget masalah perpajakan...
ane kepikirannya buat cabut aja gan nama ane dari akte pendirian perusahaan..

thanks for your advice
best regard
Mr.DA - 26/06/2012 01:48 PM
#3939

salam kenal buat suhu pajak disini D

ane mau nanya ni gan untuk masalah PPh 21 untuk pegawai tidak tetap , langsung ane kasih contoh soal aja yak biar enak

1. pak tono seorang komisaris (bukan pegawai tetap) ddengan status k/i/3. pada desember 2010 menerima honorarium sebesar Rp 45.000.000

kalo untuk kasus ini perhitungan pph 21 nya gmn ya ?
langsung di pakai : 5% x 45.000.000 ?
atau dikurang biaya jabatan dan ptkp dulu ?

2. tono bekerja di PT x sebgai freelance selama 10 bulan. pada bulan desember 2010 ia berhenti kerja dan menerima uang pesangon sebesar 25.000.000

kasus ini gmn ya gan perhitungannya ?

makasih gan , mohon bimbingan buat newbie yang lagi belajar pajak \)
rico.consulting - 26/06/2012 04:37 PM
#3940

Quote:
Original Posted By Mr.DA
salam kenal buat suhu pajak disini D

ane mau nanya ni gan untuk masalah PPh 21 untuk pegawai tidak tetap , langsung ane kasih contoh soal aja yak biar enak

1. pak tono seorang komisaris (bukan pegawai tetap) ddengan status k/i/3. pada desember 2010 menerima honorarium sebesar Rp 45.000.000

kalo untuk kasus ini perhitungan pph 21 nya gmn ya ?
langsung di pakai : 5% x 45.000.000 ?
atau dikurang biaya jabatan dan ptkp dulu ?

2. tono bekerja di PT x sebgai freelance selama 10 bulan. pada bulan desember 2010 ia berhenti kerja dan menerima uang pesangon sebesar 25.000.000

kasus ini gmn ya gan perhitungannya ?

makasih gan , mohon bimbingan buat newbie yang lagi belajar pajak \)


Hi Suhu semua..Niubie coba bantu...

1. PPh Pasal 21 untuk komisaris dengan catatan tidak merangkap sebagai pegawai tetap di perusahaan, maka perhitungannya :
Tarif Pasal 17 x Kumulatif Jumlah Honorarium 1 tahun kalender
dalam hal ini = 5% x Rp. 45.000.000 (tidak memperhitungkan PTKP dan Biaya Jabatan)

2. Untuk Perhitungan Pesangon adalah tarifnya
0-Rp. 50 jt Tidak Kena Pajak
50jt-100 jt 5%
100jt-500jt 15%
> 500 jt 25%

Dengan demikian, untuk Pesangon Tono sebesar Rp. 25.000.000 tidak dikenakan pajak.

Salam,

ricoconsulting.wordpress.com
Page 197 of 202 | ‹ First  < 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 > 
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK