BUSINESS BOARD
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK
Total Views: 122321 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 202 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

AB 5454 - 10/09/2008 11:17 AM
#21

waduh kalo kaya saya ini kena pajak nda yaaa..
coz ngarit nya di bidang future.... morex and PTC
abahtr1972 - 10/09/2008 11:29 AM
#22

Quote:
Original Posted By monasku
jujur aja sebenernya yg bikin males org indo bayar pajak adalah oknum dr Dirjen pajaknya sendiri
serba salah di negara kita ini hukum hanya di buat pajangan.

gw sendiri dah capek banget berhubungan dengan oknum2 pajak ini
karena dari sisi gw di wajibkan untuk melaporkan apa adanya
jadi kita ikuti semua aturan perpajakan yang berlaku
kalo pun emang ada yang salah ya di bayar
tp dr oknumnya sendiri sengaja mencari selah agak WP kurang bayar. karena didalam posisi ini kita dipaksa untuk bernego.
kadang kasian aja ama WP yang pengetahuan pajaknya sangat minim abis dah dikerjain sama oknum2 tadi.
gw hanya berharap thread ini bisa membagi ilmu pajak. sehingga warga negara melek dan bisa mengurangi celah yang bisa dimasuki oleh oknum2 tadi.


Setuju... Gw juga pernah bantu temen yang hampir bangkrut gara-gara pajak. Masa dia awalnya laporin di SPT Lebih bayar 150 juta eh setelah diperiksa dia kudu bayar 2 milyar.... emang salah dia juga sendiri sih... percayain laporannya sama oknum aparat yang ilmunya sendiri nggak banyak ... cuman tahu dari pengalaman aja.

Tapi kalau denger dari temen2 di Ditjen Pajak, yang kayak gitu udah semakin berkurang. apalagi sekarang ada tunjangan khusus petugas pajak yang Gedeee banget... (kalau nggak salah kayak di Kantor Pajak Khusus minimal take home pay 10 jutaan lho) tujuannya sih biar nggak ada oknum yang masih sering main mata sama WP...
Love2004 - 10/09/2008 11:33 AM
#23

Nubih ijin menyimak dolo yah...

Mo nanya tentang pajak penghasilan nih...D
endzcruise - 10/09/2008 11:36 AM
#24

PTKP sekarang berapa gan?
endzcruise - 10/09/2008 11:37 AM
#25

beda PPN sama PPn apa gan?
endzcruise - 10/09/2008 11:42 AM
#26

misal ane jual barang lewat kaskus, trus dibeli sama kaskuser, ane harus mungut PPN ga gan?
abahtr1972 - 10/09/2008 11:45 AM
#27

Quote:
Original Posted By AB 5454
waduh kalo kaya saya ini kena pajak nda yaaa..
coz ngarit nya di bidang future.... morex and PTC


Sebenarnya termasuk obyek pajak juga mas ...

di UU Pajak Penghasilan yang namanya Obyek Pajak :

Pasal 4
1) Yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis
yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar
Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak
yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk :
a. penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau
diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi,
uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam
Undang-undang ini;
b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;
c. laba usaha;
d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk :
1) keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan
badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
2) keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan dan badan lainnya
karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota;
3) keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran,
pemecahan, atau pengambilalihan usaha;
4) keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan atau sumbangan,
kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus
satu derajat, dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial
atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri
Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan,
kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya;
f. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian
utang;
g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan
asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
h. royalti;
i. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
j. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang
ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
l. keuntungan karena selisih kurs mata uang asing;
m. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
n. premi asuransi;
o. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari
Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
p. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak.

dari mana aja...
ehuejuga - 10/09/2008 12:00 PM
#28

Gua mau nanya nih. Kalo mau KPR rumah, kan harus punya NPWP tuh. KPR rumah sih nantinya dibantuin orang tua. Cuman untuk analisa bank, penghasilan kan dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat 3 x cicilan.

Nah, kalo NPWP yang terlapor di kantor pajak, penghasilan tertulis 2 juta per bulan, alias 24 juta per tahun, sedangkan gw bisa nyicil rumah dengan cicilan 5 juta per bulan (maklum masih dapat sokongan ortu).

Nah nantinya bakalan dicek gak sama orang pajak nih, penghasilan 2 jutaan kok bisa nyicil rumah 5 juta. Gimana dong itu \)
abahtr1972 - 10/09/2008 12:06 PM
#29

Quote:
Original Posted By endzcruise
PTKP sekarang berapa gan?


Menurut PMK No 137/PMK.03/2005 tanggal 30 Desember 2005 Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagai berikut:

a. Rp13.200.000,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak Orang Pribadi;

b. Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;

c. Rp13.200.000,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami;

d. Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.
abahtr1972 - 10/09/2008 12:19 PM
#30

Quote:
Original Posted By endzcruise
misal ane jual barang lewat kaskus, trus dibeli sama kaskuser, ane harus mungut PPN ga gan?


Nggak perlu Mas, PPN boleh dipungut hanya oleh WP yang udah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), kecuali kaskuser yang jual udah jadi PKP.
abahtr1972 - 10/09/2008 12:31 PM
#31

Quote:
Original Posted By ehuejuga
Gua mau nanya nih. Kalo mau KPR rumah, kan harus punya NPWP tuh. KPR rumah sih nantinya dibantuin orang tua. Cuman untuk analisa bank, penghasilan kan dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat 3 x cicilan.

Nah, kalo NPWP yang terlapor di kantor pajak, penghasilan tertulis 2 juta per bulan, alias 24 juta per tahun, sedangkan gw bisa nyicil rumah dengan cicilan 5 juta per bulan (maklum masih dapat sokongan ortu).

Nah nantinya bakalan dicek gak sama orang pajak nih, penghasilan 2 jutaan kok bisa nyicil rumah 5 juta. Gimana dong itu \)


Sebenarnya nggak masalah... karena yang 3 juta walaupun masuk dalam definisi penghasilan tetapi dia masuk penghasilan yang bukan obyek pajak dengan kategori hibah. Pasal 4 ayat (3) huruf a poin 2 berbunyi :
"harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan"

Jadi kalau yang 3 juta dari Ortu masuk dalam kategori hibah yang dikecualikan dari obyek Pajak. tapi kalau bukan dari ortu misalkan dari kakek dianggap penghasilan.
ehuejuga - 10/09/2008 12:36 PM
#32

Quote:
Original Posted By abahtr1972
Sebenarnya nggak masalah... karena yang 3 juta walaupun masuk dalam definisi penghasilan tetapi dia masuk penghasilan yang bukan obyek pajak dengan kategori hibah. Pasal 4 ayat (3) huruf a poin 2 berbunyi :
"harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan"

Jadi kalau yang 3 juta dari Ortu masuk dalam kategori hibah yang dikecualikan dari obyek Pajak. tapi kalau bukan dari ortu misalkan dari kakek dianggap penghasilan.


oo gitu.. ok thanks buat infonya bro \) beer:
abahtr1972 - 10/09/2008 12:36 PM
#33

Quote:
Original Posted By endzcruise
beda PPN sama PPn apa gan?


PPN= Pajak Pertambahan Nilai

PPn= Pajak Penjualan sudah tidak ada sejak adanya UU PPN tahun 1984. Tapi sekarang yang berlaku hanya PPnBM atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
kapitalis - 10/09/2008 12:42 PM
#34

Ikut Nanya dunk: di laporan pajak tahunan kan ada kolom daftar harta/kekayaan, apa wajib di isi? seperti properti, kendaraan, tabungan (kalo tabungan kan saldo nya naik/turun tuh..)... trims
abahtr1972 - 10/09/2008 12:55 PM
#35

Quote:
Original Posted By kapitalis
Ikut Nanya dunk: di laporan pajak tahunan kan ada kolom daftar harta/kekayaan, apa wajib di isi? seperti properti, kendaraan, tabungan (kalo tabungan kan saldo nya naik/turun tuh..)... trims


Kalau baru pertama kali bagusnya diisi, soalnya itu akan nunjukkin track asset kita di database ditjen pajak. setiap kenaikan aset akan di bandingkan sama penghasilan. Logikanya kalau aset nambahnya besar, sedangkan penghasilan tetap, berarti ada penghasilan yang tidak dilaporkan.
bivt - 10/09/2008 01:02 PM
#36

Quote:
Original Posted By abahtr1972
Sebenarnya termasuk obyek pajak juga mas ...

di UU Pajak Penghasilan yang namanya Obyek Pajak :

Pasal 4
1) Yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis
yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar
Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak
yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk :
a. penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau
diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi,
uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam
Undang-undang ini;
b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;
c. laba usaha;
d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk :
1) keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan
badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
2) keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan dan badan lainnya
karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota;
3) keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran,
pemecahan, atau pengambilalihan usaha;
4) keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan atau sumbangan,
kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus
satu derajat, dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial
atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri
Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan,
kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya;
f. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian
utang;
g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan
asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
h. royalti;
i. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
j. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang
ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
l. keuntungan karena selisih kurs mata uang asing;
m. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
n. premi asuransi;
o. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari
Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
p. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak.

dari mana aja...



trus klo yg begini mesti bayar pajak brp ?
monasku - 10/09/2008 01:07 PM
#37

Quote:
Original Posted By abahtr1972
Sebenarnya nggak masalah... karena yang 3 juta walaupun masuk dalam definisi penghasilan tetapi dia masuk penghasilan yang bukan obyek pajak dengan kategori hibah. Pasal 4 ayat (3) huruf a poin 2 berbunyi :
"harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan"

Jadi kalau yang 3 juta dari Ortu masuk dalam kategori hibah yang dikecualikan dari obyek Pajak. tapi kalau bukan dari ortu misalkan dari kakek dianggap penghasilan.


secara pajak aman aja
tp secara KPR lu bakal masalah
karena tujuan mereka minta npwp karena pijaman lo dah diatas 50jt
nag kalo penghasilan lu aslinya cuma 2 juta keknya bakal di reject
walaupun sebenernya lo mampu bayar dengan bantuan ortu.
untuk amannya lo tanya dulu ke salesnya aja
mana tau dia bisa bantu
monasku - 10/09/2008 01:10 PM
#38

Quote:
Original Posted By bivt
trus klo yg begini mesti bayar pajak brp ?

di indonesia menganut sistem self assesment ( salah kaga ya nulisnya)
maksudnya adalah WP (wajib pajak) harus menghitung dan melaporkan sendiri berapa besar penghasilan mereka dan berapa yang kena pajak.
dan disisi inilah yang menjadi kelemahan ( sampai saat ini) karena ini bisa menjadi daerah grey baik bagi wp maupun dirjen pajak sendiri, karena tergantung presepsi setiap org dalam menghitung dan memeriksa suatu pelaporan pajak.
monasku - 10/09/2008 01:15 PM
#39

Quote:
Original Posted By abahtr1972
Setuju... Gw juga pernah bantu temen yang hampir bangkrut gara-gara pajak. Masa dia awalnya laporin di SPT Lebih bayar 150 juta eh setelah diperiksa dia kudu bayar 2 milyar.... emang salah dia juga sendiri sih... percayain laporannya sama oknum aparat yang ilmunya sendiri nggak banyak ... cuman tahu dari pengalaman aja.

Tapi kalau denger dari temen2 di Ditjen Pajak, yang kayak gitu udah semakin berkurang. apalagi sekarang ada tunjangan khusus petugas pajak yang Gedeee banget... (kalau nggak salah kayak di Kantor Pajak Khusus minimal take home pay 10 jutaan lho) tujuannya sih biar nggak ada oknum yang masih sering main mata sama WP...

sorry bro bukannya apa
gw agak pesimis masih
emang sih sekarang LTO dan MTO dah makin luas jangkauannya
tetapi di lapangan hal2 yang seharusnya sudah mulai berkurang masih tetap berjalan. gw sendiri saat ini sudah melaporkan di MTO ( madya tax office) tp manusia2nya masih juga org2 lama. memang mereka gak seperti dulu maen hajar aja. tetapi sudah menggunakan ilmu juga. jadi tetap intinya kita sebagai WP harus juga meningkatkan pengetahuan kita. dan harus ada aturan hukum yang jelas mengenai apabila kita WP sudah melaporkan apa adanya dan menag betul si pemeriksa yang menyatakan bahwa kita salah melapor harus terkena sanksi. ini yang belum ada aturan hukumnya
beer:
ehuejuga - 10/09/2008 01:34 PM
#40

Permisi mau tanya lagi nih. Kalo bikin NPWP pribadi, misalkan kerjaannya jual beli laptop atau HP lewat kaskus atau forum lain. Penghasilan gak tetap gitu. Gimana cara bikin npwp nya?
Kan sekarang bisa online tuh, apa bisa diisi sendiri semua alias dikira2 sendiri?

Thanks
Page 2 of 202 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [ DISKUSI ] Yang ngerasa susah gara2 PAJAK