Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > beberapa simbolisasi ubo rampe dan falsafahnya
Total Views: 10114 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 13 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 > 

prabuanom - 14/01/2012 11:08 AM
#221

Simbol Pada Sesaji

Dalam penyajian kesenian pada umumnya juga selalu diadakannya sesaji. Sesaji sebagai symbol terhadap kehidupan manusia dalam lingkungannya. Ada beberapa kelengkapan sesaji yang biasa digunakan oleh komunitas kesenian Jaranan, pada dasarnya seluruhnya merupakan gambaran tentang ajaran hidup yang sebenarnya menjadi media pengingat-ingat manusia agar ia selalu dapat memahami keberadaan dirinya dalam dunia kehidupan ini serta dapat melakukan hal yang baik dan menghindari hal yang tidak baik. Berbagai macam sesaji yang umumnya disiapkan oleh para sesepuh diantaranya adalah sebagai berikut :

Jenang sengkala

Jenang sengkala diartikan sebagai upaya manusia untuk nolak (menolak) kala (zat negative), dank ala adalah gambaran raksasa yang mempunyai sifat angkara murka. Dengan menghilangkan sifat angkara murka dalam diri manusia, maka manusia terseut akan hidup sehat, sejahtera lahir dan batin. Jenang sengkala disimbolkan dalam bentuk nasi bubur yang dibuat dalam dua warna yaitu warna merah dan putih, satu piring bubur putih, satu piring bubur merah, satu piring bubur putih yang diatasnya dibubuhi bubur merah dan satu piring bubur merah yang diatasnya dibubuhi bubur merah. Doa atau unen-unen dalam sesaji yang diujudkan dalam jenang sengkala ini adalah nolak kala, kari seger kuwarasane (menolak kala, tinggal sehat dan sejahtera)

Kelapa (saklugune)

Kelapa diartikan dengan saklugune (sewajarnya) – dipecah – pikire sing mecah (pikirannya yang mengurai), pemahaman ini diambilkan dari filosofi sebuah kelapa, semua bagian dapat digunakan (isine klapa jangkep ana gunane), semua bagian dari kelapa misalnya : airnya, dagingnya, tempurungnya hingga serabutnya. Cara mengkonsumsinya, kelapa dipecah dahulu, maksudnya supaya pikirannya terbuka (pikire sing mecah)

Beras kuning

Beras kuning sebagai perlambang penyucian, menghalau segala zat negative yang ada di lingkungan sekitar. Beras kuning ini pada umumnya disebarkan saat enjelang akhir dan adegan kalongan.

Kembang setaman

Kembang setaman melambangkan beraneka ragam yang mengelilingi kehidupan manusia. Bunga akan mengembang dan menumbuhkan kesenangan, dan kembang untuk senang.

Kinangan

Kinangan diartikan sebagai membekali, artinya membekali hidup manusia agar yang bersangkutan dapat hidup tentram.

Gedang (pisang)

Pisang setangkep diartikan sebagai bekal hidup yang lengkap. Gedang diartikan digawe kadang, artinya dalam kehidupan inimanusia hendaklah selalu berpijak pada rasa kekeluargaan.

Minyak wangi

Minyak wangi sebagai gambaran luaskan hal-hal yang baik, menimbulkan keharuman, menghilangkan hal-hal yang tidak baik.

Pecok bakal

Pecaok bakal atau ada pula yang menyebutnya sebagai cok bakal, dimaksudkan sebagai hal-hal yang membekali hidup manusia. Cok bakal merupakan kumpulan dari bahan-bahan bumbu masak antara lain : kemiri, bawang merah, kelapa, cabe, telur ayam.

Klasa (tikar)

Klasa adalah alat untuk alas (lemek) tidur, artinya alas (lemek) adalah sebagai pijakan/dasar/pedoman. Klasa diartikan sebagai dasar (hukum), bahwa manusia hidup hendaknya tidak sampai meninggalkan hukum kehidupan itu sendiri. Hukum kehidupan yang diciptakan oleh Tuhan sebenarnya menjadikan keseimbangan hidup antara manusia, alam dan zat atau getaran hidup yang mengitarinya.

Kendi

Orang jaman dahulu ssangat akrab dengan kendi sebagai peralatan dapur. Kendi pada mulanya sebagai tempat air minum, dibuat dari tanah liat, bila untuk tempat air, airnya terasa dingin dan menyegarkan. Kendi sebagai symbol mengairi, memberikan air agar hidup selalu dalam kesegaran.

Telur

Telur diibaratkan seperti kondisi zat yang sebelum berujud bentuknya, ketika masih di dalam kandungan, kemudian pada saatnya akan membentuk zat yang dilambangkan berbetuk embrio dan mahluk yang disebut manusia. Oleh karena itu kemudian dilambangkan bahwa telur sebagai symbol asal muasalnya manusia, karena dalam telur juga ada zat yang akan membuat terbentuknya embrio. Berdasarkan faham ini, ada orang-orang yang tidak makan telur yang putih telur dan kuning telurnya belum terurai menjadi satu. Karena mereka berpendapat bahwa dalam kondisi kuning telur dan putih telur yang masih terpisah, kuning telur merupakan zat yang akan membentuk mahluk hidup.

Sumber:

Muatan Lain Koreografi Tari Jaranan
SIMBOLISASI DAN NILAI SPIRITUAL
Oleh:Tri Broto Ws



link: http://www.facebook.com/note.php?note_id=216170671729967
prabuanom - 16/01/2012 11:03 AM
#222
cok bakal
beberapa simbolisasi ubo rampe dan falsafahnya

COK BAKAL /DAKSINA( BALI)
COK BAKAL ( CIKAL BAKAL AKAL BAKAL /ASAL MULA/BIBIT ASAL)

BAHAN :
KOLO GUMANTUNG diwakili oleh isi kelapa ,kemiri ,ketumbar , mrica,dan adalagi beberapa

KOLO KEPENDEM : kunir/kunyit,kencur,bawang abang putih

UYAH/GARAM, GULO ABANG /GULA MERAH ,TEMBAKAU,(DAUN SIRIH ,KAPUR SIRIH ,GAMBIR ini bahan kinangan /kunyah sirih orang jaman dulu ).GARAM , telor ayam kampung /bebek bagus kalo ada telor belibis

SEMUA bahan itu dtaruh dalam wadah dari daun pisang yanmg dibentuk seperti gambar yang disebut TAKIR
TAKIR = wes ditak lan dipikir / sudah dipikirkan masak masak akan tujuan dan maksud membuat sasaji yang satu ini ( godong gedang/daun pisang = godong kudu dong /mudeng/paham gedang = padang /terang tahu jelas ) DAN HARUS dikunci agar takir tidak buyar dengan namanya BITHING / TUSUK dari lidi tua ,kalo dibali SEMAT ( KUDU MAT / HARUS TERPUSAT AKAN MAKSUD DAN TUJUAN.

BITHING SODO= MUNG KAREP KANG WES DI TOTO KANTHI BECIK( DIBTHINGI ) KANG BISO PARING USODO(SODO) , SODO TUA IRENG RUPANE = MUNG KRENTEG KAREP KANG KUKUH BAKUH IKU GONDELANE KADYO GUNUNG IRENG LEK DISAWANG .. .../ LIDI PENGUNCI = hanya kemauan yang sudah tertata denga baik ( dikunci) yang bisa menolong diri kita ..... LIDI TUA = HANYA kemataban keinginan yang tak tergoyahkan seperti hitamnya gunung kalo dilahat dari jauh .

KOLO GUMANTUNG = KOLO = SAAT/WAKTU GUMANTUNG=TERGANTUNG /NGAWANG /SAMAR /TERBAYANG BAYANG TAPI TAK TERWUJUTKAN /ADA TAPI TAK TERGAMBARKAN
= KAHANAN /YANGYANG SUSAH TUK DIGAMBARKAN DENGAN JELAS TANPA DIALAMI SENDIRI YAITU SEPERTI MENGGAMBARKAN ASAL MULA ADA .... BISA CERITA TAPI BELUM PERNAH MENGALAMI /SAMAR
KOLO KEPENDEM KEPENDEM = terpendam =TAK kelihatan gelap ( karena belum diketahui /mengerti , jadi waktu atau kejadian yang masih belum kita ketahui ..... atau pulangnya kemana..?????????

Inilah sedikit ulasan sesaji cok bakal / ssesaji yang menggambarkan asal mula apa saja .
WALAPUN BENTUKNYA SEDERHANA sesaji satu ini sakralnya melabihi sesaji yang lain .. bahkan tuk melakukan sesaji ini harus paham betul tujuanya salah salh untuk tujuan yang tidak benar bisa bubar semua termasuk yang melakukan ....makanya isyaratnya terletak pada wadahnya TAKIR itu .....
Demikiang gambaran sesaji yang sederhana tapi penuh makna ... DALAM SESAJI INILAH MAKNA AWAL DAN AKHIR TERKANDUNG( WIWITAN LAN PUNGKASAN)

sumber:

http://id-id.facebook.com/pages/Dharma-Nusantara/156128997776890
prabuanom - 16/01/2012 11:07 AM
#223
Buceng mas
beberapa simbolisasi ubo rampe dan falsafahnya


BUCENG MAS /TUMPENG KENCANA/GUNUNG KENCANA..... dalam budaya nusantara ada sebagian masyarakat trutama tanah jawa makan nasi tumpeng stelah selesai melakukan tapa brata .... ini seperti kisah hyang ismaya menelan gunung apakah makna gunung itu disimbolikan seperti TUMPENG ITU ?



BUCENG EMAS / TUMPENG EMAS /GUNUNG KENCANA

BAHAN : SEGO PUTIH / NASI PUTIH ( NASI YANG BARU DIMASAK ) , TELUR DADAR ( TELUR AYAM KAMPUNG/ TELUR BEBEK , JANUR .

SESAJI satu ini adalah termasuk sesaji yang tersakral ... ini adalah simbolis dari ibu yang melahirkan kita .. dan sekaligus SEBAGAI SAKSI AGUNG BAHWA KITA LAHIR DIDUNIA ...

Ada ke unikan dari sesaji satu ini .... kalo melihat kata emas/kuning sepintas ini sebagai wakil dari arah barat ...tapi ini sesungguhnya wakil dari arah KIDUL /SELATAN ..... KARENA kata KIDUL( DIDUDUL ) itulah sasaji ini sebagai lambang ibu kita sebagai SAKSI AGUNG setiap manusia LAHIR dimuka bumi ini .

Sesaji ini biasa digunakan untuk sesaji pengiring tapa brata hari kelahiran ( nepton) ...... dan satu hal inilah falsafah orang jawa lakon hyang isamaya menelan gunung ... kita alami ... yaitu selesai tapa brata kita makan buceng emas tersebut ... seperti makan gunung ...too ...

DAN kekuatan dasar untuk menelan gunung(mencapai keluhuran ) tak bisa melepaskan satu hal ini :

" BANYU BENING RASA TAWAR "


sumber:

http://id-id.facebook.com/pages/Dharma-Nusantara/156128997776890?sk=wall
adiadi3 - 01/05/2012 10:10 AM
#224

Menarik sekali nih, jadi semakin memperkaya wawasan ane dengan khazanah sesajian Nusantara. iloveindonesias

Oh ya kalau boleh tanya doanya itu doa yg sifatnya pribadi atau udah ada rapalan khususnya ?
balaprabu - 01/05/2012 10:24 AM
#225

Quote:
Original Posted By adiadi3
Menarik sekali nih, jadi semakin memperkaya wawasan ane dengan khazanah sesajian Nusantara. iloveindonesias

Oh ya kalau boleh tanya doanya itu doa yg sifatnya pribadi atau udah ada rapalan khususnya ?


kebanyakan ada doa doanya sendiri dan itu ya ketua adat atau yg dituakan yg memimpin upacara yg memahaminya.
angel3wijaya - 01/05/2012 10:45 AM
#226

Quote:
Original Posted By balaprabu
kebanyakan ada doa doanya sendiri dan itu ya ketua adat atau yg dituakan yg memimpin upacara yg memahaminya.


utk do'a mgkn benar spt sesepuh balprabu bilang thumbup:

di tiap daerah/tempat itu berbeda, tapi intinya tetap sama, yaitu memuji Sang Pencipta

& juga mendo'akan para leluhur kita maupun para pendahulu kita

utk masalah rapalan ada yg bilang itu memang harus khusus tapi ada juga menggunakan yg sdh umum

intinya keyakinan dari diri masing2 saja Peace:
balaprabu - 01/05/2012 10:47 AM
#227

Quote:
Original Posted By angel3wijaya
utk do'a mgkn benar spt sesepuh balprabu bilang thumbup:

di tiap daerah/tempat itu berbeda, tapi intinya tetap sama, yaitu memuji Sang Pencipta

& juga mendo'akan para leluhur kita maupun para pendahulu kita

utk masalah rapalan ada yg bilang itu memang harus khusus tapi ada juga menggunakan yg sdh umum

intinya keyakinan dari diri masing2 saja Peace:


benar kang hehehee. kalo buat kita yg dirumah. sesaji masing masing pribadi ya doanya umum. kalo acara resmi baru kusus doanya. hehehe D
angel3wijaya - 01/05/2012 10:56 AM
#228

Quote:
Original Posted By balaprabu
benar kang hehehee. kalo buat kita yg dirumah. sesaji masing masing pribadi ya doanya umum. kalo acara resmi baru kusus doanya. hehehe D


butul2 itu shakehand

walau sedikit yg penting yakin ya kang Peace:
balaprabu - 01/05/2012 11:48 AM
#229

Quote:
Original Posted By angel3wijaya
butul2 itu shakehand

walau sedikit yg penting yakin ya kang Peace:


bener kang, yg penting mah yakin.....
angel3wijaya - 02/05/2012 06:52 AM
#230

Quote:
Original Posted By balaprabu
bener kang, yg penting mah yakin.....


dalam sesaji di beberapa daerah ada ikan2 tertentu yg disajikan D

tapi saya sdh usaha cari2 belum dapat2 juga nih hammer:
balaprabu - 02/05/2012 10:22 AM
#231

Quote:
Original Posted By angel3wijaya
dalam sesaji di beberapa daerah ada ikan2 tertentu yg disajikan D

tapi saya sdh usaha cari2 belum dapat2 juga nih hammer:


ikan sungai?ikan laut?
angel.wijaya - 02/05/2012 10:52 AM
#232

Quote:
Original Posted By balaprabu
ikan sungai?ikan laut?


ada ikan laut,

ada pula ikan sungai kang
balaprabu - 02/05/2012 10:56 AM
#233

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
ada ikan laut,

ada pula ikan sungai kang


wah menarik tuh kang shakehand
ikannya hidup atau diolah kang?
angel.wijaya - 02/05/2012 10:59 AM
#234

Quote:
Original Posted By balaprabu
wah menarik tuh kang shakehand
ikannya hidup atau diolah kang?


misal ikan lele lokal (tidak boleh diganti lele dumbo)

biasanya cuma di panggang, bakar saja kang

atau ada ikan laut yg juga cuma dibakar setengah matang
balaprabu - 02/05/2012 11:06 AM
#235

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
misal ikan lele lokal (tidak boleh diganti lele dumbo)

biasanya cuma di panggang, bakar saja kang

atau ada ikan laut yg juga cuma dibakar setengah matang


oooo iya kang, jd dimasak tetep yah....
angel.wijaya - 02/05/2012 11:14 AM
#236

Quote:
Original Posted By balaprabu
oooo iya kang, jd dimasak tetep yah....


iya kang, di letakkan di wadah yg di alasi daun pisang tertentu

ikan laut misal spt udang yg ukurannya besar, cukup digoreng tanpa bumbu (hanya diberi garam)

bandeng yg dibakar (oalah iya bandeng) hammer:

yg saya maksud ini pasti ada maksud tertentu dg pemilihan ikan tertentu
balaprabu - 02/05/2012 11:42 AM
#237

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
iya kang, di letakkan di wadah yg di alasi daun pisang tertentu

ikan laut misal spt udang yg ukurannya besar, cukup digoreng tanpa bumbu (hanya diberi garam)

bandeng yg dibakar (oalah iya bandeng) hammer:

yg saya maksud ini pasti ada maksud tertentu dg pemilihan ikan tertentu


lele di air tawar, bandeng di air payau, udang mewakili laut?
angel.wijaya - 02/05/2012 01:51 PM
#238

Quote:
Original Posted By balaprabu
lele di air tawar, bandeng di air payau, udang mewakili laut?


nah maksudnya apa yah mewakili 3 air yg berbeda bingungs
balaprabu - 02/05/2012 01:57 PM
#239

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
nah maksudnya apa yah mewakili 3 air yg berbeda bingungs


kan ada di filosofi tumpeng, ikan wader, ikan bandeng, ama ikan teri (peyek)
terus ayam mewakili unggas, daging sapi, dll
ucenkembung - 20/10/2012 07:40 AM
#240

Tak sundule thread'e....
Bahasane apik..................thumbup:
Page 12 of 13 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 > 
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > beberapa simbolisasi ubo rampe dan falsafahnya