BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 101 of 105 | ‹ First  < 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 > 

nie.kagamine - 13/09/2012 06:05 PM
#2001

Quote:
Original Posted By sanmun
Buku lama tapi asoy..... Judulnya 24 Wajah Billy... tentang kepridadian ganda, tapi ini sampai 24 kepribadian...

True story tentang riwayat hidup dari William Stanley Milligan atau Billy Milligan, orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kejahatan serius dengan alasan tidak waras. Billy Milligan menderita pemecahan kepribadian sehingga dia memiliki 24 kepribadin yang berbeda satu dengan yang lain.
Spoiler for "24 wajah billy"
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Penulisnya Daniel Keyes
Judul asli The Minds of Billy Milligan, ini buku versi bahasa indonesianya, kalo inggrisnya membingungkan bacanya... alias ane kagak ngerti bahasa inggris hammershammers


wah keren banget yg ini bukunyaa..
ane sampe bela2in baca seharian
tragis bgt hidupnya berdukas
daninoviandi - 14/09/2012 05:17 PM
#2002
The Famous Oliver
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Oliver Twist merupakan seorang anak yatim piatu yang hidup dalam kemiskinan. Pindah dari rumah penampungan satu ke yang lainnya, karena saking banyaknya masalah maka Oliver memutuskan untuk hijrah ke London. Sayangnya, di London, Oliver justru ditolong oleh salah seorang anggota perkumpulan pencuri. Oliver pun dipaksa turut serta dalam pencurian yang dilakukan oleh pemimpin kelompok itu, Fagin. Dua kali Oliver terlibat dalam kasus pencurian, dua kali pula Oliver tertangkap dan akhirnya diselamatkan oleh orang-orang baik hati yang yakin bahwa sebenarnya Oliver bukan pencuri. Pak Brownlow menjadi orang baik pertama, sayangnya di “pelariannya” yang pertama ini Oliver berhasil kembali dibawa oleh kawanan pencuri tersebut. Kali kedua ketika ia “diselamatkan” keluarga Maylie, disinilah hidupnya yang sebenarnya dimulai, ia hidup bahagia dengan Rose dan bibinya.

Perjalanan Oliver belum berhasil, karena Oliver masih terancam nyawanya. Kelompok pencuri tentunya yang paling berhasrat untuk merebut kembali Oliver, dan ada seorang lagi yang rupanya berhubungan dengan masa lalu Oliver yang mengincar kehidupannya. Ia adalah Monks. Monks ini sampai mencari tahu ke tempat dimana Oliver lahir dan bertanya pada Pak Bumble, ketua rumah penampungan tempat Oliver ditampung pada masa kecilnya, demi satu tujuan utama, yaitu harta. Mengapa harta? Bukankah Oliver lahir dari seorang ibu yang amat miskin? Ternyata, kemiripan Oliver dengan foto seorang perempuan di rumah Pak Brownlow-lah yang menjadi kunci siapakah sebenarnya Oliver Twist.

***

Buku Oliver Twist yang saya baca ini merupakan terbitan Narasi. Hanya 200an halaman, tentu sangat jomplang dengan buku Oliver Twist terbitan Bentang Pustaka yang mencapai 500an halaman. Buku ini merupakan versi terjemahan ringkas, entah, apakah seluruh cerita dalam 500an halaman itu telah teringkas sempurna dalam 200 halaman atau belum. Tapi yang jelas, inti dari cerita buku ini mungkin tersampaikan. Tapi jelasnya, harus membaca juga buku versi tebalnya.

Seperti sinopsis di atas, cerita Oliver Twist ini merupakan salah satu cerita klasik yang sangat terkenal karangan Charles Dickens. Buku ini termasuk dalam list 1001 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Wafat dan telah mencapai ratusan edisi di seluruh dunia. Oliver Twist ini mungkin merupakan salah satu anak kecil yang paling populer di seluruh dunia.

Ceritanya sendiri sederhana, dengan setting tahun 1800an, dimana kondisi Inggris kala itu banyak rumah penampungan orang-orang miskin, maka tak heran apabila banyak terjalin kelompok-kelompok pencurian pula. Cerita ini mungkin gambaran dari tahun itu, dimana kemiskinan yang terjadi menjadikan anak seumuran Oliver telah dilatih untuk menjadi pencuri. Konflik yang terjadi pun diawali dari lahirnya Oliver tanpa seorang ayah, inilah yang menjadi penyebab awal mengapa Oliver begitu diinginkan di dalam buku ini. Dengan kata kunci harta dan ayah di atas, mungkin teman-teman sekalian dapat menebak dengan mudah, siapakah “penjahat” yang mencari-cari Oliver sebenarnya.

Dikemas dalam buku saku, dan bahasa yang mudah dipahami, buku ini menjadi solusi bagi yang ingin membaca cerita-cerita klasik terkenal tapi sudah malas duluan melihat ketebalannya. Meskipun begitu, cukup banyak kesalahan di dalam buku ini. Seperti siapa yang sedang berbicara, hingga jalan cerita yang kadang-kadang langsung lompat tiba-tiba. Namanya juga cerita ringkasan, tapi cukup worth untuk dibaca untuk sejenak mengenal Oliver Twist, sebelum dilanjut dengan membaca edisi aslinya, ataupun menonton filmya. Buku ini layak masuk list 1001, karena di tahun 1800an, cerita seperti ini telah dapat terpikirkan oleh Dickens, konflik yang masuk akal, serta pembunuhan yang terkesan sadis dikisahkan apa adanya. 3 bintang cukup untuk buku klasik ini.


Judul: Oliver Twist
Penulis: Charles Dickens
Penerbit: Narasi
Tebal: 200 hal.
Tahun Terbit: 2008
Rate: 3/5
VanDaniestha - 16/09/2012 10:49 AM
#2003
Terlalu banyak tanda bintang ( * )

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Anak Kos Dodol Lagi
Penulis: Dewi Rieka
Penerbit: Gradien Mediatama
ISBN: 9786028260138
Jumlah Halaman: 208

Dewi Rieka adalah seorang Mahasiswi Dodol yang berkos ria di tempat Anak-Anak Dodol pula, kelakuan ajaib dia dan teman-temannya terkadang membuat ngakak dan mengerutkan dahi. Dari mulai Luluran di Depan kamar Kos yang cuma pakai tanktop dengan kain bali sampai ada yang rela kadoin sang pacar Blackforest sehingga makan pun harus nebeng ditraktir teman. hahaha..

Mbak Dewi a.k.a Dedew ini membawa kita masuk ke dalam kehidupan anak-anak kos yang sedikit ekstrim, dimana juga intip mengintip sesama wanita itu sesungguhnya tidak apa adanya, coba kalo intip mengintip itu dilakukan sesama cowok ? itu bisa beda urusannya takuts

Ceritanya lumayan kocak walau terkadang disisipi cerita garing bin krenyes-krenyes. Ada hal yang mengganjal dalam membaca buku ini, yaitu terlalu banyaknya penggunaan tanda Bintang ( * ) untuk sebuah guyonan penambah yang terkadang membuat saya mengantuk membacanya.

Walaupun buku ini ya bisa dibilang sedikit garing tapi berisi pesan moral dimana yang saya suka adalah bab hampir terakhir (jikalau tidak salah bab 21) disana ada pesan tersirat bahwa jangan melihat cowok dari kegantengannya, ganteng terkadang juga mempunyai sifat kriminal.

Alhasil saya berikan 3 dari 5 Bintang untuk Novel ini \)
eclips3 - 16/09/2012 04:10 PM
#2004

Quote:
Original Posted By VanDaniestha

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Anak Kos Dodol Lagi
Penulis: Dewi Rieka
Penerbit: Gradien Mediatama
ISBN: 9786028260138
Jumlah Halaman: 208

Dewi Rieka adalah seorang Mahasiswi Dodol yang berkos ria di tempat Anak-Anak Dodol pula, kelakuan ajaib dia dan teman-temannya terkadang membuat ngakak dan mengerutkan dahi. Dari mulai Luluran di Depan kamar Kos yang cuma pakai tanktop dengan kain bali sampai ada yang rela kadoin sang pacar Blackforest sehingga makan pun harus nebeng ditraktir teman. hahaha..

Mbak Dewi a.k.a Dedew ini membawa kita masuk ke dalam kehidupan anak-anak kos yang sedikit ekstrim, dimana juga intip mengintip sesama wanita itu sesungguhnya tidak apa adanya, coba kalo intip mengintip itu dilakukan sesama cowok ? itu bisa beda urusannya takuts

Ceritanya lumayan kocak walau terkadang disisipi cerita garing bin krenyes-krenyes. Ada hal yang mengganjal dalam membaca buku ini, yaitu terlalu banyaknya penggunaan tanda Bintang ( * ) untuk sebuah guyonan penambah yang terkadang membuat saya mengantuk membacanya.

Walaupun buku ini ya bisa dibilang sedikit garing tapi berisi pesan moral dimana yang saya suka adalah bab hampir terakhir (jikalau tidak salah bab 21) disana ada pesan tersirat bahwa jangan melihat cowok dari kegantengannya, ganteng terkadang juga mempunyai sifat kriminal.

Alhasil saya berikan 3 dari 5 Bintang untuk Novel ini \)


Eh... ga kurang banyak ni tulisannya? D
nyaioriental - 16/09/2012 11:32 PM
#2005

Gan.. ane nubie nih.. kebeneran baru masuk ni forum.. hehe
Kebeneran ane seneng banget baca buku.. cuma semenjak kuliah akhir2 ini jadi udah ngga pernah nongkrong di taman bacaan lagi..

Ane mau tanya gan.. ada yang bisa rekomendasiin buku2 fiksi setipe
Harry Potter, LOTR, Eragon, Narnia ngga?

makasi yah agan sekalian.. ane belum bisa kasih cendol nih hehe

kiss
VanDaniestha - 16/09/2012 11:51 PM
#2006

Quote:
Original Posted By eclips3


Eh... ga kurang banyak ni tulisannya? D


hehehe.
sorry ga bisa ngereview puh.
ini pun saya maksa banget cuma mau ikut partisipasi \)
rusak_mata - 16/09/2012 11:55 PM
#2007

Quote:
Original Posted By nyaioriental
Gan.. ane nubie nih.. kebeneran baru masuk ni forum.. hehe
Kebeneran ane seneng banget baca buku.. cuma semenjak kuliah akhir2 ini jadi udah ngga pernah nongkrong di taman bacaan lagi..

Ane mau tanya gan.. ada yang bisa rekomendasiin buku2 fiksi setipe
Harry Potter, LOTR, Eragon, Narnia ngga?

makasi yah agan sekalian.. ane belum bisa kasih cendol nih hehe

kiss


yg 2012 ini coba the way of kings nya brandon standerson, 5/5 dr gw tp blom gw bikin reviewnya p
ato klo terlalu capek, baca ja karangannya Rick Riordian, Michael Scott, Jonathan Stroud (minus heroes of the valley)
daninoviandi - 17/09/2012 12:51 PM
#2008
Learn From Him
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Pikiran saya langsung tertuju ke acara tapping kick andy beberapa bulan yang lalu. Kris Biantoro menjadi bintang tamunya, dan buku inilah yang waktu itu dibagikan. Masih terngiang semangat beliau ketika itu, seorang MC terkenal yang namanya sangat berkibar dan tenar, tetapi akhir-akhir ini jarang terdengar, bahkan banyak yang mengira beliau sudah tak ada. Ternyata, penyakit gagal ginjallah yang menghalanginya beraktivitas. Sudah lama juga ternyata, bayangkan saja, ketika dalam masa jayanya dulu pun beliau ternyata telah terkena penyakit ini. Tebak berapa tahun? Ya, sudah 38 tahun beliau menderita penyakit ini.

Isi buku ini sendiri tak jauh dari cerita-cerita yang beliau share ketika tampil di acara itu, tetapi tetap saja sangat menakjubkan mendengarkan pengalaman-pengalaman beliau di tengah penyakit yang dideritanya. Mulai dari pengalamannya sebagai manusia yang ringan kuping, hingga perjalanan kehidupannya di masa lalu ketika jaya, hingga pengalaman pengobatannya dalam melawan penyakit ini.

Dengan bahasa yang ringan serta selipan-selipan candaan yang cukup segar, ini sangat khas beliau. Tidak terlihat sama sekali rasa semangat yang memudar dalam tulisan dan pengalaman-pengalamannya. Sempat tergolek lemah tak berdaya, tetapi beliau tetap menunjukkan rasa semangat ketika ada orang lain yang mengunjunginya. Memang, ketika di acara tapping itu pun, teriakan “merdeka” khasnya masih membahana, bahkan suaranya ketika menyanyinya pun masih lancar mengalir. Membaca di bukunya, siapa yang menyangka kalo beliau sempat terkena gejala “lupa”. Gejala ini menyebabkan beliau lupa apa-apa yang terjadi beberapa saat sebelumnya. Bahkan syair-syair lagunya pun beliau sempat lupa, sehingga beliau sempat berujar, “ini kok penyanyi lupa sama lagunya sendiri.”

Tak hanya menceritakan kisah sakitnya, Kris Biantoro pun memberi semangat kepada para penderita penyakit yang sama dengan yang dideritanya, yaitu gagal ginjal. Selain itu, di akhir setiap bab yang ditulis, beliau menuliskan tentang fakta-fakta, pesan dan saran bagi para pembacanya, terutama bagi para penderita gagal ginjal, sehingga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi semua. Beliau juga menyampaikan pesan kepada keluarga si penderita agar tetap semangat dalam mendampingi si penderita, karena penyakit ini bukan akhir dari segalanya. Lihat saja sosok Kris Biantoro ini. 38 tahun menderita gagal ginjal, hidup dengan ginjal yang tidak sempurna, tetapi beliau tetap eksis sampai sekarang, tetap semangat, dan yang paling istimewa, tetap dapat memberi semangat kepada sesama penderita dan keluarga si penderita. Semuanya belum selesai, hingga sang Khalik mengakhiri kisah kita, maka teruslah berjuang dan bersemangat, pasti bisa.


Judul: Belum Selesai
Penulis: Kris Biantoro
Penerbit: Sahabat Krisbiantoro Publishing
Tebal: 170 Hal.
Terbit: 2011
Rate: 4/5
komet795 - 17/09/2012 04:41 PM
#2009

Quote:
Original Posted By daninoviandi
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Pikiran saya langsung tertuju ke acara tapping kick any beberapa bulan yang lalu. Kris Biantoro menjadi bintang tamunya, dan buku inilah yang waktu itu dibagikan. Masih terngiang semangat beliau ketika itu, seorang MC terkenal yang namanya sangat berkibar dan tenar, tetapi akhir-akhir ini jarang terdengar, bahkan banyak yang mengira beliau sudah tak ada. Ternyata, penyakit gagal ginjallah yang menghalanginya beraktivitas. Sudah lama juga ternyata, bayangkan saja, ketika dalam masa jayanya dulu pun beliau ternyata telah terkena penyakit ini. Tebak berapa tahun? Ya, sudah 38 tahun beliau menderita penyakit ini.

Isi buku ini sendiri tak jauh dari cerita-cerita yang beliau share ketika tampil di acara itu, tetapi tetap saja sangat menakjubkan mendengarkan pengalaman-pengalaman beliau di tengah penyakit yang dideritanya. Mulai dari pengalamannya sebagai manusia yang ringan kuping, hingga perjalanan kehidupannya di masa lalu ketika jaya, hingga pengalaman pengobatannya dalam melawan penyakit ini.

Dengan bahasa yang ringan serta selipan-selipan candaan yang cukup segar, ini sangat khas beliau. Tidak terlihat sama sekali rasa semangat yang memudar dalam tulisan dan pengalaman-pengalamannya. Sempat tergolek lemah tak berdaya, tetapi beliau tetap menunjukkan rasa semangat ketika ada orang lain yang mengunjunginya. Memang, ketika di acara tapping itu pun, teriakan “merdeka” khasnya masih membahana, bahkan suaranya ketika menyanyinya pun masih lancar mengalir. Membaca di bukunya, siapa yang menyangka kalo beliau sempat terkena gejala “lupa”. Gejala ini menyebabkan beliau lupa apa-apa yang terjadi beberapa saat sebelumnya. Bahkan syair-syair lagunya pun beliau sempat lupa, sehingga beliau sempat berujar, “ini kok penyanyi lupa sama lagunya sendiri.”

Tak hanya menceritakan kisah sakitnya, Kris Biantoro pun memberi semangat kepada para penderita penyakit yang sama dengan yang dideritanya, yaitu gagal ginjal. Selain itu, di akhir setiap bab yang ditulis, beliau menuliskan tentang fakta-fakta, pesan dan saran bagi para pembacanya, terutama bagi para penderita gagal ginjal, sehingga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi semua. Beliau juga menyampaikan pesan kepada keluarga si penderita agar tetap semangat dalam mendampingi si penderita, karena penyakit ini bukan akhir dari segalanya. Lihat saja sosok Kris Biantoro ini. 38 tahun menderita gagal ginjal, hidup dengan ginjal yang tidak sempurna, tetapi beliau tetap eksis sampai sekarang, tetap semangat, dan yang paling istimewa, tetap dapat memberi semangat kepada sesama penderita dan keluarga si penderita. Semuanya belum selesai, hingga sang Khalik mengakhiri kisah kita, maka teruslah berjuang dan bersemangat, pasti bisa.


Judul: Belum Selesai
Penulis: Kris Biantoro
Penerbit: Sahabat Krisbiantoro Publishing
Tebal: 170 Hal.
Terbit: 2011
Rate: 4/5


acara kick any acara apaan pooh? bingungs
*salah fokus* hammer:

ngacir:
daninoviandi - 17/09/2012 04:53 PM
#2010

Quote:
Original Posted By komet795
acara kick any acara apaan pooh? bingungs
*salah fokus* hammer:

ngacir:

waaaa kagets:
brb edit dimana2 ngacir:
eclips3 - 17/09/2012 08:58 PM
#2011

Gw baru denger istilah ringan kuping.. maksudnya apaan tuh dan? eek:
yg kutahu telinga tipis alias mudah tersinggung
wenchang - 18/09/2012 10:19 AM
#2012

Quote:
Original Posted By samanosuke20
The Lost Army of Cambyses
Misteri Pasukan Cambyses, Pasar Gelap Artefak Kuno, dan Terorisme
rating:5/5
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
sumber: bukukita

Pada 523 SM, Kaisar Persia Cambyses mengirim sejumlah pasukan melintasi padang pasir di Gurun Barat, Mesir, untuk menghancurkan peramalan di Siwa. Pasukan tersebut tak pernah tiba di sana. Menurut legenda, lima puluh ribu tentara lengkap dengan peralatan perangnya itu diterjang badai pasir dan hilang selamanya.

Dua setengah milenium kemudian, serangkaian pembunuhan terjadi di Mesir. Seonggok mayat yang termutilasi terdampar di tepian Sungai Nil di Luxor; seorang pedagang barang antik dibunuh secara biadab di dalam tokonya di Kairo; dan seorang arkeolog Inggris bernama Michael Mullray tewas di lokasi penggalian kuno di Saqqara.

Kejadian-kejadian tersebut tampak tak berkaitan satu sama lain. Tetapi, Inspektur Yusuf Khalifa dari kepolisian Luxor memendam curiga. Begitu juga putri sang arkeolog, Tara Mullray, seorang ahli zoologi di Inggris. Mereka lalu mengadakan penyelidikan guna mengungkap misteri di balik peristiwa tersebut. Setelah menemukan kepingan hieroglif yang aneh, mereka pun mendapati petunjuk penting.

Akankah kejadian-kejadian misterius itu terungkap? Apa kaitan antara pasukan Cambyses yang lenyap dua setengah milenium silam dengan maraknya peristiwa pembunuhan di Mesir era kini? Dan, siapa dalang serta apa kepentingan di balik berbagai pembunuhan tersebut?

***

“Serumit lorong-lorong kaca, semencekam ancaman kematian.”
—Kirkus Review

“Memacu adrenalin. ... Anda merasa seolah sedang menaiki rollercoaster, berada di dalam perpustakaan dan di saat bersamaan tenggelam ke dalam Sungai Nil.”
—Crime Time

“Sebuah thriller yang keras, terkadang brutal, namun selalu mengasyikkan. Sussman sangat mengenal Mesir, di masa lalu dan masa kini.”
—Dr. Barbara Mertz, arkeolog

“Petualangan yang dahsyat... novel bagus yang ditulis dengan penuh kemampuan.”
—Valerio Massimo Manfredi

“Novel ini kian menambah genre misteri Mesir kuno. … Karena Sussman pernah melakukan penggalian di Mesir, kita memercayai detail latar ceritanya.”
—Publishers Weekly

“Sangat menarik perhatian… membekukan tulang punggung, thriller yang berjalan cepat. Buku ini memiliki semua bahan dari petualangan James Bond. Lokasi eksotis, barang-barang antik yang tak ternilai, fanatisme jahat dalam dominasi global, pembunuhan brutal, polisi korup, heroisme, dan membuat Anda terus menebak sampai ke bagian terakhir. Sangat jarang mendapati buku yang membuat degup jantung berpacu ketika Anda dengan malu-malu dan kompulsif membuka halamannya, tercekam pada apa yang akan terjadi pada paragraf berikutnya. Tetapi dalam gaya The Lost Army of Cambyses sangat mengejutkan sekaligus memikat." yang mengingatkan pada buku-buku Patricia Cornwel.
—Sunday Business Post, Irlandia

“Kisah petualangan yang menyenangkan… penuh pengetahuan arkeologi, dan dibangun dari latar belakang aksi militan Islam.”
—The Spectator

“Debut yang tersusun, diriset dengan baik dan ditempatkan secara mengagumkan… pembunuhan dan cekaman berakumulasi… Benar-benar inventif.”
—Publishers Weekly

“Petualangan arkeologi yang penuh aksi… Tercantum juga di dalamnya perasaan luar biasa tentang keluasan gurun pasir, khususnya dalam akhir yang sinematis, yang memacu adrenalin.”
—Wealden Times

“Novel ini sangat menyenangkan karena sarat tokoh-tokoh zalim, situasi-situasi sulit, dan keanehan-keanehan yang mustahil.”
—Waterstone’s Magazine

“Bak sebuah film, misteri petualangan yang menderu-deru, penuh detail sejarah dan arkeologi Mesir.”
—Booklist

***

Setelah meninggalkan Cambridge University, Paul Sussman berkeliling dunia selama tiga tahun. Semasa itu dia bekerja sebagai penggali kuburan, tukang bangunan, dan penjaja deterjen. Pada 1991, dia kembali ke Inggris dan turut mendirikan majalah The Big Issue. Sejak itulah Paul menekuni dunia kewartawanan. Pria yang pernah dinominasikan Periodical Publishers Association menjadi kolomnis Inggris 1997 ini memiliki seabrek pengalaman sebagai wartawan lepas, antara lain di The Daily Telegraph, The Daily Express, The Evening Standard, dan The Sunday Herald.

Selain menulis, Paul memiliki kegemaran utama di bidang arkeologi. Dia pernah terlibat dalam sejumlah penggalian, dan selama tiga tahun terakhir ia menghabiskan masa Oktober dan November di Lembah Para Raja, Mesir, sebagai petugas pencatat harian untuk The Amarna Royal Tombs Project. Kini, dia tinggal bersama istrinya di London sembari terus menulis feature untuk CNN.com biro Eropa.

***

THE INTERNATIONAL BESTSELLER
TELAH DITERJEMAHKAN KE DALAM 32 BAHASA DI 33 NEGARA
Pemenang The Golden Earphone Award 2005


dan ntah napa klo baca2 buku bergenre thriller kek gini gw selalu semangat...
apalagi klo berhubungan dgn arkelogi dan sejarah panjang umat manusia...

beer:

nah abis baca buku ini gw dapat gambaran dan sudut pandang baru gmn memandangi konflik yg biasa terjadi dtimur tengah...

klo kita biasanya ngebaca buku2 dgn tokoh org2 barat..
dalam buku ini ada 2 tokoh yg terlibat,,seorang polisi dari mesir dan seorang pakar binatang dari inggris...DDD

alur ceritanya jg ga membosankan walaupun awalnya keliatan santai tapi ceritanya mengalir abis sampai di ending pun penuh kejutan dan ketika maw epilog jg bakal ada kejutan lg...


keren deh ceritanya...
bisa dsamakan kek ceritanya dan brown deh...
gw ga ngelebih2in...

klo dan brown terkenal karena keberanian dy ngebuat statement bahwa sejarah dlm buku itu adalah fakta,,sedang si paul susman hanya menuliskan bahwa jgn dianggap cerita dlm buku ini secara berlebihan tp anggap sebagai cerita diksi saja...


keren...DDD

thumbup:

o iya..
harga buku ini klo beli dtoko 65ribuan..
cm setaw gw klo beli dtoko buku onlene bisa dpt korting jd 55rebu..
cm gw ga pernah beli dsana jdnya ga taw mekanismenya gmn??



hehehe..
kgk jd pertamax lo...

eniwei klo si bro emank gemar ama novel triller gw recommen baca yg ini...

skrg gw lg baca bukunya yg lain...

the last secret of temple...
ntar klo udah baca gw cb but reviewnya..\)




wawww.... GREAT STORY...
LOVE CLASSIC'S STORY...
kisskisskisskiss
daninoviandi - 18/09/2012 12:46 PM
#2013

Quote:
Original Posted By eclips3
Gw baru denger istilah ringan kuping.. maksudnya apaan tuh dan? eek:
yg kutahu telinga tipis alias mudah tersinggung

ringan kuping tuh gampang terbujuk oleh kata2 orang D
eh, atau tipis kuping ya?bingung:
eclips3 - 18/09/2012 02:53 PM
#2014

Quote:
Original Posted By daninoviandi
ringan kuping tuh gampang terbujuk oleh kata2 orang D
eh, atau tipis kuping ya?bingung:


hammer: itu istilah lu sendiri atau ada di dalem buku?
peacekeeper - 18/09/2012 03:22 PM
#2015

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Started on : 01 September 2012
Finished on : 17 September 2012

The Alchemist's Secret
by. Scott Mariani

510 pages
Published 2011 by Qanita (first published March 31st 2007)
ISBN 139786028579780
Edition language Indonesian
Original titleThe Alchemist's Secret


Quote:

SINOPSIS :

Seorang mantan anggota pasukan elite, yang memiliki mimpi buruk di masa lalu berupaya menebusnya di masa kini. Dialah Benedict Hope atau yang lebih dikenal dengan Ben Hope.

Kehilangan adiknya di masa lalu membuat Ben akhirnya memutuskan untuk membantu orang-orang yang "kehilangan" anaknya. Keahlian yang diperolehnya selama menjadi pasukan elite, memberinya keuntungan untuk menyergap dan menghabisi penculik anak klien-kliennya tanpa jejak. Sampai akhirnya Ia mendapat satu klien yang meminta bantuannya untuk tugas yang lain dari biasanya.

Kliennya ini meminta bantuan untuk menemukan sebuah manuskrip berharga yang berisi formula elixir of life demi mengobati cucunya yang hidupnya diperkirakan tidak lama lagi akibat kanker ganas yang menggerogoti kesehatannya. Manuskrip tersebut adalah kepunyaan Fulcanelli seorang ilmuwan alkimia terkenal.

Pencarian itu tak mudah, banyak pihak bertujuan jahat yang juga mengincar manuskrip berisi formula ajaib tersebut. Dibantu oleh seorang peneliti alkimia cantik, Dr. Ryder, Ben Hope pun menguak misteri demi misteri yang menyelubungi ramuan rahasia cairan yang bisa menyembuhkan penyakit dan memperpanjang usia tersebut.

Apakah manuskrip tersebut benar-benar ada? dan apakah Ben Hope berhasil mendapatkannya?

you can find it in this book ;)



Quote:

REVIEW :

Salah satu kisah paling aneh yang pernah muncul dari awan misteri yang menyelimuti ilmu kuno alchemy adalah kisah yang menyangkut master modern nya, Fulcanelli.

-Kenneth Johnson, 1992-


Alasan pertama kali mengapa aku tertarik untuk membeli buku ini adalah karena judul dan kover bukunya.

The Alchemist's Secret

Buatku judul tersebut menawarkan sebuah kemisteriusan dari sebuah tema yang masih misterius. Dan buku ini juga akan bercerita mengenai manuskrip Fulcanelli. Aku sungguh-sungguh tidak sabar untuk membacanya. Manuskrip yang manakah yang akan dibahas? Le Mystere des Cathedrales kah? Atau Les Demerues Philospales? Uh.. can't wait

Ditambah lagi dengan desain kover yang menarik. Perhatikan kata-kata yang ditulis melingkar di kover buku ini. Itu adalah VITRIOL. Kalian yang belum pernah mendengar istilah VITRIOL akan kuberi tahu.. VITRIOL atau Visita Interiora Terrae, Rectificando Invenies Occultam Lapidem adalah moto alkimia yang tertulis dalam L'Azoth des Philosophes karya alkimiawan abad ke-15 Basilius Valentinus. Yang artinya adalah kunjungi bagian dalam bumi dan murnikanlah, maka anda akan menemukan batu rahasia.

Batu rahasia dalam sebuah moto tentang alkimia. Hmm.. Apakah kalian akan sepertiku yang ingatannya langsung tertuju pada salah satu judul dalam serial Harry Potter? Kalau iya, maka pikiran kalian tidaklah salah. Karena batu rahasia yang dimaksud dalam moto alkimia tersebut adalah philosopher's stone. Batu bertuah atau batu filsuf adalah elemen penting yang membantu proses alkimia itu sendiri. Lalu apakah yang dimaksud dengan batu bertuah tersebut? Batu bertuah yang dimaksud ternyata adalah garam-garam vitriol. Loh... bukannya VITRIOL itu merupakan singkatan dari moto alkimia ya? Hmm.. perlu kalian ketahui satu lagi rahasia dari moto alkimia ini adalah kata VITRIOL itu sendiri. Kata VITRIOL ini selain merupakan singkatan dari moto alkimia tersebut, juga merujuk pada senyawa sulfat. Vitriol berasal dari bahasa latin yaitu vitreus yang berarti gelas, disebut garam vitriol karena garam-garam sulfat memiliki bentuk seperti gelas. Garam-garam vitriol yang sangat murni dapat digunakan sebagai media reaksi zat-zat lainnya tetapi ajaibnya tidak dapat bereaksi dengan emas. Perhatikan fakta ini dan hubungkan dengan arti dari moto alkimia serta maksud dari ilmu alkimia itu sendiri... Jenius bukan? \)

Dan lagi moto alkimia ini ditulis melingkari berbagai macam simbol dalam kover buku ini. Oh... lihatlah.. Ada mahkota kerajaan disitu, lalu ada juga elang berkepala dua. Yang apabila kedua lambang tersebut disatukan maka akan menjadi sebuah lambang freemasonry dan apabila hanya lambang elang berkepala dua saja bisa berarti lambang Kerajaan Byzantium di masa lampau yang sekarang banyak diadopsi oleh negara-negara dengan mayoritas beragama Kristen Ortodoks sama seperti dengan mayoritas agama penduduk Kerajaan Byzantium. Hmm.. dualisme simbol D menarik bukan? Aku rasanya semakin tak sabar dalam membaca buku ini.

Cerita dalam buku ini dimulai dengan seorang pria berkemeja compang camping yang sedang berusaha memutilasi dirinya sendiri menggunakan sebuah pisau bergagang emas di depan seorang pendeta, sembari mengucapkan kalimat-kalimat yang asing. Pembukaan seperti ini mungkin dimaksudkan untuk memberi efek artistik tertentu, yang memberikan kejutan dan membangkitkan rasa ingin tahu pembaca. Cukup berhasil, aku jadi penasaran untuk melanjutkan membacanya..

Tapi sayangnya semakin banyak halaman yang kubaca, dahiku semakin berkerut. Ini tidak ada hubungannya dengan terjemahan atau ukuran font atau line spacing buku ini, tapi lebih disebabkan karena buku ini memiliki plot yang rumit dengan alur yang maju mundur. Terlalu banyak tokoh yang saling berkaitan di masa lalu dan masa sekarang, dengan nama yang susah diingat. Lalu juga terlalu banyak part yang diceritakan terpisah, yang akhirnya akan saling berkaitan. Hal ini membuat aku harus fokus dalam membacanya. Benar-benar fokus. Karena sedikit saja pikiran kita melayang, kita akan lupa dengan apa saja yang sudah diceritakan di bab-bab sebelumnya. Dan itulah yang terjadi pada diriku. Hehehe.

Ketidakfokusan diriku dalam membaca buku ini bukan karena teralihkan oleh faktor eksternal ya, tapi karena semakin lama cerita dalam buku ini semakin tidak menarik minatku. Alasannya pertama adalah, karena Scott Mariani terlalu bertele-tele. Banyak detail yang seharusnya tak perlu diceritakan tapi malah diceritakan. Hal ini juga merusak imajinasi pembaca. Yang kedua adalah penantianku terhadap pemecahan simbol-simbol misterius yang berhubungan dengan alkimia tidak juga aku temukan, bahkan sampai pertengahan halaman buku ini.

Jika kalian adalah pembaca yang mencintai penyelesaian simbol-simbol misterius dan fakta-fakta sejarah yang mencengangkan dari tema-tema secret societies semacam ini -seperti yang sering ditemukan pada buku-bukunya Dan Brown-, buku ini akan terasa sangat membosankan. Karena buku ini lebih banyak menekankan "action" daripada pemecahan-pemecahan misteri. Lebih banyak aksi tembak menembak dibandingkan dengan penelusuran fakta dan sejarah.

Buku yang aku harapkan berisikan lebih mendalam tentang alkimia ini ternyata hanya menjadikan alkimia sebagai "pemain hiburan". Hanya sebagai pelengkap cerita. Scott Mariani dalam buku ini sepertinya tidak terlalu ambil pusing dengan fakta sejarah dan kontroversi-kontroversi mengenai alkimia itu sendiri. Semua hanya diceritakan sepintas lalu. Beda sekali dengan Da Vinci Code, dimana pada bagian tengah cerita kita seperti dibangunkan dengan "fakta" versi Dan Brown yang menyebutkan kalau lukisan The Last Supper memiliki implikasi sejarah yang amat serius dan panjang.

Dan cerita dengan plot yang rumit ini semakin terlihat konyol dan tidak masuk akal ketika dalam semua aksi tembak-menembak tersebut, sang tokoh utama selalu berhasil lolos. Bahkan ada satu adegan dimana sang tokoh utama dikepung oleh para penembak jitu, dan tetap saja lolos. Bahkan dia berhasil membunuh semua lawan-lawannya sendirian dan mengelabui polisi.. *Clap clap clap* ini sangat terlihat tidak logis menurutku.

Kemudian yang ketiga adalah.. Suspense nya manaaaa ?????? Duh Tuhan.. Meskipun banyak sekali adegan-adegan bunuh-bunuhan di cerita ini, aku sama sekali tidak tegang. Tidak merasa tuh ikut dalam petualangan Ben Hope. Scott Mariani gagal membangun narasi-narasi yang mencekam yang mendorong, menggelitik dan memotivasi aku untuk setia mengikuti cerita dan mencari jawaban dari rasa ingin tahu terhadap kelanjutan serta akhir cerita. Akibatnya tidak ada emosi sama sekali saat membaca buku ini.

Dan yang keempat adalah, tidak adanya kejutan di dalamnya. Dari awal aku membacanya, aku sudah tahu bahwa Om Scott ini meniru pakem nya Dan Brown dalam bercerita. Seorang tokoh utama pria lajang yang tampan, lalu ditemani dengan wanita yang cantik dan pintar, kemudian tipe penjahat dengan latar belakang yang sama, tapi kok bisa-bisanya sih beliau memilih twist akhir cerita yang juga tidak jauh berbeda?

Fiuh..

Jika di awal aku terkesima dengan judul dan kover buku ini, setelah membacanya justru aku malah jadi merasa ditipu. Isi buku ini tidak seimbang misteriusnya dengan kover dan judulnya. Sungguh amat disayangkan. Padahal tema secret societies seperti ini masih sangat misterius kebenarannya sehingga bisa dieksplor dari segala sisi. Rasa-rasanya aku seperti sedang membaca sebuah karya penulis yang sedang dikejar deadline. Semua serba tanggung.

Oleh karena itulah dari lima bintang yang aku punya, aku hanya bisa memberikannya dua buah. Sebagai penghormatanku terhadap pemilihan judul dan kover yang jenius.



Rate 2/5
daninoviandi - 18/09/2012 04:17 PM
#2016

Quote:
Original Posted By eclips3
hammer: itu istilah lu sendiri atau ada di dalem buku?

ada di dalem buku ce D
tapi lupa istilahnya, ringan apa tipis ya bingung:
samanosuke20 - 18/09/2012 07:05 PM
#2017

btw, ada yang mau gantiin gak ni trit utk TSnya..
kekna gak bakalan tercover lagi..
yang kmarin juga belom selese nohope:

plis..
eclips3 - 18/09/2012 07:18 PM
#2018

Quote:
Original Posted By daninoviandi
ada di dalem buku ce D
tapi lupa istilahnya, ringan apa tipis ya bingung:


Tobat deh ah.. jujur aq baru tau istilah itu.

Quote:
Original Posted By samanosuke20
btw, ada yang mau gantiin gak ni trit utk TSnya..
kekna gak bakalan tercover lagi..
yang kmarin juga belom selese nohope:

plis..


Tugasnya apa mod? Meng-index saja? Emg baru sampe halaman berapa mod? D
samanosuke20 - 18/09/2012 08:20 PM
#2019

Quote:
Original Posted By eclips3
Tobat deh ah.. jujur aq baru tau istilah itu.



Tugasnya apa mod? Meng-index saja? Emg baru sampe halaman berapa mod? D


ngindex aja...
aku pun gak tahu sampe halaman berapa.
tapi kmarin puh dani ada ngasih 3 PM, satu udah kelar, 2 lagi belom kelar nohope:

gmn? ada waktu luang?
AizReds - 18/09/2012 08:55 PM
#2020

Quote:
Original Posted By barokokok88
Judul : Into Thin Air : Kisah Tragis Pendakian Everest
Pengarang : Jon Krakauer
Penerbit : Qanita
Rating : 8/10

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

(sori, gambar foto manual, udah googling eh g dpt jg yg INA iloveindonesias versi)

Krakauer adalah seorang wartawan sekaligus saksi hidup pada kejadian tragis yang menimpa sebuah tim ekspedisi pada Mei 1996 ketika mendaki Everest. Pada hari pendakian tersebut, setiap orang mempunyai harapan yang tinggi dan tak ada seorang pun yang pernah membayangkan bahwa bencana yang menakutkan sedang mengintai, kemudian merenggut nyawa delapan rekan mereka.

Jalannya cerita digambarkan secara detail tanpa dramatisir berlebihan. Pembaca seolah-olah dibawa menuju puncak Sagarmatha, sebutan lokal Everest yang berarti Dewi Langit, merasakan kedinginan, kelelahan, kegigihan, ketakutan, keputusasaan, kesedihan, dan kekalutan yang terjadi di atas sana.

Ditulis dalam bahasa seorang jurnalis yang sistematis berdasarkan pendekatan observasi yang telah dilakukan Krakauer terhadap saksi-saksi dan bukti pendukung. Recommended dah, khususnya bagi yg berjiwa petualang.



kalo ada buku baik baru ataupun bekas kabarin sayah yah...

makasih sebelumnya.

buat kado istri nech.
Page 101 of 105 | ‹ First  < 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu