BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 102 of 105 | ‹ First  < 97 98 99 100 101 102 103 104 105 > 

eclips3 - 18/09/2012 09:05 PM
#2021

Quote:
Original Posted By samanosuke20
ngindex aja...
aku pun gak tahu sampe halaman berapa.
tapi kmarin puh dani ada ngasih 3 PM, satu udah kelar, 2 lagi belom kelar nohope:

gmn? ada waktu luang?


Klo cuma index aja saya bisa mod malu:
Nanti saya bantuin deh koordinasi sama dani.
khalempong - 18/09/2012 09:12 PM
#2022

gan, minta sarannya donk tentang buku komik Seri Tokoh Dunia
ane ada rencana mau beli paket lengkapnya
kira2 bagus gak nih bukunya?

review donk kl ada yg sudah punya..

thanks

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
aziza.tanaya - 18/09/2012 11:53 PM
#2023

Quote:
Original Posted By khalempong
gan, minta sarannya donk tentang buku komik Seri Tokoh Dunia
ane ada rencana mau beli paket lengkapnya
kira2 bagus gak nih bukunya?

review donk kl ada yg sudah punya..

thanks

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Wow... ini buku kesukaan gw waktu kecil... gw cuma punya beberapa buku sih, tapi sekarang udah gak ada... dibaca sama adik2 yg lebih membutuhkan sepertinya...
dan gw juga lupa punya yg mana... jadi gk berani ikutan review dah... \)
eclips3 - 19/09/2012 06:13 AM
#2024

Quote:
Original Posted By aziza.tanaya
Wow... ini buku kesukaan gw waktu kecil... gw cuma punya beberapa buku sih, tapi sekarang udah gak ada... dibaca sama adik2 yg lebih membutuhkan sepertinya...
dan gw juga lupa punya yg mana... jadi gk berani ikutan review dah... \)


Iya sepertinya target pembaca buku ini memang anak2 untuk pengenalan tokoh dunia.., gaya bercerita dan materi yg ada dibuku ini pun dibuat ringan... ga sampe ke hal yg mendalam dr tokoh2 tersebut. Sbagai bacaan selingan okelah.l.
daninoviandi - 19/09/2012 01:54 PM
#2025

Quote:
Original Posted By samanosuke20
btw, ada yang mau gantiin gak ni trit utk TSnya..
kekna gak bakalan tercover lagi..
yang kmarin juga belom selese nohope:

plis..

ngakak
keteter dia p

pake id serapium aja mod D
Quote:
Original Posted By eclips3
Tobat deh ah.. jujur aq baru tau istilah itu.



Tugasnya apa mod? Meng-index saja? Emg baru sampe halaman berapa mod? D


lupa mau liat teh, sabar ya malu:
daninoviandi - 19/09/2012 04:39 PM
#2026
Drama, Justice dan Science
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Siapa yang tidak mengenal Michael Crichton? Penulis sci-fi paling ngetop berkat karya-karyanya yang sensasional. Jurrasic Park, The Lost World, Timeline, Sphere, Congo, semuanya tentang dunia sci-fi yang tidak terbayangkan pada zamannya. Buku beliau yang saya baca baru 2, yaitu Timeline dan Sphere. Namun keduanya sungguh sangat mencengangkan, bagaimana seorang Michael Crichton meramu kata-kata dan science menjadi sebuah cerita yang seru dan enak dibaca.

Nah, sebuah buku dari Crichton yang judulnya Disclosure ini yang akan saya bahas. Melihat tulisan yang ada di cover buku ini, sungguh sangat berbeda dengan buku-bukunya yang lain, karena disitu tertulis: “Pelecehan Seksual Seorang Bos Wanita terhadap Bawahan Prianya.” Bisa terlihat kalau dari sini sangat gak-sci-fi-banget. Tetapi ternyata saya salah. Memang, cerita yang terjadi merupakan cerita seputar “pelecehan seksual” yang terjadi antara Meredith Johnson dan anak buahnya Tom Sanders. Namun, setting dan tempat kerja tokoh-tokoh novel ini yang istimewa. Ditulis pada tahun 1994, perusahaan yang diceritakan ternyata sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi. CD-rom, drive komputer, telepon genggam, hingga internet sudah sangat fasih diceritakan oleh Michael Crichton. Mungkin kalau buku ini terbit akhir-akhir ini, hal tersebut sudah sangat biasa, tetapi ini terjadi tahun 1994, bahkan dimulai sejak akhir tahun 1980-an, dimana teknologi “modern” seperti itu masih sangat jarang ditemui. Makanya, di buku terjemahan ini, translator kadang memberikan keterangan tentang istilah-istilah teknologi yang waktu itu masih “aneh”.

Cerita dari buku ini sendiri diambil dari kisah nyata. Crichton menuliskan catatan bahwa ini nyata di akhir buku. Bahkan, Crichton mewawancarai si pelaku-pelaku yang terlibat dalam kejadian ini. Memang, tema yang diusung seolah klise, pelecehan seksual. Namun, ada hal yang lebih besar dari itu, buku ini menyadarkan kita tentang kenyataan di masyarakat luas bahwa pelecehan seksual seorang wanita terhadap pria itu tidak mungkin terjadi. Ya, seolah-olah pelecehan seksual hanya terjadi oleh pria terhadap wanita. Nah, pelecehan di buku ini jelas terjadi dilakukan oleh Johnson terhadap Sanders. Sanders, seorang ayah dari dua anak yang di masa lalu ternyata “mantan” dari Johnson menolak “melakukan itu” dengan Johnson. Akibatnya, Johnson menjadi murka dan tidak bisa menerima. Hal itu belum seberapa, karena keesokan harinya, justru Sanders menerima laporan dari atasannya yang lain, Blackburn, bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap Johnson. Bahkan Blackburn mengusulkan agar Sanders segera mutasi ke daerah lain untuk mencegah terjadinya isu tidak sedap ini tercium keluar. Apalagi saat itu perusahaan ini akan merger dengan perusahaan lain yang lebih besar. Sanders, seorang kepala divisi, yang tadinya digadang-gadang akan menempati posisi yang ditempati oleh Johnson langsung mendapati hidupnya yang tadinya nyaman dan berprospek cerah harus menghadapi realita baru ini, dimana dia dituduh melakukan perbuatan yang dilakukannya, dan dicibir pula oleh lingkungannya karena perlawanannya bahwa dia yang dilecehkan oleh Johnson dianggap tidak masuk akal. Akhirnya, resiko diambil oleh Sanders. Ia menempuh jalur hukum dengan menyewa pengacara, Louise Fernandez. Setelah berpartner dengan Fernandez ini, akhirnya ditemukan bahwa ada motif lain yang terkait dengan keberlangsungan proses produksi perusahaan. Bukan sekedar pelecehan seksual “biasa”, motifnya lebih besar dari itu, bahkan dapat menggemparkan seluruh perusahaan.

Buku ini cenderung untuk dewasa. Istilah-istilah yang ada lumayan vulgar dan ceritanya pun demikian. Cerita tentang pelecehan seksual ini hanya berlangsung di awal buku saja, namun pengungkapan kasus ini berulang-ulang dibahas, jadi lumayan cukup banyak kata-kata vulgarnya. Membaca novel ini sendiri awalnya saya kira hanya tentang drama percintaan. Semuanya menjadi salah dan jelas ketika telah terhanyut dalam cerita buku ini. Ini tidak hanya tentang percintaan dan drama, tetapi juga unsur-unsur hukum dan kriminal, hingga tentunya science juga tertuang di buku ini. Satu hal yang istimewa tentang dunia science disini ialah bagaimana diceritakan bahwa perusahaan ini telah berhasil membuat suatu teknologi virtual baru. Teknologi ini memungkinkan seseorang masuk ke dunia virtual yang berisi data-data dan arsip perusahaan, dan “bertualang” di dalamnya. Mudahnya, bayangkan anda berada di dalam sebuah perpustakaan, namun perpustakaan tersebut berisi laci-laci yang berisi data dan arsip, dan data dan arsip tersebut merupakan bentuk softcopy, bukan hardcopy. Jadi, seakan anda browsing data di komputer anda, tetapi ini dengan gerakan-gerakan seperti dunia nyata, membuka laci, membuka-buka arsip, hingga mengetahui detail dari data dan arsip tersebut.

Satu hal lagi yang menjadi kekhasan Crichton dalam buku-bukunya (yang telah saya baca) adalah adanya tokoh-tokoh yang terkesan tengil. Di dalam buku ini tokoh tersebut ialah Don Cherry, dan si Don Cherry inilah pencipta teknologi virtual data yang diceritakan di atas. Buku ini pun telah difilmkan dan dibintangi oleh Demi Moore, bahkan cover buku ini pun diadaptasi dari film tersebut. Oh ya, membaca novel setebal 650-an halaman ini dan menyelami konflik di dalamnya, tidak bakal terasa bahwa sebenarnya di buku ini cerita yang terjadi hanya berjalan 4 hari, Senin-Kamis. Overall, saya memberikan 5 bintang buat buku ini, buku keren yang wajib baca.


Judul: Diclosure: Pengungkapan
Penulis: Michael Crichton
Tebal: 659 hal.
Tahun Terbit: Jan. 1995
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rate: 5/5
dewok - 19/09/2012 04:46 PM
#2027

Quote:
Original Posted By daninoviandi
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Siapa yang tidak mengenal Michael Crichton? Penulis sci-fi paling ngetop berkat karya-karyanya yang sensasional. Jurrasic Park, The Lost World, Timeline, Sphere, Congo, semuanya tentang dunia sci-fi yang tidak terbayangkan pada zamannya. Buku beliau yang saya baca baru 2, yaitu Timeline dan Sphere. Namun keduanya sungguh sangat mencengangkan, bagaimana seorang Michael Crichton meramu kata-kata dan science menjadi sebuah cerita yang seru dan enak dibaca.

Nah, sebuah buku dari Crichton yang judulnya Disclosure ini yang akan saya bahas. Melihat tulisan yang ada di cover buku ini, sungguh sangat berbeda dengan buku-bukunya yang lain, karena disitu tertulis: “Pelecehan Seksual Seorang Bos Wanita terhadap Bawahan Prianya.” Bisa terlihat kalau dari sini sangat gak-sci-fi-banget. Tetapi ternyata saya salah. Memang, cerita yang terjadi merupakan cerita seputar “pelecehan seksual” yang terjadi antara Meredith Johnson dan anak buahnya Tom Sanders. Namun, setting dan tempat kerja tokoh-tokoh novel ini yang istimewa. Ditulis pada tahun 1994, perusahaan yang diceritakan ternyata sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi. CD-rom, drive komputer, telepon genggam, hingga internet sudah sangat fasih diceritakan oleh Michael Crichton. Mungkin kalau buku ini terbit akhir-akhir ini, hal tersebut sudah sangat biasa, tetapi ini terjadi tahun 1994, bahkan dimulai sejak akhir tahun 1980-an, dimana teknologi “modern” seperti itu masih sangat jarang ditemui. Makanya, di buku terjemahan ini, translator kadang memberikan keterangan tentang istilah-istilah teknologi yang waktu itu masih “aneh”.

Cerita dari buku ini sendiri diambil dari kisah nyata. Crichton menuliskan catatan bahwa ini nyata di akhir buku. Bahkan, Crichton mewawancarai si pelaku-pelaku yang terlibat dalam kejadian ini. Memang, tema yang diusung seolah klise, pelecehan seksual. Namun, ada hal yang lebih besar dari itu, buku ini menyadarkan kita tentang kenyataan di masyarakat luas bahwa pelecehan seksual seorang wanita terhadap pria itu tidak mungkin terjadi. Ya, seolah-olah pelecehan seksual hanya terjadi oleh pria terhadap wanita. Nah, pelecehan di buku ini jelas terjadi dilakukan oleh Johnson terhadap Sanders. Sanders, seorang ayah dari dua anak yang di masa lalu ternyata “mantan” dari Johnson menolak “melakukan itu” dengan Johnson. Akibatnya, Johnson menjadi murka dan tidak bisa menerima. Hal itu belum seberapa, karena keesokan harinya, justru Sanders menerima laporan dari atasannya yang lain, Blackburn, bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap Johnson. Bahkan Blackburn mengusulkan agar Sanders segera mutasi ke daerah lain untuk mencegah terjadinya isu tidak sedap ini tercium keluar. Apalagi saat itu perusahaan ini akan merger dengan perusahaan lain yang lebih besar. Sanders, seorang kepala divisi, yang tadinya digadang-gadang akan menempati posisi yang ditempati oleh Johnson langsung mendapati hidupnya yang tadinya nyaman dan berprospek cerah harus menghadapi realita baru ini, dimana dia dituduh melakukan perbuatan yang dilakukannya, dan dicibir pula oleh lingkungannya karena perlawanannya bahwa dia yang dilecehkan oleh Johnson dianggap tidak masuk akal. Akhirnya, resiko diambil oleh Sanders. Ia menempuh jalur hukum dengan menyewa pengacara, Louise Fernandez. Setelah berpartner dengan Fernandez ini, akhirnya ditemukan bahwa ada motif lain yang terkait dengan keberlangsungan proses produksi perusahaan. Bukan sekedar pelecehan seksual “biasa”, motifnya lebih besar dari itu, bahkan dapat menggemparkan seluruh perusahaan.

Buku ini cenderung untuk dewasa. Istilah-istilah yang ada lumayan vulgar dan ceritanya pun demikian. Cerita tentang pelecehan seksual ini hanya berlangsung di awal buku saja, namun pengungkapan kasus ini berulang-ulang dibahas, jadi lumayan cukup banyak kata-kata vulgarnya. Membaca novel ini sendiri awalnya saya kira hanya tentang drama percintaan. Semuanya menjadi salah dan jelas ketika telah terhanyut dalam cerita buku ini. Ini tidak hanya tentang percintaan dan drama, tetapi juga unsur-unsur hukum dan kriminal, hingga tentunya science juga tertuang di buku ini. Satu hal yang istimewa tentang dunia science disini ialah bagaimana diceritakan bahwa perusahaan ini telah berhasil membuat suatu teknologi virtual baru. Teknologi ini memungkinkan seseorang masuk ke dunia virtual yang berisi data-data dan arsip perusahaan, dan “bertualang” di dalamnya. Mudahnya, bayangkan anda berada di dalam sebuah perpustakaan, namun perpustakaan tersebut berisi laci-laci yang berisi data dan arsip, dan data dan arsip tersebut merupakan bentuk softcopy, bukan hardcopy. Jadi, seakan anda browsing data di komputer anda, tetapi ini dengan gerakan-gerakan seperti dunia nyata, membuka laci, membuka-buka arsip, hingga mengetahui detail dari data dan arsip tersebut.

Satu hal lagi yang menjadi kekhasan Crichton dalam buku-bukunya (yang telah saya baca) adalah adanya tokoh-tokoh yang terkesan tengil. Di dalam buku ini tokoh tersebut ialah Don Cherry, dan si Don Cherry inilah pencipta teknologi virtual data yang diceritakan di atas. Buku ini pun telah difilmkan dan dibintangi oleh Demi Moore, bahkan cover buku ini pun diadaptasi dari film tersebut. Oh ya, membaca novel setebal 650-an halaman ini dan menyelami konflik di dalamnya, tidak bakal terasa bahwa sebenarnya di buku ini cerita yang terjadi hanya berjalan 4 hari, Senin-Kamis. Overall, saya memberikan 5 bintang buat buku ini, buku keren yang wajib baca.


Judul: Diclosure: Pengungkapan
Penulis: Michael Crichton
Tebal: 659 hal.
Tahun Terbit: Jan. 1995
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rate: 5/5


wuaaa boong ah, sampulnya kan bkn yg itu puh...

wow kok bisa 5/5 ya... bentaran baca ripiuwnya ah...
KRS1 - 19/09/2012 04:54 PM
#2028

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Ryūnosuke Akutagawa, merupakan salah satu cerpenis terkemuka di negeri sakura, Jepang. Salah satu buku kumpulan cerpennya, Rashomon, mendapat kehormatan dipilih sebagai salah satu buku yang masuk kategori 1001 books you must read before you die.

Buku ini terdiri dari 6 cerpen dan 1 novelet.


[*]Rashomon: Mengisahkan seorang genin (samurai rendahan) yang merampok seorang nenek demi menghindari kelaparan.
[*]Di dalam belukar: Mengangkat kisah pembunuhan seorang smaurai, namun kesaksian orang yang terlibat di dalam kejadian tersebut berbeda-beda.
[*]Kappa: Diceritakan tentang kehidupan kappa dan interaksi sesamanya, makhluk yang menjadi mitos di negeri Jepang.
[*]Bubur Ubi: Menceritakan seorang miskin yang sangat memimpikan bubur ubi namun di akhir kisah diberikan bubur ubi yang sangat berlebih.
[*]Si Putih: Mengisahkan anjing putih yang tidak mau menolong anjing temannya yang diburu penangkap anjing.
[*]Hidung: Mengisahkan kisah seorang pendeta yang memiliki bentuk hidung yang aneh dan berharap hidungnya bisa normal.



Dalam kumpulan ceritanya ini, Akutagawa berusaha memaparkan pandangan beliau terhadap sifat manusia. Ceritanya seringkali terasa absurd, tapi dengan mudah kita akan bisa menangkap maksud pemikiran beliau. Terjemahannya yang bagus oleh Dr. Bambang Wibawarta, dosen sastra Jepang UI, membuat buku ini enak dibaca dan walhasil kening saya pun tak berkerut ketika membaca Rashomon.

Menyelami pemikiran Akutagawa dalam buku ini, membuat saya juga berpikir, manusia seperti apakah saya? Kehidupan makhluk bernama Kappa dalam ceritanya Kappa, seperti membaca parodi tentang kehidupan manusia di sekitar kita, dari sosok seorang yang dianggap skait jiwa. Meski banyak novel dari penulis Jepang yang menulis dengan absurdnya, tetapi Akutagawa memiliki ciri khas di tulisan beliau, dari yang saya baca ini, keabsurdan tulisan beliau timbul untuk mengkritik perilaku manusia, yang sudah tidak manusiawi lagi.

Bagi penggemar sastra Jepang, buku ini bisa jadi merupakan salah satu buku yang layak dikoleksi. Sebagai mahakarya dari salah satu penulis terpopuler dari negeri sakura, buku ini menjadikan kita belajar, dari pikiran Ryūnosuke Akutagawa.
daninoviandi - 19/09/2012 05:04 PM
#2029

Quote:
Original Posted By dewok
wuaaa boong ah, sampulnya kan bkn yg itu puh...

wow kok bisa 5/5 ya... bentaran baca ripiuwnya ah...

gak ada dimana2 sampul putih mah malu:
itu kayanya sampulnya putih gara2 covernya luntur deh :ngacir
Quote:
Original Posted By peacekeeper
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Started on : 01 September 2012
Finished on : 17 September 2012

The Alchemist's Secret
by. Scott Mariani

510 pages
Published 2011 by Qanita (first published March 31st 2007)
ISBN 139786028579780
Edition language Indonesian
Original titleThe Alchemist's Secret







Rate 2/5


sinopsis cerita dari diri sendiri mana ce? tar nasibnya kaya Evermore gw lagi D
eclips3 - 19/09/2012 05:11 PM
#2030

Quote:
Original Posted By daninoviandi
gak ada dimana2 sampul putih mah malu:
itu kayanya sampulnya putih gara2 covernya luntur deh :ngacir


sinopsis cerita dari diri sendiri mana ce? tar nasibnya kaya Evermore gw lagi D


Jadi mending sinopsisnya itu diganti jadi sinopsis kita atau sinopsis kita dimasukin ke review?
daninoviandi - 19/09/2012 05:13 PM
#2031

Quote:
Original Posted By eclips3
Jadi mending sinopsisnya itu diganti jadi sinopsis kita atau sinopsis kita dimasukin ke review?

sinopsis kita dibahas di dalam review D
eclips3 - 19/09/2012 05:23 PM
#2032

Quote:
Original Posted By daninoviandi
sinopsis kita dibahas di dalam review D


Oh gitu ya..

Gw emang agak2 ngeri review ini... soalnya mnurutku jelek... takut nasibnya kayak evermore
daninoviandi - 19/09/2012 05:45 PM
#2033
Tentukan Ending dan Kesimpulanmu Sendiri
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Promosi dari buku ini sangat luar biasa. sebelum terbit pun ada thriller videonya segala. Dengan mengusung gaya yang tidak biasa, buku ini dipromosikan hingga masuk kaskus. Bahkan sampai membuat akun khusus sendiri, metromerp. Yang baru saya sadari, adalah kebalikan dari Premortem. Terbujuklah si saya ingin membeli buku ini, karena banyak sekali bisikan-bisikan dari si metromerp itu tentang keistimewaan buku ini. Salah satu yang dibisikkan ialah bahwa buku ini adalah buku jenis seperti ini pertama yang ada di Indonesia (bahkan dunia?). Jenis ini seperti apa? Buku dimana ending dan kesimpulan cerita ditentukan oleh masing-masing pembaca. Jadi jangan heran apabila banyak persepsi berlainan yang muncul dari cerita-cerita yang ada disini.

Berhasil saya lahap dalam waktu kurang dari 24 jam, buku ini berisi banyak cerita pendek yang (bisa) berkaitan (bisa juga tidak) antar satu cerita dengan cerita lainnya. Seperti saya sebut di atas, tergantung persepsi masing-masing. Dimulai dari cerita seorang pekerja kantoran yang harus menghadapi kenyataan dipecat dari tempatnya bekerja karena tidak pernah tersenyum, cerita tentang seorang anak bernama Bagus, cerita tentang sebuah keluarga yang diceritakan dari awal hingga anak cucunya telah berkeluarga, hingga cerita tentang Pak Ustad dan romo yang kebetulan bernama sama, Adil.

Memang agak membingungkna membaca buku ini awalnya. Tetapi setelah dibaca secara seksama, muncullah cerita-cerita yang diantaranya adalah cerita-cerita yang saya sebutkan tadi. Tapi itu juga bukanlah hal yang saklek. Siapa tahu orang lain dapat beranggapan bahwa dua cerita yang menurut saya berhubungan, menurut dia sama sekali tidak nyambung, karena sekali lagi, ini dipengaruhi oleh persepsi masing-masing. Uniknya lagi, buku ini memiliki sudut pandang orang pertama, yaitu aku. Silakan menginterpretasikan sendiri pada setiap cerita, siapakah si aku yang sedang bercerita tersebut. Untuk lebih mudahnya menangkap maksud saya, telaah saja cover dari buku ini, maka anda dan teman-teman anda akan menemukan jawaban yang berlainan satu sama lain. Begitu pula dengan cerita-cerita yang ada di buku ini.

Hal yang unik dari buku ini selain semua tokoh bersudutpandang “aku”, di buku ini pun tak ada tanda petik ciri-ciri seseorang sedang berbicara. Jadi harus pintar-pintarnya kita untuk memilah, mana yang merupakan pembicaraan, mana yang bukan. Ada lagi yang membuat kaget, yaitu ketika membuka halaman pertama, tidak terlihat data buku di situ, langsung masuk ke dalam jalan cerita. Ternyata, data buku yang dimaksud disimpan di belakang buku, sungguh suatu kejutan bagi saya.

Akhirnya, memang, promosi yang gencar tersebut tidak terlalu berlebih, karena buku ini merupakan buku yang lain daripada yang lain, buku yang butuh imajinasi kuat dalam membacanya, buku yang membutuhkan ingatan kita karena antara dua cerita yang (kemungkinan) berhubungan, terkadang diletakkan tidak berurutan, bisa sampai terselang dua atau tiga cerita lain. Belum lagi masalah tanda petik dan penggambaran tokohnya, mesti dipikirkan secara masak-masak selagi membacanya. Jangan salahkan juga apabila ada orang yang bingung membaca buku ini, karena tidak semua orang berpikiran sama, dan semuanya kembali ke selera masing-masing pembaca.

4 bintang saya berikan kepada buku ini, buku unik yang membikin penasaran, dan layak dibaca untuk mengetahui jenis buku yang lain daripada yang lain.


Judul: Premortem
Penulis: J. Angin
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 146 hal.
Terbit: April 2012
rate: 4/5
daninoviandi - 19/09/2012 05:46 PM
#2034

Quote:
Original Posted By eclips3
Oh gitu ya..

Gw emang agak2 ngeri review ini... soalnya mnurutku jelek... takut nasibnya kayak evermore

hehehehehe...*angelsmile*
ngereview buku bagus aja gw mah gak menang, ngereview evermore, mimpi runner-up D
kenyataannya?D\(\(
dewok - 19/09/2012 06:20 PM
#2035

Quote:
Original Posted By daninoviandi
hehehehehe...*angelsmile*
ngereview buku bagus aja gw mah gak menang, ngereview evermore, mimpi runner-up D
kenyataannya?D\(\(


jangan pesimis gitu ah... belum beruntung saja kali, toh buktinya dirimu bisa masuk respel sementara yg lain belum, itu nunjukkin klo sebenernya dirimu jg mampu
eclips3 - 19/09/2012 06:41 PM
#2036

Quote:
Original Posted By dewok
jangan pesimis gitu ah... belum beruntung saja kali, toh buktinya dirimu bisa masuk respel sementara yg lain belum, itu nunjukkin klo sebenernya dirimu jg mampu


Respel apaan mbak?
dewok - 19/09/2012 07:15 PM
#2037

Quote:
Original Posted By eclips3
Respel apaan mbak?


respil maksudnya hahahaha resensi pilihan D
dansus.06 - 21/09/2012 01:48 PM
#2038

Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

JUDUL: The Alchemyst (The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #1)

PENULIS: Michael Scott

PENERJEMAH: Berliani M. Nugrahani

PENERBIT: Matahati

EDISI: Softcover

ISBN: 979-1141-22-3


Quote:
Sebenarnya sudah sejak lama saya memiliki ketertarikan terhadap buku ini. Tapi entah kenapa setiap mampir di toko buku ada rasa “malas” untuk membeli buku ini. Atau ketika sudah benar-benar niat membelinya malah tidak ada stok. Dan begitu membaca info yang berseliweran di Twitter dan ForBuk Kaskus kalau Penerbit Matahati desas-desusnya akan kolaps, saya langsung saja cepat-cepat memesan buku ini. Tidak cuma satu jilid saja, tapi full dari jilid pertama sampai kelima. Kesan-kesan saya dalam membaca buku ini akan saya tuangkan dalam review berikut ini.

Membaca bagian awal buku ini saya sebenarnya merasakan sesuatu yang klise dengan ceritanya. Ada anak yang melihat demonstrasi sihir, lalu anak tersebut diselamatkan oleh penyihir, kemudian si anak diberitahu bahwa ia memiliki bakat kemampuan sihir yang luar biasa, dan akhirnya bertualang bersama sang penyihir untuk mengembangkan bakat tersebut. Hal itulah yang dialami oleh Sophie dan Josh Newman di buku ini. Mereka adalah pasangan kembar nonidentik yang dalam buku ini diceritakan sedang tinggal di San Francisco. Selama tinggal di kota tersebut mereka bekerja di toko berbeda yang kebetulan letaknya saling berseberangan. Sophie bekerja di sebuah kedai kopi dan Josh bekerja di sebuah toko buku. Tanpa bisa mereka prediksi sebuah kejadian luar biasa mereka saksikan di suatu siang hari. Toko buku tempat Josh bekerja diserang oleh sekelompok pria berpenampilan aneh. Dan tanpa disangka pemimpin kelompok aneh itu adalah John Dee, seorang manusia abadi yang memiliki kemampuan sihir. Dia bermaksud merebut sebuah codex yang dimiliki sang pemilik toko buku untuk mengembalikan kejayaan majikannya di dunia. Yang mengejutkan bagi si kembar lagi adalah pasangan pemilik toko buku tersebut—Nick dan Perry—adalah pasangan yang selama ini melegenda, yaitu Nicholas dan Perenelle Flamel. Meski kalah dalam pertempuran dadakan tersebut dan Dee mampu merebut codex, tapi Nicholas Flamel tidak sepenuhnya kalah. Dua lembar terakhir codex ternyata berhasil diselamatkan Josh. Dan Nicholas serta Perenelle akhirnya menyadari bahwa Sophie dan Josh adalah pasangan kembar yang diramalkan dalam codex untuk menyelamatkan dunia. Itulah harapan pasangan Flamel untuk melawan Dee dan majikannya. Dan sejak saat itu si kembar harus menjalani bermacam petualangan aneh dan tidak masuk akal untuk memperkuat kemampuan sihir mereka.

Nah, kalau Anda penggemar buku bergenre fantasi yang berbau sihir paling tidak bisa mengira-ngira seperti apa kelanjutan ceritanya. Dan yang membuat buku ini semakin menarik adalah bagaimana Michael Scott menambahkan bumbu-bumbu seperti mitologi, sains, dan sejarah dalam buku ini. Dari segi mitologi misalnya, kita akan dibawa Scott untuk menemui berbagai makhluk dan dewa-dewi yang ada dalam mitologi dalam petualangan si kembar bersama pasangan Flamel. Sementara dari segi sains dan sejarah, kita tahu bahwa Nicholas dan Perenelle Flamel adalah tokoh yang benar-benar pernah ada di dunia ini. Begitu juga dengan John Dee. Hadirnya mereka sebagai karakter protagonis dan antagonis utama dalam buku ini membuat unsur sejarah cukup terasa di buku ini. Mereka juga dikenal sebagai alkemis. Dan bicara soal alkemis kita mau tidak mau harus membicarakan sains juga. Yah, wajar saja jika jilid pertama serial ini diberi judul “The Alchemyst” oleh Scott.

Kombinasi macam-macam bumbu tersebut dalam buku ini mengingatkan saya pada berbagai macam buku, seperti serial Harry Potter untuk unsur sihirnya, American Gods untuk unsur mitologinya, dan buku-buku karya Dan Brown untuk unsur sains dan sejarahnya. Ada beberapa persamaan dari buku-buku tersebut dalam buku ini, yaitu alur yang progresif dan cukup cepat serta plot yang terkesan melompat-lompat tapi pada akhirnya akan bermuara ke satu titik. Bisa dibilang alur dan plot buku ini mirip-mirip dengan alur dan plot ala Dan Brown.

Yang agak disayangkan dari buku ini adalah porsi penjabaran beberapa fakta sains dan sejarah yang dihubungkan dengan mitologi tidak sebanyak seperti yang dijabarkan oleh Dan Brown dalam karya-karyanya. Karena itu buku ini terasa ringan bagi saya. Namun hal ini justru membuat saya mudah terhanyut dalam jalinan cerita buku ini. Fakta-fakta sejarah, sains, dan mitologi dijabarkan secara ringan dan ringkas saja sehingga kita tidak dibikin mangkel karena kesulitan memahami. Serta gaya bernarasi Michael Scott yang lugas dan tidak bertele-tele menjadi nilai plus bagi saya karena membuat jalinan cerita lebih mudah dipahami. Ditambah dengan penerjemahan yang bagus, ukuran font yang besar, dan line spacing yang longgar membuat buku ini sangat enak dibaca. Secara keseluruhan buku ini sangat recommended untuk dibaca sebagai hiburan dan tambahan wawasan. Apalagi berbagai unsur semacam sihir, mitologi, sains, dan sejarah mampu dikombinasikan dengan baik di sini.

RATE: 4/5
dansus.06 - 21/09/2012 03:14 PM
#2039

Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

JUDUL: The Magician (The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #2)

PENULIS: Michael Scott

PENERJEMAH: Novia Stephani

PENERBIT: Matahati

EDISI: Softcover

ISBN: 979-1141-36-3


Quote:
Setelah si kembar Sophie dan Josh, Nicholas, dan Scathach berhasil dilarikan oleh Penyihir Endor melalui gerbang ley dari kepungan pasukan Dee, kini mereka menjalani petualangan baru di sisi lain dunia. Perjalanan menembus ruang dan waktu tersebut membawa mereka ke Paris—rumah Sang Alchemyst. Petualangan mereka kali ini membawa sebuah misi, yaitu menemukan guru yang bisa mengajarkan Sihir Api kepada Sophie. Sophie kini pun bukanlah manusia biasa lagi karena kekuatannya telah dibangkitkan oleh Hekate dan telah mempelajari Sihir Udara dari Penyihir Endor. Sementara Josh sekarang ditugaskan Nicholas menjaga lembaran terakhir codex yang dicuri Dee.

Dee pun tak tinggal diam. Dia pun menghubungi seorang rekannya di Paris—seorang manusia abadi bernama Niccolo Machiavelli—untuk meringkus rombongan Nicholas. Namun tugas tersebut ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Rombongan Nicholas mendapat bantuan yang sangat berharga dari seorang manusia abadi lain yang sebelumnya telah dihubungi oleh Penyihir Endor, yaitu Saint-Germain. Bersama-sama mereka mencoba berbagai cara untuk lari dari kejaran Macchiavelli dan Dee. Dan dalam kesempatan itu pula Saint-Germain harus mengajarkan Sihir Api kepada Sophie.

Sementara itu di sisi lain dunia Perenelle ditahan di Alcatraz yang dijaga oleh sphinx. Tak hanya itu, Perenelle juga mendapati bahwa di Alcatraz adalah tempat yang penuh dengan hantu. Sel-sel yang ada di penjara tersebut ternyata juga dipenuhi oleh makhluk-makhluk dari dunia kegelapan. Keadaan itu membuat peluang Perenelle untuk kabur dari Alcatraz nyaris mustahil.

Kalau membaca ringkasan cerita tersebut seharusnya buku ini lebih seru daripada prekuelnya. Dan hal itu memang saya rasakan dalam membaca buku ini. Dalam waktu yang singkat saja kita telah dibawa Scott untuk beralih tempat dari San Francisco ke Paris. Seperti dalam buku sebelumnya beberapa detail sejarah diungkapkan oleh Scott di sini. Seperti detail situs Gereja Sacre-Coeur, Notre Dame, Menara Eiffel, dan Katakombe yang letaknya di bawah tanah Paris. Setidaknya lumayan lah untuk menambah entry wawasan kita.

Alur serta plot juga tidak banyak berbeda dengan buku sebelumnya. Alur masih cepat dan progresif dan plot dibuat melompat-lompat yang saling berkaitan. Karakter baru juga ditambahkan Scott di sini, terutama Niccolo Machiavelli dan Saint-Germain. Seperti Nicholas Flamel dan John Dee, Machiavelli dan Saint-Germain juga merupakan fakta sejarah dunia ini. Dan saya sangat tertarik dengan penggambaran karakter Machiavelli oleh Scott dalam buku ini. Meskipun dia antagonis, namun tidak tampak sebagai antagonis dengan kepribadian yang licik tapi tenang, kalem, dan berkepala dingin. Bahkan di beberapa kesempatan dia sering tidak sepaham dengan Dee. Penggambaran karakter Saint-Germain juga menarik, yang digambarkan oleh Scott sebagai seorang rock superstar papan atas. Hal itu membuat saya berimajinasi bahwa karakter Saint-Germain ini adalah seorang yang gaul.

Dan seperti layaknya cerita-cerita bertema kebaikan melawan kejahatan, konflik yang ada sudah pasti terjadi antara pihak baik yang diwakili rombongan Nicholas Flamel dan pihak jahat yang diwakili John Dee beserta antek-anteknya. Tapi, mulai dari buku ini Scott secara cerdik menyisipkan konflik internal dalam rombongan Nicholas, yaitu rasa iri dalam diri Josh akan kekuatan dalam diri Sophie. Sebab seperti yang diceritakan dalam buku pertama Josh memang belum sempat dibangkitkan kekuatannya dan dirinya sempat diiming-imingi untuk dibangkitkan kekuatannya oleh Dee. Hingga Josh menjadi galau apakah harus memihak Nicholas dan Sophie atau memihak Dee. Yah, sebenarnya konflik seperti ini mudah ditebak sih, tapi cukup menarik juga untuk diikuti.

Well, secara keseluruhan buku ini tidak begitu banyak perbedaan dari prekuelnya, tapi lebih seru. Cerita lebih berkembang dan pihak-pihak yang terlibat pun semakin banyak. Dewa-dewi dan makhluk-makhluk mitologi yang mungkin belum pernah kita dengar sebelumnya juga dihadirkan oleh Scott dalam buku ini. Masih dengan format kemasan yang sama dengan prekuelnya membuat buku ini tetap enak untuk dibaca dan menarik untuk diikuti.

RATE: 4/5
after_dark - 22/09/2012 12:40 PM
#2040

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

* persamaan nama, hanya kebetulan semata \)

Eh tau gak sih cyinn..
Apaan?
Kalau nama itu kadang mencerminkan orangnya.
Maksudnya?
Ah dasar sensi banget sih gitu aja gak ngerti.
Sensi? telmi kali!
Iya itu. Lo. Telmi. Gak smart kaya gw.
Terserah lo dah. Trus, maksudnya apaan tadi?
Gini lho cyin. Kadang kita kan suka nebak nebak sifat sama bentuk fisik orang dari namanya aja meski kita belum pernah ketemu sama orangnya. Bener gak?
Iya kali. Contohnya?
Contohnya lo denger nama Sarimin. Pasti yg ada dipikiran lo tuh cowok ganteng lagi manggil senapan. Bener gak?
Sarimin ganteng?
Banget.
Manggil senapan?
Eh, itu mah typo cyin.Maksudnya manggul senapan. Maklum yah, yang nulis lagi galau soalnya.
Contoh yang lain dong!
Yang lain itu…Susi. Pasti kepikiran sama orang ganteng gendut rada chubi gitu.
Susi ganteng juga? Gak salah?
Gak salah dong, kan nama lengkapnya Susilo cyinn.
Sak karepmulah!!

Yap. Seperti halnya cerita diatas, nama Naomi juga telah memberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana rupa perempuan itu, bahkan ketika saya belum bertemu dengan orangnya, lebih tepatnya belum membaca bukunya. Naomi, dalam pikiran saya ialah seorang perempuan mungil yang cantik dengan bibir tipis, sedikit pemberontak, tapi juga gampang untuk dicintai. Lalu, apakah tebakan saya benar?
Naomi ialah sebuah novel karangan Junichiro Tanizaki pertama yang saya baca. Bercerita tentang Joji, 28 tahun, yang jatuh cinta kepada Naomi, 15 tahun, seorang pelayan di kafe Diamond. Meski tak mengenal Naomi sebelumnya, tapi Joji sudah terlanjur mencintainya. Maka kemudian ia nekat meminta Naomi untuk menjadi istrinya. Maka begitulah, pasangan itu kemudian menikah, dan bahagia selama lamanya. Ah, tidak juga.
Pernikahan mereka tentunya tidak sama dengan jenis pernikahan pada umumnya. Joji, dengan kebaikan hatinya, menjadikan Naomi sebagai teman, alih alih istrinya. Ia berusaha mengubah Naomi menjadi perempuan yang berwibawa, layaknya perempuan perempuan bangsawan. Ia mendaftarkan Naomi pada kelas bahasa inggris, kursus piano, dan dansa ala orang eropa, dengan sebuah harapan agar kelak ia bisa mendampingi Naomi dengan bangga. Tapi, ada satu hal tidak diketahui oleh Joji, bahwa Naomi mungkin tidak sebaik yang ia kira.

“Novel yang menginspirasi Nabokov untuk menulis Lolita” itulah kurang lebih kalimat yang ada di cover belakang buku ini, yang kemudian menjadi alasan untuk saya membelinya (padahal saya belum pernah baca Lolita). Ini berarti akan ada kisah cinta beda usia, si pemuda mapan dan si daun muda. Mirip dengan The Reader-nya Bernard Schlink, hanya saja menurut saya ini lebih ‘mengganggu’, meski The Reader lebih vulgar. Saya sampai mengerutkan dahi dan berteriak dalam hati (gak pake toa); ini apakahh!!!! Terutama pose anjing laut itu.
Naomi menyebalkan, begitu pula Joji. Grrrr!!
Buku ini bergerak secara lamban, tanpa konflik yang berarti sampai kamu membaca hingga separuh buku. Tapi, saya menikmatinya meski tak senikmat ketika saya membaca buku Haruki Murakami. Tapi, ada rasa seperti itu. Mirip. Rasa sunyi yang menenggelamkanmu ke dalam buku. Kedamaian yang membingungkan. *Lebay*
Jadi, buku ini bukan buku yang akan menjadi kesukaan semua orang. Tapi jika kamu suka novel jepang, yang ini jangan dilewatkan. Dan nilai 3,5 dari 5, saya rasa cukup mewakilkan.
Psst, ketika saya membaca komen di goodreads, ada gambar yang sangat cocok untuk menggambarkan apa yang seharusnya Joji lakukan kepada Naomi.
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
comment from: http://www.goodreads.com/review/show/354048747

In the end, buku ini memberikan saya pelajaran bahwa mencari istri harus tau bibit, bobot, dan bebetnya. Jangan hanya karena jatuh cinta semata. Dan, kalau bisa yang umurnya gak terlalu muda. Kalau masih ABG, itu kan biasanya masih labil ya…etapi kalo ceweknya kaya Nabilah JKT48 itu sih yaa…*ilang sinyal*

Judul: Naomi
Penulis:Junichiro Tanizaki
Penerbit: Komodo Books
Jumlah Hal: 236
Page 102 of 105 | ‹ First  < 97 98 99 100 101 102 103 104 105 > 
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu