BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 85 of 105 | ‹ First  < 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 >  Last ›

ramundro - 31/05/2012 03:17 PM
#1681

SRC 2012 Bulan April

Judul : (The White Lama) - Reinkarnasi
Penulis : Jodowrowsky and Bess (Penerjemah : Hetih Rusli)
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2007
Kategori : Fiksi, Graphic Novel, Religy,

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Quote:

"Lihat Dia! Dia bersinar seperti matahari dini hari"


Jika ada yang mengikuti berita tentang ketegangan antara Pemerintah China dan Tibet, maka pastinya tidak akan asing lagi dengan istilah Lama. Apa itu Lama? Lama bukan yang bikin sebel kalau kita lagi nungguin pacar lagi mandi yak. 'Iwh, lama deh!'. Bukan. Apalagi nungguin pidato Presiden. Bukan. Bukan lama yang itu. Ini Lama. El nya gedhe. ('Jadi Lama apaan? Lama deh!'). Lama adalah gelar/ titel/ julukan untuk pemimpin spiritual di Tibet sono, tanah di barat China, berbatasan dengan Pakistan dan India.

Tidak seperti kebanyakan Graphic Novel lainnya, gambar di novel ini cukup mengguncang. Bayangkan, baru baca sampai halaman tiga, pembaca sudah disuguhi dengan darah muncrat. Ga tanggung-tanggung, sampai setengah halaman sendiri bo. Bikin ngeri dah.

Jalan ceritanya lumayan keras dan terjal. Seterjal silet #lho. Pembunuhan, penyiksaan, raja yang angkuh, sampai perdukunan ada di buku ini. Dan yang ngerinya lagi semuanya terdiskripsikan dengan begitu jelasnya melalui gambar di dalamnya, yang maap-maap aja ya, tapi kayaknya lembaga sensor ga menyentuh buku ini. Banyak adegan yang sebenernya ga pantes diliat oleh anak-anak yang belum cukup umur.

Plot utama dalam buku ini dibangun oleh cerita seorang Lama yang usianya sudah udzur, dan menyadari bahwa kematiannya sudah dekat. Yang oleh karena doi ilmu kanuragannya tinggi, doi bisa mengeluarkan nyawanya sendiri dari dalam tubuhnya, dan meninggalkan pesan sekaligus ramalan kepada pengikutnya. Ramalannya adalah bahwa sepeninggal doi, bakal ada bencana besar di tanah Tibet yang diawali dengan kedatangan seorang pendatang kulit putih. Sedangkan pesannya adalah bahwa dia akan terlahirkan kembali, alias bereinkarnasi. Ini ni yang jadi masalah, karena si Lama ini malah bereinkarnasi dari rahim seorang ibu yang sama sekali tidak terduga, seorang ayah yang tidak terduga juga, dan dalam dalam wujud bayi yang sekali lagi tidak terduga. Tapi dari judulnya, bisa nebak donk doi bakal terlahir kayak apa. Tapi walopun sudah jelas gitu, tetep aja pas baca pertama kali buku ini, saya tidak menduga akan seperti itu prosesnya. Penulis menyusun plotnya begitu manis dan lembut, sehingga pembaca tidak menyadari dan hanya bisa bilang 'owh' pada akhirnya.

Buku ini memang tidak cukup terdengar (yakali, lo kata toa masjid), dan sekarang pun sangat susah untuk menemukan buku ini. Saya sendiri beruntung bisa mendapatkan buku ini dengan harga Rp 10.000,00 karena waktu itu saya menemukan buku ini di tumpukan buku diskon. Tapi bukan berarti jelek lho. Menurut saya isinya lumayan kok. Andai saja saya nemu seri selanjutnya, pasti sudah saya embat juga tu. Tapi memang, ada beberapa bagian yang patut disensor dan tidak pantas dilihat oleh anak-anak yang belum cukup umur.

Rate untuk buku ini, emmmm, 6/10.
komet795 - 31/05/2012 03:35 PM
#1682
SRC Mei 2012
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Eleven Minutes
Penulis : Paulo Coelho
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2007

Cinta Hanya Menimbulkan Penderitaan


SINOPSIS
Quote:
Demikian anggapan Maria, gadis Brazil yang sejak remaja begitu yakin tak akan pernah menemukan cinta sejati dalam hidupnya.

Seseorang yang ditemuinya secara kebetulan di Rio de Janeiro berjanji akan menjadikannya artis terkenal di Swiss, namun janji itu ternyata kosong belaka. Kenyataannya, dia mesti menjual diri untuk menjalani profesi sebagai pelacur. Pekerjaan ini semakin menjauhkannya dari cinta sejati.

Namun ketika seorang pelukis muda memasuki hidupnya, tameng-tameng emosional Maria pun diuji. Dia mesti memilih antara terus menjalani kehidupan gelap itu atau mempertaruhkan segalanya demi menemukan "cahaya di dalam dirinya" Mampukah dia beralih dari sekdara penyatuan fisik ke penyatuan dua pikiran atau bahkan dua jiwa... ke suatu tempat di mana seks merupakan sesuatu yang sakral?



Tokoh utama dalam novel ini bernama Maria. Seorang wanita berumur 22 tahun yang masih dalam proses mencari jati diri. Tinggal di daerah pinggiran Brazil membuat Maria tumbuh menjadi selayaknya gadis desa ; lugu, sederhana, punya mimpi-mimpi besar dan cukup relijius. Maria menjalani masa mudanya dengan normal. Pacaran dan bergaul sebagaimana remaja putrid seusianya. Seiring berjalannya waktu, Beranjak dewasa, Maria mulai bimbang menemukan arti akan cinta sejati. Dia bekerja di sebuah toko. Sang majikan menyukainya. Namun Maria hanya sebatas menggoda Si Majikan tanpa berniat sedikitpun untuk membalas cintanya. Sampai suatu hari, Si Majikan melamar Maria. Dia menjanjikan segalanya untuk Maria asalkan Maria mau menikahinya. Sayangnya, Maria menolaknya.

Suatu hari Maria berlibur ke pantai. Di sana dia bertemu dengan orang asing yang terbius oleh kecantikan Maria. Orang asing itu kemudian menawarkan Maria untuk datang ke pestanya nanti malam. Maria menurut. Dibelikannya Maria oleh orang asing itu gaun dan sepasang sepatu untuk datang ke pesta itu. Di pesta itu, Maria mengobrol dengan orang asing itu (orang asing itu sebenarnya tidak begitu paham Bahasa Brazil, maka dia membawa penerjemah). Orang asing itu menawarkan Maria sebuah pekerjaan menjadi artis, katanya, di Swiss. Maria tentu senang bukan kepalang mendengar kabar itu. Maka, segera ia tuntaskan liburannya untuk mengabarkan sang ibu. Maria yang saat itu sedang dalam tahap proses pencarian cinta sejati, begitu terlena oleh tawaran orang asing itu. Dengan iming-iming imbalan yang besar, yang ia pikir bisa untuk menyenangkan hati ibunya kelak jika ia sudah sukses, ia akhirnya mau berangkat ke Swiss.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sesampainya di sana, ia malah bekerja di sebuah kelab malam menjadi penari perut dengan upah yang kalau disisihkan setiap bulannya, ia baru akan bisa beli tiket pesawat pulang ke Brazil 2 tahun lagi. Maria ditipu. Tapi dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain berjuang keras mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa segera mungkin pulang ke kampungnya.

Singkat cerita, Maria menjadi pelacur. Terjadi pergulatan dalam batinnya bahwa ia tahu dirinya tidak boleh melakukan itu namun keadaan yang memaksanya berbuat demikian. Ia berharap Tuhan mau kompromi. Milan nama pemilik kelab itu. Milan membantu Maria membangun kariernya. Milan yang mengajarkan Maria soal keprofesionalismeannya terhadap pekerjaannya sebagai pelacur. Bahwa Maria harus pintar berakting demi menyenangkan hati pelanggannya.

Maria sukses menjadi pelacur. Kecerdasan dan kecantikannya menjadikan ia pelacur kelas atas dibanding dengan teman-temannya. Sampai suatu hari, Milan memberi Maria “tamu istimewa”. Mulanya Maria bingung apa yang dimaksud Milan dengan “tamu istimewa” sampai ia bertemu seorang pelukis di sebuah coffee shop. Lalu, titik balik kehidupan dan pendewasaan diri Maria yang sesungguhnya dimulai sejak saat itu.

Bagaimana kisah Maria selanjutnya setelah dia bertemu dengan pelukis itu?
Akankah Maria sukses menemukan cinta sejati dan mencintai profesinya?
Apakah dia akan menjadi pelacur seumur hidupnya?
Baca novelnya dan rasakan sensasinya!

***

Kalau Anda belum menikah atau paling tidak belum berumur 30 tahun ke atas, sebaiknya urungkan niat untuk membaca buku ini. Banyak tertulis adegan yang sukses membuat saya mengenyitkan dahi. Bukan jijik. Bukan takut. Tapi lebih ke ‘ngilu’. Paulo Coelho sebagai penulis tidak pernah gagal membuat sebuah tulisan yang mencengangkan pembacanya, termasuk saya.

Dalam buku ini dipaparkan pelajaran hidup mengenai kisah seorang pelacur ditinjau dari sisi pelakunya. Paulo mengajak kita untuk melihat sisi lain dunia hitam itu dengan gayanya yang khas, tidak mencoba menggurui namun terselip pesan yang sarat makna jika kita paham. Bagaimana perjuangan seorang gadis muda yang di dasar hatinya sebenarnya tidak ingin melakukan pekerjaan itu, namun demi cita-citanya tercapai ia toh rela juga melakukan itu, bahkan sudi untuk menikmatinya. Langkah apa yang harus dia ambil ketika dihadapkan pada buah simalakama. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah hidup seorang Maria. Siapa bilang pelacur tidak boleh jatuh cinta? Siapa bilang pelacur tidak boleh pergi ke gereja dan menghabiskan akhir pekan dengan membaca di perpustakaan?

Kita, sebagai pembaca, dihadapkan pada tokoh Maria yang mempunyai lebih dari satu sisi dalam hidupnya. Kedewasaan membuat Maria pandai menempatkan posisinya. Tokoh Maria juga digambarkan sebagai perempuan yang punya kebiasaan menulis buku harian setiap malam sepulang melacur. Curhatan Maria dalam diarinya, disusun oleh Paulo di setiap akhir bab.

Lalu, apa hubungan Maria dengan judulnya, Eleven Minutes? Ya. Sebelas menit di buku ini adalah rata-rata waktu yang dibutuhkan sepasang insan manusia untuk melakukan persetubuhan. Paulo mengajak kita untuk berpikir bahwa sebelas menit itu waktu yang sangat singkat untuk bercinta, maka hendaknya sebelas menit itu dibuat khidmat. Banyak orang berpikir seks adalah hal yang tabu untuk dimunculkan ke permukaan kemudian dibahas. Namun, buku ini memiliki rangkaian kata sedemikian rupa sehingga tidak terkesan seperti buku stensilan. Tetap ada gaya penulisan yang intelek di dalamnya.

Seperti yang saya katakan di awal paragraf di atas, ini novel dewasa. Banyak adegan vulgar yang tertulis. Bagi beberapa orang, mungkin akan enggan membacanya karena Paulo menjabarkan setiap adegannya secara detail dan perlahan. Banyak pengetahuan baru tentang seks. Anda akan bertemu dengan beberapa istilah dan penjelasannya, bahkan praktiknya, yang akan membuat Anda bergiidik geli. Karena yang saya tahu, ketika kita membaca, mau tidak mau ada imajinasi yang timbul bukan? Nah, imajinasi itu yang membuat kita sebenarnya tidak ingin melihatnya namun toh terbayang-bayang juga di pikiran kita. D

Seumumnya karya-karya Paulo yang lain, buku ini saya katakan sukses membuka pemikiran saya. Bedanya, kali ini Paulo mengupas habis soal seks. Mengabarkan pada dunia bahwa banyak manusia rela menderita demi mendapatkan kenikmatan. Dalam buku ini juga kita diajak mengenal tokoh pencetus sadomasokisme, paham yang mengatakan

BUku filsafat macam begini alurnya datar dan pelan. Penulis tidak terburu-buru terlihat merampungkan ceritanya. Buku setebal 357 halaman (Edisi Indonesia) ini cukup luas menelanjangi kehidupan seorang pelacur dan sisi lainnya. Akhir kata, 4 dari 5 bintang layak untuk buku ini untuk sebuah bacaan berani, mencengangkan dan sarat akan nilai-nilai kehidupan thumbup:

*****



Rate 4/5
ramundro - 31/05/2012 04:07 PM
#1683

SRC 2012 Bulan Mei

Judul : (Seri Immortals) - Evermore
Penulis : Alyson Noel
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun Terbit : 2010
Kategori : Fiksi, Fantasi

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Jika Anda pecinta saga Twilight, maka harusnya Anda tak melewatkan buku ini. Atau jika Anda adalah orang yang suka dengan ilmu Alkimia, ramalan, bahkan cakra, buku ini juga tidak ada salahnya untuk dibaca. Atau mungkin juga Anda adalah seorang pembaca romance dan kisah-kisah cinta yang mengharu biru, maka novel ini sangat sayang untuk dilewatkan. Ini bukan promosi ya, tapi emang bener, di buku ini, semua yang ditawarkan di atas itu ada. Terangkum dalam sebuah cerita berlatar percintaan remaja (sebenernya juga bukan remaja) yang, 'emmm', sangat manis.

Alyson Noel bercerita dengan sangat halus, dan sangat berkarakter. Tulisannya dalam novel ini sangat realis, sehingga pembaca seperti terhanyut dalam dunia yang diciptakan olehnya. Gaya berceritanya yang tidak terlalu menggebu-gebu (tidak hanya mengejar klimaks), mungkin akan sedikit membosankan, tapi percayalah, meskipun mungkin Anda merasa bosan, tapi sebenarnya Anda juga tidak akan rela jika disuruh meninggalkan buku ini sampai lembar terakhir.

Pada intinya buku ini bercerita tentang kisah cinta abadi antara seorang gadis penyendiri yang memiliki kemampuan spesial seperti melihat aura, melihat hantu, bahkan membaca pikiran orang lain dengan seorang lelaki tampan yang berasal dari kehidupan 600 tahun yang lalu. Lelaki yang selalu mencintai gadis ini di setiap zamannya, namun selalu terhalang oleh sesuatu, baik orang ketiga, maupun keadaan yang seakan-akan memang tidak menyetujui hubungan mereka, bahkan sejak 600 tahun yang lalu.

Walaupun plot utama buku ini berkisah tentang percintaan, namun sebenarnya buku ini berusaha menggambarkan nilai-nilai persahabatan, permusuhan, balas budi, karma, dan konflik-konflik yang terjadi sehari-hari, juga fantasi-fantasi dan dunia yang dikesempaingkan, seperti cenayang, ramalan, ilmu mistik, yang mungkin sebelumnya terdengar absurd, namun menjadi bisa diterima setelah membaca buku ini.

Nah, bagi Anda pecinta saga Twilight, sekilas buku ini sebenarnya agak-agak sejalan dengan jalan cerita Twilight. Namun ketika sudah membaca buku ini, pembaca akan merasakan perbedaan atmosfir di kedua karya tersebut. Menariknya adalah, tidak seperti buku-buku lain yang penuh dengan konflik/ klimaks dan antiklimaks, buku ini justru tidak begitu banyak mengandung klimaks dan antiklimaks. Model ceritanya pun terbaca. Di awal bab cerita terasa ringan, kemudian naik, begitu seterusnya hingga akhir bab. Namun tidak ada antiklimaks, Allyson menggantung ceritanya di akhir bab, dan meneruskannya di bab berikutnya. Begitu seterusnya, hingga bab terakhir. Sama sekali tidak ada jeda antiklimaks di tengah bab untuk istirahat.Menariknya lagi, ketika di akhir bab sudah antiklimaks, tapi Allyson justru malah membuat antiklimaks itu tidak tuntas, dan membuat ceritanya kembali menggantung. Seakan-akan Allyson Noel ingin berkata di akhir cerita, 'Lo beli buku berikutnya, atau mau mati penasaran?'. Hehe,

Karena ini adalah seri pertama, dari Seri Immortals (yang ada 6), dan biasanya seri pertama itu masih belum in, saya juga akan memberi rate standar aja. Takutnya kalo rate di seri ini tinggi, ntar pas seri klimaksnya, rate nya ga cukup lagi. Hehe. 7/10 untuk Evermore
alietha - 31/05/2012 05:34 PM
#1684
SRC Mei : Empat Musim Cinta
Spoiler for empat musim cinta
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu. Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga. Dan di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita...

Empat musim cinta, sebuah buku berisi kumpulan cerpen dari beberapa penulis, diantaranya Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Okke Sepatumerah, Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, dll.
Seperti judulnya, semua cerpen di buku ini bercerita tentang cinta dengan berbagai macam rupanya. Namanya juga 4 musim cinta. tidak semuanya bercerita tentang cinta yang selalu membahagiakan. Ada cerita tentang perselingkuhan, tentang bagaimana mensyukuri seseorang yg telah kita punya, plus ada cerita aneh bin ajaib dari Aditya mulya yg berjudul Dimsum.
Beberapa cerpen di buku ini sudah pernah saya baca di majalah remaja. dan membaca kumpulan cerpen berbeda sensasinya dibandingkan membaca sebuah novel. Cerpen yang cenderung pendek ceritanya membuat para pembaca kurang larut. Baru mulai sedih, eh sudah selesai. lalu berganti judul lagi, dengan cerita yang berbeda lagi.
Menurut saya, buku ini tepat dijadikan teman saat perjalanan pendek atau teman untuk pengisi waktu luang, nunggu dosen misalnya. Karena kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk segera menyelesaikan semua cerita dalam buku tsb.

Rate : 2/5
Juice.Cabai - 31/05/2012 11:11 PM
#1685
SRC 2012 - Mei
Edensor - Bermimpilah!
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Judul : Edensor
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : 288 Halaman



Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.

Begitulah, kekuatan mimpi yang membawa Ikal dan Arai sampai di Perancis, mendapat beasiswa di Universite de Paris, Sorbonne. Berawal dari sebuah perkataan Pak Balia, guru semasa SMA dulu. “Murid-muridku, berkelanalah, jelajahi Eropa, jamah Afrika, termukan mozaik nasibmu di pelosok-pelosok dunia. Tuntut ilmu sampai ke Sorbonne di Prancis, saksikan karya-karya besar Antoni Gaudi si Spanyol”. Sejak itulah terpatri dalam benak Ikal dan Arai untuk menuntut ilmu hingga ke Eropa. Benar saja, dari penjelajahan itu, Ikal menemukan satu persatu mozaik hidupnya.

Petualangan dimulai sejak mereka menginjakkan kaki di daratan Eropa, Menghabiskan malam di musim dingin dengan suhu minus belasan celcius dalam udara terbuka. Belajar dari orang-orang jenius peraih nobel. Tenggelam dalam riset-riset ilmiah untuk meraih gelar Master of Science. Menikmati setiap sudut kota yang tak pernah membosankan. Bersahabat dengan pemuda pemudi cerdas dari beberapa negara.

Hingga musim panas itu pun tiba. Untuk menghabiskan liburan musim panas, Ikal dan teman-teman mengadakan sebuah permainan. Taruhan lebih tepatnya. Barang siapa mengunjungi negara paling banyak, dialah pemenangnya. Sebaliknya, yang kalah akan menanggungkan malu yang tak terkira akibat hukuman. Mungkin akan disangka orang gila atau lebih parah lagi akan berurusan dengan polisi. Peserta yang paling sedikit mengunjungi negara akan mengurus loundry peserta lainnya selama tiga bulan dan akan menuntun sepeda secara mundur dari museum legendaris Le Leouvre ke gerbang L’Arc de Triomphe dimana di sepedanya digantungi pakaian-pakaian rombeng. Sungguh memalukan! Deal.

Ikal dan Arai menjelajah Eropa dan Afrika sebagai seniman jalanan. Menggunakan kostum ikan duyung, keduanya menampilkan seni jalanan sebagai patung dalam ekspresi merana. Suka duka menemani perjalanan ini sekaligus usaha pencarian Njoo Xian Ling, cinta pertama Ikal. Dari Rusia hingga Afrika! Dari udara dingin menusuk tulang hingga panas membakar kepala.

Semua telah kami rasakan, dalam kemenangan manis yang gilang gemilang dan kekalahan getir yang paling memalukan, tapi selangkahpun kami tak mundur, tak pernah. Kami jatuh, bangkit, jatuh lagi, dan bangkit lagi.

Mengapa diberi judul Edensor? Temukan di akhir buku yang menjadikannya penutup yang manis. Indah.

Saya sudah terpikat dengan cara bercerita Andea Hirata sejak awal. Andrea Hirata memang seniman kata-kata. Memadukan science dan sastra hingga menghasilkan karya yang cerdas. Edensor merupakan novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Membaca buku ini, saya benar-benar diajak menjelajah Eropa hingga Afrika. Sebuah catatan perjalanan yang menarik, menelusuri tempat-tempat yang bukan merupakan tujuan turis. Edensor merupakan kisah seorang backpacker namun jangan berharap pembaca akan menemukan daftar hotel lengkap dengan tarifnya, karena ini bukan buku panduan backpacker. Dalam novel ini, Andrea juga menyelipkan perenungan yang membuat pembaca terharu, sedih, bahagia, miris, dan terkadang ironis. Novel ini mampu menebar semangat dan memberi inspirasi untuk berani mewujudkan mimpi.

Bermimpilah. Dengan mimpi kita akan memiliki harapan. Harapan akan memberi semangat untuk meraihnya.

Rate: 4.5/5
Evangeline - 01/06/2012 12:57 AM
#1686
SRC Mei 2012
Book Review: Everybody Hurts: An Essential Guide To Emo Culture
Pengarang: Leslie Simon and Trevor Kelley

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Rambut gaya acak-acakan plus poni yang nutupin mata, eyeliner dan baju serba hitam mungkin adalah keywords yang terlintas di kepala lo saat menggambarkan dandanan EMO. Sementara itu, galau selalu, putus asa, patah hati sampe ke kegiatan dramatis jongkok di pojokan gelap sambil ngurek-ngurek tanah mungkin merupakan beberapa hal yang terlintas di kepala loe kalo disuruh menggambarkan sifat seorang yang EMO. Apa sih sebenarnya EMO itu? Temukan jawabannya dalam “Everybody Hurts: An Essential Guide to Emo Culture” karya Leslie Simon dan Trevor Kelley.

Buku ini, seperti judulnya, adalah panduan terhadap budaya Emo yang belakangan marak banget di kalangan abegeh. Tidak hanya sekedar musik berlirik penuh emosi dari band-band punk rock, Emo adalah gaya hidup. Wadah untuk orang-orang yang merasa out of place untuk bersatu dalam memeriahkan panggung drama kehidupan. Dan, yang harus digarisbawahi, Emo bukan musik yang membuat lo melakukan tindakan negatif seperti jedotin kepala ke tembok atau bahkan ngiris-ngiris pergelangan tangan pake cutter.

Sementara itu, gue yakin banyak dari lo yang nggak tau kalo Emo itu berakar dari era ketika Shakespeare menulis karyanya yang menyedihkan dan menyayat hati. Nah, di dalam buku ini juga dibahas karya-karya sastra yang menginspirasi kebudayaan Emo ini mulai dari buku, musik, sampai film dengan ilustrasi keren ala anak Emo. Back to the root, they say.

Untuk lo yang pada clueless mau dandan model apa ke acara musik Emo, jangan pusing-pusing lagi deh karena di sini ada panduan lengkap tentang Emo fashion from top to toe. Terus hal-hal apa yang harus lo lakukan untuk bergaul ala anak Emo termasuk list social media dan blog yang bisa lo jadikan referensi. Pokoknya semua gaya hidup dan tetek bengeknya tentang Emo dikupas tuntas di sini.

Nah, kalo lo emang berpikir untuk menjadi anak Emo yang total, buku ini boleh lah dijadikan semacam acuan. Tapi juga seharusnya lo tidak mengambil semua yang ditulis di sini mentah-mentah karena Emo sejati berasal dari dalam hati dan bukan hasil bentukan media. Meskipun begitu, buku ini lumayan menyenangkan lah buat dikulik karena selain gaya penulisan yang cukup ringan dan humoris, ada beberapa informasi berguna seperti referensi musik Emo dan daftar venue acara Emo yang harus lo kunjungi kalo pada suatu hari menyempatkan diri untuk mampir ke Amerika Serikat.


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Evangeline - 01/06/2012 12:58 AM
#1687

maap tiba2 jadi dobel post o
SimonBlack - 01/06/2012 01:17 AM
#1688
Review Buku SRC : Mei 2012
Erasia By Timelife (1980)

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Riwayat Erasia itu ternyata jauh lebih mengasyikkan dan dapat menjelaskan banyak hal daripada yang mula-mula mungkin dibayangkan oleh para peminat sejarah bumi.

Erasia, sebuah buku menakjubkan yang menjelaskan sejarah bumi kita yang tercinta ini, buku ini seluas Benua terbesar dimasa itu yang terbentang mulai dari bandar-bandar yang berjejalan di eropa sampai padang gersang berselimut es diselat bering, dahulu benua Erasia ini bisa dikatakan mengelilingi separuh dari bola dunia.

Erasia menceritakan kepada kita bahwa Sejarah yang hebat dimulai dari sesuatu yang hebat, Semua dimulai dari perubahan Alam yang disebabkan oleh berbagai kejadian-kejadian yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya, sebagian besar kehidupan di alam Erasia bahkan juga terganggu karena ulah manusia itu sendiri yang mulai menguasai bumi dan seiring bertambahnya populasi manusia menyebabkan beberapa binatang akhirnya mengalami kepunahan mereka.

Namun, dari banyak hal-hal yang mengubah wajah dunia saat ini, tentulah banyak juga perubahan-perubahan yang baik yang bisa kita petik.
Sebanyak apa perubahan-perubahan tersebut? Binatang-binatang apa saja yang pernah hidup di jaman itu dan kini telah punah? dan apa penyebab kepunahan mereka? dimanakah letak terdingin di Erasia dan dimanakah yang terpanas? bagaimana awal terbentuknya Danau-danau besar di Timur tengah? dan bagaimana perubahan alam mengubah evolusi mahluk-mahluk didalamnya? ini semua bisa kita ketahui melalui kisah sejarah Erasia.

-----------------------------------------------------

Apa yang membuatku meluangkan waktu di malam hari dan mendapati waktu begitu cepat berlalu adalah ketika membaca buku ini, buku ini memang lebih tepat dikatakan sebagai buku sejarah, tapi buku sejarah yang spesifik serta lengkap, berikut gambar2 dan foto2 yang menarik, penjelasan di buku ini membuatku serasa menonton Discovery Channel. well, kukira nilai buku ini adalah 8.5/10 (kekurangannya adalah buku ini membuat tanganku pegal2)
williamarthur - 01/06/2012 09:21 PM
#1689
SRC Mei 2012
Moralitas di atas Pinggan

Spoiler for cover
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Eating Animals by Jonathan Safran Foer
4.7/5.0

Kalau mau membicarakan mengenai hal-hal yang salah di dunia ini, tentunya ada banyak. Terlebih lagi apabila kita berbicara mengenai hal-hal salah yang dilakukan manusia sendiri. Perang, misalnya. Juga dengan kemiskinan, kriminalitas, dan kelaparan. Sampai hari ini, apabila salah satu di antara kita mengangkat permasalahan tersebut ke muka publik, bisa dijamin kita akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari kemana kita dapat menudingkan jari daripada untuk benar-benar mencari solusi.

Inilah, secara garis besar, apa yang dicoba disampaikan oleh Jonathan Safran Foer dalam bukunya, Eating Animals. Buku ini memang tidak membahas masalah-masalah global seperti perang, kemiskinan, maupun kriminalitas; buku ini menyorot pada satu masalah yang lebih global lagi, masalah yang menyangkut kebutuhan kita sehari-hari: masalah makanan, atau lebih spesifiknya lagi, industri pertanian.

Eating Animals adalah sebuah buku non-fiksi, tentu saja, yang menceritakan masalah perilaku produksi dan konsumsi manusia yang makin mengkhawatirkan, terutama di negara adidaya United States of America. Akan tetapi, Eating Animals bukanlah sebuah buku non-fiksi biasa: buku ini menggunakan narasi yang unik dan mengalir sehingga tidak akan membuat pembaca merasa bosan, seperti yang sering kita rasakan ketika kita membaca buku non-fiksi. Bahkan, pada awal buku ini, Foer sempat menceritakan pergulatannya dengan diri sendiri yang terjebak di antara pilihan untuk menjadi vegetarian atau tidak, sehingga memberikan kita suasana seakan-akan kita sedang membaca sebuah cerita. Akan tetapi, buku ini tidak hanya mengedepankan suara Foer sebagai narator saja; Foer juga memberikan tempat bagi para narasumbernya dengan menuliskan testimoni-testimoni mereka dengan apik, wawancara (dan usaha melakukan wawancara) yang ia lakukan, dan juga memberikan pembaca sudut pandang langsung dari petualangan investigasi rahasia yang ia jalani ke dalam pabrik-pabrik pertanian. Ia mewawancarai peternak-peternak lokal, baik yang masih menggunakan metode konvensional maupun yang terpaksa harus mengikuti tuntutan korporasi yang menaungi mereka; ia mewawancarai wakil-wakil dari 'sudut ekstrem', yakni vegetarian dan PETA, sebuah organisasi perlindungan hewan di Amerika; ia juga berusaha mewawancarai perusahaan-perusahaan besar yang merupakan penyuplai terbesar fast food di Amerika, yang amat enggan dalam menanggapi permintaan Foer. Menarik sekali untuk membaca semua hal tersebut (yang, jujur saja, kelihatannya amat membosankan dengan cara saya menjabarkannya) dengan gaya penulisan Foer yang manis dan mengalir.

Bukan hanya untaian kata-kata saja yang mengisi buku ini, di dalamnya juga terdapat beberapa gambar, atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai puisi konkret. Gambar-gambar ini dapat ditemukan di awal bab, dan biasanya diikuti dengan data-data spesifik; kedua hal ini bertujuan sebagai pengantar bagi isi dari bab selanjutnya. Secara teknis, bagian ini menarik sekali, baik bagi visual maupun pikiran kita.

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi masalah industri pertanian dan cara kita makan, dan Foer dapat dikatakan berhasil mencakup semuanya dalam buku ini. Akan tetapi, terdapat dua pertanyaan yang menjadi inti jiwa dari keseluruhan buku ini, dan yang terus menerus diajukan Foer kepada pembacanya: mengapa kita mengonsumsi binatang, dan apakah kita akan tetap melakukannya apabila kita tahu bagaimana proses perjalanan mereka untuk sampai di pinggan makan kita?

Ketika menulis buku ini, seperti yang sudah dikatakan oleh Foer sendiri, ia tidak pernah berniat untuk melarang siapapun mengonsumsi daging. Yang ingin Foer lakukan dengan buku ini adalah menimbulkan kesadaran dalam masyarakat--dan tidak hanya terbatas pada masyarakat Amerika saja, melainkan juga di seluruh dunia--mengenai perilaku makan kita. Kita sudah merasa terlalu nyaman, kata Foer, dalam ketidakacuhan kita.

Buku ini, menurut saya, patut dibaca bagi siapapun yang masih peduli pada dunia. Makan itu terasa seperti perkara kecil, memang, bahkan mungkin kita sudah tidak menyadari lagi bahwa kita makan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Patutkah kita menimbulkan penderitaan yang tidak perlu bagi makhluk hidup lain untuk itu? Tiap agama yang kita ketahui mengajarkan kita untuk menghargai makhluk hidup apapun, termasuk binatang yang akan menjadi santapan kita; kita, sebagai manusia yang berpikir, harusnya tahu bahwa ajaran tersebut ada bukan karena iseng saja. Buku ini memiliki pengaruh yang besar, dan kadang membuat banyak orang merasa enggan membacanya, karena takut untuk menemukan apa yang ada di dalamnya. Tapi tanyakan ini kepada diri Anda: berapa lama kita ingin hidup dengan ketidakacuhan?

Membaca buku ini benar-benar membuka mata mengenai apa yang salah dengan kemanusiaan saat ini. Menilik dari isi buku ini, amat tidak mengherankan, sebenarnya, bahwa kita masih hidup di masa dimana perang, kemiskinan, kriminalitas, dan masalah lainnya masih merajalela. Makan mungkin memang terlihat seperti perkara mudah; akan tetapi, jika seperti inilah perilaku kita dalam menangani 'perkara mudah', bagaimana kita mampu menghadapi perkara dunia yang 'lebih sulit'? Pikirkanlah.
afdien - 02/06/2012 01:30 PM
#1690

Makasih Gan...
peacekeeper - 02/06/2012 10:01 PM
#1691
Diantara Kau dan Dirinya
SRC JUNI 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Vampire Academy #3 : Shadow Kiss
No. ISBN 9786028590242
Penulis Richelle Mead
Penerbit Matahati
Tanggal terbit Februari - 2011

Quote:
SINOPSIS :

Rose tahu dia tak bisa mencintai sesama pengawal. Sahabatnya, Lissa—putri Dragomir terakhir yang akan dikawalnya kelak—harus selalu diutamakan. Sayangnya, Rose tak bisa berkutik dalam perasaannya terhadap Dimitri Belikov, pengawal yang disiapkan menjadi partner Rose untuk menjaga Lissa.

Tetapi sejak membunuh Strigoi untuk pertama kalinya, Rose kerap uring-uringan. Sesuatu yang gelap tumbuh dalam pikirannya, dan berulang kali dia didatangi hantu, yang memperingatkannya akan bahaya yang mendatangi Akademi.

Karena hubungannya dengan Dimitri, kini persahabatan Rose dan Lissa dipertaruhkan. Dalam pertarungan besar menghadapi kaum Strigoi, Rose harus memilih antara nyawa, cinta, dan dua orang paling penting dalam hidupnya. Tapi, apakah pilihannya berarti harus mengorbankan nyawa yang lain?


Quote:
REVIEW :

Setelah kematian temannya Mason, hidup Rose berubah. Perasaan menyalahkan dirinya sendiri akibat kematian Mason begitu mempengaruhi kondisi psikisnya. Sampai-sampai pada suatu hari, sesosok arwah menyerupai Mason mendatangi dirinya di sekolah. Dan itu terjadi bukan hanya sekali, tapi beberapa kali! Ia berfikir kalau Ia sudah gila. Bagaimana mungkin ada hantu??. Kalau saja Rose itu manusia seperti aku, dia pasti tidak akan berfikir seperti itu dan mulai menyadari kalau itu adalah sebuah peringatan akan bahaya yang sedang mengancam akademi. Yaiyalaah.. Vampire aja ada, masak hantu gak mungkin ada, ya gak? hehehe

Without giving away any spoilers, I'll tell you this much, Shadow Kiss really played with my emotions! Sumpah deh, buku ini magnet banget. Kalian gak akan bisa berhenti bacanya sebelum halaman buku ini berakhir. Rasa penasaran tentang misteri apa yang ingin disampaikan oleh sosok hantu Mason kepada Rose benar-benar akan mengunci diri kalian untuk tetap membaca buku ini, sampai-sampai gregetan rasanya dan ingin berteriak “Geez! When is SOMETHING going to happen?!?!?!”

And the ending... O-M-G! What a cliffhanger!!! Jika dua buku sebelumnya dari serial ini diakhiri dengan sangat tenang, lain halnya dengan buku ketiga ini. Aku ditinggalkan menganga dengan mulut terbuka lebar di akhir, berjuang dengan perasaan sedih dan marah. The end of this book is like a punch in the heart. It made my chest ache.

Aku pikir, keterlibatan emosi ku saat membaca buku ini tidak lepas dari kehebatan Richelle Mead dalam membangun karakter dan misteri di dalamnya. Terutama karakter utama dalam buku ini yaitu Rose. Perkembangan karakter Rose dari buku pertama hingga buku ketiga sangat terasa sekali. Dari seorang remaja yang cengeng menjadi seorang wanita tangguh yang menyadari tanggung jawabnya sebagai seorang Guardian.

Pemilihan karakter si tokoh utama inilah yang membuat aku merasa serial ini jauh lebih bagus daripada twilight saga. Rose sangat berbeda dengan Bella dalam serial twilight. In Twilight saga, Bella is always so nice and considerate. So the things she says are always at a nice level. In Vampire Academy series, Rose is always making sarcastic remarks. She is sassy, strong, stubborn and dangerous. Perbedaan karakter inilah yang akhirnya membuat Rose begitu tangguh dan kuat saat menghadapi kehancurannya. Berbeda dengan Bella yang rapuh, nangis dan menye-menye saat ditinggal Edward Cullen pergi.

Selain itu, dalam buku ketiga ini Richelle Mead juga piawai sekali dalam mempermainkan perasaan pembaca. Ada saat-saat dimana kita akan merasa takut, berdebar-debar sampai perasaan ingin mencium seseorang. Ia menjadikan cerita cinta antara Rose dan Dimitri bukan hanya sebagai romance pelengkap cerita secara keseluruhan saja seperti halnya kisah Peeta-Katniss-Gale dalam serial The Hunger Games, namun cerita cinta mereka menjadi inti dari seluruh isi buku ini. Dan yang lebih hebatnya lagi, hal itu tidak lantas menjadikan buku ini menjadi semacam buku roman picisan karena Richelle Mead berhasil membuat cerita dengan komposisi yang tepat dan seimbang antara sisi action nya, misteri nya hingga romance nya. Jadi andai buku ini dibaca oleh anak laki-laki pun, aku pikir mereka tetap akan hanyut di dalamnya.

Untuk masalah cover buku ini, aku bersyukur penerbit Matahati memutuskan untuk menggantinya. Cover buku Shadow Kiss versi Indonesia ini jauh lebih memunculkan efek misterius dibandingkan dengan cover versi aslinya yang menurut aku menjurus-jurus ke cover harlequin D. Terjemahannya juga oke dan ditulis dengan line spacing yang cukup sehingga tidak membuat mata lelah saat membacanya. Tidak ada cacat dalam buku ini. Five stars out! and I must say that you should read this book.






I love and hate this book at the same time
peacekeeper - 02/06/2012 10:08 PM
#1692

Quote:
Original Posted By komet795
[CENTER][FONT="Book Antiqua"][SIZE="3"]Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Eleven Minutes
Penulis : Paulo Coelho
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2007


Seumumnya karya-karya Paulo yang lain, buku ini saya katakan sukses membuka pemikiran saya. Bedanya, kali ini Paulo mengupas habis soal seks. Mengabarkan pada dunia bahwa banyak manusia rela menderita demi mendapatkan kenikmatan. [B]Dalam buku ini juga kita diajak mengenal tokoh pencetus sadomasokisme, paham yang mengatakan



Bold : selvi, kayaknya kamu gak tuntas nulisnya tuh...
vitawulandari - 03/06/2012 12:58 AM
#1693
Malaikat Kegelapan, Bukan Sekedar Tangan Kiri
SRC: Read from June 01 to 02, 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Sunshine Becomes You
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Soft Cover
Kategori: Metropop
Terbit: Januari 2012
Tebal: 432 hlm
ISBN: 978-979-22-7813-2
Harga: Rp 65.000,-

"Kuharap dia mendengar lagu ini. Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernafas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya"

Alex Hirano, pianis keturunan Jepang yang lahir, besar dan menetap di Amerika Serikat. Alex menghabiskan hari-harinya di belakang piano hitam, tak pernah menikmati langit New York yang cerah, tak peduli akan daun-daun yang mulai menguning, bahkan tak menyadari apapun di sekelilingnya. Sampai kejadian buruk menimpanya.

Semua berawal ketika Alex bertemu malaikat kegelapan. Dia adalah Mia Clark, gadis bermata dan berambut gelap yang berhasil membuat tangan kirinya patah. Mia merupakan instruktur tari kontemporer di Small Steps Big Steps Dance Studio. Dia seorang gadis manis, penari berbakat yang di kelilingi selusin laki-laki dan dicintai orang tua angkatnya. Satu-satunya hal yang menghambat kariernya adalah harus menggantungkan hidupnya kepada tabung plastik berisi pil putih.

Hasilnya, Alex harus kehilangan fungsi tangan kirinya dan harus membatalkan semua konsernya. Di saat itulah Mia hadir menawarkan diri untuk menjadi tangan kirinya, membantu segala hal yang dibutuhkan Alex, termasuk membuatkan kopi setiap pagi. Semuanya berjalan cukup lancar sampai Alex mendapati dirinya mulai berharap Mia akan memandang dan tersenyum padanya, hanya padanya. Alex bersedia bersaing mendapatkan cinta Mia dengan lelaki mana pun, termasuk adiknya sendiri, Ray Hirano. Gerak tari gadis itu seolah memiliki kekuatan yang mampu melelehkan gunung es yang selama ini menyelimuti hati Alex.

Well, ini adalah novel kelima Ilana Tan yang saya baca setelah tetralogi empat musimnya. Masih sama dengan karya sebelumnya yang mengangkat kisah romantis. Seperti biasa, Ilana mampu mengolah adegan menjadi demikian hidup. Sulit untuk tidak terhanyut dan terbawa arus yang diciptakan penulis, yang pada akhirnya membuat saya tersihir serasa ikut merasakan apa yang terjadi. Beberapa kali air mata saya mengancam jatuh di bab terakhir.

Kelemahan yang tampak menurut saya adalah tema cerita yang kelewat sederhana, kurangnya penggalian konflik dan efek dramatis. Sunshine Becomes You tidak sedramatis Autumn in Paris atau seromantis Winter in Tokyo. Setting New York juga kurang terasa, rupanya penulis lebih mengeksplor interior panggung, studio maupun apartemen tempat mereka tinggal.

Terkait dengan gaya menulis, sudahlah.. Pembaca Ilana Tan pasti tidak asing dengan point of view (PoV) yang bergantian antar tokoh. Semua di ramu dalam kalimat sederhana dan dialog yang tak menjemukan. Sepanjang membaca novel ini, beberapa kali saya ikut menyesap kopi, meskipun tak seenak racikan Mia. Besoknya saya download Una Favola dan Eppure Sentire, lagu pengiring ketika Mia menari di Julliard.

Kutipan yang paling saya suka dari novel ini: “Cinta terjadi begitu saja. Kau tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kau cintai” ― hlm 431

Lantas, bagaimana kelanjutan kisah cinta antara sang pianis dan sang penari? Hmmm.. novel ini tidak boleh dilewatkan karena menghadirkan kejutan yang tak terduga di akhir cerita. Jempol empat buat novel ini. Marilah kita berdoa semoga Ilana Tan segera merilis novel baru. Amin.

Rate: 4 of 5 star




Posted with [COLOR="orange"]kaskusBetaQR[/COLOR]
Zuko99 - 03/06/2012 08:53 PM
#1694
Src mei
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

[SIZE="2"]Eloh,Gw,... End!!!
Sepocongk Kisah Kunti
Guntur Alam, dkk.
140 hlm, 13x19 cm[/SIZE]

Semua yang gw tulis disini sebenernya cuman mau bikin pengakuan dosa aja. Istilah kerennya share. Ini cuman sekedar luapan dari sampah emosi gw sekian lama menjomblo. Saat gue pacaran, bolak balik putus nyambung n putus lagi... JOMBLO itu pedih JENDERAL!!

Adalah seorang kunti, Blasteran ayah seorang (atau sesuatu) vampire yang dijidatnya selalu ada tempelan kertas warna kuning dan Ibu Nyi pelet (selingkuhan si Vampire, Istri resmi Pak Vampire ini sebenernya Mak Lampir, berhubung Nyi Pelet mampu mempelet si Vampire, Nikah siri lah mereka, dan lahir lah si Kunti).

Seperti sudah di jelaskan oleh Kunti sendiri di sampul belakang buku, kisah dalam 140 halaman buku ini adalah kisah cintanya dia sama seekor pocong. Yah, pocong yang tangannya selalu teriket, dan cuman bisa jalan lompat-lompat itu akhirnya memikat hati Kunti, karna si Kunti dah ngerasa terlalu lama menjomblo-Padahal dia merasa dirinya hantu paling cantik se RS (Rukun Setan).

Booming buku humor, sepertinya mampir juga ke dunia perhantuan, atau persetanan, atau apapunlah. Bahwa Kunti, pocong, Mak Lampir, dan hantu lainnya juga punya 'rasa' bisa dibuktikan dalam buku ini. Sayangnya di beberapa bagian, humor yang disajikan sepertinya sudah kadaluwarsa. Bagaimanapun, lucunya Kunti bertutur, belum bisa mengalahkan Sule, atau Andre Taulani di OVJ. Jadi kalau mau humor yang akan bikin ketawa guling-guling, jangan baca buku ini. Paling-paling kita cuman senyum mesem-mesem, baca curhatannya si Kunti.

Bagusnya, buku ini bakalan bikin sembuh orang-orang yang phobia sama hantu dan sejenisnya. Karna, bayangan kita selama ini soal Kunti ternyata gak seserem itu kok. Kunti sekolah, Kunti punya KTP, Kunti SMS-an, dan bahkan Twiteran. Ternyata Kunti sama seperti manusia dan ABG pada umumnya, dia cuman pengen tenar.

Bukan cuman lo, cong!!, gue juga pengen tenar. Tenaaar... Tenaaarr... gue juga pengen tennaarrrr....

Si kunti gak sadar, kalau dia sudah cukup tenar di dunia manusia, dari jaman dulu kala.

Buku diary si Neng Kunti ini, di tulis dengan paragraf 1,5, dengan Jenis font yang saya gak tau, dan size kemungkinan 12, membaca buku ini seharusnya gak akan bikin mata kita pegel dan cepet ngantuk, cuman mungkin bikin pembaca sebel sama si Kunti.

Baiklah kawan, saya cuman mampu me rating 2,5 dari 5 untuk buku ini. Dan jangan tanya bagaimana endingnya, bukan gak mau spoiler seperti biasa, cuman buku ini gak mampu saya tuntaskan membacanya. D
daninoviandi - 04/06/2012 09:51 AM
#1695
Mockingjay
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu



Buku ketiga dari serial Hunger Games.

Akhirnya terjawab juga semua teka-teki iyang menggantung semenjak buku pertama dan buku kedua yang begitu menghebohkan. Buku ketiga ini dimulai dengan petualangan (atau lebih tepatnya kunjungan) Katniss ke kampung halamannya yaitu Distrik 12 yang telah hancur, telah menghilang, telah rata dengan tanah akibat dibombardir oleh Capitol pada saat pemberontakan yang secara disadari didasari oleh tindakan Katniss yang menentang Capitol. Semua di Distrik 12 hilang, kecuali rumah-rumah di desa pemenang, yang tentu saja mengembalikan dan membuat Katniss merindukan segala hal yang berhubungan dengan Distrik 12, terutama Peeta, yang luput dari penyelamatan yang dilakukan oleh Distrik 13.

Pasti ada hal yang harus dibayar oleh Distrik 13 terutama Katniss akibat pemberontakan yang ia ikuti. Namun satu hal yang sangat membuatnya gusar ialah bagaimana keberadaan Peeta yang dijadikan alat untuk melemahkan dan menggoyahkan mental Katniss dalam menghadapi peperangan yang akan berlangsung. Apalagi muncul juga desas-desus yang mengatakan bahwa Peeta telah dicuci otak, bahkan ditanamkan suatu paham kebencian terhadap Katniss di dalam otaknya. Hilanglah Peeta yang di dalam kedua buku sebelumnya sangat mencintai Katniss.

Di Distrik 13, Katniss bersama Gale dan Finnick serta yang lainnya dilatih untuk bersiap menghadapi peperangan dan penyerangan yang akan dilakukan Distrik 13 untuk menghancurkan Capitol serta untuk mempersatukan Distrik-distrik yang tadinya di bawah kekuasaan Capitol. Disini juga Katniss ditasbihkan sebagai Sang Mockingjay, yang terutama berfungsi sebagai alat propaganda melalui saluran televisi di seluruh Panem bahwa pemberontakan itu ada, Katniss itu masih bertahan dan eksis, serta menggoyahkan Distrik lain serta Capitol bahwa kekuasaan mereka bakal segera berakhir, terutama Presiden Snow akan segera digulingkan dari tahta kekuasaannya.

Overall, buku ketiga ini sangat berbeda dengan dua buku sebelumnya, tidak ada lagi Hunger Games, yang ada hanyalah pemberontakan dan peperangan yang terjadi antara kubu pemberontak dan Capitol. Alur buku ini begitu cepat, sehingga tak terasa kita sebagai pembaca telah sampai pada klimaks dari buku ini, yang juga puncak dari perjuangan Katniss dan Distrik 13. Banyak hal menakjubkan juga yang ada di buku ini, seperti munculnya Mutt baru yang diciptakan oleh Capitol, hingga suasana Capitol yang diisi oleh orang-orang yang memang secara strata berbeda kasta dengan penduduk Distrik lainnya. Tentang alur di atas, mungkin hal ini yang agak menjadi kekurangan buku ini, karena justru peperangan yang terjadi hanya berlangsung begitu saja, tanpa proses yang begitu rumit, sehingga kadang membingungkan pembaca tentang apa yang baru saja terjadi, karena kurang berasa.

Untuk yang telah membaca dua buku sebelumnya, buku ini wajib dibaca, karena akhirnya banyak hal yang terjawab di buku ini, begitu juga dengan teka-teki siapa sebenarnya Distrik 13 dan hal-hal menakjubkan di Distrik 13, semuanya ada di buku ini. Dengan kondisi seperti yang disebutkan di atas, saya beri bintang 3 dari 5 untuk buku ketiga ini.
komet795 - 05/06/2012 12:37 PM
#1696

Judul Buku : Larutan Senja
Penulis : Ratih Kumala
Genre : Fiksi, Kumpulan Cerpen
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2006

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu



Kumpulan Cerita yang Menghibur

Kumpulan Cerpen milik Ratih Kumala yang pertama kali saya baca. Cerita-cerita di dalamnya ragam genre. Cocok untuk bacaan santai di sore hari atau sembari menunggu. Terdapat 14 cerita dalam buku ini. Semuanya ditulis dengan gaya bahasa yang lumayan nyastra. Salah satu cerita yang paling berkesan adalah cerita pertama berjudul Sang Paradji.

Sang Paradji menceritakan tentang seorang paradji. Paradji di sini biasa kita tahu sebagai dukun kampung. Nah, paradji ini dituduh mengguna-guna seorang penduduk desa, suami Nastiti. Akhirnya, seisi desa termakan provokasi Nastiti sehingga paradji diarak kemudian berencana untuk dibakar hidup-hidup. Namun Nastiti membebaskan paradji dengan syarat paradji harus angkat kaki dari kampung ini. Karena tidak ada paradji di desa itu, Nastiti akhirnya menjadi paradji. Nastiti menjadi paradji dukun beranak, membantu para ibu melahirkan.

Sejak kepergian Paradji, Nastiti telah berubah sosoknya seperti mak lampir. Ia tidak lagi bergincu dan berbedak. Bajunya lusuh. Rambutnya acak-acakan. Dan paradji, Ia ternyata semakin sukses di tiga dusun lainnya. Mendengar itu Nastiti marah. Suatu hari Nastiti mendatangi rumah paradji di desa seberang. Ia menikam dada paradji dengan belati. Di penghujung ajalnya, paradji dendam kepada Nastiti dan berkata : "Aku akan datang melalui bayi yang lahir dalam jangka waktu tujuh purnama dan menusukkan belati ini ke dadamu".

Selama tujuh purnama, Nastiti mencoba menggagalkan kelahiran bayi-bayi dengan menebar virus kepada ibu-ibu hamil dan memastikan tidak ada janin yang selamat. Tapi ternyata, ada satu perempuan pendatang yang luput dari virus Nastiti. Hmmm, seru bukan menantikan kisah Nastiti selanjutnya? Baca saja :-)

Kumcer ini berjudul larutan senja karena ada satu cerita yang berjudul Larutan Senja dengan 'tuhan' sebagai tokohnya. Menurut saya, Ratih Kumala merupakan seorang penulis yang berani membuat tokoh tuhan yang dianalogikan sebagai manusia. Ada pula cerita tentang kelahiran dan pengorbanan Perawan Maria dan anak yang dikandungnya, Mesias. seperti kita semua tahu bahwa dari perut Maria lah Mesias (Yesus) lahir. Sounds interesting kan? Tapi tenang, menurut saya tidak ada SARA di buku ini. Meskipun teknik penokohannya agak terkesan kontroversial, tapi Ratih Kumala mempu menyajikannya dengan gaya menulis yang beretika. Dengan twist yang cemerlang membuat buku ini layak untuk dibaca.

Akhir kata, 3 of 5 star to this kumcer thumbup:
daninoviandi - 06/06/2012 01:46 PM
#1697
City of Bones by Cassandra Clare
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

City of Bones...

Satu lagi buku fantasi yang bercerita tentang nephilim, vampir, manusia serigala, dan sejenisnya. Adalah Clary, seorang remaja wanita yang tadinya “biasa-biasa” saja, yang sehari-harinya bergaul dan berkawan akrab dengan Simon, harus menghadapi kenyataan bahwa Ibunya dan teman akrab ibunya, Luke, merupakan Sang Pemburu Bayangan, nephilim yang lahir dari manusia dan malaikat, dan mempunyai masa lalu yang rumit, tidak seperti kehidupan mereka selama ini yang terkesan datar, dengan pekerjaan ibunya sebagai pelukis.

Awal dari terbongkarnya identitas asli Clary yaitu ketika Ibunya menghilang. Clary yang pada saat kejadian sedang berada di suatu cafe melihat hal yang seharusnya tidak bisa ia lihat (karena Simon tidak bisa melihatnya) yaitu segerombol pemburu bayangan yang salah satunya adalah Jace. Maka saat mengetahui bahwa ibunya telah menghilang, maka Jace-lah harapan Clary untuk membantu menemukan ibunya. Di saat pencarian inilah timbul fakta-fakta baru yang seharusnya tidak Clary ketahui, diantaranya ialah bahwa pikirannya secara rutin dihapuskan, hingga tetangga satu apartemennya yang tinggal di bawah apartemennya ternyata juga bukan manusia biasa. Banyak petualangan dan (akhirnya) kisah percintaan yang terjadi di kala Clary dan Jace berusaha untuk menelusuri jejak masa lalu dan terutama mencari ibunya, salah satu kejadian yang sangat mencengangkan ialah ketika Clary akhirnya mengetahui ayah kandungnya, bukan itu saja, ternyata Clary pun punya saudara yang sungguh tidak disangka-sangka.

Well, buku ini sangat ringan untuk dibaca, begitu mengalir, dengan font yang tidak terlalu kecil, sehingga tanpa terasa telah banyak halaman yang kita lewati. Namun secara penceritaan, buku ini akhirnya menekankan pada kisah cinta dua nephilim antara Jace dan Clary yang ternyata tidak semulus perkiraan mereka. Karena diam-diam Simon juga begitu mengagumi Clary. Buku ini juga telah menginspirasi adanya komunitas TMI (The Mortal Instrument) Indonesia berdasarkan kisah dan senjata-senjata yang muncul di buku ini.

Well, bagi saya pribadi, buku ini kurang begitu menarik, karena seolah dipaksakan bahwa nephilim itu hidup memang seperti manusia biasa, bahkan pikiran saya menerawang melihat Jace itu laiknya Edward Cullen di Twilight Series. Mungkin karena sudah terlalu banyak genre buku sejenis ini, yang membuat saya berpikiran kisah ini terlalu konyol, terlalu fantasi, belum lagi terlalu cinta-cintaan, hingga benak saya sendiri masih belum bisa membayangkan, sebenarnya Jace dan Clary itu makhluk seperti apa.

Rate dari saya 3 dari 5 bintang.
Minibalanar - 10/06/2012 07:58 AM
#1698
Kasih Selembut Awan
Judul: Kasih Selembut Awan

Penulis: Willy Yanto Wijaya

Penyunting: Handaka Vijjànanda

Penata Letak dan Sampul: Vidi Yulius

Penerbit: Ehipassiko

Ukuran dan ketebalan buku: ± 14 x 21 cm, 144 halaman

Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


41 kisah pilihan dalam buku ini akan membawa hati kecil anda berpetualang dalam indahnya dunia cinta dan kasih sayang. Kisah-kisah indah ini bercerita tentang kasih sayang seorang ibu, juga seorang ayah, cinta tulus sepasang kekasih, nilai-nilai persaudaraan serta persahabatan. Tidak hanya pada manusia, anda juga akan menemukan nilai-nilai cinta yang ternyata juga dimiliki oleh hewan. Di buku ini juga, anda akan menyelami kisah-kisah yang menuturkan tentang kesetiaan, balas budi, pengorbanan, kepedulian, dan pemaafan.

Setiap kisah terpilih yang tersajikan dalam buku ini pasti akan menggoreskan kesan mendalam dalam relung hati anda akan betapa indahnya cinta, kelembutan hati dan kasih sayang, seindah dan selembut awan-awan yang berarakan di cakrawala biru.

1. Ember Bocor yang Sedih

2. Ibu Gajah yang Buta

3. Hachiko, Anjing yang Setia

4. Bulan yang Indah

5. Burung Gagak yang Kedinginan

6. Hailibu, Sang Pemburu

7. Kadal di antara Dinding

8. Katak yang Nakal

9. Gadis Kecil yang Kehilangan Uang

10. Ulama, Pedagang Tua, dan Keledai

11. Anak Domba yang Terluka

12. Ego

13. Pohon, Daun, dan Angin

14. Burung Kebahagiaan

15. Balas Budi Burung Bangau

16. Kaki Seribu dan Beban Pikiran

17. Kamu Bukan Ayahku

18. Burung Pipit

19. Kau dan Aku

20. Pohon Apel yang Mengorbankan Segalanya

21. Kesabaran, Kemurahan Hati dan Kerelaan Memaafkan

22. Dua Pilihan

23. Kupu-kupu Putih

24. Angpao dan Nyamuk

25. Momen ke Momen

26. Burung Kecil yang Memadamkan Api

27. Segelas Susu

28. Gadis Kecil Bersepatu Merah

29. Gajah yang Welas Asih

30. Tenzing Norgay

31. Penguburan oleh Burung

32. Sebelum Menceraiku, Gendonglah Aku

33. Welas Asih

34. Raja Kera

35. Bib dan Bob

36. Bangunlah Pikiran Positif

37. Ayah Pilih Kasih

38. Mengapa Cincin di Jari Manis?

39. Kerlip Lentera

40. Aku Menangis Enam Kali untuk Adikku

41. Dandelion
baujempol - 11/06/2012 11:00 AM
#1699
True Story: Aku Buta, Tapi Melihat
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

“Sebaiknya Ibu menyekolahkan anak Ibu di SLBA, karena mata anak Ibu lambat laun akan menjadi buta.”

Bagaikan sambaran petir di siang bolong, Mami dan Papi menjadi shock berat mendengar perkataan itu. Tak pernah disangka jika anak keduanya akan menjadi penyandang tunanetra. Meski begitu, Papi tetap menyuruh Mami menyekolahkanku di sekolah umum. Aku pun bersekolah di sekolah umum.

Banyak hambatan dan kesulitan yang harus kuhadapi, baik dari teman-teman yang sering mengejekku, maupun sistem pengajaran yang memang tidak dikhususkan bagi anak setengah buta sepertiku. Meski langkahku tertatih-tatih melewati segala kesulitan dan tantangan, aku bersyukur karena tidak pernah tinggal kelas.Mami selalu mendukung dan tidak pernah membiarkan aku menyerah dalam keadaan apa pun.

Akhirnya aku berhasil mencapai gelar sarjana dan melanjutkan pergumulanku dalam dunia kerja yang punya tantangan dan hambatan tersendiri. Tak jarang aku menangis sendirian di kamar, menumpahkan segala kepedihan, ketakutan, keputusasaan, dan jeritan hatiku yang hanya kutujukan pada Tuhan. Aku sering bertanya-tanya dalam hati, “Apakah aku akan selamanya bergantung pada orangtuaku? Tidak akan bisa hidup mandiri? Bagaimana caranya agar aku bisa bekerja dan mencari uang? Ada pria yang mau menikah denganku? Yang cacat seperti ini?”
Mungkinkah semua pertanyaan ini terjawab?…

Editor’s Note:
Ditulis sendiri oleh pelaku. Mengundang duka dan iba ,tapi juga penuh tawa dan canda. Nikmati perjalanan hidup Rachel yang penuh liku, seorang tunanetra yang punya semangat tinggi hingga bisa menikmati kehidupan layaknya orang awas.
lavioletta - 11/06/2012 01:31 PM
#1700
I've got your number
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Spoiler for sinopsis
Cincin pertunanganku hilang... \( Padahal cincin itu sudah menjadi milik keluarga Magnus selama tiga generasi. Gimana dooong?! \(

[FONT="Century Gothic"]Gara-gara beberapa gelas sampanye di acara amal, hidup Poppy kacau-balau. Bukan saja cincinnya hilang pada hari dia akan bertemu dengan calon mertua, ponselnya pun ikut raib, padahal nomornya sudah dia sebarkan ke seluruh staf hotel yang ikut mencari cincin itu. Ketika dilanda kebingungan, tahu-tahu dia menemukan ponsel di tempat sampah. Aha! Karena sudah dibuang, ponsel itu jadi milik publik, bukan?

Sayangnya, si pemilik ponsel, Sam Roxton, tidak senang. Dia mau ponselnya kembali, dan dia sebal Poppy membaca pesan-pesannya serta ikut campur dalam hidupnya. Bayangkanlah betapa ruwet hidup Poppy di antara kesibukan mempersiapkan pernikahan, meneruskan SMS dan e-mail, juga menyembunyikan tangan kirinya dari Magnus serta orangtuanya…


jadi seperti kebanyakan karya sophie kinsella yg lainnya, cerita ini masih tentang problematika kehidupan perempuan dewasa metropolitan..

pemeran utamanya Poppy, seorang fisioterapis yang agak serampangan, beruntung mendapatkan calon suami seorang dosen dan berasal dari keluarga akademisi yg sangat terkenal terkenal, Magnus. ceritanya berawal 10 hari sebelum pernikahan mereka dilangsungkan. Poppy yg sedang kesebuah acara di hotel dengan teman"nya kehilangan cincin pertunangannya. padahal malam harinya Poppy harus bertemu dengan calom mertuanya dan dia terpaksa menyembunyikan tangannya dengan perban dan berpura-pura kena luka bakar.

ditengah kepanikan mencari cincin sampe menganggu keluruh karyawan hotel itu, HP Poppy hilang! dirampas sama maling. jadi lah kepanikan makin menjadi-jadi. kemudian tanpa disengaja Poppy menemukan sebuah HP yg ada di dalam tong sampah hotel, mengambilnya dan mengklaim HP itu miliknya kepada semua orang yang turut membantunya mencari cincin pertunangannya itu.

ternyata HP yg ditemukan Poppy itu adalah HP milik perusahaan tempat Sam bekerja, dan tadinya milik asisten Sam. meskipun Sam ngotot memaksa Poppy mengembalikan HP itu, tapi Poppy ga mau menggembalikannya sebelum cincin petunangannya ditemukan, karena satu-satunya nomer telfon yang dia punya saat ini hanyalah nomer HP itu. Poppy ga mau memberlikan nomer telfon rumah pada orang-orang yg berusaha membantunya mencarikan cincin, karena takut ketahuan sama calon suaminya. jadi Poppy terpaksa meneruskan (forward) semua email dan sms yg masuk ke HP itu kepada Sam.

Konfliknya sebetulnya hanya seputar pencarian cincin dan permasalahan HP yg dipegang Poppy. tapi melebar pada permasalahan pernikahan yang sudah ada didepan mata itu. karena Poppy akhirnya mengetahui kalau Magnus ternyata selingkuh dengan weeding plannernya, dan tidak benar-benar ingin menikahi Poppy karena cinta, namun hanya karena ingin membuktikan diri pada keluarganya bahwa dirinya mampu berkomitmen. Sedangkan Poppy justru mulai menyukai Sam karena Sam selalu membatu Poppy dengan permasalahan pertunangannya, meskipun Sam ini orangnya agak kaku.

after all, i give 3 of 5 star for this novel.

Spoiler for
maaf kalo reviewnya kurang ok.. my first time malus
but there are always a first time for everything, kan? \)b
[/FONT]
Page 85 of 105 | ‹ First  < 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu