BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 88 of 105 | ‹ First  < 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 >  Last ›

alexa.v - 20/06/2012 03:12 PM
#1741

Quote:
Original Posted By daninoviandi
wogh, udah baca juga mbak?matabelo:

iya sih Karina juga ikut terlibat, tapi dia justru kan malah kebanyakan diem.

oh ya, bukan anak angkat dokter ah p


aku ada bukunya dirumah hehehe.

bukan yak, apa dia cuma suster yang

dibimbing dokter Alan ya? Lupa euyy
daninoviandi - 20/06/2012 03:19 PM
#1742

Quote:
Original Posted By alexa.v
aku ada bukunya dirumah hehehe.

bukan yak, apa dia cuma suster yang

dibimbing dokter Alan ya? Lupa euyy

Spoiler for
Karina itu anak "haram"-nya Dokter Bima mbak


DDDDD
aztecclan - 20/06/2012 10:11 PM
#1743
src juni
Petualangan di zaman renaissance

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul buku : The Secret Supper
Pengarang : Javier Sierra
tahun terbit : 2007
penerbit : Serambi
Profil buku : tebal 528 hal, dimensi 25 x 12,2 x 1,8 cm

Melihat judul dan gambar sampul novel ini, hampir pasti yang akan terpikirkan adalah, "Wah, setipe Da Vinci Code nih." Saya katakan hipotesis itu 99 % persen benar, dan 1 % nya terbukti setelah membaca buku ini. Tak bisa dipungkiri, sejak booming novel serta film The Da Vinci Code (oleh Dan Brown), makin populer pula buku-buku dan novel yang dibuat dengan tema bahkan alur yang mirip dengan novel fiksi legendaris tersebut. Termasuk juga novel berjudul "The Secret Supper" ini.

Berbeda dengan Da Vinci Code, novel fiksi bergenre thriller historis ini mengambil latar kota Milan di zaman renaissance, sekitar tahun 1500an, sezaman dengan masa hidup seniman legendaris, Leonardo da Vinci. Cerita dimulai oleh bab singkat yang menceritakan "sang peziarah" (yang kemudian diketahui terlibat di balik kejadian-kejadian yang terjadi berikutnya) dengan sudut pandang orang pertama, sedang berada di sebuah gereja di Milan. Diceritakan bahwa ia sedang mengamat-amati lukisan berjudul "Maesta" dan menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal dari lukisan itu. Bab singkat ini ditutup dengan kedatangan seseorang yang mengatakan bahwa lukisan itu adalah tanda pengkhianatan, dan akan datang "Sang Peramal" yang akan menghabisi nyawa orang jahat.

Cerita kemudian beralih pada seorang Inkuisitor gereja bernama Agustino Leyre yang ditugaskan untuk menguak misteri dari secarik kertas bertuliskan puisi penuh kode. Kertas tersebut pada mulanya dikirim dari sosok yang disebut "Sang Peramal", yang tidak diketahui identitasnya, dan diduga berencana melakukan kejahatan di lingkungan gereja Santa Maria delle Grazie. Upaya pemecahan kode oleh Agustino tersebut kemudian justru membawanya kepada petualangan berikutnya bersama seniman besar kala itu : Leonardo da Vinci. Bersama Leonardo, ia mulai mencari rahasia-rahasia di balik lukisan "The Last Supper" yang sedang dikerjakan Leonardo. Serangkaian peristiwa menegangkan juga terjadi seiring dengan terkuaknya satu demi satu rahasia tersebut.

Javier Sierra, penulis berkebangsaan Spanyol yang membuat novel ini, sepertinya memang mengkhususkan diri untuk membuat buku-buku dengan latar Eropa abad pertengahan. Pengetahuannya mengenai Eropa jaman dulu terlihat cukup mendalam. Banyak nama-nama dan peristiwa yang digunakan pada buku ini (seperti nama bangsawan Medici serta kejadian yang berkaitan dalam keluarga itu) adalah tokoh yang benar-benar hidup di zamannya. Bagi penyuka sejarah Eropa, mungkin akan tertarik dengan kesan historis yang ingin digambarkan oleh penulis. Sayangnya terjemahannya agak sulit dipahami. Bahasa/istilah asing dan tidak umum sangat jarang dijelaskan sehingga bagi orang yang tidak familiar dengan bahasa latin akan sering dibuat bingung. Selain itu, banyak cerita dalam dunia kekristenan yang mungkin juga tidak dijelaskan dengan baik. Tidak semua orang terutama di Indonesia tahu menahu tentang kisah hidup 12 murid Yesus seperti yang dituliskan pada novel ini. Hal ini menyulitkan pembaca dan mungkin seringkali harus berhenti membaca sejenak dan mencari-cari siapa dan bagaimanakah kisah orang-orang yang dimaksud.

Walaupun demikian, novel yang mendapatkan penghargaan Premio de Novela Ciudad de Torrevieja tahun 2004 ini saya nilai tetap berhasil menyuguhkan "warna" yang berbeda dengan novel The Da Vinci Code. Pemilihan latar pada abad pertengahan dan munculnya Leonardo sebagai tokoh aktif dan cukup sentral memberikan sudut pandang yang cukup menarik. Saya belum membaca versi bahasa Inggris atau aslinya (Spanyol), namun berdasarkan opini yang masuk di beberapa forum maya, terjemahan novel ini dianggap tidak terlalu "keras" dalam mengkritisi agama. Mungkin karena penerjemahnya adalah seorang lulusan seminari sehingga bahasa yang terlalu frontal sengaja diperhalus tanpa meninggalkan esensi dari buku ini. Yang paling penting adalah untuk membaca novel ini, sebaiknya disertai juga dengan wawasan yang lebih luas serta rasa ingin tahu yang tak terbatas.


Rating : 3/5
G.A - 22/06/2012 12:38 PM
#1744

Rating : 4/5

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

waduh pada ngomongin buku luar ya D maklum baru di forum buku malus

buku dalam negeri dulu deh Peace:

:army sepatu dahlan :army

gaya nulisnya masih agak kaku, tapi penggambaran objek kayak misalnya latar, tokoh, tergambar dengan jelas. :thumbup
daninoviandi - 22/06/2012 02:19 PM
#1745

Quote:
Original Posted By G.A
Rating : 4/5

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

waduh pada ngomongin buku luar ya D maklum baru di forum buku malus

buku dalam negeri dulu deh Peace:

:army sepatu dahlan :army

gaya nulisnya masih agak kaku, tapi penggambaran objek kayak misalnya latar, tokoh, tergambar dengan jelas. :thumbup


siapa yang bilang cuma ada buku luar? itu kan ada listnya di page one \)
daninoviandi - 22/06/2012 02:20 PM
#1746
Tirai by Agatha Christie
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Turunkan tirainya, dan kau akan melihat kebenaran.

Buku ini adalah buku terakhir dimana Poirot, sang detektif nyentrik asal Belgia mengungkap kasus pembunuhan. Berlokasi di Styles yang sebelumnya juga pernah menjadi lokasi pembunuhan, kali ini Poirot dan Hastings harus menyelidiki dan mengawasi seseorang yang dicurigai terlibat dalam lima pembunuhan yang terjadi belakangan ini. Tidak main-main, seseorang itu tidak membunuh langsung korban-korbannya, tetapi menggunakan orang lain sebagai pembunuhnya.

Hastings, yang kali ini tidak mendampingi Poirot dari awal, dipanggil ke Styles untuk menemui Poirot yang sudah lama tidak ditemuinya. Disana, ternyata Poirot yang sudah mulai menua, berangsur sakit-sakitan dan harus duduk di kursi roda. Selain itu, Hastings dipanggil oleh Poirot karena Poirot tahu, bahwa bakal ada kasus pembunuhan yang terjadi di Styles. Di buku ini Hastings dipaksa berpikir keras oleh Poirot untuk menemukan seseorang itu, karena Poirot tidak mau memberitahukan hal itu kepada Hastings. Celakanya, diantara orang-orang yang saat itu berada di Styles, termasuk pula putri Hastings yaitu Judith, yang mau tak mau bisa jadi dialah seseorang yang dicari tersebut.

Ketika akhirnya terjadi kasus pembunuhan, waktu Poirot di dunia ini tak lama lagi, karena kesehatannya terus menurun, tibalah ajalnya, dengan dua kasus pembunuhan yang masih menggantung. Ya, dua kasus pembunuhan, bukan satu. Hastings terpaksa berpikir keras sendirian, sampai akhirnya surat wasiat dari Poirot-lah yang memberitahukan segalanya. Surat wasiat yang seakan menjadi tirai yang harus diturunkan oleh Hastings.

Akhir yang epik dari Hercule Poirot, musuh yang dihadapinya kali ini lebih tangguh darinya, bahkan Poirot sendiri yang mengakui. Alur dari buku ini yang penuh misteri mengenai para penghuni Styles, membuat otak kita harus berpikir keras, siapakah penjahatnya, dan bahkan siapakah korban berikutnya. Walaupun bisa dibilang akhir kisah Poirot ini sebagai epik, sangat disayangkan bahwa nasib Poirot harus berakhir seperti itu. Namun pastinya, dunia akan tetap mengenang Poirot sebagai salah satu detektif ternama yang pernah ada di dunia.

Saya beri rate 4 dari 5 bintang karena ending yang agak mengecewakan, namun overall, buku ini memang wajib dibaca penggemar cerita detektif. Oh ya, saya cukup beruntung bisa mendapatkan buku ini dengan harga sangat murah.
daninoviandi - 22/06/2012 02:21 PM
#1747
Manusia Setengah Salmon by Raditya Dika
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Apa hubungannya Manusia Setengah Salmon dengan Manusia Setengah Dewa? Mungkinkah Raditya Dika terinspirasi oleh Iwan Fals?

Banyak yang bilang buku ini garing, kurang suka, bahkan tidak suka sama buku ini. Bahkan ada juga yang sama sekali gak ketawa baca buku ini. Eh, tapi gw kok ngakak-ngakak aja ya? Apa gw terlalu mainstream? Hehehe...

Buku kedua dari Radit yang gw baca, sebelumnya pernah baca yang Kambing Jantan sekitar 7-8 tahun yang lalu. Dulu itu terlalu vulgar, dan Radit nulisnya masih agak ngaco. Sekarang? Tetap kecewa dengan kevulgarannya. Gagas, ada apa ini??? Sudah 2 buku dari Gagas Media yang saya baca dan mengandung kata-kata yang tidak pantas (baca review Opera Orang Kaya untuk jelasnya). Namun untuk gaya penulisan Radit, saya acungkan jempol. Banyak pesan moral yang bisa diperoleh dari buku ini. Salah satu pesan moral tersebut yaitu: Semakin tua, seharusnya kita semakin dekat dengan orangtua kita, bukan sebaliknya. Jujur aja, kata-kata itu buat gw trenyuh, inget mama disana. Selain itu, ajakan untuk move on melalui bab Manusia Setengah Salmon benar-benar keren. Semua orang pasti berubah, dan setiap perubahan itu harus kita ikuti, dan kita harus berani, seperti ikan salmon yang berani ikut arus demi mendapatkan makanan.

Namun ya, ada juga kekurangan dari buku ini. Bab-bab yang diambil dari twiter, serta interview dengan hantu itu kurang mutu, lebih baik Radit nantinya tetap menulis biasa aja di bukunya, gak usah yang kaya gitu kaya gitu. Ada satu lagi yang sangat gak bermutu: BAB 1! Gw sarankan, Bab 1 ini dihilangkan, karena gak guna banget ada disini, bikin buku ini rusak. Kalau ada yang pertama baca bukunya Radit dan langsung disuguhi tentang tulisan di Bab 1 ini, dijamin makin males buat nerusin. Padahal bab-bab selanjutnya sangat lebih baik dibandingkan bab 1.

Well, sebenarnya bisa saja buku ini berbintang 4, namun gara-gara kekurangan di paragraf 4 tadi, saya hanya memberi rate 3,5. Buku ini layak dibaca, namun ya satu itu, lewati Bab 1! Jadi, apa ada hubungannya antara Manusia Setengah Salmon dengan Manusia Setengah Dewa? Ada kali ya, masih sama-sama manusia, sehingga pasti gak akan luput dari kesalahan, hehehe...
namakuhiroko - 22/06/2012 02:33 PM
#1748
SRC 2012 bulan Juni
Judul : The Strange Case of Dr Jekyll & Mr Hyde
Penulis : Robert Louis Stevenson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Novel ini adalah cerita drama psikologi yang menegaskan dualitas sifat manusia, baik dan buruk. Lebih jauh lagi, novel ini menjadikan perangai yang berbeda itu menjadi wujud yang nyata. Sisi setan takuts dan malaikat, sisi mana yang akan dipilih oleh sang manusia?

Stevenson mengikuti gaya penulisan novel yang lazim dilakukan pada masa akhir abad ke-18. Cerita dimulai dengan deskripsi lengkap mengenai tokoh dan tempat yang ditulis dengan kalimat yang sangat panjang. Stevenson hendak mengajak pembaca menikmati beberapa sudut kota London yang sudah sangat sering digambarkan dengan suasana suram bahkan mencekam. Kejahatan kecil sampai pembunuhan bisa sering terjadi di jalanan kota London, terutama di malam hari. Tapi, entah mengapa banyak deskripsi yang dilakukan terasa terlalu bertele-tele dan datar, jauh dari mendukung penciptaan suasana konflik yang "strange" sesuai dengan judul novel ini.

Jadi siapa Dr. Jekyll? Siapa Tuan Hyde? Itulah yang saya alami setelah membaca bab 1, ketika cerita masih berputar pada deskripsi kehidupan Tuan Utterson, yang suatu hari berjalan-jalan dengan koleganya, Tuan Enfield. Penulis dengan sangat lambat memperkenalkan tokoh-tokoh yang namanya dijadikan judul. Akhirnya Tuan Hyde dikenalkan melalui penuturan Tuan Enfield, yang menjadi saksi ketika Tuan Hyde melakukan "aksinya". Tuan Utterson akhirnya juga berurusan dengan Hyde karena kliennya, Dr. Jekyll, hendak mewariskan harta kepada Hyde. Utterson harus mencari tahu keberadaan Hyde karena dia benar-benar "hide" alias menyembunyikan diri dan sulit ditemukan. Sedangkan Dr. Jekyll meskipun sudah diperingatkan akan perilaku Hyde yang buruk bersikeras tak mau memberikan keterangan apa-apa mengenai sosok Hyde. Sampai akhirnya Hyde menjadi tersangka pembunuhan dan membuat sang pengacara semakin gencar melakukan pengusutan. Tak ada yang istimewa dengan kisah semacam ini, sangat monoton. Namun pertanyaan terus menggelayut, apa sebenarnya hubungan Dr. Jekyll dan Tuan Hyde?

Dalam novel ini, Stevenson meletakkan dirinya murni sebagai penulis cerita. Artinya, penulisan novel memakai sudut pandang orang ketiga tahu segalanya. Dengan sudut pandang cerita seperti ini Stevenson harusnya bisa memaparkan setiap peristiwa dari berbagai sudut pandang tokoh yang berbeda. Sehingga pembangunan karakter tiap tokoh dengan perlahan bisa mengantar pembaca pada konflik cerita dengan berbagai perspektif. Namun yang ada hanya dominasi sudut pandang cerita dari Tuan Utterson.

Jika Stevenson memang tak "sanggup" menulis cerita dengan sudut pandang berbagai karakternya, akan lebih efisien jika Stevenson memakai sudut pandang orang pertama pelaku sampingan, seperti yang dilakukan oleh Conan Doyle yang memakai Watson sebagai penutur utama kisah Holmes. Tak perlu banyak menggambarkan karakter tokoh-tokoh yang tak terlalu berperan dalam cerita. Gaya penulisan tanggung ini membuat Stevenson seperti menulis ulang cerita yang dilaporkan melalui tulisan oleh Utterson. Cerita terasa kering karena Stevenson membuat cerita yang "dia tak mengalaminya sendiri". Penulis harusnya lebih berani dari awal memakai sudut pandang Utterson sebagai perspektif utama sehingga kisah yang diceritakan terkesan merupakan pengalaman penulis pribadi. Inilah ketidaktepatan penulis dalam menuturkan cerita, yang menurut saya, serba tanggung.

Kesan "strange case" memang bisa didapat setelah menyelesaikan membaca kisah ini. Dahaga pembaca akan jawaban dari sebuah keanehan yang tak lazim, dengan jelas disuguhkan di akhir cerita. Intinya, akhir novel ini tidak menggantung dan itu sebuah nilai yang positif mengingat pembaca memang digiring untuk selalu bertanya-tanya mengenai hubungan Dr. Jekyll dan Tuan Hyde.

Pembelajaran yang bisa didapat adalah sebuah nilai yang harus kita pegang, meskipun itu klise, bahwa kebaikan harus menang dari kejahatan. Manusia dianugrahi rasa ingin tahu yang besar, dan itu mendorong ilmuwan seperti Dr. Jekyll untuk melakukan percobaan-percobaan di luar batas kemanusiaan demi mencari "kebenaran". Apakah itu diperbolehkan? Silahkan renungkan sendiri setelah membaca novel ini.

Untuk sebuah novel, saya pikir konflik yang terjadi dalam cerita terlalu singkat, banyak kata dihabiskan hanya untuk deskripsi saja bukan untuk mempertegas konflik cerita. Akan lebih baik jika kisah ini dituturkan melalui cerita bersambung yang dimuat di surat kabar atau majalah mingguan daripada diterbitkan menjadi satu buku yang utuh. Artinya, cerita dalam novel ini tetap bernilai untuk dibaca tapi hanya sebatas selingan jika anda punya banyak waktu luang.

Nilai 2.5/5
namakuhiroko - 22/06/2012 03:20 PM
#1749

Judul Buku :Humaira, Ibunda Orang Beriman
Penulis :Kamran Pasha
Penerbit :Zaman
Tahun Terbit :2010

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Mendengar nama Humaira, orang Islam pasti langsung merujuk ke Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW. Memang benar, buku ini bercerita tentang Aisyah, yang pipinya bersemu merah sehingga Muhammad memberikan julukan Humairah kepadanya.

Quote:
Rasulullah berkata: “Dan kau akan menjadi Humairah-ku. Si Kecil dengan Wajah Bersemu Merah.”


Cerita ini ditulis seolah-olah dituturkan oleh Aisyah RA sendiri kepada keponakannya, Abdullah. Kisah bermula saat awal-awal masa kenabian Muhammad, masa-masa ketika pemeluk Islam masih ditindas oleh kafir Quraisy Mekkah. Di sini Aisyah masih digambarkan sebagai gadis kecil yang belum mengalami masa puber.

Suatu ketika, bersama ayahnya, Abu Bakar As Siddiq, Aisyah berjalan-jalan hingga mendekati Ka'bah. Di situ dia melihat Umar bin Khattab yang masih kafir menyiksa seorang Islam. Abu Bakar bermaksud melerai namun dia bukan tandingan Umar yang perkasa. Akhirnya Aisyah disuruh memanggil Hamzah oleh ayahnya. Perjalanan mencari Hamzah benar-benar siksaan lahir batin bagi Aisyah. Siksaan secara lahir karena Hamzah berada di tempat yang jauh untuk ditempuh anak gadis kecil sendirian. Siksaan secara batin karena dalam perjalanan Aisyah harus melihat adegan kekejaman siksaan orang kafir bernama Abu Jahal terhadap dua orang muslim.

Dan kisah berlanjut hingga kisah keberanian Aisyah yang menjadi "intel" alias bonek ketika mengintip pertemuan kaum kafir di Mekkah yang ternyata adalah pertemuan untuk menentukan algojo kematian Muhammad. Dari intipan itulah, Aisyah mulai mengenal sosok Hindun, wanita kejam yang kelak tega memakan jantung mayat Hamzah.

Peran Aisyah dalam Islam semakin besar ketika dia ditunjuk oleh Muhammad sendiri untuk menjadi pendamping hidupnya. Kebahagiaan dirasakan Aisyah, namun sifat cemburu terkadang mengalahkannya. Pasca kematian Khadijah, ternyata Muhammad mempraktikkan poligami, yang artinya, Aisyah harus berbagi kasih Muhammad dengan wanita lain. Dalam hal ini, penulis benar-benar mengupas sifat cemburu seorang wanita yang ternyata bisa ditekan oleh sifat lain, yaitu tanggung jawab. Aisyah memang tidak boleh menampakkan kecemburuan di luar rumah tangganya karena statusnya sebagai Ummul Mukminin atau ibunda umat Islam.

Tak hanya dari sisi Aisyah, peran wanita yang sangat menonjol pada masa permulaan Islam menjadi bahan cerita yang menarik. Terutama perang antara dualitas kebaikan dan keburukan, antara pribadi ummul mukminin dengan antagonis bernama Hindun. Diceritakan bahwa Hindun sangat "menguasai" pemimpin-pemimpin Quraisy sehingga dia dengan leluasa mengatur kebijakan politik Mekkah.

Ketika kemenangan Islam tiba dan umat Islam menaklukkan Mekkah, semua orang kafir diampuni termasuk Hindun. Di sanalah Hindun bertatap muka dengan Aisyah. Hindun mengucapkan sesuatu kepada Aisyah yang terasa seperti kutukan. Kutukan yang tampak menjadi kenyataan bagi Aisyah ketika huru-hara politik pasca kematian khalifah Usman mulai mengusik ketenangan hidupnya. Puncaknya ketika Aisyah harus melawan khalifah Ali RA karena suatu kesalahpahaman dan fitnah. Semua umat Islam tahu, tak ada yang menang dari perselisihan itu karena yang menang adalah pihak luar, yaitu Muawiyah.

Jelas sekali referensi utama penulis adalah hadis yang sudah umum diketahui oleh umat Islam. Namun deskripsi suasana dan pemilihan alur yang tepat menjadikan hadis-hadis itu menjadi kisah narasi yang enak dibaca. Hal ini didukung juga oleh kualitas terjemahan yang bagus. Suatu cara yang pas untuk melengkapi kisah sirah Nabi.

Novel ini wajib dibaca!
rate 4.5/5
anggivicious - 25/06/2012 08:30 AM
#1750
Menoreh Janji di Tanah Suci
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul : Menoreh Janji di Tanah Suci: Catatan Haji dan Umroh Pipiet Senja
Penulis : Pipiet Senja
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Terbit : Agustus 2011
Tebal : 247 hal.
Genre : Memoar

Perjalanan, kemana pun tujuannya, adalah perjalanan menuju diri sendiri. Pencarian makna diri dalam ruang dan waktu yang tak pernah sama. Mencari arti dibalik hakikat penciptaan dan segala hal yang menafsirkan ayat-ayat Tuhan. Perjalanan spiritual yang membutuhkan lebih dari sekedar kesadaran untuk jujur terhadap diri sendiri. Perjalanan menuju titik dasar dalam jiwa. Berbalut pada harap dan ridho Yang Maha Kuasa.

Perjalanan haji sebagai tingkatan ibadah tertinggi di Rukun Islam bagi sebagian orang hanyalah mimpi belaka. Ongkos Naik Haji yang cenderung naik setiap tahun belum lagi ditambah kondisi inflasi adalah satu tantangan. Belum lagi, situasi sosio-religius masyarakat kita yang cenderung menganggap berhaji adalah suatu kewajiban bagi mereka yang mampu secara materi.

Padahal, bila dikaji lebih dalam, kata ‘mampu’ ini ditafsirkan sebagai penegasan bahwa ‘mampu’ bukan lagi bermakna harfiah sekedar bisa mencukupi dalam hal materi saja. Kata ‘mampu’ disini berarti mampu secara jiwa dan ragawi, secara maknawi, untuk mengelola hati dan perasaan terutama dalam kesiapan memenuhi panggilan Allah SWT.

Berhaji adalah persimpangan antara ikhtiar, tawakkal, dan harapan. Segala makna peribadahan terkulminasi dalam ibadah haji. Keberserahan diri kepada Yang Maha Kuasa diuji di Tanah Para Nabi, Tanah Haram. Melalui berbagai kejadian yang tidak disengaja, akhirnya Allah SWT telah berkenan memanggil hambanya. Seorang penulis prolifik, Pipiet Senja, untuk memenuhi panggilanNya. Allah SWT telah memberikan karuniaNya kepada Pipiet Senja untuk mengalami suatu kebesaran atas namaNya.

Buku ini banyak bercerita tentang kejadian-kejadian yang dialami Pipiet Senja dalam perjalanannya ke Tanah Suci. Dua kali. Umroh dan haji. Ditulis dengan gaya yang santai membuat pembacaan buku ini tidak terkesan terlalu serius. Bahkan, dengan cara tersebut membuat pembaca lebih mudah untuk mengambil ibroh (pelajaran) dan hikmah dari cerita-cerita Pipiet Senja. Pembaca seakan diajak mengalami sendiri peristiwa-peristiwa di Tanah Suci. Mulai dari kekaguman penulis ketika pertama kali melihat Baitullah, merasakan susahnya masuk Raudhah, hingga rangkaian ibadah haji besar. Bermalam di Mina, wukuf di Arafah, sampai Tawaf Wada’.

Penuturan yang apa adanya khas Pipiet Senja membuat pembaca tidak akan kesulitan mencerna kisah-kisah dalam buku. Simak berbagai pengalaman yang didapat Pipiet Senja bersama rombongannya di Tanah Suci. Cerita-cerita seputar kelakuan jamaah haji Indonesia serta jamaah lainnya dari segenap penjuru dunia menjadi sajian tersendiri yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Bahkan, beberapa diantaranya akan membuat kita terperangah dan tidak jarang malah berkaca pada diri sendiri. Terutama, ketika Tanah Suci memberlakukan ayat “Sesungguhnya aku tergantung pada prasangka hambaKu”. Entah keajaiban atau kesialan bisa menghampiri sebegitu cepatnya.

Lebih jauh, Pipiet Senja mengajak pembaca untuk senantiasa mentafakkuri hikmah dibalik pengalaman yang didapatnya. Catatan yang lebih tepat disebut memoar ini memberikan gambaran bahwa sejatinya berhaji adalah bukan sekedar memenuhi panggilan Allah SWT, bukan sekedar unjuk kepunyaan materi, bukan sekedar ritual ibadah belaka. Berhaji adalah bukan perjalanan biasa. Dibutuhkan lebih dari sekedar iman untuk melaksanakannya. Kita akan dibuat lebih yakin akan kebesaran Allah SWT. Kita akan semakin yakin bahwa janji Allah SWT itu benar adanya. Keikhlasan, tawakkal, tawaddhu, dan kepasrahan, menyublim dalam wujud pengharapan pada Sang Maha Pencipta.

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan

Awalnya, saya menandai buku ini dalam daftar wishlist buku yang akan dibeli dan dibaca. Namun, keinginan untuk membacanya belum sebesar nafsu ingin menamatkan Nagabumi II. Saya memang punya keinginan untuk pergi umroh. Entah kapan. Tidaklah terlalu salah punya keinginan seperti itu. Toh, namanya juga ibadah. Hingga suatu saat saya tersadar bahwa saya juga merasakan hal yang sama seperti Pipiet Senja. Tepat ketika sahabat saya, Adit, berterus terang untuk berangkat umroh bersama ibundanya tengah bulan April kemarin. Akibatnya, saya merasa harus segera menamatkan pembacaan buku ini.

Selain itu juga, saya ingin mempunyai gambaran jelas tentang apa-apa saja yang harus dipersiapkan selama beribadah di Tanah Suci. Satu cara yang efektif yaitu dengan membaca memoar ini. Saya rasa tidak terlalu sulit bagi seorang penulis untuk menceritakan kembali pengalaman-pengalaman yang dialami disana. Akan mudah rasanya bagi saya untuk memahami semua itu melalui tulisan santai dan tidak melulu serius namun sarat akan makna, pengalaman, dan hikmah.

Harus saya akui bahwa karya yang kesekian dari Pipiet Senja ini adalah satu karunia untuk mengobati keringnya jiwa saya akhir-akhir ini. Buku ini adalah buku pertama yang berhasil membuat saya menitikkan air mata (tahun ini). Bulu roma saya merinding pada saat membaca halaman-halaman awal buku ini. Semua itu terjadi begitu saja di dalam bis yang membawa saya kembali ke Jakarta.

Saya bisa bayangkan keadaan yang digambarkan Pipiet Senja. Betapa keadaan beliau saat itu sangat tidak memungkinan untuk bisa memenuhi panggilan Allah SWT. Bahkan, berharap pun tidak. Tetapi, justru disitulah Allah SWT menunjukkan kebesaranNya. Tanpa disangka, takdir, harapan, dan keinginan bertemu di satu persimpangan atas nama nasib anak manusia.

Rasanya, ada banyak sentuhan emosional dalam proses penciptaan buku memoar ini. Sesuatu yang tadinya tidak akan pernah mungkin tiba-tiba bisa berubah menjadi suatu kenyataan, senyata-nyatanya. Pipiet Senja tidak pernah bermimpi dapat menunaikan ibadah umroh dan haji apalagi dengan dukungan finansial dari pihak-pihak yang tak terduga. Sebuah pelajaran berharga bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar. Bahwa rezeki kita masih 'nyangkut' di tangan-tangan yang Allah SWT kehendaki.

Membaca buku ini sama juga dengan menebalkan kembali keyakinan kita kepada Allah SWT. Allah SWT ingin memberi pelajaran bahwa janganlah sekali-kali berputus asa dari rahmatNya. Sebab, ketika saat itu tiba maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan. Wallahu’alam bis shawab.

Rate: 9/10 iloveindonesias
daninoviandi - 25/06/2012 10:34 AM
#1751
Oeroeg by Hella S. Haasse
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Oeroeg...

Cukup surprise liat buku ini di obralan gramedia. Judulnya Indonesia banget, tapi yang nulis kok namanya Belanda. Yaa, berhubung lagi diskon, walaupun gak bersegel dan tinggal satu-satunya, akhirnya diputuskan beli aja deh, lumayan Cuma 7,5k. Usut punya usut, Hella S. Haasse ini ternyata seorang Belanda yang lahir di Batavia, maka tak heran buku ini pun bercerita tentang anak Indonesia dan berseting di Indonesia pula.

Ya, Oeroeg adalah seorang anak Indonesia, namun yang membedakan ialah Oeroeg berteman karib dengan “aku”, tokoh yang sepanjang buku tidak disebutkan namanya. “Aku” ini adalah anak Belanda, namun seperti Haasse, dia dilahirkan di Indonesia, dan menghabiskan hidupnya sebagian besar di Indonesia pula. Pershabatan ini tentunya mendapat tentangan dari orangtua “aku”, perbedaan kasta antara Meneer Belanda dan seorang pribumi masih cukup besar di buku ini. Karena setting buku ini juga berada di sekitar tahun 40-an, ketika Belanda masih ada di Indonesia.

Cerita terjadi di sekitar Jawa Barat dan Batavia, juga di Sukabumi. Oeroeg dan “aku” berteman karena ayah Oeroeg adalah orang kepercayaan ayah “aku”. Hingga besar, mereka masih bersahabat, walaupun banyak perubahan-perubahan yang terjadi, namun tidak menghambat persahabatann mereka. Konflik-konflik yang terjadi diantara mereka semakin besar seiring mereka beranjak dewasa. Perbedaan kasta makin tercipta dan tersadari oleh mereka. Selain itu perubahan yang tidak terhindarkan ialah ambisi dan hasrat Oeroeg untuk menyejajarkan diri dengan anak-anak Belanda. Sedangkan “aku”mulai bimbang juga, dia yang kelahiran Indonesia tetapi harus dibeda-bedakan akibat negerinya yang telah menjajah Indonesia, sehingga ia tidak bisa mencintai tanah kelahirannya dengan sempurna, karena dibayangi ketakutan. Ya, dibandingkan Belanda, “aku” lebih mencintai Indonesia sebagai tanah kelahirannya.

Buku ini sebenarnya bikin capek, tidak ada pembagian bab, dan semua jadi satu. Berkisah tentang persahabatan dari kecil hingga beranjak dewasa, dengan dibumbui aroma kasta diantara lingkungan mereka. Boleh dibilang, ini merupakan curahan hati Haasse tentang negeri kelahirannya. Negeri yang tidak bisa ia cintai sepenuhnya karena kisah masa lalu antara Indonesia-Belanda. Dan dengan jeli, Haasse menuangkan kisah hidupnya dalam seorang bocah fiksi yang disebut “aku”.

Rate 4 dari 5 bintang cukup untuk buku ini, buku yang bikin surprise, ada kisah Indonesia yang diceritakan oleh orang asing
anggivicious - 26/06/2012 09:15 AM
#1752
[REVIEW] BH - Emha Ainun Nadjib
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Dalam dunia penulisan cerita pendek, nama Emha Ainun Nadjib memang jarang terdengar. Tidak seperti dalam bidang teatrikal, kepenulisan esai, maupun spiritual. Emha memang kurang produktif untuk menulis cerpen. Namun, justru dalam ketidakproduktifan seperti itu Emha mampu menyajikan cerpen-cerpen yang segar dan berbeda tanpa harus kehilangan ciri khas seorang Emha.

Ada 23 cerpen dalam kumpulan ini. Sepintas, kisah-kisah kehidupan yang diangkat oleh Emha ada miripnya dengan cerpen karya Seno Gumira Ajidarma (SGA). Entah karena keduanya sama-sama berlatar belakang Yogyakarta. Atau mungkin, keduanya berangkat dari tema dan sudut pandang yang sama untuk menuliskan kembali realita kehidupan dalam sebuah cerita pendek. Judul cerpen yang berani seperti Lelaki Ke-1000 di Ranjangku terdengar frontal seperti judul cerpen SGA, Matinya Seorang Penari Telanjang.

Emha, mengangkat isu-isu kehidupan sebagai tema untuk kebanyakan cerpennya. Beberapa malah menampilkan hal-hal yang masih tabu untuk ukuran masyarakat kita yang ketimuran ini. Ada yang berupa pengalaman tokoh-tokoh cerita dalam hubungannya dengan sesama manusia hingga hubungan dengan Tuhan. Bahkan, Emha mengangkat kembali fragmen dari kisah epik pewayangan dalam cerpennya yang berjudul Padang Kurusetra.

Membaca Emha tidak lengkap tanpa membaca sedikit jejak rekam kiprahnya sebagai sebagai budayawan. Semua cerpen di dalam buku ini hadir sebagai aktualisasi dan representasi wujud pesan yang ingin disampaikan oleh Emha kepada pembacanya. Bahwa, untuk memahami Tuhan, kita harus mampu membaca tanda-tanda yang diberikanNya melalui kehidupan ini. Suatu bentuk medium spiritualitas yang dikemas dengan cara yang berbeda.

Cerpen-cerpen yang terbit sejak tahun 1977 hingga 1982 ini tidak berhenti sampai disitu. Kesemuanya memiliki dimensi yang lebih luas bila dikaitkan dengan karya-karya Emha lainnya. Maka, jangan heran bila kisah-kisah yang dituturkan Emha memiliki hubungan dengan isi dan pesan dari kumpulan-kumpulan esainya yang terbaru. Sebut saja, Slilit Sang Kiai; Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki; Jejak Tinju Pak Kiai; dan Demokrasi La Roiba Fih.

Sangat sulit untuk mendeskripsikan Emha Ainun Nadjib yang lebih dahulu dikenal sebagai penyair, penulis naskah drama, dan penulis novel. Melalui kumpulan cerpen ini, pembaca diajak menyelami lebih dalam tentang sosok dan karakter Emha. Emha membawa kita pada suatu pengembaraan imajinasi untuk menggapai Tuhan justru dalam realitas kehidupan yang sering kita jumpai sehari-hari.

Judul : BH: Kumpulan Cerpen Emha Ainun Nadjib
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tahun : 2005
Tebal : 246 hal.
Genre : Kumpulan Cerpen

Untuk buku ini saya beri rating 9/10. Cerpen-cerpen dalam BH harus dipahami dalam konteks sosio-metaforisnya sehingga pemaknaan akan pesan-pesan didalamnya lebih mudah dimengerti.
aztecclan - 26/06/2012 09:49 AM
#1753
Review buku : RAMASHITA, LEGENDA MASA DEPAN
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Ramashita, Legenda Masa Depan
Ilustrasi : Yan Mintaraga
Penerbit : PT Gramedia
Produksi : Dunia Fantasi
Tahun terbit : 1994

Modern, seksi, namun klasik. Tiga kata itulah yang akan terlintas dalam pikiran setelah membaca komik ilustratif ini. Dengan secuil cerita dari buku kuno yang legendaris, Ramayana oleh Empu Walmiki, komik ini dibuat seringkas mungkin untuk menceritakan kisah kesetiaan wanita pada suaminya. Wanita itu adalah Shita, istri dari Ramawijaya. Rama adalah putra mahkota kerajaan Ayodyapala yang tampan, kuat, dan ahli bertarung. Shita sendiri adalah wanita yang terkenal cantik dan diduga merupakan titisan seorang dewi bernama Dewi Widawati.

Alkisah, karena suatu hal, Rama harus menjalani pembuangan di hutan Dandaka. Selama masa pembuangannya, Rama di ditemani oleh istrinya, Shita, dan Laksamana, adik Rama. Di hutan inilah cobaan terjadi, Shita diculik oleh Rahwana, raja kerajaan Alengka yang sakti dan dikabarkan tidak bisa mati. Dengan bantuan kera putih yang sakti bernama Hanoman, Rama pun berhasil mendapatkan kembali Shita dari tangan Rahwana. Namun cerita tidak berhenti di sini. Shita, yang sudah sepuluh tahun ditawan oleh Rahwana, masih harus membuktikan kesuciannya kepada Rama. Di sini lah kesetiaan Shita sebagai seorang istri diuji. Bagaimanakah cara Shita untuk membuktikan kesetiaannya?

Kisah klasik dalam pewayangan yang penuh makna ini benar-benar sukses digambarkan oleh Yan Mintaraga dengan cukup jelas dan ringkas. Apalagi dengan pemilihan latar waktu masa depan, kisah ini jadi terlihat tidak jadul. Jangan bayangkan kerajaan Ayodyapala dan Alengka penuh dengan candi. Alih-alih candi, kedua kerajaan itu digambarkan sebagai kota masa depan yang sangat modern, dengan gedung-gedung tinggi beraksen futuristik berwarna coklat metalik. Belum lagi senjata-senjata yang dipakai, bukan keris atau godam yang ada tapi justru semacam senjata laser dengan laras panjang (walaupun diceritakan bahwa untuk mendapatkannya harus dengan bersemadi p). Dari sisi ini, Mintaraga mampu memberi gambaran yang berbeda dari kisah Ramayana yang sudah umum, namun tetap tidak meninggalkan kesan klasik ceritanya.

Cover depan komik ini lebih mirip cover komik atau film superhero amerika jaman dulu dengan aksen futuristik. Mungkin karena dulu memang sudah jamannya komik-komik hero macam spiderman sedangkan komik jepang belum terlalu booming di Indonesia. Sesuai dengan kebiasaan dari karya Yan Mintaraga, gambar-gambar wanita di komik ini dibuat cukup seksi dan sensual. Hal ini agak kurang cocok apalagi bila komik ini sebenarnya ditujukan untuk pembaca dari kalangan anak-anak. Beberapa adegan juga masih banyak yang menyisakan tanda tanya dan nggak jelas maksudnya apa. Contoh keanehannya adalah mengapa Laksamana harus ikut-ikut Rama dibuang di hutan?, siapakah Hanoman kok tiba-tiba muncul begitu saja?, dan ketidakjelasan yang lain.

Lepas dari beberapa kekurangannya, saya tetap menilai komik ini patut dibaca. Apalagi bagi yang ingin tahu kisah Ramayana sambil santai makan kacang, cocoklah untuk ditemani oleh komik ini. Hanya satu yang saya sarankan, jangan beli/cari buku ini di toko-toko buku, kemungkinan nggak akan ketemu karena sepertinya sudah tidak terbit lagi. Carilah di toko buku antik atau malah di toko buku bekas. D

Rate : 4/5

Quote:
Note :
1. komik ini diproduksi oleh Dufan dan arenanya memang ada di dufan sebelum akhirnya mengalami kebakaran.
2. Penawaran terakhir yang dicek di toko online, buku ini berharga 100rb Yb
KRS1 - 27/06/2012 03:25 PM
#1754
The Book With No Name
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Judul: The Book With No Name
Penulis: anonymous
Penerjemah: M. Baihaqqi
Penerbit: Kantera
Jumlah Halaman: 494
ISBN: 9786029837742


Membaca buku The Book with No Name akan membuat Anda merinding. Begitu banyak pembunuh bayaran, penjahat, polisi yang tak berkuasa, dan vampire. Santa Mondega, adalah sebuah kota yang dihapus dari peta, berpenghunikan penjahat yang kerap bermabuk-mabukan di bar. Setiap lima tahun sekali di sana akan berlangsung gerhana bulan, dan ada sebuah batu misteri, Mata Rembulan, yang memiliki keajaiban dan diburu oleh penjahat-penjahat di Santa Mondega setelah sebelumnya dicuri dari biara Hubal.
Lima tahun yang lalu, seorang yang dipanggil Bocah Bourbon membuat heboh Santa Mondega dengan membunuh banyak penduduk, dengan melakukannya setelah meminum segelas bourbon di bar. Dan pada saat ini, menjelang peristiwa gerhana bulan tersebut, pembunuhan demi pembunuhan terjadi, dan diduga oleh Bocah Bourbon. Detektif Miles Jensen diutus oleh pemerintah, mendapat partner detektif Sommers, polisi lokal Santa Mondega untuk menyelesaikan misteri ini.
Dari pelacakan detektif Jensen, didapatkan titik temu para korban yaitu bahwa sebelumnya mereka telah meminjam sebuah buku tanpa judul dan tanpa nama di perpustakaan kota. Berkejaran dengan waktu, ia berusaha mencari seorang wanita yang baru saja meminjam buku tersebut. Apa kaitan buku tersebut dengan pembunuhan-pembunuhan yang belakangan terjadi?
Buku ini bisa dibilang bisa membuat saya berdebar-debar. Ketegangan sering muncul di kala membaca lembaran demi lembarannya. Apalagi dengan berganti-ganti latar dalam buku ini setiap pergantian bab membuat saya tambah penasaran tentang klimaks apa lagi yang akan muncul. Dan semakin dalam saya membaca misteri yang belum terungkap masih menunjukkan kegelapannya. Baru diakhir-akhir bab, rasa penasaran terpuaskan. Peralihanbahasanya pun menurut saya sudah sangat bagus sehingga lancar dalam proses membacanya. Ditambah lagi, nama pengarangnya tidak disebutkan, dan menggunakan nama alias. Bagi yang suka cerita kriminal dan dunia paranormal, pasti akan menyukai buku ini.
CSdnadychi - 27/06/2012 04:05 PM
#1755

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul buku: Supernova, kesatria, putri, dan bintang jatuh

Pengarang: Dee

Penerbit : Bentang Pustaka

Quote:

Dhimas dan Ruben adalah dua orang mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di negeri Paman Sam. Dhimas kuliah di Goerge Washinton University, dan Ruben di John Hopkins Medical School. Mereka bertemu dalam suatu pesta yang meriah, yang diadakan oleh perkumpulan mahasiswa yang bersekolah di Amrik. Pertama kali bertemu mereke terlibat dalam percakapan yang saling menyudutkan satu samalain, hal tersebut dikarenakan oleh latar belakang mereka, Dhimas berasal dari kalangan The have, sedangkan Ruben, mahasiswa beasiswa. Tetapi setelah Ruben mencoba serotonin, mereka menjadi akrab membincangkan permasalahan iptek, saint, sampai acara buka-bukaan bahwa Ruben adalah seorang gay. Ternyata tak disangka-sangka bahwa Dhimas juga adalah seorang gay. Maka jadilah mereka sepasang kekasih, meskipun mereka tidak pernah serumah dalam satu apartemen. Bila ditanya mereka menjawab supaya bisa tetap kangen, tetap butuh usaha bila ingin bertemu satu sama lainnya. Dalam pertemuan di pesta tersebut mereka telah berikrar akan membuat satu karya. Satu masterpiece. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan hati banyak orang.


Ini buku kedua karangan Dee yang kubaca setelah Madre. Awal akubaca cerita ini, sebenarnya, aku rada-rada gimana karena di bagian awal langsung menampilkan dua tokoh laki-laki yang ternyata sepasang kekasih. Yah..., dahi berkerut karena menampilkan dua orang tokoh ini sebagai tokoh utama. Namun, setelah baca kelanjutannya...

Nggak disangka, ceritanya bener-bener bagus!! malu:

Awal aku kira, di dalam buku ini mengisahkan mengenai kisah cinta sesama jenis yang... bisa dibilang begitulah ._.
Tapi Dee ternyata menyajikannya dalam bentuk lain. Aku paling suka ketika Reuben dan Dimas saling bersilang pendapat atau berdiskusi mengenai pemikiran-pemikiran mereka. Ini membuatku jadi berpikir pula mengenai suatu hal tersebut. malu:/
Novel ini nggak hanya sebatas bercerita mengenai sebuah 'cerita' tetapi membahas pula mengenai konteks yang lain. Aku jadi berpikir, ini buku kok mirip kek buku filosofi hammers

Pertentangan-pertentangan antara nilai serta norma yang berlaku di masyarakat, kemudian mengenai pemikiran setiap tokoh yang bisa dibilang seperti mempertanyakan dunia ini. Namun, tidak lupa bumbu romantisme yang tidka terkesan berlebihan tapi tetep enak untuk dibaca. I Like it malu:

Rate 5/5 untuk Supernova 1 D/

-------------------------------
Habis ujian beli tiga buku yang lain deh ngacir:
after_dark - 27/06/2012 08:27 PM
#1756

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Judul: Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Jumlah Halaman: 220
Penerbit: Galang Press

Ketika mandi, sambil gosok gosok badan pakai sabun, ditambah ngunyel nguyel rambut pakai sampo , tentunya sangat asik kalau disambi menyanyikan sebuah lagu, tak peduli apakah suaranya jelek kaya tikus nying nying, atau semerdu penyanyi penyanyi di atas panggung Broadway. Menyanyi di kamar mandi, mempunyai kenikmatan tersendiri sebab kau bisa menyanyi lagu apa pun, dan kalau kau cukup kreatif dan punya imajinasi yang tingi, maka kau bisa berpura pura menjadikan sikat WC menjadi mik, dan gemericik air keran ialah suara gemuruh ribuan penonton. Masuklah ke dunia impian tanpa batas, ketika dinding dinding kamar mandi menjadi hilang, dan kau serasa di atas panggung yang megah. Kau menyanyi sedemikian khidmat, meliuk liuk, geol kanan geol kiri, dan lupa belaka kalau sebenarnya sedang mandi, telanjang bulat pula. Begitulah sensasi menyanyi di kamar mandi. Semua orang pernah melakukannya.

Tak terkecuali Sophie. Ia gemar menyanyi di kamar mandi. Seharusnya hal itu tidak menjadi masalah besar, seandainya tidak ada bapak bapak mesum penghuni kompleks tempat ia mengontrak. Bapak bapak itu sering mencuri dengar nyanyian Sophie ketika ia mandi. Hal itu juga sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah, seandainya istri istri bapak bapak mesum tersebut tidak meradang, lantas lapor ketua RT minta agar Sophie diusir. Ketua RT jadi lumayan bingung. Apakah ia harus menuruti permintaan ibu ibu pencemburu itu, atau sebaliknya?
Carilah jawabannya dalam cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, yang ada dalam buku kumpulan cerpen dengan judul yang sama karangan Seno Gumira Ajidarma. Ada dua pelajaran yang bisa saya tangkap setelah membaca cerita ini, yaitu pertama bahwasanya pornografi itu tidak berhubungan dengan panca indra, melainkan dengan otak. Kalau ditanggapi dengan biasa saja, denger orang mendesah Oh Yes Oh No, tidak akan jadi horny. Tapi kalau sudah mesum, kambing tetangga lagi berjemur pun, langsung main tindih aja pastinya.
Pelajaran yang kedua ialah, seorang istri harus bisa menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bahenol dan seksi sehingga suaminya tidak gampang tergoda kambing tetangga.

Cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi merupakan cerita terpanjang yang ada di dalam buku, dan ada dua versi pula. Versi pertama merupakan adaptasi dari naskah film, sedang yang kedua dalam bentuk cerpen sebagaimana biasa.
Kemudian ada pula cerpen cerpen lainnya yang tidak kalah ajaibnya sebagai sebuah cerita yang kaya akan pesan pesan dan kritik sosial, dan tak lupa; cinta. Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh misalnya, bercerita tentang seorang laki laki yang cinta mati kepada seorang pelacur, dan ingin menjadikannya seorang istri. Atau cerita Duduk Di Depan Jendela, kisah tentang seorang perempuan yang terkenang masa lalunya ketika sedang duduk di depan jendela. Saya harus menunggu sampai ending untuk kemudian mengetahui betapa dahsyatnya kisah cinta ini, meski tidak dituliskan dengan gamblang. Saya harus menebak nebak sendiri. Itu juga kalau tebakan saya betul. D
Segitiga Emas ialah sebuah kisah tentang pagelaran wayang yang ternyata berubah menjadi bencana. Sebuah kritik sosial yang disampaikan dengan gaya surealis dan cenderung tidak masuk akal.
Dan masih banyak lagi cerpen cerpen yang layak untuk dibaca.

Pada akhirnya buku Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi ialah sebuah kendaraan untuk menyinggahi permasalahan permasalahan yang terjadi di sekeliling kita. Barangkali buku ini ditulis bertahun tahun yang lalu, tapi nyatanya ada beberapa isu sosial yang masih relevan dengan apa yang terjadi saat ini. Bangsa ini, dalam beberapa hal, belum banyak berubah ternyata.
rating 3 dari 5
komet795 - 29/06/2012 05:05 PM
#1757
Dua Sisi Susi
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Dua Sisi Susi
Penulis : Donatus A. Nugroho dkk
Penerbit : Nikko Publishing
Tahun Terbit : 2012
Rate : 3/5

Yang Terlihat Baik, Belum Tentu Baik

Yap! Setuju kan dengan statement di atas? Seorang perempuan yang sekilas terlihat pendiam ternyata bisa tega membunuh siapa saja. Atau seorang anak yang selama 20 tahun disiksa ayahnya selau diam dan tidak melawan namun pada akhirnya ternyata ia mampu berontak dan kemudian membunuh ayahnya sendiri?

Jangan salah, ini kumcer lho. Temanya tentang seorang Susi yang mempunyai sisi hitam dan putih. Ya, di buku ini terdapat 21 cerita dari 21 penulis muda dan berbakat. Masing-masing penulis menggunakan nama Susi sebagai tokoh utama di setiap ceritanya. Ada yang menceritakan Susi dengan grup bandnya yang rela membunuh temannya sendiri demi menjadi vokalis di band itu. Atau Susi yang setiap hari hanya mengintip dari lubang kunci pintu, memastikan anaknya sudah makan atau belum (ia tidak bisa melakukan dengan normal selayaknya para ibu lain karena dia ternyata sudah jadi kunti). Atau Susi yang suka petualangan dengan hantu sampai suatu saat dimintai tolong oleh sang hantu untuk mengungkap kasus kematian sebenarnya si hantu tersebut. Satu tema, banyak cerita. Meskipun begitu, setiap cerita dalam buku ini punya keunikan tersendiri yang selalu membuat saya berdecak kagum. Dijamin tidak akan membosankan. Selain itu juga di beberapa cerita juga dituliskan hal-hal semacam klenik di beberapa daerah di Indonesia.


Dan seperti khas cerita misteri lainnya, terkadang ending cerita membuat pembaca berpikir dan meraba-raba sendiri maksud dari cerita itu. Walaupun ada juga beberapa cerita yang sangat mudah ditebak akhir ceritanya. Ada juga penulis yang menceritakan suatu proses kematian dengan detail. Seperti mendeskripsikan bagaimana pisaunya menembus organ tubuhnya sehingga kemudian mengeluarkan cairan kental berwarna merah yang berbau anyir. Tapi ada juga yang hanya sekelebatan menceritakan adegan pembunuhan. Overall, ceritanya oke dan cocok buat Anda yang suka horror, thriller, misteri. Bacaan ringan pengantar tidur. Hohohoho.

Terlepas dari cover, kertas, dan penjilidannya yang gak banget (lembarannya mudah lepas). Saya kasih 3 bintang untuk antologi ini. Untuk penulisnya yang imajinatif, untuk informasi tentang kleniknya, untuk ketegangan yang sukses saya rasakan saat saya membacanya.



P.S : Kalau Anda ingin lebih merasuk ke dalam ceritanya, buku ini sebaiknya dibaca pada malam hari yang sepi. Tapi dibaca saat jam istirahat di kantor pun tetap bisa terasa hawa mistisnya kok.
ramundro - 29/06/2012 05:39 PM
#1758

SRC 2012 Bulan Juni
Judul : Speaking In Tounges (Lidah Tak Bertulang)
Penulis : Jeffery Deaver
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit : 2008 (Versi asli 1999)
Kategori : Fiksi, Fantasi

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Mulutmu harimaumu. Nampaknya ungkapan inilah yang ingin dijelaskan Jeffery Deaver melalui Speaking In Tounges. Dengan memperlihatkan kelihaian sang antagonis dalam berbicara, Deaver seakan ingin meyakinkan pembaca bahwa orang bisa melakukan apa saja dan mendapatkan apa ang dia inginkan hanya dengan berbicara. Sepanjang cerita, berbagai macam penggunaan kehalian berbicara ini diperlihatkan dengan sangat gamblang. Mulai dari menghancurkan rumah tangga sang tokoh utama, menculik, mengelabui pihak kepolisian, bahkan hingga FBI.

Seperti karya-karya Jeffery Deaver yang lainnya, alur cerita dalam novel ini sulit ditebak. Jika dalam paragraf sebelumnya Deaver menggambarkan seolah-olah cerita akan berakhir, maka di paragraf selanjutnya, pembaca hanya bisa mendengus kecewa sekaligus jengkel dan penasaran, karena daftar spekulasi yang belum terpecahkan akan bertambah. Dan jika tidak ingin mati penasaran, pembaca harus menyelesaikan buku ini sampai akhir. Karena semua pertanyaan akan terjawab di lembar-lembar terakhir.

Sekalipun cerita ini menggunakan alur maju, flashback menjadi andalan Deaver dalam mengungkap fakta-fakta yang tersembunyi, termasuk motif penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh penjahat kita ini. Jika dibandingkan, perbandingan antara cerita utama dan flashback bisa mencapai 50 : 50. Namun begitu, memang hanya itu satu-satunya jalan tercepat untuk mengungkap fakta yang ada.

Sedikit catatan, buku ini sarat akan cerita-cerita yang menggambarkan kekerasan, seperti pembunuhan,penyiksaan, dan lain-lain. Juga kalimat-kalimat yang harusnya hanya boleh dikonsumsi oleh orang-orang dewasa (tentang Seks dan kata-kata pengumbar nafsu lainnya). Untuk itu, sebaiknya buku ini dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Dan jika sakit berlanjut, hubungi dokter. #loh.

Rate untuk novel ini 6/10.
Juice.Cabai - 30/06/2012 10:56 AM
#1759
SRC 2012 - Juni
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul : Selimut Debu
Penulis : Agustinus Wibowo
Penerbit : Gramedia
Halaman : 461 Halaman

Disini semua mahal. Yang murah cuma satu: nyawa manusia.

Itulah sepenggal kalimat pembuka yang ada di cover buku setebal 461 halaman. Apa yang kali pertama terlintas dalam otak jika mendengar nama Afganistan? Taliban? Negara penghasil opium terbesar? Ataukah negeri perang dengan wanita tertutup burqa? Afghanistan bukan hanya sekedar itu.

Saya mengenal Afghanistan hanya sebatas informasi dari televisi maupun internet. Afghanistan mulai terkenal ketika Amerika Serikat menyerang Taliban atas tuduhan serangan 9/11. Sejak itu, Afghanistan identik dengan pertempuran, kemiskinan, dan keterbelakangan. Namun, Afghanistan bukan hanya sekedar itu.

Agustinus Wibowo menjelajah Afghanistan, sebuah negara yang tidak populer di kalangan backpacker maupun traveller. Namun Agustinus Wibowo justru menikmati perjalanannya. Afghanistan, negara di Asia Tengah yang berada di antara negara-negara pecahan Rusia yang berakhiran stan seperti Tajikistan, Turkmenistan, Pakistan dan stan-stan yang lain. Afghanistan, negeri yang penuh ironi. Perang melanda, selimut debu membungkus, ranjau mengancam, tetapi masih ada tawa bahagia di tengah kerontangnya padang ketika para penjinak ranjau kegirangan menemukan ranjau. Ranjau memang masih tersebar di negeri ini. Tidak sedikit rakyat Afghanistan terkena dampaknya yang menjadikannya negara dengan penyandang cacat terbesar di dunia.

Kemewahan bangunan di Kabul kontras dengan jalan becek dan hancur berlimbah lumpur di hadapannya. Sebuah kontras yang mewarnai negeri. Lebih jauh ke pedalaman Afghanistan, Agustinus menemukan wanita-wanita dalam pakaian warna-warni bebas melakukan aktifitas tanpa burqa.

Dalam buku ini, Agustinus mengajak kita berkelana menyusuri sisa-sisa kejayaan agama budha di Bamiyan, menyelami karakter penduduk Afghanistan yang multietnis, meminum teh cara Persia, menginap di samovar, bertemu wanita-wanita "tanpa identitas" dalam balutan burqa, menengok industri senjata yang menjadi industri rumahan hingga bermain dengan selonsong peluru. Sebagian besar penduduk Afghanistan sangat menghormati musafir. Mereka tetap memuliakan tamu meski hidup dalam keterbatasan. Memang sih, tidak selalu mulus penjelajahan Agustinus Wibowo. Dari kekurangan uang, kecopetan, percobaan pelecehan, transportasi yang susah nan mahal, hingga birokrasi yang njelimet. Namun, itulah seni berpetualang dan mengekplorasi.

Buku ini dilengkapi dengan peta Afghanistan agar pembaca bisa mengikuti alur perjalanan, tidak dengan mengandalkan imajinasi belaka. Beberapa foto membenarkan keindahan yang telah dituliskan Agustinus Wibowo. Sungguh negeri yang cantik. Benar, Agustinus Wibowo bukanlah seorang backpacker, melainkan explorer. Seperti yang tertulis pada kata pengantar di awal buku.


Rate: 4.5/5
Evangeline - 30/06/2012 08:51 PM
#1760
Review Buku SRC : Juni 2012
Book Review: Shanghai Baby
Pengarang: Wei Hui

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Ketertarikan Saya untuk membaca novel Shanghai Baby karya Wei Hui ini sedikit banyak dipengaruhi oleh kontroversi seputar novel yang bersangkutan. Novel ini dicekal oleh pemerintah Cina karena dinilai memiliki unsur pemujaan berlebihan terhadap kebudayaan barat dan mengandung unsur seksual yang vulgar dan tidak layak disuguhkan kepada publik. Sebaliknya, pencekalan tersebut berakibat meledaknya novel ini di luar negeri dan segera menjadi best-seller di seluruh dunia.

Shanghai Baby sendiri merupakan novel semi otobiografi penulisnya yang bercerita mengenai kehidupan seorang Nikki alias Coco, seorang penulis berusia 25 tahun yang sedang berjuang untuk menjadi penulis terkenal. Coco memiliki segala karakteristik dari generasi baru Cina yang narsis, hedon, liberal, dan penuh hasrat. "Kebebasan" Coco inilah yang nantinya akan menimbulkan culture clash dalam kehidupannya, terutama dalam cinta dan hal-hal yang taboo.

Saat bekerja menjadi pelayan, Coco jatuh cinta kepada seorang seniman impoten yang bernama Tian Tian dan kemudian keduanya tinggal bersama meskipun ditentang oleh ibu Tian Tian. Hubungan ini lalu mulai menjadi rumit dengan keterlibatan Tian Tian dengan obat-obatan terlarang yang membuat Coco frustasi.

Coco kemudian berselingkuh dengan Mark, pebisnis berkebangsaan Jerman yang sudah menikah. Tidak hanya karena Mark sudah menikah, hubungan ini jadi sangat "terlarang" karena memiliki hubungan cinta dengan orang asing dianggap taboo dalam masyarakat Cina pada saat itu.

Penggambaran provokatif Wei Hui mengenai pria, wanita, dan transisi budaya di Shanghai diperkuat dengan latar belakang kota Shanghai yang tengah mengalami perubahan menuju modernitas. Novel ini juga memberikan alternatif perjalanan wisata kota Shanghai sampai ke jalan-jalan belakangnya yang gelap namun mendebarkan.

Sayangnya, berbanding terbalik dengan hubungan asmara Coco yang telah berkali-kali mencapai klimaks, Saya tidak menemukan adanya klimaks dalam novel ini. Alur ceritanya datar dari awal sampai akhir. "Kenakalan" generasi muda Shanghai yang ditawarkan dan menjadi kontroversi pun tidak membuat Saya tersentuh. Sebaliknya, Saya malah merasa buku ini sangat over-rated. Meskipun begitu, jika Anda tertarik dengan novel mengenai bentrokan budaya, terutama antara Timur dan Barat, maka novel ini mungkin akan dapat sedikit menjadi pilihan.


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Page 88 of 105 | ‹ First  < 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu