BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 89 of 105 | ‹ First  < 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 >  Last ›

kikkyo - 30/06/2012 11:32 PM
#1761

The Evernight Series

1. Evernight
Spoiler for evernight
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

2. Stargazer
Spoiler for stargazer
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


3. Hourglass
Spoiler for hourglass
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


4. Afterlife
Spoiler for afterlife
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Review versi ane:
Novel-novel ini besetting disekolah khusus vampir yg bernama Evernight . Menceritakan perjuangan cinta Bianca dan Lucas . Bianca merupakan anak dari pasangan vampir sedangkan Lucas merupakan anggota dari Salib Hitam . Walau banyak perbedaan yang membuat mereka tidak boleh bersama tapi mereka selalu hadapi dengan keyakinan dan kepercayaan . Ending dari novel ini sangat tidak terduga . Ngga kalah romantis dengan novel Twilight :thumbup

oiya denger-denger ini novel mau dibikin film . wajib nonton nih

rating 3/5 wkwk
alietha - 01/07/2012 12:03 AM
#1762
SRC JUNI 2012 - SENJA BERSAMA ROSIE
Spoiler for Cover
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul : Senja Bersama Rosie a.ka Sunset with Rosie
Penulis : Darwis (Tere Liye)
Penerbit : Grafidia / Mahaka Publishing
Rate : 2,5 / 5

Novel ini terbit pertama kali pada tahun 2008 dengan judul Senja Bersama Rossie dan sekarang lebih dikenal dgn judul Sunset With Rosie. Walaupun berganti judul, tapi saya rasa ceritanya masih sama. Hanya ada pergantian nama tokoh.
Cerita berawal dari kisah segitiga antara Tegar (a.ka Karang), Rossie dan Dani (a.ka Nathan). Tegar dan Rosie berteman sejak kecil. Yah, seperti pepatah jawa, "witing tresno jalaran soko kulino" diam-diam Tegar mulai menyukai Rosie. Namun ketika Tegar hendak menyatakan cinta kepada Rosie, ternyata Rosie telah menerima cinta Dani. Hingga akhirnya mereka pun menikah.
Tegar sendiri memilih untuk meninggalkan kehidupan mereka dan memulai hidup baru di Jakarta. Namun, seiring dengan waktu dan berkat kehadiran Sekar dalam hidupnya, Tegar pun mulai berdamai dengan keadaan. Pelan-pelan dia mulai menghapus rasa sakit hatinya dan kembali menjalin persahabatan dengan Rosie dan Dani.
Lalu datangnya peristiwa Bom Bali. Pada saat itu Dani dan Rosie hendak merayakan ulang tahun pernikahannya. Tapi yang terjadi, justru Dani menjadi salah satu korban bom bali. Cerita jadi mengharu biru ketika Rosie menjadi gila karena kehilangan Dani. Sedangkan Tegar rela menunda pertunangannya dengan Sekar hanya untuk mendampingi Rosie dan keempat putrinya.
Tak hanya sebulan dua bulan Sekar menunggu kedatangan Tegar untuk melamarnya. Keadaan Rosie yang tak kunjung sembuh membuat Tegar memilih untuk tetap tinggal di Gili. Butuh waktu hampir 2 tahun untuk Rosie sembuh dan menerima kenyataan bahwa Dani telah meninggal.
Lalu apakah Tegar kembali ke Jakarta dan melamar Sekar setelah Rosie sembuh?
Cerita belum berakhir sampai disini. Sebelum Tegar kembali, nenek Rosie sempat menceritakan sebuah rahasia, bahwa sebenarnya Rosie juga mencintai Tegar. Bahkan Rosie sempat berfikir untuk membatalkan pernikahannya dengan Dani.
Well, siapa yang akhirnya dipilih Tegar? Apakah dia memilih seseorang yang dicintainya atau wanita yang menyembuhkan rasa sakit hatinya? Silakan dibaca sendiri yah p

Berbeda dengan novel Tereliye sebelumnya, yg biasanya berisi ttg cerita anak-anak, motivasi, novel ini cenderung ke arah romantisme yg mengharu biru. Bikin saya mangkel, nangis dan kata orang jawa sih "gregeten". Tapi sayangnya, ketika saya membaca novel ini, saya sering dilanda kebosanan. Cerita tentang anak-anak Rosie membuat saya kurang tertarik. Apalagi mereka terlihat lebih dewasa bagi seumuran mereka. Yang cukup menarik dari novel ini adalah setting lokasinya, yaitu di Gili. Darwis dapat menceritakan keadaan lokasi dengan baik.


Zuko99 - 01/07/2012 12:10 AM
#1763
SRC Juni 2012
Judul Buku : Sebelas Patriot
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Rate 4.5/5

Kurenungkan sebentar, bahwa cinta bagi kebanyakan perempuan adalah dedikasi dalam waktu yang lama, tuntutan yang tak ada habis-habisnya sepanjang hayat, dan semua pengorbanan itu tidak jarang berakhir dengan kekecewaan yang besar. Demikian kesimpulanku atas jawaban Adriana. Bagi perempuan ini, mencintai sepak bola adalah seluruh antitesis dari susahnya mencintai manusia. Sungguh mengesankan.

Buku ini adalah persembahan Andrea hirata untuk Ayahnya, untuk PSSI, dan untuk Rakyat Indonesia. Buku tipis ini ringan, tapi menantang, kocak tapi bijak. Ketika membaca beberapa novel, sering saya berkali-kali melihat sisa tebal buku yang saya baca, mengira-ngira, berapa halaman lagi cerita dalam buku selesai. Tapi anehnya tidak demikian, ketika membaca buku ini. Hanyut dengan kisah Ikal yang ingin meneruskan cita-cita Ayahnya menjadi pemain PSSI, tidak terpikir bagaimana kisah akhirnya.

Adalah Ayah Ikal, sang mantan pemain bola dari tim parit tambang yang merupakan pemain sayap kiri dalam timnya. Seorang yang ketika bermain bola larinya seperti menjangan, sprint jarak pendeknya tak terkalahkan, dan kuda-kudanya teguh sehingga tak mungkin di tackle untuk dijegal. Tapi sayangnya Ayah Ikal adalah pemain sepak bola jaman Belanda. Ketika itu, tim pribumi harus selalu kalah, mengalah atau berpura-pura kalah dari tim sepak bola Belanda. Suatu kali, Ayah Ikal tetap bermain, tanpa mengalah kepada Tim sepak bola Belanda. Karena bagi mereka (Ayah Ikal dan timnya), sepak bola adalah kegembiraan satu-satunya. Karena mereka tahu, sepak bola berarti bagi rakyat jelata yang mendukung mereka. Lapangan bola adalah medan pertempuran untuk melawan penjajah. Kali itu mereka tidak mau mengalah, maka itu menjadi permainan sepak bola terakhir baginya. Dan Ikal, yang meresapi perjuangan sang Ayah, merasa berkewajiban meneruskan cita-cita Ayahnya menjadi pemain sepakbola nasional. Berjuanglah ia meneruskan posisi Ayahnya menjadi pemain sayap kiri.

Aku makin kerajingan dengan sepak bola. Jika mengaji di masjid, rasanya tak sabar ingin cepat selesai, agar bisa segera kabur ke lapangan bola. Huruf-huruf Arab yang berbentuk bulat-bulat kulihat seperti bola. Pintu masjid menjadi gawang. Jika mencium tangan Wak Haji usai mengaji, aku meliuk di depannya seperti striker mau mengecoh penjaga gawang, dia dongkol.

Buku ini komplit, hampir semua isu kehidupan ada di dalamnya-filosofi hidup dan sepak bola, cinta tanah air, perjuangan serta cinta seorang anak kepada Ayahnya, pertemanan dan hiburan. Kita akan menitikkan air mata ketika membacanya, karna haru, juga karna tertawa. Buku ini wajib dibaca kawan. Kalau ditanya kenapa ratenya 'hanya' 4,5 padahal saya sebegitu menyanjungnya maka, sisa yang 0,5 itu adalah milik spasi 1,5 dan fontnya yang berukuran 12, tapi berakhir di halaman 101. Yap buku ini tipis, keterlaluan tipisnya. Ketika berkesempatan bertanya kepada penulisnya, jawaban Bang Andre simpel saja, "Supaya pemain bola, mau membaca buku ini." Begitu katanya.

Harusnya memang pemain PSSI menyempatkan diri membaca buku ini. Karna dibuku ini, mereka disebut sebagai patriot, bukan pemain sepak bola biasa. Patriot, yang berlari untuk memperjuangkan kehormatan bangsa. \)
after_dark - 01/07/2012 12:31 AM
#1764

SRC- Juni 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Judul:Seekor Anjing Mati di Bala Murghab.
Penulis: Linda Christanty
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 129

Serdadu yang menembak anjing itu, memberi isyarat padaku.
Cerita pendek pertama, Ketika Makan Kepiting, dimulai dengan sebuah kalimat; 'Ia terbaring lesu di atas pasir setelah terjaga dari mimpi melawan raja ketam'. Barangkali kalimat ini bagi sebagian orang terkesan biasa saja, tapi buat saya waktu, berlaku sebaliknya. Kalimat ini menjadi begitu ajaib, tepat setelah saya membaca tiga kata terakhir; melawan raja ketam. Epik.
Tapi ternyata kemudian saya menemukan hal menakjubkan lainnya, yang kali ini berhasil membuat otak saya menggelinjang. Otak, bukan yang lain. Ceritanya begini;
'Sebulan yang lalu ia menonton film kartun di televisi, film yang mengesankan. Seorang pangeran disulap menjadi seekor kucing oleh kakek sihir yang mengincar putri raja. Bagian akhir film itu menampilkan sebuah kalimat di layar televisi. BARANGSIAPA RELA MENCIUM KUCING YANG MUNCUL DI MONITOR TELEVISI ANDA, MAKA ANDA TELAH MENYELAMATKAN SEORANG PANGERAN. Serta merta dengan penuh haru, ia mencium layar televisi.'
Itulah yang terjadi pada tokoh utama dalam cerita pendek pertama ini. Unik. Sebenarnya siapakah dia?
Rasanya tak berlebihan seandainya kemudian saya mulai memberi harapan berlebih terhadap buku kumpulan cerita pendek terbaru dari Linda Christanty, Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, sebab cerita pertamanya saja sudah begitu saya sukai. Begitu pula dengan cerita pendek kedua, Zakaria.
Zakaria ialah seorang laki laki yang sedang merencanakan sesuatu dengan merekrut Geuchik Syawal, yang diyakini memiliki ilmu menghilang, yang sejatinya berasal dari azimat tulang kucing. Lalu ada Taufik, teman baiknya yang ia rekrut juga. Sebenarnya apa yang sedang Zakaria rencanakan, apakah akan berhasil?
Dan cerita Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, bercerita tentang kegalauan seorang wartawan manakala ia melihat anak kecil menangis tak rela setelah mengetahui anjingnya mati diterjang peluru seorang serdadu. Sebenarnya yang membuat saya penasaran dari cerpen ini adalah judulnya. Bala Murghab. Kira kira dimana yah itu? Sebelah mananya Timbuktu? Ternyata, Bala Murghab ialah nama tempat di Afganistan. Saya kurang gaul, ternyata.

Membaca sebuah kumpulan cerita pendek mau tidak mau harus dihadapkan pada satu kenyataan bahwa, akan ada cerita pendek yang belum tentu saya suka, dan mudah untuk dilupakan. Dalam buku ini, saya menemukan ada sekitar tiga buah cerita pendek yang gagal untuk membuat saya terpesona, yaitu cerpen Karunia dari Laut dan Perpisahan, karena isi ceritanya yang biasa saja. Sedangkan cerita pendek Catatan Tentang Luta; Manusia Yang Hidup Abadi, tidak saya sukai meski ceritanya bagus, karena cerita ini ditulis menggunakan pendekatan penulisan artikel. Sehingga lebih mirip karya non fiksi, dan membuatnya menjadi sedikit melelahkan ketika dibaca.

Ada banyak isu isu sosial baik lokal maupun internasional yang mencoba untuk diungkapkan dalam cerita pendek dalam buku ini.Mulai dari Aceh dengan GAMnya, sampai di Bala Murghab, dengan bom bunuh dirinya. Sedikit mengingatkan saya dengan cerita pendeknya Seno Gumira Ajidarma. Tapi tenang saja, bagi yang tidak menyukai tema tersebut, masih ada cerita dengan nuansa cinta.
Lalu apakah buku ini layak baca? Ya, jika kamu penasaran:
1. Bagaimana caranya mendapatkan azimat tulang kucing yang bisa bikin kamu menghilang.
2. Kira kira apa yang terjadi dengan tokoh yang tadi mencium kucing yang ada di layar televisi.
Apa kucingnya benar benar jadi pengeran tampan, atau bibirnya jontor gara gara kesetrum.
3. Apa hubungannya antara Erika Sartika yang mati jatuh ke kolam ikan dari jendela apartmennya, dengan Tina Wang yang belum juga dipeluk dewa cinta. Dan, mengapa pula Erika membiarkan tukang kebunnya mengintipnya saat mandi?
4. Apa yang ingin dilakukan oleh serdadu itu? (Sebelumnya lihat quote paling atas review ini, yang saya ambil dari cerita pendek Seekor Anjing Mati di Bala Murghab.)
Yang jelas bukan nyuruh nari hula hula atau nari perut.

Tapi jika kamu enggak penasaran, buku ini tetap layak untuk dibaca. Sebab gara gara baca buku ini, saya jadi penasaran dengan buku buku Linda Christanty yang lainnya. Saya kira itu alasan yang cukup kuat.
Rating 3.5 of 5
komet795 - 01/07/2012 12:43 AM
#1765
SRC Juni 2012
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Sebagai Pengganti Dirimu
Penulis : Andrei Aksana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakan ke-2, September 2011
Tebal : 320 halaman
Harga : Rp 62.000,00

~~~Betulkan cinta tidak pernah tergantikan? Sekalipun telah menorehkan luka dan dendam?~~~

Satu lagi karya anak bangsa, penulis romance muda pria, Andrei Aksana. Seperti apa dan bagaimana tulisannya? Let’s check it out!

***

Di awal cerita, kita akan disuguhkan cerita seorang perempuan bernama Sadira yang sejak kecil terlalu disayang oleh orangtuanya yang over protektif, menjadikan Sadira tumbuh menjadi gadis yang pemberontak. Dia melarikan diri di hari pernikahannya. Tentu karena ia tidak pernah setuju dengan perjodohan ini. Ia tidak pernah mau menikahi Martin yang tidak dicintainya. Terlebih ia juga tahu kalau Martin hanya mengincar kekayaan keluarganya saja.

Alasan Sadira menikah muda adalah karena ia tengah berbadan dua. Pacarnya, Glenn, yang menghamilinya tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dengan alasan masih belum mapan secara ekonomi. Ya, mereka berdua memang masih kuliah. Padahal, Sadira ikhlas dihamili Glenn bukan karena Sadira menganut freesex melainkan karena ia tidak tahan atas kungkungan ibunya yang suka membatas-batasi pergaulannya. Makanya, ia ingin menunjukkan pemberontakkannya itu dengan hamil berharap ibunya mau menikahkannya dengan Glenn. Namun nyatanya usaha itu pun sia-sia. Ibunya tidak mau menikahkan dia dengan Glenn karena dianggap Glenn belum mampu secara finansial serta berasal dari keluarga broken home.

Sadira akhirnya nekat kabur bersama supir limusin pengantin sewaannya. Supir itu bernama Feran. Nama yang terlalu bagus untuk seorang supir. Selama di persembunyiannya, Feran lah yang membantu Sadira memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena saat kabur Sadira tidak membawa harta benda sama sekali. Hidup bersama Feran membuat perubahan dan pelajaran banyak bagi Sadira. Ia tidak lagi menjadi gadis manja dan angkuh karena kekayaannya, serta belajar menghargai orang miskin, dan tidak arogan.

Lama-lama timbul benih-benih cinta di antara mereka. Keduanya saling menyukai namun sama-sama tidak berani mengungkapkannya. Sampai anak Sadira lahir, semua perasaan itu masih mereka simpan dalam hati masing-masing. Sadira pikir hidupnya akan berjalan bahagia dengan adanya Feran di sisinya, hingga Glenn muncul kembali ke hadapan Sadira membawa kenangan lama dan menginginkan Sadira dan anak mereka untuk hidup bersamanya. Tak memungkiri, sesungguhnya Sadira masih memiliki sebagian sisa rasa cinta untuk Glenn.

Apakah Glenn berhasil menarik perhatian Sadira kembali padanya, di saat Sadira mulai nyaman dan mantap dengan perasaannya pada Feran? Sedangkan biar bagaimanapun, Glenn adalah ayah kandung buah hatinya, Rafa. Bukankah akan lebih baik jika Rafa tinggal dan hidup bersama Glenn, ayah kandungnya, ketimbang dengan Feran, yang hanya seorang supir mobil?

Ah, tentunya beruntung saya tidak punya masalah sepelik itu. Ya, membaca buku ini membuat saya, sebagai pembaca, lebih tersadar bahwa kekayaan bukan segalanya. Bahwa hidup yang kita pikir enak dan adem ayem saja ternyata ada tantangan besar menghadang di depan dan siap tidak siap, kita harus siap menghadapinya.

Alur cerita yang cenderung maju dalam buku ini membuat saya tidak sabar ingin membaca sampai habis. Meskipun jujur konflik yang terjadi sangat biasa dan umum sekali seperti yang biasa kita lihat di sinetron-sinetron di televisi. Sarat dengan konflik keluarga, anak yang durhaka, suami takut istri, kebohongan demi kebaikan (Feran ternyata bukan supir limusin biasa), permusuhan antara ibu dan anak (Ibu Sadira memusuhi Sadira sekian tahun lamanya karena dianggapnya Sadira telah mempermalukan nama keluarga) dan ending yang bisa dengan mudah tertebak. Beneran deh, nggak perlu mengernyitkan dahi membaca buku ini. Problem antar satu bab dengan bab lain juga cepat tepat, tidak bertele-tele sehingga tidak membuat pembaca jenuh harus berkutat dengan yang itu-itu saja.

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang penulis serba tahu. Sudut pandang inilah yang memudahkan kita memahami dan mencerna isi cerita.

Untuk segi penulisan, Andrei menggunakan tata cara penulisan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Agak sedikit kaku dan mengganggu buat pembaca yang tidak begitu menyukai novel dewasa. Dan memang, ditinjau dari segi cover depan dan belakangnya, buku ini sudah terasa "dewasa". Jadi, buat kamu yang biasa baca teenlit dkknya, agaknya butuh iman lebih untuk bisa enjoy baca buku ini. Hehehehe.

Oh iya, meskipun buku ini cukup tebal (320 halaman) buku ini tidak menggunakan kertas yang berat kok, jadi tetap nyaman buat dibawa-bawa, dan penggunaan font dengan size yang sesuai (gak terlalu besar atau kecil) tidak membuat pembaca terganggu dan ilfil.

So, untuk cerita yang biasa-biasa saja, konflik yang umum, dan ending yang bisa ditebak, namun cukup banyak pesan moral yang saya dapat, saya kasih bintang 3 dari 5 bintang.
KRS1 - 02/07/2012 11:11 AM
#1766

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: I Shall Not Hate
Penulis: Izzeldin Abuelaish
Penerbit: Qanita
Penerjemah: Istiani Prajoko
Editor: Esti Budihabsari
ISBN: 9786029225228

Pernahkah kita membayangkan, apabila Tuhan menakdirkan kita lahir sebagai warga negara Palestina di saat ini? Dimana perebutan wilayah sedang terjadi antara bangsa Palestina dengan bangsa Israel. Di saat perjanjian damai yang ada, rasanya tidak berlaku karena tandatangan perjanjian tersebut berlanjut dengan justru saling serang? Apa yang harus kita rasakan di tengah perang yang garang? Sangatlah berat.

Quote:
Gambaran, dari orang luar, yang baik sudah bisa kita dapatkan di buku novel grafis Joe Sacco, Palestina Membara: Duka Orang-Orang Terusir atau memoar dr. Ang Swee Chai, From Beirut to Jerusalem


Buku ini menggambarkan penderitaan yang dialami oleh bangsa Palestina. Bombardir roket Israel, kesulitan cadangan makanan, kesulitan untuk menembus perbatasan dengan negara lain bahkan ketika untuk kepentingan medis dimana keterbatasan rumah sakit di Palestina. Tapi bagaimana perasaan dr. Izzeldin Abuelaish, dengan 3 putri yang tewas seketika karena serangan bom mendadak yang diluncurkan ke rumahnya? Justru perdamaian, dan bukannya dendam. Tentu saja, hasrat itu bisa juga timbul karena profesinya, sebagai seorang dokter spesial obsgyn. Dengan dokter yang bertugas menangani kesuburan dan kehamilan, tentu saja tujuan utamanya adalah bisa membuat seorang ibu melahirkan dengan selamat.

Tantangan tentu saja selalu didapat Dr. Abuelaish. Misalkan, ia yang bekerja di Rumah Sakit Sorawa, Israel, ditentang oleh saudara sebangsanya, karena bekerja untuk melahirkan, mayoritas, anak-anak Israel yang jikalau besar bisa seperti tentara Israel yang menyerang bangsanya sendiri, Palestina. Tapi dia bisa berkilah, siapa tahu bayi yang kelahirannya ia tolong, kelak bisa menjadi seorang dokter yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi. Begitu juga, tantangan yang dia hadapi di saat berangkat atau pulang kerja, dari dan ke rumahnya di jalur Gaza, berbagai masalah sering ia jumpai di daerah perbatasan antara Israel-Palestina. Padahal ia sudah mengantungi surat kerja di RS tempat ia berkerja. Kalau sudah begitu, untuk melintasi perbatasan saja, dia harus menemui berbagai hambatan.

Beruntung, dia seringkali mendapatkan bantuan dari rekan kerjanya, dokter-dokter berkebangsaan Israel atau beberapa kenalan Israelnya, dalam mengatasi masalah yang ada. Kemanusiaan memang tidak mengenal perbedaan bangsa dan permusuhan.

Memoar perjuangan Dr Abuelaish sangatlah indah. Cita-cita perdamaiannya juga sangat indah. Demikian juga dengan buku ini. Nice book.
gantheng - 02/07/2012 06:02 PM
#1767

dah ada yg pernah baca buku ini?

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
minta tolong review nya yg udah mbaca yaa
aztecclan - 03/07/2012 11:52 AM
#1768
SRC 2012 bulan Juli
ENDLESS NIGHT, ENDLESS CRIME

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Endless Night - Malam Tanpa Akhir (terj)
Pengarang : Agatha Christie
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2002
Jml hal dan dimensi : 284 hal, 10x18x1 cm

Quote:
"Setiap malam, setiap pagi
Ada yang terlahir 'tuk kesedihan
Setiap pagi dan setiap malam
Ada yang terlahir 'tuk kebahagiaan
Ada yang terlahir 'tuk malam tanpa akhir.."
(Endless Night-Malam Tanpa Akhir, hal 158)


Endless night-Malam tanpa akhir, adalah salah satu novel Agatha Christie yang pernah difilmkan pada tahun 70-an. Seperti beberapa judul lainnya, novel ini tidak berkaitan dengan detektif-detektif seperti Poirot, Miss Marple, maupun pasangan Beresford yang biasanya bertugas memecahkan suatu kasus. Walaupun dibumbui kisah-kisah roman pada masa itu, novel fiksi ini tetap tidak meninggalkan genre misteri seperti halnya karangan Agatha Christie yang lain.

Cerita ditulis dari sudut pandang Michael Rogers (Mike), seorang pemuda usia 20-tahunan yang kalem, tampan, tapi sangat ambisius, dan flamboyan. Suatu hari di Inggris, Ia melihat suatu area yang disebut Gypsy's Acre. Mike langsung jatuh cinta pada tempat tersebut, dan bercita-cita untuk membuat rumah yang megah dan indah di sana. Ia pun mulai berkhayal setelah membuat rumah, ia akan mencari seorang gadis yang cantik untuk menemaninya tinggal di rumah itu sebagai istri. Saat itulah kemudian Mike bertemu dan berkenalan dengan seorang gadis bernama Fenella Guteman (Ellie), seorang gadis kaya dari Amerika yang manis dan lugu. Mereka berdua pun saling jatuh cinta dan berikrar untuk menikah. Berkat kekayaan Ellie, mereka pun akhirnya mampu membeli tanah di Gypsy's Acre seperti yang diinginkan Mike. Impian Mike selanjutnya pun dibantu oleh kenalannya, Santonix- seorang arsitek, dengan membangun rumah yang indah di Gypsy's Acre.

Awal mula pernikahan mereka berlalu dengan indah dan romantis. Namun tak berapa lama, muncul kejadian-kejadian aneh dan terkesan mistis di Gypsy's Acre. Kehidupan harmonis pasangan muda tersebut pun terusik, ditambah dengan hadirnya Greta, asisten pribadi Ellie, yang membuat mereka semakin tidak nyaman. Kejadian-kejadian mistis itu pun akhirnya sampai merenggut nyawa Ellie. Sampai pada cerita ini, pembaca akan merasa digiring pada suatu kesimpulan bahwa Greta-lah penyebab kematian Ellie. Namun sebagaimana novel misteri lainnya, kisah ditutup dengan fakta bahwa ada sosok lain, lebih jahat dan kejam, yang diam-diam merupakan dalang utama dari kejadian-kejadian tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Agatha Christie memang penulis yang piawai membuat karakter-karakter dalam ceritanya. Dalam novel ini, Agatha mampu memberikan penggambaran yang cukup nyata mengenai karakter Mike, Ellie, bahkan tokoh-tokoh lainnya. Selain itu, ending kisah ini cukup sulit ditebak dan mengejutkan, dan ini memang merupakan salah satu kelebihan Agatha sebagai penulis cerita misteri. Terjemahan dari novelnya yang berbahasa Inggris juga ditulis dengan bahasa yang cukup mudah dimengerti. Walaupun novel misteri, pembaca tidak akan sulit mengikuti setiap teka-teki yang disuguhkan.

Sampai kalimat yang terakhir ini, saya belum menemukan kekurangan yang terlalu berarti dari buku ini. Mungkin satu-satunya kritik saya adalah pemilihan gambar sampul depan (terbitan tahun 2002) yang kurang menarik dan agak terkesan membosankan. Namun secara keseluruhan, novel ini cocok dibaca bagi yang menyukai kisah-kisah roman dan misteri. \)b

Rating : 4,5/5
daninoviandi - 03/07/2012 12:00 PM
#1769
Timeline: Mesin Waktu by Michael Crichton
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Mesin waktu...

Percaya bahwa mesin waktu itu ada? Atau bahkan percaya kalau di masa depan kita benar-benar bisa menjelajah waktu? Nah, di buku Timeline inilah penjelasan fiksi ilmiahnya. Bagaimana Michael Crichton menjelaskan bahwa mesin waktu ini merupakan suatu mesin yang tercipta dari ilmu fisika kuantum, seakan dapat mempengaruhi pembaca bahwa mesin waktu itu bisa diadakan suatu hari nanti. Konsep mesin waktuu di buku ini ialah perpindahan antar semesta, jadi ketika seseorang pindah ke masa lalu, tubuh mereka diurai terlebih dahulu, baru kemudian dibentuk lagi di masa yang dituju. Well, terdengar tidak masuk akal memang, namun siapa tahu ini memang mungkin? D karena konsepnya penguraian manusia, maka mesin ini dapat beresiko membuat manusia yang berpindah semesta tadi mempunyai tubuh yang tidak sempurna, acak-acakan susunan tubuhnya, bahkan menimbulkan kematian.

Nah, di buku ini, suatu perusahaan teknologi besar ITC yang begitu berambisi membuat teknologi baru berhasil menciptakan mesin waktu. Banyak yang telah dijadikan kelinci percobaan, baik itu manusia maupun hewan, ada yang berhasil, ada pula yang tubuhnya mengalami kekacauan sistem, sehingga tidak normal lagi. Selain itu, ada pula yang terjebak di masa lalu, tanpa bisa dikembalikan. Tapi hal ini, tidak diketahui oleh para mahasiswa yang sedang menggali reruntuhan kastil di Prancis. Mereka pun terpaksa melakukan perjalanan waktu gara-gara Profesor mereka lenyap di masa lalu, sekitar tahun 1300an, dan hanya merekalah yang harus menyelamatkannya.

Berangkatlah keempat mahasiswa tersebut. Dengan didampingi dua orang pemandu, salah seorang mahasiswa David Stern akhirnya memutuskan tidak jadi berangkat, sehingga sisa tiga temannya lah yang berangkat, Marek, Chris dan Kate. Tragedi muncul ketika mereka baru saja sampai di masa lalu. Dua pemandu mereka terbunuh seketika. Parahnya, salah satu guide itu terkirim kembali ke masa kini ketika sedang menyiapkan granat untuk dilemparkan kepada musuh. Dan terjadilah insiden itu, ketika dia sampai di masa kini, granat tersebut merusak mesin dan ruangan tempat mesin waktu tersebut berada. Tanpa ketiga mahasiswa tersebut sadari, mereka terjebak di masa lalu. Waktu yang tadinya 37 jam untuk batas menyelamatkan profesor, akhirnya menjadi tidak tentu, tetapi mereka tidak menyadarinya, karena hubungan dengan masa kini benar-benar terputus. Mereka pun tetap memutuskan menyelamatkan profesor walau tanpa bantuan guide. Sementara di dunia masa kini, David yang memutuskan tidak ikut untuk menyelamatkan profesor, berjuang memperbaiki alat dan mesin waktu ini, agar teman-temannya dapat kembali ke masa kini.

Sci-fi. Buku Michael Crichton ini buku pertama yang saya baca. Surprise juga banyak istilah-istilah fisika dan ilustrasi-ilustrasi di dalam buku ini. Seperti telah disebutkan di atas, seakan-akan Crichton mampu meyakinkan kita bahwa mesin waktu itu ada. Melihat banyaknya referensi dan daftar pustaka yang ada di belakang buku ini, bisa dibayangkan riset yang dilakukan Crichton sebelum menulis. Seakan dia ingin membuat novel ini sesempurna mungkin. Menurut saya, setting abad ke 13 di buku ini cukup real, kesannya begitu nyata dan hidup, tak sia-sia Crichton mengadakan riset dan membaca banyak referensi. Jalan ceritanya sendiri cukup sadis, karena banyaknya adegan terluka, pembunuhan dan juga kekerasan dalam buku ini. Namun itu tidak mengurangi kenikmatan kita dalam menjelajah abad ke-13.

Untuk buku Crichton pertama yang saya baca ini, saya beri bintang 4.
daninoviandi - 03/07/2012 12:03 PM
#1770
Jurig Jarian by Prayudi Q.
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Buku Prayudi Q. Kedua yang saya baca. Beli karena tertarik setelah membaca buku pertamanya, dan juga harganya Cuma 7,5k D

Buku kedua ini masih bercerita seputar kehidupan remaja pelajar SMA. Kali ini keempat pelajar SMA yang ceritanya ingin refreshing gara-gara suntuk akibat sekolah, memutuskan untuk bertamasya sekaligus mengungkap misteri Bukit Jarian. Dimana mitos yang muncul, ada penunggunya di bukit tersebut, dan mereka disebut Jurig Jarian. Mereka? Ya, setannya disini ada tiga, dan menurut mitos serta cerita yang beredar, ketiga setan ini merupakan arwah gentayangan dari sebuah keluarga rentenir pemuja setan yang dibunuh secara kejam oleh seorang peminjam uangnya. Adapun alasan pembantaian ini dilakukan ialah, karena anak Yahya (si peminjam uang) ini dijadikan tumbal oleh keluarga rentenir ini. Sehingga wajar apabila yahya begitu mendendam. Dengan sebuah golok, akhirnya ia membantai keluarga ini, dan akhirnya golok inilah yang nantinya menjadi penyelamat keempat pelajar SMA (ditambah satu orang remaja wanita dan seorang akang pemandu) dalam menghadapi ketiga Jurig ini.

Cerita buku ini masih sama seperti buku Prahara Vila Praha, tentang misteri. Mungkin di dunia nyata, Bukit Jarian ini benar-benar ada, namun entah dengan mitos Jurig Jariannya. Satu hal yang diambil dari buku-buku tulisan Prayudi Q. ini ialah setan dan penampakan yang terjadi selalu benar-benar setan/penampakan. Tidak ada penyelesaian dan alasan yang logis di balik munculnya setan-setan ini. Namun hal ini tidak mempengaruhi tigkat keseruan buku ini. Walaupun memang banyak yang tidak masuk akal, buku ini lumayan untuk sekedar hiburan dan menguji nyali apabila kamu takut akan hal-hal gaib. D

Saya berani me-rate 4, karena saya lumayan suka tema seperti ini D
daninoviandi - 03/07/2012 12:04 PM
#1771
Of Mice and Men: Sebuah Impian Lennie by John Steinbeck
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Setelah begitu penasarannya buat baca buku ini, akhirnya kesampaian juga baca Of Mice and Men. Buku ini ada yang merekomendasikan karena ceritanya bikin mewek, bikin terharu, setelah sekian lama, terungkap juga bahwa buku ini masuk list 1001 buku yang wajib dibaca sebelum meninggal. Beruntung lagi, karena dapet buku ini hanya 10k, dan emang bukunya juga gak begitu tebal, tapi lumayan cukup untuk membawa kita bertualang ke tahun 1930an, setting dimana buku ini pertama kali ditulis dan diterbitkan oleh John Steinbeck.

Ceritanya sebenarnya cukup sederhana, yaitu mengenai perjalanan dua sekawan dalam mencari pekerjaan di lingkungan peternakan. Mereka bekerja untuk satu impian, suatu saat mereka akan mempunyai rumah peternakan sendiri, dan tidak bergantung kepada orang lain. Satu hal yang istimewa dari buku ini ialah bagaimana George, yang mempunyai tubuh tidak terlalu besar, harus begitu sabar terhadap sahabatnya Lennie. Lennie ini mempunyai keterbelakangan mental, tidak gila, tidak bodoh, namun dia sulit mengingat, dan begitu polos. Sehingga apa-apa yang Lennie lakukan kadang-kadang menimbulkan masalah bagi kedua sahabat tersebut. George harus berkali-kali dan dengan sabar memberi instruksi kepada Lennie. Entah itu untuk tutup mulut ataupun untuk mengingat masa lalu. Ada satu hal yang sangat disukai Lennie, yaitu impian yang ingin ia capai dengan George, yaitu mempunyai rumah dan tanah sendiri. Mereka, terutama Lennie, sudah membayangkan akan membuat rumah peternakan, dengan binatang-binatang peliharaan yang sangat menjadi impian Lennie untuk ia rawat dan urus. Terutama obsesinya adalah memelihara kelinci dan anjing, serta mengelus-elusnya.

Masalah besar yang lain timbul ketika belum lama berada di rumah peternakan, si anak Bos, Carley, dan terutama istrinya, sering mencari masalah dengan Lennie. Lennie yang memang polos dan hidup berdasarkan perintah George, sangat kebingungan dan bingung harus bertindak apa, sampai kemudian terjadi suatu hal besar yang merubah hidup mereka. Tanpa sengaja Lennie menjadi pembunuh, dan ia kini diburu.

Pelajaran dari buku ini yaitu mengenai bagaimana cara menjalani hidup yang penuh kesendirian. Lennie dan George walaupun berdua, bisa dibilang mereka tidak mempunyai teman dan keluarga lagi. Belum lagi Crooks, sang negro yang sering dijadikan sasaran rasialis. Dalam hidupnya tak ada yang mau mendekatinya karena perbedaan warna kulitnya. Kepolosan Lennie-lah yang akhirnya menjadi pemecah dinding itu. Memang dinding itu belum sepenuhnya pecah, namun Crooks menjadi agak cukup terbuka, meskipun hanya sesaat. Suasana alam di dalam buku ini pun dapat membawa kita ke dunia amerika jaman dahulu, begitu asri dan terbayang sebuah lingkungan peternakan yang khas seperti di harvest moon D

Saya beri buku ini bintang 3 dari 5 bintang.
neim - 03/07/2012 06:57 PM
#1772
Jacob Have i Loved by katherine paterson (must read book)
buat saya ini the best fiction book i've ever read .
buku ini bener2 bikin terharu , dan buku yg ampe aku baca berulang kali .
coba deh dibaca , ada film nya juga sih ... tp sampe skrg blum nemu yg jual dvd nya .. susah bgt nyari nya T___T


caranya nyeritain itu bener2 dalemm bgt , real bgt , dan menurutku bukan kayak cerrita2 fiksi kebanyakan yg byk khayalan atau muluk2 gt .
baca ini buku berasa kayak ngdengerin kisah nyata aja .
sampe2 kita bisa ngerasain rasa benci nya , dendem nya ,ampe nangis2 dah poko nya hahahaha ..
TOP bgt deh ! Musti baca !
^^

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Quote:

matabelo:

This story starts as a young girl named Sara Louise (nicknamed "Wheeze"), struggles to find herself and to get away from the shadow of her sister, Caroline. She lives in an old house with her mother, her father, who is a fisherman, and her senile grandmother. Her sister has been doted on ever since she stole all the attention from her twin by being born sickly. She subsequently grew to be full of beauty and talent, and she claims far more attention than Sara Louise.
Sara Louise also has a friend named McCall "Call" Purnell who never understands any of her jokes. They go crabbing together and Sara Louise surrenders the money she earns into a jar which largely funds Caroline's trips to the mainland for her voice lessons. Call and Sara Louise then meet the Captain, a man who is believed to once have lived on the island, but had disappeared after an incident with his father that branded him a coward. Sara Louise forms a schoolgirl crush on him, but he later marries Trudy Braxton, the local "cat lady," (and loon) in order to take care of her after she has a stroke.
The two most important people in Louise's life, Caroline and Call, both leave the island. Caroline leaves to attend a music school on her sure way to fortune and fame, and Call to support his mother and grandmother by going into the navy. Call and Caroline, Louise's best friend and her imagined rival, have become very close before they left the island, and unknown to her, begin a courtship through letters and during his leaves from the navy. Eventually, they are married, much to Louise's dismay. Soon after this Louise breaks down in front of her mother, wondering out loud why her mother, an educated woman, chose the stifling life of the island. Her mother recognizes her daughter's need and encourages her to leave the island.
When Louise gets the chance to go away to college, she almost misses it, but some advice from the Captain prompts her to take the opportunity. She aspires to be a doctor, but encountering discrimination, she resolves to take a challenging position as a nurse/midwife in a rural town in West Virginia called Truitt (which coincidentally is her father's name), hoping to make a reputation for herself that she can eventually use to get the aid she needs to continue her studies as a doctor.
In spite of herself, she begins to become settled in her job and life here and she eventually marries a widowed father in her adopted town. On one snowy night, she is sent to deliver twins. Though the baby boy is strong and healthy, the baby girl is very undersized and near death. Louise, frantic to do something about this young new life, endeavors to save her, going as far to put her in an oven door so she can be warm. She watches over the baby girl vigilantly for the next several hours. She eventually realizes she has completely forgotten about the baby boy and asks about his whereabouts. She discovers that he is fine and is in a basket, sleeping. The circumstances of this birth she has assisted eloquently remind her of her own birth.
She tells the family to hold the baby boy, keep him warm, feed him, and love him,just what her family didn't do for her. Sara has truly learned the meaning of love.
komet795 - 04/07/2012 03:00 PM
#1773
Lu Nikah Sama Pacar Gue!
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : His Wedding Organizer

Penulis : Retni SB

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2008

Hahaha! Judul review di atas bisa juga diganti menjadi Gue Selingkuh Sama Calon Suami Lo! atau Gue Pacaran Sama Calon Suami Sahabat Gue! Sounds crazy, huh? Itulah yang dialami Harsya, cewek berumur 28 tahun, pengusaha wedding organizer. Sebuah telepon mengagetkannya di suatu hari lantaran Karin, sahabat jaman SMA dulu, akan menikah. Oh my God! kenapa harus Karin yang lebih dulu menikah? Karin yang dulu paling takut deket sama cowok karena sifat pemalunya, sekarang malah menikah lebih dulu di antara ke-4 temannya. Dan dia masih ingat janji itu, janji bahwa kalau Karin menikah paling cepat di antara ke-4 temannya, mereka harus datang ke resepsi pernikahan Karin dengan bikini bersayap, dan mereka menyanggupinya! Dan Karin (ternyata) tidak lupa!

Mati aku! pikir Harsya

Well, sebenarnya itu bukan masalah besar bagi Harsya. Masalah justru datang ketika Harsya tahu bahwa lelaki yang kan dinikahi Karin adalah laki-laki yang sudah dipacarinya selama 2 bulan terakhir, Figo. Jadi selama ini Figo sudah membohongi dirinya mentah-mentah! Harsya marah. Di pertemuan terakhirnya dengan Figo, Harsya sukses meluapkan amarahnya kepada Figo. Mereka berpisah (tentunya Karin tidak tahu menahu perihal hubungan Harsya dengan Figo).

Dalam kalut, Harsya meminta Adra, sahabat laki-lakinya sejak kecil, untuk datang ke pesta pernikahan Karin dan Figo dengan mengaku sebagai calon suaminya karena gengsi di umur segitu belum punya gandengan. Xixixi… Sayangnya, Adra yang akhirnya tahu kalau ia hanya dimanfaatkan oleh Harsya, marah. Padahal Adra sudah menyukai Harsya sejak kecil. Tapi Harsya gak pernah sadar, dan masih terus mengejar Figo. Dan perselingkuhan babak kedua dimulai lagi. Ah, dasar Harsya bodoh!

Suatu ketika, di saat Harsya sadar ia tidak seharusnya berselingkuh (apalagi dengan suami sahabatnya sendiri!) Karin akhirnya mengetahui hubungan antara Harsya dan Figo. Persahabatan mereka akhirnya putus. Pun hubungannya dengan Adra merenggang.

Penasaran gimana endingnya kisah cinta Harsya? Baca aja…

***

Ini adalah buku pertama Mbak Retni SB yang aku baca. Seperti judulnya His Wedding Organizer, udah ketebak kayak gimana jalan ceritanya. Dan, sesuai banget endingnya ternyata sama tebakan aku. Bagusnya, bahasa yang dipakai itu bukan bahasa baku, memudahkan pembaca lebih cepat memahami jalan ceritanya. Alurnya maju dengan arus yang lumayan cepat. Penulis gak membuat kita berkutat dan terpaku pada bahasan sesuai judul yaitu “the wedding”nya tapi lebih ke bagaimana kehidupan Harsya setelah dia jadi wedding organizer pacarnya.

Banyak konflik soal perselingkuhan dan persahabatan, maka banyak pula pesan moral yang bisa diambil tentang kedua hal tersebut. Dijelaskan bagaimana sesungguhnya selingkuh bukan cara yang tepat mengatasi kejenuhan dalam suatu hubungan, sekalipun hati kadang gak bisa bohong ketika harus mencintai dua orang dalam waktu yang bersamaan.

Novel ini gak begitu tebal, lebih kurang267 halaman, sehingga saya pribadi hanya butuh waktu kurang dari 2 jam untuk menyelesaikannya. Cocok dibaca sebagai selingan bacaan serius Anda.

So, 3 dari 5 rate untuk buku ini.

Happy reading! \D/
after_dark - 05/07/2012 12:25 AM
#1774

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Kronik Kematian Yang Telah Direncanakan (Chronicle of a Death Foretold)
Penulis: Gabriel Garcia Marquez
Penerbit: Selasar Publishing
Halaman:175

Semua orang tahu belaka bahwa Santiago Nazar hendak dibunuh oleh dua orang bersaudara itu. Meskipun demikian, banyak orang yang tak percaya begitu saja. Dianggapnya dua bersaudara itu sedang mabuk berat setelah merayakan pesta pernikahan adik mereka semalaman. Tapi ketika paginya, berbarengan dengan kedatangan uskup di kota itu, sirine meraung sedih, orang orang baru tersadar bahwa kembar bersaudara itu benar benar serius melakukannya. Santiago Nasar telah terbunuh.
Dua puluh tujuh tahun kemudian, seseorang berusaha menyusun kembali lembaran lembaran sejarah pembunuhan itu yang telah lapuk oleh waktu. Ditemuinya orang orang yang telah ia anggap tahu mengenai detail pembunuhan di hari yang naas itu. Mengapa Santiago Nasar dibunuh?

Dari sini tentu sudah bisa ditebak, bahwa buku ini berisi semacam investigasi mengungkap kasus pembunuhan. Tapi untuk menyebutnya sebagai cerita detektif, saya rasa tidak terlalu tepat. Sebab pembunuhnya sudah lebih dulu diketahui, dan seseorang yang sedang melakukan investigasi pun bukanlah seorang penegak hukum, hanya orang biasa saja. Maka saya lebih suka menyebutnya, cerita yang mengandung unsur per-kepo-an. Sebab saya gagal menangkap maksud lain dari diadakannya investigasi itu, selain untuk menuruti ego dari si pencari berita. Sungguh mati aku jadi penasaran, begitu Bang Rhoma Irama pernah menyinggungnya dalam sebuah lagu di masa silam.
Dan wabah kepo itu kemudian menyerang saya dengan begitu perlahan namun pasti. Saya jadi penasaran, dan itu bikin tidak tenang. Tapi di tengah tengah rasa penasaran itu, saya sempat pusing juga, sebab ada begitu banyak tokoh yang berlalu lalang, dengan ceritanya sendiri sendiri, meski kesemuanya itu memang memegang peranan dalam investigasi yang sedang dilakukan.
Tapi rasa pusing saya perlahan menghilang, dan berganti menjadi rasa tak enak di perut, dan hati sedikit nelangsa, yang barangkali oleh orang yang paling lebay sejagat akan ditafsirkan dengan tindakan menangis meraung raung bergulingan di lantai, sambil memegangi dadanya, dan berteriak: Cukup! Hentikan semua ini!! Aku sudah gak gak gak kuat..gak gak gak level!!!

Serius, diantara buku karangan Gabriel Garcia Marquez yang pernah saya baca, cuma buku ini yang berhasil membuat saya merinding, dan sedikit merasa bersalah kepada Santiago Nazar. Mulanya saya merasa ia memang pantas dibunuh, tapi kemudian ketika perlahan kebenaran mulai terungkap, saya jadi bertanya tanya; benarkah Nazar yang melakukan perbuatan itu? Ah, kasihan sekali kamu Nazar.

Tapi membaca buku ini memang kudu bersabar sebab sepanjang buku kita hanya akan diajak mengikuti perjalanan orang orang yang kebetulan mengenal Santiagao Nazar dan tahu tentang kejadian mengerikan itu. Apa lagi kalau belum familiar dengan nama amerika latin yang kadang kadang ajaib itu. Meskipun demikian, buku ini tetap layak untuk dibaca, terutama jika anda penggemar Gabriel Garcia Marquez, atau sastra amerika latin pada umumnya.
Terakhir, entah mengapa saya jadi teringat novel Lelaki Harimau, dari penulis favorit saya yang lain, Eka Kurniawan. Sebab ada sebuah kabar pembunuhan di awal cerita. Dan, bagian ketika kolonel Lazaro Aponte merampas pisau yang hendak digunakan untuk membunuh Santiago Nazar, mengingatkan saya pada saat Mayor Sadrah(namanya kalau tidak salah) merampas samurai karatan yang dipegang oleh Margio beberapa saat sebelum ia membunuh Anwar Sadat.

Rating 4 dari 5
komet795 - 06/07/2012 05:26 PM
#1775
Anda Bingung? Saya Apalagi!
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Rumah Kopi Singa Tertawa
Penulis : Yusi Avianto Pareanom
Penerbit : Banana
Tahun Terbit : 2011
172 halaman
Rate : 4,5 dari 5

Biasanya kalo ditanya orang “Lagi baca apa, Sel? Ceritanya tentang apa?” saya selalu bisa njawab “Oh lagi baca ini *sebutin judul buku* ceritanya tuh tentang *ceritain intisarinya aja*

Tapi beda pas saya baca buku ini. Rumah. Kopi. Singa. Tertawa. What the maksud? Judulnya aja udah bikin mikir. Tapi di situ letak menariknya. Pertama, sama sekali gak tau kalo ada penerbit namanya Banana. Kedua, meskipun udah baca ceritanya tetep gak bisa saya pahami. Oke, rumah kopi mungkin bisa berarti kedai kopi. Ada kata tertawa mungkin bisa dibilang kedai kopi yang bisa bikin ketawa, hiburan. Lha terus apa hubungannya sama singa? Aaakkk >,< *garuk-garuk dasar laut*

Sebelum baca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa ini adalah kumcer. Terlepas dari judulnya yang terlalu nyastra sehingga membingungkan saya, intinya cerita Rumah Kopi Singa Tertawa itu menceritakan suasana di suatu kedai kopi yang memberitahukan pembaca apa saja sih hal-hal yang biasa diobrolin kalo kit lagi nongkrong di coffee shop. Menurut saya, gak ada yang special dari segi isi cerita. Tapi cara penulis menuliskannya itu yang bikin menarik. Di dalam cerita ini, dibagi lagi menjadi beberapa subbab sesuai dengan nomor meja. Misal ; meja 7, digambarkan ada seorang yang sedang merayu pacarnya. Kemudian, subbab berjudul meja 9, ditulis ada yang sedang reuni dengan teman lamanya. Dan seterusnya.

Mayoritas cerpen dalam kumcer ini memiliki twist yang bikin mikir. Jadi, kalo sehari-hari kamu cuma mengasup buku-buku macam teenlit atau komik, bisa jadi agak susah mencerna pesan dan inti dari cerita itu. Jujur, di awal saya pun sempat kesulitan memahami gaya bercerita si penulis. Sampai akhirnya pelan-pelan saya mencoba beradaptasi dengan gaya penulisannya (yang saya jamin gak banyak orang bisa bikin cerpen kayak gini!) dan saya nobatkan om Yusi Avianto ini sebagai penulis yang jenius.

Cerpen ini menghibur. Humor kelas tinggi kalo saya bilang sih. Gak akan ada tawa cekakakan seperti yang terdengar kalo saya baca buku MSB atau novelnya Adhitya Mulya. Humor dalam cerpen ini lebih membuat saya tersungging senyum kecil sambil sesekali bergumam dalam hati “cuk! Keren abis!” atau “anjir! Parah nih buku” (parah! kerennya kebangetan). Seperti yang saya bilang kalo ini cerpen humor kelas tinggi, baiknya sih dibaca saat waktu anda benar-benar senggang. Jangan coba-coba baca sambil mencuri-curi waktu jam kerja di kantor misalnya (ini yang saya lakukan, alhasil saya gagal mendapat esensi kerennya buku ini karena loadnya luaamma).

Satu lagi. Meskipun di atas saya bilang twistnya bikin mikir, ada juga yang endingnya sama sekali biasa aja. Jangan harap kita akan selalu dapet ending yang menampar. Ada beberapa cerita yang justru endingnya antiklimaks. Tapi, mayoritas, ending dalam setiap cerpen ini adalah “something”.

Saking sastranya, saya sampai terkagum-kagum gimana caranya penyakit ecek-ecek macam cacar air, bisulan, dan gondongan bisa jadi bahan cerita yang super keren dan gak kampungan. Kalo ibarat koki, mungkin Yusi Avianto ini ibarat masak oncom rasa daging kali yah? Hehehehe.

Gak Cuma ketawa ketiwi aja, di dalam buku ini juga ada cerpen tentang beberapa jenis phobia dan penjelasannya. Aha! Nambah pengetahuan banget pastinya. Ada juga cerita tentang suami kehilangan istri atau istri kehilangan suami dalam cerpen Kabut Permata dan Kabut Suami. Penulis mengajak kita untuk sedikit beromantisme-ria tapi gak picisan. Pun ada cerita dengan latar belakang kehidupan di dunia pewayangan.

Intinya sih, saya yang tadinya gak minat karena gak nangkep dengan sisi humornya, akhirnya menutup buku dengan komen “gila ini buku!”. Biar kata nama penerbitnya Banana (yang mana kita semua pasti jarang banget nemu buku terbitan Banana) tapi penulis ini tuh terlalu bagus untuk jadi penulis yang adem ayem aja. Kurang terekspos aja kalo menurut saya (atau sayanya aja yang kuper?) --__--

Akhir kata, rate 4,5 dari 5!
daninoviandi - 06/07/2012 05:50 PM
#1776

Quote:
Original Posted By komet795
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Rumah Kopi Singa Tertawa
Penulis : Yusi Avianto Pareanom
Penerbit : Banana
Tahun Terbit : 2011
172 halaman
Rate : 4,5 dari 5

Biasanya kalo ditanya orang “Lagi baca apa, Sel? Ceritanya tentang apa?” saya selalu bisa njawab “Oh lagi baca ini *sebutin judul buku* ceritanya tuh tentang *ceritain intisarinya aja*

Tapi beda pas saya baca buku ini. Rumah. Kopi. Singa. Tertawa. What the maksud? Judulnya aja udah bikin mikir. Tapi di situ letak menariknya. Pertama, sama sekali gak tau kalo ada penerbit namanya Banana. Kedua, meskipun udah baca ceritanya tetep gak bisa saya pahami. Oke, rumah kopi mungkin bisa berarti kedai kopi. Ada kata tertawa mungkin bisa dibilang kedai kopi yang bisa bikin ketawa, hiburan. Lha terus apa hubungannya sama singa? Aaakkk >,< *garuk-garuk dasar laut*

Sebelum baca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa ini adalah kumcer. Terlepas dari judulnya yang terlalu nyastra sehingga membingungkan saya, intinya cerita Rumah Kopi Singa Tertawa itu menceritakan suasana di suatu kedai kopi yang memberitahukan pembaca apa saja sih hal-hal yang biasa diobrolin kalo kit lagi nongkrong di coffee shop. Menurut saya, gak ada yang special dari segi isi cerita. Tapi cara penulis menuliskannya itu yang bikin menarik. Di dalam cerita ini, dibagi lagi menjadi beberapa subbab sesuai dengan nomor meja. Misal ; meja 7, digambarkan ada seorang yang sedang merayu pacarnya. Kemudian, subbab berjudul meja 9, ditulis ada yang sedang reuni dengan teman lamanya. Dan seterusnya.

Mayoritas cerpen dalam kumcer ini memiliki twist yang bikin mikir. Jadi, kalo sehari-hari kamu cuma mengasup buku-buku macam teenlit atau komik, bisa jadi agak susah mencerna pesan dan inti dari cerita itu. Jujur, di awal saya pun sempat kesulitan memahami gaya bercerita si penulis. Sampai akhirnya pelan-pelan saya mencoba beradaptasi dengan gaya penulisannya (yang saya jamin gak banyak orang bisa bikin cerpen kayak gini!) dan saya nobatkan om Yusi Avianto ini sebagai penulis yang jenius.

Cerpen ini menghibur. Humor kelas tinggi kalo saya bilang sih. Gak akan ada tawa cekakakan seperti yang terdengar kalo saya baca buku MSB atau novelnya Adhitya Mulya. Humor dalam cerpen ini lebih membuat saya tersungging senyum kecil sambil sesekali bergumam dalam hati “cuk! Keren abis!” atau “anjir! Parah nih buku” (parah! kerennya kebangetan). Seperti yang saya bilang kalo ini cerpen humor kelas tinggi, baiknya sih dibaca saat waktu anda benar-benar senggang. Jangan coba-coba baca sambil mencuri-curi waktu jam kerja di kantor misalnya (ini yang saya lakukan, alhasil saya gagal mendapat esensi kerennya buku ini karena loadnya luaamma).

Satu lagi. Meskipun di atas saya bilang twistnya bikin mikir, ada juga yang endingnya sama sekali biasa aja. Jangan harap kita akan selalu dapet ending yang menampar. Ada beberapa cerita yang justru endingnya antiklimaks. Tapi, mayoritas, ending dalam setiap cerpen ini adalah “something”.

Saking sastranya, saya sampai terkagum-kagum gimana caranya penyakit ecek-ecek macam cacar air, bisulan, dan gondongan bisa jadi bahan cerita yang super keren dan gak kampungan. Kalo ibarat koki, mungkin Yusi Avianto ini ibarat masak oncom rasa daging kali yah? Hehehehe.

Gak Cuma ketawa ketiwi aja, di dalam buku ini juga ada cerpen tentang beberapa jenis phobia dan penjelasannya. Aha! Nambah pengetahuan banget pastinya. Ada juga cerita tentang suami kehilangan istri atau istri kehilangan suami dalam cerpen Kabut Permata dan Kabut Suami. Penulis mengajak kita untuk sedikit beromantisme-ria tapi gak picisan. Pun ada cerita dengan latar belakang kehidupan di dunia pewayangan.

Intinya sih, saya yang tadinya gak minat karena gak nangkep dengan sisi humornya, akhirnya menutup buku dengan komen “gila ini buku!”. Biar kata nama penerbitnya Banana (yang mana kita semua pasti jarang banget nemu buku terbitan Banana) tapi penulis ini tuh terlalu bagus untuk jadi penulis yang adem ayem aja. Kurang terekspos aja kalo menurut saya (atau sayanya aja yang kuper?) --__--

Akhir kata, rate 4,5 dari 5!

kapan2 minjem ah bukunya, biar ketularan gaul malu:
Zuko99 - 06/07/2012 08:05 PM
#1777

Quote:
Original Posted By komet795
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Rumah Kopi Singa Tertawa
Penulis : Yusi Avianto Pareanom
Penerbit : Banana
Tahun Terbit : 2011
172 halaman
Rate : 4,5 dari 5

Biasanya kalo ditanya orang “Lagi baca apa, Sel? Ceritanya tentang apa?” saya selalu bisa njawab “Oh lagi baca ini *sebutin judul buku* ceritanya tuh tentang *ceritain intisarinya aja*

Tapi beda pas saya baca buku ini. Rumah. Kopi. Singa. Tertawa. What the maksud? Judulnya aja udah bikin mikir. Tapi di situ letak menariknya. Pertama, sama sekali gak tau kalo ada penerbit namanya Banana. Kedua, meskipun udah baca ceritanya tetep gak bisa saya pahami. Oke, rumah kopi mungkin bisa berarti kedai kopi. Ada kata tertawa mungkin bisa dibilang kedai kopi yang bisa bikin ketawa, hiburan. Lha terus apa hubungannya sama singa? Aaakkk >,< *garuk-garuk dasar laut*

Sebelum baca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa ini adalah kumcer. Terlepas dari judulnya yang terlalu nyastra sehingga membingungkan saya, intinya cerita Rumah Kopi Singa Tertawa itu menceritakan suasana di suatu kedai kopi yang memberitahukan pembaca apa saja sih hal-hal yang biasa diobrolin kalo kit lagi nongkrong di coffee shop. Menurut saya, gak ada yang special dari segi isi cerita. Tapi cara penulis menuliskannya itu yang bikin menarik. Di dalam cerita ini, dibagi lagi menjadi beberapa subbab sesuai dengan nomor meja. Misal ; meja 7, digambarkan ada seorang yang sedang merayu pacarnya. Kemudian, subbab berjudul meja 9, ditulis ada yang sedang reuni dengan teman lamanya. Dan seterusnya.

Mayoritas cerpen dalam kumcer ini memiliki twist yang bikin mikir. Jadi, kalo sehari-hari kamu cuma mengasup buku-buku macam teenlit atau komik, bisa jadi agak susah mencerna pesan dan inti dari cerita itu. Jujur, di awal saya pun sempat kesulitan memahami gaya bercerita si penulis. Sampai akhirnya pelan-pelan saya mencoba beradaptasi dengan gaya penulisannya (yang saya jamin gak banyak orang bisa bikin cerpen kayak gini!) dan saya nobatkan om Yusi Avianto ini sebagai penulis yang jenius.

Cerpen ini menghibur. Humor kelas tinggi kalo saya bilang sih. Gak akan ada tawa cekakakan seperti yang terdengar kalo saya baca buku MSB atau novelnya Adhitya Mulya. Humor dalam cerpen ini lebih membuat saya tersungging senyum kecil sambil sesekali bergumam dalam hati “cuk! Keren abis!” atau “anjir! Parah nih buku” (parah! kerennya kebangetan). Seperti yang saya bilang kalo ini cerpen humor kelas tinggi, baiknya sih dibaca saat waktu anda benar-benar senggang. Jangan coba-coba baca sambil mencuri-curi waktu jam kerja di kantor misalnya (ini yang saya lakukan, alhasil saya gagal mendapat esensi kerennya buku ini karena loadnya luaamma).

Satu lagi. Meskipun di atas saya bilang twistnya bikin mikir, ada juga yang endingnya sama sekali biasa aja. Jangan harap kita akan selalu dapet ending yang menampar. Ada beberapa cerita yang justru endingnya antiklimaks. Tapi, mayoritas, ending dalam setiap cerpen ini adalah “something”.

Saking sastranya, saya sampai terkagum-kagum gimana caranya penyakit ecek-ecek macam cacar air, bisulan, dan gondongan bisa jadi bahan cerita yang super keren dan gak kampungan. Kalo ibarat koki, mungkin Yusi Avianto ini ibarat masak oncom rasa daging kali yah? Hehehehe.

Gak Cuma ketawa ketiwi aja, di dalam buku ini juga ada cerpen tentang beberapa jenis phobia dan penjelasannya. Aha! Nambah pengetahuan banget pastinya. Ada juga cerita tentang suami kehilangan istri atau istri kehilangan suami dalam cerpen Kabut Permata dan Kabut Suami. Penulis mengajak kita untuk sedikit beromantisme-ria tapi gak picisan. Pun ada cerita dengan latar belakang kehidupan di dunia pewayangan.

Intinya sih, saya yang tadinya gak minat karena gak nangkep dengan sisi humornya, akhirnya menutup buku dengan komen “gila ini buku!”. Biar kata nama penerbitnya Banana (yang mana kita semua pasti jarang banget nemu buku terbitan Banana) tapi penulis ini tuh terlalu bagus untuk jadi penulis yang adem ayem aja. Kurang terekspos aja kalo menurut saya (atau sayanya aja yang kuper?) --__--

Akhir kata, rate 4,5 dari 5!


Quote:
Original Posted By daninoviandi
kapan2 minjem ah bukunya, biar ketularan gaul malu:


Nemu dimana mot bukunya?
Aku nyari-nyari beberapa kali di gramed belum ketemu-ketemu jugak,.. \(
Niatnya sih ke penulisnya langsung, via fb,.. (dapet info dari ajeng)
Padahal pas di Leksika kita nonton om Yosi y puh?
CSdnadychi - 06/07/2012 08:54 PM
#1778

Quote:
Original Posted By Zuko99
Nemu dimana mot bukunya?
Aku nyari-nyari beberapa kali di gramed belum ketemu-ketemu jugak,.. \(
Niatnya sih ke penulisnya langsung, via fb,.. (dapet info dari ajeng)
Padahal pas di Leksika kita nonton om Yosi y puh?


kalau di gramed keknya emang udah nggak ada mbak D

coba cari ke toga mas, dulu aku nemu buku ini aja di toga mas hammer:
Zuko99 - 07/07/2012 10:25 AM
#1779

Quote:
Original Posted By CSdnadychi
kalau di gramed keknya emang udah nggak ada mbak D

coba cari ke toga mas, dulu aku nemu buku ini aja di toga mas hammer:


di Jakarta ada tiga mas gak y? ntar nanya puh dance dulu deh din,.. D
CSdnadychi - 07/07/2012 10:33 AM
#1780

Quote:
Original Posted By Zuko99
di Jakarta ada tiga mas gak y? ntar nanya puh dance dulu deh din,.. D


keknya ada tapi nggak tahu juga sih think:

Lumayan mbak, harganya kisaran anara 40rb-50rb, nggak mahal-mahal amat D

tapi yah, stocknya limited hammer:
Page 89 of 105 | ‹ First  < 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu