BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 90 of 105 | ‹ First  < 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 >  Last ›

peacekeeper - 09/07/2012 08:29 AM
#1781

Quote:
Original Posted By Zuko99
Nemu dimana mot bukunya?
Aku nyari-nyari beberapa kali di gramed belum ketemu-ketemu jugak,.. \(
Niatnya sih ke penulisnya langsung, via fb,.. (dapet info dari ajeng)
Padahal pas di Leksika kita nonton om Yosi y puh?


klo gak nemu di toko buku coba cek pembelian di online bookstore sis D biasanya malah mereka ready stock
peacekeeper - 09/07/2012 08:49 AM
#1782

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Judul Enzo,The Art of Racing In The Rain
Paperback, 412 pages
Published April 2009 by PT. Serambi Ilmu Semesta
ISBN 139789790241503
edition language Indonesian


[quote=]"Cerita yang sejajar dengan The Alchemist (Paulo Coelho) dan Life of Pi (Yann Martel)...." -The Portland Oregonian-

Komentar dari The Portland Oregonian di atas sebenernya udah bikin diriku nyengar-nyengir sendiri pas ngebacanya. Dan membayangkan kalau Ini buku pasti bikin ngawang-ngawang. Pasti deh penuh dengan kalimat-kalimat yang aku sendiri ga bisa cerna maknanya apa, karena seperti masuk kuping kiri terus mental lagi dan hanya membuat aku bengong dan terpana hahaha.. Buku-buku filsafat memang bukan jenis buku favorite ku.

Dan begitu baca bukunya jreng jreeeng.. Langsung nyengir lagi D . Ini adalah buku teraneh yang pernah aku temuin sampe detik ini. Sebuah buku yang mengambil point of view seorang anjing. Anjing nya anjing filsuf lagi. Aku jadi tidak sanggup membayangkan kalau anjing seperti ini benar-benar nyata di dunia, aku pastilah orang yang pertama minder dengan keberadaan mereka.

Buku ini bercerita tentang Enzo dan hubungannya dengan tuannya Denny Swift seorang pembalap semi professional serta istri nya Eve dan Zoe anak mereka. Sebuah cerita dengan tema yang sederhana sebenarnya yaitu tentang cinta kasih, dan keluarga namun dikemas dengan cara yang tidak biasa, dan juga bercerita tentang obsesi Enzo menjadi seorang manusia.

Enzo merasa dirinya adalah anjing yang berbeda dengan anjing lainnya. Enzo bukan anjing golden retriever biasa, karena pikirannya sangat ‘manusia’. Ia gemar menonton F1 dan National Geographic, melalui Denny Ia memperoleh pemahaman soal hidup. Menurut Enzo juga, balapan adalah tentang disiplin dan kecerdasan, bukan hanya siapa yang bisa melaju lebih kencang. Dia yang membalap dengan pintar akan selalu menang pada akhirnya.

Setelah menonton acara di national geographic tentang proses reinkarnasi anjing menjadi manusia yang dipercaya oleh rakyat mongolia, Enzo semakin yakin bahwa di kehidupan selanjutnya dia pun akan menjadi manusia. Dan dia mempersiapkan hal itu! Dia mempelajari bagaimana mengunyah makan layaknya manusia dsb. Setelah mempelajari apa saja yang diperlukan untuk menjadi manusia mulia dan sukses, anjing bijaksana itu tak sabar lagi menunggu kehidupan selanjutnya.

Awal-awal membaca buku ini aku merasa skeptis karena aku tidak menyukai dua tema utama dalam buku ini yaitu anjing dan dunia balap. Aku bukan seorang pet lover dan lebih suka sepak bola dibandingin balap mobil, ditambah buku ini penuh dengan narasi dan hanya sedikit bagian percakapan di beberapa bagian. Aku jadi sangsi apakah aku bisa bertahan menyelesaikan buku ini sampai akhir ? Dan jawabannya adalah iya, bahkan aku menyeleseikan buku setebal 412 halaman ini dalam waktu kurang dari satu hari. Narasi-narasi nya di tulis dengan cerdas dan jenaka.

Aku tergelak saat Enzo menantang teori Darwin yang mengatakan kerabat terdekat manusia adalah monyet, karena menurut dia kerabat terdekat manusia adalah seekor anjing. Dan untuk mendukung teorinya itu, dia pun berargumen seperti ini :

“Bulan purnama muncul. Kabut menggantung pada batang terendah pohon cemara. Manusia itu melangkah keluar dari sudut tergelap dan mendapati dirinya mulai berubah menjadi … seekor monyet? Kurasa tidak.” (Hal. 32)

Hahahaha D argumen yang dia maksud di atas adalah mengenai transformasi manusia serigala yang masih satu family dengan anjing. Dan saya terenyuh sambil memikirkan kata-katanya saat dia mengungkapkan keheranannya perihal perseteruan dua kubu mengenai teori darwin seperti ini :

"Namun, aku tidak mengerti kenapa para pendukung konsep evolusi dan konsep penciptaan bersikukuh untuk saling menjatuhkan. Kenapa mereka tidak bisa melihat bahwa spiritualisme dan ilmu pengetahuan merupakan satu kesatuan? Bahwa tubuh berevolusi dan jiwa pun demikian, dan alam semesta adalah tempat cair yang mengawinkan keduanya dalam satu paket menakjubkan bernama manusia. Apa yang salah dengan gagasan itu?"
(Hal. 29)

indah bukan ? \)

Atau bagaimana ketika Enzo berfilosofis saat Denny sedang tertimpa musibah dengan kata-kata yang tidak kalah indah..

“ Siapa Achilles tanpa urat ketingnya? Siapalah Samson tanpa Delilah? Siapakah Oedipus tanpa kaki pekuknya? Pahlawan sejati memiliki cela. Ujian sesungguhnya untuk seorang juara bukan apakah dia bisa berjaya, namun apakah dia mengatasi rintangan apalagi yang berasal dari dirinya sendiri agar bisa berjaya." (Hal. 183)

Dan, lanjutannya adalah kalimat favorit aku, "Matahari toh terbit setiap hari. Apanya yang dapat dicintai? Kuncilah matahari di dalam kotak. Paksalah matahari untuk mengatasi rintangan agar bisa terbit. Baru kita akan bersorak! Aku akan kerap mengagumi matahari terbit yang indah, tapi aku tak akan pernah menganggap matahari sebagai sang juara karena berhasil terbit." (Hal. 184)

Buku ini mengajar mengenai nilai-nilai kehidupan, persahabatan, keluarga dan kasih sayang. Ada humor, drama, bahkan haru di setiap kisahnya.

Mungkin kalian akan berfikir "Apa istimewanya? Ini kan buku fiksi dan gak benar-benar ada anjing seperti Enzo." Gila memang jika mengira, bahkan berharap, buku ini non fiksi. Tapi tunggu sampai kamu menghabiskan beberapa bab di awal buku ini, pasti kamu akan sependapat dengan aku, hampir mustahil berpikir buku ini fiksi. Kalau buku The Man Who Loved Books Too Much nya Allison Hoover adalah buku yang terlalu fiksi sebagai kisah nyata, maka buku ini adalah kebalikannya buku ini adalah kisah fiksi yang terlalu logis dan menyentuh seolah itu benar-benar nyata.

Mengutip kalimatnya AS. Laksana, bahwa kisah yang bagus adalah kisah yang nyata dan logis. Kisah Enzo menjadi logis karena setiap unsur dalam buku Stein ditempatkan dengan seksama. Bahkan hal-hal spele dengan sengaja diletakkan penulis agar kisahnya benar-benar menjadi hidup, masuk akal, dan membuat pembaca percaya kisah itu benar-benar ada. Seekor anjing dengan jiwa manusia.

Garth Stein sangat jenius menurutku. Dia paham betul bagaimana mengawali suatu paragraf dengan baik, lalu ritme menulis yang benar-benar terjaga, peristiwa demi peristiwa dalam hidup Enzo dan Keluarga Swift dia tuturkan dengan baik, dia tau kapan harus membuat penasaran dan kapan harus membuat pembacanya merasa lega. Hal itu sangat membantu sekali untuk menjaga hasrat membaca buku yang penuh dengan narasi ini.

Setiap ornamen dia tempatkan pada tempatnya. Bahkan melebihi teori-teori dalam menulis, dia melampauinya dengan menambahkan elemen luar biasa yaitu JIWA.

This book drives me to address love in another shape. I don't need more reason to listed it as one of my favorite book. I really lost word to describe. This book which like a sermon. Read it as if we listen the sound of universe

Thank Mr. Stein[/quote]

Rate 4.5 of 5
komet795 - 09/07/2012 10:11 AM
#1783

Quote:
Original Posted By daninoviandi
kapan2 minjem ah bukunya, biar ketularan gaul malu:


yup... bisa diatur...

D

Quote:
Original Posted By Zuko99
Nemu dimana mot bukunya?
Aku nyari-nyari beberapa kali di gramed belum ketemu-ketemu jugak,.. \(
Niatnya sih ke penulisnya langsung, via fb,.. (dapet info dari ajeng)
Padahal pas di Leksika kita nonton om Yosi y puh?


aku pinjem dari mbak lune
kalau mau baca, nanti aku anter ke rumah mbak rika sekalian mbalikin buku madre sama RTDW

D
daninoviandi - 09/07/2012 10:24 AM
#1784

Quote:
Original Posted By Zuko99
Nemu dimana mot bukunya?
Aku nyari-nyari beberapa kali di gramed belum ketemu-ketemu jugak,.. \(
Niatnya sih ke penulisnya langsung, via fb,.. (dapet info dari ajeng)
Padahal pas di Leksika kita nonton om Yosi y puh?

leksika nonton Yosi kapan?think:
puh yang lain kali Peace:

Quote:
Original Posted By komet795
yup... bisa diatur...

D



aku pinjem dari mbak lune
kalau mau baca, nanti aku anter ke rumah mbak rika sekalian mbalikin buku madre sama RTDW

D


oke deh ngacir:

*gw dopost ya?think:*
komet795 - 09/07/2012 10:28 AM
#1785

Quote:
Original Posted By daninoviandi
leksika nonton Yosi kapan?think:
puh yang lain kali Peace:



oke deh ngacir:

*gw dopost ya?think:*


bukan leksika mungkin
itu lho yang biennale sastra, seinget aku ada yg pernah bahas ini di manaaa gitu hehe

***

to Mbak Rika aka zuko99

aku dapet komen dari penerbit banana

Quote:
Terima kasih ulasannya, Mbak. Jika berminat pada buku-buku lain Banana, sila kontak saya, bisa melalui [email]bukubanana@yahoo.co.id[/email], [email]bananapublisher@cbn.net.id[/email] atau akun FB saya, Sigit Pracoyo.
daninoviandi - 09/07/2012 11:42 AM
#1786

Quote:
Original Posted By komet795
bukan leksika mungkin
itu lho yang biennale sastra, seinget aku ada yg pernah bahas ini di manaaa gitu hehe

***

to Mbak Rika aka zuko99

aku dapet komen dari penerbit banana

komen di mana itu?#kepo


oh, bienale ya? lupa, gak apal, mesti flashback dulu Peace:
daninoviandi - 09/07/2012 04:27 PM
#1787
Ah, Cinta. Jangan Ikuti Aku...
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


     Don’t follow me ever...



Kata itu ada di dalam buku Evermore ini, dan artinya memang ambigu, karena tokoh wanita utama di novel ini adalah Ever. Jadi, kalimat don’t follow me ever itu bisa berarti Jangan pernah ikuti aku, atau Ever, jangan ikuti aku! Nah, ambigu yang mau saya bahas adalah ambigu yang pertama. Ya, jangan pernah ikuti aku dalam memilih buku ini sebagai buku tantangan SRC! Frontal ya? Peace to ramundro ama mbak Laras, tapi saya tidak bisa menikmati buku ini. 400-an halaman buku yang biasanya bisa dilahap sekitar 3 hari, ini melebar dan memulur menjadi seminggu.

Lalu apa masalahnya? Dilihat dari cover dan judul, Evermore, seri Immortal, jujur aja mengingatkan saya kepada salah satu novel fantasi terbaik versi saya, yaitu Immortal of Nicholas Flamel. Tapi apa mau dikata, buku ini sangat mengecewakan. Bayangkan saja, dari awal buku saja saya sudah dibuat kecewa. Buka halaman awal, ada endorsment-nya. Saya yang biasanya membaca endorsment belakangan, terjebak membaca endorsment ini. Bukan 1-2 halaman, tapi sampai 9 halaman! Oh my, apalagi baca pas malem-malem, keburu ngantuk duluan abis baca endorsment, walhasil bab 1 terpaksa dipending dulu.

Masalah lain yaitu mengenai nama tokoh. Ah, namanya aneh-aneh: Ever, Damen, Drina, Miles, Ava, Riley (nama cewek), Haven, dll. IMO, nama-nama itu bukan nama yang familiar di dunia perbukuan, apalagi di dunia nyata! Kalau satu-dua yang memakai nama aneh mungkin gak masalah, tapi ini hampir semua tokoh, ah...

Alur buku ini maju, ayo terus maju, sampai-sampai jeda antar dua kejadian langsung terjadi begitu saja, begitu cepat. Misalkan saja, Ever sedang berada di kamarnya berbincang dengan Riley, kemudian mereka pergi ke sekolah. Eh, tiba-tiba saja Ever telah sampai di sekolah, berbincang dengan Damen, dan memarkir mobil dii tempat biasanya. Catatan lain, masalah parkir-mobil-di-tempat-biasa-di-sekolah hampir setiap bab yang menceritakan tentang Ever di sekolah, pasti ada bagian ini, entah berapa kali diulang. Belum lagi adegan makan di kantin, Haven makan cuppycake, Miles minum VitaminWater, sama juga berulang-ulang, ah.. (lagi)

Masih penasaran sama ceritanya? As I say tadi, alur majuuu, tapi kok dari awal buku sampai tengah buku yang dibahas masalah cintaaaa mulu antara Damen dan Ever. Lucunya, baru ketauan Immortalnya justru di tengah-tengah buku, tapi itu juga gak sampai jelas apakah Damen itu, vampirkah, manusia serigalakah, atau memang hanya manusia abadi. Nah, penyebab keabadiannya juga kurang jelas, tidak ada penegasan secara resmi kalau Damen gara-gara blablabla jadi Immortal, nothing. Intinya adalah, Ever adalah seorang gadis yang kehilangan seluruh keluarganya dalam sebuah kecelakaan. Setelah kecelakaan itu, terjadi sesuatu pada Ever, dia jadi bisa melihat aura orang lain (list warna-warna aura ada di bagian depan buku), membaca pikiran orang dengan cara menyentuhnya dan yang paling mengejutkan, dia bisa bicara dengan adiknya yang sudah meninggal, Riley. Akibat kecelakaan ini juga, akhirnya Ever tinggal bersama tantenya, pindah dari rumah Ever sebelumnya. Di kota barunya ini, Ever yang mukanya tercetak bekas luka gara-gara kecelakaan, disebut Si Orang Aneh oleh teman-temannya. Sampai suatu saat, muncullah Damen (ganteng, sempurna, namun warna auranya tak bisa Ever rasakan), tanpa bakbikbuk, deketlah mereka, HTS, pacaran, kencan, bolos sekolah, gado-gadolah... yang paling spesial adalah pemberian bunga Tulip merah bagi Ever, hampir setiap hari selama masa pacaran mereka. Nah, semua berubah ketika Drina muncul. Ternyata menurut pengakuan Drina, dialah istri dari Damen di masa lalu, dan Ever, memang sejak dahulu kala sudah menjadi penghambat antara Drina dan Damen. Terjadilah pertempuran nanggung antara Drina dan Ever di 1/9 akhir bagian buku, ah (lagi), pertempurannya juga gitu-gitu doang, mengecewakan lah.

Jadi, semua tergantung kalian semua, tertarik gak sama buku ini. Jangan pernah baca review ini dengan emosi, karena gak penting juga, toh ini subyektif, buku ada untuk dikomentari kok. Senangnya saya, coba deh lihat rating teman-teman di goodreads, ternyata banyak yang sependapat, hihihi.. jadi sekali lagi, peace buat ramundro ama mbak Laras. D

Tunggu deh, ada dua kutipan menarik nih:

1. Memaafkan itu menyembuhkan, terutama menyembuhkan diri sendiri.
[INDENT]Jadi maafkan apabila ada yang tersinggung dengan review ini :O
2. Berhati-hatilah akan apa yang kau sampaikan, karena kau mungkin saja akan mendapatkannya
     Nah, mungkin saja kan, saya bisa menang SRC dengan review ini :P


ah, 2 saja lah rate-nya :O
[/INDENT]


Evermore by Alyson Noel
Mizan Fantasi, 396 hal., ISBN 9789794335, Nov '10 (1st published)
SRC Juli 12
daninoviandi - 09/07/2012 04:28 PM
#1788
Diary Si Bocah Tengil : Hari-hari Sial (Diary of a Wimpy Kid #4) by Jeff Kinney
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     Buku keempat dari si bocah tengil... amazing juga waktu tau judul aslinya Dog Days, wkwkwkw... Untung aja gak diterjemahkan sama penerjemahnya hari anjing (sehingga gak muncul kontroversi di dunia perbukuan Indonesia). Jadi, judul buku ini adalah Hari-hari Sial, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa terjemahan bebas dog dalam bahasa Indonesia adalah sial. Ah, bisa kau bayangkan bahwa Hot Dog berarti terjemahan bebasnya: “Sial, panas!” karena mana ada hot dog yang dingin adalah hot dog yang enak. #abaikan saja.

Jadi, seberapa sial si Greg ini? Greg, udah SMP di buku ini, saya yang sudah pernah baca nomer dua merasakan perbedaan yang sangat mencolok. Dimana di buku ini, Greg tidak lagi dibully secara frontal dan sering oleh kakaknya Rodrick. Cukup aneh juga, mengapa bisa demikian, apakah gara-gara Greg sudah dewasa atau ada hal lain, kurang dijelaskan disini. Mungkin ada di buku ketiga, mungkin juga tak ada. Oh ya, kesialannya itu yaitu meliputi: gagalnya Greg liburan ke pantai; Pemandngan tak senonoh yang selalu dilihat Greg ketika akan ke kamar ganti pakaian di kolam renang umum; Greg dan Rowley nyoba bisnis baru tapi gak tau apa-apa tentang peralatan yang digunakan dalam bisnisnya; hingga permusuhan Greg dan Rowley akibat kesinisan ayah Rowley terhadap Greg. Semua kejadian sial ini terjadi ketika seharusnya Greg menikmati liburan musim panasnya, tapi apa daya, diary ini bercerita tentang Greg yang sial walaupun tengil, sehingga ada satu pelajaran yang dapat diperoleh: tengil bukan berarti selalu beruntung, tapi tengil juga belum tentu sial melulu. Yah, banyak faktor lah yang menentukan.

Buku ini saya beri rate 3, karena saya kurang bisa melebarkan senyum atau tertawa ngakak ketika membacanya. Mungkin gara-gara saya udah baca buku yang kedua, sehingga gaya menulis dan humor ala Amerika dari Greg terlanjur akrab dan mudah ditebak. Apalagi buku ini dibaca dalam keadaan yang kurang memungkinkan untuk tertawa, sehingga ceritanya menjadi cenderung flat kelucu-lucuan. Karikatur dan ilustrasi Greg di buku ini saya sangat suka, entah bagaimana, terbayang sesosok pemuda polos berambut jarang ketika membayangkan Greg. Belum lagi karikatur dari ibu Greg, mengingatkan pada ibunya Nobita di Doraemon. Dengan ketebalan dan karikatur yang memenuhi buku, saya berpendapat, bacaan ini sangat ringan dan bisa dipakai dalam menemani perjalanan anda, belum lagi ketebalan buku ini yang bisa dihabiskan hanya dalam beberapa jam saja, sehingga sisa waktu dapat kita manfaatkan untuk melihat ekranisasi dari film ini, apakah sesuai bukunya atau tidak.

Oh ya, buku ini juga bisa dibaca tidak sesuai urutan lho, gak akan bingung dan pusing apabila bacanya tidak urut, karena memang kejadian-kejadian di buku ini kejadian yang berdiri sendiri, dan melucu sendiri. Ah, sudah saya bilang, cukup 3 saja rate-nya.

Terima kasih.
sulitbangunpagi - 09/07/2012 05:44 PM
#1789

Quote:
Original Posted By daninoviandi
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


     Don’t follow me ever...



Kata itu ada di dalam buku Evermore ini, dan artinya memang ambigu, karena tokoh wanita utama di novel ini adalah Ever. Jadi, kalimat don’t follow me ever itu bisa berarti Jangan pernah ikuti aku, atau Ever, jangan ikuti aku! Nah, ambigu yang mau saya bahas adalah ambigu yang pertama. Ya, jangan pernah ikuti aku dalam memilih buku ini sebagai buku tantangan SRC! Frontal ya? Peace to ramundro ama mbak Laras, tapi saya tidak bisa menikmati buku ini. 400-an halaman buku yang biasanya bisa dilahap sekitar 3 hari, ini melebar dan memulur menjadi seminggu.

Lalu apa masalahnya? Dilihat dari cover dan judul, Evermore, seri Immortal, jujur aja mengingatkan saya kepada salah satu novel fantasi terbaik versi saya, yaitu Immortal of Nicholas Flamel. Tapi apa mau dikata, buku ini sangat mengecewakan. Bayangkan saja, dari awal buku saja saya sudah dibuat kecewa. Buka halaman awal, ada endorsment-nya. Saya yang biasanya membaca endorsment belakangan, terjebak membaca endorsment ini. Bukan 1-2 halaman, tapi sampai 9 halaman! Oh my, apalagi baca pas malem-malem, keburu ngantuk duluan abis baca endorsment, walhasil bab 1 terpaksa dipending dulu.

Masalah lain yaitu mengenai nama tokoh. Ah, namanya aneh-aneh: Ever, Damen, Drina, Miles, Ava, Riley (nama cewek), Haven, dll. IMO, nama-nama itu bukan nama yang familiar di dunia perbukuan, apalagi di dunia nyata! Kalau satu-dua yang memakai nama aneh mungkin gak masalah, tapi ini hampir semua tokoh, ah...

Alur buku ini maju, ayo terus maju, sampai-sampai jeda antar dua kejadian langsung terjadi begitu saja, begitu cepat. Misalkan saja, Ever sedang berada di kamarnya berbincang dengan Riley, kemudian mereka pergi ke sekolah. Eh, tiba-tiba saja Ever telah sampai di sekolah, berbincang dengan Damen, dan memarkir mobil dii tempat biasanya. Catatan lain, masalah parkir-mobil-di-tempat-biasa-di-sekolah hampir setiap bab yang menceritakan tentang Ever di sekolah, pasti ada bagian ini, entah berapa kali diulang. Belum lagi adegan makan di kantin, Haven makan cuppycake, Miles minum VitaminWater, sama juga berulang-ulang, ah.. (lagi)

Masih penasaran sama ceritanya? As I say tadi, alur majuuu, tapi kok dari awal buku sampai tengah buku yang dibahas masalah cintaaaa mulu antara Damen dan Ever. Lucunya, baru ketauan Immortalnya justru di tengah-tengah buku, tapi itu juga gak sampai jelas apakah Damen itu, vampirkah, manusia serigalakah, atau memang hanya manusia abadi. Nah, penyebab keabadiannya juga kurang jelas, tidak ada penegasan secara resmi kalau Damen gara-gara blablabla jadi Immortal, nothing. Intinya adalah, Ever adalah seorang gadis yang kehilangan seluruh keluarganya dalam sebuah kecelakaan. Setelah kecelakaan itu, terjadi sesuatu pada Ever, dia jadi bisa melihat aura orang lain (list warna-warna aura ada di bagian depan buku), membaca pikiran orang dengan cara menyentuhnya dan yang paling mengejutkan, dia bisa bicara dengan adiknya yang sudah meninggal, Riley. Akibat kecelakaan ini juga, akhirnya Ever tinggal bersama tantenya, pindah dari rumah Ever sebelumnya. Di kota barunya ini, Ever yang mukanya tercetak bekas luka gara-gara kecelakaan, disebut Si Orang Aneh oleh teman-temannya. Sampai suatu saat, muncullah Damen (ganteng, sempurna, namun warna auranya tak bisa Ever rasakan), tanpa bakbikbuk, deketlah mereka, HTS, pacaran, kencan, bolos sekolah, gado-gadolah... yang paling spesial adalah pemberian bunga Tulip merah bagi Ever, hampir setiap hari selama masa pacaran mereka. Nah, semua berubah ketika Drina muncul. Ternyata menurut pengakuan Drina, dialah istri dari Damen di masa lalu, dan Ever, memang sejak dahulu kala sudah menjadi penghambat antara Drina dan Damen. Terjadilah pertempuran nanggung antara Drina dan Ever di 1/9 akhir bagian buku, ah (lagi), pertempurannya juga gitu-gitu doang, mengecewakan lah.

Jadi, semua tergantung kalian semua, tertarik gak sama buku ini. Jangan pernah baca review ini dengan emosi, karena gak penting juga, toh ini subyektif, buku ada untuk dikomentari kok. Senangnya saya, coba deh lihat rating teman-teman di goodreads, ternyata banyak yang sependapat, hihihi.. jadi sekali lagi, peace buat ramundro ama mbak Laras. D

Tunggu deh, ada dua kutipan menarik nih:
Memaafkan itu menyembuhkan, terutama menyembuhkan diri sendiri.
Jadi maafkan apabila ada yang tersinggung dengan review ini :O
Berhati-hatilah akan apa yang kau sampaikan, karena kau mungkin saja akan mendapatkannya
Nah, mungkin saja kan, saya bisa menang SRC dengan review ini :P


ah, 2 saja lah rate-nya :O



Evermore by Alyson Noel
SRC Juli 12


menurut aku review mas dan yang ini bagus
pasti bisa naik peringkat :thumbup
daninoviandi - 09/07/2012 05:50 PM
#1790

Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi
menurut aku review mas dan yang ini bagus
pasti bisa naik peringkat :thumbup

ah, dipuji mbak kemot malu:
ah (lagi), jadi galau nih bakal menang gak ya bingung:
komet795 - 09/07/2012 06:37 PM
#1791

Quote:
Original Posted By peacekeeper
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Judul Enzo,The Art of Racing In The Rain
Paperback, 412 pages
Published April 2009 by PT. Serambi Ilmu Semesta
ISBN 139789790241503
edition language Indonesian




Rate 4.5 of 5


:matabelo
bener kata mbak dew
review yang ini bagus
waduh makin hebat aja nih sesepuh2 serapium ilmu mereviewnya iloveindonesias

aku gimana yah bingung:
musti siapin mental aja ini sik
dewok - 09/07/2012 07:05 PM
#1792

Quote:
Original Posted By komet795
:matabelo
bener kata mbak dew
review yang ini bagus
waduh makin hebat aja nih sesepuh2 serapium ilmu mereviewnya iloveindonesias

aku gimana yah bingung:
musti siapin mental aja ini sik


pemakaian bhs inggrisnya jg ga lebay, no comment dah soal reviewnya. menarik jd pengen baca bukunya D

review puh dan jg sdh bagus banget kali ini, akan lebih bagus lagi klo dilengkapin dengan data-data bukunya p
Zuko99 - 10/07/2012 01:41 AM
#1793

Quote:
Original Posted By komet795
bukan leksika mungkin
itu lho yang biennale sastra, seinget aku ada yg pernah bahas ini di manaaa gitu hehe

***

to Mbak Rika aka zuko99

aku dapet komen dari penerbit banana


Hi mot, tengkyu ya, infonya,... D
dewok - 10/07/2012 10:42 AM
#1794

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Yakuza Moon
Penulis: Shoko Tendo
Penerbit: Gagas Media
Tgl Terbit: Cetakan ke-5, 2009
Ukuran: 252 hlm.; 14 x 20 cm
Tgl beli: 060612 di TB. Leksika KC
ISBN: 979-780-268-X
Rating: 4/5

Wow… ada Yakuza Moon di buku murah TB. Leksika KC.
Memang bukunya bagus?
Hehehe nggak tau lah, kan belum baca.
Lha terus kenapa dibeli?
Hah! Masih tanya kenapa? Ga liat covernya sekeren ini?

Yah… saya memang punya satu kelemahan soal buku, yaitu cover buku. Selama covernya itu indah, artistik, keren, wah, dsb. masalah isi jadi nomer sekian bagi saya. Seperti buku ini. Sebaliknya niat saya untuk membeli sebuah buku yg sudah lama ditunggu bisa lenyap begitu saja gara-gara covernya yg nggak banget.

Jadi mari kita bahas terlebih dahulu mengenai cover bukunya. Pada bagian belakang buku anda bisa melihat sosok sang penulis, Shoko Tendo. Apa pendapat anda? Cantik dan stylish sekali kan? Tapi tunggu sampai ia membuka bajunya. Pasti pikirannya langsung pada ngeres nih… bukan itu maksud saya. Saat Tendo membuka bajunya anda pasti akan terkejut dibuatnya, karena tubuh Tendo dipenuhi tato. Yah… sosok perempuan yg ada di sampul buku ini adalah sosok Tendo, sang penulis buku ini sendiri.

Sekarang perhatikan gambar tatonya. Artistik dan sangat indah. Buat sebagian orang tato adalah sesuatu hal yg tabu. Tapi bagi saya tato tetaplah sebuah karya seni, hanya medianya yg berbeda. Tapi klo ditanya, “Apakah anda ingin punya tato?” Emm… tunggu dulu, saya memang menikmati tato tapi bukan berarti saya ingin memilikinya. Ah… basi sekali saya.

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Awalnya saya mengira buku ini adalah sebuah karya fiksi, ternyata saya salah. Buku ini adalah autobiografi dari Shoko Tendo. Seorang perempuan yg lahir dan besar di keluarga Yakuza. Kalau anda berfikir jadi Yakuza itu keren dan hebat, maka buku ini akan membuka mata anda. Menjadi Yakuza tidaklah sehebat sangkaan saya selama ini, meskipun hidup mereka bergelimang kemewahan bagi orang Jepang sendiri anggota Yakuza hanyalah warga kelas dua, orang buangan.

Tendo tumbuh dalam situasi penuh tekanan dari lingkungannya. Hinaan, cercaan dan perlakuan kasar dari teman sekelasnya jadi makanan sehari-hari. Kehidupan semakin sulit saat ayahnya harus masuk penjara dan mengalami kebangkrutan. Sifat ayahnya berubah drastis menjadi kasar dan suka mabuk-mabukan. Hal ini mendorong Tendo untuk memberontak dan memilih menjadi Yanki, berandalan yg mengecat rambutnya dengan warna putih, berdandan menor, nge-fly dengan menghirup thinner dan doyan kebut-kebutan dengan mobil balap yg dibuka knalpotnya.

Seperti lazimnya anak berandalan, ujung-ujungnya mereka akan terjerat pada narkoba dan seks bebas. Begitupun dengan Tendo yg pada akhirnya kecanduan dengan zat Amfetamin dan menjadi budak seks para lelaki. Tendo jatuh dari satu lelaki ke lelaki lainnya, sebagai wanita simpanan yg kadang memperlakukannya dengan sangat kejam.

Perubahan pada diri Tendo mulai terjadi saat ia memutuskan untuk mentato tubuhnya. Saat melihat Tendo, sang maestro menyarankan untuk mentato tubuh Tendo dengan sebuah gambar yg hebat.

“Ini Jigoku Dayu. Ia pelacur kelas atas di era Muromachi. Ia tokoh nyata, dan tinggal di Sakai sini. Para perempuan ini hidup di tempat-tempat pelacuran, bekerja sampai mereka bisa menebus diri mereka, atau menarik perhatian seorang tuan yg bisa membebaskan mereka. Itu kehidupan yg keras.” – p.149

Dan sosok Jigoku Dayu seolah-olah melebur dalam diri Tendo, meminjamkan sedikit kekuatannya.

“Ketika aku melihat tato indah itu, perasaanku dipenuhi oleh suka cita yg tak pernah kualami sebelumnya. Aku merasa seperti menemukan kebebasanku.” – p.151

Dalam karya pertamanya ini Tendo tampil dengan cerdas. Gaya berceritanya yg blak-blakan, jujur dan cenderung vulgar namun tidak lantas menjadi saru berhasil membuat saya ikut merasakan kerasnya, putus asa, perihnya luka, rasa sakit, kesedihan dan semangat yg dialami Tendo. Rangkaian kata demi kata tersusun dengan sangat apik, membuat saya enggan melepaskan buku ini sebelum menghabisinya. Meskipun saya merasa ada beberapa bagian yg tidak diceritakan dengan detil dan terkesan diperhalus, lebih dari cukup buat saya dan seperti kata Tendo, “Cukup bagiku jika Anda bisa menikmati apa yg kutuangkan disini dan menafsirkannya sekehendak Anda.”
daninoviandi - 10/07/2012 10:45 AM
#1795

Quote:
Original Posted By dewok
pemakaian bhs inggrisnya jg ga lebay, no comment dah soal reviewnya. menarik jd pengen baca bukunya D

review puh dan jg sdh bagus banget kali ini, akan lebih bagus lagi klo dilengkapin dengan data-data bukunya p

udah diedit mbak, semoga berkenan malu:
ada lagi masukan?malu:
dewok - 10/07/2012 10:51 AM
#1796

Quote:
Original Posted By daninoviandi
udah diedit mbak, semoga berkenan malu:
ada lagi masukan?malu:


baru mau protes... ealah taunya ditari di pojok kanan bawah.

sip... udah oke puh dan, bersaing sama luna ya...
daninoviandi - 10/07/2012 10:59 AM
#1797

Quote:
Original Posted By dewok
baru mau protes... ealah taunya ditari di pojok kanan bawah.

sip... udah oke puh dan, bersaing sama luna ya...

makasih mbak dew malu:
saingannya berat takuts
dewok - 10/07/2012 04:31 PM
#1798

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Empat Dara
Judul Asli: Little Woman
Penulis: Louise May Alcott
Penerjemah: Ny. Suwarni A.S.
Desain Sampul: Srianto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tgl Terbit: Cet. 1, 1981
Ukuran: 137 hlm; 20 cm
Tgl beli: Juni 2012 di Radja Komik Bekas
ISBN: GM. 81.029
Rating: 3/5

Boleh pinjam jempolnya nggak?
Buat apa?
Buat ngerate buku ini
Kenapa nggak pake jempol sendiri?
Nggak cukupppp jempolku cuma empat sedang buku ini butuh lima jempol D

Buku ini bercerita tentang empat orang gadis yg masih bersaudara yaitu Meg 16 tahun, Jo 15 tahun, Beth 13 tahun, dan Amy 12 tahun dengan karakter yg sangat berbeda. Mereka tinggal bersama ibu mereka Bu March, sedangkan ayahnya pergi berperang. Sebagai saudara mereka saling mencintai sekaligus membenci satu sama lain. Mereka berjuang meraih mimpi di tengah hidup mereka yg susah.

Membaca buku ini seperti oase di padang pasir, atau minum segelas air dingin saat cuaca panas. Otak yg kadung jenuh dengan cerita cinta ala Twilight atau harapan yg memudar dalam dunia distopia seperti mendapat penyegaran saat membaca buku ini. Mungkin buat sebagian orang cerita ini terasa old fashion tapi justru disinilah letak kekuatannya. Tidak perlu pertumpahan darah atau makhluk yg tak bisa mati, kesederhanaan dan keceriaan gadis-gadis March sudah lebih dari cukup.

Lantas dimana bagusnya? Hah… garuk-garuk kepala dulu, mikir… Mungkin karena banyak pesan moral yg bisa diambil dari buku ini, misalnya saja keinginan untuk membantu orang lain meskipun hidup kita sendiri tidak berlebih, menjaga tali persaudaraan dan tetap menjadi diri sendiri. Dan sebagai orang tua saya juga banyak belajar dari Bu March, bagaimana caranya menjadi orang tua yg bijaksana, bagaimana caranya mencintai sekaligus mendidik anak-anaknya. Eh… apa lagi ya?

Kekurangannya, alur dalam buku ini terasa meloncat-loncat. Selidik punya selidik, buku ini adalah versi ringkas dari buku Little Woman. Banyak detil cerita yg hilang, sayang sekali \( . Dan kalau saya tidak salah (berhubung saya belum membaca versi aslinya) ending cerita buku ini mengambil cerita dari buku kedua “Good Wives.”

Saya menanti kesempatan untuk membaca buku ini versi Serambi, karena jumlah halamannya lebih tebal harapan saya buku ini diterjemahkan secara lengkap dari versi aslinya D .

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Anda juga bisa membaca kedua buku ini dalam bahasa Inggris secara online disini: http://www.bibliomania.com atau kalau lebih suka membaca ebook, bisa mengunduh dari: http://www.gutenberg.org/ebooks/514 buku ini termasuk cerita klasik yg sudah free share.

Jadi penasaran kalau buku free copyright gitu, penerbit yg mau terjemahin tetep bayar royalti ga yah? Kalau iya bayarnya ke siapa ya?

Note:
- Buku ini termasuk dalam “1001 Books You Must Read Before you Die”
- Diambil dr blog pribadi saya : Empat Dara
dewok - 10/07/2012 04:44 PM
#1799

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Asli: Perfume: The Story of a Murderer
Penulis: Patrick Suskind
Penerjemah: Bima Sudiarto
Penerbit: Dastan Books
Tgl Terbit: Cet. 5, Juni 2006
Ukuran: 428 hlm; 12,5 x 19 cm
Tgl beli: Tahun 2012 di Keramba
ISBN: 979-3972-05-X
Rating: 2/5

Sekitar tahun 1738 kota-kota disesaki oleh aroma asing yg menyengat campuran antara bau pupuk kandang, bau pesing, jamur kayu, kotoran tikus, sampah, lemak daging domba, tambang, dll. Orang-orangnya pun tak mau kalah, mereka menebarkan bau keringat, bau gigi busuk, bau nafas beraroma bawang dan berbagai penyakit.

Jean-Baptiste Grenouille dilahirkan di salah satu kota yg memiliki bau paling busuk yaitu di pasar ikan. Kelahiran Grenouille tidak diinginkan oleh ibunya, bahkan ibunya lebih suka membunuh bayi yg dilahirkannya. Hal ini mengantarkan ibu Grenouille pada hukuman mati. Grenouille tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, berpindah dari satu ibu susu ke ibu susu yg lainnya.

Grenouille dilahirkan berbeda dengan manusia normal lainnya, ia tidak memiliki aroma tubuh. Sebagai gantinya Grenouille dianugrahi indra penciuman yg sangat tajam dan memori yg kuat. Ia bisa mengenali, memilah-milah dan menyimpan aroma apapun yg pernah dihirupnya secara detil.

1 September 1753 adalah hari ulang tahun penobatan Raja Prancis, tapi bagi Grenouille hari itu adalah hari dimana obsesi panjangnya dimulai. Awalnya Grenouille hanya mencium secuil aroma yg sangat menyiksa batinnya dan membuatnya putus asa. Grenouille mengendusi udara pagi mencari asal aroma tersebut. Ia terus melangkah hingga menemukan seorang gadis berambut merah tengah mengupas buah plum. Grenouille tersenyum dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh si gadis laksana candu. Ia harus berhasil mendapatkan dan menyimpan aroma ini.

Sebuah cerita yg menarik dengan ide yg orisinal dimana seseorang terobsesi oleh bau tubuh manusia. Sayangnya gaya penulisan yg terlalu banyak narasi terasa bertele-tele dan membuat saya cepat bosan. Satu-satunya yg membuat saya bertahan membaca buku ini adalah karena penasaran bagaimana cara Grenouille menangkap aroma tubuh manusia.

Dari 25 gadis yg dibunuh, hanya gadis terakhir yg diceritakan proses penyimpanan aroma tubuhnya. Itupun di jelaskan dengan sepintas lalu. Jujur saya merasa kecewa dengan buku ini karena terkesan setengah-setengah. Untunglah imajinasi saya terbantu dengan filmnya yg sempat saya lihat beberapa waktu yg lalu.

Oh ya sedikit spoiler untuk endingnya. Sebagian besar mengatakan bahwa ending buku ini menjijikkan, tapi bagi saya ending cerita dalam buku ini justru menjadi klimak setelah lelah menunggu. Antara perasaan ngeri, jijik, takjub, geli, kasihan, ironis bahkan sedikit bersyukur. Untunglah tidak diceritakan dengan sangat detil karena saya pun pasti akan bergidik membacanya. Buat yg tertarik membaca buku ini saya lebih menyarankan untuk melihat versi filmnya dalam bentuk DVD. Karena penggambarannya lebih kena menurut saya. Grenouille yg di film juga lebih ganteng D

Ah… ingin rasanya memberi tiga bintang untuk idenya yg orisinil. Tapi karena ceritanya nanggung dan narasinya menyebalkan, 2 bintang cukuplah.

Note:
- Buku ini termasuk dalam “1001 Books You Must Read Before you Die”
dewok - 10/07/2012 04:54 PM
#1800

Ketika Mereka Memilih Mati

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Asli: The Virgin Suicides
Penulis: Jeffrey Eugenides
Penerjemah: Rien Chaerani
Penerbit: Dastan Books
Tgl Terbit: Cet. 4, Februari 2009
Ukuran: 352 hlm; 12,5 x 19 cm
Tgl beli: Tahun 2011 di FJB Kaskus
Rating: 1/5

Kali pertama saya membaca buku ini saya mengalami “gagal paham.” Ketika saya melihat buku ini masuk daftar “1001 Books You Must Read Before You Die” saya terkejut setengah hati. Jangan-jangan karena kapasitas otak yg mepet jadi ga bisa memahami buku sebagus ini. Jadi saya coba untuk baca ulang buku ini, siapa tahu kali kedua saya lebih beruntung.

Buku ini bercerita tentang keluarga Lisbon yg tinggal di kota Groisse Ponte, Michigan pada awal tahun 1970-an. Suami istri Lisbon adalah pasangan yg sangat religius, Ronald Lisbon, sang kepala keluarga bekerja sebagai guru di SMA setempat, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga biasa. Mereka memiliki lima anak perempuan, Therese (17), Mary (16), Bonnie (15), Lux (14), dan Cecilia (13). Kehidupan mereka berjalan biasa-biasa saja, nyaris tanpa konflik berarti. Pasangan Lisbon mendidik kelima putrinya dengan sangat keras, mengawasi dan membatasi pergaulan mereka.

Pada suatu pagi di bulan Juni saat musim lalat sedang terjadi, Cecilia ditemukan tak sadarkan diri saat tengah berendam dalam bak mandi dengan pergelangan tangan berlumuran darah. Cecilia mencoba bunuh diri. Sayangnya kali ini Cecilia gagal.

Sejak kejadian itu Mr. Lisbon sedikit melonggarkan aturannya, Butch, anak laki-laki yg biasa memotong rumput, diijinkan masuk ke dalam rumah untuk mengambil air minum. Dan dua minggu setelah Cecilia pulang ke rumah, Mr. Lisbon mengadakan pesta untuk mengembalikan keceriaan putri-putrinya dan melupakan “kecelakaan kecil” yg menimpa Cecilia dengan mengundang anak laki-laki tetangga mereka.

Seperti sudah diduga, pesta berlangsung sangat membosankan. Tidak ada keramaian, tidak ada hingar bingar musik, tidak ada gentong bir yg didinginkan dengan es di bak mandi, tidak ada suara muntahan, tidak ada apa-apa. Sepi!!!

Karena bosan, Cecilia mohon ijin untuk naik ke kamarnya. Saat pesta baru mulai memanas, terdengar suara benda jatuh menimpa pagar yg mengelilingi rumah itu. Mrs. Lisbon berteriak, “Ya Tuhan.” Mr. Lisbon lari keluar rumah disusul Mrs. Lisbon, dan yg lainnya. Cecilia menjatuhkan diri dari lantai atas, tubuhnya menancap di pagar.

Seperti penyakit menular, satu tahun kemudian putri keluarga Lisbon yg lainnya bergantian melakukan bunuh diri. Hanya satu dari mereka yg berhasil selamat, meskpun pada akhirnya ia berhasil menemukan kematiannya sendiri.

Oke, kali ini saya cukup berhasil dengan buku ini. Sebetulnya buku ini mengusung tema yg menarik, sebuah keluarga dimana kelima putrinya memilih mati dengan bunuh diri. Pasti anda bertanya-tanya, seperti saya juga, wih… kenapa nih? Kok bisa satu keluarga bunuh diri semua. Penasaran kan?

Sayangnya novel ini terkesan biasa saja dan datar. Tidak ada konflik yg menjadi pemuncak cerita. Bentuk penulisan yg cukup unik yaitu dalam bentuk laporan investigasi, yg seharusnya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi buku ini, tertutup oleh pemilihan orang pertama yg biasanya tunggal menjadi jamak. Memang hal ini mengindikasikan kalau penyelidikan dilakukan oleh beberapa orang sekaligus. Tapi ketidak jelasan siapa “kami” yg tengah bertutur ini membuat saya tidak nyaman.

Dari segi cover buku ini terbilang “berhasil.” Yah, berhasil menipu saya maksudnya. Sinopsis di sampul belakangnya jg cerdas, membuat saya ingin cepat-cepat memecahkan misteri yg terjadi pada keluarga Lisbon. Pemilihan font yg besar dan spasi yg cukup membuat buku ini enak dibaca. Saya juga suka dengan desain grafis kupu-kupu yg ada didalamnya.

Misteri kematian putri-putri keluarga Lisbon tetap tidak terpecahkan sampai akhir cerita, namun saya mencoba mereka-reka sebuah kemungkinan. Dugaan saya adalah karena kungkungan dan penerapan disiplin yg terlalu berlebihan. Hal ini membuat mereka terkucil dari dunia luar, sementara manusia bagaimanapun juga membutuhkan sebuah ikatan sosial yg bisa memberikan mereka alasan untuk hidup.

Memang tidak ada bukti kuat yg menunjukkan bahwa tindakan keras pasangan Lisbon lah yg telah mendorong putri-putrinya untuk bunuh diri, tapi ada baiknya jika hal ini dijadikan pelajaran berharga bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Yang membuat mereka berarti. Karenanya

Secara keseluruhan saya menilai buku ini memiliki kemasan yg bagus sayang gagal menyampaikan isi ceritanya.

Note:
- Buku ini termasuk dalam “1001 Books You Must Read Before you Die”
Page 90 of 105 | ‹ First  < 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu