BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 92 of 105 | ‹ First  < 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 >  Last ›

after_dark - 13/07/2012 03:53 AM
#1821

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Metamorfosis
Penulis: Franz Kafka
Penerbit: Homerian Pustaka
Jumlah Halaman: 154

Entah dosa apa yang telah dilakukan oleh Gregor Samsa atau ia hanya sedang bernasib sangat sial sehingga suatu hari ketika ia bangun tidur, didapatinya dirinya telah berubah menjadi seekor kutu besar. Hal ini tentu sangat mengejutkan Gregor Samsa. Tapi yang lebih mengejutkan ialah, Gregor Samsa sama sekali tidak berlebihan dalam menghadapi masalah tersebut. Ia hanya berkata, “apa yang terjadi padaku?”. Tadinya ia berpikir ini cuma mimpi, dan ia hendak melanjutkan tidurnya ketika ia menyadari bahwa ia memang telah berubah menjadi kutu besar. Dan, sekali lagi, ia tidak histeris atau pun panik. Ia malah kemudian curhat masalah kerjaan, “Oh Tuhan,” gumamnya, “Begitu besar pekerjaan yang telah kupilih, melakukan perjalanan seharian.”
Kemudian reaksiku ialah: Laahh, kenapa jadi ngomongin kerjaan sih!
Aku membayangkan seandainya aku bernasib sama dengan Gregor, tentu aku sudah panik bukan main. Celaka dua belas. Apa yang harus kulakukan? Maksudku, ini mengerikan. Aku bahkan belum kawin. Eaaa. :genits
Lalu bagaimana nasib Gregor Samsa selanjutnya? Apa yang akan dilakukan oleh keluarganya?

Buku ini tipis, hanya 154 halaman, tapi ketika dibaca terasa begitu melelahkan. Aku berpikir tentang kata kata yang digunakan. Tidak begitu enak waktu dibaca. Dan ceritanya yang menyedihkan, semakin membuat buku ini tidak nyaman untuk dibaca. Tapi anehnya, tepat setelah aku selesai membaca, aku baru menyadari, aku menyukai buku ini. Aku menyukai aura depresif yang mengusik ketenangan hidupku. Yang membuat aku sejenak merenungkan nasib Gregor Samsa, dan ingin memberi sedikit penghiburan padanya seandainya hal itu memang bisa dilakukan.
Jadi inti buku ini ialah perubahan. Bagaimana perubahan yang dialami oleh Gregor Samsa kemudian mempengaruhi kehidupan kedua orang tua serta adik perempuannya.

Buku ini mengingatkanku pada In A Strange Room karangan Damon Galgut. Sama sama depresif dan melelahkan untuk dibaca. Tapi bukan berarti tidak bagus. Buku ini bagus. Yang diperlukan hanyalah kesabaran, karena mungkin kata kata yang dipilih oleh Kafka( atau terjemahannya) tidak begitu enak untuk dibaca (terlalu baku). Yang jelas, buku ini bukan untuk anda yang sedang mencari hiburan. Meski tidak ada salahnya jika dibaca ketika sedang tidak ada kerjaan, sedang dalam perjalanan, menunggu bis kota, atau menunggu jodoh anda. Eaaa. :genits
Rating 3 of 5
daninoviandi - 13/07/2012 09:57 AM
#1822

Quote:
Original Posted By Zuko99
Sepuh ngeracun again,... D
Lewat reviewnya yang lugas, tegas, terpercaya, kalo gak bikin saya pengen baca banget, atau jadi gak pengen baca sama sekali,... hehe,.. ngakaks

jadi evermore gara2 itu?ngakaks
Quote:
Original Posted By CSdnadychi
kalau buku ini, aku rate 3/5 bintang D/

emang bukan metropop enthusiast lo mah crut ngacir:
CSdnadychi - 13/07/2012 10:07 AM
#1823

Quote:
Original Posted By Zuko99
Oh,.. Kalau gitu, aku gak jadi pengen baca banget deh,..
*gak konsisten,.. hammer:

gimana sih mbak juki ini mad:

ngakaks
Quote:
Original Posted By daninoviandi
jadi evermore gara2 itu?ngakaks

emang bukan metropop enthusiast lo mah crut ngacir:

hammer:

gini-gini, dulu aku penggemar metropop tahu mad:
daninoviandi - 13/07/2012 10:08 AM
#1824

Quote:
Original Posted By CSdnadychi
gimana sih mbak juki ini mad:

ngakaks

hammer:

gini-gini, dulu aku penggemar metropop tahu mad:

buku ini kan keren, endingnya mengharukan, masa cuma bintang 3?mad:
CSdnadychi - 13/07/2012 10:28 AM
#1825

Quote:
Original Posted By daninoviandi
buku ini kan keren, endingnya mengharukan, masa cuma bintang 3?mad:

emang kenyataannya ane cuma bisa kasih rate 3 capedes

tapi secara ending, aku suka dengan ending cerita ini D
eclips3 - 13/07/2012 05:26 PM
#1826

Quote:
Original Posted By daninoviandi
buku ini kan keren, endingnya mengharukan, masa cuma bintang 3?mad:


iya buku ini keren kok, setuju... buku indonesia yang gak bikin aku bosen ngebacanya.
daninoviandi - 13/07/2012 05:41 PM
#1827

Quote:
Original Posted By CSdnadychi
emang kenyataannya ane cuma bisa kasih rate 3 capedes

tapi secara ending, aku suka dengan ending cerita ini D

rate apa itu?mad:


ngakaks
Quote:
Original Posted By eclips3
iya buku ini keren kok, setuju... buku indonesia yang gak bikin aku bosen ngebacanya.


gak usah terpaksa gitu malu:
eclips3 - 13/07/2012 05:53 PM
#1828

Quote:
Original Posted By daninoviandi
rate apa itu?mad:


ngakaks


gak usah terpaksa gitu malu:


hahahaha walau tema ceritanya sebenernya biasa.. tapi memang enak dibaca kok, buku ini beres dalam beberapa jam p
dewok - 13/07/2012 06:25 PM
#1829

Quote:
Original Posted By daninoviandi
buku ini kan keren, endingnya mengharukan, masa cuma bintang 3?mad:


Quote:
Original Posted By CSdnadychi
emang kenyataannya ane cuma bisa kasih rate 3 capedes

tapi secara ending, aku suka dengan ending cerita ini D


Quote:
Original Posted By daninoviandi
rate apa itu?mad:
ngakaks

gak usah terpaksa gitu malu:


Quote:
Original Posted By eclips3
hahahaha walau tema ceritanya sebenernya biasa.. tapi memang enak dibaca kok, buku ini beres dalam beberapa jam p


ini si puh dan segitu ga trimanya buku my partmer di rate 3 ya?
eclips3 - 15/07/2012 08:17 AM
#1830

Quote:
Original Posted By dewok
ini si puh dan segitu ga trimanya buku my partmer di rate 3 ya?


soalnya dia suka banget ama retni sb mbak ngakaks
kan dia metropop enthu ngakaks

buku ini mengharukan si, soalnya ngebawa-ngebawa cinta kepada orang tua. Dan itu yang bikin buku ini terasa spesial dibanding cerita2 roman yg sekedar cinta antara dua manusia beda gender #halah
vitawulandari - 15/07/2012 04:14 PM
#1831

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

SRC Juli: Read from July 12 to 15, 2012

Cerita Dalam Keheningan


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Every Silence Has A Story
Penulis: Zara Zettira ZR
Penerbit: Esensi, Erlangga Group
Editor: Nadia L Hasan, Theresia Vini S
Kategori: Fiksi
Bahasa: Inggris dan Indonesia
Edisi: Soft Cover
ISBN: 97890334502
Hal: 648
Harga: Rp 109.000,-


"In silence, there is a story of miracles. In silence, you will find many things you won't find in searching..."

Zara Zettira ZR, saya pertama kali mengenal tulisannya lewat Rasta & Bella, buku hasil kolaborasi bareng Hilman. Waktu masih di bangku SD dan SLTP, saya sering membaca cerita pendek dia di berbagai majalah remaja. Beberapa kali juga meminjam novel karyanya di perpustakaan dekat sekolah. Setelah sekian lama tidak mendengar namanya di dunia kepenulisan, kali ini saya berkesempatan membaca karyanya kembali lewat buku bertajuk Every Silence Has A Story, sebuah buku yang mengangkat kisah nyata tentang perjalanan hidup sang penulis sendiri.

Zaira Ramadhani, seorang gadis yang lahir dari keluarga kaya dan terhormat. Dia menetap di sebuah pavilion mewah bersama keluarga besarnya, keluarga seorang petinggi partai pilitik yang juga bisnisman, keluarga yang terdiri dari berbagai ras, suku, culture dan kepercayaan. Dengan tumpukan harta yang dimilikinya, Zaira kecil berangkat ke sekolah dengan gonti-ganti mobil, menyesuaikan dengan warna pita dan seragamnya. Zaira sangat beruntung memiliki seorang ayah yang sangat mencintainya lebih dari dirinya sendiri. Namun sayang, luka di masa lalu membuat ibunya selalu menjaga jarak dan bersikap sinis padanya.

Kehidupannya berubah sejak sang kakek meninggal. Keluarganya berantakan, satu persatu mobilnya hilang, brankas penyimpanan uang dirampok, bahkan rumahnya disita. Dengan keterbatasan ekonomi, keluarga Zaira memutuskan untuk pindah rumah ke pinggiran sungai di daerah Jakarta Selatan. Di rumah mungil itulah dia mulai menulis, mengikuti kata hati. Cerpen pertamanya menang lomba di sebuah majalah. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari rumahnya untuk melanjutkan sekolah, bekerja part time sekaligus mengejar mimpinya.

Zaira kini tumbuh menjadi wanita karier yang di naungi dewi fortuna. Seorang penulis terkenal, seorang model berbakat, juga seorang creative director di sebuah perusahaan periklanan. Namun, di tengah puncak kejayaannya dia kembali kehilangan sang ayah yang pergi setelah berjuang melawan kanker. Hidupnya tak lagi normal, dia hampir gila dan beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya, hanya agar bisa berjumpa dengan ayahnya. Sampai suatu hari dia bertemu Jody, laki-laki yang banyak memiliki kesamaan dengan figur ayahnya, laki-laki yang membuatnya selalu tertawa, laki-laki pertama yang menyentuhnya, laki-laki yang melecut semangatnya untuk hidup dan laki-laki yang membuatnya jatuh cinta.

Well, saya sedikit kecewa ketika mengetahui buku ini bukan pure novel, ternyata hanya catatan perjalanan hidup yang minim dialog. Padahal sebagai novelis, akan lebih baik jika buku ini berbentuk novel fiksi, inspirasinya dari pengalaman pribadi sang penulis. Awal membaca saya sudah merasa bosan, karena ceritanya monoton hanya mengeksplor satu tokoh. Selain itu alurnya juga melompat nggak beraturan, menuntut pembaca untuk fokus mengikuti jalan ceritanya. Untungnya, gaya bahasanya ringan dan lugas, ngga perlu mikir untuk bisa menikmati ceritannya. Oia, buku ini terbit dari dua bahasa, jadi kita bisa memilih, prefer bahasa Indonesia atau sekalian belajar bahasa Inggris.

Buku ini berbeda dengan buku biografi sejenisnya. Biasanya sih ya, buku perjalanan hidup yang pernah saya baca sering jadikan sebagai alat pencitraan. Menceritakan kehebatan tokoh, keluarga tokoh dan nilai positif lainnya. Jarang ada penulis yang bersedia mengungkapkan kehidupannya sedalam ini. Penulis tidak hanya mengangkat sisi positif, tapi juga sisi negatif. Sebut saja konflik keluarga, perseteruan dengan ibunda, sampai hamil luar nikah. Tapi menurut saya kebablasan, ngga seharusnya dibuka semuanya. Sebagai seorang muslim, agama yang saya anut mengajarkan kita untuk menutup aib diri sendiri dan orang lain.

Kelebihan lain, penulis tidak sibuk cerita kehidupan pribadinya tapi juga mengeksplor beberapa lokasi setting. Penulis meracuni pembaca bahwa pulau Dewata Bali adalah tempat tinggal yang sempurna dengan pantai berpasir putih, sungai-sungai berarus deras sampai ketentraman dan kedamaian yang di ciptakan. Aaaah.. saya jadi pingin liburan ke pantai, mendengarkan suara deburan ombak dan angin laut menerpa wajah. Buku ini juga sarat nilai spiritual, mengajarkan kita bahwa dalam keheningan dan kepasrahan, kita bisa merasa kiandekat dengan Sang Pencipta. Hidup akan terasa jauh lebih ringan dan mudah jika kita sabar dan berserah diri. Kira-kira itulah esensi yang di sampaikan penulis.

Satu quote yang paling membuat saya speechless: "Dalam keheningan, kami saling mendengar hati nurani masing-masing hingga kami mendengar suara itu. Suara yang tak bisa diterjemahkan dalam kata-kata dalam bahasa apapun. Karena suara itu terlalu murni. Suara cinta"(hlm 239)

Happy reading ^_^

Rate: 3 of 5 stars


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
tiff. td - 15/07/2012 05:30 PM
#1832

wah pengen nge review, tapi gak pinter nulis malus malus
ada yang suka bukunya rick riordan gak? \)
saya lagi ngabisin the lost hero nih.
cintasenja - 16/07/2012 01:27 AM
#1833

Quote:
Original Posted By after_dark
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Metamorfosis
Penulis: Franz Kafka
Penerbit: Homerian Pustaka
Jumlah Halaman: 154

Entah dosa apa yang telah dilakukan oleh Gregor Samsa atau ia hanya sedang bernasib sangat sial sehingga suatu hari ketika ia bangun tidur, didapatinya dirinya telah berubah menjadi seekor kutu besar. Hal ini tentu sangat mengejutkan Gregor Samsa. Tapi yang lebih mengejutkan ialah, Gregor Samsa sama sekali tidak berlebihan dalam menghadapi masalah tersebut. Ia hanya berkata, “apa yang terjadi padaku?”. Tadinya ia berpikir ini cuma mimpi, dan ia hendak melanjutkan tidurnya ketika ia menyadari bahwa ia memang telah berubah menjadi kutu besar. Dan, sekali lagi, ia tidak histeris atau pun panik. Ia malah kemudian curhat masalah kerjaan, “Oh Tuhan,” gumamnya, “Begitu besar pekerjaan yang telah kupilih, melakukan perjalanan seharian.”
Kemudian reaksiku ialah: Laahh, kenapa jadi ngomongin kerjaan sih!
Aku membayangkan seandainya aku bernasib sama dengan Gregor, tentu aku sudah panik bukan main. Celaka dua belas. Apa yang harus kulakukan? Maksudku, ini mengerikan. Aku bahkan belum kimpoi. Eaaa. :genits
Lalu bagaimana nasib Gregor Samsa selanjutnya? Apa yang akan dilakukan oleh keluarganya?

Buku ini tipis, hanya 154 halaman, tapi ketika dibaca terasa begitu melelahkan. Aku berpikir tentang kata kata yang digunakan. Tidak begitu enak waktu dibaca. Dan ceritanya yang menyedihkan, semakin membuat buku ini tidak nyaman untuk dibaca. Tapi anehnya, tepat setelah aku selesai membaca, aku baru menyadari, aku menyukai buku ini. Aku menyukai aura depresif yang mengusik ketenangan hidupku. Yang membuat aku sejenak merenungkan nasib Gregor Samsa, dan ingin memberi sedikit penghiburan padanya seandainya hal itu memang bisa dilakukan.
Jadi inti buku ini ialah perubahan. Bagaimana perubahan yang dialami oleh Gregor Samsa kemudian mempengaruhi kehidupan kedua orang tua serta adik perempuannya.

Buku ini mengingatkanku pada In A Strange Room karangan Damon Galgut. Sama sama depresif dan melelahkan untuk dibaca. Tapi bukan berarti tidak bagus. Buku ini bagus. Yang diperlukan hanyalah kesabaran, karena mungkin kata kata yang dipilih oleh Kafka( atau terjemahannya) tidak begitu enak untuk dibaca (terlalu baku). Yang jelas, buku ini bukan untuk anda yang sedang mencari hiburan. Meski tidak ada salahnya jika dibaca ketika sedang tidak ada kerjaan, sedang dalam perjalanan, menunggu bis kota, atau menunggu jodoh anda. Eaaa. :genits
Rating 3 of 5


udah baca buku ini lama bener dah.
asli ane seneng banget ama Kafka.
kalo menurut ane, metamorfosisnya kafka ni ini pantes dapet rating 4/5

(kok di terjemahan buku ente jadi kutu besar sih, yang ane punya perubahannya itu jadi kecoa) emang sih,kalountuk terjemahan novel kaya begini seringkali penerjemah indonesia kebingungan. ane baca orang terasingnya Albert Camus juga beneran pusing.
daninoviandi - 16/07/2012 10:34 AM
#1834

Quote:
Original Posted By eclips3
soalnya dia suka banget ama retni sb mbak ngakaks
kan dia metropop enthu ngakaks

buku ini mengharukan si, soalnya ngebawa-ngebawa cinta kepada orang tua. Dan itu yang bikin buku ini terasa spesial dibanding cerita2 roman yg sekedar cinta antara dua manusia beda gender #halah

malu:

nah itu, sekarang metropop udah bergeser genrenya dari sekedar cinta antara cowok-cewek malu:
Quote:
Original Posted By dewok
ini si puh dan segitu ga trimanya buku my partmer di rate 3 ya?

malu:
after_dark - 16/07/2012 11:53 AM
#1835

Quote:
Original Posted By cintasenja
udah baca buku ini lama bener dah.
asli ane seneng banget ama Kafka.
kalo menurut ane, metamorfosisnya kafka ni ini pantes dapet rating 4/5

(kok di terjemahan buku ente jadi kutu besar sih, yang ane punya perubahannya itu jadi kecoa) emang sih,kalountuk terjemahan novel kaya begini seringkali penerjemah indonesia kebingungan. ane baca orang terasingnya Albert Camus juga beneran pusing.


di buku yg ane baca diterjemahinnya gitu gan, jadi kutu besar..emang agan baca yg terbitan mana?
tp setau ane sih emang dari sononya emang gak disebutin secara gamblang, agak bias itu serangga jenis apaan, di versi inggrisnya aja cuma ditulis giant insect, gak mengacu ke serangga tertentu..tp yg penting kita tau gambaran besarnya kaya apa D
lagian menurut ane perubahan jadi serangga ya itu cuman triger doang buat memicu permasalahan sebenarnya.. D
dewok - 16/07/2012 05:03 PM
#1836

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul : Aib (Disgrace)
Penulis : J.M. Coetzee
Penerbit : Jalasutra




Adalah benar pepatah yg mengatakan “Tua-tua keladi, semakin tua tingkahnya semakin menjadi.” Di usianya yg senja, kehidupan sexual Prof. Laurie berjalan dengan lancar, ibarat mesin diesel yg semakin lama digenjot (becak kali ya digenjot) semakin panas.

Seminggu sekali Prof. Laurie rutin bertemu Soraya untuk melampiaskan nafsu primitifnya. Pelacur kelas atas yg tidak ingin latar belakangnya diketahui. Hingga suatu hari Prof. Laurie tidak sengaja melihat Soraya berjalan-jalan dengan kedua anaknya. Prof. Laurie membuntuti Soraya hingga ke rumahnya dan yg lebih edan lagi nekat bertamu. Merasa kehidupan pribadinya terusik, Soraya meminta Prof. Laurie minggat dari hidupnya.

Lepas dari Soraya, Prof. Laurie menjerat salah satu mahasiswinya, Melanie Isaacs. Kali pertama Prof. Laurie melakukan hubungan sexual dengan Melanie, ia menyadari kalau Melanie tidak menginginkannya. Tidak ada pemaksaan dan toh tidak ada penolakan dari Melanie.

Seiring dengan waktu, nafsu primitif Prof. Laurie terhadap Melanie berubah menjadi rasa cinta. Setelah beberapa kali pertemuan, Melanie tiba-tiba menghilang.

Prof. Laurie menerima aib pertama saat Melanie melaporkannya ke Universitas dengan tuduhan pelecehan seksual. Ia menerima tuduhan itu, tapi menolak untuk meminta maaf. Karena dia menganggap hubungannya dengan mahasisiwinya bukan perbuatan dosa karena didasari rasa cinta. Akibatnya Prof. Laurie dipecat dari universitas.

Aib kedua diterimanya tak lama setelah ia pindah dan tinggal bersama Lucy, anaknya. Lucy bekerja sebagai petani, ia memiliki sebidang tanah di daerah pedalaman yg ditanami bunga dan kentang. Suatu hari mereka didatangi tiga laki-laki tak dikenal. Mereka dirampok dan Lucy diperkosa. Laurie tidak berdaya dan tidak bisa membantu Lucy.

“Tidak ada ampun untukmu prof!” Ingin rasanya saya meneriakkan kalimat tersebut keras-keras di telinga Prof. Laurie. Penjahat kelamin berkedok dosen senior yg terhormat. Sudah waktunya anda menuai karma.

Sepanjang membaca buku ini saya merasa geram sekaligus iba. Saya tidak menyalahkan Laurie untuk memiliki hasrat yg terus bergelora di usianya, tapi mbok ya jangan sampai lepas kendali. Harus tetap dikontrol, karena hasrat pribadi kita itu dibatasi oleh tatanan sosial yg berlaku di masyarakat. Tapi dasar Profesor buduk… ia tetap merasa dirinyalah yg paling benar. Akhirnya hukum karma berlaku dan Prof. Laurie mendapatkan pelajarannya meski dengan cara yg pahit.

Buku setebal 317 halaman ini termasuk buku yg sulit ditaklukkan. Butuh tekad yg kuat dan kesabaran ekstra untuk membacanya. Kalau bukan buku 1001 sudah saya lempar jauh-jauh ke sudut kamar. Nuansanya kelam dan suram. Tapi harus saya akui kalau plotnya sangat kuat dan bagus, tidak terbaca sampai akhir.

Meskipun dicetak dengan kertas HVS kualitas cetaknya kurang mumpuni, kesannya seperti buku KW. Pemilihan font yg kecil dengan spasi rapat juga sedikit menyulitkan, belum lagi terjemahannya yg sedikit mengecewakan.

Meskipun demikian saya tetap memberikan 3.5 bintang untuk buku ini karena muatan materinya yg tidak biasa, nggak kacangan. Dari buku ini kita belajar tentang bagaimana mensikapi sebuah Aib dan bagaimana kita bisa berdamai dengannya. Wajarlah kalau melalui karya ini sang penulis berhasil mendapatkan pengharagaan Booker Prize. Melalui buku ini semakin yakinlah saya kalau buku-buku yg termasuk dalam 1001 itu buku yg nggak gampang dicerna.
komet795 - 17/07/2012 01:31 PM
#1837
Cowok Ganteng Vs Cewek Cuek
Judul Buku : Dimi is Married
Penulis : Retni SB
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2010
384 halaman
Metropop
Rate : 4/5

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Atas nama buku, saya sampai menangis lho baca novel ini. Benar-benar menyentuh dan bikin saya teringat dengan pengalaman pribadi saya. Halah -_-

Jadi, novel ini bercerita tentang Garda (31 tahun) dan Dimi (23 tahun). Garda adalah tipe cowok ganteng, kaya, mapan, dewasa, tapi masih suka main-main dalam suatu relationship. Padahal umurnya sudah sangat cukup untuk segera berkeluarga. Papanya yang panic karena di usia setua itu Garda masih belum punya niatan untuk menikah akhirnya bertindak tegas. Papanya menjodohkan Garda dengan Dimi, anak dari sahabat papanya. Dimi sangat berbeda dengan mantan-mantan pacar Garda sebelumnya yang kebanyakan bertampang seperti seorang model internasional. Alih-alih seperti model, di mata Garda, Dimi masih tampak seperti anak kelas 1 SMA karena perawakannya yang imut. Bagi Dimi, siapa yang tidak senang mendapat calon suami macam Garda? Tentu saja Dimi senang bukan kepalang. Katakanlah dia akhirnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Garda. Meskipun begitu, Dimi tidak mentah-mentah menerima Garda begitu saja. Buatnya, perjodohan ini terasa aneh. Kenapa Garda yang nyaris sempurna begitu manut saja dijodohkan dengan dirinya, gadis yang sangat biasa saja? Pasti ada udang di balik bakwan. Dimi curiga. Jangan-jangan dia gay?! Jangan-jangan dia kena AIDS?! Atau jangan-jangan Garda itu… ah banyak pikiran negative menghantui pikiran Dimi.

Sampai akhirnya, mereka berdua resmi melakukan ijab Kabul, tanpa resepsi. See? Bagaimana mungkin anak seorang bisnisman kelas kakap di Indonesia tidak mengadakan pesta meriah untuk penikahannya? Alasannya karena Garda katanya banyak kerjaan sehingga gak memungkinkan untuk mengurus pesta resepsi. Dimi toh manut saja pada akhirnya. Dia mulai merasa beruntung menjadi istri Garda. Tapi, lama-lama, Dimi sadar. Garda seperti tidak mencintainya. Dimi gak pernah dikenalkan Garda ke teman-temannya, Dimi tidak pernah diajak Garda untuk mengenal lingkungan suaminya itu. Orang-orang kantor dan teman-teman Garda bahkan gak pernah tahu kalau Garda sudah menikah. Sehingga wanita-wanita masih suka menggoda Garda. Garda juga tidak menuntut macam-macam dari Dimi dan bahkan gak pernah melarang aktivitas Dimi.

Dimi jadi bertanya-tanya : cintakah lelaki itu kepadanya?

Garda adalah sosok lelaki yang nyaris sempurna. Dia bisa saja mendapatkan perempuan manapun yang dia suka, yang jauh jauh dan jauh lebih baik dari Dimi. lalu, kalau dia tidak mencintai Dimi, kenapa dia mau dinikahkan dengan Dimi?

Rencana apa sebetulnya yang sedang dilakukan Garda?

***

Ini adalah buku ke-2 Mbak Retni SB yang saya baca. Overall, ceritanya hampir-hampir mirip dengan novel yang sebelumnya karena memang penulis sepertinya mengkhususkan menulis genre metropop. Yang bagus di sini adalah cara penulis membeberkan konflik yang terjadi. Bagaimana Dimi, wanita muda belia harus berurusan dengan laki-laki yang tidak pernah mencintainya, tapi ia hanya memendamnya sendiri. Penulis menceritakan kekuatan seorang perempuan sekaligus istri yang di satu sisi ia tidak dicintai, tapi di sisi lain dia harus ingat kewajibannya sebagai seorang istri. Kalau pacar gak mencintai kita, bisa kita tinggal. Lha kalau sudah jadi suami? Bisa jadi masalah serius kan?

Sudut pandang yang digunakan begitu jelas dengan subbab nama tokoh utamanya. Misal, saat sudut pandang Dimi sedang diceritakan, penulis menambahkan kata “Dimi” sebagai subbab. Sehingga pembaca gak bingung “Ini siapa sih yang lagi ngomong? Dimi atau Garda?” jenis font pun menguntungkan pembaca. Saat Garda yang berbicara, cerita diketik dengan font style A, misalnya. Saat Dimi yang berbicara, cerita diketik dengan font sytle B.

Alur cerita yang begitu cepat dan dinamis serta banyak dialog, tidak membuat pembaca cepat bosan dan jenuh, meskipun buku ini terhitung tebal. Nyaman dibaca karena font size yang digunakan cukup besar dan jelas sehingga gak membuat pembaca merasa cepat lelah matanya.
Oh iya, di buku ini saya mulai menandai kok penulis di bab-bab terakhir selalu menyelipkan latar belakang hutan dan segala informasi di dalamnya. Seperti persengketaan antara perusahaan kertas yang menebang pohon dengan penduduk sekitar, tentang perlindungan satwa langka, dsb. Tapi, sekali lagi. Don’t expect too much karena endingnya sudah bisa ketebak kok.

IMHO, novel ini pasti seru kalau diangkat menjadi sebuah film! 4 of 5 stars!
daninoviandi - 17/07/2012 02:40 PM
#1838

^
^
^
^
baru baca yang jenis font beda gini gak mot? kalo bukunya Dewie Sekar itu langsung font yang beda, tanpa ada subbab nama tokohnya lagi D

pengalaman pribadi? matabelo:
udah pernah nikah ternyata ngacir:
komet795 - 17/07/2012 04:35 PM
#1839

Quote:
Original Posted By daninoviandi
^
^
^
^
baru baca yang jenis font beda gini gak mot? kalo bukunya Dewie Sekar itu langsung font yang beda, tanpa ada subbab nama tokohnya lagi D

pengalaman pribadi? matabelo:
udah pernah nikah ternyata ngacir:


iya baru baca yang kayak gini seinget aku
kan biasanya cuma ada subbab nama tokoh gak pake acara dibedain lagi fontnya

batas
eclips3 - 17/07/2012 05:04 PM
#1840

kayaknya dimi is married itu novelnya retni sb paling tebal yang aku punya.. adakah yg lebih tebal lagi? think:

----

ripiw nya mbak dew matabelo:

kalau buku yg satu nya yg life and time michael K gmana mbak?
Page 92 of 105 | ‹ First  < 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu