BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 94 of 105 | ‹ First  < 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 >  Last ›

CahayaSenja - 21/07/2012 06:02 AM
#1861

Quote:
Original Posted By komet795
Judul Buku : Dimi is Married
Penulis : Retni SB
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2010
384 halaman
Metropop
Rate : 4/5

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Atas nama buku, saya sampai menangis lho baca novel ini. Benar-benar menyentuh dan bikin saya teringat dengan pengalaman pribadi saya. Halah -_-

Jadi, novel ini bercerita tentang Garda (31 tahun) dan Dimi (23 tahun). Garda adalah tipe cowok ganteng, kaya, mapan, dewasa, tapi masih suka main-main dalam suatu relationship. Padahal umurnya sudah sangat cukup untuk segera berkeluarga. Papanya yang panic karena di usia setua itu Garda masih belum punya niatan untuk menikah akhirnya bertindak tegas. Papanya menjodohkan Garda dengan Dimi, anak dari sahabat papanya. Dimi sangat berbeda dengan mantan-mantan pacar Garda sebelumnya yang kebanyakan bertampang seperti seorang model internasional. Alih-alih seperti model, di mata Garda, Dimi masih tampak seperti anak kelas 1 SMA karena perawakannya yang imut. Bagi Dimi, siapa yang tidak senang mendapat calon suami macam Garda? Tentu saja Dimi senang bukan kepalang. Katakanlah dia akhirnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Garda. Meskipun begitu, Dimi tidak mentah-mentah menerima Garda begitu saja. Buatnya, perjodohan ini terasa aneh. Kenapa Garda yang nyaris sempurna begitu manut saja dijodohkan dengan dirinya, gadis yang sangat biasa saja? Pasti ada udang di balik bakwan. Dimi curiga. Jangan-jangan dia gay?! Jangan-jangan dia kena AIDS?! Atau jangan-jangan Garda itu… ah banyak pikiran negative menghantui pikiran Dimi.

Sampai akhirnya, mereka berdua resmi melakukan ijab Kabul, tanpa resepsi. See? Bagaimana mungkin anak seorang bisnisman kelas kakap di Indonesia tidak mengadakan pesta meriah untuk penikahannya? Alasannya karena Garda katanya banyak kerjaan sehingga gak memungkinkan untuk mengurus pesta resepsi. Dimi toh manut saja pada akhirnya. Dia mulai merasa beruntung menjadi istri Garda. Tapi, lama-lama, Dimi sadar. Garda seperti tidak mencintainya. Dimi gak pernah dikenalkan Garda ke teman-temannya, Dimi tidak pernah diajak Garda untuk mengenal lingkungan suaminya itu. Orang-orang kantor dan teman-teman Garda bahkan gak pernah tahu kalau Garda sudah menikah. Sehingga wanita-wanita masih suka menggoda Garda. Garda juga tidak menuntut macam-macam dari Dimi dan bahkan gak pernah melarang aktivitas Dimi.

Dimi jadi bertanya-tanya : cintakah lelaki itu kepadanya?

Garda adalah sosok lelaki yang nyaris sempurna. Dia bisa saja mendapatkan perempuan manapun yang dia suka, yang jauh jauh dan jauh lebih baik dari Dimi. lalu, kalau dia tidak mencintai Dimi, kenapa dia mau dinikahkan dengan Dimi?

Rencana apa sebetulnya yang sedang dilakukan Garda?

***

Ini adalah buku ke-2 Mbak Retni SB yang saya baca. Overall, ceritanya hampir-hampir mirip dengan novel yang sebelumnya karena memang penulis sepertinya mengkhususkan menulis genre metropop. Yang bagus di sini adalah cara penulis membeberkan konflik yang terjadi. Bagaimana Dimi, wanita muda belia harus berurusan dengan laki-laki yang tidak pernah mencintainya, tapi ia hanya memendamnya sendiri. Penulis menceritakan kekuatan seorang perempuan sekaligus istri yang di satu sisi ia tidak dicintai, tapi di sisi lain dia harus ingat kewajibannya sebagai seorang istri. Kalau pacar gak mencintai kita, bisa kita tinggal. Lha kalau sudah jadi suami? Bisa jadi masalah serius kan?

Sudut pandang yang digunakan begitu jelas dengan subbab nama tokoh utamanya. Misal, saat sudut pandang Dimi sedang diceritakan, penulis menambahkan kata “Dimi” sebagai subbab. Sehingga pembaca gak bingung “Ini siapa sih yang lagi ngomong? Dimi atau Garda?” jenis font pun menguntungkan pembaca. Saat Garda yang berbicara, cerita diketik dengan font style A, misalnya. Saat Dimi yang berbicara, cerita diketik dengan font sytle B.

Alur cerita yang begitu cepat dan dinamis serta banyak dialog, tidak membuat pembaca cepat bosan dan jenuh, meskipun buku ini terhitung tebal. Nyaman dibaca karena font size yang digunakan cukup besar dan jelas sehingga gak membuat pembaca merasa cepat lelah matanya.
Oh iya, di buku ini saya mulai menandai kok penulis di bab-bab terakhir selalu menyelipkan latar belakang hutan dan segala informasi di dalamnya. Seperti persengketaan antara perusahaan kertas yang menebang pohon dengan penduduk sekitar, tentang perlindungan satwa langka, dsb. Tapi, sekali lagi. Don’t expect too much karena endingnya sudah bisa ketebak kok.

IMHO, novel ini pasti seru kalau diangkat menjadi sebuah film! 4 of 5 stars!


Aku rate 4.5/5 buat cerita ini malu:/
konflik antara dimi ma garda, terus persengkataan pabrik kertas setelah itu pekerjaan dimi...

keknya aku nge-rate karena ceritanya deh hammer:

yang jelas, aku suka cerita yang satu ini malu:

bikin deg-deg ser wowcantik


cuman endingnya yang kurang panjang, alias epilognya ngakaks
after_dark - 21/07/2012 12:36 PM
#1862

SRC Juli 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Exes Anonymous
Penulis: Lauren Henderson
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 512

Review Exes Anonymous dalam sebuah ilustrasi:

Halo anak anak, hari ini saya akan mereview sebuah buku tentang patah hati, tepatnya patah hati karena cinta. Rasanya tentu saja menyakitkan. Nah, di sini ada yang pernah patah hati karena cinta? Coba tunjuk tangan.
Saya Pakkkk!!!!!
Ya ampun semuanya. Kalian ini memang bener bener deh. Ya sudah, kita mulai saja. Bukunya berjudul Exes Anonymous karangan Lauren Henderson. Bercerita mengenai Rebecca, wanita karir yang lagi patah hati karena diputus oleh pacarnya. Padahal Rebecca ini masih sayang sama pacarnya itu. Ia punya teman curhat bernama Davey, yang juga sedang patah hati ditinggal pacarnya. Davey ini teman kantornya. Davey mengusulkan agar Rebecca membuat sebuah perkumpulan orang orang patah hati, sebagai tempat curhat berjamaah, sambil kemudian dicari jalan keluarnya. Rebecca akhirnya menyetujui usul Davey. Maka terbentuklah sebuah perkumpulan orang orang patah hati, yang diberi nama Exes Anonymous, atau Klub Patah Hati. Kenapa Rebecca setuju bikin Klub Patah Hati, karena Rebecca sedang patah hati, coba kalau misalnya Rebecca ini sedang patah tulang, pasti..

Pasti jadinya bikin Klub Patah Tulang yah Pak?
Huss, salah! Kamu itu sukanya nyamber saja kalau orang lagi ngomong. Mana salah pula.

Lho salahnya dimana Pak?
Lha jelas salah. Kalau lagi patah tulang, ngapain bikin klub. Mending santai di rumah, rebahan sambil dengerin lagu K Pop. Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby.. Gee Gee Gee Gee Be Be Be Be Be Be.

Laaah, malah nyanyi Bapake. Terus, di Klub Patah Hati itu ngapain aja Pak?
Jadi begini. Ada sesi curhat, terus sesi evaluasi dan menelaah apa sih yang sebenarnya sedang terjadi pada mereka. Tapi, buku ini isinya enggak melulu tentang pertemuan klub itu kok. Ada banyak kejadian kejadian menarik yang melibatkan Rebecca dengan teman temannya. Misalnya saja ketika ada yang pura pura jadian cuma untuk membuat mantan mereka cemburu, yang justru berakhir dengan kejadian yang sangat mengejutkan.

Kejadian apa tuh Pak?
Rahasia dong.

Ih, pelit. Terus ada apa lagi Pak?
Di buku ini juga ada lima tahap berduka karena tiba tiba ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, serta saran saran jika kita mendadak sendiri. Lima tahap berduka itu yang pertama ialah penyangkalan, yaitu menolak untuk mempercayai apa yang sebenarnya telah terjadi. Jadi misalnya kamu baru diputus, kamu enggak akan percaya, dan bakal tetap menganggap kamu masih jadian. Misalnya akan berkata: ‘Akuh masih jadi pacar kamuhh, khan Beb?’, ‘Akugh maacih sayanngg sama kamughh eaaaa’. Tahap selanjutnya, silahkan baca sendiri buku ini.

Lho, enggak sekalian Pak?
Kepanjangan kali. Jadi, menurut saya buku ini lumayan bagus. Mengingat saya jarang baca buku dengan genre chicklit seperti ini. Tadinya saya sempat kawatir kalau bakal susah untuk menikmati buku ini, tapi nyatanya saya bisa, yaitu ketika saya mulai menebak nebak bagaimana jalan ceritanya, dan ikut tersenyum ketika Rebecca tersenyum. Meski ada bagian yang nyaris membuat bosan dan melelahkan, yaitu ketika ada bagian yang hanya menyalin artikel dari internet, tanpa mengeditnya terlebih dahulu. Jadi seperti sedang membaca tulisan di salah satu lembar buku skripsi anak psikologi. Dan flash back masa lalu Rebecca dengan pacarnya yang sebenarnya tidak terlalu penting, dan bisa dihilangkan. Nah, ada pertanyaan?

Saya Pak! Isinya galau melulu dong Pak, secara bikinnya aja Klub Patah Hati.
Ya enggak lah. Ada cukup banyak bagian yang lucu, minimal bikin senyum gitu lah. Baca buku ini sama saja sedang menonton film komedi romantis, semacam Confessions of a Shopaholic, atau The Devil Wears Prada, bahkan New Moon.

Kok ada New Moon segala?
Lha iya, galaunya Rebecca ini mirip sama Mbak Isabella Swan waktu ditinggal Mas Edward Cullen.

Ooo..kirain ada manusia serigalanya juga.
Huss, ngawur. Ada yang nanya lagi?

Kalau dikasih nilai dari satu sampai lima, dapat nilai berapa?
Hmm, tiga saja deh. Tapi, saya baca kurang lebih tiga hari selesai loh. Itu juga disambi kerjaan yang lain.

Oo..terus, saya harus bilang wow gitu Pak?
Ya enggak dong, manis. Kamu cukup bilang, ‘Bapak ganteng deh’. Ting!

Kantong plastik! Mana kantong plastik!
Buat apaan kantong plastik?

Mau muntah Pak!
Emang kamu lagi hamil?

Arrggg!!!
Baiklah. Jadi intinya Exess Anonymous mungkin bukanlah buku yang membuat saya terkesan dengan isinya, tapi sandainya ditinjau dari sisi hiburan, maka buku ini telah berhasil memberi pernghiburan yang lebih dari cukup. Ada pertanyaan lagi? Kalau tidak ada, silahkan kalian istirahat meski belum bel. Keluar yang tertib, satu satu. Lewat pintu. Woy, lewat pintu woy!!!… Heh, jangan dorong dorong gitu dong. Kasihan itu yang lagi hamil!
Saya enggak hamil Paaakkkkkkk!!!!
daninoviandi - 23/07/2012 11:50 AM
#1863

^
^
^
^
calon pemenang SRC matabelo:

Quote:
Original Posted By Zuko99
Rate sempurna,... matabelo:
jarang-jarang seorang puh Dan, ngasih rate royal kek gini,
Kisah Sang Penandai cuman di rate 2,... mad:

buku2nya S.Mara Gd kan seru2 juk ngakak
kalo sang penandai kan jujur dari hati malu:
Quote:
Original Posted By CahayaSenja
Aku rate 4.5/5 buat cerita ini malu:/
konflik antara dimi ma garda, terus persengkataan pabrik kertas setelah itu pekerjaan dimi...

keknya aku nge-rate karena ceritanya deh hammer:

yang jelas, aku suka cerita yang satu ini malu:

bikin deg-deg ser wowcantik


cuman endingnya yang kurang panjang, alias epilognya ngakaks

aku lupa ceritanya pigimane malu:
sulitbangunpagi - 23/07/2012 01:00 PM
#1864

Quote:
Original Posted By CahayaSenja
Aku rate 4.5/5 buat cerita ini malu:/
konflik antara dimi ma garda, terus persengkataan pabrik kertas setelah itu pekerjaan dimi...

keknya aku nge-rate karena ceritanya deh hammer:

yang jelas, aku suka cerita yang satu ini malu:

bikin deg-deg ser wowcantik


cuman endingnya yang kurang panjang, alias epilognya ngakaks


akhirnya si garda bertekuk lutut
kayak lagunya delon yang terbalik yah ngakaks

Quote:
Original Posted By after_dark
SRC Juli 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Exes Anonymous
Penulis: Lauren Henderson
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 512

Review Exes Anonymous dalam sebuah ilustrasi:

Halo anak anak, hari ini saya akan mereview sebuah buku tentang patah hati, tepatnya patah hati karena cinta. Rasanya tentu saja menyakitkan. Nah, di sini ada yang pernah patah hati karena cinta? Coba tunjuk tangan.
Saya Pakkkk!!!!!
Ya ampun semuanya. Kalian ini memang bener bener deh. Ya sudah, kita mulai saja. Bukunya berjudul Exes Anonymous karangan Lauren Henderson. Bercerita mengenai Rebecca, wanita karir yang lagi patah hati karena diputus oleh pacarnya. Padahal Rebecca ini masih sayang sama pacarnya itu. Ia punya teman curhat bernama Davey, yang juga sedang patah hati ditinggal pacarnya. Davey ini teman kantornya. Davey mengusulkan agar Rebecca membuat sebuah perkumpulan orang orang patah hati, sebagai tempat curhat berjamaah, sambil kemudian dicari jalan keluarnya. Rebecca akhirnya menyetujui usul Davey. Maka terbentuklah sebuah perkumpulan orang orang patah hati, yang diberi nama Exes Anonymous, atau Klub Patah Hati. Kenapa Rebecca setuju bikin Klub Patah Hati, karena Rebecca sedang patah hati, coba kalau misalnya Rebecca ini sedang patah tulang, pasti..

Pasti jadinya bikin Klub Patah Tulang yah Pak?
Huss, salah! Kamu itu sukanya nyamber saja kalau orang lagi ngomong. Mana salah pula.

Lho salahnya dimana Pak?
Lha jelas salah. Kalau lagi patah tulang, ngapain bikin klub. Mending santai di rumah, rebahan sambil dengerin lagu K Pop. Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby.. Gee Gee Gee Gee Be Be Be Be Be Be.

Laaah, malah nyanyi Bapake. Terus, di Klub Patah Hati itu ngapain aja Pak?
Jadi begini. Ada sesi curhat, terus sesi evaluasi dan menelaah apa sih yang sebenarnya sedang terjadi pada mereka. Tapi, buku ini isinya enggak melulu tentang pertemuan klub itu kok. Ada banyak kejadian kejadian menarik yang melibatkan Rebecca dengan teman temannya. Misalnya saja ketika ada yang pura pura jadian cuma untuk membuat mantan mereka cemburu, yang justru berakhir dengan kejadian yang sangat mengejutkan.

Kejadian apa tuh Pak?
Rahasia dong.

Ih, pelit. Terus ada apa lagi Pak?
Di buku ini juga ada lima tahap berduka karena tiba tiba ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, serta saran saran jika kita mendadak sendiri. Lima tahap berduka itu yang pertama ialah penyangkalan, yaitu menolak untuk mempercayai apa yang sebenarnya telah terjadi. Jadi misalnya kamu baru diputus, kamu enggak akan percaya, dan bakal tetap menganggap kamu masih jadian. Misalnya akan berkata: ‘Akuh masih jadi pacar kamuhh, khan Beb?’, ‘Akugh maacih sayanngg sama kamughh eaaaa’. Tahap selanjutnya, silahkan baca sendiri buku ini.

Lho, enggak sekalian Pak?
Kepanjangan kali. Jadi, menurut saya buku ini lumayan bagus. Mengingat saya jarang baca buku dengan genre chicklit seperti ini. Tadinya saya sempat kawatir kalau bakal susah untuk menikmati buku ini, tapi nyatanya saya bisa, yaitu ketika saya mulai menebak nebak bagaimana jalan ceritanya, dan ikut tersenyum ketika Rebecca tersenyum. Meski ada bagian yang nyaris membuat bosan dan melelahkan, yaitu ketika ada bagian yang hanya menyalin artikel dari internet, tanpa mengeditnya terlebih dahulu. Jadi seperti sedang membaca tulisan di salah satu lembar buku skripsi anak psikologi. Dan flash back masa lalu Rebecca dengan pacarnya yang sebenarnya tidak terlalu penting, dan bisa dihilangkan. Nah, ada pertanyaan?

Saya Pak! Isinya galau melulu dong Pak, secara bikinnya aja Klub Patah Hati.
Ya enggak lah. Ada cukup banyak bagian yang lucu, minimal bikin senyum gitu lah. Baca buku ini sama saja sedang menonton film komedi romantis, semacam Confessions of a Shopaholic, atau The Devil Wears Prada, bahkan New Moon.

Kok ada New Moon segala?
Lha iya, galaunya Rebecca ini mirip sama Mbak Isabella Swan waktu ditinggal Mas Edward Cullen.

Ooo..kirain ada manusia serigalanya juga.
Huss, ngawur. Ada yang nanya lagi?

Kalau dikasih nilai dari satu sampai lima, dapat nilai berapa?
Hmm, tiga saja deh. Tapi, saya baca kurang lebih tiga hari selesai loh. Itu juga disambi kerjaan yang lain.

Oo..terus, saya harus bilang wow gitu Pak?
Ya enggak dong, manis. Kamu cukup bilang, ‘Bapak ganteng deh’. Ting!

Kantong plastik! Mana kantong plastik!
Buat apaan kantong plastik?

Mau muntah Pak!
Emang kamu lagi hamil?

Arrggg!!!
Baiklah. Jadi intinya Exess Anonymous mungkin bukanlah buku yang membuat saya terkesan dengan isinya, tapi sandainya ditinjau dari sisi hiburan, maka buku ini telah berhasil memberi pernghiburan yang lebih dari cukup. Ada pertanyaan lagi? Kalau tidak ada, silahkan kalian istirahat meski belum bel. Keluar yang tertib, satu satu. Lewat pintu. Woy, lewat pintu woy!!!… Heh, jangan dorong dorong gitu dong. Kasihan itu yang lagi hamil!
Saya enggak hamil Paaakkkkkkk!!!!


beneran calon juara ini :selamat

Quote:
Original Posted By daninoviandi
^
^
^
^
calon pemenang SRC matabelo:


buku2nya S.Mara Gd kan seru2 juk ngakak
kalo sang penandai kan jujur dari hati malu:

aku lupa ceritanya pigimane malu:


lupa ceritanya? faktor u sih ya ngacir:
CahayaSenja - 23/07/2012 01:31 PM
#1865

Quote:
Original Posted By daninoviandi
aku lupa ceritanya pigimane malu:

ckckckck, padahal ceritanya simple lho, ternyata nggak inget.

bener-bener faktor u kek yang dibilang mbak kokom ngacir:
Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi
akhirnya si garda bertekuk lutut
kayak lagunya delon yang terbalik yah ngakaks

lupa ceritanya? faktor u sih ya ngacir:


tapi menurutku Garda lumayan baik kok D
dia masih mau menghormati si Dimi sekalipun yah, niatnya kurang baik hammer:
kalau misalnya jaman sekarang, ada cewek-cowok di posisi kek gitu, aku nggak tahu deh gimana si suami bakalan memperlakukan istri yang enggak dicintainya kek gitu DD
soalnya, sekali hati laki-laki udah direbut ama seorang wanita, bisa seterusnya dia mencintai wanita itu 'kan? sekalipun bukan istrinya o

udah mbak, jangan ngomporin sepooh ngacir:
daninoviandi - 23/07/2012 01:35 PM
#1866

Quote:
Quote:
Original Posted By CahayaSenja
ckckckck, padahal ceritanya simple lho, ternyata nggak inget.

bener-bener faktor u kek yang dibilang mbak kokom ngacir:




Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi


lupa ceritanya? faktor u sih ya ngacir:



bacanya udah lama kali nohope:
dan terlalu banyak asupan bacaan lain p
eclips3 - 23/07/2012 03:59 PM
#1867

Quote:
Original Posted By after_dark
SRC Juli 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Exes Anonymous
Penulis: Lauren Henderson
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 512

Review Exes Anonymous dalam sebuah ilustrasi:

Halo anak anak, hari ini saya akan mereview sebuah buku tentang patah hati, tepatnya patah hati karena cinta. Rasanya tentu saja menyakitkan. Nah, di sini ada yang pernah patah hati karena cinta? Coba tunjuk tangan.
Saya Pakkkk!!!!!
Ya ampun semuanya. Kalian ini memang bener bener deh. Ya sudah, kita mulai saja. Bukunya berjudul Exes Anonymous karangan Lauren Henderson. Bercerita mengenai Rebecca, wanita karir yang lagi patah hati karena diputus oleh pacarnya. Padahal Rebecca ini masih sayang sama pacarnya itu. Ia punya teman curhat bernama Davey, yang juga sedang patah hati ditinggal pacarnya. Davey ini teman kantornya. Davey mengusulkan agar Rebecca membuat sebuah perkumpulan orang orang patah hati, sebagai tempat curhat berjamaah, sambil kemudian dicari jalan keluarnya. Rebecca akhirnya menyetujui usul Davey. Maka terbentuklah sebuah perkumpulan orang orang patah hati, yang diberi nama Exes Anonymous, atau Klub Patah Hati. Kenapa Rebecca setuju bikin Klub Patah Hati, karena Rebecca sedang patah hati, coba kalau misalnya Rebecca ini sedang patah tulang, pasti..

Pasti jadinya bikin Klub Patah Tulang yah Pak?
Huss, salah! Kamu itu sukanya nyamber saja kalau orang lagi ngomong. Mana salah pula.

Lho salahnya dimana Pak?
Lha jelas salah. Kalau lagi patah tulang, ngapain bikin klub. Mending santai di rumah, rebahan sambil dengerin lagu K Pop. Gee Gee Gee Gee Baby Baby Baby.. Gee Gee Gee Gee Be Be Be Be Be Be.

Laaah, malah nyanyi Bapake. Terus, di Klub Patah Hati itu ngapain aja Pak?
Jadi begini. Ada sesi curhat, terus sesi evaluasi dan menelaah apa sih yang sebenarnya sedang terjadi pada mereka. Tapi, buku ini isinya enggak melulu tentang pertemuan klub itu kok. Ada banyak kejadian kejadian menarik yang melibatkan Rebecca dengan teman temannya. Misalnya saja ketika ada yang pura pura jadian cuma untuk membuat mantan mereka cemburu, yang justru berakhir dengan kejadian yang sangat mengejutkan.

Kejadian apa tuh Pak?
Rahasia dong.

Ih, pelit. Terus ada apa lagi Pak?
Di buku ini juga ada lima tahap berduka karena tiba tiba ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, serta saran saran jika kita mendadak sendiri. Lima tahap berduka itu yang pertama ialah penyangkalan, yaitu menolak untuk mempercayai apa yang sebenarnya telah terjadi. Jadi misalnya kamu baru diputus, kamu enggak akan percaya, dan bakal tetap menganggap kamu masih jadian. Misalnya akan berkata: ‘Akuh masih jadi pacar kamuhh, khan Beb?’, ‘Akugh maacih sayanngg sama kamughh eaaaa’. Tahap selanjutnya, silahkan baca sendiri buku ini.

Lho, enggak sekalian Pak?
Kepanjangan kali. Jadi, menurut saya buku ini lumayan bagus. Mengingat saya jarang baca buku dengan genre chicklit seperti ini. Tadinya saya sempat kawatir kalau bakal susah untuk menikmati buku ini, tapi nyatanya saya bisa, yaitu ketika saya mulai menebak nebak bagaimana jalan ceritanya, dan ikut tersenyum ketika Rebecca tersenyum. Meski ada bagian yang nyaris membuat bosan dan melelahkan, yaitu ketika ada bagian yang hanya menyalin artikel dari internet, tanpa mengeditnya terlebih dahulu. Jadi seperti sedang membaca tulisan di salah satu lembar buku skripsi anak psikologi. Dan flash back masa lalu Rebecca dengan pacarnya yang sebenarnya tidak terlalu penting, dan bisa dihilangkan. Nah, ada pertanyaan?

Saya Pak! Isinya galau melulu dong Pak, secara bikinnya aja Klub Patah Hati.
Ya enggak lah. Ada cukup banyak bagian yang lucu, minimal bikin senyum gitu lah. Baca buku ini sama saja sedang menonton film komedi romantis, semacam Confessions of a Shopaholic, atau The Devil Wears Prada, bahkan New Moon.

Kok ada New Moon segala?
Lha iya, galaunya Rebecca ini mirip sama Mbak Isabella Swan waktu ditinggal Mas Edward Cullen.

Ooo..kirain ada manusia serigalanya juga.
Huss, ngawur. Ada yang nanya lagi?

Kalau dikasih nilai dari satu sampai lima, dapat nilai berapa?
Hmm, tiga saja deh. Tapi, saya baca kurang lebih tiga hari selesai loh. Itu juga disambi kerjaan yang lain.

Oo..terus, saya harus bilang wow gitu Pak?
Ya enggak dong, manis. Kamu cukup bilang, ‘Bapak ganteng deh’. Ting!

Kantong plastik! Mana kantong plastik!
Buat apaan kantong plastik?

Mau muntah Pak!
Emang kamu lagi hamil?

Arrggg!!!
Baiklah. Jadi intinya Exess Anonymous mungkin bukanlah buku yang membuat saya terkesan dengan isinya, tapi sandainya ditinjau dari sisi hiburan, maka buku ini telah berhasil memberi pernghiburan yang lebih dari cukup. Ada pertanyaan lagi? Kalau tidak ada, silahkan kalian istirahat meski belum bel. Keluar yang tertib, satu satu. Lewat pintu. Woy, lewat pintu woy!!!… Heh, jangan dorong dorong gitu dong. Kasihan itu yang lagi hamil!
Saya enggak hamil Paaakkkkkkk!!!!




model review yang iwan banget ini siul:
after_dark - 23/07/2012 04:09 PM
#1868

Quote:
Original Posted By daninoviandi
^
^
^
^
calon pemenang SRC matabelo:


buku2nya S.Mara Gd kan seru2 juk ngakak
kalo sang penandai kan jujur dari hati malu:

aku lupa ceritanya pigimane malu:

amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin o

Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi
akhirnya si garda bertekuk lutut
kayak lagunya delon yang terbalik yah ngakaks



beneran calon juara ini :selamat



lupa ceritanya? faktor u sih ya ngacir:

aminnnn juga malu:

Quote:
Original Posted By eclips3
model review yang iwan banget ini siul:

perasaan tadi bukan ky gini postnya siul:

ngacir:
eclips3 - 23/07/2012 04:17 PM
#1869

Quote:
Original Posted By after_dark
amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin o


aminnnn juga malu:


perasaan tadi bukan ky gini postnya siul:

ngacir:


tadi belom baca dari awal ampe akhir p
sulitbangunpagi - 23/07/2012 04:17 PM
#1870

Quote:
Original Posted By CahayaSenja
ckckckck, padahal ceritanya simple lho, ternyata nggak inget.

bener-bener faktor u kek yang dibilang mbak kokom ngacir:


tapi menurutku Garda lumayan baik kok D
dia masih mau menghormati si Dimi sekalipun yah, niatnya kurang baik hammer:
kalau misalnya jaman sekarang, ada cewek-cowok di posisi kek gitu, aku nggak tahu deh gimana si suami bakalan memperlakukan istri yang enggak dicintainya kek gitu DD
soalnya, sekali hati laki-laki udah direbut ama seorang wanita, bisa seterusnya dia mencintai wanita itu 'kan? sekalipun bukan istrinya o

udah mbak, jangan ngomporin sepooh ngacir:


pokoknya baca ini jadi pengen disayang suami terus deh o
sayang, belom punya o

Quote:
Original Posted By daninoviandi
bacanya udah lama kali nohope:
dan terlalu banyak asupan bacaan lain p


iya deh iyaaa siul:

Quote:
Original Posted By after_dark
amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin o


aminnnn juga malu:


perasaan tadi bukan ky gini postnya siul:

ngacir:


malus
Bokrez - 23/07/2012 08:22 PM
#1871
(The Japanese Samurai Code)
Judul : (The Japanese Samurai Code)
Misteri Kode Samurai Jepang
Pengarang : Boye De Mente

Jepang benar-benar luluh-lantak usai dijatuhi bom oleh tentara sekutu. Tapi lihatlah kini, dari luluh-lantah Jepang berhasil bangkit dan bahkan menjadi salah satu pioneer yang amat disegani dalam segala aspek pergaulan internasional, dari bidang ekonomi, politik, keamanan, militer, hingga kebudayaan.
Ya! Pelajaran emas yang bisa digali dari kebangkitan Jepang terletak pada kuatnya energi samurai : sebuah falsafah hidup yang berani mati untuk keyakinan, harga diri, dan komitmen, yang jauh melampaui sekat-sekat egoisme, arogansi, dan mental menyerah/mengemis. Samurai berhasil dengan sempurna menjadi tulang punggung kebangkitan Jepang! Samurai bukan sekedar kisah leluhur, melainkan ruh kehidupan orang-orang Jepang, dari dulu sampai sekarang.
Tahukah kamu bagaimana misteri kode Samurai itu memberikan spirit dan kekuatan maha dasyat bagi bangsa Jepang? Bagiamana kode-kode Samurai begitu digdaya menumbuhkan optimisme, ketahanan, dan keberanian menantang segalanya?
Temukan jawabannya disini...
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu[/FONT]
THE.CRaZL - 26/07/2012 05:28 PM
#1872
Buku: Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh by Dianata Eka Putra
Hallo friends, siapa yang udah baca buku BEST SELLER
"Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh" by Dianata Eka Putra

Kita sharing yuk, ni ada sedikit descriptionnya:

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


"Siapa bilang saya marah!”katanya dengan nada tinggi.


“Saya tidak tersinggung dengan kritik Saudara; asal disampaikan dengan baik


dan benar!” jawabnya dengan telinga memerah.

Mana yang lebih dipercaya orang: bahasa tubuh atau ucapan lisan? Ya; bahasa tubuh! Posisi dan gerak tubuh; perubahan mimik muka; cara duduk; perubahan-perubahan warna telinga atau kulit—semua itu umumnya dianggap lebih jujur menyampaikan “isi hati” orang daripada ucapan lisan. Jadi; memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membaca pikiran orang; menangkap “pesan tersembunyi” di balik kata-kata.

Tetapi; membaca bahasa tubuh tidak semudah yang dibayangkan orang.

Dibutuhkan keuletan dan kejelian dalam berlatih; sehingga sinyal-sinyal berbagai bagian tubuh dapat kita tafsirkan secara tepat. Membaca Pikiran Lewat Bahasa Tubuh akan menawarkan kiat-kiat agar Anda menguasai bahasa tubuh.

Kiat-kiat itu antara lain:

Menemukan kesan (impresi) pada pertemuan pertama.

Mengenali ekpresi kebohongan

Mengenali ketertarikan atau ketidaktertarikan orang

Menghindari penolakan yang tak dikatakan

Mengenali kemarahan yang disembunyikan

Mengenali dan menjinakkan orang yang sok berkuasa.

Mengenali orang yang sedih; kecewa; ataupun stres.

Memaknai gerak tubuh lawan bicara.

Mengenal perbedaan-perbedaan bahasa tubuh yang berlaku di berbagai negeri.
after_dark - 27/07/2012 07:16 AM
#1873

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta
Penulis: Luis Sepulveda
Penerbit: Marjin Kiri
Jumlah Halaman: 116

Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta. Ada kesan romantis sekaligus lucu dalam judul ini. Membayangkan seseorang yang sedang membaca surat cinta sambil duduk manis di sebuah bangku taman, tentunya akan memberi kesan romantis, dan menjadi sedikit lucu ketika hal itu dilakukannya sambil kayang di tengah jalan. Tapi mengapa harus ada gambar senapan dan seekor macan dalam sampul buku ini?
Ialah Antonio Jose Bolivar Proano, lelaki tua itu,yang mengisi masa tuanya dengan membaca kisah kisah cinta dari buku pemberian seorang dokter gigi. Tapi hobinya itu terganggu manakala seorang pendatang ditemukan mati, dengan luka cabikan seekor binatang
buas, macan kumbang. Ia kemudian mencoba melacak keberadaan macan itu bersama beberapa penduduk desa dan sang wali kota yang dipanggil si gendut. Si gendut ini tipe orang kota yang sok tahu dan sok punya kuasa, yang sebenarnya tidak begitu menyukai Antonio Jose Bolivar, tapi ia tak punya pilihan lain sebab lelaki tua itulah satu satunya orang yang tahu seluk beluk hutan melebihi siapa pun yang ia kenal. Berhasilkah mereka membunuh macan kumbang itu, sementara korban kembali berjatuhan?

Tidak seperti judulnya, ternyata buku ini jauh dari romantis, melainkan sedikit muram dan menegangkan. Muram sebab romantisme hujan yang kerap turun di tempat itu telah koyak oleh terbunuhnya beberapa orang oleh si macan kumbang, dan perburuan di tengah hutan yang lebat dan gelap membuatnya jadi sedikit menegangkan, karena si macan tentu saja lebih mengenal medan dan tak bakal tinggal diam. Tapi buku ini juga lucu, terutama pada bagian awal. Aku sampai tergelak beberapa kali, yang menurutku kelucuan itu terjadi secara tidak sengaja. Maksudku, Luis Sepulveda, si penulis, barangkali tidak bermaksud untuk melucu. Ia hanya menulis apa adanya, yang boleh jadi bagi beberapa orang hal itu malah sama sekali tidak lucu. Tapi menurutku itu lucu. Untuk lebih jelasnya, contohnya seperti ini: bagian ini diambil ketika sedang diadakan pemeriksaan gigi.

Quote:
Kadangkala ada pasien yang jeritannya membuat takut burung burung, dan ia tangkis catut itu agar tangannya gampang meraih pegangan parang.
“Bersikaplah jantan, banci. Aku tahu sakit memang, dan sudah kubilang salah siapa itu.
Jangan salahkan aku. Duduk diam dan tunjukkan kau berani.”
“Tapi kau robek robek jiwaku dokter. Biarkan aku minum dulu.”


Lucu enggak? Enggak lucu ya? Tak apa, memang lucunya bukan untuk semua orang. Tapi, akan kuberitahu mengapa itu lucu, sebab katanya kalau kau ketawa tanpa alasan, maka sama saja orang gila. Jadi begini lucunya. Perhatikan kalimat pertama, kata ‘agar gampang meraih pegangan parang’ bisa diasumsikan bahwa ia tipe orang sengcok, alias senggol bacok. Biasanya orangnya garang dan menyeramkan.
Lalu pada kalimat terakhir,tiba tiba orang itu berubah jadi orang paling lebay sejagat, alih alih mengancam si dokter dengan kata kata kotor atau mengayunkan parang, misalnya: “Sialan kamu dok! Mau kupenggal kepalamu, lalu kubawa ke perempatan dan menginjaknya sampai otakmu keluar!’ orang itu malah ngomong: “Tapi kau robek robek jiwaku dokter.”
Lebay.
Sekarang, lucu enggak? Kalau masih enggak lucu berarti selera humor kita beda, atau mungkin otakku saja yang sedang bermasalah.
Tapi, ‘kelucuan’ itu bukanlah satu satunya hal yang menarik dari buku ini. Hal menarik lainnya ialah aura ekspedisi belantara yang kental, yang oleh karena si penulis begitu lihai merangkai kata dan penerjemahan yang pas oleh Ronny Agustinus, maka seolah olah aku ikut berada di dalamnya. Ikut berbasah ria diguyur hujan, ikut menertawakan wali kota yang sok tahu, dan tegang oleh macan kumbang yang ternyata juga sedang mengintai itu. Kemudian menjelang penghabisan, hatiku dilingkupi oleh rasa haru yang menyedihkan ketika mengetahui alasan sebenarnya si macan kumbang itu membunuh orang orang. Lalu kisah hidup pak tua Jose Bolivar itu sendiri yang juga menarik. Bagaimana kisahnya hingga ia sampai terdampar di tempat terpencil itu dan perkenalannya dengan suku asli Shuar yang mengajarinya berburu, siapa sebenarnya dirinya, atau tentang istrinya, yang punya nama terlalu panjang, Dolores Encarnacion del Santisimo Sacramento Estupinan Otavalo.

Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta, jika dipikirkan lebih mendalam maka dapat dimaknai sebagai sebuah kritik mengenai kebiasaan manusia merusak lingkungannya, yang apabila dirasa sudah keterlaluan, maka alam akan menunjukkan kemarahannya dengan jalan yang sudah tentu tak mengenakkan. Bacalah buku ini, rasakan sebuah petualangan menembus hutan amazon, berjumpa dengan mitos mitos magis penghuninya, dan apabila merasa cukup jenaka, jangan sungkan untuk menertawai jalinan nasib malang menggelikan yang menyertai tokoh tokohnya. Ah, 116 halaman masih terlalu kurang panjang rasanya. Aku ketagihan.

Rating 5 out of 5
anggivicious - 27/07/2012 11:49 AM
#1874
Fresh Graduate Boss by Margareta Astaman
Write your own success story with job that you like, and be a boss in your life (hal. 89)


Membaca semua tulisan Margie dalam FGB ini sungguh menghadirkan suatu perasaan yang tak karuan. Kalau tidak mau dibilang galau. Saya rasa ini adalah reaksi yang wajar mengingat jarak umur saya dengan si penulis tidak jauh beda. Namun, perbedaan itu semakin jelas kala melihat pencapaian Margie. Dalam usianya yang kesekian itu, Margie telah mengalami suatu pengalaman yang tidak dirasakan oleh kebanyakan kita. Pekerja kelas menengah yang setiap hari setia berkutat dengan segala pelik kehidupan Jakarta.

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

FGB dibuka dengan sebuah tulisan tentang pensiun dini. Margie secara blak-blakan menceritakan bagaimana ia terinspirasi dari jawaban wawancara seorang temannya. Dengan visi yang jelas, Margie berusaha menguatkan mental pembaca bahwa tidak perlu menunggu tua terlebih dahulu untuk menjadi seorang bos. Margie menguraikan strategi untuk menakar kemampuan diri agar kita mampu menjadi bos sedini mungkin sehingga bisa pensiun dini lebih awal. Tentunya, di usia yang masih muda dan tidak terlalu tua.

Generally, FGB dibagi kedalam 3 bagian. Beat Yourself, Conquer The Office, dan If I Were A Boss. Gabungan ketiganya menghasilkan suatu runutan cerita yang memiliki benang merah satu sama lain. Dimulai dari bagaimana memaksimalkan potensi diri dengan lebih melihat kedalam diri sendiri. Lalu, mengembangkan segenap kemampuan dan attitude untuk ‘conquer the office’. Kemudian, bersiap-siap untuk menjadi seorang bos.

Penuturan Margie yang cerdas, lugas, dan jujur namun santai membuat pembacaan buku ini ibarat sebuah cerita perjalanan. Saya kagum karena Margie tidak malu untuk menceritakan semua pengalamannya, sejak mulai jadi pejuang karir level bawah hingga menjadi seorang pekerja di level top management. Ditambah, ilustrasi yang mengingatkan pembaca pada desain khas komik menjadikan FGB tidak seperti buku-buku motivasional lainnya.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari FGB. Niscaya, pembaca akan tahu mengapa anak-anak Laskar Pelangi bisa lebih sukses dibandingkan anak-anak lain yang hidup di kota besar, lengkap dengan segala akses dan fasilitas yang memadai. Margie juga menuliskan kegalauannya ketika harus memilih dalam sejarah perkariran miliknya. Bagaimana Margie memilih sebuah pekerjaan ketika dihadapkan dengan kebahagiaan yang muncul dari pekerjaannya itu.

Quote:
For once in my life, can’t i make decision that pleases me? Although it’s not what everyone is expecting? Although it’s out of norm, out of mind, out of sanity? For once, just for this once, can i not care about how people feel and think more about what i feel? Can i not sacrifice my most happiness and negotiate for something lesser? Can’t i be selfish JUST FOR ONCE? (License To Be Selfish)



Untuk para fresh graduate, FGB sangat membantu. Setidaknya, untuk mereka yang belum paham apa itu ‘office politics’ atau ‘office romance’. Atau malah bagi mereka yang belum paham mengapa bos yang berasal dari Eropa tidak pernah datang terlalu pagi dan lembur usai jam kerja. Lalu, mengapa sistem ‘eropa’ yang demikian itu tidak berhasil di Asia yang memiliki gaya sendiri. Dengan gayanya yang lincah, Margie juga menuangkan pengalamannya dalam subjek tersebut.

Bagi mereka yang membaca buku ini saat kini sedang meniti karir, saya rasa FGB bukanlah pilihan yang salah untuk menghabiskan waktu anda. Kita bisa belajar untuk lebih cerdas dan bijak dalam bertindak. Terutama dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan kita. Hal-hal kecil pun tidak luput dari perhatian Margie. Bagaimana memilih kolega yang benar-benar sevisi, tata cara berpakaian yang santun, hingga bercerita tentang sekelompok anak magang.

Yang tidak terlupakan, adalah Margie juga menuliskan aturan baku yang berlaku bagi setiap bos. Aturan pertama, The Boss is always right. Aturan kedua, If The Boss is wrong, please refer to rule #1. Ternyata, aturan ini juga dialami oleh sebagian besar kaum pekerja. Entah kebetulan atau tidak, kedua aturan itu juga akan kita gunakan seandainya kita sudah menjadi seorang bos.

Sebagai penutup, Margie juga menyarankan pembaca untuk mulai berinvestasi sedikit demi sedikit. Bagaimanapun, investasi adalah satu modal berharga agar kita bisa mencapai usia pensiun sedini mungkin.

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan

Awalnya, saya tidak cukup kuat melanjutkan pembacaan FGB. Saya malu karena saya tidak memiliki semua kekuatan yang Margie ceritakan. Saya tidak punya visi yang jelas sehingga malah terombang-ambing dan pernah jadi pengangguran tetap. Katakan saya iri pada pencapaian Margie. Memang begitu adanya. Namun, setiap orang punya ceritanya masing-masing. Saya juga cukup bersyukur dengan segala pencapaian yang saya raih sampai saat ini.

Andaikan saya baca buku ini 8 tahun yang lalu atau setidaknya pada saat saya memulai perjalanan masa kuliah, saya mampu membuat visi yang jelas tentang apa yang saya inginkan dalam hidup yang cuma sekali ini. FGB mengajari saya untuk terus memacu diri, pushing through the limit. Sekalipun dalam environment yang tidak mendukung. Untuk hal ini, saya selalu terkenang cerita-cerita Margie di buku After Orchard. Saya masih terus berusaha untuk punya attitude kerja dan mental kiasu seperti the Singaporean.

Personally, 29 cerita dalam FGB membuat ingatan saya kembali pada masa-masa awal meniti karir. Saya telah mengalami hampir semua yang dituliskan Margie. Hanya tinggal bab Inverstor Relations saja yang belum saya praktekkan.

FGB menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan buku-buku motivasional lainnya. Tulisan-tulisan Margie berhasil memikat dengan pengalamannya serta kejadian-kejadian nyata yang terjadi di sekelilingnya. Kedekatan antara keseharian yang dialami Margie adalah contoh realitas sehari-hari yang mampu memberikan banyak pelajaran demi mencapai kesuksesan dalam memanjat tangga karir.

Sebagai penutup, berikut saya berikan contoh pencapaian Margie dengan seorang Anggi:

Versi Margie:
"Tapi di usia 25 gue bisa berbangga hati punya sebuah mobil keluaran terbaru, properti bergengsi, beberapa barang berharga, tabungan di atas angka rata-rata, tas berbungkus cokelat, dan mampu membeli beberapa tiket penerbangan terbaik ke Eropa."


Versi Gue:
"Tapi di usia 25 gue bisa berbangga hati untuk belum punya sebuah kendaraan bermotor, kontrakan di pinggiran Jakarta, beberapa barang berharga (baca: buku), tabungan (selalu) di bawah angka rata-rata, tas berbungkus raincoat, dan hanya mampu membeli beberapa tiket penerbangan kelas low cost carrier."


Sudah kelihatan bedanya?


Judul : Fresh Graduate Boss: 29 Cerita Memanjat Tangga Karier
Penulis : Margareta Astaman
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tahun : 2012
Tebal : 245 hal.
Genre : Memoar-Motivasi


Medan Merdeka Barat, 26 Juli 2012.

Rating: 4,5 / 5
complete review, click My Blog
sulitbangunpagi - 27/07/2012 01:52 PM
#1875

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis : Tere – Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
304 halaman
Rate : 4/5

Siapa tidak kenal Tere – Liye? Penulis muda yang cenderung berpenampilan santai di setiap talkshownya (menurut saya) gak pernah gagal membuat novel yang selalu menguras emosi para pembacanya. Kali ini entah novel Tere Liye yang ke berapa yang saya baca, menyajikan sejumput kisah sederhana yang meninggalkan bekas mendalam.

Sesuai judul buku, novel ini menceritakan tentang seorang ayah yang suka berbohong. Setidaknya itu menurut Dam. Sejak kecil Dam dijejali banyak dongeng yang bukan cerita sembarangan melainkan ada sosok ayahnya yang menjadi tokoh dalam setiap cerita. Bagaimana mungkin ayahnya bisa kenal Kapten internasional itu? Padahal ayahnya hanya seorang pegawai negeri biasa. Tidak kaya. Bagaimana mungkin di dunia ini ada yang namanya negeri penguasa angin? Omong kosong, menurut Dam, yang ketika menginjak dewasa ia baru sadar akan bualan ayahnya. Tapi, yang dia tidak sadari, bualan ayahnya itu sejatinya telah mendidik dia tumbuh menjadi anak yang baik hati dan sederhana.

Sampai ia sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak, Zas dan Qon, ayahnya masih saja suka membual. Bercerita kalau ia pernah ditelepon oleh si Kapten itu, yang mana kapten itu adalah tokoh idola Zas dan Qon, sebagaimana dulu Dam mengidolakannya. Juga bercerita bahwa dulu neneknya adalah seorang artis terkenal. Bah! Artis terkenal apa?! Karena Dam tahu ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sama sekali bukan artis terkenal seperti yang suka diceritakan ayahnya kepada Zas dam Qon.

Dam akhirnya muak menghadapi tingkah ayahnya yang suka bercerita bualan. Dam lalu meminta ayahnya agar hidup sendiri, jauh-jauh dari Zas dan Qon. Dam seakan lupa, dia bisa menjadi Dam yang seperti sekarang adalah karena kisah-kisah yang sering diceritakan ayahnya dahulu.

***

Entah saya yang terlalu sensitive atau apa, yang jelas saya gak bisa membendung air mata saat membaca bagian ending yang ditulis klimaks. Seorang Tere Liye sukses mengobrak abrik perasaan pembacanya. Ceritanya begitu menyentuh dan membuat diri kita seakan tertampar oleh serentetan peristiwa yang digambarkan. Brilliant!

Menggunakan penulisan alur yang maju mundur, campur aduk antara masa lalu dan masa depan. Dam, sebagai orang pertama serba tahu, memaparkan pandangannya dari dua sosok, saat dia masih kecil dan ketika dia sudah dewasa. Tere Liye pandai memainkan itu semua. Saat ditulis sudut pandang Dam waktu masih kecil, saya seperti membaca tulisan curahan hati anak kecil. Dan seterusnya. Begitu membaca pandangan dari sosok Dam yang dewasa, ya tertulis pula bagaimana pola piker Dam yang dewasa.

Sayangnya, latar belakang nama tempat dan nama tokoh menjadi tidak penting, sepertinya, bagi Tere Liye. Sebuah stadion tidak diberi nama stadion apa. Kota kecil tempat Dam dan keluarganya tinggal pun hanya digambarkan dengan kata “kota kecil” tidak dengan nama Jakarta atau apa. Begitu juga dengan nama orangtua Dam, nama guru, kepala sekolah, dll. Padahal tokoh-tokoh “tak bernama” ini punya peranan cukup penting dalam isi cerita. Misal, pelatih renang, hanya ditulis “Pak Pelatih”. Atau Kepala sekolah favorit Dam, hanya ditulis Pak Kepala sekolah, dst.

Tentu saja hal itu bagi saya tidak terlalu mengurangi keapikan isi buku. Karena, seperti biasa, selalu ada quote-quote yang “nendang” yang penulis bagikan untuk pembacanya. Salah satu quote favorit saya yaitu :

“Terkadang pembalasan terbaik adalah dengan tidak membalas”

Dan tentu saja masih Anda bisa temui quote-quote lain yang juga bagus di dalamnya. Justru yang sangat disayangkan adalah kaver depan bukunya yang. IMHO, kurang menjual dan menarik. Tapi, jangan khawatir, mengenai font dan kertasnya, menurut saya sudah friendly (font ukuran normal dan spasi yang tidak terlalu rapat) dan tidak mengganggu sehingga nyaman dibaca.

Akhir kata, 4/5 untuk buku ini. Lho kok Cuma 4? Katanya berhasil mengaduk-aduk emosi membaca? Hehe, iya sih, hanya saja (ini yang selalu saya sayangkan dari cerita Tere Liye kebanyakan) endingnya agak nanggung menurut saya.

Rate overall : 4/5

Rate termehek-mehek : 3/5 (masih lebih rendah ratenya dibanding buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang menguras air mata banget!!!)
Aureliano - 27/07/2012 01:57 PM
#1876

Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi
Judul Buku : Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis : Tere – Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
304 halaman
Rate : 4/5


Rate overall : 4/5

Rate termehek-mehek : 3/5 (masih lebih rendah ratenya dibanding buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang menguras air mata banget!!!)

baca sinopsisnya, jadi deja vu sama film Big Fish nya Tim Burton o
sulitbangunpagi - 27/07/2012 02:09 PM
#1877

Quote:
Original Posted By Aureliano
baca sinopsisnya, jadi deja vu sama film Big Fish nya Tim Burton o


di akhir buku juga dijelasin sama penulisnya, banyak yang kasih tau bang tere melalui email kalo buku ini mirip sama big fish. sama kayak kasus hunger games vs battle royale D

bang tere sendiri belom pernah baca buku big fish D

so, buat yg belom baca kedua bukunya mending jangan dulu keburu menjudge kalau buku ini hasil jiplakan atau apa D
Aureliano - 27/07/2012 02:20 PM
#1878

Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi
di akhir buku juga dijelasin sama penulisnya, banyak yang kasih tau bang tere melalui email kalo buku ini mirip sama big fish. sama kayak kasus hunger games vs battle royale D

bang tere sendiri belom pernah baca buku big fish D

so, buat yg belom baca kedua bukunya mending jangan dulu keburu menjudge kalau buku ini hasil jiplakan atau apa D


Big Fish ane udah nonton filmnya D..hm, jadi penasaran baca bukunya Tere Liye o
daninoviandi - 27/07/2012 02:33 PM
#1879
Rasakan Sensasi Kehidupan di 300 Meter di Bawah Laut
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Bayangkan kamu hidup di dasar laut kedalaman 300 meter. Rasakan dinginnya air laut, kegelapannya, dan ketipisan udaranya yang mungkin bisa mencelakakan kamu. Nah, inilha yang saya rasakan ketika membaca buku dari Michael Crichton ini. Sphere, alias Bola Asing. Ini merupakan suatu benda yang ditemukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di kedalaman 300 meter! Dengan ditemukannya bola asing ini, dibangunlah suatu bangunan canggih di dasar laut yang dinamakan Habitat DH-8. Bangunan ini walaupun berada di kedalaman 300 meter tetapi kedap air dan dilengkapai berbagaia perlengkapan untuk tetap hidup. Bayangkan saja sebuah rumah, maka DH-8 tak ubahnya seperti rumah, dengan tambahan ruang kontrol untuk komunikasi dengan kapalk induk di permukaan laut.

Seorang psikolog, Norman, yang menjadi tokoh utama buku ini ditugaskan, atau lebih tepatnya dipaksa untuk bertugas meneliti bola ini. Dengan ahli-ahli dari bidang-bidang lain, seperti ahli biologi, ahli matematika, ahli zoologi, Angkatan Laut membentuk tim yang ditugaskan untuk meneliti bola ini. Banyak prosedur yang harus mereka lakukan sebelum turun ke dalam laut. Mulai dari tes fisik, hingga penambahan kadar helium dalam darah, untuk mencegah kecelakaan akibat tekanan dasar laut yang sangat besar. Dengan kapal selam khusus, mereka akhirnya sampai ke dasar laut dan meneliti bola tersebut. Penelitian awal (sebelum tim ini datang), menyimpulkan bahwa pesawat yang berisi bola asing ini merupakan pesawat yang terkubur sejak 300 tahun yang lalu. Namun kemudian, setelah tim ini datang, diperoleh kesimpulan bahwa bola ini datang dari masa 300 tahun yang akan datang.

Tidak ada yang mengetahui caranya membuka bola tersebut, sampai kemudian Harry, sang ahli matematika, menemukan cara untuk membukanya. Dia masuk sendirian, kemudian menjadi linglung ketika keluar dari sana. Tetapi kejadian tersebut tidak lama, setelah sadar, Harry berangsur pulih, namun satu hal dia tidak ingat, yaitu bagaimana caranya membuka bola tersebut. Dia seolah lupa bagaimana cara membukanya setelah keluar dari bola itu. Lama berselang, muncullah kejadian-kejadian misterius yang melanda habitat DH-8. Mulai dari serangan oleh binatang-binatang yang terindikasi keluar dari bola asing itu, hingga munculnya “seseorang” yang berkomunikasi dengan para ahli tersebut melalui layar komputer. Ia menamakan dirinya Jerry, sesuai dengan kode yang diberikan oleh Jerry kepada para ahli melalui layar tersebut, dan kode itu berhasil dipecahkan oleh Harry. Situasi mulai semakin tak terkendali, setelah serangan yang ternyata diinisiasi oleh Jerry tersebut, hubungan dengan awak kapal di permukaan putus, yang disebabkan oleh adanya angin topan dan ombak besar yang melanda permukaan. Sehingga tidak memungkinkan untuk para ahli tersebut untuk pulang ke permukaan. Apalagi, berbagai kejadian selanjutnya memaksa anggota yang berada dalam habitat DH-8 berkurang satu-persatu, dan hanya menyisakan tiga orang saja pada akhirnya.

Membaca buku ini jujur saja harus sambil menahan nafas. Saya alami ini karena saya seolah-olah terbawa di kedalaman 300 meter, dan takut tenggelam! Banyak trik-trik psikologi dan kode-kode yang muncul di buku ini. Disertai dengan ilustrasi, kita bisa sama-sama turut memecahkan kode tersebut. Di buku ini pun tak asal jeplak. Banyak kejadian yang harus dipikirkan masak-masak sebelum ditulis. Seperti persiapan penambahan helium pada darah, serta teknologi-teknologi serta kejadian-kejadian luar biasa yang muncul. Mulai dari kejadian dan peristiwa lubang hitam di udara, sampai pengaruh lubang hitam tersebut terhada perjalanan ruang dan waktu. Teknologi yang ada pun cukup canggih. Bagaimana Crichton mengilustrasikan suatu habitat di dasar laut yang dilengkapi dengan dapur dan laboratorium, sungguh sangat membuat geleng-geleng kepala. Ia seolah mengundang kita untuk mengunjungi habitat tersebut dan menikmati keindahan dasar laut. Endingnya buku ini pun sangat misterius, apakahh ending tersebut benar terjadi di dunia nyata? Itulah misteri yang sebenarnya. Karena siapa tahu bola asing tersebut benar-benar ada di dunia ini.

Atas aksi sci-fi yang menegangkan ini, saya memberi rate 5 dari 5 bintang, luar biasa, buku yang sangat sayang untuk tidak dibaca


Judul Buku: Bola Asing (Sphere)
Penulis: Michael Crichton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 543 hal.
Rate: 5/5
daninoviandi - 27/07/2012 02:52 PM
#1880
Bukunya Cocok
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Itik Bali...

Niat hati ingin mencari bacaan yang ringan, akhirnya tangan membuka buku ini. Ah, ternyata banyak ilustrasi gambar unyu di dalamnya, jadi malu sendiri pas baca di angkutan umum. Diambil dari blog-nya Dyah Ayu dengan judul yang sama dengan bukunya. Sebutan Itik ini muncul pertama kali ketika Ayu tertangkap basah sedang membeli makanan di kantin ketika acara MOS SMP sedang berlangsung. Tak tanggung-tanggung, yang menangkapnya ialah ketua MOS-nya, Kak Pretty, yang celakanya Ayu memanggilnya Mbak Pret, sehingga murkalah ia dan muncullah panggilan itik ini. Entah, ini kejadian nyata atau bukan, saya kurang tertarik untuk lebih lanjut membuka blognya.

Hm, absurd sih buku ini. Isinya gak ada serius-seriusnya. Bayangkan saja, masa dijelaskan secara gamblang di buku ini kalo upil (upil sering sekali disebutkan di buku ini), bisa menjadi pengganti garam untuk makanan. Keren kan? Nah, gimana kalo gak percaya bahwa upil bisa menggantikan garam? Coba saja cicipi sendiri.

Buku ini pun berisi curhatan si penulis yang ingin jadi artis, gak pernah punya genk, merasa mirip Nikita Willy, serta gak pernah punya cowok! Juga ada tips-tips buat cowok-cowok dalam mendapatkan cewek, serta kriteria cowok-cowok yang ada di dunia ini, tentu saja versi si itik bali. Ada juga pertanyaan-pertanyaan absurd semacam kuisioner di buku ini. Ya, dan tentunya gak usah diseriusi, karena pastinya ngaco, tapi lumayan menghibur sih, walaupun gak sampai bikin ngakak.

Cukup deh buat buku yang ditulis oleh seorang pelajar. Tapi tanya kenapa, pelajar di Amerika sana bisa menulis Eragon, sedangkan genre buku ini sangat jauh berbeda dengan Eragon, hihi... Ah, yang penting buku telah terbit, sungguh suatu kebanggan bisa menulis suatu buku, dan jalan kesana pun tidaklah mudah. Maka dari itu, saya beri rate 3 dari 5 bintang, walaupun banyak kekurangan yang kurang disaring disana-sini, tetapi memang beginilah bacaan yang cocok sementara ini untuk anak-anak seumuran si penulis (tentunya dengan pengawasan orang tua).


Judul Buku: Itik Bali
Penulis: Dyah Ayu
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 180 hal.
Rate: 3/5
Page 94 of 105 | ‹ First  < 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu