BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 96 of 105 | ‹ First  < 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 >  Last ›

CSdnadychi - 31/07/2012 01:49 PM
#1901

SRC 2012 - JULI

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul : Elegi Cinta Maria

Penulis : Waheeda El-Humayra

Penerbit : Mizania


Saat pertama kali melihat buku ini, yang paling menarik adalah judulnya, Elegi Cinta Maria. Elegi menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita (khususnya pada peristiwa kematian) sedangkan cinta merupakan rasa sayang atau suka sementara Maria, merupakan salah satu istri Nabi yang berasal dari Mesir, seorang kristen koptik yang dihadiahkan oleh Penguasa Mesir waktu itu ketika Nabi mengirimkan surat ajakannya kepada penguasa Mesir untuk beriman kepada Allah.

Cerita ini dibuka dengan adegan dua orang gadis kecil, Maria dan sepupunya, Yasmin, yang tengah bercakap-cakap di teras beranda lantai dua mereka mengenai angan-angan mereka kelak. Maria yang ingin menjadi bintang berekor dan Yasmin yang ingin menjadi bintang biasa - suatu keinginan yang rupanya kelak akan menjadi kenyataan-.

Novel ini memiliki beberapa tokoh karakter yaitu Maria, saudara sepupu Maria, dan seorang pemuda Madinah bernama Saeef Abdo, yang kemudian memeluk agama Islam. Dari berbagai bab yang ada dalam buku ini, kebanyakan cerita mengambil sudut pandang dari pihak Yasmin, sepupu Maria, dan Saeef Abdo. Novel ini, menceritakan mengenai masa kecil masing-masing tokoh, mengenai kehidupan sehari-hari mereka, serta bagaimana islam pada waktu itu mulai menyebar di lingkungan setiap tokoh.

Di awal, alur cerita ini terasa monoton dan membosankan. Namun, ketika menginjak di bagian tengah cerita, saat Maria dibawa ke Madinah, cerita ini mulai terasa lebih hidup. Berbagai konflik mulai terjadi apalagi, setelah Maria melahirkan Ibrahim, putra Nabi, dan Yasmin mendapati bahwa dirinya dan Saeef Abdo memiliki kertertarikan khusus.

Kisah yang lembut dan tidak menyudutkan pihak manapun. Kisah yang layak dibaca bagi orang-orang yang haus akan rasa cinta yang lmebut dan tidak menggebu-gebu. Dan jujur saja, saya sampai terharu dan merasa begitu kehilangan ketika membaca akhir buku ini. \(\(

Quote yang paling saya suka saat membaca akhir buku ini
Quote:

"Sosok-sosok itu," kata Saeef dengan suara yang bergetar. "Ibrahim, Nabi, dan Maria, saat ini memang sudah tiada. Namun, bukan berarti sejarah berhenti sampai di sini. Biarlah masa lalu dilindas waktu, Istriku. Namun, melanjutkan perjuangan mereka adalah suatu keniscayaan, abadi, sampai nanti, sampai jantung bumi berhenti menggerakkan denyut nadi..."


Rate 5/5 untuk cerita ini D/
dansus.06 - 31/07/2012 02:20 PM
#1902
SRC Juli 2012
Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

JUDUL: Eleven Minutes (Sebelas Menit)

PENULIS: Paulo Coelho

PENERJEMAH: Tanti Lesmana dan Arif Subiyanto

PENERBIT: Gramedia Pustaka Utama

KOVER: Softcover

ISBN: 978-979-22-6835-5

HARGA: Rp55.000,-


Quote:
Maria adalah seorang gadis muda dan lugu dari pedalaman Brazil. Sejak kecil dia mendambakan suatu saat nanti dia akan menemukan cinta sejatinya. Namun, hal itu tidak kunjung didapatkannya ketika dia mulai beranjak dewasa. Nasibnya seakan-akan berubah ketika di Rio de Janeiro dia mendapatkan tawaran untuk menjadi seorang aktris di Swiss. Bayangan menjadi seorang aktris terkenal, kaya, dan siapa tahu di Swiss nanti akan menemukan cinta sejati membuat Maria menerima tawaran tersebut. Tapi, hal tersebut hanya janji manis belaka. Kenyataannya Maria harus menjadi pelacur untuk bertahan hidup di lingkungan yang sama sekali asing baginya. Impiannya untuk menemukan cinta sejati seketika punah saat menjalani profesi tersebut. Namun, segalanya berubah ketika dia bertemu Ralf, seorang pelukis yang ditemuinya di sebuah bar. Pelan-pelan pria itu masuk ke kehidupannya dan mengubah pandangannya: Apakah benar di dalam dirinya masih ada cahaya? Haruskah dia berhenti menjalani profesi sebagai pelacur? Apakah cinta sejati memang benar-benar ada? Dan apakah seks bisa menjadi sesuatu yang sakral?


Eleven Minutes—Sebelas Menit. Sebuah judul buku yang mengundang tanda tanya dari penulis sekelas Paulo Coelho. Apalagi jika dikaitkan dengan sinopsis yang ada di kover belakang buku yang menyatakan buku ini secara garis besar bercerita tentang kisah perjalanan hidup seorang pelacur. Tanda tanya itu membuat saya nekad untuk membeli dan membaca buku ini meski pengalaman saya sebelumnya dalam membaca karya Paulo Coelho—yaitu The Alchemist—tidak terlalu menyenangkan. Meski dibayang-bayangi keraguan oleh isi buku ini—seperti bahasa yang berat, alur cerita dan pesan-pesan filosofis tersirat yang sulit dipahami—rasa penasaran saya untuk mencari kaitan antara judul dan jalan cerita buku ini mengalahkan keraguan saya tersebut. Dan jadilah saya untuk membeli buku ini.

Tak hanya itu. Penampilan buku ini juga "meracuni" saya karena buku ini memiliki penampilan novel yang sangat ideal bagi saya. Dengan dimensi 13,5 x 20 cm dan tebal 360 halaman (± 2 cm) membuat buku ini sangat nyaman di tangan. Tidak terlalu besar atau kecil, dan juga tidak terlalu berat atau ringan. Kover buku yang simpel—hanya menonjolkan nama penulis, judul buku, dan sebuah gambar bunga—semakin membuat "eksterior" buku ini menarik. Namun, saya tidak dapat mengetahui dengan pasti bunga jenis apa yang ada di kover dan apa makna penggunaan bunga tersebut sebagai gambar kover. Kalau menurut saya sih kover edisi sebelumnya lebih menggambarkan isi buku ini karena menampilkan gambar betis seorang wanita—yang mungkin saja menggambarkan sensualitas isi buku ini. Tapi, kover tersebut menurut saya terlalu norak. Saya pribadi lebih menyukai kover edisi ini. Selain lebih simpel, bagian nama penulis, judul buku, dan gambar bunga yang di-emboss pada kover menjadi nilai tambah kover edisi ini dan membuatnya lebih elegan. "Interior" buku ini pun sama-sama menggoda. Penggunaan jenis kertas yang tidak murahan—agak buram dan cukup tebal, ukuran huruf yang tidak terlalu kecil, dan line spacing yang tidak terlalu rapat menjadikan buku ini secara sekilas pandang sangat nyaman untuk dibaca.

Tokoh utama dalam buku ini adalah Maria, seorang gadis lugu dari pedalaman Brazil yang akhirnya berprofesi sebagai pelacur di Swiss. Tokoh lain yang juga sangat berperan dalam cerita adalah Ralf, seorang pria dengan profesi pelukis yang nantinya menjadi kekasih Maria. Pemilihan nama Maria sebagai nama tokoh mungkin cukup ironis karena Maria secara religius identik dengan seorang wanita suci sekaligus ibu dari Yesus. Ditambah lagi dengan apa yang ditulis Paulo Coelho di halaman persembahan: Ya Maria yang dikandung tanpa noda, doakanlah kami yang memohon pertolonganmu. Amin. Sangat bertolak belakang dengan tokoh Maria dalam buku ini. Gambaran bahwa buku ini akan bercerita tentang kisah seorang pelacur semakin terasa karena buku ini diawali dengan penggalan ayat dari Alkitab, yaitu Lukas 7: 37–47 yang menceritakan tentang pengampunan dosa terhadap seorang wanita pendosa.

Judul Sebelas Menit, kisah seorang pelacur bernama Maria, dan gaya bercerita dari Paulo Coelho yang sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan membuat saya bertanya-tanya lagi: Apa yang akan saya dapatkan dari buku ini? Dan ketika membuka lembar berikutnya saya mendapatkan satu kejutan lagi, yaitu penggunaan kalimat "Pada zaman dahulu kala" di awal cerita. Lagi-lagi Paulo Coelho melakukan hal yang ironis sebab kalimat tersebut umumnya digunakan pada cerita anak-anak. Sedangkan buku ini bercerita tentang kisah seorang pelacur. Hal itu membuat buku ini semakin menarik dan membuat penasaran.

Dalam membuka lembaran-lembaran berikutnya kita akan mengetahui bahwa setiap bab dalam buku ini tidak diberi judul. Panjang masing-masing bab juga tidak terlalu panjang—rata-rata hanya sekitar 10 halaman dan tidak lebih dari 20 halaman—yang membuat kita tidak akan terjebak di satu bab yang membuat cepat bosan. Meskipun secara keseluruhan buku ini lebih banyak narasi daripada dialognya, hal tersebut tidak akan membuat kita bosan karena alur cerita yang cepat di awal hingga pertengahan buku. Narasinya justru lugas serta tidak terlalu mendetail. Hal itu menyebabkan betapa cepatnya tokoh Maria berkembang dalam buku ini—tidak sampai 50 halaman Maria sudah berkembang dari seorang anak-anak menjadi seorang gadis dewasa. Baru di pertengahan hingga akhir cerita alur sedikit melambat menjadi sedang-sedang saja. Gaya bercerita dari sudut pandang orang ketiga semakin membuat kita lebih mudah dalam memahami cerita. Dan satu sentuhan dari Paulo Coelho yang cukup menarik adalah dia menyisipkan kutipan-kutipan dari buku harian Maria di akhir bab (hanya beberapa bab saja yang tidak diberi). Bagi saya hal ini menarik! Karena selain diajak berpikir dari sudut pandang orang ketiga lewat gaya bercerita, kita juga diajak untuk berpikir dari sudut pandang Maria lewat kutipan-kutipan buku harian tersebut. Dari sinilah kita bisa mengambil beberapa pelajaran hidup dari Maria—meski dia adalah seorang pelacur. Seperti bagaimana dia cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, pekerjaannya, dan mau belajar hal-hal yang dapat menunjang pekerjaannya [halaman 107–113]. Berikut ini adalah salah satu petikan dari kutipan buku harian Maria tersebut:

Quote:
Dan kalau aku tidak memiliki apapun, berarti buat apa membuang-buang waktu mengurusi hal-hal yang bukan milikku; lebih baik aku bersikap seolah-olah baru hari ini aku hidup (atau ini hari terakhirku hidup). [halaman 43]


Satu hal yang saya tekankan di sini adalah buku ini merupakan novel khusus dewasa! Banyak hal-hal vulgar tentang seks bertebaran di buku ini. Di awal buku saja sudah dijelaskan bagaimana Maria (maaf) bermasturbasi [halaman 24]. Dan ternyata makna judul buku ini juga tidak jauh-jauh dari seks! Sebelas menit itu ternyata adalah rata-rata durasi kemampuan seorang pria berhubungan intim dengan wanita [halaman 115]. Selain itu Paulo Coelho juga dengan apik mampu menceritakan sejarah dari dua versi prostitusi lewat tokoh Ralf, yaitu prostitusi yang kita kenal selama ini dan prostitusi yang sakral [halaman 267–273]. Pengetahuan baru itulah yang nantinya memberi pencerahan pada Maria bahwa seks tidak melulu soal nafsu, tapi juga sesuatu yang sakral, yang pada akhirnya hal itu mempengaruhi ending buku ini.

Kemasan yang bagus luar dan dalam, terjemahan yang sangat bagus sehingga enak dibaca, dan banyak pelajaran kehidupan serta beberapa wawasan baru yang dapat kita petik dari buku ini membuat saya tidak ragu untuk memberikan rating five star pada buku ini. Meski ending buku ini sedikit klise, tapi Paulo Coelho mampu menjadikannya sedikit unik dan mengejutkan sehingga penilaian saya terhadap rating buku ini tidak berubah. Jika sebelumnya dalam membaca The Alchemist saya lumayan dibuat bingung, justru di sini Paulo Coelho mampu memberikan sesuatu yang menghibur, membuat penasaran, menambah wawasan, dan mencerahkan. Untuk mengetahui bagaimana Paulo Coelho mengemas itu semua, silakan baca saja buku ini.

RATE: 5/5
InRealLife - 31/07/2012 03:58 PM
#1903

Quote:
Original Posted By Hompila
Mat malam agan-agan semua.... ane mau share review novel Umberto Eco. Novelnya sendiri udah ane baca sejak tahun 2005 waktu masih kuliah dulu, terbilang lama juga... kebetulan di perpus kampus ane ada persi English dan Indo-nya. Berhubung ane lahir besarnya di Indonesia, terpaksa deh baca yang persi Indonya, hehehe iloveindonesias.
Tanpa perlu basa-basi lagi berikut ane post review novel tersebut..
Jangan lupa dikasih cendolbig ya
===
Novel “The Name of The Rose”, buah karya Umberto Eco, aslinya ditulis dalam bahasa Italia dengan judul “Il Nome della Rosa”. Dari versi Inggris, novel ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tim Penerjemah Jalatustra dan kemudian diterbitkan pada bulan September 2000. Dilihat dari rentang waktunya, boleh dikatakan bahwa permunculannya ke dalam versi bahasa Indonesia cukup lama yaitu sekitar dua puluh tahun. Namun meski sudah lama terbit, di negeri asalnya sendiri novel ini masih terus dibaca sehingga tak heran bila novel yang berlatar belakang abad pertengahan ini masuk dalam kategori “best seller” di Italia, Jerman, dan Prancis.


Sayang, terjemahannya Jalasutra kurang bagus.
sulitbangunpagi - 31/07/2012 05:37 PM
#1904

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Empat Musim Cinta (tentang aku, kamu, dan rasa)
Penulis : Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke ‘Sepatumerah’, Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, Veronika Kusuma Wijayanti
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 174 Halaman
Tahun Terbit: 2010
Harga: Rp30,000 (Leksika Kalibata City)

Rating: 2/5


Quote:
[CENTER]“Ketika bangun di pagi hari, aku memikirkan dirimu.
Ketika bersiap-siap tidur, aku memikirkanmu juga.
Dan, di antara rentang waktu itu, aku memikirkan kita…..”
[/CENTER]


Empat Musim Cinta berisi kumpulan cerita-cerita pendek beberapa penulis yang aku gak begitu kenal kecuali Adhitya Mulya. Berdasarkan sekilas info tentang siapa saja penulis yang ada di halaman belakang buku bisa aku ketahui bahwa penulis yang ada di kumcer ini sepertinya tidak menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama. Hampir kesemuanya menulis karena sebatas kegemaran saja, kecuali seperti kita tahu, Adhitya Mulya.

Pertama kali melihat cover buku ini, aku langsung jatuh hati dengan desainnya yang berkesan teduh dan memanjakan mata. Dengan warna pink cerah bergambar jejeran pohon sakura yang berbunga indah. Bukan synopsis atau sajak yang biasa ada di belakang kaver buku terbitan Gagas Media yang membuat aku tertarik membaca buku ini, namun semata-mata karena kavernya (tentu juga karena di kavernya tertulis “Adhitya Mulya”). Jadi, pepatah don’t jugde a book by its cover seperti gak berlaku bagi aku.

Berbicara tentang konsep, penyusunan kumcer ini berisi 16 cerita pendek dari 8 penulis. Masing-masing penulis menyumbang 2 cerita dengan gaya bercerita yang bervariasi. Adhitya Mulya, misalnya, menulis 2 cerita komedi di awal buku. Tentu dengan membubuhkan sedikit bumbu-bumbu romantisme pada setiap ceritanya. Sayangnya, sorry to say, kedua cerita dari penulis komedi terkenal ini gak membuat emosi aku turun naik. Terlalu ringan dan datar.

Cerita menarik justru datang dari penulis S.A.Z Al-Fansyour. Dengan cerita berjudul “Pilihan Lamoreng” dan “Sekeping Hati yang Tersisa” sukses membuat aku merinding membaca twistnya. Apik dan gak mudah diduga.

Cerita pendek “Pilihan Lamoreng” menceritakan tentang kehidupan suami istri Lamoreng dan Banuang. Gosip sudah sampai ke telinga Banuang bahwa Lamoreng, suaminya yang sudah lama tidak pulang ke rumah karena urusan pilkada, akan menceraikannya. Perihal cerai-mencerai itu tentu menyakitkan hati Banuang. Ia takut gossip itu akan menjadi kenyataan. Masalahnya, sebelum Lamoreng pergi, mereka sempat berdebat hebat soal siapa yang akan dicoblos pada pemilihan gubernur dalam pilkada nanti, sedang Banuang dan Lamoreng memiliki pilihan yang berbeda. Selama membaca cerita ini, rasa penasaran terus menggelitik pikiran saya. Kira-kira apakah Lamoreng akan secetek itu pemikirannya sehingga harus menceraikan Banuang hanya karena perbedaan pendapat? Apakah Banuang sebegitu keras kepalanya sehingga tetap kekeuh menolak mengikuti pilihan Lamoreng?

Well, cerita dari S. A. Z ini mengingatkan saya kepada karya sastra pendek. Sangat jauh berbeda dibandingkan dengan cerita-cerita lain di dalam buku ini, yang cenderung menye-menye dan kurang berkelas. Rasanya seperti terlempar kembali ke era 90-an saat membaca kumpulan cerpen di majalah-majalah remaja yang ditulis penulis amateur.

Kebanyakan cerita-cerita dalam buku ini gak ada yang membekas di ingatan aku, menandakan cerita-cerita ini gak begitu berkesan. Kurang berbobot. Malah ada cerita yang dari awal sampai akhir cerita gak ditemui dialog sama sekali! Mana setting ceritanya tentang berbau-bau sejarah begitu. Wew, bisa dibayangkan bukan, betapa membosankannya cerita model begitu?

Meskipun begitu, harus aku akui setiap penulis memiliki gaya bercerita yang khas dan berbeda. Seperti misalnya, Rizki Pandu Pratama. Cerita-cerita ia bersetting suasana Eropa. Terkesan klasik. Juga Veronika Kusuma, yang menjabarkan tentang dunia pelacuran ABG dan cerita seorang yang mengidap sipilis. Lain hal dengan Okke ‘Sepatumerah’ yang menyuguhkan cerita sesuai dengan trend ABG masa kini ; semisal acara uji setia di televisi dan perjuangan cewek gendut yang terobsesi menjadi kurus. So drama, huh? Kemudian ada pula cerita ‘nyeleneh’ dari Andi Fauziah Yahya. Kenapa bisa aku bilang nyeleneh? Baca saja… hehehehe…

Entah kenapa, tapi aku (mungkin) merasa terlalu tua membaca buku ini. Buku ini akan menarik (mungkin) jika dibaca oleh remaja atau kalian yang menyukai genre teenlit dan sebagainya. Ringan, santai, dan gak bikin mikir. Oh iya, pun jangan pernah bertanya kenapa kumcer ini diberi judul “Empat Musim Cinta”. Karena aku rasa itu hanya sebuah ide yang terlontar tanpa memiliki konsep berarti terhadap isi buku. Gak nyambung blass.

At the end, I give my 2 of 5 stars. It’s enough for short story collection which are too commonly and almost flat.

heart: heart: breakheart breakheart breakheart
namakuhiroko - 31/07/2012 07:56 PM
#1905
SRC 2012 Juli
judul :The Exploits of Sherlock Holmes
penulis : Adrian Conan Doyle & John Dickson Carr
penerbit : Pocket Books
tahun terbit : 1976
genre : Petualangan, misteri, detektif


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Quote:
Langkah kaki dari seorang klien kembali terdengar menjejak anak tangga di 221B Baker Street. Detektif terhebat di dunia kembali beraksi.


Bisa dibilang seri ini adalah "Kumpulan Petualangan Sherlock Holmes yang Tak Tercatat". Kenapa bisa disebut begitu? Karena kisa-kisah misteri yang ada di novel ini merujuk pada kasus-kasus asli yang dikarang oleh Sir Arthur Conan Doyle tetapi tidak dikisahkan secara lengkap oleh dr. Watson. Dengan mengambil inspirasi dari kisah aslinya, Adrian Conan Doyle dan John Dickson Carr "membujuk" dr. Watson untuk mempublikasikan kisah yang cuma sempat disebutkan "judulnya" saja di kisah aslinya. Voila! Jadilah antologi kisah petualangan Sherlock Holmes yang menakjubkan.

Ada 12 belas kisah petualangan, 6 diantaranya ditulis bersama oleh Adrian Conan Doyle dan John Dickson, 6 sisanya ditulis sendiri oleh Adrian. Bagi pembaca yang bertanya-tanya , siapa mereka berdua, berani sekali menulis kisah Sherlock Holmes yang terkenal. Adrian adalah putra Sir Arthur Conan Doyle sendiri dan John Dickson adalah penulis biografi Sir Arthur, yang juga banyak menulis novel misteri.

Kisah pertama adalah kisah yang berjudul, The Adventure of the Seven Clocks. Seorang gadis bernama Celia Forsythe datang untuk berkonsultasi dengan Sherlock. Seperti biasa Sherlock showing off kemampuan mendeduksinya terlebih dahulu dengan menebak asal si gadis dan pekerjaannya. Pembukaan cerita yang pasti dikenal oleh kaum Sherlockian-fans Sherlock. Miss Forsythe bercerita tentang kolega nyonya majikannya, Tuan Charles yang tidak tahan mendengar suara detak jarum jam. Tanpa alasan yang jelas, jika terlihat ada jam, Charles langsung menghancurkannya. Tertarik dengan keunikan kisah tersebut, Sherlock memutuskan untuk menyelidikinya. Sepintas cerita ini mirip dengan petualangan enam patung Napoleon di kisah asli, namun ternyata tidak. Jika di kisah patung Napoleon, patung-patung dihancurkan untuk mencari permata, maka di kisah ini jam-jam dihancurkan untuk alasan yang lebih simpel. Apa itu? Temukan jawabannya sendiri.

Sherlock pun harus berurusan dengan pembunuh profesional, Trepoff. Silahkan buka kembali kisah "Skandal di Bohemia". Dalam kisah tersebut, dr. Watson sempat menyebutkan nama Trepoff.

Quote:
From time to time I heard some vague account of his doings: of his summons to Odessa in the case of the Trepoff murder.


Berlanjut ke kisah selanjutnya. Kali ini berjudul "The Adventure of Gold Hunter". Sherlock dan dr. Watson harus mengungkap siapa pembunuh tuan tanah kaya di suatu desa. Tidak terlalu menarik kisah ini karena penulis terlalu "menjiplak" gaya Sir Arthur. Diawali dengan intro berupa deskripsi keadaan di ruangan 221B Baker Street. Perbincangan Sherlock dan Watson yang berujung Sherlock kembali show off kemampuannya. Hingga akhirnya datanglah seorang klien yang membawa kisah unik untuk dikonsultasikan dengan Holmes. Lalu kisah pun berlanjut. Tak terlalu banyak improvisasi gaya penulisan yang dilakukan penulis. Sherlockian paling fanatik mungkin akan menganggap kisah-kisah ini ditulis ulang saja, cuma diganti nama pelaku, waktu dan tempatnya.

Tapi jangan terburu menutup buku novel ini. Tetap ada kisah-kisah yang menarik yang cukup diikuti. Salah satunya adalah kisah yang berjudul "The Adventure of Wax Gambler". Saya sendiri teringat lagi dengan petualangan enam patung Napoleon. Benar kisah ini berkaitan dengan patung, tapi kali ini bukan dihancurkan. Kini, patungnya bermain kartu! Penjaga galeri tempat patung disimpan datang untuk melaporkan kejadian aneh itu kepada Sherlock Holmes. Akal sehat kita tentu menolak bahwa patung bisa bermain kartu, begitu pula dengan Sherlock. Maka Sherlock pun tertantang untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi dengan patung-patung yang bermain kartu.

Tapi kisah paling menarik adalah ketika Sherlock harus menemukan orang hilang dari rumahnya sendiri. Inspektur polisi Lestrade dan anak buahnya yang mengepung rumah itu seakan tak berguna ketika orang yang dicurigai terlibat kejahatan justru hilang dibawah pengawasannya. Kisah yang sangat tidak bisa ditebak akhirnya. Kisah ini di-mention di kisah asli yang ditulis oleh SIr Arthur, yaitu di kisah yang berjudul Thor Bridge.

Keduabelas kisah dalam novel masih dituliskan dengan gaya sudut pandang orang pertama pelaku sampingan. Pelaku sampingan yang dimaksud tentu adalah dr. Watson, yang selalu setia "dikerjai" oleh Sherlock Holmes. Kemampuan Sherlock dalam mendeduksi lebih banyak diambil langsung dari kisah lamanya. Seperti menebak sifat pengirim surat, menebak sifat orang dari tongkat miliknya. Atau jika sedang iseng dan kumat "kegilaan" Sherlock, dia "membaca" pikiran Watson. Kisah - kisah yang ditulis dengan tidak berurutan timeline, loncat. Kadang tidak disebutkan waktu pastinya. Beberapa tokoh yang ada dalam kisah asli tidak muncul dalam kisah ini seperti Mycroft Homes (kakak Sherlock), dan arch enemy Sherlock, Profesor Moriarty juga tidak muncul. Adrian dan Dickson sepertinya tidak cukup berani menghidupkan kembali sang antagonis utama. Mungkin karena sang Profesor terlampau jahat dan pintar. Dikhawatirkan jika sang profesor hidup lagi akan berada di luar kendali sehingga kisah Sherlock tidak cukup dirangkum dalam satu buku p. Tiap kisah diakhiri dengan kutipan dari seri asli yang ditulis oleh Sir Arthur sehingga pembaca yang penasaran bisa dengan cepat membuka kembali koleksi lamanya untuk memastikannya.

Di luar isi novel, secara fisik novel ini sedang saja ketebalannya sehinggat tidak memakan waktu untuk membacanya. Versi aslinya cukup kental diksi kata yang sangat British. Saya belum tahu apakah sudah ada versi terjemahan bahasa Indonesia, jika belum saya pikir kumpulan kisah ini lebih bagus daripada yang sudah terbit di Indonesia semacam Laskar Jalanan Baker Street. Paling tidak, dalam kisah ini, pembaca masih merasakan semangat Sherlock untuk selalu menyibak tabir yang menutup kebenaran. Dan kita belajar dari dr. Watson untuk selalu bersabar menghadapi rekan yang super sangat egois p.

Kesimpulan: cukup layak baca meski tidak banyak kejutan.
rating 3.5/5
Zuko99 - 01/08/2012 09:46 AM
#1906

Quote:
Original Posted By daninoviandi
mbak isna kalithink:


wah, covernya beda D
baca bahasa inggris ya juk?D
nanti dibaca deh, tipis pula sih D



====
yang mereview dengan cara biasa justru sedikit, kebanyakan move on-an dari trit baru nohope:


Bahasa Indonesia lah puh,
Cuman nyari di google cover yg versi gw baca gak nemu,
jadi sedapetnya deh,... D

Quote:
Original Posted By sulitbangunpagi
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Empat Musim Cinta (tentang aku, kamu, dan rasa)
Penulis : Adhitya Mulya, Andi F. Yahya, Hotma Juniarti, Andi Fauziah Yahya, Okke ‘Sepatumerah’, Rizki Pandu Permana, S.A.Z Al-Fansyour, Veronika Kusuma Wijayanti
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 174 Halaman
Tahun Terbit: 2010
Harga: Rp30,000 (Leksika Kalibata City)

Rating: 2/5

[CENTER]heart: heart: breakheart breakheart breakheart


Buku, SRC kita sama nih mot,... haha,... ngakaks
harapan ku terlalu besar pas lihat cover depan belakangnya buku ini,
menipu,... haha ngakaks
komet795 - 01/08/2012 10:19 AM
#1907

Quote:
Original Posted By Zuko99
Bahasa Indonesia lah puh,
Cuman nyari di google cover yg versi gw baca gak nemu,
jadi sedapetnya deh,... D



Buku, SRC kita sama nih mot,... haha,... ngakaks
harapan ku terlalu besar pas lihat cover depan belakangnya buku ini,
menipu,... haha ngakaks


apa yang bisa diharapkan dari kumpulan cerita pendek dengan penulis yang errr shutup:

*maybe i am too skeptic Peace:
daninoviandi - 01/08/2012 11:37 AM
#1908

Quote:
Original Posted By namakuhiroko
judul :The Exploits of Sherlock Holmes
penulis : Adrian Conan Doyle & John Dickson Carr
penerbit : Pocket Books
tahun terbit : 1976
genre : Petualangan, misteri, detektif


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Bisa dibilang seri ini adalah "Kumpulan Petualangan Sherlock Holmes yang Tak Tercatat". Kenapa bisa disebut begitu? Karena kisa-kisah misteri yang ada di novel ini merujuk pada kasus-kasus asli yang dikarang oleh Sir Arthur Conan Doyle tetapi tidak dikisahkan secara lengkap oleh dr. Watson. Dengan mengambil inspirasi dari kisah aslinya, Adrian Conan Doyle dan John Dickson Carr "membujuk" dr. Watson untuk mempublikasikan kisah yang cuma sempat disebutkan "judulnya" saja di kisah aslinya. Voila! Jadilah antologi kisah petualangan Sherlock Holmes yang menakjubkan.

Ada 12 belas kisah petualangan, 6 diantaranya ditulis bersama oleh Adrian Conan Doyle dan John Dickson, 6 sisanya ditulis sendiri oleh Adrian. Bagi pembaca yang bertanya-tanya , siapa mereka berdua, berani sekali menulis kisah Sherlock Holmes yang terkenal. Adrian adalah putra Sir Arthur Conan Doyle sendiri dan John Dickson adalah penulis biografi Sir Arthur, yang juga banyak menulis novel misteri.

Kisah pertama adalah kisah yang berjudul, The Adventure of the Seven Clocks. Seorang gadis bernama Celia Forsythe datang untuk berkonsultasi dengan Sherlock. Seperti biasa Sherlock showing off kemampuan mendeduksinya terlebih dahulu dengan menebak asal si gadis dan pekerjaannya. Pembukaan cerita yang pasti dikenal oleh kaum Sherlockian-fans Sherlock. Miss Forsythe bercerita tentang kolega nyonya majikannya, Tuan Charles yang tidak tahan mendengar suara detak jarum jam. Tanpa alasan yang jelas, jika terlihat ada jam, Charles langsung menghancurkannya. Tertarik dengan keunikan kisah tersebut, Sherlock memutuskan untuk menyelidikinya. Sepintas cerita ini mirip dengan petualangan enam patung Napoleon di kisah asli, namun ternyata tidak. Jika di kisah patung Napoleon, patung-patung dihancurkan untuk mencari permata, maka di kisah ini jam-jam dihancurkan untuk alasan yang lebih simpel. Apa itu? Temukan jawabannya sendiri.

Sherlock pun harus berurusan dengan pembunuh profesional, Trepoff. Silahkan buka kembali kisah "Skandal di Bohemia". Dalam kisah tersebut, dr. Watson sempat menyebutkan nama Trepoff.



Berlanjut ke kisah selanjutnya. Kali ini berjudul "The Adventure of Gold Hunter". Sherlock dan dr. Watson harus mengungkap siapa pembunuh tuan tanah kaya di suatu desa. Tidak terlalu menarik kisah ini karena penulis terlalu "menjiplak" gaya Sir Arthur. Diawali dengan intro berupa deskripsi keadaan di ruangan 221B Baker Street. Perbincangan Sherlock dan Watson yang berujung Sherlock kembali show off kemampuannya. Hingga akhirnya datanglah seorang klien yang membawa kisah unik untuk dikonsultasikan dengan Holmes. Lalu kisah pun berlanjut. Tak terlalu banyak improvisasi gaya penulisan yang dilakukan penulis. Sherlockian paling fanatik mungkin akan menganggap kisah-kisah ini ditulis ulang saja, cuma diganti nama pelaku, waktu dan tempatnya.

Tapi jangan terburu menutup buku novel ini. Tetap ada kisah-kisah yang menarik yang cukup diikuti. Salah satunya adalah kisah yang berjudul "The Adventure of Wax Gambler". Saya sendiri teringat lagi dengan petualangan enam patung Napoleon. Benar kisah ini berkaitan dengan patung, tapi kali ini bukan dihancurkan. Kini, patungnya bermain kartu! Penjaga galeri tempat patung disimpan datang untuk melaporkan kejadian aneh itu kepada Sherlock Holmes. Akal sehat kita tentu menolak bahwa patung bisa bermain kartu, begitu pula dengan Sherlock. Maka Sherlock pun tertantang untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi dengan patung-patung yang bermain kartu.

Tapi kisah paling menarik adalah ketika Sherlock harus menemukan orang hilang dari rumahnya sendiri. Inspektur polisi Lestrade dan anak buahnya yang mengepung rumah itu seakan tak berguna ketika orang yang dicurigai terlibat kejahatan justru hilang dibawah pengawasannya. Kisah yang sangat tidak bisa ditebak akhirnya. Kisah ini di-mention di kisah asli yang ditulis oleh SIr Arthur, yaitu di kisah yang berjudul Thor Bridge.

Keduabelas kisah dalam novel masih dituliskan dengan gaya sudut pandang orang pertama pelaku sampingan. Pelaku sampingan yang dimaksud tentu adalah dr. Watson, yang selalu setia "dikerjai" oleh Sherlock Holmes. Kemampuan Sherlock dalam mendeduksi lebih banyak diambil langsung dari kisah lamanya. Seperti menebak sifat pengirim surat, menebak sifat orang dari tongkat miliknya. Atau jika sedang iseng dan kumat "kegilaan" Sherlock, dia "membaca" pikiran Watson. Kisah - kisah yang ditulis dengan tidak berurutan timeline, loncat. Kadang tidak disebutkan waktu pastinya. Beberapa tokoh yang ada dalam kisah asli tidak muncul dalam kisah ini seperti Mycroft Homes (kakak Sherlock), dan arch enemy Sherlock, Profesor Moriarty juga tidak muncul. Adrian dan Dickson sepertinya tidak cukup berani menghidupkan kembali sang antagonis utama. Mungkin karena sang Profesor terlampau jahat dan pintar. Dikhawatirkan jika sang profesor hidup lagi akan berada di luar kendali sehingga kisah Sherlock tidak cukup dirangkum dalam satu buku p. Tiap kisah diakhiri dengan kutipan dari seri asli yang ditulis oleh Sir Arthur sehingga pembaca yang penasaran bisa dengan cepat membuka kembali koleksi lamanya untuk memastikannya.

Di luar isi novel, secara fisik novel ini sedang saja ketebalannya sehinggat tidak memakan waktu untuk membacanya. Versi aslinya cukup kental diksi kata yang sangat British. Saya belum tahu apakah sudah ada versi terjemahan bahasa Indonesia, jika belum saya pikir kumpulan kisah ini lebih bagus daripada yang sudah terbit di Indonesia semacam Laskar Jalanan Baker Street. Paling tidak, dalam kisah ini, pembaca masih merasakan semangat Sherlock untuk selalu menyibak tabir yang menutup kebenaran. Dan kita belajar dari dr. Watson untuk selalu bersabar menghadapi rekan yang super sangat egois p.

Kesimpulan: cukup layak baca meski tidak banyak kejutan.
rating 3.5/5

belom ada indonesianya http://www.goodreads.com/work/editions/73626-exploits-of-sherlock-holmes \(\(\(
Quote:
Original Posted By Zuko99
Bahasa Indonesia lah puh,
Cuman nyari di google cover yg versi gw baca gak nemu,
jadi sedapetnya deh,... D



Buku, SRC kita sama nih mot,... haha,... ngakaks
harapan ku terlalu besar pas lihat cover depan belakangnya buku ini,
menipu,... haha ngakaks

cari di GR dong D
Spoiler for

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Evangeline - 02/08/2012 01:59 AM
#1909
Review Buku SRC : Juli 2012
Book Review: Bridget Jones : the Edge of Reason
Pengarang: Helen Fielding

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

     [SIZE="2"]"Am so confused. Whole dating world is like hideous game of bluff and double bluff with men and women firing at each other from opposite lines of sandbags. Is as if there is a set of rules that you are supposed to be sticking to, but no one knows what they are so everyone just makes up their own.

- Bridget Jones"

Kutipan di atas kurang lebih menggambarkan apa yang tertera dalam sekuel Bridget Jones's Diary karya Helen Fielding yang telah menuai sukses besar di seluruh dunia. Dalam "The Edge of Reason", sang tokoh utama, Bridget Jones, sudah berada dalam sebuah hubungan dengan Mark Darcy. Meskipun begitu, sama seperti sebelumnya, Bridget masih memiliki ketergantungan terhadap self help books dan nasehat sahabatnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan cinta dan hubungannya dengan Mark. Hal tersebut membuat jengkel Mark dan ketika Mark angkat bicara, Bridget mulai meragukan hubungannya tersebut. Di saat bersamaan, dalam kehidupan Mark muncul seorang Rebecca yang cantik, cerdas, kaya raya, dan tentunya, membuat Bridget semakin uring-uringan.

Sama seperti buku pertama, sekuel ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan namun tidak menjemukan. Kekuatan utama dari buku ini menurut Saya adalah humor yang dapat membuat Saya tertawa terpingkal-pingkal. Sebagai contoh tugas-tugas reportase Bridget yang luar biasa aneh dan adegan ketika Bridget mewawancarai aktor Colin Firth untuk promosi filmnya Fever Pitch namun ia tak dapat berhenti melantur seraya mengingat Colin Firth dengan kemeja basah dalam film Pride and Prejudice.

Selain itu juga, konsistensi pengkarakteran tokoh-tokohnya juga patut diacungi jempol. Karakter Bridget Jones, sebagai contoh. Sama seperti dalam buku pertama, ia tetap berkepribadian "unik" dan mengundang tawa. Untuk ini, Saya tetap mengagumi Helen Fielding karena dapat menciptakan karakter yang penuh kekhawatiran tanpa sebab namun di saat yang bersamaan dapat dengan lepas menertawakan setiap kebodohan yang telah dilakukannya. [/SIZE]

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
KRS1 - 02/08/2012 09:19 AM
#1910

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Pengantin Surga
Penulis: Nizami Ganjavi
Penerjemah: Ali Nur Zaman
Penyunting: Salahuddien Gz
Penerbit: Dolphin
Jumlah Halaman: 250
ISBN: 9789791799836

Cinta, bagi seorang pecinta bukanlah hal yang absurb. Dengan cinta, kekuatan batin akan menguat dan hati akan terasa indah. Qays, mengalaminya. Putra yang ditunggu-tunggu kelahirannya oleh Syed Omri, seorang bangsawan, jatuh dalam cintanya kepada teman sepelajarannya, Layla. Namun cinta yang sebenarnya terbalas dengan sempurna itu harus tertahan dengan penolakan dari keluarga Layla. Kecewa dengan penolakan yang diberikan, Qays melarikan diri dari kehidupan duniawi, dan melanjutkan hidup dengan menggelandang, serta mensyairkan perasaan cintanya di tengah khalayak, sehingga panggilan Majnun (gila) disematkan kepadanya.

Quote:
Majnun terkoyak oleh duka dan nestapa. Namun taman Layla merekah seakan msuim semi tiba. Bagaimana bisa cintanya kepada Layla tumbuh bahagia, Sementara anak panah menembus dadanya. (halaman 64)


Segala perjuangan untuk mendapatkan cinta Layla mendapatkan berbagai halangan. Dari perjuangan yang ditempuh oleh sahabatnya Nawfal yang mengakibatkan terjadinya peperangan antarkabilah, lamaran Ibnu Salam yang diterima oleh ayah Layla; sehingga Layla dinikahkan dengannya, sampai kematian kedua orang tua Majnun.

Dinikahkan dengan Ibnu Salam tak mengorbankan cinta Layla kepada Majnun. Cinta itu diwujudkan dnegan penolakan untuk melakukan hubungan suami istri. Bukankah kekuatan cinta itu sangat luar biasa? Meskipun diceritakan pada akhir kisah, Majnun tidak berhasil bersanding dengan Layla di dunia, tapi kebahagiaan mereka terwujud di surga. Pengantin Surga.

Membaca Pengantin Surga yang berjudul asli Layli o Majnun ini membuat saya termenung. Kisah ini bagi saya persis dengan berbagai kisah sufistik, pendekatan cinta seorang hamba kepada Sang Khalik. Dijelaskan dalam catatan penyunting, memang kisah ini menginspirasi kaum sufi dalam membuat syair/karya dengan simbolisme sosok Layla sebagai Yang Terkasih dan Majnun sebagai sosok pencinta.

Kisah cinta Layla dan Majnun menggambarkan kepada saya bahwa cinta itu membakar tetapi semakin terbakar semakin mencintai. Perjuangan Majnun bukan berarti memperjuangkan nafsu, karena Majnun bukan terdorong nafsu untuk mencintai Layla, tetapi untuk menemukan makna mencintai.

Quote:
Dengan berbekal cinta kepada Sang Kekasih, apa yang harus ditakutkan dari minuman yang pahit dan beracun? (halaman 243)


O ya, saya mendapatkan buku ini diterjemahkan dengan baik. Tak perlu berkerut kening, sekedar mendapatkan keindahan kisah cinta ini, khususnya bagi saya yang kurang mendalami buku-buku berjenis romansa. Angkat jempol untuk terjemahan dan penyuntingan yang eksklusif. Tak rugi meluangkan waktu untuk membaca buku yang penuh dengan kehangatan cinta Layla dan Majnun ini.

[CODE]rating: 4/5[/CODE]
aztecclan - 02/08/2012 11:13 AM
#1911
SRC Agustus : Rahasia Harta Karun
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Quote:
Judul Buku : Rahasia Harta Karun - Serial Lima Sekawan
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : cetakan ke-7, 1998
Jml hal dan dimensi : 240 hal, 11x18x0,9 cm

Siapa yang tidak mengenal Enid Blyton? Hampir semua pecinta buku pasti tahu nama penulis novel dari Inggris tersebut. Salah satu novel yang dibuatnya adalah serial Lima sekawan. Pada salah satu serialnya yang berjudul "Rahasia Harta Karun" ini, Enid Blyton kembali menghadirkan 4 remaja dan 1 ekor anjing yang mengalami petualangan seru memburu harta karun. Mereka adalah Julian, Dick, George, Anne, dan Timmy si anjing. Mereka yang sejatinya bersaudara itu menamakan dirinya sebagai "Lima Sekawan".

Cerita bermula dari rencana Lima sekawan untuk melancong mengisi waktu liburan dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan mereka yang asyik, tiba-tiba Timmy, anjing milik George, terluka dan harus dibawa ke dokter hewan. Dari sinilah petualangan mereka dimulai. Di suatu kesempatan, Dick dan Anne yang terpisah dengan Julian serta George yang mengantar Timmy berobat, bertemu dengan narapidana yang dikabarkan kabur dari penjara. Ia pun tidak sengaja mengetahui suatu petunjuk untuk mengetahui lokasi penyimpanan harta rampasan yang disimpan buronan tersebut. Berbekal peta dan petunjuk itu, akhirnya 5 sekawan pun berpetualang menuju lokasi harta karun. Sayangnya begitu sampai, mereka harus diganggu oleh kelompok penjahat lain yang juga ingin mendapatkan harta tersebut.

Enid Blyton memang merupakan penulis Inggris yang sangat produktif membuat novel-novel untuk anak-anak dan remaja. Melalui tema petualangan yang diusungnya dalam serial Lima Sekawan ini, ia mampu menggugah fantasi pembaca (terutama bagi anak-anak dan remaja) untuk berpetualang dan ikut tegang dalam menghadapi misteri-misteri yang muncul. Selain itu, buku ini tidak terlalu tebal dan gaya penulisanya juga ringan dibaca sehingga cocok dibaca sebagai bacaan di kala senggang. Namun berhubung ditulis pada tahun 70-80an, maka tentu saja budaya yang muncul di dalam novel ini kadang terlihat cukup jadul (contohnya dalam hal berpakaian dan gaya hidup). Alur ceritanya juga sangat datar di bagian awal, berbelit-belit dan banyak menceritakan hal yang kurang berhubungan dengan inti cerita. Misalnya saja, Enid Blyton hampir selalu menceritakan kegiatan Lima sekawan saat makan dan mandi. bingung Walaupun tergantung selera, tapi sepertinya detail itu kurang penting. Namun tentu saja itulah ciri khas dari tulisan Enid Blyton. Dengan demikian, novel ini tetap saja masih diminati, terbukti dengan fakta bahwa buku ini sudah dicetak ulang berkali-kali hingga sekarang.

:thumbup

Rate : 3.5/5

sulitbangunpagi - 02/08/2012 11:55 AM
#1912

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Pintu Terlarang
Penulis : Sekar Ayu Asmara
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 Halaman
Tahun Terbit : 2009 (sebelumnya pernah diterbitkan oleh PT Andal Krida Nusantara [AKOER] tahun 2004)
Harga : Rp10,000 (Bazaar Buku Gramedia)

“Anak adalah kuncup
Yang hanya akan mekar mewangi
Dengan siraman kasih sayang”


Quote:
Suatu hari aku pernah ngetweet “paling sulit mereview buku yang kelewat bagus dan buku yang ancur ketulungan”. Nah, menurut aku, Pintu Terlarang masuk ke kategori yang pertama. Kelewat bagus. Entah apa karena aku begitu menyukai genre psychology thriller sehingga review cenderung tidak objektif.
Jika boleh saya katakan, buku ini terbagi dalam 3 (tiga) bagian. Di bagian awal buku, pembaca diajak untuk membaca kisah tentang seorang anak kecil berumur 9 tahun korban child abuse kedua orangtuanya. Karena memuntahkan makanan, si anak dihukum orangtuanya. Hukuman yang diberikan juga tidak main-main. Ibunya menyabet muka si anak dengan serbet dan mulut si anak dijejali kecoak! Si anak dipaksa menelan serangga kotor itu! Yaiks!

Di bab berikutnya dituturkan kisah tentang Gambir dan Talyda, sepasang suami istri yang saling mencintai. Kedua cinta mereka satu sama lain begitu besar. Gambir adalah seorang pematung terkenal. Sedang Talyda seorang direktur sebuah perusahaan. Di balik kesuksesan Gambir, Talyda ternyata memegang peranan besar. Perempuan itu menyimpan misteri tersendiri. Perempuan yang selalu mengenakan kalung dengan kunci sebagai liontinnya. Ya, kunci sebuah pintu terlarang.

Bagian ketiga memaparkan tentang kehidupan Ranti, seorang jurnalis sebuah majalah metropolitan, yang sedang melakukan penelitian atas artikel yang akan dimuat. Di sini ia bertemu dengan sosok “dia” yang selama 18 tahun mendekam di sel isolasi sebuah rumah sakit jiwa.

Selintas memang terkesan gak ada hubungan di antara ketiga bagian di atas. Eits, tapi sebenernya ada banget! Dan pembaca pasti akan terbingung-bingung selama membuka halaman demi halaman. Sulit untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi dengan Gambir? Apa rahasia yang disembunyikan Talyda di balik pintu terlarang? Siapa sebenernya sosok “dia” yang ditemui Ranti dan apa hubungannya dengan anak kecil yang mengalami child abuse itu? Semua menjadi misteri.

Sampai aku akhirnya di bagian akhir cerita yang bahkan sampai tersisa dua halaman pun tetep belum ketebak misterinya! Benar-benar menggemaskan! Dan begitu segala rahasia terkuak, aku merinding. Satu kata untuk novel ini : gila!

Gila, karena novel ini bikin mikir, dan itu seru. dibanding novel yang datar-datar saja.

Gila karena nama tokohnya yang sangat njawi dan aku suka itu.

Gila karena di dalam novel ini dideskripsikan adegan violence dan seksual yang lumayan bikin mual.

melihat kavernya sudah bisa terasa kesan mistis. sayang, mungkin orang akan ilfil duluan enggan mengambil buku ini dari deretan rak di toko buku karena desainnya yang agak njadul. oh, iya, gak perlu khawatir soal huruf yang rapat-rapat yang cenderung akan membuat pembaca bosan, karena buku ini ditulis dengan jenis dan size huruf yang friendly. dijamin gak cepat bikin mata lelah.

dengan alur maju mundur yang ditata apik dan tidak biasa membuat novel ini begitu menarik untuk dibaca. recommended buat And pecinta thriller dan misteri. penulis dengan lihai memainkan kata-kata sehingga sukses bikin saya penasaran sampai akhir cerita, menebak-nebak akan seperti apa endingnya yang ternyata WOW!

p.s : ini termasuk kategori NOVEL DEWASA. novel ini juga pernah difilmkan. Walaupun aku sendiri belum pernah nonton, tapi pas baca synopsis di Wikipedia, bias ketahuan kalau film dan bukunya ini beda banget, meski secara garis besar jalan ceritanyanya sama. Nama tempat berbeda dan ada pembelokan cerita yang lumayan jauh berbeda.

Spoiler for Edisi Cover Film Rp40,000
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
kejadian26 - 02/08/2012 02:48 PM
#1913
Sumbang Buku
Spoiler for Rumah penuh buku yang harus diubah
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku FavoritmuSerapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu







KRS1 - 03/08/2012 11:33 AM
#1914

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Bebas
Penulis: Natsuo Kirino
Penerjemah: Lulu Wijaya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 576 Halaman
ISBN: 9789792227604

Ada kengerian bagi saya ketika membaca buku ini, tapi herannya saya menikmati membaca buku ini. Tapi memang banyak penulis Jepang yang piawai menulis kisah kriminal. Novel yang berjudul asli Out ini sendiri di cover edisi Indonesianya yang diterbitkan Gramedia, tertuliskan pemenang Japan's Grand Prix for Crime Fiction, dan Finalis Edgar Award. Rasanya memang tak salah kalau novel ini bisa mendapat penghargaan.

Kisahnya sendiri menggambarkan kehidupan sebuah kelompok wanita yang berkerja pada shift malam di sebuah pabrik makanan kotak. Masako Katori, Kuniko Jonouchi, Yoshie Azuma dan Yayoi Yamamoto. Keempat wanita itu memiliki masalah-masalah tersendiri dalam kehidupan berumahtangga mereka. Masako berpisah kamar dengan suaminya dan anaknya tak mau bicara sama sekali. Kuniko yang memiliki hobi hidup mewah namun mendanainya dari hutang ke hutang, ditinggal oleh suaminya dengan membawa habis semua uang dan isi tabungan. Yoshie yang dibenci oleh mertuanya tetapi harus mengasuhnya dan memiliki anak yang suka membohongi dirinya. Tapi pucaknya adalah Yayoi membunuh suaminya, Kenji Yamamoto, yang melakukan kekerasan fisik kepada istrinya. Masako, kemudian memutuskan membantu Yayoi menyingkirkan mayat Kenji, dengan bantuan Yoshie dan Kuniko, dengan cara yang tragis, memotong mayatnya dan membuang potongan-potongannya ke berbagai tempat. Jumonji, seorang rentenir yang menghutangi Kuniko, untuk membiayai kemewahannya akhirnya mengetahui rahasia pembunuhan tersebut. Kecurigaan polisi tertuju pada Mitsuyoshi Satake, pemilik club yang menjadi langganan Kenji karena ada sebelum diketemukan meninggal, Satake berkelahi dengan Kenji. Karena kurangnya bukti, Satake, bisa lepas setelah sempat ditahan dan diinterogasi. Keluarnya Satake dimanfaatkannya untuk membalas dendam.

Latar yang bertukar-tukar antara tokoh-tokohnya menjadikan buku ini agak sedikit lambat dibacanya. Apalagi alurnya agak lambat. Tapi inilah yang saya rasa menjadikan buku ini menarik. Detailnya sangat bagus, apalagi seting tempat yang belum umum bagi pembaca Indonesia, yaitu di negeri Jepang. Ada beberapa hal kecil yang tidak terbiasa bagi orang Indonesia, seperti jadwal membuang sampah. Tapi gambaran yang diberikan penulis sudah bisa mendeskripsikan dengan baik. Terlepas genrenya yang merupakan misteri kriminal, kita bisa mendapatkan agak detail tentang kisah kehidupan wanita dan keluarga di Jepang. Yang mengesankan adalah ceritanya yang mencekam dari awal sampai akhir.
rating 4/5
sulitbangunpagi - 03/08/2012 11:48 AM
#1915

Quote:
Original Posted By KRS1
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Bebas
Penulis: Natsuo Kirino
Penerjemah: Lulu Wijaya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 576 Halaman
ISBN: 9789792227604

Ada kengerian bagi saya ketika membaca buku ini, tapi herannya saya menikmati membaca buku ini. Tapi memang banyak penulis Jepang yang piawai menulis kisah kriminal. Novel yang berjudul asli Out ini sendiri di cover edisi Indonesianya yang diterbitkan Gramedia, tertuliskan pemenang Japan's Grand Prix for Crime Fiction, dan Finalis Edgar Award. Rasanya memang tak salah kalau novel ini bisa mendapat penghargaan.

Kisahnya sendiri menggambarkan kehidupan sebuah kelompok wanita yang berkerja pada shift malam di sebuah pabrik makanan kotak. Masako Katori, Kuniko Jonouchi, Yoshie Azuma dan Yayoi Yamamoto. Keempat wanita itu memiliki masalah-masalah tersendiri dalam kehidupan berumahtangga mereka. Masako berpisah kamar dengan suaminya dan anaknya tak mau bicara sama sekali. Kuniko yang memiliki hobi hidup mewah namun mendanainya dari hutang ke hutang, ditinggal oleh suaminya dengan membawa habis semua uang dan isi tabungan. Yoshie yang dibenci oleh mertuanya tetapi harus mengasuhnya dan memiliki anak yang suka membohongi dirinya. Tapi pucaknya adalah Yayoi membunuh suaminya, Kenji Yamamoto, yang melakukan kekerasan fisik kepada istrinya. Masako, kemudian memutuskan membantu Yayoi menyingkirkan mayat Kenji, dengan bantuan Yoshie dan Kuniko, dengan cara yang tragis, memotong mayatnya dan membuang potongan-potongannya ke berbagai tempat. Jumonji, seorang rentenir yang menghutangi Kuniko, untuk membiayai kemewahannya akhirnya mengetahui rahasia pembunuhan tersebut. Kecurigaan polisi tertuju pada Mitsuyoshi Satake, pemilik club yang menjadi langganan Kenji karena ada sebelum diketemukan meninggal, Satake berkelahi dengan Kenji. Karena kurangnya bukti, Satake, bisa lepas setelah sempat ditahan dan diinterogasi. Keluarnya Satake dimanfaatkannya untuk membalas dendam.

Latar yang bertukar-tukar antara tokoh-tokohnya menjadikan buku ini agak sedikit lambat dibacanya. Apalagi alurnya agak lambat. Tapi inilah yang saya rasa menjadikan buku ini menarik. Detailnya sangat bagus, apalagi seting tempat yang belum umum bagi pembaca Indonesia, yaitu di negeri Jepang. Ada beberapa hal kecil yang tidak terbiasa bagi orang Indonesia, seperti jadwal membuang sampah. Tapi gambaran yang diberikan penulis sudah bisa mendeskripsikan dengan baik. Terlepas genrenya yang merupakan misteri kriminal, kita bisa mendapatkan agak detail tentang kisah kehidupan wanita dan keluarga di Jepang. Yang mengesankan adalah ceritanya yang mencekam dari awal sampai akhir.
rating 4/5


kavernya :matabelo

ceritanya dramatis banget yah o
tebel pulak hammer: kok betah sih mas?

D

entah kenapa saya punya kecenderungan sulit menghapal nama tokoh jepang dalam sebuah film, novel dan komik hammer:
daninoviandi - 03/08/2012 02:10 PM
#1916
Sanders vs. Gilkey
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Ah, sebenarnya tema buku ini menyenangkan, buku, buku, dan hanya buku. Segala jenis buku-buku terkenal disebutkan disini, karena ya, ini memang kisah nyata. Kisah nyata “perang” antara John Gilkey dan Ken Sanders. Dua-duanya pecinta buku, dua-duanya kolektor buku. Bedanya, Sanders merupakan pemilik toko buku langka, sementara Gilkey merupakan seseorang yang sangat terobsesi oleh buku, dan satu-satunya cara dia untuk memenuhi kehausannya akan buku yaitu dengan cara mencurinya. Sayangnya, entah kenapa buku ini sangat berat untuk dibaca. Kurang menarik cara si penulis menyampaikan ceritanya, saya merasa bosan ketika membacanya. Sayang sekali.

Jadi kisahnya seperti disebutkan di atas ialah antara dua orang yang saling berseteru di dunia buku. Yang satu merupakan pemilik toko buku langka, dimana tokonya itu menjadi sasaran pencurian oleh Gilkey. Obsesi Gilkey terhadap buku ini tidak main-main. Sungguh sangat mencengangkan melihat dunia luar negeri sana (terutama Amerika seperti di buku ini), bahwa buku tidak hanya untuk dibaca dan dikoleksi secara sembarangan. Namun yang dicari adalah BUKU LANGKA EDISI PERTAMA. Bayangkan, obsesi itulah yang bersemayam dalam diri Gilkey. Harga-harga buku langka ini pun tidak main-main, sampai puluhan ribu dolar! Disinilah masalahnya, Gilkey bukanlah orang kaya, dia hanya pegawai biasa, sampai suatu saat dia bekerja di bagian aplikasi kartu kredit, dan dia melihat celah dalam pekerjaan ini, yaitu menggunakan kartu kredit orang lain untuk belanja buku-buku yang diinginkannya. Oleh sebab itu, gara-gara aksinya ini, Gilkey disebut sebagai pencuri buku.

Sepanjang buku, yang diceritakan ialah kisah wawancara si penulis buku dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus pencurian yang dilakukan Gilkey. Bahkan paling banyak sumber dari wawancara dengan Gilkey itu sendiri. Tentang obsesinya, bahkan cara dia mencuri dan mendapatkan uang pun diceritakan blak-blakan dalam buku ini. Bagaimana trik-trik yang dilakukan Gilkey dalam mendapatkan buku yang diinginkannya, semua tertuang disini.

Sangat mencengangkan membaca buku ini. Dimana sangat banyak kolektor buku yang bercita-cita untuk mendapatkan buku edisi pertama untuk dikoleksi. Bahkan biasanya, buku-buku edisi pertama ini ditemukan sebagai harta karun dalam pasar-pasar barang bekas, sungguh sangat tidak terduga. Nah, saya bertanya-tanya, di Indonesia kira-kira seperti ini gak ya? Ada gak ya kolektor di Indonesia yang sampai segitunya, rela mengeluarkan uang demi buku terbitan pertama. Atau bahkan pertanyaan simpel saja, ada gak pedagang buku langka di Indonesia seperti milik Ken Sanders? Coba googling deh, nanti pasti ketemu link toko buku langkanya beliau. Namun ya itu, sayangnya saya kurang menikmati buku ini. Ada sesuatu yang mengganjal yang membuat buku ini tidak enak untuk dibaca, saya sampai menganggap buku ini overrated, karena dahulu saya sangat ingin membaca buku ini. Apalagi, footnote di buku ini dikumpulkan di bagian belakang buku, sehingga menyulitkan untuk mengetahui keterangan dari footnote tersebut.

Well, mohon maaf, saya cuma bisa memberi 2 bintang, walaupun saya tetap menyarankan kalau buku ini harus dibaca oleh para pecinta buku. Tetapi jangan mengharapkan buku ini seperti novel pada umumnya, karena anda akan merasakan sama seperti saya, merasa buku ini overrated apabila dianggap sebagai novel.


Judul: The Man Who Loved Books Too Much
Penulis: Allison Hoover Bartlett
Penerbit: Alvabet
Tebal: 300 hal.
Terbit: April 2010
Rate: 2/5
daninoviandi - 03/08/2012 02:16 PM
#1917
Gak Serem-serem Amat Sih...
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Syereeeemmm...

Saya baca versi ebook nih, guna memenuhi tantangan pribadi. Ya, namanya juga Lupus, lumayan bisa bikin ngakak, minimal senyum-senyum lah, tapi tetep aja lucu. Judul buku ini terinspirasi dari cerita tentang Drakuli, teman Lulu yang jago kimia. Drakuli ini tinggal di tanah pekuburan, sebabnya, sang ayah adalah pemilik tanah yang disewakan untuk dijadikan makam. Nah, unsur seramnya ini yaitu ketika Lupus diminta Lulu untuk mengantarkan ke rumah Drakuli guna memberikan surat dari sekolah. Lupus yang mau gara-gara disogok uang jajan pun akhirnya terpaksa menuruti keinginan Lulu, walaupun gosip tentang tangan buntung yang mengetuk pintu masih hangat-hangatnya beredar di kompleks Lupus.

Cerita di buku ini tidak hanya seputar Drakuli. Maka dari itu saya berpendapat bahwa ini merupakan cerpen dari Lupus. Dan memang tipikal Hilman (yang saya tangkap dari buku-buku Lupus yang telah saya baca), tidak menyajikan suatu buku dengan jalan cerita dengan hanya satu tema, tapi berbeda-beda tema dan cerita di setiap judulnya. Ada cerita tentang kelas Lupus yang sangat indah (katanya), yang tidak bisa dipertahankan lebih lanjut gara-gara kepsek keukeuh mengadakan penggusuran demi pengadaan dan pembesaran lahan parkir sekolah. Ada juga cerita tentang perjalanan Lupus cs ke Yogya dalam rangka mengisi liburan sekolah, rencana untuk menginap di rumah kawannya Anto akhirnya harus buyar secara sia-sia.

Yang istimewa dari buku ini, Lupus bertemu dengan salah satu karakter ciptaan Hilman juga yang akhirnya dibuat buku sendiri. Mungkin mudah ditebak ya, clue-nya adalah: dia seorang penyiar radio. Namun sayang, kebersamaan dan pertemuan Lupus dengan tokoh ini hanya sebentar dan terkesan mengambang. Bisa dibayangkan kocak dan gilanya kalau dua tokoh ini benar-benar dikolaborasikan di dalam sebuah cerita.

Akhirnya, bagi para pecinta Lupus. Buku ini mungkin bisa menjadi hiburan di kala bulan puasa seperti ini. Dengan lawakan jaman dulu yang walaupun agak garing dan maksa, tapi tetap bisa membuat senyum. Juga mengingatkan ke jaman dahulu kala, dimana teknologi belum seperti sekarang, sehingga menulis pun harus menggunakan mesin tik, serta kenalan pun harus dengan surat-suratan. Satu hal lagi, mungkin agak bingung dengan nilai tukar di buku ini, dimana limapuluh perak masih laku disini, sehingga butuh penyesuaian apabila nantinya akan diterbitkan ulang.

So, saya beri rate 4 dari 5 bintang untuk buku ini, saya rekomendasikan untuk kalian yang mencari bacaan yang amat sangat ringan dan ingin bernostalgia.


Judul: Lupus: Ih, Syereeem!
Penulis: Hilman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Juli 1990
Tebal: 123 hal.
Rate: 4/5
namakuhiroko - 03/08/2012 05:16 PM
#1918
Resensi Novel Gadis Pantai
Judul : Gadis Pantai
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Hasta Mitra
Tahun Terbit : 2000
Genre : Roman

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Quote:
Ah, bapak.
Bapak!
Aku tak butuhkan sesuatu dari dunia kita ini.
Aku cuma butuhkan orang-orang tercinta,
hati-hati yang terbuka, senyum tawa dan dunia tanpa duka, tanpa takut.


Bunga desa kampung nelayan dipinang bangsawan ningrat dari kota. Jadilah dia istri kesekian dari bangsawan tersebut. Sang gadis melongo dengan kehidupan barunya, kedudukannya kini adalah nyonya di sebuah rumah besar di kota. Tak ada kemiskinan tapi dibayar dengan keterikatan. Tak lagi bebas seperti hidup di kampung nelayan. Si gadis terus tumbuh hingga mulai mengerti dan pasrah akan kehidupan barunya.

Seperti biasa, Pramoedya selalu menciptakan kehidupan tokoh wanita yang penuh dilema. Dengan inspirasi dari kehidupan neneknya sendiri, Pramoedya menjadikan Gadis pantai sebagai representasi individu nusantara yang terjebak dalam kemiskinan. Anugrah Tuhan berupa keindahan fisik justru menjadi semacam kutukan tatkala tidak dibarengi dengan pendidikan yang memadai. Fisiknya dirampas tanpa perlawanan berarti. Dinikmati kaum "terdidik" atas nama legitimasi kelas atas. Gadis pantai hanya bisa pasrah sambil sedikit demi sedikit belajar mengerti kehidupan.

Tidak perlu menjadi sebuah novel yang tebal, Pramoedya berhasil membangun secuil kisah kehidupan manusia menjadi pelajaran moral berharga bagi pembacanya. Hidup gadis pantai yang terombang ambing ombak nasib. Berusaha konsisten dengan idealisme hidup, tapi realita memaksa kita menyadari bahwa plin-plan adalah sifat kodrati manusia. Oportunis membuat kita tetap hidup, realistis menghindarkan kita dari tabrakan besar dengan nasib kejam. Gadis pantai akhirnya menerima sang suami, mencintainya dan mengandung anaknya.

Badai pasti berlalu, namun juga pasti akan datang lagi. Begitulah kehidupan gadis pantai. Dengan penuturan yang sangat kental "menyindir" feodalisme Jawa, yang sangat membanggakan tingkat bahasa ngoko, krama dan krama inggil, Pramoedya mengajak pembaca menyelami perasaan manusia yang tertindas karena kasta. Silih berganti masalah datang karena perbedaan kelas karena keturunan dan ekonomi semata.

Secara pribadi, saya pikir ini puisi yang berbentuk novel. Ciri khas puisi yang mengedepankan konflik batin terpapar jelas dalam kisah ini. Apalagi ditambah dengan gaya bahasa metafor yang penuh makna. Suatu bacaan wajib bagi pengusung emansipasi wanita untuk merenungkan lagi apa esensi perjuangannya.

Rating 5/5
NB: novel ini menjadi buku terlarang selama masa orde baru berdasar keputusan Jaksa Agung tahun 1987. Alasannya karena dianggap menyebarkan paham terlarang. Selain itu, novel ini adalah bagian pertama dari trilogi. Namun akibat huru-hara politik 65-66, naskah dua novel selanjutnya hilang dan tak pernah ditemukan.
Zuko99 - 03/08/2012 05:35 PM
#1919

Quote:
Original Posted By daninoviandi
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu


Ah, sebenarnya tema buku ini menyenangkan, buku, buku, dan hanya buku. Segala jenis buku-buku terkenal disebutkan disini, karena ya, ini memang kisah nyata. Kisah nyata “perang” antara John Gilkey dan Ken Sanders. Dua-duanya pecinta buku, dua-duanya kolektor buku. Bedanya, Sanders merupakan pemilik toko buku langka, sementara Gilkey merupakan seseorang yang sangat terobsesi oleh buku, dan satu-satunya cara dia untuk memenuhi kehausannya akan buku yaitu dengan cara mencurinya. Sayangnya, entah kenapa buku ini sangat berat untuk dibaca. Kurang menarik cara si penulis menyampaikan ceritanya, saya merasa bosan ketika membacanya. Sayang sekali.

Jadi kisahnya seperti disebutkan di atas ialah antara dua orang yang saling berseteru di dunia buku. Yang satu merupakan pemilik toko buku langka, dimana tokonya itu menjadi sasaran pencurian oleh Gilkey. Obsesi Gilkey terhadap buku ini tidak main-main. Sungguh sangat mencengangkan melihat dunia luar negeri sana (terutama Amerika seperti di buku ini), bahwa buku tidak hanya untuk dibaca dan dikoleksi secara sembarangan. Namun yang dicari adalah BUKU LANGKA EDISI PERTAMA. Bayangkan, obsesi itulah yang bersemayam dalam diri Gilkey. Harga-harga buku langka ini pun tidak main-main, sampai puluhan ribu dolar! Disinilah masalahnya, Gilkey bukanlah orang kaya, dia hanya pegawai biasa, sampai suatu saat dia bekerja di bagian aplikasi kartu kredit, dan dia melihat celah dalam pekerjaan ini, yaitu menggunakan kartu kredit orang lain untuk belanja buku-buku yang diinginkannya. Oleh sebab itu, gara-gara aksinya ini, Gilkey disebut sebagai pencuri buku.

Sepanjang buku, yang diceritakan ialah kisah wawancara si penulis buku dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus pencurian yang dilakukan Gilkey. Bahkan paling banyak sumber dari wawancara dengan Gilkey itu sendiri. Tentang obsesinya, bahkan cara dia mencuri dan mendapatkan uang pun diceritakan blak-blakan dalam buku ini. Bagaimana trik-trik yang dilakukan Gilkey dalam mendapatkan buku yang diinginkannya, semua tertuang disini.

Sangat mencengangkan membaca buku ini. Dimana sangat banyak kolektor buku yang bercita-cita untuk mendapatkan buku edisi pertama untuk dikoleksi. Bahkan biasanya, buku-buku edisi pertama ini ditemukan sebagai harta karun dalam pasar-pasar barang bekas, sungguh sangat tidak terduga. Nah, saya bertanya-tanya, di Indonesia kira-kira seperti ini gak ya? Ada gak ya kolektor di Indonesia yang sampai segitunya, rela mengeluarkan uang demi buku terbitan pertama. Atau bahkan pertanyaan simpel saja, ada gak pedagang buku langka di Indonesia seperti milik Ken Sanders? Coba googling deh, nanti pasti ketemu link toko buku langkanya beliau. Namun ya itu, sayangnya saya kurang menikmati buku ini. Ada sesuatu yang mengganjal yang membuat buku ini tidak enak untuk dibaca, saya sampai menganggap buku ini overrated, karena dahulu saya sangat ingin membaca buku ini. Apalagi, footnote di buku ini dikumpulkan di bagian belakang buku, sehingga menyulitkan untuk mengetahui keterangan dari footnote tersebut.

Well, mohon maaf, saya cuma bisa memberi 2 bintang, walaupun saya tetap menyarankan kalau buku ini harus dibaca oleh para pecinta buku. Tetapi jangan mengharapkan buku ini seperti novel pada umumnya, karena anda akan merasakan sama seperti saya, merasa buku ini overrated apabila dianggap sebagai novel.


Judul: The Man Who Loved Books Too Much
Penulis: Allison Hoover Bartlett
Penerbit: Alvabet
Tebal: 300 hal.
Terbit: April 2010
Rate: 2/5


Setuju sayah sama ide rate 2 itu puh,
karna buku ini salah satu list yg gak mampu saya selesaikan membacanya,... haha,.. D

Idenya luar biasa sekali ya,.. Judulnya itu bikin kita bener-bener pengen baca,... Tapi entah lah, apa penerjemahnya yg gak bener atau apa,.. Gak banget gaya berceritanya,.. IMO,.. Peace:
vitawulandari - 05/08/2012 06:53 PM
#1920
Afternoon Sky in Seoul
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

SRC Agustus: Read from August 2 to 5, 2012

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul: Rain Over Me
Penulis: Arini Putri
Penerbit: Gagas Media
Edisi: Soft Cover
Kategori: Fiksi
Rilis: Desember 2011
ISBN: 979-780-525-5
Tebal: 352 hlm
Harga: Rp 45.000,-

"Ini semua salahmu. Salahmu bila aku sulit mengakuimu sebagai adikku. Kau terlalu baik untukku. Kau, kau, selalu kau. Selalu kau yang berhasil membuatku lebih tenang. Jadi tolong jangan salahkan aku bila aku terlalu menyayangimu" (hlm 320)


Hal pertama yang membuat saya tertarik untuk membeli novel ini adalah karena covernya yang cantik. Di dominasi warna biru muda dan rintik-rintik hujan, sesuai dengan judulnya. Sebaris kalimat pembuka yang di sematkan di resensi cover belakang menunjukkan kalo novel ini bergelimang kegalauan, cukup menggoda saya untuk membawanya ke kasir. Okay, bintang satu buat Gagas Media beserta tim kreatifnya. Gagas emang jawaranya membuat sebuah buku menjadi luar biasa!

Ini kisah yang terjadi di bawah lagit Korea yang dihiasi semburat jingga. Kim Hyu-Bin, pria tampan yang menjadi idola gadis-gadis di sekolahnya, pewaris tunggal Kim's Restaurant yang cukup populer. Sejak kematian ibunya, dia tak lagi merasakan kebahagiaan yang utuh. Namun sejak bertemu Yuna, gadis mungil bermata bulat dan bening, langit tak lagi terasa mendung baginya. Sayang, kebahagiaan itu hilang ketika Yuna harus kembali ke tanah airnya.

Karena kebiasaannya yang suka berantem di sekolah, ayahnya menghukum Hyu-Bin menjadi pelayan di salah satu restoran miliknya. Disanalah Hyu-Bin bertemu dan berurusan dengan Han Chae-Rin, gadis cantik nan keras kepala. Namun, intensitas pertemuan mereka, meskipun selalu diwarnai pertengkaran, akhirnya menerbitkan benih-benih cinta di antara keduanya.

Saat itulah, Yuna, malaikat kecilnya hadir kembali dalam hidupnya, merangkai satu persatu kenangan masa lalu. Hyu-Bin adalah lelaki yang tak mudah takluk pada wanita, karena dihatinya hanya ada Yuna. Lalu, mengapa kali ini Chae-Rin berbeda? Akankah dia mempertahankan Yuna, gadis yang sekian lama dirindukannya? Simak kisah lengkapnya dalam novel perdana Arini Putri ini.

Well, membaca novel ini seperti menonton drama Korea, romantis. Ceritanya simple, masih mengangkat tema cinta yang ga ada matinya. Bahasa yang digunakan ringan dan lugas, gampang di ikutin. Sayang alurnya begitu lambat dan langsung meloncat ke beberapa tahun kemudian. Point of view yang digunakan rada membingungkan. Gaya penulisannya hampir mirip novel-novelnya Ilana Tan, dimana penulis menggunakan sudut pandang masing-masing tokoh secara bergantian. But honestly, perpindahan point of view itu masih berantakan.

Menurut saya, endingnya menggemaskan. Perasaan dua insan yang menahun dan meradang sampai harus melewati Kota Seoul dan Solo, tapi tak juga terungkapkan. Sampai akhirnya, perasaan pun penat dan menjalin hubungan dengan orang lain menjadi pilihan. Kalo boleh jujur saya berharap endingnya gak sesederhana ini, setidaknya ada usaha untuk memperjuangkan dan menyatukan cinta itu. Saya sampai ngobrol di twitter dengan sang penulis, menanyakan sebenernya Hyu-Bin cinta siapa? hihi.. Tapi itu cuma masalah selera aja ya, setiap orang boleh merangkai ending versinya sendiri, termasuk penulis yang mempunyai hak mutlak.

Saya suka desain novel ini, tiap permulaan bab di hiasi bunga2 yang mempercantik tampilan. Font dan line spacing yang di gunakan juga rapi, nyaman aja bacanya. Saya juga harus mengucapkan selamat kepada penulis besera editornya. Sepanjang membaca novel setebal 352 halaman ini saya hanya menemukan beberapa typo:
mulu, harusnya mulut (hlm 27)
pmataku, harusnya mataku (hlm 151)
piker, harusnya pikir (hlm 198)

Overall, saya kurang merinding membaca novel yang sebenarnya masuk kategori melankolis ini. Berkaca-kaca sih iya, tapi gak sampai nangis bombay seperti ketika membaca Autum In Paris atau Infinity Yours. Buat pecinta Korea, ga boleh melewatkan novel satu ini. Beberapa lokasi setting dan Korean food bisa menambah pengetahuan baru. Daaaan terakhir, dari novel ini saya belajar satu hal, jika kita mengalami kegagalan cinta, mulailah membuka hati kepada orang baru. Dan cinta pun kembali menyapa..

Matsige deuseyo a.k.a selamat menikmati. Ditunggu karya Arini berikutnya, semoga jauuuh lebih baik dari ini.

Rate: 3 out of 5 stars

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Page 96 of 105 | ‹ First  < 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu