BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Total Views: 87632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 97 of 105 | ‹ First  < 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 >  Last ›

milanfachlany - 06/08/2012 01:55 PM
#1921

ikut review nih,, berhubung ane cari di katalog belom ada,, siapa tau ada yang berminat malus kalo repos nanti ane hapus malus


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Judul: Perang Eropa, Jilid 1,2,3
Penulis: P.K Ojong
Penerbit: Kompas
Kategori: History
Rilis: November 2004
ISBN: 979-709-158-9
Tebal: total lebih kurang 1500 an halaman semua jilid D
Harga: lupa hehe

Sebenernya punya buku ini udah lama, dari zaman smp, berhubung baru kenal serapium ya pengen share aja sih hehehe... ane ga terlalu bagus dalam bertutur kata buat review maka maafkan kalo ada banyak salah malus


Buku ii merupakan buku sejarah satunya yang ditulis oleh orang indonesia lho (afaik) dulunya merupakan kompilasi dari serial tulisannya yang pernah dimuat di majalah mingguan star weekly tahun 1950an

Gaya pembawaannya walaupun ini merupakan sebuah buku sejarah, tapi menurut ane ini kaya novel gitu, karena ga terlalu berat untuk dibaca.

Dalam penjelasannya juga buku ini tidak sepenuhnya mengikuti alur major PD II, ada terkadanag ada flashback dan pembahasan kejadian2 sekunder yang bahkan kadang ada penjelasan tentang kejadian yang ane belom baca di buku sejarah manapun (koleksi ane dikit, maklum hehe) seperti perjuangan para partisan yugoslavia, dan pemberontak itali.

Overall, buku yang sangat bagus untuk sebuah buku sejarah, tergolong ringan hehe.. Penjabaran lebih bagus daripada buku terjemaha, kaya D-Day nya Ambrose.

Rating ; 4/5

Sayang jilid 1 punya ane dipinjem temen dari sma dan sampe ane kuliah belum dibalikin \( haha Intermezzo
v4jr4 - 07/08/2012 12:39 PM
#1922

Ikut review ah. Kayaknya thread buat Haruki Murakami udah tenggelam berdukas

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Wind Up Bird Chronicle.

Yang terlihat baik, belum tentu baik. Yang terlihat buruk, belum tentu buruk. Perjalanan Toru Okada, dimulai dari pencarian kucing, hingga pencarian jati diri pada tingkat yang sulit untuk digambarkan dengan kata-kata. Rasa menjadi cerna, imaji memasuki situasi mati suri, hingga indra pun berdusta. Nyata dan maya sepakat melebur dalam perjalanan tak terduga.

Rating: 5/5.

Ane belum pernah baca yang versi Indonesia, tapi versi Inggrisnya bikin banjir endorfin Yb
milanfachlany - 08/08/2012 01:13 AM
#1923

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Quote:
"aku tak berani memikirkan masa depan, masa lalu masih berlangsung" epilogue


Kehidupan memang tidak adil. Orang yang kaya sangat kaya, dan yng miskin sangat miskin..
Penggambaran ini dapat dilihat dari paparan John Grisham di buku ini mengenai kejamnya jalanan di Washington.

Ceritanya berawal dari seorang Pengacara handal, sangat kaya, dan bermasa depan cerah yang bekerja di suatu biro hukum besar yang menangai kasus-kasus besar yang meilbatkan uang banyak..

Namun suatu ketika kantornya kemasukan (bahasanya capedes) seorang tunawiswa bersenjata yang menyandera para pengacara di kantor itu.. bla bla bla (ga diceritain ya D) si penyandera itu tewas ditembak polisi.

Si Aku (Michael Brock) mengalami pergeseran keyakinan setelah peristiwa itu dimana dia membanting setir untuk memperjuangkan hak para tunawisma..

Jalan cerita nya santai, walaupun konflik disimpan di awal cerita,, mengikuti setiap kegiatan si Aku bersama kesibukannya membela hak para tunawisma.. Sampai akhirnya si Aku ,, ah baca sendiri deng ah ga seru kalo diceritain

Banyak Typo di buku ini,, banyak itu banyak deh.. tapi ga terlalu mengagnggu kok..

Walopun ga bikin berdebar, ini novel cukup berat, penuh dengan kejadian hukum dan istilah2 nya, tetapi untuk bukunya sendiri, saya salut untuk sang penulis dengan dedikasinya untuk menceritakan kejadian sebenarnya yang terjadi di jalanan washington, dan kita dapat melihat perjuangan manusia yang peduli akan kemanusiaan manusia di buku ini..




Judul : The Street Lawyer
Penulis : John Grisham
Penerbit : Gramedia
Tebal : 477 Halaman
Rating : 4.6/5 rating bersifat subjektif Peace:


Sorry kalo kata-katanya serabutan, belum berpengalaman nulis review malus
daninoviandi - 08/08/2012 02:28 PM
#1924
Belajar Mitologi Mesir dari Buku ini
SRC Agustus 2012


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Carter Kane

Aku tinggal nomaden, sejak ibuku meninggal aku ikut berkelana dengan ayahku yang berprofesi sebagai seorang arkeolog. Aku tidak punya teman, aku tidak bersekolah, bahkan tidak punya tempat tinggal tetap. Ayah mendidik aku secara privat, dan aku pun banyak belajar dari ayah tentang dunia arkeolog, terutama mengenai mitologi Mesir. Tidak heran apabila sedikit-sedikit aku mengerti tentang dewa-dewi Mesir kuno.

Raja. Aku sangat kaget ketika aku disebut sebagai calon raja. Ya, memang aku merasa pantas sih menjadi raja [diam, Sadie!], tetapi ini terlalu cepat. Aku bahkan baru tahu kalau aku seorang penyihir, dan aku sendiri cukup kaget ketika mengetahui ilmu beladiriku cukup lumayan, setidaknya iblis-iblis level rendah masih bisa aku kalahkan. Apa ini pengaruh dari Horus? Tunggu, aku belum bercerita siapa itu Horus. Horus itu salah satu dari lima dewa yang ayah bebaskan secara tidak sengaja (atau sengaja?) di malam bersejarah itu, malam ketika ayah terkurung di dalam peti mati gara-gara si manusia api gila yang ingin menguasai dunia. Jadi begini, selain seorang penyihir, akupun seorang perantara dewa, kebetulan dewa yang merasuk di tubuhku adalah Horus. Ingin tahu seperti apa kalau aku dan Horus bergabung? Bayangkan saja di bagian belakang tubuhku terbentuk avatar manusia berkepala elang raksasa, itulah kami. Tetapi tunggu, aku tak akan membiarkan Horus menguasai diriku sepenuhnya, bergabung sih oke, menguasai? Nanti dulu, aku masih ingin hidup normal sebagai Carter Kane, dan menyelamatkan ayah.

Lumayan juga menjadi penyihir. Dari pengalaman menjadi penyihir ini aku berkenalan dengan cewek cakep yang bernama Zia, salah seorang anggota Dewan Kehidupan. Sayangnya sewaktu-waktu ia bisa berubah menjadi musuhku, karena Dewan Kehidupan membenci keluarga kami, dan Zia harus mematuhi perintah atasannya. Ah, yang penting aku bisa merasakan jatuh cinta, masalahnya seperti yang telah aku sebutkan di awal, aku tidak punya teman, aku nomaden. Kebetulan Zia sendiri mau menerimaku menjadi teman, jadi kenapa tidak lebih lanjut? [Sabar Sadie, sepatah kalimat lagi]

Oke, sekarang perkenalkan adikku, Sadie Kane.





[RIGHT]Sadie Kane

[Kau terlalu bertele-tele kakakku tersayang] Ehm, maaf. Perkenalkan namaku Sadie Kane. Ya, aku ditakdirkan menjadi adik dari Mr. Carter ini. Umur kami beda dua tahun, dan semenjak kematian ibu aku diasuh oleh kakek dan nenek dari pihak ibu di London. Ya, aku memang bersekolah, mempunyai teman-teman yang asyik dan punya kucing kesayangan (yang ternyata seorang dewi!!!). tetapi aku tetap iri terhadap Carter, dia menghabiskan sepanjang hidupnya dengan ayah, sementara aku tanpa orangtua. Hanya dua kali dalam setahun aku bertemu dengan Carter dan ayah. Tetapi dasar kakakku aneh, dia malah bercerita bahwa dia yang iri kepadaku. Ah, dasar cowok. Belakangan, aku tahu kenapa kami dipisahkan. Takdir menuliskan bahwa akan terjadi hal yang berbahaya apabila kami berdua berdebat dan bertengkar bersama-sama, ini pulalah yang menjadi jawaban mengapa pada pesta ulang tahunku beberapa tahun yang lalu ketika ibu masih hidup, kue tart di hadapan kami tiba-tiba meledak ketika kami berdebat.

Sama seperti kakakku, akupun seorang penyihir dan perantara dewa, eh, dewi tepatnya. Yang merasukiku ialah Isis. Seperti Horus, Isis juga merupakan salah satu dari lima dewa yang terbebaskan gara-gara ayah di malam itu. Nah, bedanya aku dengan Carter ialah, aku lebih pintar [akui sajalah Carter, jangan berisik, ini giliranku!]. Bayangkan, portal-portal penghubung dua tempat di dunia bisa terbuka dan membuat kami berpindah gara-gara aku. Carter tak punya kemampuan ini, jadi jangan berharap dia bisa pindah dari Mesir ke Paris atau Amerika tanpa aku. Aku bilang tadi kami kan? Ya, kami ini tidak hanya aku dan Carter. Masih ada paman kami Amos Kane, babun peliharaannya, Khufu [*agh*
KRS1 - 08/08/2012 02:55 PM
#1925


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Judul: Unforgettable Love: Cinta Sejati Tak Terlupakan
Penulis: Tang Xiao Lan
Penerjemah: Christanti Yuliana
Penerbit: Serambi
Jumlah Halaman: 588
ISBN: 9789790243910

Zhuo Xiao Bing, hanyalah seorang wartawan bidang hiburan semata. Tapi berkat dia, terjadi perubahan besar di dunia selebritis di negara China. Seolah-olah Xiao Bing adalah "tangan tak terjamah" yang bisa mengatur jalannya kehidupan dunia selebritis di negeri China.

Xiao Bing adalah wartawan seksi hiburan, di majalah Stars. Kegesitannya memburu berita menjadikan dia dekat dengan berbagai selebritas di negara tersebut. Namun ternyata intrik yang dihadapi oleh Xao Bing terlalu keras untuk dihadapinya seorang diri. Pertemuannya dengan Tang Zeng Heng, seorang manajer dari sebuah perusahaan media, dan Ji Si Nan, aktor yang jatuh karena berita yang ditulis Xiao Bing, menjadikan kisah hidup Xiao Bing menjadi semakin berwarna, di tengah semarak warna-warni dunia selebritis.


Masalah sesulit apa pun bisa dilewati. Asalkan kamu bertahan, mengenyangkan perut, tidur pulas, besok pasti merupakan sebuah permulaan yang baru (-hal 301-).

Membaca buku Unforgettable Love: Cinta Sejati Tak Terlupakan, bagi saya merupakan pengalaman baru membaca karya bergenre romance dari penulis asia. Belakangan ini saya mulai menggemari karya-karya penulis Asia yang ternyata tidak kalah hebat dari penulis barat. Bahasa yang terkandung dalam buku ini terasa ringan, sesuai dengan bahasa sehari-hari. Tak terlalu berseni memang, tapi mungkin cocok dengan karakteristik penokohan dengan latar cerita dunia selebritis.

Jalannya cerita, seolah mirip dengan berbagai kejadian yang acap kita dengarkan dari selebrits di Indonesia. Tetapi kuatnya kisah buku ini adalah romantisme yang tidak terlalu melambai-lambai. Gaya popnya pas dengan mata saya. Dan yang paling saya sukai, adalah kejutan-kejutan yang dijumpai dari kata-katanya, seolah-olah menarik rasa penasaran saya, untuk terus membaca dan membaca, meski pertama kali melihat buku ini agak takut juga dengan ketebalan bukunya. Kalau ada kelemahan, bagi saya adalah kadang tak jelas sebuah dialog diucapkan oleh siapa. Namun dengan membaca kalimat berikutnya baru diketahui siapa pengucapnya.

Membaca buku ini, meyakinkan saya penulis asia memang memiliki nilai yang tak kalah dengan penulis barat. Minat saya untuk membaca terpuaskan dengan buku pertama karya Tang Xiao Lan ini.
eclips3 - 11/08/2012 08:15 AM
#1926

[QUOTE=daninoviandi;736808422]SRC Agustus 2012


Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Carter Kane

Aku tinggal nomaden, sejak ibuku meninggal aku ikut berkelana dengan ayahku yang berprofesi sebagai seorang arkeolog. Aku tidak punya teman, aku tidak bersekolah, bahkan tidak punya tempat tinggal tetap. Ayah mendidik aku secara privat, dan aku pun banyak belajar dari ayah tentang dunia arkeolog, terutama mengenai mitologi Mesir. Tidak heran apabila sedikit-sedikit aku mengerti tentang dewa-dewi Mesir kuno.

Raja. Aku sangat kaget ketika aku disebut sebagai calon raja. Ya, memang aku merasa pantas sih menjadi raja [diam, Sadie!], tetapi ini terlalu cepat. Aku bahkan baru tahu kalau aku seorang penyihir, dan aku sendiri cukup kaget ketika mengetahui ilmu beladiriku cukup lumayan, setidaknya iblis-iblis level rendah masih bisa aku kalahkan. Apa ini pengaruh dari Horus? Tunggu, aku belum bercerita siapa itu Horus. Horus itu salah satu dari lima dewa yang ayah bebaskan secara tidak sengaja (atau sengaja?) di malam bersejarah itu, malam ketika ayah terkurung di dalam peti mati gara-gara si manusia api gila yang ingin menguasai dunia. Jadi begini, selain seorang penyihir, akupun seorang perantara dewa, kebetulan dewa yang merasuk di tubuhku adalah Horus. Ingin tahu seperti apa kalau aku dan Horus bergabung? Bayangkan saja di bagian belakang tubuhku terbentuk avatar manusia berkepala elang raksasa, itulah kami. Tetapi tunggu, aku tak akan membiarkan Horus menguasai diriku sepenuhnya, bergabung sih oke, menguasai? Nanti dulu, aku masih ingin hidup normal sebagai Carter Kane, dan menyelamatkan ayah.

Lumayan juga menjadi penyihir. Dari pengalaman menjadi penyihir ini aku berkenalan dengan cewek cakep yang bernama Zia, salah seorang anggota Dewan Kehidupan. Sayangnya sewaktu-waktu ia bisa berubah menjadi musuhku, karena Dewan Kehidupan membenci keluarga kami, dan Zia harus mematuhi perintah atasannya. Ah, yang penting aku bisa merasakan jatuh cinta, masalahnya seperti yang telah aku sebutkan di awal, aku tidak punya teman, aku nomaden. Kebetulan Zia sendiri mau menerimaku menjadi teman, jadi kenapa tidak lebih lanjut? [Sabar Sadie, sepatah kalimat lagi]

Oke, sekarang perkenalkan adikku, Sadie Kane.





[RIGHT]Sadie Kane

[Kau terlalu bertele-tele kakakku tersayang] Ehm, maaf. Perkenalkan namaku Sadie Kane. Ya, aku ditakdirkan menjadi adik dari Mr. Carter ini. Umur kami beda dua tahun, dan semenjak kematian ibu aku diasuh oleh kakek dan nenek dari pihak ibu di London. Ya, aku memang bersekolah, mempunyai teman-teman yang asyik dan punya kucing kesayangan (yang ternyata seorang dewi!!!). tetapi aku tetap iri terhadap Carter, dia menghabiskan sepanjang hidupnya dengan ayah, sementara aku tanpa orangtua. Hanya dua kali dalam setahun aku bertemu dengan Carter dan ayah. Tetapi dasar kakakku aneh, dia malah bercerita bahwa dia yang iri kepadaku. Ah, dasar cowok. Belakangan, aku tahu kenapa kami dipisahkan. Takdir menuliskan bahwa akan terjadi hal yang berbahaya apabila kami berdua berdebat dan bertengkar bersama-sama, ini pulalah yang menjadi jawaban mengapa pada pesta ulang tahunku beberapa tahun yang lalu ketika ibu masih hidup, kue tart di hadapan kami tiba-tiba meledak ketika kami berdebat.

Sama seperti kakakku, akupun seorang penyihir dan perantara dewa, eh, dewi tepatnya. Yang merasukiku ialah Isis. Seperti Horus, Isis juga merupakan salah satu dari lima dewa yang terbebaskan gara-gara ayah di malam itu. Nah, bedanya aku dengan Carter ialah, aku lebih pintar [akui sajalah Carter, jangan berisik, ini giliranku!]. Bayangkan, portal-portal penghubung dua tempat di dunia bisa terbuka dan membuat kami berpindah gara-gara aku. Carter tak punya kemampuan ini, jadi jangan berharap dia bisa pindah dari Mesir ke Paris atau Amerika tanpa aku. Aku bilang tadi kami kan? Ya, kami ini tidak hanya aku dan Carter. Masih ada paman kami Amos Kane, babun peliharaannya, Khufu [*agh*
dansus.06 - 11/08/2012 04:09 PM
#1927

Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

JUDUL: Partners in Crime (Pasangan Detektif)

PENULIS: Agatha Christie

PENERJEMAH: Mareta

PENERBIT: Gramedia Pustaka Utama

KOVER: Softcover

ISBN: 979-511-053-5


Quote:
Thomas Beresford dan istrinya—Tuppence—sudah enam tahun menganggur sejak mereka menangani kasus terakhir mereka. Dalam menjalani hari-hari penuh kebosanan itu tiba-tiba Tuan Carter—atasan mereka—mendatangi mereka untuk memberi sebuah tugas. Mereka ditugaskan untuk mengambil alih agensi detektif internasional milik Theodore Blunt dan menjalankannya. Tuan Carter berharap nanti akan ada seseorang yang mendatangi mereka dan menanyakan tentang “Nomor 16” kepada mereka. Dan jika hal itu terjadi mereka harus segera melaporkannya ke pusat. Siapa sangka tugas tersebut membawa mereka untuk menangani kasus-kasus rumit dan aneh. Hingga pada akhirnya mereka harus menyingkap sebuah misteri: Apa atau siapakah “Nomor 16” itu?


Novel-novel detektif karya Agatha Christie hampir selalu diidentikkan dengan Hercule Poirot, kemudian Miss Marple. Namun, selain itu ada lagi tokoh rekaan Agatha Christie dalam karyanya, yaitu Tommy dan Tuppence yang menjadi tokoh utama dalam buku ini. Sebenarnya ini adalah buku kedua seri Tommy dan Tuppence. Seri sebelumnya berjudul The Secret Adversary (Musuh dalam Selimut). Tapi, buku inilah pengalaman pertama saya dalam membaca seri Tommy dan Tuppence.

Format dimensi buku ini tidak beda dengan buku-buku Agatha Christie lainnya terbitan Gramedia—ukuran 18 x 11 cm dan penggunaan kertas jenis buram yang umum digunakan di novel-novel terbitan Gramedia. Tebalnya pun sedang-sedang saja, 334 halaman. Karena buku ini terbit tahun 1991 jadi konsep kover buku ini masih sederhana sekali dan agak "kuno"—hanya berisi gambar, nama penulis, dan judul buku (font yang digunakan saja masih kaku dan miskin variasi). Selain itu jenis font dalam isi buku ini juga masih terlihat "kuno". Tapi, semua itu bisa dimaklumi karena teknologi percetakan di tahun 1991 pasti tidak secanggih saat ini.

Buku ini terdiri dari 23 bab dan masing-masing bab panjangnya sekitar 10-20 halaman. Pertama kali memegang dan membaca sinopsis buku ini saya mengira buku ini adalah novel. Tapi, setelah membaca hingga separuh buku ini saya menilai buku ini lebih cocok disebut kumpulan cerita. Meskipun lebih pas disebut kumpulan cerita, tapi timeline cerita buku ini runut. Setiap bab dalam buku ini sebagian besar mewakili satu kasus yang ditangani Tommy dan Tuppence, tapi ada juga beberapa kasus yang tersaji dalam dua bab. Antara kasus satu dengan yang lainnya juga tidak memiliki hubungan. Karena itu saya menilai buku ini lebih tepat disebut sebagai kumpulan cerita. Sepertinya yang membuat timeline buku ini runut adalah adanya misi yang diterima oleh Tommy dan Tuppence dari atasan mereka di awal cerita [halaman 16].

Tokoh utama buku ini sudah jelas Tommy dan Tuppence. Dalam buku ini mereka ditugaskan oleh atasan mereka untuk mengambil alih agensi detektif internasional milik Theodore Blunt. Dan selama menjalankan tugas tersebut Tommy menyamar sebagai Theodore Blunt dan Tuppence sebagai Nona Robinson—sekretarisnya Blunt. Dalam menjalankan agensi tersebut mereka juga dibantu Albert, pelayan mereka yang bertugas sebagai penerima tamu di kantor agensi. Yang unik dari Tommy dan Tuppence dalam menyelesaikan kasus-kasus adalah mereka bertindak seperti tokoh-tokoh detektif fiksi lainnya—seperti Sherlock Holmes, Hercule Poirot, dan Thorndyke—sebab mereka memang mengoleksi buku-buku para detektif klasik tersebut. Bahkan di antara mereka juga sering melontarkan sarkasme-sarkasme ala Holmes dan Poirot, seperti "Kau memang melihat, tapi tidak memperhatikan, Watson."; "Gunakan sel-sel kelabu di otakmu, Hastings." Hal itu membuat saya merasa aneh dalam membaca buku ini karena membuat saya berpikir: tokoh detektif fiktif yang merujuk ke tokoh detektif fiktif.

Kasus-kasus dalam buku ini juga tidak menarik-menarik amat. Malah ada satu kasus, yaitu dalam bab Kasus Wanita Hilang hampir mirip dengan kasus Misteri Hilangnya Lady Frances Carfax-nya Sherlock Holmes. Penyelesaian kasus-kasusnya menurut saya juga biasa-biasa saja. Tidak ada metode khas/khusus ala Tommy dan Tuppence. Secara umum saya malah seperti membaca cerita detektif untuk anak-anak dan selama membaca malah mengingatkan saya pada kisah-kisah Empat Sekawan dan Lima Sekawan. Mungkin yang membuat buku ini sedikit lebih "dewasa" adalah dilibatkannya Scotland Yard di hampir setiap kasus dan adanya klien-klien bangsawan atau orang penting seperti yang sering kita baca di kisah-kisah Sherlock Holmes.

Meskipun penggunaan font dan line spacing buku ini sudah cukup nyaman untuk mata kita, tapi ada beberapa penerjemahan yang menggelikan bagi saya. Seperti seringnya penggunaan kata "nggak/enggak" alih-alih kata "tidak" dalam percakapan. Tapi kadang-kadang kata "tidak" juga dipakai. Mungkin hal tersebut dimaksudkan agar buku ini menjadi tidak kaku dan lebih "gaul", tapi hal tersebut malah menjadikan buku ini aneh dan tidak konsisten dalam hal penerjemahan. Apalagi pengalaman saya dalam membaca karya-karya Agatha Christie sebelumnya tidak ada yang memakai penerjemahan seperti ini.

Cerita yang biasa-biasa saja, penerjemahan yang aneh, serta tidak ada metode khas dari Tommy dan Tuppence yang saya harapkan sebelum membaca membuat saya hanya memberikan rating two stars untuk buku ini.

RATE: 2/5
komet795 - 13/08/2012 10:11 AM
#1928

Quote:
Original Posted By eclips3
pendapat lu terlalu sedikit dan..
lu gak ceritain gimana cara authornya bercerita, kenapa lu bisa baca buku ini dari awal sampe akhir, dll seharusnya review lu bisa bikin orang kepengen baca buku ini. Secara lu kasih bintang 4 buat buku ini, pastilah bagus.. tapi gw yg baca ripiw lu ga ngerasa tertarik buat baca.

secara tampilan review lu oke lah.. tapi orang akan kecewa begitu liat isi review lu gak sekeren 'casing' nya.

(gw berasa pakar review kasih masukan kek gin D maaf yak, jangan ngambek, cuma saran)


aku baru mau komen : puh dan keren nih ripiunya
ternyata gak sebagus casingnya tho malus

*kidding pooh

p
ramundro - 15/08/2012 03:12 PM
#1929
SRC 2012 Bulan Agustus



Judul : Diary Si Bocah Tengil - Rodrick Yang Semena-mena
Penulis : Jeff Kinney
Penerjemah : Ferry Salim
Penerbit : Atria
ISBN : 978-979-1411-22-6
Thn Terbit : 2009
Rate : 4/5

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Apa pun alasannya, jangan tanya Greg Heffley tentang liburan musim panasnya, karena dia pasti tidak mau cerita.

Saat Greg memulai tahun ajaran baru di sekolah, dia bertekad melupakan semua peristiwa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir … khususnya sebuah peristiwa yang ingin dia rahasiakan.

Malang bagi Greg, kakaknya, Rodrick, tahu semua peristiwa yang ingin Greg simpan rapat-rapat. Namun, serapat apa pun dia menyembunyikannya, rahasia itu terbongkar juga ... terutama jika sebuah diary ikut terlibat.

***

Apakah kamu memiliki seorang kakak yang bertingkah sangat menyebalkan dan selalu membuat masalah denganmu? Dan Apakah kamu memiliki seorang adik pengadu dan selalu bilang 'Aku kan masih kecil' setiap dia melakukan kesalahan, sehingga kamu yang terkena batunya? Well, itulah sedikit gambaran tentang Greg Heffley, siswa sekolah menengah, tokoh utama dalam buku seri Si Bocah Tengil.

Setelah sukses dengan buku pertamanya, tentang kesialan-kesialan dan ketengilan Greg, Jeff Kinney akhirnya menulis seri kedua dari seri Si Bocah Tengil. Kali ini, dengan sub judul 'Rodrick Yang Semena-mena' atau yang dalam versi Inggrisnya adalah Rodrick Rule. Secara harfiah, terjemahan Rodrick Rule seharusnya adalah Peraturan Rodrick, yang mana sebenarnya lebih mewakili isi buku ini. Hal ini dikarenakan, sepanjang cerita, kesialan-kesialan yang dialami oleh Greg, adalah karena ancaman dari sang kakak. Greg mempunyai rahasia memalukan yang ia tidak ingin siapapun tahu. Tapi naasnya, Rodrick tahu rahasia itu, dan mengancam Greg akan menyebarkan rahasia itu, jika ia tidak mau mengikuti dan menuruti peraturan yang dibuat Rodrick. Namun jika dilihat dari nilai jual, pemilihan judul 'Rodrick Yang Semena-mena', nampaknya memang lebih pas, dan menarik minat pembaca daripada 'Peraturan Rodrick'. Dan kesemena-menaan Rodrick ini sudah terlihat bahkan jika kita melihat covernya saja. Disitu terlihat Rodrick sedang mendorong adiknya, Greg.

Meskipun secara garis besar buku ini adalah buku humor, namun sebenarnya buku ini juga sarat akan pelajaran. Perseteruan antara Rodrick dan Greg menunjukkan bagaimana Dad dan Mom kewalahan menangani kedua anak ini. Belum lagi komunikasi antara Dad dan Mom yang kurang berjalan dengan baik, dan sering tidak sependapat, membuat celah bagi anak-anaknya yang memang sedikit nakal. Tingkah Rodrick yang selalu membuat Greg tertekan pun, akhirnya dilakukan pula oleh Greg kepada adiknya, Manny. Ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh seorang Senior/ Kakak, itu ditiru oleh junior/ adiknya, dan seterusnya, sehingga apabila tidak ditangani dengan baik, maka siklus ini akan berjalan terus. Untungnya, dalam buku ini, Manny, si bungsu terlihat lebih cerdas dari Greg, sekaligus pengadu ulung. Sehingga ketika Greg ingin mengerjainya, Manny selalu punya ide untuk mengadu kepada Mom, dan pada akhirnya Greg lah yang terkena batunya.

Yang unik dari buku ini adalah, di setiap lembar terdapat gambar yang mengilustrasikan cerita yang dialami Greg, sehingga pembaca menjadi lebih mudah memahami humor yang ingin disampaikan. Pembaca tidak perlu berpikir, karena alur buku ini sangat santai dan mudah dipahami. Humor yang ditampilkan di buku ini juga merupakan humor khas luar barat yang memang sengaja dirangkai dari awal (set up) hingga akhirnya masuk ke punch line (joke) nya. Bukan humor yang sepotong-potong ala lawakan Indonesia. Contoh yang terlihat gamblang adalah joke tentang 'Rahasia memalukan Greg'. Jika boleh dibilang, 90% dari isi buku ini adalah Set-Up untuk mendapatkan Punch Line, yaitu bagaimana akhirnya rahasia Greg itu terbongkar. Selain itu juga banyak joke-joke yang diambil dari kejadian di buku sebelumnya. Misalnya joke tentang Sentuhan Keju yang sudah mulai dibahas dari buku pertama.

Cover yang menarik, judul yang memprovokasi, isi cerita yang segar dan menghibur, serta tambahan nilai plus dari kesuksesan buku pertama, membuat buku ini sangat layak dibaca, dan mungkin dikoleksi. Bintang empat saya persembahkan untuk buku ini.
JebyAzzahra - 16/08/2012 08:08 AM
#1930
The Coffee Shop Chronicles | 33 Kisah | 22 Penulis | 1 Benang Merah
Assalamualaikum gan, selamat datang di thread pertama ane di forum buku.
Mohon maaf kalau thread ane beserta review yang ane kasih berantakan, maklum baru pertama kalinya bikin.

Entah mengapa ya gan, ane pagi ini ngaskus trus kepikiran untuk masuk di forum buku. Pas ane searching The Coffee Shop Chronicles, eh belum ada. Yaudah gan buat deh, semoga bermanfaat kisss

Judul : The Coffee Shop Chronicles
Pengarang : Aditia Yudis, Wang Mutiara Susilo, Yuska Vonita, dkk.
Desain Sampul : Rayi Christian Wicaksono
Tata Letak : AgriArt
Editor : Surip Prayugo
Penerbit : ByPASS

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Cinta pada pandangan pertama emang gak bisa dipungkiri terjadi sama siapa aja dan dimana aja, termasuk ane Hal ini terjadi nggak cuma saat ane ngeliat orang gan, ngeliat buku juga. Ane demen disain covernya gan, menarik. Trus tertarik deh untuk baca sinopsis di bagian belakang buku ini. Eh ternyata yang ada cuma komentar dari para pembaca. Walau nggak bisa baca sinopsisnya, tapi ane tetep aja terhipnotis untuk beli nih buku.
Kebetulan gan ada buku yang kemasannya terbuka, pas ane lihat isinya ternyata tiap bab isinya sedikit-sedikit. Paling dua tiga lembar hehe. Ane nyobain beli karena kadang capek juga baca novel yang ceritanya nyambuuuuung terus. Yah refreshing.
Well sebenernya dalam buku ini, walau pun ada 33 judul dari 22 penulis, tapi benang merahnya cuma satu. Penulis-penulis ini berhasil bikin ragam cerita dari sudut pandang dan tokoh yang berbeda dalam satu lokasi. Priya’s Coffee Shop yang digambarkan ada di Yogya, dan si empunya ini orang keturunan India. Di sini, banyak menceritakan tentang cinta. Sama sahabat, pacar, keluarga, dan bahkan orang yang baru di kenal. Nggak Cuma itu aja, gelas pun diceritain disini.
Sumpah ni buku asik banget gan. Ada dua tokoh yang ane demen banget dalam buku ini. Narendra, seorang Arsitek dan istrinya Nareswari seorang penulis. Kedua tokoh ini digambarkan dan diceritakan beeeerkali-kali dengan sudut pandang yang bervariasi. Dari kedua tokoh ini juga gan, ane dapet cerita so sweet. Hehehe, kalo penasaran coba aja beli. Ato kalo ane lagi lenggang, ane ketikin deeeh ceritanya.
Hmm perasaan baru semalem deh ane nyium aroma kertas buku baru ini. Ane suka gan nyium-nyium bau kertas buku baru, bikin kecanduan. Eeeh pagi ini ane udah kelar bacanya haha. Gara-gara ni buku ya gan, ane jadi kepengen nongkrong di Coffee Shop. Tapi sayangnya, haraga kopi di sono cukup menguras uang saku ane selama tiga hari. Hiks, ane nunggu diajakin agan dan agan wati aja deh (ditraktir juga tapi).

Gan, sekian dulu dari ane. Yang mau ngerate terima kasih, yang mau bagiin cendol juga makasih. Lumayan buat buka puasa D
dewok - 16/08/2012 10:37 AM
#1931

Quote:
Original Posted By ramundro



Judul : Diary Si Bocah Tengil - Rodrick Yang Semena-mena
Penulis : Jeff Kinney
Penerjemah : Ferry Salim
Penerbit : Atria
ISBN : 978-979-1411-22-6
Thn Terbit : 2009
Rate : 4/5

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Apa pun alasannya, jangan tanya Greg Heffley tentang liburan musim panasnya, karena dia pasti tidak mau cerita.

Saat Greg memulai tahun ajaran baru di sekolah, dia bertekad melupakan semua peristiwa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir … khususnya sebuah peristiwa yang ingin dia rahasiakan.

Malang bagi Greg, kakaknya, Rodrick, tahu semua peristiwa yang ingin Greg simpan rapat-rapat. Namun, serapat apa pun dia menyembunyikannya, rahasia itu terbongkar juga ... terutama jika sebuah diary ikut terlibat.

***

Apakah kamu memiliki seorang kakak yang bertingkah sangat menyebalkan dan selalu membuat masalah denganmu? Dan Apakah kamu memiliki seorang adik pengadu dan selalu bilang 'Aku kan masih kecil' setiap dia melakukan kesalahan, sehingga kamu yang terkena batunya? Well, itulah sedikit gambaran tentang Greg Heffley, siswa sekolah menengah, tokoh utama dalam buku seri Si Bocah Tengil.

Setelah sukses dengan buku pertamanya, tentang kesialan-kesialan dan ketengilan Greg, Jeff Kinney akhirnya menulis seri kedua dari seri Si Bocah Tengil. Kali ini, dengan sub judul 'Rodrick Yang Semena-mena' atau yang dalam versi Inggrisnya adalah Rodrick Rule. Secara harfiah, terjemahan Rodrick Rule seharusnya adalah Peraturan Rodrick, yang mana sebenarnya lebih mewakili isi buku ini. Hal ini dikarenakan, sepanjang cerita, kesialan-kesialan yang dialami oleh Greg, adalah karena ancaman dari sang kakak. Greg mempunyai rahasia memalukan yang ia tidak ingin siapapun tahu. Tapi naasnya, Rodrick tahu rahasia itu, dan mengancam Greg akan menyebarkan rahasia itu, jika ia tidak mau mengikuti dan menuruti peraturan yang dibuat Rodrick. Namun jika dilihat dari nilai jual, pemilihan judul 'Rodrick Yang Semena-mena', nampaknya memang lebih pas, dan menarik minat pembaca daripada 'Peraturan Rodrick'. Dan kesemena-menaan Rodrick ini sudah terlihat bahkan jika kita melihat covernya saja. Disitu terlihat Rodrick sedang mendorong adiknya, Greg.

Meskipun secara garis besar buku ini adalah buku humor, namun sebenarnya buku ini juga sarat akan pelajaran. Perseteruan antara Rodrick dan Greg menunjukkan bagaimana Dad dan Mom kewalahan menangani kedua anak ini. Belum lagi komunikasi antara Dad dan Mom yang kurang berjalan dengan baik, dan sering tidak sependapat, membuat celah bagi anak-anaknya yang memang sedikit nakal. Tingkah Rodrick yang selalu membuat Greg tertekan pun, akhirnya dilakukan pula oleh Greg kepada adiknya, Manny. Ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh seorang Senior/ Kakak, itu ditiru oleh junior/ adiknya, dan seterusnya, sehingga apabila tidak ditangani dengan baik, maka siklus ini akan berjalan terus. Untungnya, dalam buku ini, Manny, si bungsu terlihat lebih cerdas dari Greg, sekaligus pengadu ulung. Sehingga ketika Greg ingin mengerjainya, Manny selalu punya ide untuk mengadu kepada Mom, dan pada akhirnya Greg lah yang terkena batunya.

Yang unik dari buku ini adalah, di setiap lembar terdapat gambar yang mengilustrasikan cerita yang dialami Greg, sehingga pembaca menjadi lebih mudah memahami humor yang ingin disampaikan. Pembaca tidak perlu berpikir, karena alur buku ini sangat santai dan mudah dipahami. Humor yang ditampilkan di buku ini juga merupakan humor khas luar barat yang memang sengaja dirangkai dari awal (set up) hingga akhirnya masuk ke punch line (joke) nya. Bukan humor yang sepotong-potong ala lawakan Indonesia. Contoh yang terlihat gamblang adalah joke tentang 'Rahasia memalukan Greg'. Jika boleh dibilang, 90% dari isi buku ini adalah Set-Up untuk mendapatkan Punch Line, yaitu bagaimana akhirnya rahasia Greg itu terbongkar. Selain itu juga banyak joke-joke yang diambil dari kejadian di buku sebelumnya. Misalnya joke tentang Sentuhan Keju yang sudah mulai dibahas dari buku pertama.

Cover yang menarik, judul yang memprovokasi, isi cerita yang segar dan menghibur, serta tambahan nilai plus dari kesuksesan buku pertama, membuat buku ini sangat layak dibaca, dan mungkin dikoleksi. Bintang empat saya persembahkan untuk buku ini.


Review yg Juli mana ndro? Jangan sampai kelewat yah diposting bulan ini juga. Nanti postnya dituker yah... Juli duluan bru agustus.
dr.si2007 - 16/08/2012 11:36 AM
#1932

siang gan, ane mau tanya nih kira2 buku apa yang membuat agan2 sx baca tidak mau berenti2 sangkin serunya mungkin??yang bikin penasaran,
klo ane sndri sih buku harry potter series yang bikin gx bisa brenti2 dan mau baca trus, selain itu paling sherlock holmes series, paling cuma itu gan, kira2 yang lain apa ya gan??
sori gan klo ane tanya salah t4
komet795 - 16/08/2012 02:15 PM
#1933
[Review] Berjuta Rasanya
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Judul Buku : Berjuta Rasanya

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Mahaka Publishing

Tebal : 205 Halaman

Tahun Terbit : 2012

Harga : Rp40.000,00 (Toko Buku Gramedia)



Quote:
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.

Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.

Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya.


***

Rasa senang saya pertama kali tahu buku ini terbit ternyata gak sebanding dengan kepuasan yang saya dapet saat selesai membacanya. Well, ini kumpulan cerita karya Tere Liye. Cerita tentang cinta dan kehidupan. Banyak cerita yang menye-menye tapi bisa ditulis Tere Liye dengan gaya bahasa dan ciri khasnya yang apik dan ga menye-menye. Beberapa cerita memang terkesan picisan, tapi di ending diberi twist yang lumayan baik, walaupun beberapa mudah saya tebak, hehehehe...

Terdiri dari 15 cerita tentang bermacam-macam pengalaman cinta. Termasuk di dalamnya ada kisah cinta sepanjang hayat, Laila dan Qais yang majnun, yang diceritakan ulang oleh Tere Liye dengan bahasanya sendiri. Ada pula cerita yang menyadarkan saya bahwa benar fisik itu gak penting. Berikut quotes favorit saya :

Quote:
Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi. Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.


Banyak hal bisa dipetik dari semua cerita yang disajikan penulis dalam kumcer ini. Ada cerita yang mengajarkan kalau cinta bisa membutakan seseorang sampai sebegitu butanya. Bahwa kecantikan seseorang bisa jadi kutukan bagi laki-laki yang ingin mendekatinya. Dan bener-bener serasa sejuta rasanya membaca cerita-cerita di dalamnya. Yang keren di sini yaitu beberapa cerita pendek ini ternyata memiliki kaitan satu sama lain. Misal ; di cerita pertama dikisahkan tentang seorang laki-laki yang mencintai seorang perempuan. Kemudian di cerita kelima diceritakan bagaimana sebenernya perasaan perempuan tsb kepada laki-laki di cerita pertama. Harus pintar-pintar kita menebak bagaimana sebenernya teknik penokohan yang dibuat sang penulis.
Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Pernah gak sih kita naksir orang terus kita penasaran sebenernya dia naksir juga sama kita atau gak? Terus untuk mengujinya, kita pura-pura dekat dengan seseorang lain untuk mengetes apakah si gebetan kita cemburu atau gak. Dan kita gemes melihat si gebetan malah stay cool dan gak cemburu. O em ji! Serba salah kalau sudah begini... (setting cerita berjudul "Antara kau dan Aku")

Tentunya masih banyak konflik-konflik cerita tentang cinta lainnya yang bisa kita dapat di dalam buku ini. Dan saya yakin sebagian dari Anda yang membacanya pasti akan berkomentar "Ya ampuuun ini kan gue bangeeet ceritanya!" Xixixixi...

Eh, bisa dilihat kan kavernya berbentuk pohon yang daun-daunnya berbentuk hati? Dengan warna yang gak norak, menaikkan sekian persen dari tampilan buku ini sehingga menarik untuk (paling tidak) dilirik. Simpel tapi berkelas!

Bahan kertas yang digunakan juga bukan kertas kaku. Kertasnya luwes banget dan ringan. Aroma bukunya menguar dan terasa banget dengan kertas berwarna kecoklatan, bukan putih seperti HVS pada umumnya. Dan yang lebih penting adalah ukuran buku dan jenis fontnya yang gak bikin mata yang baca jadi cepet capek. Sayangnya, dibalik kenyamanan itu semua, saya hanya bisa kasih 3 dari 5 bintang. Untuk seorang Tere Liye, buku ini kurang membuat saya terpukau lebih jauh.
Jenang17 - 19/08/2012 10:56 PM
#1934
FIGHT CLUB
Spoiler for COVER

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Penulis : Chuck Palahniuk
Penerjemah : Budi Warsito
Editor : Kurniasih
Penerbit : Jalasutra
Cetakan : 2006
Tebal : x + 285 hlm


Saya tadi searching Novel Fight Club, tapi ga nemuin ada yg bahas disini. Semoga aja saya ga repost malus

Beberapa hari lalu saya menyelesaikan sebuah Novel berjudul Fight Club karya Chuck Palahniuk. Novel ini udah pernah diangkat jd Film yg di-sutradarai oleh David Fincher dan dibintangi Brad Pitt, Edward Norton, Helena Bonham Carter.

Rupanya saya menyukai novel ini. Kenapa?

Karena saya rasa, gaya menulis Chuck ini unik. Dia menulis dengan gaya yang berbeda dengan para penulis pada umumnya. Cenderung gelap, memberontak dan mendobrak batas-batas normal gaya penulisan novel pada umumnya.
Tulisannya akan mengobrak-abrik benteng imajinasi seseorang jika biasanya terkungkung oleh gaya tulisan mainstream dan normal.
Saya rasa, novel ini memang novel sakit!
Chuck Palahniuk, you're sick! You're brilliant! Genius!

Membaca novel ini mungkin akan membuat dahi Anda sedikit berkerut. Tapi, jika Anda mulai larut dalam narasi aneh yang dibangun oleh Chuck, mungkin saja Anda akan mengalami kesulitan untuk meletakkan novel ini sebelum selesai membaca (mungkin hanya pengalaman pribadi saya saja, haha).

Sekedar info, jika Anda mengalami kesulitan untuk mencerna isi novel ini, Anda dapat menggunakan film-nya untuk membantu mencari jawaban. Dan sebaliknya, jika ada yang ga ngerti di filmnya, Anda dapat menggunakan novelnya untuk memberi pencerahan. Karena menurut saya, baik novel dan filmnya saling melengkapi.
David Fincher, Sutradara Fight Club versi Film, saya rasa berhasil menerjemahkan "bahasa sakit" yang ditulis Chuck Palahniuk dalam bentuk audio visual. Five Stars from me to Fincher! Just My Opinion malus

Berikut sedikit Sinopsis singkat dari saya,
(sorry klo sinopsis saya terlalu sederhana D) :
Spoiler for Sinopsis Fight Club

Fight Club bercerita tentang seorang pekerja asuransi produk yg sebenarnya sudah hidup mapan (disini sebagai tokoh "Aku"), tapi dia mengalami tingkat kebosanan atas berbagai "kebohongan" yg tercipta di kehidupannya dan sekitarnya. Dalam kondisi bosannya itu dia juga mengalami Insomnia.

Kemudian dia bertemu seseorang bernama Tyler Durden.
Tyler mengajarkan pada dia tentang "kehidupan baru" yang lebih menyenangkan daripada hidupnya selama ini. Melakukan berbagai hal yg liar dan mendobrak batas susila, akan tetapi jujur pada diri sendiri dan kehidupan.

Tyler dan tokoh "Aku" lalu mendirikan sebuah "Fight Club", yaitu sebuah Club bertinju bawah tanah yang dilakukan setiap sabtu malam. Singkat cerita Tyler juga menciptakan sebuah project bernama "Project Mayhem" yg bertujuan untuk menjungkir balikkan peradaban dan membuat sistem tatanan kehidupan yang baru dan bebas. Anggota-anggota Project Mayhem ini adalah anggota-anggota Fight Club juga.

Sampai di suatu titik, tokoh "Aku" menyadari adanya ke-tidak beres-an pada dirinya, Tyler dan project Mayhem tersebut.
Selanjutnya? Silakan baca sendiri D


Saya kasih rate 4/5 untuk novel ini malus
anandapro - 23/08/2012 01:21 AM
#1935
Mockingjay
Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Mockingjay
by Suzanne Collins
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Harga : Rp 68.000,00 (TB Gramedia)

Mockingjay merupakan seri terakhir dari trilogi The Hunger Games karya Suzanne Collins. Bagian ini menjelaskan usaha Katniss Everdeen dan kawan seperjuangannya dalam menentang Capitol yang dipimpin Presiden Snow.

Sinopsis :
Quote:
Bermula dari hancurnya Distrik 12 oleh bom-bom dari Capitol yang berusaha menghalangi gerakan pemberontakan yang terjadi di distrik-distrik. Katniss selamat dari serangan bom itu dan ia menemukan bahwa Peeta Mellark ditangkap oleh Capitol. Katniss menduga Peeta telah dibunuh.

Ia pun mengungsi ke Distrik 13 dan diterima disana. Ia bersama Gale, Finnick dan rekan-rekannya menyusun rencana revolusi yang di sebut Mockingjay. Katniss mengangkat dirinya menjadi Mockingjay.

Katniss lalu bertemu kembali dengan Peeta dan bersama mereka. Ia mulai berlatih keras untuk menghadapi keberingasan Capitol.

Di trilogi ini dijelaskan tentang tujuan pembentukan Distrik 13 dan kehancuran Capitol serta cara bagaimana Katniss dapat mengumpulkan lagi teman-temannya yang terpisah.


Saya memberi bintang 4/5 untuk buku ini karena ceritanya yang kental akan tekad pantang menyerahnya Katniss dan kawan-kawannya.
dodolover88 - 25/08/2012 11:44 PM
#1936

The Society of S
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
oleh : Susan Hubbard
Paperback, 392 pages
Published July 2009 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published May 1st 2007)
ISBN 9792247785 (ISBN13: 9789792247787)
(data diambil dari Goodreads.com)

Review :
Perkenalkan, namaku Ariella Montero, umurku 12 tahun dan aku setengah vampir. Ayah mengatakan bahwa ibuku telah meninggalkan kami berdua dan tidak ingin bertemu lagi denganku, tapi sebagian diriku masih tak percaya. Aku harus mencarinya.
--------------------------------------------------------------------------
Cerita Vampir? Lagi???
Begitu pikir saya ketika mulai membaca halaman-halaman awal novel ini. Sepertinya penulis barat mulai kehabisan ide tentang makhluk mistis mana lagi yang akan mereka angkat.
Setelah menguatkan hati dan mata membaca bab selanjutnya, secara mengejutkan justru saya yang tidak ingin melepaskan buku ini hingga selesai.

Plot cerita novel ini sebenarnya sederhana dan bisa dengan mudah ditebak, mungkin karena buku ini ditujukan untuk remaja atau ABG. Tapi entah kenapa saya juga merasa novel ini tidak cocok untuk young adult karena novel ini terasa muram (atau karena tokoh utamanya yang terlalu cepat dewasa?)

Tapi sekali lagi ini bukan "novel vampir" biasa, dengan cerdiknya penulis mengedukasi pembaca dengan sastra inggris, filsafat bahkan sains dalam ceritanya melalui dialog-dialog cerdas Ariella bersama orang-orang sekitarnya. Pengetahuan baru dan kutipan keren bertebaran dalam buku ini.
Dan untuk menekankan ini novel "mistis", kejutan kecil horor yang diselipkan juga berhasil membuat saya ketakutan sendiri.

Cara penulis merangkai kata dan gaya penceritaannya juga sangat menarik , alur yang tertata, selipan-selipan puisi dan humor ringan yang pas membuat saya enggan menutup buku ini dan untuk itu saya berterima kasih kepada penerjemahnya yang telah bekerja dengan baik, bahkan terjemahan puisi yang biasanya aneh terasa masuk akal di novel ini.

Satu lagi yang membuat saya suka, pemilihan nama-nama tokoh di novel ini bagus sekali. Saya sampai mempertimbangkan untuk menamai calon anak (orang lain D ) dengan nama Ariella. D D

Kesimpulannya, novel ini mungkin tidak akan disukai semua orang tapi begitu juga dengan semua buku yang ada kan? Bila dilihat dari isi ceritanya, novel ini sangat pantas untuk dicoba dan saran saya abaikan saja halaman-halaman awalnya D
Rate 3,5/5
peacekeeper - 26/08/2012 10:44 PM
#1937

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Started on : 25 Agustus 2012
Finished on : 26 Agustus 2012

Rembulan Tenggelam di Wajahmu
by. Tere Liye

Penerbit : Republika
ISBN : 9793858133
Edition language : Indonesian
Tebal : 426 Halaman


Quote:
Sama seperti dulu, meski hatinya marah, meski hatinya mengutuk langit berkali-kali, Ray tetap terpesona menatap rembulan di langit. Merasa damai dengan sepotong ciptaan Tuhan yang seolah-olah digantungkan begitu saja itu. Malam-malam sepi di selasar atap tampias Panti... Malam-malam sendiri di atap genting Rumah Singgah. Malam-malam senyap di atas tower air. Di lantai 18 konstruksi gedung. Malam-malam itu meski amat bencinya dia dengan keputusan Tuhan, amat marahnya dengan segala takdir, sepotong rembulan di atas selalu membuatnya berterima-kasih.

Mungkin itu gunanya Tuhan menciptakan rembulan terlihat indah dari bumi. Menjadi penghiburan bagi hati yang resah menatapnya.


Kisah ini adalah tentang perjalanan mengenang masa lalu seorang lelaki bernama Rehan Raujana, atau yang akan lebih sering disebut dan dikenal sebagai Ray. Lelaki itu kini adalah seorang pasien berusia 60 tahun. Ia tidak sadarkan diri selama 6 bulan, dan ketika ia membuka matanya, ia tidak berada di rumah sakit tempat ia seharusnya berada. Pasien itu berdiri di tengah keramaian terminal. Tempat yang amat sangat dikenalnya puluhan tahun lalu ketika ia masih berusia belasan. Di tempat itulah ia memulai perjalan Mengenang Masa Lalu itu.

Dalam perjalanan mengenang masa lalu itu, Ray ditemani oleh seorang dengan wajah menyenangkan yang akan menjelaskan semuanya, dan menjawab 5 pertanyaan yang selalu dipertanyakan oleh Ray sepanjang hidupnya. Pertanyaan pertamanya dimulai dari tempat ia memulai kehidupannya yang penuh derita dan siksaan. Tempat yang amat dibenci oleh Ray selama bertahun-tahun, yang membentuknya menjadi sosok anak remaja yang membangkang dan memberontak: Panti Asuhan. Yang membuat Ray semakin membenci tempat itu adalah, Penjaga Panti yang di matanya sangat sok-suci. Tidak hanya sekali Ray menjadi sasaran bilah rotan yang menyakitkan dari Penjaga Panti itu, dan hati Ray semakin pahit terhadap Panti itu.

"Bagaimana mungkin dia harus tinggal belasan tahun di Panti tak berguna itu. Belasan tahun teraniaya oleh penjaga Panti sok-suci itu. Ada puluhan tempat penampungan anak-anak terlantar di kota ini, mengapa dia justru harus diantarkan ke Panti sialan itu?
Mengapa?"

Kehidupan Ray kemudian berlanjut di ibukota, ia tinggal di Rumah Singgah -dimana akhirnya Ray merasa mempunyai keluarga. Ray mengenal banyak anak-anak lain yang ia anggap saudaranya. Namun apa daya, sifat Ray yang solider dalam persahabatan ternyata malah menimbulkan banyak masalah, yang kemudian merenggut impian-impian saudaranya. Waktu itu, Ray selalu mempertanyakan "Apakah hidup ini adil?", mengapa jalan-jalan orang jahat selalu mulus sedangkan tidak demikian bagi orang-orang baik?

Dan perjalanan itu terus berlanjut, hingga takdir kehidupan Ray berubah semenjak iya menjadi buruh kasar di sebuah konstruksi bangunan. Kehidupannya berubah semenjak ia bertemu dengan gadis itu di gerbong kereta. Akan tetapi mengapa nasib buruk tidak pernah meninggalkannya? Setiap potong kehidupannya membuat banyak pertanyaan timbul dalam hati Ray. Mengapa takdir yang menyakitkan itu harus terjadi? Mengapa hidupnya tetap terasa hampa bahkan ketika ia sudah memiliki semuanya?

Setiap pertanyaan dalam hidup Ray akan terjawab, lewat potongan-potongan kehidupannya yang akan dijelaskan. Membuat mata Ray terbuka akan kehidupannya selama ini. Dan yang terpenting, membuat hatinya terbuka untuk menerima segala yang telah terjadi.

"Sekarang saat semua yang diinginkannya sudah dimiliki, dia tetap merasa sendiri. Berdiri sendirian di lantai tertinggi gedung miliknya.
Hidup ini benar-benar lelucon yang hebat."


Sejujurnya ketika menutup buku ini, aku sedikit bingung akan menulis apa dalam review kali ini. Karena ada begitu banyak hal yang ingin aku tuliskan untuk memperlihatkan bahwa buku ini telah menawan hatiku, mengesankan jiwaku. Buku ini membuatku lelah secara emosional.

Awal membaca buku ini, aku agak bingung dengan plot yang melompat-lompat. Dimulai dari gadis yang bernama Rinai yang aku belum mengerti apa hubungannya dengan cerita ini, kemudian kondisi Ray yang berangsur membaik dari tidur panjangnya selama enam bulan dan tiba-tiba dihadapkan dengan cerita Ray yang sedang ada di terminal. Loh ??? iya.. memang begitu plot awal dari buku ini, tapi tak perlu bingung teruskan saja membaca.. terus.. dan terus.. nanti juga kalian yang membaca buku ini akan mengerti. Karena semua hal-hal yang membingungkan di awal buku ini akan terjawab seiring dengan bertambahnya lembaran yang telah kalian baca.

Plot buku ini, kalau boleh aku katakan adalah seperti sebuah lingkaran yang utuh dimulai dari satu titik, dan semuanya kembali berhubungan kepada titik awal. Benar-benar sebuah kisah kehidupan yang indah dan terasa sangat nyata. Aku merasa buku ini menggambarkan pahit-manis kehidupan yang sesungguhnya. Dimana manusia tidak hanya hidup untuk bersenang-senang dan hidup bahagia selamanya, tetapi juga banyak merasakan sakitnya kehilangan, melewati banyak kesulitan hidup, dan juga menghadapi takdir yang terkadang kejam.

Kalau dari segi orisinalitas ide, buku ini sebenarnya tidak menawarkan ide yang baru. Kisah seperti ini sudah terlebih dahulu dituliskan Mitch Albom pada bukunya yang berjudul The Five People You Meet in Heaven. Bahkan ada salah satu adegan antara Ray dengan si gigi kelinci di bangsal rumah sakit yang sangat mirip sekali dengan salah satu adegan Mohabbatein. Dan kalau kita cermati, khusus muslim, buku ini sebenarnya merupakan penjabaran tentang petuah-petuah agama yang sering kita dengar. Mungkin kalian pernah dengar petuah seperti ini "Apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah swt" atau mungkin hadist ini "Janganlah engkau berprasangka, karena sebagian dari prasangka adalah dosa." atau kepercayaan kita bahwa sakit yang berkepanjangan, jika kita sabar karenanya sesungguhnya melunturkan dosa-dosa kita. Yup.. kisah dalam buku ini merangkum penjabaran dari petuah-petuah tersebut.

Tapi siapa yang peduli dengan orisinil atau tidak ide buku ini -toh memang tidak pernah ada yang orisinil di dunia ini, bahkan pesawat saja terinspirasi dari burung- karena buku ini memang berbeda menurutku. Tere liye berusaha memberikan contoh yang real yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga efeknya sungguh sangat membekas di hati.

Contohnya adalah dengan karakter-karakter yang muncul dalam buku ini. Mereka semua bukan orang yang istimewa atau memiliki sesuatu yang spesial dalam diri mereka. Orang-orang yang diperkenalkan dalam buku ini adalah orang-orang biasa, sebiasa orang-orang yang kita temui sehari-hari. Bahkan karakter utama dalam buku ini, Ray, pada awalnya bisa dinilai sebagai orang jahat dan hancur oleh orang luar. Tapi inilah nilai tambah dari buku ini yang semakin membuatnya begitu membekas di hati. Karena kita seperti sedang merefleksikan diri kita saat sedang membaca buku ini.

Tentang gaya bercerita, nama Tere Liye sudah merupakan jaminan mutu kalau kita akan dihadapkan pada sebuah karya yang bagus. Sebuah karya yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik namun tidak terkesan kaku. Inilah salah satu poin plus dari aku untuk beliau. Beliau sudah membuktikan bahwa tidak perlu menggunakan bahasa slang semacam penggunaan kata-kata elu, gue atau umpatan-umpatan kasar untuk menciptakan suasana santai, akrab dan mengalir. Dalam hal ini, beliau sama juaranya dengan Andrea Hirata.

Oiya, saat aku melihat kover buku ini selintas mengingatkanku dengan kover buku-bukunya Paulo Coelho. Setuju gak? hehehhe. Sketsa rembulan dan pantai dan dominasi warna oranye, awalnya menggiringku berfikir bahwa ini adalah buku yang romantis tapi ternyata tidak, buku ini malah berisi pelajaran-pelajaran hidup yang menohokku berkali-kali.

Fiuh...

Rasanya sudah tak terhitung helaan nafasku ketika membaca buku ini. Sebuah buku yang luar biasa, yang menyentuh sisi terjahat setiap diri manusia. Untukku, sisi terjahat dari diri manusia adalah berprasangka buruk. Berprasangka buruk kepada siapa saja, bahkan juga kepada Tuhan. Karena dari berprasangka buruk itulah kita telah membiarkan hati yang mengambil alih, menduga-duga... Tidak puas menduga-duga, kita membiarkan hati mulai menyalahkan. Mengutuk semuanya. Kemudian tega sekali, menjadikan kesalahan orang lain sebagai pembenaran atas tingkah laku keliru kita.

"Ketahuilah, Ray, ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan.
Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur."





Rate : 5/5
daninoviandi - 27/08/2012 05:22 PM
#1938
Penyesatan yang Sempurna
     Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Buku kedua Jeffrey Deaver yang saya baca. Tetapi ini buku seri Lincoln Rhyme pertama yang saya baca. Sempat bingung juga siapa sih si Rhyme ini, ternyata beliau adalah mantan polisi yang masih mempunyai pengaruh yang besar di kepolisian. Sebab dia keluar dari kepolisian adalah karena cacat yang ia peroleh ketika bertugas. Cacat yang dimaksud adalah tidak bisa berjalan. Bagian bawah tubuhnya lumpuh, tak bisa digerakkan, tetapi tidak dengan otaknya, dia tetap merupakan seorang yang brilian. Tangan kanan Rhyme adalah Amelia Sachs, dia masih seorang polisi, dan bantuan-bantuan serta kerjasama dengan Rhyme sangat ia butuhkan dalam mengungkap kasus-kasus yang terjadi, terutama kasus aneh-bin-misterius yang diceritakan di buku ini.

The Vanished Man, judul asli buku ini, artinya dalam bahasa Indonesia ialah “Orang yang Menghilang”. Si Vanished Man ini ialah sesorang yang menyebut dirinya Malerick, ya, itu adalah nama julukan yang ia pakai dalam melakukan aksinya. Kenapa disebut Orang yang Menghilang? Bayangkan, si Malerick ini berhasil membunuh seorang gadis di sekolah musik, sempat terkepung oleh polisi, dan voila... secepat kilat dia dapat melarikan diri, menghilang di hadapan para polisi yang mengepungnya. Wah, sebenarnya siapa sih Malerick itu? Hm, judul Indonesia dari buku ini ialah “Si Perapal”, menurut KBBI, rapal atau merapal itu artinya mengucap atau membaca. Rancu juga sih, soalnya gak ada tuh Malerick merapalkan kata-kata sakti sehingga dia bisa menghilang begitu cepat. Yang lebih tepat ialah, Malerick merupakan seorang magician handal. Hampir segala jenis keahlian sulap dia kuasai. Mulai dari berganti pakaian dengan cepat, ahli binatang, ahli membuka kunci, hingga bahasa perut sebagai ventriloquist. Terjawablah mengapa dia berhasil kabur dari polisi yang mengepungnya di sekolah musik, dia menggunakan trik berganti pakaian dengan cepat, dan menyamar menjadi seseorang yang sangat berbeda, sehingga mengalihkan perhatian para polisi itu.

Aksi Malerick tidak berhenti sampai disitu. Ada korban berikutnya yang ia bunuh, kali ini selain menggunakan trik berganti pakaian dengan cepat, ia juga menggunakan keahliannya dalam membuka kunci. Bayangkan saja, pintu yang terkunci bisa ia buka hanya dalam beberapa detik saja! Korban ketiga hampir saja muncul lagi, untungnya polisi yang mulai mengendus kasus ini berhasil mencegahnya, sehingga pembunuhan ini hanya nyaris terjadi. Ada keunikan lain dalam pembunuhan-pembunuhan yang Malerick lakukan, dia menggunakan hal-hal yang lazim ditemui dalam dunia sulap/sirkus dalam membunuh korbannya.

Berawal dari kasus pertamalah akhirnya Rhyme mulai membantu Sachs dalam mengurai kasus ini. Kasus yang rumit, melibatkan berbagai penyesatan dalam kejadian-kejadiannya, bahkan sampai Malerick tertangkap oleh polisi pun, ternyata itu merupakan salah satu penyesatan yang Malerick gunakan! Ia sengaja membuat dirinya ditangkap untuk merencanakan aksi-aksi lainnya. Pada akhirnya, hanya satu hal yang dapat melawan penyesatan yang berkali-kali Malerick gunakan, hal itu ialah penyesatan juga. Inilah yang dilakukan Rhyme dalam mengungkap kasus ini, kasus yang terjadi yang sebenarnya didasari oleh balas dendam, dan rasa cinta yang begitu mendalam.

Membaca buku ini laiknya menelusuri dunia magic secara mendalam. Meskipun tidak ada trik-trik sulpa yang dibongkar secara vulgar, tetapi setidaknya dapat memberi kita pengetahuan tentang ilmu-ilmu apa saja yang terdapat dalam dunia magic ini. Belum lagi kerumitan-kerumitan tentang penyesatan-penyesatan yang dilakukan, sungguh sangat membuat geleng-geleng kepala. Dari satu pembunuhan ke pembunuhan lain, pindah topik gara-gara disesatkan oleh kasus lain, hingga kejadian-kejadian yang mencengangkan yang terjadi pada tokoh utama buku ini yaitu Rhyme. Bisa dibilang buku ini sangat brilian dalam menyesatkan para pembacanya, tidak heran sih, sebabnya si penulis melakukan riset yang sangat mendalam dalam penulisannya. Belum lagi teknologi-teknologi yang digunakan oleh Rhyme, membuat kita geleng-geleng kepala sendiri ketika membacanya. Coba bayangkan, sebuah alat yang bisa bekerja hanya dengan komando suara, luar biasa.

Overall, alur yang jelas dari buku ini membuat betah membacanya, dan saya sangat merekomendasikan bagi penggemar thriller dan cerita detektif untuk membaca buku ini. Oh ya, ini bukan sembarang buku detektif, karena buku detektif biasanya si penjahat tidak ketahuan identitasnya, sedangkan di buku ini, jelas sekali identitas si pelaku. Hanya, pengungkapan oleh polisinya itu yang membuat menarik. Well, i give 5 rates for this book \)


Judul: The Vanished Man - Si Perapal
Penulis: Jeffery Deaver
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 560 hal.
Rate: 5/5
dansus.06 - 27/08/2012 08:18 PM
#1939

Quote:
Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

JUDUL: The Reader (Sang Juru Baca)

PENULIS: Bernhard Schlink

PENERJEMAH: Fransiska Paula Imelda Alexandria Tobing

PENERBIT: Elex Media Komputindo

KOVER: Softcover

ISBN: 978-602-00-2799-9

HARGA: Rp39.800,-


Quote:
Michael Berg tidak akan pernah menyangka jika hepatitis yang dideritanya justru akan membawanya ke sebuah pertemuan dengan wanita yang membangkitkan gairahnya. Ketika sakitnya kambuh di jalan secara kebetulan Hanna menolongnya dan membantu merawatnya. Semenjak pertemuan itu hubungan mereka semakin lama semakin dekat dan intim meski usia Hanna jauh lebih tua daripada usia Michael. Namun, keadaan tersebut berubah drastis ketika Hanna meninggalkan Michael. Hingga akhirnya mereka bertemu kembali bertahun-tahun kemudian dalam keadaan yang sangat berbeda, dan rahasia-rahasia yang selama ini dipendam dalam-dalam oleh Hanna akhirnya mulai terkuak....


Jika bukan karena masuk ke dalam daftar 1001 Books You Must Read before You Die dan filmnya yang lumayan vulgar, bisa dipastikan saya tidak akan membaca buku ini. Ditambah dengan kover buku yang kurang menarik buat saya. Kover buku ini terkesan seperti kover novel romantis—genre yang tidak terlalu saya suka—dengan ditampilkannya bunga mawar dalam kover. Tapi, karena pernah menonton filmnya—cuma di bagian awal saja sih—dan karena saya juga sedang semangat-semangatnya membaca buku-buku yang ada di dalam daftar 1001 Books You Must Read before You Die, jadilah saya memutuskan untuk membaca buku ini.

Judul buku ini setidaknya sudah memberi cukup gambaran pada kita seperti apa isi cerita dalam buku ini. Paling tidak kita bisa menerka bahwa buku ini berkisah tentang kehidupan The Reader alias Sang Juru Baca. Hal itu yang membuat saya penasaran. Kira-kira kisah hidup Sang Juru Baca seperti apa sih sampai-sampai buku ini masuk ke dalam daftar 1001 Books You Must Read before You Die? Apalagi tebal buku ini yang "hanya" 227 halaman justru semakin membuat penasaran tentang kisah hidup seperti apa yang akan diceritakan oleh Bernhard Schlink dengan tebal buku yang tidak seberapa tersebut.

Dan bicara soal dimensi dan penampilan buku, buku ini memang tidak berukuran jumbo yang bisa membuat kita pikir-pikir dua kali untuk membacanya. Komposisi dimensi 13,5 x 20 cm dan tebal yang telah saya sebutkan tadi memberi kesan buku ini adalah buku yang enteng untuk dibaca. Dan kesan tersebut memang terbukti ketika kita membolak-balik halaman buku ini dan membacanya karena ukuran font-nya yang pas dan line spacing-nya yang sangat "lega". Apalagi sebelum membaca buku ini saya baru menamatkan Ronggeng Dukuh Paruk yang ukuran font dan line spacing-nya naudzubillah. Jadi bisa dibilang ketika membaca buku ini mata saya dengan lantang meneriakkan kata "Merdeka!". Dari poin-poin tersebut dapat saya simpulkan buku ini jika dilihat sepintas memang memenuhi syarat untuk nyaman dibaca.

Sekarang mari kita beralih ke isi buku ini. Buku ini pada dasarnya menceritakan kisah hidup Michael Berg sejak usia remaja. Hingga ia bertemu dengan seorang wanita bernama Hanna Schmitz yang usianya lebih tua darinya. Dan seiring berjalannya waktu Michael pun jatuh hati pada Hanna. Setiap hari mereka selalu meluangkan waktu untuk bersama dan hampir di setiap hari tersebut, Michael selalu membacakan buku untuk Hanna. Dari sini pun saya menganggap The Reader yang dimaksud dalam judul adalah Michael. Tapi, setelah membaca keseluruhan buku ini anggapan saya tersebut berubah. Ternyata The Reader adalah benang merah cerita buku ini! Kita akan mulai merasakannya ketika memasuki bagian kedua buku ini. Oh, iya. Buku ini dibagi ke dalam tiga bagian dan masing-masing bagian menceritakan kisah dari masa yang berbeda. Karena sudut pandang bercerita buku ini adalah orang pertama—dalam hal ini dari sudut pandang Michael—maka kita seolah-seolah membaca diary atau catatan kehidupan Michael dari masa ke masa. Di bagian pertama buku kita akan membaca kisah Michael di waktu usia awal remaja—dan bagaimana dia bertemu dan menjalani kehidupannya bersama Hanna. Lalu di bagian kedua adalah kisah Michael ketika dia berada di bangku kuliah hukum dan mengikuti sidang pengadilan terhadap Hanna. Yap! Di bagian inilah titik balik buku ini. Di sinilah Michael akhirnya mengetahui bahwa Hanna adalah mantan anggota SS Nazi dan harus menjalani pengadilan karena dianggap turut bertanggung jawab terhadap pembantaian di kamp konsentrasi Auschwitz. Dan di bagian ketiga kita akan dikejutkan oleh rahasia-rahasia lain yang disimpan Hanna dan ending buku ini.

Secara keseluruhan buku ini memang benar-benar nyaman dibaca. Selain alasan ukuran font dan line spacing, panjang masing-masing bab dalam buku ini tidak panjang—jarang yang mencapai 10 halaman. Selain itu gaya bercerita yang lugas dan tidak terlalu mendetail membuat kita tidak akan berpusing ria dalam mencerna kalimat-kalimat dalam buku ini. Ditambah lagi dengan alur yang cepat akan membuat kita untuk sesegera mungkin mengetahui apa yang akan terjadi di halaman-halaman berikutnya. Meski secara eksplisit tidak begitu vulgar, buku ini dapat dikategorikan sebagai buku untuk dewasa. Itu jika dilihat dari kisah Michael di bagian pertama buku. Sayangnya hingga dua pertiga bagian buku ini saya tidak menemukan hal yang menarik dari buku ini. Awalnya saya hanya akan memberi rating bintang tiga jika tidak dikejutkan oleh apa yang disajikan di akhir-akhir buku ini. Ending yang ironis—jika dirasakan dari sudut pandang Michael—dan mengharukan serta beberapa pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari Hanna saat dipenjara membuat saya memutuskan memberikan empat bintang ke buku ini. Selain itu ending buku ini memang cukup sulit ditebak. Tapi, dari awal sampai pertengahan buku ini menurut saya biasa-biasa saja—tidak jelek dan tidak bagus-bagus amat. Dan untuk ukuran buku yang masuk daftar 1001 Books You Must Read before You Die, buku ini tidak terlalu bikin pusing juga.

RATE: 4/5
mynguan - 27/08/2012 11:05 PM
#1940

Membaca Ibuk

Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu

Kemarin saya akhirnya membeli buku karangan Iwan Setyawan yang berjudul Ibuk. Sudah lama saya ingin membeli buku itu. Cuma satu alasannya, saya ingin “hidup.”

Membaca Ibuk membuat saya berseluncur ke dalam kenangan-kenangan masa kecil. Kenangan di rumah dinas Bapak yang kami tinggali sejak saya SD sampai SMA kelas dua. Ah kalo baca buku Ibuk bawaannya pasti ingin menangis. Kalo kau gak menangis pas baca Ibuk, hati-hatilah, mungkin kau sedang pingsan atau bahkan mati.

Ibuk menceritakan bagaimana perjuangan Ibuknya Iwan untuk bisa menyekolahkan semua anak-anaknya dan membuat dapur selalu mengepul. Tak cuma itu yang mengharukan, Ibuk selalu ingin membuat anak-anaknya seperti anak-anak yang lain. Ibuk ingin anak-anaknya makan empal, telur dadar, punya baju baru, sepatu baru, sampai buku pelajaran baru. Menyediakan semua itu merupakan hal yang berat bagi Ibuk, karena Ibuk harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarga dari keringat Bapak yang seorang sopir angkot.

Saya seketika ingat pas saya kecil dulu Ibuk (saya) selalu bilang bahwa Ibuk pengen saya dan adik saya merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan teman-teman saya, ya memang sih keluarga kami termasuk keluarga yang berkecukupan, tapi tetep saja itu mengharukan buat saya (sekarang). Dulu sih gak kepikiran itu mengharukan atau tidak, hehehe.

Beberapa penyesalan yang saya rasakan sekarang di antaranya adalah jarang buanget menelepon Ibuk, bahkan sms pun jarang. Padahal kan Ibuk dan Bapak pasti juga kangen? Tapi saya di sini malah jarang menghubungi. Sekarang harus berubah, harus!.

Semoga Ibuk dan Bapak selalu sehat dan tetep enerjik.

Ah, jadi pengen cepat pulang untuk minta tanda tangan Ibuk di buku Ibuk…

Terlalu mengharukan untuk diteruskan..

Sekian..

Saya kasih nilai 4/5 karena saya merasakan bahwa buku ini "hidup"
Page 97 of 105 | ‹ First  < 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu