Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Green Building Design
Total Views: 8714 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 5 |  1 2 3 4 5 > 

yodiman - 11/10/2011 11:15 AM
#1
Green Building Design
Desain untuk sebuah Green Building adalah bentuk karya gabungan terintegrasi dari para desainer di bidang arsitektural, interior design, lighting design, sound/acoustic design, urban design, lansekap, mekanikal & elektrikal, communication & IT design, seni metode konstruksi, edukasi masyarakat, dan rencana manajemen operasionalnya. Banyak yang beranggapan bahwa arsitekturallah yang mendominasi untuk sebuah karya green building. Hal tersebut memang benar. Tetapi, tanpa perencanaan yang terintegrasi, juga tanpa memahami aspek non-arsitektural, tidak dapat terbentuk sebuah karya Green Building.

Green Building dapat berupa bangunan gedung, rumah, ruko/kios, industri, dan lain sebagainya. Green Building dapat berupa bangunan baru, ataupun lama. Semuanya dimulai dari niat tulus kita untuk melindungi bumi dari pembangunan yang mengarah kepada kerusakan lingkungan.

Forum ini diperuntukkan untuk diskusi seputar Green Building. Baik bagaimana cara kita membangun konsep, desain, hingga aplikasinya. Mari kita coba pandang segala aspek Green ini bersama-sama.iloveindonesias

Green Building Design

Gedung Kementrian PU, first design recognition for Green Building.
hexadead - 11/10/2011 04:38 PM
#2

maksudnya first recognition itu apa ya ? saya pernah ke Wisma Dharmala jakarta. saya pernah berada di ground park nya. pada saat itu cuaca habis hujan. suhunya 21 derajat. dengan hembusan angin yang kuat.

ini karena massa yang kalau dilihat dari atas seperti kipas. anginnya tidak semilir. tapi kencang. arsiteknya berhasil memanfaatkan alam secara maksimal. dengan cara menangkap angin dan menekannya kebawah. persis seperti fungsi tangga darurat dan AHU.
:toast
yodiman - 12/10/2011 11:32 AM
#3

Fungsi first design recognition:
1. Sebagai penilaian dari konsep desain bahwa bangunan yang dibangun sejak awal telah memperhatikan kaidah-kaidah Green.
2. Bisa juga sebagai nilai jual kepada masyarakat/sayembara atas karyanya yang mengusung konsep Green Building.
3. Sebagai acuan awal untuk mempertahankan kualitas Green saat pembangunannya (Konstruksi) dan operasionalnya.

Di rating tool dunia manapun untuk bangunan baru memiliki penilaian ini (Design Recognition). Bahkan LEED pun banyak yang melakukan penilaian ini kendati bangunan tersebut tidak pernah dibangun.

Wisma Dharmala. Yah, begitulah karya Paul Marvin Rudolph. Desain yang memang sudah mengambil fungsi alam. Seiring dengan perkembangan jaman, gedung-gedung seperti itu juga telah dilakukan banyak renovasi yang terkadang bertentangan dengan prinsip arsitektur dasarnya. Ditambahnya AC, ventilasi ditutup, kaca berubah menjadi kaca mati, dan lain sebagainya.
yodiman - 18/10/2011 11:45 AM
#4
Ottv & rttv
Dalam perhitungan desain Green Building, perlu diperhatikan perencanaan beban panas dari matahari yang diterima oleh bangunan. Beban panas ini yang dapat membuat kinerja AC menjadi tambah berat. Untuk Indonesia, perhitungan yang digunakan adalah untuk menghitung OTTV (Overall Thermal Transfer Value) dan RTTV (Roof Thermal Transfer Value).

Green Building Design
2000 design primary school - OTTV 11W /㎡

OTTV
Perhitungan OTTV menggunakan rumus:
OTTV = ((Aw*Uw*TDeq) + (Ag*Uf*ΔT) + (Ag*SC*SF))
Ai

Perhitungan OTTV diperlukan untuk menghitung area yang terkena beban panas pada selimut bangunan yang berhubungan langsung dengan ruangan yang ber-AC. Biasanya, standar OTTV di lapangan bekisar antara 20 W/㎡. hingga 60 W/m2. Standar yang ditetapkan oleh SNI adalah 45 W/㎡. Strategi untuk mengurangi beban OTTV adalah:
1. Mendesain bukaan bangunan dominan Selatan (bukan hadapan), mengingat posisi Indonesia yang dominan dibawah Khatulistiwa sehingga lebih banyak penyinaran ke dinding utara.
2. Memasang Sun Shading. Gorden dalam ruangan tidak termasuk.
Green Building Design
3. Menggunakan Kaca low-e.
Green Building Design
4. Desain teras yang teduh dapat mengurangi beban OTTV.
5. Memasang insulasi panas pada dinding

RTTV
Dalam desain bangunan rendah seperti rumah atau pabrik, selain menghitung OTTV diperlukan pula menghitung RTTV. Pada bangunan tinggi, perhitungan RTTV belum tentu diperlukan karena biasanya pada atap digunakan untuk menaruh peralatan M&E dan IT seperti Chiller, Cooling Tower, atau parabola dan antena komunikasi. Sehingga beban panas tidak langsung kena kepada ruangan dibawahnya. Kisaran RTTV biasanya jauh lebih besar dari OTTV, bisa sekitar 70 W/㎡. Rumus yang digunakan adalah:
RTTV = ((Ar*Ur*TDeq) + (As*Us*ΔT) + (As*SC*SF))
Ao
Green Building Design
Standar untuk Green Building sebaiknya RTTV sekitar 25 W/㎡. Hal yang dapat dilakukan arsitek untuk mengurangi beban RTTV adalah:
1. Mendesain plafon tinggi untuk mengurangi beban panas, seperti rumah zaman belanda.
Green Building Design
2. Mengurangi Skylight, atau menggunakan low-e glass pada skylight
3. Memasang insulasi pada atap.
4. Menggunakan Roof Garden
5. Mengecat dek atap dengan warna putih untuk mengurangi penyerapan panas.

Demikian sedikit informasi mengenai OTTV dan RTTV. Dalam GREENSHIP versi Green building Council Indonesia untuk bangunan Gedung, perhitungan OTTV menjadi wajib dalam penilaian suatu Green Building. Perhitungan RTTV belum termasuk untuk Gedung, namun untuk bangunan rumah tinggal (Home), diperlukan perhitungan RTTV.
hexadead - 18/10/2011 12:54 PM
#5

Spoiler for first recognition

Quote:
Original Posted By yodiman
Fungsi first design recognition:
1. Sebagai penilaian dari konsep desain bahwa bangunan yang dibangun sejak awal telah memperhatikan kaidah-kaidah Green.
2. Bisa juga sebagai nilai jual kepada masyarakat/sayembara atas karyanya yang mengusung konsep Green Building.
3. Sebagai acuan awal untuk mempertahankan kualitas Green saat pembangunannya (Konstruksi) dan operasionalnya.

Di rating tool dunia manapun untuk bangunan baru memiliki penilaian ini (Design Recognition). Bahkan LEED pun banyak yang melakukan penilaian ini kendati bangunan tersebut tidak pernah dibangun.

Wisma Dharmala. Yah, begitulah karya Paul Marvin Rudolph. Desain yang memang sudah mengambil fungsi alam. Seiring dengan perkembangan jaman, gedung-gedung seperti itu juga telah dilakukan banyak renovasi yang terkadang bertentangan dengan prinsip arsitektur dasarnya. Ditambahnya AC, ventilasi ditutup, kaca berubah menjadi kaca mati, dan lain sebagainya.



nice info bro,
sedikit penambahan,
green building memang hebat dari sisi subjektif, tapi secara objektif ada hal yang lebih penting. yaitu HSE. ( faktor yang terpisah dari green building, kecuali diambil dan dijelaskan secara general )

satu hal yang penting, green building mempunyai batasan terhadap tematik (termasuk fisik bangunan nantinya ).

LEED memang meneliti tentang green building ini tapi memang belum sampai pada tahap pembangunan. saya rasa penyebab umumnya adalah high cost yang sulit dihindari dan tentunya HSE itu sendiri. ( ditinjau dari segala aspek, termasuk dari sisi maintenance ).

kalau diperhatikan, sangatlah sulit membuat green building architecture, karena teorinya sudah baku dan paten. jika teorinya tidak diikuti, maka hilanglah kesan green building.

untuk OTTV dan RTTV pun penerapannya sangat sulit pada highrise building karena highly cost yg masih menjadi bahan pertimbanagan secara general. pengaruhnya terhadap harga gross space rent. dan bukan tugas seorang arsitek juga untuk menghitung itu.
:toast

anyway got to go now,
kalo ada yg kurang mohon dimaafkan bro Yodiman. FR kaskus sent.
mungkin nanti kita bisa share masalah ini disini.
nice thread. ane bantu rate dulu ya ?
:toast
yodiman - 19/10/2011 01:17 PM
#6

Quote:
Original Posted By hexadead


nice info bro,
sedikit penambahan,
green building memang hebat dari sisi subjektif, tapi secara objektif ada hal yang lebih penting. yaitu HSE. ( faktor yang terpisah dari green building, kecuali diambil dan dijelaskan secara general )

satu hal yang penting, green building mempunyai batasan terhadap tematik (termasuk fisik bangunan nantinya ).

LEED memang meneliti tentang green building ini tapi memang belum sampai pada tahap pembangunan. saya rasa penyebab umumnya adalah high cost yang sulit dihindari dan tentunya HSE itu sendiri. ( ditinjau dari segala aspek, termasuk dari sisi maintenance ).

kalau diperhatikan, sangatlah sulit membuat green building architecture, karena teorinya sudah baku dan paten. jika teorinya tidak diikuti, maka hilanglah kesan green building.

untuk OTTV dan RTTV pun penerapannya sangat sulit pada highrise building karena highly cost yg masih menjadi bahan pertimbanagan secara general. pengaruhnya terhadap harga gross space rent. dan bukan tugas seorang arsitek juga untuk menghitung itu.
:toast

anyway got to go now,
kalo ada yg kurang mohon dimaafkan bro Yodiman. FR kaskus sent.
mungkin nanti kita bisa share masalah ini disini.
nice thread. ane bantu rate dulu ya ?
:toast


Wooow...Thanks masukannya Bro... silahkan Rate dan informasikan ke yang lain. Segala sesuatu tentang Green Building akan ane share disini.
hexadead - 19/10/2011 05:23 PM
#7

Quote:
Original Posted By yodiman
Wooow...Thanks masukannya Bro... silahkan Rate dan informasikan ke yang lain. Segala sesuatu tentang Green Building akan ane share disini.


sama2 bro yodiman, ane juga tertarik pada green building. keeping post.
:toast

anyway green building sedang hot dibahas di MIT beberapa tahun ini. mungkin LEED juga mengacu kesana setelah faktor regulator administratif dan manajerial arsitek terhadap tata ruang kota dan habit.
Jolledong - 19/10/2011 07:01 PM
#8

mau nanya nih.... jenis insulasi apa yang pemasangnnya mudah dan harganya juga g mahal?????
hexadead - 20/10/2011 04:06 PM
#9

Spoiler for question

Quote:
Original Posted By Jolledong
mau nanya nih.... jenis insulasi apa yang pemasangnnya mudah dan harganya juga g mahal?????



bro ? mungkin bisa lebih spesifik ?
insulasi ac atau atap atau dinding ?

ac biasanya pakai almaflex ( thermalflex pipa refrigerant - kapasitor suhu)
dinding biasanya pakai peredam sekaligus insulance model karpet tapi setengah karet.
atap pakai glasswool

semua biasa dicari di toko material atau superstore semacam ace hardware / depo bangunan.

untuk pemasangan relatif mudah dan susah. lebih baik pakai tukang saja.
:toast
berNavas - 20/10/2011 04:36 PM
#10

urban farming bisa masuk juga ke green building ya gan?o
saraf.putus - 20/10/2011 05:10 PM
#11

green building itu cuma bahasa iklan menurut saya, bukannya green memang menjadi kewajiban dalam ngarsitektur, green bukan berarti menghadirkan tumbuhan dalam hunian, akan tetapi lebih ke perilaku dalam berproses. iloveindonesias iloveindonesias iloveindonesias
yodiman - 20/10/2011 11:42 PM
#12

Quote:
Original Posted By hexadead
anyway green building sedang hot dibahas di MIT beberapa tahun ini. mungkin LEED juga mengacu kesana setelah faktor regulator administratif dan manajerial arsitek terhadap tata ruang kota dan habit.


Kondisi saat ini mengenai perpolitikan LEED sangat gencar di WGBC. LEED dan BREEAM sedang melakukan kancah internasional dengan LEED Internasional dan BREEAM Internasionalnya. Banyak negara tidak setuju dengan cara LEED ini. India misalnya, yang beralih dari LEED ke GRIHA (cek Journal http://www.sustainable-design.ie/fire/India_Whose-Sustainability_PLEA2006-Paper939.pdf). Menurut mereka (negara yang tidak setuju dengan LEED) diperlukan Rating Green Building spesifik sesuai kondisi negara masing-masing, biasanya kalau menggunakan Rating luar seperti LEED dan Green Mark terbentur di peraturan nasional seperti SNI dan Peraturan Menteri.

Quote:
Original Posted By Jolledong
mau nanya nih.... jenis insulasi apa yang pemasangnnya mudah dan harganya juga g mahal?????


Quote:
Original Posted By hexadead


bro ? mungkin bisa lebih spesifik ?
insulasi ac atau atap atau dinding ?

ac biasanya pakai almaflex ( thermalflex pipa refrigerant - kapasitor suhu)
dinding biasanya pakai peredam sekaligus insulance model karpet tapi setengah karet.
atap pakai glasswool

semua biasa dicari di toko material atau superstore semacam ace hardware / depo bangunan.

untuk pemasangan relatif mudah dan susah. lebih baik pakai tukang saja.
:toast


Setuju, mungkin Gw tambahin biar lebih kebayang yah. Contoh: Merk Cool or Cozy dari www.ika-group.co.id
Green Building Design

Quote:
Original Posted By berNavas
urban farming bisa masuk juga ke green building ya gan?o


Bisa, tapi sayangnya tidak masuk ke penilaian Green Building mana pun (please re-check this statement). Mungkin ada di penilaian skala komunitas semacam LEED Neighbourhood, Green Star Communities, dan lain sejenisnya. (Gw belum baca sih). Sekarang masalah ketahanan pangan sedang jadi Isu lingkungan dan dibahas di WGBC Congress oktober awal lalu yang kemungkinan akan jadi isu besar 1-2 tahun kedepan.

Quote:
Original Posted By saraf.putus
green building itu cuma bahasa iklan menurut saya, bukannya green memang menjadi kewajiban dalam ngarsitektur, green bukan berarti menghadirkan tumbuhan dalam hunian, akan tetapi lebih ke perilaku dalam berproses. iloveindonesias iloveindonesias iloveindonesias


Setuju menjadi kewajiban. Tetapi sayangnya justru dilupakan. Bukankah ajaran dari pak Alm. Heinz Frick bahwa sejak jaman dulu semua desain tradisionil memang sudah Green Building? Tapi, sejak masuknya era modern, semuanya menjadi semakin tidak Green. Coba, seberapa banyak desain para arsitek yang sudah memperhitungkan besaran penggunaan AC? Mungkin masih sedikit. Coba lihat seperti kasus rumah kaca taman menteng dan PP IPTEK di TMII yang ternyata dalam bangunannya jadi seperti oven (sekarang sudah dibenerin belum ya?). Menurut saya, Green Building adalah suatu cara pandang yang Holistik multidisiplin. Green Building adalah tantangan untuk menghadapi masuknya era modern dengan tetap mempertahankan kewajiban untuk membangun yang sinergi dengan lingkungan. Check hasil studi CASBEE dibawah ini:
Green Building Design

Salam Hijau,
-Bangun masa depan dengan pembangunan berkelanjutan-iloveindonesias
Yodiman
hexadead - 21/10/2011 04:05 PM
#13

satu lagi ilmu bertambah dari teman teman disini.
:toast
Jolledong - 21/10/2011 07:25 PM
#14

Quote:
Original Posted By hexadead
Spoiler for question




bro ? mungkin bisa lebih spesifik ?
insulasi ac atau atap atau dinding ?

ac biasanya pakai almaflex ( thermalflex pipa refrigerant - kapasitor suhu)
dinding biasanya pakai peredam sekaligus insulance model karpet tapi setengah karet.
atap pakai glasswool

semua biasa dicari di toko material atau superstore semacam ace hardware / depo bangunan.

untuk pemasangan relatif mudah dan susah. lebih baik pakai tukang saja.
:toast


buat atap bro.....

biasanya sih pake alumunium foil n lapisan keduanya baru glasswool buat nyerep panas..... tap kalo buat renovasi rumah... agak ribet......

nah ada solusi laen selain pake itu???
sansinos - 23/10/2011 01:32 AM
#15

Quote:
Original Posted By saraf.putus
green building itu cuma bahasa iklan menurut saya, bukannya green memang menjadi kewajiban dalam ngarsitektur, green bukan berarti menghadirkan tumbuhan dalam hunian, akan tetapi lebih ke perilaku dalam berproses. iloveindonesias iloveindonesias iloveindonesias


Like this!
Sebenernya masih menjadi tantangan besar buat perencana bangunan, apalagi yang tinggi untuk menyusun konsep yang lebih spesifik dan unik, gak akan sama dengan konsep2 terapan di belahan bumi lain.
Perilaku dalam berproses, juga perlu dibantu dengan tingkat efisiensi dan efektifitas dalam proses tersebut, lebih2 perawatan bangunan, indonesia masih kacau balau buat hal ini.
Hampir semua material yang ditawarkan dari produk luar, tingkat nominalnya tinggi sekali alias muahal.
Ujung2nya jadi mahal itu produk dibanding efesiensi daya energi yang didapat.

Btw, gedung dharmala itu masih jadi catatan bangunan tinggi di indonesia yang masuk list best sky scrapper. :thumbup
Ini contoh perilaku yang "green" dalam prosesnya dari seorang "bule" dengan mengambil nilai2 positif dari adaptasi bentuk bangunan yang terbukti sudah ratusan tahun tepat aplikasinya di indonesia.
sansinos - 23/10/2011 01:35 AM
#16

Quote:
Original Posted By Jolledong
buat atap bro.....

biasanya sih pake alumunium foil n lapisan keduanya baru glasswool buat nyerep panas..... tap kalo buat renovasi rumah... agak ribet......

nah ada solusi laen selain pake itu???


seingat saya teknologinya Air-Cell masih yang termasuk bagus buat efisiensi radiasi dan konduksi panas. Mungkin sekarang ada yang lebih bagus lagi.
Konsekuensi nya cuma satu, lebih mahal.
Tapi kalau harga bukan masalah, itu layak di coba.
berNavas - 23/10/2011 09:21 AM
#17

Bagaimana dgn Green City kkmalus
yodiman - 23/10/2011 11:28 PM
#18

Quote:
buat atap bro.....

biasanya sih pake alumunium foil n lapisan keduanya baru glasswool buat nyerep panas..... tap kalo buat renovasi rumah... agak ribet......

nah ada solusi laen selain pake itu???


Quote:
seingat saya teknologinya Air-Cell masih yang termasuk bagus buat efisiensi radiasi dan konduksi panas. Mungkin sekarang ada yang lebih bagus lagi.
Konsekuensi nya cuma satu, lebih mahal.
Tapi kalau harga bukan masalah, itu layak di coba.


Hmmm, jadi statusnya untuk renovasi yah. Kalo rumah baru lebih mudah, sebab genteng/penutup atap belum dipasang. Belum mencoba sih gw....sedangkan banyak yang mau renov. Nanti gw ekperimen dulu disebuah rumah. (Sedang mencari juga solusi lain)

Quote:
Sebenernya masih menjadi tantangan besar buat perencana bangunan, apalagi yang tinggi untuk menyusun konsep yang lebih spesifik dan unik, gak akan sama dengan konsep2 terapan di belahan bumi lain.
Perilaku dalam berproses, juga perlu dibantu dengan tingkat efisiensi dan efektifitas dalam proses tersebut, lebih2 perawatan bangunan, indonesia masih kacau balau buat hal ini. Hampir semua material yang ditawarkan dari produk luar, tingkat nominalnya tinggi sekali alias muahal. Ujung2nya jadi mahal itu produk dibanding efesiensi daya energi yang didapat.


Bener, ini nih yang biasanya membuat bangunan jadi mahal. Green Building seharusnya mengangkat produk material lokal. Ada penelitian milik Davis Langdon yang menyatakan bahwa justru yang mahal adalah gedung konvensional. iloveindonesia

Quote:
Original Posted By berNavas
Bagaimana dgn Green City kkmalus


Green City itu tingkat yang sudah lanjut. Tahapan Green dimulai dari skala yang terkecil adalah Green Interior >-- Green Building >-- Green District >-- Green City. Saat ini ada Green City Index untuk mengukur tingkat Green suatu kota. Yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah Walikotanya. Jakarta tempo hari pernah diukur oleh litbang DKI. Hasilnya.......(tidak tega memberitahunya....haha...masih jauuh deh dari Copenhagen). Untuk Green District/Kawasan Urban bisa melihat acuan seperti LEED for Neighbourhood Development. Penilaian ini ada batasannya, yaitu tidak lebih dari 4000 Ha.
Ada 3 hal untuk mencapai Green Urban Development, yaitu:
1. Green Building di kawasan tersebut (Nggak lucu khan kalo satu kota
bangunannya boros listrik dan air semua).
2. Green Infrastructures (Dalam hal ini, paling utama adalah adanya
PEDESTRIAN, RTH juga ada namun BUKAN yang utama, kenyataannya saat
ini penilaian atas dasar RTH masih dianggap sebagai hal yang utama).
3. Community Development (peningkatan kualitas hidup masyarakat, nggak
lucu juga kalo udah green city tapi banyak pengemis/gelandangan).

share dari kawan yang baru pulang Workshop LEED Neighbourhood Development
sansinos - 24/10/2011 10:56 PM
#19

Quote:
Original Posted By yodiman
Hmmm, jadi statusnya untuk renovasi yah. Kalo rumah baru lebih mudah, sebab genteng/penutup atap belum dipasang. Belum mencoba sih gw....sedangkan banyak yang mau renov. Nanti gw ekperimen dulu disebuah rumah. (Sedang mencari juga solusi lain)


ditunggu infonya kalau dapet solusi lain yang lebih oke gan.
sebeneranya ada prinsip yang kurang pas.
banyak orang ribet sama masalah pemantulan panas atau penyerapan panas.
padahal point pentingnya adalah menyalurkan panas tersebut.
hexadead - 25/10/2011 10:53 AM
#20

Quote:
Original Posted By Jolledong
buat atap bro.....

biasanya sih pake alumunium foil n lapisan keduanya baru glasswool buat nyerep panas..... tap kalo buat renovasi rumah... agak ribet......

nah ada solusi laen selain pake itu???



ribet diawal tapi zero percent maintenance.
:toast
Page 1 of 5 |  1 2 3 4 5 > 
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Green Building Design