Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Green Building Design
Total Views: 8714 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

christianr - 25/10/2011 11:44 PM
#21

nice info gan ada yg bahas tentang green design
saya mau nanya kalo mendisain topical green design house aspek-aspekapa saja yang perlu diperhatikan sih?
saya si taunya cuman harus banyak bukaan ama material seramah mungkin, dan pengambilan energi yang seefisien mungkin
rencana sih mau design bangunan kaca kalo ada buku, ebook, ato web mohon dikasitau sebagai sumber acuan. Terima kasih....
purearsitek - 27/10/2011 03:16 PM
#22

Quote:
Original Posted By christianr
nice info gan ada yg bahas tentang green design
saya mau nanya kalo mendisain topical green design house aspek-aspekapa saja yang perlu diperhatikan sih?
saya si taunya cuman harus banyak bukaan ama material seramah mungkin, dan pengambilan energi yang seefisien mungkin
rencana sih mau design bangunan kaca kalo ada buku, ebook, ato web mohon dikasitau sebagai sumber acuan. Terima kasih....


ikut nyimak ya gan

salam berkarya
:toast
hexadead - 27/10/2011 05:24 PM
#23

Quote:
Original Posted By christianr
nice info gan ada yg bahas tentang green design
saya mau nanya kalo mendisain topical green design house aspek-aspekapa saja yang perlu diperhatikan sih?
saya si taunya cuman harus banyak bukaan ama material seramah mungkin, dan pengambilan energi yang seefisien mungkin
rencana sih mau design bangunan kaca kalo ada buku, ebook, ato web mohon dikasitau sebagai sumber acuan. Terima kasih....


coba PM aja TS nya. mungkin pertanyaanya bisa terjawab.
:toast
Senavas - 31/10/2011 12:23 AM
#24

Quote:
Original Posted By christianr
nice info gan ada yg bahas tentang green design
saya mau nanya kalo mendisain topical green design house aspek-aspekapa saja yang perlu diperhatikan sih?
saya si taunya cuman harus banyak bukaan ama material seramah mungkin, dan pengambilan energi yang seefisien mungkin
rencana sih mau design bangunan kaca kalo ada buku, ebook, ato web mohon dikasitau sebagai sumber acuan. Terima kasih....


Soal green building design sepertinya tak lepas dari green arsitekture itu sendiri.
green building tak bisa dipisahkan dari green architecture. Karena mungkin cuma konsepnya aja.

yang dimaksud green building tidak hanya hemat energi tapi juga hemat air, melestarikan sumber daya alam, dan meningkatkan kualitas udara.
Sementara green architecture adalah bagaimana mengubah empat hal itu menjadi seni yang berkesinambungan.
green architecture adalah adalah sebuah tema yang dipakai dalam sebuah perancangan.
turunannya bisa bermacam2.

peran arsitek lah dituntut bagaimana memadukan elemen-elemen menjadi satu kesatuan yang green.
1. Hemat energi
2. Memperhatikan kondisi iklim
3. Penggunaan material bangunan dengan mempertimbangkan aspek perlindungan ekosistem dan sumber daya alam
4. Tidak berdampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan pengguna bangunan
5. Merespon keadaan tapak dari bangunan
6. Menerapkan/menggunakan prinsip-prinsip yang ada secara keseluruhan / Holism

''Bagaimana menjadikan green building yang estetis''
clark21 - 01/11/2011 03:26 PM
#25

Quote:
Original Posted By christianr
nice info gan ada yg bahas tentang green design
saya mau nanya kalo mendisain topical green design house aspek-aspekapa saja yang perlu diperhatikan sih?
saya si taunya cuman harus banyak bukaan ama material seramah mungkin, dan pengambilan energi yang seefisien mungkin
rencana sih mau design bangunan kaca kalo ada buku, ebook, ato web mohon dikasitau sebagai sumber acuan. Terima kasih....


pada ngomongin green design/architecture/building, ane malah baru baca thread ini..

ok, ane bakal coba terangkan sekilas, kalo kurang bisa PM ane ya, apa yang ane coba kasih tau ane dapet dari kuliah, dan kebetulan baru2 ini ane ikut ngadain seminar tentang aplikasi green architeture, yang objeknya adalah Gedung Teknologi Gas di kompleksnya Lemigas, jalan Cipulir. Gedung itu official dari GBCI adalah gedung yang diberi penilaian silver certificate untuk green building, certificate nya sendiri belum di berikan resmi, karena mereka menambah beberapa elemen hijau baru di bangunannya, sehingga bisa jadi penilaian mereka akan jadi Gold certificate. Kalo gedung PU memang gedung pemerintah yang dibangun dengan berdasarkan penilaian green certificate dari GBCI (green Building Council Indonesia) tapi BUKAN yang pertama dan satu2nya, selain Gedung Teknologi Gas, ada juga Kedutaan Austria. Wisma Dharmala / Intiland Tower emang keliatannya desainnya sangat ramah lingkungan tapi belum disertifikasi oleh GBCI.

ok, lanjut ke masalah green architecture.. ada 2 cara/sistem :
1. Passive Design
2. Active Design

1. Passive Design.
contohnya: pengaturan massa yang menghindari arah panas matahari yang dominan (arah barat-timur), bukaan yang besar, pengaturan flow udara, adanya ruang di langit2 untuk sirkulasi udara panas, mncegah panas/sinar matahari SECARA LANGSUNG ke arah jendela / dinding, dengan pemberian sirip2 vertikal atau horizontal, pengaturan susunan koridor (single atau double banks) pemberian elemen2 vegetasi ataupun air untuk menurunkan iklim di sekitar bangunan (iklim mikro), penggunaan warna cat dinding yang mampu menghindarkan terjadinya efek heat island. Intinya adalah bagaimana mencoba mendesain dengan pendekatan ramah lingkungan berangkat dari desain itu sendiri, tanpa bantuan alat2 mekanis atau teknologi.

2. Active Design.
Nah yang ini baru pendekatan dengan bantuan alat mekanis/ teknologi seperti penggunaan photovoltaic, sumber energi terbarukan, insulasi - insulasi, hingga pada automation building, misalnya sistem tirai yang otomatis, sirip bangunan yang otomatis bergerak mengikuti arah matahari, hingga penggunaan pencahayaan buatan yang otomatis tergantung besaran lumen di ruangan tersebut.

Sebagai arsitek, kita DITUNTUT untuk mendesain green building ini berangkat dari Passive Design, bukan dari active design!!

Dan semua ini berlaku juga di high rise building, penggunaan kaca is ok, tapi mengatur massa bangunan supaya area yang full kaca tidak berada di jalur pergerakan matahari kan bisa. Kemudian membuat core / lubang / void taman di tengah bangunan tinggi sebagai alur sirkulasi udara panas, itu termasuk pendekatan passive design.

Green Building Design

Bangunan karya Sir Norman Foster di atas adalah high rise building yang termasuk green building

Green Building Design

Nah kalo yang ini gedung teknologi gas, di komplek Lemigas.


Jadi, menarik kan isu soal Green architecture ini? walaupun sulit dan banyak yang bilang mahal, itu kalau hanya lihat dari segi active design saja, tapi kalau dari passive design, sangat murah, bahkan sudah dipraktekkan kok oleh pendahulu2 kita dalam arsitektur vernakular mereka. Yuk coba!

shakehand2 :2thumbup beer:
sansinos - 02/11/2011 01:50 AM
#26

Green architecture ini di indonesia masih kebanyakan sebatas teori.
Mungkin lebih mudah kalau terapannya di skala kecil seperti hunian.
Tapi saat diaplikasi ke bangunan komersial dengan konsumsi daya yang besar, konsep ini masih jauh dari taget. imho yak.
rempeyeks - 03/11/2011 12:19 AM
#27

Quote:
Original Posted By clark21
pada ngomongin green design/architecture/building, ane malah baru baca thread ini..

ok, ane bakal coba terangkan sekilas, kalo kurang bisa PM ane ya, apa yang ane coba kasih tau ane dapet dari kuliah, dan kebetulan baru2 ini ane ikut ngadain seminar tentang aplikasi green architeture, yang objeknya adalah Gedung Teknologi Gas di kompleksnya Lemigas, jalan Cipulir. Gedung itu official dari GBCI adalah gedung yang diberi penilaian silver certificate untuk green building, certificate nya sendiri belum di berikan resmi, karena mereka menambah beberapa elemen hijau baru di bangunannya, sehingga bisa jadi penilaian mereka akan jadi Gold certificate. Kalo gedung PU memang gedung pemerintah yang dibangun dengan berdasarkan penilaian green certificate dari GBCI (green Building Council Indonesia) tapi BUKAN yang pertama dan satu2nya, selain Gedung Teknologi Gas, ada juga Kedutaan Austria. Wisma Dharmala / Intiland Tower emang keliatannya desainnya sangat ramah lingkungan tapi belum disertifikasi oleh GBCI.

ok, lanjut ke masalah green architecture.. ada 2 cara/sistem :
1. Passive Design
2. Active Design

1. Passive Design.
contohnya: pengaturan massa yang menghindari arah panas matahari yang dominan (arah barat-timur), bukaan yang besar, pengaturan flow udara, adanya ruang di langit2 untuk sirkulasi udara panas, mncegah panas/sinar matahari SECARA LANGSUNG ke arah jendela / dinding, dengan pemberian sirip2 vertikal atau horizontal, pengaturan susunan koridor (single atau double banks) pemberian elemen2 vegetasi ataupun air untuk menurunkan iklim di sekitar bangunan (iklim mikro), penggunaan warna cat dinding yang mampu menghindarkan terjadinya efek heat island. Intinya adalah bagaimana mencoba mendesain dengan pendekatan ramah lingkungan berangkat dari desain itu sendiri, tanpa bantuan alat2 mekanis atau teknologi.

2. Active Design.
Nah yang ini baru pendekatan dengan bantuan alat mekanis/ teknologi seperti penggunaan photovoltaic, sumber energi terbarukan, insulasi - insulasi, hingga pada automation building, misalnya sistem tirai yang otomatis, sirip bangunan yang otomatis bergerak mengikuti arah matahari, hingga penggunaan pencahayaan buatan yang otomatis tergantung besaran lumen di ruangan tersebut.

Sebagai arsitek, kita DITUNTUT untuk mendesain green building ini berangkat dari Passive Design, bukan dari active design!!

Dan semua ini berlaku juga di high rise building, penggunaan kaca is ok, tapi mengatur massa bangunan supaya area yang full kaca tidak berada di jalur pergerakan matahari kan bisa. Kemudian membuat core / lubang / void taman di tengah bangunan tinggi sebagai alur sirkulasi udara panas, itu termasuk pendekatan passive design.

Green Building Design

Bangunan karya Sir Norman Foster di atas adalah high rise building yang termasuk green building

Green Building Design

Nah kalo yang ini gedung teknologi gas, di komplek Lemigas.


Jadi, menarik kan isu soal Green architecture ini? walaupun sulit dan banyak yang bilang mahal, itu kalau hanya lihat dari segi active design saja, tapi kalau dari passive design, sangat murah, bahkan sudah dipraktekkan kok oleh pendahulu2 kita dalam arsitektur vernakular mereka. Yuk coba!

shakehand2 :2thumbup beer:


nah ini dia gan passive design yang sedang ane cari2,,barangkali bisa share mengenai artikel2 terkait climate modifier yang lebih jelas shakehand
hexadead - 03/11/2011 04:21 PM
#28

Quote:
Original Posted By rempeyeks
nah ini dia gan passive design yang sedang ane cari2,,barangkali bisa share mengenai artikel2 terkait climate modifier yang lebih jelas shakehand



menarik. climate modifier.
saya cuma bisa mantau dulu. maklum nubie.
:toast
yodiman - 03/11/2011 08:26 PM
#29

Quote:
Original Posted By christianr
nice info gan ada yg bahas tentang green design
saya mau nanya kalo mendisain topical green design house aspek-aspekapa saja yang perlu diperhatikan sih?
saya si taunya cuman harus banyak bukaan ama material seramah mungkin, dan pengambilan energi yang seefisien mungkin
rencana sih mau design bangunan kaca kalo ada buku, ebook, ato web mohon dikasitau sebagai sumber acuan. Terima kasih....


Perhatikan dari berbagai aspek, selain yang disebutkan di atas, misalnya:

1. Kemanakah orientasi dominan bukaan rumah? Sebaiknya hindari bukaan langsung yang banyak ke arah barat-timur

2. Seberapa besar KDB dan KDHnya? Sebaiknya desain dengan mempertahankan KDH > 30%, termasuk apabila nanti ada pengembangan rumah

3. Mengetahui seberapa besar perkiraan air yang digunakan? sebaiknya gunakan WC hemat air dual flush, keran air yang beraliran rendah diwastafel,dapur.

4.Merencanakan tempat jemur pakaian (hal ini lagi issue di menpera lho...)

5. Apakah rumah memang didesain pakai AC atau tidak, kalau desain tidak pakai AC jangan diberi AC karena beban untuk pendinginan jadi besar karena volume ruangan jadi besar. Apabila desain pakai AC, jangan membuat plafon tinggi. Apabila tidak menggunakan AC, desainlah plafon yang tinggi agar panas dapat dibuang lewat lubang ventilasi atas pintu.

6. Memikirkan bagaimana nanti perawatan rumahnya. Genting terlalu curam akan sulit untuk diperbaiki apabila terjadi masalah di atap.

7. Perhatikan aspek keamanan rumah, jangan mengganggu keindahan dan jangan kayak benteng. Hal ini menimbulkan kesan tidak ramah kepada lingkungan sosial sekitar rumah.

Sebagai acuan, buku Heinz Frick sebagai acuan arsitektur ekologis sangat bagus, ditambah buku2 tentang mechanical-elektrikal (saya baca yang untuk gedung, Ben Stein & J. Reynolds). Cari di youtube mengenai "How the building change" juga bagus mempelajari perubahan modernitas di rumah.
gilangblue - 04/11/2011 08:59 PM
#30

SAYEMBARA BERHADIAH 100JT GAN

https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=11318078
yodiman - 14/11/2011 12:10 PM
#31
Konservasi air dari desain kamar mandi
Green Building Design
Kamar mandi adalah hal yang tidak boleh dilupakan dalam aspek perencanaan desain. Terkadang, kamar mandi diibaratkan sebagai sesuatu yang jorok dan kotor yang sebaiknya disembunyikan di belakang rumah. Paradigma ini yang menyebabkan lahirnya terminologi minta izin "ke belakang" apabila kita ingin ke WC. Terminologi "kamar kecil" juga melekat kepada kamar mandi. Walaupun kenyataannya banyak kamar mandi yang lebih besar ukurannya dari kamar tidur. Dalam Green Design, kembali tidak hanya keindahan semata yang melekat kepada kenyamanan kamar mandi. Tetapi aspek yang tidak terlihat seperti:
1. Kualitas fixtures yang hemat air, yaitu:
- Menggunakan WC yang dual flush dengan max 4,5 L/flush
- Menggunakan keran washtafel dengan debit max 8 liter/menit, lebih baik
apabila menggunakan keran yang dapat menutup sendiri (autostop)
- Menggunakan shower yang dibawah 7 liter/menit
2. Pencahayaan kamar mandi yang sebaiknya cukup terang untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kamar mandi
3. Desain pembedaan area basah dan area kering, sebaiknya area kering untuk penempatan WC untuk menjaga higienitas dan mempermudah proses perawatan dan pembersihan.
4. Adanya pegangan/railing pada tembok samping bathtub atau shower, untuk mencegah terpeleset.
5. Ventilasi yang cukup untuk mengatasi kelembaban dan menjaga kesegaran udara.
6. Menggunakan shower ternyata berpotensi membuat mandi lebih hemat daripada menggunakan gayung. Rata-rata orang mandi menggunakan gayung dapat menghabiskan air sebanyak 20-40 liter setiap mandinya. Sedangkan memakai shower bisa sekitar 10-30 liter setiap mandinya.
7. Merencanakan penempatan peralatan mandi (sabun, shampoo, tissue, sikat gigi, sikat badan, pasta gigi, dll) dari awal perencanaan.
8. Gunakan pembersih ruangan kamar mandi yang ramah lingkungan, dan tidak berbahaya bagi kesehatan sang pembersih.
yodiman - 23/12/2011 03:10 PM
#32
Lansekap Besar = Penggunaan air yang banyak?
Next >Issue- Lansekap
yodiman - 23/12/2011 03:10 PM
#33
Lansekap Besar = Penggunaan air yang banyak?
Green Building Design

Banyak yang mengupayakan pencapaian Green Building dari besarnya luas penghijauan dalam suatu area gedung. Seakan-akan, belum dapat disebut "Green Building" kalau tidak ada penghijauan yang dilakukan terhadap bangunan tersebut. Memang benar, tanaman lansekap sendiri memberikan benefit yang banyak sekali, misalnya sebagai penghasil oksigen, penyerap air, penjerap polutan, keindahan, penimbul wewangian, dan lain-lain.

Penerapan penghijauan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai hal, dan yang paling populer saat ini adalah penerapan Green Roof. Green Roof tersebut biasanya dihiasi dengan suatu jenis rumput. Seakan-akan ini adalah hal yang populer sekarang. Padahal, sejak dulu udah diterapkan biasanya untuk hotel dengan arena kolam renang dan rekreasi di lantai atas.
Green Building Design
Perlu disadari pula, penerapan penghijauan untuk Green Building sebenarnya bukan tantangan yang mudah. Selain dari urusan teknis, urusan non teknis juga menjadi tantangan tersendiri. Lahan hijau tak terbangun, dapat menjadi "potensi" untuk mengembangkan gedung menjadi lebih luas, sehingga dapat menjadi sumber bisnis baru. Dari segi teknis, besarnya lansekap berimbang dengan banyaknya air yang harus digunakan untuk menyiram tanaman tersebut. Selain itu, kelembaban yang dihasilkan dari lansekap dapat mempengaruhi banyaknya uap air yang masuk melalui sistem ventilasi, atau dari AHU AC. Banyaknya tanaman juga berpotensi sebagai sarang hewan yang dapat menjadi hama seperti nyamuk, lalat, semut, dan serangga-serangga lainnya.
Green Building Design
Kembali mengenai air, untuk penyiraman tanaman, banyaknya air untuk penyiraman tanaman dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: Luas lansekap, tema taman dan pemilihan jenis tanaman, pengetahuan petugas pertamanan, teknologi penyiraman, dan lain sebagainya. Green Building yang benar tidak hanya menggunakan tanaman sebanyak-banyakya, tetapi bagaimana menyeimbangkan fungsi tanaman dan fungsi bangunan.
sansinos - 24/12/2011 07:25 AM
#34

Quote:
Original Posted By yodiman
Green Building Design

Banyak yang mengupayakan pencapaian Green Building dari besarnya luas penghijauan dalam suatu area gedung. Seakan-akan, belum dapat disebut "Green Building" kalau tidak ada penghijauan yang dilakukan terhadap bangunan tersebut. Memang benar, tanaman lansekap sendiri memberikan benefit yang banyak sekali, misalnya sebagai penghasil oksigen, penyerap air, penjerap polutan, keindahan, penimbul wewangian, dan lain-lain.

Penerapan penghijauan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai hal, dan yang paling populer saat ini adalah penerapan Green Roof. Green Roof tersebut biasanya dihiasi dengan suatu jenis rumput. Seakan-akan ini adalah hal yang populer sekarang. Padahal, sejak dulu udah diterapkan biasanya untuk hotel dengan arena kolam renang dan rekreasi di lantai atas.
Green Building Design
Perlu disadari pula, penerapan penghijauan untuk Green Building sebenarnya bukan tantangan yang mudah. Selain dari urusan teknis, urusan non teknis juga menjadi tantangan tersendiri. Lahan hijau tak terbangun, dapat menjadi "potensi" untuk mengembangkan gedung menjadi lebih luas, sehingga dapat menjadi sumber bisnis baru. Dari segi teknis, besarnya lansekap berimbang dengan banyaknya air yang harus digunakan untuk menyiram tanaman tersebut. Selain itu, kelembaban yang dihasilkan dari lansekap dapat mempengaruhi banyaknya uap air yang masuk melalui sistem ventilasi, atau dari AHU AC. Banyaknya tanaman juga berpotensi sebagai sarang hewan yang dapat menjadi hama seperti nyamuk, lalat, semut, dan serangga-serangga lainnya.
Green Building Design
Kembali mengenai air, untuk penyiraman tanaman, banyaknya air untuk penyiraman tanaman dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: Luas lansekap, tema taman dan pemilihan jenis tanaman, pengetahuan petugas pertamanan, teknologi penyiraman, dan lain sebagainya. Green Building yang benar tidak hanya menggunakan tanaman sebanyak-banyakya, tetapi bagaimana menyeimbangkan fungsi tanaman dan fungsi bangunan.


mantau dulu kk, potensi problem dan solusi nya beer:
darkskyfire - 24/12/2011 10:37 AM
#35

threadnya kerenn banget Gan
bisa banyak belajar dari sini
terimakasih sharingnya cendols
izin.bangunan - 24/12/2011 11:47 AM
#36

Quote:
Original Posted By darkskyfire
threadnya kerenn banget Gan
bisa banyak belajar dari sini
terimakasih sharingnya cendols


Sama gan minta izin mantau buat pembelajaran ya gan.. ane lagi mau ambil tesis green building di indonesia.. (tapi baru baca-baca).. jadi izin mantau ya gan..

Thanks iloveindonesias
darkyojimbo - 28/12/2011 09:38 AM
#37

Permisi donk, saya lagi pingin bangun tempat usaha dengan green roof.. Saya sempat baca" di internet klo mau perlu dipasang lapisan untuk root proof, trus utk irigasi dan waterproof dan insulasi jg..
Kira" bisa didapatkan dimana ya klo di Indonesia? Atau yang mana yang terbaik?
Ini saya bukan untuk komersial tp bangun sendiri.. Hehe

Thx \)
javanish - 28/12/2011 09:53 AM
#38

Ok nih Gann...
yodiman - 28/12/2011 10:30 AM
#39

Quote:
Original Posted By darkskyfire
threadnya kerenn banget Gan
bisa banyak belajar dari sini
terimakasih sharingnya cendols


Quote:
Original Posted By izin.bangunan
Sama gan minta izin mantau buat pembelajaran ya gan.. ane lagi mau ambil tesis green building di indonesia.. (tapi baru baca-baca).. jadi izin mantau ya gan..

Thanks iloveindonesias


Terima kasih. Ada hal yang ingin dibahas disini? Gw bisa sharing tentang masalah proyek2 terkait Green Building.

Quote:
Original Posted By darkyojimbo
Permisi donk, saya lagi pingin bangun tempat usaha dengan green roof.. Saya sempat baca" di internet klo mau perlu dipasang lapisan untuk root proof, trus utk irigasi dan waterproof dan insulasi jg..
Kira" bisa didapatkan dimana ya klo di Indonesia? Atau yang mana yang terbaik?
Ini saya bukan untuk komersial tp bangun sendiri.. Hehe

Thx \)


Pertama, tentukan dulu Jenis Green Roofnya, apakah tipe ekstensif (perhatian dan perawatan minim) atau tipe intensif (butuh perhatian khusus, biasanya buat yang hobi tanaman).

Yang perlu diperhatikan dalam membangun Green Roof adalah pilihlah tanaman yang tahan panas dengan sinar matahari melimpah, tidak butuh air terlalu banyak, Segala jenis tanaman bisa ditanam kok. Umumnya menggunakan rumput. Bisa beli bibitnya di tukang tanaman pinggir jalan, jenis rumput mini gajah biasa, zoysea matrella, rumput manila, rumput embun tepi pantai, dll... Sekarang yang sedang "in" ditanam tanaman sayur seperti kangkung, cabe, dll.

Yang penting ada 4 lapisan yang mendasar yang perlu diperhatikan.
1. Lapisan tanah (medium irigasi)
2. Lapisan membran filter
3. Lapisan drainasi
4. Lapisan kedap air (water proffing).

Tebalnya lapisan tanah disesuaikan dengan kekuatan struktur atap itu sendiri. Gunakan lapisan tipis dengan tanaman rumput apabila untuk standar atap ruko. Perhitungkan beban tanah dengan baik.

Lebih lanjut untuk roof garden, untuk drainase bisa menggunakan Versi Drain atau Turfpave. Hubungi saja Trisigma Indonusa (www.trisigma.co.id)
Untuk konsultan Green roof, bisa coba ke www.tropicagreeneries.com
yodiman - 11/01/2012 11:42 AM
#40
Green Contractors
Banyak yang bertanya mengenai Green Contractors itu apa? Apakah sudah cukup dengan melaksanakan proses konstruksi ramah lingkungan? Apa standar Internasionalnya?
Untuk di Indonesia, langkah tersebut masih dicari. Predikat Green Contractor masih sebatas klaim diri sendiri, dengan papan-papan proyek bertema Green, melaksanakan ISO 14001, beserta upaya mandiri dalam melindungi lingkungan.
Green Building DesignGreen Building Design
Mari kita ambil contoh kasus di luar negeri. Untuk penetapan apakah suatu kontraktor tersebut adalah Green Contractors atau bukan, terdapat sistem sertifikasi. Kalau di Amerika, sertifikasi dikeluarkan oleh ABC (Associated Builders and Construction). Terdapat pula award yang dikeluarkan oleh asosiasi, pemerintah, dan media, misalnya Hongkong ArchSD Green Contractors award year 20xx, Penghargaan Sustainable Construction dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), ENR Top Green Contractors, dan lain-lain.

Dalam pembangunan Green Building, aspek Green Contractors sangatlah penting saat ini. Terlebih lagi, semenjak pembangunan Green Building di Indonesia yang marak, dimana dalam dokumen tender telah disyaratkan adanya ahli lingkungan dari pihak kontraktor. Dampak tersebut terlihat dari banyaknya personil kontraktor mengikuti pelatihan professional mengenai Green Building.
Green Building Design
Masih banyak keterbatasan pengetahuan dalam pelaksanaan Green Contractors. Banyak yang mengira hanya sebatas pemilahan limbah konstruksi. Namun, dalam pelaksanaan Green Building, peran kontraktor sangat berarti dalam menangani masalah material. Peran dari bagian Quantity surveyor terkait pencatatan barang yang masuk harus lebih detail karena adanya aspek Green dalam material misalnya:
1. Sumber material, seberapa jauh material tersebut diperoleh >-- berpengaruh ke Carbon Footprint,
2. Banyaknya material yang menggunakan Green label,
3. Dokumentasi legalitas material kayu,
4. Banyaknya material daur ulang atau material bekas yang digunakan,

Dari pihak HSE, diperlukan laporan yang jelas mengenai pelaksanaan Green Contractor, yaitu:
1. Mekanisme pembuangan sampah konstruksi,
2. Mekanisme sanitasi pekerja konstruksi,
3. Mekanisme pembuangan air dewatering,
4. Mekanisme penggunaan energi dalam proyek,

Tantangan pengesahan Green Contractor di Indonesia melalui pihak ke 3, diharapkan dapat ditempuh melalui beberapa kemungkinan metode. Menurut anda, pilihan manakah yang terbaik?
a. Green Contractor Certification dari Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), atau Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI), atau LPJK
b. Penetapan Standar Green Contractor dari BSN sebagai SNI
c. Green Contractor Certification dari organisasi lingkungan seperti Green Building Council Indonesia
d. Pengesahan Green Contractor dari Kementrian Lingkungan Hidup atau Kementrian Pekerjaan Umum
Page 2 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Green Building Design