Arsitektur
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Green Building Design
Total Views: 8714 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 

javanish - 27/01/2012 11:09 AM
#41

Gan...perpustakaan UI Green gak tuh?
yodiman - 27/01/2012 11:30 AM
#42
First Certified New Green Building in Indonesia - Dahana
Tanggal 20 Januari 2012, berlokasi di Subang Jawa Barat, GBC Indonesia menganugerahkan sertifikat resmi Green Building untuk yang pertama kalinya bagi sebuah bangunan baru. Gedung tersebut adalah gedung Energetic Material Centre, kantor manajemen pusat (Kampus) PT. Dahana (Persero).
PT. Dahana sendiri adalah perusahaan BUMN yang bergerak di Industri bahan peledak untuk keperluan pertambangan. Sesuai dengan komitmen perusahaan yang menuju ke industri peledak yang semakin aman dan semakin menuju ke arah yang lebih ramah lingkungan, PT. Dahana berinisiatif untuk membangun sebuah bangunan dengan konsep Green Building.
Green Building Design
Fitur-fitur Green Building yang diterapkan pada PT. Dahana menempatkan pada posisi 83% dari penilaian. Hasil tersebut membuahkan diperolehnya peringkat Platinum penilaian GREENSHIP New Building, dari Green Building Council Indonesia.
Green Building Design
Fitur-fitur Green yang diterapkan di Dahana antara lain:
1. Konsumsi energi yang sangat rendah, yaitu 131 kWh/m2 per tahun.
2. Sumber air menggunakan air sungai dengan pengolahan mandiri, air hujan, dan air kondensasi AC.
3. Pada siang hari tidak menggunakan lampu, dengan fitur lux sensor dan ditambah sensor gerak untuk mendeteksi keberadaan manusia.
4. Penggunaan dual flush yang menggunakan air daur ulang.
5. Penggunaan keran air sistem tekan yang dapat menutup sendiri.
6. Penyiraman tanaman dengan air daur ulang, dengan penyiraman sprinkler yang memiliki sensor kelembaban tanah agar pada saat hujan tidak perlu disiram.
7. Fasiltas pedestrian yang teduh dari tanaman rambat hingga ke jalan utama
8. Zero run off, dengan mengalirkan air hujan ke kolam ikan di sekeliling bangunan, sisanya mengalir ke lansekap.
9. Sumber tanaman adalah tanaman hasil budidaya di sekitar proyek
10. 60% dari luas area bangunan adalah area hijau (termasuk Green roof).
11. Menggunakan AC dengan refrigeran HFC yang ramah ozon
12. Penggunaan material ramah lingkungan, termasuk kayu yang bersertifikat legal, menggunakan prefab material.
13. Dilarang merokok di seluruh area gedung, termasuk pengawasan lebih dari satpam gedung.
14. Ventilasi yang cukup, dengan sistem deteksi kadar CO2.
15. Perencanaan manajemen perawatan untuk menjaga kualitas Green Building agar tetap berkelanjutan.
16. Pemisahan sampah organik dan non-organik, diteruskan dengan pengomposan mandiri, kerjasama dengan pengepul setempat untuk sampah non-organik yang dapat didaur ulang, dan kerjasama dengan perusahaan pengolahan limbah B3.
17. Kenyamanan adalah yang utama, dengan dilakukannya survey berkala kepada penghuni terkait kenyamanan gedung, serta sistem tindak lanjutnya.
18. Adanya fasilitas parkir sepeda yang digunakan untuk transportasi pekerja dari rumah (mess) ke gedung, atau ke laboratorium lain.
19. Gedung dibangun tahan gempa, sistem penanganan kebakaran yang ketat, dan memfasilitasi akses untuk penyandang cacat.
20. 80% material bangunan berasal dari dalam negeri, ditambah dengan adanya sertifikat ISO 14001 pada pabrik material bangunan tersebut dari 32% seluruh material bangunan.
Green Building DesignGreen Building Design
PT. Dahana berupaya untuk menjadikan EMC ini sebagai Green Building dengan peringkat tertinggi hingga 10 tahun kedepan. Diharapkan dengan adanya Green Building yang sesungguhnya di Indonesia ini, dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan proyek-proyek yang lain. Go Green Indonesia!!!!
iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia :selamat:2thumbup:2thumbup:rate5:rate5
hees_20082008 - 07/02/2012 11:01 PM
#43

Salam Green Pak,

Pak Yodi, nampaknya sertifikasi dahana ini kurang booming.. Ada baiknya dibuat di thread baru pak. Kalo hanya di posting di thread orang jg ga akan lebih banyak mengetahui pak.

Kebetulan saya dari PP yg menangani langsung proses pengumpulan dokumen karena saya dari tim proyeknya.

Mohon pak untuk lebih di booming kan lagi dengan thread baru..

Salam Green.. Green Building Design
archipong - 08/02/2012 12:03 PM
#44

wah, keren bgt tuh gedung EMC
moga2 nantinya byk yg ngikutin pk konsep green building
thumbup:
yodiman - 14/02/2012 05:27 PM
#45

Quote:
Original Posted By hees_20082008
Salam Green Pak,

Pak Yodi, nampaknya sertifikasi dahana ini kurang booming.. Ada baiknya dibuat di thread baru pak. Kalo hanya di posting di thread orang jg ga akan lebih banyak mengetahui pak.

Kebetulan saya dari PP yg menangani langsung proses pengumpulan dokumen karena saya dari tim proyeknya.

Mohon pak untuk lebih di booming kan lagi dengan thread baru..

Salam Green.. Green Building Design


Setuju, saya sudah post di thread baru. PT Dahana - First Green Building certified by Greenship.
h3lls0n9 - 09/05/2012 10:03 AM
#46

Quote:
Original Posted By yodiman


Setuju, saya sudah post di thread baru. PT Dahana - First Green Building certified by Greenship.


Pak Yodiman ini = Pak Yodi dari GBCI yah?
Salam pak, saya salah satu tim di proyek PT. Dahana \)
Btw thread soal Dahana saya search dari google udah invalid thread kenapa ya?
bona_09 - 13/05/2012 05:49 PM
#47
OTTV
permisii...salam green...
saya ada pertanyaan nih ttg OTTV...
untuk bangunan berlantai banyak gimana ya cara hitungnya?
apa ottv per lantai dijumlah terus dibagi jumlah lantai atau ottv perlantai dijumlah terus dibagi luas permukaan keseluruhan?
atau bagaimana yah?
mohon pencerahannya.... D
h3lls0n9 - 14/05/2012 11:09 AM
#48

Quote:
Original Posted By bona_09
permisii...salam green...
saya ada pertanyaan nih ttg OTTV...
untuk bangunan berlantai banyak gimana ya cara hitungnya?
apa ottv per lantai dijumlah terus dibagi jumlah lantai atau ottv perlantai dijumlah terus dibagi luas permukaan keseluruhan?
atau bagaimana yah?
mohon pencerahannya.... D


Coba bantu deh yaa.. malus malus

Ga perlu per lantai om ngitungnya, kalo saya biasanya cuma dibagi jadi sisi utara, timur, selatan, sama barat.
Jadi lebih baik dibikin dulu daftarnya material dinding sama kaca dari seluruh bangunan. Nanti dari masing2 material dicari luasannya,terus nilai U-factor dsb deh buat itungan OTTV yang diperlukan. Nanti tinggal dibagi sama total luas dari material tsb deh..

CMIIW
archilest - 14/05/2012 11:37 AM
#49

Quote:
Original Posted By h3lls0n9
Coba bantu deh yaa.. malus malus

Ga perlu per lantai om ngitungnya, kalo saya biasanya cuma dibagi jadi sisi utara, timur, selatan, sama barat.
Jadi lebih baik dibikin dulu daftarnya material dinding sama kaca dari seluruh bangunan. Nanti dari masing2 material dicari luasannya,terus nilai U-factor dsb deh buat itungan OTTV yang diperlukan. Nanti tinggal dibagi sama total luas dari material tsb deh..

CMIIW


adakah software atau aplikasi buat menghitung ottv ini dengan mudah?

lalu hubungan nya eco, green building dengan sustainable ini bagaimanana?
tingkatanya tinggian mana?

maaf banyak nanya,newbie numpang belajar Yb
mohon bimbingan nya \)bs
h3lls0n9 - 14/05/2012 09:18 PM
#50

Quote:
Original Posted By archilest


adakah software atau aplikasi buat menghitung ottv ini dengan mudah?

lalu hubungan nya eco, green building dengan sustainable ini bagaimanana?
tingkatanya tinggian mana?

maaf banyak nanya,newbie numpang belajar Yb
mohon bimbingan nya \)bs


Kalo software setau saya hampir semua energy simulation software bisa kok ngitung OTTV, contohnya paling terkenal tuh energyplus.
Tapi emang hasilnya gak langsung "OTTV=..." gitu gan. Dia outputnya jenis excel, nanti ketemu heat gain through facade setiap zone kalau gak salah (udah lama ga make jadi lupa). Ujung2nya tetep harus dijumlahin, terus dibagi sama luasan facadenya..

Eco disini maksudnya apa ya? Kalau "eco" maksudnya hemat energi, jelas dong sebuah bangunan yang green harus hemat energi. Kalo gak hemat artinya dia makan banyak energi dan gak membantu bumi kita dong D. Kalo sustainable building itu bangunan yang "sadar lingkungan" istilahnya. Jadi dari proses perencanaan, konstruksi, sampai pengoperasian harus memerhatikan isu-isu lingkungan juga.

Mungkin untuk lebih jelasnya soal green and sustainable building bisa dijawab sama Pak Yodiman langsung deh, saya lebih tau soal teknis itung2annya soalnya hammers hammers
yodiman - 22/05/2012 06:26 PM
#51

Quote:
Original Posted By h3lls0n9
Pak Yodiman ini = Pak Yodi dari GBCI yah?
Salam pak, saya salah satu tim di proyek PT. Dahana \)
Btw thread soal Dahana saya search dari google udah invalid thread kenapa ya?


Haha...Iya, Kaskusers jg saya. Salam h3lls0n9, dari tim Bu Santi ya?
Saya juga tidak tahu kenapa sudah invalid. Mungkin gara2 kaskus yang lagi error. Kalau ada yang cari info dibawa kesini aja.
yodiman - 22/05/2012 07:16 PM
#52

Banyak yang bilang Eco itu tentang "Ekologis" dan Green tentang "Hijau" tanaman. Namun, menurut saya Eco dan Green sama saja, bedanya hanya kata-kata. Keduanya berprinsip kepada ajakan kepedulian lingkungan. Banyak buku dan sumber literatur menjelaskan hal ini. Namun, kalau disimak isinya akan sama saja.

Mengenai posisi Green dan Sustainable, bisa dilihat dari gambar berikut:
Green Building Design
Jadi, Green Building itu komponen dari berbagai ilmu2 "Green" yang lain. Kalau di gambar di atas, komponennya adalah Green Arsitektur, Green Contractor, Green ICT (yang paling populer 3 ini). Masih bannyaaak lagi kalau diteruskan. Masih ada Green Landscaping, Green Plumbing, Green BIM, dll....Sedangkan sustainable building berada level lebih tinggi lagi dari Green Building. Untuk referensi silahkan baca buku Adams E. Williams tentang "Sustainable Design".
Kalau ingin banyangan nyata dari Sustainable Building, buka aja pedoman Sustainable Building dari https://ilbi.org/lbc. Kalau bisa memenuhi semuanya, bangunan tersebut pantas disebut Sustainable Building. Kalau tidak bisa semuanya, maka disebut Green Building.

Untuk OTTV, perhitungannya ada beberapa versi. Bisa menggunakan versi yang menggunakan WWR (Window Wall Ratio) atau tidak. Bisa OTTV atau RTTV (cara itungnya sama aja). Silahkan ikuti SNI 03-6389-2000, atau buka web tentang cara hitung OTTV. Kalau di thread ini, nanti dibahas terpisah.
Kalau dari software, coba dari Ecotect atau Integrated Environment Solution (Gw jg baru mau coba keduanya). Hasilnya nanti seperti gambar berikut:
Green Building Design
Dalam GREENSHIP NB 1.1, diwajibkan menghitung OTTV agar para arsitek tahu strategi untuk mengurangi panas pada gedung (untungnya sudah mulai paham). Dari gambar diatas, diketahui 30% bisa lebih adem kalau dibuat stepped. Hanya rubah disain dikit, segera tahu perubahannya. Gitulah enaknya kalau software, kalau manual make Excel, rubah dikit, mabok revisi perhitungannya.
archilest - 22/05/2012 07:57 PM
#53

Quote:
Original Posted By h3lls0n9
Kalo software setau saya hampir semua energy simulation software bisa kok ngitung OTTV, contohnya paling terkenal tuh energyplus.
Tapi emang hasilnya gak langsung "OTTV=..." gitu gan. Dia outputnya jenis excel, nanti ketemu heat gain through facade setiap zone kalau gak salah (udah lama ga make jadi lupa). Ujung2nya tetep harus dijumlahin, terus dibagi sama luasan facadenya..

Eco disini maksudnya apa ya? Kalau "eco" maksudnya hemat energi, jelas dong sebuah bangunan yang green harus hemat energi. Kalo gak hemat artinya dia makan banyak energi dan gak membantu bumi kita dong D. Kalo sustainable building itu bangunan yang "sadar lingkungan" istilahnya. Jadi dari proses perencanaan, konstruksi, sampai pengoperasian harus memerhatikan isu-isu lingkungan juga.

Mungkin untuk lebih jelasnya soal green and sustainable building bisa dijawab sama Pak Yodiman langsung deh, saya lebih tau soal teknis itung2annya soalnya hammers hammers


tanks gan,udah membantu memberi masukan.

dari kemaren pengen buka thread2 arsitektur ini tapi kaskus maintenance.
eco yg saya maksut ramah lingkungan dan berkelanjutan.

energyplus bisa di dpt dimana ya gan,kalo boleh bagi dong link downloadnya.
takutnya dapet yg trialnya aja.

Quote:
Original Posted By yodiman
Banyak yang bilang Eco itu tentang "Ekologis" dan Green tentang "Hijau" tanaman. Namun, menurut saya Eco dan Green sama saja, bedanya hanya kata-kata. Keduanya berprinsip kepada ajakan kepedulian lingkungan. Banyak buku dan sumber literatur menjelaskan hal ini. Namun, kalau disimak isinya akan sama saja.

Mengenai posisi Green dan Sustainable, bisa dilihat dari gambar berikut:
Green Building Design
Jadi, Green Building itu komponen dari berbagai ilmu2 "Green" yang lain. Kalau di gambar di atas, komponennya adalah Green Arsitektur, Green Contractor, Green ICT (yang paling populer 3 ini). Masih bannyaaak lagi kalau diteruskan. Masih ada Green Landscaping, Green Plumbing, Green BIM, dll....Sedangkan sustainable building berada level lebih tinggi lagi dari Green Building. Untuk referensi silahkan baca buku Adams E. Williams tentang "Sustainable Design".
Kalau ingin banyangan nyata dari Sustainable Building, buka aja pedoman Sustainable Building dari https://ilbi.org/lbc. Kalau bisa memenuhi semuanya, bangunan tersebut pantas disebut Sustainable Building. Kalau tidak bisa semuanya, maka disebut Green Building.

Untuk OTTV, perhitungannya ada beberapa versi. Bisa menggunakan versi yang menggunakan WWR (Window Wall Ratio) atau tidak. Bisa OTTV atau RTTV (cara itungnya sama aja). Silahkan ikuti SNI 03-6389-2000, atau buka web tentang cara hitung OTTV. Kalau di thread ini, nanti dibahas terpisah.
Kalau dari software, coba dari Ecotect atau Integrated Environment Solution (Gw jg baru mau coba keduanya). Hasilnya nanti seperti gambar berikut:
Green Building Design
Dalam GREENSHIP NB 1.1, diwajibkan menghitung OTTV agar para arsitek tahu strategi untuk mengurangi panas pada gedung (untungnya sudah mulai paham). Dari gambar diatas, diketahui 30% bisa lebih adem kalau dibuat stepped. Hanya rubah disain dikit, segera tahu perubahannya. Gitulah enaknya kalau software, kalau manual make Excel, rubah dikit, mabok revisi perhitungannya.


mumpung yang punya thread datang..
salam kenal ya gan. numpang belajar Yb

iya.mungkin byk yg slh mengartikan. tp klo bagi anak arsitektur tentunya mengerti ttg hal itu.
eco yg saya maksut ramah lingkungan dan berkelanjutan gan. saya udah bljr dan mengumpulkan literaturnya.
baca2 buku eco architec segala sampai yg agan sebutin sustainable design.

dari dosen juga katanya pakek ecotect. tp pengen ngebandingin dgn yg lain,apa hslnya sama.
baca2 thread sebelah graphisof archicad,ada EcoDesigner.lebih mudah pakai EcoDesigner sepertinya.
Green Building Design

berarti tingkatan-nya :
1. Sustainable = eco
2. Green
dan seterusnya begitu ya.

dan katanya Sustainable ini mau dibuat matakuliah sendiri lagi di arsitektur capedes

tanks gan masukan-nya.
h3lls0n9 - 23/05/2012 09:35 AM
#54

Quote:
Original Posted By yodiman


Haha...Iya, Kaskusers jg saya. Salam h3lls0n9, dari tim Bu Santi ya?
Saya juga tidak tahu kenapa sudah invalid. Mungkin gara2 kaskus yang lagi error. Kalau ada yang cari info dibawa kesini aja.


Bukan om, saya dari Airkon ngakak ngakak

Quote:
Original Posted By archilest


tanks gan,udah membantu memberi masukan.

dari kemaren pengen buka thread2 arsitektur ini tapi kaskus maintenance.
eco yg saya maksut ramah lingkungan dan berkelanjutan.

energyplus bisa di dpt dimana ya gan,kalo boleh bagi dong link downloadnya.
takutnya dapet yg trialnya aja.


Coba disini om. dia free kok cuma disuruh masukin email doang buat key installnya. beer:


yodiman - 23/05/2012 05:59 PM
#55
Sick Building Syndrome (SBS)
Ada yang udah pernah denger arti Sick Building Syndrome? Kalau waktu bekerja sudah mulai pusing-pusing, sakit leher, mata lelah, mengantuk setiap saat, kesemutan, otot kaku, bersin-bersin, hidung gatal, kulit gatal, berarti ada yang salah dengan lingkungan kerja anda.

Berdasarkan National Safety Council, SBS adalah situasi dimana penghuni bangunan mengalami gejala akut efek kesehatan, yang "sepertinya" berhubungan dengan kondisi bangunan. Penyebab klinisnya tidak diketahui secara pasti. Apabila telah keluar dari gedung, penghuni merasa lebih segar dan penyakitnya seakan-akan hilang. SBS dapat mempengaruhi kinerja pnghuni gedung, sehingga produktivitas berkurang dan sering absen. Diindikasikan juga, kondisi psikologis mempengaruhi sebagai penyebab SBS, yang pada kondisi ekstrem dapat menyebabkan gangguan fisik.

Green Building Design
Jamur di langit-langit dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit, dan pernapasan. Hal ini harus diantisipasi dengan ventilasi yang baik, serta senantiasa menjaga kebersihan ruang.

Antisipasi pencegahan SBS dari segi desain dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ventilasi. Sekali lagi, mengoptimalkan! bukan memaksimalkan. Karena apabila ruangan berAC, ventilasi dapat menjadi beban AC yang berujung pemborosan energi listrik. Apabila dalam ruangan tidak berAC, penyediaan jendela dan kisi-kisi adalah strategi yang mudah dan murah. Terlebih lagi, ventilasi dapat secara artistik dibuat menarik.
Green Building Design
Green Building Design

Untuk ruangan ruangan ber AC, ventilasi harus dilakukan dengan seksama, jangan terlalu berlebihan, dan jangan terlalu kurang. Pengontrolan ini dapat dilakukan dengan menempatkan CO2 sensor.
Green Building Design
Green Building Design

Sensor CO2 tersebut dihubungkan ke damper pengontrol udara masuk dalam AHU. Oh ya, penting juga menggunakan AHU apabila menggunakan AC sentral. Hati-hati dalam menggunakan AC Split, karena tidak ada ventilasi yang terjadi. Gunakan CO2 sensor untuk menjaga kualitas udara segar, apabila berada di atas 1000 ppm, segera buka jendela atau minimal buka pintu. Standar udara dalam ruang yang baik adalah sekitar 700 ppm. Udara luar memiliki standar 400 ppm.

Selain masalah fisik, SBS juga dapat disebabkan faktor psikologis. Dari segi perencanaan ruang, harus dapat membuat tatanan yang mereduksi faktor stres. Misalnya, merencanakan ruangan yang lebih terbuka dan terhubung satu sama lain akan memberikan kesan leluasa, keterbukaan antar ruang, memberikan akses untuk melihat kondisi luar ruangan. Namun, privasi juga harus dijaga. Untuk mereduksi stres, beberapa kantor juga telah menyediakan ruang rekreasi yang dilengkapi peralatan fitness, videogame, TV, dll.. Perabotan pun harus ergonomis, sehingga mengurangi sakit punggung.
Green Building Design
Masalah manajemen kebersihan ruang juga harus diperhitungkan. Desain interior yang menyulitkan untuk dibersihkan harus dihindari. Sebarnya, desain-desain tersembunyi semisalnya penataan lampu indirect lighting, akan membuat debu menumpuk di sekitar rumah lampu yang tersembunyi. Apabila tidak dibersihkan, kualitas pencahayaan akan semakin berkurang. Penyelesaiannya mudah, cukup beritahu saja petugas kebersihan untuk senantiasa membersihkan area sekitar lampu. Agar terhindar dari SBS, harus menjaga kebersihan lebih baik. Menyediakan tempat hand-sanitizer juga menjadi solusi yang bagus untuk menjaga higienitas tangan, yang ternyata merupakan tempat transit kuman penyebab diare. Maka, untuk menjaga agar tidak terjadi SBS, kita harus mengantisipasinya dari berbagai cara. Baik dari desain ruangan, penghawaan ruang, manajemen kebersihan ruang, menjaga kebersihan diri, manajemen untuk mengurangi stres. Dengan begitu, kita dapat beraktivitas lebih nyaman, sehat, lebih produktif, senang, dan betah di ruangan tersebut.
InRealLife - 20/06/2012 10:58 AM
#56

mungkin di sini bisa share juga mengenai bahan apa aja yang paling ramah lingkungan dibanding lainnya...

misalnya:

-bata vs batako vs hebel vs beton precast

-rangka atap kayu vs baja ringan

-kusen kayu vs aluminium vs pvc

-lantai keramik vs tegel vs marmer vs granit vs parket vs beton

-genteng tanah liat vs keramik vs beton vs metal vs aspal

dll...
bona_09 - 12/07/2012 09:53 PM
#57
Ottv
permisi...D
mau nanya lagi nih tentang OTTV...

dimana ya mencari tabel nilai alpha bahan2 bangunan yang lengkap?
atau paling tidak bahan gypsum deh...atau langsung u valuenya deh D D

jika dalam satu sisi dinding dari bangunan terdapat 2 material dinding (misal dinding sisi utara 51% beton, 49% kaca dari total luas bidang dinding), untuk menentukan TDek dinding itu tetap mengacu pada material yang paling dominan ya (dalam hal ini beton)?

sementara itu dulu...(nanti nanya2 lagi...hehe... D )

:request
mohon pencerahannya...trims...
megatron21 - 16/07/2012 01:31 AM
#58

ini baru ide cemerlang bikin rumah & gedung :2thumbup
kapan lagi kita berbuat sesuatu untuk melidungi bumi tercinta
h3lls0n9 - 18/07/2012 09:22 AM
#59

Pak Yodi, izin share info dari Jakarta Post yah soal Big Building Regulation 2013 D

Quote:
As of next year it will become mandatory for big building owners to follow environmental guidelines as laid out in the governor’s 2012 regulation on green buildings.

Head of planning and monitoring at the Jakarta Construction Supervision and Regulation Agency (P2B) Pandita said that the agency was still engaged in a massive publicity campaign to introduce the policy to owners and consultants.

“The regulation will come into effect from April 2013. Thenceforth, we will not issue permits for new buildings nor feasibility certificates to existing buildings which fail to comply with the regulation,” he said.

However, the regulation, approved by the city council in April this year, will only be imposed on certain buildings,

Schools and other educational centers of 10,000 square meters, hotels and health centers of more than 20,000 square meters, shopping malls, offices and apartment complexes of over 50,000 square meters, will all be subject to the regulations. According to the agency, there are around 200 buildings in the city matching the criterion.

All buildings are subject to five categories of compliance.

The first is building management. New buildings must comply with management restrictions from the construction phase, while for existing buildings, assessment will only focus on management during operations.

The second component, energy efficiency, focuses mainly on reducing energy consumption by the use of natural lighting.

The third is water conservation. All buildings must demonstrate water-efficient landscaping, water recycling and rainwater harvesting systems.

The fourth is air quality including ventilation and infiltration. The last is site usage.

“It’s actually not that expensive to have all these components in a building. Based on our calculations, these requirements take up around 7-8 percent of the building’s total initial expenses,” Pandita said.

“In addition, we need to prepare for the increasing price of water and electricity.”

Green Building Council Indonesia (GBCI) founder Naning Adiwoso welcomed the regulation, saying that it was the right time for the government to take firm action on environmental issues.

“It is good that the regulation is mandatory and has sanctions for noncompliance,” she said, but it would be better if there were incentives for companies applying the green approach.

GBCI is a non-profit organization focusing on education and helping building managers take a sustainable approach. It also provides a certification for green buildings. In Jakarta, only one building is certified by GBCI.

According to GBCI, the ideal green building reduces water and energy usage by 20 and 30 percent, respectively.

Studies by the United Nations Environment Programme (UNEP) show that cities occupy 2 percent of land but consume 75 percent of resources worldwide, with the building sector consuming 40 percent of energy, 30 percent of mineral resources and 20 percent of water.

Source: The Jakarta Post


Nice nih kalo jad bakalan kaya di S'pore :matabelo :matabelo

Quote:
Original Posted By bona_09
permisi...D
mau nanya lagi nih tentang OTTV...

dimana ya mencari tabel nilai alpha bahan2 bangunan yang lengkap?
atau paling tidak bahan gypsum deh...atau langsung u valuenya deh D D

jika dalam satu sisi dinding dari bangunan terdapat 2 material dinding (misal dinding sisi utara 51% beton, 49% kaca dari total luas bidang dinding), untuk menentukan TDek dinding itu tetap mengacu pada material yang paling dominan ya (dalam hal ini beton)?

sementara itu dulu...(nanti nanya2 lagi...hehe... D )

:request
mohon pencerahannya...trims...


Gypsum kalo ga salah 0.2 W/m2.C gan... CMIIW
yogiHS - 01/08/2012 09:43 AM
#60

thread okee.. :thumbup ane sambil menyimak dan membaca2..hehe
Page 3 of 5 |  < 1 2 3 4 5 > 
Home > LOEKELOE > TEKNIK > Arsitektur > Green Building Design