Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 14 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > 

amild123 - 12/07/2012 12:23 PM
#201

bang herseil kira kira saham apa yg bagus ne ari?
Herseil - 13/07/2012 10:55 AM
#202

Newsletter 13 July 2012

Market Review
Quote:

Kurangnya kejelasan dari Federal Reserves AS pada langkah-langkah stimulus lanjutan, membawa pelemahan bagi mayoritas pasar saham, baik Amerika, Asia, maupun Eropa. Kendati risalah pertemuan kebijakan The Fed menunjukkan beberapa anggota mendukung kebijakan akomodatif lanjutan, mereka tampaknya sebagai pihak minoritas dan saat ini The Fed diatur untuk mempertahankan status quo dan memantau kemajuan ekonomi. Sentimen ini menjadi salah satu pelemahan bursa saham domestik disamping sentimen dari Asian Development Bank (ADB) dan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan negara-negara Asia. IHSG ditutup melemah sebesar 35,0113 poin (0,871%) ke level 3.984,12 dari posisi sebelumnya pada level 4.019,133. Langkah Bank Sentral negara Asia, yakni Jepang dan Korea, juga menjadi perhatian bagi pasar saham Asia. Bank of Japan sudah tidak memungkinkan untuk menyesuaikan tingkat suku bunganya yang telah berada di level sangat rendah. Namun, BoJ akan mempertimbangkan apakah akan memperluas program pembelian aset. Sementara Bank of Korea, secara tidak terduga menurunkan tingkat suku bunga untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun. BoK menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3%. Diperkirakan, BoK akan kembali menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Oktober menjadi 2,75% dan akan tetap dijaga pada level tersebut di sepanjang 2013. BoK juga diprediksi akan merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang hingga saat ini masih berada di level 3,5%. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 130,99 poin (1,48%) ke level 8.720,01 dari posisi sebelumnya pada level 8.851 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 394,76 poin (2,03%) ke level 19.025,11 dari posisi sebelumnya pada level 19.419,87. Bursa saham Eropa juga terkena sentimen negatif dari pelemahan pasarsaham Asia dan Amerika Serikat karena kekecewaan investor atas langkah The Fed yang menghilangkan harapan QE dalam waktu dekat. Pasar saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 1% terutama index Ibex 35 yang tentatif melemah pada kisaran 1,8%.


Market Overview
Quote:

Kecemasan atas outlook ekonomi global yang masih suram tetap menjadi ancaman bagi indeks bursa dunia, menyusul kekhawatiran adanya resiko ketidakpastian dari pemulihan ekonomi Eropa. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi indeks bursa domestik. Federal Reserve AS dan Bank of Japan masing-masing telah memangkas estimasi pertumbuhan ekonominya. Tingkat pengangguran Australia meningkat dan krisis utang zona-euro sepertinya masih akan terus menggerogoti kinerja ekonomi Eropa. Cina mungkin akan tunjukan pertumbuhan ekonomi terendah dalam satu dekade terakhir. Secara mengejutkan Bank of Korea memangkas suku bunga untuk kali pertama lebih dari tiga tahun. Bank sentral Korea menurunkan bunga acua sebesar 25 basis poin ke level 3.00%. Bank sentral Korea Selatan turunkan suku bunga 25 bps guna menopang pertumbuhan ekonomi negara ini. Kebijakan yang ditempuh bank sentral Korea Selatan ini sekaligus mengakhiri rangkaian siklus pengetatan bank yang di mulai pada Juli 2010 dengan menaikkan bunga hingga total 125 basis poin, jauh lebih sedikit dibandingkan penurunan 325 basis poin yang di lakukan periode 2008-2009 ketika krisis keuangan global. Sementara itu dalam pertemuannya Federal Reserve mayoritas anggota FOMC Minutes memandang belum perlu untuk meluncurkan stimulus moneter dalam waktu dekat. Bahkan dalam pertemuan tersebut tidak mengindikasi diperlukannya tindakan lebih lanjut untuk mendukung perekonomian. Stimulus dapat dilakukan apabila pemulihan ekonomi kehilangan momentum atau inflasi merosot tajam. The Fed juga menegaskan komitmen suku bunga akan tetap rendah sampai akhir 2014. Dari Spanyol mengenai empat bank besar negari ini telah memenuhi persyaratan kecukupan modal. Berdasarkan laporan modal perbankan pada akhir bulan Juni, empat bank terbesar Spanyol memenuhi persyaratan kecukupan modal. Ke empat tersebut adalah Banco Santander SA, Banco Bilbao Vizcaya Argentaria, CaixaBank SA dan Banco Popular. Sementara BFA-Bankia tidak diikutsertakan dalam penilaian kecukupan modal setelah dinasionalisasi pada awal tahun ini sebagai bagian dari restrukturisasi sektor perbankan. Dari Asia pelaku pasar akan menantikan rilis data GDP Cina pada hari ini. Sementara itu hasil survei memprediksi pertumbuhan produk domestik kuartal dua turun ke 7.6% dari pertumbuhan 8.1% di kuartal pertama.


Stock Headlines
Quote:

• ASII Penjualan mobil Juni 2012 naik 6,87% jadi 54.507 unit
• ASII Penjualan MOTOR Juni 2012 naik 8,25% jadi 332.089 unit
• TOTL catat perolehan kontrak baru Rp 760 miliar hingga Juni 2012
• Adhi Persada, anak usaha ADHI bangun superblok di Bekasi Timur
• MYOR targetkan margin kotor sebesar 19,45% tahun 2012
• GMF anak usaha GIAA menandatangani kontrak dengan Airbus
• GIAA menandatangani kontrak kerjasama dengan Rolls Royce
• GIAA buka rute penerbangan ke London dan Paris
• IATA rencana tambah 5 pesawat pada tahun 2012
• IATA rencana lebarkan sayap ke industri infrastruktur
• BLTA gadaikan 24% saham BULL
• MNCN dalam tiga tahun pendapatan capai Rp 18 triliun
• BJTM bukukan laba 1H2012 sebesar Rp 500 miliar
• Maybank kembali perpanjang refloating saham BNII
• APLN beli saham Bali Perkasa
• CTRS realisasikan capex Rp 180 miliar
• CTRS akan bangun 2 proyek baru di semester-II
• CTRS raih 52% marketing sales
• Pendapatan JPFA 1H12 diprediksi sesuai target
Herseil - 16/07/2012 10:55 AM
#203

Newsletter 16 July 2012

Market Review
Quote:

Kondisi ekonomi negara-negara Eropa dan Asia serta hasil pertemuan The Fed dan pemimpin Euro serta penurunan perkiraan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara, menjadi sentimen yang mewarnai perdagangan saham selama sepekan. Dalam pergerakan pasar yang fluktuatif, IHSG turun 0,88% selama sepekan dan ditutup di level 4.019,673. Diawali dengan pengumuman dari IMF yang menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini. Diperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi global akan lebih rendah dari antisipasi sebelumnya pada April 2012 di level 3,5%, yang diikuti dengan aksi pemotongan tingkat suku bunga acuan di China dan Eropa. Terhadap perkembangan krisis utang, para pemimpin Euro telah membuat sebuah langkah maju guna menyelesaikan krisis yang tengah terjadi. Langkah ini termasuk membagi kedaulatan dan tanggung jawab keuangan dan fiskal. Para menteri keuangan zona Euro juga telah menyetujui bantuan bagi perbankan Spanyol sebesar 30 miliar euro. Mereka juga menyetujui perpanjangan waktu satu tahun bagi Spanyol untuk mencapai defisit anggaran 3% di 2014. Spanyol juga berusaha keras mengikuti aturan komisi UE yang mewajibkan negera ini melakukan penghematan besar-besaran guna mendapatkan dana bailout. Salah satu rencana penghematan yang diusulkan oleh PM Spanyol adalah kenaikan PPN dan pemotongan anggaran jaminan sosial serta tunjangan penganggur. Sementara dari AS, Fitch Rating memberikan peringkat hutang negara ini pada level AAA dan mempertahankan outlook negatif. Hal ini menyusul kondisi dan kesehatan ekonomi yang masih tertekan oleh ketidakmampuan pemerintah untuk menyepakati tindakan pemangkasan anggaran. Sedangkan pertemuan The Fed memberikan hasil yang tidak memuaskan bagi pasar menyusul kurang jelasnya langkah-langlah stimulus lanjutan yang diharapkan oleh pasar. Untuk data ekonomi, defisit perdagangan AS pada periode Mei 2012 turun tipis seiring kenaikan ekspor, termasuk untuk tujuan Eropa dan RRT. Angka defisit itu turun 3,8% menjadi US$48,7 miliar. Data dari kawasan Asia, surplus neraca berjalan Jepang tercatat turun 62,6% YoY, yang salah satu indikatornya adalah penurunan permintaan mesin sebesar 14,8%. Sedangkan kinerja ekspor China naik 11,3% pada Juni 2012 mencapai US$180,2 miliar. Angka ini lebih lambat dibandingkan eskpor Mei yang tumbuh 15,3%.


Market Overview
Quote:

Sentimen dari global yang diperkirakan mempengaruhi secara tidak langsung bagi indeks bursa domestik dalam pekan ini masih seputar krisis utang kawasan Eropa, rilis data ekonomi negara Asia maupun Amerika Serikat. Sentimen kawasan eropa seperti, dari Yunani mengenai pemerintah koalisi Yunani berkomitmen untuk merundingkan kembali rencana penghematan yang disetujui dengan kreditur Uni Eropa dan IMF. Kabarnya usulan tersebut, muncul setelah adanya ketidapuasaan Venizelos terhadap strategi yang ditempuh oleh Mr Stournaras di Brussels. Dari Spanyol mengenai wakil perdana menteri Spanyol menyatakan rencana reformasi ekonomi lebih lanjut. Pemerintah Spanyol telah menyetujui serangkaian program resturukturisasi termasuk administrasi pemerintah, sektor energi, dan liberasilisasi sektor transportasi serta rencana menaikan pajak pertambahan nilai dari 18% menjadi 21% pada 1 September mendatang. Sisi lainnya, pinjaman Bank panyol meningkatkan dari Bank Sentral Eropa menjadi 337.21 miliar euro pada bulan Juni, dari 287.81 miliar euro pada bulan Mei. Kenaikan tersebut terkait dengan jelang pengumuman bailout Spanyol sebesar 100 miliar euro dari Uni Eropa. Dari Italia, mengenai turunnya peringkat negari ini oleh Moody’s yang turun dua tingkat dari A3 ke Baa2. Bahkan lembaga peringkat ini mengancam akan menurunkan peringkatnya apabila Italia tidak mendapatkan akses pembiayaan dari pasar. Menurut lembaga tersebut Italia dinilai masih rentan terhadap gejolak politik di zona euro dan resiko dari besarnya biaya utang yang harus ditanggung. Sementara dari Asia mengenai, pertumbuhan ekonomi China melambat di kuartal II 2012 menyusul lemah aktivitas perdagangan dan manufaktur negara ini. PDB Cina selama kuartal II 2012 tumbuh 7,6% yoy atau terendah dalam tiga tahun terakhir. PDB tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2012 sebesar 8,1% yoy. Dengan demikian angka PDB Cina sudah enam kuartal berturut-turut mengelami pertumbuhan ekonomi yang melambat. Rilis data dari Cina lainnya mengenai penjualan ritel yang tumbuh 13,7% selama Juni dibandingkan dengan tahun sebelumnya serta sata mengenai aset investasi yang meningkat 20,4% pada Juni. Sedangkan rilis data ekonomi AS dalam pekan ini tentang data Consumer Price Index dan Industrial Production.


Stock Headlines
Quote:

• Laba bersih SMGR naik 15%
• SMGR akan maksimalkan produksi pabrik Tuban IV mulai 2013
• TPIA jajaki investasi kilang
• PGAS minta tambahan waktu untuk reposisi
• CMNP tunda rights issue hingga tahun depan
• TBIG pastikanb beli 2.500 menara ISAT rampung Juli 2012
• CNKO berencana melakukan akuisisi PT Tenaga Listrik Bintan
• APLN hingga Juni 2012 mencatat kenaikan marketing sales 3x lipat
• CPRO finalisasi restrukturisasi obligasi Blue Ocean Resurces Pte
• BCAP tunda rencana akuisisi perusahaan asuransi pada tahun ini
• INDR dan POLY tingkatkan kapasitas produksi benang pada 2013
• TRIO pastikan akuisisi 800 juta saham GLOB dari PT Trilinium
• Sandiaga Uno tambah kepemilikan saham ADRO
• SCCO tutup operasional pabrik di Cikarang sejak 12 Juli 2012
• CTRA bukukan marketing sales Rp 3,05 triliun
• Marketing sales LPCK mencapai Rp 1,15 triliun
• DILD berencana menjual 25 ha lahan industri
• DILD targetkan akuisisi 100 ha lahan untuk industri
• BEST realisasikan dana IPO Rp 83,72 miliar
• Jaminan utang MASA naik menjadi 50% dari aset
• MTLA raih 47% target marketing sales
Herseil - 17/07/2012 10:24 AM
#204

Newsletter 17 July 2012

Market Review
Quote:

Pasar saham domestik ditutup menguat pada perdagangan awal pekan yang didukung oleh penguatan pasar saham Amerika dan mayoritas pasar Asia. Pendapatan perbankan AS membawa optimisme bagi negara tersebut atas tren pertumbuhan ekonomi. IHSG ditutup menguat sebesar 27,792 poin (0,691%) menuju level 4.047,465 dari posisi sebelumnya pada level 4.019,673. Penguatan pasar Asia, didukung oleh spekulasi investor bahwa China akan mengambil stimulus tambahan sehingga meningkatkan outlook kinerja perusahaan di negara tersebut. Pelonggaran stimulus itu tidak hanya berasal dari perspektif moneter seperti penurunan suku bunga atau penurunan Giro Wajib Minumum (GWM) perbankan, namun juga dari kemampuan untuk target stimulus fiskal. Indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 28,71 poin (0,15%) menuju level 19.121,34 dari posisi sebelumnya pada level 19.092,63 sementara pasar saham Jepang tutup pada perdagangan kemarin. Bursa saham China, yakni indeks Shanghai Composite ditutup melemah sebesar 37,94 poin (1,74%) ke level 2.147,96 dari posisi sebelumnya pada level 2.185,9. Penurunan ini masih disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi China yang melambat di sepanjang kuartal kedua tahun ini akibat melemahnya ekspor dan belanja konsumsi negara. Biro Statistik Nasional China mengumumkan perekonomian negara ini tumbuh 7,6% atau lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 8,1% dan merupakan yang terendah sejak kuartal pertama tahun 2009. Pertumbuhan sepanjang semester I/2012 mencapai 7,8% dan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi China dapat mencapai 7,5% pada tahun ini atau turun dari target 8% yang selalu ditetapkan pemerintah sejak tahun 2005. Bursa saham Eropa bergerak mixed yang dipengaruhi oleh sentimen Asia, yakni China dan Eropa. Investor masih menantikan langkah selanjutnya atas perekonomian China yang mengalami pelemahan. Sedangkan dari Eropa, Kepala European Investment Bank (EIB), Werner Hoyer, mengemukakan bahwa krisis utang zona Euro belum akan mereda dalam waktu cepat dan penanganan krisis ini meningkat dalam dua sampai tiga tahun.


Market Overview
Quote:

Sentimen dari global yang diperkirakan mempengaruhi pasar hari ini menantikan pernyataan ketua The Fed, Ben S Bernanke yang akan melaporkan mengenai kebijakannya di depan Kongres pada Selasa dan Rabu. Pelaku pasar masih mengharapkan The Fed akan melanjutkan quantitative easing. Sementara itu, beberapa anggota FOMC menyuarakan bahwa Fed harus melonggarkan kebijakan untuk menggerakkan ekonomi dalam mencapai target pengadaan lapangan kerja sepenuhnya dan stabilnya harga-harga. Sedangkan, sejumlah anggota komite lainnya menyuarakan bahwa langkah lebih jauh bisa diambil jika pertumbuhan melamban, risiko meningkat, dan inflasi berlanjut turun hingga di bawah target. Pasar menantikan apakah bank sentral AS akan melakukan pelonggaran yang lebih untuk merangsang pertumbuhan ekonominya? Sisi lainnya pasar masih khawatirkan krisis utang Eropa yang mulai mengancam Italia karena negara ini memiliki utang cukup besar hingga 2 triliun euro. Sementara itu program penghematan, yang dijalankan pemerintah Italia sebagai persyaratan bailout, telah menimbulkan gejolak sosial. Jika melihat krisis utang Eropa, yang dimulai dari Yunani ketika negara itu mengumumkan tidak bisa memenuhi kewajibannya, berdampak bagi tiga negara yakni, Portugal, Irlandia, dan Spanyol. Bagaimana dampaknya jika akhirnya Italia mengumumkan tidak bisa memenuhi kewajibannya? Sementara itu, para pemimpin Eropa menyepakati menambah modal EIB sebesar 10 miliar euro hingga 2012. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan kemampuan bank dalam memberi pembiayaan di negara yang terkena krisis. Sedangkan dari Jerman, para petinggi negara ini akan melakukan pemungutan suara untuk paket bantuan Spanyol sebesar USD122 miliar pada 19 Juli. Sentimen positif dari dalam negeri mengenai pernyataan dari Moody’s Investor Service yang menilai Indonesia sebagai negara yang kuat secara ekonomi. Lembaga pemeringkat rating kredit ini kembali mempertahankan status instrumen hutang Indonesia di level Baa3. Mood'ys melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat disertai manajemen fiskal yang baik serta rasio hutang pemerintah yang masih kecil. Kendati demikian Moody's memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi cenderung melambat ke level 6.0% akibat perlambatan ekonomi global atau lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu sebesar 6.5%.


Stock Headlines
Quote:

• HRUM menargetkan akuisisi tambang selesai pada kuartal III 2012
• Produksi batubara PTBA semester I 2012 naik 15% YoY
• GEMS dirikan GEM Coal Resources
• TOTL meraih kontrak baru Rp 758 miliar
• BNBR ingin memperkuat posisi di UNSP
• Laba bersih MNCN meningkat 41%
• SIMP realisasi dana IPO 96%
• RALS bukukan pendapatan 1H12 Rp3,07 triliun
• BEST realisasi 28% dana IPO
• RANC siap membangun 300 ministop
• Anak usaha WIKA diharapkan dapat IPO pada tahun 2013
• UNSP tandatangani perjanjian pinjaman total USD 199,6 juta
• SOBI kerjasama dengan Cargill untuk jual tepung tapioka
• GAMA memulai pengembangan proyek apartemen Kelapa Gading
• GZCO bantah akan buy back saham maksimal 10%
• BBRI kelola dana Rp 16 triliun
• BDMN bidik porsi fee based income 35%
• PWON garap proyek Rp 29,9 triliun
• PNBN bukukan kredit Rp 80 triliun
Herseil - 18/07/2012 09:55 AM
#205

Newsletter 18 July 2012

Market Review
Quote:

Kendati data penjualan ritel Amerika kembali turun untuk ketiga kalinya dan menjadi sentimen yang melemahkan pasar global, namun bursa saham domestik kembali bergerak menguat bersamaan dengan penguatan pasar saham regional. IHSG ditutup menguat sebesar 33,207 poin (0,82%) menuju level 4.080,672 dari posisi sebelumnya pada level 4.047,465. Meskipun sentimen dari global, yakni IMF yang merevisi tingkat pertumbuhan ekonomi global ke level yang lebih rendah dan langkah Moody’s yang menurunkan peringkat 13 bank Italia, namun pasar saham regional mayoritas ditutup menguat. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 30,88 poin (0,35%) menuju level 8.755 dari posisi sebelumnya pada level 8.724,12 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 333,99 poin (1,75%) menuju level 19.455,33 dari posisi sebelumnya pada level 19.121,34. Adapun sentimen dari Asia berasal dari China, yakni nilai investasi asing yang masuk ke negara tersebut menurun pada bulan Juni lalu. Menurunnya kegiatan perekonomian di China membuat investor asing enggan menanamkan uangnya. Invesatasi China periode Juni tercatat turun 6,9% sedangkan investasi asing turun sebesar 3%. Penurunan investasi di China ini juga terjadi karena turunnya pasar ekspor ke China akibat krisis di kawasan Eropa. Disamping itu, naiknya biaya produksi dan adanya pengetatan bisnis properti oleh pemerintah, juga menjadi penyebab turunnya investasi asing di China. Sementara pasar saham Eropa bergerak mixed. IMF telah memberikan dana bantuan ( bailout) sebesar 1,48 miliar euro bagi Portugal. IMF mengemukakan bahwa Portugal saat ini telah melakukan penghematan anggaran guna menyelesaikan krisis utang, namun tetap memerlukan bantuan modal dari IMF. Kondisi fiskal Portugal pun sudah berjalan sesuai rencana dan di akhir tahun diperkirakan target fiskal akan tercapai. Data inflasi Inggris turun ke level terendah dalam 2,5 tahun pada periode Juni tahun ini. Inflasi Inggris tercatat naik 2,4% dibandingkan periode Juni tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya harga pakaian. Sementara dari domestik, Moody’s kembali menetapkan peringkat utang Indonesia pada level Baa3 dengan prospek stabil. Moody’s menilai peringkat tersebut berdasarkan pada empat faktor yakni di tingkat menengah-tinggi dari sisi kekuatan ekonomi, rendah-menengah di tingkat kekuatan institusi, menengah di sisi kekuatan keuangan pemerintah, serta menengah di sisi risiko kerentanan.


Market Overview
Quote:

Diperkirakan dorongan aksi beli oleh investor akan berlanjut pada perdagangan saham hari ini di bursa domestik, antisipasi dari sinyal pelonggaran moneter pada testimoni pimpinan Fed, Ben Bernanke yang tengah digelar hingga Rabu ini bisa menjadi katalis indeks bursa global. Sementara sentimen negatif dari Lembaga pemeringkat Moody's yang memangkas peringkat jangka panjang 10 bank Italia dan peringkat tiga institusi keuangan sebesar satu hingga dua notch sudah terefleksikan pada perdagangan saham kemarin. Moody's mengatakan kondisi substansial perbankan Italia berimbas pada ekonomi domestik, bersamaan dengan tingginya hutang yang telah mengakibatkan penilaian kredit lebih tinggi dari peringkat kemampuan pembayaran. Sebelumnya Moody's memangkas peringkat obligasi pemerintah Italia sebesar dua notch serta memperingatkan akan langkah pemangkasan selanjutnya. Moody's memberi peringkat Italia menjadi Baa2 dengan outlook negatif. Demikian dengan laporan IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan sinyalemen prospek yang suram bila Eropa tidak bertindak tegas dan cepat untuk mengentaskan krisis utangnya juga telah terefeksi pada perdagangan kemarin. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun depan menjadi 3,9% dari proyeksi sebelumnya di April sebesar 4,1%. IMF menyatakan negara emerging markets, yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan dunia, bisa terkena dampak krisis di Eropa. Sentimen lainnya dari IMF, mengenai bantuan dana sebesar 1,48 miliar euro kepada Portugal yang menjadi salah satu negara yang terpengaruh krisis hutang di Eropa. Namun, IMF mengingatkan kepada Portugal yang harus meningkatkan pendapatan pajak bersamaan dengan membenahi sektor tenaga kerja untuk menekan pengangguran. Sementara itu, konsolidasi fiskal Portugal telah berjalan sesuai rencana dan akhir target fiskal 2012 diperkirakan akan tercapai walaupun krisis masih akan melemahkan penerimaannya. Selain itu IMF juga akan memberikan bantuan ke Spanyol yang juga membutuhkan bantuan bailout. Sedangkan dari Cina mengenai data investasi asing langsung negara ini turun 6,9% menjadi menjadi USD12 miliar pada Juni lalu dari bulan sebelumnya. Sementara itu, sepanjang semester I 2012 investasi yang masuk turun 3% menjadi USD59,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.


Stock Headlines
Quote:

• AUTO gandeng perusahaan asal Jepang produksi lampu otomotif
• BRAU akan bagikan dividen tunai setara Rp 7,278 per saham
• SIPD bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 1 per saham
• SIPD targetkan laba Rp 80 miliar tahun ini
• SIPD rencana ekspansi ke Sumatera dan Makasar tahun depan
• SIPD tidak ada rencana reverse stock
• SIPD investasi Rp 190 miliar untuk Belfoods
• ABMM lakukan perjanjian kontrak dengan Avra Commodities
• BMTR laba naikan sebesar 23,23% jadi Rp 528,4 miliar pada 1H12
• MSKY laba Juni 2012 turun jadi Rp 17 miliar dari Rp 99 miliar
• SMRU beli mangan senilai Rp 134,4 miliar
• BSDE kaji akuisisi Kota Deltamas
• APLN garap 2 proyek SOHO
• ELTY jadi salah bidder proyek KPS untuk rel kereta api di KalTeng
• Laba bersih BBRI tumbuh 25%
• Laba BTPN meningkat 57%
• BMRI bukukan transaksi Rp 8,3 triliun
• SHID siap jaminkan asset
• Saka Guna Lestari beli saham INPP
• BEI kaji delisting saham DAVO dan RINA
Herseil - 19/07/2012 10:39 AM
#206

Newsletter 19 July 2012

Market Review
Quote:

Pernyataan The Fed yang mengemukakan bahwa The Fed siap untuk melakukan pembelian aset lebih ketika diperlukan, berhasil mengangkat bursa saham Amerika pada perdagangan sebelumnya. Kendati The Fed tidak memberikan indikasi untuk pelonggaran moneter lebih lanjut dan melemahnya mayoritas pasar saham Asia, namun bursa saham domestik berhasil ditutup menguat pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,963 poin (0,024%) menuju level 4.081,635 dari posisi sebelumnya pada level 4.080,672. Pernyataan The Fed yang juga menyebutkan bahwa ketidakpastian ekonomi meningkat yang dikarenakan krisis utang Eropa dan tidak adanya gambaran rinci mengenai stimulus yang akan digunakan, membawa pelemahan pada pasar saham Jepang dan Hong Kong. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 28,26 poin (0,32%) ke level 8.726,74 dari posisi sebelumnya pada level 8.755 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 215,45 poin (1,11%) ke level 19.239,88 dari posisi sebelumnya pada level 19.455,33. Disamping itu, terdapat laporan dari Moody’s Analytic yang mengungkapkan bahwa investor masih menilai bank-bank besar memiliki risiko tinggi dibandingkan lima tahun lalu. Biaya premi risiko utang bank tidak mungkin kembali seperti semula yang berada di Amerika Serikat dan Eropa. Biaya penjaminan utang gagal bayar bank besar di AS dan Eropa masih 20 kali lipat dibandingkan bulan Juli 2007. Alasan keraguan investor perbankan karena langkah pemerintah yang menjadikan kreditur menanggung kerugian lebih besar di masa depan. Sementara dari China, investasi infrastruktur negara ini akan naik hingga dua kali lipat pada semester kedua dibandingkan dengan semester pertama lalu. Angka belanja infrastruktur kereta api sepanjang 2012 mencapai CNY448,3 miliar atau meningkat 9% dibandingkan rencana semula sebesar CNY411,3 miliar. Semester pertama, China membelanjakan CNY148,3 miliar, sehingga belanja di semester kedua mencapai CNY300 miliar. Sentimen ini mampu mengangkat bursa saham China dimana indeks Shanghai Composite ditutup menguat sebesar 7,91 poin (0,37%) menuju level 2.169,1 dari posisi sebelumnya pada level 2.161,19. Sementara pasar saham Eropa bergerak mixed dengan kisaran tentatif tidak lebih dari 1%. Pemerintah Spanyol akan melakukan lelang atas obligasi yang jatuh tempo pada 2014 senilai 2 miliar euro dan jatuh tempo 2017 senilai 3 miliar euro.


Market Overview
Quote:

Kenaikan indeks bursa Wall Street diperkirakan akan memberikan dukungan bagi pergerakan indeks bursa domestik pada perdagangan saham hari ini. Kenaikan indeks Wall Street untuk kedua hari berturutturut waktu setempat, dipicu oleh laporan laba positif serta laporan Federal Reserve yang menyatakan perekonomian AS terus tumbuh setidaknya pada kecepatan yang moderat. Ketua Fed Ben Bernanke, memberikan kesaksian untuk hari kedua ke Kongres yang menyatakan bahwa ekonomi melambat dan bank sentral akan bertindak jika diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan. Dalam Laporan Beige Book Fed juga mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi secara keseluruhan terus berkembang pada kecepatan rendah hingga Juni dan awal Juli. Sentimen positif pasar lainnya dari Yunani mengenai pemerintah koalisi menyteujui program pemengkasan. Pemerintahan koalisi Yunani telah menyetujui kerangka dasar program pemangkasan anggaran belanja sebesar 11,5 miliar euro yang rencananya akan diimplementasikan selama 2 tahun ke depan. Pemerintah Yunani harus mempersiapkan segala persyaratan dan rencana menjelang kunjungan Troika pada 24 Juli mendatang. Sementara penyaluran 31 miliar euro bailout tahap berikut tetap harus mendapat persetujuan dari Troika untuk dapat dicairkan sekitar bulan September. Dengan cadangan kas pemerintah yang diperkirakan hanya akan cukup hingga pertengahan bulan depan, dan pendapatan negara sepanjang semester pertama tahun ini yang berada sedikit di bawah target telah mendesak pemerintah Yunani harus melakukan penghematan. Dari Spanyol mengenai dana deposito perbankan negara ini pada Mei tercatat mengalami penurunan. Penurunan tersebut diakibatkan oleh kekhawatiran mengenai kesehatan di sektor perbankan Spanyol. Penurunan deposito ini disebabkan total simpanan dari sektor swasta yang dimiliki oleh perbankan menyusut sebesar 5,75% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tercatat kredit macet terus mengalami peningkatan pada bulan Mei mencapai 155,84 miliar atau 8,95% dari total kredit. Selain itu, Spanyol menaruh harapan atas keputusan Mahkamah Konstitusi Federal Jerman pada 12 September untuk bailout bank Spanyol. Sebelumnya, para petinggi Jerman juga akan melakukan pemungutan suara untuk paket bantuan Spanyol sebesar USD122 miliar pada 19 Juli.


Stock Headlines
Quote:

• AALI volume penjualan CPO naik 13,7% di semester 1 2012
• Saham GGRM dikabarkan dijual via private placement
• TLKM realisasikan belanja modal Rp 10,2 triliun
• UNSP ekspansi sawit dan karet ke Nigeria
• IDKM akan pecah nominal saham 1:5
• CNKO siap investasi Rp 648 miliar
• SUGI mengejar akuisisi blok migas bulan ini
• MTFN jual 5% saham Aetra Air Rp 9,7 miliar
• APLN siapkan dana akuisisi Rp 200 miliar
• BDMN laba 1H 2012 naik 36% menjadi Rp 2 triliun
• BTPN kredit tumbuh 28% mencapai Rp 34,4 triliun pada 1H2012
• BMRI rencana jual obligasi rekap USD 350 juta pada Agustus 2012
• BMRI kredit secara konsolidasi tembus Rp 350 triliun di 1H2012
• Anak usaha grup Bakrie siap bangun pipa penyalur gas PLTG PLN
• Fitch Ratings beri peringkat BTEL di CCC dengan watch negative
• ROTI perkirakan penjualan 3Q2012 turun dari kuartal sebelumnya
• LAPD jual seluruh sahamnya di PT Dharma Bumi Mekongga
• AKRA tingkatan modal ke PT Usaha Era Pratama Nusantara
• Penjualan AALI 1H12 tumbuh 7,26%
• RINA transformasi jadi Renewable Power
• INAF kaji penerbitan MTN di bawah Rp300 miliar
• BEI tunggu penjelasan KARK
Herseil - 20/07/2012 10:28 AM
#207

Newsletter 20 July 2012

Selamat menuaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya \)

Market Review
Quote:

Menguatnya bursa global dan regional, menjadi katalis bagi pasar saham domestik pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat sebesar 14,561 poin (0,357%) menuju level 4.096,196 dari posisi sebelumnya pada level 4.081,635. Komentar Ben Bernanke yang mengatakan bahwa AS tidak sedang dalam resesi saat ini dan data penjualan rumah baru yang meningkat, menjadi sentimen yang mengangkat pasar saham AS pada perdagangan sebelumnya, sekaligus pasar saham Asia. Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan tingkat penjualan rumah AS naik 6,9% pada bulan Juni lalu menjadi 760.000 unit atau lebh tinggi dari ekspektasi pada level 745.000. Sementara The Fed juga mengemukakan akan meluncurkan sejumlah opsi pelonggaran lebijakan moneter lanjutan apabila pemulihan ekonomi AS gagal menurunkan tingkat pengangguran. Langkah-langkah stimulus tersebut antara lain perpanjangan pembelian surat utang negara (SUN) dan surat berharga yang menjamin hipotek dan perubahan proyeksi suku bunga acuan The Fed. Opsi lain yang ditawarkan adalah pengenaan diskon terhadap pinjaman langsung kepada perbankan. Sementara sentimen dari Asia berasal dari Hong Kong, yakni tingkat pengangguran yang diprediksi akan naik pada bulan-bulan mendatang karena pelemahan ekonomi global. Tingkat pengangguran diprediksi akan naik menjadi 3,3% dalam kuartal kedua tahun ini dari sebelumnya pada level 3,2%. Sementara dari China, didorong oleh spekulasi investor bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah agresif untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan pemerintah akan memilih untuk mengeluarkan kebijakan dibanding penurunan suku bunga acuan untuk meningkatkan perkonomian. Sedangkan dari Jepang, perbankan negara ini akan melakukan evaluasi cara pembentukan suku bunga antar bank di negaranya. Asosiasi Bankir Jepang mempertimbangkan evaluasi 16 bank yang saat ini mengklaim telah mengikuti petunjuk menyetorkan bunga interbank Tokyo yang berbasis yen (TIBOR). Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 68,61 poin (0,79%) menuju level 8.795,55 dari posisi sebelumnya pada level 8.726,74 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 319,17 poin (1,66%) menuju level 19.559,05 dari posisi sebelumnya pada level 19.239,88. Sementara pasar saham Eropa mayoritas bergerak menguat dengan kisaran tentatif dibawah 1% yang didukung oleh optimisme investor akan hasil lelang obligasi Spanyol.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan peluang menguat. Sejumlah sentimen positif dari eksternal yang dapat memberikan dukungan bagi indeks hari ini diantaranya; berlanjutnya kenaikan indeks bursa Wall Street kemarin waktu AS, parlemen Jerman menyetujui dana bailout bank Spanyol, Current Account Eropa meningkat serta antisipasi publikasi laporan keuangan emiten semester I 2012. Kenaikan indeks bursa Wall Street kemarin waktu setempat dipicu oleh membaiknya kinerja perusahaan. Sentimen positif pasar juga akan dipicu oleh sikap dari Parlemen Jerman yang telah menyetujui dana bailout bank Spanyol sebesar 100 miliar euro, setelah dalam voting 473 suara menyetujui dan 97 suara menolak. Sentimen positif lainya yakni dari Eropa mengenai ECB mengumumakan kepada publik bahwa neraca transaksi berjalan pada bulan Mei mengalami kenaikan. Current Account Eropa meningkat menjadi 10.9B dari periode sebelumnya yaitu 5.5B. Sentimen dari dalam negeri yang diperkirakan menjadi katalis bagi IHSG, mengenai publikasi laporan keuangan emiten semester I 2012. Sedangkan, Faktor yang menjadi penghambat laju pasar saham, mengenai pernyataan Kanselir Jerman yang mengatakan bahwa ketidakyakinannya terhadap Eropa akan selamat dari krisis saat ini. Konselir Jerman, Angela Merkel menghimbau pemimpin negara Uni Eropa yang lainnya untuk bekerja lebih keras lagi agar Eropa bisa melewati krisis ini tanpa harus menunggu bantuan yang tidak pasti dari Jerman. Selain itu, tanggapan dari kreditur Eropa dan IMF terhadap Yunani bahwa negara itu telah mencapai sangat sedikit reformasi yang dijanjikan dalam dua bulan terakhir. Pasar juga akan menantikan hasil Auditor dari Uni Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa diperkirakan minggu depan akan melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap program ekonomi pemerintah baru Yunani. Hasil akhir dari laporan tersebut akan menentukan apakah Yunani akan menerima pinjaman baru sebesar 31,5 miliar euro pada September dalam program penyelamatan utang Eropa. Dari IMF, pertumbuhan ekonomi Eropa diperkirakan berada dikisaran minus 0.3% dan 0.7% untuk 2012 dan 2013. Minimnya, kebijakan baru yang diterapkan di jangka menengah akan membatasi peluang pertumbuhan ekonomi hanya pada 0.75% di kawasan Eropa, sementara laju inflasi zona Eropa diproyeksikan stabil bertahan dibawah level 2% hingga 2014.


Stock Headlines
Quote:

• HEXA bidik pendapatan USD 800 juta
• SMGR menguasai 39,7% pangsa pasar
• Penjualan semen INTP naik 22%
• KKGI tuntaskan akuisisi 5 tambang batu bara
• APOL kaji pasar domestik
• BMTR dirikan MNC GS Homeshopping
• IDKM dan SCMA rencana lakukan stock split dengan rasio 1:5
• KARK gugat pembatalan atas permohonan pailit terhadap Suek AG
• SMMA beli tanah di Sorong, Papua senilai Rp 12 miliar
• TSPC targetkan penjualan farmasi capai Rp 1,98 triliun tahun ini
• RALS targetkan penjualan Rp 4,43 triliun di 1H2012
• SIPD targetkan penjualan naik 11,7% jadi Rp 4,5 triliun tahun ini
• KIJA tawarkan imbal hasil 12%
• BMRI buka kredit Rp 103 miliar ke Hotel Natour
• BI dapat menolak DBS akuisisi BDMN
• MAYA bukukan laba bersih Rp 189 miliar
• MAYA harapkan tambahan modal Rp500 miliar
• Rencana IPO Semen Baturaja makin tidak jelas
Herseil - 23/07/2012 11:23 AM
#208

Newsletter 23 Juli 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik bergerak menguat dalam perdagangan sepekan hingga sempat menyentuh level tertinggi di 4.105,852. Namun, aksi profit taking pada sesi kedua di perdagangan akhir pekan, menyebabkan IHSG ditutup pada level 4.081,201 dan mencatatkan penguatan sebesar 1,5%. Sejumlah sentimen global dan regional serta domestik mempengaruhi pergerakan bursa Indonesia. Diawali langkah IMF yang memberikan dana bantuan (bailout) sebesar 1,48 miliar euro bagi Portugal. IMF menilai bahwa Portugal saat ini telah melakukan penghematan anggaran guna menyelesaikan krisis utang, namun tetap negara ini membutuhkan bantuan IMF. Disamping itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global (PDB) tahun ini hanya mencapai level 3,5%. Proyeksi ini mengalami penurunan seiring krisis yang dialami kawasan Eropa dan perlambatan ekonomi China serta India yang telah menekan pertumbuhan ekonomi global. IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan tahun 2013 menjadi 3,9% dari sebelumnya 4,1%. Sementara Moody’s Investor Service kembali menetapkan peringkat utang Indonesia pada level Baa3 dengan prospek stabil. Peringkat utang pemerintah itu merefleksikan pertumbuhan yang kuat, rendahnya tingkat utang pemerintah, dan rekam jejak terbaru terhadap manajemen fiskal yang hati-hati. Sementara dari Amerika, The Fed secara sekilas tidak memberikan indikasi untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. Bernanke bahkan mengatakan bahwa ketidakpastian ekonomi meningkat yang dikarenakan krisis utang Eropa. Namun, The Fed juga mengemukakan kesiapannya untuk melakukan pembelian aset lebih ketika diperlukan. Disamping itu, The Fed kemungkinan meluncurkan sejumlah opsi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan apabila pemulihan ekonomi AS gagal menurunkan tingkat pengangguran. Langkah stimulus itu antara lain, perpanjangan pembelian surat utang negara dan surat berharga yang menjamin hipotek dan perubahan proyeksi suku bunga acuan. Sementara dari Asia, perbankan Jepang akan melakukan evaluasi cara pembentukan suku bunga antar bank di negaranya.


Market Overview
Quote:

Kekhawatiran mengenai Spanyol dan kejatuhan tingkat bunga di kawasan zona euro akan melemahkan pergerakan indeks global dalam pekan ini termasuk dampaknya bagi indeks bursa domestik. Salah satu sentimen teranyar dari Eropa mengenai beredarnya kabar bahwa International Monetary Fund akan segera menghentikan bantuan kepada Yunani. Selain itu, kabarnya Troika pesimistis terhadap pemerintah Yunani yang kemungkinan tidak akan sanggup memangkas pengeluaran menjadi 120% untuk pertumbuhan ekonomi pada 2020. Grup Troika yang mengawasi perkembangan untuk bantuan Yunani akan segera mengirim petugas inspeksi ke negara ini untuk melihat perkembangan disana dengan merujuk kepada persyaratan program bantuan yang diberikan. Sentimen dari Eropa lainnya mengenai menteri keuangan Uni Eropa menyetujui dana penyelamatan Uni Eropa bagi bank Spanyol yang tengah alami krisis, setelah parlemen Jerman dan Finlandia mendukung partisipasinya dalam bailout Spanyol. Dengan demikian Spanyol akan menerima pinjaman sebesar 100 miliar euro, meski besaran dari pinjaman akan diputuskan pada bulan September dan akan tuntaskan pada akhir 2013, Namun, pelaksanaannya tetap menunggu hasil audit lengkap dari sektor perbankan negara itu dirilis. Kendati para menteri keuangan zona Eropa sudah menyetujui rencana bailout perbankannya, bersamaan dengan itu negara ini menurunkan proyeksi pertumbuhan GDP selama 2013 dan 2014. Meskipun keputusan Eurogroup itu positif, tetapi permasalahan yang tidak dapat dikesampingan mengenai yield obligasi 10 tahun Spanyol tetap di atas level 7%. Hasil lelang obligasi pemerintah Spanyol untuk tenor tiga, lima dan tujuh tahun, yang berhasil mengumpulkan 2,98 miliar euro atau mendekati target 3 miliar euro, harus dibayar yield yang naik tajam. Dari Jepang, menantikan hasil dari pertemuan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda dan gubernur bank sentral Jepang, BoJ yang akan berlangsung pada awal pekan ini guna membahas kebijakan moneter dan solusi untuk memicu pertumbuhan ekonomi guna mengatasi deflasi Jepang yang sudah sedemikian parah. Sementara itu, sentimen dari dalam negeri yang dapat memberikan dukungan bagi pergerakan indeks bursa domestik mengenai publikasi laporan keuangan emiten semester I 2012.


Stock Headlines
Quote:

•Penjualan alat berat Komatsu UNTR turun 35% jadi 502 unit
•TINS rencana bangun PLTU berkapasitas 2x7 MW di Bangka Barat
•ANTM alokasikan dana eksplorasi USD 26 juta pada 2012
•MEDC akan bangun PLTG di Sebaung
•INDY peroleh fasilitas kredit USD 110 juta dari BMRI
•INDY berikan dana USD 442 juta untuk anak usaha
•INDY targetkan produksi batubara 36,6 juta ton
•Laba GTBO 1H12 meningkat 7294% YoY
•CNKO tidak memiiki rencana akuisisi perusahaan pembangkit listrik
•Laba MSKY 1H12 turun 83% YoY
•JSMR kaji untuk masuk proyek ruas tol Batang-Semarang
•POOL berikan pinjaman Rp 1,85 miliar ke PT Widya Dharma Artha
•CFIN bagi dividen Rp 20 per saham
•SMRA akan masarkan proyek mal digital di Serpong pada 3Q2012
•SMRA alokasikan belanja modal Rp1,7 triliun
•SMRA raih marketing sales Rp 2 triliun
•BSDE peroleh marketing sales Rp 2,05 triliun
•MTLA realisasikan belanja modal di bawah 50%
•Penyaluran kredit BBTN 1H12 tumbuh 30%
•BBRI siap akuisisi 2 sekuritas
Herseil - 24/07/2012 10:38 AM
#209

Newsletter 24 July 2012

Market Review
Quote:

Kekhawatiran yang kembali meningkat terhadap perkembangan krisis utang di zona Eropa setelah yield obligasi 10 tahun Spanyol menyentuh level tertinggi diatas 7%, menjadi salah satu penyebab pelemahan pasar saham dunia pada perdagangan kemarin. Kondisi ini menyebabkan kecemasan di kalangan investor bahwa Spanyol pada akhirnya akan kehabisan dana segar dan membutuhkan dana talangan. Disamping itu, Dana Moneter Internasional (IMF) berencana menghentikan bantuan ke Yunani dan hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa Yunani akan mengalami kebangkrutan pada awal September. Troika akan mengirim penguji ke Yunani pada pekan ini untuk mengukur kemajuan terhadap persyaratan program bantuannya. Dikabarkan bahwa pemerintah Yunani tidak dapat menurunkan pengeluaran 120% dari pertumbuhan ekonomi hingga 2020 seperti yang diisyaratkan. Sementara perekonomian AS diperkirakan mencatatkan pertumbuhan terendah periode 2Q12 menyusul pertumbuhan bursa kerja yang lebih lambat sehingga masyarakat mengurangi belanjanya. PDR rata-rata diprediksi naik 1,4% atau lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 1,9%. Seluruh sentimen ini menyebabkan IHSG membukukan pelemahan sebesar 71,408 poin (1,75%) ke level 4.009,793 dari posisi sebelumnya pada level 4.081,201. Sentimen tersebut juga menyebabkan pelemahan pasar regional, yang ditambah adanya sentimen negatif dari China. Penasihat Bank Sentral China memprediksi tingkat pertumbuhan China akan melambat menjadi 7,4% pada kuartal ketiga tahun ini. Disamping itu, anggota akademisi komite kebijakan moneter People’s Bank of China, juga mengingatkan bahwa penurunan harga produksi ditambah dengan tingkat inflasi konsumen yang tinggi, akan menurunkan return perusahaan-perusahaan industri. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar161,55 poin (1,86%) ke level 8.508,32 dari posisi sebelumnya pada level 8.669,87 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 587,33 poin (2,99%) ke level 19.053,47 dari posisi sebelumnya pada level 19.640,8. Sementara pasar saham Eropa juga bergerak melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh index Ibex 35 yang tentatif bergerak melemah hingga diatas 5%. Kendati dividen di Inggris tumbuh 18% pada periode kuartal kedua tahun ini, namun krisis keuangan Eropa dan kenaikan imbal hasil obligasi Spanyol dan Jerman masih menjadi faktor kuat dalam pergerakan pasar Eropa.


Market Overview
Quote:

IHSG berpotensi mengalami pelemahan menyusul berlanjutan koreksi yang terjadi atas indeks bursa Wall Street dan melambatnya pergerakan indeks bursa Asia. Penurunan indeks bursa AS tersebut disebabkan isu perlambatan pertumbuhan ekonomi global, setelah penasehat bank sentral China memprediksi bahwa petumbuhan ekonomi China pada kuartal III akan semakin melambat. Sentimen pasar hari ini, klarifikasi oleh IMF yang membantah laporan kemungkinan menolak mendukung Yunani. Dalam pernyataannya IMF akan mendukung Yunani dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Bahkan IMF akan memulai berdiskusi dengan pemerintahan Yunani pada tanggal 24 Juli membahas cara untuk membawa program ekonomi negara ini kembali untuk ke jalurnya dan akan didukung oleh bantuan keuangan IMF. IMF telah memberikan sinyal terbuka untuk membahas target baru di bawah program ekonomi tetapi mungkin bersedia untuk meninjau jadwal baru sehingga adanya penundaan yang disebabkan oleh perkembangan politik di Yunani. Dari Spanyol pernyataan Deputi Gubernur Bank of Spanyol bahwa negara ini melakukan reformasi lebih lanjut dan pemotongan biaya untuk menenangkan pasar, dan meminta Eropa untuk segera membuat serikat perbankan dan mekanisme lain yang memperkuat serikat moneter. Sementara itu, regulator pasar saham Spanyol melarang aksi short-selling pada semua sekuritas Spanyol untuk selama tiga bulan. Pemerintah Spanyol berharap bailout 100 miliar euro untuk sektor perbankan akan menjadi kunci untuk memperkuat sektor keuangan negara ini. Dana bailout akan dapat memperbaiki permodalan perbankan karena dengan biaya yang lebih rendah. Spanyol hanya dikenakan bunga 1,5% atas dana bailout atau jauh lebih rendah dari biaya jika menerbitkan obligasi. Bank of Spanyol memperkirakan PDB Spanyol di kuartal II turun 0,3% dari 0,4% di kuartal I atau turun 1% dari tahun lalu. Sementara itu, pemerintah Spanyol memprediksikan pertumbuhan tahun depan akan berkontraksi 0,5% atau lebih rendah dari estimasi sebelumnya yang diperkirakan akan tumbuh 0,2%. Selain itu, PM Spanyol menyatakan putaran kedua kenaikan pajak dan pemangkasan belanja tidak akan membutuhkan bailout kedua. Namun, yield obligasi 10 tahun Spanyol naik ke rekornya selama era Euro di tengah kekhawatiran Yunani mungkin keluar dari blok mata uang Euro.


Stock Headlines
Quote:

•PTBA peroleh pendapatan Rp 5,7 triliun
•Produksi batubara DOID turun 6%
•KRAS-Nippon Steel siap ambil alih Indo Japan
•KRAS finalisasi pinjaman guna penyelesaian proyek blast furnace
•SGRO akan segera tanami kebun karet
•DGIK peroleh proyek baru EPC Rp 100 miliar pada bulan lalu
•ADHI akan investasi Rp 50 miliar bangun 2 pabrik beton precast
•Penjualan bersih FAST naik 15% pada semester I-2012
•PBRX incar pendapatan Rp 2,8 triliun
•Andalkan anak usaha, penjualan BRNA tumbuh 26%
•MBTO incar perusahaan perawatan tubuh
•BBNI optimis transaksi kartu kredit Rp 18,5 triliun
•BBKP catat pertumbuhan kredit 30% di 1H2012
•Setelah revaluasi, aseet BCIC naik menjadi Rp162 miliar
•HERO penjualan 1H2012 naik 19,9% jadi Rp 4,83 triliun
•AMRT targetkan penjualan 1H 2012 naik 27% jadi Rp 10,59 triliun
•DILD segera bangun 1Park Avenue di triwulan IV
•BSDE penjualan pemasaran 1H2012 naik 49% jadi Rp 2,05 triliun
•1Q12 HITS catatkan rugi bersih Rp4,5 miliar
•DAVO diminta segera klarifikasi kinerja
•Citra Borneo Indah IPO 20% saham pada September
•Provident Agro berencana melepas 20% saham
Herseil - 25/07/2012 10:56 AM
#210

Newsletter 25 Juli 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik kembali bergerak melemah pada perdagangan
kemarin menyusul mayoritas sentimen negatif dari global. Kebijakan
pemerintah Spanyol untuk mem- bailout perbankan di negaranya juga
menimbulkan kecemasan, karena sumber dana untuk membantu sektor
keuangan itu diperoleh dengan cara menerbitkan obligasi berbunga tinggi.
Pasar mengkhawatirkan Spanyol pada akhirnya akan kesulitan menembus
pasar finansial. Ditambah juga dengan langkah Moody’s Investors Service
yang menurunkan outlook peringkat utang Aaa milik Jerman, Belanda, dan
Luxembourg menjadi negatif. Moody’s menilai ketidakpastian mengenai
krisis utang Eropa akan berdampak terhadap perekonomian ketiga negara
tersebut. Disamping itu, risiko keluarnya Yunani dari kawasan Eropa dan
dibutuhkannya tambahan bailout bagi Spanyol dan Italia, turut menjadi
penyebab penurunan outlook tersebut. Sementara itu, IMF membantah
kabar yang beredar di pasar global bahwa akan berhenti membantu
Yunani untuk keluar dari kebangkrutan. IMF akan terus mendukung Yunani
untuk mengatasi kesulitan ekonomi dan akan mengirim utusan ke negara
tersebut untuk membahas bagaimana cara membawa ekonomi Yunani
keluar ke track yang benar dengan didukung keuangan oleh IMF. Seluruh
sentimen tersebut menyebabkan IHSG ditutup melemah sebesar 17,68
poin (0,441%) ke level 3.992,113 dari posisi sebelumnya pada level
4.009,793. Sementara dari Asia, pelemahan mayoritas pasar saham ini
tertahan oleh sentimen positif dari Jepang dan China hingga pasar saham
tidak membukukan pelemahan yang dalam. Gubernur Bank of Japan dan
Menteri Keuangan Jepang mengatakan bahwa mereka akan mengawasi
pergerakan yen yang terus menguat hingga mendekati level tertinggi
dalam 11 tahun terakhir terhadap euro. Disamping itu, indeks pembelian
manufaktur China oleh HSBC naik ke level 49,5 pada bulan Juli dari
sebelumnya pada level 48,2. Peningkatan ini didorong oleh naiknya
produksi sub indeks menjadi 51,2. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah
sebesar 20,23 poin (0,24%) ke level 8.488,09 dari posisi sebelumnya pada
level 8.508,32 dan indeks Hang Seng yang sempat menunda perdagangan
pasar saham akibat topan Vicente, ditutup melemah sebesar 150,27 poin
(0,79%) ke level 18.903,2 dari posisi sebelumnya pada level 19.053.47.
Pasar saham Eropa bergerak mixed dengan pelemahan terbesar pada
index Ibex 35 yang tentatif bergerak melemah diatas 1,5%.


Market Overview
Quote:

Sentimen global akan kembali menjadi acuan Bursa Efek Indonesia di
tengah minimnya insentif domestik. Investor concern dengan krisis
di Eropa dan perlambatan ekonomi di Cina. Yunani diperkirakan
mengalami gagal bayar atas utang jatuh tempo sebesar € 1,3 miliar
pada Agustus 2012. Yunani harus menekan rasio utangnya menjadi
120% dari Produk Domestik Bruto guna memenuhi syarat
memperoleh dana talangan senilai € 240 miliar. Bursa global kini
mengkhawatirkan krisis finansial yang meningkat di Spanyol. Italia
diisukan akan mengalami hal yang sama setelah Spanyol, sehingga
perdagangan saham perbankan Italia sempat disuspen kemarin
akibat sell-off. Sementara Moody’s Investor Services memangkas
outlook Jerman, Belanda dan Luxemburg dari Stabil menjadi Negatif,
karena beban dukungan finansial dalam neracanya. Moody’s
memperingatkan bahwa ketiga negara tersebut harus meningkatkan
dukungan bagi zona Eropa. S&P memberi peringkat AAA dengan
outlook Stabil bagi Jerman, tetapi negatif bagi Belanda, Luxemburg
dan Finlandia. Sedang Fitch memberi outlook Stabil pada keempat
negara tersebut. Kekhawatiran bahwa Spanyol akan membutuhkan
dana bailout tambahan, membuat yield obligasi cukup mencemaskan.
Hasil lelang obligasi senilai €3,05 miliar untuk tenor 6 bulan yield naik
menjadi 3,691% dibandingkan lelang sebelumnya 3,237%. Namun
data preliminary PMI Cina bulan Juli yang naik ke 49,5 dari 48,2 di
bulan Juni atau ke level tertinggi sejak Februari bisa mereduksi
sentimen negatif dari Eropa tersebut. Data PMI Cina bulan Juli itu
diyakini konsisten dengan cukup kuatnya output manufaktur untuk
menciptakan pertumbuhan kerja. Sementara itu ADB
memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2012
akan berada di bawah 6,4% atau lebih rendah dari proyeksi April,
karena penurunan kontribusi ekspor, investasi, konsumsi masyarakat
dan belanja pemerintah. Ekspektasi kinerja emiten di semester I
2012 diharapkan mereduksi sentimen negatif global.


Stock Headlines
Quote:

• Realisasi capex PTBA hingga semester I mencapai 31%
• Realisasi buyback PTBA mencapai Rp 140 miliar
• PTBA peroleh laba bersih Rp 1,5 triliun
• INDY peroleh fasilitas kredit dari BMRI senilai USD 110 juta
• Bumi Plc bantah telah jual sahamnya di BRAU
• TLKM siap bangun ekosistem device-network-application
• SMRA peroleh izin dari Pemerintah Provinsi Bali bangun hotel
• PANS bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 100 per saham
• BSIM rencana terbitkan waran seri II Rp 1,2 miliar-Rp 2,9 miliar
• CPRO targetkan restrukturisasi utang obligasi September 2012
• WOMF bukukan kerugian bersih Rp 22,313 miliar 1Q2012
• INDR anggarkan capex USD 60-70 juta untuk 2012-2014
• KRAS tambaha saham Indo Steel
• BRMS harapkan cadangan signifikan di Palu
• VOKS raih kontrak ekspor US$20 juta
• BTEL siap lunasi obligasi Rp 650 miliar
• KIJA peroleh USD 175 juta dari obligasi
• .BHIT beli saham BMTR di pasar
• Laba ARNA tumbuh 31%
• BCIC akan revaluasi aset
• Divestasi BCIC sisakan 1 calon investor
• Citra Borneo Indah jajaki IPO
Herseil - 26/07/2012 10:45 AM
#211

Newsletter 26 July 2012

Market Review
Quote:

Pasar saham domestik ditutup menguat di tengah pelemahan pasar global dan regional yang masih disebabkan oleh kondisi krisis utang Yunani dan Spanyol. IHSG ditutup menguat sebesar 8,726 poin (0,219%) menuju level 4.000,839 dari posisi sebelumnya pada level 3.992,113. Sentimen dari Eropa, masih berasal dari langkah Komisi Eropa, ECB, dan IMF yang akan berkunjung ke Yunani untuk memastikan bahwa negara tersebut telah memenuhi persyaratan bailout. Sentimen dari Asia juga diliputi oleh faktor negatif yang menyebabkan mayoritas pasar saham ditutup melemah. Jepang membukukan defisit perdagangan sebesar US$37,4 miliar pada periode semester pertama tahun ini yang salah satunya disebabkan oleh tingginya harga energi yang menjadi beban negara ini. Angka ekspor tercatat turun sebesar 2,5% sementara impor meningkat sebesar 13,1%. Menurunnya kinerja ekspor disebabkan oleh krisis utang Eropa dan penguatan nilai tukar yen. Sedangkan impor meningkat, yakni impor minyak, dikarenakan pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang yang rusak akibat tsunami tahun lalu sehingga tergantung pada minyak dan gas untuk menghidupkan tenaga listrik. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 122,19 poin (1,44%) ke level 8.365,9 dari posisi sebelumnya pada level 8.488,09. Sementara itu, IMF mengemukakan bahwa ekonomi China akan menghadapi risiko penurunan yang signifikan dan terlalu bergantung pada investasi. IMF menyarankan agar China dapat mendorong ekonominya dengan tetap menghindari efek samping stimulus kredit. China juga tengah menambah belanja modal untuk mengatasi perlambatan. Namun, IMF khawatir akan keberlangsungan tingkat investasi yang tinggi di tengah permintaan internal yang lemah dan kapasitas yang berlebihan. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 25,87 poin (0,14%) ke level 18.877,33 dari posisi sebelumnya pada level 18.903,2 dan indeks Shanghai Composite ditutup melemah sebesar 10,44 poin (0,49%) ke level 2.136,15 dari posisi sebelumnya pada level 2.146,59. Kendati data ekonomi Eropa menunjukkan penurunan, namun pasar saham Eropa bergerak menguat terutama indeks Ibex 35 dan FTSE MIB yang masing-masing tentatif bergerak naik sebesar 1,8% dan 1,4%. GDP Inggris turun sebesar 0,7% yang disebabkan curah hujan berlebih dan perpanjangan hari libur yang mengurangi produksi. Indeks kepercayaan Jerman juga turun ke level terendah menyusul memburuknya krisis utang Eropa.


Market Overview
Quote:

Laju indeks bursa global diperkirakan masih terkendala oleh data Jerman yang buruk dan mencuatnya masalah Yunani, tentunya hal ini turut memberikan pengaruh bagi pergerakan indeks bursa domestik. Aktivitas manufaktur Jerman mengalami kontraksi ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Indeks PMI manufaktur turun ke 43,3 di Juli dari 45 pada bulan Juni. Selain itu, masalah keuangan Yunani akan memberi tekanan bagi pasar. Karna kabarnya dalam evaluasi troika disimpulkan bahwa Yunani gagal mencapai target pengurangan defisit, hal ini bisa menyebabkan gagal mendapat kucuran bailout. Yunani masih belum bisa membayar utangnya dan restrukturisasi lanjutan kemungkinan harus dilakukan. Artinya ada kemungkinan para kreditor, ECB dan pemerintah zona euro, akan merestrukturisasi sebagian dari 200 miliar euro surat utang Yunani yang dipegangnya. Dengan mencuatnya masalah Yunani, melengkapi buruknya kondisi di Eropa, yang masih menjadi faktor negatif di pasar. Selain itu, pasar masih cemas dengan Spanyol yang dikhawatirakan membutuhkan bantuan finansial tambahan untuk membantu daerahnya dan perbankannya. Sementara itu, Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun naik ke 7,6%, kondisi ini akan menambah beban biaya pemerintah Spanyol. Melonjaknya biaya yang Spanyol harus tanggung dari hasil pinjamanya di pasar uang sudah tidak sesuai dengan kekuatan ekonominya. Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin waktu setempat, indeks Dow Jones ditutup menguat sedang indeks Nasdaq ditutup melemah. Tekanan indeks Wall Street tersebut berasal dari penurunan saham Apple Inc dan data penjualan rumah baru yang secara tidak terduga mencatatkan penurunan. Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan rumah baru sepanjang Juni turun 8,4% ke level terendah dalam lima bulan terakhir menjadi 350.000 unit. Penurunan tersebut merupakan yang terburuk sejak Februari 2011. Data tersebut sekaligus menepis pernyataan dari Ben S. Bernanke yang mengatakan bahwa perumahan AS adalah salah satu sektor ekonomi AS yang membaik.


Stock Headlines
Quote:

• AALI laba 1H 2012 turun 27,4% menjadi Rp 958,6 miliar
• Laba bersih UNTR naik sebesar 21,5%
• Anak usaha BRMS dapat izin pemerintah untuk penambangan
• PTBA target laba Rp 3,4 triliun pada 2012
• Rendahnya harga jual sebabkan kinerja TINS berpotensi turun
• INCO siap lepas lahan tambang
• BTEL peroleh pinjaman USD 50 juta dari Credit Suisse Singapore
• SSIA targetkan kelola 4.000 kamar hotel di 35 lokasi di Indonesia
• GWSA laba bersih 1H2012 naik 352,47% jadi Rp 273,82 miliar
• IPOL targetkan kontribusi penjualan di China 35%-40% tahun ini
• BBTN turunkan target dana rights issue
• Laba bersih NISP naik 30%
• NISP rencana akuisisi perusahaan pembiayaan
• BBLD peroleh pinjaman fasilitas kredit dari Indonesia Eximbank
• MAPI tambah gerai baru
• Rajawali siap lepas 2% saham SMMT
• ULTJ bantah akan melakukan stock split dengan rasio 1:2
• Harga saham baru BIPP Rp 100 per lembar
• BIPP kaji rights issue tahun ini
• Fokus properti, BIPP jual aset Rp 150 miliar
• Penjualan GDYR 1H12 turun 2%
• Anak usaha LTLS lepas kepemilikannya di PT. EP-TEC Solutions
• JPRS pendapatan 1H12 turun jadi Rp 166,1 miliar
Herseil - 27/07/2012 11:38 AM
#212

Newsletter 27 July 2012

Market Review
Quote:

asar saham domestik kembali ditutup menguat tipis di tengah pergerakan
pasar saham global dan regional yang tercatat mixed. IHSG ditutup
menguat sebesar 3,937 poin (0,098%) menuju level 4.004,776 dari posisi
sebelumnya pada level 4.000,839. Kendati angka penjualan rumah tinggal
di AS tercatat turun, namun tumbuhnya penyaluran kredit selama 5 bulan
pertama tahun ini sebesar 11%, mampu menyeimbangkan sentimen
negatif angka penjualan rumah. Ditambah juga dengan sejumlah
kebijakan dari kawasan regional yang mayoritas positif, mampu
mengangkat pasar saham Asia hingga mayoritas ditutup menguat. Indeks
Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 77,2 poin (0,92%) menuju level
8.443,1 dari posisi sebelumnya pada level 8.488,09 dan indeks Hang Seng
ditutup menguat sebesar 15,46 poin (0,08%) menuju level 18.892 dari
posisi sebelumnya pada level 18.903,2. Reserve Bank of New Zealand,
tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada posisi 2,5%. Bank
Sentral tetap memantau situasi dengan hati-hati agar bisa mengambil
tindakan perubahan dan berharap aktifitas ekonomi domestik tumbuh
secara perlahan dalam beberapa tahun ke depan. Komite Kebijakan
Moneter Thailand telah memutuskan untuk mempertahankan kebijakan
suku bunga sebesar 3% sesuai dengan kondisi pemulihan ekonomi
Thailand saat ini. Komite juga menurunkan proyeksi PDB tahun ini sebesar
0,3% menjadi 5,7% dari 6%. Proyeksi ekspor juga diturunkan dari 8%
menjadi 7% dan menyesuaikan inflasi tahunan menjadi 2,9% serta inflasi
inti 2,2%. Perekonomian Korsel melambat seiring pelemahan kinerja
ekspor pada periode 2Q12. GDP periode April-Juni tercatat turun ke angka
0,4% sementara pada periode sebelumnya GDP mencapai 0,9%. Pasar
saham Eropa mayoritas bergerak melemah terutama index Dax yang
tentatif bergerak melemah diatas 1%. Pelemahan ini masih dipengaruhi
oleh kekhawatiran seputar Yunani dan Spanyol. Pasar meragukan Yunani
dapat memenuhi target untuk mendapatkan dana bailout sementara
Spanyol diprediksi akan mengajukan dana bailout sehingga semakin
banyak kawasan yang akan mengajukan dana bantuan. Disamping itu,
Citigroup Inc menaikkan estimasi terhadap kemungkinan Yunani keluar
dari kawasan Eropa dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan menjadi
90% dari sebelumnya 50% hingga 75%. Hal ini dikarenakan kondisi
perekonomian global khususnya Eropa yang semakin melemah.


Market Overview
Quote:

Kenaikan indeks bursa Wall Street kemarin waktu setempat, diperkirakan
akan memberikan dukungan bagi indeks IHSG ke teritorial positif pada
perdagangan saham hari ini. Indeks Dow Jones ditutup menguat 211,88
poin (1,67%) ke posisi 12887,93 dan indeks Nasdaq diakhir perdagangan
naik 39,01 poim (1,37%) ke level 2893,25. Kenaikan indeks bursa Wall
Street ini didukung oleh janji Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melakukan
segala kemungkinan guna menyelamatkan zona euro dari krisis utang
yang berkecamuk. Dalam pernyataan Presiden ECB Mario Draghi
mengatakan siap memberi bantuan likuiditas terhadap negara-negara
dengan bunga surat utang tinggi. Sebelumnya, ECB memberikan
sinyalemen beberapa alasan yang bisa dipergunakan untuk menjalankan
dana bantuan tetap Zona Euro bagi permohonan suatu ijin perbankan.
Pernyataan Presiden ECB ini mampu memberikan kepercayaan bagi
pelaku pasar AS, di tengah rilis data ekonomi AS yang kurang baik. Data
klaim pengangguran mingguan turun tajam, data pesanan barang tahan
lama jatuh pada Juni dan data pending home sales jatuh pada Juni.
Apakah dari AS juga akan ada kejutan bagi pasar terhadap langkah
pelonggaran lanjutan oleh Federal Reserve dalam pertemuan kebijakan
yang akan belangsung pada 31 Juli dan 1 Agustus untuk mengairahkan
pasar. Kendati sinyalemen terhadap pelonggaran tersebut cukup terbuka
seiring semakin banyak pejabat Fed yang menyimpulkan bahwa bank
sentral perlu memperluas program stimulus guna mendorong
pertumbuhan dan meningkatkan pencipataan lapangan kerja. Sedangkan
dari Timur Tengah berkenaan dengan kabarnya parlemen Iran sedang
mempertimbangkan voting untuk menentukan apakah sanksi pihak barat
harus direspon dengan penutupan selat. Penutupan Selat Hormuz
diprediksi akan menciptakan ketegangan baru dan dapat melambungkan
harga minyak mentah Dunia. Mengingat wilayah perairan ini merupakan
salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Pejabat
pemerintahan Iran sudah berulangkali mengatakan siap menutup Selat
Hormuz sebagai aksi protes terhadap embargo Amerika dan Uni Eropa



Stock Headlines
Quote:

ASII laba bersih 1H2012 naik 13% menjadi Rp 9,7 triliun
• AUTO laba 1H2012 naik 6,26% menjadi Rp 559,455 miliar
• ASGR laba 1H 2012 naik 32,2% menjadi Rp 70,35 miliar
• UNTR dalam proses akuisisi tambang di Kalteng
• Laba bersih GTBO 1H12 tumbuh 7200%
• GIAA targetkan pendapatan 17% jadi Rp 31,59 triliun tahun ini
• ENRG produksi minyak dan gas 29 ribu barel selama 1H2012
• ACES proyeksikan penjualan 1H2012 naik 32%-34%
• BIPP akan divestasi 2 kapal phinisi di Bali dan tanah di Bogor
• IDKM laba bersih 1H 2012 capai Rp150,7 miliar
• SCMA laba bersih 1H2012 naik 5,3% jadi Rp 362,3 miliar
• KARW ubah bisnis dari property ke logistik tahun ini
• Anak usaha SMAR rencana terbitkan obligasi Rp 1 triliun
• BBKP bukukan pertumbuhan laba 20%
• Laba BNGA tumbuh 28%
• Kredit BNLI tumbuh 41%
• WIKA peroleh kontrak properti Rp 500 miliar
• EMTK siap jual saham IDKM dan SCMA
• MAPI akan emisi obligasi Rp 500 miliar
• Kinerja HOME tertekan rugi selisih kurs
• LPGI raih premi bruto Rp299 miliar
• BBLD raih laba 1H12 Rp73 miliar
• Fitch Rating tetapkan peringkat B untuk obligasi KIJA
Herseil - 01/08/2012 10:46 AM
#213

Newsletter 1 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ekspektasi akan adanya stimulus dari Bank Sentral Eropa yang dapat mengurangi perlambatan ekonomi global. Ditambah dengan rilis kinerja keuangan perusahaan domestik periode semester pertama 2012 yang rata-rata menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mendorong penguatan IHSG sebesar 43,216 poin (1,054%) menuju level 4.142,337 dari posisi sebelumnya pada level 4.099,121. Pasar saham regional mayoritas ditutup menguat terkecuali pasar saham China yang kembali ditutup melemah. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 59,62 poin (0,69%) menuju level 8.695,06 dari posisi sebelumnya pada level 8.635,44 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 211,41 poin (1,08%) menuju level 19.796,81 dari posisi sebelumnya pada level 19.585,4. Sedangkan indeks Shanghai Composite ditutup melemah sebesar 6,28 poin (0,3%) ke level 2.103,63 dari posisi sebelumnya pada level 2.109,91. Pasar saham Eropa mayoritas juga bergerak menguat, terutama indeks Ibex 35 yang tentatif bergerak menguat hingga diatas 1%. PM Italia, Mario Monti, mengemukakan bahwa akhir dari penyelesaian krisis keuangan sudah mulai terlihat bagi negaranya dan Uni Eropa. Tekanan terhadap obligasi Italia yang sempat mengkhawatirkan pun sudah terlihat mulai mereda setelah para pemimpin Eropa berjanji untuk melakukan apapun guna menyelamatkan zona Euro. Sementara itu, Moody’s Investors Service menurunkan prediksi pertumbuhan Inggris dan menegaskan bahwa pemerintah Inggris akan lebih sulit untuk mencapai target pengurangan utang. Moody’s memperkirakan ekonomi Inggris akan tumbuh 0,4% pada tahun ini dan 1,8% tahun depan. Ekonomi bisa kembali lagi ke tren pertumbuhan 2,5%, namun akan memakan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan. Moody’s telah memberikan Inggris rating Aaa dengan outlook negatif yang sebagian mencerminkan kekhawatiran atas kondisi makro ekonomi Inggris dalam beberapa tahun ke depan. Dari domestik, hampir seluruh sektor perdagangan ditutup menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,2 triliun.


Market Overview
Quote:

The Fed dan ECB akan menentukan arah pergerakan indeks bursa global beberapa hari kedepan termasuk dampaknya bagi indeks bursa domestik. Federal Reserve tengah menggelar pertemuan pada 31 Juli dan 1 Agustus, apakah akan merilis pelonggaran kuantitatif baru dalam waktu dekat. Pelaku pasar berusaha mencari sinyal pernyataan dari pejabat the Fed, khususnya tentang Quantitative Easing (QE). Kendati sinyalemen terhadap pelonggaran tersebut cukup terbuka seiring semakin banyak pejabat Fed yang menyimpulkan bahwa bank sentral perlu memperluas program stimulus guna mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pencipataan lapangan kerja. Di saat yang hampir sama, dewan gubernur ECB akan bertemu dan membahas perkembangan moneter di wilayah Eropa. ECB akan membahas formula penyelamatan ekonomi kawasan. Pekan lalu, Mario Draghi sudah memberi indikasi akan adanya suatu langkah yang lebih agresif dalam penanganan krisis keuangan Eropa. Pernyataan itu menimbulkan harapan akan adanya stimulus baru dan tindakan untuk membantu negara yang sedang menghadapi kenaikan yield obligasi. Negara Spanyol dipandang sudah layak mendapat bailout mengingat imbal hasil obligasi 10 tahun sudah berkisar di level 7%, bahkan sempat menembus titik tertinggi dalam sejarah di 7,75% pekan lalu. Belum lagi kondisi Yunani dan Italia yang yang terus dibayangi ketidakpastian ekonomi. Dari dalam negeri sentimen yang tidak kalah penting publikasi laporan keuangan emiten yang sebagian besar emiten sudah menuntaskan rilis kinerja keuangan untuk semester pertama 2012. Secara umum kinerja keuangan emiten tersebut menunjukan rata-rata pertumbuhan dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Faktor lain dari dalam negeri yang juga menjadi perhatian pasar, rilis data ekonomi Indonesia. Terutama angka inflasi Juli yang diperkirakan akan mengalami kenaikan, seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat dalam memasuki bulan Ramadhan. Sementara itu, Bank Indonesia memproyeksikan inflasi Juli 2012 sebesar 0,65% atau hanya naik sedikit dari inflasi Juni yang sebesar 0,62%.


Stock Headlines
Quote:

• INCO akan bangun pabrik pemurnian dan 1 line smelter
• Penjualan ANTM turun 7%
• Group SMGR akan dilebur jadi PT Semen Indonesia pada 2012
• GPM dan OPM INTP turun 1,3% dan 1%
• Laba bersih SMGR 1H12 tumbuh 12%
• HMSP bukukan laba bersih Rp4,88 triliun
• Laba bersih CPIN tumbuh 35%
• ISAT catat rugi bersih Rp 131,8 miliar pada 1H 2012
• KLBF laba bersih 1H2012 naik 19,6% jadi Rp 807 miliar
• Axis akan akhiri kerja sama roaming nasional dengan EXCL
• MASA akuisisi 2 perusahaan perkebunan
• Laba LPKR naik 47% menjadi Rp 437 miliar
• Laba LPCK naik 87,4% menjadi Rp 184,6 miliar
• Laba bersih MEGA meningkat 110%
• Laba bersih BEKS mencapai Rp 55,5 miliar
• Dana murah tingkatkan laba AGRO
• Pembiayaan BBLD turun 22%
• TRIS peroleh order Rp 510 miliar
• ERTX bukukan laba
• Laba bersih UNIC turun 35%
• WINS catatkan pendapatan 1H12 US$56,86 juta
• COWL bukukan laba bersih Rp33,4 miliar
• Laba bersih PNBN tumbuh 52%
Herseil - 02/08/2012 11:05 AM
#214

Newsletter 2 August 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham bergerak mixed pada perdagangan kemarin seiring dengan sikap investor yang masih memilih untuk wait and see atas hasil pertemuan dari FOMC dan ECB. ECB diharapkan dapat memulai pembelian obligasi Italia dan Spanyol untuk menjaga tingkat imbal hasil dari kedua obligasi tersebut. Investor global juga berspekulasi akan kemungkinan penurunan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed guna menekan borrowing cost jangka pendek sehingga dapat memacu ekspansi ekonomi Amerika yang mulai melambat. Penantian akan hasil pertemuan tersebut mendorong pelaku pasar domestik untuk mengamankan portofolionya dan menyebabkan IHSG ditutup melemah sebesar 11,872 poin (0,287%) ke level 4.130,465 dari posisi sebelumnya pada level 4.142,337. Pasar saham Asia tercatat mixed dimana bursa saham China ditutup menguat mayoritas dalam kisaran 1%. Kendati tingkat pengangguran Jepang tercatat turun tipis, namun rilis kinerja perusahaan yang tidak sesuai dengan estimasi sebelumnya menyebabkan Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 53,21 poin (0,61%) ke level 8.641,85 dari posisi sebelumnya pada level 8.695,06. Sedangkan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 23,57 poin (0,12%) menuju level 19.820,38 dari posisi sebelumnya pada level 19.796,81. Indeks Shanghai Composite ditutup menguat sebesar 19,73 poin (0,94%) menuju level 2.123,36 dari posisi sebelumnya pada level 2.103,63. Penguatan ini didukung oleh data indeks manager pembelian manufaktur di China yang tercatat pada level 49,3 atau lebih tinggi dibandingkan bulan Juni pada level 48,2. Ditambah juga dengan data kenaikan harga rumah baru di China yang menandakan bursa perumahan mulai membaik. Namun, PM China, Wen Jiabao, mengemukakan bahwa kendali atas kebijakan perumahan masih dipertahankan agar harga rumah tidak mengalami rebound. Pasar saham Eropa juga bergerak mixed dengan indeks Ibex 35 bergerak melemah tentatif pada kisaran 1%. Dari domestik, BPS melaporkan tingkat inflasi pada bulan Juli sebesar 0,7% MoM dan 4,56% YoY. Kedua angka tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar US$1,32 miliar. Ekspor Indonesia pada bulan Juni mencapai US$15,36 miliar atau turun 16,44% dibandingkan Juni 2011. Sedangkan angka impor, BPS mencatat sebesar US$16,69 miliar atau naik 10,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Market overview
Quote:

Hasil dari keputusan The Fed dan ECB akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa domestik hari ini. Pengaruh indeks domestik ini sebagai imbas dari sentimen bursa global atas respon kebijakan dari dua otoritas moneter yang berpengaruh di dunia. Federal Reserve yang menggelar pertemuan pada 31 Juli dan 1 Agustus, alhasil tidak mengeluarkan langkah-langkah baru yang sebelumnya menjadi harapan pasar akan adanya respon kebijakan yang lebih agresif. Fed hanya kembali mempertegas komitmennya untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai akhir 2014. Kebijakan The Fed membuat kekecewaan investor yang mendorong pasar terkoreksi. Indek Dow Jones turun 32.55 poin (0.3%) ke level 12,976.13 dan indek Nasdaq melemah 19.31 poin atau 0.7% ke posisi 2,920.21. Di saat yang hampir sama, pasar kembali menaruh harapan dari Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengambil langkah guna membendung krisis hutang dalam pertemuan kebijakan hari ini waktu setempat. Sebelumnya, Presiden ECB Mario Draghi berjanji akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan kelanggengan mata uang euro. Karena itu, pasar berekspektasi ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya dari level 0,75% ke level 0,50%. Selain itu, pasar berharap adanya langkah lebih lanjut dari ECB untuk membantu negara yang sedang menghadapi kenaikan yield obligasi serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Negara Spanyol dipandang sudah layak mendapat bailout mengingat imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai dikisaran 7%, bahkan sempat menembus titik tertinggi di 7,75%. Belum lagi kondisi Yunani dan Italia yang yang terus dibayangi ketidakpastian ekonomi. Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan obligasi negaranya mugkin harus dibeli dengan dana penyelamatan zona euro dan Bank Sentral Eropa. Sementara itu, rilis data ekonomi Indonesia menunjukan performa yang menurun, nilai ekspor pada Juni 2012 melemah hanya USD15,36 miliar atau turun 8,7% dari bulan sebelumnya. Angka inflasi Juli 2012 mencapai 0,70%, inflasi tahunan sebesar 4,56% dan laju inflasi tahun kalender sebesar 2,50%.


Stock Headlines
Quote:

• Pendapatan ANTM turun menjadi Rp 4,5 triliun
• INDY laba 1H2012 naik 22,02% jadi USD 79,65 juta
• ADRO revisi target produksi dari 50-53 juta ton jadi 48-51 juta ton
• ADRO keluarkan biaya USD 52,2 juta untuk 3 proyek infrastruktur
• PGAS optimis kinerja membaik
• KARK tak merasa punya utang ke SUEK AG
• SMGR ambil 3 keputusan strategis
• TOWR optimis akuisisi menara ISAT selesai
• Laba HMSP naik 28,6% menjadi Rp 4,8 triliun
• Manajemen GTBO klaim transaksi penjualan batu bara wajar
• Laba bersih MYOR tumbuh 117%
• Laba bersih YPAS turun 7,5%
• Laba bersih PTPP naik 44%
• INTP realisasikan 15% capex per 1H12
• HEXA pendapatan 1H2012 naik 76,83% jadi USD 215,98 juta
• GIAA tingkatkan pangsa pasar domestik jadi 27,6% di 1H2012
• GIAA akan ambil utang USD 75 juta tahap I dari USD 200 juta
• Laba bersih EXCL 1H2012 turun 4% jadi Rp 1,46 triliun
• ADMF laba bersih capai Rp 750,8 miliar pada 1H2012
• SMSM tambah saham Hydraxle Perkasa
• Ciputra tunda proyek kota mandiri di China
• PLN Batam akan IPO bulan November
Herseil - 03/08/2012 11:10 AM
#215

Newsletter 3 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Hasil FOMC meeting yang membawa kekecewaan bagi pasar menjadi penyebab melemahnya mayoritas pasar saham dunia. Harapan postif sebelumnya atas hasil pertemuan The FED, tidak sesuai dengan perkiraan, dimana pertemuan tersebut tidak memberikan adanya kebijakan stimulus baru untuk mendorong perekonomian yang melambat. The Fed mengakui bahwa ekonomi AS berada dalam tekanan dan akan mempertahankan tingkat suku bunga pada level 0%-0,25% hingga tahun 2014. Reaksi negatif investor yang tercermin dari pelemahan pasar saham AS, turut berdampak pada pelemahan pasar Asia, termasuk Indonesia. IHSG ditutup melemah sebesar 37,35 poin (0,904%) menuju level 4.093,11 dari posisi sebelumnya pada level 4.130,47. Saat ini pasar fokus untuk pertemuan bank sentral Eropa yang diharapkan dapat memberikan detil tindakan untuk menurunkan tingginya biaya pinjaman di Italia dan Spanyol dalam mengatasi krisis zona Euro. Namun, di sisi lain, terdapat perseteruan antara kepala Bundesbank, Jens Weidmann dengan ECB terkait penentangan Bundesbank. ECB sebelumnya menyatakan akan melakukan apapun untuk menyelamatkan krisis Euro, yang bisa diartikan bahwa ECB akan membeli obligasi dari negara zona Euro yang terkena krisis untuk meringankan biaya pinjaman. Namun, Bundesbank menganut anggaran konservatif yang menentang program tersebut. Sementara sentimen dari Asia, aktivitas industri manufaktur di China melemah pada bulan Juli seiring menurunnya permintaan ekspor, terutama dari UE dan AS. Indeks belanja perusahaan (PMI) pada bulan Juli berada pada level 50,1 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya pada level 50,2. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 11,33 poin (0,13%) menuju level 8.653,18 dari posisi sebelumnya pada level 8.641,85 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 130,18 poin (0,66%) ke level 19.690,2 dari posisi sebelumnya pada level 19.820,38. Bursa saham Eropa bergerak mixed di tengah penantian akan pertemuan ECB. Sementara pemerintahan koalisi Yunani menyepakati pemotongan belanja negara yang baru sebesar 11,5 miliar euro. Ketentuan ini wajib dipenuhi agar Yunani dapat memperoleh dana bantuan dari Uni Eropa maupun IMF. Pemotongan tersebut akan meloloskan likuiditas berikutnya yang diterima Yunani senilai 31,5 miliar euro dari total 130 miliar euro. Tanpa dana bantuan tersebut, Yunani terancam bangkrut dan berpotensi dikeluarkan dari keanggotan UE.


Market overview
Quote:

Sentimen ECB yang akhirnya turut mengecewakan pasar akan berdampak bagi pergerakan indeks bursa domestik pada hari ini. Sebelumnya the Fed A.S telah mengecewakan pasar karena enggan meluncurkan stimulus dan hanya mengulang retorika sebelumnya memutuskan untuk menjaga suku bunga di rekor terendah, kecuali bagian pengakuan ekonomi melambat. Kini giliran ECB yang tidak melakukan gebrakan baru yang diluncurkan dikarenakan berbagai data ekonomi yang rilis baru-baru ini masih menunjukkan trend negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Padahal pasar berharap besar terhadap ECB, karena sinyalemen sebelumnya Presiden Mario Draghi berjanji untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk melindungi mata uang euro. Kendati akhirnya pasar kembali harus menelan kekecewaan karena tidak ada kebijakan drastis dari ECB. Sentimen lainnya bagi pasar yakni dari Jepang mengenai langkah dari Financial Service Agency (FSA) berencana untuk melonggarkan peraturan kepemilikan sektor perbankan terhadap saham perusahaan-perusahaan non-keuangan sebanyak 5%, FSA akan meningkatkan batasan kepemilikan menjadi sekitar 10-20% guna mendukung sektor perbankan, guna membantu perusahaan-perusaan di sektor tersebut untuk kembali bangkit. Pelonggaran kebijakan tersebut sekaligus akan mewakili lepasnya peraturan yang memusatkan pengetatan terhadap sektor perbankan untuk terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Dari Spanyol, mengenai negara ini yang tengah berupaya untuk menghindari pemberian tambahan bailout, setelah berhasil mendapat pinjaman untuk perbankan senilai 100 miliar euro dari Uni Eropa. Upaya yang dilakukan pemerintah Spanyol dengan memberlakukan peraturan kepada ke tujuh belas pemerintah daerah untuk memenuhi batas maksimum utang mulai tahun ini. Karena defisit anggaran pemerintah daerah merupakan salah satu faktor tidak terpenuhinya menurunkan target defisit sesuai peraturan Uni Eropa. Sementara itu, Bank of England (BoE) dalam pertemuan kemarin mengeluarkan kebijakan untuk mempertahankan suku bunga serta target QE yang tidak berubah.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI target pendapatan 1H2012 naik 7,68% jadi USD 2,84 miliar
• BRMS bukukan rugi bersih USD 4,08 juta hingga Maret 2012
• Pemerintah minta SMGR grup kaji bangunan pabrik di Wamena
• Tarif tol Prof Dr Sedyatmo dikelola JSMR naik pada Agustus
• ADHI garap proyek mixed used Rp 200 miliar
• Mitsubishi beli lahan BEST
• Semester II, ELTY bangun rumah tapak
• Laba semester I ALTO naik 332,54%
• PTPP laba bersih 1H2012 naik 44,3% jadi Rp 64,8 miliar
• RUIS laba bersih 1H2012 naik 49,62% jadi Rp 16,79 miliar
• BISI laba bersih 1H2012 naik 2,57% jadi 82,64 miliar
• TOTO berlakukan nilai saham baru stock split pada 9 Agustus
• ATPK catat penurunan ekspor batu bara 50% pada 2Q2012
• Aset TBIG akan tumbuh hingga Rp11 triliun
• GTBO siapkan opini hukum
• Penjualan LPCK tumbuh 26,5%
• BMRI akan dorong BSM dan Bank Sinar Harapan Bali untuk IPO
• BBNI bidik pendapatan Rp 200 miliar
• MEGA salurkan kredit Rp 30,99 triliun
• BNGA gelar beauty contest terhadap 10 perusahaan asuransi
• BBNI garap pembiayaan perusahaan Jepang di Indonesia
• BBNI targetkan jumlah DHE capai USD 25 miliar tahun ini
• BEI perpanjang suspensi 6 saham
Otohime - 04/08/2012 11:14 AM
#216

boleh minta list fee online tradingnya? trus tiap bulan ada ongkos pemakaian online trading?
Herseil - 06/08/2012 11:18 AM
#217

Quote:
Original Posted By Otohime
boleh minta list fee online tradingnya? trus tiap bulan ada ongkos pemakaian online trading?


Pagi gan, maaf reply nya lama.
Untuk fee OLT kami saat ini adalah 0,15% dan 0,25% (jual dan beli) tidak ada minimum fee untuk OLT \)
Herseil - 06/08/2012 11:20 AM
#218

Newsletter 6 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Pertemuan The Fed dan ECB menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar selama sepekan. Ekspektasi positif atas kedua hasil pertemuan tersebut, ternyata berubah menjadi kekecewaan pasar ketika hasil pertemuan baik The Fed maupun ECB tidak sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya. Pasar memegang pernyataan Mario Draghi yang sempat mengemukakan sebelumnya bahwa akan melakukan tindakan apapun guna menyelamatkan krisis utang zona Euro. Pasar juga mengharapkan adanya kebijakan stimulus tambahan untuk memperbaiki pelemahan ekonomi yang terjadi selama ini. The Fed mengakui bahwa perekonomian melambat dan memberi pertanda harus melakukan langkah baru untuk memicu perekonomian yang melemah. Namun, dalam pertemuan tersebut, Ben Bernanke tidak mengindikasikan adanya stimulus baru di tengah kondisi belanja konsumsi tinggi, pertumbuhan ekonomi melemah, dan tingkat pengangguran mencapai 8,2%. Kemudian pasar fokus pada pertemuan bank sentral Eropa yang diharapkan dapat memberikan detil tindakan untuk menurunkan tingginya biaya pinjaman di Italia dan Spanyol dalam mengatasi krisis zona Euro. ECB mengemukakan akan mengendalikan yield obligasi negara-negara pengguna Euro dengan menyiapkan rencana pembelian obligasi bertenor pendek. ECB juga berpeluang melakukan intervensi ke pasar obligasi dalam bentuk operasi pasar terbuka langsung. Namun, aksi ECB tersebut sempat dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya karena dianggap tidak melakukan gebrakan baru yang akan diluncurkan. ECB memutuskan untuk menahan tingkat suku bunganya pada level 0,75% yang juga sesuai dengan ekspektasi sebelumnya. Mayoritas perkembangan seputar pertemuan The Fed dan ECB membuat IHSG bergerak dalam rentang yang terbatas dan hanya mencatatkan penguatan sebesar 0,4% selama sepakan. Sentimen lain dari kawasan Eropa adalah, pemerintahan koalisi Yunani menyepakati pemotongan anggaran belanja negara yang baru sebesar 11,5 miliar euro. agar bisa mendapatkan dana bantuan dari Uni Eropa maupun IMF. Disamping itu, S & P sempat memperingatkan adanya risiko sebesar 40% bahwa zona Eropa akan terjerumus pada resesi berulang ( double dip recession). S & P juga menurunkan prediksi ekonomi untuk Eropa dan Inggris serta mengemukakan bahwa pemelemahan aktivitas ekonomi secara keseluruhan akan berlanjut dan merusak fundamental.


Market Overview
Quote:

Hilangnya harapan pasar atas penantian kebijakan baik dari ECB maupun The Fed untuk melakukan kebijakan drastis dalam pekan lalu, akan menentukan pergerakan indeks bursa global dalam pekan ini termasuk imbasnya terhadap indeks bursa domestik. Dalam penryataannya, Draghi mengatakan dewan gubernur mempertimbangkan pemangkasan di tengah resesi yang mulai menyebar ke seluruh Eropa dan siap melaksanakan operasi pasar terbuka dengan jumlah yang cukup untuk mencapai tujuannya. Pernyataan ini menjadi sinyalemen bahwa ECB siap melanjutkan kembali pembelian obligasi pemerintah untuk menekan yield Spanyol dan Italia. Namun, dalam pernyataan lainnya Draghi mensinyalkan bahwa setiap intervensi tidak akan datang sebelum September, dan hanya bisa terjadi bila pemerintah mengaktifkan dana bailout untuk bergabung dengan ECB dalam membeli obligasi. Pernyataan dari Dragi tersebut membuat pasar kecewa karena tidak menepati janjinya untuk siap melakukan apapun untuk menyelamatkan euro. Sementara itu, permasalahan Eropa masih diselimuti tingginya tingkat pengangguran dan lemahnya kepercayaan konsumen. Kendati penjualan ritel Eropa di bulan Juni hanya meningkat 0,1%. Penjualan ritel Perancis meningkat 0,7% sedangkan penjualan ritel Jerman turun 0,1%. Irlandia alami penurunan penjualan ritel sebesar 2,2% menyusul konsumen mulai merasakan dampak dari kebijakan penghematan. Sementara itu, Spanyol dan Italia, menolak dana penyelamatan dan berjanji untuk bekerja lebih erat guna mengatasi krisis utang yang sudah lama berjalan. Pada sisi lain, biaya pinjaman Italia dan Spanyol melonjak ke level yang mengkhawatirkan yakni dimana tingkat biaya yang akhirnya memaksa Yunani, Irlandia dan Portugal mencari dana talangan besar-besaran. Selain itu, Sentimen pasar akan menyikapi langkah yang ditempuh oleh Cina dalam melakukan kebijakan agar tekanan krisis global dapat diminimalisir dampaknya bagi perekonomiannnya. Bank sentral China akan menjalankan kebijakan moneter yang sudah ada dan akan mempertahankan pertumbuhan yang stabil.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA-Malaysia sepakat membangun PLTU
• ADRO investasi USD 8,6 juta pada kuartal II-2012
• PTPP menangkan tender pembangunan pelabuhan Kalibaru
• SMGR rencana akuisisi terhadap 2 perusahaan semen akhir ini
• ADHI incar proyek Pertamina Rp 1,1 triliun
• ADHI targetkan pendapatan 3Q12 Rp5,64 triliun
• Laba bersih TKIM 1H12 turun 14%
• INKP bukukan laba bersih semester I/2012 US$15,97 juta
• ELTY akan lepas seluruh saham Bakrie Toll Road
• SSIA targetkan kenaikan laba 152%
• INTP serap capex 15%
• SUPR akan melakukan rights issue
• BKSL masuk daftar LQ45
• BHIT bayar dividen Rp 3/Saham
• Laba PNBN tumbuh 37% YoY
• BMRI targetkan laba anak usaha Rp 2 triliun
• BBRI kaji akuisisi BPUI dan Samuel Sekuritas
• Moodys turunkan prospek TPIA ke negatif dari stabil
• ERAA harapkan penjualan selular sumbang pendapatan 18%-20%
• MYOH utang naik 59% jadi Rp 400 miliar selama 1H2012
• MEGA rencana menambah 67 kantor cabang
• SULI produksi kayu lapis di Samarinda di hentikan hingga Agustus
Herseil - 07/08/2012 10:43 AM
#219

Newsletter 7 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Data positif Amerika dan langkah Mario Draghi yang siap melakukan operasi pasar terbuka untuk mengatasi resesi yang mulai menyebar ke seluruh Eropa, menjadi katalis bagi penguatan pasar saham di awal pekan. Disamping itu, Yunani dan sejumlah kreditur Internasional menyepakati diperlukannya upaya penguatan kebijakan guna mendukung perekonomian dan memenuhi persyaratan bailout. Sentimen positif eksternal ditambah dengan rilis laporan keuangan emiten yang mayoritas mencatatken penguatan, mendorong kenaikan bursa domestik menyentuh level tertingginya di posisi 4.146,659. Namun, aksi jual sejak sesi kedua perdagangan, membuat IHSG ditutup pada level 4.105,499 dari posisi sebelumnya pada level 4.099,813 atau menguat 5,686 poin (0,139%). Pasar saham Asia mayoritas juga ditutup menguat yang didukung oleh data positif tenaga kerja AS dan langkah bank sentral China yang memastikan akan meningkatkan pertumbuhan kredit. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 171,18 poin (2,00%) menuju level 8.726,29 dari posisi sebelumnya pada level 8.555,11 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 332,54 poin (1,69%) menuju level 19.998,72 dari posisi sebelumnya pada level 19.666,18. Sementara pasar saham Eropa juga mayoritas bergerak menguat tidak lebih dari 1%. Pemerintah Yunani masih kesulitan menutup kekurangan pembayaran utang jatuh tempo pada 20 Agustus sebesar 3,2 miliar euro. Beruntung, pemerintah Yunani telah mendapatkan komitmen dana bailout dari IMF, UE, dan ECB senilai 130 miliar euro. Namun, dana tersebut baru akan dicairkan pada bulan September 2012. Yunani tengah mencoba mengelolan cadangan kas dengan hati-hati dan mencoba beberapa solusi seperti meningkatkan penerbitan T-bills. Penerbitan T-bills secara bulanan dilakukan untuk mengatasi utang jatuh tempo jangka pendek. Dalam hitungan awal, diperkirakan kebutuhan dana sebesar 2,6 miliar euro yang akan diterbitkan dalam tenor 3 bulan dan 6 bulan. Sementara itu, Yunani dan sejumlah kreditur Internasional juga telah menyepakati diperlukannya upaya penguatan kebijakan guna mendukung perekonomian dan memenuhi persyaratan bailout tersebut. Dari domestik, BPS mencatat PDB Indonesia pada level 6,37% YoY daan 2,8% QoQ atau keduanya lebih tinggi dari periode dan ekspektasi sebelumnya yang didukung oleh pertumbuhan industri yang sekaligus sebagai pendorong peningkatan investasi.


Market Overview
Quote:

Fundamental makro Ekonomi Indonesia hingga kuartal II 2012 masuk kedalam pertumbuhan tercepat di antara 20 negara lain, meski kondisi ekonomi global mengalami pelemahan. Hal ini diharapkan dapat memberikan tingkat kepecarcayaan tinggi terhadap pasar modal Indonesia. Angka Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia kuartal II di atas ekspektasi pasar. Perekonomian Indonesia tumbuh 6,37% yoy atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan kuartal I sebesar 6,3% dan bahkan diatas ekspektasi sebesar 6,05%. Secara kuartalan, angka GDP naik 2,8% atau lebih baik dibanding kenaikan kuartal I sebesar 1,4% dan di atas ekspektasi sebesar 2,51%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tidak terduga menguat menyusul membaiknya investasi yang mampu mengimbangi pelemahan sisi ekspor. Hal ini sekaligus mengurangi tekanan karena Indonesia mampu menahan pengaruh dari krisis utang Eropa. Pertumbuhan Ekonomi ditopang oleh investasi yang tumbuh 24% menjadi Rp76,9 triliun pada tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni. Pemerintah Indonesia menargetkan investasi asing dan lokal akan mencapai Rp 500 triliun pada 2014, dari Rp 290 triliun pada 2012. Kondisi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II mencatatkan pertumbuhan lebih baik, maka diperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% pada 9 Agustus mendatang. Sentimen positif pasar dari eropa berkenaan dengan Yunani dan kreditur internasional menyepakati upaya untuk memperkuat kebijakan dalam mendukung perekonomian dan memenuhi persyaratan bailout. Perwakilan dari Troika, bertemu dengan Menteri Keuangan Yunani, untuk mengambil kesimpulan apakah Yunani jadi diberikan dana bantuan sebesar 240 milyar Euro. Dari Italia, Perdana Menteri Italia Mario Monti menyerukan voting mosi kepercayaan agar parlemen segera loloskan Undang-Undang penghematan senilai 4 miliar euro untuk tahun ini. Monti berharap Undang-Undang (UU) tersebut dapat disahkan sebelum parlemen alami masa reses. Jika UU ini lolos maka rencana kenaikan pajak penjualan 2% akan ditunda dari Oktober 2012 jadi Juli 2013.


Stock Headlines
Quote:

• MEDC membeli 25% hak kepemilikan di Block 9, Yaman
• MEDC tingkatkan produksi minyak di Oman
• ADRO keluarkan dana USD 52,2 juta
• PGAS menyelesaikan proyek FSRU Lampung pada 2014
• BUMI Jual 30% Saham Mitratama
• PTPP memenangkan lelang pembangunan Terminal Kalibaru
• TLKM fokus membangun jaringan fiber optic di Ambon dan Papua
• EXCL tanda tangan perjanjian kredit Rp 2,5 triliun dengan BMRI
• SSIA naikkan target laba bersih 2012 menjadi Rp 650 miliar
• BBCA jual saham Rp 699 miliar
• DKFT rencana bangun smelter ferronikel senilai USD 300 juta
• META rencana kembangkan 2 ruas tol baru
• JSMR dan Waskita Karya diminta bantu Istaka Karya
• Penjualan GJTL tumbuh 9,44%
• BWPT cairkan pinjaman bank Rp600 miliar
• SULI targetkan beroperasi bulan september
• BSDE jual tanah dan bangunan ke Dian Sinar Pratama
• MDLN targetkan laba bersih 2012 naik 107% YoY
• PT Baramuli Sukses Sarana akan IPO 10% saham
• Laba RUIS meningkat 40%
• RUIS peroleh kontrak Rp49,7 Miliar
Herseil - 09/08/2012 10:49 AM
#220

Market Review
Quote:

Kendati adanya kasus yang menimpa perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat seperti Standard Chartered dan General Motors, serta penurunan peringkat Yunani oleh S & P, sikap optimisme pasar atas langkah Bank Sentral Eropa yang akan segera bertindak untuk mengatasi krisis utang zona Euro, menjadi faktor pendorong bagi penguatan pasar saham global dan regional. Bursa saham Amerika kembali ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya waktu setempat, yang turut mendorong penguatan pasar saham Asia, termasuk Indonesia. IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 5,129 poin (0,126%) menuju level 4.090,709 dari posisi sebelumnya pada level 4.085,58 setelah bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan. Pergerakan pasar diliputi oleh sentimen positif dari pernyataan Mario Draghi yang akan melakukan apapun untuk mengatasi krisis utang Euro, yang akan mendorong penurunan biaya pinjaman bagi Spanyol dan Italia. Namun di sisi lain, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh langkah S & P yang menurunkan prospek rating kredit jangka panjang Yunani menjadi negatif dari stabil. Sentimen negatif lainnya berupa kondisi perekonomian Italia yang berada dalam resesi yang semakin dalam setelah data perekonomian negara tersebut terkontraksi sebesar 0,7% pada kuartal kedua tahun ini. Sentimen tersebut menyebabkan bursa regional ditutup mixed, dimana indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 77,85 poin (0,88%) menuju level 8.881,16 dari posisi sebelumnya pada level 8.803,31 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 7,03 poin (0,04%) ke level 20.065,52 dari posisi sebelumnya pada level 20.072,55. Penguatan bursa Jepang turut didukung oleh data neraca transaksi berjalan negara tersebut yang masih tercatat surplus untuk ke lima kalinya pada bulan Juni tahun ini ketika impor melambat yang mendorong neraca pembayaran itu. Kendati demikian, surplus transaksi berjalan itu mencapai 433,3 miliar yen atau turun sebesar 19,6% dibandingkan Juni tahun sebelumnya. Bursa saham Eropa bergerak melemah yang dipimpin oleh indeks Ibex 35 yang tentatif turun diatas 1%. Pergerakan ini salah satunya masih diliputi oleh kekhawatiran akan kondisi Yunani.


Market Overivew
Quote:

Rilis data Ekonomi Cina akan berpengaruh bagi pasar global termasuk indeks bursa domestik hari ini. Cina akan rilis data ekonomi untuk bulan Juni yang mencakup data PPI dan CPI , industrial output, retail sales serta urban investment. Kekhawatiran pasar terhadap data Cina ini, jika menunjukan perlambatan, seperti di semester pertama mengalami penyusutan akan kembali memicu tekanan bagi pasar. Karena ekspektasi pasar terhadap data, PPI dan CPI di perkirakan akan mengalami pelemahan. Penilaian lembaga pemeringkat utang Internasional terhadap negara-nergara Eropa yang bermasalah dengan resiko penurunan peringkat menjadi sentimen bagi pasar. Sentimen negatif dari Yunani mengenai hutang negara ini direvisi menjadi negatif dari sebelumnya stabil oleh Standard & Poor’s. Selain itu, lembaga pemeringkat hutang ini memperingatkan Yunani kemungkinan dapat diturunkan peringkatnya seiring memburuknya perekonomian yang bisa berujung pada permintaan bantuan kembali ke Uni Eropa. Produk Domestik Bruto mengalami penurunan selama 5 tahun berturut-turut dan tingkat pengangguran naik dari 7,9% menjadi 22,5%. Penurunan ekonomi Yunani ini akibat pengetatan fiskal guna memenuhi persyaratan mendapatkan pinjaman bantuan. Sedangkan sentimen positif muncul dari Jerman, terkait dengan lembaga pemeringkat utang Fitch telah mengkonfirmasi rating AAA bagi Jerman dengan outlook stabil. Perolehan peringkat tersebut karena performa negara ini yang kuat dalam dua tahun terakhir di tengah krisis zona euro dan melambatnya pertumbuhan global. Jerman berhasil mencetak pertumbuhan GDP yang kuat, sementara sisi pengangguran cenderung turun. Dari AS, mengenai sinyalemen dari salah satu pejabat senior the Fed yang menyebutkan perlunya Fed meluncurkan kembali program pembelian obligasi dengan jumlah lebih banyak dan jangka penjang. Sementara itu, dari Jepang, pasar khawatir terhadap kondisi ekonomi yang kembali terpuruk. Data current account surplus menyempit 19.6% dari tahun lalu. Current account balance surplus menjadi 3.037 triliun yen, atau turun 45.0% dari periode yang sama tahun 2011.


Market Overview
Quote:

• TLKM peluncuran satelit Telkom-3 telah terjadi anomali
• PGAS bangun infrastruktur jaringan pipa gas sepanjang 29-33 km
• JSMR proyeksikan pendapatan naik 5% di Lebaran 2012
• ADHI rencana membangun monorail Jakarta
• PTPP terbitkan MTN Rp 120 miliar
• SMCB setujui dividen interim Rp 32/saham
• ERAA realisasi capex Rp 43 miliar
• WINS peroleh kontrak capai USD 262,8 juta hingga Juli 2012
• APLN catatkan marketing sales Rp 2,90 triliun hingga Juli 2012
• AMFG realisasi pekerjaan tahap ketiga perluasan pabrik
• KAEF siapkan diri diberlakukannya SJSN pada 2014
• KAEF laba naik 229,16 %
• BBCA belum tertarik biayai sektor Migas
• BTEL fokus penjualan layanan datanya tahun ini
• ICBP dirikan 2 perusahaan baru
• KLBF merevisi naik kinerja 2012
• ADRO incar PLTU di Sumsel USD 3,5 miliar
• ANTM tidak kurangi produksi
• SUPR selesaikan akuisisi 2 perusahaan menara
• CNKO targetkan akuisisi EBI selesai November
• TMPI akuisisi perusahaan emas di Sumbar
• Indomobil raih komitmen utang USD 194 juta
• PNBN biayai PLTU Embalut Rp627,5 miliar
Page 11 of 14 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > 
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK