Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 14 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 > 

Herseil - 10/08/2012 11:19 AM
#221

Newsletter 10 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Penguatan pasar saham regional menjadi faktor pendorong menguatnya bursa saham domestik pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat sebesar 40,461 poin (0,989%) menuju level 4.131,17 dari posisi sebelumnya pada level 4.090,709. Diawali dengan bursa saham Amerika yang tercatat mixed. Penutupan pasar saham Amerika dipengaruhi oleh langkah penurunan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara Eropa dan harapan atas stimulus dari ECB dan The Fed. Pasar saham juga dipengaruhi oleh data produktivitas pekerja Amerika Serikat di sektor non pertanian yang meningkat 1,6% pada kuartal II/2012. Peningkatan produktivitas itu tercermin dari peningkatan 2% secara output dan 0,4% secara jam kerja. Sedangkan sentimen dari Asia yang menjadi katalis pasar regional adalah data inflasi China yang tercatat turun dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi bulan Juli tercatat meningkat 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, indeks harga konsumen tersebut turun dari 2,2% pada bulan Juni dan 3% pada bulan Mei. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak 30 bulan terakhir. China saat ini tengah meningkatkan konsumsi dalam negeri untuk mengimbangi perlambatan laju ekspor karena krisis global. Adapun data penjualan retail naik 13,1% periode Juli tahun ini, sedangkan pertumbuhan produksi China melambat menjadi 9,2%. Sementara itu, Bank of Korea (BOK) memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan di level terendah dalam 14 bulan. BOK menahan tingkat suku bunga pada level 3% atau sesuai dengan mayoritas prediksi para analis sebelumnya. Sentimen tersebut mendorong penguatan indeks Hang Seng sebesar 203,95 poin (1,02%) menuju level 20.269,47 dari posisi sebelumnya pada level 20.065,52 dan indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 97,44 poin (1,1%) menuju level 8.978,6 dari posisi sebelumnya pada level 8.881,16. Dari domestik, RDGI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan bulan Agustus pada level 5,75% atau tidak berubah sejak Februari lalu. RDGI menganggap kendati inflasi naik, namun pergerakannya masih dalam jangkauan dan dinilai wajar.


Market Overview
Quote:

Optimisme pernyataan BI akan memberikan keyakinan bagi pelaku pasar bursa domestik terhadap stabilitas ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini. BI mengatakan bank sentral menargetkan defisit transaksi berjalan akan berkurang pada semester depan dengan menggunakan bauran kebijakan. BI lebih fokus mewaspadai peningkatan defisit transaksi berjalan akibat perlambatan ekspor karena menurunnya kinerja ekonomi global dan peningkatan impor. Dalam rapat kemarin BI mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%. Dari Eropa mulai hidupnya kembali harapan terhadap ECB yang akan melakukan pembelian obligasi. Hidupnya kembali harapan pasar setelah ada indikasi sikap Jerman mulai melunak yang sebelumnya menentang atas rencana itu. Sedangkan faktor negatif pasar dari DBRS Inc yang menurunkan peringkat kredit Spanyol dan Italia karena melemahnya prospek pertumbuhan di negara-negara tersebut dan kondisi keuangan yang memburuk. Peringkat kredit Spanyol dipangkas dua tingkat dan Italia diturunkan satu tingkat. Penurunan peringkat itu menambah tekanan pada Italia dan Spanyol, yang sedang berjuang untuk menghindari perlunya menambahkan dana penyelamatan internasional sebagai biaya pinjaman. Yunani berkewajiban untuk menggalang USD 24 miliar sampai 2015 dengan menjual properti milik negara untuk membantu mengurangi utang. Tetapi IMF dan Uni Eropa berulang kali menunda program privatisasi Yunani, karena oposisi sayap kiri negara menganggap penjualan aset negara dengan harga murah adalah kejahatan. Pasar cemas terhadap Eropa di ambang resesi dan ekonomi AS tersendat, sementara China menjadi tumpuan harapan dunia turut alami kendala. Cina harus menghadapi kendala, karena ekonomi hanya tumbuh 7,6% di kuartal kedua. Demikian dengan data yang rilis kemarin menunjukkan produksi industrial tumbuh 9,2% selama Juli, melambat dari 9,5% bulan sebelumnya. Penjualan ritel bulan Juli meningkat 13,1% atau lebih rendah dari Juni yang mencapai 13,7% dan data pertumbuhan investasi aset tetap stagnasi 20,4%. Memburuknya ekonomi Cina bisa mendorong pemerintah untuk meningkatkan stimulusnya.


Stock Headlines
Quote:

• Laba ANTM mencapai Rp 500 miliar
• Bumi Plc rugi USD 117 juta
• ADRO akan rampungkan proyek PLTU di Tabalong Kalsel
• BRAU rugi USD 39,42 juta di semester I-2012
• TINS siap akuisisi Koba Tin
• ADHI garap kembali proyek monorail di Jakarta
• AUTO Divisi Winteq lakukan ekspor mesin Winteq ke Thailand
• AUTO pertahankan penjualan Rp 7,36 triliun tahun ini
• SMGR kurangi ekspor dan fokus ke pasar domestik
• BBRI targetkan pertumbuhan kredit 14,63% tahun ini
• DGIK target kontrak baru sebesar Rp 1,5 triliun pada 2012
• DGIK ganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering
• BKSL naikkan target penjualan menjadi Rp 600 miliar
• ICBP realisasikan pendirian 2 perusahaan patungan
• KLBF targetkan kenaikan laba bersih 16%-20%
• TMPI masuk tahap finalisasi dari CSPA akuisisi perusahaan emas
• Anak usaha AKRA tingkatkan kepemilikan di Jabal Nor
• MBSS bukukan pendapatan 1H2012 capai USD 68,09 juta
• Back log contract MBSS USR410 juta
• APOL catatkan laba 1H2012 sebesar Rp 355,14 miliar
• ERAA laba bersih naik 216,82%
• Dividen MICE dibayarkan 20 September
• MBTO jajaki peluang akuisisi
Herseil - 13/08/2012 10:52 AM
#222

Newsletter 13 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Harapan pasar akan realisasi nyata langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengatasi krisis utang zona euro, menjadi katalis bagi pergerakan pasar saham global dan regional, termasuk domestik. Pasar menantikan langkah ECB untuk segera mengintervensi pasar obligasi untuk menurunkan biaya pinjaman yang dinilai sudah sangat tidak normal. Faktor ini yang diikuti dengan sentimen perkembangan Yunani dan kondisi ekonomi Asia serta rilis data ekonomi domestik yang positif, yang mendukung penguatan IHSG selama satu minggu perdagangan sebesar 1,02%. Sentimen dari Yunani diawali dengan pemerintah Yunani yang masih kesulitan menutup kekurangan pembayaran utang jatuh tempo pada 20 Agustus 2012 sebesar 3,2 miliar euro. Beruntung, pemerintah Yunani telah mendapatkan komitmen dana bailout dari IMF, UE, dan ECB senilai 130 miliar euro. Namun, dana tersebut baru akan dicairkan pada bulan September 2012. Yunani juga tengah mencoba mengelola cadangan kas dan mencoba beberapa solusi diantaranya meningkatkan penerbitan T-bills. Penerbitan T-bills secara bulanan dilakukan untuk mengatasi utang jatuh tempo jangka pendek. Sementara dari pihak kreditur internasional dengan Yunani, telah mencapai kesepakatan bahwa Yunani perlu memperketat kebijakannya untuk menopang perekonomian dan memenuhi persyaratan dana bailout. PM Yunani juga telah mendapatkan kesepakatan dengan kolega dalam negerinya untuk penetapan pemangkasan anggaran 2013 dan 2014 sebesar 11,5 miliar euro untuk mempertahankan aliran dana penyelamatan. Sedangkan Standard & Poor’s, menurunkan prospek rating kredit jangka panjang Yunani dari stabil menjadi negatif. Keputusan ini didasari atas penilaian bahwa kemungkinan besar Yunani gagal mengamankan dana bailout dari UE dan IMF. Sentimen dari Asia, mengenai laju inflasi China bulan Juli yang tercatat naik sebesar 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks harga konsumen tersebut sudah turun 2,2% pada bulan Juni dan 3% pada Mei. Sedangkan pertumbuhan ekspor China hanya naik sebesar 1% dan impor naik 4,7%. Bank of Korea memutuskan untuk tetap menahan tingat suku bunga acuan di level terendah selama 14 bulan, yakni pada level 3%. Sedangkan sentimen dari domestik, PDB Indonesia berada pada level 6,37% YoY dan 2,8% QoQ atau keduanya lebih tinggi dari ekspektasi dan periode sebelumnya. Sementara BI tetap mempertahankan suku bunga pada level 5,75%.


Market Overview
Quote:

Indeks dalam pekan ini cenderung bergerak terbatas dengan tingkat volatilitas yang rendah. Faktor berkurangnya aktifitas pelaku pasar dalam mengahadapi libur panjang lebaran menjadi salah satu alasannya. Selain itu, pelaku pasar tidak mau mengambil resiko dampak negatif yang sewaktu-waktu muncul dari global. Mengingat pasar masih pesimas terhadap kondisi krisis global yang akan memakan waktu panjang. Sementara itu hasil jejak pendapat yang dilakukan ke sekumpulan ekonom menyatakan bahwa ekonomi zona Eropa saat ini merupakan yang paling rentan sejak bulan Juni. Hasil jejak pendapatan menunjukan Spanyol diperkirakan akan mengajukan permohonan bailout Uni Eropa dalam beberapa bulan. Karena Spanyol merupakan titik pusat baru dari krisis utang kawasan Eropa. Dari hasil jejak pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Spanyol terjebak dalam resesi yang mendalam, pasar akan terus ragu atas kesanggupan Spanyol dalam jangka menengah. Sementara itu jejak pendapatan mengenai Yunani menunjukkan adanya pengurangan tekanan bahwa Yunani akan keluar dari zona Eropa mulai menyusut. Dari jejak pendapatan tersebut hanya Irlandia nampaknya akan kembali bertumbuh dalam waktu dekat. Penanagan krisis terhadap negara bermasalah utang di Eropa terkadang menuai perselisihan kebijakan diantara negara Eropa. Jerman, ragu untuk memberikan bantuan dana bailout kepada Yunani untuk kedua kalinya. Jerman merasakan kurangnya komitmen dari Yunani dalam membenahi perekonomian negara. Sedangkan, ECB tidak memiliki keraguan dan punya kapasitas untuk bertindak sesuai mandat. Potret ekonomi Cina yang memburuk bulan lalu semakin memperkuat ketidakpastian kapan krisis global ini bisa pulih. Hal itu, sekaligus menunjukan China sebagi salah satu perekonomian kuat dunia tidak kebal dengan perlambatan global. Surplus perdagangan Cina selama Juli sebesar USD 25,1 miliar atau turun dari USD 31,5 miliar bulan sebelumnya. Penurunan surplus Cinan tersebut disebabkan oleh ekspor yang hanya tumbuh 1% melemabt dibandingkan dengan sebelumnya yang tumbuh 11,3%.


Stock Headlines
Quote:

• BRAU revisi produksi batubara jadi 20 juta-22 juta ton di 2012
• BYAN eksplorasi tambang di lingkungan anak usahannya Juli 2012
• ITMG bukukan pertumbuhan laba 21%
• AUTO taget divisi Winteq naik hingga 300 unit per tahun di 2017
• SMCB catatkan laba bersih 1H2012 sebesar Rp 518,70
• APOL pendapatan 2012 diperkirakan stagnan di Rp 1,3 triliun
• KREN targetkan dana kelolaan RD Indeks Rp1,3 triliun
• BAEK estimasi kredit 1H12 tumbuh 20%
• GJTL siap investasi Rp 5 triliun
• GJTL produksi ban radial TBL bertahap tahun depan
• GJTL tingkatkan OEM
• Rencana ekspansi CMNP tertunda
• SUPR rights issue Rp 648 miliar
• Pendapatan MBSS meningkat 28%
• ADHI tunda ekspansi ke Asean
• BBCA tidak tingkatkan penghimpunan DHE
• IM2, anak usaha ISAT fokus pada konten, VAS, dan layanan IT
Herseil - 14/08/2012 10:55 AM
#223

Newsletter 14 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Aksi profit taking mewarnai perdagangan saham di awal pekan hingga
sempat menyebabkan IHSG berada di bawah level psikologis 4.100. Di
akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah sebesar 39,034 poin (0,942%)
ke level 4.102,53 dari posisi sebelumnya pada level 4.141,564. Penurunan
itu disebabkan oleh pelemahan mayoritas pasar saham regional dan
kekhawatiran akan dampak perluasan krisis utang zona Euro. Mayoritas
bursa Asia ditutup melemah, salah satunya disebabkan oleh data ekonomi
Jepang, yakni PDB yang berada di bawah pencapaian kuartal sebelumnya
dan estimasi sejumlah ekonom. Salah satu penyebabnya adalah krisis
utang Eropa dan penguatan yen yang memberatkan pertumbuhan ekspor
negara tersebut. Tingkat PDB Jepang periode kuartal kedua tahun ini naik
1,4% atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan PDB kuartal pertama
mencapai 5,5% dan estimasi para ekonom sebesar 2,3%. Data tersebut
menunjukkan kenaikan risiko pada pertumbuhan ekonomi Jepang seiring
penurunan permintaan global dan domestik. Penguatan yen terhadap
dollar AS juga menurunkan nilai pendapatan perusahaan yang
menyababkan banyaknya perusahaan-perusahaan besar menurunkan
prediksi pendapatannya. Diperkirakan juga bahwa ada kemungkinan besar
pada bulan Juli-September, perekonomian Jepang akan mengalami tren
pelemahan. Hal ini disebabkan oleh tingkat permintaan rekonstruksi yang
akan naik pada akhir tahun dan pertumbuhan ekspor yang melambat. Hal
itu menyebabkan tekanan terhadap kebijakan stimulus oleh pemerintah
Jepang semakin besar untuk mendorong permintaan domestik. Indeks
Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 6,29 poin (0,07%) ke level 8.885,15
dari posisi sebelumnya pada level 8.891,44 dan indeks Hang Seng ditutup
melemah sebesar 54,76 poin (0,27%) ke level 20.081,36 dari posisi
sebelumnya pada level 20.136,12. Sedangkan bursa saham China, yakni
indeks Shanghai Composite mencatatkan pelemahan sebesar 32,74 poin
(1,51%) ke level 2.136,08 dari posisi sebelumnya pada level 2.168,81.
Adapun sentimen negatif yang mempengaruhi bursa saham China dan
menurunkan kepercayaan investor, antara lain prediksi Bank of America
yang menurunkan pertumbuhan ekonomi China dan beredarnya spekulasi
bahwa pemerintah China tidak akan melonggarkan kebijkan moneternya
seiring rebound-nya harga properti. Bursa saham Eropa bergerak mixed
dengan kisaran tentatif tidak lebih dari 1%.


Market Overview
Quote:

Minimnya insentif pasar dari dalam negeri, pelaku pasar domestik akan
menyikapi setiap sentimen yang muncul dari global. Sentimen dari
ekternal yang bisa berdampak bagi indeks bursa domestik, kebijakan
pemerintah Cina berkenaan dengan rencana mempertimbangkan
pembatasan baru untuk pasar properti. Pemerintah akan membangun
mekanisme pemantauan untuk mengawasi pengembang. Jika
pengembang tidak membangun perumahan yang terjangkau,
pengembang tidak akan diizinkan untuk menjualnya. Pada akhir Juli,
kabinet China akan mengirim delapan kelompok pengawasan untuk 16
provinsi untuk memantau pelaksanaan hasil pelaksanaan kebijakan
sebelumnya. Sementara itu, neraca perdagangan Cina diperkirakan masih
surplus meski menurun di bulan Agustus ini, penurunan ini sebagai akibat
terganggunya ekspor. Kondisi dari data Cina tersebut mendorong
optimisme bahwa negara ini mungkin akan meluncurkan beberapa
langkah pelonggaran guna mendorong ekonomi. Data pertumbuhan dari
Jepang menjadi sinyalemen terakhir dari kondisi ekonomi Asia. Jepang
yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari perkiraan
untuk kuartal kedua 2012. Dari Eropa berkenaan dengan fokus investor
kini beralih ke data GDP kuartal II untuk zona euro dan Jerman yang
akan rilis hari ini. Data yang diperkirakan akan menunjukkan kontraksi ini
berpotensi memberikan tekanan terhadap ECB untuk memangkas suku
bunga, dan hal ini menjadi salah satu faktor yang bisa memicu sentimen
pasar. Data-data ekonomi zona euro yang bermunculan negatif dan
dikombinasi dengan prospek pertumbuhan global ditambah buruknya
sederet data-data Jerman membuat pelaku pasar gelisa. Sedangkan rilis
data ekonomi Italia menunjukan jumlah hutang publik menyentuh rekor
tinggi di bulan Juni sebanyak hampir 2 triliun euro dan defisit anggaran
tahunan lebih besar dari pada tahun lalu. Jumlah hutang publik pada
akhir Juni naik sebanyak 6.6 miliar euro menjadi 1.973 miliar euro.
Sinyalemen ini membuat pasar pesimis atas kemampuan Italia
menurunkan utang yang mencapai 123% dari GDP.


Stock Headlines
Quote:

• TINS diminta pemerintah ambil alih pengoperasian PT Koba Tin
• UNTR beli 100% saham Borneo Berkat Makmur
• Penjualan mobil ASII meningkat di Juli 2012
• SMGR siap pertahankan posisi pemimpin pasar
• SMGR akan tingkatkan energi alternatif di pabrik semen di Tuban
• META masuk ke proyek infrastruktur ketenagalistikan
• SSIA investasi USD 35 juta bangunan 5 hotel murah tahun ini
• Blok Rimau dan Senoro Toili milik MEDC belum bisa menghasilkan
• GJTL alokasikan capex Rp 5 triliun periode 2012-2016
• INAF bukukan penjualan 1H 2012 naik 25% jadi Rp 404 miliar
• IPOL proyeksikan penjualan 1H2012 capai Rp 1,06 triliun
• SCCO targetkan penjualan bersih 2012 capai Rp 3 triliun
• Laba TSPC naik 13,4% menjadi Rp416,21 miliar
• Penjualan MYOR 1H2012 naik 29,2%
• Peringkat utang BUMI turun
• GTBO anggarkan capex USD 3 juta
• GTBO bidik pendapatan USD 300 juta
• JSMR siap kuasai TKJ
• Dividen BJBR diturunkan menjadi 62,5%
• Placement CTRS diskon 5,2%
• DAVO akui kesulitan keuangan
• Laba bersih INTA turun 45,63%
• Penjualan TGKA tumbuh 13,52%
Herseil - 16/08/2012 11:00 AM
#224

Newsletter 16 Agustus 2012

market Review
Quote:

Pasar saham domestik berhasil ditutup menguat pada zona positif di tengah variatifnya bursa global dan melemahnya bursa regional. Aksi beli menjelang penutupan perdagangan, mengangkat IHSG sebesar 20,43 poin (0,496%) menuju level 4.141,986 dari posisi sebelumnya pada level 4.121,556. Penguatan ini salah satunya didukung oleh membaiknya data penjualan Amerika. Pada periode bulan Juli, angka penjualan ritel AS naik 0,8% untuk pertama kalinya sejak empat bulan terakhir dimana ekonom hanya memperkirakan angka tersebut tumbuh 0,3%. Untuk harga produsen di bulan Juli, tercatat naik 0,3% atau merupakan laju tercepat selama lima bulan terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh keuntungan barang-barang konsumsi yang naik 1,6% dan obat-obatan yang naik 0,9%, namun harga energi turun 0,4% dari bulan sebelumnya. Sementara pasar Asia, terutama kawasan Hong Kong dan China ditutup melemah pada kisaran 1%. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 4,84 poin (0,05%) ke level 8.925,04 dari posisi sebelumnya pada level 8.929,88. Sementara indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 239,39 poin (1,18%) ke level 20.052,29 dari posisi sebelumnya pada level 20.291,68 dan indeks Shanghai Composite ditutup melemah sebesar 23,58 poin (1,1%) ke level 2.118,94 dari posisi sebelumnya pada level 2.142,53. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya harapan stimulus moneter dari beberapa bank sentral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bursa saham Eropa bergerak mixed dengan kecenderungan melemah tentatif tidak lebih dari 1%. Sementara dari domestik, sektor perdagangan tercatat mixed dengan mayoritas menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp315 miliar. Sektor pertambangan menjadi sektor yang membukukan pelemahan terdalam sebesar 1,055%. Penurunan ini salah satunya dikontribusikan oleh saham Bumi Resources (BUMI) yang tercatat turun sebesar 6,79%. Sedangkan sektor infrastruktur menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 1,693%. Penguatan sektor ini didukung oleh kenaikan saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sebesar 4,52% dan Sarana Menara Nusantara (TOWR) sebesar 5,4%.


Market Overview
Quote:

Potensi aksi profit taking yang dilakukan pelaku pasar di bursa domestik cukup terbuka pada hari ini. Pasalnya, pelaku pasar enggan untuk mengambil resiko terhadap posisi portofolio yang dimiliki dalam mengantisipasi kemungkinan muncul sentimen negatif dari global selama libur Lebaran. Mengingat ketidakpastian pasar global selalu membayangi bursa indeks domestik serta ditambah dengan ketidakpastian pemulihan krisis ekonomi global yang mendorong pelaku pasar domestik tetap bersikap hati-hati. Sejumlah sentimen dari global, dari AS terkait dengan sinyalemen dari data terakhir yang mulai menurunkan harapan terhadap the FED kemungkinan akan melanjutkan stimulus moneter. Sementara itu, sentimen negatif dari Cina mengenai kenaikan kredit macet di negara ini yang dapat menimbulkan kecemasan investor. Jumlah kredit macet Cina naik sebesar 18,2 miliar yuan menjadi 456,4 miliar yuan untuk kuartal kedua 2012. Ini merupakan kenaikan tiga kuartal berturut-turut serta memberikan bukti tambahan akan berlanjutnya perlambatan ekonomi di dunia. Sementara itu pinjaman bank komersil Cina mencapai 456.4 miliar yuan kuartal II atau meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 438.2 miliar yuan. Rasio pinjaman kuartal II belum erubah dari kuartal I sebesar 0.9%. Cina juga mempertahankan rasio cadangan untuk bank-bank besar dilevel 20% sejak pertengah Mei lalu sementara tingkat suku bunga masih diturunkan pada Juni dan Juli. Rasio cadangan Cina saat ini berada 7% lebih rendah dari rekor 21,5%. Sebelumnya Bank Sentral Cina telah memberikan ijin bank untuk memberikan diskon hingga 30% dari tingkat suku bunga. Cina tengah bersiap untuk mengadakan Kongres Partai Komunis ke-18 dengan para pejabat guna mendapat dukungan lebih luas untuk mendorong legitimasi transisi kepemimpinan yang sebelumnya dibayangi oleh anggota Politburo Bo Xialai. Rapat BoE tunjukan bank sentral masih optimis ekonomi Inggris dapat keluar dari jurang resesi. Semua petinggi BoE sepakat untuk tetap mempertahankan program pembelian aset sebanyak 375 miliar poundsterling dan pertahakan suku bunga di 0,5%.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI telah kirim batu bara ke PLN capai 4,84 juta ton di 1H2012
• BRAU bangun infrastruktur pembangkit listrik USD 280 juta
• TINS catat penemuan sumber daya terukur sebesar 2.867 ton
• BTEL akan tambah modal tanpa HMETD
• INTP tambah 3 pabrik untuk tingkatkan produksi
• ADHI jamin ketersediaan listrik untuk menggerakkan monorel
• UNVR peroleh pinjaman dari Unilever Finance Int’l AG di 1H2012
• INTA kaji ulang target penjualan alat berat tahun ini
• SSIA rencana terbitkan obligasi Rp 500 miliar pada Oktober 2012
• MPPA proyeksikan penjualan mencapai Rp 6 triliun
• MPPA ekspansi Rp 1,8 triliun
• MPPA Proyeksikan Omset Capai Rp2,2 triliun
• Laba bersih AISA meningkat 212,33%
• ETWA dapat fasilitas pinjaman kredit sebesar Rp 336 miliar
• ETWA rencana bangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit
• ERTX peroleh fasilitas pinjaman USD 13 juta dari HSBC
• ASRI akuisisi 90,3% saham Garuda Adhimatra Indonesia
• IMAS ambil bagian saham tambahan Wahana Inti Selaras
• UNIC tingkatkan utilisasi produksi
• PTSP targetkan pendapatan 2012 tumbuh 20%
• Laba bersih PTSP 1H12 meningkat 40%
• Investor BCIC tidak penuhi syarat
• Harga saham perdana Inti Bangun Sejahtera Rp 1.000
MonicaKeylav - 18/08/2012 05:28 AM
#225

Tolong dong dikasih tau Fee nya gan \)

Fee Konvensional (Offline) ?
Beli :
Jual :

Fee Online Trading ?
Beli :
Jual :

Dan tolong dijelasin perhitungan pajak penghasilan dari saham kalo gimana gan?

Contohnya ane Invest 100 Juta dan terus ane dapet profit 50 Juta.

Jadi pajak yg harus ane bayar berapa banyak gan ??
apakah pajak itu Final gan ??

Thank You ! D
Herseil - 27/08/2012 09:41 AM
#226

Newsletter 27 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Pada pekan terakhir di bulan Agustus, perdagangan di bursa saham domestik hanya berlangsung selama dua hari menyusul libur panjang Hari Kemerdekaan dan Idul Fitri. Selama periode tersebut, indeks bergerak dalam rentang yang terbatas dan mencatatkan penurunan sebesar 17,26 poin (0,415%) menuju level 4.145,399 pada hari terakhir perdagangan. Minimnya sentimen domestik, menyebabkan pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh faktor eksternal, baik global maupun regional. Diawali dengan langkah S & P yang memperkirakan potensi AS kembali ke resesi meningkat menjadi 25% dibandingkan perkiraan sebelumnya pada bulan Februari sebesar 20%. Krisis utang Eropa telah menambah ketidakpastian yang lebih besar untuk prospek AS tahun depan dan menunjuk kemungkinan pemerintah AS dipaksa untuk memotong pengeluaran dan meningkatkan pajak pada 1 Januari 2013. Disamping itu, mayoritas anggota FOMC khawatir tentang perlambatan pertumbuhan dan kerentanan ekonomi menghadapi ancaman eksternal. Banyak anggota menilai bahwa akomodasi moneter tambahan kemungkinan akan dijamin cukup segera kecuali informasi yang masuk menunjukkan penguatan substansial dan berkelanjutan dalam laju pemulihan ekonomi. Sedangkan terkait perkembangan Eropa, Jean Claude Juncker, tetap mendukung keberadaan Yunani di zona euro. Namun, Juncker mendesak pemerintah Yunani agar meningkatkan langkah-langkah reformasi dan diharapkan bisa memulihkan kredibilitas ekonomi setelah gagal dengan reformasi struktural dan program privatisasinya. Sementara, Angela Merkel dan Francois Hollande, diharapkan bertemu dengan PM Yunani, Antonis Samaras, guna menyampaikan bahwa hanya sedikit kelonggaran yang bisa diberikan untuk Yunani. Namun sebelumnya, pertemuan antara Merkel dan Hollande, menuju pada keputusan bahwa akan tetap menekankan reformasi anggaran secara ketat untuk Yunani dan tidak akan menyetujui dengan mudah atas permintaan Yunani untuk memperpanjang waktu melakukan penghematan anggaran. Dari Asia, Jepang mencatatkan defisit perdagangan pada bulan Juli yang merupakan defisit perdagangan pertama dalam dua bulan terakhir perdagangan atau mendekati angka US$6,5 miliar. Sementara Bank Sentral China memberikan dana besar kepada sistem perbankan untuk mencukupi kebutuhan likuditas guna mendukung perlambatan ekonomi karena minimnya kredit perbankan.


Market Overview
Quote:

Perdagangan saham dalam pekan ini diduga aktifitas transaksi kembali akan berjalan normal setelah pelaku pasar usai melakukan libur panjang lebaran. Dalam pekan ini sejumlah sentimen baik dari dalam negeri maupun global yang diperkirakan dapat mempengaruhi indeks bursa domestik, seperti sentimen positif dari Bank Sentral Eropa yang tengah mempertimbangkan rencana untuk menetapkan batas target untuk yield di zona Eropa, di bawah program baru pembelian obligasi. Langkah ECB tersebut guna melindungi strategi yang dilakukan serta memiliki tujuan untuk membatasi kemampuan spekulan untuk mendapatkan keuntungan. Sentimen positif lainnya, Kanselir Jerman, Angela Merkel mendesak Yunani untuk tetap pada program reformasi, sedangkan Presiden Perancis mengatakan bahwa negaranya mendukung Yunani tetap dalam blok 17 negara tapi dalam kendalinya sendiri. Sementara itu, sentimen dari Spanyol berkenaan dengan pemerintah negara ini yang tengah menyelesaikan peraturan baru untuk memungkinkan negara mengintervensi bank bermasalah dan menutup bank-bank yang menolak menyusun rencana agar memiliki kinerja lebih baik. Sebelumnya sempat beredar kabar mengenai Spanyol yang tengah melakukan proses negosiasi dengan mitra zona euro mengenai bantuan untuk menekan biaya pinjaman. Sentimen dari Spanyol sempat menimbulkan spekulasi di pasar dalam pekan lalu, karena dari salah satu opsi menyebutkan bahwa Spanyol akan menggunakan dana talangan Eropa, atau EFSF, untuk membeli obligasi pemerintah dalam pasar primer. Meski akhir kabar tersebut dibantah, karena Pemerintah Spanyol tetap menunggu sampai keluar hasil rapat reguler ECB pada 6 September mendatang dan berharap ada kejelasan bagaimana ECB bertindak. Sentimen dari dalam negeri terkait dengan Pemerintah yang telah mengajukan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) tahun depan yang kenaikannya dilakukan secara bertahap setiap 3 bulan. Namun, besaran kenaikan dan mekanismenya akan dibahas di Komisi VII DPR. Pemerintah menaikan TTL guna menekan beban subsidi diharpakan bisa mencapai Rp 50 triliun.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI catatkan pendapatan menjadi USD 1,94 miliar
• BUMI selesaikan penjualan Mitratama Perkasa
• Moody’s turunkan outlook BRAU
• Anak usaha MYOH peroleh pinjaman US$13,5 juta
• UNVR alihkan 51% saham di Tehcnopia Lever
• KLBF cari peluang di Vietnam
• WINS memperoleh kontrak USD 193 juta
• SSIA perbesar bisnis hotel budget
• Kredit mikro BMRI tumbuh 77,2%
• BAJA gelar ekspansi dan perluas pasar
• BAJA kembangkan pasar ekspor
• ARNA akan naikkan harga keramik
• BCAP bagikan dividen Rp3,75 miliar
• JSMR berharap adanya kenaikan tarif jalan tol Jakarta-Cikampek
• ISAT catat kenaika trafik data sebesar 59,97% pada lebaran
• Restrukturisasi BLTA tak pengaruhi kinerja BMRI
• BMRI targetkan fee based income 1H12 tumbuh 20%
• BMRI catat devisa hasil ekspor per Juni US$31 miliar
• BBTN setujui tenor KPR 20 tahun
• BFIN akan adakan MESOP
Herseil - 27/08/2012 09:45 AM
#227

Newsletter 27 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Pada pekan terakhir di bulan Agustus, perdagangan di bursa saham domestik hanya berlangsung selama dua hari menyusul libur panjang Hari Kemerdekaan dan Idul Fitri. Selama periode tersebut, indeks bergerak dalam rentang yang terbatas dan mencatatkan penurunan sebesar 17,26 poin (0,415%) menuju level 4.145,399 pada hari terakhir perdagangan. Minimnya sentimen domestik, menyebabkan pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh faktor eksternal, baik global maupun regional. Diawali dengan langkah S & P yang memperkirakan potensi AS kembali ke resesi meningkat menjadi 25% dibandingkan perkiraan sebelumnya pada bulan Februari sebesar 20%. Krisis utang Eropa telah menambah ketidakpastian yang lebih besar untuk prospek AS tahun depan dan menunjuk kemungkinan pemerintah AS dipaksa untuk memotong pengeluaran dan meningkatkan pajak pada 1 Januari 2013. Disamping itu, mayoritas anggota FOMC khawatir tentang perlambatan pertumbuhan dan kerentanan ekonomi menghadapi ancaman eksternal. Banyak anggota menilai bahwa akomodasi moneter tambahan kemungkinan akan dijamin cukup segera kecuali informasi yang masuk menunjukkan penguatan substansial dan berkelanjutan dalam laju pemulihan ekonomi. Sedangkan terkait perkembangan Eropa, Jean Claude Juncker, tetap mendukung keberadaan Yunani di zona euro. Namun, Juncker mendesak pemerintah Yunani agar meningkatkan langkah-langkah reformasi dan diharapkan bisa memulihkan kredibilitas ekonomi setelah gagal dengan reformasi struktural dan program privatisasinya. Sementara, Angela Merkel dan Francois Hollande, diharapkan bertemu dengan PM Yunani, Antonis Samaras, guna menyampaikan bahwa hanya sedikit kelonggaran yang bisa diberikan untuk Yunani. Namun sebelumnya, pertemuan antara Merkel dan Hollande, menuju pada keputusan bahwa akan tetap menekankan reformasi anggaran secara ketat untuk Yunani dan tidak akan menyetujui dengan mudah atas permintaan Yunani untuk memperpanjang waktu melakukan penghematan anggaran. Dari Asia, Jepang mencatatkan defisit perdagangan pada bulan Juli yang merupakan defisit perdagangan pertama dalam dua bulan terakhir perdagangan atau mendekati angka US$6,5 miliar. Sementara Bank Sentral China memberikan dana besar kepada sistem perbankan untuk mencukupi kebutuhan likuditas guna mendukung perlambatan ekonomi karena minimnya kredit perbankan.


Market Overview
Quote:

Perdagangan saham dalam pekan ini diduga aktifitas transaksi kembali akan berjalan normal setelah pelaku pasar usai melakukan libur panjang lebaran. Dalam pekan ini sejumlah sentimen baik dari dalam negeri maupun global yang diperkirakan dapat mempengaruhi indeks bursa domestik, seperti sentimen positif dari Bank Sentral Eropa yang tengah mempertimbangkan rencana untuk menetapkan batas target untuk yield di zona Eropa, di bawah program baru pembelian obligasi. Langkah ECB tersebut guna melindungi strategi yang dilakukan serta memiliki tujuan untuk membatasi kemampuan spekulan untuk mendapatkan keuntungan. Sentimen positif lainnya, Kanselir Jerman, Angela Merkel mendesak Yunani untuk tetap pada program reformasi, sedangkan Presiden Perancis mengatakan bahwa negaranya mendukung Yunani tetap dalam blok 17 negara tapi dalam kendalinya sendiri. Sementara itu, sentimen dari Spanyol berkenaan dengan pemerintah negara ini yang tengah menyelesaikan peraturan baru untuk memungkinkan negara mengintervensi bank bermasalah dan menutup bank-bank yang menolak menyusun rencana agar memiliki kinerja lebih baik. Sebelumnya sempat beredar kabar mengenai Spanyol yang tengah melakukan proses negosiasi dengan mitra zona euro mengenai bantuan untuk menekan biaya pinjaman. Sentimen dari Spanyol sempat menimbulkan spekulasi di pasar dalam pekan lalu, karena dari salah satu opsi menyebutkan bahwa Spanyol akan menggunakan dana talangan Eropa, atau EFSF, untuk membeli obligasi pemerintah dalam pasar primer. Meski akhir kabar tersebut dibantah, karena Pemerintah Spanyol tetap menunggu sampai keluar hasil rapat reguler ECB pada 6 September mendatang dan berharap ada kejelasan bagaimana ECB bertindak. Sentimen dari dalam negeri terkait dengan Pemerintah yang telah mengajukan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) tahun depan yang kenaikannya dilakukan secara bertahap setiap 3 bulan. Namun, besaran kenaikan dan mekanismenya akan dibahas di Komisi VII DPR. Pemerintah menaikan TTL guna menekan beban subsidi diharpakan bisa mencapai Rp 50 triliun.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI catatkan pendapatan menjadi USD 1,94 miliar
• BUMI selesaikan penjualan Mitratama Perkasa
• Moody’s turunkan outlook BRAU
• Anak usaha MYOH peroleh pinjaman US$13,5 juta
• UNVR alihkan 51% saham di Tehcnopia Lever
• KLBF cari peluang di Vietnam
• WINS memperoleh kontrak USD 193 juta
• SSIA perbesar bisnis hotel budget
• Kredit mikro BMRI tumbuh 77,2%
• BAJA gelar ekspansi dan perluas pasar
• BAJA kembangkan pasar ekspor
• ARNA akan naikkan harga keramik
• BCAP bagikan dividen Rp3,75 miliar
• JSMR berharap adanya kenaikan tarif jalan tol Jakarta-Cikampek
• ISAT catat kenaika trafik data sebesar 59,97% pada lebaran
• Restrukturisasi BLTA tak pengaruhi kinerja BMRI
• BMRI targetkan fee based income 1H12 tumbuh 20%
• BMRI catat devisa hasil ekspor per Juni US$31 miliar
• BBTN setujui tenor KPR 20 tahun
• BFIN akan adakan MESOP
Herseil - 27/08/2012 09:48 AM
#228

Quote:
Original Posted By MonicaKeylav
Tolong dong dikasih tau Fee nya gan \)

Fee Konvensional (Offline) ?
Beli :
Jual :

Fee Online Trading ?
Beli :
Jual :

Dan tolong dijelasin perhitungan pajak penghasilan dari saham kalo gimana gan?

Contohnya ane Invest 100 Juta dan terus ane dapet profit 50 Juta.

Jadi pajak yg harus ane bayar berapa banyak gan ??
apakah pajak itu Final gan ??

Thank You ! D


Sori gan baru bales, hehehe
kalo fee konvensional itu
beli : 0.25%
Jual : 0.35%

Fee online trading
beli : 0.15%
jual : 0.25%

Kalau dari pajak semacam pemotongan tidak ada gan, karena vat dan gain tax langsung dimasukkan ke dalam fee saat jualan, (agan liat di fee jual lebih tinggi 0,1% karena itu adalah pajak yg langsung dikenakan oleh BEJ gan)
Herseil - 28/08/2012 10:14 AM
#229

Newsletter 28 Agustus 2012

Market Review
Quote:
Perkembangan penyelesaian krisis utang Yunani yang mendapatkan
dukungan dan keberatan dari berbagai pihak serta pernyataan Bernanke
yang kembali memberi sinyal positif untuk stimulus lanjutan, menjadi
sentimen yang berperan bagi pergerakan pasar saham kemarin. Namun,
adanya kendala teknis sistem perdagangan BEI, yakni distribusi data feed
dan koneksi sistem remote trading broker, menyebabkan perdagangan
saham tidak berjalan normal dan IHSG hanya bergerak dalam rentang
yang terbatas. IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,479 poin (0,012%)
menuju level 4.145,878 dari posisi sebelumnya pada level 4.145,399.
Sentimen dari Eropa, pihak Perancis meminta Yunani untuk menunjukkan
komitmen dalam memulihkan perekonomiannya sehingga Eropa dapat
menentukan langkah selanjutnya dalam penyelesaian krisis Yunani.
Namun, Kepala Bank Sentral Jerman, mengungkapkan keberatannya atas
rencana ECB meluncurkan program baru pembelian surat utang anggota
bermasalah zona euro. Perdana Menteri Belanda juga akan berlaku tegas
dalam menghadapi krisis utang di kawasan Eropa. Salah satunya, Belanda
akan memblokir paket bantuan ketiga untuk Yunani dan mempertahankan
program penghematan sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis utang.
Sementara dari kawasan regional, langkah Perdana Menteri China yang
memastikan bahwa Bank Sentral akan melakukan upaya untuk mendorong
perekonomiannya, menjadi tertekan dengan laporan kegiatan manufaktur
China yang mengalami penurunan tajam. Kekhawatiran pasar akan laba
manufaktur China yang turun ke level terendah dalam empat bulan
terakhir menyebabkan indeks Shanghai ditutup melemah sebesar 36,4
poin (1,74%) ke level 2.055,71 dari posisi sebelumnya pada level 2.092,1.
Sementara indeks Nikkei ditutup menguat sebesar 14,63 poin (0,16%)
menuju level 9.085,39 dari posisi sebelumnya pada level 9.070,76 dan
indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 81,36 poin (0,41%) ke level
19.798,67 dari posisi sebelumnya pada level 19.880,03. Sementara pasar
saham Eropa mayoritas bergerak menguat dalam rentang terbatas.
Kepercayaan bisnis Jerman turun untuk bulan ke empat berturut-turut
pada bulan Agustus 2012 ketika krisis utang menekan pertumbuhan
negara tersebut. Sedangkan Swedia, menurunkan pertumbuhan ekonomi
di tahun 2013 menjadi 2,3% dari prediksi sebelumnya 3% dan
memperkirakan terjadinya defisit anggaran di tahun yang sama.


Market Overview
Quote:

Investor menunggu ebih lanjut apakah Bernanke akan meluncurkan
kuantitatif ke tiga (QE3) dalam simposium Fed di Jackson Hole hari Jumat
mendatang. Sebelumnya hasil minutes FOMC menunjukkan bahwa
sebagian besar pejabat The Fed melihat perlunya tambahan stimulus,
terkecuali jika ekonomi mulai menunjukkan peningkatan yang
berkesinambungan. Selain itu, pasar mulai ragu ECB bisa
mengumumkan rencana pada rapat 6 September mendatang,
karena gubernur Bank Sentral Jerman (Bundesbank) menunjukkan
penolakan pada gagasan pembelian obligasi ECB. Bundesbank
menyatakan rencana pembelian obligasi berisiko dan akan menjadi candu
yang membuat pemerintah ketagihan. Pertemuan anggota dewan bank
sentral tersebut juga akan menjadi penentuan bagi Spanyol dan negara
anggota lainnya yang bermasalah dengan krisis utang euro seiring
dengan proposal untuk program pembelian obligasi yang akan menjadi
agenda pertemuan tersebut. Sebelumnya Presiden ECB Mario Draghi
pernah mengatakan ECB siap membeli obligasi Spanyol hanya bila negara
itu mengajukan hal yang sama pada Uni Eropa. Menurut menteri ekonomi
Spanyol, Luis de Guindos, diperkirakan negaranya akan menggunakan
dana sekitar 60 miliar euro, dari pembiayaan penyelamatan perbankan
senilai 100 miliar Euro yang ditawarkan oleh para menteri keuangan
Eropa pada bulan Juni. Spanyol akan membuat komitmen fiskal yang
lebih kuat jika ECB bisa menekan biaya pinjaman dengan cara membeli
obligasi pemerintah. Kabar Yunani keluar dari euro akan memicu
kebimbang pasar. Sinyalemen ini mucnul setelah pejabat Jerman
mengatakan Yunani sebaiknya keluar dari euro. Kementrian Keuangan
Jerman tengah mempertimbangkan rancangan apabila Yunani pada
akhirnya harus terpaksa meninggalkan Uni Eropa. Meskipun
pemerintahan Jerman masih mendukung Yunani tetap berada dalam Uni
Eropa. Angela Merkel mengatakan masih perlunya penilaian dari Troika
pada September mendatang mengenai kondisi perekonomian Yunani
sebelum memberikan bantuan keuangan lebih lanjut.


Stock Headlines
Quote:

• Kinerja PTBA berpotensi lampaui target
• PTBA alihkan ekspor batu bara ke India
• MYOH berencana akuisisi TMP, MA dan SUK
• KKGI keluarkan biaya aktivitas eksplorasi USD1,22 juta
• BAJA beli aset Indometel Rp20 miliar
• Volume penjualan CPO AALI naik 12,5%
• KRAS akan perluas pabrik
• KRAS optimistis permintaan baja naik
• ADHI incar tender Senoro Milik Pertamina
• ADHI gandeng Inka-Len garap proyek monorail
• Pendapatan WIKA diproyeksikan naik 20%
• BEKS lakukan rights issue
• Laba BMRI tidak akan terpengaruh BLTA
• BBCA bentuk perusahaan asuransi
• BBRI tidak alami rugi jika KUT diputihkan
• Penyaluran dana ADMF turun 12%
• BNBR lakukan repo saham
• UNVR alihkan saham PT Technopia Lever
• RMBA lunasi utang Rp 1,35 triliun
• GIAA cari pinjaman baru USD 75 juta
• MDLN investasi di 3 perusahaan
• BCIP rencana terbitkan saham baru
• BCIP rencana backdoor listing
Herseil - 29/08/2012 10:51 AM
#230

Newsletter 29 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Pergerakan pasar saham global dan regional yang mixed dengan kecenderungan melemah menyebabkan bursa saham domestik bergerak dalam rentang yang terbatas dan ditutup pada zona negatif. IHSG ditutup melemah sebesar 3,03 poin (0,073%) ke level 4.142,848 dari posisi sebelumnya pada level 4.145,878. Investor fokus untuk mengantisipasi pertemuan gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat ini. Investor berharap pertemuan tersebut dapat mengambil beberapa tindakan guna mendukung ekonomi dan mengatasi krisis utang. Pelaku pasar juga tengah menantikan tindakan The Fed untuk menjaga pasar dan menentukan waktu putaran untuk pembelian obligasi. Sementara sentimen dari Asia, pemerintah Jepang menurunkan penilaian terhadap perekonomiannya untuk kali pertama dalam 10 bulan terakhir. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah analis memproyeksikan bahwa PDB Jepang akan menurun pada kuartal ini. Pemerintah Jepang menurunkan pandangannya terhadap konsumsi pribadi, pembangunan rumah, ekspor, impor, dan produksi industri. Kendati demikian, pemerintah menaikkan penilaiannya terhadap pasar tenaga kerja. JP Morgan memprediksi penurunan PDB Jepang sebesar 0,3% pada kuartal III sedangkan BNP Paribas SA mengestimasi penurunan sebesar 0,9%. Krisis Eropa telah berdampak signifikan pada perekonomian Jepang. Kekhawatiran mengenai outlook ekonomi Jepang kemungkinan akan menekan Bank of Japan untuk menerapkan program stimulus tambahan. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 52,1 poin (0,57%) ke level 9.033,29 dari posisi sebelumnya pada level 9.085,39 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 13,13 poin (0,07%) menuju level 19.811,8 dari posisi sebelumnya pada level 19.798,67. Sementara pasar saham Eropa mayoritas bergerak melemah yang dipengaruhi oleh antisipasi investor menjelang pertemuan The Fed dan Bank Sentral Eropa. Dari domestik, sektor perdagangan ditutup mixed dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp21 miliar. Sektor pertambangan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,366% yang disebabkan oleh penurunan saham BUMI sebesar 14,6%.


Market Overview
Quote:

Pasar akan menantikan pertemuan akbar sejumlah bank sentral dan para ekonom yang akan digelar di Jackson Hole, Wyoming, Amerika Serikat pada akhir pekan ini. Pertemuan tersebut diperkirakan akan memberi petunjuk terhadap potensi the Fed mengambil opsi pelonggaran moneter. Jelang hasil pertemuan akan membuat terjadi spekulasi kapan program pembelian obligasi babak baru dilakukan. Pasar akan terus memantau untuk mencari petunjuk atas pidato sebagai Fed apakah akan melepaskan pembelian obligasi putaran ketiga guna memacu pemulihan atau Fed belum akan menjatuhkan pilihan pada keputusan tersebut hingga waktu yang belum jelas. Kendati, sebeumnya ada sinyalemen Fed akan melakukan pelonggaran yang tersirat dari pernyataan pejabat Fed yang meyakini bahwa pembelian obligasi akan membantu pemulihan ekonomi. Sementara itu, sentimen lainnya bagi pasar mengenai kondisi dari ekonomi Spanyol yang semakin memburuk, hal itu terindikasi dari angka GDP yang terkontraksi dalam kuartal II. Spanyol berkontraksi 0,4% dibanding kuartal I dan mengalami perlambatan 1,3% pada kuartal II tahun 2011. Kondisi ekonomi Spanyol tersebut bisa mendorong pemerintah mengubah proyeksi ekonomi tahun depan, dari bertumbuh menjadi resesi. Kontraksi GDP disebabkan oleh penurunan daya beli domestik. Sebelumnya Bulan lalu, pemerintah mengatakan bahwa kontraksi kemungkinan berlanjut hingga tahun depan. Kondisi Spanyol tersebut belum sejalan dengan harapan akan terhindarnya zona-euro dari resesi pada tahun ini. Setelah angka penyaluran kredit meningkat 0,1% untuk bulan Juli, lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 0,2%. Peningkatan kredit ini disebabkan pelonggaran moneter oleh ECB dan bertambahnya jumlah uang yang beredar di perekonomian zona-euro. Kredit untuk dunia usaha meningkat sebanyak 8,06 miliar euro dan penyaluran kredit untuk pemerintah meningkat sebanyak 11,56 miliar euro, Namun kredit untuk rumah tangga turun sebesar 7,61 miliar euro. Indikator money supply (M3) tahunan naik 3,8% untuk bulan Juli, lebih tinggi dari prediksi 3,3% dan publikasi sebelumnya 3,2%.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI tunda pencairan dana USD 231 juta
• ITMG suntik dana PT Jorong Rp 189,3 miliar
• ANTM rencana right issue 5% di 2013
• BTEL yakin dapat melunasi utang obligasi
• Laba bersih INDF semester I/2012 Rp1,68 triliun
• Penjualan ICBP 1H12 naik 15%
• TLKM ekspansi bisnis ke luar negeri
• Volume penjualan CPO GZCO turun 17%
• CPRO lakukan restrukturisasi notes
• BNGA salurkan kredit komersial 1H12 Rp51 triliun
• BBNI siap pimpin sindikasi kredit tol Rp 1,5 triliun
• BBNI berikan kredit ke sektor agri bisnis Rp200 miliar
• BJBR ubah jajaran direksi
• BCIC klaim kenaikan nilai perusahaan
• DBS Singapura kurangi 10% kepemilikan di KKGI
• DILD tambah hotel baru
• PLIN peroleh tambahan fasilitas kredit US$30 juta
• RANC laba bersih naik 21,4% jadi Rp19,255 mili di 1H2012
• BATA laba bersih naik 4,97% jadi Rp22,69 miliar
• Laba bersih PADI 1H 2012 turun 58,3% jadi Rp14,41 miliar
• Rugi PAFI turun jadi Rp16,17 miliar pada 1H2012.
• Waskita Karya IPO November 2012
Herseil - 30/08/2012 09:20 AM
#231

Newsletter 30 Agustus 2012

Market Review
Quote:

Pergerakan pasar saham global dan regional yang mixed dengan kecenderungan melemah menyebabkan bursa saham domestik bergerak dalam rentang yang terbatas dan ditutup pada zona negatif. IHSG ditutup melemah sebesar 3,03 poin (0,073%) ke level 4.142,848 dari posisi sebelumnya pada level 4.145,878. Investor fokus untuk mengantisipasi pertemuan gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat ini. Investor berharap pertemuan tersebut dapat mengambil beberapa tindakan guna mendukung ekonomi dan mengatasi krisis utang. Pelaku pasar juga tengah menantikan tindakan The Fed untuk menjaga pasar dan menentukan waktu putaran untuk pembelian obligasi. Sementara sentimen dari Asia, pemerintah Jepang menurunkan penilaian terhadap perekonomiannya untuk kali pertama dalam 10 bulan terakhir. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah analis memproyeksikan bahwa PDB Jepang akan menurun pada kuartal ini. Pemerintah Jepang menurunkan pandangannya terhadap konsumsi pribadi, pembangunan rumah, ekspor, impor, dan produksi industri. Kendati demikian, pemerintah menaikkan penilaiannya terhadap pasar tenaga kerja. JP Morgan memprediksi penurunan PDB Jepang sebesar 0,3% pada kuartal III sedangkan BNP Paribas SA mengestimasi penurunan sebesar 0,9%. Krisis Eropa telah berdampak signifikan pada perekonomian Jepang. Kekhawatiran mengenai outlook ekonomi Jepang kemungkinan akan menekan Bank of Japan untuk menerapkan program stimulus tambahan. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 52,1 poin (0,57%) ke level 9.033,29 dari posisi sebelumnya pada level 9.085,39 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 13,13 poin (0,07%) menuju level 19.811,8 dari posisi sebelumnya pada level 19.798,67. Sementara pasar saham Eropa mayoritas bergerak melemah yang dipengaruhi oleh antisipasi investor menjelang pertemuan The Fed dan Bank Sentral Eropa. Dari domestik, sektor perdagangan ditutup mixed dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp21 miliar. Sektor pertambangan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,366% yang disebabkan oleh penurunan saham BUMI sebesar 14,6%.


Market overview
Quote:

Pasar akan menantikan pertemuan akbar sejumlah bank sentral dan para ekonom yang akan digelar di Jackson Hole, Wyoming, Amerika Serikat pada akhir pekan ini. Pertemuan tersebut diperkirakan akan memberi petunjuk terhadap potensi the Fed mengambil opsi pelonggaran moneter. Jelang hasil pertemuan akan membuat terjadi spekulasi kapan program pembelian obligasi babak baru dilakukan. Pasar akan terus memantau untuk mencari petunjuk atas pidato sebagai Fed apakah akan melepaskan pembelian obligasi putaran ketiga guna memacu pemulihan atau Fed belum akan menjatuhkan pilihan pada keputusan tersebut hingga waktu yang belum jelas. Kendati, sebeumnya ada sinyalemen Fed akan melakukan pelonggaran yang tersirat dari pernyataan pejabat Fed yang meyakini bahwa pembelian obligasi akan membantu pemulihan ekonomi. Sementara itu, sentimen lainnya bagi pasar mengenai kondisi dari ekonomi Spanyol yang semakin memburuk, hal itu terindikasi dari angka GDP yang terkontraksi dalam kuartal II. Spanyol berkontraksi 0,4% dibanding kuartal I dan mengalami perlambatan 1,3% pada kuartal II tahun 2011. Kondisi ekonomi Spanyol tersebut bisa mendorong pemerintah mengubah proyeksi ekonomi tahun depan, dari bertumbuh menjadi resesi. Kontraksi GDP disebabkan oleh penurunan daya beli domestik. Sebelumnya Bulan lalu, pemerintah mengatakan bahwa kontraksi kemungkinan berlanjut hingga tahun depan. Kondisi Spanyol tersebut belum sejalan dengan harapan akan terhindarnya zona-euro dari resesi pada tahun ini. Setelah angka penyaluran kredit meningkat 0,1% untuk bulan Juli, lebih baik dari bulan sebelumnya yang turun 0,2%. Peningkatan kredit ini disebabkan pelonggaran moneter oleh ECB dan bertambahnya jumlah uang yang beredar di perekonomian zona-euro. Kredit untuk dunia usaha meningkat sebanyak 8,06 miliar euro dan penyaluran kredit untuk pemerintah meningkat sebanyak 11,56 miliar euro, Namun kredit untuk rumah tangga turun sebesar 7,61 miliar euro. Indikator money supply (M3) tahunan naik 3,8% untuk bulan Juli, lebih tinggi dari prediksi 3,3% dan publikasi sebelumnya 3,2%.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI tunda pencairan dana USD 231 juta
• ITMG suntik dana PT Jorong Rp 189,3 miliar
• ANTM rencana right issue 5% di 2013
• BTEL yakin dapat melunasi utang obligasi
• Laba bersih INDF semester I/2012 Rp1,68 triliun
• Penjualan ICBP 1H12 naik 15%
• TLKM ekspansi bisnis ke luar negeri
• Volume penjualan CPO GZCO turun 17%
• CPRO lakukan restrukturisasi notes
• BNGA salurkan kredit komersial 1H12 Rp51 triliun
• BBNI siap pimpin sindikasi kredit tol Rp 1,5 triliun
• BBNI berikan kredit ke sektor agri bisnis Rp200 miliar
• BJBR ubah jajaran direksi
• BCIC klaim kenaikan nilai perusahaan
• DBS Singapura kurangi 10% kepemilikan di KKGI
• DILD tambah hotel baru
• PLIN peroleh tambahan fasilitas kredit US$30 juta
• RANC laba bersih naik 21,4% jadi Rp19,255 mili di 1H2012
• BATA laba bersih naik 4,97% jadi Rp22,69 miliar
• Laba bersih PADI 1H 2012 turun 58,3% jadi Rp14,41 miliar
• Rugi PAFI turun jadi Rp16,17 miliar pada 1H2012.
• Waskita Karya IPO November 2012
Herseil - 31/08/2012 11:09 AM
#232

Newsletter 31 Agustus 2012

Market Overivew
Quote:

Minimnya sentimen positif disertai dengan penurunan yang terjadi pada bursa regional menyebabkan seluruh sektor perdagangan di bursa domestik ditutup melemah. IHSG mencatatkan penurunan sebesar 70,609 poin (1,727%) ke level 4.022,481 dari posisi sebelumnya pada level 4.093,17. Sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 2,66% dimana asing mencatatkan net sell sebesar Rp630 miliar. Sedangkan dari global, pasar masih menunggu pertemuan The Fed sehingga bursa globa ditutup flat menyusul langkah investor yang mengamankan portofolionya. Sementara pertumbuhan ekonomi tahunan AS pada kuartal kedua tahun ini direvisi naik menjadi 1,7% dibandingkan estimasi bulan lalu sebesar 1,5%. Namun, laju pertumbuhan masih terlalu rendah sehingga tetap membutuhkan bantuan pelonggaran moneter dari The Fed. Ekspansi PDB 1,7% tersebut dapat tercapai didukung oleh pertumbuhan ekspor yang berhasil menutupi lesunya permintaan domestik. Sedangkan dari bursa Asia, indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 86,03 poin (0,95%) ke level 8.983,78 dari posisi sebelumnya pada level 9.069,81 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 235,6 poin (1,19%) ke level 19.552,91 dari posisi sebelumnya pada level 19.788,51. Sementara pasar saham Eropa juga bergerak melemah dalam rentang yang tentatif terbatas. ECB membutuhkan langkah tepat agar kebijakan moneternya efektif dalam menanggulangi krisis utang zona euro. ECB juga menjamin akan bertindak sesuai mandat untuk menjaga stabilitas harga. Dilanjutkan dengan Perancis yang kembali berkomitmen untuk menjaga Yunani agar tidak keluar dari zona euro. PM, Jean Marc Ayrault, berjanji bahwa Perancis akan melakukan apa pun untuk mempertahankan Yunani agar tidak keluar dari kesatuan mata uang tunggal euro. Ayrault yakin bahwa Eropa dapat mengatasi kesulitan saat ini melalui satu cara, yakni memperkuat dan memperdalam integrasi serta solidaritas di antara negara-negara anggotanya. Saat ini Perancis tengah mengajukan inisiatif penting pada komisi Eropa yang juga akan dibahas dengan negara anggota lainnya. Termasuk di dalamnya adalah mekanisme dan kestabilan Eropa untuk menjalankan syariat perbankan. Perbankan menjadi sektor yang paling utama untuk diselamatkan mengingat eksposur lembaga keuangan ini sangat besar di negara-negara bermasalah, khususnya Yunani.


Stock Overview
Quote:

Dalam tiga hari terakhir secara beruntun IHSG mengalami koreksi, secara teknis ada peluang up reversal meski terlebih dahulu akan menguji 3967. Diperkirakan volatilitas indeks kembali akan tinggi, jelang berlansung Pidato Bernanke. Investor sedang menunggu kepastian apakah ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke akan memberikan petunjuk untuk putaran ketiga pelonggaran kuantitatif dalam pidatonya dalam pertemuan di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat ini, ketidakpastian akan tindakan bank sentral mengakibatkan bursa saham global dibayangi tekanan serta imbasnya bagi indeks bursa domestik. Setelah meberikan indikasi pelonggaran, selanjutnya pasar kembali menunggu sinyal apakah the Fed akhrinya akan mengambil langkah untuk merangsang ekonomi dalam rapatnya pada 12-13 September mendatang. Sebelumnya dalam sebuah laporan ekonominya yang bertajuk Beige Book, the Fed menyebutkan kondisi bisnis di 9 dari 12 distrik mengalami pertumbuhan moderat selama Juli sampai awal Agustus, dan penerimaan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan enam minggu sebelumnya. Dari data teranyar lainnya, belanja konsumen AS naik 0,4% pada Juli lalu dari bulan sebelumnya dan data pendapatan pribadi naik 0,3% pada bulan Juli. Meski muncul sentimen positif lainnya, pasar akan tetap fokus pada pertemuan di Jackson Hole terutama menunggu hasil dari pidato Bernanke yang diharapkan dapat mendorong perekonomian. Pernyataan Bank Sentral Eropa Mari Draghi cukup positif bagi pasar bahwa Jerman tertarik untuk menyetujui langkah khusus untuk mempertahankan keutuhan zona euro. Demikian dengan sentimen positif lainnya yang muncul dari China bahwa pemerintah negara ini akan tetap investasi pada obligasi Eropa sebagai partisipasi penyelesaian krisis. Bahkan pihak China berencana menambah porsi bantuan bailout Eropa dengan memakai cadangan valas. Sentimen positif juga muncul dari Italia berkenaan hasil lelang Obligasi pemerintah yang cukup sukses, seiring dengan harapan ECB akan mengaktifkan kembali program pembelian obligasi. Yield obligasi 10 tahun turun menjadi 5,82% dari 5,96%.


Stock Headlines
Quote:

• Laba ADRO turun 3% menjadi USD 260,1 juta
• Konsorsium ADRO peroleh pinjaman USD 270 juta
• Anak usaha ADRO peroleh pinjaman sindikasi
• PGAS putuskan beli saham minoritas di blok migas
• GZCO turunkan target produksi CPO menjadi 60.000 ton
• MYOR bangun pabrik baru di Balaraja, Tangerang
• MYOR targetkan pendapatan semester II Rp6 triliun
• MYOR produksi biskuit kalengan hingga 300 ton selama Lebaran
• WIKA catat kenaikan net sales 21,45% jadi Rp 4,02 triliun di 1H12
• WIKA gandeng Obayashi, Shimizu dan Tokyu Corp
• WIKA pada Agustus peroleh beberapa proyek
• WIKA akan mencari strategic partner untuk proyek PLTP nya
• SMGR berharap pabrik semen di Papua selesai akhir 2012
• SMGR kaji proses pabrik di Vietnma dan Myanmar pada 2012
• KARK bebas dari tuntutan pailit oleh SUEK AG
• SDRA laba bersih tutun jadi Rp 45,864 miliar pada 1H12
• ADHI belum sampaikan proposal tender Monorel
• BTEL lakukan proses revitalisasi
• Remitansi BMRI Hong Kong naik 155%
• Penjualan APLN dari proyek Vimala Hills mencapai 85%
Herseil - 03/09/2012 09:47 AM
#233

Newsletter 3 September 2012

Market Review
Quote:

Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perdagangan pasar saham selama sepekan adalah antisipasi investor mengenai pertemuan gubernur bank sentral yang akan diadakan pada tanggal 31 Agustus waktu setempat di Jackson Hole, Wyoming. Awalnya, investor berharap agar pertemuan tersebut dapat mengambil sejumlah tindakan guna mendukung ekonomi dan mengatasi krisis utang. Pasar juga berharap agar The Federal Reserve mengumumkan kebijakan stimulus lanjutan (QE3). Namun harapan tersebut berubah menjadi keraguan akan diumumkannya stimulus tersebut menyusul membaiknya sejumlah data-data ekonomi, diantaranya pertumbuhan ekonomi Amerika periode kuartal kedua tahun ini tumbuh sebesar 1,7%, pengeluaran konsumen bulan Juli naik 0,4% atau tertinggi dalam lima bulan terakhir, dan personal income periode Juli juga tercatat naik 0,3%. Dilanjutkan dengan perkembangan seputar Eropa yang masih membahas mengenai pro kontra penyelesaian krisis utang Yunani. Presiden Perancis meminta PM Yunani untuk menunjukkan komitmen dalam memulihkan perekonomiannya sehingga Eropa dapat menentukan langkah yang diperlukan selanjutnya agar Yunani bisa teratasi dari krisis utang yang tengah terjadi. Sementara Kepala Bundesbank mengungkapkan keberatannya atas rencana ECB meluncurkan program pembelian surat utang dari anggota bermasalah di zona euro. Pernyataan ini dilatarbelakangi oleh kian meluasnya krisis utang di zona euro yang pada ujungnya memaksa ECB mengambil peranan yang lebih besar untuk mengatasinya. Penolakan juga datang dari PM Belanda yang menegaskan akan berlaku tegas dalam menghadapi krisis utang di kawasan Eropa. Salah satunya adalah Belanda akan memblokir paket bantuan ketiga untuk Yunani dan mempertahankan program penghematan sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis utang. Dari Asia, pemerintah Jepang menurunkan penilaian terhadap perekonomiannya untuk kali pertama dalam 10 bulan terakhir. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah analis memproyeksikan bahwa PDB Jepang akan menurun pada kuartal ini. Pemerintah Jepang menurunkan pandangannya terhadap konsumsi pribadi, pembangunan rumah, ekspor, impor, dan produksi industri. Seluruh sentimen tersebut turut membawa pelemahan bagi perdagangan IHSG selama sepekan yang tercatat turun 2,05%. Sementara dari domestik diwarnai oleh penurunan kinerja emiten yang turut menjadi faktor penurunan IHSG.


Market Overview
Quote:

Dalam pekan ini IHSG berpeluang menguat, perkiraan akan munculnya sentiment positif ke pasar. Diperkirakan dukungan bagi indeks bursa domestik untuk bergerak kedalam zona positif, ekspektasi positifnya datadata ekonomi China dan AS. Pasar akan mendapatkan dukungan dari sektor perumahan AS dan manufaktur. Pekan ini akan rilis data sektor perumahan AS setelah positinya data pending home sales. Diperkirakan construction spending akan naik menjadi 1,4% pada Agustus dari sebelumnya 0,4% untuk Juli. Sentimen lainnya ke pasar muncul ari Asia dimana data manufaktur China diprediksi naik menjadi 55,7 berdasarkan konsensus. Sementara itu, indeks Wall Street akhir pekan lalu mengalami penguatan setelah pidato Bernanke bahwa The Fed akan memberikan stimulus. Dalam pidatonya pada pertemuan para petinggi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke memperingatkan stagnasi pada pasar tenaga kerja AS merupakan masalah serius. Untuk itu, The Fed akan mendorong stimulus dan memberi bantuan lebih banyak sehingga dapat memicu melambatnya perekonomian AS. Sentimen pasar dari Eropa, mengenai pemerintah Spanyol yang menyetujui sebuah paket reformasi keuangan yang bertujuan untuk mempercepat reformasi sektor perbankan, yang mengalami masalah akiat dari anjloknya sektor perumahan. Paket reformasi tersebut mencakup pedoman untuk membantu bank-bank yang menderita kredit macet dan pengambil alihan agunan dari bank komersial. Sisi lainya dari Eropa pasar masih pesimis bahwa pemulihan Ekonomi Eropa jauh dari harapan, situasi ini masih membuat ketidapastian pasar finansial. Kondisi ekonomi Eropa semakin memburuk, ekonomi mengalami kontraksi dan pelaksanaan kebijakan penghematan membuat tingkat pengangguran zona-euro tetap bertahan di level tinggi. Tingkat pengangguran mencapai 11,3% untuk bulan Juli sesuai prediksi. Namun, tingkat pengangguran di bulan Juni direvisi naik dari 11,2% menjadi 11,3%. Tingginya tingkat pengangguran merupakan bukti tambahan akan besarnya dampak negatif dari berlarutnya masalah utang zona-euro.


Stock headlines
Quote:

• PTBA laku studi kelayakan proyek batu bara jadi gas
• BUMI jual saham FBS USD 200 jut
• HRUM laba bersih 1H2012 naik 24% jadi USD 108,77 juta a
• Penjualan alat berat UNTR turun
• ANTM bukukan laba Rp 476 miliar
• JKON bukukan kekanikan laba 55,38% jadi Rp 39,04 pada 1H12
• Anak usaha KIJA bersama Sembcorp dirikan perusahaan patungan
• SMCB laba bersih 1H 2012 naik 10,41%
• BTEL tambah melalaui tanpa HMETD di harga Rp 265 per saham
• INDR targetkan pertumbuhan penjualan 5% tahun ini 2012
• TRUB gagal dilaksanakan RUPST karena tidak kuorum
• Pendapatan ESSA turun menjadi USD 20,4 juta
• 3 konsorsium (WIKA, ADHI, PTPP) incar MRT
• ADHI gandeng Hyundai untuk tender proyek EPC
• IBST bidik kenaikan pendapatan 400%
• Dapat utang Rp 2 triliun, RMBA lunasi obligasi
• ADES raih izin pasarkan produk P&G
• TRIS gandeng perusahaan trading Hong Kong
• INDR siapkan investasi USD 70 juta
• BCIC incar DPK Rp 12,95 triliun
Herseil - 04/09/2012 10:48 AM
#234

Newsletter 4 Sept 2012

Market Review
Quote:

Pidato Gubernur The Federal Reserve, Ben Bernanke, berhasil mendorong penguatan bagi pasar saham Amerika pada perdagangan sebelumnya dan mayoritas pasar regional termasuk domestik. IHSG ditutup menguat sebesar 57,617 poin (1,419%) menuju level 4.117,948 dari posisi sebelumnya pada level 4.060,331. Dalam pidato di Jackson Hole, Bernanke kembali menegaskan janjinya bahwa The Fed siap mengambil tindakan guna mendukung ekonomi global. Kendati pada pidato itu Bernanke tidak memberikan tanda-tanda akan mengeluarkan QE3, namun pernyataan tersebut masih mampu memberikan spekulasi kuat bagi investor akan potensi dikeluarkannya QE3 pada pertemuan The Fed 13 September mendatang. The Fed juga mempertahankan kebijakan suku bunga rendah mendekati nol hingga minimal sampai tahun 2014 mendatang. Sementara dari kawasan regional, meskpiun diwarnai dengan rilis data ekonomi yang mengalami penurunan disertai dengan pemberitaan yang menunjukkan meluasnya dampak krisis Eropa ke kawasan Asia, namun mayoritas bursa saham regional berhasil ditutup dalam teritori positif. Indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 76,64 poin (0,39%) menuju level 19.559,21 dari posisi sebelumnya pada level 19.482,57 dan indeks Shanghai Composite ditutup menguat sebesar 11,63 poin (0,57%) menuju level 2.059,15 dari posisi sebelumnya pada level 2.047,52. Kedua indeks tersebut berhasil ditutup menguat meskipun China dan Hong Kong telah menunjukkan tanda-tanda terkena dampak krisis utang Eropa. Purchasing Manager’s Index China pada bulan Agustus turun menjadi 49,2 dibandingkan 50,1 pada bulan Juli. Disamping itu, pada sektor finansial, juga terjadi peningkatan kredit macet sebesar 27% terhadap pinjaman jatuh tempo dari lima bank besar pada semester pertama tahun ini. Sementara Menkeu Hong Kong mengungkapkan bahwa risiko teknikal Hong Kong semakin meningkat seiring dengan penurunan tingkat ekspor dan perlambatan pada penjualan ritel. Adapun indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 56,02 poin (0,63%) ke level 8.783,89 dari posisi sebelumnya pada level 8.839,91. Sementara dari domestik, BPS melaporkan tingkat inflasi Agustus mencapai 0,95% atau lebih tinggi dari inflasi Juli sebesar 0,7%. Secara periode tahunan inflasi Agustus mencapai 4,58% sementara year to date mencapai 3,48%. Adapun neraca perdagangan pada bulan Juli kembali mengalami defisit sebesar US$176,5 juta.


Market Overview
Quote:

IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham hari ini, sentimen positif bagi indeks bursa domestik ini menyusul membaiknya data cadanga devisa yang bertambah di akhir Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Cadangan devisa naik ke USD108.99 miliar hingga 31 Agustus atau lebih tinggi dibandingkan dengan 31 Juli sebesar USD106.559 miliar. Kenaikan cadangan devisa dipicu oleh meningkatnya nilai simpanan berdenominasi dollar AS akibat penguatan kurs. Cadangan devisa yang lebih besar telah dapat meredam kecemasan tentang defisit anggaran negara yang terus membengkak serta inflasi yang meningkat. Kenaikan cadangan devisa memiliki kekuatan cukup baik untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Defisit neraca sempat melebar ke USD6.9 miliar di kuartal II, atau jauh besar dibanding kuartal I USD3.2 miliar. Peningkatan defisit salah satunya disebabkan oleh lonjakan volume impor. Secara keseluruhan sektor manufaktur global masih alami kontraksi, indeks manufaktur Cina, Australia, Jerman dan Perancis dan Italia semakin melemah di bulan Agustus. Sedangkan indeks manufaktur Inggris naik menjadi 49,5, atau lebih baik dari bulan sebelumnya di 45,4. Event Olimpiade di London, menjadi salah sati faktor mendorong aktivitas manufaktur di Inggris untuk Agustus membaik. Sementara itu, berlarutnya masalah utang Eropa serta merebaknya ancaman perlambatan ekonomi global membuat sektor manufaktur zona-euro masih alami kontraksi di Agustus. Ancaman resesi di zona-euro kini terlihat semakin nyata terutama setelah GDP berkontraksi 0,2% di kuartal kedua 2012. Kondisi di zona-euro sepertinya tidak akan alami perbaikan hingga masalah struktural zona-euro dapat diselesaikan dan situasi global membaik. Menteri perekonomian Jerman dan kepala Bundesbank menentang rencana ECB untuk membeli obligasi negara zona euro dengan yield tinggi. Sentimen dari Cina, berkenaan ekspektasi ekonomi akan semakin melambat di kuartal III. Data PMI sektor manufaktur, turun ke 49,2 di Agustus dari 50,1 di Juli. PMI turun di bawah 50 merupakan pertama kalinya sejak Nopember 2011, yang bertanda kontraksi.


Stock Headlines
Quote:

• SMCB akan bagikan dividen interim tahun buku 2012 Rp 32/saham
• Pendapatan ANTM naik pada 1H2012 menjadi Rp4,5 triliun
• GEMS laba turun di 1H12 sebesar 11,3% jadi Rp 146,03 mliar
• IDKM rencana stock split dengan rasio 1:5
• Laba BJTM turun menjadi Rp 368,7 miliar
• BEKS rights issue 2,499 miliar saham
• MDRN melakukan rights issue
• MDRN laba 1H12 naik 25,24% jadi Rp 27,68 miliar
• Kemendag ancam akan tutup restoran 7-Eleven dan Lawson
• Lippo Group siap investasi USD 7,5 miliar
• LPCK siapkan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan
• MPPA investasikan dana Rp 1,8 triliun
• Budi Delta tingkatkan kepemilikan di TBLA
• PTRO tandatangani tenancy agreement dengan Tripatra
• TRIS penjualan hingga Juli 2012 meningkat jadi Rp 305 miliar
• TRIS bentuk joint venture dengan Trading 2000 Limited
• BCIP jual surat utang USD 47,40 juta ke Nabil
• KBLI bantah peroleh proyek dari PLN
• Laba JRPT paruh I 2012 meningkat 22,3% jadi Rp179,08 miliar
• Anak usaha IMAS peroleh pinjaman USD 90 juta
Herseil - 05/09/2012 11:01 AM
#235

Newsletter 5 September 2012

Market Review
Quote:

Bursa Amerika tutup dalam rangka libur hari buruh sehingga pergerakan bursa Eropa pada perdagangan sebelumnya menjadi patokan sentimen bursa regional termasuk Indonesia. Bursa Eropa ditutup dalam tren positif yang didorong oleh harapan pasar bahwa ECB akan menurunkan suku bunga dan mengumumkan detail rencana pembelian obligasi negaranegara bermasalah euro untuk menekan biaya pinjaman yang cenderung meningkat di Spanyol dan Italia. Sementara dari bursa Asia, pasar saham mayoritas ditutup melemah yang dipengaruhi oleh kehati-hatian investor dalam menanggapi data-data yang menunjukkan sinyal perlambatan pertumbuhan ekonomi Asia dan menanti pertemuan ECB pada tanggal 6 September mendatang. China telah menunjukkan tanda-tanda kemunduran dari sektor manufaktur hingga perbankan. Sementara Menteri Keuangan Hong Kong mengungkapkan bahwa risiko teknikal Hong Kong semakin meningkat seiring dengan penurunan tingkat ekspor dan perlambatan penjualan ritel. Indeks Hang ditutup melemah sebesar 129,3 poin (0,66%) ke level 19.429,91 dari posisi sebelumnya pada level 19.559,21 dan indeks Shanghai Composite ditutup melemah sebesar 15,5 poin (0,75%) ke level 2.043,65 dari posisi sebelumnya pada level 2.059,15. Adapun indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 8,38 poin (0,1%) ke level 8.775,51 dari posisi sebelumnya pada level 8.783,89. IHSG ditutup melemah sebesar 12,695 poin (0,308%) ke level 4.105,253 dari posisi sebelumnya pada level 4.117,948 dengan pelemahan terbesar berasal dari sektor pertambangan. Sektor ini mencatatkan pelemahan sebesar 2,242% yang dikontribusikan oleh penurunan saham Bumi Resources (BUMI), Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) masing-masing sebesar 12,2%, 2,7%, dan 1,3%. Bursa saham Eropa bergerak mixed dimana indeks Ibex 35 tentatif menguat diatas 1%. Ekspektasi akan diluncurkannya stimulus moneter masih menjadi faktor penguat bursa saham Eropa. Sementara langkah Moody’s Investor Service yang menurunkan outlook peringkat utang Uni Eropa dan produksi manufaktur euro yang mengalami penurunan, menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar tersebut. Moody’s menurunkan outlook peringkat utang Uni Eropa yang merefleksikan peningkatan risiko terhadap Jerman, Perancis, Inggris, dan Belanda yang jika digabung nilainnya mencapai 45% dari anggaran pendapatan total.


Market Overview
Quote:

Ketidakpastian dari pasar global mengakibatkan indeks bursa domestik akan bergerak melambat pada perdagangan saham hari ini. Pasar akan merespon sentimen dari Moody’s yang menurunkan proyeksi kredit Uni Eropa dari stabil menjadi negatif, akibat eskalasi krisis hutang. Penurunan outlook Uni Eropa dipicu oleh sikap pejabat berwenang yang tidak memprioritaskan upaya pengurangan beban hutang Uni Eropa di atas kepentingannya masing-masing. Pernyataan Moody's di saat jelang berlansgungnya pertemuan bank sentral (ECB). Dalam pertemuan ECB, Mario Draghi diperkirakan akan mengumumkan langkah pembelian obligasi negara-negara yang memenuhi prasyarat bantuan. Fokus pembelian utama adalah instrumen hutang Spanyol dan Italia, yang dikenal memiliki yield obligasi paling fluktuatif di tahun 2012. Sinyalemen diperkuat dari pernyataan Draghi sebelumnya bahwa kesediaannya untuk membeli obligasi dengan maturitas lebih dari tiga tahun. Sementara itu, Jerman secara terang-terangan tidak setuju dengan strategi untuk menurunkan yield Spanyol dan Italia dengan pembelian obligasi. Menurut Pejabat Jerman bahwa langkah ECB tersebut tidak dapat menggantikan reformasi ekonomi. Menurutnya, presiden ECB Mario Draghi harus mengakui bahwa hanya reformasi struktural pada negara secara individu yang dapat mengamankan daya saing dan stabilitas euro, bukan pembelian obligasi. Sementara itu, dalam sebuah siaran pers, Moody’s mengatakan outlook sistem perbankan AS masih tetap negatif, hal itu mencerminkan masih tingginya hambatan kondisi bisnis di dalam negeri, dengan suku bunga rendah yang berkepanjangan, tingkat pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lemah dan ketidakpastian kebijakan fiskal. Sentimen dari Spanyol, negara ini harus menghadapai buruknya resesi ekonomi dimana masyarakat kesulitan mencari pekerjaan akibatnya klaim pengangguran di Agustus memburuk. Klaim pengangguran bertambah sebanyak 38.200 atau lebih buruk dari Juni sebanyak 27.800. Buruknya resisi zona Eropa ditambah dengan kenaikan harga minyak dunia dan pangan global inflasi Juli 2012 naik 0,4% .


Stock Headlines
Quote:

• PTBA permintaan ekspor batu bara dari China turun
• PTBA beberapa proyek infrastruktur sedang berlangsung
• PTBA joint venture dengan Huadian, Cina untuk proyek PLTU
• PTBA ingin naikkan porsi kepemilikan di BATR
• Harga jual rata-rata batubara PTBA naik
• SMMT selesaikan akuisisi 2 perusahaan tambang
• PGAS jajaki ekspansi bisnis ke Amerika Serikat
• BJTM optimistis peroleh laba operasional Rp 1,2 triliun
• BNGA akan bekerja sama dengan perusahaan asuransi umum
• BBNI targetkan penguasaan pasar trade finance 10%
• ADMF targetkan pembiayaan baru sebesar Rp 29 triliun
• ADMF akan jaminkan 50% asset untuk pinjaman
• ADMF kaji emisi obligasi Rp 3 triliun
• Pembiayaan ADMF hingga Agustus tumbuh 3%
• Laba CFIN tumbuh 27%
• Lawson (MIDI) dan 7-Eleven (MDLN) harus memperbaiki izin
• Perusahaan afiliasi UNVR, dan TPIA insentif tax holiday
• SMSM targetkan penjualan 2012 Rp 2,07 triliun dari Rp 1,8 triliun
• BTEL bayar sebagian utang obligasi Rp 650 miliar
• DILD siap garap kawasan industri baru
Herseil - 06/09/2012 11:37 AM
#236

Newsletter 6 September 2012

Market Review
Quote:
Turunnya sejumlah data ekonomi global serta penantian pasar akan pertemuan ECB yang akan diadakan pada 6 September, menyebabkan investor memilih untuk mengamankan sementara portofolionya. Diawali dari pelemahan bursa saham Amerika yang disebabkan oleh menurunnya data ISM manufacturing dan construction spending serta sikap kehati-hatian investor menjelang pertemuan ECB. ECB akan menggelar pertemuan guna membahas langkah-langkah yang akan diambil dalam mengatasi krisis Eropa yang salah satunya adalah rencana pembelian surat utang anggota Uni Eropa yang terkena krisis. Namun, rencana tersebut ditentang oleh sejumlah negara, terutama Jerman yang dikarenakan pembelian surat utang itu dianggap tidak akan berhasil mengatasi krisis Eropa. Presiden Bundesbank, Jens Weidmann, mengemukakan bahwa langkah pembelian obligasi sama dengan bank sentral mencetak uang untuk melunasi utang sebuah negara atau disebut pendanaan moneter dan hal itu dilarang keras dalam statuta ECB. Weidmann juga mengkhawatirkan kebijakan tersebut akan memicu inflasi, melonggarkan tekanan terhadap negara yang boros, dan mengikis independensi ECB. Namun menurut Draghi, rencana ini akan mendukung peran ECB dalam menjaga stabilitas harga-harga di zona euro dan memproteksi masa depan euro. Ketidakpastian situasi di antara petinggi-petinggi zona euro ini menyebabkan pelemahan bagi pasar Asia temasuk Indoensia. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 95,69 poin (1,09%) ke level 8.679,82 dari posisi sebelumnya pada level 8.775,51 dan indeks Hang ditutup melemah sebesar 284,84 poin (1,47%) ke level 19.145,07 dari posisi sebelumnya pada level 19.429,91. Sementara IHSG yang sepanjang perdagangan hampir tidak menyentuh zona positif, ditutup melemah sebesar 29,901 poin (0,728%) ke level 4.075,352 dari posisi sebelumnya pada level 4.105,253. Hampir seluruh sektor tercatat menurun terkecuali sektor infrastruktur yang menguat sebesar 0,042% dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp213 miliar. Sektor perkebunan dan consumer menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam masing-masing sebesar 2,4% dan 2,5%.


Market Overview
Quote:

Laporan ekonomi Cina, Amerika Serikat dan Australia memicu kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global, menjelang ECB Governor Council meeting pada 6 September waktu setempat. ECB meeting membahas langkah untuk meredakan krisis utang Eropa. Pasar menunggu langkah ECB untuk membantu Spanyol dan Italia dalam menurunkan biaya pinjaman, dengan opsi diantaranya adalah membeli obligasi Spanyol dan Italia. Sementara inflasi Cina bulan Agustus 2012 diindikasikan sedikit rebound tetapi relatif masih rendah, sehingga menghapus kemungkinan berlanjutnya kebijakan untuk menghambat perlambatan ekonomi Cina. Biro Statistik Cina akan merilis data inflasi pada 9 September. Ekonomi Australia pada Q3 2012 melambat karena perumahan lemah dan impor meningkat. Isu-isu tersebut masih akan mendominasi bursa saham global hari ini. Oleh karenanya tekanan potensial berlanjut hingga terdapat indikasi/sinyal dari ECB. Hal itu bisa mengacu pada saat bursa Eropa berjalan. Seandainya muncul sinyal positif dari ECB, maka peluang rebound (asumsi bursa Asia mengalami tekanan) atau terapresiasi lebih jauh baru, akan terjadi di sesi II bursa Asia. Selain isu tersebut, investor juga mencermati data-data ekonomi yang akan dirilis oleh AS pada minggu ini, yaitu Initial Claims, Continuing Claims, ISM Services, Crude Inventories, Nonfarm Payrolls, Nonfarm Private Payrolls, Unemployment Rate. Selebihnya insentif positif domestik diharapkan mampu mengimbangi sentimen negatif global, antara lain aksi korporasi emiten terutama yang memiliki dampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Concern investor tidak terbatas pada hasil meeting ECB dan data ekonomi yang diumumkan pada minggu ini, tetapi berlanjut hingga minggu depan dimana sejumlah data ekonomi lain akan dirilis. Di samping itu terdapat agenda FOMC meeting pada 12 September dan G20 Finance Ministers' summit serta Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai BI Rate pada 13 September. BI Rate diperkirakan tetap dipertahankan di level 5,75% meski ada ancaman meningkatnya harga bahan pangan terkait penurunan produksi karena kegagalan panen akibat iklim kering berkepanjangan.


Stock Headlines
Quote:

• ADHI per Agustus 2012 bukukan kontrak baru Rp 6,9 triliun
• ADHI kerjasama dengan 2 BUMN untuk proyek monorail
• KRAS akan naikan kapasitas Hot Strip Mill jadi 3,5 juta ton/tahun
• BBCA salurkan kredit Rp 230 triliun per Agustus 2013
• BBCA ajukan izin dirikan asuransi jiwa
• BBNI berpotensi biaya investor Jepang USD 48,8 miliar
• BBTN pastikan rights issue triwulan IV/2012
• BBTN jalin kerjasama dengan TLKM untuk pengiriman uang
• Kredit korporasi BMRI 1H12 Rp119 triliun
• Rasio BOPO BBRI triwulan II/2012 61,81%
• TLKM cari mitra yang tepat untuk luncurkan kembali satelit
• Semester II, KOBX bidik penjualan Rp 856 miliar
• Biaya eksplorasi KKGI mencapai USD 1,2 juta pada Agustus
• SMMT akuisisi Rajawali Resources dan Nagamas Makmur Jaya
• SMMT anti nama menjadi Golden Eagle Energy (SMMT)
• TPIA rencana buyback obligasi globalnya senilai USD 184,9 juta
• SCMA akan stock split rasio 1:5
• S&P naikkan peringkat utang BTEL jadi B dengan outlook stabil
• INCF siapkan rights issue USD 500 juta
• BIPP terbitkan saham baru
Herseil - 10/09/2012 10:33 AM
#237

Newsletter 10 September 2012

Market Review
Quote:

Penantian pasar akan hasil keputusan pertemuan ECB yang sempat memberikan ketidakpastian di awal pekan, akhirnya menjadi sentimen positif yang menguatkan indeks global dan regional setelah adanya hasil dari pertemuan tersebut. Awalnya, investor memilih untuk bersikap hatihati dan cenderung mengamankan portofilionya di tengah langkah ECB yang berniat melakukan pembelian obligasi negara yang terkena krisis tetapi mendapatkan perlawanan dari pihak Jerman. Namun, hasil pertemuan yang diadakan tanggal 6 september tersebut, memberikan hasil yang positif, yang menjadi katalis penguatan pasar di akhir pekan. Para pengambil keputusan di ECB setuju untuk melancarkan program buyback surat tak terbatas karena ingin mengontrol pergerakan suku bunga di kawasan Eropa. Program itu bernama outright monetary transactions (OMTs). Pembelian obligasi akan menyasar pasar sekunder untuk mengatasi distorsi di pasar obligasi akibat kekhawatiran pemerintah. Fokus pembelian ECB pada surat utang pemerintah yang jatuh tempo antara satu hingga tiga tahun dengan jumlah yang tidak terbatas. ECB hanya akan membeli surat utang negara yang telah menerima bailout dari UE/IMF. ECB akan melibatkan IMF untuk mendesain spesifik negara yang menerima pembelian obligasi sekaligus memonitor komitmen negara tersebut menyusul persyaratan ketat dan efektif menjadi sangat penting dalam rencana pembelian obligasi. Sementara sentimen lain yang turut berperan dalam pergerakan pasar adalah langkah Moody’s yang menurunkan outlook peringkat utang UE. Hal ini merefleksikan peningkatan risiko terhadap Jerman, Perancis, Inggris, dan Belanda yang jika digabung nilainya mencapai 45% dari anggaran pendapatan total. Sementara dari Asia, saat ini perekonomian China menunjukkan tandatanda kemunduran mulai dari sektor manufaktur hingga perbankan. Krisis utang Eropa juga telah menyentuh perekonomian Hong Kong. Menkeu Hong Kong mengungkapkan bahwa risiko teknikal Hong Kong semakin meningkat seiring dengan penurunan tingkat ekspor dan perlambatan penjualan ritel. Dari domestik, BPS melaporkan tingkat inflasi Agustus sebesar 0,95% MoM dan 4,58% YoY. BI juga memproyeksikan neraca pembayaran Indonesia akan mencatat surplus US$1 miliar pada kuartal ketiga tahun ini. Seluruh sentimen tersebut mendukung penguatan IHSG sebesar 2,05% selama perdagangan sepekan menuju level 4.143,679.


Market Overview
Quote:

Presiden ECB Mario Draghi akhirnya menepati janjinya untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk menyelamatkan euro. Sikap Dragi yang tidak mengecewakan publik telah dapat meyakinkan pasar untuk saat ini. Dalam menyampaikan detil dari program tersebut, Draghi memastikan dua hal, yaitu ECB tidak melanggarkan mandatnya dalam pembelian obligasi di pasar sekunder, atau mengabaikan mandat utamanya, menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. ECB juga mempertahankan suku bunga tetap pada level 0,75% serta menawarkan akses pinjaman yang lebih mudah bagi bank-bank dari negara yang memperoleh dana talangan dengan menurunkan standar jaminan. ECB berharap gebrakan ini akan menjadi titik balik krisis utang Eropa. Meski sikap Dragi ini terus ditentang pihak pemerintah Jerman, hal itu sekaligus akan menjadi ujian bagi keutuhan keputusan ECB. Karena Dragi memaklumi Mahkamah Konstitusi Jerman akan memutuskan legalitas dana talangan permanen atau European Stability Mechanism (ESM) minggu depan. Mahkamah Konstitusi (MK) Jerman akan mengumumkan keputusan atas fasilitas dana bailout permanen Eropa pada 12 September mendatang. Tentunya keputusan MK Jerman tersebut bisa mambatasi pergerak indeks bursa global. Setelah pasca penantian harapan dari ECB mampu menangkan pasar. Hal lain yang kembali akan menjadi fokus dan perhatian pasar mengenai pertemuan the Fed. Dalam pekan ini pergerakan anomali pasar bisa kembali terjadi, karena kemungkinan para investor berspekulasi terhadap pemberian stimulus baru AS pada pertemuan The Fed pekan ini. Meski dalam pidato sebelumnya di pertemuan bankir di Jackson Hole, Wyoming, Gubernur Federal Reserve, Ben Bernanke, tidak menyebutkan akan mengeluarkan stimulus tahap ke tiga. Dalam pidatonya Bernanke, hanya memperingatkan bahwa stagnannya penambahan jumlah tenaga kerja baru sangat mengkhawatirkan. Hal itu apakah menjadi sinyalemen Fed ini akan memberikan bantuan melalui kebijakan baru dalam pertemuan pada 12-13 September.


Stock Headlines
Quote:

• Eksplorasi pertambangan BYAN mencapai ratusan juta USD
• PTBA akan pasok batubara 5,4 juta ton
• TINS prediksi penurunan laba 15-20%
• UNTR beri pinjaman ke anak usahanya PT Tuah Turangga Agung
• JSMR kerjasama dengan dua BUMN proyek jalan tol new Priok
• JSMR anggarkan capex Rp 7,9 triliun untuk jalan tol
• JSMR rencana menerbitkan obligasi Rp 1 triliun di 2013
• PTBA joint venture dengan China Huadian Hong Kong Co Ltd
• CPRO harapkan penjualan pakan tembus Rp 7 triliun
• CPRO targetkan EBITDA 2012 capai Rp 300 miliar
• CPRO restrukturisasi utang sudah ada kesepakatan
• TLKM kerja sama dengan AXA Life
• APOL operasikan kapal baru pengangkut batu bara
• Kemenparekraf tidak akan menuntut MDRN
• BAEK targetkan laba bersih Rp380 miliar
• BBNI realisasikan pinjaman US$190 juta
• BNGA bukukan kredit otomotif 1H12 Rp15,47 triliun
• ASRI naikkan target pendapatan
• APLN siapkan 4 menara apartemen
• APLN bangun 1 hotel Rp 1 triliun di Bali
• AMRT siap lepas 4.000 gerai
• ERAA memusatkan gudang penyimpanan
riofx - 12/09/2012 07:54 PM
#238

TOP BGT.. :thumbup
salam sukses..
salam kenal.. :salaman
by mtb
Herseil - 14/09/2012 11:05 AM
#239

Newsletter 14 September 2012

Market Review
Quote:

Sentimen positif yang menjadi pendorong pasar saham adalah keputusan Mahkamah Konstitusi Federal Jerman yang mengesahkan dana mekanisme stabilitas Eropa (ESM) sebesar 500 miliar euro dengan menerapkan sejumlah persyaratan dalam penggunaannya. Pengadilan Tinggi Jerman menolak usul sejumlah pihak, termasuk dari golongan konservatif maupun partai politik oposisi yang ingin memblokir dana penyelamatan permanen zona euro. ESM akan dipakai untuk membeli obligasi pemerintah dari negara-negara zona euro yang mengajukan permohonan bantuan di pasar primer dan ECB akan membeli surat utang itu di pasar sekunder. Namun, perhatian pasar yang kini tertuju kepada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi faktor yang mendorong investor lebih hati-hati dalam melakukan aksi pembelian. Pasalnya, agenda FOMC dinilai cukup penting, yakni penentuan apakah Bank Sentral AS akan menggelontarkan quantitative easing 3 (QE3) atau sebaliknya. Langkah QE3 ditujukan untuk mendorong kembali perekonomian yang hanya tumbuh 2% pada kuartal II lalu. Selain itu, The Fed juga berupaya keras untuk menurunkan angka pengangguran yang sudah berada diatas level 8% selama 43 bulan berturut-turut. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 35,19 poin (0,39%) menuju level 8.995,15 dari posisi sebelumnya pada level 8.959,96 ang turut ditopang oleh data pesanan produk mesin Jepang yang meningkat. Pemesanan produk mesin Jepang pada bulan Juli naik menjadi 4,6% atau melampaui estimasi pada level 2% meskipun pertumbuhan ekspor melambat dan berkurangnya subsidi pembelian mobil yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Sementara indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 27,76 poin (0,14%) ke level 20.047,63 dari posisi sebelumnya pada level 20.075,39. IHSG juga ditutup melemah sebesar 3,458 poin (0,083%) ke level 4.170,639 dari posisi sebelumnya pada level 4.174,097. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan BI rate sebesar 5,75%. BI memandang tingkat suku bunga tersebut masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013 sebesar 4,5% ± 1%. Bursa saham eropa mayoritas bergerak melemah dimana indeks Ibex 35 tentatif menurun diatas 1%. Investor akan menunggu perkembangan dari Amerika dan berharap hasil FOMC meeting akan menggelontarkan quantitative easing 3.


Market Overview
Quote:

Setelah Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui ratifikasi ESM yang
diprediksi dapat meredakan krisis utang di zona-euro telah mendapat
respon positif pelaku pasar global dan turut mendorong IHSG bergerak
positif. Diperkirakan sentimen positif global ini kembali bisa mendorong
IHSG untuk menuju zona hijau. Pasalnya sentimen positif dari indeks
bursa global diperkirakan dapat mengangkat IHSG pada perdagangan
saham hari ini. Sentimen pasar kali ini dipicu oleh hasil sidang FOMC.
Selain menetapkan kembali suku bunga Fed rate berada pada level
terendah yakni 0,25%, juga keputusan yang sangat dinantikan pelaku
pasar, akhirnya otoritas moneter AS ini mengeluarkan kebijakan untuk
melakukan stimulus. Langkah Fed tersebut diharapkan dapat membantu
menuntaskan krisis ekonomi global hingga kini yang juga belum usai. Fed
akan membeli obligasi kredit perumahan senilai USD 40 miliar dan
melanjutkan pembelian aset hingga outlook tenaga kerja membaik secara
substansial. Seperti dalam penytaanya bahwa jika outlook pasar tenaga
kerja tidak membaik secara substansial, komite akan meneruskan
pembelian obligasi berlatar belakang kredit perumahan, menambah
pembelian aset, dan juga kebijakan lainnya yang diperlukan hingga
mengalami kemajuan dalam konteks stabilitas harga. Eforia terhadap the
Fed sekaligus bisa menekan sentimen negatif lain yang muncul dari
global, seperti sentimen negatif dari Yunani mengenai ekonomi negara ini
yang hingga kini belum menunjukan tanda-tanda membaik. Hal itu
tercermin dari angka pengangguran negara tersebut melonjak hingga ke
rekor tertinggi di kuartal II 2012 menjadi 1,17 juta jiwa atau setara
dengan 23,6% total warga produktif. Kenaikan pengangguran disebabkan
faktor penghematan besar-besaran pemerintah yang sudah memasuki
tahun ke-dua. Selain itu dampak dari melambatnya roda bisnis yang
diperparah oleh ketidakmampuan Yunani menyokong stimulus baru serta
Pemerintah terbentur oleh syarat ketat dalam program penghematan Uni
Eropa menjadi faktor penyebabnya. Sedangkan sentimen positif dari
Belanda mengenai partai pro Eropa yang dipimpian Perdana Menteri Mark
Rutte menangkan Pemilu. Perdana Menteri Mark Rutte berhasil ungguli lawannya sehingga partai pro Eropa kembali akan memimpin negeri Kincir Angin tersebut. Tentunya, kemenangan partai Perdana Menteri Mark Rutte ini akan memberikan dukungan untuk integrasi zona-euro.


Market Overview
Quote:

Setelah Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui ratifikasi ESM yang diprediksi dapat meredakan krisis utang di zona-euro telah mendapat respon positif pelaku pasar global dan turut mendorong IHSG bergerak positif. Diperkirakan sentimen positif global ini kembali bisa mendorong IHSG untuk menuju zona hijau. Pasalnya sentimen positif dari indeks bursa global diperkirakan dapat mengangkat IHSG pada perdagangan saham hari ini. Sentimen pasar kali ini dipicu oleh hasil sidang FOMC. Selain menetapkan kembali suku bunga Fed rate berada pada level terendah yakni 0,25%, juga keputusan yang sangat dinantikan pelaku pasar, akhirnya otoritas moneter AS ini mengeluarkan kebijakan untuk melakukan stimulus. Langkah Fed tersebut diharapkan dapat membantu menuntaskan krisis ekonomi global hingga kini yang juga belum usai. Fed akan membeli obligasi kredit perumahan senilai USD 40 miliar dan melanjutkan pembelian aset hingga outlook tenaga kerja membaik secara substansial. Seperti dalam penytaanya bahwa jika outlook pasar tenaga kerja tidak membaik secara substansial, komite akan meneruskan pembelian obligasi berlatar belakang kredit perumahan, menambah pembelian aset, dan juga kebijakan lainnya yang diperlukan hingga mengalami kemajuan dalam konteks stabilitas harga. Eforia terhadap the Fed sekaligus bisa menekan sentimen negatif lain yang muncul dari global, seperti sentimen negatif dari Yunani mengenai ekonomi negara ini yang hingga kini belum menunjukan tanda-tanda membaik. Hal itu tercermin dari angka pengangguran negara tersebut melonjak hingga ke rekor tertinggi di kuartal II 2012 menjadi 1,17 juta jiwa atau setara dengan 23,6% total warga produktif. Kenaikan pengangguran disebabkan faktor penghematan besar-besaran pemerintah yang sudah memasuki tahun ke-dua. Selain itu dampak dari melambatnya roda bisnis yang diperparah oleh ketidakmampuan Yunani menyokong stimulus baru serta Pemerintah terbentur oleh syarat ketat dalam program penghematan Uni Eropa menjadi faktor penyebabnya. Sedangkan sentimen positif dari Belanda mengenai partai pro Eropa yang dipimpian Perdana Menteri Mark Rutte menangkan Pemilu. Perdana Menteri Mark Rutte berhasil ungguli lawannya sehingga partai pro Eropa kembali akan memimpin negeri Kincir Angin tersebut. Tentunya, kemenangan partai Perdana Menteri Mark Rutte ini akan memberikan dukungan untuk integrasi zona-euro.


Stock Headlines
Quote:

• BKSL peroleh pinjaman Rp 176,02 miliar dari dari BBCA
• SMMT bukukan laba Rp 2,70 miliar periode Januari-Agustus 2012
• SMMT miliki 2 tambang di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur
• SMMT akan cari pinjaman USD 30 juta
• Anak usaha ARII pasok batu bara ke PLN
• TRUB bukukan laba bersih per Maret 2012 Rp 30,69 miliar
• TOBA review target produksi batu bara 2012
• LTLS lakukan peningkaan modal ke PT. Indonesia Ethanol Industry
• BBRI kuasai 50% kredit pangan dan energi nasional
• BNGA injeksi Rp400 miliar ke unit syariah
• LPGI batasi penjaminan di sektor industri tekstil, kayu, dan kimia
• HITS akan bayar tagihan utang sesuai kemampuan
• Pendapatan INKP naik 10% seiring beroperasinya mesin kertas
• NIRO investasi Rp 800 miliar
• NIRO bukukan laba bersih 1H12 Rp33 miliar
Herseil - 17/09/2012 11:31 AM
#240

Newsletter 17 Sept 2012

Market Review
Quote:

Sentimen global yang mempengaruhi pergerakan pasar dalam pekan
kemarin adalah keputusan ECB dan The Fed yang menjadi sentimen yang
dinanti-nantikan pasar. Pertemuan yang diadakan pada 12-13 September
lalu, memberikan hasil yang positif baik dari ECB maupun FOMC. Dari ECB,
MK Jerman akhirnya mengesahkan dana ESM sebesar Rp500 miliar dengan
menerapkan sejumlah persyaratan dalam penggunaannya. ESM akan
dipakai untuk membeli obligasi pemerintah dari negara-negara zona euro
yang mengajukan permohonan bantuan di pasar primer dan ECB akan
membeli surat utang di pasar sekunder. Sementara hasil FOMC meeting,
The Fed memutuskan untuk kembali meluncurkan program QE 3 guna
mendorong perekonomian. The Fed akan membeli kredit hipotek senilai
$40 miliar per bulan serta aset lainnya hingga outlook pasar tenaga kerja
menunjukkan perbaikan. The Fed menurunkan outlook GDP untuk tahun
2012 menjadi 2% dari 2,4% dan memperkirakan tingkat pengangguran
masih berada diatas level 8% untuk tahun ini. GDP tahun 2013
diperkirakan akan naik pada kisaran 3% dan di tahun 2014 pada kisaran
3%-3,8%. Tingkat pengangguran diprediksi akan berada pada kisaran
6,7%-7,3% pada kuartal IV tahun 2014 dari estimasi sebelumnya 7%-
7,7%. The Fed juga mengkonfirmasi penerapan kebijakan dana murah
pada tingkat bunga saat ini pada level 0%-0,25% hingga pertenghan
tahun 2015. Sentimen ini menjadi faktor dominan yang membuat IHSG
menguat 2,73% dalam perdagangan sepekan. Sentimen dari regional
diliputi oleh perkembangan kondisi ekonomi negara-negara Asia yang
cenderung melemah. Perekonomian Jepang hanya tumbuh 0,7% atau
setengah dari target yang ditentukan pemerintah sebesar 1,4% yang
disebabkan oleh krisis utang Eropa dan penguatan yen yang menekan
kondisi perusahaan. Perekonomian Jepang untuk 3Q12 diprediksi akan
mengalami kontraksi seiring berakhirnya program subsidi pemerintah dan
menurunnya tingkat permintaan bahan baku dari luar. Produksi China
mengalami pertumbuhan paling lambat dalam tiga tahun. Presiden China
mendorong negara-negara diAsia Pasifik untuk mempercepat
pembangunan infrastruktur sebagai kunci pemulihan ekonomi serta
mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan stabil. Sementara
pertumbuhan ekonomi Singapura diperkirakan mulai bergerak melambat
pada tahun ini dan inflasi bergerak lebih tinggi dari perkiraan ekonom.


Market Overview
Quote:

Pasar terbawa oleh sentimen positif yang luar biasa dalam pekan
lalu, pertama keputusan dari Mahkamah Konstitusi Jerman yang
meratifikasi fasilitas bailout European Stability Mechanism (ESM).
Mahkamah Jerman sudah menyetujui legalitas ESM. Artinya, ESM
tidak bertentangan dengan konstitusi Jerman meski ada beberapa
kondisi dan persyaratan yang harus dipenuhi. Keputusan Mahkamah
Jerman membangkitkan eforia yang besar ke pasar. Selanjutnya
optimis pelaku pasar semakin meningkat ketika Bank Sentral Amerika
Serikat, The Federal Reserve, memutuskan memberikan stimulus
atau quantitative easing ketiga (QE3) senilai USD 40 miliar per bulan.
the Fed akan membeli obligasi berbasis mortgage dengan harapan
dapat mendorong pertumbuhan dan mengurangi tingkat
pengangguran. Meski, belum ada kejelasan sampai kapan injeksi
tersebut akan dilakukan. Setelah keputusan dikeluaraan kini pasar
menantikan aktualisasi di lapangan. Apakah keputusan itu hanya
sekedar keputusan dan masih perlu menunggu untuk di
realisasikannya. Sedikit yang mulai memudarkan harapan pasar,
tentunya hal ini bisa berdampak bagi indeks bursa global. Menteri
keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan dana bailout
ESM belum siap untuk merekapitalisasi perbankan begitu operasional
dimulai. Penyuntikan dana kepada perbankan hanya bisa dilakukan
begitu lembaga pengawas perbankan Eropa terbentuk dan ini
mungkin akan terwujud di awal tahun 2013. Salah satu negara yang
telah ajukan permintaan bantuan keuangan pada pertemuan
Eurogroup di akhir pekan ini adalah pemerintah Cyprus. Selain itu,
pasar kali ini mengarah kepada pertemuan Eurogroup terutam terkait
dengan rincian putusan mengenai persyaratan dengan program dana
bailout untuk Spanyol yang akan manjadi sorotan. Sentimen lain ke
pasar, mengenai agensi rating Egan-Jones memangkas rating kredit
pemerintah AS menjadi AA- dari AA, hal itu terkait dengan opininya
bahwa quantitative easing dari Federal Reserve dapat mengganggu
perekonomian AS dan kualitas kredit negara tersebut, setelah Fed
nyatakan akan memompa senilai USD 40 milar tiap bulannya.


Stock Headlines
Quote:

• Telkomsel, dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
• Rajawali siap lepas 40% saham BATR
• PTBA optimis lampaui target
• MEDC siap eksplorasi blok Yaman
• HITS tunda pendirian anak usaha logistik
• AUTO bentuk 2 perusahaan baru
• Perusahaan asosiasi AUTO investasi USD 110 juta
• TOTL dapat kontrak baru Rp 1,3 triliun
• MTLA peroleh marketing sales Rp 475 miliar
• Pendapatan VIVA tumbuh 35%
• MYOR bangun pabrik Mocaf di Kupang
• Kemendag minta MDRN & MIDI untuk memilih model usahanya
• INAF targetkan penjualan 2H2012 capai Rp 606 miliar
• IATA dirikan perusahaan infrastruktur
• IATA persiapkan pengembangan penerbangan berjadwal
• Laba bersih KDSI naik 231%
• MAPI laba sebelum pajak naik pada 1H2012
• Bapepam-LK akan majukan jadwal RUPS rights issue
Page 12 of 14 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 > 
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK