Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

Herseil - 25/11/2011 09:59 AM
#41

Newsletter 25-Nov-2011

Market Review
Quote:

Indeks bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi Eropa dan AS. IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 9,024 poin (0,245%) menuju level 3.696,032 dari posisi sebelumnya pada level 3.687,008. Sentimen negatif diawali dari kegagalan Jerman memperoleh penawaran dari 35% obligasi berjangka waktu 10 tahun pada lelang yang dilakukan sebelumnya. Kegagalan penyerapan lelang SUN Jerman ditambah naiknya CDA utang negara-negara Eropa ke level tertinggi, memunculkan spekulasi krisis mulai memasuki Berlin sekaligus menunjukkan investasi di kawasan Eropa masih sangat berisiko. Dari Amerika, Moody’s Investor Service memperingatkan bahwa peringkat kredit untuk AS bisa berada dalam bahaya jika anggota parlemen mundur untuk menopang rencana pemotongan defisit sebesar US$1,2 triliun selama 10 tahun. Kegagalan komite AS tersebut kendati tidak mempengaruhi peringkat Aaa, tetapi setiap hambatan dari persetujuan pemangkasan akan berimbas pada tahun 2013 dan dapat mendorong perusahaan untuk mengambil tindakan lebih jauh. Sedangkan dari Asia, bursa saham tercatat mixed. Indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 70,67 poin (0,4%) menuju level 17.935,1 dari posisi sebelumnya pada level 17.864,43. Penguatan ini didukung oleh sentimen dari China yang mulai melonggarkan kebijkan moneternya dengan menurunkan reseve ratio bank sebesar 50 basis poin. Sedangkan bursa saham Jepang tercatat melemah sebesar 149,56 poin (1,8%) ke level 8.165,18 dari posisi sebelumnya pada level 8.314,74. Pelemahan ini turut disebabkan oleh pernyataan Standard & Poors terkait dengan kemungkinan diturunkannya peringkat kredit negara tersebut karena PM yang bersangkutan beserta jajarannya dinilai belum membuat kemajuan dalam menangani kenaikan utang publik. Kondisi keuangan Jepang dinilai makin memburuk setiap harinya. Hingga kini S & P memberikan Jepang peringkat AA- dengan prospek negatif. Bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran diatas 0,5% hingga diatas 2%. Aksi pembelian didukung oleh kepercayaan bisnis Jerman yang secara tidak terduga naik untuk pertama kali dalam lima bulan di November 2011 menjadi 106,6 dari 106,4 di Oktober 2011 dan lebih tinggi dari perkiraan ekonom pada level 105,2.


Market Overview
Quote:

Sebelumnya pasar dikhawatirkan atas utang Italia akibat dari hasil lelang obligasi pemerintah dengan hasil yield yang tinggi. Dan pasar mulai mencemasakan penularan krisis pada negara-negara dengan perekonomian yang jauh lebih kuat seperti Jerman. Setelah lembaga pengelolaan utang Pemerintah Jerman gagal mendapatkan pembeli atas separuh dari obligasi yang diterbitkan dengan target indikatif 6 miliar euro. Obligasi baru Jerman dijanjikan dengan kupon 2%, suku bunga surat utang terendah pada penerbitan obligasi bertenor 10 tahun. Dalam lelang yang dilakukan kemarin, yield rata-rata tertimbang yang tercapai berada di level 1,98%, turun dibandingkan posisi Oktober di level 2,09%. Rendahnya yield ini sebagai minimnya permintaan atas obligasi 10 tahun negara tersebut. Sejauh ini pasar juga akan menyikapi masalah silang pendapatan antara pemerintah Jerman dan Komisi Eropa mengenai solusi jangka panjang untuk krisis utang negara Eropa. Komisi Eropa tengah merencanakan untuk “ obligasi kestabilan” yang dikeluarkan bersama oleh negara-negara zona euro. Sementara itu menurut Kanselir Jerman Angela Merkel tidak memandang obligasi itu sebagai jawaban jangka panjang bagi krisis utang saat ini, dan bahkan dalam pernyataan menyebutkan sekarang bukan waktunya untuk memperdebatkan obligasi. Hal lainnya dari, Uni Eropa tentang keputusan mengenai bahwa pemerintah Yunani tidak akan menerima kucuran dana berikut sebesar USD 11 milyar dari dana talangan tahun lalu, apabila para pemimpin politik negara ini yang berselisih tidak menanda-tangani pernyataan tertulis yang menjanjikan langkah penghematan baru untuk memotong utangnya. Sedangkan dari Spanyol, berkenaan dengan prospek pemerintahan konservatif negara ini yang dipimpin oleh Perdana Menteri baru dinyatkan gagal dalam meredakan tekanan pasar keuangan. Belum lagi permasalah yang berkenaan dengan suku bunga yang harus dibayar oleh Yunani, Portugal, dengan tingkat pembayaran lebih tinggi.


Stock Headlines
Quote:

• WIKA peroleh kontrak infrastruktur dan energi Rp 2,5 triliun
• Anak usaha MEDC pasok gas CBM ke pembangkit listrik di Sumsel
• MASA target penjualan naik 50% di 2012 dan 48% di 2011
• BMRI incar transaksi e-commerce Rp 50 miliar per bulan
• APLN percepat perasi hotel budget di akhir 2011
• BUVA anggarkan Capex Rp 270 miliar di 2012
• ABM Investama tetapkan harga IPO Rp 3.750 per saham
• TPIA membutuhkan dana USD 420 juta
• AISA bidik pendapatan Rp 2 triliun
• BWPT-TBLA siapkan capex Rp 1,7 triliun
• PBRX bidik penjualan USD 500 juta
• RALS turunkan target laba bersih
• Belanja modal PJAA naik jadi Rp 974 miliar
• TBLA jajaki pinjaman Rp325 miliar
• SMSM kerja sama dengan Tokyo Roki
• SMGR targetkan pendapatan 2012 Rp16,5 triliun
• AISA bangun pabrik dari dana rights issue
• CKRA akan melepas saham 99.99% PT Horizon Agro Industry
Herseil - 28/11/2011 09:29 AM
#42

Newsletter 28-Nov-2011

Market review
Quote:
Bursa saham, termasuk IHSG bergerak melemah dalam mayoritas perdagangan sepekan yang disebabkan oleh kekhwatiran atas krisis utang zona Euro, kondisi ekonomi Amerika, dan prospek ekonomi global. Diawali dengan kegagalan super committee kongres AS untuk mengurangi anggaran belanja negaranya. Jika belum tercapai kata sepakat, maka secara otomatis pemangkasan anggaran ditetapkan sebesar US$1,2 triliun dan menyebabkan permintaan aset berisiko menurun. Ditambah juga dengan data pertumbuhan ekonomi AS pada level 2%, lebiih rendah dari estimasi sebelumnya pada level 2,5%. Dari Eropa, perkembangan kondisi ekonomi mayoritas diwarnai oleh penurunan peringkat negara-negara Eropa dan kenaikan tingkat imbal hasil surat utang. Diawali dengan kenaikan tingkat imbal hasil Spanyol yang menembus level tertinggi dalam 14 tahun terakhir, disamping yield surat utang Belgia, Spanyol, dan Perancis yang meningkat tajam mengikuti Yunani dan Italia. Dilanjutkan dengan kegagalan Jerman memperoleh penawaran dari 35% obligasi berjangka waktu 10 tahun. Kegagalan penyerapan obligasi pemerintah Jerman yang searah dengan naiknya CDS utang negara-negara Eropa ke level tertinggi, memunculkan spekulasi bahwa krisis mulai memasuki Berlin dan investasi di kawasan Eropa dianggap semakin berisiko. Terhadap penurunan peringkat, Moody’s Investors Service menurunkan peringkat Hongaria satu tingkat menjadi Ba1 dengan mempertahankan outlook negatif. Penilaian ini juga menggiring surat utang negara tersebut ke kelas junk bond. Dilanjutkan dengan penurunan peringkat Portugal oleh Fitch menjadi BB+ dari sebelumnya BBB- dengan outlook negatif. Downgrade ini juga menempatkan peringkat Portugal dalam status junk bond. Dari Asia, khususnya China, transaksi properti di kota-kota terbesar China jatuh ke tingkat yang sangat rendah. Ditambah data survei Purchasing Managers Index (PMI) HSBC yang berada pada level 48, menggambarkan lemahnya ekspansi, aktivitas, dan kontraksi industri. Sedangkan dari Jepang, sentimen negatif berasal dari pernyataan S & P terkait kemungkinan diturunkannya peringkat kredit Jepang karena pemerintah dinilai belum membuat kemajuan dalam menangani kenaikan utang publik. Ditambah data IHK Jepang yang jatuh untuk pertama kalinya dalam empat bulan.


Market Overview
Quote:

Sejumlah faktor dalam pekan ini yang diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan indeks global termasuk imbasnya bagi pergerakan IHSG antara lain; pertemuan presiden Barack Obama dengan beberapa pemimpin lembaga di Eropa untuk membahas krisis utang pemerintah zona Eropa. Sentimen lain bagi pasar mengenai laporan tahunan ECB di depan parlemen Uni Eropa serta lelang obligasi beberapa negara Eropa. Selain itu, faktor penurunan rating kredit Belgia menjadi “AA” pada akhir pekan lalu, turut memberikan andil terhadap pergerakan indeks global dalam pekan ini. Sejauh ini pasar terus mencermati kondisi dari perkembangan kawasan Eropa yang diharapkan dapat memberikan kepercayaan bagi pasar, seperti pertemuan antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang bertemu dengan Perdana Menteri Italia Mario Monti, baik Jerman maupun Prancis berencana akan melakukan perubahan perjanjian Uni Eropa dalam meningkatkan governance di zona Eropa. Perubahan itu tidak akan mengubah peran bank sentral Eropa, European Central Bank. Usulan perubahan perjanjian Uni Eropa ini akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan. Sebelumnya, Prancis dan Jerman berbeda pendapat mengenai peran ECB. Kedua pemimpin negara ini berselisih paham mengenai apakah ECB akan berperan sebagai lender of the last resort atau tidak dalam mengatasi krisis utang yang membelit zona Eropa. Sentimen pasar lainnya yakni adanya sinyalemen yang menunjukkan penurunan kinerja ekonomi di Jerman. Informasi terakhir mengenai indikator German Import Prices m/m yang dirilis menunjukkan adanya penurunan performa pada sektor perdagangan internasonal. Indikator German Import Prices m/m mengalami penurunan menjadi -0.3% dimana sebelumnya diperkirakan akan turun menjadi -0.1% dari nilai sebelumnya berada di level 0.6%. Faktor lain yang akan dicermati pasar dalam pekan ini berkenaan dengan rilis data ekonomi AS seperti; data New Home Sales yang diperkirakan turun menjadi 310 ribu dari 313 ribu, data Consumer Confidence diperkirakan naik menjadi 44.2 dari 39.8, dan ADP Employment change diperkirakan naik menjadi 130 ribu dari 110 ribu.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS kehilangan pelanggan akibat penghentian produksi Maleo,
• BYAN bukukan laba bersih per September 2011 naik 163,62% YoY
• WIKA akan bangunan pabrik pengolahan aspal Buton di Sulawesi
• ASRI targetkan pendapatan tahun 2012 naik sekitar 53%
• EXCL siap melepas sekitar 8.500 menara telekomunikasi
• TLKM keluarkan dana Rp 1,5 triliun untuk buyback 30%
• AISA targetkan penjualan di 2012 capai Rp 2 triliun
• MERK akan jual aset lahan tidak produktif senilai Rp 86,45 miliar
• TPIA dapat pinjaman USD 150 juta untuk capex dari sindikasi bank
• KAEF revisi capex di 2011 jadi Rp 80 miliar dari Rp 150 miliar
• BBIA rencana jual 9% sahamnya ke Imora Motor
• TBLA incar pendapatan Rp 5 triliun
• BYAN terancam putus kontrak dengan White Energy
• PTBA targetkan laba 2012 naik 10% YoY
• PTBA akan melakukan buyback sebanyak 115.21 juta saham
• APLN anggarkan capex Rp 3 triliun
• ASRI targetkan marketing sales 2011 Rp2,7 triliun
• Penjualan GPRA 9M11 stagnan
• Batan tunjuk INAF sebagai distributor Radiofarmaka
Herseil - 29/11/2011 09:13 AM
#43

Newsletter 29-Nov-2011

Market Review
Quote:

IHSG kemarin dibuka menguat, tapi selanjutnya hampir sepanjang perdagangan IHSG bergerak di area negatif, sebelum ditutup +9,857 poin (+0,271%) di 3647,049. Melemahnya ihsg yang dimotori oleh saham tambang dan keuangan, yaitu BBRI, BMRI, HRUM serta UNVR, berlawanan dengan bursa Asia lain yang pada umumnya menguat dipicu oleh apresiasi Wall Street pada black Friday minggu lalu. Koreksi ITMG dan HRUM karena perkiraan terhambatnya pengangkutan batu baranya melewati sungai pasca runtuhnya jembatan Kukar (Kutai Kartanegara), Kalimantan. Selain itu nilai rupiah melemah hingga sempat menembus Rp 9200/USD menyusul spekulasi bahwa Bank Indonesia tidak melakukan intervensi ke pasar. Pelaku pasar juga mengantisipasi inflasi bulan November yang diperkirakan Badan Pusat Statistik tidak terlalu tinggi, karena tidak ada kenaikan harga komoditas yang signifikan. Pelaku pasar concern dengan hal itu setelah sebelumnya BI menurunkan BI Rate hingga 50 bps karena deflasi 0,12% pada Oktober lalu. Rebound IHSG di akhir sesi II terimbas oleh apresiasi indeks di bursa Eropa yang pada sore kemarin bergerak antara +1,7% hingga lebih 3% serta kenaikan signifikan indeks Dow Futures. Kenaikan indeks di bursa Eropa itu karena spekulasi pembuat kebijakan akan mengintensifkan upaya untuk membatasi krisis utang. Perbankan naik setelah draft pedoman menunjukkan dana penyelamatan Eropa bisa mengasuransikan sebanyak 30% sovereign bond. Sedang Euro menguat karena Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, mendesak perubahan perjanjian untuk memperketat disiplin anggaran dan karena spekulasi bahwa pembuat kebijakan berencana untuk menyediakan lebih banyak bantuan untuk Italia. Namun IMF membantah sedang melakukan pembicaraan dengan Italia untuk memberikan bantuan finansial hingga Euro 600 miliar (USD 800 miliar). Sedang kenaikan indeks futures di AS karena penjualan ritel Thanksgiving naik mencapai rekor dan spekulasi bahwa pemimpin Eropa mendorong upaya untuk memecahkan krisis utang negara. Sementara Moody’s Investor Service menyatakan bahwa peringkat utang seluruh zona Euro terancam terpangkas karena krisis utang dan perbankan di zona Euro tereskalasi dengan cepat. Tinjauan ulang Moody’s itu diharapkan selesai pada kuartal I 2012.


Market Overview
Quote:

Penguatan atas indeks bursa Wall Street pada perdagangan saham kemarin waktu setempat diharapkan menjadi faktor pendukung bagi IHSG menuju teritorial positif. Indeks Dow Jones ditutup menguat sebesar 291,23 (2,59%) berada di level 11523,01 dan indeks Nasdaq mengalami kenaikan sebesar 85,83 poin (2,52%) ke posisi 2527,34. Kenaikan indeks Wall Street dipengaruhi sentimen positif dari para pemimpin Eropa untuk menyelesaikan krisis utang serta membaiknya data penjualan ritel yang menembus rekor. Pasar barharap ada sutau perubahan setelah Jerman dan Perancis memperoleh kekuasaan untuk menolak anggaran di zona Eropa yang melanggar aturan Uni Eropa menjelang KTT Uni Eropa pada 9 Desember. Konferensi tingkat tinggi ini membuka kesempatan untuk menekan agar krisis segera berlalu. Obama dan para pejabat Uni Eropa akan memaparkan hasil pertemuannya setelah usai KTT. Presiden AS Barack Obama akan menekan para pejabat Uni Eropa untuk mencapai solusi definitif terkait krisis utang yang berpotensi memicu kekhawatiran dalam pemilu AS 2012. Namun, pasar masih akan bergerak volatile setelah Fitch Ratings merevisi prospek menjadi negatif pada rating kredit AAA Amerika Serikat setelah sebuah komite kongres khusus gagal menyepakati setidaknya US$1,2 triliun pada pemotongan anggaran. Selain itu, yang juga perlu untuk disikapi mengenai rilis data ekonomi AS tentang kepercayaan konsumer pada November yang diperkirakan meningkat. Sementara itu, mengenai kabar bahwa IMF siap membantu Italia bilamana negara itu mengalami krisis utang yang memburuk, akhirnya dibantah oleh lembaga ini yang dalam pernyataan tidak ada rencana tersebut. Masih dari kawasan Eropa yang akan berdampak bagi pergerakan indeks bursa global masalah Komisi Eropa yang telah mengusulkan kembali proposal penerbitan eurobond. Sentimen lain bagi pasar, faktor dari China berkenaan dengan keluarknyadata untuk index PMI (purchasing managers index) bulan November pada 1 Desember mendatang. Hasil survey PMI 23 November menunjukkan produksi pabrik di negara ekonomi terbesar kedua dunia ini menyusut paling besar dalam 32 bulan pada bulan November di tengah signal melemahnya ekonomi domestik.


Stock Headlines
Quote:

• ADHI mulai garap proyek underpass simpang Dewa Ruci di Bali
• PTBA akan bagikan dividen Rp 103,46 per saham
• Anak usaha MEDC kerjasama dengan Cougar Energy Ltd, Australia
• Jembatan Kukar runtuh produksi BYAN terancam turun
• ASRI siapkan capex Rp 3 triliun di 2012
• TBLA pembangunan pabrik gula rafinasi dimulai Desember 2011
• BJBR proyeksikan DPK tumbuh 30% di 2012
• PJAA akan pendapatan dari segmen residensial
• MIRA transaksi penjualan sahamnya di Sabre Systems Int tuntas
• PANS selesaikan spin-off divisi asset management
• Inter-Continental Hotels menangkan sengketa merek dengan LPKR
• BNGA ingin batalkan terkait utang APOL di pengadilan niaga
• SMGR siap berikan KKA Rp 800 miliar
• SMGR akan terbitkan obligasi Rp 1 triliun
• BIPI akan buyback 3% saham ELSA
• Capex UNTR 2012 US$500 juta
• TMPI mendapatkan mitra strategis
• WIKA bidik recurring income Rp 470 miliar
• Kinerja operasional HRUM, ITMG dan BYAN terganggu
• PWON akan rights issue dengan rasio 5:1 pada Rp650/lembar
• ASRI menargetkan pendapatan 2012 naik 53%
Herseil - 30/11/2011 09:47 AM
#44

Newsletter 30 Nov 2011

Market Review
Quote:

Indeks bergerak menguat pada perdagangan kemarin bersamaan dengan penguatan bursa global dan regional. IHSG tercatat naik sebesar 40,72 poin (1,117%) menuju level 3.687,769 dari posisi sebelumnya pada level 3.647,049. Penguatan pasar didukung oleh harapan atas adanya solusi baru dalam penyelesaian masalah utang negara zona Euro. Ditambah juga dengan keterlibatan Jerman dan Perancis dalam kontrol anggaran yang jauh lebih ketat terhadap negara-negara zona Eropa. Kendati data pengangguran Jepang di bulan Oktober naik menjadi 4,5% atau di atas perkiraan sejumlah ekonom pada level 4,2%; optimisme pasar bahwa pimpinan Eropa telah kian dekat dengan penyelesaian krisis utang Eropa, membawa penguatan bagi pasar saham Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 190,33 poin (2,3%) menuju level 8.477,82 dari posisi sebelumnya pada level 8.287,49 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 218,39 poin (1,21%) menuju level 18.256,20 dari posisi sebelumnya pada level 18.037,81. Kendati pasar masih mengkhawatirkan penurunan rating di sejumlah negara kawasan Eropa dan Amerika, bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran 0,3% hingga hampir sebesar 1%. Kenaikan ini didukung oleh langkah Menteri Keungan zona Euro yang menyepakati kenaikan jumlah dana talangan Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) agar dapat membantu Italia dan Spanyol. Disamping itu, pejabat tersebut kemungkinan juga akan menyetujui dana talangan lanjutan ke Yunani dan Irlandia. Dari domestik, hampir seluruh sektor perdangan tercatat menguat terkecuali properti dan asing membukukan net buy sebesar Rp250 miliar. Sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,199% yang didukung oleh kenaikan saham ASII sebesar 2,6%. Sedangkan sektor properti menjadi sektor yang tercatat melemah sebesar 0,08% yang disebabkan oleh penurunan saham PWON sebesar 2,33% setelah mengumumkan rencana rights issue pada harga Rp650/lembar.


Market Overview
Quote:

Peluang IHSG untuk melanjutkan kenaikan masih cukup terbuka, faktor kenaikan Dow Jones ditutup menguat 32,62 poin (0,28%) ke posisi 11555,63 bisa memberikan sentimen positif bagi pasar. Meski indeks lainnya yakni Nasdaq ditutup melemah 11,83 poin (0,47%) berada pada level 2515,51. Kendati demikian indeks Wall Street terangkat oleh kabar positif mengenai indeks kepercayaan AS yang membaik seiring dengan optimisme masyarakat mencapai kenaikan tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Kenaikan indeks kepercayaan ini jauh di atas ekspektasi konsensus.Namun sempat terjadi spekulasi atas pasar seiring dengan menunggu reaksi dari Eropa mengenai pembayaran bantuan. Akhirnya menteri keuangan zona Eropa menyetujui pembayaran pinjaman bantuan tahap selanjutnya bagi Yunani sebesar USD 10,7 miliar. Bantuan ini diharapkan agar resesi Eropa tidak berlarut. Meski demikian, tingkat kepercayaan pasar masih rendah karena menganggap belum ada kejelasan tentang kawasan ini. Alhasil yield obligasi Italia untuk tenor 3 tahun dan 10 tahun masih di atas 7%. Kendati lelang yang dilakukan pemerintah kemarin masih banyak menarik peminat. Sisi lainnya kabar dari zona euro yang tidak begitu positif, mengenai pernyataan dari Moody's yang memperingatkan pemangkasan rating kredit pada 87 perbankan global. Selain itu kabar lain dari Moody’s mengenai ancamanya yang akan menurunkan rating Perancis. Sedangkan kabar dari Inggirs mengenai rilis dari Bank of England yang mengumumkan bahwa indikator Mortgage Approvals mengalami peningkatan menjadi 53K, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Semula peningkatan Mortgage Approvals diperkirakan akan naik 52K dari nilai periode sebelumnya yaitu sebesar 51K. Sementara itu, terkait dengan krisis utang Eropa dan pengaruhnya bagi Ekonomi Indonesia. Sebagai catatan data utang swasta Indonesia ke Eropa tergolong rendah hanya sekitar 23% dari total utang luar negeri swasta. Hal itu membuat perbankan Indonesia relatif aman dari krisis utang Eropa.


Stock Headlines
Quote:

• UNVR tencana tambah kapasitas produksi segmen komestik
• WIKA akan bangun proyek apartemen, hotel dan perkantoran
• MEDC produksi ethanol di 2012 akan capai 126 ribu liter per hari
• LTLS tambah kepemilikan di Mahkota Indonesia jadi 53,38%
• HRUM jadwal ulang pengiriman batubara akibat runtuh Kukar
• HERO akan lakukan stock split rasio 1:10
• BNLI targetkan pertumbuhan nasabah sekitar 30% di 2012
• GIAA targetkan menjadi maskapai bintang lima di dunia di 2015
• BULL targetkan perolehan laba usaha USD 100 juta di 2012
• BFIN proyeksikan pembiayaan baru di 2012 capai Rp 7 triliun
• ADRO lunasi klaim US$153 juta
• BNBR perbesar pelunasan utang menjadi Rp 6 triliun
• MYOR anggarkan capex USD 70 juta
• BKSL incar penjualan Rp 300 miliar
• SMCB targetkan pertumbuhan 1,7 juta ton pada 2012
• Laba SDPC meningkat sebesar 6345% YoY
• JPFA terbitkan obligasi Rp 1,5 triliun
• Underwriter mungkin akan jual GIAA di bawah harga IPO
• BNLI targetkan pertumbuhan kredit pada 2012 mencapai 20%
• Kementrian BUMN mengevaluasi BUMN yang menjajaki IPO.
• Cipaganti targetkan Rp500 miliar dari IPO
Herseil - 01/12/2011 09:39 AM
#45

NewsLetter 1st December 2011

Market Review
Quote:

Optimisme atas solusi baru penyelesaian krisis utang Eropa yang tercermin dalam menguatnya bursa saham Amerika pada perdagangan hari sebelumnya, tidak berimbas terhadap perdagangan pasar saham kemarin, terkecuali bursa saham domestik. IHSG tercatat menguat sebesar 27,311 poin (0,741%) menuju level 3.715,08 dari posisi sebelumnya pada level 3.687,769. Pelemahan pasar disebabkan oleh keputusan lembaga pemeringkat Standard & Poor yang mengumumkan penurunan peringkat beberapa bank besar di Amerika termasuk JP Morgan Chase & Co dan Bank of America. Langkah ini merupakan hasil dari perombakan kriteria rating yang dilakukan oleh S & P. Bank-bank yang terkena dampaknya kemungkinan harus menghadapi kenaikan biaya utang. Pemangkasan peringkat perbankan AS yang ditambah dengan kemungkinan jumlah dana bailout yang lebih kecil dari target sebelumnya, memberikan tekanan pada pasar saham Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 43,21 poin (0,51%) ke level 8.434,61 dari posisi sebelumnya pada level 8.477,82 dan indeks Hang ditutup melemah sebesar 266,85 poin (1,46%) ke level 17.989,35 dari posisi sebelumnya pada level 18.256,2. Bursa saham Eropa juga bergerak melemah dalam kisaran 0,5% hingga diatas 1%. Pelemahan ini disamping disebabkan oleh keputusan downgrade perbankan AS, juga disebabkan oleh kondisi Inggris yang mengalami kontraksi dan harus melakukan penghematan anggaran dalam skala besar. Perdana Menteri Inggris membenarkan kondisi pengangguran dan pinjaman negara yang sudah berada di atas perkiraan. Inggris berencana untuk menaikkan jumlah pemangkasan lapangan kerja di sektor publik, pembatasan kenaikan gaji pegawai sektor publik sebesar 1% selama dua tahun, dan menaikkan usia pensiun dari 66 tahun menjadi 67 tahun yang semuanya diharapkan dapat memberikan penghematan bagi negara. Dari domestik, hampir seluruh sektor perdagangan tercatat menguat terkecuali sektor ragam industri yang melemah tipis sebesar 0,055%.


Market Overview
Quote:

Diperkirakan IHSG akan melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham hari ini, menyusul kenaikan yang luar biasa atas indeks Wall Street kemarin waktu setempat (AS). Indeks Dow Jones ditutup menguat signifikan sebesar 490,05 poin (4,24%) ke posisi 12045,68. Demikian dengan indeks Nasdaq mengalami kenaikan sebesar 104,83 poin (4,178%) berada di posisi 2620,34. Sentimen positif terhadap indeks Wall Street dipengaruhi setelah bank sentral utama menyetujui memberikan pinjaman dolar lebih murah bagi bank-bank Eropa untuk mencegah krisis utang zona Euro berubah menjadi krisis kredit. The Fed, bank sentral Eropa, dan bank sentral utama lainnya mengambil langkah untuk mencegah tekanan meningkat yang dapat mengancam sistem keuangan dunia. Sentimen lainnya yang memberikan dorongan bagi indeks AS tersebut mengenai data terbaru Amerika Serikat menunjukkan perekonomian negara ini bergerak lebih pasti menuju pemulihan. Faktor lain yang diperkirakan penyokong bagi indeks bursa global maupun bagi pergerakan IHSG berkenaan dengan kesepakatan menggunakan dana EFSF sebagai jaminan obligasi perlindungan 20-30% terhadap potensi kerugian obligasi baru yang diterbitkan negara anggota. Serta mengenai pembentukan unit investasi dalam rangka menambah dana EFSF untuk intervensi di pasar obligasi baik di pasar primer maupun sekunder. Kendati belum adanya kepastian dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 1 triliun euro, tetapi diperkirakan pasar bisa menerima ada langkah yang lebih jelas dalam menangani krisis utang Eropa. Terkait dengan kemungkinan S&P memangkas utang Prancis dari level AAA atau Moody’s akan memotong peringkat obligasi subordinasi atas 87 bank di 15 negara anggota Uni Eropa, sentimen ini relatif akan terabaikan untuk sementara waktu ini dan lebih melihat sisi dari keseriusan bank sentral dunia membantu menangani krisis. Dari dalam negeri yang diharapkan memberikan dukungan bagi pasar, mengenai rilis data untuk inflasi November.


Stock Headlines
Quote:

• Anak Usaha BYAN, beri kontrak tambang ke Putra Perkasa Abadi
• ANTM mulai konstruksi proyek FeNi Haltim
• Pabrik besi patungan KRAS dan ANTM selesai di 1H2012
• PTBA target penjualan batu bara ke PLN capai 9,5 juta ton di 2012
• TINS masih hentikan penjualan spot ke pasar internasional
• DILD luncurkan South Square di Jakarta Selatan
• INAF bukukan pendapatan 10M2011 capai Rp 842,93 miliar
• FORU targetkan kontrak produksi iklan Rp 575 miliar di 2012
• PWON rencana lakukan rights issue
• PTPP targetkan kontrak Rp30 triliun
• TFCO targetkan pendapatan US$400 juta
• Laba bersih ALDO naik 179%
• BWPT siapkan belanja modal Rp700 miliar
• WAPO menjual anak usaha Phonix Mas Persada
• BIPI siap mengambli alih blok migas
• DILD meluncurkan proyek senilai Rp3triliun
• GIAA meraih kontrak senilai USD173juta
• JSMR investasi Rp 400 miliar pada 2012
• AMRT ekspansi Rp 950 miliar
• INVS siapkan Rp 200 miliar untuk akuisisi perusahaan TI
• TFCO bidik pendapatan USD 401,7 juta
• GPRA tunda penerbitan saham bonus
8ojongkenyot - 01/12/2011 05:53 PM
#46

ada link utk transaksi?? fee, syarat2, dll,,,
Herseil - 02/12/2011 09:34 AM
#47

Quote:
Original Posted By 8ojongkenyot
ada link utk transaksi?? fee, syarat2, dll,,,


Untuk software transaksi online bisa coba download di volt.co.id gan.

Syarat minimum deposit untuk open account online trading hanya Rp. 5 Juta, fee beli 0,15% jual 0,25% (selama masa promosi hingga akhir tahun fee hanya, 0,1% dan 0,2%)

Untuk rekening konvensional/by phone minimum pembukaan awal Rp. 25 Juta, fee beli maksimal 0,25% dan fee jual maksimal 0,35%. (negotiable, tergantung initial deposit)

Dokumen hanya KTP dan NPWP (jika ada)

Gak ada syarat khusus lainnya koq, kalau mau pindah saham dari sekuritas lama juga bisa \)
Herseil - 02/12/2011 09:37 AM
#48

Newsletter 2 December 2011

Market Review
Quote:

Sentimen positif berupa kelonggaran likuiditas dan kebijakan moneter melalui pemangkasan bunga swap dollar AS sebesar 50 bps oleh The Fed, Bank Sentral Kanada, Inggris, Jepang, Eropa, dan Swiss memberikan sentimen positif pada seluruh pasar saham termasuk Indonesia. Ditambah juga dengan China yang akan melonggarkan kebijakan moneternya melalui penurunan rasio reserve requirement sebesar 50 bps untuk meningkatkan kinerja ekonomi. Kedua sentimen tersebut mendukung penguatan IHSG hingga ditutup menguat sebesar 66,019 poin (1,777%) menuju level 3.781,099 dari posisi sebelumnya pada level 3.715,08. Optimisme atas rencana bank sentral di dunia untuk memberikan pinjaman dolar yang lebih murah kepada perbankan Eropa, juga mengangkat optimisme para pelaku pasar saham Asia. Kendati indeks manufaktur Cina turun menjadi 49 pada bulan November dari 50,4 pada bulan Oktober yang menandakan adanya kontraksi pada sektor manufaktur negara tersebut, bursa saham Asia tetap mencatatkan penguatan pada perdagangan kemarin. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 162,77 poin (1,93%) menuju level 8.597,38 dari posisi sebelumnya pada level 8.434,61 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 1.012,91 poin (5,63%) menuju level 19.002,26 dari posisi sebelumnya pada level 17.989,35. Mayoritas bursa saham Eropa bergerak melemah tidak lebih dari 1%. Perkembangan terakhir, menteri keuangan zona Euro sepakat untuk menambah sumber dana bagi Dana Moneter Internasional (IMF) yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara fasilitas stabilitas finansial Eropa (EFSF) dan IMF sepanjang penanggulangan krisis di kawasan Eropa. Sedangkan dari Perancis, tingkat pengangguran kembali meningkat pada periode kuartal III ke level 9,7% dari sebelumnya pada level 9,6% di kuartal II. Dari domestik, pengumuman besaran inflasi bulan November sebesar 0,34% (MoM) dan 4,15% (YoY). Seluruh sektor perdagangan tercatat menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp621 miliar. Sektor perdagangan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 3,5%. Kenaikan ini didukung oleh penguatan saham UNTR sebesar 6,21% setelah perseroan membukukan kenaikan penjualan batu bara periode Januari-Oktober 2011 sebesar 55%.


Market overview
Quote:

Prediksi IHSG akhir pekan ini, indeks rawan akan terjadi aksi ambil untung pada perdagangan saham hari ini. Pelaku pasar lebih bersikap untuk mengamankan posisi dari portofolio yang dimiliki guna menghindari risiko yang bisa muncul selama libur akhir pekan. Aksi ambil untung juga terjadi terhadap indeks Wall Street kemarin waktu AS setelah sebelumnya naik signifikan. Namun diakhir perdagangan kemarin indeks Wall Street ditutup variatif, indeks Dow Jones melemah 25,65 poin (0,21%) ke posisi 12020,03, sedangkan indeks Nasdaq ditutup menguat 5,86 poin (0,22%) berada di level 2626,20. Volatilitas indeks Wall Street ini akibat dari sikap hati-hati pelaku pasar setempat dalam mengantisipasi keluarnya data klaim tunjangan pengangguran yang akan dirilis. Meski akhirnya, indeks manufaktur AS (ISM) naik ke level 52,7 di bulan November kemarin dibandingkan dengan bulan sebelumnya di 50,8. Jumlah warga AS yang mengajukan klaim penangguran pekan lalu di atas 400 ribu jiwa setelah dalam tiga pekan sebelumnya berada di bawah level tersebut. Hal lain yang dapat mempengaruhi bagi indeks hari ini, tentang keputusan China untuk menurunkan Giro Wajib Minimum untuk kali pertama sejak 2008 diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi pergerakan indeks bursa global. Dari Eropa mengenai indikator Manufacturing PMI Inggris diperkirakan akan menunjukkan penurunan kinerja dan berpotensi turun menjadi 47.1 dari nilai periode lalu yaitu 47.4. Sedangkan, sentimen dari dalam negeri tentang rilis data ekonomi bulan November. Pada November tercatat terjadi inflasi sebesar 0,34%. Untuk inflasi tahun kalender yakni Januari-November 2011 sebesar 3,2% dan inflasi inti 0,31%. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year) sebesar 4,15%, dan inflasi inti (year on year) yakni 4,44%. Badan Pusat Statistik memperkirakan, inflasi 2011 tidak akan melebihi dari 4,15%. Diperkirakan, angka inflasi pada Desember diperkirakan sama dengan tahun lalu sebesar 0,92%.


Stock Headlines
Quote:

• BMRI restrukturisasi kredit Polyprima Karyareksa USD 144,5 juta
• BMRI akan buka cabang di Shanghai
• PTBA proyeksikan laba bersih niak 20% di 2012
• UNTR 10M2011 penjualan batu bara naik 55% jadi 3,53 juta ton
• UNSP jaminkan saham 9 anak usahanya untuk pinjaman
• JSMR alokasikan capex Rp 6,5 triliun di 2012
• GIAA targetkan SIUP Citilink, keluar akhir tahun ini
• TOTO akan bagi deviden interim Rp 1000 per saham
• Moody's prospek peringkat BFSRB untuk BDMN naik jadi positif
• BSWD ganti nama menjadi Bank of India Indonesia
• KRAS laba bersih 9M2011 naik 3% jadi Rp 1,043 triliun
• RAJA laba bersih 9M2011 capai Rp 41,07 miliar
• MEDC siapkan dana USD 600 juta
• MEDC targetkan produksi minyak 30 ribu barel pada 2011
• BORN anggarkan capex USD 600 juta
• ADHI peroleh kontrak baru Rp 12 triliun
• KRAS dan MCC-CERI tandatangan kontrak Rp 4,7 triliun
• Sigmantara beli saham AMRT Rp 455 miliar
• Presdir MASA jual 1,18% saham
• IPO ABM Investasma oversubscribed 4 kali
• Greenwood perpanjang masa book building
• BBLD targetkan aset 2012 Rp4 triliun
Herseil - 05/12/2011 11:26 AM
#49

Monday Newsletter
Sorry for the delay \)

Market Review
Quote:

IHSG bergerak naik dan berhasil membukukan penguatan sebesar 3,9% selama perdagangan sepekan. Pergerakan saham dipengaruhi oleh berbagai sentimen positif dan negatif baik dari global, regional, maupun domestik. Diawali dengan optimisme pasar atas adanya solusi baru dalam penyelesaian masalah utang negara-negara zona Euro. Optimisme ini didukung oleh langkah Menteri Keuangan Jerman yang mendesak perubahan perjanjian untuk memperketat disiplin anggaran. Sentimen positif Eropa juga didukung oleh langkah The Fed, Bank Sentral Kanada, Inggris, Jepang, Eropa, dan Swis berupa kelonggaran likuiditas dan kebijakan moneter melaui pemangkasan bunga swap dollar AS sebesar 50 bps. Langkah ini juga dilakukan oleh China yang turut melonggarkan kebijakan moneternya melalui penurunan rasio reserve requirement sebesar 50 bps untuk meningkatkan kinerja ekonomi. Sedangkan sentimen negatif Eropa, berasal dari kondisi Inggris yang mengalami kontraksi dan harus melakukan penghematan anggaran dalam skala besar. PM Inggris membenarkan bahwa kondisi pengangguran dan pinjaman negara sudah berada diatas perkiraan. Sedangkan Perancis, tingkat pengangguran kembali meningkat pada periode kuartal III ke level 9,7% dari sebelumnya 9,6% pada kuartal II. Dari Amerika, keputusan Standard & Poor’s yang mengumumkan penurunan peringkat beberapa bank besar di AS termasuk JP Morgan Chase & Co dan Bank of America, sempat melemahkan pergerakan pasar saham. Sedangkan dari Asia, kendati data-data ekonomi sejumlah negara besar menunjukkan perlambatan, namun optimisme atas keseriusan pembuat kebijakan dalam penyelesain utang Eropa membuat penguatan pada pasar saham Asia. Data pengangguran Jepang di bulan Oktober naik menjadi 4,5% atau di atas perkiraan sebelumnya pada level 4,2%. Sedangkan dari China, indeks manufaktur negara tersebut turun menjadi 49 pada bulan November yang sekaligus menandakan adanya kontraksi pada sektor manufaktur dan perlambatan ekonomi. Dari domestik, runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara sempat berpengaruh terhadap saham sektor batu bara, yaitu ITMG dan HRUM yang diperkirakan akan terhambat dalam lalu lintas pengangkutan batu baranya. Sedangkan inflasi November pada level 0,34% MoM dan 4,15% YoY.


Market Overview
Quote:

Prediksi IHSG dalam pekan ini berpeluang untuk menoreh pengguatan, seiring dengan sejumlah faktor positif yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh bagi pergeraknya. Faktor-faktor yang diharapkan dapat membawa optimisme bagi pelaku pasar seperti, pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa tanggal 9 Desember pekan ini. Pasar akan menyikapi positif terhadap pertemuan KTT Uni Eropa karena bertumpu akan adanya hasil sebuah solusi yang terbaik dalam mengatasi krisis utang negara Eropa. Pidato menjelang KKT Uni Eropa pada 9 Desember menegaskan semangat baru kawasan Eropa dengan bertambah solidasitas, lebih disiplin dan politik yang bertanggungjawab. Selain itu, adanya seruan perjanjian baru untuk menggabungkan anggaran atau integrasi fiskal. Adanya dukungan Dana IMF dalam membantu mengatasi kesulitan negara Uni Eropa. Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan akan melakukan tindakan yang lebih agresif untuk memerangi krisis utang zona euro. Apabila para pemimpin dari 17 negara anggota Uni Eropa menyetujui pakta kontrol anggaran yang ketat. Dari Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy telah menyerukan pakta fiskal dan peranan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu negara-negara yang terbelit utang. Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy akan bertemu pada Senin pekan ini. Jerman maupun Prancis akan menguraikan proposal yang akan diajukan pada saat KTT Uni Eropa pada 9 Desember 2011. Rilis data AS yang cukup positif pada akhir pekan lalu, akan menjadi dukungan bagi pergerakan IHSG awal pekan ini. Membaiknya data pekerjaan AS yang mengalami setelah tercatat tingkat pengangangguran turun menjadi 8,6% dari sebelumnya 9%, hal ini disebabkan setelah kalangan swasta menambah tenaga kerja pada bulan November. Selain itu, rencana dari Bank Sentral Eropa berencana akan memotong tingkat suku bunga. Demikian dengan Bank of England diperkirakan akan melakukan hal yang sama yakni menurunkan suku bunganya.


Stock Headlines
Quote:

•UNSP perkirakan pendapatan naik hingga 40% di 2012
•TLKM anggarkan capex Rp 15 triliun di 2012
•INCF akan melakukan debt-to-equity-swap
•KKGI targetkan laba bersih capai Rp 435 miliar di 2012
•KKGI ganggarkan capex USD 4 juta di 2012
•JPFA rencana terbitkan obligasi berkelanjutan I Rp 1,5 triliun
•BTEK akusisi 2 perusahaan ber ijin HTI dan HPH di Sorong, Papua
•POLY proses restrukturisasi utang tidak terealisasi di tahun ini
•GPRA proyeksi pendapatan Rp 500 miliar tidak tercapai di 2011
•SDPC proyeksikan laba bersih Rp 5 miliar tahun ini
•ITMA masih mencatat rugi bersih Rp 1,285 miliar, 9M2011
•BRNA laba bersih naik 10% jadi Rp 30,9 miliar 9M2011
•SMMA suntik modal ke Sinar Mas Multifinance Rp 100 miliar
•UNSP targetkan kenaikan pendapatan 40%
•PTBA kaji stock split
•KKGI incar penjualan USD 414 juta
•BMRI salurkan kredit sawit Rp 36,16 triliun
•BRNA bidik penjualan Rp 651 miliar
•INAF targetkan peningkatan laba 122%
•Rencana kuasi reorganisasi INAF terlaksana 28 Desember 2011
•TPIA tunda ekspansi USD 400 juta
•Erajaya Swasembada tetapkan harga IPO Rp 1000
Herseil - 06/12/2011 09:30 AM
#50

Newsletter 5 Dec 2011

Market review
Quote:

Pasar saham domestik bergerak flat dengan kecenderungan menguat tipis pada perdagangan awal pekan ini, sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham Asia. IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,957 poin (0,025%) menuju level 3.780,793 dari posisi sebelumnya pada level 3.779,836. Investor masih memilih wait and see terhadap perkembangan krisis utang Eropa. Namun, penguatan yang tejadi di bursa Asia didukung oleh langkah penghematan Italia sebesar 30 miliar euro atau US$40 miliar guna mengurangi beban utang dan mencegah kebangkrutan negara terbesar di kawasan Eropa tersebut. Paket penghematan ini meliputi pemangkasan anggaran senilai 12 miliar euro, penundaan masa pensiun kerja, dan menaikkan pajak rumah baru. Kesungguhan pihak Italia dalam penyelesaian krisis zona Euro mendukung penguatan bursa Jepang yang tercatat menguat sebesar 52,23 poin (0,6%) menuju level 8.695,98 dari posisi sebelumnya pada level 8.643,75 dan bursa Hong Kong yang tercatat naik sebesar 139,3 poin (0,73%) menuju level 19.179,69 dari posisi sebelumnya pada level 19.040,39. Hanya bursa saham Shanghai yang tercatat melemah sebesar 27,43 poin (1,16%) ke level 2.333,23 dari posisi sebelumnya pada level 2.360,66. Pelemahan ini disebabkan oleh turunnya Indeks Purchasing Manager (PMI) HSBC sektor jasa China ke level 52,5 dari 54,1. Tingkat ini adalah tingkat yang paling lambat pertumbuhannya dalam tiga bulan. Dalam seminggu, data PMI juga telah menunjukkan bahwa baik order domestik dan ekspor, keduanya mengalami pelemahan. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak menguat hingga di atas 1%. Penguatan ini turut didukung oleh pertemuan Presiden Perancis dan Kanselir Jerman yang akan membicarakan masalah anggaran yang ditujukan untuk penuntasan krisis di zona Euro. Dari diskusi ini diharapkan terdapat kesepakatan mengenai proposal yang berisi disiplin anggaran lebih ketat yang diyakini akan membawa perubahan pada aturan-aturan antar negara Eropa dan diharapkan tingkat kepercayaan investor juga kembali pulih. Ditambah juga ekonomi Finlandia mengalami pertumbuhan tercepat pada kuartal terakhir dari rata-rata negara Euro lainnya yang tengah dihadapkan pada resesi yang memburuh. Ekonomi Q3 Finlandia tumbuh 0,9% dibandingkan periode 2Q11 yang hanya tumbuh 0,1%.


Market Overview
Quote:

Pelaku pasar dalam negeri tetap akan menyikapi perkembangan yang terjadi di kawasan Eropa. Volatilitas IHSG pun tergantung dari munculnya sentimen dari kawasan tersebut yang akan berimbas terhadap indeks bursa utama global yang akhirnya turut memberikan pengaruh bagi indeks BEI. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang akan berlangsung pada Kamis dan Jumat pekan ini, sebagai momentum yang dinantikan pasar, apakah akan mendapat kepercayaan pasar atau sebaliknya menghasilkan solusi yang tidak berkenan di mata pelaku pasar. Sentimen positif lainnya, tentang kabar posisi Jerman dalam Program Mekanisme Stabilisasi Eropa (ESM) telah melunak. Setalah Jerman berencana akan merubah UU ESM tentang kerugian yang diderita para pemegang obligasi swasta. Dari italia, menyikapi perkembangan negara ini setelah pemerintah menyetujui paket penghematan anggaran untuk 3 tahun ke depan. Penghematan itu mendapai 30 miliar euro atau senilai US$40,3 miliar. Paket tersebut berisikan peningkatan pajak perumahan dan pendapatan, serta tarif baru pada barang-barang mewah dan reformasi sistem pensiun yang bertujuan untuk meningkatkan usia pensiun bagi. Lebih lanjut, kabinet Italia segera mengadopsi paket kenaikan pajak dan reformasi pensiun senilai 24 milyar euro, guna mengurangi krisis yang mengancam zona euro. Terkait paket kebijakan tersebut, Perdana Menteri Mario Monti masih harus melobi parlemen untuk mendapatkan dukungan. Faktor positif lainya hasil pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang berlangsung kemarin telah menyelesaikan kesepakatan soal solusi krisis Eropa. Meeting keduanya adalah ajang pemanasan dan konsolidasi jelang pertemuan tingkat tinggi hari Jumat mendatang di Brussel, Belgia. Merkel-Sarkozy ingin segera menuntaskan rincian regulasi stabilitas fiskal 17 anggota euro di Paris. Hal lain yang perlu disikapi, mengenai S&P rencananya akan memasukan 17 negara Eropa dalam penurunan peringkat. Alasannya akibat krisis utang yang makin mendalam. Langkah ini mengisyaratkan downgrade dalam 90 hari. Konsekuensinya karena Prancis dan Jeran akan menalangi semuanya mengingat Uni Eropa merupakan kesatuan fiskal dan moneter.


Stock Headlines
Quote:

•DSSA targetkan laba bersih naik 50% jadi USD 60 juta di 2012
•DSSA anggarkan capex USD 80 juta di 2012
•Bogasari Flour, anak usaha INDF biaya produksi naik 5% di 2012
•PJAA targetkan pendapatan naik 10% jadi Rp 1,21 triliun di 2012
•CASS targetkan laba bersih Rp 110 miliar di 2012
•CASS dapat kontrak jasa katering Rp 60 miliar dari sektor tambang
•CASS akan kelola 2-3 bandara di 2012
•Menara Nusantara lepas saham di CASS sebanyak 42% saham
•FAST targetkan pendapatan naik 15% jadi Rp 3,78 triliun di 2012
•FAST anggarkan capex Rp 300 miliar di 2012
•MBTO kontribusi akan naik 2% untuk ekspor pada 2012
•MRAT targetkan penjualan naik 25% jadi Rp 646,37 miliar di 2012
•BNBR lunasi sisa surat hutang jangka menengah Rp 2,1 triliun
•MASA cari pinjaman USD 60 juta
•MIRA beli kapal senilai USD 10 juta
•MBTO targetkan kenaikan pendapatan 16%
•ABM investama listing dengan kode ABMM hari ini
•Laba ABMM naik 400%
•KLBF perbesar capex jadi Rp900 miliar
•Pembiayaan BFIN lampaui target
•PGAS upayakan renegosiasi harga gas selesai tahun ini
•BJBR akan ekspansi ke asuransi dan sekuritas
Herseil - 07/12/2011 09:28 AM
#51

Newsletter 7 Dec 2011

Market review
Quote:

Optimisme atas langkah Jerman dan Perancis yang akan mencapai kesepakatan untuk mengontrol fiskal yang lebih ketat hingga sempat mendorong penguatan bursa saham Amerika pada perdagangan hari sebelumnya, terimbas oleh penurunan peringkat yang dilakukan oleh S & P atas 15 negara euro. Pernyataan lembaga pemeringkat Standard & Poor’s yang akan menurunkan peringkat utang 15 negara Eropa termasuk Perancis dan Jerman, menjadi sentimen negatif yang mendorong aksi jual di mayoritas pasar saham Asia termasuk domestik. IHSG tercatat melemah sepanjang perdagangan dan ditutup turun sebesar 28,119 poin (0,744%) ke level 3.752,674 dari posisi sebelumnya pada level 3.780,793. S & P telah menempatkan peringkat Jerman dan Perancis serta sejumlah negara Eropa lainnya pada ‘credit watch negative’ sebagai langkah penurunan peringkat. Krisis utang yang terjadi di zona Eropa memaksa S & P mereview kembali peringkat 15 negara euro dengan kemungkinan penurunan peringkat. Enam negara Eropa dengan rating AAA merupakan beberapa negara yang peringkat utangnya akan diberikan outlook negatif disamping peringkat utang negara tersebut juga tergantung dari hasil pertemuan Uni Eropa pada 9 Desember mendatang. Keputusan S & P serta kecemasan defisit anggaran yang akan memburuk di sejumlah negara Eropa seperti Italia dan Spanyol yang juga akan mendorong penurunan rating dari obligasi pemerintah, membuat mayoritas bursa regional melemah. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 120,82 poin (1,39%) ke level 8.575,16 dari posisi sebelumnya pada level 8.695,98 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 237,46 poin (1,24%) ke level 18.942,23 dari posisi sebelumnya pada level 19.179,69. Mayoritas bursa saham Eropa juga bergerak melemah hingga diatas 1%. British Retail Consortium (BRC), asosiasi ritel di Inggris menyatakan penjualan ritel pada bulan November mencapai titik terendah dalam enam bulan terakhir. Menurut data, omzet sejumlah toko di Inggris mengalami penurunan sebesar 1,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penjualan terbesar yang terjadi sejak Mei 2011, yang disebabkan perkiraan ekonomi global yang melambat, membuat warga Inggris mengurangi pengeluarannya dan memilih untuk menabung.


Market Overview
Quote:

Pernyataan S&P tentang adanya potensi penurunan peringkat dari sebagian besar negara-negara Eropa, yang tergabung dalam zona euro yang terdiri dari 15 negara terkesan menjadi suatu hal yang kembali menakutkan pelaku pasar. Bahkan S&P telah menempatkan peringkat negara Jerman dan Prancis serta sejumlah negara Eropa lainnya pada level Credit Watch Negative. Hal ini akan menjadi perhatian pasar karena S&P diperkirakan melakukan kajian sesegera mungkin setelah pertemuan puncak pemimpin EU pada hari Jumat. Sinyal dari S&P menyebutkan rating utang negara-negara seperti Jerman, Austria, Belgia, Finlandia, Belanda dan Luksemburg akan turun satu not dan sembilan negara lainya bisa turun dua not. Sementara itu, dua negara anggota zona euro lainnya, S&P sudah memiliki pandangan negatif, dana Yunani sudah ditetapkan memiliki rating 'CC', sebagai indikasi yang menunjukkan kemungkinan default dalam waktu dekat. Penurunan rating di negara Eropa sebagai sinyal bahwa ekonomi dunia terimbas krisis utang Eropa dan akan memicu melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Dari China tentang rilis Indeks Purchasing Manager (PMI) HSBC sektor jasa yang jatuh ke 52,5 dari 54,1 untuk November. Level ini merupakan tingkat yangpaling lambat pertumbuhannya dalam tiga bulan. Hal lainnya yang bisa memberikan sentimen pasar mengenai pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) soal kebijakan moneter. Terkait dengan KTT pemimpin Eropa ini pasar menaruh harapan akan adanya solusi yang dapat menyelesaikan krisis utang zona-euro pada pertemuan puncak Kamis-Jumat sehingga bisa mengangkat sentimen positif bagi pasar keuangan. Dari Australia Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Pemotongan ini dilakukan dalam rangka antisipasi penyebaran krisis Eropa dan AS yang dikhawatrikan menyebar. Tingkat inflasi Australia yang terkendali menjadi salah satu alasan diturunkannya tingkat suku bunga tersebut.


Stock Headlines
Quote:

•BNBR dapat dana BORN akhirnya tunda terbitkan obligasi
•BNBR investasi US$3,5 miliar hingga 2014
•ICBP capex capex sekitar Rp 1,8 triliun di 2012
•TLKM targetkan pendapatan naik 5%-6% di 2012
•BMRI kerjasama dengan FAST untuk kartu kredit dan kartu debit
•ABMM proyeksikan pendapatan naik 50% di 2011
•ABMM ekspansi USD 1 miliar
•ABMM targetkan pendapatan Rp6,3 triliun
•BSDE marketing sales per November 2011 Rp 3,3 triliun
•BFIN pembiayaan baru capai Rp 5,2 triliun per November 2011
•FASW perkirakan volume penjualan naik 24,6% di 2012
•KBRI rencana jual aset tidak produktifnya
•ESTI anggarkan capex di 2012 sekita USD 5 juta
•BRNA perkirakan penjualan naik 15% jadi Rp 651 miliar di 2011
•Penyaluran kredit BMRI capai Rp 264 triliun
•MTLA anggarkan capex Rp 965 miliar di 2012
•Penjualan POLY dapat naik 30%
•Cipaganti akan lepas 35% saham
•GTBO raih laba bersih Rp86,89 miliar
•SMCB targetlan laba bersih 2011 Rp1 triliun
•BBTN cairkan FLPP Rp4,5 triliun
•Laba bersih JRPT naik 34%
Herseil - 08/12/2011 09:18 AM
#52

Newsletter 8 Dec 2011

Market Review
Quote:

Optimisme pasar atas hasil yang positif dari pertemuan KTT Uni Eropa pada akhir pekan ini, mendorong aksi beli pelaku pasar di mayoritas bursa saham dunia termasuk pasar saham domestik. IHSG tercatat menguat sebesar 40,561 poin (1,081%) menuju level 3.793,235 dari posisi sebelumnya pada level 3.752,674. Para pemimpin Eropa akan mengusahakan program yang lebih agresif dalam rangka penyelamatan negara-negara yang lemah di zona Euro. Investor juga masih menanti hasil keputusan KTT yang juga akan membahas proposal untuk lebih mendisiplinkan anggaran negara-negara zona Euro. Pasar berharap pertemuan para pemimpin Eropa dapat menghasilkan keputusan yang yang positif dan mengakhiri meluasnya pengaruh negatif krisis utang Eropa. Langkah kongkrit dalam penyelesaian krisis Eropa tersebut, turut menguatkan pasar saham regional, dimana indeks Nikkei 225 tercatat naik sebesar 147,01 poin (1,71%) menuju level 8.722,17 dari posisi sebelumnya pada level 8.575,16 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 298,35 poin (1,58%) menuju level 19.240,58 dari posisi sebelumnya pada level 18.942,23. Indeks Shanghai Composite juga tercatat menguat tipis sebesar 6,83 poin (0,29%) menuju level 2.332,73 kendati tingkat pertumbuhan ekspor China pada bulan November diprediksikan melambat dibandingkan dengan bulan Oktober, yang sekaligus merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir. Perusahaan pemeringkat China, Dagong Global Credit Rating menurunkan sovereign rating Italia menjadi BBB dari A- dan mempertahankan prospek negatif. Bursa saham Eropa juga bergerak menguat hingga diatas 1%. Penguatan ini juga didukung oleh kemungkinan Eropa yang akan menggabungkan fasilitas penyelamatan sementara dan berencana meningkatkan sumber pendanaan permanen untuk bailout. Ditambah juga gagasan Jerman dan Perancis mengenai integrasi fiskal mendapat dukungan dari Menteri Keuangan Amerika, Timothy F. Geithner. Dari domestik, seluruh sektor perdagangan tercatat menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,5 triliun. Sektor perdagangan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,135% sedangkan sektor konsumsi menjadi sektor yang membukukan kenaikan terendah sebesar 0,152%.


Market overview
Quote:

Prediksi untuk IHSG pada perdagangan saham hari ini memiliki peluang untuk menguat kembali, Pasar masih menaruh harapan akan adanya berita positif ke pasar dalam pertemuan KTT yang tengah berlnsung hari ini dan besok. Sementara itu, sentimen positif dari dari Yunani setelah Perdana Mentari Lucas Papademos berhasil memperoleh persetujuan parlemen untuk rencana anggaran belanja pemerintah di 2012 bisa memberikan dukungan bagi indeks. Persetujuan oleh parlemen Yunani merupakan langkah penting bagi pemerintahan Papademos untuk melanjutkan upaya penyelamatan bagi Yunani. Dengan disetujuinya rencana anggaran tersebut berarti pemerintahan Yunani dapat dengan lebih leluasa menerapkan kebijakan pengetatan yang diperlukan dan sekaligus dapat memastikan bahwa kucuran dana penyelamatan bagi Yunani yang dilakukan Uni Eropa akan berjalan. Selain itu, pasar akan menanggapi banyak kabar yang keluar hingga dapat menimbulkan suatu ketidakpastian pasar. Seperti, kabar mengenai Amerika Serikat (AS) yang akan menyuntikan dana ke IMF untuk menangani krisis Eropa. Termasuk kabar kelompok G20 yang tengah mempertimbangkan menyiapkan dana US$600 miliar untuk bailout Uni Eropa melalui IMF. Namun akhirnya kabar tersebut dibantah oleh pemerintah AS maupun IMF. Bantahan disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner bahwa kabar mengenai suntikan dana ke IMF untuk menyelesaikan masalah krisis ekonomi Eropa sama sekali tidak berdasar. Menurut Timothy bahwa European Central Bank masih memiliki peranan yang besar untuk menuntaskan masalah krisis Eropa. Selain itu, jelang KTT Uni Eropa sebuah laporan yang akan disampaikan dalam pertemuan Uni Eropa mengenai aturan dimana setiap anggota Zona Eropa harus memiliki defisit anggaran dibawah 3% dari GDP dan utang nasional dibawah 60%. Kabarnya usulan ini akan disampaikan oleh Presiden Dewan Uni Eropa Herman Van Rompuy sebagai sebuah kebijakan yang disebut fiscal compact. Menurutnya langkah ini akan mempercepat implementasi perubahan. Kendati berharap pertemuan KTT Uni Eropa dapat memberikan angin segar bagi pelaku pasar, namun di satu sisi masih ada rasa cemas akan solusi yang di putuskan tersebut.


Stock Headlines
Quote:

• BYAN dapat kontrak jasa pertambangan senilai USD 160 juta
• SMCB pendapatan naik 24% jadi Rp 7,3 triliun di 2011
• SMCB jajaki pinjaman 250 juta untuk bangun pabrik di Tuban
• TLKM targetkan pendapatan naik 6% di 2012
• TLKM rencana refinancing utangnya Rp 3 triliun di 2012
• GIAA akan spin off Citilink pada akhir kuartal I 2012
• WIKA targetkan pendapatan naik 20% Rp 9,4 triliun di 2012
• BNBR selesaikan kuasi reorganisasi
• BYAN jajaki pinjaman USD 700 juta
• TOTL incar pendapatan Rp 1,7 triliun
• WIKA targetkan pendapatan 2012 tumbuh 15%-20%
• ALDO akuisisi 51% saham Swisstex
• JPFA akan bangun pabrik baru di Gresik
• JPFA ganggarkan capex Rp 900 miliar di 2012
• CPRO targetkan pendapatan naik 11,1% jadi Rp8 triliun di 2012
• CTRA rencana bangun rumah sakit pada 2012
• BBCA beri pinjaman ke BBTN Rp 2 triliun untuk kredit perumahan
• ESTI targetkan penjualan capai USD 100 juta pada 2012
• POLY pertahankan margin EBITDA 10% di 2012
• INDR tuntaskan akuisisi 50% saham Polyprima Karyareksa
• EMTK targetkan pendapatan naik 18% pada 2012
• LPPF siapkan Rp 450 miliar untuk bangun gerai baru & renovasi
Herseil - 09/12/2011 08:57 AM
#53

Newsletter 9 Dec 2011

Market Review
Quote:

Indeks bergerak melemah di sepanjang perdagangan kemarin bersamaan dengan pelemahan bursa saham regional. IHSG tercatat turun sebesar 11,474 poin (0,302%) ke level 3.781,761 dari posisi sebelumnya pada level 3.793,235. Pasar masih mencermati perkembangan jelang KTT Eropa. Tindakan Jerman yang terkesan enggan untuk menyetujui kombinasi wadah dana talangan zona Euro memberikan dampak pesimisme bahwa KTT Eropa sulit memberikan hasil yang jelas dan kredibel. Disamping itu, Standard & Poor’s juga akan memangkas peringkat utang Uni Eropa dan bank-bank besar Eropa seperti BNP Paribas dan Deutsche Bank apabila penurunan surat utang negara-negara Eropa terwujud. Dari Asia, sentimen negatif yang menambah tekanan pada bursa saham adalah data pesanan mesin Jepang per Oktober yang mengalami penurunan sebesar 6,9%; di luar ekspektasi sebelumnya sebesar 0,5%. Dari China, negara tersebut mulai khawatir akan dampak krisis yang ditimbulkan Eropa dan Amerika. Kementerian Perdagangan China memperingatkan bahwa negara tersebut akan menghadapi tekanan yang berat di bidang ekspor seiring penjualan ke Eropa dan Amerika memiliki porsi sebesar 40% dari total ekspor China. Untuk itu, China berencana meningkatkan ekspor ke negara berkembang seperti Asia dan Amerika Latin. Indeks Nikkei 225 tercatat turun sebesar 57,59 poin (0,66%) ke level 8.664,58 dari posisi sebelumnya pada level 8.722,17 dan indeks Hang Seng tercatat turun sebesar 132,77 poin (0,69%) ke level 19.107,81 dari posisi sebelumnya pada level 19.240,58. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. Pasar masih mencermati rencana Jerman dan Perancis untuk memaksa persyaratan yang lebih ketat untuk disiplin terhadap batas defisit. Pasar juga berharap agar Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan tingkat suku bunga di bawah 1% dan merilis paket bailout baru. Pasar juga menunggu keputusan ECB membeli obligasi Uni Eropa. Terkait dengan suku bunga acuan, Bank Sentral Korea Selatan dan New Zealand mempertahankan tingkat suku bunga acuannya masing-masing pada level 3,25% dan 2,5%. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia juga melakukan hal serupa pada tingkat suku bunga domestik dengan mempertahankan di level 6%.


Market Overview
Quote:

Koreksi yang terjadi terhadap indeks Wall Street kemarin waktu AS diperkirakan akan mempengaruhi bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini. Indeks Dow Jones dan Nasdaq masingmasing melemah 198,67 poin (1,63%) menjadi 11997,70 dan 52,83 poin (1,99%) ke posisi 2596,38. Pelemahan atas indeks Wall Street ini setelah Jerman menolak beberapa rancana dalam KTT Uni Eropa dan ECB untuk tidak membeli obligasi Eropa. Kekecewaan pasar juga semakin menjadi setelah pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi bahwa ECB berpotensi tidak membeli obligasi negara Eropa. Pernyataan kepala Bank Sentral Eropa ini mematahkan semangat pada harapan bahwa bank akan meningkatkan pembeli obligasi untuk membantu mengatasi krisis utang zona euro. Pernyataan ECB ini setelah memutuskan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin sebagai respon krisis utang Eropa dan untuk meredam inflasi yang tetap tinggi. Dari KTT sebelumnya ada kabar yang beredar di pasar, bahwa pemimpi Eropa sepakat untuk melakukan integrasi fiskal dan memperkuat mekanisme bailout. Namun, dalam kenyataanya Jerman menolak rancangan mekanisme Fasilitas Stabilisasi Keuangan Eropa (EFF) untuk perbankan dan penerbitan obligasi Eropa. Kabarnya dalam pertemuan di hari pertama pemimpin dari 27 negara Uni Eropa yang akan berlangsung hingga Jumat ini di Brussels, telah terjadi perpecahan atas perubahan perjanjian yang diminta oleh Jerman dan dirusak oleh ECB yang memperingatkan tidak akan ada peningkatan besar dalam pendanaan penyelamatan. Sementara itu, rilis data dari AS, klaim tunjangan pengangguran turun 23.000 menjadi 381.000. Sedangkan persediaan grosir bulan Oktober, sebagai level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Dalam menyikapi kabar yang terus bergulir jelang dan selama berlangsungnya KTT Uni Eropa tersebut ada sebuah tanggapan dari Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dalam penyataannya mengungkapkan bahwa Ingris, tidak akan menandatangani sebuah perjanjian baru tanpa perlindungan guna melindungi kepentingan keuangan London dan peran Inggris di pasar tunggal Eropa.


Stock Headlines
Quote:

• Divestasi 3 anak usaha BNBR selesai pada 1H12
• BNBR tuntaskan kuasi reorganisasi Rp 34,9 triliun
• Penjualan alat berat UNTR naik 51%
• KRAS laba bersih 9M2011 naik 3,2% jadi Rp 1,04 triliun
• KRAS ada carry over 2011 dalam capex USD 450 juta di 2012
• KRAS rencana dirikan anak usaha dibidang sumber daya alam
• TPIA alokasikan capex USD 90 juta di 2012
• IMAS tambah capex menjadi Rp 540 miliar
• Aerowisata, anak usaha GIAA pendapatan capai Rp 1,36 triliun
• INAF targetkan laba bersih capai Rp 60 miliar di 2012
• DVLA proyeksikan biaya produksi naik 5%
• MKPI siapkan capex Rp 1,5 triliun di 2012
• MASA anggarkan capex Rp 1,32 triliun di 2012
• SMDR dapat pinjaman Rp 866,55 miliar dari UOB dan BMRI
• ALDO akuisisi 51% saham Swisstex Naratama Indonesia
• NIKL targetkan pendapatan 2012 Rp1,96 triliun
• ADMF targetkan pembiayaan Rp32 triluun
• BCIC pulihkan kredit 37% aset bermasalah
• BMRI tingkatkan dana murah menjadi 65%
• BNLI jaga kredit valas di 20%
• Sarana Bajatama tetapkan harga IPO Rp250
• IPO Semen Baturaja akhir 2012
Herseil - 12/12/2011 09:23 AM
#54

Newsletter 12-dec-2011

Market Review
Quote:
Indeks bergerak fluktuatif pada perdagangan sepekan kemarin yang dipengaruhi oleh perkembangan kondisi Eropa dan penantian akan hasil pertemuan KTT Uni Eropa pada akhir pekan. Pada perdagangan di awal minggu, pasar saham sempat bergerak menguat yang didukung oleh langkah penghematan Italia sebesar 30 miliar euro atau US$40 miliar guna mengurangi beban utang dan mencegah kebangkrutan negara terbesar di kawasan Eropa tersebut. Namun, perkembangan selanjutnya, merupakan sentimen negatif yang melemahkan pasar, yaitu penurunan peringkat yang dilakukan oleh Standard & Poor’s atas 15 negara Eropa termasuk Perancis dan Jerman. S & P telah menempatkan peringkat Jerman dan Perancis serta sejumlah negara Eropa lainnya pada credit watch negative sebagai langkah penurunan peringkat. S & P juga akan memangkas peringkat utang Uni Eropa dan bank-bank besar Eropa seperti BNP Paribas dan Deutsche Bank apabila penurunan surat utang Eropa terwujud. Terhadap hasil pertemuan pertama KTT Uni Eropa yang diharapkan dapat membawa kabar baik atas penyelesaian krisis utang, justru yang terjadi sebaliknya. Awalnya, pasar sempat merespons positif keputusan ECB yang menurunkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1%. Namun, Jerman yang dikabarkan menolak beberapa draft usulan pada EU summit seperti kebijakan fiskal baru dan pemberian izin perbankan kepada European Stability Mechanism (ESM) untuk menerbitkan obligasi Uni Eropa, menjadi sentimen negatif yang menjatuhkan pasar. Ditambah juga dengan pernyataan dari Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi yang mengemukakan bahwa Bank Sentral Eropa tidak akan agresif membeli obligasi zona Euro. ECB juga mengemukakan bank-bank di kawasan zona Euro membutuhkan tambahan dana segar hingga Euro 114,7 miliar; naik dari sebelumnya sebesar Euro 106 miliar guna memperkuat modal. Pernyataan tersebut menyebabkan yield obligasi Italia dan Spanyol kembali meningkat, nilai tukar Euro kembali melemah, penurunan harga sejumlah komoditas, dan menekan ekspektasi pasar atas penyelesaian krisis utang zona Euro. UE juga menemui kegagalan untuk mengamankan dukungan dari 27 negara anggota untuk mengubah perjanjian ( treaty change) Uni Eropa.


Market Overview
Quote:

Diharapkan hasil dari pertemuan KTT Uni Eropa dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG dalam pekan ini. Hasil dalam pertemuan KTT Uni Eropa pada akhir pekan lalu menghasilkan beberapa solusi penting diantaranya; penambahan dari anggota zona Eropa menjadi 26 negara dari semula 17 negara, rencana pakta perubahan kebijakan fiscal yang
akan diberlakukan pada Maret 2012 yang meliputi lima poin penting yakni; penetapan defisit struktural per tahun dari tiap-tiap negara sebesar 0,5% dari GDP, akan ada konsekuensi bagi anggota zona eropa yang memiliki defisit anggaran di atas 3%, pemberlakuan pengetatan aturan yang disahkan dalam konstitusi di masing-masing negara anggota,
fasilitas bailout UE, the European Stability Mechanism (ESM) akan dipercepat pemberlakuannya pada Juli 2012, dana penyelamatan ESM sebesar 500 miliar euro akan diluncurkan. Namun, Pembicaraan para pemimpin Eropa untuk menggodok perubahan kebijakan fiskal tidak disetujui semua pihak. Sebanyak 26 negara Uni Eropa (UE) dari 27
negara anggota mendukung pakta kebijakan fiskal yang diusulkan untuk mengatasi krisis. Dan sembilan negara lainnya harus berunding dengan parlemen terlebih dahulu sebelum memutuskan sikap. Inggris satusatunya negara Eropa yang dengan tegas menolak menyetujui pakta ini. Selain dari hasil pertemuan KTT Uni Eropa, yang perlu untuk disikapi
dampak dari lembaga pemeringkat seperti Moody's menurunkan rating utang tiga bank Prancis yakni BNP Paribas, Societe Generale, dan Credit Agricole. Penurunan peringkat kredit ketiga bank Perancis tersebut karena lingkungan operasi yang rapuh bagi bank Eropa. Faktor lain. Faktor lain dalam pekan ini yang diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan indeks yakni; dari Jerman mengenai Bundesbank Jerman akan mengeluarkan perkiraan ekonomi tengah tahunan. Dari China mengenai rilis information perdagangan bulan Nov. Ekspor China diperkirakan pertumbuhan turun atau terendah dalam 2 tahun terakhir. China akan menghadapi masa sulit pada tahun 2012, karena menurunnya pesanan dari luar negeri dan meningkatnya biaya produksi. Dari AS mengenai data ekonomi yang akan rilis dalam pekan ini seperti; data retail sales November, business inventories, initial jobless claims, CPI.


Stock Headlines
Quote:

• BYAN tidak dapat melakukan pengiriman batu bara
• Dua anak usaha BRMS di Afrika masuki tahap eksplorasi
• PGAS tandatangani HoA proyek LNG FSRF Belawan
• SMGR konstruksi 2 pabrik baru pada 2012
• BNBR targetkan penurunan utang
• AMRT targetkan pertumbuhan pendapatan 20%
• GIAA jalin kerjasama dengan KIJA
• TPIA rencana realisasikan rights issue pada kuartal II 2012
• LPPF laba bersih naik 385% jadi Rp 355,684 miliar di 9M2011
• KLBF targetkan kontribusi segmen nutrisi naik 30% di 2012
• FASW targetkan penjualan naik 22% jadi Rp 5 triliun di 2012
• FASW akan bangun pabrik kertas baru pada 2012
• KARK target penjualan batu bara 2011 capai Rp1,709 triliun
• SIPD rencana jaminkan aset Rp 600 miliar untuk pinjaman
• FREN targetkan pendapatan 2012 capai Rp 2 triliun
• SMRA siapkan dana Rp 1,3 triliun
• ALDO bidik pendapatan Rp 240 miliar
• BNBR targetkan penurunan utang
• AMRT targetkan pertumbuhan pendapatan 20%
• SSIA raih penjualan lahan industri Rp1,34 triliun
• Realisasi kredit mikro BJBR mencapai Rp3triliun
• Penjualan motor AHM 2011 akan lampaui target 4,3 juta unit
Herseil - 13/12/2011 09:14 AM
#55

NewsLetter 13-12-11 \)

Market Review
Quote:

Sentimen positif dari Eropa yang berniat memperketat anggaran untuk mengatasi krisis yang tengah terjadi, sempat menjadi katalis bagi mayoritas bursa saham termasuk domestik. Bursa saham Indonesia bergerak menguat hingga sempat menyentuh posisi tertingginya pada level 3.803. IHSG ditutup menguat sebesar 32,54 poin (0,866%) menuju level 3.792,149 dari posisi sebelumnya pada level 3.759,609. Dalam KTT tersebut, pemerintah zona Euro juga setuju untuk melakukan integrasi fiskal untuk menciptakan pengawasan yang lebih ketat di pos anggaran. Pertemuan juga menciptakan hukuman otomatis bagi negara yang melanggar aturan defisit tersebut. Dana penyelematan European Stability Mechanism (ESM) juga akan diluncurkan sebesar 500 miliar Euro. Kesepakatan tersebut sempat menjadi katalis bagi penguatan bursa saham Asia, walaupun pada penutupan perdagangan berakhir variatif. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 117,36 poin (1.37%) menuju level 8.653,82 dari posisi sebelumnya pada level 8.664,58 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 10,57 poin (0,06%) ke level 18.575,66 dari posisi sebelumnya pada level 19.107,81. Bursa saham China, Shanghai Composite terkoreksi cukup dalam sebesar 23,72 poin (1,02%) ke level 2.291,54 dari posisi sebelumnya pada level 2.315,26. Hal ini turut disebabkan oleh ekonomi China yang kurang atraktif ketika permintaan ekspor melemah dan pemerintah terus menghambat penurunan sektor properti. Fitch Rating pun bersiap untuk memangkas perkiraan pertumbuhan negara Asia ketika krisis utang Eropa menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi. Bursa saham Eropa bergerak melemah hingga di atas 1,5%. Meredanya euforia atas hasil KTT Uni Eropa yang dikarenakan kekhawatiran bahwa penghematan anggaran justru akan menekan pertumbuhan ekonomi, menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham. Penurunan juga disebabkan oleh penantian pasar menjelang aksi pelepasan surat utang sejumlah negara Eropa dan Moody’s tetap akan melakukan review atas peringkat negara Eropa kendati telah terjadi kesepakatan fiskal. Italia, Perancis, dan Belanda akan melakukan lelang
obligasi. Italia menargetkan dapat melelang 7 miliar Euro atau setara dengan US$9,3 miliar untuk jangka waktu 12 bulan.


Market Overview
Quote:

IHSG pada perdagangan saham hari ini akan mengalami pelemahan seiring dengan koreksi yang terjadi terhadap indeks Wall Street kemarin waktu AS. Sehari sebelum telah terjadi eforia terhadap pasar atas hasil pertemuan KTT Uni Eropa yang berlangsung akhir pekan lalu, tentunya pasar akan menyiasati akan ancaman dari lembaga pemeringkat internasional. Kekhawatiran bahwa lembaga pemeringkat akan segera menurunkan rating negara – negara Eropa menyebabkan rontoknya indeks bursa AS tersebut. Moody's telah bergabung dengan S&P dalam hal peringatan penurunan peringkat zona Euro secara umum. Moody’s akan tetap mengkaji untuk menurunkan peringkat utang negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa pada triwulan pertama 2012. Menurut lembaga tersebut bahwa kendati para pemimpin Uni Eropa berhasil mencapai kesepakatan untuk menghemat fiskal dengan ketat, tetapi tidak adanya langkah yang lebih konkret dan tidak banyak memberikan solusi baru untuk mengatasi krisis utang. Kesepakatan ini tidak mengubah pandangan Moody’s terhadap ekonomi zona Eropa sebelumnya bahwa krisis utang Eropa sudah berada pada tahap kritis dan sukar untuk diselesaikan. Selain itu, S&P juga mengancam akan downgrade 15 perusahaan asuransi, diantaranya; Allianz, Aviva, Axa, Generali dan Mapfre. Ancaman S&P ini karena tidak lain adalah kondisi perekonomian Eropa yang terus menyusut akibat terimbas krisis. S&P masih akan terus memantau peringkat utang negara-negara Eropa, dimana bila tidak ada perbaikan maka rating bisa diturunkan secara jangka panjang antara satu atau dua peringkat. Sebelumnya, S&P mengancam akan menurunkan credit rating untuk EFSF sebesar satu-dua peringkat jika ada penurunan credit rating dari negara-negara yang menjadi penjaminnya. Kabar lain dari Eropa, mengenai Inggris satu-satunya negara Eropa yang dengan tegas menolak menyetujui pakta ini, yang sebelumnya dikabarkan mengalami perpecahan dengan sesama anggota Uni Eropa. Akhirnya Inggris meluruskan kabar atas sikapnya yang mem-veto perubahan perjanjian Uni Eropa. Inggris adalah bagian dari Uni Eropa dan akan terus berkomitmen terhadap Uni Eropa sebagai penggerak utama dalam memperdalam pasar tunggal.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA target produksi batu bara naik 20% jadi 17 juta ton di 2012
• GIAA akan jual 4 pesawatnya senilai USD 20 juta di 2012
• BBRI akan siapkan dana Rp 1 trliun untuk akusisi di 2012
• OKAS jajaki kontrak baru dengan 3-4 perusahaan di Kalimantan
• STTP beli lahan di Sidoarjo untuk bangun pabrik terigu
• MYOR target penjualan naik hingga 25% jadi 10,68 triliun di 2012
• BISI targetkan pendapatan naik 20% jadi Rp 1,2 triliun di 2012
• KRAS naik volume produksi baja otomotif di 2013
• MDLN targetkan marketing sales Rp 1 triliun di 2012
• FASW targetkan pendapatan naik 22% jadi Rp 5 triliun di 2012
• KBLV target pendapatan naik 17,37% tembus Rp 1 triliun di 2011
• KBLV angarkan capex sebesar USD 50 juta – USD 60 juta di 2012
• Anak usaha AKRA lakukan penyertaan di Jabal Nor
• MEDC akan investasi USD 200 juta di Libya
• MEDC investasi USD 600 juta untuk lapangan gas
• Laba PTBA diproyeksikan naik 60%
• OKAS tunda akuisisi batubara
• Pooling saham Erajaya oversubscribed 2,2 kali
• PTPN targetkan Rp 4 triliun dari IPO
• OKAS peroleh kontrak US$100 juta
• BMRI akuisisi bank di 2012
• MNCN siap nasionalisasikan 17 TV lokal
Herseil - 14/12/2011 09:25 AM
#56

Newsletter 14-Dec-2011


Market Review
Quote:

Kesepakatan yang dihasilkan dalam KTT Eropa, yang diprediksi tidak cukup untuk melawan krisis dalam jangka panjang, menjadi sentimen negatif yang melemahkan mayoritas pasar saham global dan regional termasuk domestik. IHSG yang selama perdagangan berada pada zona negatif akhirnya ditutup melemah sebesar 28,57 poin (0,753%) ke level 3.763,579 dari posisi sebelumnya pada level 3.792,149. Komentar dari Presiden ECB, Mario Draghi menjadi sentimen yang menyebabkan penurunan pasar. Draghi menyangkal bahwa telah mengisyaratkan ECB akan mendukung inisiatif peningkatan pembelian obligasi. Fitch rating juga memperingatkan adanya tekanan jangka pendek dalam peringkat surat utang negara-negara Uni Eropa. Sedangkan Moody’s Investor Service mempertimbangkan akan menempatkan delapan perbankan Spanyol dan dua perusahaan holdings ke list pengawasan. Jika bank dan perusahaan tersebut terus membukukan kerugian, maka penurunan peringkat tersebut sangat besar. Kekhawatiran terhadap downgrading rating zona Euro ditambah dengan Fitch Ratings yang siap memangkas perkiraan pertumbuhan negara-negara di Asia tahun depan, memberikan dampak negatif bagi pergerakan bursa regional. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 101,01 poin (1,17%) ke level 8.552,81 dari posisi sebelumnya pada level 8.653,82 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 128,49 poin (0,69%) ke level 18.447,17 dari posisi sebelumnya pada level 18.575,66. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1%. Kendati masih terdapat kekhawatiran akan penurunan peringkat negara-negara zona Eropa dan penempatan perbankan Spanyol ke list pengawasan, pasar masih berharap atas adanya solusi bagi krisis utang Eropa. Dari Yunani, negara tersebut telah mengadakan pembicaraan dengan petinggi Uni Eropa, IMF, dan para banker terkait kepastian akan utang Yunani yang akan dihapus. Diharapkan setidaknya pada akhir Januari 2012 atau sebelum proses pemilihan umum, telah diperoleh kepastian. Yunani berharap mendapatkan suntikan dana bail out sebesar 130 miliar Euro. Sedangkan dari domestik, sektor perdagangan tercatat variatif di tengah asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp796 miliar. Sektor properti mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 3,48%.


Market Overview
Quote:

Pesimisme pelaku pasar akan langkah yang ditempuh pemimpin Uni Eropa dalam menegakkan keseragaman fiskal yang diduga belum dapat mengatasi masalah keuangan secara mendasar dan menyeluruh. Serta timbul kecemasan ancaman akan turunnya rating credit negara-negara Uni Eropa, semakin mempersulit bagi IHSG untuk keluar dari sentimensentimen tersebut. Masih kuatnya sentimen dari Eropa membuat indeks IHSG, tetap dalam bayang-bayang tekanan. Krisis Eropa yang semakin sistemik membebani prospek market Asia. Bahkan Fitch Ratings dikabarkan siap memotong perkiraan pertumbuhan negara-negara di Asia tahun depan. China sebagai ekonomi terbesar di Asia mengalami penurunan permintaan dari kawasan Eropa yang merupakan pasar ekspor terbesar selama ini. Di sisi lainnya, China juga melakukan langkah dengan memperketat kebijakan di bidang properti. Fitch dalam pernyantaan bahwa, prospek ekonomi global masih lemah karena meningkatnya ketidakpastian sehingga proyeksinya pertumbuhan global diturunkan menjadi 2,4% di 2012 dari sebelumnya 2,7%. Fitch juga memangkas proyeksi 2013 menjadi 3,0% dari 3,1%. Fitch memperingatkan bahwa risiko di zona euro dan Amerika Serikat sekarang semakin tinggi. Kabar lainnya dari global mengenai, pemerintah Prancis secara tegas mengatakan tidak akan menggunakan dana milik pemerintah untuk membantu perbankan dalam upaya untuk mencari modal setelah dihantam oleh krisis utang zona euro. Bank-bank di Prancis, banyak yang membeli surat utang negara-negara yang sedang terlilit utang, maka ada kemungkinan perbankan Prancis mulai kekurang likuiditas dan akan mencari sumber pendanaan. Kondisi akan menjadi semakin sulit apabila pemerintah tidak menempatkan uangnya di bank yang butuh likuiditas. Karena perbankan akan membutuhkan banyak dana yang dibutuhkan dan akan menjadi kendala jika tidak dibantu pemerintah. Permasalahan lainnya bank-bank Eropa harus menangani proses rekapitalisasi perbankan yang diperkirakan menelan dana sekitar 7 miliar euro untuk setiap bank. Hampir sebagian besar bank-bank di Prancis masuk dalam daftar zona merah. Kemungkinan ancaman S&P untuk menurunkan peringkat utang Prancis sampai dua level bisa menjadi kenyataan.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR akan operasikan pabrik Tuban 4 dan Tonasa 5 di 2012
• ASII penjualan mobil November naik 24,7% dari Oktober 2011
• Anak usaha AUTO, bersama Sunfun Chain Co Ltd bangun pabrik
• HRUM targetkan produksi diatas 13 juta ton di 2012
• PTBA peroleh kontrak penjualan 12 juta dari dalam negeri
• ARII penjualan batubara pada Desember terganggu terkait Kukar
• BRNA rencana selesaikan pabriknya di China
• AMRT siapkan capex Rp 950 miliar di 2012
• KBRI akan rampungkan proyek Paper Machine II sudah capai 90%
• ANTM siap terbitkan kembali obligasi Rp 1 triliun
• AISA ekspansi Rp 414 miliar
• GZCO siapkan capex Rp 350 miliar
• JAWA anggarkan capex Rp 470 miliar
• MAPI anggarkan belanja modal Rp 600 miliar
• AMRT bidik omset penjualan tahun baru naik 15%
• MDLN jajaki pinjaman Rp 150 miliar
• Belanja modal FASW sebesar USD 80 juta
• Pemegang saham jual 350 juta saham MNCN
• HRUM siapkan belanja modal 2012 US$30 juta
• TINS peroleh komitmen pinjaman perbankan
• Pendapatan MTFN diproyeksikan turun 8,8%
• BNBR negosiasi dengan investor untuk proyek geotermal
Herseil - 15/12/2011 09:17 AM
#57

Newsletter 15-12-11

Market Review
Quote:

Pasar saham bergerak melemah di tengah ketidakpastian krisis dan langkah The Fed yang tidak memberikan petunjuk langkah-langkah stimulus baru untuk mengimbangi efek dari krisis utang Eropa yang memburuk. Federal Reseve tidak merubah kebijakan moneter dan tidak memberikan sinyal pelonggran kuantitatif lain seperti yang diharapkan pasar. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi pasar saham regional, termasuk domestik. IHSG tercatat melemah sebesar 11,975 poin (0,318%) ke level 3.751,604 dari posisi sebelumnya pada level 3.763,579. Bank Sentral AS mempertahankan kebijakan suku bunganya pada level 0%- 0,25% dan mengemukakan gejolak pasar yang mengancam pertumbuhan ekonomi. The Fed memang membuka kemungkinan untuk kebijakan moneter yang lebih longgar tahun depan, namun The Fed tidak memberikan indikasi apakah akan ada stimulus ekonomi baru. Mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah yang kembali disebabkan oleh kemungkinan tertutupnya potensi QE3 dari The Fed dan penolakan Jerman untuk menambah dana bailout bagi negara-negara Eropa. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 33,68 poin (0,39%) ke level 8.519,13 dari posis sebelumnya pada level 8.552,81 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 92,74 poin (0,5%) ke level 18.354,43 dari posisi sebelumnya pada level 18.447,17. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan target pertumbuhan Jepang karena prospek ekonomi global memburuk dan memicu perlambatan ekonomi. Per September 2011, IMF memprediksi pertumbuhan Jepang di 2012 sebesar 2,3%. Bursa saham Eropa bergerak variatif dalam rentang yang tidak lebih dari 1%. Sektor perdagangan domestik juga tercatat variatif di tengah keraguan investor untuk menempatkan dananya dalam pasar modal karena ketidakpastian krisis Eropa, sehingga memilih untuk menghindari aset berisiko untuk sementara. Sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 3,161% yang dipimpin oleh penurunan saham Astra International sebesar 3,94%. Pelemahan ini disebabkan oleh data penjualan mobil dan motor perseroan yang tercatat menurun masing-masing sebesar 39,5% (MoM) dan 6,9% (MoM). Sedangkan sektor industri dasar memimpin kenaikan tertinggi sebesar 1,8%.


Market Overview
Quote:

IHSG masih tetap dibayang-bayangi tekanan yang muncul kekhawatiran terhadap krisis utang negara Eropa. Kendati ada solusi yang dihasilkan dalam KTT Uni Eropa, namum belum memberikan kepercayaan terhadap pasar. Seperti yang diungkapkan Fitch Ratings bahwa KTT Uni Eropa belum menawarkan solusi komprehensif. Disisi lainnya, para petinggi pemimpin Eropa tengah berupaya merealisasikan solusi dari pertemuan tersebut. Seperti sikap dari Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dalam pernyataanya bahwa dasar hukum dari perjanjian baru untuk menerapkan aturan utang dan defisit di wilayah 17 negara zona euro adalah dengan sanksi otomatis bagi anggota yang menolak anggaranrnasional. Konsep pertama dari perjanjian baru akan siap pada awal pekan depan. Dan nantinya, draf tersebut akan diratifikasi oleh semua negara anggota Uni Eropa, kecuali Inggris, pada Juni 2012. Demikian dengan langkah yang dilakukan ECB akan memangkas pembelian obligasi setelah pertemuan para pemimpin Eropa. Terlihat sedikit optimis ECB ini, karena hasil pertemuan itu diperkirakan telah mengurangi tekanan di pasar keuangan. Kendati dari pernyataan lainnya terlihat pesimis, seperti sikap ECB akan melakukan pembelian secara terbatas karena tidak adanya prospek positif di pasar. Kecemasan pasar masih disilimuti ancaman S&P yang akan memangkas peringkat utang Jerman dan Prancis. Demikian halnya dengan, Moody's mengingatkan peringkat utang negara-negara Eropa berisiko anjlok. Sementara dari dalam negeri ada secercah harapan bagi Indonesia untuk segera masuk ke investment grade. Setidaknya predikat peringkat investment grade ini bisa memberikan kepercayaan tinggi bagi pasar modal Indonesia untuk jangka panjang. Tentunya hal ini akan menjadi sesuatu yang positif bagi pasar modal Indonesia, ditengah ancaman akan diturunkan rating negara-negara Eropa. Sebaliknya Indonesia diharapkan masih mendapatkan pandangan layak dari lembaga pemeringkat. Namun, lembaga pemeringkat internasional akan melihat semua aspek baik ekonomi keuangan hingga persoalan dalam penegakan hukum maupun kondisi politik di Indonesia. Terkait hal itu, kondisi dari Eropa juga bisa mempengaruhi perolehan rating Indonesia ini untuk mendapatkan predikat negara layak investasi tersebut di tahun depan.


Stock Headlines
Quote:

• BRAU target produksi batubara di 2012 sebanyak 23 juta ton
• BRAU anggarkan capex USD 140-160 juta di 2012
• MEDC jual sahamnya di Medco Power ke Saratoga Capital
• ISAT penjualan 4.000 unit BTS ke TBIG rampung 25 Desember
• KBLV proyeksikan pendapatan naik 20% di 2012
• TOTL targetkan pendapatan Rp 1,9 triliun di 2012
• SMRA targetkan pendapatan sewa naik 32% di 2012
• AISA perkirakan penjualan turun hanya capai Rp 1,5 triliun di 2011
• Harga gas naik, biaya produksi AMFG naik 10%-15%
• SCPI alokasikan dana Rp 150 miliar untuk perluas pabrik kemasan
• GOLD targetkan laba bersih Rp 6,6 miliar tahun ini
• ERAA akan bangun hingga 70 gerai baru di 2012
• ERAA anggarkan capex USD 12 juta di 2012
• BRAU targetkan pendapatan US$1,84 miliar
• Damiano Investment berikan USD 50 juta pada POLY
• WINS cari pinjaman USD 45 juta
• Penjualan alat berat INTA lampaui target
• INTA siapkan belanja modal hingga USD 3-5 juta
• MASA akan rights issue
• Bunge Singapore kuasai 35% saham anak usaha AISA
• FISH targetkan pendapatan 2012 Rp10 triliun
Herseil - 16/12/2011 09:50 AM
#58

Welcome Investment Grade!!!!

Newsletter 16-12-11

Market Review
Quote:

Secara keseluruhan, pergerakan pasar saham baik global maupun regional masih dipengaruhi oleh kekhwatiran terhadap penyelesaian krisis zona Euro. Tingkat imbal hasil obligasi Italia yang meningkat menjadi sentimen negatif yang melemahkan pasar. The Fed juga mengemukakan bahwa The Fed tidak berniat menambah bantuan dana kepada perbankan Eropa. The Fed hanya meminjamkan dananya secara langsung kepada perbankan di wilayah AS. Faktor tersebut mendorong aksi jual yang dilakukan investor demi mengamankan porotolionya dan menjadikan IHSG ditutup melemah sebesar 50,064 poin (1,334%) ke level 3.701,54 dari posisi sebelumnya pada level 3.751,604. Menurunnya kepercayaan investor terhadap langkah-langkah baru penyelesaian krisis Eropa dan naiknya imbal hasil obligasi Italia membuat mayoritas pasar saham Asia ditutup melemah di atas 1%. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 141,76 poin (1,66%) ke level 8.377,37 dari posisi sebelumnya pada level 8.519,13 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 327,59 poin (1,78%) ke level 18.026,84 dari posisi sebelumnya pada level 18.354,43. Pelemahan bursa saham Asia turut disebabkan oleh indeks manajer pembelian (PMI) China yang kembali melemah dan masih menunjukkan kontraksi. Penurunan ini juga terjadi pada investasi langsung (FDI) China yang tercatat turun sebesar 9,76% per November 2011. Dari Jepang, sentimen manufaktur Jepang menunjukkan penurunan yang melebihi perkiraan sejumlah ekonom. Indeks Tankan turun menjadi -4 dari +2, dimana ekonom memperkirakan penurunan ke -2. Angka negatif ini mengindikasikan kondisi pesimistis. Bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. International Monetary Fund (IMF) menyetujui rencana pencairan dana talangan bagi Irlandia. Lembaga keuangan dunia itu mengeluarkan bantuan sebesar 3,91 miliar euro atau setara dengan US$5,08 miliar. Pinjaman lunak ini telah disetujui pada Desember tahun lalu untuk menuntaskan masalah keuangan Irlandia. Alokasi dana bantuan berasal dari kas fasilitas perpanjangan pinjaman. Pencairan ini bagian dari rencana pinjaman dengan Uni Eropa senilai 85 miliar euro atau setara dengan US$110,08 miliar. Negara dipaksa mencari pinjaman internasional dan menerapkan pengetatan anggaran.


Market Overview
Quote:

Meski hari ini transaksi akan menghadapi libur akhir pekan yang biasa rawan aksi ambil untung, tetapi seiring dengan munculnya sentimen positif yang cukup kuat maka IHSG diperkirakan berpeluang alami apresiasi. Adanya kabar baik dari dalam negeri diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi pergerakan IHSG di akhir pekan ini. Fitch rating yang menaikan peringkat Indonesia menjadi investment grade kemarin akan menjadi katalis bagi IHSG. Fitch rating memberikan peringkat rating credit Indonesia menjadi BBB- dari dari BB+. Prospek atas peringkat tersebut stabil. Country Ceiling naik menjadi BBB, dan utang jangka pendek dalam mata uang asing naik menjadi F3. Peringkat BBB- merupkaan peringkat yang layak investasi. Dengan predikat menjadi negara layak investasi, diperkirakan dapat memberikan peluang masuknya dana asing ke Indonesia. Dengan demikian dapat memberikan peluang kedepan bagi pasar modal Indonesia yang lebih baik sehingga akan mendorong bagi IHSG untuk mencapai level yang lebih baik dari posisi saat ini. Alasan Fitch rating menaikan peringkat Indonesia karena tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berdaya tahan, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati. Dukungan bagi IHSG lainnya, sentimen atas kenaikan indeks bursa Wall Street kemarin. Indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup menguat masing-masing 45,33 poin (0,38%) ke posisi 11868,81 dan 1,70 poin (0,07%) ke level 2541,01. Kenaikan indeks Wall Street ini respon positif data Amerika Serikat yang baik. Klaim pengangguran di Amerika Serikat pekan lalu merupakan terendah sejak Mei 2008 dan data aktifitas manufaktur mid-Atlantic melonjak pada Desember dibandingkan periode sebelumnya. Kendati demikian, pasar global masih dalam bayang-bayang krisis utang Eropa yang dikhawatirkan dapat memicu resesi global. Kecemasan atas krisis utang Eropa ini terus menekan pasar financial global. Pesimis terhadap ekonomi global ini pun terlontar dari Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) yang mengatakan bahwa prospek dunia suram dan butuh tindakan oleh semua negara untuk mencegah meluasnya krisis yang bisa menyebabkan terjadinya depresi global.


Stock Headlines
Quote:

• ASII targetkan penjualan mobil naik 10% di 2012
• KIJA akan tampung 40 perusahaan IKM berbasis komponen
• MEDC jual 51% saham Medco Power kepada Saratoga
• ELSA targetkan kontrak proyek 3D land seismic USD 16,5 juta
• BIPI buyback 3% saham ELSA pada 27 Januari 2012
• Laba GIAA mencapai Rp 725 miliar
• MEDC anggarkan capex USD 1,174 di 2012
• MEDC target produksi batu bara capai 8.500mt/ bulan di 2012
• ELSA akan lakukan refinancing utang USD 122,5 juta
• Star Energy, anak usaha BRPT akan miliki lagi 2 WKP di 2012
• SUGI rencana akuisisi blok migas Lemang PSC
• ULTJ targetkan laba bersih naik 73% di 2012
• ROTI rencana bangun tiga pabrik di 2012
• MEDC bayar utang 2012 US$504 juta
• KRAS raih pinjaman US$470 juta
• Capex TINS 2012 minimal Rp2 triliun
• IPO Greenwood raih izin efektif
• BRPT berikan pinjaman US$4 juta
• BMRI biayai anak usaha CTRP Rp1,82 triliun
Herseil - 19/12/2011 09:24 AM
#59

Newsletter 19-12-2011

Market review
Quote:

Indeks bergerak fluktuatif dalam perdagangan sepekan yang dipengaruhi oleh seputar perkembangan Eropa, kondisi ekonomi Amerika, dan sentimen dari dalam negeri. Diawali dengan niat Eropa yang akan memperketat anggaran untuk mengatasi krisis yang tengah terjadi. Pada pertemuan KTT, pemerintah Euro setuju untuk melakukan integrasi fiskal untuk menciptakan pengawasan yang lebih ketat di pos anggaran. Pertemuan tersebut sekaligus menciptakan hukuman otomatis bagi negara yang melanggar aturan tersebut. Dana penyelamatan ESM juga akan diluncurkan sebesar 500 miliar euro. Namun, kesepakatan tersebut dinilai tidak cukup untuk melawan krisis dalam jangka panjang. Presdien ECB, Mario Draghi juga menyangkal bahwa ECB akan mendukung inisiatif peningkatan pembelian obligasi. Dari lembaga pemeringkat, Fitch Rating memperingatkan adanya tekanan jangka pendek dalam surat utang negara-negara Uni Eropa. Sedangkan Moody’s mempertimbangkan akan menempatkan delapan perbankan Spanyol dan dua perusahaan holding ke dalam list pengawasan. Sedangkan dari Amerika, di tengah ketidakpastian krisis yang terjadi, The Fed tidak memberikan langkah-langkah stimulus baru untuk mengimbangi efek dari krisis utang Eropa yang memburuk. The Fed tidak merubah kebijakan moneter dan tidak memberikan sinyal pelonggaran kuantitatif lain seperti yang diharapkan. Sedangkan dari Asia, Fitch Rating siap memangkas perkiraan pertumbuhan negara-negara Asia tahun depan. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan target pertumbuhan Jepang karena prospek ekonomi global yang memburuk dan memicu perlambatan ekonomi. Data manufaktur Jepang juga menunjukkan penurunan yang melebihi perkiraan ekonom sebelumnya. Dari China, indeks manajer pembelian (PMI) kembali melemah dan menunjukkan kontraksi. Penurunan juga terjadi pada investasi langsung (FDI) China. Sedangkan dari domestik, di tengah krisis Eropa yang tengah terjadi, Fitch Rating menaikkan peringkat Indonesia ke level Investment Grade. Fitch menaikkan long term foreign dan local currency issuer default ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook stabil. Country ceiling dinaikkan menjadi BBB- dan short term foreign currency IDR dinaikkan menjadi F3.


Market Overview
Quote:

Pasar modal Indonesia akan menjadi alternatif bagi asing untuk melakukan investasi di dalam negeri. Peluang terbuka pasar domestic ini setelah Indonesia mendapatkan level Investment Grade dari Credit Rating Agency The Fitch yang menaikkan rating Indonesia menjadi "BBB-", dari sebelumnya "BB+". Long term foreign dan local currency issuer naik peringkatnya dengan outlook Stabil. Sementara country ceiling naik menjadi BBB, dan short term foreign currency IDR naik menjadi to F3. Kenaikan peringkat Indonesia akan menjadi daya tarik bagi pelaku pasar terutama asing, ditengah penurunan peringkat dari negara-negara Eropa. Kenaikan peringkat Indonesi oleh Fitch rating, kemungkinan akan diikuti oleh lembaga pemeringkat lainnya Moody’s maupun Standard & Poor’s. Diperkirakan pada 2012 lembaga pemeringkat lainnya seperti Moody`s dan Standard & Poors akan memberikan penilaian terbarunya terhadap peringkat ndonesia. Sementara itu pada sisi lainnya, Fitch Rating menurunkan peringkat sejumlah bank raksasa yang berbasis di Eropa dan Amerika Serikat. sejumlah bank utama seperti; Goldman Sachs, Deutsche Bank, Bank of America Corp., BNP Paribas, dan Citigroup. Peringkat kredit jangka panjang bank tersebut turun dua level, dari katagori "AA-" jadi "A.". Penurunan dikarenakan bank-bank tersebut menghadapi meningkatnya tantangan dari pasar keuangan, yang muncul dari perkembangan ekonomi dan banyak perubahan peraturan. Sedangkan, Standard & Poor’s menurunkan peringkat 10 bank Spanyol setelah sebelumnya telah melakukan kajian dengan menetapkan kriteria baru dan penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek. Setelah diturunkan peringkatnya, bank tersebut masih berada di dalam credit watch dengan implikasi negatif. Lembaga pemeringkat ini mengatakan telah mengkaji ulang peringkat 10 bank tersebut dengan menerapkan kriteria baru dan metodologi penilaian kelompok yang diperbaharui untuk bank. Sentimen lainnya bagi pasar dalam pekan ini, megenai rilis data ekonomi AS seperti; data Existing Home Sales yang diperkirakan naik menjadi 5.06 juta dari 4.97 juta, data GDP QoQ diperkirkan tetap di 2.0%, data GDP Price Index diperkirakan bertahan di 2.5% dan Personal Consumption diperkirakan bertahan di 2.3%.


Stock Headlines
Quote:

• BNBR akan bagikan dividen untuk laba bersih 2011
• BNBR siapkan investasi USD 3,5 miliar di 2012
• BNBR pastikan utang turun jadi Rp 4 triliun di akhir 2011
• BNBR tunda penerbitan obligasi hingga 1Q2012
• PGAS naik rating dari Fitch Ratings jadi BBB- dari BB+
• MEDC gandeng Saratoga power lakukan diversifikasi energi
• MEDC siapkan anggaran USD 1,2 miliar untuk capex di 2012
• PGAS anggarkan capex di 2012 sebesar USD 200 juta
• AALI produksi CPO selama 11 bulan 2011 naik 14,6%
• ADMG laba bersih di 2012 diperkirakan turun 23,81%
• ELSA akan jual kembali saham hasil buyback-nya
• APLN recurring income 10% di kuartal IV 2011
• MASA masuk ke sektor hulu perkebunan karet
• Buana Indah Garment ambil porsi 7,22% ditawarkan ERTX
• ADES jajaki perpanjangan kontrak merek dengan Coca-Cola
• IDB ambil alih 10% saham KARK
• SSIA siapkan belanja modal Rp1 triliun
• INAF targetkan pendapatan tumbuh 50% di 2012
• ASRI targetkan penjualan properti 2012 capai Rp 3 triliun
• BNBR bidik pendapatan Rp 13 triliun
• ADHI targetkan laba bersih naik 2.17% di 2012
• MDLN setujui rasio HMETD 1:1
Herseil - 20/12/2011 09:28 AM
#60

Newsletter 20 Dec 2012

Market Review
Quote:
Mayoritas perdagangan saham masih dipengaruhi oleh perkembangan eksternal baik global maupun regional yang menjadikan indeks bergerak flat hampir sepanjang perdagangan kemarin. Pada sesi penutupan, IHSG tercatat menguat tipis sebesar 1,933 poin (0,051%) menuju level 3.770,287 dari posisi sebelumnya pada level 3.768,354. Diawali dengan Fitch yang menurunkan outlook peringkat hutang Perancis menjadi negatif. Fitch juga menempatkan Spanyol, Italia, Belgia, Slovenia, Irlandia, dan Syprus pada negative rating watch. Moody’s juga menurunkan peringkat hutang Belgia sebanyak dua level menjadi Aa3 dengan outlook negatif. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Belgia yang melambat dan tingkat utang publik negara tersebut yang merupakan tertinggi ke lima di Eropa. Dari Asia, sentimen negatif berasal dari China dan Korea. Harga perumahan di China pada bulan November mencatakan performa terburuk pada tahun ini. Lebih dari separuh 70 kota besar di China mengalami penurunan harga rumah. Ditambah juga harga rumah di empat kota utama China seperti Shanghai, Beijing, Shenzen, dan Guangchou juga mengalami penurunan 0,3% pada Oktober lalu. Dari Korea, kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong II menimbulkan ketidakpastian politik di kawasan Asia. Keseluruhan indikator tersebut menjadikan mayoritas bursa saham Asia melemah, terutama Kospi Index yang melemah 63,03 poin (3,43%) ke level 1.776,93. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 105,6 poin (1,26%) ke level 8.296,12 dari posisi sebelumnya pada level 8.401,72 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 215,18 poin (1,18%) ke level 18.070,21 dari posisi sebelumnya pada level 18.285,39. Sedangkan dari Eropa, Perdana Menteri Italia, Mario Monti memenangkan mosi tidak percaya dari parlemen dalam paket penghematan yang dilakukan oleh pemerintahnya. Chamber of Deputies mendukung paket penghematan yang diajukan Monti senilai 33 miliar euro atau US$43 miliar. Agar bisa diterapkan, paket ini harus disetujui oleh Senat. Beberapa konsep yang diajukan adalah menaikkan tarif pajak, pemotongan belanja negara, dan reformasi peraturan pensiun demi menyeimbangkan neraca keuangan Italia hingga 2013. Dari domestik, Fitch Ratings menaikkan kredit jangka panjang delapan bank dengan outlook stabil.


Overview
Quote:

Dalam perdagangan saham hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan perluang menguat terbatas. Pasalnya, koreksi yang terjadi atas indeks Wall Street waktu AS akan menjadi sentimen negatif bagi indeks domestic ini. Koreksi atas indeks Wall Street, khawatir pimpinan Eropa akan gagal dalam menemukan jalan keluar terkait krisis utang yang dihadapi. Selain itu, pelaku pasar terus mencermati akan langkah dilakukan lembaga pemeringkat yang terus mengancam menurunkan rating dari sejumlah negara Eropa. Penurunan peringkat utang atas negara-negara di Eropa terus dilakukan oleh sejumlah lembaga pemeringkat. Moodys memangkas peringkat utang Belgia dari Aa1 menjadi Aa3 dengan outlook negatif. Utang Belgia memburuk setelah menyelamatkan bank Dexia yang bangkrut beberapa waktu lalu. Sebelumnya, S&P telah memangkas peringkat utang Belgia satu tangga menjadi AA. Sedangkan Fitch mengancam akan memangkas peringkat Belgia. Selain itu, Fitch telah menurunkan outlook peringkat Perancis dari AAA stable menjadi negatif. Predikat negatif ini akan diikuti penurunan tingkat pada setahun mendatang. Selain Prancis Fitch mengancam akan memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia. Fitch menyatakan perubahan outlook ini dipicu ketidakpastian perekonomian yang diakibatkan krisis utang Eropa. Hasil dari pertemuan pemimpin Uni Eropa pada Desember lalu, Fitch dalam kesimpulannya bahwa solusi yang komprehensif untuk krisis di Eropa secara teknis dan politis masih di luar jangkauan. Dan lembaga ini akan menurunkan rating Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Irlandia, dan Siprus. Enam negara tersebut sudah memiliki outlook yang negatif dan telah ditempatkan pada Credit Watch Negative dan terancam turun dalam tiga bulan mendatang. Hal lainnya dari Fitch tentang Prancis. Fitch menyatakan bahwa Prancis dibandingkan dengan negara 'AAA' di zona euro, Prancis berpotensi terkena imbas perluasan krisis. Hal tersebut dilihat dari defisit anggaran dan tingginya beban utang pemerintah Prancis dibandingkan negara lainnya. Sementara itu menurut, Menteri Keuangan Prancis Francois Baroin maupun ketua Bank Sentralnya justru kondisi ekonomi Inggris yang sangat mengkhawatirkan dan harus didowngrade bagi perekonomian Inggris.


Stock Headlines
Quote:

• MEDC, telah dapatkan persetujuan komersialisasi di Area 47, Libya
• Medco Power, anak usaha MEDC asset akan naik 300% pada 2015
• Transaksi 23,8% saham Bumi Plc selesai Januari 2012
• ELSA dapat pinjaman sindikasi perbankan USD 113 juta
• BIPI targetkan laba Rp 306,8 miliar pada tahun 2012
• MTFN anggarkan capex USD 25 juta
• ASII investasi senilai Rp 18 triliun untuk naikan kapasitas produksi
• IMAS target volume penjualan mobil dan motor naik 20% di 2012
• GIAA akan buy back di 2012
• GIAA siapkan capex Rp 1,4 triliun di 2012
• GIAA pendapatan non konsolidasi Rp 22,97 triliun 11M2011
• ETWA proyeksikan pendapatan biodiesel capai Rp 411,46 miliar
• MASA targetkan pendapatan naik 50% di 2012
• MASA anggarkan capex Rp 1,7 triliun-Rp 2 triliun
• MASA ekspansi Rp 2 triliun
• AGIS joint venture dengan Fujian Xinjifu Enterprise
• KLBF naik capex di 2012 jadi Rp 800 miliar
• ROTI cari dana Rp 400 miliar untuk ekspansi
• DILD anggarkan capex di atas Rp 1 triliun pad 2012
• JSMR menargetkan pendapatan 2012 meningkat 12-15%
• BJBR salurkan KCR Rp 165 miliar
• PTIS peroleh kontrak sewa clamshell dredger Rp 6 miliar
Page 3 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK