Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

PetaniSaham - 20/12/2011 09:46 AM
#61

sory gan OOT, numpang promosi \)

[QUOTE][RIGHT][PO] KAOS BULL vs BEAR 2012[FONT="Book Antiqua"]
Herseil - 21/12/2011 09:27 AM
#62

Newsletter 21-11-2012


Market Review
Quote:

Aksi profit taking menjelang penutupan perdagangan menjadikan indeks domestik berakhir pada zona negatif setelah sempat bergerak menguat di awal perdagangan. IHSG mencatatkan pelemahan 17,949 poin (0,476%) ke level 3.752,338 dari posisi sebelumnya pada level 3.770,287. Mayoritas pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh kekhwatiran investor akan lambatnya penyelesaian masalah Eropa. Sentimen negatif juga berasal dari pernyataan Mario Draghi yang mengemukakan sulit untuk kembali melakukan pembelian obligasi. Para menteri keuangan Eropa juga tidak memberikan rincian yang dianggap perlu dalam menangani krisis utang Eropa. Sedangkan dari Amerika The Fed berharap dapat menerapkan persyaratan permodalan Basel III dimana bank-bank besar diisyaratkan untuk memiliki modal tambahan. Mayoritas bursa saham regional tercatat menguat. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 40,36 poin (0,49%) menuju level 8.336,48 dari posisi sebelumnya pada level 8.296,12 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 9,99 poin (0,06%) menuju level 18.080,2 dari posisi sebelumnya pada level 18.070,21. Krisis yang tengah terjadi di Eropa, kini mulai berpotensi berpengaruh terhadap perusahaan asuransi. Setidaknya terdapat 15 perusahaan asuransi besar asal Eropa yang akan mendapat peringatan akan mengalami penurunan credit rating. Allianz, Aviva, AXA, dan Generali adalah 4 perusahaan yang masuk dalam daftar 15 perusahaan asuransi yang terancam downgrade. Bursa saham Eropa, mayoritas bergerak menguat tidak lebih dari 1%. Bank Sentral Swedia melakukan pemangkasan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2009 guna melindungi dari krisis utang Eropa. Suku bunga diturunkan sebesar 25 basis poin menjadi 1,75%. Sedangkan dari Jerman, kepercayaan bisnis di negara tersebut naik pada Desember 2011 dan kenaikan ini diatas prediksi ekonom yang memperkirakan akan terjadinya penurunan. Dari domestik, sektor perkebunan dan keuangan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan ditengah penurunan sektor lainnya. Sedangkan sektor perdagangan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 1,379%. Saham United Tractors (UNTR) menjadi salah satu saham yang memimpin penurunan sektor perdagangan dengan mencatatkan penurunan sebesar 1,39%.


Market Overview
Quote:

Optimisme setelah Fitch rating naikan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi kemungkinan besar akan diikuti oleh lembaga permingkat lainnya yakni S&P maupun Moody’s. Harapan kedepan prospek pasar modal Indonesia akan banyak masuknya dana asing ke dalam negeri. Meski saat ini kendala bagi pasar modal masih dihadapai oleh permasalah dari belum berakhirnya krisis utang negara Eropa. Ketidakpercayaan pasar terhadap penanganan krisis utang negara-negara Eropa terus menekan sektor financial global. Saat ini para pemimpin Uni Eropa tengah berupaya untuk menghimpun dana 200 miliar euro sebagai dana bailout zona Eropa dalam mengatasi krisis keuangan. Dimana jumlah pinjaman masing-masing negara ditetapkan berdasarkan kuota IMF, yakni pada ukuran relatif dan kekayaan. Sementara itu, Inggris melalui pernyataan dari Menteri Keuangan George Osborne mengatakan bahwa Inggris menolak berkontribusi pada tambahan dana talangan untuk menstabilkan zona Eropa. Bahkan dalam pernyataan lainnya Inggris tidak akan berpartisipasi dalam peningkatan sumber daya IMF yang hanya berasal dari negara Uni Eropa tanpa partisipasi dari negara G-20 lainnya di luar Uni Eropa. Sebelumnya, Inggris diminta memberikan pinjaman sebesar 30 miliar euro kepada IMF sebagai bagian rencana penyelamatan krisis. Penolakan Inggris bisa menjadi pandangan negative pasar. Dikhawatirkan target yang telah ditetapkan negara-negara Uni Eropa itu tidak tercapai. Dampaknya lembaga pemeringkat kredit internasional bisa kembali menurunkan peringkat zona Eropa. Akibatnya semakin membuat lebih sulit bagi kawasan ini untuk meyakinkan negara-negara G-20 non-Eropa, seperti Amerika Serikat, China, atau Rusia dalam memberikan bantuan. Sisi lainnya ECB telah memperingatkan bahwa kegagalan pada peningkatan dana bailout IMF secara penuh, bagi negara-negara Eropa yang tertekan, justru dapat membahayakan ekonomi global. Sebelumnya pada awal bulan ini, para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk menyusun perjanjian baru bagi integrasi lebih dalam zona Eropa, di mana setiap anggotanya dituntut untuk meminjamkan hingga 200 miliar euro pada IMF, guna membantu krisis negara zona euro.


Stock Headlines
Quote:

• JSMR targetkan pendapatan naik 12%-15% di 2012
• BORN akan tuntaskan akuisisi 23,8% saham Bumi Plc di 2012
• ADRO akuisisi secara tidak langsung Sejahtera Alam Energy
• TOTL, anak usahanya Total Persada Dev. bangun GKM Tower
• MASA akan melakukan right issue senilai Rp 1,53 triliun
• MASA butuhkan dana perusahaan Rp 1,75 triliun-Rp 2 triliun
• LPKR targetkan pendapatan Rp 6 triliun di 2012
• TMPI bentuk perusahaan joint venture dengan Fujian Xinjifu
• TMPI kerjasama dengan 3 pihak mitra usahanya
• BJBR salurkan kredit modal kerja Rp 250 miliar ke Waskita Karya
• BVIC seleksi underwriter dalam penerbitan obligasi senior
• MBTO akan naikkan harga jual produk 3%-5% di 2012
• GOLD rencana investasikan Rp 2 miliar buka 1 gerai di Bali di 2012
• SQBB targetkan penjualan naik 11%-20% di 2012
• BYAN-Buma tandatangan kontrak USD 640 juta
• Penjualan AISA dapat meningkat 155%
• AISA anggarkan capex Rp 414 miliar tahun depan
• GPRA batalkan rencana rights issue Rp 700 miliar
• GPRA kembali jajaki obligasi Rp 300 miliar
• GPRA targetkan penjualan unit properti naik 30%
• TSPC alokasikan capex Rp150 miliar
• PTBA dan CHD memenangi tender proyek PLTU
Herseil - 22/12/2011 10:20 AM
#63

Newsletter 22-Dec-2012

Market Review
Quote:

Indeks bergerak menguat di sepanjang perdagangan kemarin hingga sempat menyentuh posisi tertingginya pada level 3.808,391. Sentimen positif global mampu membangun kembali kepercayaan investor untuk melakukan aksi beli. IHSG tercatat menguat sebesar 41,929 poin (1,117%) menuju level 3.794,267 dari posisi sebelumnya pada level 3.752,338. Diawali dengan penguatan bursa saham Amerika pada perdagangan sebelumnya yang didukung oleh meningkatnya data housing starts dan membaiknya indeks data IFO Business Confidence dari Jerman. Kedua sentimen tersebut turut menguatkan bursa saham Asia, terkecuali China. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 123,5 poin (1,48%) menuju level 8.459,98 dari posisi sebelumnya pada level 8.336,48 dan indeks tercatat naik sebesar 336,25 poin (1,86%) menuju level 18.416,45 dari posisi sebelumnya pada level 18.080,2. Sedangkan Shanghai Composite tercatat menurun sebesar 24,78 poin (1,12%) ke level 2.191,15 dari posisi sebelumnya pada level 2.215,93. Penguatan bursa saham Asia juga didukung oleh langkah Jepang yang mempertahankan tingkat suku bunga pada level 0% hingga 0,1%. Bank Sentral Jepang juga tetap menganggarkan program pembelian aset senilai 20 triliun yen dan program pinjaman kredit senilai 35 triliun yen. Bursa saham Eropa juga bergerak menguat dalam kisaran yang tidak lebih dari 1%. Kenaikan ini masih didukung oleh sentimen positif data ekonomi AS dan data Jerman. Sedangkan dari domestik, seluruh sektor perdagangan tercatat menguat dan asing membukukan net buy sebesar Rp400 miliar. Pergerakan saham juga diramaikan oleh listing-nya saham baru, Saranacentral Bajatama (BAJA) yang naik sebesar 36% pada perdagangan hari pertamanya. Sektor properti menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 2,239%. Kenaikan ini dipimpin oleh penguatan saham Jaya Real Property (JRPT) sebesar 20,99%. Sedangkan sektor keuangan membukukan penguatan terendah sebesar 0,532%.


Market Overview
Quote:

Sentimen membaiknya perekonomian Amerika Serikat dan Jerman diperkirakan masih direspon positif pelaku pasar hari ini. Katalis lain adalah Bank Sentral Eropa (ECB) akan memberi pinjaman jangka panjang kepada bank-bank di zona Euro sebesar Euro 489 miliar (USD 645 miliar) atau mencapai rekor dalam 3 tahun ini dan di atas perkiraan ekonom. Hal itu untuk menjaga agar kredit mengalir ke perekonomian selama krisis utang negara. Bursa saham berpotensi bergerak positif kembali hari ini. Potensi tersebut semakin terbuka dengan adanya ekspektasi upgrade peringkat utang Indonesia menjadi investment grade oleh lembaga pemeringkat lainnya, yaitu Moodys dan Standard & Poors. Pemerintah memperkirakan Moodys dan Standard & Poors akan menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) pada kuartal pertama 2012. Pemerintah memanfaatkan perolehan rating tersebut untuk mendorong perekonomian melalui percepatan pembangunan infrastruktur dalam program MP3EI dengan mengalokasikan dana hingga Rp 1700 triliun. Pembangunan sektor infrastruktur diharapkan memberikan multiplier effect pada sektor-sektor lainnya. Saham-saham terkait diprediksikan mendapat imbas dari program pemerintah tersebut di tahun-tahun mendatang. Meski demikian, faktor eksternal tetap memberikan pengaruh. Implementasi penyelesaian utang dan pemulihan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat menjadi concern investor. Kabar lainnya dari Eropa mengenai, bank-bank di Eropa yang mengalami tekanan dari European Central Bank (ECB). Hal yang dilakukan oleh Bank-bank tersebuy dengan menjual asset yang memiliki nilai harga bagus. Seperti diketahui, bank-bank di Eropa banyak yang memegang surat hutang Yunani, Portugal, dan Italia yang notabene sedang tertimpa krisis. Krisis tersebut mengakibatkan surat hutang yang dibeli nilainya menyusut.


Stock headlines
Quote:

• PTBA dapat tender proyek PLTU di Mulut Tambang Banko Tengah
• BYAN berikan kontrak senilai USD 640 juta ke BUMA
• BORN akan buyback utang dari dana penjualan obligasi
• BIPI akuisisi Astrindo Mahakarya Indonesia
• ADHI perkirakan pendapatan capai Rp 9,4 triliun di 2012
• EXCL kerjasama dengan Huawei Tech Investment
• BTEL perkirakan pendapatan naik 10% di 2012
• BMRI proyeksikan pertumbuhan bisnis naik 20% di 2012
• BVIC salurkan kredit investasi Rp 150 miliar ke Sixtysix Paradise
• Bapepam-LK kaji backdoor listing Pelita Sejahtera Abadi
• TMPI alokasikan dana USD 50 juta untuk bisnis tambang emas
• LPKR targetkan pendapatan Rp 6 triliun di 2012
• DILD rencana tambah pinjaman perbankan sekitar Rp 600 miliar
• INAF targetkan penjualan obat generik naik 50%
• BAJA incar pertumbuhan laba bersih naik 150 di 2012
• BAJA rencana bangun pabrik baja baru
• FISH targetkan pendapatan naik 33,3% di 2012
• ADHI targetkan kontrak baru Rp2,7 triliun di 2012
• MDRN alokasikan capex 2012 Rp250 miliar
• SAIP tuntaskan konversi utang Rp2,05 triliun
• TBLA akan bangun pabrik gula
• CNKO targetkan pendapatan Rp 1,2 triliun
Herseil - 23/12/2011 09:10 AM
#64

Newsletter 23-12-2011
Before Christmas

Market Review
Quote:

Setelah bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan kemarin, akhirnya indeks bursa saham domestik berhasil ditutup menguat tipis di tengah pelemahan bursa regional. IHSG tercatat naik sebesar 1,176 poin (0,031%) menuju level 3.795,443 dari posisi sebelumnya pada level 3.794,267. European Central Bank (ECB) telah bersedia menyediakan dana pinjaman berbunga rendah selama tiga tahun untuk bank-bank di Eropa dengan tujuan memperkuat sistem perbankan. Hal ini diharapkan dapat meredakan ancaman krisis kredit dan mendorong perbankan Eropa untuk membeli obligasi Italia dan Spanyol. Namun, rencana penggelontoran dana oleh ECB justru direspon negatif oleh pasar. Fasilitas kredit yang diberikan oleh ECB diperkirakan lebih besar dari yang diperkirakan dan menurunkan optimisme bahwa krisis di negara tersebut akan segera terselesaikan. Kekhawatiran akan kesehatan ekonomi Eropa menyebabkan mayoritas bursa saham Asia ditutup turun. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 64,82 poin (0,77%) ke level 8.395,16 dari posisi sebelumnya pada level 8.459,98 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 38,22 poin (0,21%) ke level 18.378,23 dari posisi sebelumnya pada level 18.416,45. Bursa saham Eropa bergerak naik hingga diatas 1%. Standard & Poor’s menurunkan peringkat utang dalam dan luar negeri Hungaria dari sebelumnya BB+ menjadi BBB-. Dengan demikian, saat ini negara anggota Uni Eropa itu masuk ke dalam kategori junk grade atau tidak layak investasi. Sedangkan dari domestik, sektor perdagangan tercatat variatif dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp98 miliar. Sektor properti menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,037% yang dipimpin oleh penurunan saham Jaya Real Property (JPRT) sebesar 18,4%. Sedangkan sektor industri dasar menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,821%. Penguatan ini dipimpin oleh kenaikan saham sektor semen, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dan Semen Gresik (SMGR) yang masing-masing tercatat naik sebesar 1,8%.


Market Overview
Quote:

Jelang libur panjang dan hadapi tutup tahun diduga aktifitas dari sebagian pelaku mulai berkurang. Indeks diperkirakan kembali bergerak flat dengan rentang gerak terbatas. Kendati demikian, pasar tetap akan mencermati perkembangan dan informasi yang keluar dari kawasan Eropa. Kendati dari dalam negeri berharap setelah Fitch rating naikan peringkat investasi Indonesia dari BB+ menjadi BBB- atau setara dengan Investment Grade, diperkirakan Moodys akan mengeluarkan hasil surveinya terhadap Indonesia pada Januari 2012 mendatang. Sisi lainnya, krisis utang Eropa telah memudarkan kepercayaan pelaku pasar atas lengkah kebijakan yang dilakukan pemerintah maupun lembaga keuangannya. Seperti dana pinjaman yang digelontar ECB dalam jumlah yang besar hingga 490 miliar euro untuk 3 tahun sebagai solusi menangani krisis, tidak mendapatkan respon pasar. Bahkan pelaku pasar justru meragukan negaranegara Eropa dalam menggunakan dana pinjaman ECB untuk membeli obligasi pemerintah Eropa tersebut. Sentimen negativ dari Eropa nampaknya belum ada habisnya, seperti S & P penurunan peringkat utang Hungaria menjadi peringkat Junk. Penilaian negative atas Hungaria ini pun justru dating dari lembaga keuangannya, bahwa Bank sentral memperkirakan, target defisit anggaran tahun depan bisa terlampaui. Diperkirakan defisit tahun depan diperkirakan bisa mencapai 3,7% dari PDB, sebelumnya pemerintah menargetkan sebesar 2,5%. Bank sentral Hungaria dipekirakan akan menaikan kembali suku bunga apabila risiko dan outlook inflasi makin muram. Dari Jepang, tentang laporan BOJ bahwa outlook untuk ekonomi Jepang adalah flat untuk sementara waktu ini.


Stock Headlines
Quote:

• JSMR targetkan pendapatan Rp 5,3 triliun di 2012
• ADHI targetkan penjualan naik 34,5% jadi Rp 9,42 triliun di 2012
• AALI pendapatan naik 45,1% jadi Rp 9,72 triliun 11M2012
• PTBA lanjutkan proses hukum dengan ADRO sengketa lahan
• BIPI targetkan produksi minyak 6.345 BOPD di 2012
• ELSA targetkan pendapatan naik 22% jadi Rp 5,602 triliun di 2012
• TRAM raih kontrak pengapalan kargo LNG senilai USD 200 juta
• HERO rencana stock split rasio 1:10
• ETWA dapatkan tambahan kredit Rp 25 miliar dari Bank Chinatrust
• ULTJ perkirakan biaya produksi naik 5%-10% di 2012
• RUIS ambil alih 3 perusahaan jadi kepemilikan langsung
• ADMG anggarkan capex USD 17,5 juta di 2012
• MDRN targetkan pendapatan dari gerai 7-Eleven kontribusi 50%
• SHID targetkan pendapatan naik 15% jadi Rp 165,6 miliar
• LTLS suntikkan dana Rp 700 juta ke 2 anak usahanya
• AHAP pendapatan premi bruto capai Rp 124,066 miliar 11M2011
• LION jual pabrik yang kena dampak semburan lumpur Lapindo
• ENRG akuisisi ONWJ USD 212 juta
• BCAP akuisisi Jamindo Insurance
• EMDE bidik lonjakan laba 748%
• PNIN targetkan premi Rp 216 miliar
• Greenwood Sejahtera listing hari ini dengan kode GWSA
Herseil - 27/12/2011 09:22 AM
#65

Newsletter 27-Dec-2011

Market Review
Quote:

Menjelang libur panjang hari Natal, transaksi perdagangan di BEI cenderung lesu. IHSG ditutup menguat tipis 1,708 poin (+0,045%) di 3797,151. Sempat menyentuh level tertinggi hariannya di 3821,988 sekaligus merupakan level tertinggi sejak 18 November lalu, dimana IHSG cenderung bergerak di bawah level 3793 yang menjadi resisten IHSG selama waktu tersebut. Belum ada insentif positif yang mampu mengangkat indeks, sehingga selama sepekan lalu ihsg bergerak fluktuatif dan ditutup relatif flat. Bahkan sentimen negatif dari global, terutama berkaitan dengan krisis di Eropa, masih mendominasi bursa saham, sehingga sensitif terhadap setiap informasi dari eksternal. Hanya, pada 21 Desember IHSG mampu mencatatkan kenaikan yang cukup untuk mencapai level resistennya tersebut. Kenaikan itu terimbas oleh sentimen positif data ekonomi Amerika dan Jerman. Membaiknya data ekonomi AS tersebut dinilai sebagai sinyal pemulihan ekonomi dunia di tengah krisis Eropa. Selanjutnya indeks kembali bergerak fluktuatif dan ditutup flat, mengabaikan berita ECB akan memberi pinjaman sebesar Euro 489 miliar (USD 645 miliar) ke bank-bank di zona Eropa. Listing perdana PT. Greenwood (GWSA) pada 23 Desember di waktu yang kurang menguntungkan, sehubungan dengan sentimen negatif global dan masa menjelang libur natal dan akhir tahun. Akibatnya saham GWSA ditutup melemah 18% di hari pertama listing. Saham SSIA menjadi primadona baru, dimana mengalami rally sejak akhir November hingga Jumat lalu atau telah naik 100%. Selain itu, Nilai tukar rupiah selama sepekan lalu juga bergerak sangat volatil dalam kisaran yang lebar. Rupiah sempat terdepresiasi hingga ke Rp 9180/USD. Melemahnya nilai rupiah itu kemungkinan karena meningkatnya kebutuhan US dolar untuk keperluan libur dan tutup tahun.


Market Overview
Quote:

Perdagangan saham di bursa efek Indonesia jelang penutupan akhir tahun 2011 yang hanya tinggal empat hari diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas. Karena diduga sebagian dari pelaku pasar sudahmengurangi aktifitas transaksinya dan siap menyongsong pergantian tahun. Sementara itu, minimnya sentimen dari dalam negeri dan kuat risiko pasar dari eksternal akan menjadi alasan lain bagi pemodal lebih untuk memegang kas dengan melepas portofolio saham. Kendati demikian pergerakan IHSG selama pekan ini tetap akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seputar perkembangan dari krisis utang negara-negara Eropa. Seperti, kekhawatiran yang muncul dari Eropa dimana ECB menyatakan bahwa prospek ekonomi Eropa masih akan dibayangi oleh imbas dari krisis di sektor financial. Meski sinyal positif dari Kanada mengatakan akan mendukung permintaan Uni Eropa agar negara-negara G20 menyuntikan miliaran dolar kepada Dana IMF guna menangani krisis utang zona euro. Uni Eropa membutuhkan dana sebesar 150 miliar euro. Diperkirakan kebutuhan tersebut masih dibawah target yang dibutuhkan yakni kurang 50 miliar euro untuk membantu menstabilkan kawasan euro yang sarat utang, setelah Inggris, menolak untuk berkonstribusi sekitar 30 miliar euro. Kecemasan terus menyelimuti penurunan peringkat terhadap negara-negara Eropa. Setelah Hungaria turun peringkatnya kini giliaran Lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit Slovenia satu tingkat menjadi A1, menyusul kekhawatiran bahwa pemerintah anggota zona euro itu kemungkinan terpaksa menopang bank-bank yang sakit. Permasalahan lainnya, potensi naiknya harga minyak dunia menyusul adanya sentimen mengenai penurunan persediaan minyak mentah dunia setelah Iran diprediksi akan mengalami embargo pengiriman minyak mentah. Kepastian mengenai kebijakan embargo terhadap pengiriman minyaknya, yang dibahas pihak Uni Eropa dan AS dalam pertemuan di Roma untuk membahas mengenai hal tersebut. Sentimen dari AS, bagi pasar dalam pekan ini, mengenai rilis data mingguan yaitu; data Consumer Confidence yang diperkirakan naik menjadi 58.0 dari 56.0.


Stock Headlines
Quote:

• SHID akan lakukan kuasi reorganisasi
• SHID targetkan pendapatan naik 15% di 2012
• TRAM akan garap bisnis batubara pada kuartal II-2012
• SMGR siap emisi obligasi Rp 3 triliun
• FREN berencana reverse stock tahun depan
• Laba usaha BNBR turun Rp 489 milyar pada kuartal III
• ELSA incar kontrak USD 138,7 juta
• RAJA perkirakan laba akhir 2011 Rp 18,09 miliar
• DGIK targetkan kontrak baru Rp 1,7 triliun
• DUTI beli saham perusahaan asosiasi
• ETWA membatalkan rencana kuasi reorganisasi
• HADE menjajaki rights issue
• SSIA siap bagi dividen final sebesar Rp24 miliar
• UNTR pinjami Bumi Pertiwi Rp 50 miliar
• GWSA siapkan investasi Rp 4,8 triliun
• TKGA bidik penjualan Rp 2 triliun
• TLKM mendapatkan kontrak senilai Rp10.7miliar
• BBCA membukukan kredit kepemilikan rumah Rp27triliun
• BNGA menyuntikkan modal tambahan kepada anak usahanya
• WOMF menargetkan pembiayaan pada 2012 sebesar Rp7.7triliun
Herseil - 28/12/2011 09:17 AM
#66

Newsletter 28-Dec-2011

Market Review
Quote:

Pekan terakhir Desember 2011, transaksi perdagangan berlangsung lesu dengan nilai transaksi hingga penutupan sesi II sebesar Rp 2,819 triliun. Berkurangnya aktifitas pelaku pasar tersebut membuat indeks bergerak terbatas dan diwarnai oleh aksi ambil untung yang dilakukan pemodal. Posisi aksi ambil untung dilakukan pemodal untuk memperoleh target cash dalam T+3. Akibatnya indeks mengalami tekanan dan bergerak di area negatif hampir di sepanjang perdagangan. Hal ini dipicu oleh pelepasan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti ASII, BMRI, GGRM, UNVR. IHSG sempat menguat tapi tidak mampu bertahan. Selective buy saham ASII, UNTR, AALI, BUMI menjelang closing sesi II mereduksi koreksi indeks menjadi hanya -7,726 poin (-0,203%) dan ditutup di 3789,425. Koreksi IHSG selain terimbas oleh bursa Asia lainnya dan minimnya insentif di bursa, diperkirakan juga karena sejumlah investor melepas portofolionya untuk memegang cash. Namun asing mencatatkan net buy Rp 106,97 miliar. Nilai rupiah juga sempat melemah hingga Rp 9110/USD. Ditengah minimnya insentif positif, justru muncul sentimen negatif dari pernyataan Bank of Japan yang menurunkan outlook ekonominya, dimana risiko ekonomi saat ini tinggi karena dampak krisis Eropa, serta menurunnya consumer confedence index Korea Selatan. Koreksi indeks Kospi juga terkait oleh kekhawatiran transisi pemimpin baru Korea Utara serta pernyataan berwenang tentang kemungkinan adanya kesalahan trading order. Secara umum indeks di bursa Asia melemah, meski bursa Eropa terapresiasi, menghapus sentimen positif data ekonomi Amerika sebelumnya yaitu data kenaikan industri durable goods dan penjualan rumah baru AS. Bursa Hongkong, Australia dan New Zealand telah libur dan akan disusul oleh bursa saham lainnya. Hal itu menjadikan berkurangnya acuan di bursa saham Asia. Investor diperkirakan mulai meninggalkan bursa saham untuk libur natal dan berlanjut tahun baru, menjadikan bursa saham sepi transaksi.


Market Overview
Quote:

Menutup akhir tahun 2011, tampaknya belum terlihat sinyal positif nyata bagi pemulihan perekonomian global terutama permasalahan krisis utang uni Eropa. Sejumlah isu negatif terus bermunculan secara silih berganti yang dikhawatirkan akan terus menjadi beban di tahun 2012. Tidak saja isu tentang ekonomi, tetapi juga masalah politik mau pun baurannya. Transisi kepemimpinan di Korea Utara adalah salah satu yang dicermati banyak pihak. Selain itu, Amerika Serikat yang akan melaksanakan Pemilu Presiden pada tahun 2012, dan sudah pasti akan menyerap perhatian dunia. Hal itu terkait dengan kebijakan politik dan ekonomi AS utamanya dalam hubungannya secara multilateral, dan pada akhirnya tidak lepas dari kepentingan ekonomi. Sementara itu Pemerintah Jepang dan Cina akan meningkatkan perdagangan langsung Yen dan Yuan tanpa menggunakan dolar AS dan mendorong pengembangan pasar valas. Jepang dan Cina yang nota bene adalah tiga besar negara dengan perekonomian besar dunia juga akan membentuk pasar mata uang yang melibatkan perusahaan-perusahaan lokal. Hal itu bisa berdampak pada nilai tukar US dolar, sehingga berpotensi memperlebar friksi hubungan ekonomi Cina dengan Amerika Serikat. Amerika sendiri ‘menyalahkan” Cina terkait dengan kebijakan peg Yuan yang dinilai merugikan perekonomian AS. Sementara di belahan Eropa, isu krisis Eropa belum juga mereda dan belum menemukan titik terang penyelesaian bersama zona Eropa. Bahkan Spanyol melalui Menteri Keuangannya menyatakan bahwa ekonomi Spanyol akan masuk ke dalam resesi pada awal tahun depan. Spanyol merasa pesimis dengan prospek ekonominya, menyusul pertumbuhan ekonominya selama kuartal pertama dan kedua 2011 hanya di kisaran 0,2%-0,3%. Sejumlah bursa saham akan libur dipenghujung tahun 2011, diantaranya adalah bursa Korsel, Filipina, Australia dan New Zealand. Oleh karenanya, sentimen negatif tentang perekonomian global diperkirakan berdampak minim terhadap indeks di bursa dunia dalam jangka pendek ini. Di tengah minimnya katalis di bursa, dan bahkan sentimen negatif krisis ekonomi, kendati demikian investor masih berharap akan adanya window dressing maupun January Effect.


Stock Headlines
Quote:

• ENRG targetkan produksi capai 47 ribu barel per hari di 2012
• ELSA diperkirkan bukukan rugi bersih Rp 55 miliar di 2011
• CKRA akan masuk bisnis perdagangan umum dan pertambangan
• MYOH laba bersih 2012 diperkirakan turun 11,62%
• BBNI biayai Protelindo Rp 2 triliun
• Fidelity tingkatkan kepemilikan saham TBIG
• Produksi DOID mencapai 3,1 juta ton per November 2011
• INAF juga Radiofarmaka ke Jepang
• AISA beli aset tetap dan merek dagang “Taro”
• EMDE percepat bayar utang
• KIAS bukukan kenaikan laba karena turunnya pajak
• TiPhone tawarkan harga saham Rp 310/lembar
• Rugi bersih FREN naik 48%
• Transformasi usaha tingkatkan pendapatan MYOH 74.578%
• IPO anak usaha PLN kemungkinan tertunda
• EMDE kurangi hutang Rp70 miliar
• Pegadaian siap IPO pada 2012
• PJAA dan JRPT siapkan proyek Rp500 miliar
• Dirut ARII jual saham Rp1.500/saham
• INAF kerja sama dengan Batantech
• AMFG bayar US$4,67 juta untuk ekspansi
Herseil - 29/12/2011 09:13 AM
#67

Newsletter 29-Dec-2011

Market Review
Quote:

Indeks bergerak melemah pada hampir sepanjang perdagangan kemarin bersamaan dengan pelemahan bursa global dan regional seiring minimnya sentimen yang mendukung investor untuk bersikap wait and see di tengah penantian arah yang jelas. IHSG ditutup melemah sebesar 20,211 poin (0,533%) ke level 3.769,214 dari posisi sebelumnya pada level 3.789,425. Diawali dengan pelemahan bursa saham Amerika pada perdagangan hari sebelumnya yang disebabkan oleh data harga perumahan AS yang mengalami penurunan. Pelemahan ini juga berdampak terhadap penurunan bursa saham Asia yang ditambah juga dengan rilis data factory Jepang yang mengalami penurunan di bawah prediksi ekonom sebelumnya. Data factory Jepang pada bulan November turun 2,6% dibandingkan dengan bulan Oktober yang naik 2,2% seiring dengan penurunan ekspor negara tersebut karena tingginya nilai tukar yen dan banjir di Thailand. Ekonom sebelumnya memprediksikan produksi akan turun sebesar 0,8%. Bursa saham Jepang ditutup melemah sebesar 16,94 poin (0,2%) ke level 8.423,62 dari posisi sebelumnya pada level 8.440,56 dan indeks Hang Seng tercatat turun sebesar 110,5 poin (0,59%) ke level 18.518,67 dari posisi sebelumnya pada level 18.629,17. Bursa saham Eropa bergerak menguat di tengah kondisi yang masih diliputi dengan ketidakpastian. Dari Yunani, negara ini masih terus menerus terancam perlambatan ekonomi. Data terakhir menunjukkan selama musim belanja Natal 2011, penjualan ritel menurun sebesar 30% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan dari domestik, sektor pedagangan tercatat variatif. Sektor perkebunan menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,657% dan sektor infrastruktur menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 1,023%. Kenaikan sektor perkebunan dipimpin oleh kenaikan saham Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) sebesar 13,9%. Sedangkan penurunan sektor infrastruktur dipimpin oleh saham telekomunikasi yang tercatat turun 1,8% hingga 2,1%.


Market Overview
Quote:

Hanya tinggal dua hari jelang tutup tahun 2011, IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi. Koreksi yang terjadi atas indeks bursa Wall Street kemarin waktu setempat, akan berdampak bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini. Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar 13,9,94 pon (1,14%) berada di posisi 12151,41. Koreksi indeks Dow Jones di tengah kekhawatiran tentang ekonomi di awal 2012 dan dan keprihatinan tentang lelang obligasi Italia yang akan berjalan pada Kamis waktu setempat. Pasar masih dicemaskan oleh kondisi krisis utang Eropa yang belum menandakan akan berakhir. Bahkan dikabarkan bank-bank Zona Euro dilaporkan telah menyimpan sejumlah dananya di Bank Sentral Eropa (ECB), beberapa hari usai bank sentral tersebut menyuntikan likuiditas. Hal ini menunjukan bahwa suntikan likuiditas telah memangkas risiko kegagalan bank Eropa. Dengan demikian bahwa dana yang disediakan oleh bank sentral belum dimanfaatkan oleh bank. Justru bank-bank tersebut menempatkan dana hampir 412 miliar euor atau sekitar US$539 miliar dalam fasilitas deposito ECB. Pasa akan mencermati lelang surat utang Italia pada hari Kamis ini waktu setempat. Lelang surat utang ini dikhawatirkan tidak optimal, pasalnya bank tetap memilih untuk menyimpan dana di ECB dari pada berinvestasi di surat utang Italia. Sementara melihat potret ekonomi Italia biaya pinjaman telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir sehingga membuat imbal hasil berada di level yang dianggap oleh banyak kalangan tidak bisa dipertahankan dan meningkatkan spekulasi bahwa negara itu kemungkinan besar memerlukan bailout. Pasar mencemaskan rencana S&P yang akan mengumumkan hasil review terhadap peringkat utang 15 negara zona Eropa Januari mendatang. Faktor geopolitik Timur Tengah terkait dengan embargo terhadap minyak Iran yang dapat memicu kenaikan harga minyak dunia. Iran mengancam akan menghalangi pengiriman melalui selat jika sanksi dikenakan pada ekspor minyaknya.


Stock Headlines
Quote:

• UNTR targetkan jual 21 ribu unit alat berat di 2012
• ENRG perkirakan EBITDA naik 243,75% di 2012
• TLKM kerjasama dengan KemenKop kembangkan koperasi
• CMNP anggarkan capex Rp550 miliar di 2012
• PTPP tangani pembangunan 6 bandar udara senilai Rp901 miliar
• TPIA akan dapat income Rp 12 miliar dari sewa tanah
• INAF akan kuasi reorganisasi untuk hapus defisit Rp 57 miliar
• INAF jajaki kontrak penjualan alat kesehatan untuk Radiofarmaka
• Dua anak usaha WINS, dapat pinjaman USD 45 juta dari IFC
• INVS rencana lakukan stock split awal 2012
• INVS divisi bisnis telekomunikasi akan sumbang 60% pendapatan
• Anak usaha INVS rencana akuisisi 70% saham API
• Anak usaha HITS digugat pailit oleh Linsen International Limited
• INVS akuisisi tambang batubara USD 150 juta
• BABP siap rights issue di kuartal I-2012
• BNLI telah selamatkan aset bermasalah Rp 750 miliar di 2011
• CMNP kaji penerbitan obligasi Rp 1-1,5 triliun
• INAF siap bagi dividen 30%
• FREN akan rights issue dengan rasio 1:2 pada harga Rp100
• AISA raih pinjaman Rp250 miliar
• POOL stock split 1:2
• Realisasi penjualan INAF dibawah target


Reminder
Special fee for online trading, starting from 0,1% (buy) and 0,2% (sell)
For more info please contact us
Herseil - 30/12/2011 09:30 AM
#68

Newsletter 30-Dec-2011
Last trading day for 2011

Market review
Quote:

Setelah bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan, akhirnya indeks berhasil ditutup menguat di tengah pelemahan sejumlah bursa saham dunia. IHSG tercatat menguat sebesar 39,558 poin (1,05%) menuju level 3.808,772 dari posisi sebelumnya pada level 3.769,214. Diawali dengan pergerakan IHSG yang melemah hingga sempat menyentuh posisi terendahnya pada level 3.736,227. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran akan hasil lelang obligasi Italia yang akan diadakan hari Kamis waktu setempat. Sentimen negatif juga berasal dari neraca Bank Sentral Eropa (ECB) yang menunjukkan peningkatan pengucuran pinjaman perbankan yang terlampau besar guna mengatasi krisis utang Eropa. Neraca ECB menembus rekor baru senilai EUR2,73 triliun atau US$3,55 triliun. Sebelumnya ECB telah menggelontarkan pinjaman dengan tenor 3 tahun kepada 523 perbankan dengan nilai total EUR489 miliar untuk mendongkrak pengucuran kredit. Investor mengkhawatirkan kondisi Eropa yang akan masuk ke dalam resesi sehingga perbankan sulit memberikan pinjaman. Kedua sentimen ini ditambah dengan rilis data industrial production Korea Selatan yang kembali turun di bulan November, berpengaruh pada bursa saham regional dimana indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 24,73 poin (0,29%) ke level 8.398,89 dari posisi sebelumnya pada level 8.423,62 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 120,75 poin (0,65%) ke level 18.397,92 dari posisi sebelumnya pada level 18.518,67. Bursa saham Eropa bergerak mixed dalam kisaran yang tidak lebih dari 0,5%. Pasar mengantisipasi hasil lelang utang jangka panjang Italia yang sebelumnya dapat dikatakan cukup sukses dengan penurunan bunga menjadi 3,25% dibandingkan 6,5% pada bulan sebelumnya. Dari domestik, seluruh sektor perdagangan tercatat menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp281 miliar. Sektor infrastruktur menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 1,53% sedangkan sektor perkebunan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan terendah sebesar 0,067%.


Market Overview
Quote:

Pada akhir penutupan perdagagan saham di tahun 2011, IHSG diperkirakan berpeluang menguat. Jika mengacu secara historikal perdagangan saham pada akhir penutupan tahun dalam periode lima tahun terakhir selalu ditutup dalam teritorial positif. Artinya probabilitas IHSG untuk di tutup dalam zona positif cukup besar dibandingkan potensial koreksi. Kenaikan yang terjadi terhadap indeks bursa Wall Street kemarin waktu AS, akan menjadi dorongan bagi pergerakan IHSG. Indeks Dow Jones ditutup menguat sebesar 135,63 poin (1,12%) ke posisi 12287,04 dan indek Nasdaq naik sebesar 23,76 poin (0,92%) ke posisi 2613,74. Kenaikan indeks Wall Street dipengaruhi oleh signal positif pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Serta membaikany rilis data ekonomi seperti; indeks home builders naik 4,3%, aktifitas pabrik tumbuh di US Midwest pada Desember, pembelian meningkat dan initial claim untuk jobless benefits naik. Selain itu, sentimen dari Italia melakukan lelang obligasi menjadi katalis bagi pergerakan indeks global. Keberhasilan Italia melakukan lelang obligasi dikarenakan adanya dukungan Bank Sentral Eropa (ECB) melalui mekanisme pendanaan bagi perbankan. Mekanisme pendanaan tersebut menodorong munculnya permintaan obligasi jangka panjang Italia dalam lelang obligasi usai ECB menyuntikan likuiditas yang dilakukan pekan lalu. Sentimen dari tentang kondisi Spanyol yang mengalami pemangkasan pengeluaran nasional yang cukup dalam dan memperkenalkan reformasi dibawah pemerintahan sebelumnya, partai sosialis, tetapi ekonomi masih stagnasi dalam pertumbuhannya. Spanyol akan kembali terpuruk kedalam resesi tahun depan dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif perkiraan kuartal IV dan kuartal pertama 2012. Spanyol mengalami tingkat pengangguran tinggi dengan tingkat pengangguran 21.5%, serta alami deficit anggaran. Patut untuk dicermati kedepan rencana S&P yang akan merilis rating peringkat utang untuk 15 negara zona euro pada Januari 2012


Stock Headlines
Quote:

• ANTM proyeksikan penjualan emas 32% jadi 7 ton di 2012
• SMGR cari dana USD 600 juta untuk capex 2012
• JSMR akan kerjakan konstruksi 7 ruas tol di 2012
• JSMR rencana menyambukan jalan tol yang telah dimiliki
• JSMR perkirakan trafik kendaraan naik 13,14% tahun 2011
• JSMR dan BMRI akan tambah e-toll pass di 46 GTO di 2012
• JKON dan PJAA akan tingkat kepemilikan di 6 ruas tol dalam kota
• CPIN targetkan penjualan naik 10%-15% di 2012
• DSSA alihkan aset telekomunikasinya ke Inti Bangun Sejahtera
• BCIC catatkan asset recovery akhir 2011 capai Rp 2,5 triliun
• KIAS pasca kuasi reorganisasi laba bersih 3Q201 naik 61%
• SUPR akuisisi Sarana Inti Persada
• RAJA ekspansi USD 50 juta
• WIKA targetkan laba bersih tumbuh 23%
• WIKA konversi pinjaman anak usaha
• Laba bersih SOBI turun 89% pada kuartal III-2011
• PNLF beli saham PNBN Rp 50 milyar
• MYOH menargetkan laba bersih Rp 38 miliar
• TiPhone turunkan saham yang ditawarkan
• APLN merampungkan proyek Green Bay Pluit di Jakarta
• BUVA lunasi pinjaman Rp270 miliar
• BMRI dan BNGA perkuat bisnis syariah


Reminder, special fee for online trading available, down to minimum fee 0,1% (buy) and 0,2% (sell)
For more info please contact us \)
Herseil - 02/01/2012 09:47 AM
#69

Newsletter 2-Jan-2012

Happy New year 2012 for all beer:

Market Review
Quote:

Pergerakan bursa saham domestik dalam perdagangan sepekan terakahir di tahun 2011, bergerak fluktuatif danl membukukan penguatan sebesar0,65% menuju level penutupan di 3.821,992. Mayoritas pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh faktor eskternal seiring masih minimnya sentiment domestik. Diawali dengan sinyal positif dari Kanada yang akan mendukung permintaan Uni Eropa agar negara-negara G20 menyuntikan miliaran dolar kepada IMF guna menangani krisis utang zona euro. Uni Eropa membutuhkan dana sebesar 150 miliar euro dan diperkirakan kebutuhan tersebut masih dibawah target yang dibutuhkan, yakni kekurangan sebesar 50 miliar euro untuk membantu menstabilkan kawasan euro yang sarat utang setelah Inggris menolak untuk berkontribusi sekitar 30 miliar euro. Sedangkan dari Eropa, masih diliputi dengan penurunan peringkat yang kini terjadi pada Slovenia yang turun sebanyak satu tingkat menjadi A1 menyusul kekhawatiran bahwa pemerintah anggota zona euro kemungkinan terpaksa menopang bank-bank yang sakit. Permasalahan lainnya adalah potensi naiknya harga minyak dunia menyusul adanya sentimen mengenai penurunan persediaan minyak mentah dunia setelah Iran diprediksi akan mengalami embargo pengiriman minyak mentah. Sedangkan dari Amerika, sentimen positif berasal dari data ekonomi yang positif yang menjadi katalis penguatan bursa saham dunia. Membaiknya rilis sejumlah data ekonomi memberikan signal positif bagi pertumbuhan ekonomi Amerika. Indeks home buiilders meningkat sebesar 4,3%; dilanjutkan dengan aktivitas pabrik yang tumbuh di Midwest pada bulan Desember, serta angka pembelian yang meningkat dan initial claim untuk jobless benefits yang naik. Dari Italia, negara tersebut berhasil melakukan lelang obligasi dengan yield yang lebih rendah dari sebelumnya dimana keberhasilan ini karena adanya dukungan dari Bank Sentral Eropa melalui mekanisme pendanaan bagi perbankan. Mekanisme pendanaan tersebut mendorong munculnya permintaan obligasi dalam lelang yang diadakan usai ECB menyuntikan likuiditas yang dilakukan sebelumnya. Dari Asia, khususnya China, aktivitas pabrik negara tersebut dipekirakan akan kembali mengalami penurunan pada bulan Desember yang masih diakibatkan oleh menurunnya permintaan domestik dan luar negeri.


Market Overview
Quote:

Mengawali tahun baru 2012, IHSG dalam perdagangan pekan ini diperkirakan mixed berpeluang menguat. Bagi Indonesia pada 2012 akan menjadi perhatian kembali dari dua lembaga pemeringkat Moody’s dan S&P untuk memberikan peringkat Indonesia menjadi negara layak Investasi. Petinggi kedua lembaga pemeringkat ini telah berkunjung ke Indonesia pada akhir 2011. Pada November 2012 delegasi lembaga pemeringkat utang Moody's telah berkunjung ke Indonesia. Dan berikutnya, akhir Desember 2011 Bank Indonesia kedatangan delegasi dari S&P. Ada yang diharapkan bagi Indonesia mengenai kunjungan petinggi lembaga pemeringkat tersebut yakni penilaian terhadap positifnya perkembangan ekonomi Indonesia. Moody's, S&P, dan Fitch merupakan tiga lembaga pemeringkat utama yang menjadi acuan di Indonesia. Penilaian dari ketiga lembaga rating tersebut mencakup lebih dari 80% pemeringkat kredit negaranegara di Indonesia. Fitch Rating telah lebih dulu menempatkan Indonesia sebagai negara layak investasi dengan peringkat utang BBB- pada 15 Desember 2011. Setelah Fitch Rating diharapkan Moody’ dan S&P memberikan penilaian yang sama bagi Indonesia untuk masuk dalam Invesment Grade. Masuknya Indonesia ke jajaran negara berpredikat investment grade bisa mencerminkan persepsi positif yang penting untuk penanaman modal asing, khususnya yang bersifat jangka panjang. Sedangkan kendala bagi IHSG dalam pekan ini mengenai kabar S&P yang akan mengumumkan hasil review terhadap peringkat utang 15 negara zona Eropa Januari 2012. S&P akan umumkan 15 negara dinyatakan tengah di bawah pengawasan dan akan mendapat keputusan dalam waktu bersamaan. Dari Jepang mengenai penundaan penerapan kenaikan pajak penjualan untuk menyiasati situasi ekonomi yang tengah muram. Semula direncanakan ada kenaikan pajak penjualan sebesar 8%. Penangguhan kenaikan ini diberlakukan sampai April 2014, baru akan dinaikkan Oktober 2015 dari semula April 2013.


Stock Headlines
Quote:

• BORN bidik pendapatan USD 1,1 miliar
• BORN alokasikan belanja modal USD 300 juta
• BORN fokus kembangkan BRMS
• Pendapatan BUMI diperkirakan USD 5,8 miliar
• ENRG targetkan EBITDA USD 180 juta pada 2012
• CMNP masuk bisnis infrastruktur pertambangan
• CMNP targetkan pendapatan naik 15,4%
• RAJA rights issue Rp 230 miliar
• IMAS beli aset INDF USD 20 juta
• INVS investasi USD 1,5 miliar
• UNSP jaminkan 9 anak usaha
• LION raih Rp8,13 miliar dari penjualan aset
• FMII perbesar saham di Multi Sarana
• CKRA incar perusahaan tambang
• Potensi asset recovery BCIC tahun 2012 Rp50 miliar
• BMRI menargetkan pertumbuhan 2012 sebesar 20-22%
• BBTN targetkan kredit tumbuh 25%
Herseil - 03/01/2012 09:44 AM
#70

Newsletter for 3-Jan-2012

Market review
Quote:

Minimnya sentimen positif dan masih banyaknya bursa saham dunia yang tutup, membuat indeks bergerak flat dengan kecenderungan melemah di hari pertama perdagangannya di tahun 2012. IHSG tercatat melemah sebesar 12,852 poin (0,336%) ke level 3.809,14 dari posisi sebelumnya pada level 3.821,992. Diawali dengan pelemahan bursa saham Amerika yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya waktu setempat yang disebabkan oleh minimnya sentimen positif akibat penyelesaian krisis utang Eropa serta politik Timur Tengah yang bergejolak. Mayoritas bursa saham Asia masih tutup dalam rangka memperingati hari libur tahun baru. Bursa saham Jepang dan Hong Kong tutup pada perdagangan kemarin. Bursa saham Korea dan Taiwan yang dibuka pada perdagangan kemarin tercatat variatif. Indeks Kospi tercatat naik sebesar 0,63 poin (0,03%) menuju level 1.826,37 dari posisi sebelumnya pada level 1.825,74 sedangkan indeks Taiwan tercatat turun sebesar 119,87 poin (1,69%) ke level 6.952,21 dari posisi sebelumnya pada level 7.072,08. Pergerakan pasar saham Korea Selatan masih diliputi oleh penantian data ekonomi Amerika, penyelesaian krisis utang Eropa, dan penantian laporan kinerja perusahaan-perusahaan Korea untuk lebih memberikan arah yang jelas. Sedangkan bursa saham Taiwan dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor menjelang pemilihan presiden negaranya dan juga minimnya sentimen dari bursa saham regional saat penutupan akhir tahun lalu. Investor fokus pada pemilihan presiden yang akan digelar pada 14 Januari 2012. Pelaku pasar menanti apakah dengan kepemimpinan yang baru akan memilih langkah memperdalam integrasi ekonomi dengan China atau sebaliknya yang berpotensi mempertegang hubungan diantara kedua negara. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga di atas 1%. Dari domestik, asing membukukan net buy sebesar Rp10 miliar di tengah tipisnya volume perdagangan. Adapun pengumuman inflasi tahunan oleh BPS sebesar 3,79% dan sebesar 0,57% (MoM)


Market Overview
Quote:

IHSG pada perdagangam saham hari ini diperkirakan akan bergerak terbatas masih rawan terkoreksi. Kendati adanya katalis dari dalam negeri yang positif dari angka inflasi Desember yang relatif stabil. Inflasi Desember tercatat sebesar 0,57% MoM dan inflasi tahun 2011 sebesar 3,79% YoY. Tetapi belum pulihnya aktifitas bursa dikarenakan sebagian dari pelaku pasar masih bersikap wait and see dalam memilih portofolio di 2012 , maka IHSG diperkirakan bergerak terbatas. Sentimen pasar dalam negeri tetap akan dipengaruhi faktor eksternal, terkait seputar masalah krisis utang negara uni Eropa. Patut untuk diperhatikan kedepan terhadap pasar global berkenaan dengan rencana dari S&P yang akan mengumumkan hasil review terhadap peringkat utang 15 negara zona Eropa Januari 2012. S&P akan umumkan 15 negara yang dinyatakan tengah di bawah pengawasan dan akan mendapat keputusan dalam waktu bersamaan. Melihat dari kondisi perekonomi negara uni Eropa yang masih suram dan pesimis terhadap kemampuan dalam mengatasi krisis utang, maka kemungkinan besar lembaga ini akan menurunkan peringkat bagi 15 negara uni Eropa. Selain itu, rilis data ekonomi dari Uni Eropa yang bisa mempengaruhi pergerakan indeks global seperti; dari Jerman mengenai unemployement rate untuk bulan Desember 2011. Berdasarkan konsensus data tingkat unemployment rate Jerman pada Desember 2011 diperkirakan sebesar 6,9%. Semantara itu, dari Prancis data ekonomi yang di rilis mengenai consumer spending untuk bulan November 2011. Berdasarkan konsensus data consumer spending Prancis pada November 2011 diperkirakan menjadi -0,9%. Sedangkan rilis data ekonomi dari AS yang diperkirakan dapat berdampak terhadap pergerakan indeks setempat yakni; mengenai data construction spending untuk November. Diperkirakan data construction spending AS untuk November mengalami penurunan menjadi 0,4% dari posisi sebelumnya berada diposisi 0,8%. Data lainnya dari AS mengenai ISM manufacturing AS untuk Desember. Berdasarkan konsensus data ISM manufacturing AS periode bulan lalu diperkirakan meningkat ke level 53,4 dibandingkan dengan posisi sebelumnya berada di level 52,7.


Stock Headlines
Quote:

• Produksi feronikel ANTM diprediksi turun
• BUMI percepat pembayaran utang tahap II CIC
• Soal kinerja BNBR, BEI tunggu keputusan Bapepam
• BUMI akan lepas saham BRMS
• OKAS siapkan pinjaman untuk akuisisi
• Anak usaha MYOH raih pinjaman Rp27 miliar
• INVS berencana melakukan pemecahan nilai saham
• BIPI berharap negosiasi pinjaman selesai tahun ini
• BIPI kaji divestasi tambang batubara
• CKRA bidik pendapatan naik 10%
• BMRI tunda lelang aset Benua Indah Group
• KREN tangani IPO Rp 1,5 triliun
• INVS akan emisi obligasi Rp 1 triliun
• CENT jual saham CTI ke Eksadata
• BUKK diminta tambah porsi saham publik
• BNGA bekerjasama dengan 46 perusahaan sekuritas
• BI akan mengkaji aturan gadai emas syariah
Herseil - 04/01/2012 09:10 AM
#71

Newsletter 4 Jan 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik bergerak menguat pada perdagangan kemarin kendati sebagian bursa saham global dan regional masih tutup karena libur nasional. IHSG tercatat menguat sebesar 48,742 poin (1,28%) menuju level 3.857,882 dari posisi sebelumnya pada level 3.809,14. Faktor yang menjadi pendukung kenaikan pada bursa saham Asia, termasuk domestik adalah kenaikan data manufaktur di sejumlah negara. Data aktivitas manufaktur di zona Euro pada bulan Desember tercatat meningkat tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Manufacturing Purchasing Manager’s Index (PMI) tercatat naik menjadi 46,9 pada Desember 2011 dari 46,4 pada bulan November. Kendati terjadi peningkatan, angka di bawah 50 tersebut tetap menandai pelemahan yang terjadi selama lima bulan terakhir ini. Disamping itu, Australia, China, dan India juga mencatatkan pertumbuhan industri manufaktur yang mendorong optimisme kondisi ekonomi regional. Data manufaktur di India dan China meningkat pada bulan Desember, sementara output manufaktur Australia meluas untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir. Katalis tersebut mendukung penguatan sejumlah bursa saham regional seperti bursa saham Hong Kong dan Korea Selatan. Indeks Hang Seng tercatat meningkat sebesar 443,02 poin (2,4%) menuju level 18.877,41 dari posisi sebelumnya pada level 18.434,39 dan indeks Kospi meningkat sebesar 49,04 poin (2,7%) menuju level 1.875,41 dari posisi sebelumnya pada level 1.826,37. Bursa saham Eropa bergerak variatif menjelang penantian data manufaktur Amerika yang diekspektasikan meningkat pada bulan Desember dibandingkan November. Dari Jerman, angka pengangguran Jerman pada bulan Desember mengalami penurunan melebihi perkiraan sebelumnya ketika ekspor mobil dan mesin meningkat yang mendorong penyerapan tenaga kerja. Dari domestik, seluruh sektor perdagangan tercatat menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp794 miliar.


Market Overview
Quote:

IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham hari ini. Kenaikan indeks Wall Street kemarin waktu setempat diharapkan dapat memberikan dukungan bagi IHSG untuk bergerak ke teritorial positif. Indeks Dow Jones kemarin ditutup menguat 179,82 poin (1,47%) ke posisi 12397,38 dan indeks Nasdaq ditutup naik 43,57 poin (1,67%) ke level 2648,72. Kenaikan indeks Wall Street sebagai respon baik pasar dari data ekonomi Amerika Serikat mengenai produksi pabrik tumbuh di laju tercepat dalam enam bulan terakhir. Sejumlah sentimen positif lainnya bagi indeks Amerika Serikat berhasil bergerak di zona hijau sebagai respon baik data manufaktur China dan Jerman bahkan dirilis melampaui perkiraan ekonom. Demikian dengan data manufaktur Australia per Desember yang meningkat untuk pertama kali dalam enam bulan. Pelaku pasar AS juga menyikapi berupa sinyal dari Gubernur Federal Reserves yang mengindikasikan untuk mengubah ekspektasi dalam menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember 2008. Sisi negatif pasar hari ini, mengenai potensi kenaikan harga minyak dunia menyusul rencana embargo Amerika Serikat terhadap minyak Iran. Ditengah krisis utang yang tengah melanda negara Uni Eropa dan masih belum bertanda akan pulih, saat ini pasar tengah di hadapi oleh potensi kanaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak mentah dunia akan semakin mempersulit bagi perekonomi Eropa untuk bangkit. Karena kawasan Eropa merupakan konsumsi minyak terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat. Embargo atas minyak Iran oleh Amerika Serikat menyusul ditandatangani Undang Undang sanksi baru nuklir Iran oleh Barack Obama. Iran pun menanggapi hal ini dengan pernyataan yang keras terhadap Amerika Serikat, jika embargo dikenakan pada ekspor minyak Iran, maka negaranya akan mengambil langkah-langkah untuk memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz oleh negaranegara lain. Sementara itu, para menteri luar negeri Uni Eropa gagal dalam upaya untuk menegakkan embargo pada ekspor minyak Iran pada pertemuan 1 Desember di Brussels. Sentimen lain pasar yang perlu di cermati mengenai International Monetary Fund (IMF) yang akan segera merilis hasil stress test perbankan Jepang.


Stock Headlines
Quote:

• JSMR proyeksikan pendapatan capai Rp 4,9 triliun di 2011
• JSMR anggarkan capex Rp 7,7 triliun di 2012
• DSSA beri pinjaman USD 7,5 juta ke Rolimex Kimia Nusamas
• BORN peroleh kontrak penjualan 1,5 juta ton di 2012
• KRAS jual lahan ke Honam Petrochemical Corporation
• ADMG perkirakan laba kotor turun 35% di 2012
• MKPI targetkan pendapatan Rp Rp 1 triliun di 2012
• PSDN proyeksikan beban biaya produksi naik 10% di 2012
• INVS menganggarkan belanja modal sebesar Rp2.2triliun
• BNBR repo saham USD 25,9 juta
• BNBR berencana kurangi jumlah utang
• BNBR akan lepas 3 anak usaha melalui IPO
• WIKA anggarkan belanja modal senilai Rp 600 miliar
• WIKA targetkan pertumbuhan laba bersih 23%
• AKRA siapkan dana USD 100 juta untuk akuisisi tambang batubara
• WAPO akuisisi perusahaan permen
• BUVA siapkan capex Rp 290 miliar
• KBRI jajaki mitra strategis
• ULTJ bidik kenaikan laba 73%
• SMMT terancam delisting
• KBRI diprediksi masih merugi tahun ini
• PWON jaminkan aset guna refinancing utang
Herseil - 05/01/2012 09:26 AM
#72

Newsletter 5-Jan-2012

Market Review
Quote:

January Effect masih menyelimuti pergerakan indeks selama dua hari perdagangan di awal tahun ini. IHSG tercatat menguat sebesar 49,539 poin (1,284%) menuju level 3.907,421 dari posisi sebelumnya pada level 3.857,882. Sedangkan nilai tukar rupiah per kemarin masih tercatat melemah yang dikarenakan spekulasi bank sentral yang akan mengurangi biaya pinjaman untuk mendukung perekonomian nasional karena inflasi yang cenderung melambat. Euforia pembelian saham juga terjadi di bursa saham Amerika yang tercatat menguat pada perdagangan hari sebelumnya, yang turut didukung oleh membaiknya data belanja konstruksi dan aktivitas pabrikan. Laju pertumbuhan produksi pabrik di AS per Desember berada di fase tercepat dalam enam bulan terakhir. Indikator ini memperkuat sinyal perekonomian global dapat terhindar dari imbas krisis utang Eropa. Katalis data ekonomi AS ditambah dengan pertumbuhan Jerman, menjadi penopang bagi sebagian bursa saham regional yang tercatat variatif. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 104,76 poin (1,24%) menuju level 8.560,11 dari posisi sebelumnya pada level 8.455,35 sedangkan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 150,1 poin (0,8%) ke level 18.727,31 dari posisi sebelumnya pada level 18.877,41. Dari Amerika, The Fed akan diberikan keleluasaan untuk mengumumkan perkiraan mengenai besaran suku bunga acuan sebelum sidang penentuan suku bunga pada tanggal 25 Januari mendatang. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2008. Mayoritas bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 1%. Pasar merespons pernyataan pemerintah Yunani yang kemungkinan akan meninggalkan Uni Eropa. Hal ini terjadi jika Yunani gagal meraih kesepakatan bailout kedua senilai 130 miliar euro atau setara dengan US$169,3 miliar. Disamping itu, perhatian pasar juga tertuju kepada lelang obligasi yang akan diadakan untuk pertama kalinya di tahun 2012 senilai 5 miliar euro atau setara dengan US$6,5 miliar. Dari domestik, seluruh sektor perdagangan tercatat naik dan asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp798 miliar. Sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,031% yang didukung oleh kenaikan saham sektor otomotif sebesar 2% hingga 3%.


Market Overview
Quote:

Fenomena January Effect tampaknya dimanfaatkan investor untuk mengkompensasi penurunan atau lesunya transaksi di akhir tahun 2011 lalu. Optimisme pemulihan ekonomi AS itu memunculkan ekspektasi untuk menaikkan suku bunga acuan Fed. Selain itu data inflasi tahunan negara-negara zona Eropa pada bulan Desember diestimasikan turun menjadi 2,8% dari 3% di November. Namun kado tahun baru 2012 itu dikhawatirkan tidak berlangsung lama dan akan segera berlalu. Investor diperkirakan kembali bersikap realistis terhadap prospek ekonomi tahun 2012. Ketidakpastian penyelesaian krisis utang di zona Eropa, sustainability pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan potensi meningkatnya laju inflasi di Cina serta meningkatnya tensi politik di Timur Tengah akibat memanasnya selat Hormuz menjadi concern investor ke depan. Sementara itu, Yunani kemungkinan akan keluar dari Uni Eropa (UE) jika gagal meraih kesepakatan bailout II senilai Euro 130 miliar (USD 169,3 miliar). Meski akan ada review di kuartal I 2012 mengenai penambahan bailout tersebut. Sedangkan produksi jasa dan manufaktor zona Eropa pada Desember 2011 mengalami kontraksi menjadi 48,3 dari 47 di November. Aktivitas sektor swasta di zona Eropa menyusut, yang menjadi sinyal tenggelamnya kembali ekonomi di wilayah itu ke dalam kontraksi di 4Q11. Untuk data PMI diprediksikan berlanjut turun di 1Q12, artinya ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut, menjadikan zona Eropa masuk ke dalam resesi. Bagi bursa domestik, rally indeks dalam jangka pendek akan dibatasi oleh faktor teknis. Perlu dicermati rencana pemerintah untuk membatasi bahan bakar bersubsidi (mengakhiri subsidi bahan bakar bagi kendaraan pribadi) mulai April 2012 dan kenaikan tarif dasar listrik di tahun 2012 yang berpotensi menaikkan laju inflasi. Implikasi lebih luas adalah apabila pemerintah menaikkan suku bunga untuk menjaga laju inflasi. Namun Kami percaya ekonomi Indonesia tetap tumbuh, karena dampak apabila kenaikan suku bunga akan direduksi oleh pembangunan infrastruktur, dengan asumsi realisasi berjalan sesuai target. Selain itu Indonesia memperoleh benefit dari peringkat investment grade oleh Fitch. Terlepas dari gejolak ekonomi di Eropa dan Amerika, Indonesia memiliki outlook lebih positif di tahun 2012 ini, meski akan dibatasi oleh faktor global.


Stock Headlines
Quote:

• Arutmin Indonesia akan pasok batu bara ke PLN 15,48 juta ton
• ANTM perkirakan harga jual emas di 2012 di USD 1250 per ounces
• BORN dikabarkan jajaki lagi akuisisi BRMS
• Noble Group beli batubara kokas BORN
• Buyback saham PTBA dapat kurang dari 5%
• BUMI targetkan jadi perusahaan batubara terbesar dunia
• 3 emiten BUMN konstruksi bidik kontrak Rp 84 triliun
• Adikarsa Sarana jual saham EMTK
• WIKA targetkan laba bersih tumbuh 23% jadi Rp430 miliar di 2012
• Dua anak usaha WIKA batal IPO di 2012
• SOBI dapatkan pinjaman USD 75 juta dari Cargill Asia Pacific
• SMART dapat uang sewa Rp 14,55 miliar selama 5 tahun
• APLN anggarkan capex Rp 2 triliun-Rp 3 triliun di 2012
• BBNI targetkan nasabah prioritas naik 25% di 2012
• INVS rencana lakukan stock split pada Februari 2012
• INVS galokasikan capex Rp 2,2 triliun di 2012
• Code Wireless, anak usaha INVS lepas 15% saham Smart Checker
• MREI pendapatan premi kotor naik 14,5% hingga 11M2011
• MNCN raih Rp403 miliar dari penjualan saham
• CTRA targetkan penjualan tumbuh 30%
• Saham ICON dijadikan jaminan utang
• PTPP targetkan laba bersih Rp308 miliar
Herseil - 06/01/2012 09:25 AM
#73

Newsletter 6 Jan 2012

Market Review
Quote:

Setelah bergerak fluktuatif, akhirnya indeks berakhir pada zona negatif. Pergerakan pasar domestik pada perdagangan kemarin kembali dipengaruhi faktor eksternal, Eropa dan Amerika. IHSG ditutup melemah tipis sebesar 1,157 poin (0,03%) ke level 3.906,264 dari posisi sebelumnya pada level 3.907,421. Dari Amerika, rilis data ekonomi yang positif kembali menjadi katalis yang menopang penguatan bursa. Peningkatan data penjualan ritel dan mobil, berhasil meningkatkan kepercayaan investor. Sedangkan dari Eropa, sentimen yang menekan pasar berasal dari pernyataan Uni Credit yang akan menerbitkan rights issue dengan discount yang besar untuk memenuhi kebutuhan 8 miliar euro guna meningkatkan modal sesuai dengan ketetapan otoritas perbankan Eropa. Pasar juga kembali khawatir akan kemungkinan Yunani yang akan mengalami gagal bayar pada bulan Maret mendatang jika para pekerja di Yunani tidak mau menerima pemotongan gaji. Sedangkan sentimen positif dari Eropa adalah melemahnya tingkat inflasi di Eropa yang turun ke level 2,8% pada bulan Desember dari 3% pada bulan November. Keseluruhan sentimen tersebut ditambah dengan pelemahan data industri jasa Australia, membuat bursa Asia tercatat variatif. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 71,4 poin (0,83%) ke level 8.488,71 dari posisi sebelumnya pada level 8.560,11 sedangkan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 86,1 poin (0,46%) menuju level 18.813,41 dari posisi sebelumnya pada level 18.727,31. Dari Eropa, pasar saham bergerak melemah hingga diatas 1,5%. Pasar menantikan hasil lelang obligasi Perancis menyusul lelang obligasi Jerman yang telah diadakan sebelumnya. Jerman melepas obligasi senilai 4,1 miliar euro dari target maksimum penawaran mencapai 5 miliar euro. Perancis akan melelang obligasi senilai 7-8 miliar euro atau setara dengan US$9-10 miliar yang akan jatuh tempo pada Oktober 2020 dan April 2026. Sedangkan Italia dan Spanyol menjadi negara-negara yang dalam beberapa pekan mendatang akan menjual obligasi dengan kisaran nilai mencapai 262 miliar euro di kuartal pertama.


Market Overview
Quote:

IHSG dalam perdagangan saham akhir pekan ini rawan terkoreksi, minimnya dukungan sentimen global setelah indeks Wall Street ditutup variatif pada perdagangan kemarin waktu AS. Indeks Dow Jones melemah terbatas sebesar 2,72 poin (0,02%) ditutup pada level 12415,70. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 21,50 poin (0,81%) berada pada posisi 2669,86. Kendati ada dukungan positif terhadap rilis data mengenai lapangan kerja AS yang semakin membaik, tetapi sisi lainnya sentimen tersebut diimbangi oleh prediksi akan turunnya laba perusahaan di AS sehingga membuat indeks Wall Street bergerak variatif. Namun, pemodal dapat mencermati saham sektor pertambangan, sebagai antisipasi potensi kenaikan dari harga minyak dunia. Diduga kenaikan harga minyak dunia ini sebagai dampak dari keputusan negara-negara anggota Uni Eropa yang sepakat memberlakukan embargo atas impor minyak dari Iran, menyusul langkah serupa yang diterapkan Amerika Serikat awal tahun 2012. Dengan embargo ini, Iran harus mencari pembeli minyak potensial di luar Eropa. Sementara itu, sebenarnya embargo ini juga menjadi keprihatinan bagi beberapa negara anggota Uni Eropa terutama tentang dampak ekonomi ditengah Eropa sedang berjuang dengan masalah utang besar. Seperti Yunani, muncul sikap ragu, tetapi Yunani tidak akan menghancurkan barisan dengan mitra Uni Eropa tentang masalah ini. Hal lain yang patut untuk dicermati terhadap pasar hari ini, mengenai lelang obligasi Prancis senilai 7-8 miliar euro yang akan jatuh tempo pada Oktober 2020 dan April 2026. Masih sentimen dari Prancis yang perlu diperhatikan terkait dengan negara ini kemungkinan besar bisa kehilangan rating AAA. Sebelumnya lembaga pemeringkat Standard & Poors pada Desember 2011 telah memperingatkan Prancis akan adanya pemangkasan peringkat utang terhadap negara ini. Menurut S&P, Perancis ada di urutan pertama potensi penurunan peringkat dibandingkan negara-negara Eropa lain pasca krisis utang kawasan Eropa yang sudah berjalan dua tahun Implikasi atas penurunan peringkat Prancis dapat menyebabkan biaya peminjaman uang yang harus ditanggung negara itu menjadi semakin tinggi. Sementara sentimen dari dalam negeri menantikan survey Moody’s dan S&P bagi Indonesia dengan harapan akan naiknya peringkat.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM tunjuk WIKA garap pembangunan conveyor belt
• Aditya Birla akuisisi 15% saham BUMI
• BORN kembali jajaki pembelian saham BRMS
• HRUM raih pinjaman sebesar USD 270 juta
• SMGR target kapasitas produksi semen 30 juta ton hingga 2015
• WIKA targetkan pabrik asbuton di Sulawesi Tenggara paruh 2012
• JSMR rencana realisasikan unit usaha properti paruh 2013
• Anak usahanya SSIA bukukan order book 120 ha di 2012
• AKRA anggarkan capex Rp 1,2 triliun—Rp 1,3 triliun di 2012
• AKRA perkirakan penjualan tumbuh 20% di 2012
• TOWR beli menara ISAT
• Pendapatan SMRA naik 30%
• PJAA siap investasi Rp 3 triliun
• BKSL siapkan capex Rp 250 miliar-Rp 300 miliar di 2012
• BBNI fokus kredit pertambangan & kelistrikan
• STTP targetkan penjualan naik sekitar 20%-25% di 2012
• BVIC salurkan kredit ke Panorama Transportasi senilai 50 miliar
• JAWA siapkan capex Rp 489 miliar di 2012
• CKRA turunkan modal dasar
• ACES anggarkan capex 2012 sebesar Rp 150 miliar-Rp 160 miliar
• ACES targetkan pendapatan naik 25%
• PSAB targetkan produksi emas mulai 2012
Herseil - 09/01/2012 09:43 AM
#74

Newsletter 9 Jan 2012

Market Review
Quote:

Faktor eksternal mendominasi pergerakan pasar saham selama perdagangan sepekan. IHSG tercatat menguat sebesar 1,24% dalam perdagangan pekan pertama di tahun 2012. Rilis data ekonomi sejumlah negara merupakan sentimen yang mendorong penguatan saham di tengah masih bergejolaknya masalah krisis utang Eropa. Data aktifitas manufaktur di zona Eropa memang tercatat meningkat, namun angka yang masih berada di bawah level 50 tersebut tetap menandai pelemahan yang terjadi selama lima bulan terakhir ini. Sedangkan dari Australia, China, dan India mencatatkan pertumbuhan industri manufaktur yang meningkatkan optimisme kondisi ekonomi regional. Data manufaktur di India dan China meningkat pada bulan Desember, sementara output manufaktur Australia meluas untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir. Dari Amerika, The Fed akan diberi keleluasaan untuk mengumumkan perkiraan mengenai besaran suku bunga acuan sebelum sidang penentuan suku bunga pada tanggal 25 Januari mendatang. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2008. Dari Eropa, pemerintah Yunani sempat menyatakan kemungkinan akan meninggalkan Uni Eropa. Hal ini terjadi jika Yunani gagal meraih kesepakatan bailout kedua senilai 130 miliar euro atau setara dengan US$169,3 miliar. Disamping itu, pasar juga khawatir akan kemungkinan Yunani mengalami gagal bayar pada bulan Maret mendatang jika para pekerja Yunani tidak mau menerima pemotongan gaji. Masih dari Eropa, sentimen yang juga menekan pasar berasal dari pernyataan Uni Credit yang akan melakukan rights issue dengan discount yang besar untuk memenuhi kebutuhan 8 miliar euro guna meningkatkan modal sesuai dengan ketetapan otoritas perbankan Eropa. Dan yang terakhir, pasar juga mencermati perkembangan lelang obligasi Eropa. Jerman telah melepas obligasi senilai 4,1 miliar euro dari target maksimum penawaran mencapai 5 miliar euro. Perancis berhasil menjual obligasi sebesar 7,96 miliar euro (US$10,2 miliar) dengan rata-rata yield 3,29%; naik dibandingkan lelang sebelumnya sebesar 3,18%. Peningkatan beban biaya pinjaman Perancis ini sempat memberikan sentimen negatif bagi pasar saham. Sedangkan Italia dan Spanyol akan melakukan lelang obligai dalam beberapa pekan mendatang senilai 262 miliar euro.


Market Overview
Quote:

Dalam pekan ini pasar akan menyikapi sentimen-sentimen yang akan muncul dari kawasan Eropa diantaranya; tentang penjualan obligasi Italia dan Spanyol dalam pekan in. Pasar mengkhawatirkan penerbitan sejumlah obligasi Eropa akan menjadi sentimen negatif bagi pasar. Kendati lelang obligasi pertama yang dilakukan Jerman dan Prancis memang berjalan lancar dan cukup sukses, tetapi akan berbeda halnya terhadap risiko bagi lelang obligasi yang dilakukan Italia dan Spanyol yang dapat menimbulkan kecemasan pasar. Sentimen lain dari kawasan Eropa mengenai pemerintah Hungaria yang tengah menantikan penncapaian kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait pemberian bantuan. Tingkat kebutuhan dana yang tinggi bagi Negara ini membuat Hungaria berada pada posisi sangat mengkhawatirkan. Kabar lainnya dari lembaga pemeringkat Moody’s pandangannya terhadap situasi operasional yang negatif bagi perbankan Inggris. Meski lembaga ini tidak mengeluarkan ancaman mengenai penurunanan peringkat terhadap perbankan Ingris, namun akan sederetan kecemasan pasar. sebelumnya Moody’s telah pangkas peringkat kredit Lloyds, RBS, Nationwide Building Society dan tujuh bank Inggris lainnya. Masalah lainnya dari Eropa tentang perbankan Eropa kembali diterjang kepanikan. Beberapa negara Uni Eropa mulai memberikan warning, karena akan memasuki masa-masa paling sulit bagi industri keuangan yang diperkirakan puncaknya tahun ini. Sementara itu, sejak memasuki 2012 belum ada rencana dari petinggi Eropa melakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah penyelamatan. Dari Spanyol mengenai potensi kredit macet baru yang dihadapi perbankan pada tahun ini yang mencapai 50 miliar euro. Angka ini membengkak lebih besar dari prediksi awal dari pemerintah Spanyol. Sedang sisi lainya negara ini terus memperketat rencana penghematan anggaran. Perlu untuk diperhatikan terhadap kondisi geopolitik Iran. Iran mengancam memblokade Selat Hormuz yang merupakan tempat lalu lintas utama minyak dunia.


Stock Headlines
Quote:

• BORN dapatkan rescheduling utang USD 1 miliar ke StanChart
• HERO akan stock split ratio 1:10
• CMPP tambah armada 1000 unit mobil taksi baru
• CMPP targetkan pendapatan naik 10% di 2012
• UNTR prediksi penjualan alat berat 8.400 unit
• HRUM anggarkan capex USD 30 juta pada 2012
• Jual anak usaha, BNBR optimistis cetak laba
• KAEF berencana suntik anak usaha
• KIJA targetkan pendapatan Rp 2 triliun
• PBRX targetkan penjualan USD 325 juta
• GZCO tarik pinjaman Rp 300 miliar
• Minna Padi catatkan saham perdana dengan kode PADI
• PBRX targetkan kapasitas produksi tumbuh 63%
• ERAA berencana buka 6 megastore
• RODA berencana mengakuisisi sedikitnya 3 perusahaan
• BMRI menangani kredit sindikasi mencapai USD1.813miliar
• BBRI akan tingkatkan salurkan kredit ke infrastruktur di 2012
• BBRI siapkan plafon kredit ke jalan tol yang digarap JSMR
• AALI bangun kebun induk seluas 500 ha-1.000 ha di Kal-Teng
• PTPP anggarkan capex Rp 437 miliar di 2012
• AISA menuntaskan rights issue
• Kementrian BUMN menginginkan WIKA akuisisi Sarana Karya
Duddyz - 09/01/2012 10:54 AM
#75

hari ini rekomendasinya saham apa gan? Yb
Herseil - 10/01/2012 09:14 AM
#76

Quote:
Original Posted By Duddyz
hari ini rekomendasinya saham apa gan? Yb


wah maaf gan, kemarin sibuk order hehehe
buat rekomen harian boleh dilihat di stock headlines.

Kalau hari ini (tgl 10 Jan 2012) Ane personal pick di LPCK, TINS, BBNI dan TRAM (disc on)
Herseil - 10/01/2012 09:16 AM
#77

Newsletter 10-Jan-2012

Market Review
Quote:

Setelah bergerak melemah hampir di sepanjang perdagangan, namun indeks berhasil ditutup pada zona positif pada perdagangan kemarin. IHSG tercatat menguat sebesar 19,657 poin (0,508%) menuju level 3.889,072 dari posisi sebelumnya pada level 3.869,415. Pergerakan pasar masih didominasi oleh krisis utang Eropa dan kebijakan moneter AS dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Bursa saham Asia tercatat mixed, namun bursa saham Hong Kong dan Shanghai berhasil ditutup menguat. Penguatan ini didukung oleh penyaluran kredit dan jumlah uang beredar di China yang mengalami pertumbuhan diatas ekspektasi setelah regulator setempat melonggarkan aturan kredit. Per Desember 2011, jumlah pinjaman baru tercatat naik ke 640,5 miliar yuan dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 562,2 miliar yuan dan lebih tinggi dari prediksi analis sebesar 580 miliar yuan. Otoritas China akan memacu ekonomi domestik guna mengimbangi perlambatan ekonomi global. Indeks Nikkei tutup pada perdagangan kemarin, sedangkan Indeks Hang Seng tercatat naik sebesar 272,66 poin (1,47%) menuju level 18.865,72 dari posisi sebelumnya pada level 18.593,06. Indeks Shanghai Composite tercatat naik sebesar 62,49 poin (2,89%) menuju level 2.225,89 dari posisi sebelumnya pada level 2.163,4. Bursa saham Eropa bergerak variatif menjelang pertemuan Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman, Angela Merkel. Kedua pemimpin tersebut bertemu untuk menyamakan langkah dalam rangka menyepakati rencana besar penyelamatan zona Euro dalam tiga bulan ke depan. Pertemuan ini juga merupakan lanjutan dari hasil pertemuan pada 9 Desember lalu. Disamping itu, pergerakan pasar saham Eropa juga dipengaruhi oleh lelang obligasi Italia dan Spanyol yang akan dilakukan dalam pekan ini. Sedangkan dari domestik, sektor perdagangan ditutup variatif dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp32 miliar. Saham Minna Padi Investama (PADI) mencatatkan saham perdananya di BEI pada perdagangan kemarin. Di hari pertama perdagangannya, saham PADI mencatatkan kenaikan sebesar 39%.


Market Overview
Quote:

Perdagangan saham hari ini IHSG diperkirakan berpeluang menguat, adanya sentimen positif dari indeks global terutama indeks bursa Wall Street ditutup pada perdagangan saham kemarin waktu AS mayoritas indeks ditutup menguat terbatas akan menjadi katalis bagi indeks IHSG. Kenaikan indeks AS ini sebagai antisipasi laporan keuangan kuartal keempat 2011 serta rilis data ekonomi AS mengenai lonjakan 9,9% kredit konsumen bulan November yang naik tajam dalam satu dekade. Kenaikan tersebut di picu oleh belanja melalui kartu kredit mencapai 8,5% serta lonjakan dana pinjaman bergulir termasuk pinjaman pendidikan universitas dan pinjaman otomotif mencapai 107%. Pasar akan mencermati hasil dari pertemuan di Berlin antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang memperingatkan Yunani tidak akan mendapatkan dana talangan sampai negar ini menyetujui ketentuan yang ditetapkan bank kreditur pada swap obligasi maupun kesepakatan untuk mencegah default potensial. Selain itu, pelaku pasar akan menunggu lelang surat utang Spanyol dan Italia pada akhir pekan ini. Tentunya hasil lelang ini sebagai gambaran akan kemampuan untuk menyelesaikan krisis keuangan zona euro. Hal lainnya, mengenai Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang segera menghadapi pemeriksaan modal awal bank yang mengacu pada aturan Basel pada kuartal pertama 2012. Sementara itu, Amerika serikat belum secara utuh mengimplementasikan regulasi Basel II. Aturan kecukupan modal ketiga institusi moneter itu sedikit berbeda dengan pasal pada Aturan Basel. Oleh karena itu Komisi Pengawas Aturan Basel menyatakan siap meninjau wacana itu. Tiga negara ekonomi besar dunia tersebut akan menjalin kerjasama untuk memperbaiki kinerja perbankan antar kawasan.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS akan pasok gas 142,5 triliun btu ke PLN di 2012
• Telkomsel, anak usaha TLKM targetkan pelanggan capai 116 juta
• COWL akan tingkatkan capex 30% jadi Rp 448,5 miliar di 2012
• BIPI tidak lakukan divestasi aset untuk akuisisi
• INAF akan tingkatkan penjualan segmen reguler 60 di 2012
• PADI targetkan kenaikan laba bersih 30%-40% di 2012
• FORU peroleh kontrak iklan Rp 30 miliar dari Astra Honda Motor
• HERO targetkan realisasi stock split pada Maret 2012
• SIMM rencana ubah bisnis inti
• IGAR dividen tahun buku 2011 akan lebih baik dari 2010
• INDY mulai tawarakan PTRO
• APEX beli fasilitas produksi US$67,5 juta
• BNBR raih Rp56 miliar dari penjualan UNSP
• Investor negosiasi saham GIAA
• UNTR tambah capex menjadi USD 550 juta
• UNTR targetkan penjualan alat berat naik 15% pada 2012
• Laba WINS diperkirakan naik 27%
• Manunggal Prime lepas sebagian sahamnya di ASRI
• DILD siap investasi Rp 2 triliun
• LPPF akan tambah 10-12 gerai tahun ini
• Grup Danatama masuk kertas KBRI
• Surya Esa Perkasa harga IPO di kisaran Rp 450-Rp 650 per saham
Herseil - 11/01/2012 09:14 AM
#78

Newsletter 11 Jan 2012

Market Review
Quote:

Sejumlah faktor eksternal mendukung kenaikan pasar saham pada perdagangan kemarin, termasuk pasar saham domestik. IHSG tercatat meningkat sebesar 49,77 poin (1,28%) menuju level 3.938,842 dari posisi sebelumnya pada level 3.889,072. Kredit konsumen AS mencatatkan kenaikan pada November lalu menjadi US$20,4 miliar. Kenaikan permintaan kredit tersebut menandakan adanya daya beli konsumen AS. Dari Asia, tingkat ekspor China naik 13,4% pada bulan Desember 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua sentimen tersebut membawa penguatan bagi pasar saham Asia dimana indeks Nikkei tercatat naik sebesar 31,91 poin (0,38%) menuju level 8.422,26 dari posisi sebelumnya pada level 8.390,35 dan indeks Hang Seng tercatat naik sebesar 138,56 poin (0,73%) menuju level 19.004,28 dari posisi sebelumnya pada level 18.865,72. Kendati terjadi peningkatan ekspor China secara year on year, namun secara month to month terjadi penurunan akibat lesunya permintaan ekspor. Begitu juga dengan data impor yang tumbuh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Fakta tersebut dikhawatirkan akan merapuhkan kekuatan ekonomi terbesar di Asia. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 2%. Pasar merespon positif pertemuan Presiden Perancis, Nikolas Sarkozy dan Kanselir Jerman, Angela Markel yang membahas pajak transaksi keuangan Eropa dan krisis Yunani. Merkel menekankan untuk membuat solusi cepat untuk Yunani sehingga Yunani dapat memperoleh bailout tahap kedua. Sedangkan dari domestik, seluruh sektor perdagangan tercatat menguat dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp562 miliar. Sektor perdagangan mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 2,657%. Kenaikan ini dipimpin saham United Tractors (UNTR) yang tercatat naik sebesar 5% setelah perseroan menaikkan belanja modal ( capex) tahun ini dari rencana semula US$500 juta menjadi US$550 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$500 juta akan dipasok ke divisi kontraktor pertambangan sedangkan sisanya sebesar US$50 juta untuk divisi penjualan alat berat.


Market Overview
Quote:

Sentimen-sentimen dari global yang diperkirakan memberikan dukungan positif pergerakan IHSG hari ini diantaranya; kenaikan atas indeks Dow Jones dan Nasdaq pada perdagangan saham kemarin waktu AS. Indeks Dow Jones diakhiri menguat sebesar 69,78 poin (0,56%) ke posisi 12462,47 dan Nasdaq ditutup naik 25,94 poin (0,97%) ke level 2702,50. Selain itu, pasar masih menilai bahwa pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dengan Presiden Nicolas Sarkozy di Berlin yang menghasilkan pembahasan pajak transaksi keuangan Eropa dan krisis Yunani dapat memberikan arah positif bagi ekonomi Eropa. Kedua pemimpin tersebut menekankan untuk membuat solusi cepat untuk Yunani. Dengan demikian Yunani dapat dipastikan akan menerima bailout tahap kedua. Selain itu yang akan ditunggu pasar hasil pertemuan Kanselir Jerman, Angela Merkel dengan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde di Berlin. Kanselir Jerman dalam pernyataannya bahwa Yunani akan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuannya dengan Lagarde hari ini di Brelin. Merkel juga menyatakan keinginan dari negara-negara anggota kawasan euro agar Yunani untuk tetap menjadi bagian dari kawasan euro. Faktor lainnya, pasar akan mencermati dampak dari lelang obligasi negara-negara Eropa. Lelang obligasi telah dilakukan sejumlah negara Eropa, dimulai dari Belanda melakukan lelang mencapai 2,5-3,5 miliar euro. Hal yang sama Austria dan Hongaria melakukan lelang obligasi senilai US$185,7 juta untuk 3 bulan. Dan Yunani lakukan lelang 1,25 miliar euro untuk enam bulan. Lebih prioritas pasar akan fokus pada lelang obligasi Spanyol dan Italia akhir pekan ini. Hasil lelang ini sebagai gambaran akan kemampuan untuk menyelesaikan krisis keuangan zona euro. Penantian lainnya oleh pelaku pasar mengenai rilis suku bunga European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). Sedikit menjadi pelega pasar mengenai Fitch menyatakan tidak akan memotong credit rating Perancis AAA pada tahun ini. Namun, Perancis under review seperti Italia dan Spanyol yang dapat diturunkan 1-2 notches.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR akan operasikan Pabrik Tuban IV dan Tonasa V tahun ini
• Anak usaha MEDC akan naikan pasokan PLTGU Indralaya
• Cathay Pacific Airways Ltd. bantah kabar akan beli saham GIAA
• BBNI siap danai pembangunan jalur kereta api bandara Soetta
• BBRI siapkan Rp 300 miliar untuk akuisisi perusahaan sekuritas
• CTRP akan bangun 6 hotel bertaraf bintang tiga di 2012
• EXCL hanya akan jual 7.000 aset menaranya
• WINS perkirakan pendapatannya lebih Rp 900 miliar di 2011
• WINS targetkan perolah kontrak USD 125 juta di 2012
• RODA targetkan pendapatan capai Rp 1,2 triliun di 2012
• MRAT proyeksikan penjualan ekspor Rp 116,34 miliar di 2012
• RALS targetkan penjualan naik 8,34% jadi Rp 7,14 triliun di 2012
• MDRN jajaki pinjaman Rp 200 miliar pada 3 bank lokal
• SMGR emisi obligasi semester II
• BNBR jual 4,3 miliar lembar saham BTEL
• FREN akan reverse stock 20:1
• KAEF targetkan pendapatan Rp 4 triliun
• KLBF bidik pendapatan 20%
• CTRP telah lakukan buyback 189,9 juta saham
• MYRX siap investasi Rp 150 miliar
• Rugi bersih per September 2011 APOL Rp 1,15 triliun
• KBLI siapkan capex USD 6,25 juta
• BBTN pertahankan CAR 16%
Herseil - 12/01/2012 10:12 AM
#79

Newsletter 12-Jan-2012

Market Review
Quote:

IHSG bergerak mixed pada perdagangan saham kemarin dengan diakhir transaksi ditutup dalam teritorial negatif, atau melemah 29,202 poin (0,74%) ke posisi 3909,640. Aksi pelepasan terhadap sahamsaham papan atas mendorong indeks masuk dalam zona merah. Saham ASII yang dominan pengaruhnya bagi IHSG terkoreksi sebesar 1,8% menjadi Rp75.600, diikuti oleh saham GGRM melemah 1,5% ditutup pada harga Rp60.500 dan saham INTP turun 4,1% ke level 17.750. Dari sisi indeks sektoral, koreksi terbesar terjadi pada sektor konsumi sebesar 1,6%, diikuti indeks sektor ragam industri sebesar 1,5% dan indeks sektor perdagangan turun 1,3% serta indeks manufaktur melemah 1,3%. Melemahnya sebagian dari indeks bursa Asia serta khawatir akan diikuti oleh indeks bursa kawasan Eropa yang akan koreksi hingga memicu aksi pelepasan yang dilakukan pelaku pasar dalam negeri. Bursa saham Eropa sempat melemah pada pembukaan perdagangan kemarin yang dimotori saham sektor makanan dan farmasi. Muncul sentimen negatif atas bursa Eropa tersebut sebagai kecemasan pasar terhadap pernyataan dari lembaga Fitch Rating bahwa negara-negara seperti Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Siprus dan Irlandia berpotensi negatif untuk beberapa bulan ke depan. Sedangkan penilaian terhadap Perancis, lembaga ini menjelaskan bahwa tidak akan memotong credit rating Perancis AAA pada tahun ini. Namun, Perancis under review seperti Italia dan Spanyol yang dapat diturunkan 1-2 notches. Pesimistis terhadap lelang obligasi Spanyol dan Italia akhir pekan ini, penyebab penyulut terjadi spekulasi di pasar. Karena hasil lelang ini menjadi barometer akan kemampuan untuk menyelesaikan krisis keuangan zona euro. Sementara lelang obligasi Belanda, Austria, Hongaria dan Yunani kurang mendapat respon pasar. Spekulasi pasar pun terjadi dalam menyikapi pertemuan kanselir Jerman, Angela Merkel dengan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde di Berlin. Kanselir Jerman dalam pernyataannya bahwa Yunani akan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuannya dengan Lagarde di Berlin.


Market Overview
Quote:

Minimnya insentif pasar dari dalam negeri, dominasi IHSG masih kuat dipengaruhi oleh sentimen global. Dari AS, berkenaan dengan bursa negara ini yang ditutup variatif. Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin ditutup melemah sebesar 13,02 poin (0,10%%) ke posisi 12449,45. Sedangkan indeks Nasdaq ditutup menguat sebesar 8,26 poin (0,31%) ke level 2710,76. Perlambatan dari pergerakan indek Wall Street ini bisa menjadi katalis bagi IHSG hari ini. Kondisi Eropa tetap menjadi pantauan pelaku pasar, yang dicemaskan pasar mengenai pernyataan dari lembaga pemeringkat internasional. Hal yang terbaru keluar pernyataan dari Fitch Rating yang menyatakan bahwa sejumlah negara-negara di Eropa seperti Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Siprus dan Irlandia berpotensi negatif untuk beberapa bulan ke depan. Pasar akan menyikapi kehadiran dari Kanselir Jerman, Menkeu Jerman dan Presiden Bank Dunia dalam event konferensi. Dari Jerman yang bisa berpengaruh bagi bursa Eropa dan global serta dampaknya bagi pasar dalam negeri mengenai rilis data PDB Jerman dan hasil lelang obligasi 5 tahun senilai 4 miliar euro atau senilai US$5,09 miliar. Apa yang tengah dibahas dalam pertemuan antara para pemimpin Jerman dan Italia tentunya akan berdampak terhadap pasar, termasuk penantian dari keputusan kebijakan ECB hari ini. Dari geopolitik Iran berkenaan dengan embargo minyak dan nuklir negara Mullah yang makin kronis. AS melalui menteri Timothy Geithner terus mencari dukungan bahkan utusan ini akan manyambangi negara-negara industri seperti China dan Jepang untuk meminta keikutsertaan dalam embargo Iran. Timothy Geithner tengah menyambangi China dan Jepang mencari dukungan. Tetapi Jepang dikabarkan sudah terang-terangan tidak ikut campur dalam kampanye embargo minyak Iran. Jepang sangat peduli terhadap tingkat harga minyak dunia dan tidak akan terlibat dengan manuver politik antar negara. Karena Jepang membutuhkan sumber daya energi cukup besar untuk membangun infrastruktur dan menutup kekurangan suplai dari reaktor nuklir yang non-aktif.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR anggarkan capex 2012 sebesar Rp 3 triliun
• SMGR akan bangun 5 pbarik pengemasan
• BORN dapat pinjaman dari dua bank asing sebesar USD 250 juta
• Biaya eksplorasi ANTM mencapai Rp 21,7 milyar pada Des
• Penjualan UNTR ditargetkan tumbuh 10%-15% di 2012
• Joint Venture WIKA-TINS terancam gagal
• BMRI harap pengurangan rasio dividen
• BBNI menurunkan SBDK rata-rata sebesar 50 bps
• BBTN kembali turunkan bunga kredit
• AALI produksi CPO naik 13,9% capai 1.27 juta ton di 2011
• Investor GIAA dapat kursi manajemen
• Kementerian BUMN akan regrouping KAEF dan INAF di 3Q 2012
• Sigmantara Alfindo jual 7,42% saham AMRT di Rp 4.100 / saham
• Mitsubishi kuasai 10% saham AMRT
• AMRT perkirakan pendapatan naik 28% pada 2011
• MLBI targetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5%
• KPIG telah lakukan buyback 335,699 juta saham
• TGKA perkirakan pendapatan Rp 7,6 triliun
• CSAP investasikan Rp 90 miliar untuk buka 3 gerai Mitra10 di 2012
• IGAR berencana bagikan dividen
• TiPhone listing di BEI hari ini
Herseil - 13/01/2012 09:23 AM
#80

Newsletter 13 Jan 2012

Market Review
Quote:

Setelah bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan kemarin, akhirnya indeks berhasil ditutup pada zona negatif bersamaan dengan pelemahan bursa saham Asia. IHSG tercatat melemah tipis sebesar 0,143 poin (0,004%) ke level 3.909,497 dari posisi sebelumnya pada level 3.909,64. Pergerakan pasar saham mayoritas masih dipengaruhi oleh perkembangan faktor global yang diawali dari pelemahan bursa AS pada perdagangan sebelumnya waktu setempat. Pasar masih mengantisipasi perkembangan terakhir mengenai penyelesaian krisis utang Eropa dan menunggu hasil lelang obligasi Italia dan Perancis. Dari Eropa, Italia menghadapi ancaman signifikan atas penurunan peringkat utang pada akhir bulan ini oleh Fitch Rating yang dikarenakan negara tersebut tidak memiliki upaya untuk mengatasi krisis. Fitch juga memperingatkan mengenai kemungkinan kolapsnya Eropa apabila tidak ada langkah nyata dari Bank Sentral Eropa. Dari Asia, inflasi tahunan China turun ke level 4,1% pada bulan Desember 2011, yang merupakan tingkat terendah dalam 15 bulan. Angka CPI (MoM) juga tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 62,29 poin (0,74%) ke level 8.385,59 dari posisi sebelumnya pada level 8.447,88 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 56,56 poin (0,3%) ke level 19.095,38 dari posisi sebelumnya pada level 19.151,94. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 2%. Dari domestik, rapat Dewa Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada level 6%. Sektor perdagangan tercatat variatif dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp35 miliar. Saham TiPhone Mobile Indonesia (TELE) sempat mencatatkan penguatan sebesar 22,5% pada hari pertama perdagangannya kemarin. Sektor perkebunan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 1,542% yang dipimpin oleh kenaikkan saham AALI sebesar 2,3%. Sedangkan sektor perdagangan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 0,342% yang dipimpin oleh saham UNTR yang turun 3,5%.


Market Overview
Quote:

Prediksi IHSG pada perdagangan saham akhir pekan ini kembali akan bergerak mixed, namun berpeluang melemah. Sejumlah sentimen negatif yang membayangi pergerakan indeks tetap didominasi pengaruh dari Eropa dan AS. Sejumlah faktor diperkirakan memiliki dampak bagi pergerakan indeks IHSG, antara lain; kabar mengenai pemerintah Yunani tengah melakukan diskusi dengan para pemegang obligasi. Dimana pasar akan menyikapi hal ini menjadi positif apabila menghasilkan keputusan berupa adanya dukungan untuk pengurangan beban utang sehingga Yunani dapat meraih bailout kedua dari lembaga donor. Meski, hasil dari pertemuan tersebut pesimis dapat meyakinkan para pemegang obligasi. Sementara itu, IMF tetap meminta pemerintah Yunani untuk menyediakan dana agar lembaga ini dapat meningkatkan kontribusi dalam menyediakan dana talangan. Dari Italia mengenai regulator bursa Italia yang melanjutkan larangan short selling saham hingga enam pekan ke depan. Larangan itu dilakukan untuk saham sektor perbankan dan asuransi. Kebijakan ini bersamaan dengan perbankan Eropa yang harus meningkatkan modal. Sentimen lain, menyikapi hasil lelang obligasi pemerintah Italia dan Spanyol. Spanyol melelang obligasi 3-4 miliar euro atau setara dengan US$3,8 miliar hingga US$5,08 miliar untuk jangka waktu 3 tahun. Sedangkan Italia melelang obligasi jangka waktu 12 bulan. Lelang ini akan menunjukkan dua negara teringgi beban utangnya di Eropa sehingga dapat mempengaruhi kepercayaan pasar. Selain itu, pasar menantikan hasil keputusan lembaga rating Fitch yang akan memapaparkan prospek kredit Eropa. Dari dalam negeri berupa rilis data ekonomi mengenai suku bunga BI rate. BI memutuskan untuk menahan tingkat suku BI rate di angka 6%. Karena, BI menilai tingkat suku bunga ini masih bisa digunakan untuk menahan krisis global. BI perkirakan angka inflasi akan bergerak di angka 4,5% plus minus satu, sedangkan pertumbuhan ekonomi di kuartal satu 2012 akan berada di 6,5%.


Stock Headlines
Quote:

• INDY bidik USD 150 juta dari penjualan saham PTRO
• Biaya eksplorasi BRAU capai USD 1,26 juta
• GEMS raih kontrak 4 juta ton
• Mount Charlotte beli saham BTEL
• GZCO beli saham 28% Golden Blossom
• PNLF lepas saham Panin Life USD 200 juta
• PNLF beli saham PNBN
• RUIS incar kontrak Rp 1,3 triliun
• Sinarmas Land siapkan capex Rp 3,25 triliun
• SSIA akan menambah izin lahan industri baru 1.000 hektar
• CTRA catat marketing sales Rp 3,62 triliun sepanjang 2011
• CTRP mulai bangun mega Ciputra World 2 di CBD DR Satrio
• TELE akan akuisisi 3 perusahaan selular di 1H2012
• TELE revisi target pendapatan di 2012 jadi Rp 11 triliun
• FREN rencana reverse stock belum disetujui pemegang saham
• BTEL akan luncurkan layanan seluler pada 2Q2012
• CTRP siapkan Rp800 miliar untuk bujet hotel
• Dua investor jajaki saham GIAA
• GIAA pastikan Garuda Maintanance Facility tidak akan IPO di 2012
• GIAA akan lunasi utang USD 131 juta tahun ini
• BMRI perluas bisnis ke Singapura
Page 4 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK