Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

Herseil - 16/01/2012 09:19 AM
#81

Newsletter 16-Jan-2012

Market Review
Quote:

Pegerakan pasar saham masih dipengaruhi oleh kondisi eksternal, baik dari Eropa, Amerika, maupun Asia. Dalam sepekan perdagangan, IHSG berhasil mencatatkan penguatan sebesar 1,7% menuju level 3.935,326. Dari Amerika, pergerakan saham dipengaruhi oleh rilis data ekonomi. Data ekonomi terakhir adalah data penjualan ritel Amerika di bulan Desember yang tercatat naik, namun masih dibawah estimasi sebelumnya. Ditambah juga dengan angka klaim pengangguran mingguan yang juga tercatat naik lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Dari Eropa, pasar menyikapi pertemuan antara Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman, Angela Merkel yang bertemu untuk menyamakan langkah dalam rangka menyepakati rencana besar penyelamatan zona Euro dalam tiga bulan ke depan. Merkel juga menekankan untuk membuat solusi cepat bagi Yunani sehingga dapat memperoleh bailout tahap kedua. Pasar juga sempat menantikan hasil lelang obligasi Italia dan Spanyol yang berakhir positif. Italia dan Spanyol berhasil melakukan lelang obligasi dengan yield yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Spanyol berhasil meraih dana dua kali lipat dari lelang obligasi sebelumnya sebesar 10 miliar euro atau setara dengan US$12,7 miliar dengan tingkat bunga turun sebesar 1% menjadi 5,23%. Begitu juga dengan obligasi Italia sebanyak 12 miliar euro dengan tingkat bunga turun 2,7% menjadi 5,95%. Disamping itu, Fitch Rating menyatakan bahwa negara-negara seperti Belgia, Spanyol, Slovenia, Italia, Siprus, dan Irlandia berpotensi negatif beberapa bulan ke depan. Dari Asia, khususnya China, penyaluran kredit dan jumlah uang beredar di negara tersebut mengalami pertumbuhan diatas ekspektasi setelah regulator sempat melonggarkan aturan kredit. Dari data ekonomi, tingkat ekspor China naik 13,4% pada bulan Desember (YoY). Namun, secara MoM, angka eskpor China mengalami penurunan akibat lesunya permintaan ekspor. Begitu juga dengan data impor yang tumbuh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Fakta ini dikhawatirkan akan merapuhkan kekuatan ekonomi terbesar di Asia. Sedangkan dari domestik, rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada level 6%. Tahun ini, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar pada level 6,3% hingga 6,5% dengan tingkat inflasi sebesar 4,5% +/- 1%.


Market Overview
Quote:

Perkiraan IHSG dalam perdagangan saham pekan ini diperkirakan mixed berpeluang menguat. Berkurangnya sentimen negatif ke pasar dalam pekan ini setelah kepercayaan pasar terhadap kawasan ini mulai meningkat. Ditandai dengan lelang obligasi yang dilakukan sejumlah negara Eropa yang dapat dikatakan berhasil. Setelah beban biaya pinjaman Spanyol dan Italia mencatatkan penurunan. Italia melelang obligasi jangka panjang untuk pertama kalinya tahun ini. Sedangkan dalam lelang surat utang Spanyol membukukan penjualan sebesar 10 miliar euro. Angka tersebut dua kali lipat dari target awal yang. Pada perdagangan akhir pekan lalu obligasi milik Spanyol, Perancis, Belgia, turun lima basis poin menjadi 1,87%. Sementara obligasi Jerman pada perdagangan akhir pekan lalu turun 10 basis poin menjadi 2,33%. Sisi negatif pasar dalam pekan ini, berkenaan dengan pemangkasan peringkat utang terhadap beberapa negara di Uni Eropa oleh lembaga peringkat Standard and Poor (S&P). S&P memotong rating kredit Perancis menjadi AA+, penurunan rating karena ada pandangan negatif terhadap upaya penyelesaian utang Eropa. Selaian Perancis, Austria Italia, dan Spanyol juga mengalami penurunan rating. Pasar menunggu langkah dari ECB melakukan buyback obligasi. Seperti yang diisyaratkan oleh Fitch Ratings dalam pernyataannya bahwa euro bisa kolaps tanpa bantuan lebih dari ECB. Oleh karena ini Fitch meminta kepada ECB agar mem-buyback obligasi zona euro. Masih dengan lembaga pemeringkat tersebut, Fitch Ratings menyatakan kembali ancaman kemungkinan downgrade peringkat utang Perancis. Sementara itu, Embargo minyak Iran yang dimotori oleh AS dan sekurunya, ternyata masih mengalami pro dan kontra. Pemerintah AS terus mencari dukungannya untuk embargo minyak Iran. Terkait dengan hal ini, pemerintah India menjelaskan akan terus melakukan hubungan bisnis dengan Iran dan ada alasan untuk mengabaikan seruan AS untuk menghentikan impor minyak mentah dari Iran.


Stock Headlines
Quote:

• ADHI dapat proyek Solid Jetty, LCT Jetty dan Liquid Jetty
• TINS akan bangun 2 kapal keruk jenis bucket wheel dredge
• MEDC targetkan produksi gas di Simenggaris capai 5 juta mmscfd
• UNVR ekspansi tahun 2010-2011 akan memberi kontribusi di 2012
• Meneg BUMN minta JSMR tidak menunggu subsidi dari pemerintah
• GIAA pendapatan naik 38,79% jadi Rp 27,10 triliun di 2011
• CTRA targetkan pendapatan naik 40%-50% di 2012
• GEMS, anak usaha DSSA peroleh kontrak penjualan 4 juta ton
• GZCO tingkatkan modal ke Golden Blossom Sumatra
• Rothschild restui penyelesaian utang BUMI
• BNBR lunasi utang USD 400 juta kepada Credit Suisse
• BNBR akan terbitkan obligasi Rp 1 triliun
• ELTY investasi Rp 2,1 triliun
• SMMA jajaki lepas 10% saham
• Market share INTP naik menjadi 31,5% pada Des 2011
• BWPT siapkan dana Rp 220 miliar
• NIKL capai target produksi lebih dari 100 ribu MT
• FAST ekspansi Rp 320 miliar
• INTI berencana IPO 2013
• JSMR alokasikan dana sisa IPO dalam 2 tahun
• APLN diminta setor dana bunga obligasi
• MEDC lunasi utang US$20,6 juta
• Lautandhana jadi pemegang saham KBRI
Herseil - 17/01/2012 09:18 AM
#82

Newsletter 17 Jan 2012

Market Review
Quote:

Minimnya sentimen domestik yang baru, menyebabkan indeks memfaktorkan sentimen global yang mempengaruhi pergerakan pasar. Sepanjang perdagangan awal pekan kemarin, indeks bergerak melamah dan ditutup turun sebesar 25,633 poin (0,651%) ke level 3.909,693 dari posisi sebelumnya pada level 3.935,326. Standard & Poor’s memutuskan untuk memangkas peringkat utang 9 dari 17 negara anggota zona Euro, termasuk Perancis dan Austria. Empat negara yang mengalami penurunan peringkat sebanyak dua level adalah Italia, Spanyol, Portugal, dan Siprus. Sedangkan lima negara yang mengalami penurunan peringkat satu level adalah Perancis, Austria, Malta, Slovenia, dan Slovakia. S & P juga mengancam akan menurunkan peringkat EFSF (European Financial Stability Fund) yang dikarenakan berdasarkan data terakhir, bank dari negara penerima dana EFSF tersebut lebih memilih untuk menempatkannya di ECB (European Central Bank) dalam bentuk overnight facility sebesar 490 miliar euro dibandingkan dengan menyalurkan dalam bentuk kredit untuk memacu pertumbuhan ekonomi. S & P menempatkan peringkat AAA untuk EFSF dengan credit watch negative pada Desember lalu. Penurunan peringkat ini menyebabkan mayoritas bursa saham regional melemah. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 121,66 poin (1,43%) ke level 8.378,36 dari posisi sebelumnya pada level 8.500,02 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 192,22 poin (1%) ke level 19.012,2 dari posisi sebelumnya pada level 19.204,42. Perhatian pasar juga tertuju kepada rilis data pertumbuhan ekonomi China pada hari Selasa, waktu setempat, yang diperkirakan melemah dibandingkan periode kuartal ketiga tahun 2011. Prediksi ini juga menyebabkan bursa saham China melemah dimana indeks Shanghai Composite melemah sebesar 38,39 poin (1,71%) ke level 2.206,19 dari posisi sebelumnya pada level 2.244,58. Bursa saham Eropa bergerak variatif dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. Dari domestik, hanya sektor infrastruktur dan perdagangan yang tercatat menguat diantara pelemahan sektor lainnya.


Market Overview
Quote:

Indeks IHSG diperkirakan masih dibayangi sentimen negatif yang muncul dari belahan Eropa. Pergerakan pasar dalam negeri akan menyikapi kekhawatiran atas ekonomi negara-negara kawasan Eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Akibat lambatnya penanganan krisis utang kawasan ini membuat lembaga pemeringkat akhirnya memutuskan melakukan penilaian terhadap peringkat obligasi negara-negara kawasan tersebut. Standard & Poor's memangkas peringkat utang Prancis dari level AAA dan peringkat utang sejumlah negara Eropa lainnya. Peringkat utang Prancis dipangkas menjadi AA+, dengan outlook negatif. Negara-negara yang dipangkas adalah Italia, Spanyol, Portugal dan Siprus turun dua peringkat. Sedangkan Prancis, Austria, Malta, Slowakia dan Slovenia turun satu peringkat. Sementara Jerman masih sebagai negara berpredikat outlook stabil dengan rating AAA. Turunnya peringkat sejumlah negara Eropa bertanda bahwa krisis utang Eropa akan semakin memburuk. Sisi lainnya semakin menyulitkan bagi Jerman untuk menjadi pemimpin penyelesaian krisis utang kawasan Eropa ini. Terkait dengan penurunan peringkat Prancis, ada spekulasi kemungkinan mundurnya Presiden Perancis Sarkozy. Dampak dari penurunan peringkat ini semakin menyulitkan negara-negara yang tergabung dalam euro untuk meyakinkan investor atas upaya pemulihan di kawasan ini. Kondisi di Eropa semakin membahayakan. Surat utang negara-negara Eropa berpotensi akan memiliki beban yang semakin besar. Setelah penurunan peringkat terhadap Prancis, dikhawatirkan muncul kemungkinan penurunan peringkat bank–bank di negara tersebut. Apabila bank-bank Perancis turun peringkatnya, maka dapat berdampak lebih luas lagi yang akan menciptakan banyak hal negatif di pasar karena akan mempengaruhi ke perbankan Inggris dan Amerika Serikat. Sentimen pasar lainnya, belum ada kesepakatan pertemuan pemerintah Yunani dengan para kreditor swasta, pertemuan dijadwalkan dilanjutkan pada hari Rabu mendatang.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS bangunan dua LNG receiving terminal di Jawa Barat
• INTP targetkan pangsa pasar 32%-33% dari pasar semen nasional
• BBRI investasi hingga Rp 24 miliar untuk buka 12 kantor di 2012
• BNII ubah namanya jadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk
• BNBR dan Long Haul dapat pinjaman USD 437 juta
• Maybank lepas saham BNII Rp 5,7 triliun
• BBKP bantah lakukan pembicaraan penjualan sahamnya
• Bila CAR mencapai 12%, BMRI terbitkan obligasi subordinasi
• AUTO gandeng NHK Precision bentuk usaha patungan
• JAWA peroleh pendapatan Rp 610 milyar
• KPIG ekspansi ke Lombok Rp 500 milyar
• INAF bidik tambahan pendapatan Rp 200 miliar
• ROTI bangun 2 pabrik Rp 160 miliar
• Surya Eka Perkasa tetapkan harga penawaran Rp 610/saham
• ASRI rights issue Rp783 miliar
• BWPT targetkan kenaikan produksi CPO 25%
• PGAS bangun regasifikasi terapung Lampung
• ETWA raih pinjaman Rp20 miliar
• SSIA akan menambah utang Rp500 miliar
• BBNI kemungkinan akan mengakuisisi bank tahun ini
• BBCA membukukan pertumbuhan kredit 31%
• BKDP berencana mengakuisisi lahan di Bali
Herseil - 18/01/2012 09:30 AM
#83

Newsletter 18 Jan 2012

Market Review
Quote:

Masih minimnya sentimen domestik menyebabkan pergerakan pasar pada perdagangan kemarin kembali dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Indeks bergerak menguat di sepanjang perdagangan dan berhasil ditutup naik sebesar 45,062 poin (1,153%) menuju level 3.954,755 dari posisi sebelumnya pada level 3.909,693. Indeks Dow Jones pada perdagangan waktu sebelumnya tutup terkait hari libur nasional. Investor fokus akan sentimen dari Eropa dan Asia. Dari Eropa, pemberitaan atas downgrade rating utang berhasil ditekan oleh keberhasilan Perancis dalam melakukan lelang surat utangnya sehingga kekhawatiran akan persoalan likuiditas fiskal jangka pendek berkurang. Sedangkan pemberitaan dari regional, berasal dari China, terkait dengan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) yang meskipun lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, namun angka ini naik melebihi perkiraan perkiraan sebelumnya. Di akhir 2011, rasio PDB China sebesar 8,9%; lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 8,7%; namun lebih rendah dibandingkan kuartal ketiga sebesar 9,1%. Secara satu tahun penuh pun, ekonomi China tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 9,2%; turun dibandingkan posisi tahun 2010 sebesar 10,3%. Melemahnya ekspor karena pasar utama China yaitu Eropa dan AS yang masih terkena krisis dan pengetatan kebijakan moneter domestik, telah membawa China mengalami perlambatan ekonomi. Kedua sentimen ini menjadi katalis bagi penguatan bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 88,04 poin (1,05%) menuju level 8.446,4 dari posisi sebelumnya pada level 8.378,36 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 615,55 poin (3,24%) menuju level 19.627,75 dari posisi sebelumnya pada level 19.012,2. Bursa saham Eropa juga bergerak menguat hingga diatas 1,5%. Investor mengesampingkan downgrade Eropa dan lebih memfokuskan pada keberhasilan lelang obligasi Perancis dan pertumbuhan ekonomi China yang diatas prediksi sebelumnya kendati secara tahunan melambat. Dari domestik, seluruh sektor tercatat menguat dan asing tercatat net buy sebesar Rp181 miliar.


Market Overview
Quote:

Pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini akan begerak fluktuatif dengan peluang menguat. Sejumlah sentimen yang dapat sebagai katalis bagi pergerakan indeks domestik, antara lain; rilis data ekonomi Cina untuk kuartal keempat 2012, tercatat PDB hanya mengalami pertumbuhan sebesar 8,9% atau mengalami perlambatan dibandingkan dengan kauratl kedua 2011. Sebelumnya PDB Cina pada kuartal ketiga masih mencapai 9,1%. Penyebab perlambatan ekonomi Cina ini karena output industri melambat sebagai dampak dari krisis utang negara Eropa. Eropa merupakan kawasan Ekspor bagi Cina terbesar kedua setelah kawasan Asia. Sentimen lainnya mengenai lelang obligasi Yunani dan Spanyol kemarin. Spanyol melakukan lelang obligasi senilai 5-6 miliar euro untuk 12 dan 18 bulan. Dan Yunani melakukan lelang obligasi 13 pekan, serta Belgia melakukan lelang obligasi 3 bulan dan 12 bulan. Faktor lain yang dapat berdampak bagi pasar berkenaan dengan pertemuan antara para juru runding Yunani dengan pihak swasta. Sejauh ini pemerintah Yunani telah berulang kali meyakinkan para krediturnya untuk memberikan penghapusan 50% utangnya. Pasar juga akan menyikapi S&P yang masih pesimistis terhadap zona euro. Seperti terlontar dalam pernyataan bahwa dalam menghadapi banyak tekanan termasuk kondisi pengetatan kredit, meningkatnya premi risiko dan melemahnya prospek pertumbuhan ekonomi, muncul adanya hambatan politik untuk solusi terhadap krisis akibat terjadinya perselisihan terbuka dan berkepanjangan di kalangan para pembuat kebijakan Eropa. S&P menyatakan bahwa penghematan dan disiplin anggaran belum cukup untuk melawan krisis utang dan menyelamatkan negara. Setelah memangkas peringkat sejumlah negara Eropa, S&P memangkas rating EFSF (Dana Penyelamatan Zona Eropa) satu tingkat menjadi AA+. S&P menilai EFSF tidak akan mencukupi kebutuhan pinjaman yang dibutuhkan Uni Eropa. Sisi lainnya, Presiden ECB optimistis terhadap negara Uni Eropa, meski tetap dalam situasi yang sangat serius


Stock Headlines
Quote:

• BMRS dapat ijin garap bijih besi di Mauritania
• BYAN digugat BCBC Singapore Pte Ltd
• DOID tingkatkan capex jadi US$300 juta
• SMGR cari dana US$540 juta
• EXCL tunjuk Huwei Tech Invesment jadi pengelola jaringan baru
• INAF targetkan pendapatan Rp 1,7 miliar-Rp 1,8 miliar di 2012
• Hong Kong Cathay Pacific Airways minati saham GIAA
• UNSP siapkan capex USD 40 juta
• BWPT produksi FFB sebanyak 441.876 ton selama 2011
• PKPK akan akuisisi tambang batubara Rp 500 miliar
• PKPK targetkan kenaikan penjualan 71%
• MBSS selesaikan penambahan 30 kapal
• KIAS berencana rights issue senilai Rp 910 miliar
• Penjualan CTRA meningkat 111%
• ELTY kembangkan proyek Rp2 triliun
• MTLA kontribusi residensial akan sumbang 67%-68% di 2012
• LPCK targetkan marketing sales naik 20% jadi Rp 1,2 triliun
• KPIG pendapatan diperkirakan naik 20%-30% di 2012
• AMRT akan ekspansi bangun 800 toko & 4 pusat distribusi
• BCIC memproyeksikan penurunan laba tahun ini 61.66%
• POLY estimasikan penjualan capai Rp 6,2 triliun akhir 2011
• VOKS alokasikan capex sebesar USD 4 juta di 2012
Herseil - 19/01/2012 09:51 AM
#84

Newsletter 19-Jan-2012

Market review
Quote:

Pada perdagangan kemarin, indeks bergerak dalam rentang yang terbatas, namun tetap berhasil membukukan penguatan pada penutupan perdagangan. IHSG tercatat menguat sebesar 23,373 poin (0,591%) menuju level 3.978,128 dari posisi sebelumnya pada level 3.954,755. Penguatan ini diawali dengan kesuksesan lelang obligasi Spanyol yang turut menjadi katalis bagi penguatan bursa regional. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 84,18 poin (0,99%) menuju level 8.550,58 dari posisi sebelumnya pada level 8.466,4 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 59,17 poin (0,3%) menuju level 19.686,92 dari posisi sebelumnya pada level 19.627,75. Pasar masih mencermati perkembangan terbaru Eropa terkait rencana penjualan surat utang Portugal. Portugal akan melelang obligasi jangka pendek senilai 2,5 miliar euro, yang merupakan lelang terbesar sejak tahun lalu. Terserapnya dana penjualan surat utang tersebut akan memberikan informasi mengenai eskalasi risiko fiskal dalam jangka pendek. Pasar juga fokus atas kelanjutan pembicaraan tentang restrukturisasi pinjaman Yunani. Fitch Rating melihat bahwa dalam waktu dekat Yunani tidak bisa menghindari default. Perdana Menteri Lucas Papademos berencana untuk menemui perwakilan pemegang obligasi dari sektor swasta. Disamping itu, Bank Dunia memangkas pertumbuhan ekonomi global menjadi 5,4% bagi negara berkembang dan 1,4% bagi negara maju. Pertumbuhan ekonomi AS dipangkas menjadi 2,2% dari 2,9% dan pertumbuhan kawasan Euro diperkirakan kontraksi 0,3% pada tahun 2012. Bursa saham Eropa bergerak variatif menjelang pertemuan pejabat Yunani dengan kreditor swasta dan lelang obligasi Portugal. Dari domestik, Moody’s Rating menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Baa3 dari sebelumnya Ba1. Outlook peringkat ini ditetapkan stabil. Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati. Moody’s juga menaikkan peringkat deposito 9 Bank Indonesia.


Market Overview
Quote:

IHSG berpeluang bergerak positif hari ini, menyusul kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody’s masuk kedalam negara berpredikat layak investasi. Selain itu, pergerakan IHSG akan mendapat dukungan sentimen dari kenaikan indeks bursa Wall Street kemarin waktu AS. Indeks Dow Jones ditutup menguat 96,88 poin (0,78%) berada di level 12578,95 dan indeks Nasdaq naik 41,63 poin (1,53%) ke level 2769,71. Setelah Fitch Rating menaikkan rating utang Indonesia ke level investment grade, saatnya giliran Moody's menaikkan peringkat bagi obligasi Indonesia denominasi rupiah dan asing. Obligasi Indonesia naik peringkat menjadi Baa3 dari Ba1 dengan outlook stabil. Demikian dengan obiligasi jangka panjang mata uang rupiah, plafon obligasi asing naik menjadi Baa2 dari Baa3. Obligasi jangka panjang mata uang rupiah caping atas deposito setara dengan rating obligasi pemerintah Baa3. Untuk jangka pendek dan deposito obligasi berdenominasi rupiah menjadi P-3. Prospek batas atas stabil. Moody's menaikan peringkat Indonesia karena keuangan Indonesia sejalan dengan negara-negara yang memiliki rating utang Baa. Dan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kebijakan dan sistem-sistem yang mampu mengatasi kerentanan keuangan serta sistem perbankan sehat yang mampu bertahan dari stress test. Penilaian lain Moody’s juga merujuk dari kekuatan ekonomi Indonesia terutama kenaikan dalam investasi, pembangunan infrastruktur serta reformasi kebijakan dan sistem keuangan yang dikelola dengan baik. Pertumbuhan yang kuat disertai oleh kesehatan dalam pembayaran utang. Dari sisi manajemen fiskal, Moody's melihat saat ini kebijakan yang diterapkan cukup baik, defisit anggaran berada pada tingkat yang sangat rendah, dan debt to GDP yang rendah. Sentimen positif dari faktor eksternal, terkait dengan hasil pertemuan pemimpin Jerman, Prancis dan Yunani yang telah sepakat untuk menghindari Yunani dari gagal bayar. Yunani tengah berupaya untuk memecahkan kebuntuan dalam negosiasi untuk mengurangi beban utang dan mencegah gagal bayar.


Stock Headlines
Quote:

• DOID anggarkan capex US$250 juta hingga US$300 juta di 2012
• Anak usaha DOID perpanjang kontrak dari BYAN
• ASIA dapatkan kontrak jual beli batu bara dari Wuhan Co Ltd
• MITI targetkan produksi granit 1,95 juta ton di 2012
• AA Land Pte Ltd jadi standby buyer rights issue MDLN
• ACES akan buka gerai ke-55 di Festival Citylinks, Bandung
• SIMA targetkan penjualan Rp10-Rp20 miliar di 2012
• ASII investasi pabrik Rp 1 triliun
• FREN siap reverse stock 20:1
• FREN selesaikan restrukturisasi obligasi Rp 4,7 triliun
• FREN siapkan capex hingga USD 200 juta
• ASRI akan terbitkan saham Non HMETD
• PWON targetkan kenaikan pendapatan 15-20%
• PWON akan refinancing utang maksimal Rp1 triliun
• BSL Investment lepas 7,3% saham PWON
• ROTI targetkan penjualan 1Q12 Rp300 miliar
• KIAS lunasi pinjaman US$86,5 juta
• KRAS tuntaskan sengketa lahan
• TPIA investasi US$145 juta
• BBRI merencanakan penambahan dana untuk akuisisi 2012
• BBNI meningkatkan kerjasama dengan ITB
• BJBR mempertimbangkan untuk menerbitkan right issue
Herseil - 20/01/2012 09:30 AM
#85

Newsletter 20-Jan-2012

Market Review
Quote:

Penguatan indeks pada perdagangan kemarin didominasi oleh sejumlahsentiment positif yang menjadi katalis pergerakan pasar saham, termasukIHSG. Diawali dengan data positif AS yaitu kenaikan tingkat kepercayaanpengembang AS, yang menguatkan bursa saham AS pada perdagangansebelumnya dan bursa saham Asia. Peringkat investment grade yangdiperoleh Indonesia dari Moody’s menjadi sentimen domestik yangmendorong aksi beli hingga IHSG sempat menguat menyentuh leveltertinggi barunya di 4.027,893. Kenaikan peringkat ini mengindikasikanturunnya risiko berinvestasi di Indonesia sehingga berpeluang memicukenaikkan harga aset keuangan di Indonesia, termasuk harga saham.Namun, setelah sesi dua perdagangan, investor mulai melakukan aksi profit taking yang mengurangi penguatan selama sesi pertama perdagangan. Di akhir sesi, IHSG tetap ditutup pada level 4.001,073 atau menguat 22,945 poin (0,577%) dari posisi sebelumnya sebesar 3.978,128. Faktor eksternal yang juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham adalah rencana IMF untuk menambah dana yang dilakukan seiring meningkatnya krisis utang Eropa yang dikhawatirkan bisa mengancam perekonomian global. Langkah ini menopang bursa saham Asia dimana, Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 89,1 poin (1,04%) menuju level 8.639,68 dari posisi sebelumnya pada level 8.550,58 dan Indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 256,03 poin (1,3%) menuju level 19.942,95 dari posisi sebelumnya pada level 19.686,2. Namun, pihak Amerika secara terang-terangan menolak untuk ikut ambil bagian dari rencana IMF menambah dana talangan untuk membantu krisis Eropa. IMF mencari dana tambahan hingga US$500 miliar untuk melindungi Eropa dari krisis yang semakin dalam, namun AS meyakini bahwa Eropa memiliki kapasitas penuh untuk mengatasi krisis itu. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 0,5%. Penguatan ini didukung oleh keberhasilan lelang obligasi Portugal dan Jerman. Jerman berhasil meraih dana 3,44 milar euro dengan mendapatkan kenaikan permintaan 2,2 kali. Sedangkan Portugal berhasil meraih dana sebesar 2,5 miliar euro dimana yield untuk kedua lelang obligasi ini tercatat menurun. Penguatan bursa saham Eropa juga seiring dengan harapan Yunani mencapai kesepakatan dengan kreditur swasta untuk mengatasi krisis anggaran.


Market Overview
Quote:

IHSG diprediksikan berpeluang menguat kembali pada perdagangan akhir pekan ini. Katalis bagi IHSG diharapkan dapat dukungan dari sentimen indeks bursa Wall Street pada dini hari tadi yang mengalami kenaikan. Indeks Dow Jones ditutup menguat 45,03 poin (0,36%) ke posisi 12623,98 dan Nasdaq naik 18,62 poin (0,67%) berada ke posisi 2788,33. Kenaikan indkes Wall Street sebagai respon atas membaik data untuk klaim pengangguran mengalami penurunan ke posisi terendah ke titik terendahnya dalam 4 tahun. Faktor, pertemuan Yunani dengan kreditur swasta untuk mengatasi krisis anggaran akan menjadi perhatian pasar. Yunani dengan kreditor swasta tengah membahas kelanjutan pembayaran obligasi. Meski pasar berharap pertemuan ini menghasilkan kesepakatan antara Yunani dengan para pemegang obligasi untuk menghindari gagal bayar. Pengaruh pasar lainnya hari ini, terkait dengan Spanyol berencana menjual notes senilai 4,5 miliar euro dan obligasi yang jatuh tempo pada 2016, 2019 dan 2022. Sementara itu, Prancis akan melelang obligasi pertama setelah kehilangan kredit ratingnya, yakni sebesar 9,5 miliar euro bertenor pendek dan menengah. Sentimen lainnya, mengenai pemberlakukan sanksi ekonomi terhadap Bank Sentral Iran dan sektor minyak. Uni Eropa diperkirakan akan mengadakan pertemuan menteri pada 23 Januari untuk membicarakan embargo yang diusulkan mengenai ekspor minyak Iran. Kabarnya para anggota Uni Eropa sejauh ini belum mencapai kesepakatan akhir mengenai rincian terhadap embargo minyak Iran ini, seperti waktu yang tepat atas sanksi, dan ada kemungkinan diperlukan waktu yang cukup lama sebelum sanksi tersebut diberlakukan, mengingat kondisi ekonomi Eropa yang saat ini tengah dihadapi masalah utang. Pasar akan menyikapi mengenai ketersediaan dana IMF yang dibutuhkan mencapai USD 500 miliar yang termasuk komitmen Eropa baru-baru ini untuk menambahkan sekitar USD 200 miliar. Berdasarkan perkiraan potensi kebutuhan pembiayaan global mencapai sekitar USD 1 pada tahun-tahun mendatang, IMF berencana meningkatkan hingga USD 500 miliar untuk sumber daya pinjaman tambahan. Sentimen internal masih terkait dengan peringkat Indonesia yang masuk level investment grade oleh Moody`s. Moody's meningkatkan peringkat Indonesia ke level layak investasi menjadi Baa3.


Stock Headlines
Quote:

• BRMS akan eksploitasi tambang bijih besi di Mauritania
• TLKM targetkan pendapatan naik 6% jadi Rp 76,3 triliun di 2012
• Target akuisisi Sarana Karya oleh WIKA tuntas Februari 2012
• Pabrik Krakatau Posco, anak usaha KRAS dapat berproduksi 2013
• BNII anggarkan capex USD 50 juta pada 2012
• CASS rencana datangkan tiga pesawat kargo pada 2012
• INTA dirikan dua anak usaha baru
• PKPK kaji rencana rights issue
• ABMM bantah pelabuhan batu bara miliknya dilarang beroperasi
• PWON marketing sales naik 28,3% jadi Rp 1,54 triliun di 2012
• MRAT anggaran capex sebesar Rp 20,7 miliar di 2012
• RMBA rencana naikkan HPP-nya bertahap di 2012
• TFCO targetkan penjualan USD 390 juta di 2011
• INTA kaji penerbitan surat utang Rp 500 milyar
• ANTM dan PLN minati Inalum
• Pemodal asing placement saham BBNI Rp 805 miliar
• BAJA siap investasi Rp 360 miliar
• GTBO produksi batubara 1 juta ton
• BORN tuntaskan akuisisi Bumi Plc
• SMRA targetkan pendapatan 2012 Rp2,4 triliun
• SMGR izinkan Pemkot Padang beli Semen Padang
• APLN optimis capai target pendapatan Rp3 triliun
Herseil - 24/01/2012 09:17 AM
#86

Newsletter 24 Jan 2012

GONG XI FAT CHAI; SELAMAT HARI RAYA IMLEK

Market Review
Quote:
Sejumlah faktor positif menjadi katalis dalam pergerakan pasar saham selama perdagangan sepekan. Diawali dengan pemangkasan utang 9 dari 17 negara anggota zona Euro, termasuk Perancis dan Austria. Empat negara yang mengalami penurunan peringkat sebanyak dua level adalah Italia, Spanyol, Portugal, dan Siprus. Sedangkan lima negara yang mengalami penurunan peringkat satu level adalah Perancis, Austria, Malta, Slovenia, dan Slovekia. S & P juga mengancam akan menurunkan peringkat EFSF yang dikarenakan berdasarkan data terakhir, bank dari negara penerima dana EFSF tersebut lebih memilih untuk menempatkannya di ECB dalam bentuk overnight facility sebesar 490 miliar euro dibandingkan dalam bentuk kredit untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Sentimen positif dari Eropa adalah keberhasilan sejumlah negara dalam melakukan lelang obligasi dengan mencatatkan yield yang rendah. Pasar juga berharap atas pertemuan Yunani mencapai kesepakatan dengan kreditur swasta untuk mengatasi krisis anggaran. Dari Amerika, sentimen positif berasal dari rencana IMF untuk menambah dana senilai US$500 miliar untuk melindungi Eropa dari krisis yang semakin dalam. Dari Asia, khusunya China adalah data PDB untuk akhir tahun 2011 sebesar 8,9%; lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 8,7%. Namun jika dibandingkan dengan 3Q11 dan pertumbuhan selama satu tahun, tercatat menurun. Sedangkan sentimen positif dari domestik yang mengangkat IHSG hingga menembus level tertinggi terbarunya di 4.027,89 adalah peringkat investment grade dari Moody’s Rating. Moody’s menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Baa3 dari sebelumnya Ba1. Outlook peringkat ini ditetapkan stabil. Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati. Kenaikan peringkat ini juga mengindikasikan turunnya risiko berinvestasi di Indonesia sehingga berpeluang untuk memicu kenaikan harga aset keuangan, termasuk harga saham.

Market Overview
Quote:
Faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan IHSG dalam pekan ini, antara lain; setelah Moody’s menaikan peringkat Indonesia masuk dalam negara layak investasi, kini menunggu giliran keputusan dari Standard & Poor’s (S&P) yang akan mengikuti jejak lembaga pemeringkat internasional sebelumnya. Pernyataan dari S&P bertanda bahwa Indonesia hanya tinggal menantikan kenaikan peringkatnya. Seperti isyarat dari pernyataan yang dikeluarkan S&P bahwa fundamental kredit Indonesia meningkat. Secara umum fundamental kredit berkembang ke arah positif. Upgrade peringkat akan tergantung kepada efek dari peningkatan neraca publik Indonesia, pengurangan kerentanan eksternal melalui meningkatnya cadangan devisa dan berlanjutnya progres untuk mengembangkan pasar modal domestik lebih dalam dan lebih likuid, dengan reformasi secara struktural dan institusional. Dari dalam negeri lainnya, mengenai Pemerintah berencana menambah utang senilai Rp 7 triliun melalui lelang obligasi yang dijadwalkan 26 Januari mendatang, guna menambah cadangan devisa. Sentimen lainnya dalam pekan ini, terkait dengan pemberlakukan sanksi ekonomi terhadap Bank Sentral Iran dan sektor minyak. Berkenaan dengan pertemuan menteri Uni Eropa mengenai embargo ekspor minyak Iran. Uni Eropa menjatuhkan embargo pada ekspor minyak mentah Iran sebagai bagian dari sanksi baru keras ditujukan untuk menghentikan Teheran dari pendanaan program nuklirnya yang kontroversial. Selain itu, Uni Eropa menetapkan larangan pada impor minyak baru dari Iran, kontrak yang ada akan dihapuskan sampai 1 Juli, sebuah langkah yang dirancang untuk membatasi ampak pada negara seperti Yunani, yang sangat bergantung pada minyak Iran. Dari Eropa lainnya, penantian hasil pembicaraan pemerintah Yunani dengan pemegang obligasi swasta untuk menghindari default. Dari Cina People’s Bank of China menawarkan 183 miliar yuan pada reserve repurchasing agreement 14 hari. Injeksi dana untuk menarik suku bunga pinjaman jangka pendek lebih rendah di pasar uang antar bank China. Pelonggaran kebijakan moneter China, akan menjadi perhatian pasar dalam pekan ini. Sementara itu, dalam merayakan Imlek bursa-bursa di Asia seperti bursa China libur selama satu minggu dan bursa Hong Kong ditutup hingga Rabu.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA pasokan batubara ke PLN akan meningkat 3 juta ton di 2012
• ENRG targetkan produksi minyak dan gas capai 40 ribu boepd
• KRAS targetkan raih dana Rp 119,25 miliar dari MESOP tahap I
• ASIA kaji rencana Rights Isssue USD 50 juta pada kurtal II 2012
• SMRA targetkan pendapatan naik 20% jadi Rp 2,4 triliun di 2012
• SMSM bentuk perusahaan dengan Tokyo Radiator Mfg.Co.Ltd
• BUVA gadaikan saham di Bukit Lagoi Villa senilai Rp 117,9 miliar
• DSFI proyeksikan pendapatan naik 34,5% jadi Rp 230 miliar
• BRMS cari pembeli ore dari Turki
• BRMS bidik USD 18 juta dari Tamagot
• PTBA berniat pecah nilai nominal saham
• Laba PTBA meningkat 50% di 2011
• ENRG targetkan kenaikan pendapatan 100%
• SMMA bidik laba Rp 2,9 triliun
• SMMA siap lepas 10% saham
• FREN berencana melakukan penambahan modal tanpa HMETD
• FREN targetkan kenaikan pendapatan 100%
• NISP merencana akan rights issue
• Pra penjualan MTLA lampau target
• SMGR berminat jadi pengendali Semen Baturaja
• Singapura beli 22,49% saham TRUS
• Volume penjualan GZCO naik 3%
Herseil - 25/01/2012 09:19 AM
#87

Newsletter 25-Jan-2012


Market Review
Quote:
Minimnya sentimen positif dari Asia dan masih banyaknya sejumlah bursa saham di Asia yang libur, menyebabkan pergerakan indeks domestik relatif sepi. Pada akhir perdagangan, IHSG yang sempat menyentuh level tertinggi di 4.038, ditutup pada level 3.994,583 atau meningkat 8,068 poin (0,202%) dari posisi sebelumnya pada level 3.986,515. Dari Amerika, investor fokus akan akan hasil rapat The Fed yang diperkirakan masih akan menahan tingkat suku bunga. Indeks Nikkei 225, ditutup menguat sebesar 19,43 poin (0,22%) menuju level 8.785,33 dari posisi sebelumnya pada level 8.765,9 di tengah mayoritas pasar saham Asia seperti Hong Kong dan China yang masih tutup. Sentimen dari Asia adalah mengenai langkah dari Bank of Japan yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun yang dimulai pada April 2012 menjadi 2% dari perkiraan sebelumnya pada Oktober 2011 sebesar 2,2% seraya mempertahankan kebijakansuku bunga pada level 0%. Revisi ini mencerminkan berkembangnya kekhawtiran bahwa krisis utang Eropa akan memperlambat ekspor dan menjaga yen mendekati rekor tertinggi. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak melemah tidak lebih dari 1%. Investor fokus akan pertemuan antara Menteri Keuangan Eropa dan para kreditor swasta pemegang obligasi Yunani yang menemui kegagalan. Kreditor tersebut menolak tawaran dari Institute International Finance (IIF) yang mengatakan bank dan kreditor swasta menolak pemangkasan 50% dari kepemilikan obligasi Yunani. Dengan demikian, Yunani harus membayar 14,5 miliar euro atau setara dengan US$18,9 miliar yang akan jatuh tempo pada Maret mendatang. Sentimen negatif lain berasal dari keputusan S & P yang menurunkan peringkat beberapa Bank Perancis. Bank tersebut diantaranya adalah Bank Groupe BPCE, Societe Generale, dan Credit Agricole yang turun satu peringkat menjadi single A- dengan outlook stabil. Sedangkan Caisse Depot et de Consignations diturunkan dua peringkat menjadi double A- dengan outlook negatif. Sektor perdagangan domestik tercatat variatif dan asing membukukan net buy sebesar Rp107 miliar.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan berpeluang melemah pada perdagangan saham hari ini, seiring munculnya sejumlah sentimen negatif yang diperkirakan berpengaruh bagi pergerakan indeks. Variatifnya penutupan indeks Wall Street dini hari tadi, dengan ditandai koreksinya indeks Dow Jones sebesar 33,07 poin (0,26%) ke posisi 12675,75, sedangkan Nasdaq menguat terbatas 2,47 poin (0,09%) berada di level 2786,64. Kondisi dari indeks Wall Street ini akan memberikan andil terhadap pergerakan IHSG hari ini. Selain itu, pasar akan menyikapi perkembangan dari Yunani mengenai Menteri Keuangan Uni Eropa menolak tawaran para kreditor swasta Yunani. Penolakan tersebut adanya penawaran dari Institute International Finance (IIF) baik bank dan kreditor swasta untuk pemangkasan 50% dari kepemilikan obligasi Yunani. Penolakan ini dimungkinkan akan berlanjutnya negosiasi baru antara Yunani dan IIF yang mewakili kreditor swasta. Kondisi ini berpotensi mendorong Yunani mengalami gagal bayar, karena pada Maret mendatang akan ada utang jatuh tempo. Faktor lainnya mengenai keputusan lembaga rating S&P yang menurunkan peringkat beberapa bank Prancis. S&P pangkas bank Groupe BPCE, Societe Generale dan Credit Agricole dipangkas satu peringkat menjadi single-A dengan outlook stabil. Sedangkan Caisse Depot et de Consignations dipangkas dua peringkat menjadi double-A dengan outlook negatif. Sentimen lain dari S&P berkenaan dengan peringkat utang jangka panjang dan jangka pendek Uni Eropa di level AAA/A-1+. Dengan outlook negatif seiring adanya risiko di zona euro. Selain itu, pasar menyikapi hasil lelang obligasi Spanyol dan Belanda. Belanda melelang obligasi senilai 1,5-2,5 miliar euro atau setara dengan US$1,9-3,25 miliar untuk jatuh tempo pada 2013 dan 2042. Sementara Spanyol melelang obligasi senilai 2-4 miliar euro atau setara dengan US$2,6-5,2 miliar untuk 3 dan 6 bulan. Patut untuk dicermati mengenai agenda pertemuan para pejabat Eropa yang mendiskusikan persyaratan restrukturisasi utang Yunani dan relaksasi aturan modal bank global untuk mencegah terhentinya pinjaman di sektor riil. Pasar mencemaskan kesepakatan menteri keuangan Uni Eropa di Brussel, melakukan embargo atas ekspor minyak Iran selama lima bulan, terhitung 1 Juli tahun ini. Sementara itu, China, menegaskan tetap mengimpor minyak dari Iran.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR siapkan dana Rp 5 triliun untuk akuisisi Semen Baturaja
• INDF rencana terbitkan obligasi Rp 2 triliun tahun ini
• BMRI perkirakan laba bersih naik 15% jadi Rp 10,6 triliun di 2011
• AALI volume penjualan CPO naik 12,9% jadi 1,3 juta ton di 2011
• RUIS rencana lakukan right issue tahun depan
• RUIS targetkan penjualan naik 23% jadi Rp 1,23 triliun di 2012
• ASIA cari pinjaman USD 50 juta untuk kembangkan tambang nikel
• VOKS target penjualan tumbuh 61,5% jadi Rp 2,1 triliun di 2011
• SMSM target pabrik radiator beri kontribusi 1 miliar Yen di 2013
• EXCL akan refinancing utang obligasi Rp 1,5 triliun dari BMRI
• GMCW targetkan pendapatan naik 6% jadi Rp 22,26 miliar di 2012
• 30% saham BTEL akan dijual
• PTBA usulkan rasio dividen 60%
• PTBA berencana melakukan buyback
• Anak usaha ABMM peroleh kontrak USD 108 juta
• TINS investasi pabrik Rp 500 miliar
• RAJA akuisisi USD 8 juta
• PTPP perkirakan laba bersih 2011 naik 19%
• ADHI targetkan rights issue pada kuartal III-2012
• BKSW peroleh laba sebelum pajak 2011 Rp 13,586 milyar
• EXCL akan mengalokasikan Rp4triliun untuk jaringan
• MIRA rugi bersih Rp313.47miliar
Herseil - 26/01/2012 09:27 AM
#88

Newsletter 26 Jan 2012

Market Review
Quote:

Libur merayakan tahun baru Cina di sejumlah negara, antara lain Hongkong, Cina, Taiwan, yang notabene bursa kuat di Asia, mengakibatkan pergerakan bursa Asia relatif tanpa panduan, kecuali mengandalkan perkembangan isu dari Eropa. Sementara katalis domestik saat ini mereda pasca pengumuman kenaikan peringkat investment grade dari S&P. Akibatnya transaksi perdagangan di BEI berlangsung relatif lesu dalam 2 hari ini. Saham-saham lapis kedua aktif diperdagangkan. Selain itu, uptrend minor IHSG yang terbentuk sejak akhir tahun lalu mendorong ihsg down reversal. Upside ihsg saat ini tertahan di resistance level 4020. Bursa Eropa bergerak bervariasi pada sore kemarin. Standard & Poor’s kembali mengancam menurunkan peringkat Yunani ke peringkat Selective Default (SD), karena belum menemukan jalan keluar masalah keuangan negara. Peringkat tersebut 1 notch di atas default. Artinya, Yunani dinilai gagal membayar sebagian utang, tapi tetap menyelesaikan utang lainnya sesuai waktu yang ditetapkan, atau bukan gagal bayar utang sama sekali. Menurut S&P, peringkat default tersebut belum tentu memberikan efek domino ke zona Euro. Proses negosiasi dengan kreditur swasta masih berlanjut untuk menyepakati rencana bond swap, sebagai syarat utama pencairan dana bailout II senilai Euro 130 miliar. Sementara nilai tukar rupiah terapresiasi ke bawah Rp 8900/USD sejalan dengan apresiasi mata uang Asia lainnya. Apresiasi mata uang Asia itu dipicu oleh dana-dana global yang ditambahkan ke perusahaan-perusahaan aset regional sejalan dengan optimisme pembuat kebijakan akan mengambil langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Likuiditas global akan berlanjut mengalir ke pasar Asia yang memiliki fundamental makro kuat. Sebelumnya stabilitas nilai tukar rupiah sempat dipertanyakan, menyusul indikasi meningkatnya permintaan dolar oleh korporasi. Rencana pemerintah untuk membentuk bank infrastruktur pada tahun 2013 akan meningkatkan kompetisi di sektor perbankan nasional. Meski pemerintah belum menetapkan mekanisme pembentukan bank infrastruktur, membentuk bank baru atau mengkonversi salah satu bank yang sudah ada, tapi bank infrastruktur itu berpotensi menjadi kompetitor baru bagi perbankan nasional yang tengah antusias memberikan pendanaan bagi sektor infrastruktur terkait dengan program MP3EI.


Market Overview
Quote:

Ada peluang IHSG menguat pada perdagangan saham hari ini, diharapkan kenaikan yang terjadi terhadap indeks Wall Street dini hari tadi memberikan dukungan bagi indeks bursa Indonesia. Indeks Dow Jones ditutup menguat sebesar 81,21 pon (0,64%) ke posisi 12756,96 dan indeks Nasdaq ditutup naik 31,67 pon (1,14%) ke level 2818,31. Kenaikan indek Wall Street dipicu oleh bank sentral Amerika Serikat yakni the Fed berjanji untuk menjaga suku bunga tetap di level bawah. Federal Reserve mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai setidaknya 2014. Hal itu sebagai tanda komitmen bank sentral untuk meningkatkan pemulihan ekonomi yang lamban. Selain itu, The Fed juga mengambil langkah penetapan target inflasi sebesar 2%, langkah ini sejalan dengan kebijakan bank sentral negara lainnya. Hal lainnya pasar tetap menyikapi upaya Yunani untuk menghindari default utangnya. Pasar akan menantikan hasil kesepakatan antara pemimpin Uni Eropa atas nama Yunani dengan para kreditur, pemegang surat utang Yunani dalam rangka write-off dan debt swaps. Dimana write-off 50% dan sisa utang akan ditukarkan dengan paket utang baru dengan ratarata imbal hasil 4%, yaitu kupon sebesar 3,5% untuk utang dengan tenor 8 tahun dan 4% untuk utang dengan tenor lebih dari 30 tahun. Namun, usulan ini belum diterima oleh para kreditur Yunani. Dimana, kreditur dalam negosiasi menghendaki yield obligasi yang nilainya di-haircut 50%, menghendaki yield sebesar 8%. Jika akhirnya Yunani gagal mencapai kesepakatan, maka negara ini menghadapi ancaman gagal bayar yang serius. Dampaknya paket dana talangan yang disepakati dengan IMF senilai 130 miliar euro akan tertahan. Sementara itu, S&P mengancam akan pangkas Yunani menjadi Selective Default. Pasar mengkhawatrikan akan dampak dari embargo minyak Iran terhadap ekonomi negaranegara Eropa yang kemungkinannya semakin memperburuk kondisi kawasan ini yang tengah menghadapi krisis utang. Mengingat Uni Eropa merupakan konsumen minyak Iran terbesar kedua setelah Cina. Sebagai catatan Eropa mengimpor 600 ribu barel minyak per hari dari Iran sepanjang 2011. Pasokan minyak Iran mencapai 34,2% dari total impor minyak Yunani, 14,9% dari impor minyak Spanyol, serta 12,4% dari impor minyak Italia.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM targetkan pendapatan di atas Rp 10 triliun di 2011
• PGAS akan naikkan harga gas industri di Jawa Barat
• BWPT targetkan produksi CPO dan PKO naik 20%-25%
• Pefindo turunkan peringkat BLTA menjadi BBB- dari A-
• BEI yatakan, suspensi saham BLTA permintaan manajemen
• BCIC catal kenaikan laba 2011 naik 49,2% jadi Rp 291 miliar
• MEGA targetkan kredit naik 23% jadi Rp 38,13 triliun di 2012
• ELTY targetkan pendapatan bisnis jalan tol naik 5%-10% di 2012
• ARNA akan bangun pabrik di Sumatera dan Kalimantan tahun ini
• Pemerintah batalkan rights issue ADHI
• JSMR siapkan dana Rp 150 miliar
• JSMR dan CMNP ikuti tender tol Suramadu
• Penjualan semen SMCB sebesar 7,4 juta ton di 2011
• SMCB dapat pinjaman USD 150 juta dari Jerman
• META masuk bisnis air minum
• JAWA cari dana Rp 1 triliun
• JAWA proyeksikan penjualan mencapai Rp 640 milyar di 2011
• IMAS perbesar saham di Wahana Mobilindo
• Saham GIAA belum laku
• ROTI naikkan produksi 30%
• SIMA cari dana Rp 10 milyar
• Bekasi Fajar siap IPO 20% saham
Herseil - 27/01/2012 11:36 AM
#89

Newsletter 27 Jan 2012

Market Review
Quote:

Keputusan The Federal Reserve untuk mempertahankan Fed Rate di level rendah (mendekati 0%) paling tidak hingga tahun 2014 dan mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak aset guna mendorong pertumbuhan ekonomi, memberi sentimen positif ke bursa Asia dan Eropa kemarin. The Fed (Amerika Serikat) menilai bahwa pemulihan ekonomi AS secara keseluruhan memerlukan waktu sekitar 3 tahun. Kebijakan The Fed itu mendorong harga komoditaskomoditas. Respon positif di bursa dunia itu mengabaikan sementara krisis utang Yunani dan ketegangan di Iran. Pasar juga mengabaikan perkiraan The Fed yang memangkas pertumbuhan ekonomi AS tahun 2012 dari 3%-3,5% menjadi 2,8%-3,2% dan di tahun 2011 dari 2,7% menjadi 2,2%. Bahkan survei yang dilakukan oleh Pricewaterhouse Coopers International menyebutkan bahwa 48% dari CEO yang disurvei di seluruh dunia meyakini ekonomi global akan makin turun dalam 12 bulan ke depan, dan hanya 15% yang menyatakan bahwa perekonomian global tahun 2012 akan membaik. Hanya indeks Nikkei yang melemah, sebesar 0,39%. Hal itu diperkirakan karena mata uang Yen cenderung menguat, yang menekan kinerja perusahaanperusahaan berbasis ekspor. IHSG kemarin juga terimbas dari kebijakan The Fed dan apresiasi bursa Asia dan Eropa, dimana ditutup naik 19,829 poin (+0,5% di 3983,434 atau masih berada di bawah level 4000. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 285,85 miliar. Saham-saham lapis kedua dan ketiga tampak masih mendominasi perdagangan di BEI. Belum ada insentif positif yang men-drive lagi bursa domestik. Kini bursa domestik mengandalkan upgrade peringkat utang Indonesia dari Fitch Rating yang diharapkan pada kuartal I 2012 serta release kinerja emiten tahun buku 2011. Selebihnya investor akan mengandalkan aksi korporasi emiten untuk jangka pendek dan kembali mencermati perkembangan krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat. Sementara isu global akan terarah pada World Economic Forum di Davos, yang diperkirakan akan menyinggung penyelesaian krisis Eropa.


Market Overview
Quote:

Perdagangan akhir pekan ini IHSG diperkirakan rawan terhadap aksi ambil untung yang dilakukan pemodal. Minimnya sentimen dari dalam negeri, menjadikan faktor eksternal lebih mendominasi pengaruh terhadap pergerakan IHSG. Sentimen eksternal yang diperkirakan memberikan pengaruh terhadap pergerakan indeks global dan imbasnya bagi pergerakan IHSG. Koreksi terhadap indeks Wall Street pada dini hari tadi akan mempengaruhi bagi pergerakan IHSG. Setelah indeks Dow Jones akhir perdangan ditutup melemah sebesar 22,33 poin (0,18%) ke posisi 12734,63. Dan indeks Nasdaq turun sebesar 13,03 poin (0,46%) ke level 2805,28. Penurunan Wall Street setelah data penjualan rumah baru melemah. Pelemahan indeks Wall Street merupakan koreksi wajar karena saham yang melemah telah mengalami penguatan hingga pekan ketiga bulan ini. Respon positif pasar bagi bursa Amerika Serikat terakhir atau kemarin setelah pernyataan yang dikeluarkan The Fed untuk tetap menjaga suku bunga mendekati nol. Dan diperjelas oleh Ben S Bernanke selaku ketua Bank Sentral yang mengatakan bahwa The Fed akan menjual lebih banyak obligasi untuk pengembangan ekonomi. Pemerintah AS berencana menambah batas utang sebesar US$1,2 triliun. Rencana ini bergulir di saat Negara ini tengah berjuang dalam mengatasi utang yang semakin membengkak dan terjadi saat Amerika Serikat kembali bersiap menghadapi pemilihan umum November mendatang. Sementara itu factor lainnya, mengenai para pembuat kebijakan Eropa membahas tentang penanggulangan krisis hutang Yunani. Yunani tetap menjadi sorotan setelah pejabat Lembaga Keuangan Internasional (IIF) ke Athena. Pembahasan ini melanjutkan kesediaan pemegang obligasi swasta yang menanggung kerugian 50% dari kepemilikan obligasi Yunani. Pasar juga akan menyikapi pertemuan para pebisnis dan pemimpin negara di Davos, Swiss. Dari Jerman mengenai hasil rilis data kepercayaan konsumen. Sentimen lainnya tentang padangan dari Menteri Luar Negeri Kevin Rudd dari Australia yang mengatakan Indonesia, di bawah arah kebijakan baru Presiden Yudhoyono dan tim ekonominya kemungkinan besar akan menjadi salah satu dari enam ekonomi teratas di dunia pada 2030. Menurutnya, Indonesia akan menjadi ekonomi US$1 triliun, karena Indonesia secara konsisten tumbuh lebih dari 6% p.a.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS dan Hoegh LNG tandatangani contract LNG FSRF di Belawan
• PJAA jajaki kerjasama dengan JSMR bangun pusat rekreasi
• META, anak usahanya Potum Infrastruktur, akan beli saham SPAM
• ASRI rencana rights issue di harga Rp 440 per saham
• AISA targetkan laba bersih naik 216% di 2012
• KLBF penjualan produk kesehatan naik 17,9%-19,6% di 2012
• BJBR targetkan akuisisi 3 BPR di Maret 2012
• BJBR perkirakan kredit meningkat jadi Rp 41 triliun tahun ini
• SUGI rencana tambah modal menjadi Rp 8 triliun
• BNLI targetkan kredit korporasi naik 20% jadi Rp 36 triliun di 2012
• BFIN terbitkan MTN senilai Rp 225 miliar
• BLTA memiliki kewajiban USD 418 juta
• Group Saga dikabarkan akan melakukan backdoor listing LCGP
• SMMA bidik USD 300 juta dari penjualan saham
• MASA cari mitra strategis
• INDF jual 2,5 juta saham ICBP
• Pendapatan EXCL diproyeksikan naik 6-8%
• RALS investasi gerai Rp 600 milyar
• DKFT cari partner bangun pabrik smelter
• DKFT targetkan laba naik 157%
• GIAA targetkan pendapatan korporasi Rp 3 triliun
• Anak usaha SKYB investasi Rp 153 juta
Herseil - 30/01/2012 09:28 AM
#90

Newsletter 30 Jan 2012

Market Review
Quote:

Praktis selama sepekan kemarin bursa global, terutama bursa Asia, relatif lesu karena terdapat libur merayakan tahun baru China (lunar new year) dan menantikan hasil pembicaraan antara pemerintah Yunani dengan kreditur utang Yunani pada 25-29 Januari 2012. Selain itu data-data ekonomi AS tidak memuaskan, sehingga mengecewakan investor dan berimbas ke bursa Asia dan Eropa pada umumnya. Pada perdagangan Jumat lalu IHSG bergerak fluktuatif di 2 arah. Dominasi saham sektor lapis kedua dan ketiga masih tinggi. IHSG hanya naik 2,976 poin (+0,075%) di 3986,410 pada penutupan sesi II Jumat lalu, belum mampu menembus level 4000 lagi. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 163,19 miliar. Minimnya insentif positif dan pergerakan tanpa acuan eksternal merupakan penyebabnya. Melambatnya pergerakan IHSG dalam pekan lalu sebagai respon yang muncul dari pasar global yang fokus pada write-off dan debt swaps Yunani. Apakah akan terjadi kesepakan antara Yunani dengan kreditur swasta yang tengah berlangsung pertemuan? Investor menantikan hasil negosiasi lanjutan mengenai debt swap antara Yunani dengan kreditor. Bursa Eropa Jumat kemarin melemah menunggu hasil negosiasi tersebut, setelah sejak 25 Januari pertemuan belum menemukan kesepakatan. Institue of International Finance (IIF) yang mewakili kreditur swasta Yunani menolak pemangkasan utang Yunani hingga 50% dan menginginkan kepemilikannya dapat ditarik hingga 70%. Namun disebutkan Yunani dan kreditur swasta yang diwakili oleh Institue of International Finance (IIF) telah membuat kemajuan dalam negosiasi restrukturisasi utang. Kreditur meminta ECB memberi kontribusi pada kesepakatan guna menempatkan keuangan negara kembali ke jalurnya. Pembicaraan mulai bergeser lebih dari masalah kupon atau bunga. Menurut ekonom Nouriel Roubini, ECB harus cepat melakukan pelonggaran moneter besar-besaran untuk mencegah krisis lebih dalam dan harus mengekang langkah-langkah penghematan guna memacu pertumbuhan.


Market Overview
Quote:

Beberapa hal yang patut untuk dicermati pelaku pasar dalam pekan ini, antara lain; hasil dari kelanjutan pertemuan Yunani dengan kreditor swasta dalam membahas mengenai pemangkasan utang. Pertemuan pemerintah Yunani dengan Kreditur menjadi sorotan karena pembahasan dengan kreditor swasta yang diwakili Institute of International Finance (IIF) menjadi penentu masa depan Yunani. Kendati belum menemukan kesepakatan, sebab IIF menolak pemangkasan utang Yunani hingga 50%. IIF menginginkan kepemilikan kreditur dapat ditarik hingga 70%. Jean Claude Juncker sebagai Ketua Eurogroup dalam pernyataannya bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) untuk restrukturisasi utang Yunani tidak akan selalu memberikan perkembangan terbaru. Apalagi dengan kebijakan membeli obligasi Yunani yang terdiskon besar. Dalam pernyataan lainnya mengatakan IMF tidak memberikan tekanan pada ECB untuk mengambil kerugian pada bondholdings Yunani. Pernyataan ini tentunya terkait dengan ECB itu sendiri, dimana ECB sebagi pemegang sekitar 45 miliar euro obligasi Yunani, sejauh akan mengabaikan seruan untuk menerima kerugian. Yunani menghadapi pembayaran kembali obligasi kritis senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret. Berharap dalam pertemuan ini menghasilkan sebuah persetujuan kerangka kerja pengurangan utang pada pertemuan puncak pada Awal pekan, dan akan dilanjutkan penandatanganan perjanjian pada 13 Februari. Masih ada cukup waktu pembahasan ini untuk mendapai kesepakatan. Pengurangan utang Yunani minimal 50% dari 200 miliar euro utang sebagai pencapaian untuk mengembalikan tingkat utang Yunani ke tingkat berkelanjutan 120% dari PDB pada 2020 dari 160% saat ini. Oleh karena itu pertemuan berharap utang dapat dipangkas hingga 100 miliar euro. Karena ada keterkaitan dengan aturan Dana Moneter Internasional (IMF), yang mengaturan tentang batasan meminjamkan ke negara-negara yang hanya memiliki tingkat utang berkelanjutan 120%. Dari dalam negeri rilis data ekonomi Indonesia mengenai inflasi Januari 2012. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi Januari dapat mendekati 1%. Inflasi pada Januari disebabkan kenaikan rata-rata harga beras, daging ayam, minyak goreng, daging ikan meningkat harganya selama Januari.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR pendapatan dari investasi akan capai Rp 53,3 miliar di 2011
• Sahabat Mulia sakti anak usaha INTP akan bangun pabrik semen
• ANTM kerjakan 5 proyek hingga 2014 dengan dana USD 4 miliar
• EXCL pendapatan naik 7% menjadi Rp 18,92 triliun tahun lalu
• EXCL ajukan rasio dividen 35% dari laba bersih 2011
• Fitch Ratings Indonesia naik peringkat EXCL
• Anak usaha BLTA tunda bayar pinjaman USD 418 juta
• DAVO catat penurunan penjualan 23,8% jadi Rp 1,3 triliun di 2011
• LCGP ubah bisnis utama ke migas
• MDLN akan fokus kembangkan proyek perumahan pada IH2012
• SHID, akan kelola sekitar 6 hotel baru di 2012
• BNLI targetkan kredit korporasi Rp 36 triliun di 2012
• BKSW optimis kredit menjadi Rp 6 triliun di 2012.
• Penjualan alat berat UNTR mencapai 8.467 unit
• DSSA dorong anak usahanya ke pasar global
• TINS kaji revisi belanja modal
• Anak usaha ICBP bangun pabrik USD 130 juta
• Penjualan CPO AALI naik 21,7%
• GZCO catatkan penjualan CPO 58 ribu ton
• INTP jual 13,9 juta ton semen selama 2011
• Restrukturisasi utang APOL disepakati
• DAVO cari mitra strategis
• ASRI emisi obligasi Rp 800 milyar
Herseil - 01/02/2012 09:14 AM
#91

Newsletter 1 Feb 2012

Market Review
Quote:

Sempat berfluktuasi atau bergerak mixed di sesi pertama karena dibayangi oleh kecemasan belum tercapainya kesepakatan restrukturisasi utang antara Yunani dengan pemegang obligasinya, IHSG akhirnya mampu ditutup positif di 3941,693 atau naik 26,533 poin (+0,678%). Rebound IHSG kemarin dikontribusikan antara lain oleh apresiasi saham ASII, GGRM, UNTR. Meski demikian saham lapis kedua dan ketiga aktif diperdagangkan. Sedang tekanan jual saham ITMG masih berlanjut. Nilai transaksi tercatat cukup tinggi. Namun asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 100,05 miliar. Kenaikan IHSG itu tidak lepas dari pengaruh dari bursa global. Minimnya insentif positif dari domestik menyebabkan bursa Indonesia mengacu pada sentimen global. Secara umum bursa Asia dan Eropa menguat kemarin merespon kesepakatan para pemimpin Eropa yang menyetujui pakta defisit anggaran dengan mengakhiri defisit anggaran yang besar. Pergerakan ihsg yang relatif tertahan diperkirakan juga karena mengantisipasi angka inflasi bulan Januari 2012. Pemerintah sendiri memperkirakan laju inflasi Januari di bawah 1%. Meski demikian perlu diperhatikan angka inflasi periode berikutnya, menyusul banjir di sejumlah wilayah yang dapat mengakibatkan gagal panen (produksi beras turun), sehingga berpotensi meningkatkan angka inflasi. Belum lagi rencana menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan pembatasan BBM bersubsidi yang dijadwalkan pada April 2012. Saat ini pemerintah masih terus mengkaji rencana pembatasan BBM bersubsidi atau menaikkan harga BBM, tapi realisasinya diperkirakan akan mundur. Apa pun skenarionya berimplikasi pada potensi kenaikan laju inflasi. Selain sentimen negatif domestik, sentimen global diprediksi masih akan membebani bursa saham, terkait dengan perkembangan restrukturisasi utang Yunani. Selain itu S&P memberi peringatan kemungkinan untuk men-downgrade kelompok negara G-20 jika pemerintahnya gagal memberlakukan reformasi guna menahan kenaikan pengeluaran kesehatan dan biaya lainnya yang terkait dana pensiun. Jika tidak ada reformasi yang diadopsi, downgrade kredit terkait health-care mungkin akan dilakukan dalam waktu 3 tahun mendatang. Hal itu mengarah pada peningkatan jumlah rating 'sampah' (junk) negara di tahun 2020.


Market Overview
Quote:

Variatif sentimen ke pasar hari ini akan membuat indeks bursa efek Indonesia kan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Faktor dari dalam negeri, rilis data ekonomi mengenai angka inflation, data import dan export serta data trade balance akan menjadi konsentrasi bagi pelaku pasar sehingga akan memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG. Bank Indonesia memprediksikan inflasi pada bulan Januari tahun ini berada pada kisaran 0,6 sampai 0,7%. Sedangkan inflasi tahunan secara year on year masih di bawah 3,5%. Potensi kenaikan inflasi karena terjadi pergerakan harga bahan pangan, termasuk harga beras. Sentimen dari ekternal yang diharapkan memberikan dukungan bagi indeks global mengenai Uni Eropa berhasil mencapai kesepakatan fakta fiskal di antara 25 negara Uni Eropa, Hanya Inggris dan Republik Ceko yang tidak menyetujui pakta fiskal tersebut. Dengan pencapian kesepakatan pakta fiska tersebut, dapat meredakan kekhawatiran Bank Sentral Eropa (ECB) terhadap disiplin fiskal di Eropa.Sukses Potugal dalam melakukan lelang obligasi turut meredakan kekhawatiran pelaku pasar, kendari lelang tersebut tidak lepas adanya upaya intervensi ECB. Langkah ECB ini karena Portugal akan bernasib sama seperti Yunani. Dari AS, setelah data kepercayaan konsumen AS di luar dugaan turun pada Januari. Ini menjadi sinyal perekonomian AS bakal mendingin, setelah tumbuh di laju tercepat sejak kuartal kedua 2010. Laporan indikator ekonomi yang mengecewakan memicu indeks bursa setempat bergerak terbatas dengan ditutup variatif. Indeks Dow Jones ditutup melemah sebesar 20,61 poin (0,16%) ke posisi 12632,91dan indeks Nasdaq diakhiri dengan penguatan terbatas sebesar 1,90 pon (0,07%) ke level 2813,84. Pergerakan indeks Wall Street terbatas, ada kecenderung mempengaruhi pergerakan indeks bursa Indonesia pada perdagangan saham hari ini. Hal lainnya menantikan, Yunani dan perwakilan bank dan pendanaan investasi lainnya yang pemegang obligasi kabarnya telah mendekati kesepakatan akhir yang dirancang untuk membuat utang Yunani berkelanjutan. Kendati, pemotongan utang Yunani terhadap kreditor swasta yang berpartisipasi dalam kesepakatan akan menghadapi kerugian total sekitar 70%.


Stock Headlines
Quote:

• JSMR siapkan dana talangan Rp 1,9 triliun untuk tol Bawen-Solo
• UNTR target penjualan Komatsu naik 12% jadi 9.500 unit di 2012
• BNLI rencana terbitkan subdebt di 2012
• AISA targetkan penjualan beras capai Rp 1,4 triliun di 2012
• BSIM akan lakukan HMETD pada kuartal II 2012
• BLTA nyatakan rescheduling utang sekitar USD 418 juta
• SUGI anggarkan capex Rp 400 miliar di 2012
• KAEF dan Biofarma saling tukar saham
• Produksi feronikel ANTM mencapai 19.690 ton
• ANTM tunjuk 4 bank untuk pendanaan FeNi Haltim
• Produksi batubara ADRO naik 13% menjadi 47,67 juta ton
• Saham PTRO ditawarkan premium 11-28%
• Laba HEXA meningkat 60%
• DOID targetkan overburden removal mencapai 10-15%
• DOID incar tambang batubara baru
• SUGI incar 2 blok migas selain Lemang Jambi
• Laba bersih PGAS turun 4%
• BBTN targetkan Rp 3 triliun dari rights issue
• KRAS dan Posco bentuk 23 anak usaha
• WIKA siapkan Rp 200 miliar untuk pabrik Asbuton
• SULI segera divestasi anak usaha
• BLTA siap bayar pinjamanm USD 418 juta
• Surya Eka Perkasa listing hari ini dengan kode ESSA
Herseil - 02/02/2012 09:24 AM
#92

Newsletter 2 Feb 2012

Market Review
Quote:

Pola perdagangan di Bursa Efek Jakarta kemarin masih seperti perdagangan sebelumnya. Bergerak mixed dengan volatilitas relatif tinggi, tapi akhirnya ihsg mampu ditutup positif sebesar +23,283 poin (+0,591%) di 3964,976. Indeks sektor properti mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,608%, sedang indeks sektor infrastruktur turun paling dalam hingga -0,227%. Listing perdana saham Surya Esa Perkasa (ESSA) naik hingga batas autoreject (+49%). Kali ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 5,75 miliar. Awalnya indeks bergerak flat karena mengantisipasi pengumuman angka inflasi bulan Januari 2012 dan terimbas koreksi di bursa Wall Street. Laju inflasi Januari 2012 tercatat 0,76% MoM, naik dari inflasi Desember 2011 sebesar 0,57% MoM. Sedang secara tahunan inflasi Januari mencapai 3,65% YoY. Tingginya inflasi di Januari itu merupakan periodik. Selain isu domestik, sentimen eksternal juga memberi kontribusi. Bursa Eropa kembali menjadi acuan bursa Asia. Indeks di bursa Eropa secara umum menguat dipicu oleh keputusan European Summit yang akan menyepakati restrukturisasi utang Yunani dan akan difinalkan pada pekan ini. Hal itu meredakan kekhawatiran pasar. Namun indeks di bursa Asia ditutup bervariasi, dimana indeks di bursa Cina dan Hangseng secara umum melemah. Meski pun secara tahunan inflasi Januari YoY mengalami penurunan, tetapi diperkirakan tidak serta merta mendorong Bank Indonesia untuk menurunkan BI Rate (suku bungan acuan). Hal itu didasarkan pada potensi meningkatnya laju nflasi pada periode selanjutnya, mengingat kemungkinan gagal panen akibat cuaca ekstrim, rencana kenaikan TDL, pembatasan BBM bersubsidi (meski diperkirakan akan mundur) baik melalui kenaikan harga BBM bersubsidi, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi mau pun konversi ke BBG (bahan bakar gas). Oleh karenanya isu inflasi tinggi tampaknya akan menjadi concern ke depan. Selanjutnya investor akan mengandalkan laporan keuangan/kinerja emiten tahun 2011 serta ekspektasi upgrade peringkat Indonesia sebagai katalis di bursa saham. Selebihnya euforia merespon perkembangan isu krisis di Eropa, pemulihan ekonomi di AS serta perlambatan ekonomi di Cina dan inflasi tinggi di India.

Market Overview
Quote:

Laju IHSG untuk bergerak positif kali ketiga pada perdagangan saham hari ini masih cukup terbuka. Kenaikan indeks Wall Street pada dini hari tadi diperkirakan akan memberikan dukungan bagi pergerakan indeks bursa efek Indonesia. Indeks Dow Jones akhir perdagangan ditutup menguat 83,55 poin (0,66%) ke posisi 12716,46 dan indeks Nasdaq diakhir perdagangan naik sebesar 34,43 poin (1,22%) berada di level 2848,27. Kenaikan indeks Wall Street dipicu oleh data manufaktur yang semakin membaik di seluruh dunia. Data manufaktur AS menunjukkan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Di China, indeks manufaktur membaik. Sementara, indeks manufaktur Inggris meningkat hingga ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Demikian untuk Jerman berhasil mencatatkan kenaikan produksi untuk kali pertama sejak September. Kendala bagi indek mengenai, tingkat pengangguran di Uni Eropa melonjak menjadi 10,45% pada bulan Desember 2011. Data pengangguran bDesember 2011 ini diumumkan sehari setelah para pemimpin Uni Eropa mendorong untuk menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru. Pengangguran ini telah meningkat ke level tertinggi sejak penggabungan mata uang tunggal. Kekhawatiran itu berdasarkan data pengangguran Yunani saat ini mencapai 20%. Bahkan pengangguran di Spanyol telah mencapai 23% yang berpotensi mengalami kerusuhan politik. Dari dalam negeri mengenai rilis data ekonomi Indonesia untuk inflasi di Januari 2012 sebesar 0,76% atau naik dibandingkan dengan Desember 2011 sebesar 0,57%. Sementara itu, laju inflasi tahunan untuk Januari sebesar 3,65% atau relatif turun dari inflasi tahunan untuk Desember sebesar 3,79%. Kenaikan inflasi Januari didorong naiknya harga beras dan ikan. Kenaikan harga beras menyumbang inflasi sebesar 0,18%n, ikan sebesar 0,11%, daging ayam ras sebesar 0,09%, dan telur ayam ras yakni 0,04%. Sementara data ekspor tahunan untuk Desember 2011 hanya tumbuh 2,2% lebih rendah dari pertumbuhan ekspor tahunan untuk November 2011 tumbuh 8,3%. Sedangkan pertumbuhan ekspor tahunan untuk Desember sebesar 24,3% relatif naik dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan untuk November 2011 sebesar 18,4%.


Stock Headlines
Quote:

• ADRO usulkan pembagian dividen USD100-150 juta
• ADRO anggarkan capex USD600-700 juta di 2012
• ADRO bidik laba USD 620 juta
• ANTM pendapatan capai Rp10,3 triliun pada 2011
• Feronikel sumbang pendapatan ANTM naik 18% pada 2011
• TBIG jajaki pinjaman USD 300 juta
• ADHI tetap berencana rights issue tahun ini
• DILD anggarkan capex Rp 1,4 triliun
• ESSA targetkan pertumbuhan laba bersih 15%
• RUIS akuisisi saham anak usahanya Rp 19,6 miliar
• BMRI pimpin kredit sindikasi senilai USD 650 juta kepada ANTM
• BBTN siap terbitkan secondary public offering
• BBTN ancam tidak akan ikut salurkan KPR subsidi FLPP di 2012
• BBTN targetkan tambahan porsi tabungan Rp 500 miliar
• Dana pihak ketiga BBTN tumbuh 33%
• BSIM bidik Rp 300 miliar dari rights issue
• Kementerian BUMN setujui BBTN lakukan rights issue
• BBCA targetkan kredit sektor konsumsi tumbuh 20%-25% di 2012
• HEXA penjualan bersih April-Desember 2011 capai USD 458,7 juta
• BUMI anak usaha DOID targetkan produksi naik 10%
• SQMI bukukan rugi Rp 4,75 miliar di 2011
• SUGI alokasikan capex Rp 400 miliar di 2012
• SIPD targetkan penjualan Rp 4,5 triliun pada 2012
Prof.Database - 02/02/2012 09:42 AM
#93

Izin nyimak gan D

[/SIZE][/CENTER]
Herseil - 03/02/2012 09:33 AM
#94

Newsletter 3 Feb 2012
Market Review
Quote:
Rally IHSG berlanjut hingga hari ketiga sejalan dengan apresiasi indeks di bursa Asia dan Eropa. Indeks di bursa Eropa bahkan menguat rata-rata di atas 2%. Kenaikan di bursa global tersebut dipicu oleh data manufaktur AS, Eropa dan Cina yang membaik, sehingga meningkatkan kepercayaan bahwa pemulihan ekonomi global berjalan. Kepercayaan bisnis di AS dan Eropa makin membaik. IHSG ditutup naik 51,926 poin (+1,31%) di 4016,902. Indeks sektor properti mencatatkan kenaikan tertinggi diikuti oleh indeks sektor perdagangan, masing-masing +2,719% dan 2,507%. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 556,285 miliar. Saham ASII, UNTR, AALI, HEXA, MYOR, UNVR, ITMG memberi kontribusi bagi kenaikan ihsg. Kondisi itu menguntungkan saham baru ESSA, sehingga mengalami kenaikan yang signifikan lagi dan sempat naik hingga 24%. Penguatan di bursa global, terutama Eropa, juga karena mengantisipasi hasil negosiasi restrukturisasi utang Yunani melalui mekanisme debt swap, yang ditargetkan akan disepakati pada pekan ini. Rencana Facebook untuk melakukan IPO dengan target perolehan dana USD 5 miliar, disebutkan sebagai IPO terbesar perusahaan IT, juga mencuri perhatian investor. Investor juga menunggu laporan keuangan emiten di Amerika Serikat yang akan dijadikan acuan bagi kinerja perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Sentimen tersebut untuk saat ini mengalihkan isu lainnya, seperti data makro ekonomi negara lainnya serta harga minyak bumi akibat blokade selat Hormuz, Timteng, yang berpotensi mendorong inflasi (global). Bahkan Presiden Firma Konsultasi A. Gary Shilling & Co., New Jersey, Gary Shilling, menyatakan bahwa perekonomian Cina akan mengalami hard landing pada tahun 2012 menyusul melemahnya permintaan produk dari luar negeri, dan pertumbuhan diperkirakan di bawah 6%. Sementara pasar domestik menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada minggu depan tentang kebijakan BI Rate. Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di 6%.


Market Overview
Quote:

Setelah alami kenaikan kali ketiga secara berturut-turut, IHSG pada perdagangan hari ini bepotensi akan terjadi aksi ambil untung yang dilakukan pemodal. Faktor weekend akan menjadi pertimbangan pemodal dalam mengambil sikap mengamankan portofolio yang dimiliki, karena kekhawatir terhadap faktor negatif yang muncul dari eksternal. Seperti penantian hasil dari pertemuan pemerintah Yunani dengan kreditur swasta dalam akhir pekan ini. Apabila pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa kreditor bersedia terpangkas 50% utangnya dengan dikonvensasi dengan paket utang baru dengan rata-rata imbal hasil 4%, yaitu kupon sebesar 3,5% untuk utang dengan tenor 8 tahun dan 4% untuk utang dengan tenor lebih dari 30 tahun, diperkirakan akan mendorong kepercayaan pelaku pasar di bursa terhadap permasalahan dari utang Yunani tersebut. Namun pertemuan ini masih menjadi ketakutan bagi investor dalam melakukan aktifitas investasi di pasar modal. Masalahnya khawatirakan mengalami jalan buntu dalam pertemuan ini, karena keinginan dari kreditor swasta yang diwakili Institute of International Finance (IIF) menolak pemangkasan utang Yunani hingga 50%. IIF menginginkan kepemilikan kreditur dapat ditarik hingga 70% dan menghendaki yield sebesar 8%. Meski ada cukup waktu pembahasan ini untuk mendapai kesepakatan, menginat Yunani menghadapi pembayaran kembali obligasi kritis senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret. Masih ada harapan dalam pertemuan ini menghasilkan sebuah persetujuan kerangka kerja pengurangan utang pada pertemuan puncak pada Awal pekan, dan akan dilanjutkan penandatanganan perjanjian pada 13 Februari. Sementara itu, indeks bursa AS yang bergerak datar akan menjadi pertimbangan pemodal bursa Indonesia dalam strategi investasi hari ini. Pemicu bagi indeks Wall Street tersebut menantikan data yang cukup penting ditunggu investor mengenai angka pengangguran bulan Januari yang akan dirilis hari ini. Sisi lainnya, indeks Walls Street tertopang oleh rilis data dari Departemen Tenaga Kerja yang mencatatkan rata – rata empat minggu angka klaim pengangguran turun menjadi 375.750, level terendah sejak Juni 2008, sebagai indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS terus membaik.


Stock Headlines
Quote:

• BIPI targetkan akuisisi AMI Maret 2012
• BRAU terbitkan notes USD 500 juta
• ADRO targetkan produksi naik 11%
• KAEF bidik rights issue Rp 2 triliun
• KAEF targetkan pendapatan Rp 4 triliun
• PGAS minta pemerintah revitalisasi kilang LNG Arun di Aceh
• BBNI tidak ekspansive ke kredit kendaraan bermotor
• LPS kembali jual BCIC senilai Rp 6,7 triliun
• JSMR satu-satunya ikut proses tender Suramadu
• NIKL rencana masuk pasar ekspor
• SUGI rencanan akuisisi 2 blok migas pada 2012
• TBIG cari pinjaman USD 325 juta
• SIPD targetn penjualan Rp 4,5 triliun dan laba Rp 80 miliar di 2012
• AISA rencana bangun total 16 pabrik beras periode 2012-2015
• DAVO targetkan penjualan capai Rp 1,3 triliun di 2012
• Safire Capital tender offer saham publik BIPP
• DILD targetkan pendapatan hotel naik 40% di 2012
• BSDE targetkan marketing sales naik 22% 2012
• BSDE rencana jual 20 sub-cluster baru di 2012
• PNLF beli saham PNBN milik Panin Life
• APOL buyback obligasi USD 67,9 juta
• SMDR siapkan investasi Rp 800 miliar
• Kredit korporasi BNLI naik 29%
Herseil - 06/02/2012 09:33 AM
#95

Newsletter 6 Feb 2012

Market Review
Quote:

Pasca rally selama 3 hari, IHSG pada Jumat lalu terkoreksi -0,953 poin (- 0,024%) di 4015,949 akibat profit taking dan terimbas oleh penurunan tipis Dow Jones menyusul antisipasi investor atas data pengangguran AS. Namun asing mencatatkan net buy sebesar Rp 349,47 miliar. Koreksi tajam IHSG di awal pekan lalu hingga hampir menyentuh support 3890 mampu dikompensasi oleh kenaikan selama 3 hari berikutnya. Minimya sentimen domestik mengakibatkan bursa saham Indonesia sensitif terhadap faktor eksternal. Pengumuman angka inflasi bulan Januari 2012 yang mencapai 0,76% MoM atau lebih tinggi dibanding 0,57% MoM di bulan Desember juga menjadi justifikasi bagi investor untuk merealisasikan keuntungannya. Sentimen finalisasi kesepakatan restrukturisasi utang Yunani menjadi salah satu pemicu apresiasi indeks dan bursa global pada minggu lalu. Selain itu data manufaktur Amerika Serikat, Eropa dan Cina yang membaik menjadi sinyal bahwa pemulihan ekonomi global berlangsung, meski lambat. Hal itu pula yang memicu kenaikan harga minyak dunia hingga menyentuh USD 112/barel, selain dikarenakan memanasnya situasi di Timur Tengah, yaitu di selat Hormuz dan Suriah. Bursa global terus memantau perkembangan negosiasi restrukturisasi utang Yunani, serta isu global lainnya. Diantaranya data ekonomi AS serta rencana Cina membatasi pemberian hipotek untuk pembelian properti bagi orang asing untuk menghindari bubble properti di Cina. Kontrol pemerintah Cina terhadap harga properti mengakibatkan harga real estate di Cina jatuh. Hal itu bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Cina, karena konstruksi properti pada 2011 berkontribusi lebih dari 13% terhadap perekonomian Cina 2011. Penurunan transaksi properti Cina mempengaruhi cash flow pengembang dan diantaranya mempengaruhi kemampuan pengembang membayar pinjaman bank. Potensi perlambatan ekonomi Cina dan risiko kesehatan sektor keuangan Cina itu bisa berimbas pada pertumbuhan ekonomi global. Bagi investor domestik, kebijakan Bank Indonesia mengenai BI rate pada pekan ini mempengaruhi strategi investasi berikutnya. Nilai tukar rupiah juga akan terimbas oleh kebijakan BI tersebut. Diperkirakan BI rate akan tetap di level 6%, terkait rencana kenaikan TDL, kebijakan BBM bersubsidi.


Market Overview
Quote:

Pergerakan indeks bursa Indonesia dalam pekan ini akan bergerak mixed peluang menguat. Pernyataan dari Cina untuk mempertimbangkan kemungkinan menambah kontribusi dana dalam membantu Eropa mengatasi krisis utangnya diharapkan dapat mengurungi ketakutan palaku pasar terhadap krisis utangEropa selama ini. Para pemimpin Cina sebelumnya telah mengumumkan akan mempertimbangkan menaikkan kontribusi Cina bagi dana darurat atau untuk dana khusus IMF. Namun Cina meminta kepada Eropa sebelumnya untuk mengambil tindakan sendiri dalam mengatasi krisis. Cina sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan kontribusinya dalam memecahkan krisis utang melalui EFSF dan ESM. Cina merujuk pada dana darurat Eropa EFSF, yang pada prinsipnya bersifat sementara, dan ESM, yang sejak bulan Juli dimaksudkan berfungsi sebagai jaring pengaman permanen. Selain itu, pasar akan menyikapi pidato Ben Bernanke di hadapan Kongres yang mengatakan bahwa meski ekonomi membaik, dengan meningkatnya pembelanjaan konsumen dan lapangan kerja, prospeknya masih penuh ketidakpastian. Menurutnya masih ada risiko perkembangan di Eropa atau lainnya yang dapat memperburuk dan membahayakan prospek ekonomi AS. Krisis finansial Eropa masih mengancam pemulihan ekonomi AS oleh karena itu perlu melakukan apapun untuk meredam efeknya. Sementara itu, ketidapastian pasar muncul kembali setelah negosiasi Yunani dengan kreditur internasional mengenai program bailout menemui jalan buntu. Pembicaraan kedua belah pihak belum menghasilkan jalan keluar, karena kelompok troika yang mewakili Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional (IMF) bersikeras Yunani harus menerapkan pemotongan upah minimum dan bonus liburan. Yunani harus menguraikan langkah-langkah yang akan dijalankan terkait anggaran 4 miliar euro, untuk memastikan target 2011 dan 2012 terpenuhi. Ini bagian dari upaya mendapatkan paket pembiayaan kedua yang sedang dibahas dengan kreditur internasional. Belum tercapainya kesepakatan Yunani semakin menghatui bangkrutnya Yunani karena negara tersebut dinilai terlalu banyak berhutang dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi sangat lemah.


Stock Headlines
Quote:

• BWPT produksi CPO naik 21,4% jadi 110.771 ton di 2011
• BRAU akan terbitkan notes USD 500 juta untuk refinancing utang
• WIKA buyback saham tahap I dan Tahap II 176,7 juta saham
• ANTM targetk produksi batu bara capai 1 juta ton di 2012
• BIPI danai akuisisi selesai Maret 2012.
• GIAA kuasi reorganisasi diharapkan tuntas Juni 2012
• GIAA butuh dana USD 5,3 miliar kembangkan bisnis hingga 2015
• GIAA akan tambah 61 armada baru hingga 2016
• Citilink, anak usaha GIAA rencana IPO pada 2014
• MNCN rencana bagi deviden tahun buku 2011 Rp 35 per saham
• MNCN laba bersih 2011 naik 47% jadi Rp 1,1 triliun
• EMTK rencana tarik pinjaman Rp 490 miliar di 1H 2012
• INVS akan stock split 1:10
• INVS target pendapatan naik 98,8% jadi Rp 1 triliun di 2012
• INVS anggarkan capex USD 65 juta di 2012
• MBTO laba bersih unaudit 2011 naik 15% jadi Rp 42 miliar
• TOTL membidik laba bersih Rp 175 miliar
• Medco E&P anggarkan dana Rp 5,65 triliun
• SIPD resmi peroleh izin jaminkan aset Rp 600 miliar
• Tingkatkan kredit mikro, BMRI gandeng 400 BPR
• Pelanggan telepon tetap TLKM tumbuh 4%
• INDY raih keuntungan Rp738 miliar dari refloat PTRO
• BBTN bahas rights issue dengan Kementerian BUMN
Herseil - 07/02/2012 09:20 AM
#96

Newsletter 7 Feb 2012

Market Review
Quote:

Aksi profit taking mewarnai perdagangan saham di awal pekan. IHSG tercatat melemah sebesar 41,161 poin (1,025%) ke level 3.974,788 dari posisi sebelumnya pada level 4.015,949. Faktor eksternal, khususnya Yunani menjadi salah satu sentimen yang memperlemah pergerakan pasar saham. Kekhawatiran investor meningkat terhadap Yunani dapat memenuhi persyaratan bailout. Guna memperoleh bailout kedua dari kreditur internasional senilai 130 miliar euro (US$177 miliar), Yunani harus menyetujui sejumlah garis kebijakan, yang diantaranya adalah pemangkasan anggaran tahun ini sebesar 1,5% dari produk domestik bruto. Yunani juga harus menyetujui kerangka kerja untuk merekapitalisasi bank dan langkah-langkah dalam mengurangi gaji pekerja. Dari Asia, khususnya China, IMF memprediksi adanya perlambatan ekonomi di China sebagai akibat dari memburuknya krisis utang di Uni Eropa. Berdasarkan perkiraan IMF, pertumbuhan ekonomi China pada tahun ini berpotensi turun sebesar 4% dari proyeksi sebelumnya sebesar 8,2%. IMF menyarankan agar China mengurangi dampak perlambatan pertumbuhan itu dengan cara memotong pajak sebesar 3% dari PDB. Bursa saham Asia tercatat variatif. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 97,27 poin (1,1%) menuju level 8.929,2 dari posisi sebelumnya pada level 8.831,93 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 47,04 poin (0,23%) ke level 20.709,94 dari posisi sebelumnya pada level 20.756,98. Dari domestik, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2011 sebesar 6,49% ( year on year). Sektor yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibandingkan tahun lalu adalah sektor pengangkutan dan komunikasi mencapai 10,7%. Namun secara kuartalan, Indonesia mengalami penurunan sebesar 1,3%; lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya yaitu tumbuh sebesar 3,4%. Hampir seluruh sektor perdagangan tercatat melemah dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp474 miliar. Sektor perkebunan menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan mencapai 1,521%.


Market Overview
Quote:

Indeks IHSG diperkirakan masih berpeluang terkoreksi, akibat konsentrasi dari pelaku pasar tertuju ke Yunani untuk menantikan hasil pertemuan yang tengah berlansgung antara pemerintah Yunani dengan kreditur yang belum mencapai titik temu. Pertemuan tersebut menimbulkan kecemasan bagi pelaku pasar terhadap hasil yang akan dicapai. Ketidakpastian bailout Yunani akan membawa indeks bursa utama global masih berada dalam bayang-bayang tekanan, akibat ketakutan pelaku pasar. Kreditur internasional memberikan batas waktu bagi Yunani untuk membuat kesepakatan akhir. Sementara itu, para pemimpin zona Euro terus menekan Yunani untuk menerima persyaratan yang diminta oleh pemberi pinjaman internasional. Hal itu untuk mencegah terjadinya gagal bayar yang bisa meruntuhkan kondisi keuangan di zona tersebut. Lembaga kreditor internasional meminta Yunani melakukan reformasi anggaran untuk menerima bailout kedua. Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos telah mencapai kesepakatan tentatif dengan para pemimpin partai koalisi untuk melanjutkan pemangkasan anggaran. Hal ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk pengucuran bailout kedua senilai 130 miliar euro. Para pemimpin di Yunani dijadwalkan akan bertemu hari ini, untuk menyelesaikan kesepakatan akhir. Kisruh utang Yunani semakin membuat kecemasan pasar semakin menjadi, menyusul ancaman dari serikat pekerja Yunani akan melakukan mogok selama 24 jam yang rencana mulai dilakukan hari ini. Selain itu, partai oposisi menolak persyaratan Yunani melakukan reformasi anggaran seperti penghematan dan mengurangi defisit anggaran sehingga berpotensi membawa negara ini lebih mendekati gagal bayar. Pasar saham AS dini hari tadi jatuh setelah para pimpinan Eropa menekan politisi Yunani untuk menyetujui persyaratan dalam mendapatkan bailout senilai 130 miliar euro atau US$ 171 miliar. Sementara rilis data ekonomi Indonesia yang diumumkan BPS kemarin diharapkan dapat memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar modal dalam melakukan aktifitas investasinya di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011 mencapai 6,5%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut merupakan keberhasil dari investasi yang tumbuh 8%. Sedangkan penggerak pertumbuhan pada tahun 2009 merupakan pasar domestik


Stock Headlines
Quote:

• UNTR tingkatkan penjualan batu bara 56%
• WIKA berpotensi raih Rp122 miliar dari buyback
• WIKA 4 pembangkit listrik akan sumbang 10% laba bersih di 2012
• TOTL laba bersih diperkirakan capai Rp 175 miliar di 2012
• Anak usaha HITS diputus pailit
• AKRA akan bangun terminal BBM dan beli kapal SPOB
• MBSS akuisisi 60% saham UAS
• GIAA batal buyback saham
• GIAA proses spin off Citilink tuntas akhir 1Q2012
• GIAA rencana cari pinjaman USD 200 juta
• AISA rencana ekspansi bisnis terpadu beras di Kaltimur
• SIPD siapkan dana Rp 500 miliar untuk ekspansi usaha di 2012
• BBNI tetap ingin akuisisi Bahana Securities
• BBNI beri fasilitas pinjaman Rp 4,36 triliun ke Waskita Karya
• Yawadwipa incar BCIC USD 750 juta
• BJBR targetkan penyaluran kredit properti Rp 200 miliar
• BAEK siapkan capex USD 32 juta untuk kembangkan sistem baru
• MNCN laba usaha 2011 naik 34% njadi Rp 1,6 triliun
• SIMM akan terbitkan saham non-HMETD
• DLTA targetkan penjualan naik 5%-6% di 2012
• Pemilik VOKS lakukan crossing sebanyak 8,07% saham
• CTBN raih pendapatan USD 250 juta
• Pendapatan dan laba bersih INVS tumbuh 52% & 220%
Herseil - 08/02/2012 09:32 AM
#97

Newsletter 8 Feb 2012

Market Review
Quote:

Pada perdagangan kemarin, indeks mayoritas bergerak pada teritori negatif bersamaan dengan pelemahan bursa saham regional. IHSG tercatat melemah sebesar 19,336 poin (0,486%) ke level 3.955,452 dari posisi sebelumnya pada level 3.974,788. Sektor perkebunan dan properti menjadi sektor yang mencatatkan penguatan di tengah pelemahan seluruh sektor lainnya. Sentimen dari Yunani masih mempengaruhi pergerakan pasar. Pelaku pasar masih menantikan hasil kesepakatan restrukturisasi utang Yunani dengan para krediturnya yang kembali tertunda. Yunani masih belum mencapai kesepakatan sedangkan waktu yang diberikan kreditur untuk pemenuhan persyaratan telah habis. Yunani sangat membutuhkan dana bantuan kedua sebesar US$171 miliar untuk menutupi utang obligasinya yang jatuh tempo pada Maret mendatang. Namun, Yunani masih belum bisa menerima persyaratan dari para kreditur untuk menaikkan pajak, memotong pengeluaran pemerintah, dan menurunkan upah minimum. Sekarang ini Yunani berpotensi menghadapi involuntary default dan mata uangnya akan dikeluarkan dari mata uang bersama Uni Eropa jika gagal menyelesaikan masalah utang obligasi ini. Penundaan keputusan Yunani ditambah dengan sejumlah sentimen negatif seputar kawasan Asia, membuat mayoritas bursa regional tercatat melemah. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 11,68 poin (0,13%) ke level 8.917,52 dari posisi sebelumnya pada level 8.929,2 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 10,75 poin (0,05%) ke level 20.699,19 dari posisi sebelumnya pada level 20.709,94. Pertumbuhan ekonomi China yang berpotensi untuk mengalami penurunan sebagai akibat krisis utang kawasan Eropa, masih menjadi sentimen negatif bagi pasar saham China. Indeks Shanghai Composite tercatat melemah sebesar 39,23 poin (1,68%) ke level 2.291,9 dari posisi sebelumnya pada level 2.331,14. Sedangkan dari Jepang, IMF memprediksi rasio total utang Jepang terhadap GDP bisa mencapai 250% di tahun 2015. Dari domestik, JP Morgan mendowngrade Indonesia dari overweight ke netral.


Market Overview
Quote:

Publikasi atas kinerja keuangan yang dicapai akhir tahun lalu, akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam melakukan strategi investasi saham untuk pertimbangan portofolionya. Hal ini diharapkan untuk mendapat imbal hasil berupa dividen tahun buku 2011. Perhatian terhadap kinerja keuangan juga menjadi perhatian kalangan pelaku di pasar global karena publikasi atas laporan keungan perusahaan mulai dirilis. Demikian dengan pasar Eropa mencermati publikasi terhadap kinerja keuangan emiten yang mulai di publish oleh perusahaan-perusahan di Eropa. Namun, kondisi dari kawasan Eropa yang tengah dihadapai krisis utang, sehingga memunculkan pesimistis tentang pencapaian kinerja keuangan perusahaan. Hal yang sama terjadi di bursa Amerika Serikat selain dari rilis data ekonomi dan publikasi juga akan menjadi konsen pelaku pasar setempat. Kendati demikian, faktor dari situasi utang Yunani tetap menjadi perhatian pelaku bursa saham secara global. Mengingat ada kekhawatiran potensi Yunani akan mengalami gagal bayar, Seiring dengan masih belum pastinya bailout 130 miliar euro atau senilai dengan US$170 miliar. Yunani telah melakukan negosiasi selama berhari-hari dengan lembaga keuangan internasional untuk memotong utangnya, yang hingga saat ini belum berhasil mencapai kesepakatan. Sementara itu, pemerintah Yunani dihadapkan oleh perlawan dari dalam negerinya terkait tuntutan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional agar Yunani memotong upah pekerja, sebelum mengamankan dana talangan baru, yang kedua bagi negara itu dalam dua tahun. IMF memproyeksikan ekonomi Yunani akan kontraksi 3% tahun ini. Krisis ekonomi, ditambah dengan berkurangnya pendapatan pajak, akan mempersulit Yunani mengurangi utangnya. Utang Yunani membengkak menjadi 159,1% dari PDB-nya selama kuartal ketiga 2011. Sentimen lainnya bagi pasar mengenai kondisi perekonomian di zona euro masih penuh ketidakpastian setelah data negatif ekonomi yang dirilis Jerman dan Prancis untuk akhir tahun lalu.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI, dan ITMG akan pasok batu bara ke PLTU Tanjung Jati B
• TINS perkirakan harga timah di atas USD 23 ribu per ton di 2012
• WIKA akan bangun 6 pabrik pengelolaan aspal buton di Sulteng
• INTA mulai operasikan IPW
• Laba BMRI tumbuh 29%
• BBNI klaim piutang kredit dari BLTA masih berstatus lancar
• Yawadwipa Companies ajukan penawaran ke BCIC
• GIAA akan mendatangkan 3 pesawat baru pada bulan ini
• AKRA targetkan pendapatan naik 20% jadi Rp 22,8 triliun di 2012
• AKRA akuisisi kontraktor batu bara
• Pendapatan UNVR tumbuh dua digit
• AMRT fokus ekspansi ke luar Jakarta
• SIPD anggarkan capex antara Rp 20 miliar - Rp 50 miliar
• GZCO siapkan capex Rp 350 miliar di 2012
• HITS kaji dampak pailitnya Humpuss Sea Transport Pte. Ltd
• COWL akan kembangkan proyek yang existing di tahun ini
• BTEL lulus uji laik operasi layanan seluler
• FREN perdagangkan nominal saham baru 15 Februari 2012
• MBTO akan relokasi lini produksi jamu ke pabrik di Cikarang
• POLY targetkan produksi 10%-30% di 2012
• BLTA mampu bayar kupon obligasi
• APOL targetkan laba Rp200 miliar
Herseil - 09/02/2012 09:21 AM
#98

Newsletter 9 Feb 2012

Market Review
Quote:

Mengawali perdagangan kemarin, indeks bergerak stagnan di tengah penantian akan perkembangan krisis di Yunani. Namun, aksi beli pada sesi kedua perdagangan berhasil membawa IHSG ditutup naik sebesar 33,247 poin (0,841%) menuju level 3.988,699 dari posisi sebelumnya pada level 3.955,452. Investor masih menantikan hasil bantuan pendanaan tahap kedua di tengah meningkatnya tensi politik di negara tersebut. Perdana Menteri Yunani, Lucas Papademos akan bertemu dengan para pemimpin partai politik di Athena. Mereka akan berupaya menyepakati langkah-langkah penghematan anggaran yang ditempuh Yunani sebagai prasyarat bailout. Sebelumnya, Papademos menunda rencana pertemuan dengan para petinggi partai. Hal ini dikarenakan masih terus terjadi tawar menawar dengan para kreditur internasional terkait pengucuran dana talangan. Dari Asia, proyeksi kenaikan laba salah satu perusahaan otomotif terbesar, Toyota Motor, mampu mengimbangi kekhawatiran penundaan keputusan Yunani atas bailout tahap kedua. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 98,07 poin (1,1%) menuju level 9.015,59 dari posisi sebelumnya pada level 8.917,52 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 319,27 poin (1,54%) menuju level 21.018,46 dari posisi sebelumnya pada level 20.699,19. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1,5% di tengah harapan Yunani mencapai kesepakatan dengan para krediturnya guna merestrukturisasi utang hingga terhindar dari gagal bayar. Sektor perdagangan domestik, hampir seluruhnya ditutup menguat terkecuali sektor ragam industri yang melemah sebesar 0,796%. Pelemahan ini dipimpin oleh penurunan saham Astra International (ASII) yang tercatat turun sebesar 1,06%. Sedangkan sektor perdagangan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi dibandingkan sektor lainnya mencapai 2,061%. Penguatan ini dipimpin oleh kenaikan saham United Tractors (UNTR) sebesar 4,6%. Kenaikan ini didukung oleh langkah perseroan yang menargetkan kenaikan penjualan batu bara sebesar 34%-56,25% di sepanjang tahun ini mencapai 6-7 juta ton.

Market Overview
Quote:
Pergerakan IHSG hari akan bergerak positif, mengekor optimisme indek bursa global terhadap pemerintah Yunani untuk mengantongi persetujuan bailout. Setelah Pemerintah Yunani bertemu dengan kelompok troika yang terdiri dari Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional. Negosiasi Yunani dengan kelompok troika untuk mengamankan pengucuran dana talangan tahap kedua. Dari internal Yunani sendiri, Papademos melakukan pertemuan dengan pimpinan partai politik pendukung pemerintah guna merampungkan rumusan bailout. Para pemimpin partai politik Yunani harus menerima persyaratan berat dari kreditor internasional untuk sebuah talangan dana. Bagi pemerintah Yunani saat ini tengah dihadapi oleh dua pilihan yang harus diambil, dalam artian ikuti perintah dari kelompok troika atau keluar daro zona Eropa. Krisis utang Yunani akan mereda setelah kucuran bailout Yunani dapat direalisasikan, meski harus mengikuti berbagai persyaratan yang kemungkinan dapat mencapai deal antara pemimpin partai di Yunani. Untuk selanjutnya, pasar masih menunggu kesepakatan debt swap antara Yunani dengan kreditor swasta. Sementara itu, indeks Wall Street diakhiri dalam perdagangan bergerak datar, karena investor bersikap hati-hati menunggu hasil negosiasi yang berlarut-larut untuk mencegah gagal bayar utang Yunani. Namun pelaku pasar akhirnya mempertimbangkan laporan bahwa Yunani sudah mendekati kesepakatan untuk menghindari gagal bayar pada utangnya yang besar. Dari Jepang mengenai rilis data ekonomi negara ini yang mencatatkan data neraca berjalan 2011 menyusut tajam dalam 15 tahun terakhir karena melemahnya ekspor dan meningkatnya impor bahan bakar yang menyebabkan defisit perdagangan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan kemampuan Jepang untuk membayar hutangnya dengan cadangan domestik yang melemah. Ada kemungkinan Jepang akan memberlakukan defisit pada neraca berjalan saat ini, dengan menyertakan perdagangan dan keuntungan dari investasi sebelumnya di luar negeri.


Stock Headlinse
Quote:

• BUMI peroleh pinjaman USD 600 juta
• BUMI memperkirakan penjualan tahun lalu naik 10%
• KKGI akuisisi 4 tambang batubara
• PGAS bukukan laba bersih unaudited Rp 10,7 triliun
• PGAS bayar utang USD 40 juta pada tahun 2012
• EXCL anggarkan belanja modal Rp 7-8 triliun pada 2012
• ELTY akan lepas 30% saham BTR
• FREN tawarkan harga saham rights issue Rp 100/saham
• Laba BBKP tumbuh 36%
• NISP membukukan laba bersih RP753miliar
• DILD menjajaki membangun pabrik di Surabaya
• SHID konsolidasi anak usaha
• PGAS siapkan dana USD 40 juta untuk bayar utang
• INTA targetkan penjualan alat berat Sinotruk 650 unit di 2012
• BBRI incar salah satu sekuritas BUMN
• BCIC kaji penerbitan subdebt senilai Rp 1 triliun
• ISAT selesaikan integrasikan layanan data broadband
• WINS anggarkan capex USD 80 juta di 2012
• PWON rencana stock split
• INAF peroleh pinjaman aset produksi Rp 9,7 miliar dari Kemenkes
• TCID relokasi produksi kemasan dari Jepang ke Indonesia
• SHID perkirakan pendapatan capai Rp 147 miliar pada 2011
Herseil - 10/02/2012 09:15 AM
#99

Newsletter 10-Feb-2012

Market Review
Quote:

Pasar saham bergerak melemah pada perdagangan kemarin bersamaan dengan pelemahan pasar saham regional dan pasar saham global yang ditutup flat pada perdagangan sebelumnya waktu setempat. IHSG tercatat melemah sebesar 9,711 poin (0,243%) ke level 3.978,988 dari posisi sebelumnya pada level 3.988,699. Pergerakan pasar saham masih dipengaruh perkembangan seputar dana bailout Yunani tahap kedua. PM Yunani Lucas Papademos kembali mengadakan pertemuan dengan kreditur internasional. Hal ini dilakukan setelah kedua pihak gagal dalam mencapai kesepakatan penuh dari pihak koalisi terkait kebijakan ekonomi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana talangan tahap kedua. Dikabarkan bahwa terjadi kegagalan dalam mencapai kesepakatan pemangkasan dana pensiun. Kondisi ini menyebabkan investor masih bersikap selektif dan menunggu hasil penyelesaian masalah utang Yunani. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 13,35 poin (0,15%) ke level 9.002,24 dari posisi sebelumnya pada level 9.015,59 dam indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 8,45 poin (0,04%) ke level 21.010,01 dari posisi sebelumnya pada level 21.018,46. Dari Asia, tingkat inflasi China selama bulan Januari tahun ini tercatat meningkat diatas estimasi sebelumnya. Harga konsumen China naik 4,5% dibandingkan estimasi sebesar 4% dan inflasi Desember 2011 sebesar 4,1%. Kenaikan ini disebabkan oleh mahalnya harga bahan makanan selama perayaan dan liburan tahun baru China. Disamping itu, penjualan bulanan kendaraan di China tercatat turun drastis dalam tujuh tahun setelah sepinya penjualan selama liburan Imlek. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat. Sentimen pasar terangkat oleh spekulasi pembuat kebijakan zona Euro akan menyetujui paket penyelamatan bagi Yunani. Disamping itu, produksi manufaktur Inggris tercatat naik pada bulan Desember melebih perkiraan sebelumnya. Produksi pabrik naik 1% dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 0,1%. Sementara itu, Bank Sentral Inggris diprediksi akan meningkatkan stimulus ekonomi yang akan dibahas pada pertemuan Kamis waktu setempat. Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menurunkan bi rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dari 6% untuk memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah menurunnya kinerja ekonomi global.


Market Overview
Quote:

Pasar saham global akan menghadapi sentimen positif yang tumbuh pasca keberhasilan para pemimpin Yunani menyetujui reformasi dan langkah-langkah penghematan yang diperlukan dalam pertukaran terhadap bailout baru untuk menghindari default. Selanjutnya paket lengkap harus disepakati dengan Yunani dan disetujui oleh Uni Eropa, IMF, dan bank sentral Eropa pada 15 Februari 2012. Hal ini dilakukan agar itu diselesaikan tepat pada waktunya untuk menghindari gagal bayar yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan global. Setelah adanya kesepakatan dicapai, tetap akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan masalah fiskal Yunani, karena sulit untuk memulihkan ekonomi negara ini yang tengah menghadapi isu struktural. Sebelumnya pasar mencemaskan akan kesuksesan politikus Yunani dalam menyepakati paket suntikan modal yang krusial untuk menghindari gagal bayar utang. Dimana pertemuan pemimpin politik Yunani bersepakat memangkas gaji minimum sebesar 22%, dan tetap mempertahankan adanya bonus liburan. Tetapi pertemuan tiga pimpinan partai politik koalisi pemerintah gagal menyetujui pemangkasan anggaran untuk menyelamatkan ekonomi negara. Sementara itu, Papademos dan pimpinan partai politik menyetujui kebijakan fiskal Troika untuk memperbaiki target perbaikan ekonomi. Satu poin yang sebelumnya tidak mendapat kesepakatan mengenai pemangkasan uang pensiun pegawai negeri dan swasta. Kebuntuan juga terjadi seperti dalam pembahasan yang juga belum mencapai kesepakatan antara Yunani dengan kelompok Troika. Troika meminta pemerintah Yunani memangkas dana pensiun per orang mencapai 150 Euro per bulan. Kegagalan mencapai kesepakatan ini ditakuti akan menunda suntikan dana paket darurat 130 miliar euro terhadap Yunani. Gagal bayar utang akan mengancam stabilitas di seluruh zona Eropa. Keberhasilan dari kesepaktan Yunani tidak lepas keberhasilan dalam pertemuan lanjutan antara menteri Keuangan Yunani dengan para menteri luar negeri dari zona eropa di Brussels.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM ajukan dividen 35-45% dari laba bersih
• KLBF siapkan dividen Rp 850 miliar
• KLBF mengalokasikan belanja modal Rp 700-800 miliar
• NISP jajaki rights issue
• S&P turunkan peringkat BTEL
• BTEL akan lunasi obligasi Rp 650 miliar
• Yawadwipa bidik saham Bumi Plc
• WIKA targetkan kontrak pembangkit listrik Rp4,8 triliun
• DILD bidik Rp 160 miliar dari penjualan lahan industri
• DILD anggarkan capex Rp 1,4 triliun
• BSDE targetkan pendapatan tumbuh 15% di 2012
• APLN dirikan 2 anak perusahaan baru
• EXCL perkuat layanan data pada tahun 2012
• WIKA tagetkan laba bersih Rp 430.68 miliar untuk 2012
• ANTM akan garap pembangunan pabrik SGA di Mempawah
• INDF rencana terbitkan surat utang baru Rp 2 triliun
• ISAT akan serap saham baru yang di terbitkan TBIG
• Moody's: peringkat TBIG berpotensi diturunkan
• BBKP perkirakan laba bersih 2011 naik 36% jadi Rp 670,07 miliar
• NISP laba bersih naik 79,71% capai Rp 753 miliar pada 2011
• SHID rencana satukan 14 perusahaan di bawah Sahid Grup
• RMBA selesaikan relokasi pabrik dari Cirebon ke Malang
• BRNA realisasi penjualan 2011 naik 20% jadi Rp 684 miliar
Herseil - 13/02/2012 09:15 AM
#100

Newsletter 13 Feb 2012

Market Review
Quote:

Isu perkembangan dana talangan tahap kedua Yunani menjadi sentimen yang memiliki peran mayoritas dalam perdagangan sepekan. Investor lebih memilih untuk memperoleh kepastian akan penyelesaian krisis utang Yunani dibandingkan rilis sejumlah data-data ekonomi. Pelaku pasar masih belum melihat kejelasan apakah Yunani dapat mengamankan pengucuran dana bailout. Selama sepakan IHSG tercatat melemah sebesar 2,58% hingga berada di bawah level 4.000. Dalam perkembangan sepekan, akhirnya para pemimpin partai politik Yunani sepakat untuk melanjutkan penghematan lebih lanjut. Mereka menyetujui penghapusan gaji ke-13 dan 14 serta mereformasi tenaga kerja, namun masih menolak untuk memangkas dana pensiunnya. Dari sisi menteri keuangan Eropa, mereka menunda melakukan ratifikasi penggelontaran dana bailout senilai 130 miliar euro bagi Yunani. Mereka menekan pemerintahan di Athena untuk segera melakukan kebijakan penghematan secepat mungkin. Langkah ini sangat diperlukan untuk meyakinkan negara Eropa lainnya bahwa program bailout kedua ini akan berdampak positif bagi Yunani. Dari Asia, khususnya China, IMF memprediksi adanya perlambatan ekonomi sebagai akibat dari memburuknya krisis utang Eropa. Di samping itu, tingkat inflasi China selama bulan Januari tercatat meningkat diatas estimasi sebesar 4% dan diatas inflasi Desember 2011 sebesar 4,1%. Harga konsumen China naik 4,5% yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan selama perayaan dan liburan tahun baru China. Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menurunkan bi rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dari 6% untuk memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah menurunnya kinerja ekonomi global. Sementara itu, Moody’s memperingatkan perbankan Indonesia agar berhati-hati dengan likuditas perseroan seiring dengan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit/LDR) perbankan nasional, baik rupiah maupun valas berada di atas 80%. LDR rupiah mencapai 79%-80% sedangkan LDR valas mencapai 93%.


Market overview
Quote:

Pasar saham pekan ini masih tetap terfokus pada perkembangan yang terjadi terhadap Yunani terutama pertemuan terhadap kelompok Troika dan kreditur swasta. Pasar masih mencemasakan pemimpin Eropa menyerukan Yunani untuk melakukan pemotongan pengeluaran yang lebih keras, sementara Perdana Menteri Yunani memperingatkan bahwa negaranya akan menghadapi kekacauan tidak terkendali tanpa sebuah kesepakatan utang yang dipastikan default. Memang ada prasyarat bagi negara ini harus lebih dulu meloloskan paket penghematan terbaru dalam bentuk peraturan, dan menyepakati pemangkasan belanja, sebelum pemerintah zona Euro menyetujui permohonan bailout. Kebijakan penghematan baru dan paket penyelamatan tersebut penting untuk menghindari gagal bayar (default) yang akan jatuh tempo pada Maret mendatang. Perjanjian mengenai langkah-langkah baru mengenai pemotongan anggaran yang dituntut oleh troika merupakan syarat dicairkannya bailout kedua Yunani agar dapat keluar dari krisis utang Eropa. Dalam skema penghematan tersebut para pemimpin sosialis, konservatif dan ekstrem kanan harus menyepakati pemotongan upah minimum meski ditentang oleh serikat pekerja. Hal lainnya, Pemerintah Yunani terus bernegosiasi dengan sejumlah kreditur untuk pemotongan utang. Yunani berharap pertemuan dengan kreditur swasta dengan pengurangan utang oleh bank-bank melalui debt swap, 705 dari 200 miliar euro (265 miliar dolar AS) dari obligasi Yunani yang dipegangnya, akan dapat mengurangi krisis bagi negara ini. Sementara itu, tanggap dari S&P mengenai langkah tersebut tidak memberikan pandangan yang bagus bagi Yunani. Justru S&P mempertanyakan kesepakatan restrukturisasi utang Yunani yang tidak cukup untuk menempatkan negara ini di jalur fiskal yang benar. Sementara itu dari Cinia penurunan impor dan ekspor pada Januari, mendstorsi liburan tahun baru Imlek, sebagai bukti bahwa ekonomi Cina melambat karena pelemahan ekonomi Eropa akibat berkurang untuk produk China.


Stock Headlines
Quote:

• BORN kaji ulang kerja sama dengan Glencore International Plc
• ANTM usulkan dividend pay out ratio sebesar 35%-45%
• MEDC targetkan Pembangkit Mini Hidro Beroperasi pada 2014
• BWPT dapat pinjaman Rp 800 miliar dari BBNI
• anak usaha TLKM targetkan pertumbuhan pendapatan 21%
• Pembangunan pabrik PT Krakatau Posco ditargetkan selesai 2013
• ULTJ targetkan volume produksi 2012 meningkat 15%
• MIDI berencana membuka 40 gerai Lawson tahun 2012
• BCIC akan melakukan private sub-loan hingga Rp1 triliun
• SMGR bangun pabrik di Papua Rp 1,2 triliun
• TINS incar kenaikan produksi 15%
• ANTM mengeluarkan dana eksplorasi senilai Rp7.9miliar
• DKFT mengeluarkan dana sekitar Rp1.12miliar
• Anak usaha BUMI temukan gas berpotensi komersil
• BBNI jajaki lepas 35% saham BNI Life
• BBRI incar laba Rp 20 triliun, aset Rp 1.000 triliun
• PBRX bukukan penjualan USD 238 juta
• APOL peroleh dana Rp 680,6 miliar
• SDMU bidik kenaikan pendapatan 20%
• Bakrie bantah miliki hubungan dengan Yawadwipa
• INTA targetkan pendapatan Rp4 triliun
• MDLN targetkan Rp350 miliar dari penjualan lahan
Page 5 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK