Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

Herseil - 14/02/2012 09:35 AM
#101

Newsletter 14 Feb 2012

Market Review
Quote:

Sentimen positif dari Yunani, mengangkat mayoritas pasar saham, termasuk pasar saham Indonesia. IHSG ditutup menguat sebesar 49,509 poin (1,265%) menuju level 3.961,902 dari posisi sebelumnya pada level 3.912,393. PM Yunani sepakat untuk melakukan program penghematan sesuai permintaan Uni Eropa dan IMF sebagai syarat bailout untuk menghindari gagal bayar. Program penghematan ini meliputi pemangkasan upah minimum sebesar 22%, dana pensiun yang lebih rendah, dan pemangkasan jumlah pegawai negeri sipil sebanyak 15.000 karyawan. Langkah penghematan ini setara dengan 7% nilai PDB Yunani dalam 3 tahun ke depan dan sudah termasuk debt swap yang akan memangkas 100 miliar euro dari 200 miliar euro utang yang dipegang pihak swasta. Disamping itu, masih dari Eropa, Standard & Poor’s memangkas peringkat 34 bank di Italia termasuk UniCredit dan Intesa Sanpaolo. Pemangkasan dilakukan akibat buruknya penanganan utang dan lemahnya kemapuan mencetak laba. S & P mengemukakan bahwa risiko perbankan Italia meningkat ke level 4 dari sebelumnya level 3 dari skala 1-10. Hal ini menunjukkan banyaknya kekurangan dari industri perbankan Italia dalam beberapa bulan terakhir. Bursa saham regional mayoritas ditutup menguat kendati data ekonomi Jepang mencatatkan kontraksi diatas estimasi sebelumnya. Perekonomian Jepang menurun 2,3% pada kuartal keempat 2011, lebih tinggi dari estimasi sebesar 1,3%. Salah satu penyebabnya adalah penurunan tingkat ekspor. Indeks Nikkei 225 pada perdagangan kemarin ditutup menguat sebesar 52,01 poin (0,58%) menuju level 8.999,18 dari posisi sebelumnya pada level 8.947,17 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 103,54 poin (0,5%) menuju level 20.887,4 dari posisi sebelumnya pada level 20.783,86. Bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran 0,5% hingga diatas 1% yang masih ditopang oleh telah disetujuinya kebijakan penghematan Yunani untuk menghindari default atas utang yang akan jatuh tempo. Dari domestik, sektor perdagangan menjadi sektor yang tercatat turun ditengah penguatan sektor lainnya.


Market Overview
Quote:

Redanya tekanan pasar terutama dari Yunani, dapat memberikan peluang lanjutan penguatan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini. Membaiknya pasar global setelah terangkat harapan bagi Yunani untuk meraih dana talangan tahap kedua dan sekaligus menghindari default utangnya, memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar. Setelah Melalui perhelatan yang ketat akhirnya Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan persetujuan parlemen untuk menerapkan penghematan anggaran. Sebanyak 199 anggota parlemen memberikan dukungan, sedangkan 74 anggota lainnya menentang rencana penghematan tersebut. Dengan kemenangan ini anggota parlemen Yunani akhirnya menyetujui langkah penghematan guna mengamankan bailout kedua. Persetujuan parlemen itu membantu Yunani terhindar dari ancaman default utang yang jatuh tempo pada 20 Maret mendatang. Kendati mendapatkan persetujuan parleman, keputusan ini harus dibayar dengan faktor dalam negeri Yunani yang tidak kondusif. Persetujuan paket penghematan anggaran harus dibayar dengan kerusuhan yang melanda negara tersebut. Dikabarkan kerusahaan sempat memicu chaos meluas diberbagai wilayah. Para demonstran menolak kebijakan penghematan sejak krisis melanda negeri ini. Protes terhadap kebijakan penghematan Yunani itu karena akan sangat mempengaruhi kehidupan rakyat, seperti; pemangkasan upah minimum hingga 22%, deregulasi pasar tenaga kerja sehingga semakin mudah melakukan PHK dan paket reformasi perpajakan serta pensiun. Selain faktor Yunani, pelaku pasar akan mengamati perkembangan fundamental ekonomi negara Eropa lainnya, melalui sejumlah rilis data diantaranya data industrial production Uni Eropa untuk periode Desember yang diperkirakan memburuk -1,2% dari –0,1%. Pada rilis pekan ini GDP Jerman untuk Q4 2011 diperkirakan terkontraksi menjadi -0,3%, walau dalam basis antar tahun diperkirakan masih bertumbuh 1,9%. Sedangkan GDP Uni Eropa untuk Q4 2011 diperkirakan akan terkontraksi -0,3%. Sementara itu current account Uni Eropa untuk periode Desember diperkirakan meningkat menjadi 6 milyar euro dari 1 milyar euro. Hal lainnya, terkait dengan Cina yang belum akan berkomitmen untuk mengalirkan dana yang dimilikinya ke Eropa akan menghambat pemulihan Uni Eropa dalam menangani krisis utangnya.


Stock Headlines
Quote:

• Anak usaha BNBR akan negosiasi kontrak jual beli listrik ke PLN
• Samin Tan cari dana USD 2 miliar untuk BRMS
• BUMI klaim biaya utang lebih rendah
• SMGR jamin pasokan semen di Jatim
• BWPT incar lahan 11 ribu ha
• APLN akan akuisisi hotel di Bali Rp 400 miliar
• LTLS siapkan capex Rp 200 miliar
• TMAS akan beli Rp 480 miliar
• BNGA jaga CAR 13%
• BBRI tidak tertarik akuisisi BCIC
• ANTM siap ikuti aturan larangan ekspor raw material mulai 2014.
• DSSA telah memulai pembangunan proyek PLTU IPP Sumsel-5
• GIAA akan terima 3 dari 10 pesawat Boeing tahun 2013
• SGRO akan bangun pabrik olahan kelapa sawit tahun ini
• ICBP targetkan kapasitas produksi susu olahan naik 40%
• UNVR ajukan permohonan tax holiday
• DILD menargetkan penjualan 40 ha lahan industri di 2012
• MYRX berencana melepas 97% saham PT. Apinus Rama
• BBLD jajaki utang sindikasi Rp1 triliun
• PSDN menuntaskan kuasi reorganisasinya
• FREN mendapatkan persetujuan reverse stock split
Herseil - 15/02/2012 09:58 AM
#102

Newsletter 15 Jan 2012

Market review
Quote:

Setelah bergerak fluktuatif, akhirnya indeks ditutup pada zona negatif.
Pelemahan ini disebabkan oleh penurunan peringkat sejumlah negara Eropa setelah sebelumnya parlemen Yunani menyetujui langkah penghematan anggaran. Investor juga masih mewaspadai kemampuan Yunani untuk melaksanakan reformasi menyusul kerusuhan yang tengah terjadi dan mengamankan bailout kedua untuk menghindari default. IHSG tercatat melemah sebesar 9,085 poin (0,229%) ke level 3.952,817 dari posisi sebelumnya pada level 3.961,902. Moody’s Investor memangkas peringkat utang enam negara Eropa, termasuk Italia dan Portugal. Moody’s juga merevisi outlook atas peringkat utang Aaa milik Perancis dan Inggris menjadi negatif. Peringkat utang Spanyol dipangkas menjadi A3 dari sebelumnya A1 dengan outlook negatif, peringkat utang Italia diturunkan menjadi A3 dari A2 dengan outlook negatif, Portugal diturunkan menjadi Ba3 dari Ba2 dengan outlook negatif, dan Malta diturunkan menjadi A3 dari A2 dengan outlook negatif. Moody’s juga menurunkan peringkat Slovakia dan Slovenia serta rating Austria yang juga diturunkan menjadi negatif. Langkah ini mencerminkan kerentanan untuk risiko keuangan dan makro ekonomi yang berasal dari krisis zona Euro dan bagaimana risiko ini memperburuk negara yang terimbas. Bursa saham Asia tercatat variatif, indeks Nikkei 225 tercatat naik sebesar 52,89 poin (0,59%) menuju level 9.052,07 dari posisi sebelumnya pada level 8.999,18 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 30,43 poin (0,15%) menuju level 20.917,83 dari posisi sebelumnya pada level 20.887,4. Bursa saham Eropa bergerak mixed dengan kisaran tidak lebih dari 0,5%. Presiden Uni Eropa dan Presiden Komisi Eropa berencana untuk menemui Perdana Menteri China guna membicarakan krisis keuangan Eropa dan bantuan China untuk mengatasinya. Kendati lembaga pendanaan pemerintah China, CIC, menolak untuk investasi dalam obligasi Eropa, Eropa tetap berharap agar China mau mengucurkan investasi dalam dana talangan untuk membantu negara yang terlilit utan


Market Overview
Quote:

Setelah memangkas rating utang Italia, Portugal, Slovakia, Slovenia dan Malta sebesar 1 notch serta Spanyol sebesar 2 notch, kemarin Moody’s Investor menyatakan mempertimbangkan untuk memangkas peringkat utang AAA dari Perancis, Inggris dan Austria. Sebelumnya, pada Senin, 13 Februari 2012, Moody’s telah menurunkan prospek utang Perancis, Inggris dan Austria menjadi negatif, karena adanya tekanan kredit yang dapat mengganggu neraca. Sementara itu Moody's mempertahankan rating utang Jerman, Denmark, Finlandia, Luksemburg dan Belanda serta Dana Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) di level AAA. Rencana Moody's tersebut menekan bursa saham Eropa kemarin dan sebagian bursa Asia. Imbas negatif dari Eropa kemungkinan sulit dibendung di Asia hari ini. Meski indeks Nikkei, Hangseng menguat kemarin, tetapi tampaknya akan sulit bertahan positif pada perdagangan hari ini di tengah sentimen negatif global. Kebijakan Bank of Japan untuk menambah dana stimulus sebesar Yen 10 triliun (USD 28,8 miliar) untuk program pembelian aset, menargetkan inflasi 1% setelah Jepang berkontraksi sebesar 2,3% pada 4Q11 serta mempertahankan suku bunga pinjaman 0%-0,1%, diperkirakan tidak serta merta mengapresiasi bursa saham Jepang selanjutnya. Karena kebijakan BoJ itu, di sisi lain mengapresiasi Yen terhadap US dolar yang berimplikasi pada kinerja dari pendapatan perusahaan-perusahaan Jepang berbasis ekspor. Data mengenai Inggris dan India juga menunjukkan perlambatan inflasi di Januari 2012 yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, serangkaian sentimen negatif dari kawasan Eropa, akan diimbangi oleh potensi menguatnya indeks bursa utama Asia yang diharapkan dapat memberikan dukungan bursa domestik. Sejauh ini kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia stabil, dapat memberikan peluang positif bagi di bursa Indonesia kedepan. Wakil Menteri Keuangan dalam pernyataannya bahwa pertumbuhan ekonomi 2012 sedikit lebih rendah dari target 6,7%. Sementara pernyataan SBY dan Menkeu optimis pertumbuhan ekonomi 6,7%. Aksi korporasi emiten diperkirakan akan berdampak individual pada saham bersangkutan. IHSG diprediksi bergerak mixed to upper. Up reversal bagi IHSG diperkirakan terbawa pola gerak indeks kawasan Asia hari ini yang berpeluang menguat.


Stock Headlines
Quote:


•Laba bersih BDMN tahun 2011 naik 16% YoY
•GIAA telah tandatangani MoU dengan Rolls Royce Plc.
•EXCL akan bangun 470 unit BTS 3G di Bali
•SIMM akan akuisisi 60% saham PT Bangun Sarana Jaya
•BBLD bukukan laba bersih 2011 Rp 101 miliar naik 66,91%
•INAF akan ekspansi ke segmen nutrisi pada Q2 2012
•TMAS akan beli 8 kapal dari perusahaan China
•INVS beli saham Nextnation
•INVS akuisisi KP batubara
•Perombakan saham Bumi Plc ditunda
•CNKO dapat pinjaman Rp 520 miliar
•Placement saham AMRT sebelum April
•Net interest margin BDMN turun
•Transaksi kartu kredit BBCA naik 11,5%
•ADMF bukukan pembiayaan Rp 41,36 triliun
•BBLD raih pinjaman Rp 50 miliar dari BABP
•TPIA tambah 3 bank sindikasi
•CPDW percepat bisnis tambang
•LION AIR IPO setelah pangsa pasar 60%
•SHID berencana bagikan divide
Herseil - 16/02/2012 09:59 AM
#103

Newsletter 16 Feb 2012

Market Review
Quote:

Pasar saham domestik bergerak dalam rentang yang terbatas pada perdagangan kemarin, anomali dengan mayoritas bursa saham Asia yang tercatat menguat. IHSG ditutup naik sebesar 0,228 poin (0,006%) menuju level 3.953,045 dari posisi sebelumnya pada level 3.952,817. Faktor eksternal yang berperan dalam perdagangan kemarin, masih berasal dari perkembangan seputar bailout II Yunani. Menkeu Zona Euro mengatakan bahwa para pemimpin partai politik di Athena gagal memberikan komitmen yang diperlukan untuk reformasi setelah sebelumnya pemimpin konservatif pernah menandatangani komitmen untuk melaksanakan paket yang ditetapkan oleh EU/IMF. Menteri di Eurogroup yang awalnya akan melakukan pertemuan di Brussels guna membahas persetujuan bailout Yunani, kini ditunda menyusul Yunani yang belum memberikan jaminan mengenai rencana pemangkasan anggaran. Harusnya pertemuan tersebut diadakan pada 15 Februari dengan tuntutan Yunani dapat melakukan penghematan lagi sebesar 325 juta euro. Namun, Presiden UE akan mengganti penundaan pertemuan ini dengan telekonferensi. Investor juga masih dikhawatirkan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran tidak bisa dilakukan mengingat terjadinya aksi demonstrasi yang terjadi dan kebijakan tersebut dinilai terlalu keras bagi pekerja dan kelas menengah di sektor swasta. Pernyataan Gubernur People’s Bank of China yang siap untuk berpartisipasi dalam program penanganan krisis Eropa, termasuk dalam EFSF dan rencana Bank of Japan mempeluas program pembelian asetnya, menjadi katalis yang mendukung penguatan bursa regional. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 208,27 poin (2,3%) menuju level 9.260,34 dari posisi sebelumnya pada level 9.052,07 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 447,4 poin (2,14%) menuju level 21.365,23 dari posisi sebelumnya pada level 20.917,83. Dari domestik, sektor properti menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 1,6% dan sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan penurunan terdalam sebesar 0,9%.


Market Overview
Quote:

Faktor ekternal masih mendominasi pengaruhnya bagi pergerakan IHSG dalam perdagangan saham hari ini. Ditengah minimnya insentif pasar dari dalam negeri, sentimen global kembali akan menjadi sorotan pelaku pasar domestik. Harapan dari sentimen positif global yang dapat memberikan kepercayaan pasar, berkenaan dengan komitmen Bank sentral China yang tetap akan melakukan investasi berupa aset di Eropa, hal ini sebagai keseriusan Cina untuk membantu mengatasi krisis utang negara Eropa. Tetapi faktor koreksi indeks Wall Street dini hari tadi bisa mempengaruhi pola gerak IHSG. Koreksi dipengaruhi oleh pelemahan saham Apple, menyusul investor setempat khawatir terhadap laporan Apple yang meminta pengecer online Amazon untuk menghentikan penjualan iPad di China. Sebuah perusahaan teknologi China sedang mencoba untuk melarang pengiriman tablet iPad Apple dalam dan luar negeri yang tenga berseteru masalah hukum atas nama iPad. Jurubicara Apple mengatakan, Amazon tidak penjual resmi dari iPad di China dan Amerika Serikat. Sisil lainnya pelaku pasar masih mencemaskan kondisi dari Yunani terkait masalah utang negara ini. Kendati ada harapan jalan terhadap penyelesaian utang tersebut setelah pemimpin partai konservatif Yunani akan memberikan surat komitmen kepada para pemberi pinjaman internasional negara itu, tetapi pelaku pasar menantikan lebih tuntas terhadap masalah bailout ini. Uni Eropa terus mencari jalan keluar penanganan terhadap Yunani dengan melakukan pembicaraa antara menteri keuangan zona Euro dalam konfrensi telepon untuk membicarakan bailout sebesar 130 miliar euro untuk mencegah default. Para menteri keuangan Uni Eropa berkomitemn bahwa sebelum menandatangani persetujuan pemberian bailout, meminta kepada Yunani untuk menjelaskan tentang implementasi langkah penghematan sekitar €325 milyar anggaran tahun ini. Para pemimpin politik Yunani juga diharuskan membuat komitmen tertulis untuk mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai. Krisis utang Eropa belum menunjukan tanda-tanda membaik. Inggris sepertinya harus bekerja lebih keras untuk pulihkan sektor tenaga kerja. Data Klaim pengangguran bertambah menjadi 6.900 di bulan Januari atau jauh lebih tinggi dari prediksi 3.200. Selain itu, ekonomi Jerman anjlok -0.2% di kuartal keempat 2011.


Stock Headlines
Quote:

• Melalui afiliasinya MEDC ikut 2 tender proyek dari PLN
• PTBA akan lanjut buyback saham
• TOWR laba bersih 2011 naik 183,84%
• TBIG dapat peringkat BB dari Fitch Rating
• ULTJ perkirakan laba naik untuk 2012
• ROTI rencana operasikan pabrik baru di Palembang tahun ini
• WEHA perkirakan laba bersih naik 1002% jadi Rp 3 miliar di 2011
• DILD target pendapatan naik 54,91% jadi Rp 1,38 triliun di 2012
• SSIA bentuk anak usaha di bidang property
• APOL rencana right isuue di harga Rp 120 per saham
• ACES targetkan laba bersih Rp 300 miliar di 2012
• POLY raih pangsa pasar 30% di 2011
• CTBN dirikan anak usaha yang produksi seamless pipe
• INDY lepas 25% saham PTRO senilai Rp 907,7 miliar
• KAEF raih pendapatan Rp3 triliun
• SMRA siapkan dana akuisisi Rp 700 miliar
• JAWA investasi Rp 32 miliar
• WIKA siapkan Rp 600 miliar garap proyek baru
• MYOR ekspansi USD 160 juta
• RAJA akan rights issue sebanyak 339.756.875 saham
• BBKP membidik pertumbuhan sebesar 25%
• JSMR tidak memperoleh VGF dari pemerintah
Herseil - 16/02/2012 10:01 AM
#104

Newsletter 16 Feb 2012

Market Review
Quote:

Pasar saham domestik bergerak dalam rentang yang terbatas pada perdagangan kemarin, anomali dengan mayoritas bursa saham Asia yang tercatat menguat. IHSG ditutup naik sebesar 0,228 poin (0,006%) menuju level 3.953,045 dari posisi sebelumnya pada level 3.952,817. Faktor eksternal yang berperan dalam perdagangan kemarin, masih berasal dari perkembangan seputar bailout II Yunani. Menkeu Zona Euro mengatakan bahwa para pemimpin partai politik di Athena gagal memberikan komitmen yang diperlukan untuk reformasi setelah sebelumnya pemimpin konservatif pernah menandatangani komitmen untuk melaksanakan paket yang ditetapkan oleh EU/IMF. Menteri di Eurogroup yang awalnya akan melakukan pertemuan di Brussels guna membahas persetujuan bailout Yunani, kini ditunda menyusul Yunani yang belum memberikan jaminan mengenai rencana pemangkasan anggaran. Harusnya pertemuan tersebut diadakan pada 15 Februari dengan tuntutan Yunani dapat melakukan penghematan lagi sebesar 325 juta euro. Namun, Presiden UE akan mengganti penundaan pertemuan ini dengan telekonferensi. Investor juga masih dikhawatirkan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran tidak bisa dilakukan mengingat terjadinya aksi demonstrasi yang terjadi dan kebijakan tersebut dinilai terlalu keras bagi pekerja dan kelas menengah di sektor swasta. Pernyataan Gubernur People’s Bank of China yang siap untuk berpartisipasi dalam program penanganan krisis Eropa, termasuk dalam EFSF dan rencana Bank of Japan mempeluas program pembelian asetnya, menjadi katalis yang mendukung penguatan bursa regional. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 208,27 poin (2,3%) menuju level 9.260,34 dari posisi sebelumnya pada level 9.052,07 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 447,4 poin (2,14%) menuju level 21.365,23 dari posisi sebelumnya pada level 20.917,83. Dari domestik, sektor properti menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 1,6% dan sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan penurunan terdalam sebesar 0,9%.


Market Overview
Quote:

Faktor ekternal masih mendominasi pengaruhnya bagi pergerakan IHSG dalam perdagangan saham hari ini. Ditengah minimnya insentif pasar dari dalam negeri, sentimen global kembali akan menjadi sorotan pelaku pasar domestik. Harapan dari sentimen positif global yang dapat memberikan kepercayaan pasar, berkenaan dengan komitmen Bank sentral China yang tetap akan melakukan investasi berupa aset di Eropa, hal ini sebagai keseriusan Cina untuk membantu mengatasi krisis utang negara Eropa. Tetapi faktor koreksi indeks Wall Street dini hari tadi bisa mempengaruhi pola gerak IHSG. Koreksi dipengaruhi oleh pelemahan saham Apple, menyusul investor setempat khawatir terhadap laporan Apple yang meminta pengecer online Amazon untuk menghentikan penjualan iPad di China. Sebuah perusahaan teknologi China sedang mencoba untuk melarang pengiriman tablet iPad Apple dalam dan luar negeri yang tenga berseteru masalah hukum atas nama iPad. Jurubicara Apple mengatakan, Amazon tidak penjual resmi dari iPad di China dan Amerika Serikat. Sisil lainnya pelaku pasar masih mencemaskan kondisi dari Yunani terkait masalah utang negara ini. Kendati ada harapan jalan terhadap penyelesaian utang tersebut setelah pemimpin partai konservatif Yunani akan memberikan surat komitmen kepada para pemberi pinjaman internasional negara itu, tetapi pelaku pasar menantikan lebih tuntas terhadap masalah bailout ini. Uni Eropa terus mencari jalan keluar penanganan terhadap Yunani dengan melakukan pembicaraa antara menteri keuangan zona Euro dalam konfrensi telepon untuk membicarakan bailout sebesar 130 miliar euro untuk mencegah default. Para menteri keuangan Uni Eropa berkomitemn bahwa sebelum menandatangani persetujuan pemberian bailout, meminta kepada Yunani untuk menjelaskan tentang implementasi langkah penghematan sekitar €325 milyar anggaran tahun ini. Para pemimpin politik Yunani juga diharuskan membuat komitmen tertulis untuk mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai. Krisis utang Eropa belum menunjukan tanda-tanda membaik. Inggris sepertinya harus bekerja lebih keras untuk pulihkan sektor tenaga kerja. Data Klaim pengangguran bertambah menjadi 6.900 di bulan Januari atau jauh lebih tinggi dari prediksi 3.200. Selain itu, ekonomi Jerman anjlok -0.2% di kuartal keempat 2011.


Stock Headlines
Quote:

• Melalui afiliasinya MEDC ikut 2 tender proyek dari PLN
• PTBA akan lanjut buyback saham
• TOWR laba bersih 2011 naik 183,84%
• TBIG dapat peringkat BB dari Fitch Rating
• ULTJ perkirakan laba naik untuk 2012
• ROTI rencana operasikan pabrik baru di Palembang tahun ini
• WEHA perkirakan laba bersih naik 1002% jadi Rp 3 miliar di 2011
• DILD target pendapatan naik 54,91% jadi Rp 1,38 triliun di 2012
• SSIA bentuk anak usaha di bidang property
• APOL rencana right isuue di harga Rp 120 per saham
• ACES targetkan laba bersih Rp 300 miliar di 2012
• POLY raih pangsa pasar 30% di 2011
• CTBN dirikan anak usaha yang produksi seamless pipe
• INDY lepas 25% saham PTRO senilai Rp 907,7 miliar
• KAEF raih pendapatan Rp3 triliun
• SMRA siapkan dana akuisisi Rp 700 miliar
• JAWA investasi Rp 32 miliar
• WIKA siapkan Rp 600 miliar garap proyek baru
• MYOR ekspansi USD 160 juta
• RAJA akan rights issue sebanyak 339.756.875 saham
• BBKP membidik pertumbuhan sebesar 25%
• JSMR tidak memperoleh VGF dari pemerintah
Herseil - 17/02/2012 09:27 AM
#105

Newsletter 17 Feb 2012

Market Review
Quote:

Perdagangan pasar saham didominasi oleh sentimen dari Yunani, menyusul minimnya sentimen lain yang dapat menyokong pasar. Sepanjang perdagangan kemarin, bursa domestik bergerak melemah bersamaan dengan melemahnya bursa saham global, regional, dan Eropa. Diawali dengan pelemahan bursa saham Amerika yang tercatat menurun pada perdagangan waktu setempat yang disebabkan oleh kekhawatiran krisis Eropa dan perbedaan pendapat diantara anggota The Federal Open Market Committte terkait rencana quantitative easing ketiga (QE3). IHSG tercatat melemah sebesar 25,437 poin (0,643%) ke level 3.927,608 dari posisi sebelumnya pada level 3.953,045. Sentimen negatif Eropa adalah mengenai ditundanya pertemuan khusus antara kelompok menteri keuangan zona Euro dengan Yunani terkait program dana talangan kedua. Penundaan ini merefleksikan kecemasan di antara negara-negara Eropa bahwa Yunani tidak akan mematuhi persyaratan untuk mendapatkan bailout kedua. Karena adanya pertimbangan penting terkait mekanisme spesifik untuk implementasi program bailout Yunani, maka Eropa memutuskan seluruh keputusan penting pada 20 Februari mendatang. Disamping itu, Moody’s juga memperingatkan kemungkinan memangkas peringkat 17 bank dan institusi finansial di Eropa serta 114 institusi keuangan global. Dari Asia, pelemahan seluruh bursa saham regional juga ditambah dengan data ekonomi dari China. Investasi langsung di China turun sebesar 0,3% ke US$9,997 miliar pada bulan lalu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi dan krisis utang Eropa yang memaksa perusahaan untuk memperketat pengeluaran. Sedangkan lembaga UBS, men- downgrade Malaysia dan Indonesia ke level least preferred dan meng- upgrade Korea ke Netral. Hampir seluruh sektor perdagangan domestik tercatat melemah dan asing membukukan net sell sebesar Rp151 miliar. Hanya sektor keuangan dan sektor properti yang mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0,839% dan 0,548%.


Market Overview
Quote:

Ada harapan IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham hari ini, meski tetap potensial terjadi aksi ambil untung yang dilakukan pemodal dalam merealisasikan keuntungan jangka pendek. Membaiknya indeks indeks Wall Street yang ditutup menguat pada dini hari tadi sesuai waktu Indonesia. Akan memberi dorongan positif bagi pergerakan indeks bursa domestik. Lonjakan tajam terhadap indeks Wall Street ini didorong baiknya data pengangguran, manufaktur dan perumahan. Data-data tersebut melanjutkan momentum penguatan dalam sektor ekonomi utama dan mengisyaratkan pemulihan bagi ekonomi Amerika Serikat. Data pembangunan perumahan bulan Januari naik, ditandai dengan percepatan jumlah rumah yang sedang dibangun, hal bertanda bahwa sektor konstruksi perumahan menunjukkan tren membaik. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 122,76 poin (0,96%) pada 12.903,71 dan indeks Komposit Nasdaq melonjak 44,02 (1,51 persen) ke posisi 2.959,85. Eforia terhadap kenaikan indeks Wall Street bagi pelaku pasar ini masih akan dihadapai permasalah berlarut dari utang Yunani membayangi sentiment negatif global. Yunani tengah berharap mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan zona Euro untuk swap utang dengan pemegang obligasi swasta pada awal pekan depan. Karena sebelumnya pertemuan khusus antara menteri-menteri keuangan Eropa dengan Yunani soal dana talangan kedua 130 miliar euro ditunda. Uni Eropa beralasan Yunani gagal menunjukan cara memangkas anggaran 325 juta euro yang sudah dijanjikan. Selain itu, Yunani juga gagal membujuk semua parpol untuk menandatangani komitmen tertulis bagi implementasi tersebut. Belum lagi Moody’s menebar ancaman akan memangkas rating kredit 17 institusi keuangan internasional serta 114 institusi keuangan yang berada di Eropa, setelah krisis utang Eropa yang belum menunjukan tanda-tanda pemulihan dan sistem keuangan global akan menjadi perhatian bagi pelaku pasar. Rilis data ekonomi Uni Eropa hingga kuartal keempat yang memperlihatkan kontrakasi akan semakin mencemaskan pelaku pasar dari sentimen global. Pelaku pasar khawatir zona euro sedang menuju resesi setelah data kemarin memperlihatkan PDB kontraksi di kuartal keempat 2011. PDB Jerman kontraksi 0,2%, Spanyol 0,3% dan Italia 0,3%, yang mengembalikanya ke resesi.


Stock Headlines
Quote:

• Laba bersih INCO turun 23,7% menjadi USD 333 juta
• PTBA targetkan raih kontrak Rp 12,2 juta ton
• WIKA dan Amarta Karya raih pekerjaan metal di pembangkit listrik
• JSMR dan Pelindo II ajukan proyek untuk tol di Jakarat utara
• ADHI tetap berencana rights issue
• JSMR minta kelola tiga tol Rp9,8 triliun
• UNTR proyeksikan kontribusi pendapatan berkisar 50%
• EXCL akan ekspansi besar-besaran
• KLBF perkirakan laba bersih Rp 1,46 triliun tahun lalu
• INAF perkirakan harga obat generik naik 5% pada 2012
• BWPT catat produksi FFB Januari 2012 sebanyak 38.141 ton
• FREN dapat tambahan kas Rp 400 miliar dari penjualan 705 aset
• INTP anggarkan capex 2012 sebesar USD 100 juta
• SUGI memperoleh Rp 2,4 triliun dari rights issue
• KIAS segera rights issue Rp 832 miliar
• GOLD berikan pinjaman Rp 100 miliar ke anak usahanya
• KPIG miliki 25,32% Saham PLIN
• MTLA investasi Rp 1 triliun
• MTLA akan bagi dividen berkisar 10%-15% dari laba
• MTLA bentuk anak usaha baru di bisnis hotel bujet
• Anak usaha PGLI tengah mengerjakan proyek Sei Wampu I
• MRAT laba unaudited naik 12,7% jadi Rp 27,5 miliar pada 2011
Herseil - 20/02/2012 09:25 AM
#106

Newsletter 20 Feb 2012

Market Review
Quote:

Minimnya faktor domestik menyebabkan pergerakan pasar saham selama sepekan dipengaruhi oleh kondisi eksternal, terutama penggelontaran dana bailout II Yunani dan sejumlah data ekonomi Amerika dan Asia. Diawali dengan kesepakatan Perdana Menteri Yunani untuk melakukan program penghematan sesuai permintaan Uni Eropa dan IMF sebagai syarat bailout untuk menghindari gagal bayar. Program penghematan ini meliputi pemangkasan upah minimum sebesar 22%, dana pensiun yang lebih rendah, dan pemangkasan jumlah pegawai negeri sipil sebanyak 15.000 karyawan. Namun, dari pihak zona Euro mengemukakan bahwa pihak Yunani gagal memberikan komitmen yang diperlukan untuk reformasi. Investor juga mengkhawatirkan kebijakan pemangkasan anggaran tidak bisa dilakukan mengingat terjadinya aksi demonstrasi warga Yunani dan kebijakan tersebut juga dinilai terlalu keras bagi pekerja dan kelas menengah swasta. Perkembangan ini membuat pertemuan khusus antara kelompok zona Euro dengan Yunani terkait dana talangan kedua, ditunda. Penundaan ini merefleksikan kecemasan di antara negaranegara Euro bahwa Yunani tidak akan mematuhi persyaratan untuk mendapatkan bailout. Karena adanya pertimbangan penting terkait mekanisme spesifik untuk implementasi program bailout Yunani, maka Eropa memutuskan seluruh keputusan penting pada 20 Februari mendatang. Perkembangan terakhir, dikabarkan bahwa Uni Eropa mempertimbangkan akan memangkas bunga utang dari dana talangan Yunani. Bank Sentral Eropa juga dikabarkan akan melakukan swap surat utang Yunani dengan surat utang yang baru, guna menghindari kerugian dari restrukturisasi utang Yunani. Disamping itu, pasar sepekan juga diwarnai dengan penurunan peringkat atas 34 bank Italia oleh S & P, Moody’s yang memangkas peringkat utang 6 negara Eropa, peringatan Moody’s atas kemungkinan pemangkasan peringkat sejumlah perbankan dan institusi finansial di Eropa dan global, sedangkan Indonesia oleh Morgan Stanley mendapatkan upgrade dari equal weight ke overweight. Sedangkan rilis data ekonomi, AS berhasil menunjukkan positifnya sejumlah data ekonomi, yakni data pengangguran, manufaktur, dan perumahan. Sedangkan perekonomian Jepang kuartal keempat 2011 tercatat turun, begitu juga dengan FDI China yang turun pada bulan lalu.


Market Overview
Quote:

Faktor Yunani tetap menjadi sentimen pasar global dalam pekan ini. Potensial IHSG akan bergerak positif, menyusul adanya sentimen global yang positif dimana Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan melakukan swap obligasi dengan Yunani, artinya memberi kemajuan dalam penyelesaian masalah Yunani. ECB akan menukar 50 miliar euro obligasi Yunani yang dipegang dengan yang baru diterbitkan. Hal ini dilakukan untuk melindungi ECB dan 17 bank sentral anggota euro dari kerugian yang bisa muncul akibat perjanjian restrukturisasi antara Yunani dan kreditor swasta. Obligasi baru akan punya struktur sama dengan yang lama, dengan demikian ECB tidak akan menderita kerugian. Pekan depan para menteri keuangan Eropa untuk memulai debt swap dengan pemegang saham swasta. Langkah tersebut diharapakan akan menghindarkan Yunani dari kemungkinan gagal bayar utang yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Sementara itu, Yunani berharap realisasi persetujuan dari menteri keuangan zona Eropa dalam negosiasi swap hutang dengan sektor swasta. Kendati sebelumnya dikhawatirkan masalah bantuan untuk menjamin pendapatan pemerintah Yunani dapat membayar hutangnya masih belum terselesaikan. Hal ini terkait dengan pernyataan Menteri keuangan Jerman yang mengingatkan bahwa Italia telah memberikan waktu pada koalisi teknokrat miliknya untuk reformasi selama setahun. Komentar tersebut sebagai saran untuk menunda pemilu di Yunani, memberikan perdana menteri Lucas Papademos lebih banyak waktu untuk menerapkan reformasi dari yang dijadwalkan sebelumnya di bulan April. Kemudian Jerman mengisyaratkan proposal untuk menunda bailout Yunani sampai pemilu April dibatalkan. Meski kabarnya Jerman menyebutkan masih ada beberapa isu, termasuk kemungkinan pengawasan upaya Yunani. Para menteri keuangan zona euro membahas melalui telekonferensi soal bagaimana menutup pembiayaan setelah melihat estimasi utang Yunani hanya berkurang 129% PDB pada 2020, bukannya 120%. Tahun lalu, posisinya sekitar 160% dari PDB. Dalam kesempatan lainnya Yunani telah menemukan pemotongan anggaran ekstra yang dituntut oleh kreditor internasional. Yunani telah mengidentifikasi pos-pos yang akan dipangkas ekstra sebesar 325 juta euro, salah satunya di bagian pertahanan..


Stock Headlines
Quote:

•INDY ambil alih hak pemasaran batubara MTU
•TMPI segera selesaikan pembentukan JV
•INAF gagal penuhi target pendapatan
•INAF terbitkan obligasi Rp 600 miliar
•MYRX jual 97% saham Apinus Rp 10,5 miliar
•SMGR dirikan anak usaha bergerak di pertambangan batu bara
•PGAS tandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dari PT Indogas
•laba bersih 2011 INCO turun 24% YoY
•INCO targetkan produksi nikel 2012 naik menjadi 72 ribu MT
•INCO anggarkan capex USD 150 juta pada tahun 2012
•ELSA tekan bunga pinjaman, potensi efisiensi USD 6,7 juta
•Anak usaha DSSA akuisisi 99.82% PT Andalan Satri Lestari
•SIMM kembangkan bisnis pembangunan 128 ruko
•CMNP realisasikan penerbitan obligasi akhir semester I 2012
•RAJA akan melakukan rights issue 339,76 juta saham
•KAEF targetkan peningkatan volume produksi obat 10,7%
•STTP realisasikan pembelian tanah untuk bangun pabrik terigu
•APLN bentuk anak usaha untuk kelola hotel di Kelapa Gading
•KIAS targetkan pembagian dividen sekitar 10%-30%
•SMRA akuisisi Duta Sumara Rp 288 miliar
•Laba bersih BBTN melebihi Rp 1 triliun
•BBTN turunkan bunga KPR menjadi 7,49%
•BBTN berencana terbitkan obligasi
Herseil - 21/02/2012 09:10 AM
#107

Newsletter 21-02-2012

Market Review
Quote:

Pada perdagangan awal pekan, indeks bergerak dalam rentang yang terbatas, yang juga didominasi oleh aksi ambil untung setelah menyentuh level tertinggi di awal perdagangan. Pada penutupan perdagangan, IHSG berhasil menguat sebesar 3,711 poin (0,093%) menuju level 3.980,253 dari posisi sebelumnya pada level 3.976,542. Pergerakan pasar saham masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, baik Eropa maupun Asia. Para pemimpin Eropa akan melangsungkan pertemuan di Brussels, hari Senin waktu setempat. Agenda utama pertemuan tersebut adalah mempertimbangkan permintaan Yunani untuk pertukaran utang ( debt swap) oleh kreditur internasional, seberapa besar peranan Bank Sentral Eropa, dan kecemasan bahwa keputusan kebijakan yang diambil tidak akan sia-sia nantinya. Dari Asia, kebijakan pelonggaran moneter yang dilakukan pemerintah China menjadi sentimen positif bagi penguatan mayoritas bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 100,92 poin (1,08%) menuju level 9.485,09 dari posisi sebelumnya pada level 9.384,17 sedangkan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 66,83 poin (0,31%) ke level 21.424,79 dari posisi sebelumnya pada level 21.491,62. China menurunkan reserve requirements ratio (GWM) sektor perbankan sebesar 50 basis poin menjadi 20,5% guna meningkatkan pengucuran kredit dan memacu pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Langkah ini diperkirakan akan menambah likuidtas ke sistem finansial China sekitar 350-400 miliar yuan dan kebijakan ini efektif pada 24 Februari 2012. Sedangkan dari Jepang, S & P memberikan konfirmasi atas peringkat utang luar negeri pada level AA- dengan outlook negatif. S & P juga mengingatkan kemungkinan pemangkasan peringkat negara tersebut jika prospek ekonomi untuk jangka menengah negatif. Disamping itu, Jepang juga mencatatkan defisit perdagangan bulan Januari menyusul turunnya ekspor akibat krisis Eropa. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1%. Penguatan ini menyusul harapan Yunani akan dapat memastikan pencairan bailout-nya pada pertemuan yang diadakan hari ini.


Market Overview
Quote:

IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham hari ini seiring dengan munculnya sentimen positif global menyusul para pemimpin Uni Eropa (UE) menyepakati paket bailout untuk Yunani dan pelonggaran moneter oleh China. Pertemuan menteri keuangan Uni Eropa di Brussels memutuskan Yunani telah layak untuk menerima usulan 130 miliar euro atau senilai US$172 miliar sebagai paket bailout kedua. Sentimen positif global lainnya dari People’s Bank of China yang menurunkan GWM sebanyak 50 bps guna menopang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. GWM bagi perbankan besar di Cina akan turun dari 21% menjadi 20,5%. Penurunan GWM ini diprediksi akan menambah supplai kredit perbankan sebanyak 400 miliar yuan ($63,5 miliar). Dari Jepang mengenai, Standard & Poor's (S&P) memberikan peringkat utang AA- bagi negara ini. Jepang dinilai memiliki posisi aset eksternal yang solid meskipun fleksibilitas fiskalnya diprediksi terus berkurang. Namun S&P tetap mewaspadai tekanan fiskal lebih lanjut di masa depan. Sementara kenaikan harga minyak mentah dunia, akan menambah permasalah baru bagi sentimen pasar global. Sisi lainnya, palaku pasar akan menyikapi dampak dari keputusan Iran yang akan menghentikan pasokan minyaknya ke beberapa negara Eropa. Pasalahnya, ditengah Eropa yang dihadapi krisis utang dan butuh efisiensi anggaran, kenaikan harga minyak mentah dunia justru akan mendorong kenaikan beban bagi industrinya. Kawasan Eropa merupakan konsumsi kedua terbesar setelah Amerika Serikat. Keputusan Iran mengakhiri ekspor ke Inggris dan Prancis, maka kedua negara ini harus mencari pemasok dari negara lainnya agar kebutuhannya tetap terjaga. Iran akan menjual minyak mentah ke pelanggan baru yang bukan perusahaan Inggris dan Prancis. Selain itu, Iran akan menghentikan pasokan minyaknya ke delapan negara Eropa. Keputusan Iran berdampak terhadap kenaik harga minyak mentah dunia, dimana pada perdagangan kamarin harga minyak dunia (WTI) naik USD 0.93 menjadi USD 103.24 per barel.


Stock Headlines
Quote:

• UNTR targetkan pendapatan naik 10%-15% sepanjang 2012
• UNTR targetkan penjualan alat berat 9737 unit di 2012
• ASII anggarkan capex Rp 14-15 triliun pada tahun ini
• AALI produksi CPO naik 6,4% jadi 98.042 ton Januari 2012
• PTBA targetkan laba bersih Rp 3,6 triliun di 2012
• KRAS pabrik bijih besi kerjasama ANTM beroperasi tahun ini
• SMCB melalui Holcim Beton operasikan batching plant
• SUPR akuisisi 75% saham Platinum Teknologi
• Empat investor berminat akuisisi BCIC
• ACES buka 5 gerai baru hingga akhir kuartal I 2012
• MPPA rencana buka 15 outlet di 2012
• HERO laba bersih naik 23% jadi Rp 274 miliar di 2011
• VOKS dirikan anak usaha PT Mandiri Utama Kabel
• WEHA bukukan pendapatan naik 24% jadi Rp 325 miliar di 2011
• BBRI peroleh laba bersih Rp 14,13 triliun pada 2011
• Anak usaha Bank Dunia ingin miliki saham BTPN
• Rencana rights issue BBTN mundur ke kuartal IV-2012
• Tambah gerai, MIDI siapkan capex Rp 700 miliar
• PTBA anggarkan capex Rp1,4 triliun
• Penjualan STTP meningkat 61%
• AALI incar bisnis karet
• MYRX peroleh Rp10,5 miliar dari pelepasan anak usaha
Herseil - 23/02/2012 09:03 AM
#108

Newsletter 23-2-2012

Market review
Quote:

Isu dana bailout Yunani tahap kedua yang masih belum tuntas ditambah kenaikan harga minyak mentah dunia, menjadi isu yang mempengaruhi pergerakan pasar saham global. Menteri keuangan Eropa telah sepakat mengucurkan dana talangan tahap kedua sebesar 130 miliar euro kepada Yunani dan telah memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun kini timbul ketidakyakinan di pasar akan kemampuan Yunani memnuhi target kesepakatan yang telah disetujui guna mendapat dana bailout. IHSG tercatat melemah sebesar 7,927 poin (0,198%) ke level 3.995,024 dari posisi sebelumnya pada level 4.002,951. Pasar khawatir target Yunani untuk menurunkan rasio utang terhadap PDB hingga 120,5% pada 2020 tidak tercapai di tengah persoalan kompleks Yunani seperti kontraksi ekonomi yang memasuki tahun kelima, aksi unjuk rasa masyarakat, dan pemilu di bulan April. Sementara itu, kenaikan harga minyak pada level diatas USD106/barel atau menyentuh level tertinggi dalam 9 bulan terakhir menjadi sentimen negatif bagi pasar. Kenaikan ini disebabkan oleh keputusan Iran menghentikan penjualan minyak akibat embargo Uni Eropa. Kenaikan harga minyak ini dikhawatirkan dapat menghambat pemulihan ekonomi global. Sedangkan dari Asia, sektor manufaktur China bulan Februari 2012 mengalami kontraksi untuk bulan keempat berturut-turut akibat jatuhnya pesanan eskpor baru yang dipicu krisis utang zona Euro. Hal ini ditunjukkan oleh data Purchasing Managers Index (PMI) yang berada di bawah 50, yang masih menunjukkan adanya kontraksi. Namun, dibanding bulan Januari, indeks PMI tercatat meningkat mencapai 49,7 sementara bulan Januari sebesar 48,8. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 90,98 poin (0,96%) menuju level 9.554 dari posisi sebelumnya pada level 9.463,02 dan indeks Hang Seng tercatat menguat sebesar 70,56 poin (0,33%) menuju level 21.549,28 dari posisi sebelumnya pada level 21.478,72. Bursa saham Eropa bergerak melemah dalam kisaran tidak lebih dari 1%. Sektor perdagangan domestik tercatat mixed dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp48 miliar.


Market Overview
Quote:

IHSG mengalami tekanan jual menyusul adanya aksi profit taking dimana kecenderungan overbought yang direpresentasikan oleh saham-saham sektor semen, perkebunan dan beberapa tambang. Saham ASII dan GGRM terkoreksi tajam. Downtrend GGRM sejak Desember 2011 diperkirakan karena prospek industri rokok yang memiliki batasanbatasan makin ketat, termasuk tarif cukai rokok. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan produksi rokok sejak 2011-2015 berkisar 3%-4%, sebelum nantinya dibatasi secara ketat di level 260 miliar batang di tahun 2015. Dalam perspektif teknikal, sebenarnya GGRM telah oversold dan berpotensi up reversal, terlebih jika telah menutup gap di 52.550. Koreksi IHSG juga terimbas oleh bursa Eropa yang melemah, berlawanan dengan indeks bursa Asia yang pada umumnya menguat karena mengantisipasi data perumahan AS yang memberi sinyal ekonomi AS mengalami recovery. Meski bailout II Yunani sebesar Euro 130 miliar telah disetujui dan mengurangi kekhawatiran akan default utang Yunani, tapi kenaikan harga minyak mentah yang mencapai USD 106/barel atau tertinggi sejak Mei 2011 serta data sektor manufaktur Cina bulan Februari 2011 yang mengalami kontraksi untuk bulan keempat berturut-turut ke 49,7, menyebabkan perkembangan positif Yunani kurang direspon optimal. PMI akhir Cina akan dirilis pada 1 Maret 2011. Sementara data existing home sales AS lebih tinggi dari ekspektasi menjadi 4.57juta dari 4.38juta. Kini market mencermati implementasi penghematan anggaran pemerintah Yunani serta rilis datadata ekonomi, antara lain initial jobless claims, new home sales AS. Rilis data-data tersebut bisa menyebabkan bursa saham global berfluktuasi. IHSG yang overbought dan minim insentif positif di bursa domestik dan global membuka peluang indeks mengalami koreksi lebih lanjut, pola pergerakan mixed to lower berpotensi terjadi lagi. Saham-saham lapis kedua dan ketiga menjadi alternatif dan lebih aktif diperdagangkan. Pernyataan Presiden SBY bahwa harga BBM mesti dinaikkan bisa direspon negatif pada sejumlah emiten/sektor yang sensitif terhadap BBM terutama automotif, manufaktur dan konsumer. Namun bisa diperhatikan saham perbankan yang masih membukukan pertumbuhan kinerja tahun 2011. Antisipasi rilis laporan keuangan emiten tahun buku 2011.


Stock Headlines
Quote:

• ITMG bukukan kenaikan laba bersih sebesar 167,51%
• ITMG pertahankan rasio dividen 75%
• DSSA akan beli OWK FREN senilai Rp 1 triliun
• Nusantara Regas tambah sewa kapal TRAM
• Aset BNLI mencapai lebih dari Rp 100 triliun
• BRAU raih laba bersih US$180 juta
• UNSP targetkan pendapatan tumbuh 50%
• Kementerian BUMN telah setujui rencana rights issue ADHI
• PTPP siapkan Rp 400 miliar untuk belanja modal 2012
• UNTR: penjualan alat berat Komatsu Januari 2012 turun 17% YoY
• BNGA menargetkan kredit sebesar Rp 25 triliun di tahun 2012
• BHIT incar akuisisi 3 tambang batubara di Kalimantan
• BNII bukukan laba bersih 2011 Rp 669 miliar naik 45%
• MBTO targetkan kontribusi penjualan ekspor naik menjadi 3%
• CTRS proyeksikan marketing sales 2012 tumbuh 50,3%
• Pertamina naikan harga jual gas ke PGAS
• ADMF bukukan laba bersih tahun buku 2011 Rp 1,58 triliun
• BNGA bukukan laba bersih 2011 Rp 3,099 triliun naik 25%



REMINDER:
Promo untuk OLT special fee 0,1% dan 0,2% diperpanjang hingga bulan Juli. Segera manfaatkan kesempatan ini \)
Herseil - 24/02/2012 09:41 AM
#109

Newsletter 24 Feb 2012

Market Review
Quote:

Aksi profit taking mewarnai pergerakan pasar saham domestik pada perdagangan kemarin. Indeks berada pada zona negatif di sepanjang perdagangan dan ditutup melemah sebesar 36,215 poin (0,907%) ke level 3.958,809 dari posisi sebelumnya pada level 3.995,024. Keputusan Fitch Ratings untuk menurunkan peringkat utang Yunani dan sejumlah rilis data ekonomi Eropa yang negatif pada waktu sebelumnya menjadi sentimen negatif bagi bursa saham. Fitch Rating menurunkan peringkat Yunani menjadi “C” dari “CCC” setelah negara tersebut diputuskan untuk menerima bailout kedua senilai 130 miliar euro. Pemangkasan ini menjadi salah satu alasan kemungkinan default bagi Yunani. Keputusan Fitch Rating ini mempertegas keraguan sejumlah kalangan akan efektifitas dari dana talangan tersebut. Sedangkan, rilis data ekonomi Eropa, yaitu sektor jasa dan manufaktur yang melambat, menambah kecemasan bagi investor, yang masih ditambah kekhawatiran akan menyebarnya krisis Eropa ke negara lain. Sementara itu, dari Asia, Perdana Menteri China berpotensi untuk menurunkan target pertumbuhan ekonomi negaranya karena risiko ketidakstabilan keuangan global. Target pertumbuhan ekonomi diprediksi menjadi di bawah 8%. Bursa saham regional tercatat variatif, indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 41,57 poin (0,44%) menuju level 9.595,57 dari posisi sebelumnya pada level 9.554 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 168,29 poin (0,78%) ke level 21.380,99 dari posisi sebelumnya pada level 21.549,28. Dari domestik, sinyal dari Presiden SBY tentang potensi kenaikan harga BBM bersubsidi dalam kisaran Rp500-Rp1.500 diperkirakan akan mendapat tanggapan negatif dari pasar seiring akan kembali naiknya ekspektasi inflasi di masa mendatang. Selain itu, kenaikan harga BBM ini juga berpotensi untuk menurunkan prospek pertumbuhan laba emiten akibat naiknya biaya energi. Sentimen ini juga turut menekan pergerakan harga saham sektoral yang terkait dan sensitif terhadap tingkat inflasi (daya beli). Bursa saham Eropa bergerak mixed pada awal perdagangan di tengah penantian rilis laporan keuangan emiten. Sektor perdagangan domestik tercatat melemah terkecuali sektor properti yang tercatat menguat sebesar 0,218%. Sedangkan sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam mencapai 1,716%.


Market Overview
Quote:

Koreksi IHSG lanjutan pada perdagangan kemarin di tengah apresiasi indeks di bursa utama Asia dan Eropa. Selain faktor teknis dimana IHSG telah fully overbought yang menunjukkan signal down reversal, koreksi indeks juga dipengaruhi oleh isu domestik mengenai rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi antara Rp 500 – Rp 1500/liter. Rencana pemerintah itu didorong oleh menguatnya harga minyak mentah dunia yang melampaui USD 100/barel dan melemahnya ekonomi dunia. Kepastian kenaikan harga BBM subsidi itu akan ditentukan awal Maret 2012. Kenaikan harga BBM itu berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan transportasi industri, tingkat inflasi, serta menekan daya beli masyarakat dan laba perusahaan. Menurut BI, inflasi Indonesia tahun 2012 dapat melampaui target BI sekitar 5,5% menjadi bisa lebih dari 7% jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi lebih dari Rp 1000/liter. Untuk itu pemerintah akan mengajukan perubahan asumsi APBN-P. Menurut Menteri Perindustrian, kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2000/liter akan menghemat anggaran hingga Rp 43-50 triliun/tahun. Di sisi lain, dalam jangka pendek kenaikan harga BBM bersubsidi bisa menekan saham-saham dari sektor yang sensitif terhadap harga BBM, antara lain otomotif, manufaktur dan pada akhirnya konsumer. Namun sektor konsumer untuk segmen atas dan atau memiliki loyalitas produk relatif defensif terhadap harga BBM al. MAPI, rokok. Harga minyak dunia juga berdampak pada depresiasi nilai rupiah. Berdasarkan hal tersebut, maka IHSG kembali berpotensi melemah pada hari ini. Selain sentimen domestik, isu krisis di Yunani juga tetap diwaspadai pasca Fitch memangkas peringkat utang Yunani menjadi C dari CCC menyusul disetujuinya bailout II senilai Euro 130 miliar. Disebutkan bahwa bailout II disetujui dengan memaksa kreditur swasta pemegang obligasi Yunani untuk menyetujui debt swap (DDE/Distressed Debt Exchange). Fitch akan meninjau lagi profil Yunani pasca proses debt swap. Di sisi lain Perdana Menteri Cina menargetkan pertumbuhan ekonomi Cina kurang dari 8%. Sinyal melambatnya pertumbuhan ekonomi global akan makin membebani bursa saham. Rilis kinerja emiten tahun buku 2011 diharapkan meminimalisir tekanan jual di BEI.


Stock Headlines
Quote:

• Posco jadi mitra BUMI
• BUMI perkirakan penjualan batubara tahun lalu naik 34%
• INTP siap bangun PLTU senilai USD 200 juta
• JSMR-PTPP bentuk anak usaha
• INTP akan raih pendapatan Rp10 triliun
• Laba AUTO turun 11,78% per Desember 2011
• Laba bersih AALI 2011 naik 18,78%
• AALI memproyeksikan produksi CPO 2012 naik 5%-10%
• AALI berencana bangun pabrik pengolahan kelapa sawit
• ULTJ bukukan penjualan 2011 mencapai Rp 2,18 triliun
• TCID bukukan penjualan 2011 Rp 1,65 triliun, naik 12,24%
• INAF kaji rencana menerbitkan obligasi Rp 600 miliar
• BYAN gugat balik 2 mantan kliennya kasus PT Kaltim Supacoal,
• AMFG telah tandatangani pembelian mesin kaca otomotif
• Volume penjualan NIKL 2011 stagnan
• BTEL cari pinjaman perbankan Rp 650 miliar
• HITS akan beli kapal Rp 114 miliar
• INTA akan terbitkan sukuk Rp 500 miliar
• CSAP revisi penjualan menjadi Rp 5 triliun
• BCIC targetkan ekuitas Rp 1,8 triliun


Reminder Special Fee for Online Trading, get special fee 0,1% and 0,2% for buy and sell. \)
newrenaissance - 27/02/2012 02:41 PM
#110

bantu sundulgans ya gan.. up..up..up!
Herseil - 28/02/2012 09:10 AM
#111

thanks sundulannya D


Newsletter 28-Feb-2012

Market Review
Quote:

Minimnya sentimen positif baik dari eksternal maupun internal menyebabkan mayoritas pasar saham melemah pada perdagangan di awal pekan. Kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan antara Iran dan negara Barat masih menjadi pemicu eksternal yang menyebabkan pelemahan pasar. Ditambah juga rencana kenaikan harga BBM yang berpotensi pada meningkatnya inflasi, turut menambah kecemasan investor. IHSG ditutup melemah sebesar 33,546 poin (0,861%) ke level 3.861,016 dari posisi sebelumnya pada level 3.894,562. Bursa Asia pun mayoritas ditutup melemah akibat kekhawatiran atas kenaikan harga minyak akan menjadi biaya energi yang merupakan beban dalam pemulihan ekonomi global. Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar 13,45 poin (0,14%) ke level 9.633,93 dari posisi sebelumnya pada level 9.647,38 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 189 poin (0,88%) ke level 21.217,86 dari posisi sebelumnya pada level 21.406,86. Setelah Yunani, kini perhatian mulai tertuju kepada perkembangan krisis Eropa. Para pemimpin Eropa akan kembali mengadakan pertemuan di Brussels pada 1-2 Maret mendatang. Mereka akan memutuskan apakah akan meningkatkan pendanaan batasan bailout senilai 500 miliar euro atau tidak. Sementara itu, negara-negara Eropa diminta memperbesar dana talangan guna mengatasi krisis utang sebelum meminta ke G20. G20 khawatir apabila Eropa sendiri tidak memiliki dana untuk mengatasi krisis di kawasan tersebut. Bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 1% yang dipicu oleh langkah pemimpin G20 yang meminta lebih banyak dana talangan pada pemimpin zona Euro. Desakan ini menempatkan tanggung jawab besar terhadap Jerman sebagai penyumbang terbesar dana talangan. Dari sektor perdagangan domestik, hanya sektor consumer dan ragam industri yang tercatat menguat di tengah pelemahan sektor lainnya. Kenaikan sektor ragam industri sebesar 0,134% didukung oleh kenaikan saham ASII sebesar 0,66%. Saham ASII yang dalam beberapa hari terakhir ditutup melemah akibat isu kenaikan harga BBM, pada perdagangan kemarin ditutup menguat menyusul keluarnya berita positif emiten tersebut. ASII melaporkan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 24% menjadi Rp17,78 triliun dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp14,36 triliun. Perseroan juga akan melakukan stock split dengan rasio 1:10 yang akan diminta persetujuannya pada RUPS mendatang.


Market Overview
Quote:

Potensi IHSG untuk melanjutkan trend melemah cukup terbuka, pasalnya sentimen negatif global dan internal masih menjadi kendala bagi indeks menuju teritori positif. Kendati faktor bailout untuk Yunani sudah mendapat persetujuan, namun alhasil dari pertemuan anggota G-20 dua hari di Mexico City pada akhri pekan lalu, terutama untuk pembahasan kesepakatan tentang wacana penambahan kontribusi bailout Eropa masih mengambang. Delegasi G-20 hanya setuju sebatas menanti finalisasi mekanisme keuangan Eropa sebelum memutuskan partisipasinya dalam pendanaan Dana Moneter Internasional (IMF). G-20 baru akan mengumumkan sikapnya, apabila Uni Eropa sudah menuntaskan pembentukan perlindungan anti-krisis pada bulan Maret. Hasil dari peninjauan Uni Eropa akan menentukan penambahan sumber daya melalui IMF. Sejauh ini sudah ada kesepakatan bahwa IMF baru bisa bergerak jika pakta bersama sudah terbentuk. Lebih lanjut pada forum Uni Eropa di Brussel akan mengadakan pertemuan pada Kamis dan Jumat pekan ini. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yakni lembaga yang akan ikut penyelesaian krisis Eropa. OECD akan memberi kontribusi dana yang ditempatkan dalam kas IMF. Kabarnya organisasi ini akan memberikan dananya sebesar USD1,5 triliun untuk Eropa. Tetapi kabar pelkasanaan ini baru dapat dikonfirmasi saat semua formula pakta fiskal sudah ditandatangani seluruh anggota Uni Eropa. Jelang pertemuan Uni Eropa untuk bahas bailout Yunani, parlemen Jerman akan melakukan voting. Pemungutan suara terkait partisipasi Jerman juga akan membahas penambahan dana stimulus permanen/European Stability Mechanism (ESM) sebesar 500 miliar euro. Sementara itu pasar akan menyikapi pernyataan dari IMF tentang peringatkan ancaman perlambatan ekonomi dunia. Menurut lembaga ini bahwa ekonomi dunia belum keluar dari zona bahaya karena rapuhnya sistem keuangan, besarnya beban utang, dan tingginya harga minyak. Faktor lain bagi pasar, dampak dari kenaikan harga minyak akibat kecemasan terganggunya supplai di tengah merebaknya ketegangan antara Iran dengan negara Barat.


Stock Headlines
Quote:

• laba bersih ASII 2011 naik 23,79% jadi Rp 17,78 triliun
• ASII ajukan dividen final 2011 Rp 1380 per saham
• ASII rencana lakukan stock split rasio 1:10
• SMGR akan bangun 30 packing plant hingga 2015
• SMGR akan lakukan efisiensi biaya operasional dan biaya produksi
• BBNI laba bersih unaudited 2011 naik 28% jadi Rp 5,7 triliun
• Laba bersih BBCA 2011 unaudited tumbuh 18% jadi Rp 10,2 triliun
• BDMN alokasikan Rp1,25 triliun untuk lunasi obligasi
• BRAU naikkan capex menjadi USD 691 juta
• Laba bersih BRAU belum diaudit sekitar USD 180 juta
• ELTY rambah pasar properti di Yogyakarta.
• UNVR pertahankan harga jual di 1Q2012
• AMFG akan naikan kapasitas produksi kaca otomotif di 2012
• PJAA rencana melunasi obligasi yang jatuh tempo Juni 2012
• ERAA naikan target kontribusi penjualan smartphone jadi 90%
• TELE tambah modal kepada PT Telesindo Shop
• TELE incar distributor Apple
• BLTA masih lakukan pembicaraan restrukturisasi utang
• Chevron gandeng PTIS garap proyek USD 989 ribu
• Produksi ATPK meningkat 50%
• INAF rencana privatisasi PT Indofarma Global Medika
Herseil - 29/02/2012 09:23 AM
#112

Newsletter 29 Feb 2012

Market Review
Quote:

Sejumlah sentimen positif dari eksternal yang mewarnai sepanjang perdagangan kemarin, mampu memberikan penguatan terhadap mayoritas bursa saham dunia. Rilis laporan keuangan sejumlah emiten dalam negeri yang disertai dengan rencana aksi koroporasi juga menjadi katalis bagi penguatan bursa dalam negeri. Salah satunya, rencana stock split dan kinerja 2011 yang memuaskan dari ASII, mendukung aksi beli saham tersebut hingga mencatatkan kenaikan sebesar 1,6% dan cukup memberikan kontribusi bagi kenaikan IHSG. IHSG ditutup naik sebesar 42,541 poin (1,102%) menuju level 3.903,557 dari posisi sebelumnya pada level 3.861,016. Faktor dari regional yang menguatkan pasar adalah langkah pemerintah Jepang yang memberikan subsidi terhadap penjualan mobil hemat energi dan China yang dikabarkan akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuannya ataupun dari porsi GWM. Langkah subsidi pemerintah Jepang menghasilkan kenaikan penjualan mobil hingga lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari lalu. Sementara itu, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China mengumumkan adanya perlambatan kinerja ekspor produk elektronik China sepanjang tahun 2011. Nilai ekspor produk elektronik menyumbang hampir 35% dari total nilai ekspor nasional China di tahun 2011. Bursa saham Jepang ditutup menguat sebesar 88,59 poin (0,92%) menuju level 9.722,52 dari posisi sebelumnya pada level 9.633,93 dan bursa Hong Kong tercatat menguat sebesar 350,87 poin (1,65%) menuju level 21.568,73 dari posisi sebelumnya pada level 21.217,86. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak naik menyusul variatifnya sentimen terkait perkembangan Yunani dan krisis utang zona Euro. Pasar masih mencermati ketegangan yang tengah terjadi antara Jerman dan Yunani mengenai bailout kedua Yunani. Sementara itu, S & P memangkas peringkat utang Yunani menjadi “Selective Default” setelah Yunani melakukan negosiasi restrukturisasi utang. S & P juga menurunkan peringkat EFSF menjadi negatif. Sedangkan dari Jerman, kepercayaan konsumen negara ini diprediksi naik ketika pengangguran turun dan inflasi melambat.


Market Overview
Quote:

Sentimen positif dari global diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pergerakan indeks domestik pada perdagangan saham hari ini. Sentimen positif global yang diharapkan menjadi katalis bagi indeks hari ini, yakni; mengenai membaiknya laba yang dibukukan oleh bank-bank AS pada akhir tahun lalu dan sekaligus membuat tahun 2011 menjadi tahun terbaik dalam lima tahun terakhir. Tercatat dari sekitar 63% bank yang mempublikasikan laporan keuangan terjadi peningkatan laba dan hanya 19% yang tidak berhasil meraup keuntungan. Jumlah bank bermasalah yang tercantum dalam daftar FDIC mengalami penurunan drastis pada kuartal ke empat sebesar 11% menjadi 813, dari semua bank yang berada di bawah naungan federal. Meski muncul sentimen positif dari Parlemen Jerman mengenai pencapaian persetujuan paket bantuan kedua untuk Yunani senilai 130 milyar euro (173 milyar dollar) setelah Kanselir Angela Merkel memperingatkan pemerintah bahwa hal itu tidak bertanggung jawab untuk membiarkan Yunani menuju kebangkrutan. Kanselir Jerman Angela Merkel dalam pernyataan bahwa Jerman akan bertanggung jawab atas resiko bangkrutnya Yunani. Gagasan pemerintah untuk memberikan bantuan Yunani kurang di sukai kalangan publik dan politisi Jerman. Selain itu, keputusan MK Jerman bahwa parlemen tidak dapat mendelegasikan keputusan dana bailout kepada komite khusus. Komite khusus yang terdiri atas sembilan anggota parlemen, tidak konstitusional karena melanggar hak anggota parlemen lainnya dalam penentuan bailout. Masih terkait dengan upaya membantu Yunani, Finlandia akan melakukan voting pada hari ini terkait upaya untuk meloloskan paket bailout tahap ke-2 untuk Yunani. Sementara itu, dari Inggris harapan bahwa ekonomi negara ini akan terhindar dari resesi tahun ini. Setelah data perdagangan dari CBI serta hasil survei PMI manufaktur dan konstruksi untuk bulan Februari masih melanjutkan pertumbuhan solid dari bulan sebelumnya. Selain itu, Inggris tengah berharap menantikan realisasi suntikan likuiditas ke-2 dari ECB (Bank Sentral Eropa) guna mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal pertama tahun ini, setelah mengalami kontraksi dalam 3 bulan terakhir di tahun 2011. Sebelumnya S&P menurunkan peringkat kredit jangka panjang Yunani menjadi selective default dari CC. Peringkat ini sebagai sejarah bagi negara zona Eropa di bawah status kredit junk.


Stock Headlines
Quote:

•KLBF akan bagikan dividen 50% dari laba bersih 2011
•ADHI tetap akan terbitkan rights issue pada 2013
•ADHI anggarkan capex Rp 220 miliar di 2012
•HRUM perkirakan produksi batu bara 2011 capai 9,8 juta ton
•BRAU tunjuk 3 bank asing untuk bantu penjualan surat utang
•WIKA target perolehan kontrak baru tahun ini Rp 16,5 triliun
•BBNI usulkan bagi dividen tahun buku 2011 sebesar 20%-30%.
•Laba bersih unaudited BBNI capai Rp 5,7 triliun
•BBNI akan tuntaskan program divestasi dan akuisisi pada tahun ini
•SSIA targetkan revenue Rp 3,2 triliun & laba Rp 550 miliar di 2012
•SSIA anggarkan capex Rp 900 miliar tahun ini
•MAPI proyeksikan pendapatan capai Rp 5,88 triliun untuk 2011
•BLTA nyatakan gagal bayar bunga pada enam surat utangnya
•TPIA telah buyback sebagian pokok obligasi global
•Volume produksi LSIP naik 21,1%
•Laba LSIP naik 64,66% di tahun 2011
•Laba BBNI dan BBRI meningkat
•Laba BBTN naik 22,16%
•Woori bantah isu akuisisi SDRA
•BRMS eksekusi waran USD 170 juta
•BTPN raih laba bersih Rp1,4 triliun
Herseil - 02/03/2012 09:12 AM
#113

Newsletter 2 Mar 2012

Market Review
Quote:

Aksi profit taking mewaranai perdagangan kemarin menyusul lemahnya pergerakan bursa saham global dan regional. IHSG ditutup melemah sebesar 22,924 poin (0,575%) ke level 3.962,286 dari posisi sebelumnya pada level 3.985,21. Pemimpin Federal Reserve, Ben Bernanke, mengemukakan pandangan sementaranya atas ekonomi Amerika yang menunjukkan pemulihan. Bernanke tidak memberikan sinyal untuk melakukan pembelian surat utang atau tidak memberikan indikasi adanya stimulus tambahan. Bernanke juga menyatakan data lapangan pekerjaan masih jauh dari normal dan kenaikan harga minyak berpotensi terhadap naiknya angka inflasi. Ketua The Fed ini juga tidak mengubah pandangannya untuk menjaga tingkat suku bunga rendah. Bernanke menilai perlu menahan suku bunga rendah untuk dua tahun ke depan guna menjaga ekspansi ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran. Kekecewaan pasar yang berharap adanya stimulus tambahan, menyebabkan bursa saham regional melemah. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 15,87 poin (0,16%) ke level 9.707,37 dari posisi sebelumnya pada level 9.723,24 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 299,12 poin (1,35%) ke level 21.387,96 dari posisi sebelumnya pada level 21.687,08. Sentimen dari regional, adalah sektor pabrik China bulan Februari mencatatkan pertumbuhan melebihi dari ekspektasi sebelumnya. Purchasing Managers’ Index (PMI) China naik ke 51,0; diatas perkiraan 50,7 dan lebih tinggi dari posisi Januari di 50,5. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1% di tengah perkembangan atas Long Term Refinancing Operation (LTRO) dari Bank Sentral Eropa dengan alokasi senilai US$713 miliar. Dari domestik, Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi pada bulan Februari 2012 sebesar 0,05% (MoM), 3,56% (YoY), dan 0,81% (Ytd). Pendorong inflasi adalah kenaikan harga emas dan perhiasan akibat gejolak perekonomian dunia, harga beras menyusul belum banyaknya pasokan beras dari sentra produksi, dan bawang merah karena berkurangnya pasokan akibat hujan. Harga emas menyumbang inflasi 0,7%; beras 0,5%; dan bawang merah menyumbang 0,2%.


Market Overview
Quote:

Kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil hingga Februari lalu, diharapkan dapat memberikan tingkat kepercayaan bagi investor terhadap pasar modal Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mengumumkan tentang data Inflasi dan data perdagangan. Data inflasi pada bulan Februari 2012 sebesar 0,05% (MoM) atau turun dibandingkan bulan Januari 2012. Inflasi tahun kalender Januari- Februari 2012 sebesar 0,81% (YTD) dan Inflasi year on year bulan Februari 2012 adalah 3,56% (YoY). Data perdagangan, ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai USD15,49 miliar atau turun 9,28% dibanding ekspor Desember 2011. Sementara bila dibanding Januari 2010 mengalami peningkatan sebesar 6,07%. Meski inflasi Februari lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun, Bank Indonesia diperkirakan tidak akan merubah suku bunga BI rate pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 Maret 2012. Karena kemungkinan besar inflasi diperkirakan akan kembali meningkat setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar rencananya pada April mendatang. Dari eksternal, pasar akan menantikan hasil Konferensi Tingkat Tinggi Musim Semi Uni Eropa di Brussel, Belgia. Para kepala negara Uni Eropa akan membahas pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pembangunan infrastruktur. Sementara itu, Yunani telah memenuhi janjinya jelang pertemuan puncak Uni Eropa, setelah negari ini menyetujui pemotongan anggaran dan penurunan upah minimum sebesar 3,2 miliar euro. Ekonomi Zona Eropa belum menandakan terjadi pemulihan terhadap ekonmominya, akibatnya investor tetap bersikap skeptis dalam beraktifitas di pasar modal. Indeks PMI zona Eropa Februari masih berada dibawah angka 50 yakni sebesar 49,0 sebagi indikasikan kontraksi dalam aktivitas manufaktur zona Eropa. Senitmen dari Cina mengenai rilis data PMI yang menunjukan kenaikan menjadi 51.00 atau melampaui perkiraan kenaikan pasar sebesar 50.9, memberikan harapan pasar akan kondisi ekonomi negara ini. Sedangkan sentimen dari AS mengenai membaiknya data tenaga kerja.


Stock Headlines
Quote:

• ASGR targetkan pendapatan naik 30% pada tahun ini
• TINS proyeksikan pendapatan naik 15% pada 2012
• UNVR membentuk anak usaha di sektor CPO
• BBKP naikan nilai subdebt jadi Rp 1,5 triliun dari Rp 1 triliun
• BMRI rencana salurkan kredit ke UKM hingga Rp 40 triliun di 2012
• INPP dirikan anak usaha baru di bisnis akomodasi
• CTRP targetkan marketing sales naik 300% pada tahun ini
• BUVA tingkatkan investasi ke PT Bukit Lentera Sejahtera
• IGAR laba bersih 2011 naik 3,9% jadi Rp 55,3 miliar
• BTEL akan terbitkan saham baru hingga 10%
• SMAR siapkan investasi USD 500 juta
• IMAS bidik pendapatan Rp 19,2 triliun
• CASS usulkan dividen 10%
• RIGS akuisisi 100% saham milik Scomi Marine Services
• MDLN siapkan investasi Rp 750 miliar
• SHID peroleh pinjaman Rp 180 miliar
• LSIP raih pinjaman US$50 juta
• LPKR eksekusi 10,26% target buyback saham
• Pendapatan MAPI tumbuh 25%
• UNTR raih diskon pajak Rp2,59 triliun
• CPRO rencana restrukturisasi obligasi dolar senilai USD 325 juta
Herseil - 05/03/2012 09:58 AM
#114

Newsletter 6-Mar-2012

Market review
Quote:

Dalam perdagangan sepekan, IHSG tercatat menguat sebesar 2,79% hingga menembus level 4.000 yang didukung oleh mayoritas sentimen positif baik dari eksternal maupun internal. Dari Amerika, sejumlah rilis data ekonomi yang menggambarkan perbaikan dan semakin menunjukkan pemulihan ekonomi Amerika, menjadi katalis dari global yang menguatkan mayoritas pasar saham. Namun, indikasi dari ketua The Federal Reserve, Ben Bernanke, yang menunjukkan tidak akan melakukan pembelian surat utang atau dengan kata lain, tidak ada stimulus tambahan bagi AS, sempat menjada kekecewaan bagi pasar yang berharap adanya pemberian stimulus kembali. Positifnya sejumlah data ekonomi juga berasal dari kawasan Asia, seperti Jepang, China, dan Korea Selatan. Produksi pabrik di Jepang pada bulan Januari naik 2%, melebihi ekspektasi sebesar 1,5%. Pemerintah Jepang juga memberikan subsidi terhadap penjualan mobil hemat energi yang menghasilkan kenaikan penjualan mobil per Januari lalu. Dari Korea Selatan, produksi negeri ini juga mencatatkan kenaikan 3,3% per Januari, melebihi ekspektasi yang memperkirakan terjadi penurunan sebesar 0,5%. Sedangkan dari China, dikabarkan negeri ini akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuannya ataupun porsi GWM. Sektor pabrikan China juga mencatatkan pertumbuhan melebihi ekspektasi. Purchasing Managers’ Index (PMI) China naik ke level 51,0; diatas perkiraan 50,7; dan lebih tinggi dari Januari di level 50,5. Sedangkan dari Eropa, pemimpin Eropa menyetujui untuk mempercepat penyediaan modal sebagai dana permanen bailout di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul tekanan internasional untuk memperkuat perekonomian Eropa terhadap krisis utang. Para pemimpin Eropa dikabarkan akan menyalurkan dana tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan senilai 500 miliar euro atau US$666 miliar. Sentimen positif dari domestik disamping rilis laporan keuangan emiten untuk tahun 2011, juga terdapat aksi korporasi positif dari emiten yang sempat menguatkan perdagangan pasar domestik. Disamping itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi dan perdagangan. Inflasi di bulan Februari sebesar 0,05% (MoM), 0,81% (Ytd), dan 3,56% (YoY). Sedangkan dari data perdagangan, ekspor Indonesia bulan Januari 2012 mencapai USD15,49 miliar atau turun 9,28% dibandingkan Desember 2011.


Market Overview
Quote:

IHSG akan bergerak positif dalam pekan ini, karena kemungkinan pelaku pasar akan memburu seham-saham unggulan dan saham berbasis kinerja yang tumbuh kuat pada tahun lalu. Meski inflasi Februari lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun, Bank Indonesia diperkirakan tidak akan merubah suku bunga BI rate pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 Maret 2012. Karena BI akan mempertimbangkan dampak rencana pemerintah yang akan menaikan harga bahan bakar minyak pada April mendatang. Kenaikan harga bahan bakar minyak akan memicu kenaikan angka inflasi April. Dari Eropa, mengenai operasi likuiditas besar-besaran European Central Bank dalam pekan lalu yang diharapkan dapat mengurangi tekanan bagi pasar finansial Eropa, karena dengan adanya likuiditas menjadi sumber pendanaan untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi. Sementara itu, pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, yang dihadari oleh Presiden Eurogroup Jean-Claude Juncker diharapkan dapat memberikan kepercayaan pelaku pasar. Jean-Claude Junker menyatakan bahwa Yunani telah semakin dekat untuk mendapatkan bailout tahap ke-2 meskipun dana talangan baru akan diberikan setelah kesepakatan swap obligasi antara Athena dan kreditur swasta terselesaikan pada 9 Maret mendatang. Dalam pertemuan tersebut para pimpinan negara-negara Eropa juga akan mempersiapkan bantuan lebih cepat dari rencana terkait konsesi tekanan internasional untuk memperkuat ketahanan keuangan Eropa terhadap krisis hutang. Dengan demikian para pemerintah Eropa akan membayarkan dua installment tahunan menjadi senilai 500 miliar Euro tahun ini dan menyelesaikan kapitalisasi dalam 2015. Selain itu, pemimpin Uni Eropa akhir pekan lalu menandatangani pakta fiskal terbaru. Sentimen negatif pasar, dari Jerman rilis data ekonomi negara ini dapat memberikan sentimen negatif bagi pasar setelah data penjualan ritel Jerman secara mengejutkan merosot 1,6% pada bulan Januari. Hal ini masih bertandan melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat krisis hutang dan meredam permintaan untuk aset yang terkait erat dengan kawasan Euro. Dan dari Spanyol mengenai, negara ini yang akan menetapkan anggaran tahun 2012 dengan menggunakan acuan target defisit sebesar 5,8% dari GDP, atau lebih besar dari 4,4% yang disepakati Uni Eropa. Data dari Cina akan rilis hari ini, China Services PMI HSBC.


Stocck headlines
Quote:

• AISA operasikan pabrik CPO pada Maret 2012
• RIGS akan akuisisi 3 anak usaha Scomi Marine Services
• Produksi batubara anak usaha DOID turun 1,1%
• BRAU & SOBI ajukan refloat
• RALS raih laba bersih Rp450 miliar
• Anak usaha ABMM peroleh kontrak USD 300 juta
• Atlas Resources dapat utang USD 40 juta
• PGAS anggarkan capex USD 250 juta di 2012
• KLBF perkuat bisnis klinik
• S&P naikkan peringkat LPKR
• BBCA danai BUVA Rp 650 miliar
• MYOR terbitkan obligasi Rp 750 miliar
• MYOR targetkan pendapatan dan laba bersih naik 25-30%
• Pendanaan BBTN naik menjadi Rp 35 triliun
• BBTN raih Rp500 miliar dari repo KPR
• BBLD dapat pinjaman baru dari 3 bank Rp 290 miliar
• GWSA persiapkan pembangunan 2 tower di Karet
• BMRI targetkan outstanding kredit UKM 2012 tumbuh 33,3%
Herseil - 06/03/2012 09:52 AM
#115

Newsletter 6 Mar 2012

Market review
Quote:

Minimnya sentimen positif baik dari eksternal maupun internal mendorong aksi profit taking pada perdagangan awal pekan. IHSG tercatat melemah sebesar 19,971 poin (0,499%) ke level 3.984,897 dari posisi sebelumnya pada level 4.004,868. Mayoritas bursa regional juga tercatat melemah dimana indeks Nikkei 225 ditutup turun sebesar 78,44 poin (0,8%) ke level 9.698,59 dari posisi sebelumnya pada level 9.777,03 dan indeks Hang Seng ditutup turun sebesar 296,95 poin (1,38%) ke level 21.265,31 dari posisi sebelumnya pada level 21.562,26. Penurunan bursa saham Asia ini turut difaktorkan oleh langkah pemerintah China yang menurunkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 7,5% pada tahun ini. Perlambatan di Amerika dan Eropa telah mempengaruhi ekspor China yang sekaligus menekan pertumbuhan. Pemerintah China pun akan memfokuskan pada pembangunan ekonomi yang stabil dan kuat, menjaga kestabilan harga, dan menjaga risiko keuangan dengan mempertahankan pasokan kredit pada tingkat yang sesuai, serta mengambil pendekatan dengan hati-hati dan fleksibel. Bursa saham Eropa juga bergerak melemah hingga diatas 1%. Moody’s Investor Service menurunkan peringkat obligasi Yunani ke C dari Ca yang disebabkan kerugian yang signifikan bagi para pemegang obligasi dalam restrukturisasi hutang. Investor diperkirakan kehilangan 70% investasinya dari rencana penyelesaian utang ini. Moody’s tidak membuat outlook dalam peringat ini karena kemungkinan default yang sangat tinggi oleh pemerintah Yunani atas obligasinya, disamping fakta bahwa C adalah rating terendah dalam skala rating Moody’s. Sedangkan dari domestik, isu kenaikan harga BBM dan ekspektasi atas rilis kinerja keuangan 2011, masih menjadi variasi sentimen yang berpengaruh bagi pasar saham. Mayoritas sektor perdagangan tercatat melemah di tengah asing yang masih mencatatkan net buy sebesar Rp158 miliar. Sektor infrastruktur dan properti menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0,156% dan 0,612%. Grup Ciputra menyumbang kenaikan 3%-6% untuk properti sedangkan PGAS menyumbang kenaikan 2% bagi sektor infrastruktur.


Market Overview
Quote:

Sentimen global tetap akan menjadi perhatian pelaku pasar bursa domestik. Sementara itu, dari dalam negeri pelaku pasar akan menyikapi perkembangan mengenai besaran kenaikan dari harga minyak yang tengah direncanakan pemerintah. Sentimen dari global mengenai respon pasar terhadap pidato Perdana Mentari Cina mengenai pertumbuhan ekonomi dan target inflasi pada tahun ini. Pemerintah China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7.5% tahun ini dengan target inflasi target inflasi sebesar 4%. Target pertumbuhan inflasi merupakan terendahnya sejak 2004, sedangkan target inflasi tidak berubah dari target tahun sebelumnya. Untuk mendorong akselerasi dari pertumbuhan ekonomi tersebut Cina akan mendorong konsumsi dan menjauh dari sektor ekspor dan investasi. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia terkait kekhawatiran ketegangan di Iran, menimbulkan kecemasan kalangan pelaku pasar. Pasalnya ditengah kondisi Eropa yang dilanda krisis utang kenaikan harga minyak dapat mendongkrak tingginya biaya bagi industri. Dampaknya akan mengangkat kenaikan inflasi global sehingga semakin mempersulit proses pemulihan krisis Uni Eropa. Sebelumnya, Presiden AS, Barack Obama memperingatkan Israel untuk tidak menyerang Iran. Presiden Amerika Serikat dan perdana menteri Israel melakukan pembahasan terkait isu Iran menjelang pertemuan. Dalam pertemuan ini AS mendesak perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk menghindari perselisihan dini terhadap fasilitas nuklir Iran. Dari Eropa, meski para pemimpin Zona Euro telah memutuskan untuk menyetujui bailout Yunani kedua. Bahkan negara Uni Eropa telah menandatangani perjanjian terkait dengan regulasi perbankan Yunani. Namun, para pemimpin zona euro untuk beberapa waktu menunda persetujuan lebih dari separuh bailout 130 miliar euro untuk Yunani setelah menuntut Yunani menunjukkan lebih banyak bukti berkomitmen melaksanakan pemotongan anggaran dan pembenahan. Penundaan bailout menjadikan daftar panjang krisis utang Yunani sebelum memberikan bantuan tahap kedua, yang ditunda sampai tanggal 9 Maret. Menteri keuangan dari 17 negara dalam pertemuannya di Brussel, memutuskan hanya akan mengucurkan sebagian dana bailout kedua itu, yaitu sebesar 58 miliar euro, yang ditujukan untuk mempermulus restrukturisasi utang Yunani, melalui program bond swap.


Stock Headlines
Quote:

• AUTO akan naikan kapasitas poduksi komponen pada 2012
• PTBA targetkan produksi 50 juta ton batu bara per tahun
• MEDC per Februari 2012 produksi minyak rata-rata 31.000 bph
• BJBR akan laksanakan rights issue pada 2013
• BUMI targetkan kenaikan pendapatan 34%
• TPIA tekan beban bunga obligasi
• TMPI dan Xinjifu bentuk Agis Resources
• ISAT catatkan laba bersih naik 29% di 2011
• ISAT kurangi utang
• Laba bersih PTBA per Desember 2011 naik sebesar 53.40%
• BBTN butuhkan dana Rp 35 triliun untuk dorong kredit di 2012
• KLBF jajaki joint venture di Vietnam
• INAF revisi target obligasi jadi Rp 300 miliar di 2012
• INAF targetkan pangsa pasar obat generik 20% di 2012
• GIAA dan PT Pertamina tandatangani kerja sama online sales
• MYOR akan terbitkan obligasi senilai total Rp 1 triliun di 2012
• ADES produksi air minum kemasan merek Vica Royal
• APLN nilai pra-penjualan capai Rp 430 miliar di Januari 2012
• DILD mulai pemasaran Aeropolis Residence di Cengkareng
• TRIO kemungkinan ubah business plan pada 2012
Herseil - 07/03/2012 09:45 AM
#116

Newsletter 7 Mar 2012

Market Review
Quote:

Sejumlah sentimen negatif dari eksternal, menjadi faktor yang memberatkan pergerakan pasar saham dunia, termasuk IHSG. IHSG tercatat melemah sebesar 17,821 poin (0,447%) ke level 3.967,076 dari posisi sebelumnya pada level 3.984,897. Diawali dengan sentimen negatif dari China yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 7,5%, yang menyebabkan bursa saham global melemah pada perdagangan sebelumnya dan dilanjutkan dengan penurunan bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 60,96 poin (0,63%) ke level 9.637,63 dari posisi sebelumnya pada level 9.698,59 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 459,06 poin (2,16%) ke level 20.806,25 dari posisi sebelumnya pada level 21.265,31. Perkembangan terakhir dari Amerika, mengenai perbankan yang tengah meminta The Federal Reserve untuk membatasi isi dari hasil stress-test yang akan diungkapkan ke publik pada pertengahan Maret. Investor nantinya akan meneliti hasil uji tersebut demi mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan sektor keuangan. Performa bank atas tes tersebut akan menentukan apakah The Fed menyetujui kenaikan dividen dan pembelian kembali saham. Sedangkan dari Eropa, turut dipengaruhi oleh sentimen negatif dari kawasan tersebut, khususnya Yunani. Menteri Keuangan Yunani memberikan indikasi bahwa pemerintah kemungkinan akan mengaktifkan Collective Action Clauses (CACs) jika tidak diterimanya opsi tawaran swap surat utang Yunani atau dengan kata lain akan memicu potensi gagal bayar. Kondisi default Yunani ini berpotensi untuk memaksa Italia dan Spanyol membutuhkan pendanaan dari luar untuk menghentikan penyebaran risiko dan membutuhkan lebih dari 1 triliun euro untuk keseluruhan zona euro. Para pemegang obligasi diharapkan untuk menyepakati swap obligasi yang ditujukan untuk menyelamatkan utang Yunani untuk menempatkan negara ini pada posisi yang lebih stabil. Ketidakpastian partisipasi kreditur swasta terkait debt swap Yunani, menjadi faktor yang memberatkan bagi pasar saham Eropa hingga bergerak melemah diatas 2%. Pasar juga mencermati rilis data PDB kuartal keempat 2011 Eropa dimana sejumlah ekonom memprediksikan PDB Eropa akan terkontraksi menjadi 0,3%. Dari domestik, Menkeu akan mengajukan rancangan APBN-P 2012 ke DPR yang didalamnya terdapat rencana pemangkasan pertumbuhan ekonomi menjadi 6,5% dari 6,7%.


Market Overview
Quote:

Faktor Yunani masih mendominasi sentimen pasar global dan dampaknya bagi indeks bursa saham Indonesia. Pasar mencemasakan Yunani akan terancam default jelang batas jatuh tempo utang yang semakin dekat 20 Maret. Yunani terus berjuang untuk melaksanakan penukaran utang 100 miliar euro sampai akhir pekan ini. Yunani harus membayar utang jatuh tempo 14,5 miliar euro, selain itu negari ini capi kesepakatan setidaknya 90% kreditor swasta untuk bond swap. Langkah yang ditempuh ini sebagai bagian paket bantuan 130 miliar euro, dimana kreditor swasta akan alami kerugian 53,5% dari investasi. Yunani berharap bond swap denga pihak kreditur swasta dapar tuntas 8 Maret. Bond swap dilakukan dengan menukar obligasi lama ke obligasi baru dengan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang. Kabarnya minat para investor swasta mencapai kesepakatan untuk berpartisipasi dalam restrukturisasi hutang Yunani relatif masih rendah, hal ini semakin mengancam Yunani akan alami default utang. Baru sekitar 20% investor swasta yang menyetujuibond Swap Yunani dari obligasi yang diperlukan untuk mendapatkan dana bantuan internasional. Dua belas anggota dari para investor swasta yang baru sepakat merupakan investor yang tergabung dalam komite pengendalian. Investor tersebut telah penetapan kersepakatan swap obligasi senilai 40 miliar Euro (atau setara dengan $53 miliar), dibandingkan dengan obligasi yang masih dimiliki oleh para investor swasta senilai 206 miliar. Para kreditur yang akan bergabung tersebut adalah beberapa kreditur besar swasta Yunani, termasuk National Bank of Greece SA, Alpha Bank SA, BNP Paribas SA dan Commerzbank AG. Pasar mengkhawatirkan akan terjadi tekanan terhadap pasar yang kuat apabila tidak tercapainya kesepakatan dengan kreditur swasta hingga batas waktu 8 Maret tentu akan menghadirkan resiko default bagi Yunani, yang memiliki kewajiban untuk membayar obligasinya yang akan jatuh tempo pada 20 Maret mendatang. Selain itu, Bank Sentral Eropa diprediksi akan menjaga rating kreditnya di kisaran 1% pada 8 Maret mendatang. Dari dalam negeri, rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak pada April mendatang dan kabar juga akan ada kenaikan tariff daya listrik, semakin kuat tekanan bagi pasar terhadap pergerakan indeks domestik. Kekhawatiran kenaikan BBM ini akan memicu inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.


Stock Headlines
Quote:

PTBA usulkan pembagian dividen payout ratio 50%-60%
• PTBA targetkan omset tumbuh 70% pada tahun 2012
• RUPSLB BRAU setujui penerbitan surat utang USD 500 juta
• JSMR tambah kepemilikan saham di PT Trans Lingkar Kita Jaya
• KAEF rights issue Rp 700 miliar
• Jual saham buyback, WIKA peroleh Rp 112 miliar
• Laba TBIG meningkat 45%
• INDR akuisisi Polypet Karyapersada
• PTRO dapat kontrak USD 399 juta
• KHI menangkan lelang pipa PGAS
• BKSL bidik penjualan Rp 550 miliar
• MRAT incar kenaikan laba 126%
• Laba bersih MYOR turun 3%
• Laba bersih UNSP turun 6,9%
• BMRI bukukan pertumbuhan laba bersih 2011 30,7% YoY
• BDMN targetkan outstanding penyaluran kartu kredit naik 18%
• MYOR catatkan penurunan margin laba kotor sebesar 17,54%
• KLBF targetkan penjualan tahun 2012 tumbuh 18%-20%
• INAF targetkan pangsa pasar obat generik 2012 sebesar 20%
• MBTO memperoleh izin produksi untuk pabrik baru di Cikarang
• RODA realisasikan rencana akuisisi beberapa perusahaan properti
• BLTA siap bayar kupon 2 seri obligasi III 2007 Rp 23,26 miliar
Herseil - 08/03/2012 09:30 AM
#117

Newsletter 8 Mar 2012

Market Review
Quote:

Kekhawatiran investor terhadap kondisi Yunani dan perlambatan ekonomi China yang akan berdampak secara global, menjadi sentimen negatif yang menyebabkan pelemahan pasar saham Amerika pada perdagangan sebelumnya waktu setempat dan pasar saham Asia, termasuk Indonesia. Sentimen negatif dari data perekonomian zona Euro, yakni penurunan ekspor dan belanja konsumen yang membuat PDB negara zona Euro turun 0,3% pada kuartal ke IV dibandingkan kuartal ke III, juga menjadi penyebabnya turunnya mayoritas pasar saham. IHSG tercatat melemah di sepanjang perdagangan kemarin dan ditutup turun sebesar 24,559 poin (0,619%) ke level 3.942,517 dari posisi sebelumnya pada level 3.967,076. Dari Asia, Bank Sentral di Asia akan menahan stimulus moneter pada minggu ini akibat tingginya harga minyak serta kekhawatiran atas kondisi Eropa. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 61,57 poin (0,64%) ke level 9.576,06 dari posisi sebelumnya pada level 9.637,63 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 178,47 poin (0,86%) ke level 20.627,78 dari posisi sebelumnya pada level 20.806,25. Harga minyak mentah kembali menguat setelah sebelumnya sempat melemah. Kenaikan harga minyak mentah ini dikarenakan stok bensin Amerika Serikat dikabarkan mulai menipis. American Petroleum Institute melaporkan bahan bakar kendaraan telah menurun sebesar 2,25 juta barel, yang merupakan penurunan terendah sejak November 2011 lalu. Sedangkan data pemerintah Amerika Serikat menunjukkan jumlah cadangan minyak elah menurun 1,6 juta barel. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat tidak lebih dari 1% di tengah kekhawatiran atas kemampuan Yunani merestrukturisasi utang. Kesepakatan mengenai debt swap ini harus diselesaikan pada Kamis malam waktu setempat, dimana pada usulan tersebut kreditur harus menanggung kerugian dari kepemilikan utang yang hanya tersisa 54%. Dikabarkan bahwa empat dana pensiun Yunani telah menolak menyetujui debt swap yang ditawarkan Yunani guna mengurangi beban utang hingga 100 miliar euro. Dari domestik, pasar masih dliputi kekhawatiran akan kenaikan inflasi seiring kenaikan harga BBM.


Market Overview
Quote:

Harapan dengan terjadi kenaikan pada indeks bursa utama dunia berpeluang untuk mendorong indeks bursa domestic bergerak positif. Indeks bursa Wall Street pada dini hari tadi ditutup menguat dimana indeks Dow Jones menguat 78,18 poin (0,68%) di tutup pada level 12837,33 dan indek Nasdaq menguat sebesar 25,37 poin (0,87%) ke posisi 2935,69. Kenaikan pasar saham AS tersebut dipengaruhi oleh data ekonomi yang menunjukkan peningkatan seperti pada data lapangan kerja dan didukunga kuat sentimen Yunani dengan semakin banyak investor yang menandatangani debt swap Yunani. Sentimen terhadap pasar saham AS ini ditambah dengan adanya laporan yang mengatakan bahwa the Fed akan terus membeli obligasi, meski tidak akan menaikkan neracananya. Data ADP Employers Services AS menunjukkan ada penambahan sekitar 216.000 pekerka pada Februari lalu. Tentunya elaku pasar akan tetap menyikapi perkembangan yang terjadi terhadap Yunani yakni terkait dengan bond swap yang tengah dilakukan hingga diakhiri dengan adanya kepastian dari keputusan yang dicapai dengan para kreditur. Sebelumnya ada rasa kekhawatiran bahwa tidak cukup kreditor swasta akan berpartisipasi dalam swap obligasi Yunani ini. Hal ini menempatkan Yunani sebagai negara yang sedang dalam kesulitan pada risiko gagal bayar. Jelang batas waktu bagi Yunani untuk mengajak krediturnya melakukan bond swap secara sukarela untuk menerima restrukturisasi sebelum tenggat waktu Kamis, 8 Maret. Kreditor punya waktu batas sampai hingga Kamis ini untuk menerima kesepakatan Yunani optimis bisa mendapat tingkat partisipasi sampai 75-80%. Sementara itu, Institute of International Finance, kelompok yang mewakili para pemegang obligasi Yunani, memperingatkan bahwa default Yunani akan menghabiskan biaya lebih dari 1 triliun euro. Kelompok ini memperingatkan bahwa apabila Yunani default, maka peristiwa harus membutuhkan dukungan substansial bagi Spanyol dan Italia untuk membendung dampak penularan. Selain itu, kelompok Troika yang beranggotakan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional sedang mempersiapkan langkah untuk melakukan restrukturisasi utang. Sedangkan, sentimen dari dalam negeri kecemasan yang tengah dihadapi adalah besaran kenaikan dari harga bahan bakar minyak dan dampaknya bagi inflasi dan pengaruhi terhadap suku bunga.


Stock Headlines
Quote:

Kenaikan harga minyak akan pengaruhi biaya produksi ANTM
• ADHI dapat proyek pembangunan PLTU Tarakan Rp 277,75 miliar
• PWON gandeng PTPP bangun 2 tower apartemen di Surabaya
• JSMR akan selesaikan proses akuisisi tol Jagorawi Cinere 1h 2012
• JSMR akan terbitkan obligasi untuk refinancing utang pada 2013.
• Penjualan SMCB sepanjang tahun 2011 meningkat 26,2% YoY
• TSPC alokasikan capex Rp 1,25 triliun untuk naikan kapasitas.
• ASGR targetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30%.
• BMRI targetkan pertumbuhan kredit 2012 sebesar 20%-22%
• AKPI estimasi realisasi penjualan 2011 naik sekitar 45%
• DLTA batal ekspansi di minuman non-alkohol pada tahun 2012.
• FAST hanya realisasikan 2 restoran dari rencana 3-4 restoran
• BNBR butuh USD 3 milyar untuk ekspansi infrastruktur
• BNBR targetkan pengurangan utang di semester I
• Pendapatan unaudited UNSP meningkat 43%
• GMR tukar saham GEMS
• TRAM anggarkan capex USD 130 juta
• LCGP akan lakukan rights issue
• Laba PTRO naik 25%
• Laba bersih BFIN naik 17,5%
• BSDE kaji obligasi Rp 500 miliar
Herseil - 09/03/2012 09:38 AM
#118

Newsletter 9 Mar 2012

Market Review
Quote:

Sejumlah sentimen positif mewarnai pergerakan pasar saham dunia pada perdagangan kemarin. Diawali dengan rilis data ekonomi Amerika yang positif, yakni data ketenagakerjaan dan kredit konsumsi yang menunjukkan peningkatan, berhasil mengangkat bursa saham AS pada perdagangan sebelumnya. Ditambah juga dengan langkah The Fed yang dapat mengambil kebijakan pembelian obligasi negara AS jika ekonomi melemah, turut menjadi katalis bagi penguatan bursa Asia, termasuk Indonesia. IHSG ditutup menguat sebesar 25,152 poin (0,638%) menuju level 3.967,669 dari posisi sebelumnya pada level 3.942,517. Penguatan bursa regional juga diperkuat oleh tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang yang terkontraksi lebih rendah sebesar 0,7% dibandingkan prediksi sebesar 2,3%. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 192,9 poin (2,01%) menuju level 9.768,96 dari posisi sebelumnya pada level 9.576,06 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 272,95 poin (1,32%) menuju level 20.900,73 dari posisi sebelumnya pada level 20.627,78. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1,5% yang didukung oleh optimisme atas proses penukaran surat utang Yunani terhadap kreditor swasta, dimana diperkirakan sekitar 60%-75% investor setuju untuk menandatangani perjanjian debt swap. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah guna menstabilkan keuangan. Pertemuan ECB pada bulan ini diperkirakan hanya fokus pada cara mudah untuk mengakses pinjaman murah dari LTROs sesuai kebutuhan. Sedangkan Gubernur Bank Sentral Inggris diprediksi akan tetap mempertahankan kebijakannya yakni pembelian obligasi senilai 50 miliar pound hingga bulan Mei. Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI rate pada level 5,75%. Pasar juga mencermati tidak hanya rencana kenaikan harga BBM, namun juga rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 3%. Hampir seluruh sektor perdagangan ditutup menguat dan asing membukukan net buy sebesar Rp133 miliar. Sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah tipis sebesar 0,014%.


Market Overview
Quote:

IHSG memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan saham akhir pekan ini, meski perlu untuk diwaspadai aksi ambil untung yang dilakukan sebagian pemodal untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek. Hal ini dilakukan pelaku pasar mengingat masih kuatnya ketidakpastian pasar. Sementara itu, sentimen bagi IHSG seiring dengan berlanjutnya penguatan indeks utama bursa global. Indeks Wall Street ditutup dalam zona positif. Indeks Dow Jones ditutup menguat 70,61 poin (0,55%) keposisi 12907,94 dan indeks Nasdaq di akhiri dengan menguat sebesar 34,73 poin (1,18%) ke level 2970,42. Kenaikan indeks AS ini karena optimis terhadap Yunani dalam menyelesaikan program debt swap. Kabarnya pemerintah Yunani sudah mendapatkan persetujuan pemegang obligasi terkait debt swap. Sentimen dari AS mengenai langkah The Fed yang tengah mempertimbagkan untuk meluncurkan program pembelian aset, meski dilakukan dengan cara yang terbatas. Fed mempertimbangkan program pembelian obligasi jenis baru yang dirancang untuk mengurangi kekhawatiran mengenai inflasi. Selain itu, ada kemungkinan The Fed akan mencetak uang untuk membeli obligasi jangka panjang tapi meminjam kembali uang itu dengan bunga rendah dan tenor pendek. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi dampak yang muncul dari pencetakan uang yang dapat mendorong inflasi. Dari Cina, rencana penambahan batas waktu peminjaman dana berbasis yuan ke negara-negara perekonomian dalam grup BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) plus Afrika Selatan. Cina melakukan langkah tersebut sebagai salah satu cara membawa yuan ke kancah internasional. Memorandum of understanding kabarnya akan ditandatangani China Development Bank dan negara berkembang di New Delhi akhir bulan ini. Sedangkan sentimen dari dalam negeri mengenai BI mengambil kebijakan menahan suku bunga acuan pada level 5,75%. Keputusan ini diambil BI untuk mengantisipasi kenaikan bahan bakar minyak pada April mendatang. Oleh karena itu BI tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.


Stock Headlines
Quote:

Laba bersih BMRI capai Rp 12,2 triliun di 2011
• BMRI usulkan bagi dividen 2011 hingga 20%
• PGAS akan tunjuk kontraktor pemasangan pipa distribusi di Medan
• Laba bersih PTRO naik 25%
• Penjualan ENRG 2011 diestimasi naik 64%
• Penjualan alat berat UNTR turun
• RALS bidik pendapatan Rp 7,5 triliun
• ASRI gunakan dana rights issue untuk perluas lahan
• Laba bersih IGAR tumbuh 13,44%
• DILD incar marketing sales Rp 1,4 triliun
• IGAR targetkan kenaikan pendapatan 15%
• FREN selesaikan rights issue Rp 1,2 triliun
• ASRI rencana dapat bagikan dividen Rp 20%-30% dari laba 2011
• ASRI pra-penjualan Rp 800 miliar hingga Februari 2012
• ASRI siapkan kondotel mewah di Bali
• ASRI anggarkan capex 2012 Rp 2 triliun-Rp3 triliun
• ASRI rencana tambah luas lahan di Pasar Kemis, Tangerang
• BBNI telah salurkan kredit KUR Rp 7,06 triliiun per Februari 2012
• INAF rencana tambah kapasitas produksi obat generik
• TSPC alokasikan capex Rp 150 miliar tahun ini
Herseil - 12/03/2012 09:16 AM
#119

Newsletter 12 Mar 2012

Market review
Quote:

Berbagai sentimen positif dan negatif yang menyelimuti bursa selama sepekan menyebabkan pasar saham domestik tercatat menurun tipis sebesar 0,3% ke level 3.991,544. Diawali dengan langkah pemerintah China yang menurunkan target pertumbuhan ekonomi ke level 7,5%; menjadi sentimen negatif yang mengawali perdagangan pada awal pekan lalu. Perlambatan ekonomi Amerika dan Eropa telah mempengaruhi ekspor China yang sekaligus menekan pertumbuhan. Pemerintah China akan memfokuskan pada pembangunan ekonomi yang stabil dan kuat, menjaga kestabilan harga, dan menjaga risiko keuangan dengan mempertahankan pasokan kredit pada tingkat yang sesuai serta mengambil pendekatan dengan hati-hati dan fleskibel. Sementara itu, Biro Statistik Nasional China mengungkapkan inflasi bulan Februari turun menjadi 3,2% dari 4,5% pada bulan Januari. Sedangkan dari Eropa, Moody’s Investor Service menurunkan peringkat obligasi Yunani dari Ca ke C yang disebabkan kerugian yang signifikan bagi para pemegang obligasi dalam restrukturisasi hutang. Moody’s tidak membuat outlook dalam peringkat ini karena kemungkinan default yang sangat tinggi oleh pemerintah Yunani atas obligasinya. Disamping itu, pasar sempat diliputi kekhwatiran dari partisipasi kreditur swasta terkait debt swap Yunani. Perkembangan terakhir, kreditur swasta dikabarkan telah meyetujui untuk melakukan pertukaran ( swap) sekitar 85% dari obligasi pemerintah Yunani yang dimilki dengan surat utang baru. Perekonomian zona Euro mengalami kontraksi sebesar 0,3% pada kuartal ke IV dibandingkan kuartal ke III yang disebabkan turunnya ekspor dan belanja konsumen. Sementara itu, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah guna menstabilkan keuangan. Pertemuan ECB pada bulan ini diperkirakan hanya fokus pada cara mudah untuk mengakses pinjaman murah dari LTROs sesuai kebutuhan. Terkait perkembangan harga minyak mentah, harga komoditas ini sempat mengalami kenaikan ketika muncul pemberitaan bahwa stok bensin AS mulai menipis. Data pemerintah AS menunjukkan jumlah cadangan minyak telah turun 1,6 juta barel, sedangkan American Petroleum Institute melaporkan bahwa bahan bakar kendaraan telah turun sebesar 2,25 juta barel. Dari domsetik, RDG BI memutuskan untuk menahan BI rate pada level 5,75%. Pasar juga mencermati perkembangan kenaikan harga BBM dan TDL sebesar 3%.


Market Overview
Quote:

Pencapaian kesepakatan pemerintah Yunani dengan para kreditur, diharapkan dapat mengangkat kepercayaan pelaku pasar dalam pekan ini. Sebelumnya pasar menyangsikan kemungkinan Yunani mencapai keberhasilan dalam kesepakatannya dengan kreditur. Sebelumnya menjadi dilema bagi pasar akhirnya Yunani berhasil menyelesaikan restrukturisasi utang terbesar di sepanjang sejarah dunia. Kendati Yunani telah berhasil mencapai kesepakatan dengan kreditur mengenai bond swap, nampaknya Pemimpin Eropa memutuskan untuk menunggu hasil swap obligasi Yunani dan penilaian akhir sebelum mengalirkan dana ke Yunani. Diperkirakan akan ada penundaan kembali sampai 12 maret mendatang dalam upaya Uni Eropa mengalirkan dana ke Yunani. Namun perlu diingat bahwa sukses kesepakatan ini telah menyelesaikan permasalahan Yunani. Kesepakatan ini bertindak hanya sebagai pengulur waktu karena krisis ekonomi Yunani tergolong besar, dimana komposisi utangnya mencapai 160% GDP. Yunani masih harus mengumpulkan dana pada 20 Maret, ketika utang obligasi sebesar 14,5 miliar jatuh tempo dan negara ini tidak memiliki kemampuan untuk membayar sendirian. Voting oleh International Swaps and Derivatives Association yang menghasilkan pencapaian keputusan. Bond Swap milik Yunani memicu event kredit yang memberikan hak pada pemegang CDS untuk mendapatkan kompensasi dengan pembayaran CDS sekitar 3.2 milyar dollar AS, yaitu polis asuransi yang dapat diklaim jika penjamin obligasi default.. Faktor dari Cina yang akan menjadi fokus para pelaku pasar khususnya di Asia akan tertuju pada konferensi tahunan Perdana Menteri China, Wen Jiabao, kemungkinan akan memangkas target pertumbuhan GDP China ke level terendah dalam 8 tahun terakhir. Selain itu para investor akan menunggu serangkaian data ekonomi China, untuk melihat kinerja perekonomian selama triwulan pertama 2012. Pertumbuhan neraca perdagangan China diperkirakan naik paska libur Imlek, karena pabrik telah beroperasi dalam kapasitas penuh. Fokus pasar lainnya, rilis data dari AS, mengenai Monthly Budget Statement, Current Account Balance, Import Price Index dan Import Price Index serta FOMC Rate Decision. Sementara itu, sentiment dari dalam negerai fokus pasar terkiat rencana pemerintah menaikkan harga BBM per 1 April nanti. Besaran kenaikan diperkirakan dikisaran Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter


Stock Headlines
Quote:

• SMGR menyatakan siap bangun pabrik di Myanmar
• SMCB menargetkan pangsa pasar 15,5% di tahun 2012
• Penjualan batubara ITMG tahun 2011 sebesar 24,7 juta ton
• Kementerian BUMN pastikan KAEF akan right issue
• BMRI mencatat undisbursed loan 2011 naik 33,33%
• TELE targetkan laba bersih 2012 naik menjadi Rp 200 miliar
• TELE menyatakan telah bebas dari hutang
• ADES akan naikkan harga jual air minum kemasan di atas 10%
• PGAS pasang saluran pipa gas bumi LNG FSRU Belawan
• RALS bersiap bagi dividen
• ESSA bersiap masuk bisnis amoniak
• MASA investasi karet Rp 400 miliar
• MYRX lepas 97% saham Apinus Rama
• 2 pemodal asing membeli saham AMRT
• ROTI bidik pendapatan Rp 1 triliun
• TELE akuisisi 4 perusahaan senilai Rp 600 miliar
• ADHI naikkan target obligasi menjadi Rp 1,5 triliun
• BYAN targetkan pinjaman US$700 juta
• BBNI & BBRI siapkan Rp17 triliun untuk pembangunan tol
• MTLA rencana bangun 7 hotel
Herseil - 13/03/2012 09:45 AM
#120

Newsletter 13 Mar 2012

Market review
Quote:

IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan awal pekan kemarin dan ditutup melemah tipis sebesar 4,198 poin (0,105%) ke level 3.987,346 dari posisi sebelumnya pada level 3.991,544. Sentimen positif atas data pengangguran Amerika dan keberhasilan restrukturisasi utang Yunani dengan kreditur swasta menjadi katalis yang mendorong indeks melewati level 4.000. Namun, setelah menembus level tertinggi di 4.007, 953; aksi profit taking mewarnai perdagangan hingga akhir sesi. Bursa saham Asia bergerak variatif yang turut dipengaruhi oleh sentimen data ekonomi dari China dan Jepang. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 39,99 poin (0,4%) ke level 9.889,86 dari posisi sebelumnya pada level 9.929,74 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 48,18 poin (0,23%) menuju level 21.134,18 dari posisi sebelumnya pada level 21.086. Data pesanan mesin Jepang tercatat naik pada Januari 2012 ke level 3,4%; lebih tinggi dari prediksi sebelumnya sebesar 2,3%. Kenaikan ini mengindikasikan investasi perusahaan akan menopang kembalinya ekonomi negara tersebut. Sementara itu, China melaporkan defisit perdagangan pada Februari lalu tercatat US$31,5 miliar; yang merupakan angka terbesar sejak tahun 1989. Kenaikan ini terjadi karena adanya kenaikan impor sebesar 39,6% dibandingkan Februari tahun sebelumnya dan turunnya kinerja ekspor sebagai akibat dampak krisis utang di wilayah Eropa. Mayoritas bursa saham Eropa bergerak menguat dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. Para Menteri Keuangan di kawasan Eropa akan kembali menggelar pertemuan di Brussels dengan agenda utama adalah menandatangani paket kedua senilai US$130 miliar euro setelah pemegang obligasi menyetujui restrukturisasi yang diajukan Yunani. Pada pertemuan tersebut juga akan difokuskan pada upaya pemangkasan anggaran belanja Spanyol dan program bantuan bagi Portugal. Disamping itu, terkait telah disetujuinya debt swap Yunani, kepala IMF berkomitmen untuk memberikan bantuan senilai 28 miliar euro untuk paket bailout kedua Yunani. Sedangkan dari domestik, pasar masih mencermati rencana kenaikan BBM. Fitch Rating menyambut baik rencana pemerintah tersebut dan menilai bila kebijakan itu terealisasi, akan berdampak positif pada peringkat surat utang Indonesia. Fitch menilai kebijakan itu akan membatasi dampak fiskal akibat naiknya harga minyak mentah dunia serta akan meningkatkan fleksibilitas fiskal.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Sentimen dari Cina mengenai pertemuan dewan perwakilan rakyat negara ini yang tengah melakukan diskusi untuk mereformasi perekonomiannya dalam menghadapi berbagai kendala serta upaya pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Rapat yang kemarin, dibuka oleh presentasi Perdana Menteri Wen Jiabao tentang laporan kerja tahunan pemerintah, anggaran 2012 dan dihadiri 3.000 delegasi. Dalam rapat, perdana menteri Wen menyampaikan perubahan kebijakan untuk pemerintahan baru. Sementara itu pada tahun lalu, Wen tidak mengumumkan perubahan kebijakan dari negara ini. Ekspor Cina dilaporkan tumbuh lebih lambat dari perkiraan, menandakan melemahnya perekonomian. Data untuk defisit perdagangan terbesar pada bulan lalu terbesar dalam kurun 22 tahun terakhir karena krisis hutang Eropa yang menyurutkan permintaan. Pasar menantikan kelanjutan setelah terjadi kesepakatan antara pemerintah Yunani dengan Kreditur swasta. Setelah mencapai kesepakatan beberapa hal lainya yang menjadi perhatian pasar mengenai Pertemuan Menteri-Menteri Keuangan Uni Eropa serta Pertemuan Eurogroup yang berlangsung kemarin. Sementara itu, dari Yunani mengenai batas waktu pertukaran surat hutang PSI Yunani yang diatur oleh hukum Yunani, Hal lain yang dinantikan pelaku pasar mengenai hasil dari pertemuan IMF untuk menyetujui paket bailout ke-2 Yunani. Baik Uni Eropa dan IMF setelah Yunani sukses merampungkan kesepakatan keterlibatan sektor swasta dalam kesepakatan pra-kondisi pengucuran dana bailout Yunani sebesar 130 miliar euro. Yunani harus menyiapkan dana hingga 20 Maret, sebesar 14,5 miliar euro untuk bayar obligasi yang jatuh tempo. Dalam hal pembayarannya Yunani perlu dana dari negara Uni Eropa dan IMF. Sementara itu, menyusul tercapainya kesepakatan restrukturisasi hutang pemerintah Yunani lembaga pemringkat Fitch Ratings downgrade rating kredit jangka panjang Yunani menjadi Restricted Default dari sebelumnya ‘C’. Langkah Fitch ini mempertegas pandangan lembaga pemeringkat ini sebelumnya bahwa proses swap obligasi akan menyebabkan default. Dari Jerman mengenai rilis data tingkat inflasi periodik tahunan, dimana negara ini terkait dengan harga grosir cenderung lambat dan hanya berkutat pada level 2.6% seperti yang diharapkan sebelumnya.


Stock Headlines
Quote:

• BISI bukukan kenaikan penjualan 2011 sebesar 11%
• TPIA proyeksikan volume penjualan 2012 meningkat 10%
• ROTI jajaki 3 opsi pencarian dana untuk ekspansi
• KAEF bangun pabrik injeksi dengan nilai investasi Rp 300 miliar.
• Menko Perekonomian setujui rights issue KAEF maksimal 20%
• TSPC membantah akan melakukan go private
• DKFT akan melanjutkan eksplorasi di 2 tambang nikel di Sulawesi
• UNTR beli saham Perkasa Melati
• SMGR bangun pabrik USD 500 juta di Myanmar
• SMGR anggarkan capex sebesar USD 620 juta
• PTPP membukukan kenaikan laba 2011 sebesar 19,13%
• Pendapatan RAJA hampir mencapai Rp 1 triliun pada 2011
• Biaya eksplorasi ANTM mencapai Rp 12 miliar pada Februari
• EMDE anggarkan capex Rp 150 miliar
• PWON targetkan refinancing selesai April
• Anak usaha ABMM beli 7 kapal tongkang
• WIKA akan bangun pabrik beton baru di Kalimantan Timur
• anak usaha WIKA targetkan marketing sales 2012 tumbuh 30%
• PGAS kerjakan proyek floating storage regasification unit
• ASRI bukukan laba bersih 2011 naik 107,2% jadi Rp 602,74 miliar
• DILD targetkan marketing sales tahun 2012 tumbuh 20%-25%
Page 6 of 14 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK