Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 14 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

Herseil - 14/03/2012 09:26 AM
#121

newsletter 14 Mar 2012

Market Review
Quote:

Mayoritas sentimen positif yang berasal dari global maupun regional, menjadi katalis penguatan bursa saham dunia, termasuk bursa saham Indonesia. IHSG tercatat menguat sebesar 21,296 poin (0,534%) menuju level 4.008,642 dari posisi sebelumnya pada level 3.987,346. Optimisme investor bahwa Menteri Keuangan kawasan Eropa akan menyelesaikan penggelontaran dana talangan bagi Yunani, menjadi faktor pendorong menguatnya bursa Asia, disamping faktor internal dari negara Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 9,22 poin (0,09%) menuju level 9.899,08 dari posisi sebelumnya pada level 9.889,86 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 205,52 poin (0,97%) menuju level 21.339,7 dari posisi sebelumnya pada level 21.134,18. Variatifnya sentimen yang berasal dari Jepang, menyebabkan indeks saham negara tersebut ditutup flat. Pemerintah Jepang menyatakan telah menerima persetujuan untuk membeli 65 miliar yuan surat utang pemerintah China. Kebijakan ini sebagai upaya untuk melakukan diversifikasi cadangan Jepang selain dolar AS dan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara tersebut. Di sisi lain, Bank of Japan menahan kebijakan pelonggaran moneter setelah bulan sebelumnya telah melakukannya dengan signifikan. Terhadap data ekonomi Jepang, indeks kepercayaan konsumen negeri ini turun pada bulan Februari lalu dan merupakan penurunan yang pertama dalam tiga bulan terakhir. Penurunan kepercayaan ini terjadi karena adanya kekhawatiran penurunan pendapatan dan berkurangnya lowongan pekerjaan di Jepang. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1%. The Fed akan melakukan pertemuan dalam Open Market Committee, namun pasar tidak memiliki ekspektasi dari pertemuan tersebut. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga rendah antara 0% hingga 0,25%. Sementara itu, Menkeu Uni Eropa setelah sebelumnya bertemu di Dewan Urusan Ekonomi dan Keuangan untuk menyetujui bailout Yunani, kini pertemuan akan dilanjutkan untuk membahas kondisi ekonomi Spanyol. Masalah Spanyol dinilai sangat penting karena negara tersebut harus memangkas defisit menjadi 3% dari PDB.


Market Overview
Quote:

Indeks bursa saham Indonesia pada perdagangan saham hari ini berpeluang menguat. Hasil FOMC meeting yang menahan suku bunga di level 0,25% serta membaiknya data ekonomi AS akan memberikan dukungan kuat bagi pergerakan IHSG hari ini. Data AS menunjukkan ekonomi perlahan-lahan membaik karena penjualan ritel mencatat keuntungan terbesar dalam lima bulan pada Februari meskipun harga bensin naik. The Fed menyatakan ekonomi mengalami perluasan cukup meskipun pertumbuhan ekonomi masih menghadapi risiko penurunan yang signifikan. Sentimen AS tersebut diharapkan menjadi munculnya sederat sentimen-sentimen global yang positif. Tekanan pasar dari Yunani saat ini secara berangsur mereda setelah negara ini berhasil menjalankan program debt swap. Tetapi pasar akan menunggu hasil pertemuan Menteri keuangan zona-euro di Brussel yang tengah mengkaji apakah Yunani layak mendapatkan dana bailout €130 miliar. Nampaknya masih muncul suatu keraguan dari Uni Eropa ini, apakah Eropa bisa melindungi anggota zona-euro yang bermasalah lainnya dari masalah utang. Seperti Portugal, Apakah mampu dalam menghadapi utang jatuh temponya? Sementara itu bagi Yunani, meski mencapai kesepakatan mengeani bond swap, tetapi negara ini masih menjadi negara pengutang terbesar di Eropa. Tentunya banyak catatan bagi negara ini yang kemungkinan masih kesulitan dalam melaksanakan kewajibannya, termasuk dalam menjalani penghematan maupun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Yunani memang berhasil mengurangi utang senilai 100 miliar euro melalui bond swap, tetapi sisi lainnya negara ini melakukan pinjaman 130 miliar euro dari troika. Selain itu, sentimen positif dari ekonomi Jerman yang diharapkan dapat berikan keberlanjutan pemulihan ekonomi. Indeks sentimen ekonomi Jerman naik ke level 22.3 untuk Maret atau lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya 5.4. Sementara itu, dari Jepang mengenai Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tidak merubah kebijakan untuk mengukur efek dari langkah pelonggaran, namun BoJ memutuskan untuk memperluas program pinjaman ringan untuk sektor-sektor yang berpotensi mengalami pertumbuhan tinggi dalam upaya untuk merangsang ekonomi.


Stock Headlines
Quote:

• Kementerian BUMN memperbolehkan TLKM akuisisi Star One
• Etisalat akan lepas saham EXCL USD 700 juta
• Laba bersih EXCL turun 2,1%
• BWPT akuisisi 11.000 ha dan bangun pabrik
• CT, Gobel dan Sandiaga jajaki saham GIAA
• PLN garap pembangkit untuk ANTM USD 350 juta
• Kenaikan laba bersih KKGI sebesar 171,16%
• Kapal BLTA tetap beroperasi normal
• Putusan pengadilan jamin komitmen BLTA
• PJAA cairkan pinjaman Rp 200 miliar
• Laba PTPP tahun 2011 naik 19,1%
• Laba MYOR tahun 2011 turun 12%
• RUPSLB PWON menyetujui rencana stock split rasio 1:4
• Nilai Pra Penjualan PWON capai Rp260 miliar per Februari
• PWON berencana membagikan dividen antara 20%-30%.
• ITTG berencana rights issue pada harga Rp 104/saham
• Anak usaha ASII bangun pabrik produksi skuter matik
Herseil - 15/03/2012 09:43 AM
#122

Newsletter 15 Mar 2012

Market Review
Quote:

Hasil stress test yang dilakukan oleh The Federal Reserves, yang menunjukkan hasil yang positif menjadi katalis, tidak hanya bagi bursa saham Amerika pada perdagangan sebelumnya, namun juga bagi mayoritas bursa saham Asia. IHSG yang turut terangkat oleh sentimen positif dari global dan regional ditutup menguat sebesar 45,684 poin (1,14%) menuju level 4.054,326 dari posisi sebelumnya pada level 4.008,642. Bank Sentral Amerika juga mengemukakan bahwa 15 dari 19 bank memiliki rasio kecukupan modal yang cukup kendati terjadi resesi. Positifnya sentimen AS terganjal oleh sentimen negatif dari China sehingga membuat bursa saham regional ditutup variatif. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 151,44 poin (1,53%) menuju level 10.050,52 dari posisi sebelumnya pada level 9.899,08 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 31,81 poin (0,15%) ke level 21.307,89 dari posisi sebelumnya pada level 21.339,7. Sektor properti di China terancam chaos dan berpotensi membahayakan perekonomian. Ancaman chaos ini terjadi karena turunnya harga rumah sejak Desember 2011 dan masih belum mencatakan perbaikan hingga sekarang. bahkan cenderung turun lebih dalam. guna melakukan kontrol, PM China akan meminta persetujuan dari Kongres Rakyat Nasional (NPC). Rencananya, PM China akan membuat kebijakan reformasi pajak properti. Harga rumah yang jauh dari level kewajaran itu turut menyebabkan harga saham di China jatuh sehingga indeks Shanghai ditutup melemah sebesar 64,56 poin (2,63%) ke level 2.391,23 dari posisi sebelumnya pada level 2.455,8. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1% yang didukung oleh sentimen positif dari hasil stress test Amerika dan kenaikan peringkat Yunani. Fitch menaikkan peringkat Yunani menjadi B- dengan prospek stabil dari default terbatas atas swap obligasinya yang mengurangi sekitar 100 miliar euro dari utangnya. Swap telah secara signifikan meningkatkan profil layanan utang Yunani dan mengurangi risiko kesulitan pembayaran jangka pendek pada surat berharga baru pemerintah. Seluruh sektor perdagangan domestik tercatat menguat dengan sektor ragam industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,167% dan asing membukukan net buy sebesar Rp1,56 triliun. Kenaikan sektor ragam industri didorong oleh penguatan saham Astra International (ASII) yang tercatat naik sebesar 2.450 poin (3,47%).


Market Overview
Quote:

Saat ini faktor tekanan Yunani terhadap pasar mulai mereda, setelah adanya kepastian perolehan dana bailout untuk membayar utang jatuh tempo pada 20 Maret. Yunani dipastikan akan mendapatkan pembayaran pertama di bawah program bailout tahap ke-2 sebelum 20 Maret. Selain itu, Yunani akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komisi Eropa terkait kesepakatan pemberian paket bantuan senilai total €130 miliar selama 3 tahun. MoU tersebut akan mencakup pemberian batas waktu hingga 2014 bagi pemerintah Yunani untuk memangkas defisit anggarannya di bawah 3% dari GDP. Untuk sementara ini masalah terburuk telah dilewati setelah Yunani berhasil melaksanakan program debt swap. Tetapi permasalahan ekonomi belum mencatatkan kinerja yang baik bagi beberapa negara Eropa. Seperti outlook ekonomi Inggris belum menandakan perubahan signifikan dan masih manandakan suram bagi perekonomiannya. Data sektor tenaga kerja belum menunjukan perbaikan, dimana tingkat pengangguran tetap berada di level 8,4% dan tingkat upah hanya meningkat 1,4% di Januari atau lebih rendah dari kenaikan 1,9% akhir 2011. Daya beli konsumen terancam oleh inflasi yang tetap tinggi akibat lambatnya kenaikan upah dan kondisi tenaga kerja yang stagnasi cenderung membuat konsumen lebih berhati-hati. Sementara itu, bank sentral Eropa kemungkinan tidak akan longgarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Sedangkan data ekonomi yang di rilis oleh Swiss untuk data indeks ekspektasi ekonomi mencatatkan kenaikan tertinggi dalam satu tahun terakhir seiring dengan optimisme bahwa perlambatan ekonomi negara ini yang terburuk telah berlalu. Pasar Asia diperkirakan akan terangkat oleh sentimen dari pakta kerjasama antara China dan Jepang yang mulai diimplementasikan oleh masing-masing negara. China sekarang tengah menanti pembelian obligasi oleh Jepang. Jepang telah mendapat izin dari Cina untuk membeli obligasi China senilai 65 miliar yuan atau setara USD10,3 miliar. Kebijakan dari kedua negara ini merupakan strategi diversifikasi modal yang secara perlahan mengurangi cadangan aset dalam bentuk dolar.


Stock Headlines
Quote:

• BIPI gunakan dana waran untuk ekspansi
• BORN targetkan volume penjualan tumbuh 50%
• PTRO raih pembiayaan US$75 juta
• Investasi rel kereta api PTBA capai US$2,4 miliar
• BBRI optimis selesaikan uji tuntas dua sekuritas
• EMTK bagi dividen interim Rp 35/saham
• BTEL lakukan perjanjian jual beli dengan Sampoerna
• KRAS tandatangani MoU dengan anak usaha BORN
• Laba KRAS turun 3,5%
• Laba bersih BSDE meningkat 113%
• BP Migas minta PGAS naikkan harga dari lapangan Pagar Dewa
• Anak usaha BLTA cari perlindungan pailit kepada Pemerintah AS
• TLKM siapkan capex Rp 16 triliun tahun ini
• TLKM akan lepas kepemilikan di Patrakom dan Citra Sari Makmur
• EXCL pendapatan diperkirakan naik 6%-8% di 2012
• TRIO akan akuisisi 80% saham PT Global Teleshop
• Pemerintah beri tax holiday bagi proyek pabrik oleokimia UNVR
• AKRA menangkan tender pengadaan BBM high speed diesel
• SHDA alokasikan dana investasi ke bisnis marketing & komunikasi
• KKGI bukukan laba bersih Rp 450,2 miliar pada tahun lalu
• ERTX bukukan laba bersih 2011 sebesar Rp 84,6 miliar
Herseil - 16/03/2012 09:51 AM
#123

Newsletter 16 Mar 2012

Market Review
Quote:

Aksi jual pada sesi kedua perdagangan kemarin menyebabkan IHSG tercatat melemah di tengah penguatan mayoritas bursa global dan regional. IHSG ditutup turun sebesar 14,346 poin (0,354%) ke level 4.039,98 dari posisi sebelumnya pada level 4.054,326. Bursa saham regional tercatat mixed, indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 72,76 poin (0,72%) menuju level 10.123,28 dari posisi sebelumnya pada level 10.050,52 dan indeks Hang ditutup menguat sebesar 45,64 poin (0,21%) menuju level 21.353,53 dari posisi sebelumnya pada level 21.307,89. Sentimen negatif dari China ditambah India mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi kembali menyebabkan bursa saham Shanghai ditutup melemah. Perlambatan ekonomi China dan upaya pemulihan ekonomi India akan menyebabkan penurunan permintaan dan menekan harga komoditas. Indeks Shanghai ditutup melemah sebesar 17,46 poin (0,73%) ke level 2.373,77 dari posisi sebelumnya pada level 2.391,23. JP Morgan Chase & Co mengungkapkan ekonomi China mengarah ke penurunan yang tajam ( hard landing) yang terlihat dari penurunan data penjualan mobil, produksi semen turun, dan penurunan saham konstruksi. Harga rumah masih berada pada level yang seharusnya dan komentar PM China sebelumnya juga memicu keprihatinan bahkan tekanan yang mengancam perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu bursa saham Eropa bergerak mixed dalam kisaran tidak lebih dari 0,5% di tengah penurunan data penjualan mobil dan peringatan dari Fitch akan penurunan peringkat Inggris. Fitch Ratings memperingatkan bisa menurunkan rating AAA- milik Inggris dalam beberapa tahun berikutnya jika pemerintah gagal dalam mengatasi besarnya jumlah utang publik. Fitch merevisi outlook rating Inggris menjadi negatif dari stabil memperingatkan bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal yang sangat terbatas untuk menyerap kerugian lebih lanjut akibat guncangan ekonomi. Fitch memperkirakan utang publik Inggris akan stabil pada kisaran 94% dari PDB-nya pada 2014-2015. Dari domestik, sektor perdagangan tercatat mixed dan asing membukukan net buy sebesar Rp721 miliar.


Market Overview
Quote:

Perlu untuk diwaspadai potensi aksi ambil untung yang dilakukan pelaku pasar domestik pada perdagangan hari ini, dan kemungkinan dapat mendorong IHSG bergerak terbatas. Namun, IHSG akan bergerak mixed dengan peluang melemah terbatas. Mengingat hari ini merupakan perdagangan akhir pekan, ada kemungkinan pelaku pasar akan menghindari faktor risiko yang dikhawatirkan muncul dari eksternal. Sikap dari pelaku pasar cenderung untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek. Pelaku pasar masih terfokus akan perkembangan yang terjadi di global dan juga sentimen dari dalam negeri mengenai kepastian besar dari kenaikan harga bahan bakar subsidi pada April mendatang. Kendati katalis positif bagi IHSG, masih memungkinan menjadi penopang tetapi akan diimbangi oleh kekhawatiran terutama dari belahan Eropa. Penopang bagi IHSG, sentimen dari penguatan indeks bursa AS, setelah indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup dalam zona posisi. Kenaikan indeks AS karena pelaku pasar mencerna serangkaian data ekonomi yang menunjukkan pemulihan yang tengah meningkat. Beberapa data ekonomi AS yang memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar; Klaim pengangguran mingguan bertahan dalam lintasan ke arah penurunan dan indeks harga produsen untuk Februari melonjak. Dukungan bagi indeks IHSG bisa semakin kuat karena pelaku pasar global optimis terhadap Dana Moneter Internasional (IMF) akan mencairkan bantuan untuk Yunani sebesar 28 miliar euro. Faktor positif lainnya dari global mengenai Produksi industri zona Eropa yang membaik di bulan January untuk kali pertama sejak bulan Oktober tahun lalu. Tetapi laju gerak IHSG tidak akan berjalan mulus, karena masih adanya sentimen negatif yang muncul dan akan menjadi kendala untuk peluang kenaikannya. Seperti khawatir terhadap Inggris yang mendapat ancaman downgrade Fitch terhadap negara ini. Kemungkinan predikat dari rating AAA akan terancam akibat rapor fiskal moneter yang suram. Fitch menyatakan bahwa peluang penurunan rating sebesar 1:2 karena ruang manuver pemerintah tidak banyak untuk memulihkan kinerja fiskalnya.


Stock Headlines
Quote:

• Pangsa pasar mobil ASII mencapai 59%
• Pangsa pasar motor Astra mencapai 56%
• BMRI, BBCA, BBNI, BBRI komitmen kucurkan kredit JSMR
• PTPP targetkan pendapatan Rp 8,77 triliun tahun ini
• PTPP kaji terbitkan obligasi Rp 800 miliar
• PTPP usulkan pembagian dividen 15-20%
• Anak usaha MEDC tandatangani MoU coal bed methane
• BORN komit pasok hingga 900 ribu ton coking coal ke KRAS
• KKGI tingkatkan belanja modal
• Bogasari anak usaha INDF bangun pabrik terigu di Banjarmasin
• SMAR peroleh kenaikan laba bersih 43,5% di 2011
• KAEF membidik dana Rp 728 miliar dari rights issue
• AISA alokasikan capex Rp 404 miliar pada tahun ini
• Target rights issue BBTN menjadi Rp 2,36 triliun
• BNII kaji penerbitkan subdebt Rp 1,5 triliun akhir 2012
• BVIC rencana terbitkan obligasi senior dan subdebt Rp 500 miliar
• BTEL jajaki pendanaan Rp 1,4 triliun melalui HMETD dan pinjaman
• Fitch Ratings turunkan peringkat BLTA menjadi Restricted Default
• RMBA kaji opsi pembayaran obligasinya Rp 1,35 triliun tahun ini
• EMTK akan bagi dividen interim Rp 35 per saham
• VIVA melakukan perubahan penggunaan dana IPO
• Bakrie ikut jajaki saham GIAA
Herseil - 19/03/2012 09:22 AM
#124

Newsletter 19 Mar 2012

Market Review
Quote:

Pergerakan IHSG yang fluktuatif dalam perdagangan sepekan kemarin, akhirnya mencatatkan penguatan sebesar 0,9% ke level 4.028,537. Diawali dengan sentimen positif dari keberhasilan restrukturisasi utang Yunani dengan kreditur swasta. Fitch rating menaikkan peringkat Yunani menjadi B- dengan prospek stabil dari default terbatas atas swap obligasnya yang mengurangi sekitar 100 miliar euro dari utangnya. Kini, Menteri Keuangan Yunani akan melanjutkan pemfokusan pada kondisi ekonomi Spanyol yang dinilai sangat penting karena negara tersebut harus memangkas defisit menjadi 3% dari PDB. Sedangkan terhadap kondisi Inggris, Fitch Rating memperingatkan bisa menurunkan rating AAA- milik Inggris dalam beberap tahun berikutnya jika pemerintah gagal dalam mengatasi besarnya jumlah utang publik. Dari Amerika, rilis sejumlah data ekonomi yang membaik, semakin menunjukkan pemulihan ekonomi negara tersebut. Bank Sentral Amerika mengemukakan bahwa 15 dari 19 bank dari hasil stress test memiliki rasio kecukupan modal yang cukup kendati terjadi resesi. Namun, positifnya sentimen dari Amerika, terganjal oleh sejumlah sentimen negatif dari China. Sektor properti China terancam chaos dan berpotensi membahayakan perekonomian. Ancaman chaos ini terjadi karena turunnya harga rumah sejak Desember 2011 dan masih belum menunjukkan perbaikan hingga sekarang. Guna melakukan kontrol, PM China akan meminta persetujuan dari Kongres Rakyat Nasional (NPC). Rencananya, PM China akan membuat kebijakan reformasi pajak properti. Disamping itu, JP Morgan Chase & Co mengungkapkan ekonomi China mengarah ke penurunan yang tajam ( hard landing) yang terlihat dari penurunan data penjualan mobil, turunnya produksi semen, dan turunnya saham konstruksi. China juga melaporkan defisit perdagangannya pada Februari lalu sebesar US$31,5; yang merupakan angka terbesar sejak tahun 1989. Sedangkan dari Jepang, pemerintah negara itu menyatakan telah menerima persetujuan untuk membeli 65 miliar yuan surat utang pemerintah China sebagai upaya untuk melakukan diversifikasi cadangan Jepang selain dollar AS serta memperkuat hubungan kedua negara tersebut. Terhadap rencana pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM, Fitch menyambut baik rencana tersebut dan menilai bila kebijakan itu terealisasi akan berdampak positif bagi surat utang Indonesia.


Market Overview
Quote:

Setelah penantian kepastian bailout tahap dua utang Yunani butuh waktu panjang, tetapi pengaruh positifnya hanya dapat memberikan ketenangan sesaat bagi pelaku pasar. Karena Uni Eropa harus siap menghadapi kemungkinan Portugal dan Irlandia membutuhkan bantuan finansial kembali. Portugal butuh bantuan kurang lebih 100 miliar euro dan Irlandia diperkirakan butuh sekitar 80 miliar euro. Sebelumnya, IMF mengatakan bahwa Irlandia masih sulit mendapat akses ke pasar obligasi sampai 2013. Demikian dengan Portugal tidak bisa kembali ke pasar obligasi untuk beberapa tahun ke depan. Meski dana EFSF cukup untuk menyediakan bantuan bagi negara ini, tetapi jumlah dana talangan Eropa perlu ditambah. Nampaknya, sentimen-sentimen Eropa tetap menjadi perhatian khusus pelaku pasar. Pernyataan dari Fitch yang mengubah pandangan di Inggris menjadi negatif dari stabil, menambah kekhawatiran para pelak pasar terhadap zoan kawasan ini. Peluang besar bagi Inggris mempertahankan predikat rating AAA akan sirna kurang dalam waktu dua tahun. Kenaikan dari harga minyak mentah, menambah kecemasan pelaku pasar terhadap krisis ekonomi yang tengah menjangkit negara-negara Eropa. Setelah Iran melakukan pembatasan ekspor minyaknya ke Inggris dan Prancis serta ancaman mengurangi ekspor ke beberapa negara Eropa lainnya. Nampaknya, ada sebuah langkah yang tengah di dibicarakan untuk mengurangi kenaikan harga minyak mentah oleh pemimpin AS dan Inggris. Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron membahas kemungkinan melepaskan cadangan minyak darurat. Pelepasan cadangan minyak strategis AS, untuk mencegah berkurang dukungan bagi pemulihan ekonomi global akibat tingginya harga minyak. AS mulai menggalang dukungan global untuk mengkaji menurunkan harga minyak dunia. Dalam pekan ini pasar akan merespon data perekonomian Amerika Serikat yang akan segera dirilis, seperti; data Housing Starts, Existing Home Sales, Initial Jobless Claims, House Price Index MoM, Leading Indicators, dan New Home Sales. Pengumuman tersebut diperkirakan akan menunjukkan adanya sinyalemen peningkatan kinerja makro ekonomi negara tersebut, yang diperkirakan ditandai dengan kemungkinan meningkatnya performa dari data-data ekonomi AS yang rilis dalam pekan ini.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA telah meningkatkan harga jual batubara ke PLTU Suralaya
• Kapal-kapal BLTA batal disita
• SSIA tingkatkan lahan baru seluas 1.000 ha pada tahun 2012
• RODA beli saham PT Megatama Karya Gemilang Rp 144,7 miliar
• EMTK mengumumkan penundaan pembagian deviden interim.
• MYTX menargetkan penjualan di tahun 2012 naik 5%
• INAF naikkan harga obat generik 10%-15% pada tahun 2012
• ABMM jajaki pinjaman US$250 juta
• Akuisisi Eastwin Global oleh SUGI senilai US$235 juta
• SMAR bukukan laba 2011 naik 41,59%
• Margin laba bersih SMAR menurun
• Kinerja ITTG masih bergantung pada batu bara
• MTLA raih 11% target pra penjualan
• SMGR usul bagi dividen 2011 sebesar 50%
• PTRO prediksi nilai kontrak naik substansial
• Laba bersih PTRO naik 24,6% di 2011
• HMSP bukukan kenaikan laba bersih 25,54% pada 2011
• WINS raih kontrak penyediaan kapal USD 56 juta
• SDRA tahun ini anggarkan belanja modal Rp 60 miliar
• SDRA bukukan laba bersih Rp 90,04 miliar
• SDRA akan emisi obligasi Rp 300 miliar
• TRIO akuisisi global Teleshop USD 100 juta
• ETWA tambah kapasitas pabrik biodiesel
Herseil - 20/03/2012 09:31 AM
#125

Newsletter 20 Maret 2012

Market review
Quote:

IHSG ditutup melemah tipis pada perdagangan awal pekan kemarin seiring minimnya sentimen yang mengangkat pasar serta pergerakan bursa regional yang tercatat variatif. IHSG ditutup turun sebesar 3,804 poin (0,094%) ke level 4.024,733 dari posisi sebelumnya pada level 4.028,537. Sentimen dari domestik, dipengaruhi oleh pengaruh ketentuan down payment pada KPR dan KKB terkait sektor yang bersangkutan, disamping pasar juga masih menantikan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Sedangkan pernyataan dari IMF bahwa ekonomi global telah bergerak menjauh dari kondisi yang membahayakan, menjadi sentimen positif yang mengangkat bursa domestik pada sesi awal perdagangan. Dari regional, harga perumahan di China yang berada pada angka diluar tingkat kewajaran masih menjadi faktor yang mempengaruhi bursa saham Asia yang tercatat mixed. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 12,16 poin (0,12%) menuju level 10.141,99 dari posisi sebelumnya pada level 10.129,83 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 202,56 poin (0,95%) ke level 21.115,29 dari posisi sebelumnya pada level 21.317,85. Mayoritas pasar saham Eropa bergerak melemah dalam kisaran tidak lebih dari 1%. Kini perhatian Eropa terfokus pada kondisi Portugal yang dikhawatirkan menjadi negara zona Euro berikutnya yang akan mengalami kejatuhan. Ekonomi Portugal diperkirakan turun sebesar 3,3% tahun ini. Sedangkan PM Italia, Mario Monti, akan merevisi peraturan pekerja pada minggu ini ditengah krisis Eropa yang masih belum selesai. Perbaikan tenaga kerja akan mencakup revisi aturan pemecatan dan perluasan manfaat pengangguran. Sementara Inggris, akan tetap mempertahankan kebijakan penghematan anggaran dalam rencana anggaran yang akan dipaparkan pada tanggal 21 Maret mendatang. Menteri Keuangan Inggris mengemukakan bahwa mempertahankan langkah-langkah penghematan adalah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi yang dibutuhkan. Selain itu, tingkat suku bunga rendah pun diperlukan untuk memungkinkan terjadinya pemulihan ekonomi.


Market Overview
Quote:

Minimnya insentif positif kepasar pada perdagangan saham hari ini masih memberikan peluang bagi indeks melemah, dengan bergerak mixed. Faktor dari dalam negeri pelaku pasar domestik mengkhawatirkan keputusan pemerintah dalam menaikan harga bahan bakar (BBM) subsidi, dampaknya terhadap kenaikan inflasi dan peluang suku bunga. Pemerintah berencana akan menaikan harga BBM subsidi pada April mendatang. Faktor yang memberikan ketenangan bagi pelaku pasar global mengenai pernyataan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dalam pidatonya menyatakan bahwa ekonomi global mulai bangkit dari ambang bahaya dan tanda-tanda stabilisasi mulai muncul dari Eropa dan AS. Tetapi masalah utang dan kenaikan harga minyak menjadi risiko utama. Karena kenaikan harga minyak menjadi ancaman atas pertumbuhan dunia. Kendati Prospek zona euro membaik signifikan, tapi masih banyak masalah yang belum tuntas. Kebijakan yang diambil untuk mengentaskan krisis mulai membuahkan hasil. Indikator ekonomi AS terlihat positif dan Eropa telah mengambil langkah penting terkait Yunani. Menteri keuangan zona Eropa dan pejabat bank sentral akan mendiskusikan jumlah dana bantuan untuk European Financial Stability Facility (EFSF) dan European Stability Mechanism ESM) di Copenhagen pada 30-31 Maret 2012. Zona Eropa kemungkinan akan menambah dana bantuan hingga 700 miliar euro dari 500 miliar euro. Peningkatan dana bantuan untuk mengatasi ancaman yang masih memungkinkan terjadi terhadap negara Eropa lainnya. Setelah Yunani redup dari permasalahan sementara, kini ada ancaman muncul krisis utang Eropa dari Italia. Karena Italia merupakan salah satu negara yang utangnya sudah parah dan dikhawatirkan akan mengguncang keuangan Eropa yang tengah dilanda krisis utang. Jumlah utang Italia per Januari 2012 mencapai 1,94 triliun euro atau naik 37,9 miliar euro dibandingkan Desember 2011. Rasio utang Italia ini setara dengan 120% dari nilai PDB. Sementara itu, Italia berencana menerbitkan surat utang senilai 450 miliar euro pada tahun ini. Dari Cina mengenai kabar penyaluran kredit baru mencapai 800 miliar yuan untuk Maret tahun ini, Sementara itu pemerintah manargetkan penyaluran kredit 2,4 triliun yuan untuk kuartal pertama 2012, dengan demikian ada kemungkinan tidak akan tercapai.


Stock Headlines
Quote:

• Laba bersih ITMG 2011 naik 191,5% menjadi USD 551,3 juta
• PGAS berharap ada inpres terkait relokasi proyeknya di Belawan
• UNTR proyeksikan penjualan alat berat 1Q2012 capai 2.186 unit
• KRAS tunggu keputusan Kemen BUMN jual beli lahan dengan FPNI
• EXCL bukukan laba bersih 2011 Rp 2,83 triliun atau turun 2,11%
• TLKM alokasikan dana Rp 1,5 triliun ke Mitratel
• ISAT miliki utang jatuh tempo 2012 senilai USD 141,2 juta
• ISAT: belum ada pihak yang secarabf langsung menawar StarOne
• TRIO catat kenaikan laba 49,3% jadi Rp 303,008 miliar pada 2011
• BISI akan ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka
• TCID bukukan laba bersih 2011 sebesar Rp 140,04
• Rencana rights issue KAEF kemungkinan mundur jadi 1H2012
• ADMG targetkan pembangunan pabrik EOD akan selesai tahun ini
• WEHA akan terbitkan obligasi Rp 100 miliar
• CSAP beli asset untuk perluas warehouse
• ICBP peroleh kenaikan penjualan 7,8% pada 2011
• Penjualan konsolidasi INDF 2011 naik 18%
• KLBF jajaki akuisisi di kawasan Asia Tenggara
• WIKA bangun pabrik beton Rp 100 miliar
• BNBR dikabarkan akuisisi perusahaan komponen Rp 300 miliar
• ERTX lakukan kuasi reorganisasi
• PTRO tingkatkan produksi batu bara
• Pendapatan GWSA naik 173%
Herseil - 21/03/2012 10:24 AM
#126

Newsletter 21 Mar 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik tercatat melemah tipis bersamaan dengan lemahanya bursa saham regional. Aksi beli investor asing sebesar Rp350 miliar, tidak mampu mengangkat indeks hingga ke zona hijau. IHSG ditutup turun sebesar 2,565 poin (0,064%) ke level 4.022,168 dari posisi sebelumnya pada level 4.024,733. Sentimen mengenai ketentuan BI atas kenaikan down payment (DP) KPR dan KKB masih menjadi sentimen domestik yang menjadi salah satu alasan investor untuk melakukan aksi jual. Sedangkan dari kawasan Asia mayoritas dipengaruhi oleh kondisi dan perkembangan ekonomi China. Bursa saham Jepang tutup pada perdagangan kemarin, sedangkan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 227,05 poin (1,08%) ke level 20.888,24 dari posisi sebelumnya pada level 21.115,29 dan indeks Shanghai ditutup melemah sebesar 33,34 poin (1,38%) ke level 2.376,84 dari posisi sebelumnya pada level 2.410,18. China masih dipengaruhi oleh penurunan harga rumah pada lebih dari separuh 70 kota di negara tersebut yang memicu kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi dunia. Disamping itu China menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya dalam waktu sebulan ini. China menaikkan harga bensin sebesar 6% menjadi US$1,17 per liter. China juga menaikkan harga solar sebesar 7% menjadi US$1,22 per liter. Langkah menaikkan harga BBM ini disebabkan karena gejolak harga minyak mentah dunia. Pemerintah juga berharap bisa mengurangi kerugian perusahaan penyulingan minyak akibat kenaikan harga minyak tersebut. Sementara itu, Bank Sentral China mengatakan kesiapannya untuk meliberalisasi suku bunganya yang akan meningkatkan konsumsi domestik karena ekspor terpukul permintaan luar negeri yang melemah. China telah menurunkan target pertumbuhan nasional untuk 2012 yang disebabkan oleh perlambatan ekspor dan fokus pada kebijakan utama tahun ini yang akan beralih pada perluasan permintaan dalam negeri. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 1% yang disebabkan oleh obligasi Yunani yang menunjukkan sentimen investor yang masih negatif terhadap situasi ekonomi negara tersebut. Perhatian pasar juga masih tertuju pada Portugal yang dikhawatirkan menjadi negara zona Euro berikutnya yang mengalami kejatuhan. Ekonomi negara ini dipekirakan turun sebesar 3,3% pada tahun ini.



Market oveview
Quote:

IHSG diperkirakan akan bergerak datar dengan peluang melemah. Sentimen global secara tidak langsung masih akan mempengaruhi sikap pelaku pasar domestik. Faktor-faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi pasar global hari ini, mengenai data dari Bank Sentral Spanyol menunjukkan 7,91% dari kredit yang disalurkan perbankan atau sebanyak 140,03 miliar euro telah menunggak pembayaran lebih dari tiga bulan. Penunggakan ini mengakibatkan rasio kredit macet naik ke level tertinggi dalam 17 tahun terakhir. Sementara itu, Bank of Spain ini memprediksikan rasio kredit macet akan meningkat sepanjang 2012, karena ekonomi Spanyol akan mengalami kontraksi 1%. Sentimen dari Italia, terkait rilis dari data ekonomi yang mengalami pelemahan ykani, data pesanan industri turun 7.4% di January dan produksi industri anjlok 4.9%. Sementara itu, IMF memperkirakan ekonomi Italia akan mengalami kontraksi 2.2% dari GDP tahun ini dan berlanjut alami kontraksi hingga 2013. Utang publik membengkak menjadi 127% dari GDP. Faktor dari China mengnai langkah pemerintah menaikkan harga solar dan bensin sebesar 600 Yuan per metrik ton. Kenaikan bahan bakar ini merupakan untuk kedua kalinya dalam kurang dari 6 minggu. Demikian rilis data ekonomi Swiss menunjukan bahwa situasi sektor industri di negara tersebut masih berada dalam situasi yang sulit pada kuartal IV 2011. Produksi dilaporkan mengalami kontraksi sekitar 1.4% dari kuartal IV 2010 dan orderan produksi turun 2.0%. Sisi positif dari Eropa, mengenai kabar EFSF yang berhasil menggelar lelang obligasi, meski di-downgrade oleh S&P ke AA+. EFSF berhasil mendapatkan 1,5 miliar euro dari penjualan obligasi tenor 20 tahun. Lelang obligasi ini mengalami kelebihan permintaan hingga tiga kali. Dari Jepang mengenai rilis data ekonomi untuk produksi industri yang diperkirakan naik sebesar 3,8%. Sedangkan data trade balance Jepang yang akan rilis diperkirakan mengalami defisit dibawah 0.34 trillion. Dari AS, pelaku pasar berharap the Fed menaikkan suku bunganya sebelum 2014 dan tidak penghapusan opsi stimulus.



Stock headlines
Quote:

• ITMG alokasikan capex US$209 juta
• BUMI akan jaminkan aset untuk refinancing
• BUMI bidik USD 390 juta dari pelepasan saham BRMS
• Laba ANTM naik 14,52%
• ANTM garap 6 proyek senilai USD 3,1 miliar
• INTP melakukan ekspansi pabrik semen
• BBLD akan bagi saham bonus Rp 250/lembar
• GIAA peroleh laba Rp 808 miliar pada 2011
• Laba KBLV turun 91,42%
• ARNA investasi Rp 200 miliar
• Rights issue BBTN tunggu izin DPR
• VIVA tunda lunasi utang Rp92 miliar
• JSMR akan realisasikan penerbitan obligasi pada semester I 2013
• BPJT kaji alternatif pemberian kompensasi kepada JSMR
• ENRG menyewa kapal FPU BW Joko Tole dari BW Offshore,
• WINS dapat kontrak sewa kapal dari BP Berau Ltd USD 56 juta
• VIVA menyiapkan capex tahun 2012 sebesar Rp 400 miliar
• KAEF bentuk anak usaha untuk ekspansi bisnis rumah sakit
• VIVA akan bayar utang dengan refinancing dan terbitkan obligasi
• ROTI berencana ekspansi ke Asia Tenggara
• SDMU beli 55 unit kendaraan truk senilai USD 2,58 juta
• MDLN siapkan proyek pergudangan di Cakung, Jakarta Timur
• RUPS MYRX setujui lepas 97% saham di PT Apinus Rama
Herseil - 22/03/2012 09:37 AM
#127

Newsletter 22 Mar 2012

Market review
Quote:

Minimnya sentimen yang dapat menjadi katalis bagi penguatan bursa menjadikan IHSG bergerak dalam rentang yang terbatas pada perdagangan kemarin. Aksi beli pada sektor ragam industri mampu mengangkat IHSG ke teritori positif di tengah pelemahan bursa saham regional. IHSG ditutup menguat sebesar 14,066 poin (0,35%) menuju level 4.036,234 dari posisi sebelumnya pada level 4.022,168. Asing masih membukukan net buy sebesar Rp144 miliar. Sentimen atas turunnya data housing starts AS yang turun di level tertinggi selama tiga tahun, menjadi faktor yang mendorong pelemahan bursa regional, termasuk IHSG di awal perdagangan. Pelemahan bursa Asia juga masih dipengaruhi oleh kekhawatiran akan prospek pertumbuhan ekonomi China terlebih setelah sebelumnya menaikkan harga bahan bakar minyak dan solar sebesar 6%-7%. Kenaikan harga minyak dinilai berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi ditambah dengan pemberitaan bahwa produksi baja negara ini mengalami penurunan. Data penjualan kendaraan bermotor di negara ini juga diproyeksikan melambat pada tahun ini. Kondisi China ini menyebabkan Indeks Nikkei 225 tercatat turun sebesar 55,5 poin (0,55%) ke level 10.086,49 dari posisi sebelumnya pada level 10.141,99 dan indeks Hang Seng tercatat menurun sebesar 31,61 poin (0,15%) ke level 20.856,63 dari posisi sebelumnya pada level 20.888,24. Bursa saham Eropa bergerak mixed dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. Pasar berspekulasi atas data existing home sales yang akan diumumkan dan diprediksi naik. Disamping itu, pasar mengamati pembahasan anggaran di Inggris dan Jerman. Menteri Keuangan Inggris akan mengusulkan anggaran yang diperkirakan berisi langkah-langkah untuk membantu kelompok berpenghasilan rendah dan mengenai kebijakan pemotongan pajak. Namun, diperkirakan pemotongan pajak ini tidak dapat diwujudkan yang disebabkan Inggris sedang mengalami keterbatasan anggaran. Demikian juga dengan Jerman mengenai disiplin fiskal atas langkah pemerintah untuk menyeimbangkan anggaran hingga 2014.


Market Overview
Quote:

Patut untuk disikapi terhadap pergerakan indeks pada perdagangan hari ini yang kemungkinan besar pelaku pasar akan merealisasikan keuntungan jangka pendek guna menghindari potensi risiko dalam menghadapi libur panjang akhir pekan bagi bursa domestik. Sementara itu, sejumlah sentimen yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh bagi pasar global dan imbasnya bagi pasar domestik, mengenai BoJ yang melakukan perluasan stimulus untuk kali pertama sejak Oktober akibat dari perekonomian yang menyusut di kuartal IV. BOJ diluar dugaan menambah 10 triliun yen atau setara USD28,8 miliar menjadi 30 triliun yen untuk program pembelian aset. Selain itu, pasar akan menyikapi pidato Ben Bernanke yang mungkin akan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan Federal Reserve terbaru. Dalam pernyataan lainnya dari Ben Bernanke yang dapat memberikan kepercayaan pasar mengenai pernyataaa tentang pendapatannya terhadap ekonomi global bahwa ancaman dari krisis utang Eropa berkurang, setelah bailout yang diberikan sebagai imbalan atas penghematan dan restrukturisasi pemerintah Yunani dengan kreditor swasta berjalan mulus. Tetapi pada sisi lainya Bernanke mengatakan sekitar 35% aset di pasar uang AS adalah milik Eropa, jadi apabila Eropa memburuk sektor keuangan AS masih akan berhadapan dengan masalah yang timbul dari eksposur atas pinjaman dan investasi Eropa. Faktor positif pasar lainnya, berkenaan dengan Pemerintah Yunani yang telah menerima 10 miliar dolar dari negara-negara Eropa dan Dana Moneter Internasional. Dana itu menghindarkan Yunani dari kegagalan membayar utang. Sebagian besar uang itu akan digunakan untuk membayar obligasi yang dipegang oleh bank sentral zona euro. Sedangkan sentimen dari Cina akan memberikan pengaruh bagi pasar hari ini yakni terkait dengan kabar bahwa Bank-bank perbankan terbesar China akan mendapat tekanan dari bad loans akibat melambat perekonomian dan jatuhnya pasar property yang terpicu kejatuhan pengembalian dana dari para peminjam.


stock Headlines
Quote:

• Laba GEMS meningkat 788%
• Laba ANTM naik 14,5%
• GIAA segera proses kuasi reorganisasi
• GIAA incar pertumbuhan pendapatan 20%
• IGAR akan bagikan dividen Rp100/saham
• LPPS bukukan rugi usaha dan rugi bersih
• BMRI biayai proyek Regas
• Laba LPKR tumbuh 35%
• BNGA kaji tambah modal
• BKSL incar Rp 83,1 miliar dari klaster rumah mewah
• INTP masuk tahap akhir untuk bangun pabrik di Citeureup
• JSMR setuju opsi pengelolaan kartu e-Toll dilakukan banyak bank
• PGAS relokasi proyek terminal FSRU ke Lampung dari Belawan
• BMRI beri pinjaman non tunai USD 100 juta bagi Nusantara Regas
• OKAS dapat fasilitas pinjaman Rp 208,95 miliar dari BMRI
• PTKP, anak usaha KRAS dapat pinjaman dari bank asing
• SDRA akan bagi dividen Rp 11 per saham
• BNGA catatkan laba bersih 2011 naik 25% jadi Rp 3,17 triliun
• Kepemilikan pemerintah di BBTN akan terdilusi setelah rights issue
• MASA suplai 24.000 ban Achilles per bulan untuk truk Mitsubishi
• Harga IPO Bekasi Fajar Rp 170/saham
Herseil - 26/03/2012 10:30 AM
#128

Newsletter 26 Mar 2012

Market Review
Quote:

Minimnya sentimen positif yang cukup kuat untuk dapat mengangkat indeks, menjadikan pergerakan IHSG tercatat flat selama rentang perdagangan sepekan. Sentimen domestik yang sempat mewarnai perdagangan di awal pekan lalu adalah ketentuan atas besaran down payment untuk KPR dan KKB. Dari Asia, mayoritas sentimen berasal dari China dan Jepang. China menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya dalam jangka waktu sebulan ini. China menaikkan harga bensin sebesar 6% menjadi US$1,17 per liter dan menaikkan harga solar sebesar 7% menjadi US$1,22 per liter. Langkah ini dilakukan karena adanya gejolak atas harga minyak mentah dunia. China juga telah menurunkan target pertumbuhan nasionalnya untuk tahun ini yang disebabkan oleh perlambatan ekspor dan fokus pada kebijakan utama tahun ini yang beralih pada perluasan permintaan dalam negeri. Disamping itu, angka purchasing manager index China untuk bulan Maret turun ke level 48,1 yang sekaligus merupakan level terendah sejak November. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan bulan Februari yang tercatat di level 49,6 dan kisaran angka di bawah 50 mengindikasikan terjadinya kontraksi. Sementara itu, juga dikabarkan bahwa bank-bank terbesar China akan mendapat tekanan dari bad loans akibat melambatnya perekonomian dan jatuhnya pasar properti yang memicu jatuhnya pengembalian dana dari peminjam. Sedangkan dari Jepang, diwarnai oleh sentimen positif yang dapat menjadi penyeimbang faktor negatif dalam pergerakan pasar. Bank of Japan melakukan perluasan stimulus untuk pertama kali sejak Oktober akibat perekonomian yang melemah di kuartal IV. BoJ menambah 10 triliun yen menjadi 30 triliun yen untuk program pembelian aset. Jepang juga berhasil mencatatkan surplus perdagangan di sepanjang Februari. Jepang berhasil membukukan surplus perdagangan sebesar 32,9 miliar yen. Data tersebut menambah indikasi dalam pemulihan ekonomi negara ini. Sementara dari Eropa, setelah persetujuan dana bailout menghindarkan Yunani dari kegagalan membayar utang, perhatian pasar kini tertuju pada kondisi negara-negara kawasan Eropa lainnya seperti Portugal dan Spanyol. Ekonomi Portugal diperkirakan turun 3,3% pada tahun ini. Sementara Inggris akan tetap mempertahankan langkah-langkah penghematan untuk menjaga stabilitas ekonomi.


Market Overview
Quote:

Dalam pekan ini pasar domestik diperkirakan berpeluang untuk menguat, faktor publikasi laporan keuangan emiten yang akan banyak dirilis diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pergerakan IHSG. Sisi lainya, pelaku pasar menyikapi akan kenaikan harga bahan bakar minyak pada April mendatang. Selain dipengaruhi dari faftor internal, pergerakan indeks domestik juga tidak lepas adanya pengaruh global. Kendari masih diliputi kepercayaan dari Eropa setelah muncul keyakinan bahwa krisis terburuk yang dialami kawasan ini berangsur sedikit berkurang, setelah Yunani memperoleh bailout tahap dua. Namun demikian belum sepenuhnya permasalah krisis Eropa ini usai karena masih menunjukan catatan yang menjadi perhatian. Seperti, akan ada lagi keprihatinan baru bagi ekonomi kawasan ini, berkenaan dengan restrukturisasi lanjutan untuk Yunani dan Portugal, Irlandia, dan Spanyol yang telah mengalami penurunan besar dalam hal perekonomiannya. Sentimen global lainnya yang diperkirakan dapat mempengaruhi pasar domestik dalam pekan ini mengenai Ben Bernanke speaks yang akan berbicara pada Konfrensi Asosiasi Ekonom Bisnis 2012 di Arlington. Pidato ini diharapkan dan memberikan kepercayaan bagi pasar. Masih data dari AS, data Pending Home Sales diperkirakan akan naik, Consumer Confidence diperkirakan turun dan Unemployment Claims diperkirakan akan naik. Rilis data AS tersebut akan menjadi sentimen yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar pada pekan ini. Sedangkan sentimen dari Asia berkenaan dengan indikasi perlambatan ekonomi China yang terus mengemuka sejak awal 2012. Imbas krisis utang Eropa, nampaknya berdampak luar biasa terhadap perekonomian Cina yang terus mengemuka hingga saat ini. Data awal indeks purchasing manager HSBC menunjukkan penurunan di bulan Maret. PMI China turun ke 48.1 dari catatan bulan Februari yang sebesar 49.6. Dengan demikian, indeks sudah berada dalam fase kontraksi selama lima bulan berturut-turut dan menandai perlambatan sektor manufaktur negara itu.


Stock Headlines
Quote:

• Laba INTP naik 11,53% pada 2011
• INTA-CNHTC investasi USD 100 juta
• FGB biayai anak usaha BORN USD 350 juta
• Dividen IGAR akan dibagi 2 Mei 2012
• BJBR usulkan pembagian dividen 60% dari laba
• TBIG akan membeli menara telekomunikasi ISAT
• TBIG akan menerbitkan 239,8 juta saham baru tanpa HMETD
• Saratoga lepas saham TBIG Rp 1,05 triliun
• OKAS bidik kontrak USD 40 juta
• Jaga CAR, BNGA kaji tambah modal
• Repo saham ELSA oleh BIPI diperpanjang
• Pendapatan AKRA tumbuh 82%
• ADRO siapkan US$50 juta untuk capex anak usaha
• ARII raih kredit Rp180 miliar
• Kinerja ELTY tumbuh 46%
• Laba bersih TOTAL naik 54%
• SMMA tambahkan modal Rp81,5 miliar ke anak perusahaan
• Laba bersih AMRT naik 41%
• BWPT akuisisi perusahaan sawit Rp175 miliar
Herseil - 27/03/2012 10:51 AM
#129

Newsletter 27 Mar 2012

Market Review
Quote:

Perdagangan saham di bursa domestik bergerak flat dan berakhir pada teritori negatif pada awal pekan kemarin. Aksi ambil untung oleh investor lokal menyebabkan IHSG ditutup melemah sebesar 9,854 poin (0,244%) ke level 4.031,705 dari posisi sebelumnya pada level 4.041,559. Laporan kinerja sejumlah emiten untuk periode 2011, tidak mampu mendorong aksi beli pada perdagangan kemarin. Pasar masih mencermati perkembangan global seputar kondisi ekonomi China yang dapat berdampak pada ekonomi Asia dan dan kondisi ekonomi Spanyol yang berpotensi memicu krisis utang di wilayah tersebut. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 6,77 poin (0,07%) menuju level 10.018,24 dari posisi sebelumnya pada level 10.011,47 dan indeks Hang Seng ditutup menguat tipis sebesar 0,06 poin (0,00%) menuju level 20.668,86 dari posisi sebelumnya pada level 20.668,8. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak mixed. Kenaikan sejumlah indeks didukung oleh data ekonomi Jerman yang membaik. Indeks kepercayaan bisnis Jerman meningkat pada bulan Maret ini. Indeks kepercayaan bisnis ini naik ke level 109,8 yang lebih tinggi dibandingkan bulan Februari pada level 109,7 dan sekaligus merupakan level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Kenaikkan indeks bisnis tersebut memberikan sinyal bahwa Jerman akan kembali tumbuh kendati krisis utang menurunkan permintaan ekspor dari zona Euro. Sektor perdagangan domestik ditutup mixed dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp337 miliar. Sektor perkebunan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 1,17%; sedangkan sektor industri dasar menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,644%. Penurunan sektor perkebunan dipimpin oleh saham AALI yang turun sebesar 2,09% sedangkan kenaikan sektor industri dasar dipimpin oleh saham TPIA yang naik 21% sekaligus menjadi pendorong pergerakan IHSG. Adapun saham yang menjadi pemberat bagi pergerakan indeks kemarin adalah ASII yang tercatat turun sebesar 0,83%. Penurunan ini masih terkait dengan pemberitaan kenaikan harga BBM.


Market Overview
Quote:

Hingga akhir pekan ini akan marak aksi demo menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di berbagai kota besar Indonesia, tentunya hal ini akan menyedot perhatian pelaku pasar. Sejauh aksi demo tersebut membuat kondisi keamanan secara nasional tetap kondusif, maka pengaruh terhadap pasar tidak besar. Pasar hanya mencemaskan kemungkinan kenaikan terjadi terhadap inflasi dan suku bunga paskah kenaikan dari harga BBM subsidi ini. Jelang kenaikan BBM subsidi diduga pelaku pasar cenderung untuk mengurangi aktifitas transaksi dengan lebih memposisikan memegang kas untuk sementara ini, dengan bersikap wait and see untuk siap masuk kembali apabila masa keprihatinan secara berangsur berkurang. Selain dari faktor harga BBM subsidi ini, pelaku pasar tetap akan menyikapi perkembangan yang terjadi dari sentimen global. Sentimen yang diperkirakan dapat berdampak terhadap pergerak pasar global dan imbasnya bagi pergerakan IHSG. kekhawatiran pelaku pasar kembali akan memburuknya krisis utang Eropa setelah Perdana Menteri Italia memperingatkan Spanyol bisa menimbulkan resiko bagi zona Euro. Artinya masih ada kemungkinan resiko penularan krisis utang. kekhawatiran terhadap situasi Spanyol ini dimana Perdana Menteri Mariano Rajoy kesulitan memangkas defisit anggaran akibat ancaman resesi. Spanyol telah longgarkan peraturan tenaga kerja, tetapi negara ini belum melakukan upaya maksimal untuk memangkas defisit anggaran. Sementara itu, Komisi Eropa berencana menambah dana talangan Eropa dengan menggabungkan EFSF dan ESM. Hal ini dilakukan karena gejolak finansial mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Penggabungan dana ini menjadi perisasi agar krisis utang Eropa tidak menyebar ke Italia dan Spanyol. Saat ini sedang dibicarakan menambah sekitar 200 miliar euro dana EFSF. Namun sebelumnya capai kesepaktan penggabungan fasilitas talangan permanen ESM dengan EFSF, maka dana EFSF akan dialihkan dengan menambah modal ESM sehingga menjadikan total dana mencapai 940 miliar euro.


Stock headlines
Quote:

• INTP akan investasi USD 2,6 miliar
• TBIG tetapkan harga pelaksanaan Rp 2.757/saham
• BTEL akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD
• AMRT targetkan pendapatan Rp 22 triliun
• ABMM siapkan investasi hingga US$150 juta
• BYAN akan refinancing utang US$410 juta
• BYAN targetkan produksi hingga 20 juta ton
• Dividen BJBR Rp61,07 per saham
• INTP akan naikkan harga jual
• Laba bersih EXCL turun tipis 2,1%
• SMSM bukukan laba bersih 2011 tumbuh 33,01%
• HERO kerjasamanya dengan Inter IKEA sebagai pemegang lisensi
• KAEF akan kembangkan obat injeksi dengan bangun pabrik baru
• ELSA minta MEGA segera cairkan dana Rp111miliar beserta bunga
• Pemerintah tetapkan opsi penggabungan KAEF dan INAF
• ADHI berpotensi raih Rp31 miliar dari jual saham buyback
• BUMI bantah isu Rubis
• INTP targetkan penjualan beton tumbuh 25%
• MYOH catatkan kerugian 2011 Rp6 miliar
Herseil - 28/03/2012 10:00 AM
#130

Newsletter 28 Mar 2012

Market Review
Quote:

Perdagangan saham di bursa domestik bergerak flat dan berakhir pada teritori negatif pada awal pekan kemarin. Aksi ambil untung oleh investor lokal menyebabkan IHSG ditutup melemah sebesar 9,854 poin (0,244%) ke level 4.031,705 dari posisi sebelumnya pada level 4.041,559. Laporan kinerja sejumlah emiten untuk periode 2011, tidak mampu mendorong aksi beli pada perdagangan kemarin. Pasar masih mencermati perkembangan global seputar kondisi ekonomi China yang dapat berdampak pada ekonomi Asia dan dan kondisi ekonomi Spanyol yang berpotensi memicu krisis utang di wilayah tersebut. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 6,77 poin (0,07%) menuju level 10.018,24 dari posisi sebelumnya pada level 10.011,47 dan indeks Hang Seng ditutup menguat tipis sebesar 0,06 poin (0,00%) menuju level 20.668,86 dari posisi sebelumnya pada level 20.668,8. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak mixed. Kenaikan sejumlah indeks didukung oleh data ekonomi Jerman yang membaik. Indeks kepercayaan bisnis Jerman meningkat pada bulan Maret ini. Indeks kepercayaan bisnis ini naik ke level 109,8 yang lebih tinggi dibandingkan bulan Februari pada level 109,7 dan sekaligus merupakan level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Kenaikkan indeks bisnis tersebut memberikan sinyal bahwa Jerman akan kembali tumbuh kendati krisis utang menurunkan permintaan ekspor dari zona Euro. Sektor perdagangan domestik ditutup mixed dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp337 miliar. Sektor perkebunan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 1,17%; sedangkan sektor industri dasar menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,644%. Penurunan sektor perkebunan dipimpin oleh saham AALI yang turun sebesar 2,09% sedangkan kenaikan sektor industri dasar dipimpin oleh saham TPIA yang naik 21% sekaligus menjadi pendorong pergerakan IHSG. Adapun saham yang menjadi pemberat bagi pergerakan indeks kemarin adalah ASII yang tercatat turun sebesar 0,83%. Penurunan ini masih terkait dengan pemberitaan kenaikan harga BBM.


Market Overview
Quote:

Hingga akhir pekan ini akan marak aksi demo menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di berbagai kota besar Indonesia, tentunya hal ini akan menyedot perhatian pelaku pasar. Sejauh aksi demo tersebut membuat kondisi keamanan secara nasional tetap kondusif, maka pengaruh terhadap pasar tidak besar. Pasar hanya mencemaskan kemungkinan kenaikan terjadi terhadap inflasi dan suku bunga paskah kenaikan dari harga BBM subsidi ini. Jelang kenaikan BBM subsidi diduga pelaku pasar cenderung untuk mengurangi aktifitas transaksi dengan lebih memposisikan memegang kas untuk sementara ini, dengan bersikap wait and see untuk siap masuk kembali apabila masa keprihatinan secara berangsur berkurang. Selain dari faktor harga BBM subsidi ini, pelaku pasar tetap akan menyikapi perkembangan yang terjadi dari sentimen global. Sentimen yang diperkirakan dapat berdampak terhadap pergerak pasar global dan imbasnya bagi pergerakan IHSG. kekhawatiran pelaku pasar kembali akan memburuknya krisis utang Eropa setelah Perdana Menteri Italia memperingatkan Spanyol bisa menimbulkan resiko bagi zona Euro. Artinya masih ada kemungkinan resiko penularan krisis utang. kekhawatiran terhadap situasi Spanyol ini dimana Perdana Menteri Mariano Rajoy kesulitan memangkas defisit anggaran akibat ancaman resesi. Spanyol telah longgarkan peraturan tenaga kerja, tetapi negara ini belum melakukan upaya maksimal untuk memangkas defisit anggaran. Sementara itu, Komisi Eropa berencana menambah dana talangan Eropa dengan menggabungkan EFSF dan ESM. Hal ini dilakukan karena gejolak finansial mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Penggabungan dana ini menjadi perisasi agar krisis utang Eropa tidak menyebar ke Italia dan Spanyol. Saat ini sedang dibicarakan menambah sekitar 200 miliar euro dana EFSF. Namun sebelumnya capai kesepaktan penggabungan fasilitas talangan permanen ESM dengan EFSF, maka dana EFSF akan dialihkan dengan menambah modal ESM sehingga menjadikan total dana mencapai 940 miliar euro.


Stock Headlines
Quote:

• INTP akan investasi USD 2,6 miliar
• TBIG tetapkan harga pelaksanaan Rp 2.757/saham
• BTEL akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD
• AMRT targetkan pendapatan Rp 22 triliun
• ABMM siapkan investasi hingga US$150 juta
• BYAN akan refinancing utang US$410 juta
• BYAN targetkan produksi hingga 20 juta ton
• Dividen BJBR Rp61,07 per saham
• INTP akan naikkan harga jual
• Laba bersih EXCL turun tipis 2,1%
• SMSM bukukan laba bersih 2011 tumbuh 33,01%
• HERO kerjasamanya dengan Inter IKEA sebagai pemegang lisensi
• KAEF akan kembangkan obat injeksi dengan bangun pabrik baru
• ELSA minta MEGA segera cairkan dana Rp111miliar beserta bunga
• Pemerintah tetapkan opsi penggabungan KAEF dan INAF
• ADHI berpotensi raih Rp31 miliar dari jual saham buyback
• BUMI bantah isu Rubis
• INTP targetkan penjualan beton tumbuh 25%
• MYOH catatkan kerugian 2011 Rp6 miliar
Herseil - 29/03/2012 10:57 AM
#131

Newsletter 29 Mar 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik berhasil ditutup pada zona hijau setelah bergerak mixed di tengah pelemahan mayoritas bursa global dan regional. Aksi beli yang didukung oleh positifnya mayoritas kinerja emiten untuk tahun 2011 menjadikan IHSG ditutup menguat sebesar 11,189 poin (0,274%) menuju level 4.090,573 dari posisi sebelumnya pada level 4.079,384. Indeks regional ditutup pada zona negtif, terutama indeks Shanghai Compiste yang melemah hingga 2,65% ke level 2.284,88. Pelemahan bursa saham China masih disebabkan oleh kekhawatiran akan pelemahan ekonomi negara ini dan laba perusahaan salah satu peritel elektronik terbesar kedua di China yang tercatat jauh dibawah ekspektasi. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 72,58 poin (0,71%) ke level 10.182,57 dari posisi sebelumnya pada level 10.255,15 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 161,49 poin (0,77%) ke level 20.885,42 dari posisi sebelumnya pada level 1.046,91. Pelemahan ini, selain disebabkan oleh kondisi China juga disebabkan oleh rilis data ekonomi Amerika yang dibawah ekspektasi pada perdagangan waktu sebelumnya. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. Pasar masih mengkhawatirkan kondisi ekonomi Spanyol dan menyikapi langkah pemerintah yang akan mengatur anggaran yang meliputi simpanan sekitar 20 miliar euro tanpa melanggar janjinya untuk tidak mengumpulkan pajak penghasilan atau nilai pajak pertambahan. Pasar juga mencermati data pertumbuhan ekonomi Perancis yang lebih rendah dari ekspektasi. Perancis melaporkan perekonomian tumbuh 1,3% pada kuartal keempat lalu, namun data tersebut dibawah perkiraan ekonom yang mengekspektasikan ekonomi akan ekspansi sebesar 1,4%. Kanselir Jerman, Angela Merkel memutuskan bahwa dana penyelesaian krisis yang mengalir melalui ESM akan mulai bekerja pada bulan Juli mendatang bersamaan dengan EFSF. Merkel melihat dana ESM senilai 500 miliar euro dan EFSF senilai 200 miliar euro akan sangat efektif jika digunakan bersamaan selama beberapa tahun mendatang.


Market Overview
Quote:

Ditengah maraknya aksi demo di berbagai kota besar Indonesia menentang kebijakan pemerintah menaikan harga bahan bakar (BBM) bersubsidi, nampak pasar lebih terfokus dengan publikasi atas leporan keuangan untuk tahun buku 2011 dan menantikan hasil dari kunjungan S&P ke Indonesia. Sementara itu, Penentuan kenaikan harga BBM bersubsidi ini masih dalam pembahasan antara DPR dan Pemerintah. Rencananya, DPR akan menggelar sidang paripurna pada Jumat dan dijadwalkan pada 1 April mendatang pemerintah mulai menaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Pemerintah berencana menaikkan harga BBM jenis premium dan solar pada kisaran harga Rp500 per liter-Rp1.500 per liter. Ada peluang pasar domestik akan bergairah kembali pada perdagangan saham hari ini. Selain menyikapi publikasi laporan keuangan jelang batas akhir Maret ini. Pasar berharap bahwa kunjungan S&P ke Jakarta dalam rangka mengkaji ulang kondisi ekonomi RI. Kedatangan S&P ini diharapkan segera mengikuti jejak dari Fitch dan Moody’s yang sudah menaikkan peringkat RI menjadi investment grade. Peluang kenaikan peringkat tersebut sangat besar, mengingat risiko fiskal yang diproyeksikan akan turun pasca disepakatinya kenaikan harga BBM mulai 1 April. Momentum kenaikan peringkat S&P berpotensi mendorong inflow dana asing ke dalam negeri. Opini investment grade dari lembaga pemeringkat akan menambah kepercayaan investor untuk berinvestasi, baik investasi tidak langsung dalam hal ini kepasar modal dan juga dapat mendorong investasi langsung di sektor riil. Meski pasar domestik saat ini terangkat oleh sentimen dari dalam negari, tetapi masih diperlukan pula dukungan dari faktor eksternal. Berkurangnya kekhawatiran pasar global terhadap kondisi dari krisis utang Eropa setalah Yunani berhasil mendapat bailout tahap kedua, ditambah dengan kebijakan bank sentral AS yang memberikan sinyalemen stimulus ekonomi, serta Uni Eropa tengah membahas penggabungan instrumen bailout EFSF dan ESM dan meningkatkan kapasitas pinjaman menjadi €700 miliar akan menjadi katalis indeks.


Stock Headlines
Quote:

• BIPI selesaikan akuisisi Astrindo Mahakarya
• Laba bersih ADRO meningkat 124%
• CAR BBRI akan terjaga di level 15%
• BBRI anggarkan Rp 1 triliun untuk pertumbuhan anorganik
• BBNI targetkan dana murah Rp 85 triliun
• APLN jajaki obligasi Rp 1 triliun
• APLN menargetkan kenaikan pendapatan 10-15%
• ASRI terbitkan notes USD 150 juta
• JMSR bangun tol Padang
• MAPI refinancing obligasi Rp 364 miliar
• PJAA akan garap apartemen North Land
• Dividend payout ratio BBRI 20%
• EXCL peroleh pinjaman Rp5 triliun dari BBCA
• MEDC targetkan 300.000 ton produksi batubara
• MAPI buka 18 gerai baru
• SSIA bangun kawasan bisnis Karawang Rp900 miliar
• Laba bersih DGIK turun 88%
• RUPSLB BIPI setujui perubahan penggunaan dana waran
• Anak usaha BYAN & PTRO, amandemen kontrak tambang
• MAPI targetkan penjualan Rp7,2 triliun
• ERTX tambah kapasitas produksi garmen
Herseil - 30/03/2012 10:27 AM
#132

Stock Headlines 30 Mar 2012

Market review
Quote:

Bursa saham domestik berhasil ditutup pada zona hijau setelah bergerak mixed di tengah pelemahan mayoritas bursa global dan regional. Aksi beli yang didukung oleh positifnya mayoritas kinerja emiten untuk tahun 2011 menjadikan IHSG ditutup menguat sebesar 11,189 poin (0,274%) menuju level 4.090,573 dari posisi sebelumnya pada level 4.079,384. Indeks regional ditutup pada zona negtif, terutama indeks Shanghai Compiste yang melemah hingga 2,65% ke level 2.284,88. Pelemahan bursa saham China masih disebabkan oleh kekhawatiran akan pelemahan ekonomi negara ini dan laba perusahaan salah satu peritel elektronik terbesar kedua di China yang tercatat jauh dibawah ekspektasi. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 72,58 poin (0,71%) ke level 10.182,57 dari posisi sebelumnya pada level 10.255,15 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 161,49 poin (0,77%) ke level 20.885,42 dari posisi sebelumnya pada level 21.046,91. Pelemahan ini, selain disebabkan oleh kondisi China juga disebabkan oleh rilis data ekonomi Amerika yang dibawah ekspektasi pada perdagangan waktu sebelumnya. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah dalam kisaran tidak lebih dari 0,5%. Pasar masih mengkhawatirkan kondisi ekonomi Spanyol dan menyikapi langkah pemerintah yang akan mengatur anggaran yang meliputi simpanan sekitar 20 miliar euro tanpa melanggar janjinya untuk tidak mengumpulkan pajak penghasilan atau nilai pajak pertambahan. Pasar juga mencermati data pertumbuhan ekonomi Perancis yang lebih rendah dari ekspektasi. Perancis melaporkan perekonomian tumbuh 1,3% pada kuartal keempat lalu, namun data tersebut dibawah perkiraan ekonom yang mengekspektasikan ekonomi akan ekspansi sebesar 1,4%. Kanselir Jerman, Angela Merkel memutuskan bahwa dana penyelesaian krisis yang mengalir melalui ESM akan mulai bekerja pada bulan Juli mendatang bersamaan dengan EFSF. Merkel melihat dana ESM senilai 500 miliar euro dan EFSF senilai 200 miliar euro akan sangat efektif jika digunakan bersamaan selama beberapa tahun mendatang.


Market Overview
Quote:

Ditengah maraknya aksi demo di berbagai kota besar Indonesia menentang kebijakan pemerintah menaikan harga bahan bakar (BBM) bersubsidi, nampak pasar lebih terfokus dengan publikasi atas leporan keuangan untuk tahun buku 2011 dan menantikan hasil dari kunjungan S&P ke Indonesia. Sementara itu, Penentuan kenaikan harga BBM bersubsidi ini masih dalam pembahasan antara DPR dan Pemerintah. Rencananya, DPR akan menggelar sidang paripurna pada Jumat dan dijadwalkan pada 1 April mendatang pemerintah mulai menaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Pemerintah berencana menaikkan harga BBM jenis premium dan solar pada kisaran harga Rp500 per liter-Rp1.500 per liter. Ada peluang pasar domestik akan bergairah kembali pada perdagangan saham hari ini. Selain menyikapi publikasi laporan keuangan jelang batas akhir Maret ini. Pasar berharap bahwa kunjungan S&P ke Jakarta dalam rangka mengkaji ulang kondisi ekonomi RI. Kedatangan S&P ini diharapkan segera mengikuti jejak dari Fitch dan Moody’s yang sudah menaikkan peringkat RI menjadi investment grade. Peluang kenaikan peringkat tersebut sangat besar, mengingat risiko fiskal yang diproyeksikan akan turun pasca disepakatinya kenaikan harga BBM mulai 1 April. Momentum kenaikan peringkat S&P berpotensi mendorong inflow dana asing ke dalam negeri. Opini investment grade dari lembaga pemeringkat akan menambah kepercayaan investor untuk berinvestasi, baik investasi tidak langsung dalam hal ini kepasar modal dan juga dapat mendorong investasi langsung di sektor riil. Meski pasar domestik saat ini terangkat oleh sentimen dari dalam negari, tetapi masih diperlukan pula dukungan dari faktor eksternal. Berkurangnya kekhawatiran pasar global terhadap kondisi dari krisis utang Eropa setalah Yunani berhasil mendapat bailout tahap kedua, ditambah dengan kebijakan bank sentral AS yang memberikan sinyalemen stimulus ekonomi, serta Uni Eropa tengah membahas penggabungan instrumen bailout EFSF dan ESM dan meningkatkan kapasitas pinjaman menjadi €700 miliar akan menjadi katalis indeks.


Stock Headlines
Quote:

• BIPI selesaikan akuisisi Astrindo Mahakarya
• Laba bersih ADRO meningkat 124%
• CAR BBRI akan terjaga di level 15%
• BBRI anggarkan Rp 1 triliun untuk pertumbuhan anorganik
• BBNI targetkan dana murah Rp 85 triliun
• APLN jajaki obligasi Rp 1 triliun
• APLN menargetkan kenaikan pendapatan 10-15%
• ASRI terbitkan notes USD 150 juta
• JMSR bangun tol Padang
• MAPI refinancing obligasi Rp 364 miliar
• PJAA akan garap apartemen North Land
• Dividend payout ratio BBRI 20%
• EXCL peroleh pinjaman Rp5 triliun dari BBCA
• MEDC targetkan 300.000 ton produksi batubara
• MAPI buka 18 gerai baru
• SSIA bangun kawasan bisnis Karawang Rp900 miliar
• Laba bersih DGIK turun 88%
• RUPSLB BIPI setujui perubahan penggunaan dana waran
• Anak usaha BYAN & PTRO, amandemen kontrak tambang
• MAPI targetkan penjualan Rp7,2 triliun
• ERTX tambah kapasitas produksi garmen
Herseil - 02/04/2012 10:11 AM
#133

Newsletter 2 Mar 2012

Market Review
Quote:

Apresiasi indeks sebesar 16,384 poin (+0,399%) ke 4121,551 di akhir pekan lalu membawa IHSG rally selama 4 hari berturut-turut. Saham ASII, UNVR, UNTR, JSMR, GGRM, AALI, ITMG menjadi kontributor atas penguatan ihsg tersebut. Asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 1,189 triliun. Penguatan ihsg tersebut berlawanan dengan kondisi Indonesia yang tidak kondusif terkait dengan demonstrasi menolak rencana kenaikan harga BBM selama sepekan lalu dan menjelang hasil rapat paripurna DPR terkait kenaikan harga BBM serta data klaim pengangguran AS yang turun menjadi 359.000 tetapi masih di bawah ekspektasi. Disebutkan asing optimis bahwa harga BBM akan dinaikkan dan dampaknya akan bersifat sementara. IHSG menguat diantara indeks bursa global yang bergerak variatif. Sementara bursa Eropa positif. Apresiasi ihsg tersebut juga mengabaikan data inflasi bulan Maret yang akan diumumkan pada pekan ini. Nilai tukar rupiah sedikit terapresiasi. Sementara itu HSBC Bank memprediksi Asia bisa menghadapi ancaman inflasi pada semester II 2012, karena ekonomi mulai berkembang. Malaysia, Hong Kong, India, China, Sri Lanka dan Thailand akan menghadapi tekanan inflasi terbesar. Disebutkan bahwa bank Sentral seluruh Asia akan menaikkan suku bunganya. Sementara situasi Eropa masih menghadapi persoalan tentang keuangan Eropa dan pendanaannya. Indonesia sendiri juga berpeluang menaikkan tingkat suku bunga acuannya mengikuti laju inflasi jika pemerintah dan DPR sepakat untuk menaikkan harga BBM. Sejauh ini demonstrasi menentang kenaikan harga BBM masih kuat dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Sepanjang demonstrasi masih terkendali dan stabilitas terjaga serta asing memiliki pandangan positif terhadap Indonesia, maka diperkirakan bursa saham Indonesia tidak terlalu terganggu. Sebaliknya jika harga BBM disepakati naik dan demonstrasi meluas, maka perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya profit taking.


Market Overview
Quote:

Dalam pekan ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan ecenderungan menguat. Aksi demo menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga memicu tidak kondusif keamanan dalam negeri akan berkurang secara signifikan bagi pasar domestik pekan ini. Pemerintah menunda kenaikan harga BBM bersubsidi yang rencana pada 1 April 2012 setelah dalam sidang Paripurna DPR disepakatinya opsi kedua, yakni memberikan kewenangan kepada pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi, jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia selama enam bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15%. Setelah Opsi kedua disetujui DPR, kemudian Presiden SBY menyampaikan pernyataan resmi di istana negara pada Sabtu malam mengenai kesepakatan menunda kenaikan BBM bersubsidi yang sebelumnya direncanakan mulai 1 April 2012. Hasil dari sidang Paripurna DPR dan pernyataan resmi oleh presiden SBY terhadap keputusan BBM bersubsidi ini diperkirakan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar dalam pekan ini. Kesepakatan menunda kenaikan BBM bersubsidi, menjaga inflasi pada April diperkirakan dapat terkendali. Hal lain yang dapat menjadi katalis bagi IHSG, berkenaan dengan pelaku pasar akan mengantisipasi dividen untuk tahun buku 2011. BPS hari ini akan mengumumkan angka inflasi Maret dan sejumlah rilis data ekonomi lainnya. Berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia angka inflasi Maret 2012 diperkirakan mencapai 0,08%. Faktor dari global yang diperkirakan mempengaruhi pasar dalam pekan ini berkenaan dengan para menteri keuangan zona Eropa dalam kesepakatan untuk menambah kapasitas dana talangan untuk memerangi krisis utang sovereign, dengan menggabungkan sementara kombinasikan fasilitas dana talangan sementara dengan fasilitas mekanisme penyelamatan permanen yang lebih besar. Demikian dengan data ekonomi AS, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2011 sesuai estimasi.


Stock Headlines
Quote:

• EXCL akan naikan proporsi dividen secara progresif
• TLKM usul bagi dividen 2011 55%-60%
• TLKM bukukan pendapatan Rp 71,3 triliun
• Dividen PTRO dibagi 7 Mei
• NISP berniat rights issue Rp1000/saham
• BWPT naikkan capex menjadi Rp 1,1 triliun
• Temasek menerima penawaran akuisisi BDMN
• BBCA siapkan pipeline korporasi Rp 2 triliun
• BBLD jajaki pembiayaan suku cadang alat berat
• ITMG targetkan pendapatan US$2,7 miliar
• Penjualan ENRG tumbuh 69%
• Laba bersih SGRO naik 20%
• ANTM perpanjang kredit US$100 juta
• First State jalin kerja sama dengan BMRI
• SMGR mencatat kenaikan pendapatan sebesar 13%
• PGAS mencatat laba 2011 Rp 6,12 triliun turun 5,2%
• laba 2011 JSMR Rp134 juta atau naik 11,31%
• WIKA bukukan penjualan 2011 Rp 7,74 triliun naik 28,54%
• BBCA bukukan laba bersih Rp 10,82 triliun 2011 naik 27%
• KLBF bukukan penjualan 2011 Rp 10,91 triliun naik 6,7%
• BTEL cetak rugi bersih Rp782,7 miliar pada 2011
• ABMM mencatat laba bersih 226,52 % pada 2011
• COWL bukukan pendapatan 2011 meningkat 80,7%
Herseil - 03/04/2012 11:37 AM
#134

Newsletter 3 Mar 2012

Market Review
Quote:

Rally IHSG kontinu hingga hari ke-5 sekaligus ke posisi overbought. Pada perdagangan awal April IHSG ditutup naik 44,521 poin (+1,080%) di 4166,072 dengan volume transaksi mencapai 9,698 miliar saham. Kinerja emiten 2011FY menjadi salah satu katalis kenaikan ihsg kemarin. Asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 785,5 miliar. Tingginya nilai transaksi karena adanya transaksi Tutup Sendiri saham CKRA di harga Rp 275 sebanyak 8.090.864 lot. Sementara saham BDMN disuspensi di sesi I menyusul berita bahwa Temasek Holdings menjual saham BDMN ke DBS, karena dinilai berpotensi melanggar peraturan Bank Indonesia tentang Single Presence Policy. Angka inflasi Indonesia bulan Maret 2012 yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya baik MoM maupun YoY tidak mempengaruhi minat investor di bursa saham Indonesia. Angka inflasi Maret 2012 tercatat 0,07% MoM dibandingkan 0,05% pada Februari 2012 dan mencapai 3,97% YoY. Namun inflasi bulan Maret tersebut baik MoM mau pun YoY lebih rendah dari hasil survei Bloomberg masing-masing sebesar 0,13% MoM dan 4% YoY. Indeks di bursa Asia pada umumnya menguat kecuali bursa utama Hangseng. Demikian pula dengan bursa Eropa, dimana indeks di bursa Eropa bervariasi dan pada umumnya menguat kecuali FTSE 100 dan DAX yang melemah tipis. Hal itu diperkirakan karena sentimen positif dari Eropa, dimana Menteri Keuangan negara-negara Eropa sepakat untuk menaikkan kapasitas dana bail out menjadi Euro 800 miliar, meski masih di bawah ekspektasi sebesar Euro 1 triliun. Sementara itu data PMI Manufacturing Index Cina per Maret 2012 naik menjadi 53,1 dari sebelumnya 51 dan prediksi 50,5. Faktor itu diduga turut mengapresiasi nilai rupiah hingga sempat ke Rp 9128/USD, selain meredanya demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. Namun apresiasi rupiah terbatas, karena S&P hanya mempertahankan outlook utang Indonesia pada level positif dengan peringkat BB+ atau tidak ada kenaikan peringkat seperti ekspektasi. S&P akan mereview lagi outlook inflasi Indonesia. Inflasi terkait potensi kenaikan harga barang dan jasa serta faktor distribusi masih menjadi ancaman Indonesia. Hasil pemeringkatan S&P tersebut, posisi overbought ihsg serta penundaan kenaikan harga BBM, yang juga berarti masih adanya ketidakpastian bagi masyarakat, bisa menjadi justifikasi bagi investor untuk merealisasikan keuntungannya.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakankan akan melanjutkan kenaikan kembali pada perdagangan saham hari ini, seiring dengan munculnya insentif ke pasar yang cukup kuat untuk memberikan dukungan ke zona hijau. Insentif positif pasar, dari dalam negeri mengenai angka inflasi Maret sebesar 0,07% MoM dan inflasi tahunan sebesar 3,97% YoY. Angka inflasi tersebut dibawah dari angka survey yang dilakukan Bloomberg. Setelah publikasi laporan keuangan 2011, akan dilanjutkan sentimen positif atas rencana dividen yang akan dibagikan emiten tahun buku 2011. Mengingat sebagian besar kinerja keuangan emiten pada tahun 2011 menunjukan pertumbuhan yang cukup kuat. Penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memberikan kepercayaan besar bagi pasar, karena masalah keamanan dan sosial masyarakat yang sebelumnya sempat memanas akan kembali memberikan kenyaman bagi pelaku pasar domestik. Setelah S&P dalam pekan lalu melakukan kunjungan ke Indonesia, dalam rangka melakukan kajian kembali terhadap perekonomian Indonesia, tentunya pasar berharap kunjungan tersebut akan memberikan pandangan yang baik bagi Indonesia. Dan berharap lembaga S&P ini dapat memberikan peringkat bagi Indonesia sebagai negara layak investasi. Seperti lembaga peringkat internasional lainnya yang telah memberikan peringkat bagi Indonesia investment grade. Faktor dari eksternal yang cenderung positif bagi pasar dan diharapkan dapat memberikan andil bagi indeks bursa domestik. Keberhasil dari para menteri keuangan zona Eropa yang telah menyapai kesepakatan untuk menambah kapasitas dana talangan untuk memerangi krisis utang sovereign, dengan menggabungkan sementara antara fasilitas dana talangan sementara dengan fasilitas mekanisme penyelamatan permanen menjadi 700 miliar euro. Kenaikan dari indeks Wall Street dapat menambahkan kekuatan dari sentimen positif bagi pasar domestik. Sentimen kenaikan indeks AS tersebut dipicu oleh salah satu sentimen positif dari data manufaktur AS yang lebih tinggi ketimbang proyeksi.


Stock Headlines
Quote:

• DBS Group akan tender offer BDMN Rp7000/saham
• ITMG akan bagi sisa Rp 2.506 per saham
• ITMG targetkan penjualan 27 juta ton di 2012
• Rugi bersih KBRI menurun 96%
• Laba bersih BAJA meningkat 223%
• Laba operasi ELTY turun 4%
• Laba bersih BORN meningkat 423%
• 10 investor minati BCIC
• BBTN ajukan rasio dividen 20%
• ASJT targetkan Rp20 miliar dari rights issue
• SMGR usulkan dividen Rp 2 triliun
• AKRA raih kontrak penjualan batubara
• EXCL batalkan rencana penjualan menara
• SSIA raih komitmen penjualan lahan 50 ha
• BAJA targetkan penjualan naik 66%
• Laba SCMA mencapai Rp 912,5 milyar
• BBTN usulkan dividen 20% dari aba bersih 2011
• BBTN rencana terbitkan right issue dan obligasi
• PTPP catatkan kontrak baru Rp 1,03 triliun hingga 1Q12
• DSAA bukukan laba bersih USD 33,11 juta
• DGIK laba turun 88,7% jadi Rp7,99 miliar pada 2011
Herseil - 04/04/2012 10:46 AM
#135

Newsletter 4 Mar 2012

Market review
Quote:

Menguatnya bursa saham Amerika pada perdagangan sebelumnya dan mixed-nya bursa regional membawa dampak positif bagi pergerakan bursa saham domestik kemarin, disamping rilis laporan keuangan emiten 2011 yang mayoritas positif dan diikuti dengan sejumlah rencana pembagian dividen dan aksi korporasi. IHSG tercatat menguat sebesar 49,372 poin (1,185%) menuju level 4.215,444 dari posisi sebelumnya pada level 4.166,072. Angka non-manufacturing index China untuk bulan Maret tercatat naik signifikan ke level 58,0 dari level 48,4 di bulan sebelumnya. Angka ini menjadi katalis bagi penguatan bursa saham Hong Kong yang ditutup menguat sebesar 268,72 poin (1,31%) menuju level 20.790,98 dari posisi sebelumnya pada level 20.522,26. Sedangkan bursa saham Jepang ditutup melemah sebesar 59,48 poin (0,59%) ke level 10.050,39 dari posisi sebelumnya pada level 10.109,87. Penurunan indeks Nikkei 225 ini disebabkan oleh apresiasi nilai tukar yen terhadap dollar AS yang menyebabkan outlook kinerja eksportir Jepang menjadi negatif. Bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 1%. Pasar mobil Eropa dilaporkan terus mengalami penurunan di awal kuartal pertama 2012 akibat krisis keuangan. Penjualan produk otomotif di Perancis turun hingga 22% sedangkan Spanyol tercatat lebih moderat yang hanya terkoreksi 4,5%. Secara keseluruhan, total pasar mobil Eropa diperkirakan akan turun 5% karena gangguan stabilitas ekonomi. Hal ini turut disebabkan banyaknya pabrik yang menganggur di Eropa, yang mencapai kisaran 20%. Sedangkan dari Spanyol, Menteri Keuangan negara ini telah memperingatkan mengenai anggaran negaranya yang akan diajukan ke parlemen. Dari Inggris, perekonomian negara ini kemungkinan akan terhindar dari resesi pada tahun ini dan pemerintah perlu berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pinjaman guna membantu pemulihan. Produk domestik bruto diperkirakan naik 0,3% pada kuartal pertama tahun ini setelah turun 0,3% pada kuartal terakhir 2011. Menkeu Inggris juga mengumumkan pemotongan lebih lanjut di tingkat pajak korporasi pada bulan lalu guna mendorong bisnis di Inggris. Indeks sektor konstruksi negara ini juga naik menjadi 56,7 dari 54,3 pada bulan Februari. Angka ini menggambarkan pertumbuhan tercepat dalam 21 bulan terakhir dan sekaligus lebih tinggi dari perkiraan ekonom pada kisaran 53,4.


Market Overview
Quote:

Kenaikan IHSG yang sudah berlangsung enam kali secara berturut-turut, maka diperkirakan pada perdagangan saham hari ini IHSG berpeluang koreksi. Salah satu sentimen negatif bagi pasar domestik pengaruh dari pelemahan yang terjadi atas indek global. Indeks Wall Street melemah dipicu oleh harapan atas stimulus moneter lanjutan memudar setelah Fed menyiratkan berkurangnya urgensi untuk menambah stimulus moneter. The Fed mengindikasi, penambahan stimulus akan dilakukan jika pertumbuhan ekonomi AS melambat, atau inflasi naik pada level yang lebih rendah dari target 2%. Sentimen global lainnya, Jerman menanggapi bahwa Spanyol tidak perlu bantuan keuangan, karena tidak ada keharusan bagi negara itu untuk mengajukan permohonan bantuan keuangan dari Eropa. Pemerintah Spanyol bertekad untuk mengatasi masalah utang dan tidak perlu membahas kemungkinan bailout untuk perekonomian. Pasar domestik sebelumnya banyak didukung kekuatan dari faktor dalam negeri seperti; setelah pemerintah memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) bersubsidi. Dan ditambah dengan kondisi keamanan dan sosial masyarakat yang kembali kondusif paskah terjadi aksi demo anarkis dan respon pasar yang positif terhadap kinerja keuangan emiten tahun 2011. Pertumbuhan dari kinerja keuangan emiten yang tumbuh kuat tahun lalu, maka ekspektasi dividen yang diberikan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. saham-saham unggulan dan saham yang mencatakan kinerja solid masih menjadi penopang bagi IHSG. Secara sektoral saham infrastruktur dan properti diperkirkan berpeluang positif. Hal ini terkait dengan Asean Infrastructure Fund sebesar USD 485 juta akan digulirkan ke negaranegara kawasan yang membutuhkan. Dana infrastruktur tersebut berasal dari Asian Development Bank senilai USD 150 juta, dan sisanya sekitar USD 335 juta bersumber dari negara ASEAN. Dana infrastruktur Asean akan mendukung Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Selain itu, pemerintah mengandalkan besaran APBN dan percepatan pembangun infrastruktur sebagai stimulus fiskal dalam mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun ini. Sementara itu, dana sisa lebih pembiayaan anggaran digunakan untuk pembangunan infrastruktur.


Stock Headlines
Quote:

• TLKM proyeksikan pendapatan Rp 76,4 triliun tahun ini
• Pendapatan BUMI naik 37% menjadi USD 4 miliar
• BUMI targetkan produksi batubara naik 18%
• Nomura danai BUMI USD 27 juta
• ABMM belum berencana bagikan dividen tahun ini
• ABMM akan bangun infrastruktur tamban batu bara di Aceh
• META beli 39% saham ISAB
• APLN beli 65% saham Pandega
• ERAA targetkan kenaikan pendapatan 24%
• BMRI, BBCA, BBRI, BBNI berikan pinjaman proyek tol
• MYOR lakukan penawaran umum obligasi
• First Gulf dukung komitmen utang US$200 juta ke BORN
• Laba bersih GTBO naik 8.704%
• RELI catatkan laba bersih Rp28 miliar
• WIKA segera tuntaskan akuisisi Sarana Karya
• FAST siap bagikan dividen Rp45 miliar
• ELTY laba bersih turun 64,47% jadi Rp 74,75 miliar pada 2011
• JSMR rencana jual treasury stock dan kepemilikannya di CMNP
• BIPI negosisasi pinjaman dengan bank asing dan lokal
• INAF cata laba bersih Rp 36,9 miliar pada 2011.
• GIAA bencana membeli 194 pesawat hingga 2015
Herseil - 05/04/2012 10:09 AM
#136

Newsletter 5 April 2012

Market Review
Quote:

Mayoritas pasar saham ditutup melemah pada perdagangan kemarin termasuk pasar saham domestik. IHSG ditutup melemah sebesar 81,408 poin (1,931%) ke level 4.134,036 dari posisi sebelumnya pada level 4.215,444 dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp467 miliar. Diawali dengan pernyataan The Fed yang memutuskan untuk tidak memberikan stimulus tambahan. Sejumlah anggota dalam pertemuan The Fed mengemukakan bahwa stimulus mungkin akan lebih dibutuhkan jika perekonomian Amerika kehilangan momentum. Aksi The Fed yang mengecewakan investor ini menjadi sentimen negatif bagi mayoritas bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 230,4 poin (2,29%) ke level 9.819,99 dari posisi sebelumnya pada level 10.050,39 sedangkan bursa saham Hong Kong tutup pada perdagangan kemarin. Pemberitaan dari Asia, yakni China, negara ini yakin akan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini dapat mencapai 8,4%. Tingkat inflasi juga diprediksi berada pada level 3,5%. China juga dikabarkan berpotensi untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan pada bulan ini guna memberikan katalis ekonomi. Bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 2%. International Menetary Fund (IMF) menilai pemulihan ekonomi global masih sangat rentan dan diharapkan Amerika dapat memimpin untuk perbaikan ekonomi. IMF mengingatkan bahwa sistem keuangan di Eropa masih berada dalam tekanan berat mengingat tingkat utang yang terlalu tinggi. Ekonomi dunia juga masih terancam angka pengangguran yang terus meningkat seiring penghematan yang dilakukan oleh sejumlah negara anggota Uni Eropa. Disamping itu, tiga biro statistik dari Perancis, Jerman, dan Italia menyatakan bahwa zona Uni Eropa akan kembali memasuki masa resesi hingga musim panas 2012. Tiga biro statistik tersebut mengkonfirmasi adanya perkiraan kontraksi sebesar 0,2% pada kuartal pertama tahun ini. Sementara untuk kuartal ketiga tahun ini, perekonomian Eropa hanya akan stagnan dan disusul dengan pertumbuhan yang tipis pada kuartal keempat tahun ini.


Market Overview
Quote:

Menghadapi long weekend diperkirakan pelaku pasar kembali akan melanjutkan aksi ambil untung dalam merealisasikan keuntungan jangka pendek serta menghindarkan faktor risiko yang dapat muncul dari sentimen global di tengah pasar domestik libur. Aksi ambil untuk tersebut akan memicu indeks kembali terkoreksi pada perdagangan saham hari ini. Selain itu, pelaku pasar sebelumnya telah membukukan keuntungan ketika terjadi rally kenaikan dalam enam hari secara berturut-turut dengan mencatatkan kenaikan indeks sebesar 4,6%, maka tidak akan disia-siakan untuk mengeyam keuntungan jangka pendek tersebut pada perdagangan akhir pekan ini. Minimnya sentimen positif ke pasar terutama dari dalam negeri yang sebelumnya cukup mendominasi terhadap pergerakan IHSG akan menjadi salah satu alasan pasar untuk mengambil sikap lepas portofolio yang dimilikinya. Berakhirnya publikasi laporan keuangan emiten, dan eforia pasar terhadap keputusan pemerintah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta data makro ekonomi Indonesia Maret, maka sentimen pasar domestik akan dipengaruhi kondisi dari perkembangan indeks global. Koreksi yang terjadi terhadap indeks bursa AS akan menyeret IHSG ke zona negatif. Indeks Dow Jones di tutup melemah 124,80 pon (0,95%) ke poisisi 13074,75 dan indeks Nasdaq terkoreksi sebesar 45,48 (1,46%) ke level 3068,09. Pelemahan yang terjadi terhadap indeks AS ini setelah pejabat The Fed mengatakan khawatir atas pembukaan lapangan kerja yang mulai melambat namun tidak menyetujui program lebih lanjut pembelian obligasi serta lambatnya pertumbuhan sektor Jasa. Pupus sudah harapan stimulus karena hanya 2 dari 10 anggota komite yang mendukung putaran berikutnya dari program pembelian obligasi atau Quantitative Easing 3. Ditambah lagi dengan kekecewaan pasar terhadap hasil lelang obligasi Spanyol. Spanyol hanya berhasil mendapatkan dana sebesar 2,6 miliar Euro dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi dalam lelang obligasi.


Stock Headlines
Quote:

• INCO tambah smelter dan furnace untuk tingkatkan produksi
• Sebanyak 7 Bank danai BYAN USD 750 juta
• BYAN finalisasi akuisisi 3 KP batubara
• MEDC targetkan produksi 120 ribu BOEPD pada 2015
• TLKM bidik pertumbuhan laba 6%
• BTPN akan akuisisi bank lokal dan terbitkan obligasi tahap II
• BTPN tidak bagikan dividen tahun buku 2011
• JSMR konstruksi tol Gempol-Pandaan Rp 1,2 triliun
• BBRI targetkan KPRS Rp 3 triliun pada 2012
• BBNP targetkan laba operasional 2012 Rp 110,5 miliar
• BMRI proyeksikan kredit sektor agribisnis 2012 naik 25%
• AKR Coal anak usaha AKRA ekspor 52.900 mt batubara
• META optimis dapat tambahan pendapatan dari hasil akuisisi
• META jajaki 2 proyek infrastruktur senilai Rp 10 triliun tahun 2012
• KLBF naikkan harga jual produk nutrisi hingga 5% per April 2012
• FAST rencana membagikan dividen 20% dari laba bersih 2011
• DSSA berik pinjaman kepada anak usaha RKN Rp 125 miliar
• SDMU peroleh komitmen pinjaman dari BNLI Rp 112 miliar
• LTLS lakukan peningkatan modal ke Lautan Natural Krimerindo
• SCCO bukukan kenaikan penjualan 53,4% pada 2011
• IPO Bekasi Fajar oversubscribed 106x
Herseil - 09/04/2012 10:46 AM
#137

Newsletter 9 April 2012

Market Review
Quote:

Pasar saham domestik bergerak fluktuatif dalam perdagangan sepekan dan berhasil membukukan penguatan sebesar 1,49%. Sejumlah sentimen domestik yang turut menjadi penguatan IHSG adalah langkah pemerintah yang menunda kenaikan BBM bersubsidi dimana pada sidang paripurna disepakati opsi kedua yakni memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi jika harga rata-rata minyak mentah selama 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15%. Dilanjutkan dengan pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bulan Maret sebesar 0,07% (MoM) dan 3,97% (YoY) dimana level tersebut lebih rendah dari survey yang dilakukan Bloomberg. Sedangkan dari Asia, kini sentimen dari China mengenai angka indeks non manufaktur dan pertumbuhan ekonomi turut memberikan insentif positif bagi pasar. Angka non – manufacturing index China untuk bulan Maret tercatat naik signifikan ke level 58,0 dari level 48,4 pada bulan sebelumnya. Disamping itu, China yakin akan pertumbuhan ekonomi untuk periode kuartal pertama tahun ini dapat mencapai level 8,4%. Tingkat inflasi juga diprediksi berada pada level 3,5%. Sedangkan sentimen global, mayoritas memberikan dampak negatif ke pasar, baik dari Eropa maupun Amerika. Dari Amerika, memudarnya harapan atas stimulus moneter lanjutan sempat memberikan kekecewaan bagi pasar. The Fed mengemukakan bahwa penambahan stimulus akan dilakukan jika pertumbuhan ekonomi AS melambat atau inflasi naik pada level yang lebih rendah dari target sebesar 2%. Sedangkan dari Eropa, IMF menilai pemulihan ekonomi global masih sangat rentan. IMF mengingatkan bahwa sistem keuangan di Eropa masih dalam tekanan berat mengingat tingkat hutang yang terlalu tinggi. Ekonomi dunia juga masih terancam angka pengangguran yang terus meningkat seiring penghematan yang dilakukan oleh sejumlah negara anggota Uni Eropa. Pasar mobil di Eropa pun dilaporkan terus mengalami penurunan di awal kuartal pertama tahun ini akibat krisis keuangan. Hal ini turut disebabkan oleh banyaknya pabrik yang menganggur di Eropa, yang mencapai kisaran 20%. Sedangkan dari Spanyol, dipengaruhi oleh kekecewaan pasar atas hasil lelang obligasi negara tersebut. Spanyol hanya berhasil mendapatkan dana sebesar 2,6 miliar euro dalam lelang obligasi dengan biaya yang lebih tinggi.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan dalam pekan ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Minimnya sentimen dari dalam negeri untuk pekan ini, maka sentimen dari global akan memiliki pengaruh besar bagi pergerakan indeks domestik. Sementara itu, sentimen pasar domestik hanya dipengaruhi oleh faktor yang muncul secara individual, terkait dengan rencana pembagian deviden yang akan diberikan oleh emiten untuk laba tahun buku 2011. Sedangkan faktor dari global yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh terhadap indeks bursa utama dunia dan dampak bagi pergerakan IHSG, mengenai keputusan dari bank sentral Eropa yang tetap untuk melanjutkan program pembelian aset tetap 325 miliar euro. Selain itu bank sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level rendah 0,5%. Pelaku pasar akan menyikapi hasil dari pertemuan menteri keuangan zona Euro, yang kabarnya para pembuat kebijakan ini kemungkinan akan menyetujui wacana ekspansi fasilitas dana penyelamatan Eropa. Sebelumnya presiden bank sentran Eropa mengatakan bahwa prospek ekonomi zona euro masih dalam tekanan. Dan bank sentral memperkirakan ekonomi Eropa bisa pulih secara bertahap tahun ini, tetapi masih ada risiko kondisi buruk. Pasar melihat dengan tingginya pengangguran dan lesunya ekonomi, maka belum saatnya bagi Uni Eropa dan IMF untuk membahas penghentian bantuan ke sistem finansial Eropa. Pasar juga akan menyikapi dampak ekonomi global terkait dengan seruan dari Presiden Barack Obama dalam menekan ekonomi Iran dengan melakukan embargo minyak yang dikhawatirkan dapat memicu kembali kenaikan harga minyak dunia. Pada pekan lalu, Presiden Barack Obama kembali menyuarakan akan sanksi baru terhadap Iran. Dalam pernyataannya Presiden Barack Obama bahwa suplai minyak dunia cukup untuk melanjutkan sanksi terhadap bank-bank yang mengimpor minyak dari Iran. Dari Jerman, kinerja industri pada bulan Februari memburuk, produksi industri turun 1,3%. Pasar khawatir dengan kinerja perekonomian negara ini.


Stock Headlines
Quote:

• BUMI akan bayar utang USD 638 juta
• BUMI peroleh kontrak penjualan 29 juta ton
• SMGR uji coba Tuban IV
• Anak usaha BUMI tingkatkan fasilitas kredit
• SULI bentuk anak usaha baru
• UNSP laba bersih naik 319,8% jadi Rp 408,78 miliar pada 2011
• INKP laba bersih naik 23,14% jadi USD 16,04 juta pada 2011
• TOTL perkirakan laba capai Rp 150 miliar pada 2012
• BUMA Anak usaha DOID dapat pinjaman dari Orix dan Hitachi
• EXCL rencana terbitkan right issue
• MEDC catat produksi minyak 1Q2012 sebesar 41.941 barel / hari
• MPPA targetkan laba bersih Rp 200 miliar tahun ini
• MPPA bagikan dividen tunai Rp 6 per saham
• LPKR bagikan dividen 7,72 per saham
• LPGI bagi dividen tunai Rp 87 per saham.
• MFMI bagikan dividen Rp 1,6 per saham
• LPKR tambah 8 rumah sakit
• KBLV naikkan capex menjadi USD 110 juta
• LPCK targetkan marketing sales Rp 1,2 triliun
• LPGI bagi dividen Rp 87/saham
• BNGA tingkatkan perbankan ritel
Herseil - 10/04/2012 10:03 AM
#138

Newsletter 10 April 2012

Market Review
Quote:

Aksi profit taking mengawali perdagangan awal pekan yang tercatat melemah bersamaan dengan penurunan bursa saham regional. IHSG ditutup melemah sebesar 12,307 poin (0,295%) ke level 4.154,067 dari posisi sebelumnya pada level 4.166,374. Data lapangan kerja AS yang tercatat dibawah ekspektasi sejumlah ekonom menjadi salah faktor yang menyebabkan pelemahan bursa saham Asia. Disamping itu, data inflasi China yang tercatat naik diatas estimasi, juga menjadi penyebab pelemahan pasar saham regional. Angka inflasi China tercatat meningkat menjadi 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan bulan Februari yang tercatat 3,2% dan perkiraan sebelumnya sebesar 3,3%. Kondisi ini meredam spekulasi bahwa pemerintah akan melonggarkan kebijakan moneter untuk pertumbuhan ekonomi. Indeks Shanghai Composite tercatat melemah sebesar 20,78 poin (0,9%) ke level 2.285,78 dari posisi sebelumnya pada level 2.306,55 sedangkan indeks Hang Seng tutup pada perdagangan kemarin. Sementara itu, indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 142,19 poin (1,47%) ke level 9.546,26 dari posisi sebelumnya pada level 9.688,45. Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menahan diri dari langkah meredakan kebijakan moneter dan mempertahankan tingkat suku bunga sampai adanya penilaian yang lebih menyeluruh terhadap perekonomian. Jepang diberitakan juga akan berkoordinasi dengan China secara intensif untuk mendukung Dana Moneter Internasional (IMF) dalam mengatasi krisis utang Eropa. Director IMF, Christine Lagarde mengutarakan bahwa diperlukan pendanaan yang lebih besar untuk melindungi perekonomian global dari ancaman tekanan pada sistem keuangan di Eropa, kenaikan harga minyak, dan tingkat pengangguran yang tinggi. Disamping itu, Menteri Keuangan Inggris akan tetap mempertahankan anggaran negara yang dinilai kontroversial dari sebagian kalangan. Menkeu Inggris akan melanjutkan kebijakan penghematan anggaran guna memperkecil defisit negara. Anggaran itu salah satunya mencakup soal pajak pertambahan nilai baru pada makanan ringan dan penghapusan tunjangan pensiun. Dari domestik, cadangan devisa RI hingga akhir Maret 2012 mengalami penurunan sebesar US$1,71 miliar menjadi US$110,49 miliar dari posisi Februari sebesar US$112,2 miliar.


Market Overview
Quote:

IHSG pada perdagangan saham hari ini diperkirakan masih rentan terkoreksi. Minimnya insentif pasar dari internal saat ini, maka fokus pasar lebih menyikapi sentimen dari global. Beberapa sentimen global yang dapat berpengaruh bagi pasar, mengenai rilis data ekonomi Cina tentang Indeks harga konsumen yang bergerak naik lebih tinggi dari perkiraan di angka 3.6% untuk bulan Maret dan lebih tinggi dari kenaikan sebelumnya di level 3.2% untuk bulan Februari. Sementara, indeks produksi yakni untuk mengukur harga wholesale turun 0.3% dari tahun sebelumnya. Penuruan indeks produksi sesuai dengan ekspektasi. Dari AS mengenai harapan pasar terhadap data Non Farm Payroll yang seharus otoritas moneter AS yakni Federal Reserve mempertimbangkan dan membuka peluang untuk pengucuran stimulus moneter lebih lanjut. Karena rilis data Non Farm Payrolls AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang jauh lebih sedikit dari perkiraan pada bulan Maret. Dari laporan Departemen Tenaga Kerja, bahwa ekonomi AS hanya menciptakan 120.000 pekerjaan pada bulan Maret. Laju pertumbuhan lapangan kerja ini merupakan kenaikan terkecil sejak Oktober yakni berada jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan 203.000 pekerjaan, meskipun tingkat pengangguran memperlihatkan penurunan menjadi 8,2% dari sebelumnya 8,3%. Fakta dari data ekonomi AS tersebut, diharapkan dapat mendorong bank sentral untuk kembali menyuntikkan likuiditas melalui QE3 ke dalam perekonomian guna memacu kembali pertumbuhan. Lemahnya angka tenaga kerja menjadi pertaruhan dan kepercayaan bagi Barack Obama untuk mencalonkan kembali menjadi Presiden AS dalam Pemilu bulan November mendatang. Selain itu, pasar akan fokus pada pidato Bernanke kepala Federal Reserve pada kemarin dan akhir pekan ini. Pidato akhir pekan ini diperkirakan Bernanke akan membahas mengenai krisis dan kebijakan pemerintah dalam merespons krisis. Dalam pidato sebelumnya Bernanke pernah menyatakan bahwa pasar tenaga kerja AS rapuh. Pidato Bernanke kali ini bisa mengangkat kembali Isu Q3.


Stock Headlines
Quote:

• Anak usaha INDY dan BRAU pasok batubara ke PLTU Jeneponto
• Redstone Resources membeli 80% saham CKRA di Rp275/saham
• BNBR jual saham Rp 124 miliar
• ASRI akuisisi lahan baru USD 120 juta
• ASRI bidik marketing sales Rp 3-3,5 triliun
• RIGS akuisisi 3 perusahaan pelayaran
• DGIK targetkan pendapatan tumbuh 7%
• BTPN bayar bunga obligasi Rp21,84 miliar
• MFIN peroleh pinjaman Rp4 triliun
• APLN akuisisi 65% saham PT Pandega Citraniaga Rp 210 miliar
• DGIK tidak membagikan dividen tahun buku 2011
• DGIK memperoleh kontrak baru kuartal I 2012 Rp 100 miliar
• ADHI akan terbitkan obligasi Rp 1,5 triliun Juli 2012
• MYOR menargetkan laba bersih 2012 menjadi Rp 627 miliar
• PNBN menargetkan pertumbuhan kredit 2012 sebesar 20%-25%
• PNLF tidak membagikan dividen tahun ini
• VOKS memperoleh kontrak penjualan Rp 800 miliar di Q1 2012
• Penjualan CPRO tahun 2011 tumbuh 20,6% YoY
• SKYB menargetkan pendapatan 2012 naik 20% YoY
• ARII anggarkan belanja modal USD 71 juta pada tahun 2012.
• Bekasi Fajar catatkan sahamnya di BEI
• Pemerintah akan mengubah nama SMGR menjadi Semen Garuda
Herseil - 11/04/2012 11:00 AM
#139

Newsletter 11 April 2012

Market review
Quote:

Minimnya sentimen eksternal dan internal pada perdagangan kemarin membuat indeks saham domestik ditutup di zona negatif setelah hampir sepanjang perdagangan berada di area positif. Aksi ambil untung menjelang akhir perdagangan menyebabkan IHSG ditutup melemah sebesar 4,268 poin (0,103%) ke level 4.149,799 dari posisi sebelumnya pada level 4.154,067. Mayoritas pasar saham Asia juga tercatat melemah terkecuali bursa saham China yang tercatat menguat atas laporan neraca perdagangan yang tercatat surplus. Pergerakan pasar saham regional masih dipengaruhi oleh rilis data nonfarm payroll Amerika yang telah diumumkan sebelumnya dan tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan ekspektasi analis. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 8,24 poin (0,09%) ke level 9.538,02 dari posisi sebelumnya pada level 9.546,26 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 236,76 poin (1,15%) ke level 20.356,24 dari posisi sebelumnya pada level 20.593. Indeks Shanghai tercatat menguat sebesar 20,09 poin (0,88%) menuju level 2.305,86 dari posisi sebelumnya pada level 2.285,78. Neraca perdagangan China tercatat surplus sebesar US$5,35 miliar di bulan Maret 2012. Angka ini jauh diatas estimasi sebelumnya yang didukung oleh meningkatnya ekspor dan menurunnya pertumbuhan impor ke posisi terendahnya dalam 13 bulan terakhir. Impor China tumbuh sebesar 5,3% pada bulan Maret atau lebih rendah dibandingkan estimasi di level 9% sedangkan ekspor China naik 8,9% atau lebih tinggi dibandingkan estimasi pada level 7,2%. Data perdagangan tersebut merubah perkiraan pendapatan domestik bruto (PDB) China yang semula diperkirakan pada level 8,3% menjadi tumbuh pada level 8,6%. Bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 2% yang turut disebabkan oleh data pekerjaan Amerika. Sektor perdagangan domestik tercatat variatif dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp107 miliar. Sektor infrastruktur menjadi sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,028% sedangkan sektor ragam industri mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 0,839%.


Market Overview
Quote:

Prediksi IHSG pada perdagangan saham hari ini bergerak mixed dan berpotensi melemah. Koreksi terhadap indeks Wall Street dan peluang indeks kawasan Asia melemah akan menjadi salah satu factor tekanan terhadap indeks domestik. Koreksi terhadap indeks Wall Street dipengaruhi oleh faktor melonjaknya nilai yield obligasi Spanyol dan Italia yang memicu kecemasan bahwa krisis utang Eropa semakin memburuk. Tingkat yield untuk obligasi Italia berjangka waktu 10 tahun naik 23 basis poin menjadi 5,69%. Ini merupakan yang tertinggi sejak 31 Januari lalu. Sedangkan obligasi Spanyol merosot menyusul pernyataan dari Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos. Kecemasan pelaku pasar Eropa mulai merebak kembali dan telah memberikan sentimen negatif bagi indeks bursa AS dan diperkirakan akan berimbas pengaruhnya bagi indeks bursa kawasan Asia maupun dalam negeri pada hari ini. Pelaku pasar mulai cemas atas kemampuan Spanyol untuk menyelesaikan masalah utangnya. Kekhawatiran pasar muncul setelah Perdana Menteri Mariano Rajoy yang mengutarakan kemungkinan sulitnya kondisi yang tengah dialami Spanyol. Sementara itu, Spanyol tidak melakukan penurunan terhadap defisit anggaran setelah Menteri Keuangan menegaskan bahwa tidak akan menaikan pajak pertambahan nilai. Bank sentral Spanyol menilai akan adanya kebutuhan penambahan modal bagi perbankan apabila kondisi ekonomi memburuk. Pemerintah Spanyol terus berupaya merancang agenda efisiensi untuk mengamankan pinjaman dana dari Uni Eropa. Rencananya Program efisiensi akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang. Program efisiensi termasuk privatisasi beberapa badan usaha milik negara dan pemberlakuan aturan baru yang bisa menaikkan daya saing perekonomian Spanyol. Faktor dari global lain; dari BoJ yang mempertahankan kebijakan moneter pasca pertemuan selama dua hari. Selain itu, pasar akan menyikapi hasil rilis data ekonomi dari negara Cina yang menunjukan suatu keberhasilan dalam membukuan surplus perdagangan sebesar USD5.35 miliar di bulan Maret, atau membaik secara signifikan dibandingkan dari posisi defisit di bulan Februari sebesar USD31.48 miliar. Dan dari Iran mengenai langkah dari pemerintah Iran yang menyetujui untuk kembali berdiskusi mengenai program nuklirnya dengan AS dan aliansinya.


Stock Headlines
Quote:

• BYAN peroleh komitmen pinjaman dari beberapa bank
• Ciputra Group targetkan marketing sales 2012 capai Rp 10 triliun
• BEI pastikan BDMN tidak akan delisting
• Setelah akusisi DBS wajib lakukan tender offer saham BDMN
• BDMN kerja sama dengan Sucofindo dan Bhanda Ghara Reksa
• JSMR targetkan tambahan modal Rp 285 miliar
• BSDE kaji obligasi Rp 1,5 triliun
• CTRA incar pendapatan Rp 3,4 triliun
• CTRS investasi Rp 600 miliar untuk Ciputra World Surabaya
• Pelindo I dan WIKA garap terminal peti kemas Rp 1,5 triliun
• GIAA beli airbus USD 2,5 miliar
• Biaya eksplorasi DKFT Rp538 juta
• GTBO targetkan produksi batubara meningkat 87%
• BCIC investasi Rp 40 miliar tahun ini
• BCIC incar KPR di Jatim Rp 75 miliar
• EXCL sediakan dana untuk lunasi utang jatuh tempo 26 April 2012
• BEST targetkan penjualan 2012 capai Rp 500 miliar
• Fitch rating revisi prospek INDY menjadi positif dari stabil
• Daiwa Capital Markets Europe Limited jual 5,4% saham ELTY
• MRAT laba bersih 2011 mencapai Rp 27,86 miliar
• MAMI laba bersih 2011 naik 43% menjadi Rp 1,5 miliar
Herseil - 12/04/2012 10:47 AM
#140

Newsletter 12 April 2012

Market Review
Quote:

Masih minimnya sentimen positif, baik dari eksternal maupun internal membuat mayoritas pasar saham bergerak melemah termasuk pasar saham domestik. IHSG tercatat melemah sebesar 19,786 poin ke level 4.130,013 dari posisi sebelumnya pada level 4.149,799. Sentimen negatif diawali dari pelemahan bursa saham Amerika pada perdagangan waktu sebelumnya yang ditutup melemah sebesar 1,65%. Pelemahan yang disebabkan oleh kekhawatiran atas imbal hasil Italia dan Spanyol tersebut juga membawa dampak negatif bagi bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 79,28 poin (0,83%) ke level 9.458,74 dari posisi sebelumnya pada level 9.538,02 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 215,57 poin (1,06%) ke level 20.140,67 dari posisi sebelumnya pada level 20.356,24. Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia sebesar 6,9% pada tahun ini atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,2%. Pertumbuhan ekonomi akan terancam oleh kondisi ketidakpastian di Eropa dan menurunnya perdagangan ekonomi global. Namun, di saat yang sama, perekonomian Asia secara bertahap akan melakukan diversfikasi pasar, konsumsi swasta yang meningkat, dan membatasi eksposure di kawasan Eropa sehingga dapat tetap menjaga momentum. Kawasan Asia Timur diperkirakan akan mengalami perlambatan dari 8,4% di tahun lalu menjadi 7,4% pada tahun ini karena perlambatan ekspor dan pelemahan investasi. Pertumbuhan kawasan Asia Timur ini akan dipimpin oleh China yang diperkirakan tumbuh berkisar 8,5%-8,7% atau turun dibandingkan tahun lalu sebesar 9,2%. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, ADB memproyeksikan pertumbuhan akan lebih pesat dibandingkan tahun lalu yakni mencapai 5,2% dari 4,6% pada tahun lalu. Hal ini dikarenakan perekonomian Thailand yang sempat jatuh pada tahun lalu karena bencana banjir telah bergerak pulih. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 2%. Penguatan ini disamping didukung oleh kinerja positif yang berhasil diraih sejumlah emiten untuk kuartal pertama tahun ini, juga didukung oleh penjualan ritel Inggris yang positif. Penjualan ritel Inggris tercatat naik 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Market Overview
Quote:

Sentimen global diperkirakan kembali akan mempengaruhi arah pergerakan indeks domestik pada perdagangan saham hari ini. Sentimen positif pasar dari faktor global, mengenai membaiknya indeks bursa Wall Street setelah ditutup menguat. Kenaikan indeks bursa Amerika Serikat tersebut terangkat oleh laba kuartalan dari perusahaan Alcoa serta berkurangnya imbal hasil obligasi di Spanyol dan Italia. Pasar juga akan menunggu rapor ekonomi AS mengenai trade balance. Defisit perdagangan AS khawatir terhadap impor AS yang terus meningkat. Pada sisi lainnya ekspor AS ke Eropa turun akibat krisis utang yang terjadi di Uni Eropa. Sebagai informasi pada bulan Januari defisit AS mencapai USD 52,6 miliar dan diperkirakan defisit pada bulan Februari relatif lebih rendah. Data untuk unemployment claims diperkirakan akan turun. Pada minggu sebelumnya data untuk jumlah orang Amerika yang mencari tunjangan pengangguran turun menjadi 357.000 dari 363, 000 pada minggu sebelumnya mengingat PHK berkurang. Data ekonomi AS lainnya untuk PPI diperkirakan akan naik akibat dari kenaikan harga energi. Sementara itu, Fed dalam pernyataan bahwa kenaikan harga energi bersifat sementara. Sentimen global dapat menjadi kendala bagi pergerakan indeks domestik mengenai krisis anggaran yang menakutkan dari spanyol serta ditambah dengan sinyalemen kondisi dari ekonomi yang memburuk. Fakta ekonomi Spanyol yang memburuk tercermin dari kinerja industri yang mengalami pelemahan dari aktivitas konstruksi maupun otomotif. Data produksi industri bulan Februari turun 5,1% sekaligus melanjutkan penurunan bulan Januari yang sebesar 4,3%. Fakta tersebut sekaligus memastikan bahwa negara ini sudah masuk kedalam fase kontraksi. Menurut Bank Spanyol, ekonomi negara ini akan berkontraksi 1,5% tahun ini, sedangkan pemerintah memprediksi kontraksi 1,7%. Sementara itu, Pemerintah Spanyol menyatakan siap menghemat anggaran senilai 10 miliar euro. Untuk mencapainya, pemangkasan anggaran akan mencakup beberapa sektor seperti edukasi, kesehatan serta optimalisasi layanan publik. Seusai pertemuan dengan anggota kabinet, Perdana Menteri Mariano Rajoy juga sepakat untuk mempercepat privatisasi bank-bank nasional. Dari dalam negeri mengenai BI diperkirakan akan menjaga BI Rate tetap di level 5,75%.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA akan bangun proyek PLTU Banko Tengah di Tanjung Enim
• SMCB akuisisi 100% saham Semen Dwima Agung
• BNBR peroleh pinjaman USD 150 juta dari Mitsubishi Corp
• WIKA butuhan dana Rp 1 triliun untuk biayai proyek 2012-2013
• INAF penjualan naik 49,5% menjadi Rp 111,18 miliar di IQ 2012
• TINS usulkan rasio dividen 30% tahun ini
• GIAA akan tambah 11 unit pesawat widebody A330-300
• GIAA akan jalin kerja sama dengan Roll Royce
• Pendapatan AALI turun 6,5% pada kuartal I
• JPFA akan lakukan share swap
• JPFA siapkan capex sebesar Rp 900 miliar
• GTBO incar laba Rp 500 miliar
• Morgan Stanley bantu penjualan saham GIAA
• Asas resiprokal syarat akuisisi BDMN
• BSDE bukukan penjualan 1Q2012 naik 17% Rp 827,14 miliar
• BSDE siapkan Rp2 triliun untuk 17 subklaster
• BSDE pemrakarsa tol Serpong-Balaraja
• BUVA beli 105.000 saham Bukit Nusa Harapan
• VOKS bidik kontrak PLN Rp1,4 triliun
• BUDI targetkan pendapatan Rp2,75 triliun
Page 7 of 14 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK