Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 14 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

Herseil - 13/04/2012 10:17 AM
#141

Newsletter 13 April 2012

Market Review
Quote:

Transaksi perdagangan di BEI kemarin cukup aktif, dikontribusikan baik dari saham lapis pertama maupun kedua dan ketiga. Saham tambang batu bara pada umumnya, seperti; PTBA, ITMG, BUMI, sempat rebound di sesi I menyusul berita bahwa proposal pajak ekspor batu bara diusulkan sebesar 15% dari sebelumnya 25%-50%, tetapi terkoreksi kembali hingga sesi II berakhir, dimana dikabarkan pengusaha pertambangan mineral dan batu bara menolak pemberlakuan pajak ekspor 15% bagi sektor mineral dan batu bara. Rebound juga terjadi pada saham ASII, UNTR, SMGR, INTP, sehingga IHSG terapresiasi sebesar 9,527 poin (+0,23%) di 4139,54. Sahamsaham konstruksi tampaknya mulai diminati lagi sehingga menguat. Sementara saham lapis bawah yang aktif ditransaksikan al. JPFA, TMPI, PTRO. Kenaikan signifikan JPFA dipicu oleh rencana merger dengan MBAI pada harga di atas harga pasar saat ini. Asing tercatat membukukan net buy sekitar Rp 189 miliar. Penguatan IHSG itu seiring dengan apresiasi indeks di bursa Asia. Sementara indeks di bursa Eropa secara umum melemah. Melemahnya bursa Eropa seiring dengan turunnya saham sektor minyak dan perbankan Portugal yang tertekan oleh adanya rencana right issue Banco Espirito Santo SA senilai Euro 1 miliar dengan harga diskon 66%. Sementara itu data jobless claims US naik 13.000 pada minggu berakhir 7 April menjadi 380.000, tertinggi sejak 28 Januari 2012, yang menunjukkan peningkatan pasar tenaga kerja AS melambat. Sedangkan dari dalam negeri, BI mempertahankan suku bunga acauan di level 5,75% karena risiko inflasi. Meski demikian nilai tukar rupiah relatif masih bergerak di kisaran yang sama dengan sebelumnya. Hal itu berbeda dengan mata uang Asia lain yang cenderung menguat pasca survei The Federal Reserve menunjukkan bahwa ekonomi AS meningkat. Bank Indonesia memperkirakan GDP tahun 2012 masih bisa mencapai 6,3%-6,7% dan tahun 2013 sebesar 6,8%. Sedang GDP 2Q 2011 diperkirakan 6,4%. Sementara laju inflasi thaun 2013 diperkirakan mencapai 3,5%-5,5%.


Market Overview
Quote:

Potensial terjadi technical rebound bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini cukup terbuka. Kendati tetap mempertimbangkan sentimen dari faktor fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar. Penguatan terhadap indeks bursa Amerika Serikat (AS) diperkirakan dapat memberi dukungan bagi pergerakan indeks domestik pada perdagangan saham hari ini. Indeks Dow Jones di tutup menguat 181,19 poin (1,41%) ke posisi 12986,58 dan indeks Nasdaq naik 39,09 poin (1,30%). Pergerakan positif indeks bursa AS ini seiring spekulasi bahwa the Federal Reserve memberikan sinyal tingkat suku bunga akan tetap rendah dalam beberapa waktu ke depan. Sentimen Fed ini memberikan kekuatan di tengah munculnya data yang kurang baik dari negara ini, yakni mengenai pengajuan klaim tunjangan pengangguran baru di AS yang meningkat tajam di pekan lalu, sinyalemen lainnya bawah pasar tenaga kerja terlihat kehilangan momentum. Laporan Departemen Tenaga Kerja mencatatkan klaim awal tunjangan pengangguran meningkat sebesar 13,000 ke penyesuaian secara musiman 380.000 pada pekan hingga 7 April. Kenaikan mingguan tersebut merupakan terbesar dalam satu tahun terakhir. Padahal sebelumnya The Fed mengumumkan mengenai ekonomi Amerika yang mengalami kenaikan di sektor manufaktur, perekrutan kerja dan penjualan ritel. Pasar akan menyikapi pidato Ben Bernanke kepala Federal Reserve dijadwalkan akan berbicara di New York serta rilis data inflasi pada hari ini. Sentimen pasar dari global lainnya mengenai pernyataan dari Bank Dunia terhadap Cina yang berpandangan negatif. Perkiraan terbaru dari Bank Dunia atas Cina bahwa pertumbuhan perekonomiannya diprediksikan akan merosot ke terendah selama 13 tahun di 2012. Faktor memburuknya pemulihan ekonomi dunia yang menghantam permintaan ekspor dan investasi domestik serta melambatkan pertumbuhan konsumsi menjadi penyebabnya. Bank Dunia juga perkiraan ekspansi ekonomi China tahun ini menjadi 8.2% dari perkiraan bulan Januari di angka 8.4%.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM targetkan produksi feronikel 18 ribu ton tahun ini
• ANTM laba naik 13,5% menjadi Rp 1,91 triliun pada 2011
• BYAN dilarang alihkan sahamnya di Kangaroo Resources Ltd
• Laba SMGR diperkirakan mencapai Rp 1 triliun
• SMGR berencana bangun 2 pabrik baru
• ADHI raih kontrak jalan tol dan dermaga
• WIKA investasi PLTU USD 150 juta
• ARII kuasai 65% saham Inti Buana Mining
• TOTL danai ekspansi anak usaha Rp 100 miliar
• CMNP akuisisi tol Cijago
• NIKL targetkan pendapatan Rp 1,9 triliun
• Saham pemerintah di BBTN akan terdilusi menjadi 60%.
• ENRG siapkan US$260 juta guna tingkatkan produksi
• PJAA akan memasuki kawasan industri
• SMRA akan memproses non-preemptive rights
• TOTL rencana bagikan dividen minimal 40% dari laba bersih 2011
• ADHI hingga Maret 2012 raih kontrak baru Rp 2,6 triliun
• ULTJ naikkan harga jual 3% pada 1Q2012
• BBNI rencana terbitkan global bond USD 500 juta pada April 2012
• GIAA kerjasama dengan Susi Air
• GTBO targetkan pendapatan 2012 sebesar USD 117 juta
• ADMG alokasikan capex USD 17,5 juta tahun ini
Herseil - 16/04/2012 10:31 AM
#142

Newsletter 16 April 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik bergerak melemah hampir di sepanjang perdagangan pekan kemarin menyusul minimnya sentimen positif dari eksternal dan internal. Sentimen dari Amerika mayoritas seputar rilis data ekonomi, laporan keuangan sejumlah emiten, dan langkah The Fed yang mengindikasikan akan menahan tingkat suku bunga pada level rendah guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya perkembangan ekonomi China yang cukup menjadi katalis bagi pergerakan pasar selama sepekan adalah mengenai data inflasi, surplus perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi. Angka inflasi China tercatat meningkat menjadi 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari bulan Februari sebesar 3,2% dan estimasi sebelumnya sebesar 3,3%. Sementara itu, neraca perdagangan China tercatat surplus sebesar US$5,35 miliar di bulan Maret 2012. Angka ini didukung oleh meningkatnya ekspor dan menurunnya pertumbuhan impor ke posisi terendah dalam 13 bulan terakhir. Impor China tumbuh sebesar 5,3% atau lebih rendah dari estimasi pada level 9% dan ekspor China naik 8,9% atau lebih tinggi dibandingkan estimasi pada level 7,2%. Sedangkan data perekonomian China untuk periode kuartal pertama tahun ini menunjukkan perlambatan dari perkiraan sebelumnya. Gross domestic product (GDP) China turun ke level 8,1% atau lebih rendah dari periode kuartal keempat 2011 sebesar 8,9%. China telah terimbas perlambatan ekonomi global karena permintaan barang dari Amerika Serikat dan Eropa menurun. Dari Eropa, Menteri Keuangan Inggris akan tetap mempertahankan anggaran negara yang dinilai kontroversial dari sebagian kalangan. Menkeu Inggris akan melanjutkan kebijakan penghematan anggaran guna memperkecil defisit negara. Anggaran itu salah satunya mencakup mengenai pajak pertambahan nilai baru pada makanan ringan dan penghapusan tunjangan pensiun. Dari domestik, BI mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) pada level 5,75%. Bank sentral memandang BI rate masih sesuai dengan sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.


Market Overview
Quote:

Prediksi IHSG dalam pekan ini berpeluang menguat diperkirakan sejumlah faktor dari global dapat memberikan sinyal positif bagi pasar domestik. Berharap rilis data ekonomi AS dan sentimen global lainnya memberikan dukungan positif. Dalam pekan ini sentimen pasar dari AS mengenai rilis sejumlah data antara lain; housing starts pada Maret diperkirakan mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya 698K, demikian data untuk industrial production Maret diperkirakan mengalami pertumbuhan dibandingkan sebelumnya flat. Data existing home sales pada Maret diperkirakan meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang anjlok 0,9%. Penyataan Ben Bernanke diperkirakan dapat membawa volatilitas tinggi ke pasar, kendati lebih menekankan mengenai prespektif krisis keuangan AS saat ini, sehubungan menjawab pertanyaan bagaimana sejarah krisis ini bisa lahir. Pembicaraa Ben Bernanke di New York akhir pekan lalu menyatakan bahwa Kredit Perumahan merupakan pemicu krisis, namun bukan sumber penyebabnya. Data ekonomi AS mengenai sentimen konsumen turun di awal April karena kenaikan harga bensin yang memicu peningkatan anggaran rumah tangga, namun optimisme atas prospek ekonomi mengangkat harapan konsumen. Data lainnya dari AS pada akhir pekan lalu, Inflasi di tingkat konsumen AS menurun sedikit di bulan Maret, karena biaya energi yang lebih rendah mengisyaratkan tekanan inflasi lebih ringan menjelang musim semi. Sentimen lainnya dalam pekan ini, pertemuan antara Iran dengan Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman, untuk membahas sengketa program nuklirnya. Lima anggota permanen PBB yakni AS, Inggris, China, Prancis, dan Rusia plus Jerman akan bertemu dengan delegasi Iran di Baghdad pada 23 Mei setelah menyusul diskusi di Istanbul pada 14 April lalu. Diskusi internasional terkait masalah program nuklir Iran hanya menghasilkan kesepakatan untuk menggelar kembali pertemuan selanjutnya pada Mei mendatang. Pasar berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi terbaik untuk kedamaian.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA bidik laba Rp 3,8 triliun
• PTBA mengusulkan rasio dividen sekitar 55-60%
• ENRG targetkan peningkatan produksi 140%
• SMGR bangun 2 pabrik untuk jaga market share
• Pangsa pasar mobil Grup ASII naik menjadi 58,17%
• ADHI peroleh kontrak baru Rp 2,6 triliun
• CMNP incar proyek angkutan batubara
• TRST tambah produksi
• PTPP peroleh kontrak pengadaan PLTG/PLTMG di Duri, Riau
• CMNP lokasikan capex Rp 1 triliun untuk investasi jalan tol
• CMNP targetkan net margin 50,22%
• BNBR akan gabungkan bisnis infrastruktur
• IDKM ajukan pinjaman Rp490 miliar ke EMTK
• NIKL ekspansi pasar kemasan baterai
• SMAR alokasikan belanja modal Rp1,35 triliun
• SMCB bagikan dividen Rp 55 per saham
• SMCB siapkan dana USD 200 juta untuk pabrik di Tuban
• MPPA laba bersih capai Rp 120,3 miliar tahun 2011
• MLPL pendapatan 2011 Rp10,3 triliun 2011 naik dari Rp 9,5 triliun
• TGKA bagi dividen 53,7% dari laba tahun buku 2011
• Pefindo tetapkan peringkat idAAA, outlook stabil terhadap TLKM
• KAEF cari pendanaan dari pinjaman bankan dan ekuitas
Herseil - 17/04/2012 10:53 AM
#143

Newsletter 17 April 2012

Market Review
Quote:

Pelemahan bursa saham global dan regional pada perdagangan sebelumnya yang disebabkan oleh kondisi Spanyol, turut membawa sentimen negatif bagi bursa saham domestik. IHSG ditutup melemah sebesar 12,696 poin (0,305%) ke level 4.146,581 dari posisi sebelumnya pada level 4.159,277. Sejumlah bank Spanyol dikabarkan meminjam dalam jumlah besar kepada ECB yang mencerminkan sulitnya perbankan tersebut mencari pendanaan. Biaya pinjaman Spanyol juga naik ke level tertinggi pada tahun ini yang berpotensi untuk memicu terjadinya gagal bayar. Mayoritas bursa saham Asia juga ditutup melemah dimana indeks Nikkei 225 ditutup sebesar 167,35 poin (1,74%) ke level 9.470,64 dari posisi sebelumnya pada level 9.637,99 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 90,4 poin (0,44%) ke level 20.610,64 dari posisi sebelumnya pada level 20.701,04. Bank of Korea memangkas target pertumbuhan ekonomi Korea Selatan menjadi 3,5% pada tahun 2012 atau lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya pada level 3,7%. Sedangkan indeks harga konsumen diprediksi naik 3,2% atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 3,3%. Pemangkasan pertumbuhan ini dilakukan di tengah pergerakan harga minyak yang fluktuatif dan kecemasan mengenai krisis utang Eropa. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat di tengah kekhawatiran akan kondisi Spanyol. Para pemimpin Eropa akan melangsungkan pertemuan di Washington pada 20-22 April dengan salah satu tema pembicaraannya adalah penambahan sumber daya untuk mengatasi krisis yang masih terjadi di kawasan Eropa. Salah satunya adalah Spanyol yang tengah menghadapi kesulitan finansial sehingga berpotensi mengguncang pasar finansial. Hal ini terlihat dari beban biaya pinjaman Spanyol yang meningkat. Begitu juga terhadap kondisi Italia sehingga memicu kecemasan bahwa ada potensi kejatuhan pada perekonomian sejumlah negara Eropa. Sementara itu, imbal hasil lelang obligasi Spanyol kembali naik 2,5% menjadi 6,1% untuk tenor 10 tahun dan imbal hasil obligasi pemerintah Italia juga naik 1,7% menjadi 5,6%.


Stock Headlines
Quote:

Pelaku pasar domestik pada hari ini akan mencermati sentimen-sentimen global yang diperkirakan dapat mempengaruhi bagi IHSG. Sinyalemen positif ke pasar mengenai Moody’s Investor Service menunda keputusan untuk memangkas atau tidaknya kredit rating sejumlah bank di Eropa. Sebelumnya sejumlah bank di Eropa telah bersiap-siap untuk pemangkasan rating besar-besaran oleh Moody’s Investors Service. Pasar masih sanksi terhadap lelang obligasi Spanyol yang akan dilakukan hari ini dan Kamis. Sebelumnya obligasi pemerintah Spanyol dengan tingkat maturitas 2,8 poin basis turun 6,015%. Spanyol menjadi kekhawatiran baru dalam perjuangan zona Eropa untuk menyelesaikan krisis hutangnya. Sementara itu, Pemerintah Spanyol berharap Bank Sentral Eropa (ECB) segera untuk mengambil langkah lebih untuk membendung krisis utang, terkait melonjaknya imbal hasil obligasi negara tersebut. Sementara itu data Maret lalu, menunjukan pinjaman perbankan Spanyol di ECB melonjak hampir 50%. Pasalnya, perbankan di negeri itu mengambil hampir sepertiga dari pinjaman jangka panjang yang ditawarkan untuk lembaga keuangan di kawasan Eropa. Kondisi ini semakin mencemaskan mengingat perbankan Spanyol hanya mengandalkan bantuan ECB. Sedangkan investor swasta tidak tertarik untuk memberikan pinjaman kepada perbankan Eropa yang negaranya memiliki posisi fiskal yang lemah. Kecemasan pasar semakin mendalam setelah keluar pernyataan anggota dari salah satu dewan ECB yang mengatakan bahwa tidak yakin ECB akan memberikan pinjaman serta ECB tidak akan melakukan pembelian terhadap obligasi Spanyol karena belum ada alasan kuat untuk melanjutkan pembelian obligasi. Pasar juga akan menantikan Pertemuan IMF pada akhir pekan ini untuk membahas kestabilan zona Eropa. Sedangkan sentimen positif dari Jepang bagi pasar, berkenaan dengan negara ini yang akan menyediakan dana terkait dengan rencana penambahan modal Dana Moneter Internasional (IMF). IMF beberapa hari lalu menyatakan membutuhkan penambahan dana tidak lebih dari US$500 miliar untuk meningkatkan daya bantuan dalam menanggulangi krisis utang Eropa. Pasar menunggu hasil dari, pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank senteral G-20 di Washington 19 April mendatang.


Stock Headlines
Quote:

• CMNP membidik proyek pembangunan tol Serpong-Balaraja
• TINS dapat pinjaman Rp 3 triliun
• BTEL akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD
• Dividen SMCB dibagi 25 Mei
• BBNI usulkan dividen 2011 sebesar 20%
• APLN beli 55% Sumber Air Mas
• Nilai aset SMGR meningkat 98%
• INAF bidik kenaikan laba 94%
• BRNA siapkan capex Rp 150 miliar
• Laba KREN meningkat 500%
• JSMR optimis pendapatan IQ2012 naik 12% jadi Rp 1,292 triliun
• PTBA tambang batu bara di Pranap miliki cadangan 367 juta ton
• KRAS peroleh fasilitas pinjaman USD 200 juta atau ICBC dan CDB
• KRAS lakukan revitasilasi di fasilitas produksi pada tahun ini
• SMCB anggarkan capex 2012 USD 200 juta
• TLKM kerjasama dengan eBay kembangkan e-commerce
• MASA rencana bangun pabrik ban di Kazakstan
• GIAA incar pasar penerbangan ke Amerika Latin
• CEKA targetkan kenaikan penjualan 10%-20% di 2012
• INAF rencana bangun 2 pabrik pada 2H2012
• SSIA jual lahan Rp1,38 triliun
• BAPA alokasikan dana akuisisi Rp150 miliar
• MTLA bagi dividen Rp4.13/saham
Herseil - 18/04/2012 10:10 AM
#144

Newsletter 18 April 2012

Market Review
Quote:

Setelah bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan kemarin, bursa saham domestik berhasil ditutup pada zona positif di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia. IHSG ditutup menguat sebesar 10,784 poin (0,26%) menuju level 4.157,365 dari posisi sebelumnya pada level 4.146,581. Sentimen pertama diawali dari mixed-nya data ekonomi Amerika dengan data retail sales yang tercatat membaik namun tidak terjadi pada data perumahan. Sementara itu, investasi asing langsung (FDI) China tercatat turun di bulan Maret 2012 ketika ekonomi tengah melambat dan mendorong kekhawatiran akan krisis utang Eropa yang kembali memburuk. Dari Jepang, negara ini akan menyediakan dana senilai US$60 miliar untuk pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah ini menjadikan Jepang sebagai negara non-Eropa pertama yang mengalirkan dana guna menangani krisis utang zona Euro. Kontribusi dari pemerintahan Jepang ini akan diumumkan pada pertemuan G20 di Washington akhir pekan ini. Kebijakan Jepang tersebut diharapkan dapat memperkuat pendanaan IMF dan membuka jalan untuk mengakhiri krisis di zona Euro. Disamping itu, kebijakan tersebut juga bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi Jepang dan juga Asia. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 5,93 poin (0,06%) ke level 9.464,71 dari posisi sebelumnya pada level 9.470,64 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 48,33 poin (0,23%) ke level 20.562,31 dari posisi sebelumnya pada level 20.610,64. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 2% menjelang pengumuman data ekonomi Eropa dan lelang obligasi Spanyol. Data penjualan mobil Uni Eropa turun ke level terendah pada bulan lalu. Penjualan mobil di 27 negara itu tercatat turun sebesar 6,8% dari 1,61 juta unit pada Maret 2011 menjadi 1,5 juta unit pada Maret tahun ini. Sementara Inggris, mengalami kenaikan inflasi untuk periode Maret 2012. Inflasi tahunan naik menjadi 3,5% dari 3,4% pada bulan Februari. Sektor perdagangan domestik tercatat variatif dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp325 miliar.


Market Overview
Quote:

Pada perdagangan saham hari ini IHSG berpeluang menguat, seiring munculnya sentimen positif dari indeks bursa global. Indeks bursa Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin waktu setempat. Indeks Dow Jones ditutup menguat 194,19 poin (1,5%) ke posisi 13115.54 dan Nasdaq pada akhir perdagangan menguat sebesar 54,42 poin ke posisi 3042,82. Kenaikan indeks bursa AS mendapat dorongan dari rilis Dana Moneter Internasional tentang proyeksi global semi-tahunannya, di mana IMF menaikkan sedikit proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,5% serta laporan triwulanan positif dari sejumlah perusahaan besar di AS seperti Apple, Johnson & Johnson, Goldman Sachs dan Coca-Cola laba positif. Kendati sinyalemen dari pasar melihat bahwa prospek untuk ekonomi global secara perlahan meningkatkan, tetapi masih sangat rapuh. Karena ketenangan mulai terusik, akibat krisis utang Eropa yang memanas kembali. Situasi darurat kembali mencuat setelah yield obligasi Spanyol dan Italia melonjak hingga menimbulkan keraguan diantara para pemimpin kawasan mengenai mimpi situasi membaiknya perekonomian bagi kawasan Eropa telah sirna. Setelah ketenangan pasar selama 3 bulan, kini krisis Eropa telah mengancam kembali. Yield obligasi Spanyol untuk tenor 10-tahun merangkak naik 19 basis poin ke level 5.98%. Lebih jauh pasar mencemaskan terhadap defisit anggaran negara ini yang semakin membengkak. Bahkan diperuncing dengan dengan pernyataan dari Menteri Ekonominya yang mengakui bahwa negara Spanyol mungkin terpuruk lagi ke zona resesi untuk kali pertama sejak tahun 2009. Spanyol dalam waktu dekat akan membutuhkan bailout. Kondisi ini diperparah dengan keengganan ECB untuk menolong situasi market dengan menolak untuk melakukan program pembelian aset. Khawatir terhadap ekonomi Spanyol kabarnya pejabat Eropa akan berkunjung ke Washington dalam pekan ini untuk mencari bantuan dana lebih besar dalam memerangi krisis utang. Sementara itu, data laju inflasi Inggris terakselerasi lagi ke 3.5% di bulan Maret dibanding bulan sebelumnya di 3.4%. Diperkirakan peluang quantitative easing tambahan akan dilakukan oleh BoE pada Mei. Sentimen dari Jepang, kepastian negara ini akan menyediakan tambahan dana untuk IMF sebesar USD60 miliar.


Stock Headlines
Quote:

• AALI bagikan dividen Rp 995 per saham tahun buku 2011
• AALI Pendapatan 1Q2012 naik 6,5% jadi Rp 2,58 triliun
• AALI produksi TBS 1Q2012 naik 7,8% capai 1,1 juta ton
• AALI anggarkan capex Rp 2 triliun tahun ini
• AALI turunkan target nilai utang tahun ini
• SSIA bidik Rp 1 triliun dari proyek tol Cikapa
• Penjualan CTRA naik 84%
• Dana IPO NIKL terserap total
• VIVA raih pendapatan Rp992 miliar
• BUDI siapkan belanja modal Rp200 miliar
• GIAA tunda spin off Citilink
• ITTG lakukan rights issue
• SUGI akan minta persetujuan RUPS untuk rights issue
• BDMN laba bersih kuartal 1Q2012 naik 18% jadi Rp 900 miliar
• ABMM melalui anak usaha jual batubara ke AVRA Commodities Ltd
• ROTI akan keluarkan produk baru dengan brand Sari Choki
• APLN akuisisi 55% saham Sumber Air Mas Pratama
• Grup Ciputra rencana ekspansi bisnis ke Sidoarjo
• ISAT rencana terbitkan obligasi konvensional dan sukuk ijarah
• TLKM dan KAI kerjasama layanan TI & komunikasi
• ERTX lakukan konversi utang ke saham baru
• HDFA peroleh fasilitas kredit dari PNBN Rp 100 miliar
Herseil - 19/04/2012 11:26 AM
#145

Newsletter 19-4-2012

Market Review
Quote:

Memasuki hari ketiga perdagangan IHSG masih bergerak sideways, meskipun mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut, sejalan dengan bursa Asia yang menguat. Rebound saham-saham sektor batu bara seperti ITMG, PTBA, BUMI, HRUM, aksi beli saham lapis kedua dan ketiga serta rally sejumlah saham belum mampu mendorong ihsg secara signifikan. Sejumlah saham menguat signifikan dipicu oleh sentimen aksi korporasi, prospek dan rencana pembagian dividen, seperti GTBO, ROTI. Pergerakan ihsg itu tidak terlepas dari bursa Eropa yang melemah dipicu oleh penurunan saham sektor perbankan dan minyak. Investor Eropa juga mengkhawatirkan hasil lelang obligasi Spanyol pada Kamis ini dengan tenor 2 tahun dan 10 tahun, serta kemungkinan tekanan ekonomi di Perancis, Yunani dan Spanyol sehubungan dengan adanya Pemilu. Sementara itu IMF menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global meningkat secara perlahan, karena perekonomian Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan pemulihan, meski masih menghadapi risiko perlambatan ekonomi. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS tahun 2012 naik menjadi 2,1% dari perkiraan sebelumnya 1,8%, dan 2,4% di tahun 2013 dari sebelumnya 2,2%. Sedang Eropa diperkirakan mengalami resesi ringan dengan pertumbuhan minus 0,3% di tahun 2012 dari sebelumnya minus 0,5%, tapi meningkat menjadi 0,9% di 2013. IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global tahun 2012 menjadi 3,5% dari sebelumnya 3,3% dan 4,1% untuk tahun 2013 dari sebelumnya 3,9%. Negara berkembang diproyeksikan tumbuh 5,7% di 2012 dan 6% di 2013 dari perkiraan sebelumnya 5,4% dan 5,9%. Sedangkan risiko perlambatan ekonomi yang dimaksud terkait dengan krisis di Eropa dan gejolak harga minyak, yang diantaranya dipicu oleh memanasnya situasi di Korea Utara dan Iran yang berdampak pada meningkatnya tensi geopolitik. IMF menaikkan outlook harga minyak global rata-rata 10% YoY di tahun 2012, karena kemungkinan gangguan pasokan dan meningkatnya permintaan minyak.


Market Overview
Quote:

Sentimen dari indeks bursa global yang diperkirakan berpeluang melemah dapat menekan indeks bursa domestik pada perdagangan saham hari ini. Bursa AS akan memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG hari ini, menyusul melemahnya indeks bursa Wall Street dimana indeks Dow Jones ditutup melemah 82,79 poin (0,63%) ke level 13032,75 dan indeks Nasdaq koreksi sebesar 11,37 poin (0,37%) ke posisi 3031,45. Faktor kegelisahan terhadap sentimen Eropa menghilangkan rangsangan sentimen positif dari laporan keuangan perusahaan secara umum membaik di AS. Laba kuartal pertama IBM melampaui perkiraan dengan laba naik 7,1%, tetapi angka pendapatan agakmengecewakan. Saham berbasis teknologi lainnya seperti Intel Corp mengalami perlambatan pertumbuhan kinerja. Sentimen dari Eropa lainnya, pasar khawatir mengenai kebuntuan tentang penempatan atau alokasi dana bantuan untuk zona Eropa antara Jerman dan Spanyol yang berselisih pendapatan. Sementara sejumlah negara di Eropa dan beberapa petinggi ECB mendesak adanya pelonggaran persyaratan untuk dana bantuan dalam European Financial Stability Facility (EFSF). Spanyol mendukung agar EFSF dapat melakukan pinjaman langsung untuk bank-bank yang bermasalah dan tidak harus melalui pemerintah negara bersangkutan. Beberapa petinggi zona-euro telah menyerukan penambahan dana bailout yang lebih besar. Selain itu, pasar akan bersikap menunggu terkait dengan Spanyol yang akan menggelar lelang obligasi tenor 2 dan 10 tahun pada hari ini. Kekhawatiran akan meningkat jika lelang obligasi memicu yield yang tinggi. Kecemasan pasar pun bisa lebih mendalam karena akan memicu negara itu akan bernasib seperti Yunani, butuh bailout. Sementara itu, sentimen dari Asia berkenaan dengan IMF yang merevisi perkiraannya untuk pertumbuhan perekonomian Jepang menjadi 2% dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,7%. Pertumbuhan ekonomi Jepang ini dipicu oleh peningkatan biaya untuk program rekonstruksi pascagempa dan tsunami yang menerjang negeri sakura pada 11 Maret tahun lalu, menjadi alas an bagi IMF untuk menaikan perkiraan pertumbuhan negara ini Sementara pada 2013, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang hanya tumbuh 1,75%, akibat imbas kondisi ekonomi global dan turunnya belanja untuk rekonstruksi.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA konstruksi proyek PLTU Mulut Tambang dimulai tahun depan
• PTBA dinilai lakukan pembohongan publik dalam sengketa lahan
• ANTM berharap dapat setor dividen 30%
• ANTM ajukan tax holiday untuk 2 proyek hilirisasi
• Penjualan alat berat UNTR stagnan pada kuartal I-2012
• Dividen AALI akan dibagi pada 29 Mei
• Laba TBIG naik 41%
• Akuisisi BDMN terganjal RBB
• Penjualan KLBF meningkat 20%
• KLBF menjajaki 3 perusahaan untuk diakuisisi
• Institusi asing lepas 5,5% saham SMRA di Rp1600/saham
• SMCB bagikan dividen Rp 55 per saham
• BBNI membagikan dividen Rp 62,48 per saham.
• JSMR akuisisi ruas tol Waru-Aloha-Tanjung Perak berpotensi batal
• ADHI perolehan kontrak proyek baru hingga Rp 2,6 triliun 1Q2012
• INAF rencana membangun 2 pabrik farmasi pada 2H2012
• MASA pertahankan pangsa pasar ekspor termasuk ke AS
• TINS bantah tengah lakukan due diligent atas tambang batu bara
• MAYA akui telah terjadi penggelapan dana deposito Rp 19,4 miliar
• Kuasi reorganisasi ERTX tidak terkait dengan konversi utang
• KIJA realisasikan dana rights issue 2010 sekitar Rp 1,506 triliun
• ITTG akan rights issue
Herseil - 20/04/2012 10:35 AM
#146

Newsletter 20 April 2012

Market Review
Quote:

Kemarin IHSG masih menunjukkan pola pergerakan sideways dalam kisaran sempit. Kecuali katalis rencana pembagian dividen, BEI minim sentimen. Saham lapis kedua dan ketiga tampak aktif diperdagangkan seperti GTBO, DKFT, BRNA, CEKA, ASBI. Saham ASBI menguat hingga autorejection. Apresiasi sejumlah saham di BEI tidak mampu mempertahankan IHSG di teritori positif dan ditutup melemah 2,521 poin (-0,061%) di 4163,716. Tertahannya pergerakan ihsg itu terimbas oleh bursa Asia yang secara umum melemah, kecuali Hangseng, STI, SET dan Sensex, dimana Hangseng naik 1,03% dan SET 1,44%. Bursa saham Asia melemah karena eksportir mundur setelah kredit macet Spanyol melonjak menjelang penjualan oblgasi kemarin. Pasar kembali diliputi kekhawatiran akan terjadinya kembali krisis utang karena biaya pendanaan di Spanyol dan Italia kembali naik. Sementara itu penjualan obligasi pemerintah Spanyol bertenor 2 dan 10 tahun kemarin mampu meraih dana € 2,54 miliar atau melampaui target maksimum yang ditetapkan pemerintah sebesar € 2,5 miliar. Perancis juga menjual obligasi senilai € 8 miliar kemarin, merupakan target maksimal yang ditetapkan Agence France Tresor (Departemen Pengelolaan Utang Perancis). Sedang IMF memperoleh komitmen pendanaan sebesar USD 316 miliar dari beberapa negara. Dana itu akan digunakan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Pertemuan G20 pada akhir pekan ini, yang juga dihadiri oleh Bank Dunia dan IMF, berusaha mengumpulkan dana sekitar USD 400 miliar ke IMF. Sebaliknya bursa saham Eropa justru menguat dipicu oleh kebijakan baru people Bank of China yang akan menambah likuiditas di perbankan melalui operasi pasar terbuka dan pemangkasan rasio cadangan di perbankan, yang diperlukan untuk mengarahkan ekonomi menuju soft landing. Sedang Nikkei terkoreksi 0,82% dipicu oleh pernyataan Depkeu Jepang bahwa Jepang mengalami defisit perdagangan USD 54 miliar pada tahun fiskal 2011. Nilai Yen dan krisis utang Eropa turut memicu melambatnya pertumbuhan ekspor Jepang. Depkeu Jepang memperkirakan impor akan terus tumbuh karena kenaikan tajam harga minyak dunia. Yen melemah pasca Gubernur BoJ menyatakan akan melanjutkan pelonggaran moneter. Investor juga menantikan data existing home sales AS bulan Maret. Survei Bloomberg menunjukkan angka 0,7% dibandingkan sebelumnya -0,9%.


Market Overview
Quote:

Perdagangan saham di pasar domestik pada akhir pekan ini masih didominasi pengaruhnya dari indeks bursa regional. Pergerakan IHSG masih kuat dipengaruhi oleh sentimen-sentimen dari global. Kekhawatiran terhadap Spanyol diperkirakan sedikit akan reda setelah lelang obligasi pada hari Kamis kemarin, hasilnya tidak begitu mengecewakan dan pasar masih menanggapi positif. Kendati dari yield obligasi bertenor 10 tahun meningkat, tetapi terlihat penurunan untuk biaya pinjaman obligasi bertenor 2 tahun. Dalam lelang obligasi yang dilakukan hasil dari permintaan atas instrumen tersebut tidak terlalu buruk. Lelang obligasi yang dilakukan Spanyol bersamaan dengan lelang obligasi yang dilakukan Perancis dan Jerman. Spanyol maupun Perancis berancana untuk mendapatkan dana sebesar 13.5 miliar Euro. Setelah Perdana menteri Mariano Rajoy berupaya untuk memenuhi target deficit. Spanyol menerbitkan obligasi 2 dan 10 tahun senilai 2.5 miliar Euro. Sementara itu, Perancis telah menentukan target minimum sebesar 11 miliar Euro termasuk surat hutang hingga 2017. Sedangkan Jerman harus membayar yield utang obligasi tenor 2-tahun pada tingkat terendah. Lelang obligasi Jerman senilai 5 miliar euro berada pada yield 0.25%. Dalam lelang tersebut tercatat surat utang yang tidak terjual sekitar 4.206 miliar euro pada rata-rata-rata yield sebesar 0.14%. Yield ini merupakan yang terendah dalam sejarah penjualan surat utang Jerman bertenor 2-tahun. Dari Inggris, sinyalemen dari Bank of England untuk melakukan kenaikan program pembelian obligasi yang lebih luas. Sinyalemen tersebut dari hasil pertemuan di Bank Sentral Inggris dengan suara mayoritas memutuskan untuk melakukan kebijakan pembelian Obligasi senilai 325 miliar pounds. Pasar akan menyikapi perkembangan desakan terhadap Bank sentral Eropa untuk kembali menyuntikkan dana tambahan ke pasar setelah sebelumnya telah melakukan tambahan dana untuk mendorong pertumbuhan. Pasar akan merespon positif dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang telah mendapatkan komitmen dari para anggotanya untuk menambah kemampuan pinjaman sebanyak USD320 miliar. Kemampuan pinjaman IMF saat ini menjadi salah satu perhatian pasar seiring kembali munculnya kekhawatiran atas kondisi Spanyol dan Italia yang dapat memperburuk krisis utang zona-euro.


Stock Headliens
Quote:

• RUPS BTEL setujui rencana untuk terbitkan non pre-emptive rights
• BTEL akan akuisisi 39% PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia
• RUPS AUTO setujui untuk bagikan dividen Rp 105 per saham.
• BBTN menyetujui pembayaran dividen sebesar Rp 25 per saham.
• RUPS TINS setuju untuk bagikan dividen Rp 89,09 per saham
• TINS targetkan laba bersih tumbuh 10%-15% pada tahun 2012.
• ROTI menyetujui untuk bagikan dividen Rp 28,65 per saham.
• ROTI targetkan penjualan dapat menembus Rp 1 triliun naik 23%
• ROTI akan buka 2 pabrik baru dan 7 lini bisnis baru
• AUTO investasi Rp 2,95 triliun
• TBIG tuntaskan akuisisi menara Mei 2012
• MERK bagikan dividen Rp 185 milyar
• Harga saham rights issue BBTN Rp 1.900-2.200
• Dividen tunai BBNI Rp62.48/saham dibagi 30 Mei
• INDS akan bagi saham bonus
• Kredit BCIC tumbuh 36%
• AGRO ganti nama menjadi PT BRI Agroniaga
Herseil - 23/04/2012 10:26 AM
#147

Newsletter 23 April 2012

Market Review
Quote:

Pada perdagangan Jumat lalu IHSG kembali bergerak flat karena minimnya katalis di BEI, menunjukkan IHSG bergerak sideways selama 2 pekan ini. IHSG kembali bertahan di teritori positif pada Jumat lalu di 4181,368 (+17,652 poin atau +0,424%) terutama didukung oleh rebound saham ASII, UNVR, serta apresiasi BMRI, BBTN, GGRM. Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih terlihat mendominasi transaksi perdagangan. Indeks sektor konsumer mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 1,128%, sedang indeks sektor perdagangan mengalami koreksi paling besar yaitu 0,179%. Minimnya insentif di BEI mengakibatkan faktor eksternal menjadi acuan bursa domestik. Sementara itu indeks di bursa Asia bergerak bervariasi, dimana indeks bursa China menguat dipicu oleh laporan pembuat kebijakan Cina bahwa pemerintah Cina kemungkinan akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendukung pertumbuhan ekonominya. Dikabarkan bahwa pemangkasan giro wajib minimum (lender’s reserve requirement) bisa jadi menjadi opsi pertama sehubungan dengan pelonggaran kebijakan moneter Cina. Bank sentral Cina telah satu kali memangkas rasio cadangan pada tahun 2012 ini setelah mendorongnya dan suku bunga di tahun 2010 dan 2011 untuk menekan inflasi. Biaya pinjaman belum berkurang sejak 2008. Bursa Eropa menguat dipicu oleh data business confidence Jerman pada April meningkat ke level tinggi dalam 9 bulan. Selain itu data ekonomi AS yaitu initial jobless claim periode 14 April yang meningkat menjadi 386.000 dari sebelumnya 380.000 dan survei 370.000 serta data existing home sales bulan Maret sebesar 4,48 juta atau lebih rendah dari sebelumnya 4,59 juta dan survei 4,61 juta menekan Wall Street pada Kamis sebelumnya dan berimbas ke bursa lainnya pada perdagangan Jumat lalu. Sementara itu harga komoditas batu bara masih menunjukkan penurunan, karena harga kontrak swap bulan Mei 2012 untuk batu bara sub-bituminous dengan kalori 4900 kkal/kg turun. Kontrak untuk kuartal ketiga 2012 turun.


Market Overview
Quote:

Reversal IHSG pada Jumat lalu mengkonfirmasi gravestone doji pada perdagangan hari sebelumnya. IHSG berpeluang kembali ke level resistance 4198. Peluang itu terutama lebih didukung oleh faktor domestik, antara lain rencana pembagian dividen emiten tahun buku 2011 dan kinerja emiten per kuartal I 2012. Di sisi lain, rencana pemerintah untuk mengumumkan pembatasan BBM bersubsidi pada 24 April 2012 akan menjadi faktor krusial bagi sektor-sektor terkait. Tidak menutup kemungkinan terulangnya demonstrasi menolak pembatasan BBM bersubsidi. Kekhawatiran lebih pada dampaknya terhadap instabilitas keamanan. Oleh karena itu bursa domestik rawan akan terjadinya fluktuasi. Diprediksikan bursa akan wait and see dengan peluang upside terbatas pada IHSG. Sementara itu, jika ditinjau dari faktor eksternal yang relatif masih volatil dan oleh karenanya diperkirakan indeks global juga relatif masih rentan fluktuasi. Sentimen negatif eksternal antara lain adalah perkembangan krisis utang di Eropa, Bank of America (BoA) membukukan penurunan laba di 1Q 2012 menjadi USD 653 juta dari USD 2 miliar. Pertemuan G20 di Washington minggu lalu menekan Eropa untuk meningkatkan upaya meredam krisis karena menyebar ke Spanyol. Pemerintah negara-negara Eropa diminta bertanggung jawab untuk memperbaiki krisis utangnya, dimana Group of 20 memperingatkan bahwa dua tahun krisis masih mengancam pertumbuhan global. Selain itu pada pekan ini investor menantikan data ekonomi AS, yaitu consumer confidence, new home sales, durable goods order, initial jobless claims periode 21 April, FOMC rate dan GDP 1Q2012. Survei Bloomberg dibandingkan data periode sebelumnya menunjukkan bahwa new home sales bulan Maret sebesar 320.000 dibandingkan 313.000, durable goods order -1,5% dibanding +2,2%, initial jobless claims 375.000 dibanding 386.000, GDP 1Q12 sebesar 0,5% QoQ dibanding 3% QoQ. Sedang Fed rate diprediksikan tetap di level 0,25%.


Stock Headlines
Quote:

• UNTR bagikan dividen Rp 635 per saham untuk tahun buku 2011
• UNTR jual alat berat Komatsu 2.207 unit pada 1Q2012
• UNTR bidik proyek PLTU Riau
• IMAS akan stock split 1:2
• JSMR perkirakan pendapatan di 1Q2012 naik 15%
• WIKA dapat kontrak baru hingga Rp 3,4 triliun
• BNBR bantah isu default
• ENRG akan kembangan hak partisipasi 53,44% Blok Tonga
• BWPT catat kenaikan produksi TBS 5% di 1Q 2012
• Laba BWPT naik 52%
• TURI catat laba bersih 1Q2012 capai Rp 107 miliar naik 40,7%
• MASA lakukan ekspansi penjualan ke Afrika
• MASA siapkan USD 60 juta
• Anak usaha ADRO dan ASII galang dana USD 280 juta
• TBIG beli menara telekomunikasi milik ISAT
• PUDP akan bagikan dividen Rp 35 miliar
• TRIO bagikan dividen Rp 22 per saham untuk tahun buku 2011
• TRIO perkirakan penjualan naik 15% pada 1Q2012
• TRIO kaji untuk beli saham Global Teleshop
• Pendapatan ASGR1Q12 naik 34%
• Penggabungan usaha MBAI, MPA, dan Hidon ke dalam JPFA
• ABDA targetkan laba bersih Rp100 miliar
• PKPK catatkan rugi bersih tahun lalu Rp2,91 miliar
• Laba ARNA meningkat 26%
Herseil - 24/04/2012 10:04 AM
#148

Newsletter 24 April 2012

Market Review
Quote:

Perdagangan awal pekan ini diliputi sentimen negatif. Data manufaktur Cina mengalami kontraksi. PM Belanda gagal mencapai kesepakatan dengan salah satu partai koalisi tentang langkah-langkah penghematan. Data manufaktur di negara-negara Eropa juga tidak terlalu positif. Selain itu ekonomi Spanyol memasuki resesi dan meningkatkan kembali kekhawatiran akan krisis utang Eropa. Akibatnya bursa Asia dan Eropa melemah. Indeks di bursa Hangseng dan Shenzhen melemah lebih dari 1,7% serta indeks bursa Eropa terkoreksi rata-rata di atas 2%. Tekanan itu mengabaikan hasil pertemuan G20 akhir pekan lalu, dimana IMF memperoleh komitmen tambahan dana hingga USD 430 miliar dari negara anggota atau melampau target USD 400 miliar. Hal itu berimbas ke bursa saham Indonesia yang terkoreksi 25,877 poin (-0.619%) di 4155,491, meski sempat menguat ke 4193,238 (+11,87 poin). Keputusan S&P untuk tidak menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi investment grade memberi andil atas tekanan jual di BEI kemarin. S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BB+ dengan outlook positif. Rencana presiden SBY untuk memberikan arahan pada 24 April terkait kebijakan BBM pasca batalnya kenaikan BBM bersubsidi pada 1 April lalu diantisipasi investor dengan menahan diri atau bahkan melepas portofolionya. Melemahnya IHSG dikontribusikan oleh koreksi mayoritas saham, terutama BMRI, ASII, BUMI, BYAN, SMGR. Indeks sektor pertambangan terkoreksi paling dalam -2,138%, diikuti oleh properti -1,515% dan aneka industri - 1,479%. Sedangkan indeks sektor konsumer naik 0,454%, perkebunan +0,31% dan infrastruktur +0,112%. Investor asing mencatatkan net sell Rp 66,25 juta. Melemahnya saham BUMI hingga 7,44% kemarin dipicu oleh berita dari Financial Times tanggal 20 April 2012 bahwa keluarga Bakrie menerima surat pemberitahuan gagal bayar dari kreditur atas pinjaman senilai USD 437 juta. Dikabarkan pula bahwa kreditur BNBR meminta dana kas sekitar USD 100 juta sebagai tambahan kolateral atas pinjaman USD 437 juta, meningkatkan nilai kolateral menjadi sekitar 1,54 kali. Bakrie memiliki waktu hingga akhir minggu menambah kolateral. Sementara pihak BNBR membantah perseroan terancam gagal bayar/default. Credit Suisse sebagai fasilitator pinjaman hanya meminta tambahan kolateral saham karena situasi pasar yang kurang baik.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan akan melemah pada perdagangan saham hari ini, faktor koreksi terhadap indeks bursa Amerika Serikat dan potensi pelemahan indeks bursa regional dapat berimbas terhadap indeks bursa domestik. Indeks Dow Jones di tutup melemah sebesar 102,09 poin (0,78%) ke posisi 12927,17 dan indeks Nasdaq melemah 30,00 poin (1,00%) ke posisi 2970,45. Koreksi indeks Wall Street karena banyaknya data ekonomi yang mengecewakan serta laporan keuangan perusahaan yang juga turut menekan sentiment pasar. Kekhawatiran pasar diawali oleh kecemasan terhadap ekonomi Spanyol yang masuk ke masa resesi. Dalam perdagangan tingkat yield obligasi pemerintah Spanyol bertenor 10 tahun kembali menyentuh level 6%. Kenaikan yield tersebut dipicu oleh kekhawatiran atas kemampuan negara ini untuk atasi masalah fiskal. Sementara itu, biaya asuransi untuk mengantisipasi default Spanyol mendekati rekor setelah hasil lelang obligasi Spanyol kemarin gagal kurangi kecemasan atas perekonomian negara tersebut. Pasar terus mencemaskan kenaikan yield mendekati level kritis 7%, level dimana Irlandia, Portugal, dan Yunani yang akhirnya terpaksa harus meminta bantuan keuangan. Hal ini mengindikasi bahwa potensi penyebaran krisis utang zona-euro tidak hanya terlihat di Spanyol, tetapi juga terjadi pada Italia, dimana yield obligasi bertenor 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 5,7%. Kemungkinan kedua negara ini, Spanyol dan Italia akan segera mengalami downgrade oleh Moody’s Investors Service dan Standard & Poor’s tahun ini, karena krisis hutang dan resesi semakin memburuk. Diduga rating hutang kedua negara ini, akan diturunkan bersamaan dengan Irlandia dan Portugal, paling tidak satu tingkat dalam dua atau tiga kuartal kedepan. Sebelumnya pasar merespon positif terhadap pernyataan dari G-20 yang menyatakan berkomitmen untuk menambah sumber daya IMF lebih dari USD400 miliar untuk mengatasi krisis utang Eropa. Namun, kekhawatiran pasar kembali dicemaskan pesimis terhadap kemampuan Spanyol dan Italia dalam menangani krisis utangnya. Sedangkan sentimen dari Cina mengenai rilis data indeks manufaktur negara ini masih berada dibawah level 50 yakni di level 49.1 pada April versi HSBC. Sinyalemen terhadap Indeks manufaktur dibawah 50 sebagai isyaratkan akan berlanjutnya kontraksi sektor manufaktur negara ini.


Stock Headlines
Quote:

• Saham GIAA dijual Rp620
• META targetkan pendapatan tumbuh 15%
• BNBR akan peroleh dana USD 1 miliar dari investor strategis
• Dividen UNTR akan dibagi pada 30 Mei
• JPFA targetkan pertumbuhan laba 30%
• APLN akuisisi lahan Rp 143 miliar
• ERTX bidik pendapatan Rp 409 miliar
• OCAP akan lakukan pinjaman dan mendirikan sekuritas baru
• APLN bangun SOHO Jakarta Selatan
• ELTY siapkan dua klaster baru
• BNBR bantah kabar akan terancam default
• BMRI bagi dividen Rp 104,97 per saham
• BMRI rencana melepas obligasi rekapitalisasi Available for Sale
• UNTR targetkan penjualan alat berat 2.300-2.550 unit di 2Q2012
• WIKA raih kontrak baru Rp 3,4 triliun pad 1Q2012
• TLKM targetkan pendapatan tumbuh 5% pada 2012
• TLKM tawarkan Patrakom kepada investor strategis
• BTEL akan perkuat layanan data
• KRAS: kerja sama dengan Honam Petrochemical Corporation
• ADHI akan ubah fokus anak usahanya, emisi bond Rp750 miliar
• BWPT cairkan Rp425 miliar
• BBNI finalisasi izin cabang Arab
Herseil - 24/04/2012 06:24 PM
#149

[BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK

Quote:

CAR BOOM BANG
Telah hadir Undian Grand Prize dari Valbury

[BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK

Silahkan hubungi kami untuk info lebih lanjut



CONTACT US
Quote:
Agus
HP :082124699100 atau 021-96195818
Office : 021-55964533
email : [email]aguschandra24@gmail.com[/email]

YM :

[BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK


Kartono
HP : 08087885506696
Office : 021-55964533
email : [email]yang.suchi@yahoo.com[/email]

Feel free to call/SMS
PIN BB for more info : 231732D6




[BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
OUR OFFICE
PT. Valbury Asia Securities
Galeri Niaga Mediterania 2
Blok M8L Pantai Indah Kapuk
Jakarta 14440
Herseil - 25/04/2012 10:17 AM
#150

Newsletter 25 April 2012

Market Review
Quote:

Kemarin IHSG bergerak fluktuatif di 2 arah, di tengah sentimen domestik dan global. Hasil sidang kabinet pemerintah kemarin Pemerintah nampaknya masih bertindak ekstra hati-hati sebelum mengambil kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah belum memiliki langkah konkret untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi. Pemerintah masih tetap membuka ruang untuk alternatif atau masukan terkait dengan pengendalian BBM. Sementara menantikan hasil sidang kabinet, bursa domestik mengacu pada bursa global. Indeks bursa Asia bervariasi, dimana Hangseng rebound, tetapi Shenzhen, Nikkei dan Kospi melemah. Koreksi di Asia dipicu oleh ketidakpastian politik di zona Eropa, menyusul mundurnya Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, setelah usulan pemangkasan anggaran ditolak oleh parlemen. Belanda dinyatakan jatuh kembali ke dalam resesi ekonomi. Perekonomian Belanda pada kuartal IV 2011 menyusut 0,7% dibandingkan kuartal IV 2010 serta mengalami kontraksi ekonomi di kuartal II secara berturut-turut. Eropa juga diterpa isu tentang pemilihan presiden Perancis. Selain itu pasar masih diliputi kekhawatiran akan prospek penyelesaian krisis utang Eropa. Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggota G20 sepakat bahwa risiko terhadap krisis tetap tinggi, terutama masih tingginya eskalasi masalah sektor keuangan di kawasan Euro. Namun indeks di bursa Eropa kemarin mengalami technical rebound dan menguat antara 0,1%-2%. Hal itu dikarenakan ekspektasi atas kinerja perusahaan Eropa. IHSG kemarin ditutup +14,62 poin (+0,58%) di 4170,353 dikontribusikan oleh apresiasi TLKM, BMRI, BUMI, UNVR, ITMG. Sedang saham grup Astra mengalami tekanan karena kinerja 1Q12 tidak memuaskan. Indeks sektor properti mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,296% diikuti oleh pertambangan 1,13%, sedang koreksi terbesar dialami indeks sektor aneka industri sebesar 0,859% diikuti oleh perkebunan 0,536%. Asing catatkan net sell Rp 359 miliar.


Market Overview
Quote:

Sentimen global tetap menjadi perhatian pasar domestik, kenaikan indeks Dow Jones diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini. Indeks Dow Jones di tutup menguat 74,39 poin (0,58%) di level 13001,56. Sentimen lain yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh bagi indeks domestik, perkembangan yang terjadi di Eropa. Data ekonomi kawasan Eropa yang masih suram, akan memberikan pengaruh bagi indeks bursa global serta imbas bagi bursa saham Indonesia. Data ekonomi eropa menunjukan bahwa utang 17 negara anggota Eropa menanjak ke 87.2% dari GDP di 2011 atau naik dari 85.3% posisi sebelumnya. Sementara defisit anggaran secara keseluruhan turun ke 4.1% dari GDP dari sebelumnya 6.2%, terkait dengan implementasi penghematan yang diterapkan di seluruh kawasan. Tetapi Yunani masih menempati peringkat pertama dengan hutang mencapai 165.3% dari GDP. Selain itu, Ketidakpastian kondisi politik di Belanda dikhawatirkan akan menganggu proses penanggulangan krisis zona Eropa. PM Belanda, Mark Rutte akan mengajukan pengunduran dirin. Ketidakpastian kondisi politik di Belanda bisa mempengaruhi rating kredit AAA negara ini. Yield obligasi Belanda mengalami lonjakan, bahkan mengalami pelebaran spread yield dengan Jerman Bunds. Demikian dengan Perancis pasar menyikapi perkembangan politik yang terjadi di negara ini. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan penantangnya dari partai Sosialis Francois Hollande akan bertemu di pemilihan 6 Mei mendatang. Sementara itu, G20 berkomitmen mengenai dana yang dijanjikan untuk menjamin agar IMF bisa mengatasi problema krisis utang yang tengah melanda tiga negara zona euro agar tidak mengancam pemulihan global. Saat ini IMF memiliki dana sebesar USD1 triliun bersumber dari dana yang ada, termasuk sumberdaya baru serta ditambah dengan pinjaman yang sudah disetujui. IMF berharap bisa menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan fasilitas pencegahan guna membantu negara kawasan yang memerlukan. Yunani, Irlandia dan Portugal sudah menerima bailout. Saat ini pasar mencemaskan kemungkinan Italia dan Spanyol, akan gagal menurunkan beban hutang dengan cepat dan kemungkinan kedua negara tersebut terpaksa mengikuti jalan sama mendapatkan bailout.


Stock Headlines
Quote:

• Pendapatan AALI turun pada 1Q2012 menjadi Rp 390,5 miliar
• AUTO laba berish 1Q2012 naik menjadi Rp 262,52 miliar
• AUTO kerja samadengan perusahaan asal Italia, Pirelli
• Trans Airways akan membeli saham GIAA
• Pendapatan kuartal I JSMR diproyeksikan Rp1,08 triliun
• UNVR bangun pabrik CPO USD 100 juta
• TCID siapkan capex Rp 247 miliar
• TCID bagikan dividen Rp 370 per saham
• KLBF laba bersih 1Q 2012 naik 27,7% jadi sebesar Rp 403,3 miliar
• DOID produksi batu bara capai 7,4 juta ton 1Q 2012
• KAEF rencana bentuk joint venture dengan Mitsui Corp tahun ini
• BBRI berikan fasilitas pinjaman Rp 225 miliar kea Telkom Vision
• LPS perpanjang masa penawaran BCIC hingga Juni 2012.
• CTRP alokasikan dana Rp 115 miliar ke bisnis hotel tahun ini
• WEHA rencana terbitkan obligasi senilai Rp 100 miliar 1H2012
• PKPK hentikan kontrak dengan Bangun Karya Pratama Lestari
• ASIA catatkan rugi bersih Rp 8,85 miliar pada 2011
• ERTX lepas anak usahanya Asiatex Garmindo
• ARNA akan bangun pabrik baru di Sumatera
• Akuisisi Global, pendapatan TRIO meningkat 49%
• Laba bersih BBTN tumbuh 27,6%
• BBTN bukukan laba bersih Rp313 miliar
Herseil - 26/04/2012 11:17 AM
#151

Newsletter 26 April 2012

Market Review
Quote:

Indeks di bursa Asia kemarin ditutup bervariasi merespon krisis anggaran di Belanda dan data konsumen Korea Selatan, dimana mayoritas menguat kecuali Hangseng, Kospi Sensex, KLCI dan IHSG melemah. Bursa Cina menguat karena ekspektasi pemerintah Cina akan melonggarkan kebijakan moneter sehingga mendorong saham developer properti. Apresiasi indeks bursa Asia lain juga terpicu oleh kinerja 1Q12 Apple yang melampaui ekspektasi. IHSG terkoreksi sebesar 6,710 poin (-0,161%) ke level 4163,643 yang membawa ihsg dalam pola konsolidasi. Investor cenderung wait & see menanti kepastian kebijakan pemerintah mengenai pembatasan BBM bersubsidi. Meski Menko Perekonomian menyatakan tidak diberlakukan pada Mei ini, tetapi kebijakan itu (dengan opsi yang tengah dikaji) merupakan suatu hal yang dipastikan pemerintah guna menjaga anggaran. Hanya soal waktu. Koreksi IHSG dikontribusikan terutama oleh koreksi saham ASII, UNTR, GGRM, UNVR, AALI, PGAS. Saham KLBF menguat 6,25% dipicu oleh kinerja 1Q 2012. Asing mencatatkan net sell Rp 363,7 miliar. Indeks sektor properti masih mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,164% diikuti oleh konsumer 0,609%. Sedang indeks sektor perdagangan dan agrikultur turun paling dalam, masing-masing 0,882% dan 0,812%. Koreksi IHSG itu berlawanan dengan pergerakan bursa Eropa yang terapresiasi, melanjutkan penguatan hari sebelumnya. Kinerja emiten per 1Q 2012 mendorong penguatan bursa di kawasan Eropa. Selain itu bursa saham Eropa menanti pengumuman kebijakan baru The Federal Reserve. Pasar mengharapkan The Fed mempertahankan suku bunga acuan (Fed rate) di level mendekati 0%. Sementara ECB akan merilis hasil survei kredit perbankan dan pinjaman bank yang jatuh tempo.


Market Overview
Quote:

Prediksi untuk IHSG pada perdagangan saham hari ini diperkirakan berpeluang menguat, seiring dengan membaiknya bursa AS. Kenaikan indeks AS tersebut sebagi respon pasar setempat terhadap leputusan rapat The Fed selama dua hari hingga berakhir kemarin. Alhasil memutuskan menjaga suku bunganya tetap di level 0,25%. Hasil FOMC tetap akan menjadi perhatian pasar terutama konverensi pers. The Fed meyakinkan pasar bahwa bank sentral akan melakukan langkah lebih lanjut untuk mengangkat perekonomian. Sementara itu sentimen regional dari Eropa masih memberikan atmosfer negatif bagi pasar global. Dari Spanyol mengenai biaya pinjaman yang harus dibayar negara ini yang terus meningkat karena pasar ragu dengan kemampuan pemerintah untuk memangkas defisit anggaran. Kendati dari hasil lelang obligasi Spanyol berhasil dapatkan dana 1,925 juta Euro untuk obligasi bertenor 3 bulan dan 6 bulan. Sisi lainnya, berkenaan dengan optimis pemerintah Spanyol yang akan mendapat dukungan dari mayoritas anggota parlemen untuk lanjutkan kebijakan reformasi ekonomi. Spanyol masih optimis dapat loloskan kebijakan penghematan anggaran lebih lanjut karena dukungan parlemen akan memudahkan pemerintah jalankan kebijakan. Penghematan anggaran pemerintah akan mencakup kebijakan penghematan yang mungkin tidak populer, dan mungkin tidak akan mendukung pemulihan ekonomi dalam jangka pendek. Selain itu, kabar pemerintah Belanda gagal menyepakati pemangkasan anggaran, sehingga memicu kecemasan pasar bahwa negara ini berada di ambang kejatuhan. Selain itu, pasar juga khawatirkan dari negara Perancis setelah kandidat partai Sosialis Francois Hollande, yang telah berjanji untuk menegosiasikan kembali kesepakatan anggaran Eropa, memenangkan pemilu presiden Perancis putaran pertama, mengalahkan Sarkozy yang saat ini berkuasa. Demikian sentimen yang muncul dari Inggris, dimana pertumbuhan ekonomi Inggris di luar dugaan menurun di tiga bulan pertama 2012. Lambatnya kinerja sektor konstruksi dan produksi memastikan negara itu jatuh dalam fase resesi. Penurunan GDP selama dua periode kuartal beruntun, menunjukan Inggris masuk jurang resesi. GDP Inggris berkontraksi 0,2% di kuartal pertama sekaligus memperpanjang pelemahan 0,3% pada kuartal sebelumnya.


Stock Headlines
Quote:

• ASGR bagikan dividen Rp 62 per saham
• INCO bagi dividen AUD 0,0086 dolar
• ASII laba bersih 1Q12 naik 8%
• UNTR laba bersih 1Q12 naik 17,64% jadi Rp 1,52 triliun
• BMRI laba bersih mencapai Rp 3,4 triliun pada 1Q2012
• BNLI laba bersih 1Q12 naik 3% menjadi Rp 331 miliar
• BBTN tawarkan 10% rights issue ke investor Asing
• BBRI targetkan DPK 2012 capai Rp 15 triliun
• TBIG tidak bagikan dividen tahun buku 2011
• TBIG akuisisi 2.500 menara telekomunikasi milik ISAT
• TBIG anggarkan capex USD 145 juta
• KLBF laba bersih 1Q12 naik 27,7% jadi Rp 403 miliar
• ACES akan buka gerai ke-8 seluas 1.300 m2 Jakarta pada 2012
• GIAA lakukan spin off Citilink pada Juni 2012
• CASS rencana jadi pendiri Dana Pensiun Cardig Group
• APLI rencana pinjam dana dari BBCA
• INAF mulai mencetak laba
• INAF akan terbitkan obligasi berkelanjutan Rp 600 miliar di 3Q12
• INAF jalin aliansi strategis dengan pihak ketiga
• INAF kembangkan FDC untuk obat TBC
• GEMA akan terbitkan obligasi
• GIAA peroleh pinjaman Rp1,2 triliun dair BJBR
Herseil - 27/04/2012 10:20 AM
#152

Newsletter 27 April 2012

Market Review
Quote:

IHSG menguat 16,663 poin (+0,4%) ke 4180,306 pada perdagangan Kamis kemarin dipicu oleh sentimen domestik yaitu kinerja emiten kuartal I 2012 serta rencana pembagian dividen emiten tahun buku 2011. Saham BMRI, BBNI, SMGR, MNCN, UNVR, KLBF menjadi kontributor terbesar bagi apresiasi IHSG. Indeks sektor finansial mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,259% menyusul rilis kinerja sejumlah perbankan, diikuti oleh sektor industri dasar 1,1852%. Sedang penurunan terbesar dicatatkan oleh sektor perkebunan sebesar 1,034% dan pertambangan 0,913%. Setelah mencatatkan net sell berturut-turut, kemarin asing membukukan net buy sekitar Rp 516 miliar. Apresiasi ihsg tersebut seiring dengan kenaikan indeks di bursa Asia pada umumnya, kecuali bursa Cina dan India, yang dipicu oleh pernyataan The Federal Reserves bahwa tidak ada stimulus tambahan untuk saat ini karena pemulihan ekonomi AS sesuai jalur. Ketua Fed menyatakan bahwa ekonomi AS akan mengalami ekspansi sekitar 2,9% pada tahun 2012 dibandingkan dengan estimasi sebelumnya sebesar 2,7%. Sebaliknya bursa Eropa mayoritas terkoreksi, kecuali FTSE, dipicu oleh rilis kinerja Deutsche Bank AG yang mencatatkan penurunan laba 1Q 2012 sebesar 33% atau lebih rendah dari prediksi analis. Sementara itu nilai tukar rupiah cenderung melemah karena concern atas rencana pemerintah untuk membatasi BBM bersubsidi yang dikhawatirkan akan mendorong inflasi, melampaui optimisme pemulihan ekonomi AS. Presiden SBY menyatakan pemerintah Indonesia siap untuk mulai membatasi penjualan BBM bersubsidi pada Mei 2012. Menteri Keuangan menyatakan bahwa inflasi mungkin naik 3,5% menjadi 5,5% pada tahun 2013 dibandingkan dengan 3,97% di Maret.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan kenaikan penguatan pada perdagangan saham akhir pekan ini. Penguatan terhadap indeks Wall Street diperkirakan akan memberikan dukungan bagi indeks domestik untuk masuk ke zona hijau. Pengutan indeks Wall Street didorong dari data perumahan yang naik hingga ke level tertinggi pada Maret serta klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun. Indeks Dow Jones ditutup menguat 113,90 poin (0,87%) ke posisi 13204,62 dan indeks Nasdaq mengalami kenaikan 20,98 poin (0,69%) ke posisi 3050,61. Sebelumnya pelaku pasar AS menanggapi positif atas pernyataan the Fed mengenai kesiapan untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran. Optimisme pasar muncul setelah Ben Bernanke mengatakan bank sentral AS akan menambah stimulus moneter bila diperlukan. Kendati demikian, pelaku pasar tetap untuk memperhatikan sentimen lain yang juga dapat mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Dari dalam negeri mengenai kesiapan pemerintah untuk mulai membatasi dan mengendalikan penjualan BBM bersubsidi pada bulan Mei 2012. Mengingat anggaran tidak aman jika pemerintah tidak melakukan pembatasan terhadap BBM bersubsidi. Karena jika pemerintah terus melakukan subsidi energi, maka defisit anggaran tahun 2012 akan naik menjadi 3,5% dari PDB. Sementara itu pemerintah optmis proyeksi pertumbuhan PDB 2012 sebesar 6,5%. Faktor lainnya, banyaknya masalah yang dihadapi Eropa terus mengurangi kepercayaan pasar terhadap kawasan ini. Meski eropa tengah berjuang keras untuk hindari ancaman resesi yang terus membayangi perekonomian. Bukti tambahan akan suramnya outlook ekonomi Eropa, mengenai rilis data dari beberapa negara Eropa, yang membenamkan optimisme bagi pemulihan. Seperti Inggris resmi alami resesi di kuartal pertama 2012. Indeks penjualan ritel turun ke level -6 dari posisi Maret di level 0. Tingginya tingkat pengangguran danlambatnya pertumbuhan upah di Inggris, akan memicu tingkat kepercayaan masyarakat akan melemah. Sementara itu, Italia harus membayar lebih mahal ketika menjual obligasi akibat merebaknyakekhawatiran outlook ekonomi. Biaya pinjaman untuk obligasi bertenor 6 bulan naik ke level 1,77%, lebih tinggi dari lelang sebelumnya 1,12%.


Stock Headlines
Quote:

• EXCL akan dibagi Rp 129,88 per saham
• TLKM laba bersih naik 17,5% menjadi Rp 4,559 triliun pada 1Q12
• BBCA laba bersih naik 14,3% menjadi Rp 2,3 triliun pada 1Q12
• BNGA laba bersih naik 29% menjadi Rp 937 miliar pada 1Q12
• NISP bukukan laba bersih 1Q12 naik 38% jadi Rp 201 miliar
• Pendapatan dan laba ADRO naik 20,9% dan 11,79%
• PTBA laba bersih naik 14,41% jadi Rp 870,54 miliar pada 1Q12
• AKRA bukukan laba 1Q12 sebesar Rp 171,3 miliar
• BNBR selesaikan utang Rp 2,1 triliun
• BNBR jajaki kerja sama dengan investor strategis
• TOTO rencana stock split
• CT Corp rencana beli 10,9% saham GIAA
• ADMF usulkan dividen minimal 50% dari laba
• BFIN bagi dividen Rp 20 per saham
• BBLD cari pinjaman Rp 1,4 triliun
• Laba BBLD meningkat 63%
• HDFA tidak bagin dividen atas laba bersih 2011
• Saham BWPT dilego
• BMRI beri kredit investasi Rp 530 miliar ke Makmur Orient Jaya
• BMRI perkirakan kredit tumbuh 22% pada 2012
• BMRI pertimbangkan tawarkan obligasi rekapitalisasi
• ELTY fokus pada proyek tol lain
• CTRA akan ekspansi luar negeri USD 250 juta
Herseil - 30/04/2012 10:09 AM
#153

Newsletter 30 April 2012

Market Review
Quote:

Sepanjang minggu lalu ihsg bergerak sideways di kisaran 4130-4201. Perdagangan di BEI pada Jumat lalu bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Sepanjang sisa perdagangan,IHSG bergerak di teritori negatif. IHSG ditutup -16,325 poin (-0,391%) di 4163,981. Namun asing mencatatkan net buy sekitar Rp 1 triliun. Saham BBCA, BDMN, BBTN, GGRM, UNTR dan UNVR memberi kontribusi besar atas koreksi ihsg. Apresiasi saham TLKM hingga kembali ke level 8500 sejak November 2010 dipicu oleh kinerja 1Q 2011 dan rencana pembagian dividen. Terjadi transaksi di pasar negosiasi atas saham GIAA sebanyak 3.133.931 lot di harga Rp 620 dari Danareksa, Mandiri Sekuritas dan Bahana Sekuritas yang merupakan pembelian dari Chairul Tanjung. Akibatnya nilai transaksi mencapai Rp 7,37 trilun dengan volume 6,598 miliar saham. Pergerakan di BEI juga mengantisipasi pengumuman data inflasi bulan April pada awal Mei. Survei Blomberg menunjukkan inflasi April sebesar 4,43% YoY, sedang inflasi Maret YoY 3,97%. Angka hasil survei yang lebih tinggi dibanding periode sebelumnya diperkirakan memperhitungkan rencana pembatasan BBM bersubsidi. Koreksi IHSG itu sejalan dengan koreksi di bursa Asia, kecuali Kospi, Sensex, STI dan SET. Koreksi Nikkei dipicu oleh pernyataan BoJ yang akan mengucurkan lagi stimulus ke sistem finansial. Hal itu diartikan sebagai berakhirnya deflasi dan berpotensi mendorong BoJ untuk memperketat kebijakan. Sedang indeks di bursa Eropa juga bergerak mixed. Pergerakan di bursa Eropa dipengaruhi oleh pemangkasan rating utang Spanyol sebesar 2 knot oleh S&P menjadi BBB+ dari A. S&P juga memberikan outlook negatif terhadap kredit Spanyol dan menyatakan situasi Spanyol dapat memburuk, kecuali ada langkah perbaikan kondisi Eropa. Moodys juga memberikan rating A3 dengan outlook negatif pada Spanyol. Sebelumnya disebutkan bahwa Inggris masuk ke dalam resesi. Sementara itu Italia berencana menjual surat utang senilai € 6 miliar berjangka waktu 10 tahun pada minggu ini dan telah menjual T-bills € 8,5 miliar jangka waktu 6 bulan.


Market Review
Quote:

Prediksi untuk IHSG dalam pekan ini bahwa sentimen global kembali akan menunjukan dominasinya bagi pergerakan indeks domestik. Kecemasan pasar global muncul dari Spanyol setelah Standard & Poor’s (S&P) menurunkan peringkat negara ini pada pekan lalu. S&P menurunkan peringkat kredit Spanyol sebanyak dua tingkat dari A jadi BBB+. Bagi pasar ini menjadi sinyalemen terbaru bahwa krisis utang Eropa semakin memburuk. Penurunan peringkat Spanyol mencerminkan tentang peningkatan resiko utang pemerintah Spanyol dan GDP. Selain itu, ada perlambatan pertumbuhan ekonomi Spanyol termasuk menurunnya pendapatan, sektor swasta mengalami penurunan dan pelaksanaan program penghematan pemerintah. Kendati negara ini terus berkutat dengan permasalahan ekonominya. Tatapi upaya yang tengah dilakukan negar ini untuk memulihkan ekonominya terus bergulir. Perdana Menteri Mariano Rajoy yang aktif sejak Desember telah mengajukan proposal program penghematan sebesar 27 miliar euro. Namun, ekonomi Spanyol yang tengah menderita akibat tingginya pengangguran dan masalah di sektor perbankan telah mempengaruhi pada pasar properti. Yield surat hutang Spanyol bertenor 10-tahun kembali merangkak naik di atas 6% pada perdagangan akhir pekan lalu. Sentimen dari Eropa lainnya yang akan memberikan harapan pasar, mengenai kesepakatan partai politik di Belanda untuk menurunkan defisit anggaran 2013 yang sesuai dengan target Uni Eropa 3% GDP. Hal ini akan mengurangi kecemasan resiko bagi Belanda akan hilangnya peringkat AAA. Belanda sebelumnya sempat membuat investor panik setelah partai pendukung koalisi pemerintahan tidak berhasil mencapai kesepakatan untuk menurunkan defisit anggaran. Sedangkan data, GDP AS tumbuh 2,2% di kuartal pertama 2012 atau lebih rendah dari prediksi 2,5% dan publikasi sebelumnya 3%. Hasil dari GDP kemungkinan akan dikaitkan dengan spekulasi Q3 setelah hasil rapat FOMC beberapa waktu lalu menunjukkan dukungan pada kebijakan tersebut jika terjadi penurunan ekonomi. Selain itu, rilis data ekonomi AS dalam pekan ini yang diperkirakan mempengaruhi bursa global yakni mengenai data aktivitas Manufaktur, pasar kerja, Jumlah orang yang mengajukan aplikasi tunjangan pengangguran, Non-Farm payrolls dan Unemployment Rate.


Stock Headlines
Quote:

• IMAS bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 118 per saham.
• IMAS lakukan stock split rasio 1:2
• ADRO bagikan dividen USD 259,09 juta untuk tahun buku 2011
• ADRO laba bersih 1Q12 naik 11,8% jadi USD 122 juta
• ENRG emisi obligasi USD 600 juta
• ENRG targetkan pendapatan tahun ini Rp 3,6 triliun
• LSIP alami penurunan laba 24,05% per Maret
• SGRO alami penurunan laba 67,11%
• ASII bagi dividen Rp 1.980 per saham untuk tahun buku 2011
• ASII lakukan stock split rasio 1:10
• ASII anggarkan capex 2012 Rp 16,7 triliun
• MLTA bagi dividen Rp 2,81 per saham
• Laporan keuangan INAF dinilai terdapat kejanggalan
• Pendapatan 1Q12 HERO tumbuh 20,15%
• IMAS tingkatkan capex Rp1 triliun
• HMSP bagikan dividen Rp 1750 per saham untuk tahun buku 2011
• UNSP bersama ASD de Costa Rica dirikan anak usaha
• BBRI laba bersih 1Q12 naik 29,31% jadi Rp 955,839 miliar
• ROTI beli mesin dari Oshikiri Machinery Co Ltd asal Jepang
• BPFI bagikan dividen Rp 5 per saham
• PTPP laba bersih 1Q12 naik 16,87% jadi Rp 28,25 miliar
• TOTL laba bersih !q12 naik 6,7% YoY jadi Rp 32,39 miliar
• GIAA cari pinjaman senilai USD 200 juta untuk tambahan pesawat
Herseil - 01/05/2012 10:30 AM
#154

Newsletter 1 May 2012

Market review
Quote:

Sempat menguat di awal perdagangan akibat rilis kinerja emiten 1Q 2012, Sempat menguat di awal perdagangan akibat rilis kinerja emiten 1Q 2012, IHSG bergerak mixed dan bergerak di teritori negatif di hampir sepanjang perdagangan di awal pekan ini. Koreksi ihsg itu karena aksi take profit investor antara lain pada saham TLKM dan tekanan jual BDMN, ITMG, BBRI, UNTR serta terimbas oleh bursa global. Namun aksi beli saham BMRI, UNVR, ICBP, INDF, ASII di menit terakhir perdagangan mengangkat ihsg kembali ke teritori positif dan ditutup +16,751 poin (+0,402%) di 4180,732. Asing kembali mencatatkan net buy sekitar Rp 417 miliar. Saham INDF dan ICBP naik signifikan dipicu oleh result 1Q 2011. Bahkan MYOH, BTON, SRAJ menguat hingga autorejection. Sedang saham BUMI dan BRAU mengalami tekanan jual menyusul berita bahwa Bumi Plc. selaku pemegang saham berencana menggabungkan kedua perusahaan tersebut pada tahun ini sebagai bagian dari restruturisasi lebih luas untuk tujuan efisiensi. Bumi Plc. tengah mencermati regulai tentang hal itu, apakah diperbolehkan atau tidak. Per 2011FY BRAU mencatatkan total liabilities sekitar Rp 14 triliun dengan total asset Rp 18,8 triliun dan ekuitas Rp 4,79 triliun, sedang total liabilities BUMI per 2011FY sekitar Rp 56,6 triliun, total asset Rp 67,37 triliun dan ekuitas Rp 10,76 triliun. Sementara indeks di bursa Asia ditutup variatif, indeks Hangseng mencatatkan kenaikan tertinggi 1,7% dipicu oleh kinerja Bank of Communications Ltd. Sedangkan indeks bursa Eropa bergerak variatif. Penguatan indeks karena merespon kinerja perusahaan di 1Q 2012 dan GDP Spanyol 1Q 2012 turun 0,3% atau di bawah ekspektasi Bank of Spain sebesar 0,4%. Sedang koreksi indeks di bursa Eropa karena menantikan data ekonomi AS.



Market Overview
Quote:

Meski didukung oleh kinerja emiten per 1Q 2011, tetapi bursa saham Indonesia pada perdagangan hari ini diprediksikan bergerak mixed, karena tampaknya akan menunggu data inflasi bulan April 2012 yang akan diumumkan hari ini serta mengantisipasi peringatan Hari Buruh yang dikhawatirkan tidak kondusif. Mengenai inflasi survei Bloomberg menunjukkan inflasi April YoY sebesar 4,43%, sedang inflasi bulan Maret aktual mencapai 3,97% YoY. Kenaikan harga barang dan jasa selama April diperkirakan menjadi pemicu potensi kenaikan inflasi di April, meski pun kebijakan pembatasan BBM bersubsidi belum diterapkan. Isu krusial domestik saat ini adalah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Sebelumnya Presiden SBY pernah menyatakan pemerintah siap untuk mulai membatasi penjualan BBM bersubsidi pada Mei 2012. Pembatasan BBM bersubsidi (apa pun opsinya) berdampak pada penjualan kendaraan, baik jangka pendek mau pun menengah-panjang. Sektor otomotif juga dipengaruhi oleh pemberlakuan down payment kendaraan bermotor mulai Juni 2012. Dua faktor itu berpotensi membebani sektor otomotif ke depan sejak mulai diberlakukannya. Sementara sentimen sektor perbankan terkait dengan BI berencana untuk membatasi kepemilikan asing pada saham beberapa bank komersil Indonesia pada bulan depan. Volatilitas bursa saham Indonesia itu terjadi di tengah gejolak krisis utang Eropa, termasuk isu resesi di Spanyol. Data di Amerika Serikat dan Eropa yang lebih baik (GDP AS tumbuh meski di bawah proyeksi dan GDP Spanyol yang turun lebih rendah dari ekspektasi) bisa menjadi katalis di bursa global. Namun perkembangan yang sulit diprediksi membuka kemungkinan terjadinya kembali gejolak ekonomi, terutama di Eropa. S&P menurunkan rating 9 bank di Spanyol menyusul dipangkasnya rating utang Spanyol sebesar 2 notch menjadi BBB+ dari A. Selain itu investor juga menantikan data ekonomi Amerika Serikat, antara lain construction spending bulan Maret, total vehicle sales bulan April, factory order bulan Maret, initial jobless claims periode 28 April, unemployment rate bulan April.


Stock Headlines
Quote:

•Merger BUMI-BRAU selesai tahun ini
•Pendapatan ABMM naik 43%
•SUGI akan lakukan rights issue
•SMGR memperoleh laba bersih Rp 1,01 triliun
•Pendapatan ISAT tumbuh 2,1%
•Laba BSDE naik 64%
•Laba ASRI naik 118%
•ASIA akan buyback 150 juta lembar
•BMTR akan buy back sebanyak-banyaknya 10%
•BMTR bagikan dividen Rp 14 per saham
•MNCN bagikan deviden Rp 35 per saham dan rencana right issue
•BRAU laba bersih 1Q12 sebesar USD 17,31 juta, turun 58%
•PGAS laba bersih 1Q12 sebesar USD 275,9 juta
•EXCL laba bersih 1Q12 turun 11% jadi Rp 667,207 miliar
•GIAA rugi bersih 1Q12 capai USD 10,7 juta
•INDF laba bersih 1Q12 tumbuh 10,95% jadi Rp 815 miliar
•GEMS pada 1Q12 produksi batubara capai 1,492 juta ton
•TCID laba 1Q12 tutun 19,2% jadri jadi Rp 47,99 miliar
•Laba bersih BNII naik 78%
•BJBR raih laba bersih 1Q12 Rp270 miliar
•GIAA akan kuasi reorganisasi Juni
•MKPI bagi dividen Rp150/saham
•PGAS: Laba 1Q12 naik 13%
Herseil - 02/05/2012 11:20 AM
#155

Newsletter 2 Mei 2012

Market Review
Quote:

Seperti diperkirakan, IHSG kemarin bergerak mixed. Dibuka menguat didukung oleh apresiasi PGAS, BDMN, ASII, UNVR, GGRM, kemudian terkoreksi karena profit taking MYOH, INDF, ICBP, tekanan jual LSIP, TLKM, PTBA dan akhirnya rebound ditutup menguat sebesar 15,252 poin (+0,365%) di 4195,984 pasca pengumuman inflasi bulan April yang sedkit di atas ekspektasi serta demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional berlangsung relatif terkendali dan kondusif. Indeks sektor konsumer, aneka industri dan manufaktur mencatatkan kenaikan tertinggi, sedang sektor perkebunan dan pertambahan mencatatkan penurunan terbesar. Asing membukukan net sell sekitar Rp 6,37 miliar. Laju inflasi bulan April 2012 sebesar 0,21% MoM dibanding 0,20% MoM hasil survei Bloomberg. Sedang inflasi tahunan pada bulan April mencapai 4,5% YoY dibandingkan hasil survei Bloomberg 4,46% YoY dan inflasi tahun kalender (Januari-April) mencapai 1,09% YTD. Sementara itu Korea Selatan mencatatkan inflasi April sebesar 2,5% YoY dari prediksi ekonom 2,8% dan terendah dalam 21 bulan terakhir. Sedang Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga acuannya sebesar 0,5% dari 4,25% menjadi 3,75% atau lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,25%. Suku bunga acuan itu terendah dalam 2 tahun terakhir. Pemangkasan itu dilandasi oleh perlambatan ekonomi Australia sejak semester II 2011 dan masih akan terjadi tahun ini. Kebijakan RBA itu direspon negatif oleh beberapa bursa saham Asia, seperti Indonesia dan Jepang, sehingga indeks di kawasan regional tertekan. Sedang bursa lain seperti Cina, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand tutup karena libur memperingati Mayday (Hari Buruh). Data manufaktur Amerika Serikat yang melemah juga menekan bursa saham dan dikhawatirkan berimbas pada outlook perusahaan Asia berorientasi ekspor. Melemahnya pertumbuhan di AS membuka kemungkinan dilakukannya stimulus moneter lebih lanjut. Sementara itu bursa Eropa secara umum melemah terutama karena isu krisis Spanyol dan ketegangan politik pada pemilu di Eropa. S&P memangkas peringkat 16 bank Spanyol menyusul penurunan kredit Spanyol sebesar 2 notch pekan lalu. PDB Spanyol di 1Q 2012 turun 0,3% yang mengindikasikan Spanyol mengalami resesi. Pasar menanti data PMI Inggris dan AS untuk mencari arah pemulihan ekonomi global.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan saham hari ini. Peningkatan surplus perdagangan Indonesia sebagai indikasi yang baik bagi ekonomi Indonesia di tengah lesunya kondisi perekonomian global diperkirakan menjadi sentimen positif pasar. Rilis data ekonomi Indonesia menunjukan surplus perdagangan Indonesia naik menjadi USD840 juta pada Maret dari USD 700 juta pada Februari, kenaikan surplus tersebut dipicu oleh pertumbuhan ekspor yang cukup kuat. Ekpor Indonesia naik 5.51% per tahun menjadi USD17.27 miliar ditengah pertumbuhan global yang melamban. Sementara itu, impor naik 13.40% per tahun menjadi USD16.43 miliar, kenaikan dikarenakan melambungnya harga minyak dan kondisi kesehatan pasar domestik. Kendala bagi indeks domestik sentimen negatif yang muncul dari kawasan Eropa. Dari Spanyol, mengenai ekonomi negara ini yang terjerumus ke dalam resesi di 1Q2012 menyusul merosotnya permintaan domestik. PDB Spanyol kontraksi 0,3% 1Q2012 dari kuartal sebelumnya. Secara tahunan, ekonomi kontraksi 0,4%, dibandingkan tumbuh 0,3% di kuartal sebelumnya. Uni Eropa menuntut agar Spanyol mengurangi defisit serta memperbaiki sistem perbankan yang buruk akibat krisis properti. Dari Inggris mengenai data Indeks Manufacturing PMI berada di tingkat 51,4 selama tiga bulan berturut-turut, hal ini menunjukkan peningkatan yang terbatas untuk sektor manufaktur. Sedangkan inflasi di zona Euro melambat di bulan April, Indeks harga konsumen meningkat 2,6% atau lebih rendah dari Maret 2,7%. Inflasi di zona euro ini masih tetap berada di atas target ECB 2%. Dari Cina berkenaan dengan indeks aktivitas manufaktur pada April yang membaik dibandingkan dari bulan sebelumnya. Purchasing Index naik menjadi 53.3 pada April dari sebelumnya 53.1 di Maret. Purchasing Index Cina diatas 50 memberikan indikasi kemajuan dan perkembangan kondisi usaha secara keseluruhan. Dari Autralia, mengenai Bank Sentral memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin menjadi 3.75% dari sebelumnya 4.25%.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM laba bersih kuartal 1Q2012 mencapai Rp 379 miliar
• Produksi logam TINS 1Q12 turun 20% jadi 6.842 mt
• Laba bersih BYAN di 1Q12 turun 53,12% jadi USD 35,01 juta
• PRAS stock split 1:4
• SMRA terbitkan saham baru tanpa HMETD
• Laba bersih SSIA 1Q12 Rp222,7 miliar
• BTEL raih kredit sindikasi US$50 juta
• Laba ELSA turun 23,5%
• BBCA bukukan kredit baru bersih Rp3 triliun
• BBKP bukukan pertumbuhan kredit 39%
• TIFA raih laba bersih 1Q12 Rp11,46 miliar
• Laba ADMF turun 6,52%
• HDFA perbesar pembiayaan motor bekas
• LSIP beli 26,4% saham Heliae
• Pendapatan DILD di 1Q12 turun 9,3% jadi Rp 278,6 miliar
• ISAT akan lunasi Obligasi Indosat IIB lebih awal
• IMAS investasi Rp 1 triliun
• WIKA bagi dividen 30% dari laba bersih tahun buku 2011
• WIKA laba bersih 1Q12 naik 13,1% jadi Rp 104,456 miliar
• WIKA peroleh kontrak baru Rp 4 triliun hingga April 2012
• Bakrie Toll Road gagal jadi investor tol Batang-Semarang
• BBRI perluas bisnis dengan Industrial Bank of Korea
Herseil - 04/05/2012 11:10 AM
#156

Newsletter 4 Mei 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan kemarin di tengah pergerakan bursa saham global dan regional yang bergerak mixed. IHSG tercatat naik sebesar 4,708 poin (0,112%) menuju level 4.224,003 dari posisi sebelumnya pada level 4.219,295. Pergerakan di awal perdagangan dipengaruhi oleh rilis data sektor tenaga kerja swasta AS yang tercatat lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya. Sektor tenaga kerja swasta hanya menambah 119.000 perkerjaan pada periode April tahun ini atau jauh dari yang diharapkan sebesar 177.000. Hal tersebut memicu kekhawatiran bahwa laporan data tenaga kerja AS juga akan mengecewakan sekaligus mendorong kekhawatiran akan naiknya angka pengangguran. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 59,55 poin (0,28%) menuju level 21.249,53 dari posisi sebelumnya pada level 21.309,08 sementara bursa saham Jepang tutup pada perdagangan kemarin. Indeks Shanghai composite ditutup menguat tipis sebesar 1,64 poin (0,07%) menuju level 2.440,08 dari posisi sebelumnya pada level 2.438,44. Pergerakan bursa regional juga turut dipengaruhi oleh rilis data tingkat pengangguran Selandia Baru yang secara tidak terduga mencatatkan peningkatan. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik Selandia Baru menunjukkan bahwa tingkat pengangguran naik ke level 6,7% yang melampaui prediksi sebesar 6,3% dan sekaligus merupakan angka tertinggi sejak kuartal IV tahun 2010. Kondisi ini menambah alasan bank sentral untuk menahan tingkat suku bunga di rekor terendah pada tahun ini. Gubernur Bank Sentral Selandia Baru, Alan Bollard menahan suku bunga di level 2,5% sejak Maret tahun lalu. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1%. Penguatan tersebut didukung adanya spekulasi sejumlah investor bahwa Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memberikan sinyal untuk menggelontorkan stimulus yang lebih besar ke sistem finansial Eropa dengan tujuan menangani krisis. Sementara itu, Spanyol bersiap melelang surat utang senilai 2,5 miliar euro sedangkan, Perancis melelang obligasi hingga 7,5 miliar euro.


Market Overview
Quote:

Perkiraan perdangangan saham pada akhir pekan ini, IHSG berpotensi terkoreksi. Pasar akan menyikapi rencana pemerintah Indonesia yang akan melarang ekspor 14 mineral mentah efektif pada 6 Mei. Regulasi ini berlaku untuk logam seperti tembaga, timah, nikel, emas, perak, zinc, chromium, bauksit, manggan, molybdenum, platinum, antimony, biji besi dan pasir baja. Selain itu, bagi perusahaan tambang akan dikenakan pajak pengapalan biji besi rata-rata 20%. Peraturan baru ini berlaku untuk setiap pemilik pertambangan yang izin kerjanya dirilis setelah 2009. Sementara untuk perusahaan yang sudah terikat kontrak sebelumnya, diperbolehkan mengekspor biji besi sampai 2014. Sentimen global yang diperkirakan dapat memberikan dampak bagi IHSG, koreksi yang terjadi terhadap indeks Wall Street. Indeks Dow Jones koreksi sebesar 61,98 poin (0,47%) ke posisi 13206,59, sedangkan Nasdaq melemah 35,55 poin (1,16%) ke level 3024,30. Koreksi indeks Wall Street dipengaruhi oleh data industri jasa AS yang mengecewakan. Selain itu, pasar tengah menanti rilis data lapangan kerja AS yang akan diumumkan hari ini. Sentimen dari Eropa, terkait dengan kebijakan dari ECB yang pertahankan suku bunga di level 1%. Kebijakan ECB ditengah melambatnya tekanan inflasi serta aktivitas manufaktur yang masih alami kontraksi. Selain itu, Eropa terus dibayangi ancaman resesi yang semakin nyata setelah Spanyol masuk ke dalam jurang resesi. Negara ini terus memperjuangkan dari keterpurukan ekonominya. Langkah yang kini akan dilakukan oleh Spanyol kembali untuk melakukan lelang obligasi dengan tingkat maturitas tiga dan lima tahun. Lelang ini merupakan pertama kalinya setelah rating negara ini dipangkas. Rating kredit Spanyol dipangkas dari A menjadi BBB+ pekan lalu. Pasar pesimistis keberhasil atas lelang obligasi yang dilakukan Spanyol ini. Selama ini pasar keuangan berharap ECB meningkatkan upaya untuk mengatasi krisis utang dengan membeli obligasi Spanyol. Pemangkasan rating kredit Spanyol baru-baru ini mungkin menjadi alasan bagi Bank Sentral Eropa untuk melakukan pengenduran kebijakan. Pengenduran tersebut sangat dibutuhkan untuk melindungi zona Eropa dari krisis yang lebih parah lagi. Sementara itu dari Jerman, sektor industri turun sampai 4% di bulan Maret dibanding periode yang sama tahun lalu.


Stock Headlines
Quote:

• PTBA bagikan dividen Rp 700,10 per saham
• TLKM akan berikan dividen 60% dari laba tahun buku 2011
• TLKM siap lakukan buyback Rp 2 triliun hingga akhir 2012
• TLKM kurangi utang jatuh tempo 2012 sebesar Rp 2,4 triliun
• AALI refinancing utang USD 50 juta jatuh tempo 2012
• OKAS menangkan tender kontraktor jasa rig dari Chevron
• WIKA bidik 3 proyek baru konstruksi di Timur Tengah pada 2012
• LSIP beli 26,4% saham Heliae Technology Holdings Inc
• LTLS akan terbitkan obligasi senilai Rp 800 miliar
• SMSM akuisisi 49% saham Hydraxle Perkasa senilai Rp 113 miliar
• META rencana adopsi teknologi air bersih dari mancanegara
• BBTN akan lakukan secondary offering via rights issue
• ASRI rencana bagikan dividen 25% dari laba bersih 2011
• BUMI jual saham 20% saham BRMS
• BRMS tingkatkan pengembangan konsesi tambang
• Akuisisi tambang, PTBA siapkan Rp 5 triliun
• INCO akan bagikan sisa dividen USD 0.009/saham
• JSMR kurangi dividen untuk dorong ekspansir
• SUGI akuisisi Eastwin Global Rp2,07 triliun
• MAPI bagikan dividen Rp71,46 miliar
• INCO tingkatkan kapasitas produksi 110%
• Laba bersih LPCK tumbuh 195%
Herseil - 07/05/2012 11:17 AM
#157

Newsletter 7 May 2012

Market Review
Quote:

Sejumlah rilis data ekonomi baik dari global maupun regional serta rilis laporan keuangan sejumlah emiten domestik yang mayoritas menunjukkan kinerja positif mendukung penguatan IHSG selama sepekan yang tercatat menguat sebesar 1,27% menuju level 4.216,681. Diawali dengan perkembangan kondisi ekonomi Eropa, yakni Spanyol yang mengalami perlambatan ekonomi di kuartal pertama tahun ini. Angka GDP Spanyol turun ke level 0,3% dimana sebelumnya diperkirakan perlambatan terjadi pada level 0,4%. Disamping itu, S & P menurunkan 9 peringkat bank Spanyol termasuk Santander dan BBVA. Sementara itu, Uni Eropa tengah mempertimbangkan rencana pelonggaran terhadap target penurunan defisit anggaran bagi negara-negara di kawasan Uni Eropa. Bank Sentral Eropa (ECB) juga kembali menahan suku bunga acuannnya pada level terendah sebesar 1% seiring masih memburuknya ekonomi di kawasan Eropa. Dari Asia, tingkat kepercayaan manufaktur Korea Selatan tercatat naik ke level tertinggi dalam 9 bulan terakhir yang berada di posisi 90. Sedangkan indeks ekspektasi non manufaktur negara ini naik ke level 85 dari sebelumnya pada level 82. Dari China, aktivitas manufaktur negara ini juga mengalami peningkatan kendati masih berada di bawah level 50 yang merupakan batas psikologis ekonomi yang mengalami kontraksi. Hasil survey PMI tercatat pada level 49,3 yang naik dari level 48,3 di bulan Maret. Sementara itu, Reserve bank of Australia menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 0,5% dari level 4,5% menjadi 3,75%. Penurunan ini diluar ekspektasi analis yang memperkirakan bahwa jika harus terjadi penurunan maka besarnya hanya 0,25%. RBA mengklaim bahwa selain ekonomi, faktor inflasi menjadi pemicu utama penurunan tingkat suku bunga acuan tersebut. Bank Sentral Australia (RBA) juga menurunkan pertumbuhan dan inflasi ketika sektor pasar tenaga kerja dan perumahan masih tetap menguat. RBA menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun ini menjadi 3% dibandingkan perkiraan sebelumnya di bulan Februari sebesar 3,5%. Tingkat inflasi diprediksi berada sebesar 2,5% dari estimasi sebelumnya di level 3%. Dari domestik, BPS mengumumkan tingkat inflasi bulan April sebesar 4,5% (YoY) dan 0,21% (MoM). Neraca perdagangan Indonesia hingga Maret 2012 masih mengalami surplus sebesar US$2,68 miliar dan surplus Maret sebesar US$840 miliar.


Market Overview
Quote:

Pergerakan IHSG dalam pekan ini akan dipengaruhi oleh sejumlah factor baik dari dalam negeri maupun luara negeri. Dari dalam negeri terkait dengan rencana pemerintah Indonesia yang akan melarang ekspor 14 mineral mentah, tidak berlaku bagi perusahaan tambang yang berniat membangun fasilitas pemrosesan lokal. Rencana akan diberlakukan efektif pada 6 Mei tahun ini. Pemerintah akan memberlakukan regulasi ini untuk logam seperti tembaga, timah, nikel, emas, perak, zinc, chromium, bauksit, manggan, molybdenum, platinum, antimony, biji besi dan pasir baja. Selain itu, bagi perusahaan tambang akan dikenakan pajak pengapalan biji besi rata-rata 20%. Rilis data ekonomi dari dalam negeri mengenai GDP Indonesia untuk kuartal pertama 2012 yang diperkirakan sebesar 6,5%. PDB akan ditopang dari peningkatan investasi didukung oleh iklim kondusif dan persepsi terhadap prospek ekonomi Indonesia yang positif. Sementara rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada Kamis, 10 Mei 2012 diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di level 5,75%. Kendati, BI memiliki ruang untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. Namun, karena ketidakpastian terkait kebijakan BBM bersubsidi telah menaikkan ekspektasi inflasi. Sementara itu, dari faktor ekternal yang diperkirakan akan mempengaruhi pasar global mengenai krisis ekonomi Spanyol yang telah membebani kinerja pelaku bisnis jasa. Sektor jasa negara ini kembali mengalami kontraksi dengan cepat di bulan April. Aktivitas dan pertumbuhan usaha baru menurun tajam sehingga memicu PHK karyawan di bulan April. Faktor krisis dan program pemangkasan yang dilakukan pemerintah Spanyol sudah menjalar ke seluruh sektor ekonomi domestik. Dengan demikian upaya Spanyol untuk memperbaiki kinerja produksi barang dan jasa makin berat karena pemerintah masih diwajibkan memangkas segala dana yang sejatinya berperan dalam pertumbuhan ekonomi. Dari AS, data ekonomi yang rilis dalam pekan ini consumer credit yang diperkirakan naik menjadi 10.0b dari sebelumnya sebesar 8,7B. Sedangkan prediksi pasar untuk hari ini, bereluang melemah seiring koreksi tajam yang terjadi terhadap indeks Wall Street dan potensi melemah indeks regional Asia. Sentimen bursa AS, data yang menunjukkan data non-farm payrolls naik sebesar 115.000 pada April.


Stock Headlines
Quote:

• ADRO bagikan dividen USD 0,00705 per saham
• S&P revisi prospek BUMI menjadi negatif dari stabil
• Penjualan BUMI mencapai USD 1,4 miliar
• Laba bersih HRUM naik 35,6%
• BNBR peroleh laba bersih Rp 132 miliar di 2011
• BWPT usulkan porsi dividen 15% dari laba
• BISI laba bersih 1Q12 naik 62,86% menjadi Rp 68,6 miliar
• TRAM akan investasi USD 50 juta
• BBTN rencana terbitkan sekuritisasi aset Rp 1 triliun 4Q12
• BMRI bidik kredit UKM Rp 73 triliun pada 2014
• BMRI akan sekuritisasi KPR
• BBTN salurkan kredit Rp 750 miliar
• GJTL optimis penjualan naik 15%
• TURI targetkan penjualan mobil baru naik 6,22% tahun ini
• ERAA, akan bangun 6 toko baru konsep megastore tahun ini
• RUIS laba bersih 1Q12 naik 210% jadi Rp 10,5 miliar
• MTLA kaji tambah dana akuisisi lahan
• APLN bangun residensial Bandung
• ASRI gunakan 63% dana rights issue
• INAF catatkan laba bersih 1Q12 Rp140 juta
Herseil - 08/05/2012 10:37 AM
#158

Newsletter 8 Mei 2012

Market Review
Quote:

Pada perdagangan awal pekan kemarin, bursa saham domestik bergerak melemah bersamaan dengan pelemahan bursa global dan regional. IHSG ditutup melemah sebesar 57,819 poin (1,371%) ke level 4.158,862 dari posisi sebelumnya pada level 4.216,681. Pelemahan diawali oleh data ekonomi Amerika yang tumbuh dibawah ekspektasi dan kecemasan mengenai krisis utang Eropa paska pemilu presiden Perancis. Ekonomi AS dilaporkan tumbuh sebesar 2,2% atau lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya sebesar 2,5%. Sementara itu, Nicolas Sarkozy kalah dalam pemilihan umum presiden oleh Francois Hollande dengan perbandingan 48%:52%. Hollande dikenal sebagai tokoh yang anti austerity dari partai sosialis. Kemenangan Hollande menimbulkan kecemasan di kalangan investor akan kemungkinan terganggunya rencana penghematan sehingga menghambat penyelesaian krisis utang Eropa. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 549,35 poin (2,61%) ke level 20.536,65 dari posisi sebelumnya pada level 21.086 dan indeks Nikkei 225 ditutup turun sebesar 261,11 poin (2,78%) ke level 9.119,14 dari posisi sebelumnya pada level 9.380,25. Penurunan bursa saham regional ini juga didukung oleh data pertumbuhan ekonomi China yang dilaporkan hanya tumbuh sebesar 8,1% dari ekspektasi sebesar 8,3%. Kecemasan kondisi politik di Eropa atas hasil pemilu presiden Perancis ditambah dengan politik Yunani menyebabkan mayoritas pasar saham Eropa bergerak melemah. Pasar mengharapkan Hollande bertindak cepat dalam merencanakan kebijakan pemerintahannya seputar reformasi pajak, target pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan penghematan. Dari Yunani, ketidakpastian situasi politik juga terjadi di negara ini. Dua partai besar utama gagal menghimpun suara mayoritas pada pemilu yang telah diadakan. Hal ini disebabkan, mayoritas masyarakat Yunani lebih memilih partai yang mengusung kebijakan anti penghematan. Sedangkan dari domestik, seluruh sektor perdagangan saham tercatat melemah dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp266 miliar. BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1Q12 mencapai 6,3% (YoY) dan 1,4% (QoQ). Secara tahunan, angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,49%. Sedangkan GDP per kuartal tercatat lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar -1,3%.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan bergerak mixed berpotensi melemah pada perdagangan saham hari ini. Koreksi yang terjadi terhadap indeks Dow Jones akan mempengaruhi arah pergerakan indeks bursa domestik hari ini. Investor AS khawatir terhadap hasil pemilu di Yunani dan Prancis yang dimenangkan pihak menolak penghematan anggaran. Investor makin pesimis dengan kondisi ekonomi di tengah berlarutnya krisis utang serta perubahan politik terjadi di beberapa negara Eropa. Hasil dari pemilu Yunani yang berpotensi dapat memicu renegosiasi perjanjian antara IMF, Uni Eropa dan pemerintah Yunani. Dalam pemilu yang berlangsung rakyat Yunani lebih mendukung partai yang anti kebijakan dana talangan. Ketidakpastian kondisi politik ini makin meresahkan zona Eropa, karena khawatir Yunani akan semakin terpuruk ke dalam bahaya krisis yang semakin dalam. Hasil pemilu Yunani Partai yang cukup dominan, yakni Conservative New Democracy and Socialist memenangkan sepertiga voting, atau kurang dari setengah yang diperlukan dalam Parlemen Yunani. Sedangkan partai lainnya di Yunani yang lebih pro-bailout maupun pro-austerity mengalami kekalahan pemilu. Sedangkan, Pemilu di Perancis kandidat dari partai Sosialis, yakni Francois Hollande terpilih menjadi presiden Perancis. Hollande mendapat 52% dari keseluruhan suara di pemilihan presiden Perancis mengungguli Nicolas Sarkozy yang hanya mendapat 48% suara. Sementara itu, resesi ekonomi terus menyebar di Eropa. Setelah Spanyol dan Inggris masuk ke masa ekonomi stagnan itu, target selanjutnya adalah Jerman. Pekan lalu, Spanyol dan Inggris menyatakan sudah kembali masuk ke masa resesi, setelah dua triwulan berturut-turut pertumbuhan ekonomi stagnan. Sebanyak 12 negara di Eropa resmi masuk resesi dan Jerman sudah di ujung tanduk untuk mengalami hal yang sama. Masih sentimen dari Eropa, negosiasi pakta fiskal, yang telah disepakati oleh 25 dari 27 negara anggota Uni Eropa dalam menerapkan disiplin anggaran ketat pada Maret lalu. Dimana Presiden Perancis Francois Hollande menghendaki dilakukan negosiasi ulang atas fiskal Uni Eropa, ada kemungkinan negosiasi tersebut tidak akan di terima oleh Jerman. Jerman tidak akan menerima peningkatan belanja yang berakhir pada kenaikan defisit.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS harga dari lapangan Grissik dan Pertamina EP di Sumsel naik
• BNBR bukukan laba Rp 132 miliar pada 2011
• BNBR belum bagikan dividen tahun ini
• BUMI RUPS mundur karena tidak tercapai kuorum
• BUMI matangkan pembicaraan dengan mitra strategis
• BUMI perkirakan penjualan batubara 1Q12 naik 16%
• PTBA bagi sisa dividen tunai Rp 700,10 per saham
• HMSP bagi dividen Rp 1.750 per saham
• Produksi CPO GZCO turun 19% di kuartal I-2012
• Laba bersih TOWR turun 50,29%
• LPCK laba bersih 1Q12 naik 195,1% jadi Rp 89,83 miliar
• LPCK tengah kembangkan akses tol di km 34,7 ruas tol Cikampek
• Bosowa Corporation tunjuk PTPP konstruksi Grinding Plant
• SSIA akan menambah lahan industri
• BEST peroleh laba Rp 107 miliar
• KPIG targetkan pendapatan usaha Rp 105 miliar di 2012
• RODA akuisisi proyek properti Rp100 miliar
• Bogamulia tawarkan saham TSPC Rp 1,78 triliun
• Anak usaha OKAS raih kontrak baru dari Chevron
• Kinerja ELSA terbebani sengketa MEGA
• ADMF bagikan dividen Rp 791,5 per saham
• ADMF penyaluran pembiayaan naik 12% di 1Q12 jadi Rp 7,9 triliun
Herseil - 09/05/2012 10:35 AM
#159

Newsletter 9 May 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik berhasil ditutup pada zona positif di tengah variatifnya pergerakan pasar saham global dan regional. IHSG tercatat menguat sebesar 22,211 poin (0,534%) menuju level 4.181,073 dari posisi sebelumnya pada level 4.158,862. Sentimen positif diawali dari rilis data consumer credit Amerika yang tercatat meningkat ke level tertinggi dalam 10 tahun yang didorong oleh menguatnya permintaan pembiayaan pendidikan dan pemilikan kendaraan. Federal Reserve menyatakan kredit konsumen per Maret naik menjadi US$21,4 miliar dimana kredit pendidikan dan pemilikan kendaraan berkontribusi sebesar US$16,2 miliar. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 62,51 poin (0,69%) menuju leve 9.181,65 dari posisi sebelumnya pada level 9.119,14 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 51,9 poin (0,25%) ke level 20.484,75 dari posisi sebelumnya pada level 20.536,65. China, sebagai negera perekonomian terbesar kedua dunia bertekad untuk menguasai 15% volume perdagangan dunia. Pada kuartal pertama tahun ini perdagangan China lebih seimbang dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Akuntansi perdagangan China awal tahun ini tercatat surplus 2,8% dari produk domestik bruto. Stabilnya pertumbuhan ekonomi China akan menjadi kontribusi positif bagi perekonomian dunia yang melambat dan dipenuhi ketidakpastian. Sementara itu, bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 1% yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian politik paska pemilu di Perancis dan Yunani. Kedua negara tersebut saat ini dipimpin oleh kubu sosialis yang menentang bailout dan menolak kebijakan penghematan anggaran. Padahal, kedua langkah tersebut merupakan solusi awal untuk keluar dari krisis yang telah berjalan selama dua tahun. Kendati demikian, sejumlah pemimpin Eropa telah berbicara langsung dengan presiden Perancis terpilih untuk melakukan serangkaian kegiatan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan data manufaktur Jerman pada bulan Maret tercatat naik 2,2% atau lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 0,5%.


Market Overview
Quote:

Prediksi IHSG pada perdagangan saham hari ini berpeluang melemah. Koreksi yang terjadi terhadap indeks Wall Street akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa domestik, disamping sentimen-sentimen lainnya yang muncul pada hari ini. Koreksi indeks bursa AS tersebut dipicu oleh jatuhnya saham sektor ritel dan keuangan serta kekhawatiran kondisi Eropa paska pemilu. Pasar mencemaskan akan penolakan rakyat Perancis dan Yunani atas kebijakan penghematan dan perjanjian bailout, yang bisa menggeser tatanan politik dan berpotensi membawa perubahan. Dan kemungkinan besar akan membawa zona euro kembali ke era ketidakpastian. Yunani masih sulit untuk fokus ke pertumbuhan, meski telah berjanji untuk memangkas anggaran atas imbalan bantuan finansial. Namun dorongan untuk membatalkan perjanjian bailout cukup kuat, karena akan diusung oleh partai yang meraih suara terbesar kedua. Sementara, Presiden terpilih Perancis Francois Hollande yang meraih kemenangan berjanji untuk merenegosiasi traktat fiskal Eropa. Kendati ada kemungkinan presiden Perancis Francois Hollande menghendaki untuk melakukan renegosiasi traktat fiskal Uni Eropa, tetapi Jerman akan menolak hal itu. Presiden Perancis terpilih, Francois Hollande akan berkunjung ke Jerman pada minggu depan untuk bertemu dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel. Sentimen lain pasar, mengenai Spanyol akan menyuntikan dana publik ke sistem perbankan untuk memulihkan aliran kredit serta membantu ekonomi keluar dari resesi. Akibat lemahnya aktivitas sektor perbankan Spanyol telah membebani ekonomi jatuh ke dalam jurang resesi di kuartal pertama 2012. Demikian dengan data data tingkat pengangguran Spanyol mencapai 24,4% atau merupakan tertinggi dalam 18 tahun terakhir. Sementara itu, perbankan masih bersikap hati-hati dalam memberikan kredit akibat meningkatnya kredit macet serta sulit bagi perbankan mendapatkan pendanaan dari pasar internasional. Bank sentral Spanyol memperkirakan beban kredit properti mencapai 338 miliar euro, dimana 176 miliar euro masuk kategori bermasalah. Dari As, pejabat bank sentral menegaskan bahwa belum ada rencana stimulus baru untuk perekonomian. Kebijakan stimulus saat ini sulit dilakukan karena rentan memicu inflasi. Bank sentral berupaya menjaga inflasi berjalan sesuai target 2%.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS harga gas dari ConocoPhillips menjadi USD 5,6 per mmbtu
• INTP anggarkan capex melebihi Rp 1 triliun
• INTP berencana bagi dividen Rp 293/saham
• SMCB pembangunan pabrik baru di Tuban baru 25%
• WIKA dapat tender proyek jembatan Sei Tayan, di Kalimantan
• BNBR kaji rencana pembagian dividen
• BNBR tamabah saham di BUMI
• BUMI jadwalkan pembayaran utang ke CIC
• TLKM ajukan penawaran untuk beli Pacnet Ltd
• TLKM akan serap saham baru INTI.
• TLKM investasi Rp 4 triliun untuk IME
• Laba ISAT turun 96,5% menjadi Rp 16,7 miliar
• KLBF akan stock split 1:5
• EPMT rencana bagikan dividen 73,3% dari laba
• Laba CTRA naik 159%
• BTON tambah 1 line mesin kapasitas 15.000 ton per tahun
• NIKL targetkan volume penjualan tinplate IIQ12 naik 29%
• TOWR pendapatan usaha naik 30% jadi Rp 481 miliar di 1Q12
• MDLN pendapatan 1Q 2012 capai Rp 306,2 miliar
• ICTSI akuisisi KARW
• Laba RUIS meningkat 210%
• BBCA jaga porsi dana murah 75-80%
• ADMF cari pendanaan Rp 5 triliun di 2012
Herseil - 10/05/2012 10:27 AM
#160

Newsletter 10 May 2012

Market Reveiw

Quote:

Pasca rebound sehari sebelumnya, kemarin IHSG kembali melemah di sepanjang perdagangan. IHSG kemarin terkoreksi 1,244% di 4129,06 menembus support level 4137. Masih dibutuhkan konfirmasi lebih lanjut bahwa level 4137 breakout sebagai support I, sebelum menuju suppport berikut di 4097/4026 untuk meninggalkan periode konsolidasi. Koreksi ihsg itu dikontribusikan terutama oleh TLKM, ASII, UNTR, UNVR, BBRI. Sebaliknya saham ULTJ dan ADES naik signifikan, bahkan ADES menguat hingga autoejection. Indeks sektor infrastruktur terkoreksi paling dalam sebesar 2,487% diikuti sektor pertambangan 1,992%. Sektor industri dasar adalah satu-satunya indeks yang mencatatkan kenaikan meski tipis sebesar 0,209%. Asing mencatatkan net sell sekitar Rp 740 miliar. Koreksi di bursa Indonesia itu sejalan dengan melemahnya bursa Asia akibat terimbas Wall Street. Indeks di bursa Asia melemah rata-rata di atas 1%. Wall Street sebelumnya sendiri tertekan karena sentimen negatif dari Eropa, dimana presiden baru terpilih Perancis dan Yunani (oposisi) dikhawatirkan tidak mengakomodasi program penghematan yang disyaratkan IMF guna pemulihan krisis di Eropa. Bahkan muncul spekulasi bahwa Yunani akan keluar dari Uni Eropa pasca presiden Yunani terpilih gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan baru. Pasar mengkhawatirkan jika hal itu terjadi, maka bisa berakibat pada kondisi fiskal Eropa dan fundamental ekonomi negara-negara Eropa serta krisis Eropa yang berlarut-larut. Bursa Eropa sempat menguat pada awal sesi kemarin tetapi selanjutnya bergerak mixed to lower. Kebijakan pemerintah Spanyol yang menaikkan dana cadangan perbankan untuk pinjaman sektor properti mencapai € 35 miliar (USD 45,58 miliar) sebagai langkah pengawasan terhadap kredit perbakan telah memicu saham perbankan bergerak mixed. Secara umum perkembangan politik terakhir di beberapa negara Eropa turut memberi andil atas turunnya kepercayaan prospek pemulihan ekonomi/krisis utang di Eropa. Imbasnya ke kawasan lain adalah satu faktor yang patut dicermati.


Market Overview
Quote:

Ketidakpastian dari zona Eropa kembali menekan indeks bursa Wall Street, indeks Dow Jones ditutup melemah sebesar 97,03 poin (0,75%) ke posisi 12835,06. Dan indeks Nadaq diakhir perdagangan melemah 11,56 poin (0,37%) ke level 2934,71. Koreksi indeks AS tersebut bisa memberikan dampak bagi pergerakan indeks bursa domestik pada perdagangan saham hari ini. Sentimen Eropa, akan menjadi fokus bukan saja pelaku pasar global, tetapi pelaku pasar dalam negeri yang dipastikan juga akan menyikapi sentimen yang muncul dari zona Eropa. Krisis utang Yunani yang semakin memburuk di tengah upaya negara tersebut untuk membentuk pemerintahan koalisi. Pasar khawatir faktor akan kegagalan pembentukan koalisi di Yunani serta masa depan negara ini. Bahkan mengarah pada kemungkinan keluarnya Yunani dari Euro. Karena faktor transisi politik bisa menjadi perlawanan Yunani terhadap program pemangkasan Eropa. Selain itu, pasar khawatir terhadap kemampuan Spanyol dalam membayar tingkat hutang menyusul lonjakan terhadap yield obligasi dan dampaknya bagi kinerja anggaran negara ini. Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10-tahun melonjak ke atas 6%. Bunga obligasi Spanyol 10-tahun naik 22 basis poin ke level 6,01%, untuk kali pertama dalam dua pekan. Setelah Spanyol, berikutnya obligasi Italia yang ikut melemah dan terjadi lonjakan yield. Obligasi 10-tahun Italia memburuk, dengan kenaikan imbal hasil 13 basis poin ke 5,37%. Sentimen lain terhadap pasar mengenai Moody’s Investors Service kemungkinan besar pada bulan ini akan mulai meninjau kembali peringkat rating hutang untuk lebih dari 100 bank serta ada peluang terjadi penurunan peringkat. Mengingat resiko tingkat beban pinjaman meningkat dan memungkinkan perbankan harus mengekang tingkat pinjaman, akibatnya menjadi ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi. Diduga dari sektor perbankan yang akan menghadapi downgrade hutang jangka panjang dan jangka pendek oleh Moody’s, yakni; BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Morgan Stanley.


Stock Headlines
Quote:

• JSMR bagikan dividen Rp 78 per saham
• MEDC bagikan dividen USD 0,00766 per saham
• MEDC finalisasi akuisisi aset migas
• BRAU bangun pembangkit listrik di Berau, Kaltim akhir 2012
• ABMM raih kontrak baru USD 209 juta dengan Rinjani
• ISAT laba 1Q12 naik 92,15% jadi Rp 39,115 miliar
• CTRA laba bersih 1Q12 naik 159 menjadi Rp 83 miliar
• TURI bagikan dividen Rp 14 per saham
• TURI anggarkan capex Rp 560 miliar
• TRAM anggarkan capex 2012 sebesar USD 50 juta
• TRAM tunda akuisisi tambang
• KAEF targetkan penjualan Rp 4 triliun atau naik 114,98% tahun ini
• ENRG rencana private placement
• UBS AG Singapore Non tambah kepemilikan di ENRG jadi 11,1%
• UNSP targetkan produksi naik 20%
• INTP berencana naikkan harga jual semen 6-7%
• IMAS ambil bagian atas tambahan saham di anak usahanya
• ADHI tuntaskan sellback 44,09 juta saham
• JSMR segera tuntaskan akuisisi 2 tol
• KIJA refinancing utang Rp 400 miliar
• KIJA tidak membagikan dividen
• Suisse Charter tambah saham KBRI
Page 8 of 14 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK