Saham
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK
Total Views: 7899 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 14 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > 

Herseil - 11/05/2012 10:43 AM
#161

Newsletter 11 May 2012

Market Review
Quote:

Aksi beli jelang penutupan perdagangan kemarin, berhasil mendorong IHSG ditutup pada zona positif setelah hampir sepanjang perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup menguat tipis sebesar 4,571 poin (0,111%) menuju level 4.133,631 dari posisi sebelumnya pada level 4.129,06. Minimnya sentimen positif dari global dan regional serta kekhawatiran akan ketidakstabilan kondisi politk di Yunani, membuat pergerakan mayoritas pasar saham dunia melemah. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 35,41 poin (0,39%) ke level 9.009,65 dari posisi sebelumnya pada level 9.045,06 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 103,36 poin (0,51%) ke level 20.227,28 dari posisi sebelumnya pada level 20.330,64. Dari China, China Investment Corporation (CIC) telah menghentikan pembelian surat utang pemerintah Eropa. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran terkait krisis ekonomi yang terjadi di benua tersebut. Disamping itu, Data perdagangan China untuk periode April tahun ini mengalami penurunan yang dikarenakan terjadinya penurunan aktivitas ekspor dan impor. Ekspor naik 4,9% di bulan April dan impor naik 0,3%. Data tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan perkiraan sejumlah ekonom. Laju ekspor dan impor di bulan Maret lalu masing-masing tercatat sebesar 5,3% dan 8,9%. Sedangkan ekonom mengekspektasikan ekspor meningkat 8,5% dan impor 11%. Penurunan ekspor ini disebabkan oleh kebijakan penghematan di Eropa dan berakhirnya periode penguatan yen terhadap dollar Amerika Serikat. Data perdagangan ini meningkatkan kekhawatiran baru tentang ketahanan ekonomi China, ditengah permintaan pasar global yang sedang mengalami penurunan. Pelemahan ekonomi di Eropa diperkirakan akan terus membebani pertumbuhan ekspor China dalam beberapa bulan ke depan. RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada level 5,75%. Hal ini menyusul pandangan BI bahwa tekanan inflasi ke depan masih dapat terkendali. Mayoritas bursa saham Eropa bergerak melemah yang masih disebabkan oleh ketidakpastian politik di Yunani. Pasar juga tengah menantikan kepastian akan penentuan cairnya bailout kedua Yunani sebesar 5,2 miliar euro. Namun, pihak Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF sebelumnya memastikan komitmen penghematan yang akan dilakukan Yunani untuk pemberian dana segar tersebut.


Market Overview
Quote:

IHSG akan bergerak mixed dengan peluang melemah pada perdagangan saham akhir pekan ini. Faktor Eropa masih menjadi fokus pelaku pasar global yang juga akan menjadi perhatian pelaku pasar domestik. Sentimen negatif dari global mengenai keputusan dari pemerintah zona Eropa yang menunda jadwal pembayaran pinjaman bagi Yunani. Hal ini dilakukan sebagai peringatan untuk Yunani agar dapat segera membereskan ketidakpastian politik dengan membentuk pemerintah koalisi yang lebih pro-Euro. Mengingat sebagian pendanaan sebesar 4.2 miliar Euro bagi Yunani yang dijanjikan pada bulan Juni lalu sebesar 5.2 miliar Euro, dimana sisa pembayaran tersebut baru akan diberikan jika Yunani dapat memenuhi janji terhadap langkah penghematan anggaran yang disepakati sebelumnya. Bhakan Jerman mengancam bantuan berikutnya akan dibatalkan jika Yunani mengabaikan target penghematan anggaran yang telah disepakati dan jika terpaksa Yunani akan dikeluarkan dari zona Eropa. Sementara itu Yunani membutuhkan dana kucuran yang diberikan untuk membayar utang jatuh tempo pada ECB pekan depan senilai 3.3 miliar Euro. Bantuan ini juga merupakan bagian dari program bailout tahap kedua senilai 130 miliar Euro. Dari Spanyol mengenai, Pemerintah negara ini yang tengah berupaya menyelamatkan Bankia SA, dengan mengambil sebagian besar kepemilikan saham pada bank tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk dilakukan dalam pembenahan sektor perbankan yang terpuruk. Pemerintah Spanyol kemungkinan akan mengumumkan kebijakan baru pada perusahaan finansial. Sementara ini, perbankan diharuskan mengalokasikan dana darurat senilai 35 miliar euro guna menutup kerugian pada portofolio berbasis perumahan. Sedangkan sentiment dari Inggris mengenai data manufaktur yang membaik. Tercatat produksi manufaktur naik 0,9% pada Maret dibandingkan Februari yang alami penurunan 1,1%. Sementara itu, Bank sentral Inggris (BoE) pertahankan suku bunga di level rendah 0,5% dan tidak mengubah program pembelian aset sebanyak 325 miliar euro. Langkah BoE untuk menjaga stabilnya inflasi dan tidak ingin tambahan stimulus lebih lanjut yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kabar lainya, Goldman Sachs membeli obligasi pemerintah Italia senilai USD 2,3 miliar di kuartal pertama 2012


Stock Headlines
Quote:

• BUMI bidik penjualan USD 6,75 miliar
• INDY memiliki cucu usaha baru
• Dividen tunai MEDC dibagi pada 20 Juni 2012
• WIKA jalin kerjasama dengan Komponindo Betonjaya
• Dividen JSMR dibagi pada 21 Juni 2012
• LSIP bagikan dividen Rp 100 per saham
• SIMP bagikan dividen final Rp 21 per saham
• GPRA rencana bagi saham bonus
• FAST rencana bagikan saham bonus
• INPP rencana terbitkan rights issue
• CTRA hingga April 2012 ncatatkan marketing sales Rp 2 triliun
• LPPF akan bangun 2 gerai baru di Palembang dan Cimanggis
• ISAT catatkan utang jatuh tempo 2012 capai Rp 3,5 triliun
• EXCL investasi XCloud
• BUDI rencana cari pinjaman dan jaminkan asetnya
• BSIM berencana rights issue
• BNGA salurkan kredit mikro Rp1,45 triliun
• BNII targetkan penyaluran KPR Rp10 triliun
Herseil - 14/05/2012 11:05 AM
#162

Newsletter 14 May 2012

Market Review
Quote:

Minimnya sentimen positif baik dari global, regional, maupun domestik, menyebabkan IHSG melemah sebesar 2,43% dalam perdagangan sepekan ke level 4.114,14. Ketidakstabilan politik paska pemilu Perancis dan Yunani, menjadi sentimen yang mendominasi pergerakan pasar saham dunia. Nicolas Sarkozy kalah dalam pemilu Presiden Perancis dengan Francois Hollande dengan perbandingan 48%:52%. Hasil pemliu ini memunculkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa rencana penghematan akan terganggu sehingga menghambat kawasan UE dalam menyelesaikan krisis utang, menyusul Hollande dikenal sebagai tokoh anti austerity dari partai sosialis. Dilanjutkan dengan situasi paska pemilu Yunani dimana dua partai besar negara ini gagal menghimpun suara mayoritas yang disebabkan mayoritas masyarakat Yunani lebih memilih partai yang mengusung anti kebijakan. Kubu sosialis, Evangelos Venizelos akan bertemu pemimpin konservatif, Antonis Samaras untuk membentuk pemerintahan koalisi guna membahas kemungkinan untuk mengadakan pemilu kembali pada pekan depan. Pembahasan juga dilakukan untuk menentukan sikap melanjutkan komitmen penghematan anggaran sebagai persyaratan bailout. Dari kawasan Asia, perkembangan kondisi ekonomi China menjadi mayoritas sentimen bagi kawasan regional. China Investment Corporation (CIC) telah menghentikan pembelian surat utang pemerintah Eropa karena kekhawatiran akan krisis ekonomi yang tengah terjadi. Sementara itu, dari data ekonomi, diawali oleh data perdagangan China periode April yang mengalami penurunan. Ekspor di bulan April tercatat naik 4,9% dan impor 0,3%. Data ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya masing-masing 5,3% dan 8,9% serta dari perkiraan sejumlah ekonom yang masing-masing sebesar 8,5% dan 11%. Penurunan angka ekspor disebabkan oleh kebijakan penghematan di Eropa. Dilanjutkan dengan data inflasi periode yang sama, yang tecatat naik 3,4% atau lebih rendah dibandingkan periode Maret 2012 yang tercatat sebesar 3,6%. Sedangkan dari domestik, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 1Q12 mencapai 6,3% (YoY) yang terutama didorong oleh pengangkutan dan komunikasi. RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada level 5,75% menyusul pandangan BI bahwa tekanan inflasi ke depan masih dapat terkendali.


Market Overview
Quote:

Konsentrasi pasar masih terfokus pada perkembangan politik dan krisis utang yang terjadi di Eropa terutama Yunani dan Prancis, dampaknya akan membawa pergerakan dari indeks domestik dalam bayang-bayang tekanan. Pasar global khawatir terhadap kondisi yang tidak menentu bagi Yunani, seiring deadlock politik yang semakin memperbesar peluang keluar dari zona eropa. Presentase probailitas keluarnya Yunani dari euro semakin dibandingkan sejak krisis hutang berlangsung di Eropa. Peluang keluarnya Yunani setelah hasil pemilihan umum memperlihatkan rakyat tidak berkenan dengan program efisiensi anggaran pemerintah terdahulu. Rakyat Yunani keberatan bila pemerintah harus mengikuti pra-syarat bailout yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Sementara itu, Yunani tengah dihadapi permasalahan, jika tidak ada pihak yang mampu membentuk koalisi pemerintahan sampai 17 Mei. Yunani diharuskan menggelar pemilu baru, dan masih ada harapan untuk membentuk pemerintahan baru. Sementara itu uni Eropa tidak akan mengubah pandangannya terhadap Yunani dan berkomitmen menuntaskan krisis di negara itu, tetapi dengan syarat Yunani konsisten melaksanakan reformasi ekonomi sesuai kesepakatan bersama. Sentimen lain pasar dalam pekan ini mengenai rencana dari Italia, Spanyol dan Perancis yang akan melakukan lelang obligasi minggu depan. Italia rencananya akan menjual obligasi dengan tingkat maturitas 2015, 2020 dan 2022 pada 14 Mei mendatang. Berikutnya Prancis akan melakukan lelang pada 15 Mei dan Spanyol akan melakukan lelang pada 17 Mei. Bagi Prancis lelang obligasi tersebut merupakan lelang pertama setelah paska terpilihnya Francois Hollande. Sedangkan, Spanyol tengah dihadapi ambruknya sistem finansial karena banyak Bank menderita kerugian besar akibat kredit macet di sektor properti. Pemerintah Spanyol mengambil keputusan untuk menasionalisasi bank terbesar keempat negara itu. Kondisi Spanyol akan menimbulkan kekhawatiran kemungkinan akan ada bank yang menjadi korban berikutnya. Diperkirakan bahwa Spanyol akan gagal mencapai target pengurangan defisit untuk 2012 kendati pemotongan anggaran dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya Spanyol telah berkomitmen untuk mengurangi defisit menjadi 5,3% dari GDP tahun ini. Sementara itu, perkiraan defisit Spanyol akan mencapai 6,0% pada tahun ini.


Stock Headlines
Quote:

• TLKM bagi dividen Rp 7,1 triliun
• Lepas saham baru, ENRG bidik Rp 747 miliar
• ENRG targetkan pendapatan menjadi Rp 3,6 triliun
• Produksi batubara ITMG mencapai 5,7 MT
• ADHI peroleh kontrak baru Rp 3,4 triliun
• Penjualan MAPI meningkat 29%
• TSPC tawarkan saham senilai Rp 2,1 triliun
• INTA studi kelayakan pembangunan pabrik truk
• INDF bagikan dividen Rp 175 per saham
• ICBP bagikan dividen tunai Rp 169 per saham
• ADHI bagikan dividen sebesar Rp 30,33 per saham
• TOTL bagikan dividen sekitar Rp 44 per saham.
• TOTL akan rambah bisnis EPC dalam 2-3 tahun ke depan
• MEDC rencana ekspansi ke bisnis pertambangan mineral
• ITMG laba bersih 1Q 2012 naik 31% menjadi USD 124 juta
• TKIM laba bersih 1Q2012 turun 1,4 jadi USD 16,173 juta
• PANR kerjasama denga Reed Elsevier Pte Ltd
• BNBR bantah default MSN Rp2 triliun
• ROTI melepas 5% saham
• SUGI siap akuisisi blok migas Rp2,07 triliun
• Pamapersada peroleh pinjaman USD 265 juta
• MCOR akan rights issue rasio 100:14 pada harga Rp200
Herseil - 15/05/2012 10:39 AM
#163

Newsletter 15 May 2012

Market Review
Quote:

Ketidakpastian situasi politik Eropa, khususnya Yunani, masih menjadi sentimen eksternal yang mempengaruhi mayoritas pasar saham dunia, termasuk Indonesia. IHSG pada perdagangan awal pekan ini ditutup melemah sebesar 61,073 poin (1,484%) ke level 4.053,067 dari posisi sebelumnya pada level 4.114,14. Isu dari Asia yang diharapkan mampu mengimbangi sentimen negatif Eropa adalah langkah pemerintah China yang menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan dengan tujuan mengangkat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan likuditas di pasar finansial. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 229,59 poin (1,15%) ke level 19.735,04 dari posisi sebelumnya pada level 19.964,63 dan indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 20,53 poin (0,23%) menuju level 8.973,84 dari posisi sebelumnya pada level 8.953,31. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak melemah hingga diatas 2,5%. Yunani hampir dipastikan akan melakukan pemilihan umum kembali pada bulan Juni mendatang karena gagal membentuk koalisi. Pemimpin radikal sayap kiri Yunani, Alaxis Tsipras menolak undangan presiden terpilih untuk membentuk koalisi sehingga Presiden Yunani, Karolos Papoulias harus melewati pemilihan baru kembali. Saat ini, pemimpin Eropa dikabarkan juga tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan Yunani dari zona Eropa. Para menteri keuangan Eropa akan menggelar pertemuan untuk membahas bailout internasional bagi Yunani dan situasi perekonomian Spanyol. Sementara dari Jerman, kanselir Angela Merkel segera dihadapkan pada ujian pemilu yang akan digelar di negara bagian terbesar Jerman, yakni North Rhine- Westphalia. Pemilu ini akan memilih anggota parlemen tingkat wilayah yang baru, yang sekaligus merupakan tes untuk mengetahui popularitas partai Uni Kristen Demokrat (CDU). Tes popularitas ini dilakukan seiring dengan munculnya pertentangan kebijakan penghematan yang digagaskan oleh Merkel. Dari domestik, seluruh sektor perdagangan ditutup melemah dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp197 miliar.


Market Overview
Quote:

Indeks bursa domestik pada perdagangan saham hari ini diperkirakan akan kembali terkoreksi. Pelemahan yang terjadi terhadap indeks Wall Street diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan indeks IHSG. Koreksi indeks Wall Street terpuruk setelah partai politik Yunani gagal membentuk koalisi pemerintahan yang semakin meningkatkan kecemasan Yunani akan terdepak dari zona euro. Kemungkinan keluarnya Yunani menjadi perdebatan para pejabat Eropa. Para pejabat Uni Eropa mulai mempertimbangkan dampak dari penarikan diri Yunani. Sementara itu para petinggi pejabat Yunani tengah berjuang untuk membentuk pemerintahan koalisi. Terkait dengan peluang keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa bahwa lembaga pemeringkat kredit Fitch Ratings memberikan opini bahwa akan berdampak buruk bagi Eropa. Bahkan terkait dengan opini tersebut Fitch rating menyatakan bahwa Portugal, Italia, Irlandia, Spanyol, Prancis dan Belgia serta Yunani sendiri akan mendapatkan resiko terbesar untuk mengalami downgrade rating kredit. Dampaknya Yunani dipastikan akan gagal memenuhi persyaratan Uni Eropa dan IMF untuk menjaga penghematan anggaran sebesar 5.5% dari GDP. Akibat dari kegagalan Yunani untuk menghemat anggaran tidak dapat diterima oleh Troika yang terdiri dari ECB, Eurogroup dan IMF yang berpotensi untuk menarik dana penyelamatan dan tertutup paluang untuk menambahkan bailout lebih lanjut. Selain itu, pelaku pasar akan fokus pada kunjungan presiden baru Prancis ke Jerman hari ini. Pertemuan tersebut akan membawa arah kepastian ekonomi euro-zone. Prancis maupun Jerman kedua negara yang saling ketergantungan ekonomi, diharapkan dapat mempertahankan posisi menjadi penggerak ekonomi kawasan. Dalam pertemuan kemungkinan Hollande tidak akan bersikap seperti ketika berkampanye untuk mengalahkan Sarkozy. Namun tentunya Hollande memliki strategi untuk menghadapi Merkel. Pertemuan antara Francois Hollande dan Angela Merkel di Berlin akan menjadi forum konsolidasi Franco-German pertama pasca pemilu Prancis. Dinamikanya menjadi begitu menarik karena Hollande dikenal sebagai sosok antiprogram pemangkasan anggaran, yang justru selama ini dipelopori oleh negaranya. Sikap pro-rakyat berulangkali diutarakannya selama masa kampanye berlangsung.


Stock Headlines
Quote:

• ASII penjualan mobil April 2012 naik 2,32% jadi 50.758 unit
• Penjualan mobil nasional April 2012 naik 0,95% jadi 87.080 unit
• Penjualan motor Honda ASII turun 7,1% pada April 2012
• ISAT kaji peningkatan nilai obligasi menjadi Rp 3 triliun
• ISAT targetkan pertumbuhan 5-6%
• BNBR memiliki 2,64% saham BUMI per April
• Rasio dividen MLBI 100%
• BEKS berencana rights issue pada kuartal IV
• BCIC dibarter obligasi rekap
• AGRO minta tambahan modal Rp1 triliun kepada BBRI
• VOKS bagi dividen Rp48/saham
• VOKS targetkan pendapatan 2012 Rp2.58 triliun
• ISAT bagikan dividen Rp 76,83 per saham
• TBIG peroleh komitmen pinjaman USD 325 juta dari sindikasi bank
• PGAS naikkan harga jual gas ke konsumen Jawa bagian Barat
• KAEF pendapatan 1Q12 naik 11,89% jadi Rp 709,84 miliar
• KAEF targetkan penjualan 2012 naik 14,91% jadi Rp 4 triliun
• KAEF anggarkan capex Rp 165 miliar tahun ini
• KAEF targetkan Integrated Health Care Company pada 2014
• KAEF bentukan joint venture company dengan Averroes, Malaysia
• Zebra Energy kontribusi pendapatan ke ZBRA Rp19 miliar/tahun
Herseil - 21/05/2012 10:37 AM
#164

Newsletter 21 May 2012

Market Review
Quote:

Perdagangan bursa saham domestik hanya berlangsung tiga hari dalam pekan kemarin terkait adanya libur kenaikan Isa Almasih yang dilanjutkan dengan libur bursa. Selama periode tersebut, IHSG bergerak melemah hingga ditutup pada level 3.980,496 di hari terakhir peradangan menyusul maraknya sentimen negatif dari kawasan Eropa, khususnya ketidakstabilan politik Yunani. Negara ini dipastikan akan melakukan pemilihan umum kembali pada bulan Juni mendatang menyusul kegagalan Presiden Yunani, Karolus Papuolias membentuk pemerintahan baru yang berpotensi batalnya rencana pemberian dana bailout dari Uni Eropa dan dikeluarkannya Yunani dari zona Eropa. Sementara itu, dari Jerman, kanselir Angela Merkel segera dihadapkan pada ujian pemilu yang akan digelar di negara bagian terbesar Jerman, yakni North Rhine-Westphalia. Pemilu ini akan memilih anggota parlemen tingkat wilayah baru, yang sekaligus merupakan tes untuk mengetahui popularitas partai Uni Kristen Demokrat (CDU). Tes popularitas ini dilakukan seiring munculnya pertentangan kebijakan penghematan yang digagaskan oleh Merkel. Moody’s kembali menurunkan peringkat utang perbankan Italia. Sekitar 26 bank diturunkan peringkatnya sebanyak satu hingga empat takik yang disebabkan kondisi negara yang semakin terpuruk ke arah resesi, yang membuat bank berpotensi membukukan kerugian operasional. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jerman periode kuartal pertama tahun ini tercatat tumbuh 0,5% dari kuartal terakhir tahun lalu yang turun 0,2%. Dengan rilis data ini, ekonomi Jerman tidak hanya terhindari dari resesi, tetapi juga dapat mencegah seluruh ekonomi zona Euro dari resesi teknikal. Dari Asia, penanaman modal asing langsung ( foreign direct investment) di China turun 0,7% pada bulan April 2012 dari periode yang sama tahun lalu menjadi US$8,4 miliar akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan krisis keuangan yang menekan pengeluaran korporasi. Angka pesanan mesin di Jepang pada Maret tahun ini turun sebesar 2,8% dari bulan sebelumnya yang naik 2,8%.


Market Overview
Quote:

Perkiraan pergerakan IHSG dalam pekan ini masih kuat dipengaruhi faktor ekternal. Pasar berharap pertemuan dari negara G8 yang mencapai konsensus bidang ekonomi dapat memberikan pemulihan bagi pasar. Meski, pertemuan tersebut lebih banyak penekanan tentang pertumbuhan Eropa yang bisa digerakkan oleh pemerintah Jerman yang ditujukan langsung ke Kanselir Jerman Angela Merkel yang datang ke KTT sebagai pemimpin Eropa. Selain itu KTT menghendaki perlu dilakukannya penghematan sebagai langkah paling utama dalam mengurangi krisis hutang zona euro. Namun, dampak dari pemilihan tokoh sosialis Francois Hollande sebagai presiden Prancis dan pemilu Yunani yang menimbulkan kekacauan politik di negara itu merupakan penolakan yang jelas terhadap upaya pengetatan yang dianjurkan Merkel. Statemen bersama tersebut menunjukkan pentingnya bagi negara-negara mengatasi krisis keuangan. Alhasil dari KTT tersebut dengan suara bulat G8 menyatakan menjamin bahwa Yunani yang terperosok akibat krisis hutang serta kebuntuan politik tetap menjadi bagian dari 17 negara anggota zona. Dari IMF mengenai lembaga ini akan melakukan penilaian teknis atas kemungkinan keluarnya Yunani dari Euro zone. Termasuk dampak dari skenario yang akan memakan biaya yang sangat mahal. Namun, IMF berharap pemerintah baru Yunani tetap berkomitmen pada program bailout sebelumnya. Terkait dengan Yunani tersebut para petinggi Eropa mengatakan tanpa adanya bailout, negara ini akan mengarah pada kebangkrutan dan dikeluarkan dari mata uang tunggal Euro, serta akan berimbas pada kehancuran sektor keuangan di seluruh kawasan Eropa. Sementara itu Yunani membentuk pemerintahan darurat yang berisi hakim, dan professor serta teknokrat serta pejabat politik untuk memimpin negara ke pemilu berikutnya dan tidak bisa untuk mengambil keputusan politik. Sentimen dari global lainnya mengenai, Moody’s melakukan pemangkasan rating terhadap 16 perbankan Spanyol. Sembilan bank dipangkas sebanyak tiga tingkat dan tujuh bank lainnya masih dalam pembahasan untuk pemangkasan lebih besar. Termasuk Bank Santander berlokasi di Inggris terkena pemangkasan. Banco Santander SA dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA, bank pemberi pinjaman terbesar Spanyol, terpangkas tiga tingkat oleh Moody’s.


Stock Headlines
Quote:

• Dividen HRUM Rp380 per saham
• HRUM kaji akuisisi tambang batubara
• IndoAgri buyback 2 juta saham INDF
• Laba TPIA meningkat 105%
• MTDL lakukan rights issue
• ARTI akan rights issue
• MTLA bangun 3 hotel budget
• HRUM targetkan peningkatan volume penjualan 30%
• PTPP bagikan dividen 30% dari laba bersih 2011
• JRPT bagikan dividen Rp43/saham
• JRPT anggarkan belanja modal Rp1,3 triliun
• CPIN bagikan dividen Rp42/saham
• OKAS raih kontrak Chevron US$6,1 juta
• ACES tetapkan dividen pay out ratio 15%
• LMAS targetkan kenaikan pendapatan 15%
• IMAS akan tambah 21 gerai
• BBCA bagi dividen Rp113,50 per saham
• ABMM jual 360.000 ton batu bara ke Cina dan Thailand
• PTPP per April 2012 telah kantongi kontrak Rp2,4 triliun
• MEDC terbitakan Bond III 2012 senilai Rp1,5 triliun
• BBCA incar kredit infrastruktur Rp 4 triliun
• Kupon obligasi BBTN sekitar 7,9%
Herseil - 22/05/2012 12:12 PM
#165

Newsletter 22 May 2012

Market Review
Quote:

Situasi Eropa yang masih diliputi ketidakpastian menyebabkan bursa saham domestik bergerak melemah pada perdagangan awal pekan. Asing pun masih tercatat membukukan net sell sebesar Rp1,4 triliun. IHSG ditutup turun sebesar 40,388 poin (1,015%) ke level 3.940,108 dari posisi sebelumnya pada level 3.980,496. Sentimen atas pertemuan kepala negara maju yang tergabung dalam G8 dan katalis positif dari China, masih belum mampu untuk memberikan penguatan bagi indeks. Para pemimpin negara yang tergabung dalam G8 bertekad menempuh segala cara guna merevitalisasi ekonomi dan memerangi turbulensi finansial dan resesi global, khususnya di Eropa. Mereka berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja, serta melihat adanya pemulihan ekonomi global yang menjanjikan. Sementara dari China, untuk ketiga kalinya dalam enam bulan terakhir menurunkan rasio giro wajib minimum sebesar 50 basis poin menjadi 20%. Perdana Menteri negara ini, Wen Jiabao menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan krisis utang Eropa. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 23,58 poin (0,26%) menuju level 8.633,89 dari posisi sebelumnya pada level 8.611,31 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 29,53 poin (0,16%) ke level 18.922,32 dari posisi sebelumnya pada level 18.951,85. Bursa saham Eropa bergerak mixed, dengan mayoritas berada pada zona positif hingga diatas 1%. Sentimen yang mendukung kenaikan bursa saham Eropa, masih berasal dari pertemuan G8 dimana para pemimpin tersebut mendesak agar Yunani tetap menjadi anggota zona Euro dengan tetap membantu negara itu untuk keluar dari krisis. Sementara itu, Presiden Prancis, Francois Hollande mengusulkan para pemimpin Eropa mendukung ide mutualisasi utang Eropa pada pertemuan puncak di Brussel pekan depan. Hollande juga merekomendasikan Uni Eropa membahas obligasi bersama. Dia berharap PM Italia Mario Monti, PM Spanyol Mariano Rojoy dan Komisi Eropa mendukung obligasi Uni Eropa.


Market Overview
Quote:

Kenaikan indeks bursa Wall Street diharapkan dapat memberikan sentiment positif terhadap pergerakan indeks IHSG pada perdagangan saham hari ini. Indeks Dow Jones naik sebesar 135,10 poin (1,09%) ke posisi 12504,48 dan Nasdaq menguat sebesar 68,42 poin (2,46%) ke level 2847,21. Kenaikan bursa AS ini menyusul adanya beberapa faktor positif seperti; dari China yang akan mendorong pertumbuhan serta pernyataan bersama Jerman dan Prancis yang berkomitmen akan menjaga Yunani agar tetap menjadi anggota Eropa. Sinyal kemungkinan China akan mengumumkan kebijakan stimulus, terkait dengan komentar Perdana Menteri China, Wen Jiabao bahwa pemerintah akan mengambil kebijakan untuk stabilkan pertumbuhan. Kemungkinan stimulus yang dilakukan pemerintah China dapat berupa kebijakan fiskal atau moneter seperti; pemangkasan suku bunga pinjaman oleh bank sentral, mengingat inflasi di bulan Mei atau Juni mulai melambat yang diperkirakan sebesar 3%. Atau alternatif lainnya dengan kebijakan pemangkasan giro wajib minimum. Selain itu, pasar akan fokus pada rapat para pemimpin Eropa di Brussels pada pekan ini yang akan membahas langkah spesifik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Eropa serta peluang alokasi dana EFSF senilai 700 miliar Euro yang ditujukan untuk merekapitalisasi perbankan secara langsung. Sementara itu, menyusul tekanan ekonomi terhadap Eropa muncul gagasan dari para pemimpin Eropa untuk menerbitkan Euro Bonds. Gagasan diangkat oleh para pemimpin kepala negara antara lain; Perdana Menteri Italia, PM Spanyol, dan Komisi Eropa. Penerbitan obligasi bersama bisa menjadi salah satu cara dalam mengembalikan keyakinan para pelaku pasar. Diduga presiden Prancis Francois Hollande dan pemimpin Euro zone lainnya kemungkinan besar akan membahas gagasan penerbitan surat utang Eropa tersebut dalam KTT. Sentimen lainnya ke pasar lainnya berupa langkah yang dilakukan oleh Fitch Ratings yang menurunkan peringkat Bank Nasional Yunani, EFG Eurobank Ergasias, Alpha Bank, Piraeus di Bank dan Agricultural Bank of Greece's Long-term Issuer Default Ratings dan Support Rating Floors menjadi CCC dari B-dan. Fitch dalam pernyataanya jika Yunani keluar dari zona Eropa kemungkinan bisa memicu penarikan dukungan internasional untuk bank Yunani.


Stock Headlines
Quote:

• TOTO rencana bagi dividen Rp 2.000 per saham
• MREI bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 30 per saham.
• BUMI bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 14,31 per saham
• BUMI siap lunasi utang CIC US$1,3 miliar
• BORN rencana terbitkan obligasi USD 500 juta
• Dividen INCO Rp 79,7 per saham
• TURI akuisisi Rahardja Ekalancar
• ZBRA akan akuisisi perusahaan CNG
• LSIP tingkatkan capex menjadi Rp900 miliar
• MEDC perpanjang utang US$363 juta
• Dividen BBCA dibagi 27 Juni
• PTPP bagi dividen pada 15 Juni 2012
• AISA incar pasar Eropa
• Right issue BEKS masih wacana
• LPKR terbitkan notes USD 150 juta
• BNLI akan terbitkan obligasi subordinasi berkelanjutan I 2012
• ADHI beri pinjaman ke Adhi Persada Realti Rp 57,10 miliar
• INDS perkirakan jumlah produksi 2012 tumbuh 30,07%
Herseil - 23/05/2012 10:35 AM
#166

Newsletter 23 May 2012

Market Review
Quote:

Kejatuhan indeks harga saham gabungan sejak 7 Mei 2012 lalu tertahan di 3940. Pasca turun signifikan, kemarin ihsg rebound kembali ke atas level 4000 dan ditutup naik 80,992 poin (2,056%) di 4021,100. Indeks sector pertambangan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,134% diikuti oleh sector aneka industri 2,996% dan sector manufaktur 2,361%. Mayoritas saham menguat dan kenaikan ihsg terutama dikontribusikan oleh ASII, GGRM, BBRI, BBCA, BUMI dan BMRI. Namun asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 309,35 miliar. Apresiasi saham BUMI selain karena rencana pembagian dividen, juga terimbas oleh kenaikan saham BUMI Plc., London yang sempat menguat hingga sekitar 14% menyusul rekomendasi Overweight dari Barclays Capital dengan target harga £5,65 dari posisi sebelumnya £3,83. Rebound ihsg itu selain karena telah oversold secara teknis, juga terimbas oleh rally hari kedua indeks di bursa Asia dan Eropa yang dipicu oleh apresiasi di Wall Street sebelumnya. Kenaikan hari kedua di bursa Asia terjadi menyusul kepala keuangan Jerman berjanji untuk mempertimbangkan langkah-langkah pertumbuhan bagi Eropa. Pertemuan negara-negara G-8 di Camp David, AS, yang menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan krisis Yunani dan mengupayakan agar Yunani tetap berada dalam zona Euro kembali memunculkan optimisme. Akibatnya mata uang Asia menguat di hari kedua karena rally saham global dan optimisme Eropa akan menangani krisis utangnya. Sebaliknya nilai tukar rupiah terdepresiasi dan bergerak sangat volatil dalam rentang yang lebar. Hal itu dikarenakan investor asing memangkas kepemilikan asetnya.


Market OVerview
Quote:

Rebound IHSG kemarin menunjukkan sinyal up reversal, sehingga downtrend minor IHSG yang terbentuk sejak 7 Mei 2012 lalu tertahan dan level 3896 menjadi support level IHSG. Dengan asumsi sentimen non teknis positif dan didukung oleh faktor teknis dimana IHSG membentuk white Marubozu, maka IHSG akan mencoba melanjutkan kenaikannya untuk menembus resistance level 4026. Level resistance IHSG tersebut diperkirakan akan ditembus dengan mudah sebelum menuju resistance berikut di 4137. Meski demikian perlu diwaspadai gejolak krisis di Eropa yang masih menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu dan dimaknai secara responsif oleh pelaku pasar. Perkembangan positif saat ini belum tentu menjadi sinyal positif yang pasti bagi outlook Eropa. Perlu dicermati pula kemungkinan adanya aksi-aksi sesaat yang memanfaatkan peluang dari sentimen yang berkembang tersebut. Bahkan OECD (The Organization for Economic Cooperation and Development) menyatakan risiko spiral krisis utang Eropa dan akan merusak ekonomi dunia secara serius. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi zona Eropa tahun 2012 akan turun 0,1% dan baru mulai tumbuh 0,9% di 2013, dari perkiraan sebelumnya tumbuh 0,2% di tahun 2012 dan 1,4% di 2013. Sementara OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia tahun 2012 sebesar 5,8% dan 6% di 2013. Sedang inflasi Indonesia tahun 2012 diproyeksikan 5,9% dan 5,2% di tahun 2013. Namun OECD juga menyatakan bahwa Indonesia harus siap mengetatkan kebijakan moneter jika tekanan inflasi muncul kembali. Proyeksi OECD mengasumsikan harga BBM bersubsidi naik 33% pada pertengahan tahun ini. Indonesia masih rentan terhadap perubahan risiko global yang dapat membalikkan capital inflow dan memangkas pertumbuhan. Isu domestik ke depan terkait dengan pemberlakuan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dan kenaikan UMR di beberapa propinsi yang berdampak pada laju inflasi. Pelaku pasar global juga akan mencermati pertemuan pemimpin Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada Rabu guna mendiskusikan pemulihan pertumbuhan dan menekan dampak politik Yunani. Selain itu data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis juga patut diperhatikan, yaitu new home sales.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS siap akuisisi blok gas Rp 5 triliun
• PGAS bagi dividen final Rp 123,75 per saham.
• ENRG tunjuk 3 penjamin emisi
• Blok Tonga PSC ENRG mulai produksi perdana
• INDS bidik sales naik 27,7%
• Karunia Bara siap tambah saham HRUM
• HRUM bagikan dividen Rp380/saham
• Grup Ciputra bagikan dividen Rp 194,7 miliar
• JKON bidik kontrak Rp 3,5 triliun
• SMGR cari utang USD 420 juta
• JKON bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 15 per saham.
• SMDR bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 200 per saham.
• RODA cari pinjaman Rp500 miliar
• PADI bidik pinjaman Rp300 miliar
• AALI penjualan CPO hingga April tumbuh 10,6% jadi 403.802 ton
• AISA targetkan pendapatan Rp 3 triliun pada 2012
• AISA akan bangun 2 pabrik pengolahan beras pada 2012
• MLPL melalui anak usaha ambil alih 85% saham Tecnoves Int’l
• FPNI akan bantu bayaran biaya milik Honam Petrochemical Corp
• KARW akuisisi PT PBM Olah Jasa Andal
• DILD bangun kawasan terpadu Aeropolis dekat bandara Soetta
Herseil - 24/05/2012 10:22 AM
#167

NEwsletter 24 May 2012

Market Review
Quote:

Setelah menguat pada perdagangan sebelumnya, bursa saham domestik kembali melemah pada perdagangan kemarin bersamaan dengan pelemahan bursa saham global dan regional. Pasar masih mencemaskan kondisi Yunani yang diberitakan akan keluar dari zona Euro sehingga investor memilih untuk tidak mengambil risiko dengan melakukan aksi jual. Asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp195 miliar. IHSG ditutup melemah sebesar 39,522 poin (0,983%) ke level 3.981,578 dari posisi sebelumnya pada level 4.021,1. Bursa saham regional juga bergerak melemah dimana indeks Nikkei 225 ditutup turun sebesar 172,69 poin (1,98%) ke level 8.556,6 dari posisi sebelumnya pada level 8.729,29 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 252,96 poin (1,33%) ke level 18.786,19 dari posisi sebelumnya pada level 19.039,15. Dari Jepang, Neraca perdagangan negara ini pada bulan April lalu kembali mencatatkan defisit. Departemen Keuangan Jepang melaporkan angka ekspor mencapai US$70 miliar atau naik 7,99% dari bulan sebelumnya. Sebaliknya, angka impor meningkat sebesar 8% menjadi US$76 miliar. Kenaikan angka impor terjadi karena naiknya permintaan gas alam cair untuk pembangkit listrik dan adanya kenaikan harga minyak mentah dunia. Sementara dari China, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini menjadi 8,2% dari 8,4%. Bank Dunia juga mendesak China segera meningkatkan konsumsi domestiknya. Perlambatan ekonomi China diperkirakan bisa memperlambat pertumbuhan di Asia Timur yang telah terlihat dalam pertumbuhan kawasan yang terendah selama dua tahun terakhir. Penurunan ekonomi China ini dikarenakan kondisi Eropa yang belum menemui titik cerah. Bursa saham Eropa juga bergerak melemah hingga diatas 2% yang masih disebabkan oleh pernyataan PM Lucas Papademos yang menyatakan negaranya sedang merencanakan kontingensi untuk keluar di zona Euro. Disamping itu, Penjualan ritel Inggris mengalami penurunan tajam dalam dua tahun pada bulan April 2012 ketika curah hujan tinggi mengurangi permintaan akan pakaian dan bahan bakar. Angka penjualan turun 2,3% dibandingkan bulan Maret 2012 dan ekonom memperkirakan penurunan penjualan hanya sebesar 0,8%. Namun, jika termasuk bahan bakar, maka penjualan hanya turun 1%.


Market Overview
Quote:

Sentimen yang muncul dari eksternal diperkirakan kembali akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa domestik pada perdagangan saham hari ini. Indeks bursa Wall Street ditutup variatif, indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 6,66 poin (0,05%) ke posisi 12496,15. Sedangkan indeks Nasdaq diakhir perdagangan menguat sebesar 11,04% (0,39%) ke level 2850,12. Pada awal transaksi indeks bursa Wall Street sempat tumbang, namun akhirnya perdagangan saham di AS mampu meminimalisir penurunan. Karena pasar optimis akan keputusan dari para pemimpin Uni Eropa yang bisa berbuat lebih banyak untuk mencegah penularan krisis utang di kawasan dan sekaligus mengurangi kekhawatiran bahwa Yunani akan keluar dari euro. Selain itu, sentimen Wall Street dapat dukungan dari membaiknya data penjualan rumah baru di AS yang meningkat sebesar 3,3% pada bulan April seiring pasar realestate melanjutkan pemulihan atas perlambatan sebelumnya. Data yang dirilis Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan rumah baru di AS meningkat menjadi sebesar 343.000 sepanjang bulan lalu, yang melampaui ekspektasi 335.000 dari sejumlah ekonom. Sementara angka penjualan bulan Maret juga direvisi naik menjadi 332.000 dari publikasi awal 328.000. Sinyalemen dari Moody's mengenai rencana lembagi ini yang belum mengubah penilaian terhadap Jepang baik terhadap moneter maupun pertumbuhan ekonomi. Namun, Moody’s tetap mewaspadai prospek pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter Jepang. Peringatan Moody’s ketika downgrade rating pada Agustus lalu masih berlaku. Kekhawatiran Moody’s ini masih sama, kendati belum ada tekanan terhadap surat hutang pemerintah Jepang saat ini. Moody's pada Agustus menurunkan rating Jepang dari Aa2 menjadi Aa3 dengan penilaian 'stabil'. Sedangkan Fitch Ratings telah memangkas peringkat hutang pemerintah Jepang dari AA/AA- menjadi A+. Penurunan tersebut karena sikap lamban pemerintah dalam menangani masalah hutang. Sentimen dari China, mengenai data produktivitas industri alami penurunan tajam pada April. Penurunan akibat perlambatan investasi ke level terendah hampir dalam satu dekade. Data ini bisa menjadi pemicu kepanikan pasar terhadap perlambatan ekonomi di China.


Stock Headlines
Quote:

• RUPST KLBF menyetujui untuk membagikan dividen Rp 95/saham.
• RUPSLB KLBF menyetujui untuk melakukan stock split rasio 1 : 5
• KLBF bidik pertumbuhan laba 2012 17%
• ENRG akan refinancing utang USD 460 juta
• ENRG dan MTFN mulai produksi sumur Tonga-01
• BYAN incar penjualan USD 2,05 miliar
• BYAN raih kredit refinancing US$750 juta
• RUPST MBSS menyetujui untuk bagikan dividen Rp 43/saham.
• MBSS mengharapkan pendapatan 2012 naik 25%-30%.
• META berminat garap proyek proyek mini hydro dan bio massa.
• META menargetkan pendapatan 2012 senilai Rp 270 miliar.
• META akan masuk dalam Bukit Asam Transpacific Railway (BATR).
• ADES berencana masuk ke bidang makanan dan minuman ringan
• LMAS menargetkan kenaikan pendapatan 10%-15% di 2012
• SDPC menargetkan peningkatan penjualan 2012 sebesar 14%
• Right issue SMMT kemungkinan paling lambat pada Juli 2012.
• Anak usaha UNSP rugi Rp 5 miliar akibat penyerangan oknum
• SUPR akan rights issue di Rp5150 rasio 40:9
• LCGP lakukan rights issue untuk garap migas
• Penjualan FASW terganjal modifikasi mesin
Herseil - 25/05/2012 10:33 AM
#168

Newsletter 25 May 2012

Market Review
Quote:
Bursa saham domestik bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin dan berhasil ditutup pada zona positif. IHSG tercatat naik sebesar 3,295 poin (0,083%) menuju level 3.984,873 dari posisi sebelumnya pada level 3.981,578. Pergerakan yang masih variatif ini masih dikarenakan situasi Eropa dimana pemimpin Eropa menyatakan Yunani untuk menghormati komitmen bailout agar tetap bertahan di zona Euro. Bursa saham Asia ditutup mixed, dimana indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 6,78 poin (0,08%) menuju level 8.563,38 dari posisi sebelumnya pada level 8.556,6 sedangkan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 119,79 poin (0,64%) ke level 18.666,4 dari posisi sebelumnya pada level 18.786,19. Dari China, aktivitas manufaktur negara ini pada periode bulan Mei mengalami kontraksi lebih cepat dengan menurunnya kinerja ekspor. Indeks pembelian manufaktur turun menjadi 48,7 pada bulan Mei dari 49,3 di bulan April serta lebih rendah dari eskpektasi sebelumnya di level 49,1. Angka manufaktur yang masih berada di bawah level 50 selama tujuh bulan berturut-turut ini menandakan China yang masih mengalami kontraksi atau terjadi intensitas perlambatan ekonomi. Hal ini memicu ekspektasi bahwa China akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1% di tengah data-data Ekonomi yang masih belum menunjukkan angka peningkatan. Manufacturing indeks PMI Eropa tercatat pada level 45 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya di 45,9 dan ekspektasi pada level 46,1. Begitu juga dengan data manufaktur Perancis yang angkanya turun menjadi 44,4 dari bulan sebelumnya 46,9 dan ekspektasi 47,1. GDP Inggris turun 0,3% atau lebih rendah dari perkiraan 0,2%. Sektor kontruksi mencatatkan penurunan terdalam yakni 4,8% atau terendah selama tiga tahun di tengah ancaman krisis utang yang makin memburuk. Sementara itu, Presiden Perancis menyatakan bahwa Uni Eropa akan menggunakan dana bailout untuk memulihkan bank-bank yang terkena dampak krisis utang Eropa.


Market Overview
Quote:

Pada perdagangan saham akhir pekan ini IHSG diperkirakan berpeluang melemah. Koreksi terhadap indeks bursa AS diperkirakan akan berdampak negatif terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Indek Dow Jones melemah sebesar 23.23 poin ke posisi 12.4472,92 dan Indek S&P 500 turun sebesar 3.50 poin ke level 1,315.36. Sentimen bagi indeks bursa AS tersebut karena sikap dari pelaku pasar yang menunggu perkembangan labih lanjut dari kondisi Eropa khususnya berkenaan dengan Yunani di dalam Zona Euro. Sedangkan data ekonomi AS sendiri menunjukkan perbaikan, seperti pesanan untuk barang tahan lama yang meningkat pada bulan April setelah pada bulan sebelumnya mencatat penurunan tajam serta data pengajuan aplikasi tunjangan pengangguran mencatat penurunan sebagai sinyalemen pasar tenaga kerja secara perlahan membaik. Semenetara itu, rilis data ekonomi kawasan Eropa masih menunjukan kondisi yang memprihatinkan. Data aktivitas bisnis Eropa yang diharapkan dapat menopang kawasan ternyata semakin memburuk. Data aktivitas bisnis pada Mei anjlok ke titik terendah dalam 3 tahun terakhir. Sedangkan sentimen bisnis IFO jerman bulan Mei mengalami penurunan cukup tajam. Serangkaian dari data yang buruk memperkuat bukti bahwa ekonomi Eropa semakin dekat dengan resesi. Sementara itu, pasar mengaharapkan adanya solusi yang baik dalam mengatasi krisis utang Eropa, tetapi dalam KTT Uni Eropa gagal menyepakati langkah kebijakan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menjaga krisis utang Yunani, bahkan ada pembicaraan dari para petinggi Eropa untuk mempersiapkan rencana khusus agar dapat mengurangi dampak akibat skenario jika keluarnya Yunani dari zona Eropa. KTT Uni Eropa tidak ada solusi khusus untuk meredam gejolak soal eksistensi euro-zone. Meski, semua pihak sepakat pertumbuhan ekonomi harus diupayakan agar program pengetatan bisa diberlakukan dalam mengatasi krisis. Tetapi pasar tetap pesimis terhadap keberhasil dari program yang akan dilakukan. Bahkan minimnya strategi dari para pemimpi Eropa untuk mencegah penurunan ekonomi fokus para investor hanya berharap pada ECB untuk dapat mengangkat perbaikan sistem ekonomi di Eropa.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR bangun pabrik baru di Jawa dan Sumatera
• Penjualan semen SMGR naik 13,8% pada Jan-April 2012
• TBIG raih komitmen pinjaman USD 600 juta
• INDY dapat uang USD 200 juta
• KAEF cari utang Rp 400 miliar
• PEGE bagi dividen Rp 4/saham
• EMTK beri pinjaman ke Indosiar
• BBRI tingkatkan kredit segmen menengah
• LPKR bangun Siloam Ambon Rp 300 miliar
• JSPT tarik pinjaman Rp 100 miliar
• ADES akan ekspansi membentuk divisi usaha baru.
• BBKP bagi dividen Rp 221,4 miliar atau setara dengan 30%
• KAEF memutuskan untuk bagikan dividen Rp 6,18 per saham.
• BUVA akan melakukan private placement maksimum 10%
• OCAP berencana melakukan right issue
• Penawaran umum obligasi berkelanjutan MFIN berpotensi mundur
• RALS anggarkan capex sekitar Rp 500-600 miliar untuk 2012.
• ZBRA akan ekspansi armada sebanyak 550 unit taksi
Herseil - 28/05/2012 11:07 AM
#169

Newsletter 28 May 2012


Market Review
Quote:

Bursa saham domestik bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin dan berhasil ditutup pada zona positif. IHSG tercatat naik sebesar 3,295 poin (0,083%) menuju level 3.984,873 dari posisi sebelumnya pada level 3.981,578. Pergerakan yang masih variatif ini masih dikarenakan situasi Eropa dimana pemimpin Eropa menyatakan Yunani untuk menghormati komitmen bailout agar tetap bertahan di zona Euro. Bursa saham Asia ditutup mixed, dimana indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 6,78 poin (0,08%) menuju level 8.563,38 dari posisi sebelumnya pada level 8.556,6 sedangkan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 119,79 poin (0,64%) ke level 18.666,4 dari posisi sebelumnya pada level 18.786,19. Dari China, aktivitas manufaktur negara ini pada periode bulan Mei mengalami kontraksi lebih cepat dengan menurunnya kinerja ekspor. Indeks pembelian manufaktur turun menjadi 48,7 pada bulan Mei dari 49,3 di bulan April serta lebih rendah dari eskpektasi sebelumnya di level 49,1. Angka manufaktur yang masih berada di bawah level 50 selama tujuh bulan berturut-turut ini menandakan China yang masih mengalami kontraksi atau terjadi intensitas perlambatan ekonomi. Hal ini memicu ekspektasi bahwa China akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 1% di tengah data-data Ekonomi yang masih belum menunjukkan angka peningkatan. Manufacturing indeks PMI Eropa tercatat pada level 45 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya di 45,9 dan ekspektasi pada level 46,1. Begitu juga dengan data manufaktur Perancis yang angkanya turun menjadi 44,4 dari bulan sebelumnya 46,9 dan ekspektasi 47,1. GDP Inggris turun 0,3% atau lebih rendah dari perkiraan 0,2%. Sektor kontruksi mencatatkan penurunan terdalam yakni 4,8% atau terendah selama tiga tahun di tengah ancaman krisis utang yang makin memburuk. Sementara itu, Presiden Perancis menyatakan bahwa Uni Eropa akan menggunakan dana bailout untuk memulihkan bank-bank yang terkena dampak krisis utang Eropa.


Market Overview
Quote:

Pada perdagangan saham akhir pekan ini IHSG diperkirakan berpeluang melemah. Koreksi terhadap indeks bursa AS diperkirakan akan berdampak negatif terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Indek Dow Jones melemah sebesar 23.23 poin ke posisi 12.4472,92 dan Indek S&P 500 turun sebesar 3.50 poin ke level 1,315.36. Sentimen bagi indeks bursa AS tersebut karena sikap dari pelaku pasar yang menunggu perkembangan labih lanjut dari kondisi Eropa khususnya berkenaan dengan Yunani di dalam Zona Euro. Sedangkan data ekonomi AS sendiri menunjukkan perbaikan, seperti pesanan untuk barang tahan lama yang meningkat pada bulan April setelah pada bulan sebelumnya mencatat penurunan tajam serta data pengajuan aplikasi tunjangan pengangguran mencatat penurunan sebagai sinyalemen pasar tenaga kerja secara perlahan membaik. Semenetara itu, rilis data ekonomi kawasan Eropa masih menunjukan kondisi yang memprihatinkan. Data aktivitas bisnis Eropa yang diharapkan dapat menopang kawasan ternyata semakin memburuk. Data aktivitas bisnis pada Mei anjlok ke titik terendah dalam 3 tahun terakhir. Sedangkan sentimen bisnis IFO jerman bulan Mei mengalami penurunan cukup tajam. Serangkaian dari data yang buruk memperkuat bukti bahwa ekonomi Eropa semakin dekat dengan resesi. Sementara itu, pasar mengaharapkan adanya solusi yang baik dalam mengatasi krisis utang Eropa, tetapi dalam KTT Uni Eropa gagal menyepakati langkah kebijakan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menjaga krisis utang Yunani, bahkan ada pembicaraan dari para petinggi Eropa untuk mempersiapkan rencana khusus agar dapat mengurangi dampak akibat skenario jika keluarnya Yunani dari zona Eropa. KTT Uni Eropa tidak ada solusi khusus untuk meredam gejolak soal eksistensi euro-zone. Meski, semua pihak sepakat pertumbuhan ekonomi harus diupayakan agar program pengetatan bisa diberlakukan dalam mengatasi krisis. Tetapi pasar tetap pesimis terhadap keberhasil dari program yang akan dilakukan. Bahkan minimnya strategi dari para pemimpi Eropa untuk mencegah penurunan ekonomi fokus para investor hanya berharap pada ECB untuk dapat mengangkat perbaikan sistem ekonomi di Eropa.


Stock Headlines
Quote:

• SMGR bangun pabrik baru di Jawa dan Sumatera
• Penjualan semen SMGR naik 13,8% pada Jan-April 2012
• TBIG raih komitmen pinjaman USD 600 juta
• INDY dapat uang USD 200 juta
• KAEF cari utang Rp 400 miliar
• PEGE bagi dividen Rp 4/saham
• EMTK beri pinjaman ke Indosiar
• BBRI tingkatkan kredit segmen menengah
• LPKR bangun Siloam Ambon Rp 300 miliar
• JSPT tarik pinjaman Rp 100 miliar
• ADES akan ekspansi membentuk divisi usaha baru.
• BBKP bagi dividen Rp 221,4 miliar atau setara dengan 30%
• KAEF memutuskan untuk bagikan dividen Rp 6,18 per saham.
• BUVA akan melakukan private placement maksimum 10%
• OCAP berencana melakukan right issue
• Penawaran umum obligasi berkelanjutan MFIN berpotensi mundur
• RALS anggarkan capex sekitar Rp 500-600 miliar untuk 2012.
• ZBRA akan ekspansi armada sebanyak 550 unit taksi
Herseil - 29/05/2012 10:18 AM
#170

Newsletter 29 May 2012

Market Review
Quote:

Jumat lalu IHSG terkoreksi sebesar 82,365 poin (+2,067%) ke 3902,508 dan bahkan sempat menembus resistance level 3896 di level 3885. Akibatnya sepanjang pekan lalu IHSG melemah 0,954% dan telah turun 7,6% dari level tertingginya di 4224,003 pada 3 Mei 2012. Koreksi IHSG signfikan yang terjadi pada Jumat lalu dipicu oleh depresiasi nilai rupiah akibat aksi spekulan. Spekulasi terhadap NDF (Non Deliverable Forward) IDR di Singapura dikabarkan ke level Rp 9645/USD dan melemahkan nilai rupiah di pasar spot dalam negeri yang sempat menyentuh Rp 9539/USD. Depresiasi nilai rupiah akan berpengaruh pada perusahaan yang memiliki eksposure dolar, baik utang mau pun bahan baku impor. Hal itu berdampak pada harga saham bersangkutan di bursa. Berkembang pula isu bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) yang diduga untuk menjaga/mengapresiasi nilai rupiah. Bank Indonesia sendiri telah melakukan intervensi ke pasar selama beberapa waktu terakhir. Panic selling investor memperkuat tekanan terhadap ihsg. Semua indeks sektoral melemah, dimana indeks sektor industri dasar melemah paling dalam sebesar 2,84% diikuti oleh indeks anekaindustri 2,521%, indeks finance 2,517%. Koreksi ihsg tersebut terutama dikontribusikan oleh ASII, TLKM, UNTR, BBCA, BMRI & BBRI. Koreksi signifikan akhir pekan lalu memupus harapan akan terjadinya rebound yang sempat ditandai oleh up reversal pada 22 Mei 2012 lalu. Kombinasi antara depresiasi nilai rupiah, capital outflow dari bursa saham dan krisis utang Eropa serta pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang tak kunjung menunjukkan titik cerah menjadi perpaduan yang lengkap bagi terhambatnya rebound IHSG. Koreksi IHSG tersebut tertinggi di bursa Asia yang bergerak bervariasi dan sejalan dengan koreksi di bursa Eropa. Data indeks kepercayaan konsumer Jerman bulan Mei yang sebesar 5,7 dan diperkirakan stabil di Juni belum mampu mengapresiasi bursa Jerman.


Market Overview
Quote:

Perkiraan untuk indeks dalam pekan ini masih berpeluang terkoreksi, pasalnya ketidakpastian pasar akibat krisis utang Eropa kembali akan meyelimuti pasar modal dalam negeri. Kendati dari dalam negeri rilis data ekonomi seperti data inflasi, data trade balance maupun cadangan devisa diperkirakan tidak memiliki kekuatan untuk mengimbangi sentimen negatif global. Sentimen ekternal tetap akan mendominasi pengaruhnya bagi pergerakan indeks domestik. Pelaku pasar global pesimis terhadap kondisi krisis Eropa. Dan bahkan presiden ECB Mario Draghi memperingatkan Eropa di tengah momen krusial dalam sejarah dan menegaskan pentingnya pakta pertumbuhan untuk mengimbangi disiplin anggaran. Presiden ECB menghimbau pemerintah agar menghasilkan keputusan penting dalam rangka melindungi masa depan zona euro. Menurutnya krisis utang telah membawa kelemahan Uni Eropa dan memperingatkan agar tidak menambah deficit. Jerman selalu menentang pemberian pinjaman secara kolektif untuk negara lemah, karena khawatir harus menanggung beban paling besar. Krisis Eropa telah mempengaruhi ekonomi China, pelaku pasar cemas dengan kualitas kredit perbankan dalam negeri yang berpotensi akan mengganggu perekonomian. bank-bank terbesar di China kemungkinan gagal memenuhi target peminjaman tahun ini atau kali pertama dalam 7 tahun terakhir. Berkurangnya lalu lintas kredit sama artinya dengan perlambatan ekonomi dan ekspansi bisnis. Sementara itu, kekhawatiran terhadap Yunani, yang terus dibayangi oleh kecemasan Greece exit dari blok 17-negara. Kekhawatiran mengenai masalah hutang zona Eropa. Sementara itu, Pemimpin partai Sosialis Portugal menyatakan bahwa Portugal tidak membutuhkan bailout tambahan, meski harus memerlukan waktu untuk mencapai target defisit yang disepakati Uni Eropa. Portugal masih akan tetap berada di zona Eropa meskipun seandainya Yunani akhirnya harus keluar dari zona eropa.


Stock Headlines
Quote:

• DOID catatkan overburden removal 29,1 juta ton
• PTRO mengincar kontrak USD399 juta dari klien baru
• UNTR jual 2.956 unit alat berat hingga April 2012
• BUMI rilis laporan keuangan QI 2012 pada akhir Juni
• BLTA dan Lantern capai kesepakatan hukum
• RALS membagikan dividen Rp 30/saham
• PBRX masuk ke industri pemintalan dan serat tekstil
• APLI berencana buyback saham
• BTEK berencana lakukan rights issue
• TURI beli saham Rahardja Ekalancar
• ERAA akuisisi DCM senilai Rp 118 miliar
• SSIA tambah saham Gran Melia
• BNII kaji penerbitan subdebt
• LPKR raih Rp420 miliar dari penjualan St Moritz
• COWL investasi Rp400 miliar
• SMAR akan menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp1 triliun
• ISAT tawarkan obligasi Rp2 triliun dan sukuk Rp500 miliar
• Lorena meningkatkan target dana IPO menjadi Rp500
Herseil - 30/05/2012 10:31 AM
#171

Market Newsletter 30 May 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik ditutup flat ditengah penguatan bursa saham regional. IHSG tercatat naik tipis sebesar 0,38 poin (0,01%) menuju level 3.919,065 dari posisi sebelumnya pada level 3.918,685 dan asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp414 miliar. Investor masih bersikap hatihati menjelang pemilu Yunani yang akan diadakan pada pertengahan Juni. Namun, jejak pendapat sementara yang menyebutkan partai pro bailout berada di posisi atas dari partai saingannya, masih membawa harapan positif bagi pasar regional. Bursa saham Jepang ditutup menguat kendati tingkat pengangguran tercatat naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, melebihi perkiraan dan menambah kekhawatiran bahwa pemulihan berpotensi kehilangan momentumnya. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% periode April 2012 dari bulan sebelumnya 4,5% dimana Biro Statistik Jepang memperkirakan berada pada level 4,5%. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 63,93 poin (0,74%) menuju level 8.657,08 dari posisi sebelumnya pada level 8.593,15 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 254,47 poin (1,35%) menuju level 19.055,46 dari posisi sebelumnya pada level 18.800,99. Sentimen lainnya dari Asia adalah kepercayaan sektor manufaktur Korea Selatan mengalami penurunan dari level tertinggi dalam sembilan bulan ketika kekhawatiran bahwa krisis ekonomi Eropa akan semakin dalam dan berpotensi menganggu ekspor kawasan tersebut serta memperlambat pertumbuhan. Indeks kepercayaan periode turun menjadi 86 dari bulan sebelumnya pada level 90. Indeks non manufaktur juga tercatat turun dari level 85 menjadi 83. Sementara itu, pasar saham Eropa mayoritas bergerak naik terkecuali indeks saham Spanyol yang bergerak melemah hingga diatas 2%. Sentimen dari Eropa, ECB selama sebelas minggu berturut-turut tidak melakukan intervensi untuk membeli obligasi negara zona Euro meskipun terdapat ketegangan baru di pasar utang. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Sentral tidak merasa perlu untuk intervensi sejak memberikan lebih dari satu triliun euro ke dalam sistem perbankan melalui operasi pendanaan tiga tahun pada Desember dan Februari. Sedangkan dari Yunani, Keempat bank negara ini, yakni National Bank, Alpha, Eurobank, dan Piraeus Bank menerima dana segar senilai 18 miliar euro. Dana tersebut diberikan oleh EFSF sebagai bagian dari rencana bailout pemerintah.


Market Overview
Quote:

Pelaku pasar masih mencemaskan masalah Spanyol dan Yunani menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol, yang ditakutkan memperburuk kondisi finansial di negara itu. Demikian dengan Yunani kekhawatiran keluarnya negara ini yang bisa menyebabkan penularan ke kawasan lain. Meningkatnya kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari zona euro dan risiko penyebaran, yield obligasi negara bermasalah terus meningkat. Yield obligasi Spanyol melonjak ke level bahaya yang diawali ketakutan mengenai kondisi perbankan dan biaya yang harus ditanggung pemerintah untuk menyelamatkan sektor tersebut. Sementara itu, Bank Sentral Eropa menyatakan telah menolak proposal yang diajukan untuk merekapitalisasi Bankia SA, Spanyol dengan obligasi pemeritah. Pada perdagangan sebelumnya yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun naik ke 6,50% untuk kali pertama sejak Nopember 2011 yang hempir mendekati 7%, level ini yang membawa Yunani, Portugal dan Irlandia menjadi pasien IMF. Tingginya yield mendorong pasar semakin risau dengan biaya yang harus ditanggung pemerintah Spanyol untuk menyelamatkan sektor perbankan, di saat pemerintah kesulitan keuangan. Pasar kini mulai mewaspadai kemungkinan yield menembus 7%, level ini dianggap cukup berbahaya. Karena semakin memberatkan tingkat pengembalian serta meningkatkan biaya untuk membayar gaji pegawai pemerintah maupun pembayaran utang. Sementara itu, Standard & Poors menurunkan peringkat kredit lima bank Spanyol mengikuti penurunan peringkat negara sebelumnya. Dari Yunani ditengah keterpurukan perekonomian, negara ini telah memberikan dana 18 miliar euro untuk empat bank terbesar di Yunani. Langkah pemerintah Yunani menyuntikan dana agar dapat mengakses kembali fasilitas pendanaan Bank Sentral Eropa (ECB). Suntikan dana diharapkan akan dapat mengembalikan tingkat kecukupan modal perbankan sehingga memungkinkan dapat kembali mendapatkan fasilitas likuiditas ECB. Sebelumnya, ECB telah menghentikan penyediaan pemberian fasilitas likuiditas bagi beberapa bank Yunani akibat rendahnya rasio modal. Pelaku pasar akan menyikapi rencana lelang obligasi Italia. Italia dijadwalkan akan menjual obligasi sebesar 3,5 milyar euro dengan tingkat maturitas lima tahun serta obligasi senilai 2,75 miliar euro untuk maturitas 10 tahun.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM menargetkan ekspor bijih nikel dan bauksit 2,275 juta WMT
• ARII kerja sama dengan Bumi Persada Permai
• ESSA tidak bagi dividen
• TLKM akuisisi Pacnet
• EMTK targetkan pertumbuhan pendapatan 10% tahun ini
• SIPD dapat pinjaman dari BBNI
• GPRA akan bagi saham bonus 3:1
• Laba bersih LPKR meningkat 51%
• UNVR bagikan dividen final tahun buku 2011 Rp 296 per saham
• UNVR personal care akan kontribusi 75% dari total pendapatan
• GJTL bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 10 per saham
• GJTL targetkan produksi ban naik 15% jadi 40,2 juta tahun ini
• GJTL anggarkan capex USD 80-USD 90 juta
• SMGR biaya ekspansi senilai USD 420 juta pada Juli
• APOL peroleh kontrak transhipment batubara 4 juta mt dari ABMM
• PLIN bagikan dividen tunai Rp 84,5 per saham
• PRAS rencana lakukan kuasi reorganisasi
• ESSA alokasikan capex USD 3 juta - USD 5 juta pada 2012
• BKSW rights issue US$125 juta di 2013
• MICE bidik pendapatan Rp550miliar
• CTTH transfer risiko pajak
• Bakrie Delano investasi USD 500 juta di Nigeria
Herseil - 31/05/2012 10:32 AM
#172

Newsletter 31 May 2012

Market Review
Quote:

Pasar saham domestik bergerak dalam kisaran terbatas pada perdagangan kemarin di tengah variatifnya pergerakan pasar saham eksternal. Diawali dengan bursa saham Amerika yang tercatatmenguat hingga 1% pada perdagangan sebelumnya, yang didukung oleh optimisme investor akan tetap bergabungnya Yunani di zona Euro. Namun, kekhawatiran akan kondisi ekonomi Spanyol paska penurunan peringkat yang menyebabkan naiknya imbal hasil obligasi negara tersebut serta langkah Bank Sentral Eropa yang menolak rencana rekapitalisasi bank Spanyol, menjadi sentimen yang mengganjal penguatan bursa saham regional. Sentimen negatif lainnya berasal dari China dimana pemerintah negara ini dikabarkan tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan langkah-langkah stimulus selama krisis keuangan global. Isu tersebut membuat pasar saham Hong Kong membukukan pelemahan terdalam diantara pasar saham Asia lainnya. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 365,24 poin (1,92%) ke level 18.690,22 dari posisi sebelumnya pada level 19.055,46 dan indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 23,89 poin (0,28%) ke level 8.633,19 dari posisi sebelumnya pada level 8.657,08. Bursa saham Eropa juga bergerak melemah dengan indeks Ibex 35 menghasilkan pelemahan terdalam hingga diatas 2%. Pasar masih mengamati perkembangan seputar kondisi Spanyol serta mencermati lelang obligasi Italia yang akan menjual surat utang senilai 3,5 miliar euro dengan tenor 5 tahun dan obligasi 2,75 miliar euro dengan tenor 10 tahun. Dari domestik, sektor perdagangan ditutup variatif dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp116 miliar. Sektor industri dasar menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 1,087%. Penguatan ini mayoritas didukung oleh kenaikan saham sektor semen, terutama SMGR dan INTP. SMGR menguat sebesar 3,22% setelah perseroan berencana mengalokasikan dana sebesar US$400 juta untuk akuisisi di Vietnam yang ditargetkan selesai pada bulan Juli mendatang. Sedangkan sektor pertambangan mencatatkan pelemahan terdalam mencapai 1,648%.


Market Overview
Quote:

kekhawatiran atas melonjaknya yield surat hutang dan masalah perbankan Spanyol masih berpotensi memicu tekan bagi pasar global dan imbas bagi indeks bursa domestik pada perdagangan saham hari ini. Kekhawatiran terhadap Spanyol mengakibatkan indeks Wall Street ditutup melemah. Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar 160,83 poin (1,28%) ke posisi 12419,86, sedangkan indeks Nasdaq melemah sebesar 33,63 poin (1,17%) ke level 2837,36. Kenaikan imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10- tahun yang mencapai level 6,5% tetap menjadi kecemasan pelaku pasar. Pasar cemaskan jika obligasi Spanyol tersebut mencapai 7% yang dinilai sebagai level kritis mengingat beberapa negara blok Euro sebelumnya memutuskan mencari bailout setelah yield obligasi 10-tahun melampaui level tersebut. Sementara itu, Komisi Uni Eropa bersiap untuk memberikan Spanyol waktu hingga 2014 untuk memenuhi target defisit anggaran sebesar 3%. Sedangkan lembaga pemeringkat Egan-Jones kembali pangkas rating kredit Spanyol dari BB- menjadi B. Pemangkasan ini merupakan kali ketiga lembaga rating kecil tersebut menurunkan peringkat Spanyol dalam sebulan terakhir. Lembaga pemeringkat Egan- Jones menurunkan rating Spanyol ke status junk. Penurunan rating tersebut karena kondisi keuangan yang memburuk dan kekhawatiran Spanyol harus menganggung beban besar menyelamatkan sektor perbankannya. Maslah lain dari Spanyol terkait dengan pemerintah yang akan menghentikan subsidi bagi industri energi terbarukan. Kekhawatiran penghentian subsidi dapat memicu perusahaan energi akan gulung tikar. Pemangkasan subsidi ini dilakukan setelah utang energi Spanyol membengkak menjadi 23 miliar euro, ketika itu karena pemerintah memberikan harga listrik subsidi sehingga tidak dapat menutupi biaya produksi. Sedangkan hasil lelang obligasi Italia mengalami lonjakan yield. Meski negara tersebut berhasil berhasil menjual surat utang tenor 5- tahun sebesar 3.391 miliar euro atau masih dibawah target indikatif penjualan sebesar 3.5 milyar euro, dengan yield lebih mahal pada 5.66% dibandingkan 4.86% di bulan April. Selain itu Italia juga menggelar lelang obligasi bertenor 10-tahun sebesar 2.34 miliar euro atau lebih rendah dibandingkan target indikatif sebesar 2.75 miliar Euro. Lelang obligasi ini dengan yield meningkat diatas 6.03% dibandingkan dari 5.84%.


Stock Headlines
Quote:

• ANTM peroleh izin ekspor nijih nikel dan bauksit
• ADRO siap pinjamkan Bhakti Energi US$500 juta
• BORN siapkan capex USD600 juta
• ENRG targetkan pendapatan Rp1,8 triliun
• SGRO ekspansi Rp500 miliar
• JAWA bagikan dividen Rp36 miliar
• JAWA tingkatkan ekspansi kelapa sawit dan karet Rp1,8 triliun
• BNBR akan akuisisi 100% saham Grup Korindo
• ADMF masuki pasar syariah semester II
• LTLS targetkan pendapatan Rp6,2 triliun
• MDRN alokasikan capex USD20-25 juta
• FREN targetkan kontribusi bisnis data 75%
• ERAA beli hak merek iBox
• Pefindo turunkan peringkat BTEL
• APLN raih penjualan Rp1,55 triliun
• GPRA bagikan saham bonus Rp106,9 miliar
• CSAP bagikan dividen Rp4,5/saham
• CSAP anggarkan belanja modal Rp300 miliar
• SPMA bagikan dividen Rp11,9 miliar
• SIPD peroleh fasilitas kredit Rp418 miliar
• Harga IPO Supra Boga Rp500/saham
Herseil - 01/06/2012 10:23 AM
#173

Newsletter 1 Juni 2012

Market Review
Quote:

Kekhawatiran akan krisis Eropa, terutama wilayah Yunani dan Spanyol, masih menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham global maupun regional. Kecemasan pasar akan bertambah parahnya kondisi Eropa, mendorong investor mengalihkan portofolionya ke instrumen yang lebih aman seperti surat utang Amerika dengan tenor 10 tahun. Bursa AS ditutup melemah diatas 1% pada perdagangan sebelumnya. Ketidakpastian kondisi Eropa jugamenjadi sentimen negatif bagi pasar saham Asia termasuk Indonesia, yang ditambah dengan data ekonomi Jepang yang lebih rendah dari prediksi sebelumnya. Investor cemas atas biaya jaminan utang atau credit default swap (CDS) Spanyol yang meningkat ke level tertinggi. Hal ini terjadi karena pemerintah Spanyol berusaha menyelamatkan beberapa bank yang hampir jatuh di negara setempat. Sedangkan data ekonomi Jepang, yakni tingkat produksi industri negara tersebut dilaporkan hanya naik sebesar 0,2% atau lebih rendah dibandingkan perkiraan sejumlah ekonom pada level 0,5%. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 90,46 poin (1,05%) ke level 8.542,73 dari posisi sebelumnya pada level 8.633,19 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 60,70 poin (0,32%) ke level 18.629,52 dari posisi sebelumnya pada level 18.690,22. Sedangkan pasar saham domestik mencatatkan pelemahan terdalam diantara pasar saham Asia lainnya dimana asing membukukan net sell sebesar Rp1,1 triliun. IHSG ditutup turun sebesar 85,092 poin (2,172%) ke level 3.832,824 dari posisi sebelumnya pada level 3.917,916. Seluruh sektor saham tercatat melemah dengan sektor pertambangan mencatatkan penurunan terbesar mencapai 3,67%. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan saham BUMI dan ANTM masing-masing sebesar 12,3% dan 11,5%. Sementara itu, bursa saham Eropa bergerak positif yang didukung oleh positifnya hasil jajak pendapat di Irlandia dan data ekonomi Jerman. Hasil jajak pendapat Irlandia menunjukan dukungan untuk mengatasi krisis utang kawasan Euro. Data penjualan ritel Jerman dilaporkan naik 0,6% periode April lalu.


Market Overview
Quote:

Koreksi IHSG pada perdagangan saham hari ini diperkirakan berlanjut, seiring dengan kuatnya faktor negatif dari ekternal. Indeks Wall Street kembali melemah dipicu oleh kecemasan krisis hutang zona Eropa dan melambatnya perekonomian AS. Kabar mengenai IMF sedang berdiskusi untuk memberikan bantuan pinjama bagi Spanyol berhasil mengurungi tekanan bagi indeks Wall Street. Indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 26,41 poin (0,21%) ke level 12393,45 dan indeks Nasdaq koreksi 10,02 poin (0,35%) ke posisi 2827,34. Gejolak nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa hari terakhir ini memberikan andil bagi tekanan ISHG. Sementara itu, rilis data ekonomi Indonesia yang akan digelar hari ini seperti data inflasi dan trade balance diperkirakan kurang memberikan insentif kuat bagi pasar. Pasalnya dominasi sentiment negatif eksternal akan menghapus sentiment positif yang muncul dari internal. Faktor dari eksternal mengenai krisis keuangan koletif Yunani, Portugal dan Irlandia semakin mendorong kerapuhah ekonomi eropa yang membayangi kecemasan pasar global. Permasalah Yunani mengenai hasil pemilu pada 17 Juni akan menentukan eksistensi negara ini di komunitas pengguna euro. Dampak dari pemilu 17 Juni diperkirakan bisa lebih besar dibanding dengan pemilu 6 Mei lalu. Ketakutan Yunani keluar dari keanggotaan eropa, akan menjadi goncangan bagi pasar global. Sementara kisruh ekonomi Spanyol mengenai melemahnya tingkat kemampuan negara ini dalam mengembali utang akibat yield obligasi yang terus meningkat menjadi kekhawatiran pasar. Spanyol sudah berusaha meminta bantuan dari Uni Eropa untuk sektor perbankan, namun Uni Eropa menolak. Sedangkan Irlandia salah satu negara yang berada dalam pemantauan Uni Eropa menyusul kinerja fiskal yang buruk. Pasar akan menungu hasil referendum untuk memutuskan apakah negara ini akan melaksanakan atau tidak pakta fiskal Eropa yang telah disepakati sebelumnya. Jika referendum menghasilkan penolakan, maka sama artinya Irlandia akan tertutupnya akses dana bailout lanjutan dari otoritas Eropa di masa depan. Ditengah kondisi ekonomi global yang memburuk, Fed kembali menegaskan bahwa bank sentral belum menemui kesepakatan perlu atau tidaknya stimulus moneter tambahan. Kendati tingkat pengangguran AS masih tinggi namun belum perlu melakukan intervensi lebih lanjut.


Stock Headlines
Quote:

• RUPS ANTM setujui dividen Rp90,99/saham
• Penjualan ANTM berpotensi turun akibat bea keluar
• ANTM cari dana US$2,6 miliar
• ADRO akuisisi via utang
• SMAR terbitkan obligasi berkelanjutan tahap I Rp1 triliun
• UNSP targetkan pertumbuhan pendapatan hingga 50%
• IMAS stock split 1:2
• IMAS beli saham TIP Rp6,4 miliar
• KLBF akuisisi 100% saham Hale International
• SMRA bagikan dividen Rp23/saham
• SMRA targetkan marketing sales Rp3,5 triliun
• SMRA naikan capex jadi Rp1,6 triliun
• Marketing sales CTRS tumbuh 165%
• PJAA beli 14,08% saham Jakarta Tollroad
• ABMM dorong produksi batu bara anak usaha
• ABMM cari pinjaman US$2234 juta
• APLI incar petumbuhan pendapatan 10%
• APLI buy back 10% saham publik Rp100/saham
• ABBA kaji rencana kuasi reorganisasi
• ABBA cari pinjaman Rp15-Rp20 miliar
• TOWR terbitkan saham baru tanpa HMETD Rp14.798/saham
Herseil - 04/06/2012 10:39 AM
#174

Newsletter 1 Juni 2012

Market Review
Quote:

Dominasi sentimen negatif yang berasal dari eksternal, khususnya kawasan Eropa, menghapus sentimen positif yang berasal dari internal. Faktor mengenai krisis keuangan Yunani, Portugal, dan Irlandia, mendorong kerapuhan ekonomi Eropa yang menyebabkan kecemasan pasar global. Pasar masih menantikan hasil pemilihan umum Yunani yang akan kembali diadakan pada 17 Juni mendatang, yang menentukan eksistensi negara ini di komunitas pengguna mata uang Euro. Pasar juga mencemaskan keluarnya Yunani dari anggota Uni Eropa yang akan menjadi goncangan bagi pasar global. Sementara itu, kondisi ekonomi Spanyol mengenai lemahnya tingkat kemampuan negara ini dalam mengembalikan utang akibat naiknya yield obligasi negara ini, terus menambah kekhawatiran di kalangan investor. Sedangkan dari Irlandia, kini menjadi salah satu negara yang berada dalam pemantauan Uni Eropa menyusul kinerja fiskal yang buruk. Pasar akan menunggu hasil referendum untuk memutuskan apakah negara ini akan melaksanakan atau tidak pakta fiskal Eropa yang telah disepakati sebelumnya. British Chambers of Commerce (BCC) menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Inggris di sepanjang tahun ini, dari yang semula sebesar 0,6% menjadi 0,1%. Dari Asia, data-data ekonomi yang dirilis dari kawasan regional ini masih menghasilkan data yang mengecewakan. Tingkat produksi industri Jepang dilaporkan hanya naik sebesar 0,2% atau lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya pada level 0,5%. Sementara itu, data HSBC menyebutkan bahwa indeks aktivitas manufaktur China untuk periode Mei 2012 melemah menjadi 48,4 dari 49,3 pada April lalu. Angka ini menunjukkan pelemahan yang terjadi selama tujuh bulan terakhir. Keseluruhan sentimen eksternal tersebut menyebabkan IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 2,6% dalam perdagangan sepekan. Adapun sentimen positif dari domestik adalah rilis data inflasi yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi untuk periode Mei 2012 tercatat sebesar 0,07% MoM, lebih rendah dari inflasi April sebesar 0,21%. Sedangkan untuk tahunan, tercatat sebesar 4,45% YoY atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,5%. Inflasi disebabkan oleh kenaikan harga bawang merah karena masa paceklik dan kenaikan harga rokok karena kenaikan cukai.


Market Overview
Quote:

IHSG dalam pekan ini diprediksi berpeluang kembali melemah, seiring dengan munculnya akumulasi sentimen negatif ke pasar. Selama ini dominasi faktor eksternal kuat pengaruhnya bagi pergerakan indeks bursa domestik, dan mulai ditambah dengan kekhawatiran terhadap rilis data ekonomi Indonesia yang dibawah performa. Rilis data ekonomi Indonesia yang diumumkan Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukan pada April data perdagangan mengalami defisit sebesar USD640 juta. Defisit perdagangan Indonesia ini merupakan defisit pertama hampir dalam dua tahun terakhir dibandingkan dengan Maret yang mengalami surplus sebesar USD840 juta. Catat ekonomi dibawah performa bisa menambah sentimen negatif bagi IHSG dalam pekan ini. Defisit perdagangan Indonesia akibat merosotnya harga komoditas dunia, disamping itu pesatnya kenaikan angka dari pertumbuhan impor. Kebijakan China yang memangkas import hingga lebih dari 10% terhadap sejumlah negara, berdampak langsung terhadap neraca ekspor Indonesia. Ekspor Indonesia mencatat USD15.98 miliar di bulan April, turun 3.46% dari setahun sebelumnya, dan anjlok 7.36% dari satu bulan lalu. Sedangkan import meningkat 11.65% ke angka USD16.62 miliar, dan naik 1.82% dari satu bulan sebelumnya. Sementara itu, China dengan outlook ekonomi yang mulai memburuk menyebabkan penyusutan akumulasi cadangan devisa pada triwulan kedua 2012. Dari Eropa mengenai jumlah angka pengangguran di wilayah tersebut yang naik sebanyak 110.000. Tingkat pengangguran di 17 negara-negara Eropa bertahan stabil di angka 11% per bulan April. Dalam pekan ini pasar berharap ada solusi yang positif atas pertemuan Kanselir Jerman, Angela Merkel dengan pimpinan Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso yang fokus terhadap pembahasan mengenai isu-isu Eropa, termasuk persiapan untuk pertemuan selanjutnya para pimpinan negara-negara Eropa pada 28 dan 29 Juni di Brussels. Kabarnya komisi Eropa telah mengeluarkan proposal untuk kerjasama utang pemerintah Eropa melalui Euro Bonds, tetapi Merkel menolak terkait dengan kerjasama utang tersebut. Dari Yunani dilaporkan partai sayap kiri radikal Yunani yakni partai Syriza, kabarnya akan berupaya membatalkan kesepakatan bailout negara itu dengan Uni Eropa dan IMF.


Stock Headlines
Quote:

• PGAS investasi Rp 2,5 triliun untuk bangun infrastruktur
• INDY akan pasarkan batubara milik MTU USD 136 juta
• BORN akan bayar utang USD 120 juta
• BORN anggarkan capex USD 600 juta
• BORN targetkan produksi batubara naik 40%
• Laba BORN turun 75%
• ELSA memperoleh proyek senilai USD 230 juta
• UNTR berikan pinjaman USD 50 juta kepada Patria Maritime
• APLN cetak penjualan Rp 1,55 triliun
• CPRO restrukturisasi utang
• PNSE siapkan saham bonus dan stock split
• SMGR ekspansi ke Asia Tenggara
• LPKR resmikan Siloam Hospitals Manado
• UNSP tersandera utang
• PNSE bidik pendapatan Rp255 miliar
• ADHI targetkan kupon obligasi I 8,75%-10%
• ELSA rugi bersih mencapai Rp42,77 miliar
• LPKR tanam US$40 juta di Siloam Manado
• BNBR: Opsi mitra Bakrie Tosan dibuka
• BVIC optimis target kredit tercapai


Pada keadaan market seperti ini para investor diharapkan untuk tidak panik dan tetap tenang. Kenaikan dan penurunan harga adalah hal yang wajar dalam pasar. Apabila menilik kembali pada tahun 2008 market mengalami koreksi yang lebih banyak, namun apabila kita tetap berpegang pada perusahaan yang kuat secara fundamental kita seharusnya tidak perlu mengalami khawatir yang berlebihan. Selama hampir 1 bulan koreksi, baru pada 1 minggu terakhir koreksi bursa merontokkan harga saham2 blue chip/papan atas. Yang terpenting adalah tetap berpegang pada keputusan berinvestasi masing-masing.
Herseil - 05/06/2012 10:30 AM
#175

Newsletter 5 Juni 2012

Market Review
Quote:

Sentimen negatif dari global, regional, maupun domestik, masih menyelimuti pergerakan pasar saham hingga menyebabkan pasar saham domestik mencatatkan penurunan terdalam diantara bursa Asia lainnya. IHSG tercatat turun sebesar 145,184 poin (3,821%) ke level 3.654,582 dari posisi sebelumnya pada level 3.799,766. Seluruh sektor mencatatkan pelemahan dengan sektor pertambangan mencatatkan penurunan terbesar mencapai 7,684%. Sentimen negatif global diawali oleh data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan hingga menyebabkan bursa saham AS melemah diatas 2% pada perdagangan sebelumnya. Ketidakstabilan kondisi politik Eropa, khususnya Yunani dan langkah Jerman yang menolak wacana penerbitan obligasi bersama zona Euro, turut menyebabkan pelemahan bagi pasar saham Asia. Data ekonomi dari sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia yang menunjukkan perlambatan, turut membawa aksi jual di kalangan inevstor. Indeks non manufaktur China mengalami perlambatan pertumbuhan terbesar dalam lebih dari setahun ketika terjadi penurunan ekspor dan lemahnya sektor real estate. Indeks purchasing manager turun menjadi 55,2 di bulan Mei dari 56,1 di bulan April. Angka tersebut merupakan angka terendah sejak Maret 2011. India mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang terlambat sejak tahun 2003 pada kuartal pertama tahun ini. PDB India hanya tumbuh sebesar 5,3% atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,1%. Neraca perdagangan RI periode April 2012 mengalami defisit sebesar US$641,1 juta seiring dengan penurunan ekspor ke sejumlah negara. Ekspor Indonesia pada bulan April hanya sebesar US$15,98 miliar atau turun 7,36% dari bulan Maret; sedangkan angka impor mencapai US$16,62 miliar atau naik 1,82% dari bulan Maret. Menurunnya ekspor salah satunya disebabkan karena permintaan terhadap batu bara dan produk turunan minyak sawit mentah melemah. Sementara itu, bursa saham Eropa bergerak mixed dengan kecenderungan positif. Indeks Ibex 35 bergerak menguat hingga diatas 2%. Sentimen dari Eropa, Moody’s menilai peringkat utang Yunani memiliki kemungkinan untuk kembali diturunkan karena terdapatnya peningkatan risiko dari Yunani yang berpotensi keluar dari kawasan Eropa. Jika Yunani keluar, Moody’s akan kembali menurunkan peringkat surat utangnya ke level maksimum.


Market Overview
Quote:

Indeks mengalami koreksi dalam pada perdagangan saham kemarin, menyusul kuatnya sentimen negatif dari global. Diperkirakan koreksi indeks pada perdagangan saham hari ini lebih cenderung terbatas. Beberapa sentimen yang diperkirakan akan mempengaruhi bagi pasar global dan imbasnya terhadap indeks domestik, yakni mengenai pernyataan dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional terhadap Portugal bahwa negara ini telah berbuat cukup baik mengikuti program penghematan ketat yang mereka rancang. Sehingga negara ini dianggap cukup layak menerima sejumlah dana berikutnya dari 78 miliar euro yang pernah dilakukannya. Selain itu, ada kabar bahwa pemerintah Jerman mulai memberi sinyal mengurangi tekanannya terhadap rencana penerbitan obligasi bersama zona euro. Komisi eropa dikabarkan telah mengeluarkan proposal untuk kerjasama hutang pemerintah Eropa melalui Euro Bonds. Sementara itu, Standard and Poor's dalam pernyataan menanggapi kemungkinan yang terburuk jika Yunani keluar dari zona Eropa bahwa negara ini akan semakin rapuh ekonominya bahkan kembali default untuk masalah utangnya. Ini sebagi konsekuensi yang harus dibayar mahal oleh Yunani akibat penangguhan bantuan keuangan dari pihak luar karena menolak permintaan troika yakni Komisi Eropa, IMF dan ECB. Selain itu pasar mengkhawatirkan mengenai pemilu ulang Yunani pada 17 Juni 2012. Karena sebelumnya pasar mencemaskan pernyataan dari partai sayap kiri radikal Yunani yakni Syriza yang unggul dalam pemilu sebelumnya. Partai Syriza dalam pernyataannya mengeluarkan sikap akan membatalkan kesepakatan bailout negara itu dengan Uni Eropa dan IMF. Sementara rilis data dari AS mengenai permintaan untuk barang pabrik yang kembali mencatatkan penurunan pada bulan April ke level terendahnya dalam setengah tahun terakhir. Penurunan tersebut sebuah sinyalemen yang cukup mengkhawatirkan di sektor ini, karena telah menjadi sumber penciptaan lapangan kerja selama pemulihan ekonomi berlangsung. Pesanan untuk barang-barang manufaktur turun 0,6% pada bulan April menjadi USD465,98 miliar. Masih dari AS mengenai kabar Spanyol mendiskusikan kemungkinan pinjaman langsung dari dana darurat Eropa untuk jadi solusi menyembuhkan bank-bank setempat yang sakit.


Stock Headlines
Quote:

• ADRO produksi batu bara 2012 naik dari 47,7 juta ton pada 2011
• PGAS tingkatkan capex 2012 jadi Rp 2,5 triliun
• BYAN targetkan produksi batu bara 2012 capai 17,5 juta ton
• TLKM siapkan merger Telkom Flexi
• TPIA bangun pabrik butadin kapasitas 100 ribu ton per tahun
• TPIA bagikan dividen Rp 14,5 per saham
• TOTO bagikan dividen Rp 2.000 per saham
• TOTO akan lakukan stock split rasio 1:10 pada 3Q 2012
• TOTO proyeksi penjualan 2012 naik 23,07% capai Rp 1,6 triliun
• SMAR tingkatkan kapasitas pabrik TBS jadi 4,2 juta ton per tahun
• SMAR ekspansi Rp 1,1 triliun
• Harga rights issue BBTN Rp 1.620 per lembar
• MEGA alokasikan investasi Rp 75 miliar dari total laba tahun 2011
• DSSA bentuk anak usaha baru PT Sinarmas Sukses Sejahtera
• HMSP selesaikan proses likuidasi anak usahanya di Singapura
• Panorama gandeng Reed Elsevier
• Kinerja TPIA tahun ini berpotensi stagnan
• NPM BORN turun menjadi 9%
• ABMM masuk MSCI
• Fitch Ratings naikkan peringkat APOL dari C ke CC
• SMRA bangun 2 hotel tahun 2013
• GPRA investasi pembangunan perkantoran
Herseil - 07/06/2012 10:39 AM
#176

Newsletter 7 June 2012

Market Review
Quote:

Mayoritas sentimen positif yang berasal dari eksternal menjadi katalis bagi penguatan pasar saham domestik hingga mencatatkan penguatan tertinggi diantara pasar saham di kawasan regional lainnya. Aksi beli investor lokal mendukung IHSG ditutup menguat sebesar 123,455 poin (3,321%) menuju level 3.841,331 dari posisi sebelumnya pada level 3.717,876. Diawali dengan rilis data sektor jasa Amerika yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya dan dari estimasi serta data PDB Australia yang juga meningkat dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Dua indikator ini menjadi pendorong bagi penguatan pasar saham Amerika sebelumnya serta bursa saham Asia. Penguatan pasar saham Asia juga didorong oleh langkah Menteri Keuangan dan Bank Sentral dari negara G-7 yang setuju untuk mengkoordinasikan respon mereka terkait krisis keuangan Eropa. Para pejabat G-7 menyatakan akan bekerja sama untuk membantu Spanyol dan Yunani menempatkan keuangan publik pada dasar yang berkelanjutan. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 151,53 poin (1,81%) ke level 8.533,53 dari posisi sebelumnya pada level 8.382 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 261,5 poin (1,43%) menuju level 18.520,53 dari posisi sebelumnya pada level 18.259,03. Pasar saham Eropa bergerak menguat terutama indeks Ibex 35 yang bergerak naik hingga diatas 3%. Penguatan ini masih didukung oleh harapan adanya upaya terkoordinasi untuk mengatasi krisis utang zona Euro dalam diskusi pejabat-pejabat G-7. Disamping itu, penguatan juga didukung jelang keputusan suku bunga
bank Sentral Eropa (ECB). Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde, berpendapat bahwa European Central Bank (ECB) masih memiliki ruang gerak untuk menurunkan suku bunga acuan. Langkah itu dianggap penting bagi IMF karena diyakini akan memacu pertumbuhan ekonomi Eropa yang tengah lemah. Sementara itu, Moody’s menurunkan peringkat utang dua bank Yunani yang dikendalikan oleh Bank Perancis. Peringkat Emporiki Bank of Greece dan General Bank of Greece diturunkan dua notch dari Ba3 menjadi Caa2. Penurunan peringkat kedua bank ini mencerminkan risiko yang berasal dari meningkatnya kemungkinan Yunani keluar dari Uni Eropa. Moody’s juga menurunkan peringkat utang grup perbankan terbesar di Jerman dan peringkat utang
tiga bank terbesar di Austria.


Market Overview
Quote:

Kenaikan indeks Wall Street diperkirakan kembali akan menjadi dukungan bagi indeks bursa domestik untuk menguat pada perdagangan saham hari ini. Kenaikan indeks bursa AS ini dipengaruhi oleh adanya harapan terhadap pemimpin dunia akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, keseriusan ECB untuk menangani krisis utang negara-negara Eropa akan mendapat respon positif pasar. Karena pada awalnya ECB menolak untuk campur tangan baik dalam hal membailout maupun mengeluarkan kebijakankebijakan untuk mengatasi krisis zona euro. Akhirnya ECB akan mengambil sikap demi mencegah Eropa agar tidak terperosok terlalu dalam akibat krisis utang yang telah memporakporanda ekonomi di beberapa negara Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi dalam pernyataannya menyatakan bahwa para otoritas keuangan sedang berdiskusi mengenai kemungkinan memangkas suku bunga ke level terendah. Draghi mengatakan bank sentral tengah mengawasi semua perkembangan dan siap bertindak. Demikian dengan pertemuan Jerman dan Uni Eropa yang tengah berupaya untuk mencari jalan keluar penyelamatan perbankan Spanyol dari kebangkrutan, hal ini bisa memulihkan kepercayaan pasar. Meski, Spanyol belum menyatakan secara resmi untuk meminta bantuan dan masih menolak untuk diawasi oleh badan internasional. Pembicaraan menteri keuangan Spanyol dengan Komisi Eropa kemarin memperkuat komitmen Spanyol bahwa tidak ada kebijakan yang terburu-buru untuk melakukan bailout. Selain itu, Spanyol tengah menunggu hasil audit dari IMF terhadap sektor perbankan serta hasil audit oleh lembaga independen pada bulan ini. Sedangkan, sentimen negatif pasar mengenai Moody’s pangkas rating perbankan Jerman. Penurunan peringkat oleh Moody’s tersebut dilakukan untuk obligasi jangka panjang dan deposit untuk 6 grup perbankan dan 1 cabang perbankan dari grup luar negeri yang turun satu tingkat. Faktor dari dalam negeri terkait dengan nilai tukar rupiah yang diperkirakan akan bergerak stabil hari ini, karena kemungkinan BI kembali akan menjaga rupiah di pasar valas. Meski kondisi Eropa masih menjadi acuan bagi pelaku pasar, karena kondisi eksternal sangat berpengaruh untuk pergerakan nilai mata uang rupiah tersebut.


Stock Headlines
Quote:

• Anak usaha ABMM, peroleh kontrak dari Guangzhou H Trading Co
• DOID terbitkan saham baru
• BRNA berencana stock split
• BRAM bagi dividen Rp 150 per saham
• Rights issue BBTN menunggu global stabil
• Calon pembeli BCIC dikecualikan dari aturan pembatasan
• HOME rencana rights issue
• MAPI bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 35 per saham.
• BTEL percepat pembayaran obligasi Rp 650 miliar
• MAPI realisasikan Rp 110 miliar untuk belanja modal
• MBTO bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 10 per saham
• MBTO bidik kenaikan pendapatan 15%
• BSDE targetkan laba bersih di atas Rp1 triliun
• TFCO anggarkan capex US$14,4 juta
• JRPT incar proyek produksi air bersih di Tangerang
• MBAI, MPA dan Hidon akan dimerger ke JPFA
• BNLI tetapkan bunga obligasi berkelanjutan di 8,9%
• MDLN luncurkan klaste Palm Residence
Herseil - 08/06/2012 10:27 AM
#177

Newsletter 8 Juni 2012

Market Review
Quote:

Harapan akan diberikannya program stimulus ekonomi baik dari Amerika maupun Eropa menjadi salah satu katalis yang menguatkan pasar saham global dan regional. Optimisme pasar didukung oleh komitmen stimulus lanjutan dari Bank Sentral Eropa melalui pelonggaran aturan atas dana bailout untuk membantu likuiditas perbankan Uni Eropa yang bermasalah. Mario Draghi, Presiden ECB, menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan langkah-langkah pengamanan jika outlook Uni Eropa memburuk. Penguatan pasar saham juga didukung oleh pernyataan dari Federal Reserve Bank of Atlanta bahwa The Fed kemungkinan akan memperpanjang operation twist. Namun, aksi jual investor lokal yang dilakukan pada sesi kedua perdagangan membuat IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0,735 poin (0,019%) ke level 3.840,596 dari posisi sebelumnya pada level 3.841,331. Sedangkan mayoritas pasar saham Asia lainnya ditutup menguat atas optimisme pimpinan global yang akan mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 106,19 poin (1,24%) menuju level 8.639,72 dari posisi sebelumnya pada level 8.533,53 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 157,76 poin (0,85%) menuju level 18.678,29 dari posisi sebelumnya pada level 18.520,53. Untuk bursa saham Eropa, mayoritas bergerak menguat tidak lebiih dari 1%. Kenaikan ini ditengah penantian akan testimoni Ketua Federal Reseve AS, Ben Bernanke, dan pasar juga mencermati lelang obligasi jangka panjang milik Spanyol. Sementara itu, untuk bursa domestik, sektor perdagangan tercatat mixed dan asing mencatatkan net buy sebesar Rp18 miliar. Sektor consumer menjadi sektor yang mencatatkan kenaikkan tertinggi mencapai 2,738% sedangkan sektor ragam industri menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terdalam mencapai 2,168%. Kenaikan sektor consumer didukung oleh kenaikan saham UNVR dan GGRM masing-masing sebesar 6,05% dan 0,81%. Sedangkan penurunan sektor ragam indsutri disebabkan oleh penurunan saham ASII sebesar 2,16%.


Stock Headlines
Quote:

Perdagangan saham akhir pekan ini IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Potensi pelemahan terhadap indeks bursa regional Asia pada hari ini bisa berimbas bagi pergerakan indeks bursa domestik. Sementara itu indeks bursa AS ditutup variatif dimana indeks Dow Jones ditutup menguat, sedangkan indeks Nasdaq melemah. Pergerakan indeks bursa AS, dipengaruhi oleh data mengenai jumlah angkatan kerja yang mengajukan klaim pertama kali tunjangan pengangguran mencatat penurunan setelah dalam beberapa pekan sebelumnya mencatat kenaikan. Selain itu, pergerakan bursa Wall Street juga terangkat oleh pidato Ketua Fed, Ben Bernanke dihadapan kongres yang menyatakan Federal Reserve tetap siap bertindak untuk melindungi sistem keuangan dan ekonomi seandainya terjadi tekanan keuangan dari krisis Eropa yang terus meningkat. Tetapi pasar tetap berharap adanya kepastian soal stimulus moneter. Karena sebelumnya tiga pejabat the Fed, mengindikasikan perlunya mengambil langkah untuk merangsang pertumbuhan. Sentimen lain dari eksternal hasil lelang obligasi Spanyol yang diminati oleh investor dan terjual di atas kisaran indikatif. Tetapi, hal itu belum cukup mencerminkan kepercayaan tinggi investor karena skala penggalangan dana relatif lebih kecil. Imbal hasil obligasi Spanyol tersebut masih lebih besar dibandingkan dengan lelang sebelumnya. Bunga surat hutang hanya turun di pasar sekunder pada beberapa sesi terakhir sehingga berhasil mengangkat hasil lelang. Bunga obligasi Spanyol bertenor 10-tahun turun 14 basis poin ke level 6.11%. Pasar khawatir atas pertemuan para pemimpin Eropa di Brussel untuk membahas integrasi regional serta penyatuan kekuatan untuk memulihkan sektor keuangan zona euro ini bisa menemui jalan buntu. Kendati menjamin bahwa berjanji pertemuan mendatang akan menghasilkan cetak biru program pemulihan kawasan. Tetapi akan menemukan kesulitan untuk pemulihkan kondisi ekonomi dan keuangan karena beberapa negara masih enggan untuk menyatukan pandangan dengan pihak Jerman. Sentimen dari dalam negeri mengenai posisi dari cadangan devisa akhir Mei 2012 turun USD 4,9 miliar menjadi USD 111,5 miliar dibandingkan April USD 116,4 miliar. Penurunan cadangan devisa pada Mei akibat pembayaran utang dan intervensi di valas.


Stock Headlines
Quote:

• Grup Bakrie rencana buka 5 kawasan industri terintegrasi
• ELTY fokus kembangkan proyek residensial
• BMRI buka opsi melepas obligasi rekapitulasi ke pasar
• BMRI sediakan sistem pembayaran online ke Pelindo II dan IV
• BMRI batasi penyaluran kredit valas
• ADHI alihkan proyek di Timur Tengah ke Asia Tenggara
• ADHI peroleh kontrak baru Rp 4,2 triliun hingga Mei 2012
• ADHI incar proyek PLN Rp4 triliun
• MAPI bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 35 per saham
• JPFA bagikan dividen tahun buku 2011 Rp 75 per saham
• JPFA akan merger dengan MBAI efektif 1 Juli 2012
• JPFA anggarkan belanja modal Rp 1 triliun
• RMBA kaji refinancing utang
• SCCO bagi dividen Rp 170 per saham untuk tahun buku 2011
• PANR bagi dividen Rp 3,8 per saham
• LPCK luncurkan Grand Beverly
Herseil - 11/06/2012 10:37 AM
#178

Newsletter 11 June 2012

Market Review
Quote:

Maraknya sentimen positif dari global dan regional, mendukung penguatan pasar saham dunia, termasuk Indonesia. Selama sepekan, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,67% dan ditutup pada level 3.825,328 di perdagangan akhir pekan. Sentimen positif dari perkembangan krisis utang Eropa berasal dari langkah Menteri Keuangan dan Bank Sentral dari negara-negara G-7 yang setuju untuk mengkoordinasikan respon mereka terkait krisis keuangan Eropa tersebut. Para pejabat yang tergabung dalam G-7 menyatakan akan bekerja sama untuk membantu Spanyol dan Yunani menempatkan keuangan publik pada dasar yang berkelanjutan. Ditambah juga adanya harapan akan diberikannya program stimulus bagi Eropa berasal dari pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa yang siap melakukan langkah pengamanan jika outlook Uni Eropa memburuk. Sedangkan dari Amerika, harapan akan diberikannya stimulus bagi AS pupus ketika pidato Ben Bernanke tidak memberikan petunjuk apapun mengenai dikeluarkannya quantitative easing 3 (QE 3). Bernanke hanya menyatakan bahwa The Fed tetap siap mengambil tindakan untuk melindungi ekonomi AS dan sistem keuangannya. Dari Asia, perekonomian Jepang tumbuh lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya. PDB tumbuh 4,7% dalam tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012. Sementara estimasi pemerintah sebelumnya tumbuh sebesar 4,1% dan estimasi sejumlah ekonom tumbuh sebesar 4,5%. Disamping itu, data atas permintaan domestik juga menunjukkan adanya peningkatan setelah sebelumnya tercatat turun akibat musibah gempa bumi dan tsunami tahun lalu. Sementara China, Bank Sentral RRT mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Kebijakan pertama sejak tahun 2008 ini bertujuan untuk memerangi perlambatan ekonomi seiring pemburukan krisis utang yang Eropa mengancam pertumbuhan global. PBOC menyebutkan bahwa suku bunga simpanan 1 tahun turun menjadi 3,25% dari 3,5%; sedangkan suku bunga kredit 1 tahun turun menjadi 6,31% dari sebelumnya sebesar 6,56%. Sedangkan dari domestik, BPS melaporkan tingkat inflasi untuk bulan Mei sebesar 0,07% MoM dan periode tahunan sebesar 4,45% YoY. Sedangkan neraca perdagangan RI periode April 2012 mengalami defisit sebesar US$641,1 juta seiring dengan penurunan ekspor ke sejumlah negara.


Market Overview
Quote:

IHSG diprediksikan dalam pekan ini bergerak mixed dengan peluang menguat. Pasar akan dapat dukungan dari para pengambil kebijakan Eropa yang menghasilkan penyelamatan atas perbankan Spanyol. Spanyol akhirnya secara resmi meminta bantuan dana berupa bailout untuk menyelamatkan sektor perbankan yang sedang mengalami krisis pada akhir pekan lalu. Permintaan tersebut disampaikan pada konferensi menteri keuangan Uni Eropa. Sentimen positif pasar mengenai kucuran dana bantuan zona euro untuk masalah perbankan di Spanyol yang disetujui pada akhir pekan lalu dapat membantu mengembalikan kepercayaan pasar. Kabarnya jumlah dana yang akan diberikan pada Spanyol lebih besar dari perkiraan kebutuhan angka yang dibuat oleh IMF untuk perbankan Spanyol sebesar 40 miliar Euro. Seperti dikutif dalam laporan IMF menyebutkan bahwa perbankan Spanyol kemungkinan membutuhkan minimal 40 miliar euro dana segar. Sebelumnya Fitch Ratings memangkas peringkat utang Spanyol sebanyak tiga level menjadi BBB. Fitch menilai, Spanyol membutuhkan dana talangan sebanyak 100 miliar euro untuk menopang sistem perbankan, dibandingkan perkiraan sebelumnya hanya sekitar 30 miliar euro. Bantuan untuk Spanyol oleh zoan Eropa, memberikan inisiatif baru bagi Irlandia yang ingin mengadakan negosiasi ulang rencana penyelamatan negaranya untuk memperoleh manfaat yang sama seperti bantuan yang diberikan kepada Spanyol. Spanyol mendapatkan dana bantuan untuk perbankan tanpa adanya reformasi ekonomi yang lebih luas. Kabarnya Irlandia merencanakan untuk mengangkat permasalahan tersebut saat pertemuan para menteri keuangan zona euro pada 21 Juni mendatang. Sentimen positif dalam pekan ini lainnya tentang wacana ECB menaikkan perkiraan atas GDP Jerman dari 0.6% ke 1.0% tahun 2012. Selain itu ECB menyatakan bahwa pembelian saham obligasi yang meningkat membawa dampak positif sehingga LTRO masih belum diperlukan. Pasar dalam pekan ini menaruh harapan dari AS seiring membaiknya data mengenai defisit perdagangan negara ini yang mengalami penurunan menjadi USD50,06 miliar dari USD 52,6 miliar di bulan Maret. Penurunan defisit perdagangan AS tersebut disebebakan terjadinya penurunan impor yang lebih rendah dabandingkan penurunan ekspor dalam lima bulan terakhir.


Stock Headlines
Quote:

• Penjualan saham BUMI di BRMS selesai tahun ini
• ABMM targetkan pendapatan tumbuh 50%
• BRPT tidak bagikan dividen
• Belanja modal RMBA baik 28,57%
• TOTO targetkan pendapatan 1H12 Rp880 miliar
• LMSH targetkan pendapatan tumbuh 15%
• WIKA raih kontrak Chevron USD 168 juta
• TOTL catatkan kontrak baru capai Rp 639 milyar
• Penjualan alat berat UNTR capai 772 unit pada Mei 2012
• AUTO bentuk anak usaha untuk produksi ban
• SMSM bagi dividen 2011 Rp 100 per lembar
• WINS akan terbitkan saham baru dan laksanakan MESOP II
• BUVA siapkan investasi Rp 580 miliar
• CTRA garap area rekreasi Rp 1 triliun
• DSFI akan rights issue Rp 100 miliar
• SRAJ peroleh pinjaman Rp 175 miliar
• BBTN akan repo aset Rp2 triliun
• Rights issue BBTN terselenggara sebelum Oktober 2012
• BNBA bagi dividen sebesar Rp 4,65 per saham
• BNBA menargetkan laba bersih 2012 meningkat 19%
• DEWA targetkan capex 2012 sebesar USD 80-120 juta
• KICI targetkan pertumbuhan pendapatan 2012 sebesar 20%
• BKDP anggarkan Rp 350 miliar untuk bangun hotel baru


CONTACT US
Quote:
Agus
HP :082124699100 atau 021-96195818
Office : 021-55964533
email : [email]aguschandra24@gmail.com[/email]

YM :

[BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK


Kartono Yang
HP : 08087885506696
Office : 021-55964533
email : [email]yang.suchi@yahoo.com[/email]

Feel free to call/SMS
PIN BB for more info : 231732D6

Silahkan menghubungi apabila ada yang membutuhkan konsultasi tentang saham/investment

Herseil - 12/06/2012 10:53 AM
#179

Newsletter 12 June 2012

Market Review
Quote:

Bursa saham domestik bergerak menguat pada perdagangan awal pekan seiring menguatnya mayoritas pasar saham dunia. Diawali dengan penguatan bursa saham Amerika pada perdagangan sebelumnya yang didukung oleh optimisme investor akan adanya bailout bagi perbankan Spanyol dan kabar yang beredar bahwa bank sentral Eropa telah menyiapkan langkah-langkah terkoordinasi guna mencarikan jalan keluar terbaik bagi bailout perbankan Spanyol. Namun, lembaga pemeringkat S & P, tetap mengingatkan Amerika Serikat bahwa belum bisa sepenuhnya lepas dari masalah keuangan yang telah membaik akhir-akhir ini. Ancaman downgrade tetap berpotensi bagi AS pada tahun 2014 dengan catatan jika kongres AS gagal mengatasi soal utang dengan perencanaan yang sangat serius. Disamping itu, sentimen positif dari Asia berupa data ekonomi China yang dilaporkan membaik, turut menjadi sentimen positif bagi penguatan pasar saham termasuk Indonesia. IHSG ditutup menguat sebesar 40,885 poin (1,069%) menuju level 3.866,213 dari posisi sebelumnya pada level 3.825,328. Kinerja ekspor dan impor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada periode Mei tahun ini melebihi prediksi sebelumnya seiring tumbuhanya pedagangan Amerika Serikat. Badan Statistik RRT melaporkan bahwa nilai ekspor meningkat 15,3% dibandingkan Mei tahun lalu atau lebih tinggi dari prediksi sebesar 7,1%. Sedangkan impor tercatat naik 12,7% dibandingkan prediksi sebesar 5,5%. Sementara itu, data penjualan kendaraan penumpang di China periode Mei juga tumbuh sebesar 22,6% mencapai 1,28 juta unit. Indeks Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 165,94 poin (1,96%) menuju level 8.624,9 dari posisi sebelumnya pada level 8.459,26 dan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 451,29 poin (2,44%) menuju level 18.953,63 dari posisi sebelumnya pada level 18.502,34. Sementara itu, pasar saham Eropa bergerak menguat dengan indeks Ibex 35 menguat tertinggi mencapai 2,48%. Setalah Spanyol mengajukan dana bailout 100 miliar euro, kini Italia menjadi posisi terdepan dari krisis utang Eropa.


Market Overview
Quote:

IHSG diperkirakan berpeluang koreksi pada perdagangan saham hari ini, menyusul terjadi koreksi pada indeks Wall Street kemarin waktu setempat. Koreksi indeks AS tersebut dipicu oleh kekhawatiran mengenai kondisi finansial Eropa setelah memberikan bantuan kepada sektor perbankan Spanyol. Bantuan terhadap sektor perbankan Spanyol menjadi kekhawatiran pasar terhadap cadangan finansial Eropa akan semakin menipis. Pada akhir pekan lalu para menteri keuangan zona euro sepakat memberi bantuan finansial untuk Spanyol untuk menyelamatkan sektor perbankan. Jumlah pinjaman tersebut mencakup persyaratan modal dengan tambahan pengaman senilai 100 miliar euro. Proses penyelamatan perbankan Spanyol sempat terjadi perdebatan mengenaiperan IMF dalam penyelamatan perbankan Spanyol, sementara itu Spanyol menghendaki ingin membatasinya. Meski pada pada akhirnya disepakati bahwa IMF akan memantau proses penyehatan perbankan Spanyol, sedangkan Uni Eropa memastikan Spanyol tetap memegang komitmen ekonominya. Spanyol yang tengah mengalami krisis perbankan menjadi negara keempat yang meminta bantuan sejak krisis utang dimulai. Sebelumnya Yunani, Irlandia, Portugal telah mendapat bantuan dan kini giliran Spanyol. Uni Eropa dan IMF telah mengalokasikan bailout sekitar 500 miliar euro. Selain itu, pasar mencemaskan akan hasil pemilihan umum ulang Yunani pada 17 Juni mendatang yang diperkirakan dapat memperburuk krisis hutang Eropa. Mengingat ekonomi Yunani masih terpuruk dalam jurang resesi dimana data GDP tahunan kontraksi 6,5% untuk kuartal pertama 2012. Maraknya pemangkasan upah, kenaikan pajak serta tingginya tingkat pengangguran semakin memperburuk kinerja ekonomi. Hal ini akan mempengaruhi sikap rakyat Yunani untuk berikan dukungan bagi partai anti-bailout pada pemilu parlemen mendatang. Rakyat Yunani menganggap pelaksanaan kebijakan penghematan anggaran sebagai penyebab utama keterpurukan ekonomi. Sementara itu, survei menunjukan partai pro dan anti-bailout masih bersaing ketat jelang pemilu yang akan menentukan nasib Yunani di zona-euro. Sedangkan rapat dewan gubernur BI diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga acuannya BI rate di 5,75%, seiring dengan inflasi yang stabil serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.


Stock Headlines
Quote:

• Notes ENRG maksimal berbunga 11,5%
• AALI produksi CPO Januari-Mei 2012 naik 6%
• BBNI kerja sama dengan SMGR dalam pembiayaaan distributor
• BMRI kaji pinjaman valas USD 350 juta
• BNGA targetkan kelolaan reksa dana Rp 5 triliun
• BBRI segera selesaikan due diligent akuisisi sekuritas
• Konsorsium WIKA dapat proyek dari Chevron Pacific Ina.
• Citilink resmi spin-off dari GIAA
• WINS rencana private placement perkiraan Rp 461/saham
• MTDL batalkan rencana rights issue
• KRAS ekspansi pelabuhan Rp 1,1 triliun
• KRAS kaji rights issue
• TOTL bukukan kontrak baru Rp 639 miliar
• TIRA jajaki 4 prinsipal baru
• LCGP targetkan laba Rp 428 miliar tahun depan
• GPRA bangun Bogor Icon Rp 200 miliar
• Harga penawaran saham Trisula Rp 300 per lembar
• KRAS ekspansi pengembangan anak usaha
• APLN akuisisi tiga proyek baru
• LCGP minta izin pemegang saham atas aksi rights issue
• BRAM targetkan penjualan US$200 juta
• SMRA tingkatkan alokasi belanja modal menjadi Rp1,7 triliun
• BBNI sediakan Rp500 miliar bagi distributor SMGR
Herseil - 13/06/2012 11:10 AM
#180

Newsletter 13 Juni 2012

Market Review
Quote:

Hilangnya euforia atas dana talangan kepada perbankan Spanyol menjadi sentimen negatif bagi pasar saham dunia. Kekhawatiran investor akan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global membuat pasar saham melemah yang dimulai dari penurunan pasar saham Amerika pada perdagangan sebelumnya. Pasar meragukan efektivitas dana talangan Spanyol dan menganggapnya sebagai solusi jangka pendek yang tidak cukup untuk menstabilkan ekonomi negara tersebut. Perhatian pasar juga beralih kepada pemilu Yunani mendatang yang hasilnya berpotensi membuat Yunani keluar dari zona Euro dan akan memperburuk kondisi krisis utang Eropa. Kondisi ini juga menyebabkan pelemahan bagi pasar saham Asia termasuk Indonesia. IHSG ditutup melemah sebesar 13,635 poin (0,353%) ke level 3.852,578 dari posisi sebelumnya pada level 3.866,213. Sedangkan dari Asia, kekhawatiran juga ditambah dari langkah Fitch Rating yang mengingatkan negara-negara berkembang atas dampak krisis Eropa yang berpotensi menekan peringkat sejumlah negara Asia seperti Sri Lanka, India, dan Indonesia. India juga diperkirakan menjadi negara pertama dari anggota BRIC yang kehilangan peringkat investment grade. Penilaian yang dilakukan S & P ini karena pertumbuhan ekonomi melambat dan iklim politik yang tidak kondusif. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah sebesar 88,18 poin (1,02%) ke level 8.536,72 dari posisi sebelumnya pada level 8.624,9 dan indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 81,07 poin (0,43%) ke level 18.872,56 dari posisi sebelumnya pada level 18.953,63. Bursa saham Eropa bergerak mixed dengan indeks FTSE tentatif bergerak melemah tidak lebih dari 0,5%. Setelah Spanyol, Cyprus kemungkinan besar akan mengajukan bailout akhir bulan ini. Cyprus tengah mengalami masalah yang mendesak dimana sektor perbankan harus direkapitalisasi sebelum 30 Juni. Cyprus berkerja keras mendapatkan dana talangan untuk menyelamatkan Cyprus Popular Bank yang terpukul program pemotongan utang Yunani. Tidak hanya paket bantuan untuk perbankan saja, namun Cyprus juga mengkaji kemungkinan lain berupa paket komprehensif yang dapat digunakan untuk pendanaan jangka panjang. Sedangkan dari domestik, Bank Indonesia mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) di level 5,75%. BI menilai tingkat suku bunga masih sesuai dengan kondisi saat ini.


Market Overview
Quote:

Peluang indeks IHSG untuk menguat pada perdagangan saham hari ini cukup terbuka. Pasalnya kenaikan indeks Wall Street diperkirakan dapat menjadi dukungan bagi indeks domestik ke teritorial positif. Kenaikan indeks AS tersebut terangkat optimisme dari The Federal Reserves yang akan melanjutkan stimulus guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Rencananya Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan akan menggelar pertemuan rutin pada pekan depan. Sentimen positif lainnya bagi pasar mengenai Bank Sentral Eropa (ECB) mendukung rencana untuk menjamin deposito perbankan. Sementara itu, faktor eropa masih berpotensi memberikan sinyalemen negatif bagi pasar karena sejumlah permasalah bisa kembali memicu sebuah reli di pasar saham. Sinyalemen negatif bagi pasar yield obligasi Spanyol melonjak rekor tertinggi, setelah Fitch menyebut negara tersebut akan kesulitan menerapkan target defisit anggaran. Kemudian, setelah efek bailout Spanyol sirna kini muncul kekhawatiran baru bagi pelaku pasar yang mulai terfokus kepada Italia sebagai rantai lemah berikutnya di zona euro. Seperti yang disampaikan oleh Moody’s dalam sebuah laporannya menyebutkan bahwa krisis perbankan Spanyol dapat menjadi sumber penularan ke Italia di mana bank negara tersebut bergantung dengan pinjaman dari ECB. Sebagai catatan jumlah utang Italia telah mencapai USD 2 triliun, atau 120% dari PDB. Kondisi ini menimbulkan padangan terhadap negara tersebut menjadi tidak menarik di mata investor. Rantai kecemasan pasar berikutnya, dari Cyprus kemungkinan akan menjadi anggota zona-euro berikutnya yang akan ajukan bailout pada akhir bulan Juni. Cyprus perlu merekapitalisasi sektor perbankan sebelum 30 Juni. Cyprus sedang berusaha mencari sumber pendanaan untuk menyelamatkan bank terbesar kedua yakni Cyprus Popular Bank. Sentimen dari dalam negeri kurang populer bagi pasar, kerena dominasi dari sentimen global bagi pasar domestik masih cukup kuat. Sentimen dari dalam negeri terkait dengan kebijakan dari BI mempertahankan BI Rate dilevel 5,75% karena dinilai masih sesuai dengan sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah. Posisi BI rate tersebut masih konsisten dengan perkiraan inflasi ke depan yang masih rendah dan masih bergerak di dalam perkiraan target di 4,5% ± 1% untuk tahun 2012 dan 2013.


Stock Headlines
Quote:

• BSIM akan lakukan rights issue
• Woori akuisisi 33% saham SDRA
• LCGP dapat pernyataan efektif akhir Juni
• Restrukturisasi utang BLTA ditentukan 30 Juli
• TKIM bagikan dividen Rp 25 per saham
• INKP putuskan tidak bagikan dividen tahun buku 2011
• AISA bagikan dividen Rp 6,5 per saham
• TKIM dan INKP siapkan USD 400 juta
• 5 bank danai RUIS Rp 580 miliar
• AISA targetkan laba Rp 200 miliar
• BMRI pimpin sindikasi tol Rp 817 miliar
• RUIS bagikan dividen Rp 4 per saham
• GEMS bagikan dividen 2011 total Rp 203,82 miliar
• AMRT bagikan dividen Rp 47 per saham
• AMRT anggarkan capex Rp 1,4 triliun tahun ini
• AMRT rencana buka 3 pusat distribusi
• AMRT penjualan Rp 4,56 triliun hingga Mei 2012
• ENRG patok bunga 11,5% untuk notes senilai USD 600 juta
• APLN Januari-Mei 2012 marketing sales capai Rp 2 triliun
• MLIA ekspor diperkirakan turun 34% tahun ini
• TIRA jajaki kerjasama dengan 4 prinsipal baru
Page 9 of 14 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > 
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Forex/Option/Saham dan Derivatifnya > Saham > [BROKER] Valbury Asia Securities (VAS); Galeri PIK