Reptil
Home > LOEKELOE > MY PETS > Reptil > Molurus Species Lovers
Total Views: 33938 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 122 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

kezametsuki - 21/10/2011 01:49 AM
#1
Molurus Species Lovers #NEW HOME
PERAWATAN UMUM MOLURUS SPECIES

DESKRIPSI
MOLURUS SP adalah ular berwarna dengan banyak bercak-bercak cokelat bertepi hitam di bagian atas punggungnya. Daya tarik yang dirasakan pola kulit mereka memberikan kontribusi untuk popularitas mereka, baik dengan pemelihara reptil dan industri kulit. Pola berwarna serupa, tetapi berbeda dalam pola aktual Afrika Rock Python (Python sebae), kadang-kadang menimbulkan kebingungan dari dua spesies di luar habitat alamiah mereka.

Di alam liar, MOLURUS SP tumbuh hingga 3,7 meter (12 kaki) di atas rata-rata, sementara spesimen yang lebih dari 4,5 meter (15 kaki) jarang terjadi. MOLURUS SP yang lebih dari 5 meter,

Jangkauan Geografis dan Habitat
1. Molurus Bittavius / Burmesse Python:
2. Molurus Molurus/ Indian Python: Sebagian besar wilayah India
3. Molurus Pimbura/ Srilanka Python: Sebagian besar wilayah sri lanka dan kepulauan kecil di sekitarnya

PERILAKU
MOLURUS SP adalah nokturnal (hewan yang hidup dimalam hari) dan hidup di hutan hujan. Ketika muda mereka tinggal di rumah yang berada di lubang2 tanah dan di pohon, tetapi ketika mereka tumbuh dan memperoleh ketebalan badan yang cukup, mereka cenderung untuk membatasi gerakan mereka, sebagian besar di tanah. Mereka juga perenang yang sangat baik, karena dapat tetap terendam sampai setengah jam. MOLURUS SP menghabiskan sebagian besar waktu mereka berrsembunyi di semak-semak. Di bagian utara dari jangkauan MOLURUS SP, selama beberapa bulan, dalam musim dingin, mereka akan melakukan brumasi di dalam lubang pohon, di lubang2 tepian sungai, ataupun di bawah batu. Brumasi secara biologis berbeda dari hibernasi. Sementara perilaku memiliki manfaat serupa, khususnya untuk menahan musim dingin tanpa bergerak, itu juga melibatkan persiapan baik laki-laki dan organ-organ reproduksi wanita untuk mendatangkan musim kimpoi.
MOLURUS SP berkembang biak di awal musim semi, betina nya bertelur sekitar 12-36 telur rata-rata di bulan Maret atau April. Dia akan tetap dengan telur sampai mereka menetas, membungkus di sekitar mereka dan otot-ototnya bergerak-gerak sedemikian rupa untuk meningkatkan suhu lingkungan di sekitar telur hingga mencapai suhu yang dibutuhkan telur2 nya. Sesekali, bayi2 nya menggunakan gigi kecil mereka untuk memotong telur sebagai jalan keluar mereka, induk nya tidak merawatnya lagi. Yang baru menetas akan sering tetap tinggal di dalam telur mereka sampai mereka siap melakukan sheding (ganti kulit) pertama mereka, setelah itu mereka berburu untuk mencari makanan pertama mereka.

DIET
Seperti semua ular, MOLURUS SP adalah karnivora. Diet mereka terutama terdiri dari beberapa burung dan mamalia. Mereka menggunakan gigi-giginya yang tajam untuk menangkap mangsanya, lalu membelitkan tubuhnya pada mangsa dengan menggunakan kekuatan ototnya, membunuh mangsanya dengan lilitan. Mereka sering ditemukan dekat pemukiman manusia karena kehadiran tikus, mencit dan hama lain sebagai sumber makanan. Namun, afinitas mereka untuk burung perliharaan dan mamalia membuat mereka sering diperlakukan sebagai hama. Di penangkaran diet mereka terutama terdiri dari hewan2 komersial yang tersedia, seperti tikus dengan ukurang bervariasi, dan ketika bertumbuh besar, mereka diberikan kelinci dan unggas. Piton sangat besar bahkan mungkin memerlukan makanan yang lebih besar seperti babi atau kambing, dan diketahui telah menyerang buaya di Florida, di mana ini merupakan spesies pengganggu.

PENCERNAAN
Respon pencernaan MOLURUS SP untuk mangsa yang besar telah membuat mereka menjadi model species untuk fisiologi pencernaan. Seekor piton yang sedang puasa akan mengalami penurunan volume dan keasaman perut, mengurangi massa usus dan volume jantung 'normal'. Setelah menelan mangsa, seluruh sistem pencernaan mengalami remodelling besar, dengan pergerakan hipertrofi usus yang cepat, produksi asam lambung, dan 40% peningkatan massa ventrikel jantung untuk bahan bakar proses pencernaan.

KONSERVASI
Dalam populasi liar, ular ini dianggap "terancam punah" dan tercantum pada Lampiran II CITES. Semua Piton besar (termasuk Python India, Afrika Rock Python, dan Reticulated Python) secara historis telah disembelih untuk pasokan pasar kulit dunia, dan juga bagi dunia pengobatan, dan ditangkap untuk perdagangan hewan peliharaan. Beberapa juga dibunuh untuk makanan, terutama di Cina.
Di Hong Kong, MOLURUS SP adalah spesies yang dilindungi berdasarkan Ordonansi Perlindungan Hewan Liar Cap 170.

DI PENANGKARAN
MOLURUS SP sering dijual sebagai hewan peliharaan, dan dipopulerkan oleh warna-warna yang menarik dan perawakan santai yang alami. Namun, hewan-hewan ini memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat, dan akan sering melebihi panjang 2,1 meter (7 kaki) dalam satu tahun jika dirawat dan diberi makan dengan benar. Di usia 4 tahun, mereka akan mencapai ukuran dewasa mereka, meskipun mereka terus berkembang sangat lambat sepanjang hidup mereka, yang mungkin melebihi 20 tahun.

Sementara spesies ini memiliki reputasi yang jinak, mereka adalah binatang yang sangat kuat, yang mampu menimbulkan gigitan yang parah atau bahkan membunuh seorang penjaga oleh lilitannya. Mereka juga mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar, dan karena ukuran mereka yang besar, kandang yang besar, pemeliharaan yang aman, yang bisa jadi sangat mahal. Akibatnya beberapa dilepaskan ke alam liar oleh pemilik hewan.

Masalah lainnya, pemberian makan MOLURUS SP adalah bahwa banyak pemilik percaya jika melihat ular lapar, bahwa itu harus diberi makan. MOLURUS SP adalah pemanggsa yang oportunis, mereka akan memakan semua makanan yang diberikan setiap waktu, dan sering bertindak lapar bahkan ketika mereka baru saja makan. Hal ini sering menyebabkan overfeeding, dan masalah-masalah yang terkait dengan obesitas dan ini sangat umum pada MOLURUS SP dalam penangkaran / captivity.


MENGHANDLE
Meskipun Piton biasanya takut dengan manusia, karena ketakutan mereka dengan ketinggian (terutama mengingat bahwa ular biasanya rendah ke tanah), dan biasanya akan menghindari orang, perawatan khusus masih diperlukan ketika menangani mereka. MOLURUS SPdengan panjang 3 meter dapat dengan mudah membunuh anak kecil dan MOLURUS SP dengan panjang 5 meter (sekitar 16,5 kaki) jelas mampu menaklukkan dan membunuh seorang dewasa yang sudah dewasa, jadi tidak dianjurkan untuk menangani ular besar sendirian. Jika ular mengitari tubuh seseorang, orang lain harus ada di sebelah nya untu melepas ular itu, mulai dari ekor. Banyak kebun binatang reptil menunjukkan teknik penanganan ular yang tepat. Biasanya demonstrator menghandle kepalanya, sementara non-profesional / pengunjung dapat menghandle / memegangi seluruh tubuh ular. Ular harus ditangani dengan benar tapi lembut.

KANDANG :
Seekor Burmese Python ukuran kecil membutuhkan tempat paling minim seukuran aquarium 20 gallon atau lebih, sampai dia mendapat tempat yang lebih besar. Di karenakan ukuran yang besar kadang harus di buat dengan ukuran minimal : 6 – 8 feet panjang X 2 – 4 feet lebar X 3 – 4 feet tinggi. Sangat tidak disarankan menggunakan kayu yang belum finishing dikarenakan lebih mudah cepat rusak. Temperatur: Siang Hari 85° to 90° F, dengan tempat berjemurnya antara 90° to 93° F. Malam hari temperatures berkisar at 75° to 80° F.

PEMANAS DAN PENERANGAN :
Lampu UV tidak diperlukan, untuk ular jenis ini. Pencahayaan sekitar 10 sampai dengan 12 jam bisa menggunakan lampu pijar biasa. Menggunakan lampu pijar sebagai pemanas atau keramik penghantar panas dapat juga di pakai sebagai penghangat. Pemanas dari batu santa tidak di anjurkan karena bisa overheat dan membuat ular terluka.

ALAS :
Indoor / Outdoor carpet model Atroturf TM dianjurkan dalam pemakaian karena mudah dibersihkan dan anti bakteri, selain itu yang paling mudah adalah koran, aspen, sangat tidak disarankan mengunakan Alas yang mgandung Cedar karena Cedar mengandung racun yang bisa membunuh ular.

LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL :
Dikarenakan ular ini berasal dari Hutan Tropical basah, jadi memerlukan kelembaban yang sesuai. Terlalu lembab dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri maupun jamur demikian halnya apabila terlalu rendah kelembabannya menyebabkan terjadinya masalah dalam pergantian kulit. Di dalam kandang juga bisa disediakan air untuk menjaga kelembaban, tetapi harus di ingat bila malam harus di keluarkan dari kandang karena akan meningkatkan kelembaban..

PERAWATAN DAN PEMBERSIHAN :
Kandang harus dibersihkan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersam kotoran ular. Sanagt disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ular.
kezametsuki - 21/10/2011 01:50 AM
#2

Perbedaan spesies MOLURUS MOLURUS DAN MOLURUS BITTAVIUS


ada perbedaan warna scale di bawah mata, dan bentuk moncong,
Molurus Species Lovers
[IMG]Molurus Species Lovers[/IMG]

Penyebaran:

Molurus Bittavius/ Burmese Python:

Kuhl, 1820 Burmese python Eastern India and Nepal into Burma, Thailand, Cambodia, Laos, the northern part of the Malay Peninsula, Vietnam and eastwards to southern China and Hainan. Absent from Borneo and Sumatra, but present on Java, Sulawesi and the small Sunda islands of Bali, Lombok and Sumbawa.

Molurus Species Lovers

Molurus molurus/ Indian Rock Python:
(Linnaeus, 1758) Indian python Pakistan, Nepal, India, Sri Lanka, Bhutan and Bangladesh.

Molurus Species Lovers

source http://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Python&species=molurus


Masih terdapat perdebatan, keracuan mengenai pemisahan sub spesies molurus molurus (indian pyton) dengan molurus pimbura (sri lanka python), mohon bantuan temen2 berbagi informasi
kezametsuki - 21/10/2011 01:51 AM
#3

Quote:
Original Posted By risman.tan
Molurus Dwarf adalah Subspesies



Pembagian dan subspesies baru Molurus
Taksonomi dari python Burma telah cukup stabil untuk cukup banyak tahun - terdapat pertentangan validitas bentuk Pimbura dari Sri Lanka Deraniyagala,1945,yang tampaknya kebanyakan ilmuwan saat ini sepakat untuk menyatakan variasi dari typeform (molurus)


Sebuah studi baru oleh Jacobs, Auliya dan Böhme (2009),berfokus pada taksonomi bivittatus,menyimpulkan, berdasarkan perilaku dan morfologi dan fakta bahwa populasi bivittatus ditemukan terisolasi dalam distribusi molurus yang khas,tanpa bukti hibridisasi,bahwa bivittatus adalah spesies terpisah dari molurus.


Disamping itu,bentuk python Burma dari Sulawesi ditunjukkan dalam bentuk kerdil (dwarf),jarang melebihi 200 cm (2 meter),terisolasi dari bivittatus lainnya secara geografis,dan dibedakan oleh ukuran telur dan ukuran remaja,kurang dari setengah ukuran khas bivittatus. Bentuk ini digambarkan sebagai subspesies baru - Bivittatus Progschai.


Taksonomi Python Burma itu sebagai berikut:

[*]Python bivittatus bivittatus (Kuhl, 1820)
Bangladesh, Cambodia, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand and Vietnam

[*]Python bivittatus progschai Jacobs, Auliya & Böhme, 2009 - Sulawesi

[*]Python molurus (Linnaeus, 1758)
Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Pakistan and Sri Lanka


Daftar Pustaka:
Jacobs, H.J., M. Auliya & W. Böhme. 2009. Zur Taxonomie des Dunklen Tigerpythons, Python molurus bivittatus Kuhl, 1820, speziell der Population von Sulawesi. Sauria, 31(3): 5-16.

Sumber Utama



Quote:
email dari orang eropa

Hello kezametsuki,

in 2009 the classification of the Burmese Pythons changed./pada tahun 2009 pengklasifikasian Piton Burma berubah

That means the following:/menjadi sebagai berikut:

Python molurus molurus and Python molurus pimbura became one species named Python molurus/ python molurus molurus dan python molurus pimbura di jadikan menjadi satu spesies yaitu Pyton Molurus

Python molurus bivittatus was renamed in Python bivittatus spec./ molurus bivitattus berubah nama menjadi piton bitvvitatus
Furthermore the Python bivittatus has two sub species now:/piton bittitatus sendiri terdapat dua sub spesies
- Python bivittatus bivittatus (Mainland Burmese Python) and
- Python bivittatus progschai(Dwarf Burmese Python)

The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora says that Python molurus is an critically endangered species. That means that those animals must have a CITES Paper with photo ID (in the past) and nowadays more common the pure Python molurus have to have chips implant./ Rapat pada International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora mengatakan bahwa piton molurus merupakan ular yang terancam punah. itu berarti bahwa mereka harus mempunyai surat keterangan dengan foto dan sekarang ini piton molurus murni harus mempunyai chip implant di tubuhnya

There are differences between the former called "Python molurus molurus" and "Python molurus pimbura". On the one hand they come from different areas, on the other hand they do have differences like visual variations.
There is only one guy in Europe that has worked with pure "Python molurus molurus". Sadly his only female died years ago./ perbedaan molurus molurus dengan molurus pimbura. ular tersebut datang dari area yang berbeda dan mereka mempunyai perbedaan fariasi visual. hanya ada seseorang di eropa yang mempunya spesies molurus molurus murni namun yang betina mati beberapa tahun lalu.


www.burmjunkies.com
Hope that helps,

Georg
kezametsuki - 21/10/2011 01:51 AM
#4

Berbagai macam morph Molurus

Spoiler for ?EOPARD BURMESE

Molurus Species Lovers


Spoiler for BLONDE BURMESE (Caramel T+)

Molurus Species Lovers


Spoiler for IVORY BURMESE

Molurus Species Lovers


Spoiler for PLATINUM (HYPO)

Molurus Species Lovers


Spoiler for PLATINUM DH GREEN & ALBIN0

Molurus Species Lovers


Spoiler for CALICO BURMESE

Molurus Species Lovers


Spoiler for PIEDBALD BURMESE

Molurus Species Lovers
Molurus Species Lovers
Molurus Species Lovers
Molurus Species Lovers


Spoiler for PARADOX

Molurus Species Lovers


Source/ Sumber berita

Quote:
Original Posted By otomato
saya tambahin sedikit anu om malu:

molu 1
molu 2
molu 3
molu 4
molu 5
molu 6
molu 7
molu 8

gak dapet pekiwan \(
kezametsuki - 21/10/2011 01:54 AM
#5

Craig's Guide to Basic Genetics


What's all this mumbo jumbo about homozygous, phenotype, double heterozygous etc...? Genetic terms and concepts can be tough to understand if you don't come from a biology background. Luckily, if you're just trying to better understand snake breeding, the genetics involved are pretty basic. I'm going to attempt to explain the most basic form of genetic inheritance known as Mendelian genetics. When you come across a boldface-linked word, click on it to jump to the glossary at the bottom.

Greggor Mendel was an Augustine monk in the 1800s, and was the first person to carryout an experiment that demonstrates the basic principles of heredity. He conducted his experiments using pea plants because of their available varieties and their ease of controlled breeding. He started with two true-breeding strains of pea plants. One had purple flowers and the other had white. In a typical experiment, Mendel would cross the differing varieties in order to make a hybrid. The true breeding parents are known as the P generation, their hybrid offspring F1, and allowing the F1's to breed yields the F2's. What Mendel found, was that crossing a white plant with a purple one resulted in all purple offspring, but when those plants were crossed to themselves, some of the F2 offspring were white. To understand why this happens, we first must understand how sexual reproduction occurs (from a DNA standpoint). To start, take a look over this figure showing the differences between Mitosis and Meiosis. These are the two means by which cells divide themselves and their genetic contents.
Molurus Species Lovers


The daughter cells from Meiosis II are our sex cells (eggs and sperm also known as gamete). The fact that they are only � of our DNA is important because when they combine, � the DNA comes from mom, and the other � from dad, so that we all have two copies of every gene to make one complete set. A gene is defined as the unit of heredity for a particular trait, like eye color for instance. There are many different variations of the gene that codes for eye color, from brown to blue - and each alternative version of a gene like this is known as an allele. It follows then, that we get one allele from each of our parents, as each of their genes could be slightly different for any particular trait. If the two alleles differ, then the dominant allele is fully expressed in the organism's appearance; the other, the recessive allele, has no noticeable effect on the appearance. When an organism has a pair of identical alleles for a character it is said to be homozygous for that gene. When an organism has one dominant allele, and one recessive allele, it is known as a heterozygous organism and it will look the same as the homozygous dominant because when ever the dominant form is possessed - it dominates the other form. In order to show a recessive trait, you must be homozygous recessive meaning you got a recessive allele from your mom, AND a recessive allele from your dad. Because of dominance and recessiveness, an organism's appearance doesn't always reveal its genetic makeup, so the two must be distinguished. Phenotype is the organism's appearance, and genotype is its genetic composition.
Molurus Species Lovers

Geneticists have devised a naming convention of sorts to deal with these terms that affect an organism's genotype. The dominant trait is assigned a capital letter, the recessive trait a lower case letter, and one letter is assigned for each allele or parent. The genotype for a heterozygous pea plant with purple flowers is written as Pp, showing that the plant has one dominant allele, and one recessive. A white flowered plant is written pp. I write albino as aa, and labyrinth as ll. All of my breeders are homozygous recessive for albinism, and heterozygous for labyrinth. Thus, their genotype looks like this: aaLl. Take a look at the following figure which should clarify things a little bit.
Molurus Species Lovers


You may wonder why the heterozygous form will represent 50% of the F2 generation. This is because there are two different ways to make the heterozygous (there are two arrows missing from the figure can you find them?). From that figure, it may become apparent that genetics is a game of probability. In crossing two heterozygous animals (F1 in the figure), the probability that a particular F2 snake will be albino is the chance that both the egg and the sperm have the a allele. Because the parent has just one copy of each version, the probability that an egg or sperm will have that allele is 50:50. The probability of the sperm having the a allele is �, and the probability of the egg having it is also �. By the rule of multiplication, to find the probability of both of these events happening we multiply their individual probabilities (� x � = �). � of the offspring should therefore be albino, however just like you can flip "heads" many times in a row, so can you have more or less than � of your offspring end up albino. The more offspring you have though, just like coin tossing, the closer to 25% the ratio will approach.

One additional consideration I might mention is outcrossing. When dealing with inbred populations such as homozygous recessive albino pythons, who were virtually all sired by one snake, it becomes important to preserve genetic variability in the rest of the genome. If genetic variation is lost, offspring health declines to the point of functional mutation and fertility declines rapidly. This can become particularly important when dealing with more than one recessive trait. The way we prevent this from happening is a technique known as outcrossing. When we outcross, we breed a homozygous recessive to a non-related, as distant as possible, homozygous dominant. The offspring from this cross are all heterozygous, and we cross them to one another to recover the trait we're interested in. Doing this puts more variation into the mix, and offspring that lend themselves to be more valuable breeders. My snakes are the product of a recent outcross and so there should be no problem breeding their offspring to one another. Sort of related to an outcross is a testcross, where we're trying to find out if an animal carries a certain recessive allele. This is shown in this figure:
Molurus Species Lovers


Many people ask me what happens when you cross different snakes to one another. If the traits are Medelian inheritance the answer can always be found by drawing yourself a punnent square. Write out the genotype for each snake, and when doing multiple traits make sure to include all the possible combinations. The punnent square will give you all the possible genotypes for the offspring of the cross, and from there you can figure out the phenotypes. If a trait is recessive, then you must have both recessive alleles to be that phenotype. To find the likely hood of any one thing occuring, divide its occurance by the total number of outcomes. In the case below I assume I had a true breeding granite crossed with a true breeding albino, and so their offspring (F1's) yield 100% double heterozygous, (they are het for each trait). The diagram below shows what happens when we cross the F1's, and what the F2 generation looks like.
http://www.albinoburmese.com/doublehetcross.jpg


Please realize that I've just barely scratched the surface of basic genetics, there are many different types of inheritance, Mendelian is just one. However, it is the most basic, and the most frequent form found in the snake world, so an understanding of Mendelian genetics will help you out significantly. If you should have any questions just give me a call, I can help you with most genetic based questions as I have a background in molecular biology and love talking about genetics with anyone who's interested!

This is a work in progress, if you find a gap, typo, non-sense sentence, or leap of logic let me know so I can improve this explanation. Thanks! - Craig


Glossary:

Allele: An alternative form of a gene.

Dominant Allele: The allele that takes precedence over the recessive allele, and therefore shows itself in the population much more regularly.

Gamete: A haploid (one copy of DNA) egg or sperm cell, gametes unite during fertilization to form a diploid (two copies) gamete.

Gene: One of the many discrete units of hereditary information located on the chromosomes and consisting of DNA.

Genotype: The genetic makeup of an organism, usually discussed in terms of the two alleles whether they are homozygous or heterozygous.

Heterozygous: An organism that has two differing alleles for a gene, one dominant, one recessive.

Homozygous: An organism that has two identical alleles for a certain gene. Usually followed by the form of the alleles, for instance homozygous recessive, which would show the scarce trait.

Hybrid: An organism that is a cross between two differing varieties. Often times, this organism's genotype will be heterozygous.

Outcrossing: The act of maintaining genetic variability in mutant animal populations by means of breeding into the population unrelated animals and later recovering the recessive traits in the F2 generation.

Phenotype: The appearance of an organism. Having purple flowers is a phenotype while the plant's genotype may be heterozygous.

Recessive Allele: The allele that only appears as a trait when both copies are in its form.

Strain: A group of organisms within a species that can be characterized by some particular quality.

True-breeding: When parents reproduce, all of their offspring are the same variety. For example, in Mendel's experiments, all of his plants with purple flowers, when self pollinated, produced plants with purple flowers.
kutulecetz - 21/10/2011 01:55 AM
#6
Bagaimana mengobati penyakit-penyakit yang umum pada ular phyton anda..?
Quote:

Banyak penggemar binatang pets ingin mengetahui apa yang harus dilakukan.
Dengan kata lain bahwa kebanyakan orang akan merasa lebih aman dan nyaman ketika memiliki pets ( binatang peliharaan) tertentu jika mereka tahu paling tidak 80% dari kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi dan tahu cara penanggulangan dan pencegahannya. Dan kami pikir tidak terkecuali orang yang ingin memiliki phython sebagai hewan peliharaan.
Sebagai pemilik hewan peliharaan, anda tahu prioritas utamanya adalah kesehatan atas binatang peliharaan anda. Namun demikian banyak pemilik phyton tidak menyadari bahwa penyakit-penyakit umum python bisa dideteksi dan diobati di rumah.
Quote:

• Vomiting / Muntah
Salah satu penyakit/gangguan yang sering dialami oleh phyton adalah “Muntah”. Jangan pegang phyton anda pada saat baru saja selesai makan. Itu mungkin terjadi juga jika hewan peliharaan anda dalam keadaan stress karena merasa kurang aman atau karena terinfeksi oleh parasit yang berasal dari dalam maupun luar tubuhnya, itu akan merangsang makanan untuk dimuntahkan keluar.

Untuk membantu menghindari terjadinya "muntah”, adalah penting untuk membiarkan phyton anda untuk istirahat setelah mereka makan. Bagaimana caranya anda untuk mengarahkan supaya mereka tidur..? naikkan suhu kandang pada suhu tertentu, atau anda juga bisa tempat untuk berjemur. Phyton akan berbaring di bawah cahaya/lampu tersebut untuk membantu mencerna makannya dan akan membantu mengurangi untuk dimuntahkan kembali.


Quote:

• Constipation/Sembelit/Susah buang air

Jika phyton anda tidak buang air dalam waktu yang tidak seperti biasanya, ataupun sulit untuk buang air atau pun kotorannya sangat kering, dari semua tanda-tanda tersebut dapat dipastikan bahwa phyton anda lagi sembelit.

Tingkat kelembaban dan suhu yang rendah adalah penyebab umum terjadinya sembelit. Anda bisa menghindarinya dengan menjaga kebersihan air minum di dalam kandang. Juga dengan menempatkan air hangat di dalam kandang dan arahkan supaya phyton anda berendam di dalam air tersebut.

Quote:

• Scale rot / Infeksi kulit (sisik)

Jika anda memperhatikan ada warna yang berbeda pada sisik phyton seperti: warna Pink, Merah atau Coklat, hal ini mungkin disebabkan oleh Scale rot/ pembusukan sisik. Penyakit ini bisa terjadi pada beberapa sisik, di tempat tertentu atau pun di banyak tempat.

Terkadang penyebab dari infeksi sisik ini bisa dari infeksi dari dari dalam tubuh yang muncul keluar tubuh sebagai scale rot/sisik yang busuk.

Tetapi bagaimana pun penyebabnya adalah kurang bersihnya tempat/kandang dari phyton tsb.

Jika kandangnya tidak secara rutin dibersihkan dan dikasi disinfectan, phyton akan berbaring di atas air kencing dan kotorannya dalam waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan scale rot.

Dengan menggunakan antibiotic akan bisa mengatasi permasalahan tersebut. Tetapi anda tetap harus memindahkan phyton anda ke kandang yang lain pada saat anda membersihkan dan menyemprotkan disinfektan ke dalam kandang tersebut.

Pada saat binatang anda dalam masa perawatan, jangan biarkan mereka berendam di
dalam air. Berikan/taruh air secukupnya di dalam mangkok yg bisa dipakai untuk minum.


Nah sekarang….tidak perlu terlalu khawatir bukan..??
aanx182 - 21/10/2011 02:02 AM
#7


[SIZE="5"]KOLEKSI KASKUSER D
Spoiler for kezametsuki
Molurus Species Lovers

1 2 3


Spoiler for aanx182
Molurus Species Lovers

1 2


Spoiler for otomato
Molurus Species Lovers
1 2


Spoiler for stripedcarpet


Spoiler for hainan88


Spoiler for idiotical


Spoiler for DMJ
Molurus Species Lovers
1 2


Spoiler for viancimenk


Spoiler for unique.snake


Spoiler for endarsimbe


Spoiler for green flame
Molurus Species Lovers
1 2 3 4


Spoiler for ezaVanHouten



Spoiler for adoets


Spoiler for idhoeySW
Molurus Species Lovers
1 2



Spoiler for Aldi..



Spoiler for anfield1892
Molurus Species Lovers
1 2



Spoiler for abdo
Molurus Species Lovers
1 2 3



Spoiler for LookAt-OZ


Spoiler for ukonkk


Spoiler for kapsulaspirin


Spoiler for siikampretcurly


Spoiler for vann1990
Molurus Species Lovers
1 2


gambar akan terus diupdate [COLOR="White"]sebisanya :addfriends
[/SIZE][/COLOR]
riswan24 - 21/10/2011 02:19 AM
#8

numpang page one ya D
riswan24 - 21/10/2011 02:21 AM
#9

buat bantu update nanti D
kezametsuki - 21/10/2011 02:35 AM
#10

enapa ular tidak mau makan ? masalah yang paling sering terjadi....banyak sekali penyebabnya,

alasan yang normal kenapa ular tidak mau makan ?

1.MUSIM :kebanyakan ular pada bulan2 dingin tiap tahun tidak mau makan,meskipun kandang tersebut sudah pakai penghangat.adaptasi ini untuk
mencegah makanan dalam perut ular membusuk..

2.SIKLUS RUTIN :ular sangat sensitif terhadap waktu hari.kebanyakan ular jenis python NOCTURNAL (aktif di malam hari) dan ular jenis
colubrid dan elapid DIURNAL (aktif di siang hari).

3.GANTI KULIT : kebanyakan ular tidak mau makan bila mau ganti kulitnya,karena kulitnya sensitif dan pada bagian mata memutih. untuk membunuh
mangsanya berpotensi menimbulkan bahaya bagi ular tersebut.


Masalah yang menyebabkan ular berhenti/tidak mau makan ?

1.SUHU :masalah yang sering terjadi yaitu tidak sesuainya suhu,pastikan di kandang ular tersebut ada pemanas dan tempat bersembunyi,saran
yang baik tempat sembunyi ada 2 di lokasi kandang yang berbeda.Dekat lampu dan jauh dari lampu.

2.STRES :ular menghabiskan waktunya dengan sunyi & tenang sering mencari tempat yg gelap,berarti ular sangat mudah stres. faktor ular menjadi
stres seperti handling,seringnya lalu lalang di dekat kandangnya,getaran atau goncangan kuat di kandangnya,sering pindah2 kandang,
terlalu terang,tidak adanya tempat bersembunyi,alas kandang,dan asap seperti asap rokok,dan asap lainnya

3. MASALAH KESEHATAN :luka,penyakit pathological,parasit


source : Mark Lindenmuth (reptilien magz,Germany) /reptilx.com
kezametsuki - 21/10/2011 02:35 AM
#11

bagusan makan ayam, rat, kelinci, marmut ???
silahkan cek nutrisi masing2 pakan reptil tsb di atas
http://www.rodentpro.com/qpage_articles_03.asp
kezametsuki - 21/10/2011 02:36 AM
#12

Cara menganti menu makan ular

sering kali kita dibingungkan oleh perilaku ular kita yang hanya mau makan 1 jenis umpan saja, oleh karena itu perlu kita latih ular kita agar mau makan umpan yang lain.

Berdasar referensi, hal pokok dalam dunia ular adalah AROMA, sedangkan panas tubuh umpan, penglihatan ular itu adalah yang nomer kesekian. bagaimana cara mengenalkan aroma tersebut??

1. tehnik sambung, ular di beri umpan favoritnya, kemudian waktu dia menelan pantat/ ujung umpan, dengan perlahan, dekatkan dan masukkan umpan ke 2 di mulut ular tersebut, bila sudah digigit, lepaskan secara perlahan.


2. tehnik kamuflase bau, misal, molu tidak mau makan rat maunya makan kepala ayam. caranya: rendam kepala ayam dengan air hangat, kemudian mandikan / semprot rat dengan air rendaman kepala ayam. D

3. puasakan 2 bulan D, saya berhasil melatih molu saya makan kelinci dengan memuasakan dia 2 bulan setelah cara 1 dan 2 kurang berhasil

bila ada yang salah, kurang atau ada yang mau nambahin monggo
kezametsuki - 21/10/2011 02:37 AM
#13

cara memindah telur ular dari induk nya, setting vermiculate and setting alat penetas ala bob clark

[youtube]C43f7f64ADvjVQa1PpcFPRBOJP8mYuoJhDAwuQ86GCb36JuDgdtno%3D[/youtube]


kl ga nonggol ini link ny http://www.youtube.com/watch?v=jQMUB01vaNk&context=C43f7f64ADvjVQa1PpcFPRBOJP8mYuoJhDAwuQ86GCb36JuDgd tno%3D

http://www.youtube.com/watch?v=jQMUB01vaNk&feature=player_detailpage
kezametsuki - 21/10/2011 02:37 AM
#14

PERBEDAAN MOLURUS NORMAL DAN DWARF

Biar gambar yang jelasin

NORMAL
Spoiler for
Molurus Species Lovers


DWAFT
Spoiler for
Molurus Species Lovers


Dwarf Molurus dari segi motif lebih acah dan mempunyai sudut2 motif yang cenderung lebih runcing dari pada pada Normal Molurus

Dwarf = Cebol, rata2 ukuran dewasa 2,5-3 meter
Normal= up 4 meter
kezametsuki - 21/10/2011 02:38 AM
#15

di utang
kezametsuki - 21/10/2011 02:38 AM
#16

duduk dulu
kezametsuki - 21/10/2011 02:39 AM
#17

mau dipake
kezametsuki - 21/10/2011 02:40 AM
#18

reserved
kezametsuki - 21/10/2011 02:40 AM
#19

:addfriends:addfriends:addfriends
kezametsuki - 21/10/2011 02:41 AM
#20

:addfriends:addfriends:addfriends
Page 1 of 122 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > MY PETS > Reptil > Molurus Species Lovers