ENGLISH
Home > CASCISCUS > ENGLISH > English Letters Research Discussion
Total Views: 3579 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 9 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > 

reiky - 27/11/2011 06:11 AM
#61

Quote:
Original Posted By nadamelodii
gmn Gan jawaban ttg the commonest problem mistakesnya??

takut takut takut


kalo kualitas pnerjmahan udah ada yg ngambil, gpp kl mau ambil itu jg, yg pnting gunain teori dan pendekatan yg lain, misal: yg ud ada pake kualitatif (menilai terjemahan oleh kita sendiri), coba km pake kuantitatif (kasi angket ke ahli terjemahan, untuk dinilai oleh mereka).

ato coba fokus ama 1 pmbahasan: coba cek post #2, disitu udah dijelasin: kualitas terjemahan terbagi 3: acccuracy, acceptability, and readability.
coba ambil slh 1 aja, accuarcy aja, ato readability aja .

the commonest mistake??? ga jelas maksudnya apa?

Quote:
Original Posted By tantaniya
Accurate legal translation is the message of source text can be transferred accurately in target text . there is no distortion, reduction, and addition .

some indicators for accurate legal translation:

Indicator/ aspect - Criteria
1. fidelity to the source text - accurate
2. Formal style - accurate
3. Functional equivalence - accurate

some indicators for inaccurate legal translation:

Indicator / aspect - Criteria
1. Infidelity to the source text - Inaccurate
2. colloquial style - Inaccurate
3. Non-equivalence/ untranslatability -Inaccurate

where should i put the distortion meaning, reduction, and addition ? i mean should i put them in indicator? :request


ga perlu dimasukkin, itu bukan indikator, tpi cara.
tantaniya - 27/11/2011 06:34 AM
#62

tolong di cekin indicatornya uda bner blum yah ? trus model2 penilaian kualitatif sma kuantitatif gausah kan ?
nadamelodii - 27/11/2011 08:04 AM
#63

kuantitaf katanya susah, ka..
reiky - 27/11/2011 04:15 PM
#64

Quote:
Original Posted By tantaniya
tolong di cekin indicatornya uda bner blum yah ? trus model2 penilaian kualitatif sma kuantitatif gausah kan ?


yg infedility, ganti aj jadi "far away from source language"

Quote:
Original Posted By nadamelodii
kuantitaf katanya susah, ka..


bukan susah, tapi aga ribet dari kualitatif,
tapi yang namanya skripsi, justru lebih enak, yang bersusah-susah ria.
:thumbup
tpi kl mang ga mau, coba ambil "readability" aja.
coba googling "menilai terjemahan" by mashadi said, disitu dijelasin detail, readability sperti apa,

skali lagi, coba baca penjelasan ka2 dulu, di post # 1 n #2,
nadamelodii - 27/11/2011 10:45 PM
#65

"readibility" harus pake angket kah??
reiky - 28/11/2011 09:54 AM
#66

Quote:
Original Posted By nadamelodii
"readibility" harus pake angket kah??


iya betul.
nurandi - 29/11/2011 04:44 PM
#67

Thanks gan atas sharingnya.

Ane mu nanya, ngisi chapter Research Finding dan Concussion gimana? Padahal ini kan baru proposal, hasil tentu belum ketahuan. Apa kita tulis gambaran hasil, atau review hasil riset terdahulu?

Thanks gan ..shakehand2
ArchAngeLL - 29/11/2011 09:10 PM
#68

waaah thread bagus iki kbetulan ane smester 7 terus ngambil pengutamaan penerjemahan... oia gan ane agak tertarik sama pragmatik.. btw bisa dihubungkan sama translation gak yah????
reiky - 30/11/2011 07:15 AM
#69

Quote:
Original Posted By ArchAngeLL
waaah thread bagus iki kbetulan ane smester 7 terus ngambil pengutamaan penerjemahan... oia gan ane agak tertarik sama pragmatik.. btw bisa dihubungkan sama translation gak yah????


Sip, ente kampus mana gan?

nah, justru penerjemahan yang baik adalah penerjemahan yang mengalihkan sisi pragmatiknya (pesan/maksudnya), bukan makna apalagi struktur.
contoh: i say to you: :"can you open the door?"
apa artinya yang lebih tepat:
1. Dapatkah kau membuka pintu?
2. Tolong bukakan pintunya!

yg benar adalah jwbn no.2 kan... walaupun terjadi perubahan dari kalimat tanya menjadi seru, . untuk itu perubahan bentuk dan makna tidak apa2 dalam penerjmahan, yang penting maksudnya dapet.
ArchAngeLL - 30/11/2011 10:44 AM
#70

Quote:
Original Posted By reiky
Sip, ente kampus mana gan?

nah, justru penerjemahan yang baik adalah penerjemahan yang mengalihkan sisi pragmatiknya (pesan/maksudnya), bukan makna apalagi struktur.
contoh: i say to you: :"can you open the door?"
apa artinya yang lebih tepat:
1. Dapatkah kau membuka pintu?
2. Tolong bukakan pintunya!

yg benar adalah jwbn no.2 kan... walaupun terjadi perubahan dari kalimat tanya menjadi seru, . untuk itu perubahan bentuk dan makna tidak apa2 dalam penerjmahan, yang penting maksudnya dapet.


ane dari kampus unpad gan.... oia kira" kalo dari segi pragmatik bahas apanya yaah?
kemungkinan sih kalo data saya ambil dari novel gaaan

oia perbedaan pesan atau makna itu apa yah??
reiky - 30/11/2011 06:01 PM
#71

Quote:
Original Posted By nurandi
Thanks gan atas sharingnya.

Ane mu nanya, ngisi chapter Research Finding dan Concussion gimana? Padahal ini kan baru proposal, hasil tentu belum ketahuan. Apa kita tulis gambaran hasil, atau review hasil riset terdahulu?

Thanks gan ..shakehand2


iya gan, sama2, beer:

oh, kalo baru proposal, kasi 1 atau 2 contoh korpus(data) di background nya aja. dijelasin dulu masalah data itu , dan jangan dianalisis dulu gan.

ga perlu riset terdahulu, ntar klo agan udah sampe research finding, ane jelasin shakehand2
reiky - 30/11/2011 06:02 PM
#72

Quote:
Original Posted By ArchAngeLL
ane dari kampus unpad gan.... oia kira" kalo dari segi pragmatik bahas apanya yaah?
kemungkinan sih kalo data saya ambil dari novel gaaan

oia perbedaan pesan atau makna itu apa yah??


kalo untuk pragmatic translation, paling bagus ambil objek puisi gan, jadi entar agan nguji implikasi puisi terjemahannya terhadap pembaca, (apakah implikasi pembaca bhasa sumber sama dgn bahasa sasaran setelah membaca puisi itu?
misal: di puisi asli, kesan pembaca stelah baca puisi jadi benci, kesel. tapi ternyata di versi terjemahannya pembaca malah merasa sedih stelah membaca puisi itu, brrati ada perbedaan implikasi kan,,,,
kya gtu gan.

pesan: what is the speaker/writer implied/intend .
makna: what is the speaker/writer say. just say.

misal: kalo sya bilang ke pacar sya: are you busy today?
maknanya: apakah kamu sibuk hari ini?
tapi kalo maksud/pesannya:aku mau ngajak kamu ktemu.

jadi , sekali lagi, yang sebenarnya dialihkan dalam penerjemahan adalah pesannya, bukan maknanya.
ArchAngeLL - 30/11/2011 09:28 PM
#73

Quote:
Original Posted By reiky
kalo untuk pragmatic translation, paling bagus ambil objek puisi gan, jadi entar agan nguji implikasi puisi terjemahannya terhadap pembaca, (apakah implikasi pembaca bhasa sumber sama dgn bahasa sasaran setelah membaca puisi itu?
misal: di puisi asli, kesan pembaca stelah baca puisi jadi benci, kesel. tapi ternyata di versi terjemahannya pembaca malah merasa sedih stelah membaca puisi itu, brrati ada perbedaan implikasi kan,,,,
kya gtu gan.

pesan: what is the speaker/writer implied/intend .
makna: what is the speaker/writer say. just say.

misal: kalo sya bilang ke pacar sya: are you busy today?
maknanya: apakah kamu sibuk hari ini?
tapi kalo maksud/pesannya:aku mau ngajak kamu ktemu.

jadi , sekali lagi, yang sebenarnya dialihkan dalam penerjemahan adalah pesannya, bukan maknanya.


oooo harus dari puisi yah gak bisa pake novel soale kalo dari novel datanya mungkn banyak gan..

nnti deh saya konsul sama bu dosen saya..oia sama teori apa aja gan yang akan dipakai, translation in pragmatik

oia gan kalo dari kajian sociolinguistic gimana ada hubungan gak sama pnerjemahan...

makasih :thumbup
reiky - 30/11/2011 10:48 PM
#74

Quote:
Original Posted By ArchAngeLL
oooo harus dari puisi yah gak bisa pake novel soale kalo dari novel datanya mungkn banyak gan..

nnti deh saya konsul sama bu dosen saya..oia sama teori apa aja gan yang akan dipakai, translation in pragmatik

oia gan kalo dari kajian sociolinguistic gimana ada hubungan gak sama pnerjemahan...

makasih :thumbup


iya. bisa juga, klo di novel, mungkin bisa ambil kalimat-kalimat tertentu, terus dianalisis sisi pragmatiknya, kalo ternyata maksud/pesan yg disumber, ga sama dgn di sasaran, bisa dibilang itu namanya kegagalan pragmatik/pragmatik failure.

kalo dlm sosiolinguistik, sbagaimana yang udah ane jelasin di pejwan,
maksd kaitannya dgn penerjmahan (dalam suatu mediasi indo-malaysia, yg ditengahi oleh swiss klo ga salah): bagaimana si penerjemah menghasilkan terjemahannya terhadap masyarakat sosial sebagai pembaca, atau bisa juga
bgaimana dampak terjemahan tersebut terhadap lingkungan sosial pembaca,

ane pernah diceritain ama dosen ane: itu pulau ambalat yang akhirnya direbut malaysia, gara-gara salah si penerjemahnya, kan ada suatu pernyataan bahwa: ambalat is outern island of indonesia. si penerjemah malah nerjemahin jadi ambalat adalah pulau yang ada di luar wilayah Indonesia, padahal seharusnya: Ambalat adalah pulau yang terletak di paling ujung batas Indonesia,
disini terjadi "pragmatik failure" (jika dihub ke pragmatik) , dan jika dihub ke sosiolinguistik, maka dapat dinyatakan bahwa ,dampak hasil terjemahan tersebut adalah Indonesia kehilangan salah satu pulaunya.

nangkep ya gan? :thumbup
ArchAngeLL - 01/12/2011 08:03 PM
#75

Quote:
Original Posted By reiky
iya. bisa juga, klo di novel, mungkin bisa ambil kalimat-kalimat tertentu, terus dianalisis sisi pragmatiknya, kalo ternyata maksud/pesan yg disumber, ga sama dgn di sasaran, bisa dibilang itu namanya kegagalan pragmatik/pragmatik failure.

kalo dlm sosiolinguistik, sbagaimana yang udah ane jelasin di pejwan,
maksd kaitannya dgn penerjmahan (dalam suatu mediasi indo-malaysia, yg ditengahi oleh swiss klo ga salah): bagaimana si penerjemah menghasilkan terjemahannya terhadap masyarakat sosial sebagai pembaca, atau bisa juga
bgaimana dampak terjemahan tersebut terhadap lingkungan sosial pembaca,

ane pernah diceritain ama dosen ane: itu pulau ambalat yang akhirnya direbut malaysia, gara-gara salah si penerjemahnya, kan ada suatu pernyataan bahwa: ambalat is outern island of indonesia. si penerjemah malah nerjemahin jadi ambalat adalah pulau yang ada di luar wilayah Indonesia, padahal seharusnya: Ambalat adalah pulau yang terletak di paling ujung batas Indonesia,
disini terjadi "pragmatik failure" (jika dihub ke pragmatik) , dan jika dihub ke sosiolinguistik, maka dapat dinyatakan bahwa ,dampak hasil terjemahan tersebut adalah Indonesia kehilangan salah satu pulaunya.

nangkep ya gan? :thumbup


yang socioliingu ane kurang mudeng gaaan ahahahah

kalo kata dosen+ temen anemalu: ane tuuh socio jadi kita itu bljr kenapa seseorang bisa ngomong dgn berbagai cara yg berbeda ke org2 yg berbeda, jd kita bs nerjemahinnya bener gitu jd kita tau budaya org sm budaya di kita kaya gmn, jd terjemahan kita juga ga ngasal.
reiky - 01/12/2011 08:46 PM
#76

Quote:
Original Posted By ArchAngeLL
yang socioliingu ane kurang mudeng gaaan ahahahah

kalo kata dosen+ temen anemalu: ane tuuh socio jadi kita itu bljr kenapa seseorang bisa ngomong dgn berbagai cara yg berbeda ke org2 yg berbeda, jd kita bs nerjemahinnya bener gitu jd kita tau budaya org sm budaya di kita kaya gmn, jd terjemahan kita juga ga ngasal.


ngakak

oh, kl kata gitu mah menjurus ke akurat/ngganya suatu penrjmhan gan,

coba baca tulisan yg di post #2 bag translation related socio
naillone - 01/12/2011 11:14 PM
#77

gan udah dikirim background of study nya....mohon dikoreksinya ya gan,,,thanks beforeYb
bluena - 01/12/2011 11:27 PM
#78

bantu sundul gan sup2:
reiky - 01/12/2011 11:28 PM
#79

Quote:
Original Posted By naillone
gan udah dikirim background of study nya....mohon dikoreksinya ya gan,,,thanks beforeYb


udah sist, oke, udah bagus latar belakangnya , :thumbup
ArchAngeLL - 02/12/2011 08:11 AM
#80

Quote:
Original Posted By reiky
ngakak

oh, kl kata gitu mah menjurus ke akurat/ngganya suatu penrjmhan gan,

coba baca tulisan yg di post #2 bag translation related socio


salah yaah gan...pnerjemahan emang harus akurat supaya gak kejadian kayak di ambalat itu.. dan kalo mnurut ane sociolinguistik sm penerjemahan hbunganya supaya kita bisa menemukan padanan yang cocok atau sesuai dngan kultur si bahasa sasaran gan

CMIWW
Page 4 of 9 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > 
Home > CASCISCUS > ENGLISH > English Letters Research Discussion