Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.
Total Views: 26797 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 80 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 >  Last ›

engsap - 10/11/2011 11:07 PM
#221

Quote:
Original Posted By Digdadinaya
hwooooh............nantang bli??? PM tanggal lahir!!..:cool
hehehehe....

wah...asik ni...sayang inet lemot..

suwerrrr masih muda p
Quote:
Original Posted By buhitoz
Yaa...ane skrg lg gk bisa dengerin, mbah.
Eniwey, tengkyu mbah. Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.

dengerin kalo kompinya dah bener mbah rawana Peace:
angel.wijaya - 10/11/2011 11:13 PM
#222

Quote:
Original Posted By engsap
suwerrrr masih muda p

dengerin kalo kompinya dah bener mbah rawana Peace:


muda puser kebawah...yg keatas abg versi buto ngakaks


_______________________________ngacir2
engsap - 10/11/2011 11:16 PM
#223

Quote:
Original Posted By angel.wijaya
muda puser kebawah...yg keatas abg versi buto ngakaks


_______________________________ngacir2


angkatan babe gue ngakak


awas oot nanti kang klenut shutup: uppsss kenyut protes ngacir:
angel.wijaya - 10/11/2011 11:20 PM
#224

Quote:
Original Posted By engsap
angkatan babe gue ngakak


awas oot nanti kang klenut shutup: uppsss kenyut protes ngacir:


wakakaka kalo nongol lagi,

nanti tak bakar menyan 1 kg ngakak
buhitoz - 10/11/2011 11:42 PM
#225

Quote:
Original Posted By Digdadinaya


bener kang.....anak harus patuh orang tua,tapi ortu durhaka? gmana???

Sitija tu ada yang bilang juga kalo anaknya Wisnu dengan Pertiwi..tapi begitu Wisnu nitis ke Kresna,dia gak mengakui...

sebenernya,menurut sy...(menurut saya lho....) Kresna kok seakan2 berbuat kurang terpuji ke anak2nya ya....

selain Boma, ada juga Gunadewa yang dibuang oleh Kresna, ia anak Kresna dan Jembawati (anak Kapi Jembawan).Gunadewa berwujud manusia tetapi punya ekor kera...Kresna malu,akhirnya Gunadewa dibuang n dibesarkan sama Kakeknya......

Iya ya
Selain boma ada jg gunadewa.
Anak yg keliatannya dibanggain, Samba, rada alay ya, mbah. Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.
prabuanom - 11/11/2011 01:18 AM
#226

Quote:
Original Posted By engsap
jelas lebih muda saya dong p


kalo ngomongin wayang enak pake musiknya dong. nih musik wayang bali (gender)

[YOUTUBE]mq5AH2IfBhs[/YOUTUBE]


rekues dong bli, gamelan yg biasanya buat pawai benda pusaka. saya sejak dr pure salak ketika melihat pawai odalan yg disertai gamelan itu jd kangen. yg paling terasa adalah gendang dan suara "ceng ceng" nya yg khas sekali
prabuanom - 11/11/2011 01:23 AM
#227

Quote:
Original Posted By buhitoz
Wayang Orang “Boma” Pelajaran bagi Orangtua Durhaka

Aku bocah kang sepo ing panjongko lan sepi ing asmoro. Sepo, sepi, sepah. Ting balengkrah ora entuk cacah. Sing tak gayuh mung pangrengkuh Bopo tumrap anak.
(Aku adalah anak yang kehilangan cita-cita dan sepi dalam asmara. Hanya kesepian yang tersebar hingga tak terhitung lagi. Yang aku inginkan hanya kedekatan seorang Bapak kepada anaknya.)

[JAKARTA] Cerita anak durhaka kepada orangtua sudah sering dikisahkan. Tapi bagaimana dengan kisah orangtua yang durhaka terhadap anak? Tema itulah yang ditampilkan dalam lakon wayang orang Boma di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (8/4) malam oleh Yayasan Kusuma Budhaya.

“Nama Boma mungkin kalah tenar dengan nama-nama lain dari Pandawa, namun kisah tentangnya memiliki kedalaman nilai yang sangat relevan dengan kondisi masayarakat saat ini. Boma berusaha mencari tahu sebabnya kenapa ia jadi anak terbuang,” sebut produser pertunjukan, Bram Kushardjanto, kepada SP.

Kisah Boma ini memberikan sisi lain dari karakter Pandawa Lima yang biasanya menjadi ikon pahlawan dalam kisah pewayangan. Dalam lakon ini Boma membongkar sisi hitam Kresna. Boma adalah seorang anak yang dikucilkan dalam kehidupan. Ibunya, Dewi Pertiwi, tidak yakin siapa ayah Boma hingga ia meminta seorang pendeta membesarkan Boma.

Dewi Pertiwi adalah istri Prabu Kresna, raja dari Kerajaan Dwarawati. Dewi Pertiwi tidak yakin kalau Boma adalah anak dari suaminya, karena ia pernah selingkuh dengan Prabu Bomantara dari Kerajaan Trajutrisna. Saat itu Dewi Pertiwi sedang ditugaskan meredakan kemarahan Prabu Bomantara di kahyangan. Namun, keduanya malah memadu kasih.

Lalu lahirlah seorang anak yang kemudian diberi nama Sitija. Saat Sitija dewasa, ia pun mencari tahu siapa ayahnya. Ia mendatangi Prabu Kresna dan meminta mengakuinya sebagai anak. Namun, Kresna meminta Sitija membunuh Bomantara.

Saat perang tanding antar- Bomantara itulah datang Dewi Pertiwi melerai. Namun, Bomantara lebih dulu dilukai Sitija. Sebelum ajalnya datang, Bomantara mendapatkan informasi bahwa Sitija adalah anaknya dengan Dewi Pertiwi. Ia pun kemudian langsung menyerahkan tahtanya kepada Sitija. Sitija kemudian menjadi raja dengan gelar Bomanarakasura atau biasa disebut Boma.

Meski tugas telah dilaksanakan, tapi Kresna tetap tidak mau mengakui Boma sebagai anaknya. Akhirnya, Boma dan Kresna pun bertempur. Pertiwi kembali kebingungan, biar bagaimanapun ia masih belum yakin siapa ayah Boma. Sampai akhirnya Boma berhasil dibunuh oleh Kresna, padahal saat itu Pertiwi baru yakin kalau Boma adalah anak dari Kresna.
Kisah ini tentu saja mengusik rasa pertanggungjawaban kita sebagai orangtua. Bagaimana kesalahan orangtua namun anaknya yang harus menanggung.

“Hingga saat ini, kita masih menggunakan istilah kedurhakaan seorang anak terhadap orangtua. Namun hampir tidak pernah kita bicarakan kedurhakaan orangtua terhadap anaknya. Banyak contoh di sekitar kita. Bayi yang lahir kemudian dibuang di pinggir jalan. Orangtua yang berkata kasar dan menggunakan kekerasan fisik selama membesarkan anaknya. Boma adalah anak yang menggugat orangtuanya. Boma menyadarkan kita apakah kita sudah menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita,” jelas Bram.

Sepanjang 90 menit, pergelaran itu menyuguhkan komposisi gerak yang maskulin karena sebagian besar diperankan oleh penari laki-laki dan hanya dua penari perempuan. Musik diiringi secara langsung oleh seperangkat gamelan dengan pengrawitnya. Instrumen modern, seperti biola dan jimbe sebagai pengkaya warna nada. "Agar musik terdengar lebih dinamis," ujar sutradara Subono.

Hanya musik yang kaya tak didukung tata panggung yang kuat. Panggung tampak sederhana. Boleh dibilang, tata lampu menjadi unggulan bagi setting panggung yang senyap dari ornamen itu.

Toh, secara keseluruhan pementasan Boma tetap menarik. Menurut Subono, tokoh Boma sangat menarik. "Jika sejak kecil seseorang telah terbuang, proses dewasanya akan menggemparkan," katanya.

Ya, dunia pewayangan memang akan selalu multitafsir

sumber:
- http://old.nabble.com/Wayang-Orang-%E2%80%9CBoma%E2%80%9D-Pelajaran-bagi-Orangtua-Durhaka-td28206062. html
- http://www.tempointeraktif.com/hg/panggung/2010/04/11/brk,20100411-239484,id.html



jadi inget ama tokoh mereka yg dibuang ya?seperti adipati karna. kayanya memang mereka tumbuh menjadi satria yg antagonis tetapi sangat menggemparkan. walopun boma itu jahat, tapi jarang ada kisah yg menunjukan ke lemahan boma. bahkan boma bisa disejajarkan dengan gatotkaca lho. jd bener bener boma dan trajutisna tampil sebagai negara yg sangat kuat yg bisa menndingi pringgandani. sama seperti adipati karna yg bisa tumbuh menjadi tokoh yg sanggup menandingi arjuna. mereka kalo dilihat lihat hampir mirip sikap dan ketegasan serta kelugasannya. apa itu ciri mereka yg dibuang ya?
klenut - 11/11/2011 03:30 AM
#228

Quote:
Original Posted By prabuanom



jadi inget ama tokoh mereka yg dibuang ya?seperti adipati karna. kayanya memang mereka tumbuh menjadi satria yg antagonis tetapi sangat menggemparkan. walopun boma itu jahat, tapi jarang ada kisah yg menunjukan ke lemahan boma. bahkan boma bisa disejajarkan dengan gatotkaca lho. jd bener bener boma dan trajutisna tampil sebagai negara yg sangat kuat yg bisa menndingi pringgandani. sama seperti adipati karna yg bisa tumbuh menjadi tokoh yg sanggup menandingi arjuna. mereka kalo dilihat lihat hampir mirip sikap dan ketegasan serta kelugasannya. apa itu ciri mereka yg dibuang ya?

Mungkin bgtu mbah.
Selain tegas dan lugas, mrk jg berkesan angkuh. Mungkin utk mengatasi perasaan terluka ya.
..sepo, sepi, sepah..
Duh, ngenes bacanya. Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.
pleke.nyut - 11/11/2011 06:29 AM
#229

Quote:
Original Posted By prabuanom
jadi inget ama tokoh mereka yg dibuang ya?seperti adipati karna. kayanya memang mereka tumbuh menjadi satria yg antagonis tetapi sangat menggemparkan. walopun boma itu jahat, tapi jarang ada kisah yg menunjukan ke lemahan boma. bahkan boma bisa disejajarkan dengan gatotkaca lho. jd bener bener boma dan trajutisna tampil sebagai negara yg sangat kuat yg bisa menndingi pringgandani. sama seperti adipati karna yg bisa tumbuh menjadi tokoh yg sanggup menandingi arjuna. mereka kalo dilihat lihat hampir mirip sikap dan ketegasan serta kelugasannya. apa itu ciri mereka yg dibuang ya?


sebenarnya kebanyakan manusia adalah rakus. Dari rakyat kecil yang tanpa jabatan sampai raja sekalipun dan seterusnya, dan lagi sangat tidak menghargai nilai2 kebenaran.
berbakti kepada tanah tumpah-darahnya adalah satu bentuk kebaikan. cenderung memaksakan kehendak, tidak pada tempatnya, memalukan, tidak sepantasnya, berbuat sesuatu dengan menyuruh orang lain.
Itu semua adalah kejahatan dan itulah yang dilakukan manusia dari jaman dulu hingga sekarang. Dan itulah maksud bahwa hidup ini relative (tidak mutlak baik dan tidak mutlak buruk). Jika ada yang mutlak itulah yang special.
Tetapi itu semua adalah usaha sang dalang bagaimana menyampaikan sebuah pengetahuan kepada penikmat wayang.

Di jaman sekarang, apakah sudah betul jika kita mengasihi mereka yang menderita, sementara penderitaan yang kita lihat ternyata hanya buatan alias kamuflase, beberapa hal baik yaitu ada petunjuk, pemberi petunjuk, dan yang butuh petunjuk "janganlah kita melihat masalah baik dan benar dengan melihat hasil akhir, karena dalam proses ternyata yang “baik” belum tentu “benar” dan yang “jahat” belum tentu “salah”.
buhitoz - 11/11/2011 07:52 AM
#230

Quote:
Original Posted By pleke.nyut

....

"janganlah kita melihat masalah baik dan benar dengan melihat hasil akhir, karena dalam proses ternyata yang “baik” belum tentu “benar” dan yang “jahat” belum tentu “salah”.

Mantep , mbah kenyut.
D

Ane paling seneng nih klo mbah kenyut sudah memainkan tanda kutipnya.
Hehehe Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.
bhuta.kala - 11/11/2011 08:06 AM
#231

ikut menyimak dulu gan D
wayang memang kebudayaan asli indonesia yang patut dilestarikan oleh generasi muda iloveindonesias
abijoz - 11/11/2011 10:13 AM
#232

BOMA NARAKASURA VS GATUTKACA
(Rebutan Kikis Tunggarana)

Al-Kisah Di Negara besar yang bernama Pringgondani yang diperintah oleh Prabu Trembaka, ada Propinsi bernama "Kikis Tunggarana", yang pipimpin oleh Gubernur Kalapustaka. Tetapi berhubung Prabu Trembaka dan Gubernur Kalapustaka adalah sama-sama murid dari Prabu Pandu Dewanata (Bapaknya Pandawa), maka Propinsi "Kikis Tunggarana" berstatus otonomi khusus.

Syahdan Haryo Suman alias Sengkuni yang tak lain adalah besan dari Derstarata berusaha memecahbelah Persekutuan Prabu Pandu dengan prabu Trembaka. Maka dibuatlah muslihat jahat, yaitu mencegat surat undangan pesta dan diubah menjadi tantangan perang, maka meletuslah peperangan Dua Kerajaan besar yang dinamakan "Perang Pamuksa" . Dan gugurlah Prabu Trembaka, sedang Prabu Pandu juga wafat tidak lama setelah itu yaitu ketika istrinya ngidam lembu andini.

Kemudian Pringgandani terjadi pergantian kekuasaan, Prabu trembaka digantikan putranya yaitu Prabu Arimbo, Sedang Gubernur "kikis Tunggarana" Sudah diganti oleh Gubernur Kahana putra Gubernur Kalapustaka .

Prabu Arimbo kurang serius dalam menjaga teritorialnya dan Propinsi "Kikis Tunggarana" di aneksasi oleh Prabu Bomantara.

Beberapa masa kemudian, Prabu bomantara dikalahkan oleh Prabu Suteja dari Kerajaan Trajutresna putra Kresna. dan kemudian Propinsi Kikis Tunggarana pun menjadi bagian dari Kerajaan Trajutresna. Kemudian Prabu Suteja berganti nama menjadi Bomanarakasura.

Sedangkan Pringgandani saat itu dipimpin oleh raja muda bernama Gathutkaca, salah satu ksatria Pandhawa yang terkenal dengan otot kawat balung wesinya. Perkimpoian antara Bima dan Arimbi melahirkan bayi raksasa yang kemudian di godhog dalam kawah candradimuka, ditambah pula aneka senjata andalan para Dewa diikutkan dalam godhogan tersebut, maka bayi tadi berubah dewasa menjadi seorang ksatria yang sakti pilih tandhing. Terkenal dengan nama Gathutkaca (manusia ajaib atau manusia instan).

Gubernur Kahana merasa bahwa Propinsinya dianak tirikan oleh Pemerintahan Pusat Trajutrisna, Prasarana Umum Sangat berbeda jauh saat melongok ke seberang perbatasan Wilayah Pringgondani. Rakyat Kikis Tunggarana bahkan lebih suka memakai mata Uang pringgondani bahkan memakai logat bahasa Pringgondani. Mencari kerja pun lebih gampang ke Pringgondani.

Kemudian atas kehendak Rakyat maka Gubernur Kahana bertekat bergabung dengan Pringgondani. Karena secara sejarah dan budaya memang Rakyat "Kikis Tunggarana" memang lebih dekat dengan budaya Pringgondani. Dan keinginan Pak Gubernur ini Diterima dengan senang hati oleh Prabu Gatotkaca, Raja Baru Pringgondani.

Pertempuran tidak bisa di elakkan antara Trajutrisna dan Pringgandani. Di pihak Trajutrisna ada Setyaki, Kresna, Samba. Sedangkan pihak Pringgandani ada Gathutkaca, Antareja dan Antasena, serta dibantu oleh Pandhawa. Kali pertama Kresna bertemu di medan pertempuran dengan Bima ksatria Pandhawa.

Tetapi sebagai orang tua mereka bukan perang fisik tapi hanya beradu argumen alias debat, Kresna membela anaknya yang mengakui bahwa Kikis Tunggarana itu wilayah Trajutrisna, sedangkan Bima bersikukuh membela anaknya Gathutkaca yang ingin memerdekakan Kikis Tunggarana. Pertempuran dahsyat terjadi diantara kedua pimpinan, yaitu Gathutkaca dan Boma, mengadu kesaktian di langit. Boma dengan garuta Narakasura terbang menyerang Gathutkaca yang bisa terbang tanpa sayap atau pakai bantuan alat. Ilmu-ilmu sakti beradu, hingga salah satu kesempatan Gathutkaca mengeluarkan ajiannya yang hebat yaitu Brajamusti yang langsung menghantam Boma, sehingga sekuat tenaga, seperti lintang alihan (bintang pindah/komet) meluncur ke bumi. Boma mampus seketika.

Bergerak Kresna dengan Kembang Wijayandanu, niatan mau menghidupkan lagi anaknya. Tetapi betapa kagetnya karena Boma sudah mampu hidup kembali tanpa Wijayandanu, dan langsung menyerang Gathutkaca.

Berkali-kali Boma kalah dan mati, tetapi mampu hidup lagi. Sadarlah Kresna bahwa Boma yang sekarang bukanlah Boma anaknya, tetapi Boma yang kerasukan suksma raksasa yang sakti. Segera mungkin Kresna melerai yang sedang bertengkar. Ntah sudah berapa lama mereka berdua duel diangkasa. Hingga detik itu Kresna melerainya. Persidangan Meja Bundarpun dilakukan untuk mencari jalan damai. Akhirnya disepakati bahwa Kikis Tunggarana memang harus dimerdekakan dari kekuasaan Trajutrisna. Merdeka sendiri menentukan sikapnya dan dipimpin lagi oleh Prabu Kahana. Sementara itu Pringgandani dan Trajutrisna tidak boleh melakukan serangan senjata kepada kerajaan Kikis Tunggarana.
buhitoz - 11/11/2011 10:15 AM
#233

Quote:
Original Posted By bhuta.kala
ikut menyimak dulu gan D
wayang memang kebudayaan asli indonesia yang patut dilestarikan oleh generasi muda iloveindonesias

Mangga, mbah
Wah sedulur buto nih.
Ha ha ha Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.
buhitoz - 11/11/2011 10:21 AM
#234

Tengkyu mbah abijoz
Kisah ttg kikis tunggarana.
Itu boma kerasukan siapa, mbah? Ampe gk bsa mati gitu. Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.
abijoz - 11/11/2011 10:37 AM
#235

Quote:
Original Posted By buhitoz
Tengkyu mbah abijoz
Kisah ttg kikis tunggarana.
Itu boma kerasukan siapa, mbah? Ampe gk bsa mati gitu. Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.


Boma kan punya ajian Pancasona, jadi ya kerasukan Jin Pancasona kalee D
Digdadinaya - 11/11/2011 10:38 AM
#236

Quote:
Original Posted By engsap
angkatan babe gue ngakak

awas oot nanti kang klenut shutup: uppsss kenyut protes ngacir:


ABG : Angkatan ButoGalak ...............................................ngacir:

Quote:
Original Posted By prabuanom
jadi inget ama tokoh mereka yg dibuang ya?seperti adipati karna. kayanya memang mereka tumbuh menjadi satria yg antagonis tetapi sangat menggemparkan. walopun boma itu jahat, tapi jarang ada kisah yg menunjukan ke lemahan boma. bahkan boma bisa disejajarkan dengan gatotkaca lho. jd bener bener boma dan trajutisna tampil sebagai negara yg sangat kuat yg bisa menndingi pringgandani. sama seperti adipati karna yg bisa tumbuh menjadi tokoh yg sanggup menandingi arjuna. mereka kalo dilihat lihat hampir mirip sikap dan ketegasan serta kelugasannya. apa itu ciri mereka yg dibuang ya?


betul pakdhe....mereka seperti kecewa dengan kehidupannya.
Gatotkaca pun bisa dikategorikan terbuang,karena tidak sempat merasakan kasih sayang ibu dan masa kecilnya....seakan2 jadi mesin perang.

Quote:
Original Posted By buhitoz
Tengkyu mbah abijoz
Kisah ttg kikis tunggarana.
Itu boma kerasukan siapa, mbah? Ampe gk bsa mati gitu. Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.


Boma emang punya kesaktian kalo nyentuh bumi,bisa hidup lagi...makanya sama Kresna mayatnya Boma disuruh disangkutin di pohon (ada yang juga versi yang mayatnya disangkutin di awan) sama Gatotkaca...
Boma anak dewi Pertiwi,Dewi Bumi......
abijoz - 11/11/2011 10:46 AM
#237

Quote:
Original Posted By Digdadinaya
ABG : Angkatan ButoGalak ...............................................ngacir:

betul pakdhe....mereka seperti kecewa dengan kehidupannya.
Gatotkaca pun bisa dikategorikan terbuang,karena tidak sempat merasakan kasih sayang ibu dan masa kecilnya....seakan2 jadi mesin perang.



Soal terbuang 5 Pendawa juga semua terbuang gan, jadinya semua mesin perang. D
Digdadinaya - 11/11/2011 10:58 AM
#238

Quote:
Original Posted By abijoz
Soal terbuang 5 Pendawa juga semua terbuang gan, jadinya semua mesin perang. D


beda kang,terbuangnya Pandawa itu kan dari kerajaan....Boma, Karna, Burisrawa adalah anak yang tidak merasakan punya orang tua.

Biar gimanapun.Pandawa masih dapat kasih sayang dari ibunya (Dewi Kunthi), Kakeknya (Bisma n Abyasa), Gurunya (Durna), Pamannya (Widura n Salya) dan kakak sepupunya (Kresna).Apalagi ditambah sama Dewa2....dan terutama,Punokawan yang selalu setia membimbing...
pleke.nyut - 11/11/2011 12:47 PM
#239

Quote:
Original Posted By engsap
angkatan babe gue ngakak


awas oot nanti kang klenut shutup: uppsss kenyut protes ngacir:


bukan protes om,... sayang kan thread wayang satunya udah ditutup dan tenggelam gara2 byk junker,... pdhal byk hal yg bisa diambil di thread tsb,... o

karakter wayang ratusan lebih, itu bisa dieksplorasi dlm khasanah budaya lokal di Indonesia menjadi karya yang menarik untuk ditonton dan sarat dengan nilai.
Menjadi sumber inspirasi bagi para koreografer, sutradara teater, sutradara film, dalang, musisi , sastrawan, dramawan dan para kreator lainnya. Cerita-cerita ini diolah sedemikian rupa dan dikembangkan dalam berbagai macam bentuk media penyajian (cetak/layar/elektronik dll).
Dengan kondisi seperti ini rasanya sulit untuk tidak mengatakan bahwa forum kaskus adalah ruang kreasi yang sangat luar biasa bagi wayang dlm berbagai aspeknya di kehidupan pribadi atau bermasyarakat/bernegara.
abijoz - 11/11/2011 01:27 PM
#240

Quote:
Original Posted By Digdadinaya
ABG : Angkatan ButoGalak ...............................................ngacir:

betul pakdhe....mereka seperti kecewa dengan kehidupannya.
Gatotkaca pun bisa dikategorikan terbuang,karena tidak sempat merasakan kasih sayang ibu dan masa kecilnya....seakan2 jadi mesin perang.

....


kalo Gatotkaca keknya mengalami masa anak-anak cuma beberapa menit deh, Gatotkaca dari bayi langsung di bawa oleh dewa-dewa ke kawah candradimuka dan ditanamkan ke dalam tubuhnya berbagai logam yang didaur ulang dari berbagai macam senjata sakti, jadilah otot kawat tulang besi untuk mengalahkan Patih Sekipu yang telah mengalahkan para dewa. Patih Sekipu diutus Prabu Kalapracona untuk melamar Dewi Supraba tapi ditolak para dewa.

Patih Sekipu menghajar Gatutkaca yang saat itu bernama Jabang Tetuka, tapi semakin dihajar, Gatutkaca bukannya mati malah makin dewasa dihajar lagi makin dewasa lagi. Ahirnya Sekipu nyerah dihajar Gatotkaca.
Page 12 of 80 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Wayang, Silakan Anda Lihat Dari Berbagai Sudut.