Entrepreneur Corner
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Entrepreneur Corner > █│DISKUSI│█ Semua tentang impor/ekspor/shipping/forwarding/bea cukai
Total Views: 292553 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 364 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

GANDhoel - 05/12/2008 02:48 PM
#61

NIce thread gan....

boleh share tentang forwading gan, PM yah

thanks
kyosho_11 - 05/12/2008 03:48 PM
#62

bos smua tau kisaran harga klo misal kirim barang dari indonesia ke luar, bisa di share disni, thx b4
freakz168168 - 08/12/2008 02:19 AM
#63

berguna banget nih inponya.....
KaNc1L - 08/12/2008 10:26 PM
#64

Sori gan.. gw tertarik ama topic disini, tp masi cupu ni..
Pengen tanya, sebenarny container shipping ada tipe2xny ga si?? kalo ada tipe2x container shipping itu apa aja y?

Thank's
Striker - 08/12/2008 11:25 PM
#65

nanya ah.. kalo bidang pekerjaan di API-nya ga sesuai dgn yg sbnrnya itu bhya apa ga? tktnya nanti aturan pemerintahan tambah ketat...
JoPMorgan - 09/12/2008 02:06 PM
#66

Bro.. Di sini ada yg punya koneksi ke tongkang nda?
soalnya ane perlu 3 biji neh.. buat sewa per bulan n kontrak selama 1 taon.. keterangan tentang trading area,shipment date n bla bla bla akan di berikan deh apabila ada kejelasan dari pihak owner.
Keterangan2 dari charterer pasti ada,asalkan harganya cocok..
Budget yg tersedia dari charterer buat 1 tongkang 800jt.
Tongkang yg di ingankan tuh spesifikasi 300ft.
Mau di pake buat jalur Kalsel - Vietnam - Thailand - Kalsel.
Klo ada plis info me.

Best Regards
Email : [email]joko_888@yahoo.co.id[/email]
YM : [email]joko_mile@yahoo.com[/email]
MsN : [email]joko3434@hotmail.com[/email]
zhombi3 - 09/12/2008 09:21 PM
#67

airsoft gun bisa ndak ?
50704 - 11/12/2008 07:55 AM
#68

bagus nih buat nambah" ilum..hihihi \)
WineSeller - 11/12/2008 10:57 AM
#69

aturan brg ilegal n legalnya bisa liat dimana yea??

kalo ky kategori merah : tekstil , mainan anak (lho knp bs)?? nah kalo utk konsumsi pribadi gimana donk?
misal mau beliin mainan anak krn disini ga ada jual.... yah kuantitinya ga banyak n juga ga cuma 1... gimana tuh?? misal mau ngirim 30 biji.... (krn titipan teman2)?....
enzy - 11/12/2008 03:32 PM
#70

kaya nya menarik juga nih untuk dibahas....

Cuma mo share dan bagi2 pengalaman aja, dari thread yang gw baca2 mungkin ada beberapa yang bisa gw jelasin semampunya.

Untuk pelaksanaan import siapa saja boleh melakukannya asal sudah mempunyai izin dari instansi yang berwenang yang antara lain :

1. API ( Angka Pengenal Impor ) dari deperindag
2. SRP ( Surat Registrasi Pabean ) yang dikeluarkan oleh Bea dan Cukai
3. NPWP
4. NPIK ( Nomor Pokok Importir Khusus ) Deperindag...ini biasanya digunakan apabila barang yang akan diimpor HS (Harmonize System) diharuskan memiliki NPIK
5. Izin instansi terkait. Maksudnya apabila ada peraturan baru dikeluarkan maka setiap importasi wajib melampirkan izin dari departemen terkait.
Misal :
* Impor obat2an harus ada izin dari depkes
* HP harus ada izin dari postel dsb

Kemudian barang yang akan diimpor akan dihitung BM (Bea Masuk) serta PPN dan PPh nya dengan menggunakan PIB (Pemberitahuan Impor barang). Penghitungan ini dilakukan langsung oleh imortir atau PPJK jika importir mewakilkannya melalui jasa PPJK.
Besarnya BM bervariasi mulai dari 0% sampai dengan 40% atau lebih tergantung dari jenis barang yang telah dikategorikan di HS. Contoh Methanol HS 2905.11.00.00 BM nya adalah 5% yang tertera di BTBMI (Buku tarif Bea Masuk Indonesia) atau HS

Perhitungan ini berdasarkan dari total nilai invoice yang dikalikan dengan BM,PPN,PPh berdasarkan term conditionnya Misal CIF (Cost Insurance Freight) CNF (Cost and Freight) atau FOB (Free On Board)

Mungkin untuk perhitungan ini bisa dibahas dithread yang lain kali ya :-)

Kemudian si importir melakukan pembayaran BM,PPN & PPh di bank devisa yang telah ditentukan oleh pemerintah berdasarkan jumlah yang ada di PIB (Pemberitahuan Impor Barang) ditambah dengan PNBP, PNBP ini tergantung dan berbeda disetiap kantor pelayanan bea cukai.

Setelah dilakukan pembayaran di bank PIB kemudian ditransfer atau loading ke kantor bea dan cukai tempat pemberitahuan importasi. Loading ini bisa menggunakan berbagai media diantaranya :

EDI (electronic data Interchange) untuk kantor pelayanan utama (KPU) seperti TJ.Priok, Soekarno hatta, TJ Mas, TJ Perak, Batam, Belawan

Media Disket untuk dikantor pelayanan Type A3 atau sejenis

Manual untuk dikantor pelayanan yang belum mempunyai system elektronik transfer.

Nah setelah melakukan pertukaran data elektronik, PIB akan direspon oleh sytem di Bea dan Cukai apakah dikenai Jalur Merah (Red Line) atau Jalur Hijau (Green Line).

Penetuan jalaur ini biasanya ditentukan oleh beberapa hal diantaranya.

1. jalur merah

* Untuk importir yang baru melakukan importasi pertama kali
* Barang yang di importasinya mendapat NHI (Nota hasil Intelijen) dari BC
* Profile company importir yang jelek atau sering bermasalah dengan impotasi barangnya.
* Barang berbahaya yang sudah ditetapkan jalur merah oleh BC semacam bahan explosive atau sejenisnya atau yang telah diatur ketentuan impornya.
* Status jalur prioritas yang sudah dicabut oleh BC
* Random atau yang lebih dikenal dengan system acak oleh sytem yang ada di BC, biasanya impotir jalur hijau juga bisa mendapatkan random ini

2. Jalur Hijau

* Importir yang sudah mendapatkan izin jalur prioritas dari kantor pusat BC (Dirjen BC), biasanya ini didapat oleh PMA atau PMDN yang telah melaporkan kegiatan impornya ke instansi terkait dengan tertib dan telah melakukan importasi dengan barang yang sama minimal 6 bulan berturut2, tanpa ada masalah dipabean. dan importir tersebut dinyatakan layak setelah dilaksanakan audit oleh pihak terkait.

Setelah pertukaran data dilakukan dan didapatkan status jalur (Merah atau Hijau) maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan barang di antara :

1. Jalaur merah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas P2 & Pabean BC yang kemudian akan dibuatkan laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang nanti hasil laporannya akan diteruskan dengan pemeriksaan dokumen oleh pihak PFPD atau kasie pabean.

Setelah pemeriksaan fisik dan dokumen dilakukan oleh petugas BC maka barang tersebut akan di keluarkan dengan sebuah surat yang disebut SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang)

nah setelah surat ini keluar maka barang tersebut sudah selesai status impornya. Dengan kata lain barang impor tersebut telah menjadi barang lokal bo' hehehe

2. jalur Hijau, hanya dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen saja tanpa dilakukan pemeriksaan fisik..biasanya setelah PIB dibayar dan pertukaran data electronic dilakukan maka SPPB akan keluar.

Gw rasa ini aja dulu ya broo...ntar klo ada yang bisa disampaikan lagi akan gw cuba sampaikan semampu gw.

THANKS YA
taekmanis - 11/12/2008 04:11 PM
#71

Quote:
Original Posted By citracool
ini dia...
informasi yang penting banget!!!
kalo mau liat yang termasuk category merah ama hijau dimana ya??
yang hijau apa, yang merah apa?

ini alasan nya knp kok gak boleh (baca diperketat)
Quote:
Impor HP Akan Diperketat

28 Oktober 2008 - 14:49

Sempat terkatung - katung, akhirnya pemerintah memastikan akan merampungkan aturan tata niaga telepon seluler alias handphone (HP). Dalam aturan ini, pemerintah akan memperketat impor HP.

Latar belakang pembahasan aturan tersebut dikebut lantaran impor HP ilegal makin marak. Para investor HP enggan menanam investasi di dalam negeri jika impor ilegal masih membanjiri pasar Indonesia. "Saat ini masih dalam kajian tim, semoga saja pembahasan drafnya selesai pekan depan," kata Ramon Bangun, Deputi Telematika Departemen Perindustrian (Depperin).

Tim yang mengaji tata niaga ponsel ini terdiri dari Departemen Perdagangan, Depperin, Direktorat Bea dan Cukai, dan Asosiasi Importir Telepon Seluler Indonesia. Salah satu poin penting aturan tersebut adalah tentang pengetatan impor HP. Nantinya Importir umum tidak dapat lagi mengimpor HP. "Yang boleh impor telepon seluler hanya importir terdaftar," kata Ramon

Harapannya, dengan pembahasan importir tersebut, impor ponsel secara ilegal dapat tertanggulangi dan jumlah importir yang lebih sempit, pemerintah juga dapat mengawasi kwgiatan para importir ini.

Sejak dua tahun lalu

Ketua Asosiasi Importir Telepon Seluler Indonesia Eko Nilam menilai pambahasan tata niaga ini sangat terlambat. "Kami sudah ajukan dua tahun yang lalu, tapi baru dibahas tahun ini," tegasnya.

Tujuan pengajuan ini agar importir dapat bertanggungjawab saat memasarkan produknya di Indonesia. Sebab, banyak importir HP tidak memberikan garansi resmi aliasi black market (BM). Jelas merugikan konsumen.

Pada 2007, Depperin memperkirakan impor ponsel mencapai Rp 5 triliun - Rp 6 triliun. Tahun ini Depperin memprediksikan akan melonjak jadi Rp 7 triliun - 8 triliun. Jika tata niaga tidak diatur, kerugian negara akan terus melonjak.
ride4life - 12/12/2008 01:28 AM
#72

Quote:
Original Posted By zhombi3
airsoft gun bisa ndak ?


pertanyaan saya mah sama kaya zhombi

ada yg bisa bantu jawab ga???
zygoters - 12/12/2008 07:40 AM
#73

Quote:
Original Posted By enzy
kaya nya menarik juga nih untuk dibahas....

Cuma mo share dan bagi2 pengalaman aja, dari thread yang gw baca2 mungkin ada beberapa yang bisa gw jelasin semampunya.

Untuk pelaksanaan import siapa saja boleh melakukannya asal sudah mempunyai izin dari instansi yang berwenang yang antara lain :

1. API ( Angka Pengenal Impor ) dari deperindag
2. SRP ( Surat Registrasi Pabean ) yang dikeluarkan oleh Bea dan Cukai
3. NPWP
4. NPIK ( Nomor Pokok Importir Khusus ) Deperindag...ini biasanya digunakan apabila barang yang akan diimpor HS (Harmonize System) diharuskan memiliki NPIK
5. Izin instansi terkait. Maksudnya apabila ada peraturan baru dikeluarkan maka setiap importasi wajib melampirkan izin dari departemen terkait.
Misal :
* Impor obat2an harus ada izin dari depkes
* HP harus ada izin dari postel dsb

Kemudian barang yang akan diimpor akan dihitung BM (Bea Masuk) serta PPN dan PPh nya dengan menggunakan PIB (Pemberitahuan Impor barang). Penghitungan ini dilakukan langsung oleh imortir atau PPJK jika importir mewakilkannya melalui jasa PPJK.
Besarnya BM bervariasi mulai dari 0% sampai dengan 40% atau lebih tergantung dari jenis barang yang telah dikategorikan di HS. Contoh Methanol HS 2905.11.00.00 BM nya adalah 5% yang tertera di BTBMI (Buku tarif Bea Masuk Indonesia) atau HS

Perhitungan ini berdasarkan dari total nilai invoice yang dikalikan dengan BM,PPN,PPh berdasarkan term conditionnya Misal CIF (Cost Insurance Freight) CNF (Cost and Freight) atau FOB (Free On Board)

Mungkin untuk perhitungan ini bisa dibahas dithread yang lain kali ya :-)

Kemudian si importir melakukan pembayaran BM,PPN & PPh di bank devisa yang telah ditentukan oleh pemerintah berdasarkan jumlah yang ada di PIB (Pemberitahuan Impor Barang) ditambah dengan PNBP, PNBP ini tergantung dan berbeda disetiap kantor pelayanan bea cukai.

Setelah dilakukan pembayaran di bank PIB kemudian ditransfer atau loading ke kantor bea dan cukai tempat pemberitahuan importasi. Loading ini bisa menggunakan berbagai media diantaranya :

EDI (electronic data Interchange) untuk kantor pelayanan utama (KPU) seperti TJ.Priok, Soekarno hatta, TJ Mas, TJ Perak, Batam, Belawan

Media Disket untuk dikantor pelayanan Type A3 atau sejenis

Manual untuk dikantor pelayanan yang belum mempunyai system elektronik transfer.

Nah setelah melakukan pertukaran data elektronik, PIB akan direspon oleh sytem di Bea dan Cukai apakah dikenai Jalur Merah (Red Line) atau Jalur Hijau (Green Line).

Penetuan jalaur ini biasanya ditentukan oleh beberapa hal diantaranya.

1. jalur merah

* Untuk importir yang baru melakukan importasi pertama kali
* Barang yang di importasinya mendapat NHI (Nota hasil Intelijen) dari BC
* Profile company importir yang jelek atau sering bermasalah dengan impotasi barangnya.
* Barang berbahaya yang sudah ditetapkan jalur merah oleh BC semacam bahan explosive atau sejenisnya atau yang telah diatur ketentuan impornya.
* Status jalur prioritas yang sudah dicabut oleh BC
* Random atau yang lebih dikenal dengan system acak oleh sytem yang ada di BC, biasanya impotir jalur hijau juga bisa mendapatkan random ini

2. Jalur Hijau

* Importir yang sudah mendapatkan izin jalur prioritas dari kantor pusat BC (Dirjen BC), biasanya ini didapat oleh PMA atau PMDN yang telah melaporkan kegiatan impornya ke instansi terkait dengan tertib dan telah melakukan importasi dengan barang yang sama minimal 6 bulan berturut2, tanpa ada masalah dipabean. dan importir tersebut dinyatakan layak setelah dilaksanakan audit oleh pihak terkait.

Setelah pertukaran data dilakukan dan didapatkan status jalur (Merah atau Hijau) maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan barang di antara :

1. Jalaur merah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas P2 & Pabean BC yang kemudian akan dibuatkan laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang nanti hasil laporannya akan diteruskan dengan pemeriksaan dokumen oleh pihak PFPD atau kasie pabean.

Setelah pemeriksaan fisik dan dokumen dilakukan oleh petugas BC maka barang tersebut akan di keluarkan dengan sebuah surat yang disebut SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang)

nah setelah surat ini keluar maka barang tersebut sudah selesai status impornya. Dengan kata lain barang impor tersebut telah menjadi barang lokal bo' hehehe

2. jalur Hijau, hanya dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen saja tanpa dilakukan pemeriksaan fisik..biasanya setelah PIB dibayar dan pertukaran data electronic dilakukan maka SPPB akan keluar.

Gw rasa ini aja dulu ya broo...ntar klo ada yang bisa disampaikan lagi akan gw cuba sampaikan semampu gw.

THANKS YA


@ bro enzi : ente orang customs yah?......apa PPJK soalnya jelas bgt kasih infonya...

btw buat tambahan aja BTBMI yg dijadiin patokan bwt menentukan Bea Masuk itu berubah setiap tahun. Dan untuk trend sekarang and taun2 kedepan kayanya bakalan terus turun berhubungan adanya desakan untuk menghilangkan trade barrier.

Sekarang aja BM rata2 dah nol persen
feristhia - 12/12/2008 09:41 AM
#74

Btw,

Saya juga ingin tahu lebih lanjut tentang hal ini. Kalau boleh saya tawarkan, buat yang tertarik untuk menjalin koneksi dan diskusi antar pengusaha boleh ramein milis kita ?

Milisnya ada di : http://finance.groups.yahoo.com/group/jaringan-bisnis

Saat ini sudah hampir mencapai 400 anggota milis.

Terima Kasih,

Feris
enzy - 12/12/2008 09:42 AM
#75

Quote:
Original Posted By zygoters
@ bro enzi : ente orang customs yah?......apa PPJK soalnya jelas bgt kasih infonya...

btw buat tambahan aja BTBMI yg dijadiin patokan bwt menentukan Bea Masuk itu berubah setiap tahun. Dan untuk trend sekarang and taun2 kedepan kayanya bakalan terus turun berhubungan adanya desakan untuk menghilangkan trade barrier.

Sekarang aja BM rata2 dah nol persen


Bro zygoters

Gw cuma bagi2 apa yang gw tau aja sih...untuk perumusan tariff BTBMI emang setiap tahunnya berubah menyesuaikan kondisi dan iklim pasar dunia serta aturan2 yang berlaku dan terbit setiap tahunnya yang dikeluarkan dengan KEPMEN oleh Menteri Keuangan kita
enzy - 12/12/2008 10:22 AM
#76

Quote:
Original Posted By WineSeller
aturan brg ilegal n legalnya bisa liat dimana yea??

kalo ky kategori merah : tekstil , mainan anak (lho knp bs)?? nah kalo utk konsumsi pribadi gimana donk?
misal mau beliin mainan anak krn disini ga ada jual.... yah kuantitinya ga banyak n juga ga cuma 1... gimana tuh?? misal mau ngirim 30 biji.... (krn titipan teman2)?....


semoga bermanfaat bro,

biasanya yang impor tekstill atau mainan anak itu kan item barangnya banyak, dalam 1 container atau lebih kadang bisa memuat lebih dari 1000 item nah dalam hal ini setiap harga masing2 item kan berbeda, jadi resiko atau indikasi penyeludupan juga menjadi lebih tinggi maka dikenakan pemeriksaan fisik dan biasanya impotir yang mengimpor barang seperti ini bermacam macam dengan nama yang berbeda, sebenarnya bisa aja jadi hijau alias tanpa pemeriksaan fisik tapi si importir tersebut harus mengajukan dulu permohonan ke dirjen bc untuk jalur prioritas.

Nah disini timbul masalahnya kenapa importir tersebut tidak memenuhi syarat untuk menjadi hijau...sementara ketentuan hijau tersebut barang nya harus yang memang itu2 aja dan jenis serta kegunaannya digunakan untuk satu kepentingan yang bisa diaudit dengan jelas.

Klo textile atau mainan anak konsumennya kan bejibun bro so gak mungkin bisa diaudit penggunaannya kan bisa dari sabang sampai merauke dan jutaan orang bahkan, oleh karena itu status jalurnya jadi merah dengan alasan ya itu tadi.

Klo mo impor barang hanya 1 dan kecil2 lagi...
itu bisa aja bro dengan menggunakan jasa titipan international...seperti DHL FEDEX atau yang sejenis.

nanti mereka yang urus semua untuk customs clearancenya, ente tinggal bayar aja :-)

Dengan catatan barang yang dikirim dr luar negeri tersebut BL atau AWB nya ditujukan atas nama ente atau pihak freight forwarding yang ente tunjuk.

Semoga bisa membantu bro
enzy - 12/12/2008 10:37 AM
#77

Quote:
Original Posted By zhombi3
airsoft gun bisa ndak ?


Bisa boss, harus ada izin dari Polri dulu baru bisa impor
enzy - 12/12/2008 10:45 AM
#78

Quote:
Original Posted By Striker
nanya ah.. kalo bidang pekerjaan di API-nya ga sesuai dgn yg sbnrnya itu bhya apa ga? tktnya nanti aturan pemerintahan tambah ketat...


Klu API-U atau Umum bisa impor apa aja bro, kreteria yang tertera di API itu kan sesuai dengan apa yang kita input pada saat registrasi, namun lebih baiknya klo yang kita impor itu sesuai dengan kriteria, ini mempermudah proses customs nya nanti klo ada permasalahan, namun apabila dokumen lengkap n clear ga usah takut bro..lanjut aja

API-T atau terbatas, ini hanya bisa digunakan untuk impor barang keperluan pabrik. biasanya PMA
ride4life - 12/12/2008 10:16 PM
#79

Quote:
Original Posted By enzy
Bisa boss, harus ada izin dari Polri dulu baru bisa impor


bikin izin'y bayar ga???
trus kalo barang'y buat sendiri gmn???
kan repot kalo cuman 2/3 unit tapi mesti bikin izin
ilovekaskus
zhombi3 - 12/12/2008 11:05 PM
#80

repot . blum kita di peras polri nya .
Page 4 of 364 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > Entrepreneur Corner > █│DISKUSI│█ Semua tentang impor/ekspor/shipping/forwarding/bea cukai