MELEK HUKUM new
Home > CASCISCUS > MELEK HUKUM new > Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??
Total Views: 4881 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 

chuba. - 03/11/2011 12:47 PM
#41

Quote:
Original Posted By pareang
Bukan bermaksud menjadi mafiA motor hahahah.. Tapi emang kalau FIDUCIA nya gak di daftarin atau di aktakan, kita dihadapan hukum menang ya kalau bawa kabur tuh motor hahahha. Just kidng gan... KEBENARAN YA KEBENARAN DIMANAPUN ADANYA APAPUN BENTUKNYA KEBENARAN TETAP BERLAKU, KESLAHAN APAPUN BENTUKNYA SAMAR APALAGI JELAS YAA TETAP KESALAHAN... Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??


ya iyalah itumah kewajiban uu, klo kaga dipenuhi bukan jaminan namanya D
raqfat - 03/11/2011 01:33 PM
#42

klo kata profersor ane waktu kuliah s1... Fidusia itu kata kuncinya KEPERCAYAAN... Abis itu ane ga dengerin lg gara2 ketiduran di kelas... Hehehehehehehe

nah, pas kerja ane ditanya bos ane, trus ga bisa jawab dan diomelin... Hahahahahahah

Skrg ane kasih tau hasil perenungan ane setelah diomelin bos dan baca sana sini... FIDUCIA itu memang bagian dari hukum kebendaan mengenai jaminan dengan kepercayaan sebagai dasarnya... Intinya hak kepemilikannya beralih, tapi hak pakainya ngga beralih, lazimnya digunakan utk barang2 bergerak... misal: agan minjem uang ke bank dengan menjaminkan BPKB mobil, nah kepemilikan mobilnya beralih, cuma agan tetap boleh pake mobilnya. Gitu lah kira2... CMIIW

Knp motor pakai fiducia dan ga pakai perjanjian biasa? karena dgn fiducia lebih enak bagi pemilik motornya. Bayangin aja, agan sbg pemilik motor dikasih hak pakai, cuma pada saat fiducia terjadi, motor bukan lg miliki agan, kepercayaan yg jadi pegangannya, baik bagi agan sebagai orang yg dpt benefit berupa pinjaman uang dari yg menahan motor agan (dalam hal ini dia jadi kreditur nya agan dan menjadi pemilik motor agan). Jadi agan dpt duit dan masih dapat menikmati manfaat dari motor. Mantap kan...
..SpeciaL.700.. - 03/11/2011 01:47 PM
#43

      FIDUSIA = Jaminan secara kepercayaan Yb







Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??
princeo2 - 03/11/2011 02:04 PM
#44

jangan malas donk, tinggal liat di uu fidusia kan beres..
apalagi sampe bikin trit, kecuali ente mau bahas mengenai fidusia panjang lebar
zaqdc - 03/11/2011 02:10 PM
#45

Quote:
Original Posted By princeo2
jangan malas donk, tinggal liat di uu fidusia kan beres..
apalagi sampe bikin trit, kecuali ente mau bahas mengenai fidusia panjang lebar


yah agan.. kan teesnya ga ngerti hukum gan makannya nanya di marie.. hehe.. sabar gan sabar.. hihihi lagian di bahas di mari juga gpp.. jadi bisa di baca oleh orang awam..
kotin69kotin - 03/11/2011 02:10 PM
#46

wah ini kmaren ane dijelasin gan di HUKUM dagang D
cuma ane ga terlalu dengerin.... nyesel dah gw






Apa Yang Kau Lakukan Is Magic
zaqdc - 03/11/2011 02:12 PM
#47

Quote:
Original Posted By kotin69kotin
wah ini kmaren ane dijelasin gan di HUKUM dagang D
cuma ane ga terlalu dengerin.... nyesel dah gw






Apa Yang Kau Lakukan Is Magic


ckckckck hayooo lagi ngapain ga merhatiin dosen menjelaskan .. hehehe
Marthanegara - 03/11/2011 02:24 PM
#48

wahhh itu ga tau yaa gannnnnn
pareang - 03/11/2011 02:43 PM
#49

Quote:
Original Posted By princeo2
jangan malas donk, tinggal liat di uu fidusia kan beres..
apalagi sampe bikin trit, kecuali ente mau bahas mengenai fidusia panjang lebar


Hehehe ia Gan maaf ya, ane bisa aja tanya di WIKIPEDIA atau GOOGLE tpi ane yakin jawqabanya itu bkal searah. Kalau disini kan komplit dengan: CONTOH, MISAL, DLSB hehehe skali lagi maaf ya gan Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??
kuciangaia - 03/11/2011 03:50 PM
#50

Quote:
Original Posted By pareang
Slamat pagi agan2 skalian pernghuni MELEK HUKUM KASKUS...
Gan ane mau nanya seputar hukum hutang-piutang (kredit motor) . Ane udh 2x ngambil motor (kredit) sampe dgn lunas ane gk pernah ngerti tuh apa yg dimaksud dengan FIDUSIA dalam perjanjian kontrak, ketika ane nanya ke SURVEYOR nya hanaya bisa menjelaskan sekilas aja ( sama sekali gak mudeng ) mungkin agan-agan yg ngerti hukum baik perdata maupun pidana bisa menjelaskan.. Thq ya agan-agan...

Oh ia maaf agan2 saya ingin menambahkan....

KENAPA DALAM HAL KREDIT MOTOR HARUS DI FIDUSIA-IN? APA GAK CUKUP DENGAN PERJANJIAN KONTRAK AJA... Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??


sebagian besar agan2 diatas udah banyak menjelaskan mengenai fidusianya... tapi yg menjadi keprihatinan saya.. adalah lemahnya posisi debitur (konsumen) dari kredit pembiayaan yang motornya menjadi obyek fidusia.. jika terlambat motornya main rebut aja sama COLLECTOR leasing nya,,, padahal dalam UU jaminan Fidusia.. ada perindungan hukum yg diberikan kepada Pemberi jaminan fidusia (konsumen), sedangkan di lain pihak Jaminan fidusia yg dibuat antara konsumen dan perusahaan leasing sering TIDAK DIDAFTARKAN ke kantor pendaftaran fidusia (DEPKUMHAM) sehingga kekuatan penjaminan fidusianya tidak mengikat secara hukum..
jadi agan2 yg mau ditarik motornya kerena nunggak.. tanyakan kepada collector leasingnya... apakah perjanjian fidusia yg di tandatangi di awal pembiayaan sudah didaftarkan.. kalau dia bilang belum atau gak tahu.. suruh daftarkan dulu... kalau motor tetap diambil.. lapor ke polisi dengan alasan perampasan... hehehehe... serius gan ane udah nyoba.. kalang kabut perusahaan leasing nya
KALO BERKENAN TARO PEJWAN GAN

iloveindonesias

iloveindonesias iloveindonesiasYb
alsicau - 03/11/2011 04:48 PM
#51

Fidusia adalah pengalihan Hak Milik suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda. Sedangkan jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagai anggunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditur lain. Sesuai dengan definisi yang terkandung di dalam Pasal 1 Undang-Undang No. 42 Tahun 1999, maka fidusia dibedakan dengan jaminan fidusia, dimana fidusia merupakan suatu proses pengalihan hak kepemilikan dan jaminan fidusia adalah jaminan yang diberikan dalam bentuk fidusia. Hal ini berarti pranata jaminan yang dimaksud cum creditore contracta (janji kepercayaan yang dibuat oleh kreditur).
ryanhukum - 03/11/2011 05:07 PM
#52

Quote:
Original Posted By kiddz
Menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA

Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya.

Waktu agan kredit motor, motor agan dibebankan jaminan fidusia. Maksudnya adalah, selama dalam masa pelunasan kredit kepada leasing, motor yg udah agan beli jadi benda jaminan perjanjian kredit tersebut, walopun motor dalam penguasaan agan. Kalo agan gagal bayar kredit, motor akan disita pihak leasing


Sudah Di jawab Dengan Agan ini Dengan Jelas kayaknya
DedekAK - 04/11/2011 08:26 AM
#53

Quote:
Original Posted By raqfat
klo kata profersor ane waktu kuliah s1... Fidusia itu kata kuncinya KEPERCAYAAN... Abis itu ane ga dengerin lg gara2 ketiduran di kelas... Hehehehehehehe

nah, pas kerja ane ditanya bos ane, trus ga bisa jawab dan diomelin... Hahahahahahah

Skrg ane kasih tau hasil perenungan ane setelah diomelin bos dan baca sana sini... FIDUCIA itu memang bagian dari hukum kebendaan mengenai jaminan dengan kepercayaan sebagai dasarnya... Intinya hak kepemilikannya beralih, tapi hak pakainya ngga beralih, lazimnya digunakan utk barang2 bergerak... misal: agan minjem uang ke bank dengan menjaminkan BPKB mobil, nah kepemilikan mobilnya beralih, cuma agan tetap boleh pake mobilnya. Gitu lah kira2... CMIIW


\)b sepakat om, itulah Fidusia...
ane mau share sedikit dengan harapan mendatangkan manfaat,,ini kan forum diskusi jd gak ada ruginya kalau kita repot2 membahasnya disini krn ilmu akan bertambah...CMIIW
kita ketahui dulu bahwa BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) adalah bukti yuridis yang menyatakan mengenai siapakah pemilik suatu kendaraan bermotor (roda dua /lbh).

dalam prakteknya, umpamanya klo kita mau beli sepeda motor secara kredit kepada perusahaan leasing maka prinsipnya kita melakukan perjanjian sewa beli. maksudnya selama angsuran belum lunas, sepeda motor penguasannya secara fisik ada di tangan pembeli, berarti terjadi perjanjian sewa . sedangkan secara yuridis kepemilikan benda masih di tangan penjual (perusahaan leasing) karena BPKB masih ditangan perush leasing, lalu setelah angsuran dilunasi maka terjadilah (perjanjian jual-Beli) yaitu dengan pembeli memberikan sejumlah harga (angsuran dilunasi) maka penjual menyerahkan (levering) fisik sepeda motor tersebut berikut BPKB kepada pembeli.

fidusia atau lebih sering disebut jaminan fidusia itu adalah perjanjian penjaminan dengan jaminan berupa benda bergerak dan (juga benda tidak bergerak yang tidak dapat dibebani HT/Hipotik). sifat perjanjian jaminan fidusia adalah sebagai perjanjian ikutan dari perjanjian pokoknya (perjanjian accesoir). maksudnya perjanjian fidusia itu ada karena ada perjanjian pokok yang mendahuluinya, perjanjian pokok itu bisa perjanjian sewa beli (leasing), perjanjian hutang piutang (kredit) dan lain-lain.

seperti pertanyaan TS, jika kita mengadakan perjanjian kredit sepeda motor dengan perush leasing, maka kita biasanya menandatangani perjanjian pokok yaitu perjanjian sewa beli (leasing) berikut perjanjian penjaminan fidusia (sebagai perjanjian accesoir). perjanjian penjaminan fidusia diadakan bertujuan untuk mengikat / mengamankan perjanjian pokoknya yaitu perjanjian leasing. (sama halnya dengan pengikatan jaminan Hak Tanggungan dalam perjanjian kredit pada Bank), dalam teorinya perjanjian fidusia dilakukan dengan pembuatan akta otentik mengenai penjaminan fidusia yang dibuat dihadapan Notaris antara pemberi fidusia (debitur) dengan penerima fidusia (kreditur/ perush leasing). (bentuk perjanjiannya bisa dilihat di buku fidusia karangan tan kamelo, J satrio dll)

namun yang perlu diketahui sesuai dengan amanat UU Fidusia, akta Notaris berupa Akta penjaminan fidusia tersebut harus didaftarkan pada Departemen Hukum dan HAM sesuai dengan prosedur yang berlaku dlm UU Fidusia (termasuk biaya-biayanya) lihat juga buku-buku referensi mengenai Fidusia yang saya sebutkan diatas.

tujuan pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut adalah agar diterbitkan Sertifikat Jaminan Fidusia yang terdapat Irah-irah : "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" sama dengan irah-irah pada kepala putusan pengadilan yang artinya Sertifikat jaminan fidusia tersebut memiliki kekuatan eksekutorial sama dengan putusan pengadilan.

Manfaat pendaftaran tersebut diantaranya kreditur bisa mengetahui apakah suatu benda bergerak sudah pernah didaftarkan atau belum, kreditur/pemegang hak fidusia memiliki kedudukan istimewa (privilage right) sebagai kreditur preferen. Maksudnya jika debitur cidera janji, maka pemegang fidusia dpt melakukan parate eksekusi (menjual sec dibawah tangan dg persetujuan debitur, atau melalui pelelangan di lembaga pelelangan) shg pemegang hak fidusia tidak perlu lagi mengajukan gugatan ke pengadilan dan sebagai kreditur preferen pemegang hak fidusia lebih utama dan berhak mendapat pelunasan terlebih dahulu dari kreditur2 lainnya (jika debitur memiliki banyak tanggungan hutang kpd lbh dr 1 kreditur), manfaat pendaftaran lainnya adalah pemasukan bagi Negara.he

cuma masalahnya, karena pendaftaran memerlukan biaya dan lumayan mahal, orang cenderung enggan mendaftarkannya

benda stock juga bisa difidusiakan, contohnya perusahaan mebel jati (yg memproduksi kursi, meja jati dll), perusahaan ini dapat memfidusiakan barang persediaan (stock) seperti kursi dan meja jati digudangnya, namun ada kelemahan karena stock bersifat float atau mengambang, jumlah stock selalu naik turun seiring kegiatan produksi, misalnya berkurang karena dijual dan bertambah krn baru diproduksi lagi. Shg orang jarang memfidusiakan stock, kalau pun stock difidusiakan biasanya kreditur meminta jaminan tambahan berupa jaminan Hak Tanggungan dll.
chuba. - 04/11/2011 08:39 AM
#54

Quote:
Original Posted By smuk


nah itu dia kurangnya gw soal pesawat pengertiannya sama atau tidak dengan kapal.. ga ada bukti otentik yang bisa di perdebatkan, soalnya pernah denger dari senior dulu.. \)

tapi soal pesawat yang bisa dibebankan dengan hipotik ada di Pasal 13 Undang-Undang 15/92 tentang Penerbangan D

Pesawat tidak bisa di hypotek, tapi disamakan sbagai barang tidak bergarak..jadi bisa di fidusiain D Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??
queensyah - 04/11/2011 09:40 AM
#55

Quote:
Original Posted By kuciangaia
sebagian besar agan2 diatas udah banyak menjelaskan mengenai fidusianya... tapi yg menjadi keprihatinan saya.. adalah lemahnya posisi debitur (konsumen) dari kredit pembiayaan yang motornya menjadi obyek fidusia.. jika terlambat motornya main rebut aja sama COLLECTOR leasing nya,,, padahal dalam UU jaminan Fidusia.. ada perindungan hukum yg diberikan kepada Pemberi jaminan fidusia (konsumen), sedangkan di lain pihak Jaminan fidusia yg dibuat antara konsumen dan perusahaan leasing sering TIDAK DIDAFTARKAN ke kantor pendaftaran fidusia (DEPKUMHAM) sehingga kekuatan penjaminan fidusianya tidak mengikat secara hukum..
jadi agan2 yg mau ditarik motornya kerena nunggak.. tanyakan kepada collector leasingnya... apakah perjanjian fidusia yg di tandatangi di awal pembiayaan sudah didaftarkan.. kalau dia bilang belum atau gak tahu.. suruh daftarkan dulu... kalau motor tetap diambil.. lapor ke polisi dengan alasan perampasan... hehehehe... serius gan ane udah nyoba.. kalang kabut perusahaan leasing nya
KALO BERKENAN TARO PEJWAN GAN

iloveindonesias

iloveindonesias iloveindonesiasYb



perjanjian hutang piutang dengan jaminan fidusia sangat jarang ditemukan udah didaftarkan, pasti rata2 di bawah tangan cm antara pihak leasing dengan debitur atau pihak bank dengan debitur. Hal tersebut dikarenakan biaya pendaftaran yang mahal. Tp bukan bearti kita bisa melaporkan pihak leasing yang merampas motor kita dengan alasan kita menunggak karena mereka juga pegang perjanjian hutang piutang yg juga merupakan salah satu bukti sah bahwa memang ada perjanjian hutang piutang. Hanya saja, krediturnya hanya sebagai kreditur umum bukan kreditur pemegang fidusia. Konsekuensinya, jika ada kreditur dengan kedudukan lebih tinggi, maka pelunasan hutang kepada kreditur umum ini tidak bisa didahulukan.

Yang saya tahu, biasanya pihak leasing ataupun bank tidak serta merta langsung merampas barang jaminan ketika kita menunggak, melainkan ada musyawarah2 terlebih dahulu..

cmiiw D D
nextian - 04/11/2011 09:57 AM
#56

Quote:
Original Posted By kiddz
Menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA

Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya.

Waktu agan kredit motor, motor agan dibebankan jaminan fidusia. Maksudnya adalah, selama dalam masa pelunasan kredit kepada leasing, motor yg udah agan beli jadi benda jaminan perjanjian kredit tersebut, walopun motor dalam penguasaan agan. Kalo agan gagal bayar kredit, motor akan disita pihak leasing


tetapi ada kelemahan dengan fidusia leasing yang dilakukan selama ini, tidak dibuat dengan akta notaris.

karena fidusia leasing kebanyakan dilakukan di "bawah tangan" sedangkan akta dibawah tangan bukanlah termasuk akta otentik.
smuk - 04/11/2011 10:02 AM
#57

karena ga di atur di UU 1/2009?

pantesan, salah baca UU kemaren.. D

tengkiu...

berarti tinggal si kapal donk yang bisa di hipotik

tapi klo eksekusi gmn ya? kan pesawat di daftarkan dalam suatu negara,

wah bagi2 ilmu donk ttg jaminan atas pesawat

yang di fidusiain apakah seluruh pesawat atau per part pesawat tersebut??
edoRAM - 04/11/2011 10:04 AM
#58

Quote:
Original Posted By D.I.O
intinya si gampang aja gan..

utang piutang dengan jaminan surat hak kepemilikan D

hanya berlaku untuk jaminan benda bergerak bernama contoh sepedah motor, mobil D

jadi jaminannya BPKB kendaraan agan, tapi kendaraan tetap bisa agan pake D

CMIIW


Pas banget! Sepakat gan :2thumbup

Contoh lain: Agan2 ingat iklan: "Butuh uang cepat? 5 menit cair, jaminan BPKB."

Itu juga fidusia. Kl misal agan2 telat mbayar, tu motor pasti langsung ilang (ditarik paksa, walau tanpa ijin agan). Karena mereka udah pegang BPKB-nya...


edoRAM - 04/11/2011 10:08 AM
#59

Quote:
Original Posted By queensyah
.........
Yang saya tahu, biasanya pihak leasing ataupun bank tidak serta merta langsung merampas barang jaminan ketika kita menunggak, melainkan ada musyawarah2 terlebih dahulu..

cmiiw D D


Yup, betul, tapi ada aturan main tidak tertulis yang setau ane berlaku dileasing manapun dan didaerah manapun, bahwa kalo misal keterlambatan membayar itu terjadi di 3 bulan terakhir cicilan, pasti kendaraannya langsung dibawa, tanpa musyawarah apapun. Karena mereka kan udah untung, jadi nothing to lose. Kejam? menurut ane sih iya berduka

Quote:
Original Posted By nextian
tetapi ada kelemahan dengan fidusia leasing yang dilakukan selama ini, tidak dibuat dengan akta notaris.

karena fidusia leasing kebanyakan dilakukan di "bawah tangan" sedangkan akta dibawah tangan bukanlah termasuk akta otentik.


Walaupun bukan akta otentik, tapi mereka menguasai bukti kepemilikan (BPKB). Misal tu motor diambil sama mereka dari tempat parkir, walaupun tanpa ijin agan, agan mau teriak2 ke polisi sekalipun ndak bakal ngaruh apa-apa, karena agan tidak punya bukti bahwa motor itu adalah milik agan...


DedekAK - 05/11/2011 09:22 AM
#60

Quote:
Original Posted By kuciangaia
sebagian besar agan2 diatas udah banyak menjelaskan mengenai fidusianya... tapi yg menjadi keprihatinan saya.. adalah lemahnya posisi debitur (konsumen) dari kredit pembiayaan yang motornya menjadi obyek fidusia.. jika terlambat motornya main rebut aja sama COLLECTOR leasing nya,,, padahal dalam UU jaminan Fidusia.. ada perindungan hukum yg diberikan kepada Pemberi jaminan fidusia (konsumen), sedangkan di lain pihak Jaminan fidusia yg dibuat antara konsumen dan perusahaan leasing sering TIDAK DIDAFTARKAN ke kantor pendaftaran fidusia (DEPKUMHAM) sehingga kekuatan penjaminan fidusianya tidak mengikat secara hukum..
jadi agan2 yg mau ditarik motornya kerena nunggak.. tanyakan kepada collector leasingnya... apakah perjanjian fidusia yg di tandatangi di awal pembiayaan sudah didaftarkan.. kalau dia bilang belum atau gak tahu.. suruh daftarkan dulu... kalau motor tetap diambil.. lapor ke polisi dengan alasan perampasan... hehehehe... serius gan ane udah nyoba.. kalang kabut perusahaan leasing nya
KALO BERKENAN TARO PEJWAN GAN

iloveindonesias

iloveindonesias iloveindonesiasYb


biasanya kalau leasing sepeda motor jarang yang dibuatkan akta fidusia di hadapan Notaris bahkan sampai didaftarkan serta ada sertifikat fidusianya, karena perush leasing cendrung enggan mendaftarkan karena memakan waktu dan biaya sehingga cukup dibuatkan perjanjian dibawah tangan...

Namun bukan perjanjian dibawah tangan seperti ini yang akan dilindungi sebagaimana ketentuan UU Fidusia, jika tidak ada sertifikat fidusia maka seharusnya kreditur hanya dapat mengambil sepeda motornya jika debitur dg sukarela menyerahkan, jika debitur tidak mau menyerahkan maka jalan satu-satunya kreditur harus mengajukan gugatan ke Pengadilan agar mendapat putusan berupa amarnya perintah bagi debitur menyerahkan sepeda motor kepada kreditur. (seperti halnya gugatan pengosongan rumah apabila itu objek Hak Tanggungan)

Lain cerita jikalau kreditur mengambil paksa sepeda motor dari tangan debitur dengan bantuan debt collector / preman disertai ancaman atau kekerasan, maka debitur atas dasar itu dapat membuat laporan terhadap debt collector tsb kepada polisi dg sangkaan melakukan perbuatan tidak menyenangkan, penganiayaan atau perampasan.
Disitu letak lemahnya posisi kreditur, apabila terjadi seperti itu debt collectornya terpaksa harus diproses secara hukum (bisa-bisa masuk hotel prodeo)

makanya debt colelctor sering kerepotan kalau berhadapan dg debitur yg sedikit tahu ttg hukum, intinya debt collector jg manusia, mereka juga tidak mau masuk bui..

CMIIW
Page 3 of 6 |  < 1 2 3 4 5 6 > 
Home > CASCISCUS > MELEK HUKUM new > Apakah yang dimaksud dengan FIDUSIA ??