DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 313 of 332 | ‹ First  < 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 >  Last ›

Si.ULTRAMAN - 17/09/2012 10:25 AM
#6241

Quote:
Original Posted By prop100O
sapa yang bilang mau dibantai tong? gila:
goblok akut luh. lu pikir ringkus ama bantai sama? otak lu kualitas peler ya? gila:

masalah emang muncul setelah tindakan tong. goblok permanen deh lu mad:
lu mau ringkus kebebasan orang berekspresi, padahal dia ngga mencederai orang lain? gila:
think!

:cool

makanya jangan sok pinter dan sok nyambung cuk. pointnya lu satu suara sama guenohope:




CS ultra:


ane ngangkang eh ngangkat isu kebencian terkait terorisme.army:

karna:
1. Pemahaman sempit sebagian masyarakat dan kalangan umat beragama lain, bahwa perang melawan terorisme dianggap memerangi islam.
2. masih adanya orang2 indonesia yang masih sangat mudah direkrut dan dipengaruhi untuk menjadi teroris.
3. TIDAK ADANYA pembinaan yang menjamin dapat mengubah pemikiran radikal menjadi moderat!mad:

maka:
perlu adanya..
B.tindakan tegas.
berupa, adanya keseriusan dari pemerintah dalam melakukan Pendekatan persuasif kepada orang atau kelompok atau organisasi tertentu yang dicurigai menyebarkan paham kebencian apapun bentuknya.
joeraygaul - 17/09/2012 03:24 PM
#6242

Sudah jelas hampir semua yang posting di sini menyatakan pendapat bahwa penyebaran faham kebencian sudah sepatutnya ditindak walau menurut beberapa id di sini definisi mengenai faham kebenciannya itu sendiri masih sumir dan berada pada wilayah yang sangat "abu-abu".
Bila menilik pada makna kata "kebencian"-nya itu sendiri, kebencian adalah suatu tindakan yang tidak menyukai akan sesuatu, baik itu golongan tertentu, pribadi tertentu, suku, ras, faham atau agama tertentu. Dengan ditambahkannya kata "faham" yang juga berarti pemikiran, ide, persepsi atau segala hal lain berkaitan dengan pola berpikir, maka faham kebencian itu dapat disimpulkan sebagai cara berpikir yang berdasarkan atas ketidaksukaan akan sesuatu. Dan apabila kita menilik darimana "faham" ini berasal, maka dapat disimpulkan secara umum faham2 ini dapat bersumber dari :

[*]Penafsiran dari sumber divine authority, di mana pada faham ini akan sangat erat kaitannya dengan ketidaksukaan akan faham-faham tertentu yang tidak sejalan pada penafsiran.
[*]Sentimen etnis, timbul dari prasangka akan sifat2 etnis tertentu, di mana bila terdapat suatu perbuatan kurang baik yang tidak terpuji yang dilakukan oleh seseorang tertentu yang berasal dari etnis tertentu, akan langsung dikaitkan dengan etnis dari mana orang tersebut berasal.
[*]Sentimen golongan dan politik, akan lebih berkaitan dengan pandangan politik dan kekuasaan. Ketidaksukaan akan pemerintah yang berwenang pun dapat dikategorikan pada kategori ini secara general.
[*]Ketidaksukaan secara personal, ini akan berkaitan pada pemahaman dan interaksi personal.



Bila masih hanya sebatas "berpikir" tentu faham kebencian ini tidak akan menjadi masalah, ketika telah menjadi tindakan verbal (aksi fisik, tulisan, ucapan) tentu hal ini akan menjadi masalah. Karena pada negara kita ini walaupun pada konstitusi mejunjung kebebasan berbicara, berpendapat, atau mengekspresikan bentuk2 pemikiran tetapi pada konstitusi telah dinyatakan bahwa kebebasan inipun dibatasi pada koridor2 tertentu, di mana kebebasan untuk berbicara, menyatakan pendapat, ekspresi, dan berkelompok harus tidak mengganggu hak2 dasar dari orang lain baik secara persona maupun secara umum. Tidak menyebabkan orang lain merasa terancam secara psikis maupun fisik dalam menjalani hak hidupnya, yang kemudian aturan2 ini diimplementasikan pada peraturan2 dan perundang2an lain yang lebih spesifik dan bersifat "les specialis".

Jelas pada Negara kita segala hal mengenai "penyebaran faham kebencian" ini telah diatur secara cukup baik dan beradab. Telah tersedia berbagai perangkat hukum yang menangani masalah2 ini. Mengenai efisiensi akan sangat tergantung pada kesadaran hukum dari tiap2 warganegara, aparatur pemerintahan, dan penegakakkan yang tidak mengenal keberpihakan. Jadi untuk membatasi dan menanggulangi penyebaran faham kebencian ini, pendidikan mengenai hukum nasional dan ideologi Negara harus dimasukkan kembali ke kurikulum pendidikan nasional mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, pada pendidikan umum dan pendidikan berbasis agama/kepercayaan tertentu agar menghasilkan warganegara yang memiliki basis pengetahuan dan kesadaran akan hukum nasional yang cukup.

Bila kita mau sedikit berkilasbalik dan tidak terjebak pada euphoria reformasi secara berlebihan dan terjebak pada fanatisme anti segala sesuatu yang memiliki hubungan dengan pemerintahan "orde baru" (Suharto) akan sangat jelas sekali tujuan dan manfaat dari memasukkan PPKN dan P4 pada kurikulum nasional. Di mana secara konstitusi, Pancasila adalah Dasar Negara kita, nafas dan semangat dari konstitusi itu sendiri. Jadi bila ada yang berpikiran memasukkan pendidikan Pancasila atau P4 adalah tindak indoktrinasi yang bertujuan untuk meluweskan kekuasaan penguasa tertentu harap pemikiran ini dikaji ulang, karena sebagai negara yang memiliki konstitusi atau negara hukum, memberikan doktrin konstitusi pada tiap2 warganegara bukanlah hal yang ditabukan dan sudah selayaknya menjadi tanggungjawab pemerintah dan warganegara untuk memahami dan menyelenggarakannya secara bersama-sama.

Just FYI :
Semenjak PMP, PPKN, P4 dicabut dari kurikulum pendidikan nasional, dari berbagai berita yang beredar tentu kita semua tahu bagaimana faham2 ekstremis, dan faham2 anti pluralisme semakin bertebaran saat ini dan bagaimana warganegara Indonesia semangat nasionalismenya sudah mulai semakin memudar.

beer:
AccretiaStriker - 17/09/2012 09:10 PM
#6243

Just CS :

Paham kebencian, dalam pemahaman sesuatu hal yang mengekspresikan kebencian terhadap sesuatu hal, harus dapat diatur oleh undang-undang.

Ekspresi, walaupun terlindungi oleh adanya freedom of speech, harus sesuai dengan undang-undang, dan keberadaan nya harus dapat tetap diatur oleh negara. Negara harus dapat mengatur freedom of speech, dimana pengaturan oleh negara perlu dilakukan, apabila :

a. Penyebaran paham kebencian tersebut merusak tatanan negara, serta mengganggu kesatuan bangsa.
b. Penyebaran paham kebencian tersebut berpotensi untuk memicu tindak kekerasan, tindakan anarkis.

Freedom of Speech harus tetap ada, namun harus tetap diregulasi oleh negara.

Paham kebencian yang mengatasnamakan agama dan ras, perlu diberantas dan perlu dilarang oleh negara.
Rottweiller - 18/09/2012 11:26 PM
#6244

topik 33 closed... shakehand

Quote:
marah dah nulis panjang2 malah ngilang gara2 kaskus mainpenis marah

Pemenang Topik 33 : joeraygaul : 20 Point



Ditunggu yah usulan untuk topik selanjutnya beer:
Angel.Michael - 20/09/2012 04:49 PM
#6245

Lah datang2 dah lewat 2 topik ...... D

iseng aja kalo topik ini gimana

penolakan film "innocence of muslim"

suatu penggambaran kesuksesan sebuah penyebaran agama yang berdaulat (Islam) - dari kekompakan semua penganut muslim di muka bumi bahwa hal tersebut salah di semua negara orang2 muslim melakukan demo besar2an

atau malah

memberikan pandangan terhadap dunia bagaimana kerasnya ajaran Islam itu sendiri ....

liat disini

http://news.detik..com/read/2012/09/20/101739/2027193/1148/merasa-ditipu-aktris-innocence-of-muslims- gugat-produser?nlogo

paragraf terakhirnya berbunyi demikian ....

Lebih dari 30 orang telah tewas dalam berbagai serangan dan aksi demo di sejumlah negara terkait film "Innocence of Muslims". Ini termasuk 12 orang yang tewas akibat serangan bom bunuh yang dilakukan seorang wanita di Afghanistan pada Selasa, 18 September lalu. Aksi bunuh diri itu diklaim oleh kelompok militan Afghanistan yang menyebutnya sebagai pembalasan atas film amatir yang dibuat di AS itu.
the.D.roger - 20/09/2012 05:40 PM
#6246

Quote:
Original Posted By Angel.Michael
Lah datang2 dah lewat 2 topik ...... D

iseng aja kalo topik ini gimana

penolakan film "innocence of muslim"

suatu penggambaran kesuksesan sebuah penyebaran agama yang berdaulat (Islam) - dari kekompakan semua penganut muslim di muka bumi bahwa hal tersebut salah di semua negara orang2 muslim melakukan demo besar2an

atau malah

memberikan pandangan terhadap dunia bagaimana kerasnya ajaran Islam itu sendiri ....

liat disini

http://news.detik..com/read/2012/09/20/101739/2027193/1148/merasa-ditipu-aktris-innocence-of-muslims- gugat-produser?nlogo

paragraf terakhirnya berbunyi demikian ....

Lebih dari 30 orang telah tewas dalam berbagai serangan dan aksi demo di sejumlah negara terkait film "Innocence of Muslims". Ini termasuk 12 orang yang tewas akibat serangan bom bunuh yang dilakukan seorang wanita di Afghanistan pada Selasa, 18 September lalu. Aksi bunuh diri itu diklaim oleh kelompok militan Afghanistan yang menyebutnya sebagai pembalasan atas film amatir yang dibuat di AS itu.


Gak cocok mikeD
opsi ente lebih kepada "begitulah muslim", padahal faktanya tidak semua masyarakat dinegara mayoritas muslim bertindak seperti itu.D

30 org??? kok linknya gak bisa dibuka?amazed:
Rottweiller - 20/09/2012 05:52 PM
#6247

Quote:
Original Posted By Angel.Michael
Lah datang2 dah lewat 2 topik ...... D

iseng aja kalo topik ini gimana

penolakan film "innocence of muslim"

suatu penggambaran kesuksesan sebuah penyebaran agama yang berdaulat (Islam) - dari kekompakan semua penganut muslim di muka bumi bahwa hal tersebut salah di semua negara orang2 muslim melakukan demo besar2an

atau malah

memberikan pandangan terhadap dunia bagaimana kerasnya ajaran Islam itu sendiri ....

liat disini

http://news.detik..com/read/2012/09/20/101739/2027193/1148/merasa-ditipu-aktris-innocence-of-muslims- gugat-produser?nlogo

paragraf terakhirnya berbunyi demikian ....

Lebih dari 30 orang telah tewas dalam berbagai serangan dan aksi demo di sejumlah negara terkait film "Innocence of Muslims". Ini termasuk 12 orang yang tewas akibat serangan bom bunuh yang dilakukan seorang wanita di Afghanistan pada Selasa, 18 September lalu. Aksi bunuh diri itu diklaim oleh kelompok militan Afghanistan yang menyebutnya sebagai pembalasan atas film amatir yang dibuat di AS itu.

Boleh deh kita coba... sambil gw cari2 tau dulu D
hantu.kudus - 20/09/2012 08:08 PM
#6248

Quote:
Original Posted By Rottweiller
Boleh deh kita coba... sambil gw cari2 tau dulu D


Barusan topik 32 bahas paham kebencian, sekarang ente mau bikin topik buat justifikasi para islamophobia dan Islam hater atas diperbolehkannya film ini?

Rottweiller - 20/09/2012 08:37 PM
#6249

Quote:
Original Posted By hantu.kudus
Barusan topik 32 bahas paham kebencian, sekarang ente mau bikin topik buat justifikasi para islamophobia dan Islam hater atas diperbolehkannya film ini?


lu ada usul topik lain gan? kalo ada yg lebih menarik kenapa engga cool:
Si.ULTRAMAN - 20/09/2012 08:43 PM
#6250

Quote:
Original Posted By Rottweiller
lu ada usul topik lain gan? kalo ada yg lebih menarik kenapa engga cool:


usul ommad:

gimana kalok, prediksi perkembangan jakarta dibawah JOKOHOK?

adanya sedikit perubahan buat jakarta atau malah tidak sama sekalicool:
Hashimi - 21/09/2012 02:12 PM
#6251

gimana kalo transplantasi organ dari terpidana mati? pro atau kontra
jadi setiap orang yg baru dihukum mati, organ2nya langsung dipreteli dan disimpan buat yg mau transplan organ
Angel.Michael - 21/09/2012 03:23 PM
#6252

Quote:
Original Posted By the.D.roger
Gak cocok mikeD
opsi ente lebih kepada "begitulah muslim", padahal faktanya tidak semua masyarakat dinegara mayoritas muslim bertindak seperti itu.D

30 org??? kok linknya gak bisa dibuka?amazed:


iyalah titiknya 2 biji .... nohope:

Begitulah muslim ?
Gak juga sih, tapi di timur tengah justru paling keras penolakannya, kalau ditempat2 laen lebih teratur ...... D

iya yah tapi topik apa lagi ya ? pusing juga ..........
joeraygaul - 21/09/2012 03:45 PM
#6253

Quote:
Original Posted By Hashimi
gimana kalo transplantasi organ dari terpidana mati? pro atau kontra
jadi setiap orang yg baru dihukum mati, organ2nya langsung dipreteli dan disimpan buat yg mau transplan organ


Ide bagus thumbup:

Kebetulan saya pun sudah mendaftar menjadi donor kornea mata dan organ lain bila nanti saya meninggal malus.

Bila selama hidup hanya sedikit kebaikan yang dapat dilakukan dan ketika tubuh sudah tidak digunakan lagi mengapa tubuh tersebut harus disayang-sayang dan didiamkan hancur membusuk dan dikonsumsi oleh cacing, belatung dan mikroorganisme lain tanpa memberikan manfaat langsung bagi sesama manusia.
Hashimi - 21/09/2012 04:50 PM
#6254

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Ide bagus thumbup:

Kebetulan saya pun sudah mendaftar menjadi donor kornea mata dan organ lain bila nanti saya meninggal malus.

Bila selama hidup hanya sedikit kebaikan yang dapat dilakukan dan ketika tubuh sudah tidak digunakan lagi mengapa tubuh tersebut harus disayang-sayang dan didiamkan hancur membusuk dan dikonsumsi oleh cacing, belatung dan mikroorganisme lain tanpa memberikan manfaat langsung bagi sesama manusia.


biar berimbang ama kontra, gimana klo ini diwajibin tanpa informed consent?
joeraygaul - 21/09/2012 05:14 PM
#6255

Quote:
Original Posted By Hashimi


biar berimbang ama kontra, gimana klo ini diwajibin tanpa informed consent?


Well boleh juga bro, bila berangkat dari pengertian "tubuh" si pelaku kriminal tersebut tidak lagi menjadi hak milik dari pribadi si pelaku kriminal tersebut mengingat bahwa si pelaku sudah tidak bernyawa lagi (dieksekusi oleh otoritas berwenang) dan hak2nya akan kepemilikan sudah dianggap tidak ada lagi.
Kecuali bila terdapat pengertian bahwa tubuh yang sudah tidak bernyawa dari tereksekusi mati tersebut masih dianggap sebagai hak milik dari keluarga atau orang yang memiliki sangkutan, hubungan dan relasi dari si tereksekusi mati ini.

Well this is very debatable ...................

beer:
Rottweiller - 21/09/2012 06:03 PM
#6256
Topik 34 : Transplantasi Organ dari Terpidana Mati
Oke teman2 untuk topik selanjutnya kita pake usulan dari Hashimi :cool

Topik 34 Transplantasi Organ dari Terpidana Mati
v
v
v
Quote:
Original Posted By Hashimi
gimana kalo transplantasi organ dari terpidana mati? pro atau kontra
jadi setiap orang yg baru dihukum mati, organ2nya langsung dipreteli dan disimpan buat yg mau transplan organ


[youtube]0cnQsAsKIMM[/youtube]


beer:
dcantripe - 21/09/2012 07:06 PM
#6257

Itu maksudnya tanpa seijin yang punya organ yah? Langsung maen pretel gitu?
think:
Si.ULTRAMAN - 21/09/2012 08:00 PM
#6258

Quote:
Original Posted By Hashimi
gimana kalo transplantasi organ dari terpidana mati? pro atau kontra
jadi setiap orang yg baru dihukum mati, organ2nya langsung dipreteli dan disimpan buat yg mau transplan organ


ane sebage ultraman cukup kontra gancool:
sejahat2nya monster klo udah ane kalahin, gak sampe ati ane ambil dagingnya buat makanmalus

apalagi penjahat sekelas manusia, dipreteli anggota badannya buat orang lain.. sejahat apapun dia, dia punya HAK untuk "utuh"malus
masdheki - 21/09/2012 08:30 PM
#6259

Quote:
Original Posted By Si.ULTRAMAN
ane sebage ultraman cukup kontra gancool:
sejahat2nya monster klo udah ane kalahin, gak sampe ati ane ambil dagingnya buat makanmalus

apalagi penjahat sekelas manusia, dipreteli anggota badannya buat orang lain.. sejahat apapun dia, dia punya HAK untuk "utuh"malus


Well, saya setubuh dengan Megaloman....eh Ultraman ini........D

Kuncinya adalah kata2 "Donor".

Donor berarti ada unsur kerelaan ataupun ketulusan dari si pendonor organ.

Mempreteli organ2, meskipun itu milik penjahat/terpidana mati, tanpa seijin atau kerelaan si pemilik tubuh, sama saja dengan kejahatan pencurian / perampokan.....mad:

Lagipula tidak bisa dipastikan apakah organ2 dalam tubuh narapidana itu sehat secara valid (apalagi narapidana narkoba)......hammer:

Intinya.....Kontra dengan Transplantasi Organ dari Terpidana Mati.....mads
joeraygaul - 22/09/2012 10:20 AM
#6260

Saya akan mengambil posisi pro.

beer:

Awalnya Hashimi menyarankan agar pelaksanaan dari pengambilan organ vital dari terpidana mati ini agar dilaksanakan tanpa "well informed", well ini jelas akan sangat tidak baik \). Tapi bila penggunaan organ dari terpidana mati ini diatur secara legal formal, ditetapkan melalui perangkat hukum dan undang-undang jelas hal ini dapat bernilai positif.

Terdapat beberapa manfaat positif dari pemanfaatan organ dari terpidana mati bila ditetapkan secara legal formal :

[*]Sisi medis dan humanistik, organ dari terpidana mati dapat membantu kelangsungan hidup dari orang lain yang membutuhkan transplantasi organ, terutama bila penyelenggaraan transplantasi organ ini diselenggarakan oleh negara dan ditujukan pada pasien2 yang kurang mampu secara finansial.
[*]Bagi ilmu pengetahuan bila misalnya terpidana hukuman mati yang memiliki organ yang kurang sehat dan kurang layak, organ tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan riset/penelitian.
[*]Menambah efek jera bagi para (calon) pelaku kejahatan, bila hal ini telah diatur secara legal formal dan diinformasikan dengan baik dapat pula menambah efek jera bagi para (calon) pelaku kejahatan berat agar dapat berpikir lebih panjang lagi bila "hendak" melakukan suatu tindak kejahatan tertentu. Selain itu, hal ini dapat juga meningkatkan sedikit "harga diri" dari terpidana mati bila mengetahui bahwa setelah melakukan suatu kejahatan yang sangat berat, dirinya masih bisa bermanfaat bagi orang lain.
[*]Memberi kesempatan terakhir bagi para terpidana mati untuk melakukan semacam "penebusan"/redemption atas tindak kejahatan berat yang telah dilakukannya.



Jelas hal ini adalah hal yang sangat sensitif, oleh karena itu dalam penyelenggaraan pemanfaatan organ dari terpidana mati ini harus dilaksanakan secara transparan dan akuntable agar pelaksanaannya dapat tepat guna dan tepat sasaran. Terpidana mati ketika organnya hendak dimanfaatkan harus benar2 dinyatakan telah tewas secara medis, pengangkatan organ harus tidak lagi menimbulkan rasa sakit dan penderitaan bagi si terpidana, organ tersebut harus benar2 dimanfaatkan oleh orang yang tidak memiliki kemampuan finansial yang baik dan yang benar2 membutuhkannya.
Page 313 of 332 | ‹ First  < 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?