DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 317 of 332 | ‹ First  < 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 >  Last ›

joeraygaul - 24/09/2012 05:42 PM
#6321

Quote:
Original Posted By masdheki
Yang di Jepang memang dari pengembangan sel punca.

Namun bioteknologi pembuatan organ sintetis sudah berkembang di seluruh dunia.

Kolff, dikenal sebagai "Bapak Organ Buatan".

Kolff membuat ginjal buatan pertama. Dia menangani pasien pertamanya pada 1943, dan pada 1945 dia berhasil menyelamatkan nyawa pasien dengan hemodialisis.

Produksi ginjal buatan pertamanya "Kolff Brigham Artificial Kidney" dan disusul "Travenol Twin-Coil Artificial Kidney" yang dikembangkan bersama Edward A. Olson Co, di Brigham and Women's Hospital, Boston Masachusetts. Tahun 1967, menjadi Kepala Divisi Organ Buatan dari Institut Teknik Biomedis, Universitas Utah, dimana Kolff terlibat dalam pengembangan jantung buatan. Jantung buatan pertama ditanamkan pada tahun 1982 kepada pasien bernama Barney Clark yang dapat bertahan hidup selama empat bulan, dan jantungnya masih tetap berfungsi saat Clark meninggal dunia.

Seperti yang pernah saya tuliskan, bro......
Donor organ terpidana mati hanya solusi sementara, bukan solusi final untuk menjawab ketersediaan organ transplantasi.

Memang tidak \), tapi saat ini transplantasi organ masih merupakan solusi terbaik untuk peningkatan kualitas hidup bagi orang2 yang memiliki kegagalan pada fungsi organ bro.
Pada beberapa jenis organ memang telah tersedia organ sintetik, tapi tidak semua organ telah ditemukan organ sintetik yang dapat menggantikan fungsi2 organ yang gagal secara optimal selain dari transplantasi organ.
Pada saat ini, pengaturan transplantasi organ melalui undang2 bisa sangat membantu ketimbang kita tidak mengaturnya melalui UU, selain itu, pengaturan melalui UU dapat menekan jumlah tranplantasi ilegal dan perdagangan gelap organ manusia.

Quote:
Harusnya diupayakan pengadaan organ buatan dan pengembangan teknologinya.
Kalau hanya mengandalkan ketersediaan organ dari donor maupun terpidana mati, maka hanya seperti "buta" akan berkembangnya bioteknologi di masa depan, atau hanya sekedar mencari mudahnya saja.


Selama menunggu, hal ini dapat menjadi solusi terbaik, jumlah orang yang sekarat dan mati karena kegagalan fungsi organ tetap saja ada dan bertambah sampai ditemukannya organ sintetis yang memadai dan optimal dalam menggantikan organ asli.


Quote:
Untuk yang ini, maka harus segera dibuat peraturan tentang modus eksekusi bagi terpidana mati yang hendak didonorkan organ tubuhnya.

Namun modus eksekusi mati, baik ditembak mati maupun suntik mati, tetap beresiko pada kerusakan organ2 dalam tubuh terpidana mati.

Idealnya proses transplantasi dilakukan pada saat donor masih hidup, dan dalam keadaan sehat tentunya.

Terutama pada proses transplantasi jantung, donor idealnya masih hidup. Kematian donor bukan karena modus eksekusi, namun karena jantungnya diambil.
Namun modus eksekusi mati dengan cara langsung ini.........takuts




Pemeriksaan komprehensif juga harus disertai dengan kontrol kesehatan serta pola makan yang ketat pada diri terpidana mati.
Donor harus sehat secara fisik, riwayat kesehatan juga harus valid, dan harus dikontrol secara ketat dan akurat sebelum pelaksanaan eksekusi.

Kalau kebetulan terpidana adalah pecandu narkoba atau alkohol, maka tubuhnya harus bersih terlebih dahulu dengan perawatan medis yang sesuai standard kesehatan.

Kesehatan mental juga penting karena mempengaruhi sistem penyerapan / pencernaan dalam tubuh dan juga akan mempengaruhi kualitas organ2 tubuh terpidana itu sendiri meskipun tidak secara langsung.

Makanya hal2 ini akan ditetapkan dan diatur melalui UU bro, prosedur eksekusi dan pengangkatan organ harus diatur dan dilakukan dengan sesedikit mungkin rasa sakit bagi si terpidana dan semuanya harus menjadi bagian dan diatur dalam UU.
Segala sesuatu memang terdapat resiko, tapi hal terutama dalam pelaksanaan eksekusi mati adalah pengupayaan agar rasa sakit yang ditimbulkan ketika eksekusi adalah sesedikit mungkin.

Quote:
Apakah hal2 tersebut secara transparan juga diungkapkan dan dilakukan dengan baik dalam proses transplantasi organ terpidana mati? Terutama bagi pihak recipientnya?

Bagaimana juga kendala psikologis dari recipient?
Misalnya pihak recipient berbeda keyakinan dengan donor......kebetulan donornya suka makan babi, misalnya.......\)b

Pandangan ini akan sangat subjektif, dan hal ini akan dikembalikan pada si recipient, apakah ia ingin segera memanfaatkan kesempatan perbaikan kualitas hidup yang telah ada atau tetap ingin berbaris di waiting list. \)
Suicide.Phenom - 24/09/2012 06:00 PM
#6322

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Setiap perbuatan memiliki dua sisi bro \), tergantung bagaimana bro dan saya melihat dari sudut pandang mana hal tersebut dipandang \).
Saya hanya memaparkan hal tersebut dari berbagai macam sudut pandang, sisi negatif maupun positifnya.
heheheh, bisa jadi bunglon dong bro D

Quote:
Judicial review digunakan untuk membatalkan UU yang saat ini berlaku, bila tidak melalui judicial review pun bila UU yang baru ini telah berlaku tentu yang akan berlaku adalah asas les specialis derogate les generalis \).
ya, kan masih banyak option2 lain selain mengesahkan UU transplantasi dan mejudicial review kan UU yg sudah ada..
seperti mengkampanyekan pola hidup sehat, memfasilitasi pendoror organ yg lebih baik ext..


Quote:
Eksekusi mati tidak langsung dilakukan setelah permohonan kasasi dan grasi ditolak, biasanya masih terdapat jeda waktu setelah permohonan banding terakhir atau pengajuan grasi terakhir ditolak.
Pada jeda waktu inilah pemeriksaan dan diagnosa bisa dilakukan antara si "pemberi organ" dengan si "penerima organ".
diagnosa disni yg terindikasi sebagai pelanggarannya, keharusan , bahkan ketika hati nuraninya berkata tidak mau, yg dirampas itu kan hak hidup bukan yang lain2 lohh D

Quote:
Seseorang yang dijatuhi vonis mati biasanya adalah pelaku pelanggar kemanusiaan berat, pelaku kejahatan kemanusiaan berat, melalui penyelenggaraan transplantasi ini yang diselenggarakan secara non komersil, ditetapkan melalui UU maka sebagai hukuman dan balasan dari kejahatan kemanusiaan adalah kejahatan kemanusiaan pula (bila bro menganggap transplantasi organ adalah kejahatan kemanusiaan) \).
kejahatan kemanusiaanya berbeda bro, yg satu merupakan kejahatatan kemanusiaan yg legal , Pembuatan UU tersebut bukan berangkat dari balas membalas loh \)


Quote:
China mengakhiri program tersebut karena mendapat tekanan dari "pihak asing", akuntabilitas, dan transparasi dari pelaksanaan program yang dilakukan oleh China ini sangat terbatas. Kita saat ini memasuki era reformasi dan keterbukaan jauh lebih baik dari China, jelas pelaksanaan program ini bukan suatu kemunduran bila dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan terbuka untuk auditor umum dan independen.
Pada kasus China transparan dan akuntabilitas menjadi kendala, mengingat sistem pemerintahan China yang sosialis, terpusat dan semi otoriter.
kalau mereka ingin, bukannya lebih baik memperbaikin sistem yg ada mengenai trasnparansi dan keakuntabilitasannya ?? kok malah ingin mengakhirinya ya D
Quote:
Tidak akan sampai seperti itu bro, jumlah terpidana mati di negri kita masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan calon recipient yang ada, dan jumlah UU kejahatan dengan vonis mati yang terdapat di negara kita pun tidak terlalu banyak
.itu kan masalah waktu, sapa tau ntar hukuman mati buat TIPIKOR sudah ada, dan hukuman2 mati buat tindak kejahatan lainnya
disisi lain,ini merupakan pengkerdilan terhadap dunia medis yg dari tahun ketahun sudah mengalamin peningkatan yg cukup singnifikan.
adaikan pun disahkan, mau sampe kapan tuh UU bertahan D
Destakdes - 24/09/2012 06:12 PM
#6323

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Well bila sudah menjadi ketetapan Undang-Undang tentu ketika eksekusi dan sudah penjatuhan vonis sudah tidak ada lagi istilah perundingan bro.
Coba bro baca ulang dan pahami lagi dasar-dasar dari pengertian penetapan vonis dan hukuman pidana.
Undang-undang/hukum bersifat "memaksa", sebagai "subjek" dari hukum itu sendiri. Bila vonis transplantasi organ ini "disatukan" dengan "vonis mati" dan ditetapkan melalui undang2 sebagaimana contoh UU No 2/Pnps/1964, tentu akan bersifat "memaksa", tidak perlu perundingan maupun persetujuan.
Bila seseorang tidak ingin dijatuhkan hukuman mati dan organnya tidak ingin dipreteli demi kepentingan kehidupan orang lain, maka jangan melakukan tindak pidana berat, itu saja.
Kalau tidak mau dipenjara apalagi sampai dijatuhi hukuman mati jangan berbuat kejahatan. Sekarang coba pikirkan melalui persepsi si korban ketika tindak pidana terjadi, apakah si korban kala itu "menyetujui", diberi kesempatan berunding oleh si pelaku ketika hendak dihabisi nyawanya, dianiyaya, disiksa, diperlakukan tidak baik oleh si pelaku?
Adakah persetujuan dari si korban ketika tindak pidana dijalankan oleh si pelaku terhadap dirinya?
nohope:

Coba bro baca sedikit copasan mengenai perlakuan terhadap narapidana dan mohon perhatikan kata2 yang saya bold :



Bisa jadi seperti itu bro, pada UU/Peraturan yang sudah berlaku saat ini sebenarnya terdapat "celah"/"peluang" untuk praktek ini, cuma kali ini saya mengajukan argument agar praktek "pemanfaatan"/transplantasi organ terhadap terpidana mati ini agar dilakukan secara legal formal dan transparant. Agar tertutup celah semaksimal mungkin pemanfaatan organ/atau bentuk eksploitasi lainnya secara ilegal terhadap "tubuh" dari terpidana mati.

(1) Penguburan diserahkan kepada keluarganya atau sahabat terpidana, kecuali jika berdasarkan kepentingan umum Jaksa Tinggi/Jaksa yang bertanggungjawab memutuskan lain.
UU No.2/Pnps/1964 pasal 15 ayat kesatu

Pada ayat ini terdapat celah penafsiran, bila terdapat kepentingan umum, jaksa/negara dapat memanfaatkan tubuh dari si terpidana mati.


Memang betul kalau sudah divonis hukum mati berarti mutlak. dan ane gak melarang jg kalau memang harus di pretelin demi kehidupan orang lain.
Tapi tidak dengan cara dipretelin seenaknya tanpa prosedur yg ada dan hak kepemilikan diri dan anggota tubuhnya krn merupakan satu kesatuan dari keberadan pribadinya di dalam dunia.
sejak dari masa kelahiran hingga kematian, manusia sebagai individu jg otomatis memiliki hak atas kepemilikan tubuhnya secara absolut (Hasil universal declaration of human right tahun 1958)



dan bagaimana ingin "disatukan" dengan "vonis hukuman mati" jika ternyata kalau disatukan itu melanggar hak atas kepemilikan tubuh terpidana?
jika itu dijalankan berarti sama saja dengan ilegal tidak transparan
sedangkan ente blg
Quote:
Bisa jadi seperti itu bro, pada UU/Peraturan yang sudah berlaku saat ini sebenarnya terdapat "celah"/"peluang" untuk praktek ini, cuma kali ini saya mengajukan argument agar praktek "pemanfaatan"/transplantasi organ terhadap terpidana mati ini agar dilakukan secara legal formal dan transparant. Agar tertutup celah semaksimal mungkin pemanfaatan organ/atau bentuk eksploitasi lainnya secara ilegal terhadap "tubuh" dari terpidana mati.


Justru disinilah celah2 pemanfaat organ2 dijual secara ilegal beraksi.

Quote:
sebab dengan demikian penerapan hukum pidana akan berkesan
memanjakan penjahat dan kurang memperhatikan kepentingan yang luas, yaitu
kepentingan masyarakat,kepentingan negara ,dan kepentingan korban tindak
pidana.


1. menurut ane mentransplantasikan organ terpidana mati dgn cara meminta perstujuan dari terpidana dan pihak keluarga itu bukanlah suatu tindak yang bikin terkesan memanjakan penjahat,
wong mentransplantasikan itu jg kebaikan tp yang dijadikan masalah kan mempreteli tanpa sepengetahuan dari pihak terpidana dan keluarga. ini masalahnya
disini kasusnya si terpidana yg dihukum vonis mati, tapi jika diambilnya dgn cara langsung di preteli nah ini yg jadi masalah gak sesuai prosedur, yg bakal jadinya ilegal right? makanya ada prosedur2nya supaya gak jadi ilegal

2. Kurang Memperhatikan kepentingan yang luas(kepentingan masyarakat), Kepentingan negara, Kepentingan Korban tindak pidana
disini kurang memperhatikan kepentingan2 yang ane bold diatas gimana? jika terpidana dan pihak keluarga ternyata setuju untuk mendonorkan. bukannya itu memperhatikan kepentingan2 yang ane bold di atas?


Jadi Hakikatnya tubuh manusia itu sanglah berbeda denan barang sehingga tidak dapat diberlakukan konsep hukum benda pada umumnya.
terdapat satu nilai yang harus diberlakukan terhadap tubuh manusia sebagai bagian dari keberadaannya.
dan harus berdasarkan konsep2 kemanusiaan.
hak atas tubuh harus dipandang sebagai satu kesatuan dari keberadaan yang manunggal dan bertanggung jawab.
oleh karenanya disini berlaku satu batasan mutlak terhadap hak seseorang atas tubuhnya yaitu nilai kemanusiaan.
hakikat nilai kemanusiaan yg adil dan beradab dari sila kedua pancasila.
nilai kemanusiaan harus dipahami sebagai penghargaan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa
.xeliamp. - 24/09/2012 08:32 PM
#6324

Quote:
Original Posted By omjackD
Donor itu lebih baik ketika ybs masih dalam keadaan hidup, ketimbang sudah mati.

Donor Hidup:
Ginjal
Hati
Paru2
Pankreas & bag dari usus
Jantung
Jaringan

Donor Mayat:
Mata
Ginjal
Paru-paru
Jantung
Hati
Pankreas

Tulang
Katup jantung
Kulit
Sumber: http://health.detik..com/read/2012/04/25/153636/1901331/775/organ-tubuh-yang-bisa-didonorkan-saat-hid up-dan-sudah-mati?l771108bcj

Donor (masih) Hidup lebih diminati dibanding donor (sudah) mayat.

Daftar Harga:

1. Sepasang bola mata: US$ 1.525 atau sekitar Rp 14 juta

2. Kulit Kepala: US$ 607 atau sekitar Rp 5,56 juta

3. Tengkorak dengan Gigi: US$ 1.200 atau sekitar Rp 11 juta

4. Bahu: US$ 500 atau sekitar Rp 4,6 juta

5. Arteri koroner: US$ 1.525 atau sekitar Rp 14 juta

6. Jantung: US$ 119.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar 7. Hati: US$ 157.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar

8. Tangan dan lengan: US$ 385 atau sekitar Rp 3,5 juta

9. Pint darah: US$ 337 atau sekitar Rp 3,1 juta

10. Limpa: US$ 508 atau sekitar Rp 4,6 juta

11. Perut: US$ 508 atau sekitar Rp 4,6 juta

12. Usus Kecil: US$ 2.519 atau sekitar Rp 23 juta

13. Ginjal: US$ 262.000 atau Rp 2,4 miliar

14. Kandung empedu: US$ 1.219 atau sekitar Rp 11,1 juta

15. Kulit: US$ 10 atau sekitar Rp 91.000 per inci persegi

sumber:http://forum.viva.co.id/internasional/341354-daftar-harga-organ-tubuh-manusia.html


kan gua bilang jasad yg masih dalam keadaan baik D
dalam arti lain, beberapa jam setelah dinyatakan meninggal dunia
atau apa pun kategori baik tersebut lah!
.xeliamp. - 24/09/2012 08:39 PM
#6325

Quote:
Original Posted By Takujeng
anda kira semudah .... cangkok tumbuhan..??

>=kalau dari donor g masalaah .....

>=ke resipiennya??? kalau nolak reaksi imun ...? kelangsungan hidup?
>=malpraktik > Pidana?

gejar Uang?? hati nurani?


makannya teknologi kedokteran di indonesia harus lebih ditingkatkan!
dokternya harus lebih professional! lebih banyak tenaga!
elu emang mau bahas sisi mananya sih ini?!!

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
hati nurani sangat penting, jika anda masih mau dianggap manusia
transplatasi organ, sama halnya dengan hukuman mati, msh bertentangan dgn nurani manusia
teknologi sangat memungkinkan membuat replika organ buatan
lagipula seperti yg dikatakan, organ itu cocok2an tdk asal transplatasi
solusi yg msh digunakan sdh tepat, yaitu adanya unsur kerelaan atau memang niatnya si penyumbang, bukan krn hukuman dan paksaan


hati nurani lo dimana ketika ada jasad yang organnya bisa digunakan oleh manusia hidup yang membutuhkan? atau malah justru dibiarkan membusuk di tanah!?

teknologi masih sulit! ngapain bahas yang belum terealisasi!! nohope:


Quote:
Original Posted By Suicide.Phenom
maksud gw bagi orang2 yg ditinggalkan, itu mayat ada yg punya loh,manfaatnya sih ada aja, klo mau jelas coba lu tanya sumanto \)

dah pada nonton seven pound lom ?, disitu aja dia benar2 memastikan agar organnya itu jatuh pada orang yg benar,
dan ini nantinya jadi tanggungjawab siapa ? gak bakal tuh buat orang2 gak mampu yg benar2 membutuhkan...


nah itu, masyarakat indonesia masih terlalu polos soal beginian. masih ngeri lah, takut lah, ga sesuai agama lah nohope: makannya dari pemerintah sendiri harus ada penyuluhan tentang manfaat yang bisa diambil dari para jasad ini!

sorry, ga perlu bahas yg itu keknya D D D
yggsdrasill - 24/09/2012 08:56 PM
#6326

Quote:
Original Posted By joeraygaul
Bertentangan dengan nurani?
Come on bro .................. nohope:
Di negara kita dengan kebudayaan timur yang melekat kuat di mana pada setiap warga negara masih berakar faham "retensi" mengatakan bentuk vonis mati bertentangan dengan hati nurani adalah .................. wow capedes.

Entahlah bila (maaf) salah satu anggota keluarga bro (atau saya) menjadi korban dari tindak kejahatan berat sementara bro dan saya hanya menyaksikan si pelaku tersebut masih bisa "hidup tenang" (walau di balik jeruji besi). berdukas

Bukankah pembunuhan, menyebabkan seseorang secara langsung kehilangan "nyawa" (dan juga kepemilikan akan "tubuh") telah merusak "hak kepemilikan tubuh". :nohope

Apalagi bila menghilangkan "nyawa" secara terencana, sistematis, berulang, dan lebih dari satu nyawa. berdukas:


maksud gw yg bersalah itu orangnya sdgkan jika sdh mati maka otaknya jg sdh mati, masalahnya tubuhnya itu tidak bisa dibegitukan saja diklaim (atau istilahnya dihilangkan haknya) dikembalikan ke keluarga atau memang ada relanya dia menyumbang, shg lebih menegakkan ham, walaupun di indo banyak yg menentang ham sbg produk barat
yggsdrasill - 24/09/2012 09:01 PM
#6327

Quote:
Original Posted By .xeliamp.

hati nurani lo dimana ketika ada jasad yang organnya bisa digunakan oleh manusia hidup yang membutuhkan? atau malah justru dibiarkan membusuk di tanah!?

teknologi masih sulit! ngapain bahas yang belum terealisasi!! nohope:


gw ga menentang transplatasi, yg penting sukarela bukan krn hukum
jika jasad itu bs digunakan dan mmg direlakan oleh terpidana dan keluarga ya tdk masalah, bagaimana jika tidak?
.xeliamp. - 24/09/2012 09:04 PM
#6328

Quote:
Original Posted By yggsdrasill
gw ga menentang transplatasi, yg penting sukarela bukan krn hukum
jika jasad itu bs digunakan dan mmg direlakan oleh terpidana dan keluarga ya tdk masalah, bagaimana jika tidak?


sukarela atau tidak, sebaiknya transplantasi harus tetap dilakukan
btw, gua gak bilang tentang jasad orang yg dihukum mati kok, tapi semua jasad yang berada dalam keadaan baik. terserah jenis kematiannya kek gimana D D D D D

jika mendiang keluarga tidak setuju, memang menurut lo apa yang jadi pemicunya? nohope:
evil1000 - 24/09/2012 09:11 PM
#6329

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
...
jika mendiang keluarga tidak setuju, memang menurut lo apa yang jadi pemicunya? nohope:


keluarga mendiang blok, bukan mendiang keluarga \)

anw, alasan internal keluarga ya macem2lah nohope: bisa jadi mereka mau menguburkan si mayat tanpa kurang suatu apapun anjing: dan itu hak mereka selaku orang2 terdekat yg memakamkan
.xeliamp. - 24/09/2012 09:16 PM
#6330

Quote:
Original Posted By evil1000
keluarga mendiang blok, bukan mendiang keluarga \)

anw, alasan internal keluarga ya macem2lah nohope: bisa jadi mereka mau menguburkan si mayat tanpa kurang suatu apapun anjing: dan itu hak mereka selaku orang2 terdekat yg memakamkan


sorry kebanyakan campur grammar bahasa sana sini \)

kenapa harus lengkap? toh mayat nantinya juga membusuk? D D
emang tolol sih kalo hak hak individu terlalu di junjung gini D D
Destakdes - 24/09/2012 09:18 PM
#6331

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
sorry kebanyakan campur grammar bahasa sana sini \)

kenapa harus lengkap? toh mayat nantinya juga membusuk? D D
emang tolol sih kalo hak hak individu terlalu di junjung gini D D


loh, itu urusan internal keluarga dong gan. sebenernya harusnya ente yg harus berpikir kenapa ente ngurusin jenazah orang mati?

gini simplenya, kalo nyokap lo sudah meninggal terus organnya beberapa di donorkan entah itu seizin ente atau ada izin dr ente. ente mau gak? No offense

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
sukarela atau tidak, sebaiknya transplantasi harus tetap dilakukan
btw, gua gak bilang tentang jasad orang yg dihukum mati kok, tapi semua jasad yang berada dalam keadaan baik. terserah jenis kematiannya kek gimana D D D D D

jika mendiang keluarga tidak setuju, memang menurut lo apa yang jadi pemicunya? nohope:


mungkin saja keluarganya disitu tidak setuju, krn sudah mengalami hukum vonis mati mungkin sudah cukup (Kalau terpidana mati)
dan (kalau diambil yg dari hidup) mungkin disitu keluarga gak setuju krn banyak pertimbangan mungkin lebih ke arah hati nurani
paling banyak sih krn manusia ingin hidup dengan organnya secara sempurna walaupun, kalau organnya di donorkan gak mempengaruhi kehidupannya. D
evil1000 - 24/09/2012 09:21 PM
#6332

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
sorry kebanyakan campur grammar bahasa sana sini \)

kenapa harus lengkap? toh mayat nantinya juga membusuk? D D
emang tolol sih kalo hak hak individu terlalu di junjung gini D D


ya suka2 mereka lah jinggg fuck:

eh misalkan nih ya, kontol gw gosong, satu2nya cara nyembuhin adl dgn nyelup2in ke memek emak lu D kebetulan jg emak lu autis, dan bapak lu dah lama mampoz kerna maen2 sama janda orang. jadilah elu sebagai anak perek sekaligus sebagai orang yg akan memilih apakah gw diizinkan atau tidak.
proses penyembuhan ko[COLOR="black"]nt[/COLOR]ol gosong ini ngga akan menimbulkan kerusakan sih di memek emak lu, paling efek samping nya mak lu jadi demen sama gw dan ngelahirin anak seganteng gw cool:

dan kebetulan elu ngga setuju nih (misalnya) dgn metode penyembuhan tsb D

sebagai anak perek, lu mau hak lu (utk mempertahankan memek emak lu agar ngga di pake) dicabut atau tidak?
.xeliamp. - 24/09/2012 09:21 PM
#6333

Quote:
Original Posted By Destakdes
mungkin saja keluarganya disitu tidak setuju, krn sudah mengalami hukum vonis mati mungkin sudah cukup (Kalau terpidana mati)
dan (kalau diambil yg dari hidup) mungkin disitu keluarga gak setuju krn banyak pertimbangan mungkin lebih ke arah hati nurani
paling banyak sih krn manusia ingin hidup dengan organnya secara sempurna walaupun, kalau organnya di donorkan gak mempengaruhi kehidupannya. D


kata siapa diambil dari yg masih idup? nohope: nohope: berbusa: berbusa:
fuck3:
Destakdes - 24/09/2012 09:22 PM
#6334

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
kata siapa diambil dari yg masih idup? nohope: nohope: berbusa: berbusa:
fuck3:


lo bisa baca gak? gue bilang kalau kan. berarti gua kasih opsi lain disitu jg ada terpidana mati opsinya banyak gak cuman 1 D
.xeliamp. - 24/09/2012 09:27 PM
#6335

Quote:
Original Posted By Destakdes
loh, itu urusan internal keluarga dong gan. sebenernya harusnya ente yg harus berpikir kenapa ente ngurusin jenazah orang mati?

gini simplenya, kalo nyokap lo sudah meninggal terus organnya beberapa di donorkan entah itu seizin ente atau ada izin dr ente. ente mau gak? No offense


karena banyak orang yg lebih membutuhkan \)
dan siapa tau orang tersebut punya manfaat yang lebih baik di masyarakat \)
anjing!!!!, dari tadi ga ngerti ngerti nohope:
goblok turunan lu yeh?

gapapa, problem jing?! fuck2:


Quote:
Original Posted By evil1000
ya suka2 mereka lah jinggg fuck:

eh misalkan nih ya, kontol gw gosong, satu2nya cara nyembuhin adl dgn nyelup2in ke memek emak lu D kebetulan jg emak lu autis, dan bapak lu dah lama mampoz kerna maen2 sama janda orang. jadilah elu sebagai anak perek sekaligus sebagai orang yg akan memilih apakah gw diizinkan atau tidak.
proses penyembuhan ko[COLOR="black"]nt[/COLOR]ol gosong ini ngga akan menimbulkan kerusakan sih di memek emak lu, paling efek samping nya mak lu jadi demen sama gw dan ngelahirin anak seganteng gw cool:

dan kebetulan elu ngga setuju nih (misalnya) dgn metode penyembuhan tsb D

sebagai anak perek, lu mau hak lu (utk mempertahankan memek emak lu agar ngga di pake) dicabut atau tidak?


ups, sorry. orang yang masih bernafas itu masih punya hak untuk mempunyai hidup. analogi lo ga tepat sama sekali tod! jing! nyet!
ketika ada pemaksaan, ada baiknya elu gua hajar ampe mampoes!!! D
goblok turunan lo njingg berbusa:
.xeliamp. - 24/09/2012 09:29 PM
#6336

Quote:
Original Posted By Destakdes
lo bisa baca gak? gue bilang kalau kan. berarti gua kasih opsi lain disitu jg ada terpidana mati opsinya banyak gak cuman 1 D


intinya fuck off lah hati nurani lo ketika lo gak bisa turut merasakan penderitaan orang lain yg butuh organ segar D D

mending mampus aja deh lo njinggg, biar gue acak acak isi perut lo
evil1000 - 24/09/2012 09:35 PM
#6337

Quote:
Original Posted By .xeliamp.


ups, sorry. orang yang masih bernafas itu masih punya hak untuk mempunyai hidup. analogi lo ga tepat sama sekali tod! jing! nyet!
ketika ada pemaksaan, ada baiknya elu gua hajar ampe mampoes!!! D
goblok turunan lo njingg berbusa:


whoops fail! D karena gw sama sekali ngga ngerebut 'hidup' punya emak lu
gw cuma celup kontol kok D

dan berhubung emak lu autis, dy ngga bisa nolak \)

dan, nooope! itu sama sekali bukan pemaksaan D ini dikategorikan sbg pemaksaan jika emak lu melakukan penolakan dan gw tetap memberikan tekanan thd emak lu. tapi kasusnya adalah emak lu seorang autis yg tdk bisa memberi keputusan DDD
mentally retarded gt choi :cool

jadi gmn? posisinya sama aja kan DDD elu sebagai pihak keluarga, dan hak utk memutuskan ada di tangan lu. apakah lu mau hak tsb dicabut? DDDDDD
Destakdes - 24/09/2012 09:36 PM
#6338

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
sorry kebanyakan campur grammar bahasa sana sini \)

kenapa harus lengkap? toh mayat nantinya juga membusuk? D D
emang tolol sih kalo hak hak individu terlalu di junjung gini D D


yang gua bold di atas, itu kata2 siapa?
sekarang lo blg

Quote:
Original Posted By .xeliamp.
karena banyak orang yg lebih membutuhkan \)
dan siapa tau orang tersebut punya manfaat yang lebih baik di masyarakat \)
anjing!!!!, dari tadi ga ngerti ngerti nohope:
goblok turunan lu yeh?

gapapa, problem jing?! fuck2:


ohh gitu ya gapapa sih, cukup tau aja. kan cuman tanya kalo lo mau donorin silakan haha D


Quote:
Original Posted By .xeliamp.
intinya fuck off lah hati nurani lo ketika lo gak bisa turut merasakan penderitaan orang lain yg butuh organ segar D D

mending mampus aja deh lo njinggg, biar gue acak acak isi perut lo


ini lagi jagoan dari mana bang? ahah
gue gak ngelarang bos justru gue setuju2 aja asal sesuai prosedur yang ada.
cuman disini perlu banyak pertimbangan. lo kira 1 orang mau didonorkan keluarganya cuman 1 orang? (kalau) ternyata keluarganya banyak. hanya 1 orang yg setuju selebihnya gak setuju lo masih mau tetep mendonorkan?
lo masih mau bersikukuh dengan kata2
Quote:
intinya fuck off lah hati nurani lo ketika lo gak bisa turut merasakan penderitaan orang lain yg butuh organ segar D D
capedes
.xeliamp. - 24/09/2012 09:46 PM
#6339

Quote:
Original Posted By evil1000
whoops fail! D karena gw sama sekali ngga ngerebut 'hidup' punya emak lu
gw cuma celup kontol kok D

dan berhubung emak lu autis, dy ngga bisa nolak \)

dan, nooope! itu sama sekali bukan pemaksaan D ini dikategorikan sbg pemaksaan jika emak lu melakukan penolakan dan gw tetap memberikan tekanan thd emak lu. tapi kasusnya adalah emak lu seorang autis yg tdk bisa memberi keputusan DDD
mentally retarded gt choi :cool

jadi gmn? posisinya sama aja kan DDD elu sebagai pihak keluarga, dan hak utk memutuskan ada di tangan lu. apakah lu mau hak tsb dicabut? DDDDDD


eh goblok, emang lu kira seks itu kek bertamu, interaksi sosial yg lumrah? D
goblok anjing lo, emak lu yg autis nih D D D

dasar guwoblokk, sejak kapan autisme gak punya free-will? D D
coba kasih contoh ama gua njinggg, orang sakit jiwa aja masih bisa nolak D

LOL, autisme itu orang yg butuh penanganan khusus, butuh waktu untuk si autis tersebut mengerti sesuatu D D

fail fail, emang gada gunanya debatin hal ginian ama orang sipilis macem elu fuck2:
.xeliamp. - 24/09/2012 09:50 PM
#6340

Quote:
Original Posted By Destakdes
yang gua bold di atas, itu kata2 siapa?
sekarang lo blg



ohh gitu ya gapapa sih, cukup tau aja. kan cuman tanya kalo lo mau donorin silakan haha D


maksud gua orang lain goblok, dan organnya itu diambil dari mayat dalam keadaan baik, goblok sialan lo njingggg berbusa:


Quote:
ini lagi jagoan dari mana bang? ahah
gue gak ngelarang bos justru gue setuju2 aja asal sesuai prosedur yang ada.
cuman disini perlu banyak pertimbangan. lo kira 1 orang mau didonorkan keluarganya cuman 1 orang? (kalau) ternyata keluarganya banyak. hanya 1 orang yg setuju selebihnya gak setuju lo masih mau tetep mendonorkan?
lo masih mau bersikukuh dengan kata2
capedes


lah loh lah loh, kok jadi bahas setuju atau kagak sih? D D
ya jelas di indonesia kagak setuju, karena mayoritas tolol kek elu D D
Page 317 of 332 | ‹ First  < 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?