DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 324 of 332 | ‹ First  < 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 >  Last ›

dcantripe - 06/10/2012 03:40 PM
#6461

Quote:
Original Posted By AccretiaStriker
Siapa yang bilang Islam itu anarkis? Saya hanya bilang Kristen dan Buddha cenderung pacifist. Ajaran Muslim sendiri mengenai IoM ini apa? Haruskah melakukan pembunuhan, melakukan serangan cantik, atau berperilaku tenang saja? Saya rasa ajaran Muslim juga mengajarkan toleransi, sayangnya ada oknum-oknum yang sengaja/tidak sengaja memburukkan citra Muslim itu sendiri.


PD I?
PD II?
Apakah karena di-start oleh agama? Atau di mulai karena pemahaman agama yang salah? Di Kristen diajarkan memang tidak membalas kok, kalau penganutnya berperilaku berbeda, silahkan hajar penganutnya. Silahkan tanya rekan Anda yang Buddha, saya yakin Buddha juga tidak mengajarkan kekerasan. Muslim juga tidak mengajarkan kekerasan, tetapi sama seperti Kristen dan Buddha, selalu ada oknum.


Bagaimana biar mereka gak melakukan kekerasan? Harus ada jalan keluar kan?
Karna itu dibuatlah undang2. Biar ada alternatif cara yang ditempuh.

Daripada mereka melakukan demonstrasi dan berujung kekerasan lebih baik ditempuh dengan jalur hukum yang udah disediakan.


Quote:
Saya tidak mempermasalahkan motivasi dari UU ini, yang saya sudah katakan sebelumnya, motivasinya baik. Pertanyaan dan argumen saya ialah, bagaimana mungkin menyamakan persepsi dari semua agama, budaya, dan kepercayaan yang beredar?


Sebenernya yang anda bingung'in tu yang sisi mananya. Kasi contoh kongkrit ajalah... capedes
Quote:

UU Pencemaran Nama Baik? Pencemaran nama baik bila Anda dituduh melakukan suatu perbuatan yang tidak Anda lakukan.

Nah, bagaimana konteks nya dalam dunia agama?

Pertama, agama juga berbicara soal iman. Semua agama, baik Muslim dan Kristen, sama-sama meyakini adanya Tuhan. Apakah Tuhan sudah dibuktikan oleh sains? Jadi, bila dengan kerangka pikir logika, ditentukan bahwa "tidak ada Tuhan". Lantas, apakah karena tidak ada Tuhan, maka kaum atheist bisa menghina kaum theist? Iman setiap agama juga berbeda-beda. Kaum Buddha percaya adanya reinkarnasi, yang tidak dapat dibuktikan (Kristen dan Muslim tidak percaya reinkarnasi). Agama tidak bisa disamakan dengan fakta, tetapi agama banyak berkaitan dengan iman.

Bisa juga dalam hal mujizat. Apakah mujizat sesuatu hal yang pasti dan logis? Anda dan saya, sebagai orang theist, tentu terkadang berdoa, mengimankan terjadinya mujizat dari Tuhan. Lantas, dengan "tidak logisnya" mujizat, apakah boleh mujizat ini dihina oleh orang atheist?

Kedua, tidak ada sumber pasti dari semua agama. Semua agama memiliki kepercayaan mereka masing-masing. Tepatnya, semua kepercayaan memiliki jalan mereka masing-masing. Bila nanti dikodifikasi, berarti harus mampu mengakomodir kepentingan semua agama, budaya, dan juga kepercayaan (Agnostik, Atheist, etc.). Hal ini sangatlah sulit.

Berkaitan dengan alasan pertama, perbuatan Anda yang terlihat di bumi bisa dibuktikan dengan fakta. Apakah iman Anda, atau kepercayaan Anda, bisa dibuktikan dengan fakta?



Ini bukan tentang pembuktian suatu agama, bukan juga pemaksaan satu aturan agama kepada pemeluk agama lain, tapi tentang menghormati kepercayaan orang lain.
Agar tidak saling merendahkan, mencemooh, menghinakan keimanan seseorang.
Yang melanggar inilah yang perlu ditindak.

Anda ini bagaimana sih..nohope:




Quote:
Nah ini contoh kongkrit toh

Quote:
Original Posted By tagarasamana
Btw, gambar itu maksudnya para bikkhu yang membuat kerusuhan ya?
Terjadinya pergejolakan di beberapa negara dengan mayoritas penduduk Buddhist dikarenakan agresifitas dari beberapa golongan non-Buddhist yang sudah mencapai taraf "mengkhwatirkan", propaganda menggunakan foto2 hoax, teror fisik dan psikologis telah membuat orang2 yang mengenakan jubah bikkhu ini beberapa kali terlibat dalam unjuk rasa atau kegiatan demonstrasi.
Pemberitaan yang tidak berimbang (terutama di Indonesia) telah ikut memperkeruh suasana.

Mohon bedakan antara "ajaran" dan "penganut ajaran", sebuah ajaran walaupun sebaik apapun dalam mengajarkan kebaikan tetap saja akan berkaitan dengan individu penganutnya, apakah individu tersebut telah berhasil sepenuhnya mengimplementasikan ajaran yang dianutnya atau tidak.



Maaf interupsi,

Silahkan lanjutkan


Thx Joe.. cool:



Masih merasa yang seperti ini gak perlu diatur..??

rain:
AccretiaStriker - 06/10/2012 04:08 PM
#6462

Quote:
Original Posted By dcantripe
Bagaimana biar mereka gak melakukan kekerasan? Harus ada jalan keluar kan?
Karna itu dibuatlah undang2. Biar ada alternatif cara yang ditempuh.

Daripada mereka melakukan demonstrasi dan berujung kekerasan lebih baik ditempuh dengan jalur hukum yang udah disediakan.


Saya setuju dengan motion dari UU ini, namun pelaksanaannya yang membuat saya menolak adanya UU ini. Menurut saya hukuman yang disediakan pun haruslah bersifat sekuler, bukan agama.

Quote:
Original Posted By dcantripe
Sebenernya yang anda bingung'in tu yang sisi mananya. Kasi contoh kongkrit ajalah... capedes


Nah, yang saya bingungkan itu bagaimana, karena semua agama relatif.

Semisalnya begini :
- Menghina Tuhan. Bagi Anda dan saya, Tuhan itu ada, dan tidak boleh dihina. Bagi orang Atheist, Tuhan itu tidak ada, dan boleh saja dihina. Siapa yang benar? Bolehkah Tuhan dihina?

- Bagi orang Muslim, haram menggambarkan Muhammad. Bagi orang Barat, dengan budaya freedom of speech, boleh saja menggambarkan siapa saja. Siapa yang benar? Bolehkah menggambar Muhammad?

- Bagi orang Muslim, meninggalkan Muslim, menjadi murtad, adalah dosa besar. Bagi umat Kristen, menerima seseorang seperti ini berarti menerima domba yang terhilang.

- Sama seperti diatas, bagi Kristen meninggalkan Kristen berarti menyangkali Roh Kudus, yang juga dosa tak terampuni. Bagi Muslim, menerima orang seperti ini artinya telah menerima hidayah. Jeleknya dua agama ini, sama-sama mengekspose orang-orang ini, yang ujung-ujungnya menjelekkan agama asalnya. Apakah ini masuk dalam ranah penistaan? Bolehkah seorang Muslim masuk Kristen, atau Kristen masuk Islam (tolong bahas bukan dari sisi agama, karena kedua agama melarang pindah agama)?

- Bagi orang Kristen, misionaris adalah utusan pembawa Injil, yang menguatkan jemaat. Bagi umat Muslim, misionaris adalah seseorang yang menawarkan agama dengan imbalan Indomie, dan melemahkan agama Islam (hanya sebagian kecil misionaris yang menggunakan cara sampah demikian). Apakah keberadaan misionaris diperbolehkan?

Quote:
Original Posted By dcantripe
Ini bukan tentang pembuktian suatu agama, bukan juga pemaksaan satu aturan agama kepada pemeluk agama lain, tapi tentang menghormati kepercayaan orang lain.
Agar tidak saling merendahkan, mencemooh, menghinakan keimanan seseorang.
Yang melanggar inilah yang perlu ditindak.

Anda ini bagaimana sih..nohope:


Yang saya bicarakan bukan hanya satu agama dengan agama yang lain, tetapi juga masalah clash of culture. Contohnya :

- Dalam Kristen tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, sedangkan orang Barat sangat latah sekali menyebut nama Tuhan. Apakah lantas mereka dihukum?

Kita yang tinggal di Indonesia, mungkin tidak terlalu merasakan pergesekan antar agama, karena tiap agama cenderung melakukan self-censors

Lalu, seberapa besar toleransi yang perlu diberikan? Apakah menjadi tidak boleh menghina agama lain sama sekali?
dcantripe - 06/10/2012 04:42 PM
#6463

Quote:
Original Posted By AccretiaStriker
Saya setuju dengan motion dari UU ini, namun pelaksanaannya yang membuat saya menolak adanya UU ini. Menurut saya hukuman yang disediakan pun haruslah bersifat sekuler, bukan agama.


Hukuman dalam UU itu bersifat agama ya? capedes

Quote:
Nah, yang saya bingungkan itu bagaimana, karena semua agama relatif.

Semisalnya begini :
- Menghina Tuhan. Bagi Anda dan saya, Tuhan itu ada, dan tidak boleh dihina. Bagi orang Atheist, Tuhan itu tidak ada, dan boleh saja dihina. Siapa yang benar? Bolehkah Tuhan dihina?


A percaya X >--- tidak jadi perkara
B tidak percaya X >--- tidak jadi perkara

A menghina B >--- Jadilah perkara
B menghina A >--- Jadilah perkara

Hukum itu bukan tentang apa yang anda percayai tapi tentang apa yang anda perbuat.
Saya percaya anda pantas mati.

Selama saya gak bunuh situ ya gak ada yang jadi perkara.

Quote:
- Bagi orang Muslim, haram menggambarkan Muhammad. Bagi orang Barat, dengan budaya freedom of speech, boleh saja menggambarkan siapa saja. Siapa yang benar? Bolehkah menggambar Muhammad?


Saya bru tau ada kebebasan tanpa batas.

Ada atheis menggambar Nabi Muhammad untuk diri sendiri disimpan sendiri ya tak jadi soal.
Yang jadi soal adalah saat itu dipublikasikan dan koar2 figur ini begini dan begitu sehingga menyulut kemarahan pihak tertentu.
ini kan tindak provokasi namanya.


Quote:
- Bagi orang Muslim, meninggalkan Muslim, menjadi murtad, adalah dosa besar. Bagi umat Kristen, menerima seseorang seperti ini berarti menerima domba yang terhilang.

- Sama seperti diatas, bagi Kristen meninggalkan Kristen berarti menyangkali Roh Kudus, yang juga dosa tak terampuni. Bagi Muslim, menerima orang seperti ini artinya telah menerima hidayah. Jeleknya dua agama ini, sama-sama mengekspose orang-orang ini, yang ujung-ujungnya menjelekkan agama asalnya. Apakah ini masuk dalam ranah penistaan? Bolehkah seorang Muslim masuk Kristen, atau Kristen masuk Islam (tolong bahas bukan dari sisi agama, karena kedua agama melarang pindah agama)?

- Bagi orang Kristen, misionaris adalah utusan pembawa Injil, yang menguatkan jemaat. Bagi umat Muslim, misionaris adalah seseorang yang menawarkan agama dengan imbalan Indomie, dan melemahkan agama Islam (hanya sebagian kecil misionaris yang menggunakan cara sampah demikian). Apakah keberadaan misionaris diperbolehkan?




Yang diatur itu bukannya apakah orang ini boleh pindah agama atau tidak tapi orang ini diatur agar dilindungi undang2 supaya tidak dicerca oleh agama asalnya karna kepindahannya.

Hukum itu adalah jembatan antara satu cultur ke cultur yang lain, entah itu agama, suku, ras atau apapun yang memiliki norma yang beragam.

Jalan tengah untuk kebaikan ke2 belah pihak.

Quote:
Yang saya bicarakan bukan hanya satu agama dengan agama yang lain, tetapi juga masalah clash of culture. Contohnya :

- Dalam Kristen tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, sedangkan orang Barat sangat latah sekali menyebut nama Tuhan. Apakah lantas mereka dihukum?

Kita yang tinggal di Indonesia, mungkin tidak terlalu merasakan pergesekan antar agama, karena tiap agama cenderung melakukan self-censors

Lalu, seberapa besar toleransi yang perlu diberikan? Apakah menjadi tidak boleh menghina agama lain sama sekali?



Ya, dari segi moral tentu saja tidak boleh menghina agama lain sama sekali.
Tapi dari segi hukum ya bersandar pada undang2 yang ada.

rain:
AccretiaStriker - 06/10/2012 05:13 PM
#6464

Quote:
Original Posted By dcantripe
Hukuman dalam UU itu bersifat agama ya? capedes
A percaya X >--- tidak jadi perkara
B tidak percaya X >--- tidak jadi perkara

A menghina B >--- Jadilah perkara
B menghina A >--- Jadilah perkara

Hukum itu bukan tentang apa yang anda percayai tapi tentang apa yang anda perbuat.
Saya percaya anda pantas mati.

Selama saya gak bunuh situ ya gak ada yang jadi perkara.


Nah, permasalahannya kan bukan B menghina A, tetapi :

A percaya X
B percaya Y
A menghina B >-- bermasalah
A menghina Y >-- bermasalah kah?

Quote:
Original Posted By dcantripe
Ada atheis menggambar Nabi Muhammad untuk diri sendiri disimpan sendiri ya tak jadi soal.
Yang jadi soal adalah saat itu dipublikasikan dan koar2 figur ini begini dan begitu sehingga menyulut kemarahan pihak tertentu.
ini kan tindak provokasi namanya.


Nah, bagi Anda tindakan tersebut provokasi, karena dilihat dari kacamata agama Anda. Bagi si atheist, itulah kepercayaannya, bahwa Tuhan itu tidak ada dan dalam konteks Anda, bisa digambarkan. Saya yakin UU ini juga harus mencakup kepercayaan non-agama, karena toh jumlah mereka cukup banyak di luar sana.

Quote:
Original Posted By dcantripe
Yang diatur itu bukannya apakah orang ini boleh pindah agama atau tidak tapi orang ini diatur agar dilindungi undang2 supaya tidak dicerca oleh agama asalnya karna kepindahannya.


Nah, dalam hal perpindahan agama ini, saya juga tidak membahas masalah pindah agamanya, tetapi masalah "perbedaan persepsi" antara satu agama dengan agama yang lain.

Contoh lebih jelasnya : Masalah Ali Markus.
Bagi orang Kristen : Puji Tuhan, dia bertobat. (jelas pernyataan ini "menghina" umat Muslim)
Bagi umat Muslim : Memang si Markus itu murtad.

Malah yang saya sesalkan, agama tujuannya ini (Kristen dalam kasus si Ali) yang terlalu menggembar-gemborkan "pertobatan" dari penganut agama lain. Bagi kepercayaan Kristen, si Ali bertobat. Bagi Muslim, dia pengkhianat. Siapa yang benar, dan siapa yang perlu dilindungi?


Quote:
Original Posted By dcantripe
Hukum itu adalah jembatan antara satu cultur ke cultur yang lain, entah itu agama, suku, ras atau apapun yang memiliki norma yang beragam.

Jalan tengah untuk kebaikan ke2 belah pihak.

Ya, dari segi moral tentu saja tidak boleh menghina agama lain sama sekali.
Tapi dari segi hukum ya bersandar pada undang2 yang ada.

rain:


Saya setuju bahwa memang hukum merupakan penjembatanan kultur. Tetapi saya menjadi tidak setuju bahwa agama ini dijadikan UU, karena begitu beragamnya manusia, yang pasti tidak dapat dijembatani.

Belum lagi masalah freedom of speech, yang meskipun tidak boleh kebablasan, juga bersikap relatif satu sama lain. Meledaknya IoM adalah akibat dari perbedaan persepsi mengenai freedom of speech. Bagi orang Barat, penghinaan terhadap agama termasuk freedom of speech, sedangkan bagi orang Timur, freedom of speech dibawah agama. Mana yang benar? Ini kembali ke kultur masing-masing. Kita tidak dapat memaksakan bahwa freedom of speech harus dibawah hukum agama.

Yang saya lihat, intinya ialah bukan esensi dari hukum/UU itu sendiri, tetapi pelaksanaan UU tersebut, yang saya lihat akan menimbulkan konflik.
prop1000 - 06/10/2012 05:23 PM
#6465

ikut ramein ah.
apa sih alasan paling kuat dalam menentang usulan aturan ini?
Freedom of Speech!! ini yang menjadi argumen Obama terhadap kasus film itu.

apa film itu menghina nabi? bagi muslim iya.
tapi dalam pandangan FoS itu adalah kebebasan ekspresi dimana si nabi tidak se'mulia' itu melainkan dari sisi pandang yang sebaliknya. lalu apakah si nabi mulia atau malah tercela?
that is an open question yang hanya bisa diulas lewat FoS tadi.

dunia sekarang ini dibangun lewat akal sehat & hati nurani bukan DOGMA.
dunia islam harus belajar soal itu.
grungkers - 06/10/2012 05:38 PM
#6466

Quote:
Original Posted By prop1000
ikut ramein ah.
apa sih alasan paling kuat dalam menentang usulan aturan ini?
Freedom of Speech!! ini yang menjadi argumen Obama terhadap kasus film itu.

apa film itu menghina nabi? bagi muslim iya.
tapi dalam pandangan FoS itu adalah kebebasan ekspresi dimana si nabi tidak se'mulia' itu melainkan dari sisi pandang yang sebaliknya. lalu apakah si nabi mulia atau malah tercela?
that is an open question yang hanya bisa diulas lewat FoS tadi.

dunia sekarang ini dibangun lewat akal sehat & hati nurani bukan DOGMA.
dunia islam harus belajar soal itu.


respect another religion
apakah FoS yg kebablasan merupakan hasil dari akal sehat dan hati nurani yg baik?
elu ngomong dari kacamata atheist
atheist bisa jadi ga perduli dengan ajaran agama
mau dikata2in seburuk apapun lu ga masalah, toh elu ga percaya
tp bagaimana kalau elu pakai kacamata orang beragama
ada ga yg terima agamanya dihina?
terlepas itu benar atau tidak, tp untuk kasus IoM jelas kelewatan
kalau elu bilang ga kelewatan dan agama islam patut diperlakukan dan difitnah seperti itu, berarti elu yg perlu mikir pake akal sehat dan hati nurani
dcantripe - 06/10/2012 05:40 PM
#6467

Quote:
Original Posted By AccretiaStriker
Nah, permasalahannya kan bukan B menghina A, tetapi :

A percaya X
B percaya Y
A menghina B >-- bermasalah
A menghina Y >-- bermasalah kah?


Saya gak menghina individu rakyat indonesia, saya gak menghina individu presiden Indonesia..
Tapi saya membakar bendera merah putih Indonesia.

Bermasalah gak? Liat undang2...

Quote:
Nah, bagi Anda tindakan tersebut provokasi, karena dilihat dari kacamata agama Anda. Bagi si atheist, itulah kepercayaannya, bahwa Tuhan itu tidak ada dan dalam konteks Anda, bisa digambarkan. Saya yakin UU ini juga harus mencakup kepercayaan non-agama, karena toh jumlah mereka cukup banyak di luar sana.


Kan saya sudah bilang, kepercayaan individu itu sah2 saja, tapi kalo sudah berbuah tindakan yang merugikan atau menyulut individu lain atau golongan itu lain soal.
Bagi orang islam patung2 itu sebaiknya dihilangkan, tidak terkecuali yang ada di dalam candi2 dsb. Tapi toh orang islam tidak berhak ikut campur dalam hal ini. Kalo melakukan pengrusakan tetaplah diganjar hukum.

Makanya perlu diatur mana yang masuk koridor pantas dan tidak pantas.
Saling menghormati kepercayaan orang lain aja susah banget si..capedes

Buku dan film tentang Rasulullah atau yang mengutipnya saja sudah banyak dibuat sebelumnya, tapi toh selama mereka menghormati kepercayaan umat islam maka tidak akan berbuntut pengecaman.
Spoiler for ex
(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?

(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?




Quote:
Nah, dalam hal perpindahan agama ini, saya juga tidak membahas masalah pindah agamanya, tetapi masalah "perbedaan persepsi" antara satu agama dengan agama yang lain.

Contoh lebih jelasnya : Masalah Ali Markus.
Bagi orang Kristen : Puji Tuhan, dia bertobat. (jelas pernyataan ini "menghina" umat Muslim)
Bagi umat Muslim : Memang si Markus itu murtad.

Malah yang saya sesalkan, agama tujuannya ini (Kristen dalam kasus si Ali) yang terlalu menggembar-gemborkan "pertobatan" dari penganut agama lain. Bagi kepercayaan Kristen, si Ali bertobat. Bagi Muslim, dia pengkhianat. Siapa yang benar, dan siapa yang perlu dilindungi?


Saya gak melihat ada masalah yang perlu disoroti disini... think:


Quote:
Saya setuju bahwa memang hukum merupakan penjembatanan kultur. Tetapi saya menjadi tidak setuju bahwa agama ini dijadikan UU, karena begitu beragamnya manusia, yang pasti tidak dapat dijembatani.

Belum lagi masalah freedom of speech, yang meskipun tidak boleh kebablasan, juga bersikap relatif satu sama lain. Meledaknya IoM adalah akibat dari perbedaan persepsi mengenai freedom of speech. Bagi orang Barat, penghinaan terhadap agama termasuk freedom of speech, sedangkan bagi orang Timur, freedom of speech dibawah agama. Mana yang benar? Ini kembali ke kultur masing-masing. Kita tidak dapat memaksakan bahwa freedom of speech harus dibawah hukum agama.

Yang saya lihat, intinya ialah bukan esensi dari hukum/UU itu sendiri, tetapi pelaksanaan UU tersebut, yang saya lihat akan menimbulkan konflik.



Bukan agama dijadikan UU. Tapi bagaimana agar perbuatan2 anda tidak merugikan dan menyebabkan timbulnya konflik pihak tertentu.

Untuk kebaikan yang lebih besar toh...

rain:
dcantripe - 06/10/2012 05:45 PM
#6468

Quote:
Original Posted By prop1000
ikut ramein ah.
apa sih alasan paling kuat dalam menentang usulan aturan ini?
Freedom of Speech!! ini yang menjadi argumen Obama terhadap kasus film itu.

apa film itu menghina nabi? bagi muslim iya.
tapi dalam pandangan FoS itu adalah kebebasan ekspresi dimana si nabi tidak se'mulia' itu melainkan dari sisi pandang yang sebaliknya. lalu apakah si nabi mulia atau malah tercela?
that is an open question yang hanya bisa diulas lewat FoS tadi.

dunia sekarang ini dibangun lewat akal sehat & hati nurani bukan DOGMA.
dunia islam harus belajar soal itu.


Saya gak peduli bagaimana pendapat anda dan mereka tentang Nabi Muhammad.
Yang perlu diatur toh bagaimana caranya mengemukakan pendapat ini.
kikillust - 06/10/2012 06:24 PM
#6469

belum jelas ni penistaan agama bagi umat muslim.


klo dibilang Muhammad itu pembunuh boleh gak ?

klo dibilang Muhammad itu tukang kawin boleh gak ?


itu aja dulu , soalnya 2 pertanyaan ini ada difilm innocent of islam.

klo pun tidak boleh kenapa ?
prop1000 - 06/10/2012 06:48 PM
#6470

Quote:
Original Posted By grungkers
respect another religion
apakah FoS yg kebablasan merupakan hasil dari akal sehat dan hati nurani yg baik?
elu ngomong dari kacamata atheist
atheist bisa jadi ga perduli dengan ajaran agama
mau dikata2in seburuk apapun lu ga masalah, toh elu ga percaya
tp bagaimana kalau elu pakai kacamata orang beragama
ada ga yg terima agamanya dihina?
terlepas itu benar atau tidak, tp untuk kasus IoM jelas kelewatan
kalau elu bilang ga kelewatan dan agama islam patut diperlakukan dan difitnah seperti itu, berarti elu yg perlu mikir pake akal sehat dan hati nurani

see? loe contoh nyuata bagaimana DOGMA dikedepankan.
DOGMA yang dengan mentah2 menolak bahwa nabi loe BISA SAJA tercela. langsung menuding itu sebuah fitnah, sama seperti reaksi muslim terhadap "satanic verses" karya salman rusdie.

jadi soal hina-menghina dalam 2 kasus itu masih sangat debatable. kalau gw bilang, "mahomes anjink!!" nah itu baru penghinaan langsung.

gua ambil contoh lain soal agama parodi pastafarian. loe mau larang juga karena terhina tuhan adalah monster spaghetti? coba loe jawab dulu yang ini.
prop1000 - 06/10/2012 06:51 PM
#6471

Quote:
Original Posted By dcantripe
Saya gak peduli bagaimana pendapat anda dan mereka tentang Nabi Muhammad.
Yang perlu diatur toh bagaimana caranya mengemukakan pendapat ini.

jadi boleh donk menurut loe berpendapat bahwa muhammad tercela?

lalu cara yang bagaimana yang menurut harus diatur kalau gw berpendapat "muhammad terlalu sex-oriented person" supaya loe pada kagak ngamuk?
prop1000 - 06/10/2012 06:54 PM
#6472

Quote:
Original Posted By dcantripe

Kan saya sudah bilang, kepercayaan individu itu sah2 saja, tapi kalo sudah berbuah tindakan yang merugikan atau menyulut individu lain atau golongan itu lain soal.
Bagi orang islam patung2 itu sebaiknya dihilangkan, tidak terkecuali yang ada di dalam candi2 dsb. Tapi toh orang islam tidak berhak ikut campur dalam hal ini. Kalo melakukan pengrusakan tetaplah diganjar hukum.

prakteknya? patung2 tokoh pewayangan dirusak. borobudur dbom. terlepas dari itu dilarang pemerintah atau nggak.

yang paling parah, warisan dunia patung budha terbesar di dunia dihantam roket taliban. norose:

sory OOT.
dcantripe - 06/10/2012 06:57 PM
#6473

Quote:
Original Posted By prop1000
jadi boleh donk menurut loe berpendapat bahwa muhammad tercela?

lalu cara yang bagaimana yang menurut harus diatur kalau gw berpendapat "muhammad terlalu sex-oriented person" supaya loe pada kagak ngamuk?


Ya jangan sampe kedengeran gw.. nohope:


Apa urusannya sih lu ikut campur agama orang lain kalo bukan propaganda provokasi.

Kalo mau cari yang benar salah ya dialog.
Simple.

Quote:
Original Posted By prop1000
prakteknya? patung2 tokoh pewayangan dirusak. borobudur dbom. terlepas dari itu dilarang pemerintah atau nggak.

yang paling parah, warisan dunia patung budha terbesar di dunia dihantam roket taliban. norose:

sory OOT.


kalo masalah itu gw sendiri juga kaga setuju, toh mereka juga diganjar hukum.
Deal?
prop1000 - 06/10/2012 07:56 PM
#6474

Quote:
Original Posted By dcantripe
Ya jangan sampe kedengeran gw.. nohope:


Apa urusannya sih lu ikut campur agama orang lain kalo bukan propaganda provokasi.

well, gw juga bisa bilang yang sama kok.
loe tuh dah kemakan propaganda orang arab. p

the truth must be spoken, itu semangat FoS.
Quote:

Kalo mau cari yang benar salah ya dialog.
Simple.

dialog? dialog macam apa yang loe harepin kalau topiknya "apakah muhammad penjahat perang?".
Quote:

kalo masalah itu gw sendiri juga kaga setuju, toh mereka juga diganjar hukum.
Deal?
yah itu khan pendapat loe sendiri bukan mewakili muslim.
ada gak kaum muslim menuntut taliban dihukum ngebom patung budha?
mana?
Gaion - 06/10/2012 08:04 PM
#6475

banyakan yang kontra nih...

gue pro aja deh

kita tidak bisa menghilangkan manusia yang kurang pendidikan dan miskin. jumlah mereka biasanya selalu lebih banyak daripada yang cerdas dan kaya.

kita tau golongan tersebut mudah marah dan kurang rasional. apalagi kalo sampe tersulut!

demi perdamaian dunia, kita perlu meminimalisir hal2 yang bisa menyulut mereka, salah satunya "penistaan agama".
maka uu anti penistaan agama perlu diadakan. kalo perlu tambah uu anti penistaan ras dan golongan.
prop1000 - 06/10/2012 08:52 PM
#6476

^^

daripada bikin aturan gak guna kayak gitu, mending mikirin bagaimana memajukan pendidikan dan kesejahteraan. biar gak goblok dan frustasi sehingga lari agama.
sayatuhan - 06/10/2012 10:39 PM
#6477

     
[ASK] Perlukah UU Anti Penistaan Agama?

Perlukah saling menistakan agama ?


Lakum Dinukum Waliyadin...
jamorama - 07/10/2012 01:20 AM
#6478

dah punya kitab masing2 kok dibuat batasan2...aya aya wae capedes
mjbr - 07/10/2012 01:31 AM
#6479

Quote:
Original Posted By prop1000
^^
daripada bikin aturan gak guna kayak gitu, mending mikirin bagaimana memajukan pendidikan dan kesejahteraan. biar gak goblok dan frustasi sehingga lari agama.

alasan yang bagus, gw rasa dengan pendidikan ini bisa membuat orang lebih terbuka dalam berpikir,,
dan dengan pendidikan pula gw rasa orang bakalan bisa mengenal agama,
so peraturan itu menurut gw juga gak penting,,

asalkan hal seperti ini
VVV
Quote:
Original Posted By sayatuhan
Lakum Dinukum Waliyadin...

benar-benar bisa di terima,
toh semua agam juga udah ada aturan masing-masing,
dan gw yakin juga kalo semua agama itu gak akan saling menistakan,,
selama penganutnya masih memegang teguh agama yang dia anut,,
Gaion - 07/10/2012 04:57 AM
#6480

Quote:
Original Posted By prop1000
^^

daripada bikin aturan gak guna kayak gitu, mending mikirin bagaimana memajukan pendidikan dan kesejahteraan. biar gak goblok dan frustasi sehingga lari agama.


Quote:
Original Posted By mjbr
alasan yang bagus, gw rasa dengan pendidikan ini bisa membuat orang lebih terbuka dalam berpikir,,
dan dengan pendidikan pula gw rasa orang bakalan bisa mengenal agama,
so peraturan itu menurut gw juga gak penting,,

asalkan hal seperti ini
VVV


sejarah manusia mencatat kemiskinan dan kebodohan tidak pernah hilang
atau loe berdua punya data hilangnya kemiskinan dan kebodohan?

kan sering dibilang, orang pinter dan kaya biasanya punya anak sedikit
sedangkan orang miskin dan bodoh anaknya banyak
Page 324 of 332 | ‹ First  < 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?