DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 329 of 332 | ‹ First  < 324 325 326 327 328 329 330 331 332 > 

IkutNyolot - 13/10/2012 09:56 AM
#6561

Quote:
Original Posted By asherr.sby
cocod lu gak nganggung nganggung.. untung ini tempat gk pke tag [clean].. apa yg lu jelasin tuh makin bikin lu jadi org yg cuman bisa menilai.. analisalu kurang bermakna dipikiran gw..
gw tanya seperti itu (postingan yg lu bold krn perlu memahami semua aspek yg lu judge).. lu bilang jgn ngesahin UU ini tapi gk mau jelasin apa ,bagaimana, mengapa lu berargumen sama aj nyolot sama klonengan...


Ah, pantat lo KONTOL

Udah segitu jelasnya, gw jelasin di OS gw, udah gw babar waktu postingan ke yang lain.. Lo masih bilang gw ga ngejelasin?.. gila:

Makan taik kuda aja lo njing!! mad:


Quote:
Original Posted By asherr.sby

jika emang dewasa kristen dan buddha saat ini peradaban lebih bermoral dibanding islam berarti lu hanya memilih agama sesuai dgn moral yg dilakukan... beginian pun tanpa agama moral jga bkal baik sesuai dgn ilmu pengetahuan yg ada... ingat agama bukan hanya sumber perubah moral tapi juga jalan untuk merubah masa depan qt (akherat).


Ye, jalan mengubah akherat itu yang membuat islam macem elo resisten untuk mengakui bahwa agama lain lebih dewasa saat berhadapan dengan maslaah demikian.

Which is akan menjadikan pola pemikiran elo sama kyk dcantripe yang tolllolnya minta ampun...

Oh iya gw lupa.. Ini juga masuk kedalam daftar fenomena berpikir islam. D

Menjadi buta kalo di agama lain, moral kedewasan itu menjadi syarat indahnya kehidupan akhirat atau kesempurnaan...

Mau diputer kemanapun.... cacat agama elo selalu keliatan kok njing!

Quote:
Original Posted By asherr.sby

justru di organisasi gw, gw lbih menemukan kebbermaknaan dgn diskusi ilmiah yg dimana bisa dipertanggung jwabkan antara cocod dgn realitas..
jadi klo lu gk mau jelasin apa yg gw kritisi dari hipotesa / argumen lu sama aj. nyolot depan tembok.

oke..2 klo lu gk mau jelasin apa yg lu ungkapin lalu sehingga sama aj fakta yg terlupakan... jwab dolo yg ini

cocod lu mengalihkan debatlu



Mengalihkan debat KUONTOLMU!

Lo aja yang ga bisa dan ga mampu paham... dan ga bisa baca tulisan gw ke postingan user lain.

Artinya.. Lo cuma makhluk idiot yang sebenarnya ga pantas untuk diladeni.

PEGI MATI AJA LO NJING!!! mad:
ruvo - 13/10/2012 03:54 PM
#6562

Quote:
Original Posted By Gaion
tentu aja definisinya simpang siur, lha uu nya aja belum ada... uu yang solid tentunya disertai definisi apa itu penistaan dan apa aja yang masuk kategori penistaan

soal fos. emangnya ada fos?ilusi doang fos itu...
buktinya kita dilarang rasis. buktinya kita bisa diringkus jika memprovokasi. kita bisa ditangkap jika melakukan pencemaran nama baik. dsb..
fos? bullcrap itu mah... half-ass fos!

Kalau FoS aja masih belum bisa dijamin kemerdekaannya.. terus kita tambahi lagi peraturan yg lebih mengikat, bukankah makin habis2an kesempatan kita untuk mengungkapkan pikiran..?
Oke.. kita sudah tidak memiliki kemerdekaan untuk mengungkapkan pikiran.. terus mau ditambah lagi dengan bentuk pengekangan lain.. bukankah ini bentuk pembodohan publik..?

Quote:
pertanyaan aneh...
apakah uu anti pembunuhan menjamin tiada pembunuhan?
poinnya bukan disitu bro...
lantas tujuannya apa kalau tidak ada jaminan..? bukankah lebih baik memberi pembelajaran supaya pengguna media informasi lebih dewasa dalam memilah informasi sesuai dangan kebutuhannya.

Quote:
emang beda.... tapi keduanya baik dari penista, maupun yang dinistakan dan mengamuk sama2 mengganggu keamanan dan kedamaian.
masalahnya ada juga korban yg berjatuhan tidak ada sangkut pautnya dengan oknum yg melakukan penistaan agama.. belum dihitung dengan kerugian sebagai efek samping tindakan tersebut..
para pelaku kekerasan seolah2 dibenarkan dengan tindakannya tersebut.. ini yg harusnya kita atasi lebih dulu.. sementara UU anti penistaan masih tidak bisa memberi jaminan apapun..
Hashimi - 13/10/2012 04:03 PM
#6563

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
[I]
Ah, bego ah lo!mad:
Emosi gw liat ketolllollan elo.

Yang lo tulis ga nyambung goblok!

Justru point yang gw tunjukin adalah langsung mengenai IoM tersebut. Dimana hal tersebut bagi sebagian orang merupakan representasi yang sesungguhnya.

Lo sakit hati, yang lain melihat hal itu lumrah dan suatu kebenaran.

Dalam UU ras, kita bisa dengan benar-benar melihat pendiskriminasian yang dilakukan baik dalam bentuk kata-kata ataupun perbuatan.

Tapi saat berbicara tentang mamad, kita bicara tentang fakta sejarah.
Jika ada dalam fakta sejarahnya yang menunjukkan mamad membantai orang, dan terlihat menggunakan kemampuan kata-katanya untuk membodohi suatu kelompok goblok.. maka tidak ada yang salah jika disampaikan dengan tujuan menyampaikan apa yang ditemukan.


Bagi sebagian orang merepresentasikan yg sesungguhnya? Boleh tahu siapa orang itu??? amazed:
Sebagian besar menyatakan tidak setuju tapi tetap membiarkannya dgn alasan kebebasan bereskpresi.

Benar2 bisa melihat? Bagi gw ungkapan "cinak sipit" itu sindiran biasa
siapa sangka di AS lu bisa didenda. Padahal cina sipit itu fakta juga lho... eek:

Quote:
Ga nyambung tol!

Gw bilang ke elo : emak elo adalah pelacur laknat!

Beda dengan gw buat film, menunjukkan betapa laknatnya ibu elo sebagai pelacur.

Dalam kalimat diatas, apalagi dengan history saat ada masalah dengan elo, bisa dikategorikan penghinaan.

Tapi saat gw merepresentasikan film tentang betapa laknatnya ibu elo sebagai pelacur setelah gw mempelajari ibu elo, adalah masuk kedalam kategori penyampaian pendapat.

Jadi beda JAUH, blok!! mad:


Filmnya seperti apa dulu? Kalao gw cuma mendokumentari kegiatan nyokap lo setiap malam itu ga masalah. Tapi kalo udah dibumbui dgn opini tendesius, reka ulang yg tdk sesuai fakta, dan tidak berimbang. Itu bisa menggiring opini untuk membenci anak haram jadah kaya lo...

Biar fair, coba lo bawa pernyataan tokoh yg punya rekam jejak ilmiah. Apakah dia setuju dgn IoM? Barack Obama udah menyatakan ketidak seyujuannya shakehand

Quote:

Itu dewasa dalam konteks berbeda GUOBLOKKKKKKKK!!
Yang elo bilang itu kedewasaan berdiplomasi, bukan kedewasaan dalam menanggapi kritik.

Usaha untuk melarang orang menyampaikan pendapat tentang agama elo adalah suatu bentuk ketidakdewasaan menghadapi kritikan.

Yang dikejar dalam UU penistaan ini adalah hal tersebut. Supaya kekanak-kanakan islam dalam mengadapi masalah seperti ini agar terus dapat dipertahankan.

Jadi ingat gadis kecil yang ditembak cuma karena menyuarakan keinginan untuk dapat mengecam pendidikan.

Islam..islam... gila:


kekanak2an apa sih? amazed:
pelaku yg menembak anak kecil jelas kriminal.

Tapi kalo negara Islam bisa memperjuangkan pendapatnya dalam jalur yg benar, bukannya itu bagus? Tidak seperti agama lain yg setuju tapi tidak berani bersuara. Gw yakin klo mau berdiplomasi dgn baik, agama2 lain juga pasti setuju.

Quote:

Udah dijelasin beda tol.
Gw cuma mengajak umat yang lain untuk berpikir, apakah mau masuk kedalam perangkap peradaban islam ini?..

Mengingat sekarang agama mereka dikenal baik sebagai agama yang dewasa oleh berbagai kalangan, baik ateis, agnostic.

Bahkan seorang Dawkins pun mengakui kedewasaan Kristen apalagi budhis, dan juga mengakui ke"tollollan" islam tentunya.


dewasa tidak dewasa, tetap saja tidak ada agama yg suka simbolnya dihina. Justru bagus kalo ketidaksukaan ini dialirkan lewat corong yg benarbukan dgn tindakan anarkis.

Quote:

Otak bego!

Ga nyambung TUOLOLLL.

Palingan juga habis jedak-jeduk kepala lo ya?.. D

Jadi goblok dan ga nyambung gini.

Jauh dari KONTEKS...... Idiotttt. nohope:


Masak gak bisa nangkep sih nohope:

Asas reprositas aja, kalau lu merasa ungkapan gw rasis. Silahan rasiskan balik dgn pernyataan juga, gak usah didenda.
Idiot gila:

Quote:

Yang banyak melakukan protes itu banyakan mahasiswa blok.... itu lo bilang terbelakang.

And oh yeah.. Lupa gw cara berpikir umat islam kayak elo ini.
Ketika sekelompok kecil bisa tenang, maka abaikan fakta bahwa banyak yang melakukan anarkisme di tempat lain.

What a truly islam... angel:


@bold bisa bawa pernyataan gw? Perasaan gw bilang pengangguran, ya semacam lo ini.

Quote:

Gw ngomong apa.. elo ngomong apa KONTOL!!

Gw ngomong bagaimana di Indonesia UU penistaan sering dijadikan alasan tindak kekerasan yang bakal dilakuin oleh islam di tempat lain karena cenderung memiliki hasil dan pemikiran yang sama saat belajar agama islam.

Lo malah ngomong tentang terorisme dari agama lain.

BEGOOO LO NJINNNNG!...
Ya udah gw ladenin juga lah babi! Biar otak goblok elo ga mikir klo gw menghindar.

Dalam agama lain, lo liat fenomena yang sama ga njing [terkait teroris]?..
Hampir terjadi dimana saja, dan bangsa apapun yang mempelajarinya?..

Yang ada lo akan menjumpai segelintir... dan itupun ada kaitannya dengan masalah kenegaraan serta hanya dalam bentuk scope kecil. Yang berbeda dengan islam, yang terorismenya berjuang atas nama Islam (agama), dan hampir merata diseluruh penjuru dunia.

Ini yang disebut fenomena Islam, nyet.


Quote:
Original Posted By IkutNyolot

Makanya teroris dari peradaban itu ga memandang suku, bangsa, ras... yang ada cuma satu kesamaan yaitu agama... agama Islam...


Speechless gw cd
terserah penonton deh menilai keidiotan mahluk satu ini
Ngeles macem2 juga gak bisa merubah tulisan @bold

Quote:


Ah, lo sama gobloknya sama si anak yang lahir dari asshole itu. nohope:
Ternyata elo inteleknya cuma keliatan diawal aja. Klo udah kepepet gini makin keliatan guoblokkknya.

Islam itu memang dari awalnya cacat.
Perkembangan islam dijaman golden agenya itu ga lepas dari pemahaman mutazillah yang berasal dari pemikiran para zoroastrian yang dipaksa mengikuti islam setelah invasi peradaban islam ke irak pada abad 6-7.

Agama zoroastrian memang mengedepakan cara berpikir logika dalam menghadapi segala sesuatu dan memang dikenal sebagai agama yang mencari pengetahuan (sains).


udah tau sejarah mutazilah belom dek? kalo belom jangan sok tau.
Mutazillah didirikan oleh Wasil ibn Ata orang Islam dari lahir, guru2nya Hasan Basri dan Abdullah Hanafi adalah sunni salaf (sahabat Nabi). Semua muslim mengakui kompetensi kedua gurunya. Mutazilah berkembang independent sejak ada perselisihan teologi, orang berdosa besar kafir atau bukan?

Gw enggak berpikiran sempit kalau peradaban bangsa lain tidak ikut menyumbangkan kemajuan masa keemasan ini. Tapi jelas ini menandakan umat Islam mula2 itu berpikiran terbuka dan rasional. Tapi pernyataan @bold lo itu ngawur abisss..... sini bawa sumber lo mad: kalo ada D

Quote:

Saat agama ini diinvasi oleh islam, banyak diantara mereka ya kemudian dipaksa untuk mengikuti agama islam, klo ga... ya tau sendiri... Kepala dipenggal!

Keterpaksaan ini membuat mereka menjadi islam tapi masih memiliki alam berpikir zoroastrian. Makanya mereka kemudian mendirikan kelompok mutazilah, yang kemudian membuat peradaban islam maju.

Mereka adalah kelompok yang menganggap bahwa Quran bukan buatan tuhan melainkan manusia, sehingga akal lebih didahulukan dibanding alquran.


ini lagi ngawur nohope:
mana sumber yg bilang begitu???

Quote:
Maka posisi alquran adalah dibawah akal. Ini lah yang membuat peradaban islam maju disaat itu.

Namun seperti yang gw ucapkan di tret-tret yang lain, bahwa pemikiran yang bukan pure islam pasti akan terpental, dan islam akan mengikuti trait yang sebenarnya.

Pada abad ke-12, golongan mutazilah ini kemudian mulai hilang dan dihancurkan serta dianggap sesat oleh islam tradisional. Yang mengatakan bahwa Quran adalah firman tuhan, dan oleh karenanya posisinya adalah diatas akal manusia. Akal harus tunduk pada ketentuan quran.

Seiring dengan hilangnya kaum ini, seiring itu pula kita melihat peradaban islam menjadi stagnan di abad ke-12.

Karena islam akhirnya mengikut sebagaimana seharusnya islam, dan seperti inilah wajah islam yang kita temukan sekarang. Dan hal ini berasal dari pemahaman islam yang sebenarnya.

So, seperti gw bilang sebelumnya... Semakin SESAT islam, semakin baik perkembangan pemikiran mereka. Semakin mereka mengikuti jalan islam sebenarnya maka semakin buruk perkembangan peradaban dan pemikiran mereka.


Gimana elo sekarang...... terguncang abies ga sih........ DDD


Ah sumber lo apaan sih amazed:
banyak banget yg gak sesuai....

selain dinasti abbasiyah masih banyak dinasti2 lain yg maju dijamannya
dinasti truki yg berhasil menaklukan konstatinopel
dinasti mughal di India yg
spanyol yg ilmu pengetahuannya maju pesat
kesultanan aceh yg menguasai teluk malaka.

Udah OOT ah, mana banyak yg fail lagi cd
fokus aja ke persamaan dgn UU antirasial[/I]
GustoSign - 13/10/2012 04:16 PM
#6564

Quote:
Original Posted By Gaion


@bold red : kalo dikerasin menyelesaikan masalah? sejauh ini sih malah menambah masalah tuh...

penerapan uu ini adalah langkah diplomatis jadi jalan tengah supaya dunia lebih aman.

@bold blue : tapi kemudian negara seperti amerika tentunya berhak menuntut pertanggungjawaban atas kekerasan yang menimpa kedubes mereka. bukan artinya kekerasan yang muncul bisa diabaikan begitu saja.


jawaban utk no 1
masalahnya ga, selama ini tindakan bodoh itu tidak pernah dikerasin, tapi seperti yang kita lihat, tindakan-tindakan tersebut "dibiarkan", kita perlu lebih tegas untuk bilang "ya, loe boleh begitu" dan "nggak, loe ga boleh begitu"

menghadapi manusia itu tergantung siapa yang kita hadapi, semakin rendah tingkat intelektualitasnya, maka semakin tegas dan keras sikap yang dibutuhkan untuk menghadapinya, "iya" atau "tidak" dahulu di depan, diskusi belakangan

uu ini tidak mungkin dibuat karena uu butuh prinsip generalis agar suatu uu dapat diterapkan dan berfungsi maksimal. anda bisa menggeneralisir semua agama? tidak bisa? oh ya berarti uu ini tidak mungkin dibuat. simple

ingat gan, uu hanya alat, bukan untuk "memenjarakan" manusia. kalau setiap aspek dalam kehidupan kita diatur uu secara detail, maka uu sudah tidak ada gunanya. karena itu masyarakat memiliki norma, kumpulan hukum tidak tertulis yang tidak mungkin dijadikan hukum. dan karena itu kita juga mengenal "norma agama"

jawaban untuk no 2

ya, amerika berhak karena pembunuhan dan pengrusakan merupakan ranah hukum pidana gan. tapi yang terjadi kan efek jangka panjang dari norma, dengan membiarkan orang yang melanggar norma tertentu, amerika menghadapi pengucilan dari beberapa negara, keselamatan warga negaranya yang berada di negara-negara lain semakin terancam, dst

uu bukan merupakan jawaban atas seluruh permasalahan hidup
Hashimi - 13/10/2012 09:52 PM
#6565

ikutnyolot, lebih baik biar gak OOT perdebatan sejarah Islam dilakukan disini aja:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=759992774

@rott blunder si nyolot yg sok tahu soal Mutazilah mending gak usah dihitung
kasian dia Peace:
IkutNyolot - 13/10/2012 10:43 PM
#6566

Seperti yang gw bilang.. seirin dengan makin dalamnya pembicaraan keliatan klo lo itu makin bodoh. DDD

Quote:
Original Posted By Hashimi


Bagi sebagian orang merepresentasikan yg sesungguhnya? Boleh tahu siapa orang itu??? amazed:
Sebagian besar menyatakan tidak setuju tapi tetap membiarkannya dgn alasan kebebasan bereskpresi.

Benar2 bisa melihat? Bagi gw ungkapan "cinak sipit" itu sindiran biasa
siapa sangka di AS lu bisa didenda. Padahal cina sipit itu fakta juga lho... eek:


Ah kontol lo lah!
Masih muter-muter aja.

Ada perbedaan mendasar antara hinaan rasis dengan penyampaian pendapat tentang agama seperti yang ada dalam IoM.

Udah gw jelaskan.. dan yang elo tunjukkan hanya ketidakmengertian elo.

Saat lo bilang cina sipit >-- pada seorang cina yang lagi berjalan. Lo melakukan penghinaan ras.

Saat elo mempresentasikan di khalayak ramai, tentang mata cina yang sipit.
Dengan kalimat : lihatlah mata cina sipit.

Lo ga bakal kena denda.

Jadi ini 2 hal yang berbeda.

Maaf.... Mengerti sampe disini ga KONTOL?! mad:

Ngulang lagi pertanyaan elo, gw kasi hadiah peler unta lo, biar bisa meniru kelakuan si mamad ngisep peler unta. DDD


Quote:
Original Posted By Hashimi

Filmnya seperti apa dulu? Kalao gw cuma mendokumentari kegiatan nyokap lo setiap malam itu ga masalah. Tapi kalo udah dibumbui dgn opini tendesius, reka ulang yg tdk sesuai fakta, dan tidak berimbang. Itu bisa menggiring opini untuk membenci anak haram jadah kaya lo...

Biar fair, coba lo bawa pernyataan tokoh yg punya rekam jejak ilmiah. Apakah dia setuju dgn IoM? Barack Obama udah menyatakan ketidak seyujuannya shakehand


Reka ulang tidak sesuai fakta?
Hei njing! Udah dari awal gw bilang ke elo, bahwa fakta mamad seperit apa dijamannya itu OPEN issue.

Ga ada yang bisa memberikan jaminan kebenaran 100%, oleh karena itu setiap orang bebas berpendapat dengan dasar literatur yang mereka gunakan.

Who the fuck is Barrack Obama?...
Apa bedanya dia dengan produser pembuat film?..

Gw setuju dengan IoM... lantas karena barrack obama presiden, maka pernyataannya jauh lebih benar daripada gw yang udah mempelajari sejarah islam dan hadits?.. gila:

Dan gantikan gw dengan produser itu. Hasilnya adalah tetap, setiap orang bebas mengeluarkan pendapat, klo merasa yang dirasa salah mengenai IoM itu, gunakan juga jalur media untuk menunjukkan kesalahaannya.

Bukan lantas menghilangkan kebebasan berpendapat.

Dan ini udah gw jelaskan berulang-ulang.

Dan maaf sekali lagi... KONTOL LO EMANG!!! mad:
Cuma ngulang-ngulang pertanyaan.




Quote:
Original Posted By Hashimi

kekanak2an apa sih? amazed:
pelaku yg menembak anak kecil jelas kriminal.

Tapi kalo negara Islam bisa memperjuangkan pendapatnya dalam jalur yg benar, bukannya itu bagus? Tidak seperti agama lain yg setuju tapi tidak berani bersuara. Gw yakin klo mau berdiplomasi dgn baik, agama2 lain juga pasti setuju.


Hei KONTOL!
Berapa kali harus gw bilang ke elo...

Stop fucking DREAMING!!
Agama lain sudah bisa menghadapi hal tersebut secara dewasa. Daripada meminta mengesahkan UU penistaan mereka memilih jalur yang sama seperti para pengkritik yaitu berpendapat di media apakah itu youtube, buku, dsbnya.

Jadi stop fucking dreaming and telling that, agama yang lain setuju tapi takut berbicara.

Agama lain udah beda level kedewasaannya dengan agama elo.
Lo kira agama lain sama tollollnya kayak peradaban agama elo apa?.. gila:

Dan udah gw jelaskan juga, UU ini cuma jadi ajang pengesahan agar peradaban islam bisa tetap hidup dalam kekanak-kanakannya.
karena mereka tidak berani, untuk menghadapi kritikan dengan cara yang sama seperti agama lain/kelompok lain.

Quote:
Original Posted By Hashimi

dewasa tidak dewasa, tetap saja tidak ada agama yg suka simbolnya dihina. Justru bagus kalo ketidaksukaan ini dialirkan lewat corong yg benarbukan dgn tindakan anarkis.


Nah, masih ngulang lagi kan elo KONTOL!!

Cara yang benar itu adalah menghadapi dengan jalur yang sama, yaitu berpendapat, dan tidak memaksakan kepercayaan.

Bagi agama elo yang goblok itu, menggambar muka jelek mamad adalah pelanggaran, bagi orang lain, hal tersebut hal yang tidak salah.

Maka justru bentuk saling menghormati adalah membiarkan orang melakukan apa yang dipercayainya. Klo dalam masalah pendapat, membiarkan orang mengelurakan pendapatnya.

Jika ada perbedaan pendapat, silahkan saling mengajukan pendapat tanpa harus berusaha mengkriminalkan pendapat orang lain.

Jadi mw diliat gimanapun, mw dihalusin gimanapun keinginan agar UU penistaan agama yang dilakukan hanya menunjukkan kekanak-kanakan peradaban islam.



Quote:
Original Posted By Hashimi

Masak gak bisa nangkep sih nohope:

Asas reprositas aja, kalau lu merasa ungkapan gw rasis. Silahan rasiskan balik dgn pernyataan juga, gak usah didenda.
Idiot gila:

Lo kali yang ngerti KONTOL!!

Quote:
Original Posted By Hashimi

@bold bisa bawa pernyataan gw? Perasaan gw bilang pengangguran, ya semacam lo ini.


Kenapa nyet?... Lo sangking terguncangnya, jadi lupa tulisan sendiri.
Udah tau ini debat tertulis, masih aja coba ngeles. amazed:
What a truly islam deh elo.. keseringan menolak realita, sehingga otak elo jadi sering error begini.

Nih gw tunjukin tulisan elo njing!

Quote:
Original Posted By Hashimi
[I]
kata siapa? di arab saudi tanah kelahiran Islam
apa ada orang yg berbuat kriminal cuma buat protes IoM?
jelas2 banyaknya kasus kerusuhan itu di negara2 yg emang chaos, miskin, terbelakang, dll
Juga di Indonesia kebanyakan pelaku kerusuhan itu penggangguran kismin



Quote:
Original Posted By Hashimi

Speechless gw cd
terserah penonton deh menilai keidiotan mahluk satu ini
Ngeles macem2 juga gak bisa merubah tulisan @bold


Gw rasa, penonton juga cukup cerdas untuk melihat perbedaan fenomena yang gw tunjukin.

Tetaplah menyangkal realita njing! D


Quote:
Original Posted By Hashimi

udah tau sejarah mutazilah belom dek? kalo belom jangan sok tau.
Mutazillah didirikan oleh Wasil ibn Ata orang Islam dari lahir, guru2nya Hasan Basri dan Abdullah Hanafi adalah sunni salaf (sahabat Nabi). Semua muslim mengakui kompetensi kedua gurunya. Mutazilah berkembang independent sejak ada perselisihan teologi, orang berdosa besar kafir atau bukan?

Gw enggak berpikiran sempit kalau peradaban bangsa lain tidak ikut menyumbangkan kemajuan masa keemasan ini. Tapi jelas ini menandakan umat Islam mula2 itu berpikiran terbuka dan rasional. Tapi pernyataan @bold lo itu ngawur abisss..... sini bawa sumber lo mad: kalo ada D


Lo ga berpikiran sempit.
Lo cuma si tollol yang sok pintar, dan berusaha keliatan well-knowledge padahal baru tau mutazilla dari baca wiki. ngakaks:

Tuduhan yang dilakukan terhadap mutazilah oleh kaum ortodox islam adalah mutazilah dianggap memasukkan pandangan zoroastrian. Karena kesamaan pandangan mutazillah dengan zoroastrian tentang tuhan, yaitu evil tidak berasal dari tuhan, dan tuhan hanya sepenuhnya baik (pandangan dualis).

Infact tuduhan ini cukup beralasan, karena itulah mutazillah tidak dapat membela diri dan mulai kehilangan pengaruh, karena mulai menunjukkan tret yang tidak sesuai dengan islam tradisional.

Pemikiran rasional muncul karena seperti yang udah gw ucapkan sebelumnya bahwa ini adalah hasil asimilasi antara zoroastrianism dengan islam karena keterpaksaan memeluk islam. Ditambah pandangan kaum mutazila ini muncul di iraq yang merupakan asal mula dari agama zoroastrianism.

Jadi makin terguncang ga lo njing! ngakaks:


Quote:
Original Posted By Hashimi

ini lagi ngawur nohope:
mana sumber yg bilang begitu???

Ah sumber lo apaan sih amazed:
banyak banget yg gak sesuai....


Bagi mutazillah, Alquran adalah ciptaan bukan sesuatu yang bersifat eternal sehingga posisinya berada dibawah akal.

Bahkan seorang scholar islam pendukung klaim mutazillah mengatakan bahwa Quran adalah tidak lebih dari historical discourse.

Which mean, pandangan mutazillah ini didasari bahwa Quran tidak lebih dari ciptaan seorang mamad.


Quote:
Original Posted By Hashimi

selain dinasti abbasiyah masih banyak dinasti2 lain yg maju dijamannya
dinasti truki yg berhasil menaklukan konstatinopel
dinasti mughal di India yg
spanyol yg ilmu pengetahuannya maju pesat
kesultanan aceh yg menguasai teluk malaka.

Udah OOT ah, mana banyak yg fail lagi cd
fokus aja ke persamaan dgn UU antirasial


Ah, ga yambung lo babi!!! mad:
IkutNyolot - 13/10/2012 10:52 PM
#6567

Quote:
Original Posted By Hashimi
ikutnyolot, lebih baik biar gak OOT perdebatan sejarah Islam dilakukan disini aja:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=759992774

@rott blunder si nyolot yg sok tahu soal Mutazilah mending gak usah dihitung
kasian dia Peace:


Ah gigi lo kontol!

Pemahaman gw dan pengetahuan gw beberapa langkah lebih maju dari elo njing!

Ga usah sok tau lo :

Quote:

In the Islamic perceptions, especially at Muʿtazilās, God created Qur'an in (the Guarded Tablet) so it is not permissible to transfer it to another place, because of the impossibility of the existence of one thing in two places together at one time, therefore, people did not hear the (the real) Qur'an, means the Qur'an, that we read in the texts of Qur'an is not the words of God, but (metaphorically), it is only (the story) taken from what is written in the Preserved Tablet. It means that Qur'an, that we hear today and read its verses in the texts of Qur'an, not that One, which is preserved by God in (the first board), but is added to God metaphorically.


Jika kita menelusuri pemikiran mutazillah lebih jauh, bahwa Quran yang ada dan dipakai manusia adlaah bukan perkataan tuhan... melainkan ciptaan manusia, words of messenger, that is mamad.

Ya udah gw paparin disini sekalian njing!
Biar lo ngerti :

1. Zoroastrianism yang dipaksa untuk memeluk islam di negara asalnya irak, berasimilasi dengan Islam.
2. Kelompok ini, memunculkan pandangan mutazillah.
3. Dalam pandangan mutazillah, akal adalah diatas segalanya. Satu-satu yang kekal adalah tuhan, yang benar-benar merupakan ciri khas agama zoroastrianism.

Tentu saja, untuk dapat berkembang dalam status terjajah, pihak tersebut harus memunculkan pandanga yang terlihat fit dengan islam.

In order of that, mereka menciptakan pandangan bahwa Quran yang asli tidak turun (kiasan) ke bumi. Quran yang ada di bumi hanyalah suatu bentuk interpretasi atas Quran yang sebenarnya yang dilakukan oleh penyampai pesan tuhan si mamad. Artinya quran yang ada di bumi, tidak abadi. Jika quran yang ada di suatu tempat di ntah dimana (asli) adalah ciptaan tuhan, maka quran yang ada dibumi adalah ciptaan manusia (words of mamad).
Oleh karena itu, dalam memandang quran pun (yang ada di bumi) akal harus lebih didulukan.

Nah, pandangan ini adalah pandangan yang diciptakan mutazilla untuk terlihat cocok dengan islam tradisional. Dengan tujuan agar doktrin mereka bahwa akal diatas segalanya termasuk alquran dapat diterima.

Namun, seperti yang gw bilang... dalam pandangan islam (sebenarnya) hal ini adalah sesat. Sehingga, tidak lama setelah masa perdebatan berjalan, mutazillah kalah (since pandangan mereka memang bukan pandangan islam original).

Dan setelah kelompok pengguna akal ini kehilangan pengaruh, maka seiring itu pulalah jatuhnya peradaban islam.

Makanya sesuai yang gw katakan. Semakin SESAT islam, maka semakin baik peradabannya..... semakin islam berjalan sesuai trait agamanya. Maka semakin buruk diri mereka.

Makanya islam tidal lebih dari sebuah agama CACAT!


Zoroastrianism : http://en.wikipedia.org/wiki/Zoroastrianism
Quote:

Zoroastrianism /ˌzɒroʊˈæstriənɪzəm/, also called Mazdaism and Magianism, is a religion and philosophy based on the teachings of prophet Zoroaster (also known as Zarathustra, in Avestan) and was formerly among the world's largest religions.

In some form, it served as the national or state religion of a significant portion of the Iranian people for many centuries. The religion first dwindled when the Achaemenid Empire was invaded by Alexander III of Macedon, after which it collapsed and disintegrated[2] and it was further gradually marginalized by Islam from the 7th century onwards with the decline of the Sassanid Empire.[3] The political power of the pre-Islamic Iranian dynasties lent Zoroastrianism immense prestige in ancient times, and some of its leading doctrines were adopted by other religious systems.


Mutazillah : http://en.wikipedia.org/wiki/Mu%27tazila
Quote:

Muʿtazilah (Arabic: المعتزلة‎) is an Islamic school of speculative theology that flourished in the cities of Basra and Baghdad, both in present-day Iraq, during the 8th–10th centuries. The adherents of the Mu'tazili school are best known for their having asserted that, because of the perfect unity and eternal nature of Allah, the Qur'an must therefore have been created, as it could not be co-eternal with God.[1] From this premise, the Mu'tazili school of Kalam proceeded to posit that the injunctions of God are accessible to rational thought and inquiry: because knowledge is derived from reason, reason is the "final arbiter" in distinguishing right from wrong.[2]


Religion in Iraq : http://en.wikipedia.org/wiki/Religion_in_Iraq

Quote:

Zoroastrianism

Zoroastrianism first came to Iraq when Babylon was conquered by the Persian Empire. Zoroastrianism in Iraq declined after the fall of the Sassanid Empire and very few, if any, Zoroastrians remain. Only an estimated 40 people in Iraq believe in this faith.


The view of mutazillah oleh islam tradisional :
http://books.google.co.id/books?id=zBaXys_EI40C&pg=PA138&lpg=PA138&dq=mu%27tazilah+dualism&source=bl& ots=WqB85lKzgY&sig=9PqVVrogWDpM696Ed9DlkVPVvsQ&hl=id&sa=X&ei=PZx5UKa5JoPprAeH84HoAw&ved=0CDEQ6AEwAw#v =onepage&q=mu%27tazilah%20dualism&f=false

The view of mutazillah in current day : http://www.islamweb.net/emainpage/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=92392

Quote:

Some ''Muslim thinkers'' spread the idea that the ideology of Mu'tazilah (a deviant sect) was founded in the Golden Age. It might be that they did so because the Mu'tazilah tried to counteract the philosophers and debated with them using rational evidences. The Mu'tazilah did so in fact, however, since their belief was (i.e. the Mu'tazilah) based on principles which had no relation whatsoever with Islam, they did not really succeed in counteracting the philosophers, on the contrary, they were affected by some of their ideas. Indeed Ibn Taymiyyah may Allaah have mercy upon him said about the Mu'tazilah: "They neither supported Islam nor succeeded in counteracting the philosophers."


Islamic golden age : 8 - 13 century. (islam claim)
Mutazilla clasical period : 9-13 century. (Abbasid Caliphate >-- prominent of mutazilla ideology)

Caliph on 8 century : Ma'mun >-- orang yang memaksakan paham mutazila dimasanya.
Quote:

The persecution campaign, regardless, cost them and theology in general the sympathy of the Muslim masses. Ahmad ibn Hanbal, a Muslim jurist and founder of the Hanbali school of Islamic jurisprudence was a victim of Ma'mun's Minha. Due to his rejection of Ma'mun's demand to accept and propagate the Mu'tazila creed, ibn Hanbal was imprisoned and tortured by the Abbasid rulers.


Setelah Imam Ghazali muncul dan mengembalikan islam ke jalur sebenarnya (abad 13) akhirnya we see the truth of islam.


Since i think u're so stupid, lo tetap ga bakal mengerti walaupun gw udah ngepost ini.

So keep on stupid.. stupido.... DDD
Hashimi - 14/10/2012 01:25 AM
#6568

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Seperti yang gw bilang.. seirin dengan makin dalamnya pembicaraan keliatan klo lo itu makin bodoh. DDD


Ah kontol lo lah!
Masih muter-muter aja.

Ada perbedaan mendasar antara hinaan rasis dengan penyampaian pendapat tentang agama seperti yang ada dalam IoM.

Udah gw jelaskan.. dan yang elo tunjukkan hanya ketidakmengertian elo.

Saat lo bilang cina sipit >-- pada seorang cina yang lagi berjalan. Lo melakukan penghinaan ras.

Saat elo mempresentasikan di khalayak ramai, tentang mata cina yang sipit.
Dengan kalimat : lihatlah mata cina sipit.

Lo ga bakal kena denda.

Jadi ini 2 hal yang berbeda.

Maaf.... Mengerti sampe disini ga KONTOL?! mad:

Ngulang lagi pertanyaan elo, gw kasi hadiah peler unta lo, biar bisa meniru kelakuan si mamad ngisep peler unta. DDD


Gw pengen nekankan di UU antirasial ini
intinya adalah cara penyampaian, mau lo ngutarakan di depan seorang cinak atau khalayak ramai. Kalau penyampaian lo dgn gaya penghinaan, itu bisa dikenakan tuduhan rasis. Polisi bisa membedakan mana yg menghina dan mana yg penyampaian fakta. kenapa tidak dgn simbol agama????

Bisa gak lo menyampaikan penelitian lo kalo ras tertentu intelegensianya lebih rendah dari yg lain?
Bisa gak lo menyangkal holocaust dgn intepretasi sejarah lo sendiri?

Mana yg memungkinkan:
1. Menyampaikannya scr ilmiah dan santun seperti di national geographic.
2. Menyampaikan secara frontal seperti IoM

sorry yg lain gw cut, karena gw pengen segara sampai ke konklusi.

Quote:

Lo ga berpikiran sempit.
Lo cuma si tollol yang sok pintar, dan berusaha keliatan well-knowledge padahal baru tau mutazilla dari baca wiki. ngakaks:

Tuduhan yang dilakukan terhadap mutazilah oleh kaum ortodox islam adalah mutazilah dianggap memasukkan pandangan zoroastrian. Karena kesamaan pandangan mutazillah dengan zoroastrian tentang tuhan, yaitu evil tidak berasal dari tuhan, dan tuhan hanya sepenuhnya baik (pandangan dualis).

Infact tuduhan ini cukup beralasan, karena itulah mutazillah tidak dapat membela diri dan mulai kehilangan pengaruh, karena mulai menunjukkan tret yang tidak sesuai dengan islam tradisional.

Pemikiran rasional muncul karena seperti yang udah gw ucapkan sebelumnya bahwa ini adalah hasil asimilasi antara zoroastrianism dengan islam karena keterpaksaan memeluk islam. Ditambah pandangan kaum mutazila ini muncul di iraq yang merupakan asal mula dari agama zoroastrianism.

Jadi makin terguncang ga lo njing! ngakaks:

Bagi mutazillah, Alquran adalah ciptaan bukan sesuatu yang bersifat eternal sehingga posisinya berada dibawah akal.

Bahkan seorang scholar islam pendukung klaim mutazillah mengatakan bahwa Quran adalah tidak lebih dari historical discourse.

Which mean, pandangan mutazillah ini didasari bahwa Quran tidak lebih dari ciptaan seorang mamad.



Nah lu gw klasifikasikan sudah sampai tahap membohongi diri sendiri D D
diminta sumber, malah ngoceh gak jelas
udah ah OOTnya o lanjut disini http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=760070368#post760070368
wasntmee - 14/10/2012 01:39 AM
#6569

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Ah gigi lo kontol!

Pemahaman gw dan pengetahuan gw beberapa langkah lebih maju dari elo njing!

Ga usah sok tau lo :



Jika kita menelusuri pemikiran mutazillah lebih jauh, bahwa Quran yang ada dan dipakai manusia adlaah bukan perkataan tuhan... melainkan ciptaan manusia, words of messenger, that is mamad.

Ya udah gw paparin disini sekalian njing!
Biar lo ngerti :

1. Zoroastrianism yang dipaksa untuk memeluk islam di negara asalnya irak, berasimilasi dengan Islam.
2. Kelompok ini, memunculkan pandangan mutazillah.
3. Dalam pandangan mutazillah, akal adalah diatas segalanya. Satu-satu yang kekal adalah tuhan, yang benar-benar merupakan ciri khas agama zoroastrianism.

Tentu saja, untuk dapat berkembang dalam status terjajah, pihak tersebut harus memunculkan pandanga yang terlihat fit dengan islam.

In order of that, mereka menciptakan pandangan bahwa Quran yang asli tidak turun (kiasan) ke bumi. Quran yang ada di bumi hanyalah suatu bentuk interpretasi atas Quran yang sebenarnya yang dilakukan oleh penyampai pesan tuhan si mamad. Artinya quran yang ada di bumi, tidak abadi. Jika quran yang ada di suatu tempat di ntah dimana (asli) adalah ciptaan tuhan, maka quran yang ada dibumi adalah ciptaan manusia (words of mamad).
Oleh karena itu, dalam memandang quran pun (yang ada di bumi) akal harus lebih didulukan.

Nah, pandangan ini adalah pandangan yang diciptakan mutazilla untuk terlihat cocok dengan islam tradisional. Dengan tujuan agar doktrin mereka bahwa akal diatas segalanya termasuk alquran dapat diterima.

Namun, seperti yang gw bilang... dalam pandangan islam (sebenarnya) hal ini adalah sesat. Sehingga, tidak lama setelah masa perdebatan berjalan, mutazillah kalah (since pandangan mereka memang bukan pandangan islam original).

Dan setelah kelompok pengguna akal ini kehilangan pengaruh, maka seiring itu pulalah jatuhnya peradaban islam.

Makanya sesuai yang gw katakan. Semakin SESAT islam, maka semakin baik peradabannya..... semakin islam berjalan sesuai trait agamanya. Maka semakin buruk diri mereka.

Makanya islam tidal lebih dari sebuah agama CACAT!


Zoroastrianism : http://en.wikipedia.org/wiki/Zoroastrianism


Mutazillah : http://en.wikipedia.org/wiki/Mu%27tazila


Religion in Iraq : http://en.wikipedia.org/wiki/Religion_in_Iraq



The view of mutazillah oleh islam tradisional :
http://books.google.co.id/books?id=zBaXys_EI40C&pg=PA138&lpg=PA138&dq=mu%27tazilah+dualism&source=bl& ots=WqB85lKzgY&sig=9PqVVrogWDpM696Ed9DlkVPVvsQ&hl=id&sa=X&ei=PZx5UKa5JoPprAeH84HoAw&ved=0CDEQ6AEwAw#v =onepage&q=mu%27tazilah%20dualism&f=false


Since i think u're so stupid, lo tetap ga bakal mengerti walaupun gw udah ngepost ini.

So keep on stupid.. stupido.... DDD


Emang turunnya Al-Quran gmn gan??loe mikirnya ditulis Muhammad yee?ngakak
aliran mutazillah enak didenger y,tapi begonya keliatan bgt.aliran syiah kah? rubah2 kitab dan menyesatkan umat kelakuan yahudi bgtlah mirip2 si uus capedes

UUD anti penistian agama perlu dibuat,bahaya misalnya ada sekelompok2 orang yang "nyaru" jd Islam/kristen/hindu dll.

harusnya belajar dari sejarah masa lalu ketika snouck gronje "nyaru" jadi muslim dan justru memecah belah umat Islam pada masa itucapedes
IkutNyolot - 14/10/2012 01:56 AM
#6570

Quote:
Original Posted By Hashimi

Gw pengen nekankan di UU antirasial ini
intinya adalah cara penyampaian, mau lo ngutarakan di depan seorang cinak atau khalayak ramai. Kalau penyampaian lo dgn gaya penghinaan, itu bisa dikenakan tuduhan rasis. Polisi bisa membedakan mana yg menghina dan mana yg penyampaian fakta. kenapa tidak dgn simbol agama????


Ah, kontol lo babi!

Lo cuma mengulang-ngulang dan mengabaikan postingan gw sebelumnya.

Nih, gw tongolin lagi :
Quote:

Ah ** SENSOR ** lo lah!
Masih muter-muter aja.

Ada perbedaan mendasar antara hinaan rasis dengan penyampaian pendapat tentang agama seperti yang ada dalam IoM.

Udah gw jelaskan.. dan yang elo tunjukkan hanya ketidakmengertian elo.

Saat lo bilang cina sipit >-- pada seorang cina yang lagi berjalan. Lo melakukan penghinaan ras.

Saat elo mempresentasikan di khalayak ramai, tentang mata cina yang sipit.
Dengan kalimat : lihatlah mata cina sipit.

Lo ga bakal kena denda.

Jadi ini 2 hal yang berbeda.

Maaf.... Mengerti sampe disini ga ** SENSOR **?!

Ngulang lagi pertanyaan elo, gw kasi hadiah peler unta lo, biar bisa meniru kelakuan si mamad ngisep peler unta.



Quote:

Bisa gak lo menyampaikan penelitian lo kalo ras tertentu intelegensianya lebih rendah dari yg lain?
Bisa gak lo menyangkal holocaust dgn intepretasi sejarah lo sendiri?

Mana yg memungkinkan:
1. Menyampaikannya scr ilmiah dan santun seperti di national geographic.
2. Menyampaikan secara frontal seperti IoM

sorry yg lain gw cut, karena gw pengen segara sampai ke konklusi.


Nah, sekarang lagi ngapain alagi elo?
Udah gw jawab semua di postingan gw sebelumnya.
Quote:

Reka ulang tidak sesuai fakta?
Hei njing! Udah dari awal gw bilang ke elo, bahwa fakta mamad seperit apa dijamannya itu OPEN issue.

Ga ada yang bisa memberikan jaminan kebenaran 100%, oleh karena itu setiap orang bebas berpendapat dengan dasar literatur yang mereka gunakan.


masalah kesantunan dan perasaan psikologis :

Quote:

Ga nyambung tol!

Gw bilang ke elo : emak elo adalah pelacur laknat!

Beda dengan gw buat film, menunjukkan betapa laknatnya ibu elo sebagai pelacur.

Dalam kalimat diatas, apalagi dengan history saat ada masalah dengan elo, bisa dikategorikan penghinaan.

Tapi saat gw merepresentasikan film tentang betapa laknatnya ibu elo sebagai pelacur setelah gw mempelajari ibu elo, adalah masuk kedalam kategori penyampaian pendapat.

Jadi beda JAUH, blok!


Lo cuma ngulang-ngulang pertanyaan.


Quote:
Original Posted By Hashimi

Nah lu gw klasifikasikan sudah sampai tahap membohongi diri sendiri D D
diminta sumber, malah ngoceh gak jelas
udah ah OOTnya o lanjut disini http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=760070368#post760070368


Ditahap ini, lo gw klasifikasikan sedang terguncang setengah mati.
Dan berusaha untuk menolak fakta yang ada tentang agama elo.

Silahkan liat postingan gw berikutnya. DDD

Ternyata oh ternyata..... semakin sesat Islam.. semakin baik peradabannya. D
IkutNyolot - 14/10/2012 02:02 AM
#6571

Quote:
Original Posted By wasntmee
Emang turunnya Al-Quran gmn gan??loe mikirnya ditulis Muhammad yee?ngakak
aliran mutazillah enak didenger y,tapi begonya keliatan bgt.aliran syiah kah? rubah2 kitab dan menyesatkan umat kelakuan yahudi bgtlah mirip2 si uus capedes


Dalam pandangan mutazillah, jelas bahwa mereka memandang quran hanya sebagai the words of mamad.

Quote:
Original Posted By wasntmee

UUD anti penistian agama perlu dibuat,bahaya misalnya ada sekelompok2 orang yang "nyaru" jd Islam/kristen/hindu dll.

harusnya belajar dari sejarah masa lalu ketika snouck gronje "nyaru" jadi muslim dan justru memecah belah umat Islam pada masa itucapedes


Lo ga usah kwatir lah... dari sejarah yang ada membuktikan bahwa islam yang sebenarnya akan selalu menang dalam perdebatan.
Kita bisa belajar dari kasus mutazillah, dari kasus quranic, ahmadiyah.. bahwa pandangan yang tidak sesuai dengan islam yang sebenarnya (apa yang dibawa muhammad), akan selalu tidak berumur lama, dan cuma menjadi minoritas. DDD

Tapi masalahnya, dunia hanya akan menjadi lebih baik, jika kesesatan muncul di islam. D
IkutNyolot - 14/10/2012 02:05 AM
#6572

Pertanyaannya sekarang....

Pada terguncang ga ya????........ DDDD
Hashimi - 14/10/2012 02:20 AM
#6573

Wooiii tooot gak usah lo edit berkali2 kesalahan lo soal mutazilah
debat sana di tempat yg bener juiiinggg.... mad:

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
[I]

Ah, kontol lo babi!

Lo cuma mengulang-ngulang dan mengabaikan postingan gw sebelumnya.

Nih, gw tongolin lagi :

Nah, sekarang lagi ngapain alagi elo?
Udah gw jawab semua di postingan gw sebelumnya.

masalah kesantunan dan perasaan psikologis :

Lo cuma ngulang-ngulang pertanyaan.


Nope...
lo yg menolak menjelaskan lebih lanjut, kenapa? Karena lo tahu masalah rasis ini sama ambigunya dgn masalah penghinaan cool:

lo cuma bilang "mempresentasikan di khalayak ramai". Apa itu doang cara lo buat mengklasifikasikan rasisme???

lalu lo bilang kebebasan intepretasi. Bisa gak gw mereintepretasi holocaust? Gimana kalau gw sampaikan di khalayak ramai dgn bukti2 literatur bahwa itu cuma hoax???

Quote:
Ditahap ini, lo gw klasifikasikan sedang terguncang setengah mati.
Dan berusaha untuk menolak fakta yang ada tentang agama elo.

Silahkan liat postingan gw berikutnya. DDD

Ternyata oh ternyata..... semakin sesat Islam.. semakin baik peradabannya. D


sana pergi ke trit yg bener babi udah abis dibantai lo disana mad:[/I]
Hashimi - 14/10/2012 02:35 AM
#6574

Quote:
Original Posted By IkutNyolot

Lo ga usah kwatir lah... dari sejarah yang ada membuktikan bahwa islam yang sebenarnya akan selalu menang dalam perdebatan.
Kita bisa belajar dari kasus mutazillah, dari kasus quranic, ahmadiyah.. bahwa pandangan yang tidak sesuai dengan islam yang sebenarnya (apa yang dibawa muhammad), akan selalu tidak berumur lama, dan cuma menjadi minoritas. DDD

Tapi masalahnya, dunia hanya akan menjadi lebih baik, jika kesesatan muncul di islam. D


Sok tau banget lo jiiiinggg
lo ini cuma mengadu domba mazhab2 Islam, persis seperti penjajah mad:

kalau berani debat ama gw ayo di trit yg bener, gak usah OOT

Quote:
Original Posted By Hashimi
[I] tulisan ngawur gak usah ditanggepin D D D

memang benar peradaban Islam itu diilhami juga dari peradaban2 sekitarnya.
Tapi jelas pendiri mutazilah itu pure muslim sejak lahir, begitu juga dgn pengembang2 seterusnya. Tokoh2 teologi, filsafat, dan ilmuwan di zaman keemasan hampir seluruhnya adalah Islam taat dari lahir ngakaks

Masa keemasan gak cuma memunculkan teologi mutazilah doang, mazhab 4 imam sunni juga lahir di zaman ini. Mutazilah tidak pernah diberangus oleh aliran Islam lain. Teologi ini hilang karena kerajaan Abassiyah penganut resmi mazhab ini, hancur diserang oleh bansa mongol. Sejak awal paham ini hanya populer di kalangan intelektual karena menuntut berpikir, sedangkan kalangan bawah lebih suka agama yg praktis.

Jangan sakit hati gan (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


Quote:
Original Posted By Hashimi
mutazillah juga gak bersih dari cacat, meskipun terbuka dan maju dalam rasionalitas. Mazhab ini pernah merepresi aliran lain di jaman Khalifah Harun al-Rasyid, semua ulama yg tidak setuju dgn mutazillah akan dipenggal \(

Islam mula2 bisa maju karena mereka berpikiran terbuka, tidak berpikiran sempit seperti sekarang yg dikit2 biokot kafir, anti AS, anti yahudi, dll cd Mau mengakui kehebatan bangsa lain dan mau belajar itu intinya \)

Filsuf dari mazhab non-mtazillah juga banyak:
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of...c_philosophers


Quote:
Original Posted By Hashimi
Riwayat kerajaan Mughal itu contoh paling bagus. \)
Raja Akbar adalah raja yg paling toleran thdp penganut hindhu, sehingga didukung oleh rakyat India dan India bisa maju pesat. Sebaliknya kehancuran Mughal dikarenakan intoleransi penguasa selanjutnya aurangzeb. Akibatnya banyak perlawanan dari rakyat hindhu. http://www.sscnet.ucla.edu/southasia...s/Aurang2.html

Begitu juga pada masa2 khalifah Harun, banyak filsuf2 kristen ortodox timur yg ditampung akibat ditolak oleh saudaranya di barat (katolik roma) o Mereka yg membantu menerjemahkan filsafat2 yunani ke bait al-hikmah (house of wisdom).

Di spanyol filsuf yahudi dan Islam saling bersimbiosis \)
Spanyol jadi tempat kelahiran filsuf2 besar yahudi seperti maimonides, karena mereka (lagi2) tidak mendapat tempat di barat o Kalau jaman sekarang entah kenapa yahudi malah dibenci setengah mati berdukas
padahal harus diakui, mereka sangat cerdas dan tidak salah kalau kita mau belajar dari mereka \)


Quote:
Original Posted By Hashimi

Blog goblog bisa2nya tulisan kaya gini God created Qur'an in (the Guarded Tablet) so it is not permissible to transfer it to another place diartikan Tuan tidak menciptakan Al-Quran ngakak

benar2 tahap membohongi diri sendiri ngakaks


Mana bukti bualan lo klo ada tokoh2 mutazilah mantan zoroaster???
jelas2 guru2 mereka islam taat sejak lahir, dekat dgn sahabat Nabi thumbdown


Selama gak ada bukti buat ocehan panjang lo
Gw cuma bilang: BULL SHIT!! tai: tai:


1. Gak ada yg menyebutkan tokoh mutazilah mantan zoroaster
2. Gak menyebutkan zoroaster agama sains
3. Gak menuliskan kalo mutazilah menganggap Quran hanya buatan Muhammad

thx atas usaha lo yg sia2 tai:


1. yg pertama bicara soal takdir, mutazila percaya pada freewill sementara kalangan tradisional percaya predestinasion. Hanya karena ada satu kesamaan, terlalu prematur buat mengatakan mutazilah diciptakan oleh kaum zoroaster.

2. udah biasa itu saling mengkafirkan, tapi yg jelas pernyataan lo kalau mutazilah diberangus Islam salah!


[/I]
IkutNyolot - 14/10/2012 03:22 AM
#6575

Quote:
Original Posted By Hashimi
Wooiii tooot gak usah lo edit berkali2 kesalahan lo soal mutazilah
debat sana di tempat yg bener juiiinggg.... mad:


Diedit ditambahin informasi biar otak goblok elo ngerti njing.

Udah dijawab tuh. Selamat terguncang!!!


Quote:
Original Posted By Hashimi

Nope...
lo yg menolak menjelaskan lebih lanjut, kenapa? Karena lo tahu masalah rasis ini sama ambigunya dgn masalah penghinaan cool:

lo cuma bilang "mempresentasikan di khalayak ramai". Apa itu doang cara lo buat mengklasifikasikan rasisme???

lalu lo bilang kebebasan intepretasi. Bisa gak gw mereintepretasi holocaust? Gimana kalau gw sampaikan di khalayak ramai dgn bukti2 literatur bahwa itu cuma hoax???


Gigi lo menolak!
Lo yang ga paham.

Jadi ternyata otak goblok elo emang ga ngerti-ngerti, klo kita specific ke mamad :
1. Bagaimana mamad adalah Open Issues, baik pihak islam ataupun yang lain, tidak ada yang dapat memberi fakta yang dapat diamini sebagai benar-benar fakta.
2. UU ini gw tolak atas dasar, bentuk pembodohan umat muslim terhadap dunia karena ketidakmampuan mereka bersikap dewasa.
3. Gw udah bilang UU ras beda dengan UU penistaan agama (liat postingan sebelumnya).
4. Klo tetap ngotot dengan UU rasial.. udah gw jelaskan maka tidak perlu UU penistaan agama untuk melindungi hate speech terhadap islam, karena cukup dengan UU tersebut.
5. Lo memang anak haram jadah, yang gobloknya minta ampun.
6. Perbedaan pendapat layaknya di tangapi dalam suatu media yang sama juga.
7. Lo memang beneran anak haram yang lahir dari lubang pantat.
8. Kebebasan berpendapat selama dipersentasikan kekhalayak ramai dengan maksud mengutarakan pendapat dan berekspresi tidak ada yang salah disana.
9. Lo GOBLOK.

10. Tentang holocaust, kita punya saksi hidup yang dapat bercerita langsung. Lo punya saksi hidup yang bilang mamad mulia? Tidak. Apa gw punya yang mengatakan teroris yang membela islam bertebaran dimana-mana?.. Ada. Intinya demi otak goblok elo itu. Hal tersebut adalah 2 kasus berbeda. Dan ini belum kita bahas kebodohan elo yang mengambil UU denial of holocaust yang hanya bersifat lokal, bukan seperti UU penistaan ini yang diminta diterapkan diseluruh penjuru bumi. Di sini kita bicara skala global. Di indonesia saja UU penistaan ada. Tapi bukan berarti harus di terapkan diselurh dunia GUOBLOK!!


Dari kesepuluh point ini. Intinya cuma : LO GOBLOK!! mad:




Quote:
Original Posted By Hashimi

sana pergi ke trit yg bener babi udah abis dibantai lo disana mad:


Ya ampun... orang goblok kayak elo mw bantai gw?.... ngakaks:
Yang ada juga elo kali yang mulai keringat dingin sana-sini melihat fakta agama elo. D

Keep on denying ASSHOLE!! mad:
Cailean_Black - 14/10/2012 06:58 AM
#6576

Apa tulisan di Quran yang mengatakan Taurat dan Injil sudah diubah-ubah tanpa memberikan bukti nantinya bisa dijerat juga dengan penistaan agama?
UU yang konyol.
yestitit - 14/10/2012 08:30 AM
#6577

Tanpa bukti gimana? Para penyembah tuhan bertitit aja yg bego. Jelas kitab palsu yg bilang langit seperti kemah kediaman ngakak.com dam tuhan maha konyol jadi manusia dan kekonyolan lainnya. Think!
Pribumi.Jawa - 14/10/2012 10:51 AM
#6578

Quote:
Original Posted By Cailean_Black
Apa tulisan di Quran yang mengatakan Taurat dan Injil sudah diubah-ubah tanpa memberikan bukti nantinya bisa dijerat juga dengan penistaan agama?
UU yang konyol.


Bagaimana dengan Kristen yang telah menistakan PL milik Yahudi dan menistakan Rasul Isa Islam dengan bilang kalo dia adalah Tuhan dan mati ditiang jemuran?
Hashimi - 14/10/2012 11:42 AM
#6579

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
[I]

Diedit ditambahin informasi biar otak goblok elo ngerti njing.

Udah dijawab tuh. Selamat terguncang!!!

Gigi lo menolak!
Lo yang ga paham.

Jadi ternyata otak goblok elo emang ga ngerti-ngerti, klo kita specific ke mamad :
1. Bagaimana mamad adalah Open Issues, baik pihak islam ataupun yang lain, tidak ada yang dapat memberi fakta yang dapat diamini sebagai benar-benar fakta.


Nah, ini standar ganda lo...
lo mencopa skeptis terhadap fakta yg ada, dan meminta reintepretasi ulang. Padahal dgn standar skeptis lo, gw bisa bilang juga hal yg sama ttg bukti2 holocaust. siul:

buktinya banyak tuh kambing2 yg bikin thread berpage2 untuk membongkar holocaust, apa itu semua harus dilarang dgn alasan sudah ada intepretasi yg baku? tai:

Quote:
3. Gw udah bilang UU ras beda dengan UU penistaan agama (liat postingan sebelumnya).


beda bagaimana?
jelas dalam unsur ras termasuk larangan menghina ras tertentu gila:

Quote:
4. Klo tetap ngotot dengan UU rasial.. udah gw jelaskan maka tidak perlu UU penistaan agama untuk melindungi hate speech terhadap islam, karena cukup dengan UU tersebut.


hate speech hanya melindungi orangnya bukan ajarannya. Tujuan UU antirasial untuk mencegah orang menggiring opini untuk membenci etnis tertentu. Dalam kasus agama ini bisa jadi loophole dgn alesan hanya menyerang ajarannya, padahal itu berdampak stigmatisasi terhadap penganutnya.

Quote:
8. Kebebasan berpendapat selama dipersentasikan kekhalayak ramai dengan maksud mengutarakan pendapat dan berekspresi tidak ada yang salah disana.


Jadi point lo cuma di khalayak ramai doang? eek:
kelihatan banget lo menghindar merinci lebih lanjut tai:

Nyatanya masalah rasis ini bisa menjadi ambigu dan menyulitkan penyampaian fakta2 yg sensitif spt "race related intelligent". Setidaknya gw mau untuk intepretasi sejarah tokoh agama lo berhati2 seperti kasus rasis D

Quote:
10. Tentang holocaust, kita punya saksi hidup yang dapat bercerita langsung. Lo punya saksi hidup yang bilang mamad mulia? Tidak. Apa gw punya yang mengatakan teroris yang membela islam bertebaran dimana-mana?.. Ada. Intinya demi otak goblok elo itu. Hal tersebut adalah 2 kasus berbeda. Dan ini belum kita bahas kebodohan elo yang mengambil UU denial of holocaust yang hanya bersifat lokal, bukan seperti UU penistaan ini yang diminta diterapkan diseluruh penjuru bumi. Di sini kita bicara skala global. Di indonesia saja UU penistaan ada. Tapi bukan berarti harus di terapkan diselurh dunia GUOBLOK!!


Sepertinya lo mulai merinding menyadari FOS tidak benar2 absolut.
lu merasa UU anti denial holocaust sama absurdnya dgn UU antipenistaan

Bukan masalah lokal atau global mad:
tapi bahwa ada berbagai macam UU yg membatasi kebebasan berpendapat, menunjukan bahwa tidak ada yg namanya FOS di negara liberal sekalipun. Tidak ada yg namanya bebas asal gak anarkis, dgn dasar itu gw mengajukan UU antipenistaan.

Rott ini CS gw \) rasanya udah cukup panjang ampe jenuh hammer:

1. Pada dasarnya tidak ada FOS yg absolut
2. Tidak ada kaum agamawan yg suka simbol agamanya dihujat
3. Selama ini baik atheis maupun theis sering melakukan pelecehan simbol agama lain.
4. UU antipenistaan akan menjadi saluran yg tepat bagi kaum agamawan untuk membela agamanya
5. Mengingat nomor 1, tidak ada masalah jika FOS lebih dibatasi lagi.
6. UU antipenistaan bukan berarti legalisasi anarkisme berkedok agama shakehand
IkutNyolot - 14/10/2012 01:44 PM
#6580

Quote:
Original Posted By Hashimi


Nah, ini standar ganda lo...
lo mencopa skeptis terhadap fakta yg ada, dan meminta reintepretasi ulang. Padahal dgn standar skeptis lo, gw bisa bilang juga hal yg sama ttg bukti2 holocaust. siul:

buktinya banyak tuh kambing2 yg bikin thread berpage2 untuk membongkar holocaust, apa itu semua harus dilarang dgn alasan sudah ada intepretasi yg baku? tai:


Lo begok kok kebangetanya?.. amazed:
Gw jadi mulai mikir, jangan-jangan memang kebiasaan jedak-jeduk ada kaitannya dengan ketollollan berpikir.

Lo tunjukan bahwa ada yang membuat treat holocaust, menunjukkan bahwa mereka diberi hak untuk mengeluarkan pendapat. gila:

Padahal udah gw bahas , mengenai UU yang bersifat lokal (dan membersitkan alasannya sedikit), dan kita sedang bicara masalah global.

Njing, lo lagi sehat kan?....
Ga mulai kena serangan error ke otak, karena terguncang mengetahui fakta agama elo? eek:

Quote:
Original Posted By Hashimi

beda bagaimana?
jelas dalam unsur ras termasuk larangan menghina ras tertentu gila:


*tarik napas...
Klo lo ada disini, udah gw timpuk pale lo nyet! mad:
Berkali-kali gw tonggolin BABIIIIIIIIIII!!!!!!!! \(\( Sampe nangis gw liat ketollolan elo nyet!!! \(

Quote:

Ada perbedaan mendasar antara hinaan rasis dengan penyampaian pendapat tentang agama seperti yang ada dalam IoM.

Udah gw jelaskan.. dan yang elo tunjukkan hanya ketidakmengertian elo.

Saat lo bilang cina sipit >-- pada seorang cina yang lagi berjalan. Lo melakukan penghinaan ras.

Saat elo mempresentasikan di khalayak ramai, tentang mata cina yang sipit.
Dengan kalimat : lihatlah mata cina sipit.

Lo ga bakal kena denda.

Jadi ini 2 hal yang berbeda.


Hadeuh..... Harus sabar ah, ngadepin orang goblok ignorant. nohope:


Quote:
Original Posted By Hashimi

hate speech hanya melindungi orangnya bukan ajarannya. Tujuan UU antirasial untuk mencegah orang menggiring opini untuk membenci etnis tertentu. Dalam kasus agama ini bisa jadi loophole dgn alesan hanya menyerang ajarannya, padahal itu berdampak stigmatisasi terhadap penganutnya.


Nah, tumben elo pinter njing!
Ga sia-sia lo gw kata-katain. \)

Jadi kita sekarang sepakat mengatakan bahwa UU hate speech, bisa dipakai untuk melindungi penganut islam.
Klo masalah loophole yang elo bilang, justru itu cuma alesan penganut agama goblok kayak elo, yang memang merasa ga mampu untuk bermain secara fair, menghadapi dengan jalur argumentasi media, seperti agama lainnya.

Semoga makin TERCERAHKAN BUABII!! DD


Quote:
Original Posted By Hashimi

Jadi point lo cuma di khalayak ramai doang? eek:
kelihatan banget lo menghindar merinci lebih lanjut tai:


Justru gw bantu elo berpikir monkey. \)
Dalam kasus penyampaian khalayak ramai, berarti yang dilakukan bukan suatu bentuk hate.
Bentuk hate kita lihat saat hal tersebut dilakukan directly ke suatu individu.
Saat gw mengatakan disampaikan ke khalayak ramai disana, jelas muncul indikasi, tujuan untuk menghina ke "satu individu" itu kecil, melainkan lebih kepada mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.

Sehingga namanya menjadi Free of Speech.


Quote:
Original Posted By Hashimi

Nyatanya masalah rasis ini bisa menjadi ambigu dan menyulitkan penyampaian fakta2 yg sensitif spt "race related intelligent". Setidaknya gw mau untuk intepretasi sejarah tokoh agama lo berhati2 seperti kasus rasis D


Bagus lo barusan menunjukkan pola berpikir islam sejatinya.
LO MAU......GW MW...POKOKNYA HARUS BEGINI...

Padahal udah gw kasitau, bahwa umat elo dapat belajar pada agama lain, dan ga usah malu-malu mencontoh agama lain yang telah dewasa.

Dalam menghadapai hal seperti ini, mereka memilih jalur yang sama yaitu argumentasi media, dan menggunakan FOS untuk menyanggah pendapat orang lain.

Jangan malu-malu ya?... D



Quote:
Original Posted By Hashimi

Sepertinya lo mulai merinding menyadari FOS tidak benar2 absolut.
lu merasa UU anti denial holocaust sama absurdnya dgn UU antipenistaan

Bukan masalah lokal atau global mad:
tapi bahwa ada berbagai macam UU yg membatasi kebebasan berpendapat, menunjukan bahwa tidak ada yg namanya FOS di negara liberal sekalipun. Tidak ada yg namanya bebas asal gak anarkis, dgn dasar itu gw mengajukan UU antipenistaan.


Gw merinding ?....MIMPI KALI YEEEEEE....... p
Justru kita bicara saat ini mau diterapkan secara GLOBAL KUONTOLLLL!!
Kalau bicara lokal mah, UU ini juga udah diterapkan di Indonesia.

Makanya babi! Gw langsung berbicara peradaban islam...

GA MUTU BANGET LO PEPEK KERBAU!!!!


Quote:
Original Posted By Hashimi

Rott ini CS gw \) rasanya udah cukup panjang ampe jenuh hammer:

1. Pada dasarnya tidak ada FOS yg absolut
2. Tidak ada kaum agamawan yg suka simbol agamanya dihujat
3. Selama ini baik atheis maupun theis sering melakukan pelecehan simbol agama lain.
4. UU antipenistaan akan menjadi saluran yg tepat bagi kaum agamawan untuk membela agamanya
5. Mengingat nomor 1, tidak ada masalah jika FOS lebih dibatasi lagi.
6. UU antipenistaan bukan berarti legalisasi anarkisme berkedok agama shakehand


1. Penyampaian pendapat tentang sejarah, ekspresi pendapat atas suatu tokoh, agama, golongan adalah suatu bentuk FOS, bukan HOS, oleh karena itu harus dilindungi.
2. Itu fakta, tapi fakta yang lain juga menunjukkan bahwa agama lain seperti kristen, budha, dapat mengatasi kritik atas agama mereka dengan jalur yang sama yang FOS tanpa berusaha mengkriminalkan yang mengutarakan pendapat.

3,4,5 juga udah gw mentahkan di postingan gw sebelumnya.

Dan intinya selalu : Permohonan pengesahan UU penistaan agama, hanya merupakan ajang mewekan peradaban islam, karena tidak mampu untuk bersikap dewasa layaknya agama lain dalam menghadapi kritikan yang keras/ ketidaksetujuan yang tinggi terhadap agama mereka.

Oleh karena itu, pengesahaan UU ini, hanya akan menjadi suatu bentuk Pembodohan Peradaban Dunia.

UU ini, juga hanya akan dijadikan alasan kriminalisasi, tindak kekerasan, dan pemberangusan kebebasan berpendapat dan berekspresi terhadap agama islam.

Oleh karena itu, tetap yang harus dilakukan dunia adalah, mengedukasi peradaban islam untuk menjadi dewasa, dengan menolak mewekan mereka ini.

DDDD
Page 329 of 332 | ‹ First  < 324 325 326 327 328 329 330 331 332 > 
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?