DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 332 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

hasyasheen - 05/11/2011 01:32 AM
#81

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
Jadi tau kenapa Indonesia terhambat kemajuannya. Tabu diunggul2kan siul:
Itu pertanyaan retorik gan, yg artinya pendidikan sex udah melalui sensor tabu. Karena namanya kurikulum harus melalui proses editing dan sensor oleh dinas pendidikan. Yg artinya nanti pendidikan sex yg diajarkan adalah yg tdk tabu dan layak diajarkan.

siapa bilang tabu diunggul2kan?
kamu mengambil konklusi yang salah atas kalimat saya..

memang kamu sudah baca bahan materi sex education yang akan disisipkan kedalam kurikullum itu?


Quote:
Bukan bgitu maksudnya gan. Kenapa timbul wacana Pendidikan sex diajarkan sejak dini, karena sudah banyaknya pelaku dan korban sex pada anak2 dan remaja. Jadi perlu pendidikan sex untuk mencegah mereka mnjadi pelaku ataupun korban.

yang saya bold, penyebab nya apa coba?


Quote:
Bukannya bikin pinter gan? Makin banyak ilmu makin pintar.

ya, tapi sistem seperti itu akan merusak kinerja pembelajaran anak.


Quote:
Maaf gan, apa agan tau kalo otak manusia itu super duper ajaib? Karena kebiasaan memanjakan otak sajalah makanya orang Indonesia baru mikir 236 x 563 aja udah puyeng. Otak anak2 lebih hebat lagi. Lagipula serumit apakah pendidikan sex?
Pantas saja orang Indonesia kurang maju dibanding yang lain. Sedikit2 kasian takut terbebani anaknya. Skalian aja pelajaran sehari 1 mata pelajaran. Manjain otaknya biar mahal karena jarang dipake D.

yasudah, coba kamu hapalkan seperempat dari injil matius dalam satu semester saja deh,
kalo memang OTAK mu itu ajaib, shakehand
action talk louder than words

Quote:
Sekali lagi mentalblock khas Indonesia.

---

Quote:
Karena terbiasa dengan ketidaksiapan, bahkan baru disodorin 1 ide saja blang tdak siap, bukan belum siap. Yang artinya jika sudah blg tdk maka tdk ada kemauan usaha, beda dengan bilang belum maka ada kemauan untuk mau usaha. lucu nian Indonesia ini siul:

kamu pikir sex education itu baru mau diterapkan di indonesia?
sex education itu SUDAH diterapkan sejak lama, disisipkan di tengah2 materi kesusilaan di PPKN, alat2 reproduksi di IPA biologi, hubungan sosial di IPS...
dan materi2 umum yang disampaikan kepada siswa oleh guru saat mengajar..
tapi hasilnya apa?..

kamu tumben tidak berkata kalo penyisipan kurikullum sex education secara khusus ini merupakan akal2an yahudi.


Quote:
Nah kamu liat kan besarnya pengaruh internet? Bgitu banyak informasi ttg sex didunia maya. Apabila tdk dibarengi dgn pendidikan sex yang benar. Akan tergelincir kemanakah anak2 tsbut? Stdaknya pendidikan sex memberi pemahaman lebih baik untuk mereka mengenai sex dan dampaknya. (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?

ga perlu dibawah umur juga, ada umur2 yang cocok untuk membicarakan hal ini.
dari tadi aku ini coba fokus ke

Quote:
pendidikan sex dibawah umur
JebolanSurga - 05/11/2011 01:41 AM
#82

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
ajiiib... anak bermasalah disodorin langsung ke psikiater ngakaks

btw tau perbedaan umum psikolog ama psikiater/psikiatri gak sih amazed:

--------------------------------------------------------------------------

pendidikan seks buat anak2?

tidak.... kalau etikanya saja masih kacau balau malu:


bukan disodorin, tapi meminta bantuan psikiater, tetap orang tua yang mengerjakannya, tapi si psikiater dapat memberi solusi-solusi yang lebih efektif

Profesi seorang psikolog sedikit berbeda dengan seorang psikiater yang menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi kedokteran dan dari sisi kelainan susunan saraf para penderita penyakit jiwa. Jadi pada prinsipnya seorang psikiater adalah seorang dokter yang mengambil spesialisasi penyakit jiwa.

Psikolog = lulusan psikologi , Psikiater = lulusan kedokteran

seperti ane bilang, dengan cara yang tepat, pendidik sex dapat mencapai tujuannya D
BL4CK.D1CK - 05/11/2011 02:17 AM
#83

Quote:
Original Posted By JebolanSurga

bukan disodorin, tapi meminta bantuan psikiater, tetap orang tua yang mengerjakannya, tapi si psikiater dapat memberi solusi-solusi yang lebih efektif

Profesi seorang psikolog sedikit berbeda dengan seorang psikiater yang menyelidiki penyebab gejala psikologi dari sisi kedokteran dan dari sisi kelainan susunan saraf para penderita penyakit jiwa. Jadi pada prinsipnya seorang psikiater adalah seorang dokter yang mengambil spesialisasi penyakit jiwa.

Psikolog = lulusan psikologi , Psikiater = lulusan kedokteran

seperti ane bilang, dengan cara yang tepat, pendidik sex dapat mencapai tujuannya D


lantas anak2 bermasalah (seks) langsung ditangani oleh psikiater gitu amazed:

pernah ke psikiater belom sih amazed:
jalembung - 05/11/2011 02:20 AM
#84

ane ikut urun pendapat gan. :request
biar ga rancu dan lain sebagainya, ane membatasi pendapat ane dalam asumsi seperti ini.
pendidikan itu kan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
seks paling tidak ada 2 makna. 1 sebagai jenis kelamin. dan 2 sebagai kegiatan manipulasi alat kelamin. (dua batasan diatas ane ambil dari wikipedia agar bisa saling croscek)
sehingga, pendidikan seksual adalah usaha sadar---------mengembangkan potensi dirinya dalam hal seksual (all about sex).
lagipula, masalah seksual adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam hidup manusia disamping kebutuhan fisiologis manusia lainnya. jadi, menurut ane, pendidikan seks pada manusia sedini mungkin (terserah mau dibawah umur atau ga) karena kedudukan seks pada manusia sama dengan kedudukan makan pada manusia.
hanya saja, tingkat dan jenis pendidikan tersebut bisa (dan harus) disesuaikan dengan tingkat pengetauan manusia tersebut.
misalkan pada balita usia 2 atau 3 tahun diajarkan tentang jenis kelamin mereka dan perbedaannya dengan lawan jenisnya dan seterusnya seterusnya.
menurut ane, ini hanya masalah cara penyampaian wali kepada anak tersebut.
JebolanSurga - 05/11/2011 02:25 AM
#85

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
lantas anak2 bermasalah (seks) langsung ditangani oleh psikiater gitu amazed:

pernah ke psikiater belom sih amazed:


yang parah gan, khusus buat anak yang sudah sangat jauh mengerti soal sex
anak2 sudah mengerti soal seks berarti ada masalah besar, baik dengan lingkungan sekitar, atau mungkin meniru perilaku orang tua,orang tua yang ngasi contoh buruk mana mungkin bisa kasih solusi yang baik kan D , oleh karena itu ane sarankan minta bantuan ahli

ane belom pernah ke psikiater, kalo ke psikolog sih pernah, buat test minat dan bakat ngakaks , waktu sebelum SNMPTN

tujuan ente nanya gitu buat apaan gan --"
Kemenyan - 05/11/2011 02:30 AM
#86

Pendidikan seks hanya akal-akalan dan pembenaran kaum metro untuk menyingkirkan "tabu",

bahkan,
bukan tidak mungkin...
ide pendidikan seks diprakarsai oleh mereka para kaum pedo
BL4CK.D1CK - 05/11/2011 02:30 AM
#87

Quote:
Original Posted By JebolanSurga

yang parah gan, khusus buat anak yang sudah sangat jauh mengerti soal sex
anak2 sudah mengerti soal seks berarti ada masalah besar, baik dengan lingkungan sekitar, atau mungkin meniru perilaku orang tua,orang tua yang ngasi contoh buruk mana mungkin bisa kasih solusi yang baik kan D , oleh karena itu ane sarankan minta bantuan ahli

ane belom pernah ke psikiater, kalo ke psikolog sih pernah, buat test minat dan bakat ngakaks , waktu sebelum SNMPTN

tujuan ente nanya gitu buat apaan gan --"


di keluarga sy ada yg terkena skizofrenia dan ditangani baik oleh psikiater maupun psikolog...

sedangkan anda "cuma" punya pengalaman ke psikolog hanya untuk alasan tes minat dan bakat tiba2 anda menyarankan untuk ke psikolog tanpa benar2 mengetahui apa saja yg dikerjakan dan ditangani oleh psikolog....

cerdas...benar2 cerdas....siul:

tanpa berfikir panjang langsung memvonis:
Quote:
anak2 sudah mengerti soal seks berarti ada masalah besar

terdapat masalah di syaraf gila:

pasti rombongan gagal tes masuk PTN nih...siul:
jalembung - 05/11/2011 02:38 AM
#88

Quote:
Original Posted By Kemenyan
Pendidikan seks hanya akal-akalan dan pembenaran kaum metro untuk menyingkirkan "tabu",

bahkan,
bukan tidak mungkin...
ide pendidikan seks diprakarsai oleh mereka para kaum pedo


pendapat ente dapat mungkin ada benernya mod (dibagian tabu). tapi, dengan perkembangan teknologi jaman sekarang juga mau tak mau batasan tabu dan norma semakin hilang.
yang bisa dilakukan oleh orang tua dan para wali salah satunya memberikan pendidikan seks kepada anaknya.
misalnya ketika ada pedo ndeketin anak ane (emang ane udah kimpoi?) dengan maksud dan tujuan pelecehan seksual, paling tidak anak yang sudah dididik tentang seksualitas akan lebih tau apa yang dilakukan pedo tersebut.
berbeda dengan anak kecil yang ga tau apa apa. mereka cuma bisa bengong dan kesakitan ketika dilecehkan (dilecehkan secara fisik).
JebolanSurga - 05/11/2011 02:40 AM
#89

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
di keluarga sy ada yg terkena skizofrenia dan ditangani baik oleh psikiater maupun psikolog...

sedangkan anda "cuma" punya pengalaman ke psikolog hanya untuk alasan tes minat dan bakat tiba2 anda menyarankan untuk ke psikolog tanpa benar2 mengetahui apa saja yg dikerjakan dan ditangani oleh psikolog....

cerdas...benar2 cerdas....siul:

tanpa berfikir panjang langsung memvonis:

terdapat masalah di syaraf gila:

pasti rombongan gagal tes masuk PTN nih...siul:


sayangnya saya sukses ke PTN bos ngakaks

mungkin ente emang lebih pintar soal ini , tapi ane tetap pada pendirian ane , kalo psikiater bisa membantu orang tua dalam memilih cara pendidikan yang tepat ke anakanya sendiri , terutama buat anak-anak yang sudah sangat parah dalam hal sex dewasa.
Kemenyan - 05/11/2011 02:44 AM
#90

Quote:
Original Posted By jalembung
pendapat ente dapat mungkin ada benernya mod (dibagian tabu). tapi, dengan perkembangan teknologi jaman sekarang juga mau tak mau batasan tabu dan norma semakin hilang.

Oh... maksud anda,
Dengan segala kemudahan untuk mendapatkan kondom,
Anda merasa sudah tidak memiliki beban moral dimana kelamin anda parkir ?
BL4CK.D1CK - 05/11/2011 02:44 AM
#91

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
sayangnya saya sukses ke PTN bos ngakaks


uncen jurusan senirupa yeh mahos

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
mungkin ente emang lebih pintar soal ini , tapi ane tetap pada pendirian ane , kalo psikiater bisa membantu orang tua dalam memilih cara pendidikan yang tepat ke anakanya sendiri , terutama buat anak-anak yang sudah sangat parah dalam hal sex dewasa.


oh yeah... tadi yg nyebut soal tes minat dan bakat ke psikolog siapa yeh siul:

emangnya psikiater ngurusin soal ginian :
Quote:
membantu orang tua dalam memilih cara pendidikan yang tepat ke anakanya sendiri


siul:

emangnya semua anak :
Quote:
anak-anak yang sudah sangat parah dalam hal sex dewasa.


ada gangguan syaraf yg parah gila:
JebolanSurga - 05/11/2011 02:49 AM
#92

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
uncen jurusan senirupa yeh mahos


oh yeah... tadi yg nyebut soal tes minat dan bakat ke psikolog siapa yeh siul:

emangnya psikiater ngurusin soal gituan :

gila:


dibaca dulu bos yang bener, ane ke psikolog emang buat test minat dan bakat, buat jurusan PTN capedes
ini orang keras banget ya kepalanya, sapa yang test sapa yang ribut capedes

kalo ente anggap psikiater buat penyakit aneh2 itu, ya itu terserah ente
tapi ane tetep pada pendirian ane , kalo psikiater/psikolog bisa membantu orang tua dalam memilih cara pendidikan yang tepat ke anakanya sendiri , terutama buat anak-anak yang sudah sangat parah dalam hal sex dewasa. (sampe repost lagi deh capedes)

kalo mau liat PTN ane , liat aja group ane , ini room debat intelectual bukan troll semacam ente bos thx
BL4CK.D1CK - 05/11/2011 02:53 AM
#93

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
dibaca dulu bos yang bener, ane ke psikolog emang buat test minat dan bakat, buat jurusan PTN capedes
ini orang keras banget ya kepalanya, sapa yang test sapa yang ribut capedes

kalo ente anggap psikiater buat penyakit aneh2 itu, ya itu terserah ente
tapi ane tetep pada pendirian ane , kalo psikiater/psikolog bisa membantu orang tua dalam memilih cara pendidikan yang tepat ke anakanya sendiri , terutama buat anak-anak yang sudah sangat parah dalam hal sex dewasa. (sampe repost lagi deh capedes)


yeah kiddo....

memang yakin tuh anak2 yg memiliki kelainan orientasi seksual dipastikan memiliki kelainan syaraf siul:

makanya di awal sy tanya apakah anda mengetahui beda psikolog dan psikiater... ternyata tidak.... percuma repost, tidak menjelaskan apapun siul:

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
kalo mau liat PTN ane , liat aja group ane , ini room debat intelectual bukan troll semacam ente bos thx


gak ngaruh anda kuliah di mana toh moron juga bs masuk PTN bergengsi asal punya duid jaman skr siul:

NEXT siul:
JebolanSurga - 05/11/2011 02:56 AM
#94

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
yeah kiddo....

memang yakin tuh anak2 yg memiliki kelainan orientasi seksual dipastikan memiliki kelainan syaraf siul:

makanya di awal sy tanya apakah anda mengetahui beda psikolog dan psikiater... ternyata tidak.... percuma repost, tidak menjelaskan apapun siul:

NEXT siul:


itu gw posting bos beda psikiater ama psikolog
kalo memang belom termasuk ke kejiwaan ,ya sama psikolog saja,

psikiater = lulusan kedokteran psikolog=lulusan psikologi
terserah orangtuanya mau bawa ke mana anaknya

Quote:
gak ngaruh anda kuliah di mana toh moron juga bs masuk PTN bergengsi asal punya duid jaman skr siul:

malu ya dah nebak2 salah 2x :
1.nebak ga lulus snmptn capedes
2.nebak di uncen capedes

punya duit kok masi incer SNMPTN bos capedes
back to topic bos, jgn sampe OOT
Mr.Makarov - 05/11/2011 02:58 AM
#95

Apakah nonton bokep bersama adalah sex education?
Apa nantinya akan ada praktek langsung bersama di alexis?


Kalo iya, gw dukung sex education! DDD
BL4CK.D1CK - 05/11/2011 03:01 AM
#96

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
itu gw posting bos beda psikiater ama psikolog
kalo memang belom termasuk ke kejiwaan ,ya sama psikolog saja,

psikiater = lulusan kedokteran psikolog=lulusan psikologi
terserah orangtuanya mau bawa ke mana anaknya


ooohhh cuma segitu doang pemahaman soal bedanya siul:

anda tidak tau kalau psikiater lebih condong pada kelainan syaraf penderita gangguan kejiwaan dan penanganan oleh psikiater bukan? siul:

mungkin jika pendidikan seks anak sebaiknya dikontrol oleh psikolog... tetapi apakah dengan ditangani oleh psikiater tidak salah sasaran?

tahu dan sok tahu bedanya tipis lho....mahos

make ngotot lg mahos

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
malu ya dah nebak2 salah 2x :
1.nebak ga lulus snmptn capedes
2.nebak di uncen capedes

punya duit kok masi incer SNMPTN bos capedes
back to topic bos, jgn sampe OOT


lah emang nebak harus selalu benar amazed:

anda benar2 anak kuliahan bukan sih amazed:

tapi kok... auk ah gelap siul:
JebolanSurga - 05/11/2011 03:07 AM
#97

Quote:
Original Posted By BL4CK.D1CK
ooohhh cuma segitu doang pemahaman soal bedanya siul:

anda tidak tau kalau psikiater lebih condong pada kelainan syaraf penderita gangguan kejiwaan dan penanganan oleh psikiater bukan siul:

mungkin jika pendidikan seks anak sebaiknya dikontrol oleh psikolog... tetapi apakah dengan ditangani oleh psikiater tidak salah sasaran?

tahu dan sok tahu bedanya tipis lho....mahos

make ngotot lg mahos


lebih tepat psikolog ternyata, seperti artikel ini

Quote:
Psikolog Sani menjelaskan pendidikan seks saat usia anak-anak dimulai dengan penyebutan alat kelamin yang benar, lalu dilanjutkan dengan fungsinya untuk apa. Jika anak sudah mengerti ajarkan bagaimana cara merawat dan memelihara alat kelamin.

Saat berusia remaja, maka pendidikan seks yang diberikan adalah untuk mengetahui bagaimana anak memahami tentang pubertas misalnya tentang mimpi basah, tumbuhnya jakun atau menstruasi untuk anak perempuan.


kita sudahi debatnya sampe disini dulu gan, mata ane udah ga kuat
sampe ketemu dilain waktu D



NB: jangan asal tebak2 lagi ya ngakaks (malu kan kalo ketauan bodohnya ngakaks)
Yb1987 - 05/11/2011 03:08 AM
#98

woooa, dah mulai rame :matabelo

Quote:
Original Posted By arif_juve
akil baligh itu masuk kategori dibawah umur?

btw udah pada browsing belum gimana silabusnya

kalo dari DIY mungkin ini
Spoiler for .

Pendidikan seks yang terdiri dari 6 bab dan 29 pokok bahasan, adalah sebagai berikut :

I. Hubungan antar Manusia
A. Keluarga
1. tujuan berkeluarga
2. komunikasi intensif dalam keluarga
3. kasih sayang dalam keluarga
4. interaksi dalam keluarga
5. fungsi keluarga
B. Pertemanan (saling membutuhkan antar manusia)
1. komunikasi agresif dengan orang lain
2. komunikasi pasif dengan orang lain
3. komunikasi asertif dengan orang lain
C. Pacaran
1. Pacaran sehat secara fisik
2. Pacaran sehat secara psikis
3. Pacaran sehat secara sosial
D. Perkimpoian
1. Tujuan perkimpoian
2. Perencanaan perkimpoian

II. Perkembangan manusia
A. Gambaran umum perkembangan manusia secara fisik
1. Proses kejadian manusia secara sains (kehamilan)
2. Organ reprodukasi wanita
3. Organ reproduksi pria
4. Menstruasi
5. Mimpi basah
B. Gambaran umum perkembangan manusia secara psikis
1. Anak
2. Remaja (pubertas)
3. Dewasa

III. Pengembangan Diri
A. Mengenal dan menerima diri
1. Mengenal diri dan menemukan konsep diri
2. Kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain
B. Mengembangkan kepercayaan
1. Definisi kepercayaan
2. Mempercayai dan dapat dipercaya
3. Saat yang tepat untuk dapat mempercayai orang lain
4. Kepercayaan sebagai sebuah dugaan pribadi
C. Membuka diri
1. Segala hal mengenai membuka diri
2. Menerima umpan balik
D. komunikasi inter personal
1. Pengertian komunikasi
2. Menyampaikan Pesan Secara Efektif
3. Menyatakan Perasaan
4. Mengekspresikan perasaan secara verbal
5. Menyatakan perasaan secara non verbal
E. Mendengar secara aktif
1. Pengertian mendengarkan
2. Beberapa macam cara mendengarkan
3. Memberikan respon terhadap permasalahan orang lain
4. Respon yang tepat
5. Membantu menyelesaikan masalah orang lain
F. Konflik
1. Strategi memecahkan konflik
2. Manfaat konflik
3. Konflik yang membangun dan merusak
4. Strategi mengatasi konflik
5. Hal-hal yang mempengaruhi penyelesaian konflik
6. Tips menghadapi konflik secara efektif
G. Strategi pemecahan masalah
H. Merencanakan masa depan

IV. Perilaku seksual
A. Gambaran umum tentang perilaku seksual
B. Mengelola dorongan seks
C. Abstinance
D. Orientasi seksual
1. Heteroseksual
2. Homoseksual
3. Biseksual
4. Transeksual
E. Perilaku Seksual
1. Kissing
2. Necking
3. Petting
4. Intercouse
5. Anal
6. Oral
7. Vaginal
8. Masturbasi/Onani
F. Kelainan Seksual
1. Zoofilia (bestialitas)
2. Exhibitionisme
3. Voyeurisme
4. Pedhophilia
5. Necrofilia
6. Masochisme
7. Sadisme
8. Hiperseks

V. Kesehatan Seksual
A. 12 Hak Reproduksi
1. Mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi
2. Mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi
3. Kebebasan berpikir dan membuat keputusan tentang kesehatan reproduksi
4. Memutuskan jumlah dan jarak kelahiran anak
5. Hidup dan terbebas dari resiko kematian karena kehamilan, kelahiran, atau masalah gender
6. Kebebasan dan keamanan dalam pelayanan kesehatan reproduksi
7. Bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk
8. Mendapatkan manfaat dari kemajuan ilmu pengtahuan di bidang kesehatan reproduksi
9. Kerahasiaan pribadi
10. Membangun dan merencanakan keluarga
11. Kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik
12. Kebebasan dari segala bentuk diskriminasi
B. Kontrasepsi
1. Definisi Kontrasepsi
1. Macam-macam kontrasepsi
2. Keuntungan dari kontrasepsi
3. Kerugian dari kontrasepsi
4. Hak-hak konsumen untuk akses kontrasepsi
5. Hak-hak remaja untuk akses kontrasepsi
C. Kekerasan
1. Kekerasan fisik
2. Kekerasan psikis
3. Kekerasan sosial
4. Kekerasan seksual
5. Tindakan hukum bagi perilaku kekerasan/pelecehan seksual
6. Tips menghadapi kekerasan/pelecehan seksual
D. Kehamilan Yang Tidak Dikehendaki
1. Definisi KTD
2. Penyebab KTD
3. Pemecahan Masalah KTD
4. Meneruskan kehamilan
5. Menghentikan kehamilan
E. Aborsi
1. Definisi Aborsi
2. Jenis-jenis aborsi
3. Alasan individu untuk aborsi
4. Dampak dari aborsi
F. IMS
1. Definisi IMS
2. Jenis –jenis IMS
3. Cara penularan IMS
4. Penyebab dari IMS
5. Gejala-gejala dari IMS
6. Pengobatan untuk IMS
7. Mitos-mitos yang terjadi di masyarakat tentang IMS
G. HIV/AIDS
1. Definisi HIV/AIDS
2. Penyebab HIV/AIDS
3. Sejarah HIV/AIDS
4. Cara penularan HIV/AIDS
5. Fase/Tahapan HIV/AIDS
6. Pencegahan HIV/AIDS
7. Mitos yang terjadi di masyarakat tentang HIV/AIDS
8. ODHA
9. Stigma dan diskriminasi untuk ODHA
10. Dukungan dan perlindungan terhadap ODHA
11. Pengobatan HIV/AIDS
H. NAPZA
1. Definisi NAPZA
2. Jenis-jenis NAPZA
a. Dihisap
b. Dihirup
c. Disuntikan
3. Efek menggunakan NAPZA
a. Depresan
b. Stimulan
c. Halusinogen
4. Faktor penyebab NAPZA
a. Kondisi remaja
b. Komunikasi orangtua
c. Tanggungjawab masyarakat
d. Tanggungjawab negara
5. Pencegahan
a. Mengurangi Suplai
b. Mengurangi Penggunaan
c. Pengurangan Dampak
d. Penegakan Hukum

VI. Budaya dan Masyarakat
A. Gender
1. Gambaran umum tentang Gender
2. Definisi dan Istilah Gender
3. Pengertian dan Perbedaan Gender dengan Sex
4. Pembagian peran menurut Jenis Kelamin
5. Akar dan penyebab ketimpangan gender
a. Struktur budaya
b. Struktur social
c. Struktur politik
d. Struktur politik
e. Struktur ekonomi
f. Penafsiran agama
g. Dampak ketimpangan gender dalam kehidupan remaja
6. Pola ketimpangan gender (subordinasi, marginalisasi, sterotype, double burden, violence)
7. Persoalan keterkaitan antara peran gender dengan persoalan seksualitas / kesehatan reproduksi
a. Proses sosialisasi gender dan seksualitas laki-laki dan perempuan
b. Konsep cinta dan pacaran
c. Akses dan keterbukaan mengenai seksualitas
d. Perilaku seksualitas dan gender
B. Agama, Kehidupan Sehari-hari dan Seksualitas
1. Persoalan seksualitas dan agama
a. Perkembangan manusia dalam doktrin agama
b. Agama dan sexual taboo dalam perilaku dan orientasi seksual
c. Agama dan isu IMS dan HIV/AIDS
d. Agama dan isu kaum marginal
2. Fenomena seksualitas dalam kehidupan sehari-hari
a. Pembahasan mengenai fenomena seksualitas aktual
b. Proses menggali kepekaan social dan budaya dalam persoalan seksualitas
c. Perspektif yang mendukung remaja dalam melihat fenomena seksualitas dalam kehidupan sehari-hari.

sumber : http://soepritjahjono.wordpress.com/2009/12/19/materi-pembelajaran-pendidikan-seks/


nah sono dah debatin tuh isinya
gue mah males
kok gw itung ada 30 pokok bahasan ya? think:

gw lebih setuju klo SE menitikberat pada bab V, bukan pada pemraktekan bab IV shakehand


Quote:
Original Posted By hasyasheen
saya rasa tidak perlu, pengetahuan dimana-mana akan mengundang rasa penasaran yang berlebih, yang berujung pada proving atau implementasi nyata.

seperti yang kita tahu, justru masalah pelecehan seksual kerap dialami di daerah2 yang alur informasi nya berkembang pesat dan pengetahuan2 tentang seks terbuka secara bebas. anak2 dalam hal ini tidak luput dari dampaknya.

pengetahuan tentang seks, hanya akan menimbulkan dampak sistemik sebab pada usia dini sangatlah susah untuk menanamkan secara instan soal pendidikan akhlaq secara menyeluruh.
pendidikan seks harus juga diimbangi oleh pendidikan akhlaq, tidak boleh tidak.


adakah yang mau meng-counter argumen saya?
nah itulah..

SE yang diajarkan mengenai apa?
klo dijelaskan tentang resikonya secara susila maupun kesehatan, apa masi ada yang brani coba2?

penasaran timbul karena rasa ingin tahu. ingin tau karena belum tau..
orang yang lebih tau harusnya bisa memberi penjelasan, bukan dengan memberi jawaban 'ah, nanti dah gede juga lu tau sendiri'.. think:


pendidikan seks diimbangi pendidikan akhlak..

hmm..

apa lu bisa menjamin bahwa orang yang terlihat alim itu seorang berakhlak baik?
dan bahwa orang berakhlak baik pasti bisa menahan diri untuk not thinking about sex thing?


Quote:
Original Posted By soerya
wel, kalo batasan usia SMP kelas 2 , gw setuju
cepet atao lambat mereka pasti bertanya dan ingin tahu
edukasi perlu sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

anak TK dijelasin soal SMP mana ngeh

btw

klo anak lu yg umur 5 thn nanya, "yah, ini kenapa titid adek koq ga ada, malah ada segitiganya ?"
ampe sekarang gw bingung jelasinnya hammer:
skarang kurikulum dah dimajuin lho..
katanya SD kelas 2 aja dah diajarin perkalian..
playgroup pun dah diajarin bahasa inggris, padahal itu plajaran gw masuk SMP hammer:
BL4CK.D1CK - 05/11/2011 03:09 AM
#99

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
lebih tepat psikolog ternyata, seperti artikel ini



kita sudahi debatnya sampe disini dulu gan, mata ane udah ga kuat
sampe ketemu dilain waktu D



NB: jangan asal tebak2 lagi ya ngakaks (malu kan kalo ketauan bodohnya ngakaks)


justru anda yang asal ngotot pendidikan seks pada anak dengan penanganan psikiater.... coba baca post sebelumnya sebelum mencap orang lain bodoh....siul:

entah apa ini... punya pendapat, matahin pendapat sendiri siul:

Quote:
Original Posted By Yb1987
SE yang diajarkan mengenai apa?
klo dijelaskan tentang resikonya secara susila maupun kesehatan, apa masi ada yang brani coba2?


rasanya semua pelacur tahu resiko seks bebas tapi toh tetap dilakukan... sama halnya dengan para pria hidung belang ;)

apalagi klo bocah... gak kebayang deh ngakaks

Quote:
Original Posted By Yb1987
penasaran timbul karena rasa ingin tahu. ingin tau karena belum tau..
orang yang lebih tau harusnya bisa memberi penjelasan, bukan dengan memberi jawaban 'ah, nanti dah gede juga lu tau sendiri'.. think:


bagaimana dengan mengalihkan perhatian anak pada aktivitas lain semisal berolahraga atau kreativitas lainnya \)

toh bukannya tidak ada alternatif lain sedikitpun \)


Quote:
Original Posted By Yb1987
pendidikan seks diimbangi pendidikan akhlak..

hmm..

apa lu bisa menjamin bahwa orang yang terlihat alim itu seorang berakhlak baik?
dan bahwa orang berakhlak baik pasti bisa menahan diri untuk not thinking about sex thing?


memikirkan dan melakukan aktivitas fisik adalah 2 hal yg berbeda secara signifikan.... \)

orang tidak akan dihukum jika memikirkan perampokan bank, tapi kalau sudah merampok bank tentu akan terkena sanksi pidana... semoga mengerti analogi sy...

jadi yg perlu diwaspadai adalah aktivitas fisik \)


Quote:
Original Posted By Yb1987
skarang kurikulum dah dimajuin lho..
katanya SD kelas 2 aja dah diajarin perkalian..
playgroup pun dah diajarin bahasa inggris, padahal itu plajaran gw masuk SMP hammer:


yang benar matabelo:

dulu klo gak salah baru belajar perkalian jaman kelas 1 smp hammer:
nuno.graz - 05/11/2011 03:21 AM
#100

Quote:
Original Posted By JebolanSurga
sayangnya saya sukses ke PTN bos ngakaks

mungkin ente emang lebih pintar soal ini , tapi ane tetap pada pendirian ane , kalo psikiater bisa membantu orang tua dalam memilih cara pendidikan yang tepat ke anakanya sendiri , terutama buat anak-anak yang sudah sangat parah dalam hal sex dewasa.


Definisikan "hal sex dewasa"!

Apa kriterianya?

pengen lihat kualitas anak unpad

Quote:
Original Posted By jalembung
ane ikut urun pendapat gan. :request
biar ga rancu dan lain sebagainya, ane membatasi pendapat ane dalam asumsi seperti ini.
pendidikan itu kan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
seks paling tidak ada 2 makna. 1 sebagai jenis kelamin. dan 2 sebagai kegiatan manipulasi alat kelamin. (dua batasan diatas ane ambil dari wikipedia agar bisa saling croscek)
sehingga, pendidikan seksual adalah usaha sadar---------mengembangkan potensi dirinya dalam hal seksual (all about sex).
lagipula, masalah seksual adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam hidup manusia disamping kebutuhan fisiologis manusia lainnya. jadi, menurut ane, pendidikan seks pada manusia sedini mungkin (terserah mau dibawah umur atau ga) karena kedudukan seks pada manusia sama dengan kedudukan makan pada manusia.
hanya saja, tingkat dan jenis pendidikan tersebut bisa (dan harus) disesuaikan dengan tingkat pengetauan manusia tersebut.
misalkan pada balita usia 2 atau 3 tahun diajarkan tentang jenis kelamin mereka dan perbedaannya dengan lawan jenisnya dan seterusnya seterusnya.
menurut ane, ini hanya masalah cara penyampaian wali kepada anak tersebut.


@bold: jadi lu bakal ngasih pendidikan seks ke anak dengan alasan masalah seksual sama dengan makan? seks dalam kalimat bold bukan dalam pengertian alat kelamin tapi dlm hubungan seks kan (kebutuhan fisiologis)?

Kita butuh makan dari lahir, tapi kita ga butuh menyalurkan seks dari lahir. Dah keliatan beda belon? D Mengapa demikian? cari sendiri yah tong, males nerangin gw

bilangin ama emak lu yang dongo, jangan ngajarin yg ngga2 ke elu, jadi dongo D
Page 5 of 332 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?