DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 60 of 332 | ‹ First  < 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 >  Last ›

Inzict - 23/11/2011 09:15 AM
#1181

Quote:
Original Posted By via.dolorosa


Kalo ane sendiri jd org sekarat pengennya jg cepet2 mati,..

Dari pada idup cm nyusahin org en menderita kesakitan


Ente cemen gan malu:

Quote:

tapi ane gk mau sampe ada org lain yg matiin ane,
ane cukup berdoa & minta doa dari org2 sekitar semoga gw lekas mati


Faktanya tdk akan ada org laen yg akan bantuin anda dg mendoakan anda cepat mati.
Krn yg bantuin anda berdoa spy cpt mati jg takut berdosa D

Quote:

Krna gw gk mau keinginan gw untuk mati bkin org lain ikutan berdosa


Baguslah thumbup:

Quote:

jiwa & tubuh gw ini sbenernya milik Tuhan,
jd gw atopun org lain gk pny hak


Sebuah perspektif dr sudut pandang agama. malu:
Inzict - 23/11/2011 09:18 AM
#1182

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker

Kayaknya sih dri kisah nyata, soalnya baca di wiki ada juga kisah dokter death.

Ya tapi kamu sendiri setuju kalo euthanasia berlaku juga buat orang penyakit mental?


malu: Udah deh bahas filmnya gan. \)

Quote:

Klo ga memandang Tuhan dan agama dan dosa berarti setuju donk gan?
(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


Tetep gak setuju.
Krn memandang dr norma2 hukum & sosial jg msh bisa.
Ada tanggungjwb negara & sosial utk melindungi masyarakat juga sodaranya. malu:
Inzict - 23/11/2011 09:22 AM
#1183

Quote:
Original Posted By enigma.8

Lanjutkan debat ini kagak usah dengerin org2 sombong bicara.
Emangnya yg di DC hanya org2 lama.
Bnyk org baru jg masuk ke DC


Dan argumen km apa gan? amazed:

Quote:
Original Posted By kyourieugie

kalo di indonesia masih belom bisa di legalkan..

lagipula hak untuk seseorang mengakhiri hidupnya secara enthunasia kalo di indonesia urusanya panjang.. harus ada surat tertulis dan di tanda tangani seluruh pihak keluarga.. sebelum surat itu beress kemungknan ppasien uda mti. (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


Ente kontra dg praktek euthanaisa ini jg gan malu:
Kalau di Indonesia memang blm bs dilegalkan,
wlpn prnh kejadian jg di Indonesia.
Itu jg msh jd kontroversi gan. malu:
Inzict - 23/11/2011 09:28 AM
#1184

Quote:
Original Posted By gentongpenguin


sesuai dengan definisi Euthanasia menurut wikipedia
http://id.wikipedia.org/wiki/Eutanasia


Eutanasia ditinjau dari sudut cara pelaksanaannya

Bila ditinjau dari cara pelaksanaannya, eutanasia dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu eutanasia agresif, eutanasia non agresif, dan eutanasia pasif.

* Eutanasia agresif, disebut juga eutanasia aktif, adalah suatu tindakan secara sengaja yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk mempersingkat atau mengakhiri hidup seorang pasien. Eutanasia agresif dapat dilakukan dengan pemberian suatu senyawa yang mematikan, baik secara oral maupun melalui suntikan. Salah satu contoh senyawa mematikan tersebut adalah tablet sianida.

* Eutanasia non agresif, kadang juga disebut eutanasia otomatis (autoeuthanasia) digolongkan sebagai eutanasia negatif, yaitu kondisi dimana seorang pasien menolak secara tegas dan dengan sadar untuk menerima perawatan medis meskipun mengetahui bahwa penolakannya akan memperpendek atau mengakhiri hidupnya. Penolakan tersebut diajukan secara resmi dengan membuat sebuah "codicil" (pernyataan tertulis tangan). Eutanasia non agresif pada dasarnya adalah suatu praktik eutanasia pasif atas permintaan pasien yang bersangkutan.

* Eutanasia pasif dapat juga dikategorikan sebagai tindakan eutanasia negatif yang tidak menggunakan alat-alat atau langkah-langkah aktif untuk mengakhiri kehidupan seorang pasien. Eutanasia pasif dilakukan dengan memberhentikan pemberian bantuan medis yang dapat memperpanjang hidup pasien secara sengaja. Beberapa contohnya adalah dengan tidak memberikan bantuan oksigen bagi pasien yang mengalami kesulitan dalam pernapasan, tidak memberikan antibiotika kepada penderita pneumonia berat, meniadakan tindakan operasi yang seharusnya dilakukan guna memperpanjang hidup pasien, ataupun pemberian obat penghilang rasa sakit seperti morfin yang disadari justru akan mengakibatkan kematian. Tindakan eutanasia pasif seringkali dilakukan secara terselubung oleh kebanyakan rumah sakit.

Penyalahgunaan eutanasia pasif bisa dilakukan oleh tenaga medis maupun pihak keluarga yang menghendaki kematian seseorang, misalnya akibat keputusasaan keluarga karena ketidaksanggupan menanggung beban biaya pengobatan. Pada beberapa kasus keluarga pasien yang tidak mungkin membayar biaya pengobatan, akan ada permintaan dari pihak rumah sakit untuk membuat "pernyataan pulang paksa". Meskipun akhirnya meninggal, pasien diharapkan meninggal secara alamiah sebagai upaya defensif medis.


OK deh utk penjabaran euthanasianya shakehand

Quote:

Dari point2 diatas kita akan melihat jelas beberapa jenis euthanasia,
beberapa saat yang lalu ada teman dari salah satu keluarga yang terkena stroke,
dengan perjuangan dan biaya yang mahal (sekitar sekian M) akhirnya bisa selamat namun sudah lumpuh, tidak bisa bicara, hidupnya vegetatif.....
bila hal itu menimpa orang miskin, apa jadinya? kemungkinan akan ada permintaan DNR (Do Not Rescucitate), jadi dibiarkan meninggal alamiah....


Kalau mnrt saya org miskin itu biarkan ttp meninggal alamiah saja.
Biar dilihat dr sudut pandang agama bener. Krn saya yakin sblm org itu sakit, org itu pasti jg beragama.
Dr sudut pandang sosial jg bgmn, apa kata masyarakat sebuah keluarga besar beramai2 sepakat tanda tangan utk membunuh saudaranya sndr. malu:

Quote:

Kembali ke pasien dan keluarga serta petugas medis, secara hukum jelas menolak adanya euthanasia...
namun kadang seperti kita lihat, pernah ada sanak keluarga yang terkena kanker, sudah kemoterapi, sampai perdarahan dari hidung, telinga, muntah darah, kencing darah, BAB darah...
akhirnya sudah tidak tahan, minta morfin dosis tinggi dan meninggal.....
disitu kita melihat, sebetulnya bukan kehidupan itu sendiri yang perlu dipertahankan, namun juga kenyamanan ybs, bila hidup menanggung sengsara dan disiksa terus, maka kematian yang indah akan nampak lebih baik adanya....


Itu pilihan, kuat atau tdk menjalani hidup.
Mo gentle apa jd cemen malu:

Quote:

Turut berdoa demi arwah manusia yang meninggal dengan euthanasia
karena tidak kuasa menanggung derita yang berkrpanjangan.....berdukas


Euthanasia bukan satu2nya solusi.
Jd knp anda berduka.
Saya malah prihatin, tdk berduka. malu:
Inzict - 23/11/2011 09:50 AM
#1185

Quote:
Original Posted By prop1000

khan gw dah bilang, udah khatam ditopik ini.

gimana, megah khan argumennya? Peace:


Megah di sebelah mananya gan malu:

Quote:
Original Posted By prop1000

ini gw quote deh dari trit sebelumnya:

==============================
berikut argumen penutup pro-euthanasia-pasif.

euthanasia ditolak dengan alasan utama disetarakan dengan membunuh atau bunuh diri. membunuh (murder) punya arti mengakhiri hidup dengan sengaja secara ilegal dan punya obyek yaitu manusia.
kita tidak bisa dibilang membunuh (murder) binatang misalnya.

lalu apa yang membedakan manusia dan binatang?
apakah dapat bernafas alias bermetabolisme saja cukup untuk dapat dikatakan manusia?

mari kita geser sedikit ke conscience alias hati nurani. suatu produk genetika yang membuat kita punya value berbeda2 atas apa itu kehidupan.

rasanya tidak ada dari kita yang merasa bersalah ketika 'membunuh' bakteri dengan meminum antibiotika. ataupun sewaktu kita mencabuti rumput liar di halaman. sebagian kecil dari kita dapat merasa bersalah ketika menepuk nyamuk yang menggigit kita ataupun menginjak kecoa yang lewat di kaki kita. kita mulai merasa tidak nyaman ketika melihat ayam atau sapi disembelih untuk jadi santapan makan kita. kita bahkan bisa menangis melihat anjing atau kucing yang tersiksa atau mati mengenaskan di tabrak mobil. atau lebih jauh lagi, kita membuat aturan2 soal animal abuse terhadap binatang (terutama mamalia). sampai terakhir kita mengutuk ataupun menghukum pembunuhan pada manusia.

semua yang dibold adalah makhluk hidup yang telah ditunjukkan bagaimana hati nurani sebagai "internal moral motivation" bisa berbeda2 mulai dari makhluk hidup dengan tingkat kesadaran terendah sampai ke tingkat kesadaran tertinggi (manusia).

so, apa yang membuat kita dapat disebut manusia adalah KESADARAN.
masih ingat cerita film avatar dimana jake sully berpindah tubuh menjadi alien?
apakah jake masih hidup setelah tubuhnya mati dan seluruh kesadarannya pindah ke tubuh alien? apakah alien dengan kesadaran jake sully tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban atas perbuatannya mengkhianati koloni manusia di planet tersebut? jadi sebuah perenungan tersendiri

untuk itu kita tidak dapat lagi menyatakan 'manusia' atas sebuah tubuh tergolek yang tidak sadar dan tidak mempunyai harapan dapat timbul kesadaran lagi.

jika definisi euthanasia adalah tindakan atau penghentian tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia, menghentikan tindakan atas tubuh tak sadar yang tidak punya harapan untuk sadar ini tidak dapat dikatakan euthanasia lagi. karena tubuh itu tidak lagi mempunyai syarat untuk dikatakan manusia atas dasar tidak punya kesadaran (vegetative state) dan tidak punya harapan untuk sadar lagi tadi.

================================================================

keberatan selanjutnya adalah kapan atau bagaimana kita dapat menyatakan tubuh tak sadar ini tidak punya harapan lagi untuk sembuh. well, kita memang tidak bisa memastikan sesuatu yang ada dimasa datang. kita tidak bisa memastikan besok matahari akan terbit di timur atau tidak. tapi ada cukup banyak alasan kenapa kita dapat menyatakan "besok matahari akan terbit di timur".

lalu siapa yang dapat menyatakan tubuh tersebut tidak punya harapan untuk muncul lagi kesadarannya lewat alasan2 yang dapat diterima secara umum dan dapat dipertanggungjawabkan? jawabnya ada di tim-dokter yang memang berkompeten dibidangnya dan punya otoritas untuk itu. ada rumusan2 atau acuan2 yang dituliskan dalam prosedur "layak euthanasia pasif" (jika ingin dilegalkan).

seperti apa prosedur atau acuan2nya, terlalu teknis untuk diulas disini. seperti juga terlalu teknis membahas prosedur peluncuran pesawat ulang-alik misalnya.

kembali ke arguman kontra: kemungkinan untuk tetap hidup. bantahannya akan berlanjut di argumen pro-euthanasia-aktif.

to be continued...


Quote:
Original Posted By prop1000

argumen pembuka pro-euthanasia-aktif.

argumen ini melanjutkan ke argumen inti sebelumnya di euthanasia pasif: hidup bukan sekedar bernafas & boker.

ada kesadaran disitu yang membedakan kita manusia dengan hewan ataupun tumbuhan. lalu kesadaran yang seperti apa? pertanyaan ini setara dengan hidup seperti apa.

salah satu 'penemuan' kehidupan untuk bertahan hidup dalam hubungannya dengan kesadaran adalah PAIN. yup, rasa sakit. itu yang membuat kita menghindar dari bahaya atau hal2 yang merugikan bagi tubuh.

so, apakah mempertahankan kehidupan "at all cost" termasuk menyiksa orang yang tidak punya harapan sembuh untuk mengakhiri sisa2 hidupnya dalam kesakitan?

masih sanggupkah kita mengatakan diri kita bermoral dengan membiarkan hal itu terjadi?

tidak punya hak-kah orang tersebut untuk mengakhiri hidupnya daripada meneruskan hidup hanya untuk merasakan kesakitan dimana tidak ada harapan untuk sembuh?

memangnya kita siapa untuk punya hak melarang orang lain memilih untuk tidak lagi merasakan kesakitan.

===============================================================

adalah tugas dari petugas2 medis untuk menyelamatkan nyawa & mengurangi penderitaan/pain ini. tugas ini menjadi kontradiktif ketika mengurangi penderitaan dengan pain-killer jadi bertentangan dengan tugas menyelamatkan nyawa.

pada penyakit kanker stadium akhir, tindakan medis yang dilakukan hanyalah memberi morphin dosis tinggi yang bahlan tidak lagi mampu menghilangkan rasa sakit. coba sekali2 pergi ke RS Dharmais dan lihat bagaimana suster2 disana sudah sangat akrab dengan morphin & teriakan kesakitan pasiennya.

lalu apa pilihannya?

kembali, hidup bukan sekedar nafas & boker. kita harus mendefinisikan kualitas hidup yang bagaimana yang layak dipertahankan. dan dalam definisi itu, hidup dalam kesakitan tak henti tanpa harapan untuk sembuh tidak layak dipertahankan. dan keputusan untuk mengakhiri hidup tetap ditangan orang tersebut bukan orang lain.


amazed: Ane jwb di bawah deh malu:
Inzict - 23/11/2011 10:04 AM
#1186

Quote:
Original Posted By prop1000

ini gw quote deh dari trit sebelumnya:

==============================
berikut argumen penutup pro-euthanasia-pasif.

euthanasia ditolak dengan alasan utama disetarakan dengan membunuh atau bunuh diri. membunuh (murder) punya arti mengakhiri hidup dengan sengaja secara ilegal dan punya obyek yaitu manusia.
kita tidak bisa dibilang membunuh (murder) binatang misalnya.

lalu apa yang membedakan manusia dan binatang?
apakah dapat bernafas alias bermetabolisme saja cukup untuk dapat dikatakan manusia?

mari kita geser sedikit ke conscience alias hati nurani. suatu produk genetika yang membuat kita punya value berbeda2 atas apa itu kehidupan.

rasanya tidak ada dari kita yang merasa bersalah ketika 'membunuh' bakteri dengan meminum antibiotika. ataupun sewaktu kita mencabuti rumput liar di halaman. sebagian kecil dari kita dapat merasa bersalah ketika menepuk nyamuk yang menggigit kita ataupun menginjak kecoa yang lewat di kaki kita. kita mulai merasa tidak nyaman ketika melihat ayam atau sapi disembelih untuk jadi santapan makan kita. kita bahkan bisa menangis melihat anjing atau kucing yang tersiksa atau mati mengenaskan di tabrak mobil. atau lebih jauh lagi, kita membuat aturan2 soal animal abuse terhadap binatang (terutama mamalia). sampai terakhir kita mengutuk ataupun menghukum pembunuhan pada manusia.

semua yang dibold adalah makhluk hidup yang telah ditunjukkan bagaimana hati nurani sebagai "internal moral motivation" bisa berbeda2 mulai dari makhluk hidup dengan tingkat kesadaran terendah sampai ke tingkat kesadaran tertinggi (manusia).

so, apa yang membuat kita dapat disebut manusia adalah KESADARAN.
masih ingat cerita film avatar dimana jake sully berpindah tubuh menjadi alien?
apakah jake masih hidup setelah tubuhnya mati dan seluruh kesadarannya pindah ke tubuh alien? apakah alien dengan kesadaran jake sully tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban atas perbuatannya mengkhianati koloni manusia di planet tersebut? jadi sebuah perenungan tersendiri

untuk itu kita tidak dapat lagi menyatakan 'manusia' atas sebuah tubuh tergolek yang tidak sadar dan tidak mempunyai harapan dapat timbul kesadaran lagi.

jika definisi euthanasia adalah tindakan atau penghentian tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia, menghentikan tindakan atas tubuh tak sadar yang tidak punya harapan untuk sadar ini tidak dapat dikatakan euthanasia lagi. karena tubuh itu tidak lagi mempunyai syarat untuk dikatakan manusia atas dasar tidak punya kesadaran (vegetative state) dan tidak punya harapan untuk sadar lagi tadi.

================================================================

keberatan selanjutnya adalah kapan atau bagaimana kita dapat menyatakan tubuh tak sadar ini tidak punya harapan lagi untuk sembuh. well, kita memang tidak bisa memastikan sesuatu yang ada dimasa datang. kita tidak bisa memastikan besok matahari akan terbit di timur atau tidak. tapi ada cukup banyak alasan kenapa kita dapat menyatakan "besok matahari akan terbit di timur".

lalu siapa yang dapat menyatakan tubuh tersebut tidak punya harapan untuk muncul lagi kesadarannya lewat alasan2 yang dapat diterima secara umum dan dapat dipertanggungjawabkan? jawabnya ada di tim-dokter yang memang berkompeten dibidangnya dan punya otoritas untuk itu. ada rumusan2 atau acuan2 yang dituliskan dalam prosedur "layak euthanasia pasif" (jika ingin dilegalkan).

seperti apa prosedur atau acuan2nya, terlalu teknis untuk diulas disini. seperti juga terlalu teknis membahas prosedur peluncuran pesawat ulang-alik misalnya.

kembali ke arguman kontra: kemungkinan untuk tetap hidup. bantahannya akan berlanjut di argumen pro-euthanasia-aktif.

to be continued...


Yg ini sy gak counter coz sy jg kontra dg praktek euthanasia ini malu:

Quote:
Original Posted By prop1000

argumen pembuka pro-euthanasia-aktif.

argumen ini melanjutkan ke argumen inti sebelumnya di euthanasia pasif:
hidup bukan sekedar bernafas & boker.

ada kesadaran disitu yang membedakan kita manusia dengan hewan ataupun tumbuhan. lalu kesadaran yang seperti apa? pertanyaan ini setara dengan hidup seperti apa.


Spt bau2 statement dr org atheis yg gak ngerti tujuan agama spt tuntunan agama nih malu:
Kesadaran utk melanjutkan hdp sesuai dg tujuan hdpmu,
terlepas dr apapun agama, aliran kepercayaan atau paham yg anda anut.

Quote:

salah satu 'penemuan' kehidupan untuk bertahan hidup dalam hubungannya dengan kesadaran adalah PAIN. yup, rasa sakit. itu yang membuat kita menghindar dari bahaya atau hal2 yang merugikan bagi tubuh.


Seatheis2nya org tetep bs sakit kan.
Tetep itu hal yg gak bs anda hindari kan malu:

Quote:

so, apakah mempertahankan kehidupan "at all cost" termasuk menyiksa orang yang tidak punya harapan sembuh untuk mengakhiri sisa2 hidupnya dalam kesakitan?


Tersiksa jg bagian dr motivasi hdp kan gan. malu:
Sekali lg terlepas dr agama, aliran kepercayaan ataupun paham atheis yg anda anut.

Quote:

masih sanggupkah kita mengatakan diri kita bermoral dengan membiarkan hal itu terjadi?


Masih, sebab masih ada norma sosial disini.
Sebagai sama2 makhluk hdp,
terlepas dr agama, aliran kepercayaan ataupun paham atheis yg anda anut.

Quote:

tidak punya hak-kah orang tersebut untuk mengakhiri hidupnya daripada meneruskan hidup hanya untuk merasakan kesakitan dimana tidak ada harapan untuk sembuh?


Org atheis jg pny rasa kemanusiaan kan.
Jd tdk pny hak. Tp pny kewajiban utk saling mengingatkan. malu:

Quote:

memangnya kita siapa untuk punya hak melarang orang lain memilih untuk tidak lagi merasakan kesakitan.


Sebagai sesama manusia malu:

Quote:

adalah tugas dari petugas2 medis untuk menyelamatkan nyawa & mengurangi penderitaan/pain ini.
tugas ini menjadi kontradiktif ketika mengurangi penderitaan dengan pain-killer jadi bertentangan dengan tugas menyelamatkan nyawa.


Pilih satu aja, jd penyelamat atau pembunuh.
Maruk amat malu:

Quote:

pada penyakit kanker stadium akhir, tindakan medis yang dilakukan hanyalah memberi morphin dosis tinggi yang bahlan tidak lagi mampu menghilangkan rasa sakit. coba sekali2 pergi ke RS Dharmais dan lihat bagaimana suster2 disana sudah sangat akrab dengan morphin & teriakan kesakitan pasiennya.

lalu apa pilihannya?


Membiarkan mati alamiah.
Setidaknya dg memberi semangat sudah cukup,
tdk perlu ditambah jd pembunuh jg.

Quote:

kembali, hidup bukan sekedar nafas & boker. kita harus mendefinisikan kualitas hidup yang bagaimana yang layak dipertahankan. dan dalam definisi itu, hidup dalam kesakitan tak henti tanpa harapan untuk sembuh tidak layak dipertahankan. dan keputusan untuk mengakhiri hidup tetap ditangan orang tersebut bukan orang lain.


Kadang org sakit tdk berpikir jernih dan psikologinya terganggu.
Psikologi jg msk ke dlm ilmu kesehatan.
Lalu sbg tenaga kesehatan seharusnya memberi obat psikologinya utk menyadarkan pasien utk tdk memilih mengakhiri hdpnya dg praktek euthanasia kan jg bs malu:

Masak dikit2 mati, cemen amat malu:
gentongpenguin - 23/11/2011 10:08 AM
#1187

Quote:
Original Posted By Inzict
OK deh utk penjabaran euthanasianya shakehand

Kalau mnrt saya org miskin itu biarkan ttp meninggal alamiah saja.
Biar dilihat dr sudut pandang agama bener. Krn saya yakin sblm org itu sakit, org itu pasti jg beragama.
Dr sudut pandang sosial jg bgmn, apa kata masyarakat sebuah keluarga besar beramai2 sepakat tanda tangan utk membunuh saudaranya sndr. malu:

Itu pilihan, kuat atau tdk menjalani hidup.
Mo gentle apa jd cemen malu:

Euthanasia bukan satu2nya solusi.
Jd knp anda berduka.
Saya malah prihatin, tdk berduka. malu:


Agak susah kalau nggak lihat didepan mata langsung sih gan.....berdukas
Nanti kalau agan mengalami sendiri mungkin penilaian agan mengenai opini agan.... karena situasi di lapangan dengan di layar monitor secara psikologis beda sekali......itu keadaan yang bener2 miris...\(
Inzict - 23/11/2011 10:17 AM
#1188

Quote:
Original Posted By gentongpenguin

Agak susah kalau nggak lihat didepan mata langsung sih gan.....berdukas

Nanti kalau agan mengalami sendiri mungkin penilaian agan mengenai opini agan....

karena situasi di lapangan dengan di layar monitor secara psikologis beda sekali......

itu keadaan yang bener2 miris...\(


Sudah pernah melihat. malu:
Tetangga saya dulu ada tiap pagi - malam teriak2 kesakitan
sampe berbulan2,
sampai seisi kampung jg mendengar tiap hari.

Jeritannya sangat keras sekali.
Awalnya ya miris denger jeritannya,
tp lama2 jg terbiasa.

Dan untungnya tetangga saya itu org dg ekonomi rendah,
jd tdk kenal ilmu2 euthanasia sgl.
Utk berobat aja sudah susat bgt.

Tp akhirnya mati sndr tuh,
matinya dengan tenang lg.
Sempet pamitan & mnt maaf jg dg keluarganya.

Klo dirunut dr awal ya dia sakit krn salah dia sndr kok.
Dulu mudanya sering berbuat yg gak baek,
yg gak perlu saya sebutkan disini.

Tapi setidaknya dia matinya gentle,
gak cemen spt pelaku2 euthanasia itu. malu:
juman - 23/11/2011 01:22 PM
#1189

ane gk pro jg gk kontrak,tergantung kenyataan dilapangan.klo blum ngalamin ya gk tau kyk gimana,atas ane pernah ngalami tp tetangganya,itu berbeda bagai langit dan bumi.gk ada terlibat emosional ente ama tetangga ente.kecuali itu orang deket ente atau keluarga ente,klo orang deket ente yg mengalami,ente tidak cukup berpikir dgn logika,tp jg melibatkan perasaan.
ane kasih contoh pengalaman ane,babe ane sakit parah,dokter uda nyerah.disatu sisi ane sayang bgt ama babe ane,disisi lain ane kasian lebih baik mati drpada tersiksa sampai segitunya. (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
poni.aneh - 23/11/2011 03:14 PM
#1190

Quote:
Original Posted By Inzict
Itu murni film psikopat gan, bukan contoh euthanasia murni malu:


itu real story gan.nohope:
dokter patologi di state Michigan Amerika
Jacob Jack Kevorkian. lo search aja.

dan disini euthanasia hanya untuk yg struggle to death

"Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak
boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun."

dan gw anggap mati adalah hak milik pribadi, cool:
dadudice - 23/11/2011 09:27 PM
#1191

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
Judulnya dokter death apa suicide assistent (lupa) klo ga salah yg maen al pacino


Berarti kamu setuju euthanasia yg dilakukan suami istri itu?
Klo ga salah di film jiwa si dokter terganggu gan D (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


Saya sih tetap setuju dengan catatan memang sang istri merasa terlalu menderita dengan penyakitnya tersebut...
apalagi klo memang ditambah dengan faktor keadaan ekonomi keluarga tersebut..

Walaupun sang dokter yang kata agan2 adalah psikopat, namun dalam hal cerita tersebut saya masih berpendapat bahwa sang dokter tidaklah salah bersalah..
tetapi bila sudah diluar cerita, psikopat yang pembunuh tetap adalah pembunuh yang suka/gemar/hobi membunuh dan mendapat keuntungan dari tindakannya tersebut...
dadudice - 23/11/2011 09:34 PM
#1192

Quote:
Original Posted By enigma.8

Sptnya blm menguasai pengertian euthanasia nih bocah beer:
Btw lanjutkan argumenmu gan.


Mungkin ada benarnya juga Anda..
yang saya ketahui tentang Euthanasia, seperti yang saya sudah tuliskan pada OS saya sebelumnya..

https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=558362565&postcount=1143

Jadi jika Anda merasa saya kurang menguasai, mungkin Anda bisa memberikan pengertian yang lebih banyak lagi mengenai Euthanasia sepengetahuan Anda..
Untuk itulah saya berada disini dengan maksud menambah wawasan saya mengenai hal ini..
dadudice - 23/11/2011 09:53 PM
#1193

Quote:
Original Posted By Inzict
Kalau mati adalah solusi menurut anda,
lalu apa gunanya anda hidup selama ini?

Nah itu ente jg percaya keajaiban, wlpn itu terkesan irasional.

Pemberi fasilitas utk org lain mati jg bs disebut pembunuh gan.

Tindakan menyerah thumbdown:

Anggota keluarga yg memerintahkan euthanasia adalah org2 yg putus asa,
yg lupa kodratnya sbg makhluk sosial utk menjaga keluarganya.

OK thumbup:

Pengambil keputusan yg salah.


Hidup saya semoga bermanfaat bagi sesama..
Untuk urusan Mati dalam konteks Euthanasia ini, adalah salah satu solusi dimana saya bisa melepaskan diri dari penderitaan (tentu juga ditambah dengan berbagai faktor)..

Keajaiban meskipun irasional, akan tetapi bukti nyata-nya adalah pernah terjadi..
Contoh :
Pasien yang sudah memutuskan untuk Euthanasia dengan cara mencabut alat bantu organ yang dipasang ditubuhnya..
Setelah alat bantu tersebut dilepas, secara rasional seharusnya pasien tersebut meninggal, akan tetapi mungkin Nasib/Takdir/(apalah) dari pasien tersebut sehingga mengakibatkan hal yang irasional dengan bertahan hidup bahkan sembuh dari penyakit..
Ini kasus dimana sudah dilakukan tindakan Euthanasia (mencabut alat bantu organ) namun pasien tetap bertahan hidup bahkan sembuh dari penyakitnya..

Seperti catatan saya sebelumnya, pembunuh menurut pandangan saya adalah orang yang suka/hobi/gemar membunuh..
sehingga dalam kasus Euthanasia tersebut, menurut saya sang dokter meskipun memberi fasilitas bukanlah pembunuh karena hanya melakukan "perintah" dari penderita..

Tindakan karena Faktor Ekonomi, menurut saya adalah alasan yang paling kuat dalam melakukan Euthanasia..
Jika Anda berpikir itu adalah tindakan Menyerah, mungkin Anda ada benarnya..
Namun jangan dilupakan bahwa karena Faktor Ekonomi tersebut Anda "dipaksa" untuk mau tidak mau melakukan Euthanasia ini...

Euthanasia memang ada yang mengeluarkan biaya, tapi ada pula yang tidak mengeluarkan biaya dalam melakukan Euthanasia ini..
Misalnya : Pasien disuruh untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan pada alat bantu organnya, akan tetapi pasien dengan sadarnya (untuk menghentikan pengobatan / Euthanasia mengabaikan perintah dari dokter tersebut...
F1205T - 23/11/2011 10:26 PM
#1194

izin nyimak gan.....

masih bingung perbedaan euthanasia pasif dengan kasus orang miskin yang ga bisa berobat.

jadi euthanasia pasif itu, keadaan dimana sebenarnya "mampu" dalam men"support" tetapi memilih untuk melepasnya?
a.k.a hanya terjadi sama orang kaya....

kalo orang miskin, karena udah keadaan itu namanya pasrah, bukan euthanasia? dan lebih gentle dalam menghadapi penyakitnya???

CMIIW.....

mohon bimbingannya ya agan2 disini.....
gentongpenguin - 24/11/2011 06:38 AM
#1195

Quote:
Original Posted By Inzict
Sudah pernah melihat. malu:
Tetangga saya dulu ada tiap pagi - malam teriak2 kesakitan
sampe berbulan2,
sampai seisi kampung jg mendengar tiap hari.

Jeritannya sangat keras sekali.
Awalnya ya miris denger jeritannya,
tp lama2 jg terbiasa.

Dan untungnya tetangga saya itu org dg ekonomi rendah,
jd tdk kenal ilmu2 euthanasia sgl.
Utk berobat aja sudah susat bgt.

Tp akhirnya mati sndr tuh,
matinya dengan tenang lg.
Sempet pamitan & mnt maaf jg dg keluarganya.

Klo dirunut dr awal ya dia sakit krn salah dia sndr kok.
Dulu mudanya sering berbuat yg gak baek,
yg gak perlu saya sebutkan disini.

Tapi setidaknya dia matinya gentle,
gak cemen spt pelaku2 euthanasia itu. malu:


Yang ane bold......itu tetangga agan, lah kalo keluarga agan? apa tega? ampe berbulan2....ini malah lebih ga manusiawi lagi, ga dibantu obat antinyeri, lah di film2 perang aja kalo tentara ketembak dikasi morfin kan?

Tetangga kan bukan siapa2 agan, yg saya maksudkan itu keluarga yang ada ikatan emosional gan..... agan lihat tetangga mati ketabrak ya gak akan nangis, misal itu orang tua atau sanak keluarga kan pasti yang agan rasakan lain gan....bukan cemen atau gentle, kita bicara mati secara manusiawi....
fukoewelewel - 24/11/2011 09:11 AM
#1196

Quote:
Original Posted By Inzict
Gampang nyerah dong ente jd orang ngakaks
Percaya atau enggak kadang keajaiban itu ada,
walaupun itu terkesan irasional.
Namun memang nyata.
Dan bnyk buktinya.


keajaiban dikatakan keajaiban adalah karena dia jarang terjadi... kalo toh hanya mengandalkan keajaiban mo dikemanain otak yang emang diciptakan buat berpikir secara rasional?

Quote:
Original Posted By Inzict
Pengemis yg kagak pny rmh & minta2 dimana2 pun ogah melakukan euthanasia gan.
Masak yg sakit trs ga pny biaya utk berobat lg malah milih bunuh diri.
Bego bgt jd org ngakaks

tu pengemisnya tau gak kalo ada prosedur mengenai euthanasia?

Quote:
Original Posted By Inzict
Yg di film itu jelas psikopat, bukan euthanasia murni.

ane anggep oot aja kalo yang begini... anggep aja apes pas nemu dokter yang psikopat

Janin bayi yg gak salah apa2 jg mau di euthanasia gan? malu:
Sy lebih mengharagi ibunya yg rela mati tp anaknya lahir.
Drpd wkt hamil cuma gara2 divonis dokter ada kegajilan lalu diaborsi.



bayi emang gak pernah salah apa2 gan... ini diluar masalah benar ato salah. kalo toh emang ada kelainan genetik pada janin tersebut, semisal kembar siam dengan satu badan tapi kepala tiga (kepala dua dah ada soale D) ente gak mikir gimana perasaan dia kelak ketika dewasa? (kalo emang bisa hidup nyampe dewasa). lagian ini masih dalam tahap janin. mendingan sakit sekarang daripada menanggung beban psikologis kelak. mungkin ente bakalan konter : nyatanya banyak orang cacat yang eksis, tapi ane bilang lagi gan yang eksis tu berapa persenkah dari yang keseluruhan?

Quote:
Tetep gak setuju.
Krn memandang dr norma2 hukum & sosial jg msh bisa.
Ada tanggungjwb negara & sosial utk melindungi masyarakat juga sodaranya. malu:


melindungi dari apa dulu gan? apakah melindungi cuman berkisar dalam pengertian yang menurut orang adalah "yang baek2 doank"?
apakah melindungi orang dari rasa sakit, melindungi orang dari derita psikis seperti pada maslah janin cacat genetik tersebut tidak masuk dalam ranalah "perlindungan?"

Quote:
Original Posted By Inzict
Sudah pernah melihat. malu:
Tetangga saya dulu ada tiap pagi - malam teriak2 kesakitan
sampe berbulan2,
sampai seisi kampung jg mendengar tiap hari.

Jeritannya sangat keras sekali.
Awalnya ya miris denger jeritannya,
tp lama2 jg terbiasa.

Dan untungnya tetangga saya itu org dg ekonomi rendah,
jd tdk kenal ilmu2 euthanasia sgl.
Utk berobat aja sudah susat bgt.

Tp akhirnya mati sndr tuh,
matinya dengan tenang lg.
Sempet pamitan & mnt maaf jg dg keluarganya.

Klo dirunut dr awal ya dia sakit krn salah dia sndr kok.
Dulu mudanya sering berbuat yg gak baek,
yg gak perlu saya sebutkan disini.

Tapi setidaknya dia matinya gentle,
gak cemen spt pelaku2 euthanasia itu. malu:


kebiasa gan? koq gak nanya sekalian sama dia :ente lebih mati cepet2 ato nikmatin derita ente? D
Inzict - 24/11/2011 10:16 AM
#1197

Quote:
Original Posted By juman

ane gk pro, jg gk kontra,
tergantung kenyataan dilapangan.
klo blum ngalamin ya gk tau kyk gimana,

atas ane pernah ngalami tp tetangganya,
itu berbeda bagai langit dan bumi.
gk ada terlibat emosional ente ama tetangga ente.

kecuali itu orang deket ente atau keluarga ente,
klo orang deket ente yg mengalami,
ente tidak cukup berpikir dgn logika,
tp jg melibatkan perasaan.

ane kasih contoh pengalaman ane,
babe ane sakit parah,
dokter uda nyerah.

disatu sisi ane sayang bgt ama babe ane,
disisi lain ane kasian lebih baik mati
drpada tersiksa sampai segitunya.

(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


Quote:
Original Posted By gentongpenguin

Yang ane bold......itu tetangga agan,
lah kalo keluarga agan?
apa tega?
ampe berbulan2....
ini malah lebih ga manusiawi lagi,
ga dibantu obat antinyeri,
lah di film2 perang aja kalo tentara ketembak dikasi morfin kan?

Tetangga kan bukan siapa2 agan,
yg saya maksudkan itu keluarga yang ada ikatan emosional gan.....
agan lihat tetangga mati ketabrak ya gak akan nangis,
misal itu orang tua atau sanak keluarga kan pasti yang agan rasakan lain gan....
bukan cemen atau gentle,
kita bicara mati secara manusiawi....


mad: siapa bilang sy tdk mengalami di keluarga.
Sy kontra krn kejadian ini nyata prnh ada di keluarga sy.
Tp sy mengambil contoh tetangga yg jauh krn tdk mau mengekspos disini.
Dan buktinya, tanpa praktek euthanasia pun,
masa2 sulit bs terlewati & sembuh total spt biasanya lg.

Klo anda2 jg trmsk org2 yg bermasyarakat,
sbnrnya secara tdk lsg jg sering melihat praktek2 euthanasia di sekitar anda.
Dr mulai sebuah keluarga besar beramai2 tanda tangan
spy saudaranya yg sakit dihentikan pengobatannya,
hingga dibiarkan meninggal tanpa pengobatan sama sekali.

Dan praktek tsb dilakukan dg berbagai alasan,
dr faktor ekonomi hingga perasaan tdk tega.
Namun, apapun alasannya itu,
bagi sy itu hanya kumpulan org2 bodoh yg sudah tdk bs lg tdk berpikir jernih
& mengambil keputusan yg salah.

Sy bnr2 sangat kontra dg praktek euthanasia ini,
apalg jika praktek ini dilegalkan di suatu negara.
Sy malah berharap praktek2 euthanasia ini tdk perlu lg dijalankan lg
& perlu disahkan undang2 yg melarang keras pelaku praktek euthanasia di semua negara di dunia.


Ada beberapa alasan knp sy tetap kontra dg praktek ini:

1. Nurani

Manusia yg diberkahi nurani/ perasaan yg membedakan dg makhluk lain,
seharusnya tidak tega membunuh sesamanya, apalg itu saudaranya sndr.
Lebih tega mana,
tega membunuh saudaranya sendiri
atau tega melihat saudaranya dlm keadaan kesakitan yg tdk kunjung sembuh?
Pilihlah, itu menentukan kadar nurani anda sebagai manusia.

Namun, sebagai sesama manusia,
walaupun si penderita di kondisi zero recovery sekalipun
yg dikatakan spt mayat hidup atau sudah tdk punya kesadaran sm sekali,
seharusnya nurani anda tetap berkata akan sll memberinya motivasi
utk melawan sakitnya & tetap hdp.
Bukan malah beramai2 tanda tangan utk melepas pengobatannya dan menyuntik mati
supaya si penderita itu cepat meninggal.

Dimana nuraninya?
Dimana rasa kemanusiaannya?
Apakah lebih baik membunuh saudara sndr drpd melihatnya kesakitan?

beer:

2. Norma
Dr sudut pandang norma pun sbnrnya jg kontra dg praktek2 euthanasia ini:

*) Norma Agama
Bagi yg beragama, apapun agamanya jelas2 melarang praktek euthanasia.
Hal ini hubungannya dg dogma2 yg diajarkan dlm agama tsb.
Dikatakan sll msh ada harapan bagi yg percaya Tuhan/ Pencipta,
apapun kondisinya.

Sy contohkan saja dr agama2 yg diakui di Indonesia saja:
-. Agama Islam: "Janganlah engkau membunuh dirimu sendiri," (QS 4: 29)
-. Agama Nasrani: "Belas kasihan yang sejati mendorong untuk ikut menanggung penderitaan sesama. Belas kasihan itu tidak membunuh orang, yang penderitaannya tidak dapat kita tanggung" (Evangelium Vitae, nomor 66)
-. Agama Hindu: "Bahwa perbuatan bunuh diri dapat menjadi suatu faktor yang mengganggu pada saat reinkarnasi oleh karena menghasilkan "karma" buruk.
Kehidupan manusia adalah merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga untuk meraih tingkat yang lebih baik dalam kehidupan kembali".
-Agama Budha: "Mempercepat kematian seseorang secara tidak alamiah adalah merupakan pelanggaran terhadap perintah utama ajaran Budha yang dengan demikian dapat menjadi "karma" negatif kepada siapapun yang terlibat dalam pengambilan keputusan guna memusnahkan kehidupan seseorang tersebut".

*) Norma Sosial & Budaya
Bagi yg atheis sekalipun,
bs dibenturkan dengan norma sosial & budaya yg berlaku di masyarakatnya.

Saya ambil contoh norma/ aturan baku yg berlaku di Indonesia saja:
Berdasarkan hukum di Indonesia,
maka eutanasia adalah sesuatu perbuatan yang melawan hukum,
hal ini dapat dilihat pada peraturan perundang-undangan yang ada
yaitu pada Pasal 344 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
yang menyatakan bahwa
"Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri,
yang disebutkannya dengan nyata dan sungguh-sungguh,
dihukum penjara selama-lamanya 12 tahun".
Juga demikian halnya nampak pada pengaturan pasal-pasal 338, 340, 345, dan 359 KUHP yang juga dapat dikatakan memenuhi unsur-unsur delik dalam perbuatan eutanasia.

Jadi eutanasia atau "pembunuhan tanpa penderitaan"
hingga saat ini belum dapat diterima dalam nilai dan norma yang berkembang dalam masyarakat Indonesia.
"Euthanasia hingga saat ini tidak sesuai dengan etika yang dianut oleh bangsa dan melanggar hukum positif yang masih berlaku yakni KUHP.

Di negara lain jg bnyk norma2 yg kontra & berbenturan dg praktek euthanasia ini.
Jd knp msh hrs dilanjutkan praktek ini?

beer:

3. Ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan setiap hari semakin maju.
Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti.
Termasuk kemajuan dalam dunia kesehatan.
Modernisasi ilmu pengobatan skrg membawa alternatif baru
bagi penderita atau pasien suatu penyakit.

Praktek euthanasia selama ini msh menjadi solusi bagi para pelakunya
dikarenakan belum ditemukannya obat dr penyakit yg dideritanya.
Akan berbeda ceritanya jk penyakit yg dideritanya sudah ada obat atau teknik penyembuhannya.

Sebagai contoh penyakit kanker,
mgkn tahun2 dulu penderita kanker akan memilih mati bunuh diri dg praktek euthanasia
krn blm ditemukannya teknik pengobatan kanker.
Namun seiring ilmu kedokteran yg semakin maju,
penderita kanker skrg tdk perlu lg menyerah dg melakukan praktek bunuh diri ala euthanasia
krn skrg sudah ditemukan pengobatan dg teknik pengobatan kemoterapi yg blm ada di tahun2 sebelumnya.

Juga penyakit AIDS, penyakit tumor, penyakit kejiwaan (gila), dlm kondisi koma, dan apapun penyakit yg belum ditemukan obatnya skrg,
seiring kemajuan jaman bakalan trs didapati ilmu pengetahuan baru utk pengobatan dr penyakit2 yg belum ada obatnya itu.

Jd knp skrg menyerah dg bunuh diri ala euthanasia?
Knp jg hrs melegalkan & menyetujui praktek bunuh diri tsb?

beer:
gentongpenguin - 24/11/2011 10:27 AM
#1198

Quote:
Original Posted By Inzict
mad: siapa bilang sy tdk mengalami di keluarga.
Sy kontra krn kejadian ini nyata prnh ada di keluarga sy.
Tp sy mengambil contoh tetangga yg jauh krn tdk mau mengekspos disini.
Dan buktinya, tanpa praktek euthanasia pun,
masa2 sulit bs terlewati & sembuh total spt biasanya lg.

Klo anda2 jg trmsk org2 yg bermasyarakat,
sbnrnya secara tdk lsg jg sering melihat praktek2 euthanasia di sekitar anda.
Dr mulai sebuah keluarga besar beramai2 tanda tangan
spy saudaranya yg sakit dihentikan pengobatannya,
hingga dibiarkan meninggal tanpa pengobatan sama sekali.

Dan praktek tsb dilakukan dg berbagai alasan,
dr faktor ekonomi hingga perasaan tdk tega.
Namun, apapun alasannya itu,
bagi sy itu hanya kumpulan org2 bodoh yg sudah tdk bs lg tdk berpikir jernih
& mengambil keputusan yg salah.

Sy bnr2 sangat kontra dg praktek euthanasia ini,
apalg jika praktek ini dilegalkan di suatu negara.
Sy malah berharap praktek2 euthanasia ini tdk perlu lg dijalankan lg
& perlu disahkan undang2 yg melarang keras pelaku praktek euthanasia di semua negara di dunia.



Sebagai contoh penyakit kanker,
mgkn tahun2 dulu penderita kanker akan memilih mati bunuh diri dg praktek euthanasia
krn blm ditemukannya teknik pengobatan kanker.
Namun seiring ilmu kedokteran yg semakin maju,
penderita kanker skrg tdk perlu lg menyerah dg melakukan praktek bunuh diri ala euthanasia
krn skrg sudah ditemukan pengobatan dg teknik pengobatan kemoterapi yg blm ada di tahun2 sebelumnya.

Juga penyakit AIDS, penyakit tumor, penyakit kejiwaan (gila), dlm kondisi koma, dan apapun penyakit yg belum ditemukan obatnya skrg,
seiring kemajuan jaman bakalan trs didapati ilmu pengetahuan baru utk pengobatan dr penyakit2 yg belum ada obatnya itu.

Jd knp skrg menyerah dg bunuh diri ala euthanasia?
Knp jg hrs melegalkan & menyetujui praktek bunuh diri tsb?

beer:


1. Kalau bisa sembuh seperti sediakala...itu bukan penyakit yang dikatakan "tidak ada obatnya" gan.... Kanker sampai sekarang pun belum ada obatnya... coba berikan link regimen kemoterapi yang ampuh tanpa efek samping destruktif...selanjutnya nanti TBC dengan multidrug resisten...selanjutnya HIV...selanjutnya hepatitis dengan sirosis hepar...(yang diderita tokoh besar di Indonesia, sampai2 harus transplantasi di RRC dengan biaya milyaran rupiah)

2. Euthanasia bukan berarti meninggal tanpa pengobatan sama sekali, jadi euthanasia ini membuat penderita nyaman, tidak merasakan sakit, memberi kualitas hidup, bukan membunuh dengan euthanasia aktif... usaha pengobatan tetap diberikan secara maksimal....

3. Dalam hidup, haruslah melihat kasus perkasus, tidak bisa menggeneralisasikan secara pukul rata.... karena ekonomi juga berpengaruh, misal pada pasien usia lanjut dengan kanker paru2 stadium lanjut... keluarga tidak punya uang, apakah agan menyarankan untuk pinjam ke bank untuk mengobati penyakit yang sudah tidak bisa diobati? bagaimana nasib anak2 nya kalau terbebani hutang yang bida ratusan juta itu???

Agan benar, namun diatas kebenaran ada kebijaksanaan \)
fukoewelewel - 24/11/2011 10:27 AM
#1199

Quote:
Original Posted By Inzict
Kalau mati adalah solusi menurut anda,
lalu apa gunanya anda hidup selama ini?



Nah itu ente jg percaya keajaiban, wlpn itu terkesan irasional.



Pemberi fasilitas utk org lain mati jg bs disebut pembunuh gan.



Tindakan menyerah thumbdown:



Anggota keluarga yg memerintahkan euthanasia adalah org2 yg putus asa,
yg lupa kodratnya sbg makhluk sosial utk menjaga keluarganya.



OK thumbup:



Pengambil keputusan yg salah.


kodrat?
sapa yang bilang kodrat manusia adalah ini atapun itu? klaim objektivitas siapa dan seperti apakah itu? terlepas dari agama, undang2 dan hal lain semacamnya siapakah yang membungkus arti kodrat tersebut dalam kebenaran umum?
tiap bentuk kebenaran yang ada disini, tiap bentuk objektivitas yang ada disini dibentuk dari subjektivitas2 yang tampil sebagai pihak mayoritas! tiap bentuk kebenaran bisa dilacak secara historis pada institusi dan wacana DOMINAN yang MELAHIRKANNYA!

ente mengatakan bahwa kodrat manusia sebagai mahluk sosial adalah menjaga keluarganya.
kasus simple :
dalam sebuah keluarga terdapat enam anggota keluarga terdiri dari bapak ibu dan empat orang anak. dimana keadaan ekonomi keluarga tersebut adalah pas pasan jika terlalu kasar untuk mengatakan kekurangan. suatu saat salah satu anak menderita gagal ginjal stadium akhir (ane gak mudeng stadiuam dalam gagal ginjal D) yang mengharuskan keluarganya yang sebagai mahluk sosial yang harus menjaga anggota keluarganya harus merogoh kocek dalam2 dimana biaya perawatan untuk sang anak singkatnya tak terjangkau untuk keluarga tersebut, selanjutnya ente ngerti sendiri maksud ane kemana sebagai pro euthanasia.

dalam kajiannya :
keluarga yang tak sakit : melakukan tanggungjawabnya sebagai mahluk sosial dengan memperjuangkan kesembuhan anaknya sampai pada titik tetes keringat terakhir.
namun jika kita melihat disini kodrat tiap anggota keluarga untuk saling menjaga, (secara kejam mungkin) ane tanyakan dimanakah tanggungjawab si sakit tersebut terhadap keluarganya sebagai sesama mahluk sosial untuk melindungi keluarganya dari kesusahan? dari kesusahan ekonomi yang kemudian dapat melahirkan problem pendidikan, kesehatan, dan hal lain lagi yang dapat menimbulkan permasalahan baru bagi keluarganya?

kembali lagi ke masalah kodrat tadi, kebanaran umum mengenai kodrat diciptakan oleh pihak yang berkuasa, dalam artian diamini oleh pihak yang mendominasi (mayoritas) atau boleh dikatakan sebagai pihak yang berkuasa. seperti ente berbekal ilmu agama ataupun psikologi atopun jajanan intelek lainnya mengatakan bahwa adalah cemen untuk menyerah pada hidup. namun disisi lain ane dengan jajanan intelek yang udah ane kunyah pula bisa mengatakan bahwa adalah hak tiap orang untuk mati (dalam batasan yang ane bangun sendiri pula tentunya berdasarkan pengetahuan yang ane punya juga). dan pada taraf inilah maka adalah hak tiap orang pula untuk menentukan hidup-matinya sendiri.
jika kemudian ditanyakan lagi bagaimana dengan pasien yang udah gak bisa ngomong, maka dalam hal ini ane mengatakan bahwa semuanya dikembalikan lagi pada kuasa rasionalitas. adalah rasionalitas bahwa semua individu yang seperti ente katakan mempunyai tanggung jawab sebagai mahluk sosial.
Inzict - 24/11/2011 10:29 AM
#1200

Quote:
Original Posted By poni.aneh

itu real story gan.nohope:
dokter patologi di state Michigan Amerika
Jacob Jack Kevorkian. lo search aja.


Udah baca, tp ujungnya jg dianggap pembunuh & dijebloskan ke penjara.
Plus dijuluki "Dokter Kematian"
Itu perbuatan kriminal gan.
Jelas2 salah praktek euthanasia ini.

Quote:

dan disini euthanasia hanya untuk yg struggle to death


"struggle to death" itu meninggal tanpa bantuan praktek euthanasia.
Klo menggunakan praktek euthanasia itu sama saja bunuh diri. thumbdown

Quote:

"Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi
dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang
oleh siapa pun."

dan gw anggap mati adalah hak milik pribadi, cool:


Iya, kalau mau bunuh diri itu memang hak anda.
Tp jg hak manusia laen utk mengingatkan anda utk tdk menyerah sm hidup.
Dan bukankah itu sudah menjadi kodratnya,
jg sudah tertulis di undang2 yg disyahkan oleh negara.

Klo hak anda ingin mati,
hak saya juga melarang & menahan anda mati.
Krn di atas hak anda masih ada kodrat sbg manusia, dogma agama & norma2 yg berlaku di masyarakat.
Page 60 of 332 | ‹ First  < 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?