DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 74 of 332 | ‹ First  < 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 >  Last ›

sangkdk - 29/11/2011 02:41 PM
#1461

Quote:
Original Posted By fukoewelewel
ngerti gan.
kalo ngga cocoknya kek begono ane ngerti gan. makanya ane bilang lagi tadi; sesuai dengan profesionalitas. kalo emang guru hombreng tadi emang tidak menunjukan kekemayuannya, ataupun sisi negatif dari seorang hombreng ketika dia dituntut untuk menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru, apa masalahnya? apa yang bakalan menular pada peserta didiknya?

toh nggak semua hombreng ketahuan hombreng oleh khalayak umum sebelum si hombreng tersebut mengakui kalo dirinya hombreng. kayak kasus ricky martin ato salah satu personil boyben irlandia (boyzon ato westlef ane lupa)


selama kehombrengan nya tidak di ketahui adalah sah2 saja... beer:

lantas bagaimana dengan guru yang tadinya kelihatan normal2 aja namun karena satu insiden yang mengakibatkan identitas ke hombrengan nya terbuka, apakah guru tersebut masih pantas untuk di terima dalam lingkungan pendidikan...
prop1000 - 29/11/2011 03:26 PM
#1462

Quote:
Original Posted By Rottweiller
Ini kali ya contoh kasusnya maho

http://www.detikinet..com/read/2009/09/29/094503/1210777/398/guru-nampang-bugil-di-situs-gay

ada grup FBnya lagi di Bandung
(untuk guru guru gay dan penggemar guru guru gay)

najis

http://www.facebook.com/group.php?gid=109569369076856#!/group.php?gid=109569369076856&v=wall

:matabelo Topik Homo emang paling banyak peminat ngacir:

berita ini tidak relevan.
kalau gurunya hetero, cewek dan tampil bugil di internet juga akan mendapat sanksi serupa.

dia itu diskors karena pelanggaran kesusilaan bukan karena orientasi seksualnya.
Choa - 29/11/2011 03:31 PM
#1463

Quote:
Original Posted By sangkdk
apal bener lu istilah yang beginian cuy... ngakak

setuju sama kata ente, tp yang jadi masalah para hombreng dan lesbong ini cenderung mempunyai mental yang labil jadi kurang pantas mereka bekerja di lembaga pendidikan, cocoknya di salon atau customer service, atau mau jadi artis kek si olga mampus gw ngga peduli... beer:


dari pertamax ane ngepost disini intinya sama seperti tulisan ente om
shakehand2
Choa - 29/11/2011 03:34 PM
#1464

Quote:
Original Posted By Heroin.10kg
gereja itu juga termasuk lembaga pendidikan .


Quote:
Original Posted By john.preston
Gereja lembaga keagamaan gan.
Maksud ente mgkn gmn klo ustadz2 gay yg ngajar di lembaga pendidikan pesantren kali gan ngakaks

Ttg ustadz2 yg mencabuli anak didiknya kali gan ngakaks


contoh post dari orang yang ngak intelek ngakak
Choa - 29/11/2011 03:36 PM
#1465

Quote:
Original Posted By sangkdk
selama kehombrengan nya tidak di ketahui adalah sah2 saja... beer:

lantas bagaimana dengan guru yang tadinya kelihatan normal2 aja namun karena satu insiden yang mengakibatkan identitas ke hombrengan nya terbuka, apakah guru tersebut masih pantas untuk di terima dalam lingkungan pendidikan...


guru hombreng, lesbi dan maho segala macam jenis
lebih berdampak negative di psikologi anak ketimbang manfaat yang di dapat

dan para penyimpang ini "cenderung" mengumpulkan masa sejenis, bahkan menarik dari kalangan yang masih polos

hombreng di jakarta bisa jadi malah seperti gaya hidup, coba lihat TV, mau orang kayak gitu ngajar anak ente?
so simple question
Heroin.10kg - 29/11/2011 03:44 PM
#1466

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
setau gw gereja itu bukan lembaga pendidikan tapi sarana ibadah untuk pemeluk agama Kristen.

klo Sekolah Kristen bisa dibilang termasuk lembaga pendidikan. tapi gw blum pernah denger pastor bekerja disana, yg gw denger pastor sukarela ngajar. (cmiiw)

tapi demi membatasi agar tdk meluas gw memilih ga memasukkan gereja dan pastor kewilayah perdebatan ini.

sekolah minggu di gereja kan ada
di sekolah minggu inilah ,pastor2 gay pedofil itu melecehkan anak laki2 kecil
. makanya ada berjibun kasus pastor2 gay katolik sodomi anak laki2 kecil itu .
. sampai2 jadi tamparan buat vatikan
sangkdk - 29/11/2011 03:49 PM
#1467

Quote:
Original Posted By Choa
guru hombreng, lesbi dan maho segala macam jenis
lebih berdampak negative di psikologi anak ketimbang manfaat yang di dapat

dan para penyimpang ini "cenderung" mengumpulkan masa sejenis, bahkan menarik dari kalangan yang masih polos

hombreng di jakarta bisa jadi malah seperti gaya hidup, coba lihat TV, mau orang kayak gitu ngajar anak ente?
so simple question


bukan hanya di jakarta gan bahkan sampai ke pelosok pun fenomena hombreng ini dah kayak virus seperti kata ente "cenderung" mengumpulkan masa sejenis... dan bayangkan kalo sampe kaum penyimpang ini masuk ke lingkungan pendidikan apalagi kalo peserta didik nya masih banyak yang labil, berapa banyak ababil yang bakal ikut jadi hombreng... takut:

bahkan di kota ane kaum penyimpang ini mempromosikan dirinya di toilet2 mal, kayak tulisan di dinding, nocan, bahkan sampe melubangi sekat yang membatasi kloset yang satu dengan yang lain, meski udah sering di tambal tapi tetep aja di lobangi... berbusa:
Choa - 29/11/2011 03:55 PM
#1468

Quote:
Original Posted By sangkdk
bukan hanya di jakarta gan bahkan sampai ke pelosok pun fenomena hombreng ini dah kayak virus seperti kata ente "cenderung" mengumpulkan masa sejenis... dan bayangkan kalo sampe kaum penyimpang ini masuk ke lingkungan pendidikan apalagi kalo peserta didik nya masih banyak yang labil, berapa banyak ababil yang bakal ikut jadi hombreng... takut:

bahkan di kota ane kaum penyimpang ini mempromosikan dirinya di toilet2 mal, kayak tulisan di dinding, nocan, bahkan sampe melubangi sekat yang membatasi kloset yang satu dengan yang lain, meski udah sering di tambal tapi tetep aja di lobangi... berbusa:


sepakat

PM gua mau cendol apa bata
akhirnya ketahuan si maho prop bukan intelek Peace:
poqwajah - 29/11/2011 04:41 PM
#1469

sebenernya ga usah di debatin sih kalo topiknya ini...
soalnya lembaga pendidikan sama gay/lesbie ituh bener2 bertentangan..
buat yg pro sama gay/lesbie.. gausah jauh2..
mau ga anak ente diajar sama guru yg kaya gituh?
dan juga untuk orng2 tersebut dapat mendapatkan tekanan sosial secara tidak langsung dari sesama guru,orang tua murid, dan murid ituh sendiri...
kalau tidak salah orng2 gay/lesbie adalah orng2 yg ababil... dan kebayang kalo tiap hari mendapat tekanan dari sesama rekan kerja.. orang tua murid dan murid yg melecehkan?? apa yg terjadi??? seorang ababil mendapatkan tekanan luar biasa... kemungkinan terbesar bakal ada kejadian-kejadian yg nggak di inginkan... hehehe...
CMIIW gan... anak baru numpang lewat.. hehehehe Yb
ciciNdian - 29/11/2011 06:57 PM
#1470

Quote:
Original Posted By poqwajah
sebenernya ga usah di debatin sih kalo topiknya ini...
soalnya lembaga pendidikan sama gay/lesbie ituh bener2 bertentangan..
buat yg pro sama gay/lesbie.. gausah jauh2..
mau ga anak ente diajar sama guru yg kaya gituh?
dan juga untuk orng2 tersebut dapat mendapatkan tekanan sosial secara tidak langsung dari sesama guru,orang tua murid, dan murid ituh sendiri...
kalau tidak salah orng2 gay/lesbie adalah orng2 yg ababil... dan kebayang kalo tiap hari mendapat tekanan dari sesama rekan kerja.. orang tua murid dan murid yg melecehkan?? apa yg terjadi??? seorang ababil mendapatkan tekanan luar biasa... kemungkinan terbesar bakal ada kejadian-kejadian yg nggak di inginkan... hehehe...
CMIIW gan... anak baru numpang lewat.. hehehehe Yb


Sayangnya emang mahluk2 gay n lesbong itu ga jauh dari kata2 over ,lebayy.. ga bisa jaga sikap. Jadi larang mereka bukan lebih karna mereka gay/lesbinya , tapi karna mereka jauh dari sikap profesional army:
Choa - 29/11/2011 07:41 PM
#1471

Quote:
Original Posted By ciciNdian
Sayangnya emang mahluk2 gay n lesbong itu ga jauh dari kata2 over ,lebayy.. ga bisa jaga sikap. Jadi larang mereka bukan lebih karna mereka gay/lesbinya , tapi karna mereka jauh dari sikap profesional army:


iya, ini juga merupakan bentuk nyata dari pelangaran profesional
-cara bicara
-cara berpakaian (berdandan)
-serta gerak-gerik keseharian di saat lingkungan sekolah

bisa......
widya poetra - 29/11/2011 07:42 PM
#1472

Ybhi:

Quote:
Original Posted By poqwajah
buat yg pro sama gay/lesbie.. gausah jauh2..
mau ga anak ente diajar sama guru yg kaya gituh?

Kenapa nggak,
kalo profesional ya silakan,

ane lebih memilih anak ane diajar sama Ricky Martin daripada si Udin,
coba kita ambil figur dari sejarah,
orang tua mana sih yang gak mau anaknya diajarin oleh Leonardo da Vinci?

Justru opini masyarakat yang fobia perlu dirubah sehingga tidak menekan kaum homoseksual. Apa gak tergerak hatinya kalau ternyata justru masalah yang dijumpai pada kaum homoseksual (stres, depresi, bunuh diri, dll.) ternyata akarnya ada pada kaum hetero yang gak mau menerima perbedaan.
widya poetra - 29/11/2011 07:45 PM
#1473

Ybhi:

Quote:
Original Posted By Choa
iya, ini juga merupakan bentuk nyata dari pelangaran profesional
-cara bicara
-cara berpakaian (berdandan)
-serta gerak-gerik keseharian di saat lingkungan sekolah

bisa......

cara bicara, gerak-gerik.... mmmmmmm.....
jadi menurut ente uztad "jama....ahhhhhh" itu perlu dilarang? confused:
Itu namanya tidak menghormati UUD 45. army:
Choa - 29/11/2011 07:53 PM
#1474

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:


cara bicara, gerak-gerik.... mmmmmmm.....
jadi menurut ente uztad "jama....ahhhhhh" itu perlu dilarang? confused:
Itu namanya tidak menghormati UUD 45. army:


bagaimana kalau anak-anak anda mengikuti gaya dia
apakah merupakan sesuatu yang di angap normal di dalam komunitas strata sosial?

jika iya maka hal ini di persilahkan saja
jika tidak dapat di terima apakah hal ini dapat di biarkan saja

karena ini masalah subjectip dan anda mengacu pada undang-undang maka saya akan menjawab sama, hak satu pihak juga di batasi oleh hak orang lain.

kira-kira eloh nyambung ngak ya bingung
gua test dah intelektual eloh,
widya poetra - 29/11/2011 08:07 PM
#1475

Ybhi:

Quote:
Original Posted By Choa
bagaimana kalau anak-anak anda mengikuti gaya dia

Gampang lah,
tinggal ane bilang aja itu gaya norak banget.
Terus ane ajak berdiskusi gaya yang keren dari berbagai penjuru geografis dan berbagai jaman,
dari asia sampai amerika, dari jaman mesir kuno sampai era modern.

Quote:
apakah merupakan sesuatu yang di angap normal di dalam komunitas strata sosial?

Sayangnya memang sudah dianggap normal untuk hiburan,
dimana2 akting homo dianggap lucu.


Quote:
jika iya maka hal ini di persilahkan saja
jika tidak dapat di terima apakah hal ini dapat di biarkan saja

Iya.


Quote:
karena ini masalah subjectip dan anda mengacu pada undang-undang maka saya akan menjawab sama, hak satu pihak juga di batasi oleh hak orang lain.

Pembatasan hak satu pihak oleh hak pihak lain juga di atur oleh undang-undang,
silakan sebutin undang-undang mana yang dilanggar oleh orang yang "femme".


Quote:
kira-kira eloh nyambung ngak ya bingung
gua test dah intelektual eloh,

Salah, gan
di sini intelectual. beer:
samsudin - 29/11/2011 08:14 PM
#1476

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:


ane lebih memilih anak ane diajar sama Ricky Martin daripada si Udin,
coba kita ambil figur dari sejarah,



gua tersinggung mad:

gimana kalau mata pelajarannya bahasa sunda? masa masih pilih ricky martin... malus
ciciNdian - 29/11/2011 08:27 PM
#1477

Quote:
Original Posted By Choa
iya, ini juga merupakan bentuk nyata dari pelangaran profesional
-cara bicara
-cara berpakaian (berdandan)
-serta gerak-gerik keseharian di saat lingkungan sekolah

bisa......


Itu die,
Tenaga pengajar kan membutuhkan banyak interaksi sosial, belom lagi kebutuhan dasar mereka yang juga ingin terpenuhi takuts
Kira2 bikin aturan pelarangannya gimana yah, yang ngga terdengar diskriminatif ..
Choa - 29/11/2011 08:32 PM
#1478

Quote:
Original Posted By ciciNdian
Itu die,
Tenaga pengajar kan membutuhkan banyak interaksi sosial, belom lagi kebutuhan dasar mereka yang juga ingin terpenuhi takuts
Kira2 bikin aturan pelarangannya gimana yah, yang ngga terdengar diskriminatif ..


buang lamaran mereka saat psikotes

beres, army:
Choa - 29/11/2011 08:35 PM
#1479

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:
Gampang lah,
tinggal ane bilang aja itu gaya norak banget.
Terus ane ajak berdiskusi gaya yang keren dari berbagai penjuru geografis dan berbagai jaman,
dari asia sampai amerika, dari jaman mesir kuno sampai era modern.

mesti di akui ente pinter juga ngeles

Quote:
Original Posted By widya poetra

Sayangnya memang sudah dianggap normal untuk hiburan,
dimana2 akting homo dianggap lucu.

itu dia \(\(\(
Quote:
Original Posted By widya poetra

Iya.

okelah itu hak loh sebagai pribadi
Quote:
Original Posted By widya poetra

Pembatasan hak satu pihak oleh hak pihak lain juga di atur oleh undang-undang,
silakan sebutin undang-undang mana yang dilanggar oleh orang yang "femme".

ruang dan lingkup om, contoh gua berhak ngusir loh dari properti gua karena "hanya" bulu idung loh panjang dan ngak di cukur mads
Quote:
Original Posted By widya poetra

Salah, gan
di sini intelectual. beer:

bener ente shakehand
angling.kusumo - 29/11/2011 08:57 PM
#1480
argumen
hadir.!

Topik 1 :Pendidikan sex dibawah umur.?
PRO

tujuan pendidikan sex pada dasarnya adalah sama dengan tujuan pendidikan2 yang lain. yaitu bertujuan untuk memberikan informasi yang valid, pengetahuan tentang apa, mengapa dan bagaimana, pengetahuan yang mungkin kita butuhkan untuk mejawab tantangan permasalahan kehidupan kita di hari nanti. dan dalam konteks ini, informasi/pengetahuan itu bergerak dalam konteks ruang sexualitas.

dan itu adalah hal yang baik. informasi dan pengetahuan tak pernah salah. dengan adanya informasi itu, pengetahuan itu, pelajar jadi memiliki gambaran tentang apa yang mungkin akan mereka hadapi nanti.

masalah materi tentu saja (juga seperti pendidikan2 yang lain) selayaknya disesuaikan dengan usia sang pelajar.

namuan permasalahannya tidak semudah itu.
baca di bawah.

Quote:
Original Posted By mario1908
[/COLOR]
buat yang biru
nah dah ngerti kan kenapa banyak orang yg hamil diluar nikah
kalo belum ane kasih analogi deh ada 2 kotak, 2 2 nya berisi yang sama ada ular berbisa yang agresif
"kotak ke-1 tertulis jangan di buka"
kemudian
"kotak ke-2 tertulis jangan di buka ada ular berbisa yang agresif di dalamnya"

pada kotak ke-1 kebanyakan orang akan membukanya karena ingin memenuhi rasa penasarannya.
pada kotak ke-2 nyaris semua orang pasti tidak akan mau membuka,
kenapa? karena orang sudah tau konsekuensi kalo membuka, dia akan terserang ular itu kan

sama halnya dengan SE itu sendiri, SE itu memperjelas kalimat orang tua atau ilmu pendidikan lain yang masih buram inti dari kalimat itu. karena masih di anggap tabu. Dengan adanya SE itu orang akan tau konsekuensinya kalo free sex (kalo di mo mikir rasional dan demi keselamatan).


masalah banyaknya hamil diluar nikah, 'sex usia muda', sex bebas, dll dkk dst.
di sini kita harus memahami manusia pada bentuk alaminya. prilaku2 diatas itu (khususnya pada saat usia remaja) sama sekali tak ada hubungannya dengan apakah ia mendapatkan pendidikan sex yang baik atau tidak. prilaku2 itu adalah 'pure' masalah hormonal. anda bisa saja memberikan edukasi sex yang mendalam, peringatan2 bahkan larangan2, tapi semua itu (pada usia remaja) kemungkinan besar tidak akan berlaku.! karena pada saat kita berada pada usia itu, hormon2 dalam tubuh kita yang mengendalikan reaksi sexual kita. jika ada kesempatan (terlepas dari terdidik atau tidaknya ia dalam masalah sexual), remaja2 itu akan melakukan hubungan sex dengan suka rela dan bahagia. itu alami.! natural.! itu hukum alam.!

anda bisa bilang 'curiocity', rasa kepenasaran. saya akan mengatakan ini kalam alam. anda bisa lihat sendiri buktinya dalam kehidupan nyata sehari2 kita.

bahkan menurut pendapat saya pribadi, budaya manusia pada saat ini yang kita tuangkan kedalam kata2 "moralitas" telah menjadikan anak-anak kita manja. kita menetapkan usia bawah umur sampai dengan 17 - 18, dan dengan itu kita memperlakukan mereka (dan mereka biasa diperlakukan) sebagai 'anak2' hingga batasan umur tersebut. sedang pada kenyataannya, alam menyampaikan kepada kita bahwa setelah seorang anak itu akil balik/pubertas, sekitar usia 11/12 - 13/14 (menstruasi, perubahan fisik dan tanda2 lainnya). dalam usia pubertas itu seseorang secara bertahap mulai mencapai kematangan fisik. secara biologis tubuhnya sudah mampu membuahi dan dibuahi. hormon sexual mereka sudah berkemnbang. dan itu menjadikan mereka dewasa. bukan lagi anak2. tapi apa yang kita lakukan.? apa yang budaya kita lakukan dalam kata2 yang bertajuk 'moral.? kita menyangkal alam.! kita mengkerdilkan mental anak2 kita.! dan apa yang terjadi.? tentu saja alam menang. hormon dalam tubuh para remaja terbukti tak bisa dibendung oleh apa yang kita jargonkan sebagai moralitas. oleh karena itu timbullah masalah, mental anak2 didalam tubuh yang matang. dan kita terus saja tidak menyadari hal ini dan terus menimpakan kesalahan kepada pendidikan moralitas.!

apakah kita sudah begitu buta.? tuli.? tak bisa merasa dan berfikir.? tak bisa melihat apa yang alam sampaikan kepada kita.?

maap kalau sedikit OOT.
yang saya coba sampaikan adalah. permasalahan di sini terletak bukan pada ya atau tidaknya pendidikan sexual. namun lebih kepada pengekangan pertumbuhan mental yang kita paksakan atas nama 'moralitas budaya'

jadi kalau kita mau benar2 menyelasaikan masalah yang kita katakan sebagai 'prilaku sexual usia dini', maka kita harus menyelasiakannya pada akar permasalahannya dan bukan terus menerus memahat kulitnya.

jangan kerdilkan pertumbuhan mental, jiwa, pikir anak2 kita. perlakukan mereka sebagai dewasa (usia pubertas). karena pada usia itu alaminya mereka adalah manusia dewasa.!


"don't fight the nature. coz you'll eventually going to lose."

monggo.
Page 74 of 332 | ‹ First  < 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?