DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 76 of 332 | ‹ First  < 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 >  Last ›

Choa - 30/11/2011 02:00 PM
#1501

Quote:
Original Posted By prop1000
isiannya cuman 2: heterosex & other.
begitu pilih other, langsung gak diterima. nohope:

gw juga usul nanti ada pilihan tambahan: monogami & poligami.

nanti ada kelas yang gurunya khusus monogami & ada kelas yang khusus poligami.

what else?

oiya, sekalian panjang konthol juga masukin. biar gampang L,M,S aja.
nanti bisa jadi bahan masukan orang tua murid pilih guru yang mana. hammer:


Quote:
Original Posted By sangkdk
beginikah argumen seorang debate entutsias yang katanyan intelek... nohope:

kenapa jadi bahas monogami & poligami... bukannya sekarang lagi bahas monosexual alias kaum penyuka sesama jenis.... D


barbuk dolo

ini gambaran orang yang intelec...ngakak

di lihat dari sedotan
Choa - 30/11/2011 02:01 PM
#1502

Quote:
Original Posted By prop1000
isiannya cuman 2: heterosex & other.
begitu pilih other, langsung gak diterima. nohope:

gw juga usul nanti ada pilihan tambahan: monogami & poligami.

nanti ada kelas yang gurunya khusus monogami & ada kelas yang khusus poligami.

what else?

oiya, sekalian panjang konthol juga masukin. biar gampang L,M,S aja.
nanti bisa jadi bahan masukan orang tua murid pilih guru yang mana. hammer:


woi tolol bisa baca ngak sih loh ini tag (Intelectual Debaters Club)!!!

mads
poqwajah - 30/11/2011 02:03 PM
#1503

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
hehehe... memang agak sedikit oot masgan. D
tapi ga terlalu jauh qo. masih cukup dekat hubungannya. karena disni saya banyak melihat seseorang yang gay/lesbi seringkali dianggap tidak bermoral, makanya masalah term 'moralitas' saya singgung sedikit di sini.

gini masgan

seorang gay/lesbi ituh memiliki masalah pada mentalnya
pertama, (meskipun belum fix alias masih adanya perdebatan) gay/lesbian itu sudah secara umum (mainstream psychologists and psychiatrists) dikatagorikan sebagai 'bukan penyakit mental'
note: di mana saya pribadi sebenernya tidak sepenuhnya setuju akan hal itu, tapi dalam konteks hak azasi manusia dalam hubungannya dengan kehidupan sosial masa pada saat ini, hal itu masih acceptable dalam kadar2 tertentu.
lihat refrensi:
http://psychology.ucdavis.edu/rainbow/html/facts_mental_health.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Homosexuality_and_psychology

dan juga seseorang menjadi gay/lesbie karena adanya trauma pada sejarah hidupnya
nyang boneng masgan.??? D
coba baca ini biar lebih jelas.
http://evergreeninternational.org/causes.htm

.

karena beberapa negara yang menganut agama.. akan menggalakan bahwa gay/lesbie ituh dilarang oleh agama
kedua, saya tidak akan menyinggung masalah agama, keyakinan dan/atau kepercayaan yang menyatakan, menilai bahwa gay/lesbi itu adalah sebuah kesalahan. karena jujur, yang namanya agama, keyakinan, dan/atau kepercayaan itu sangat sulit untuk diperbincangkan dalam alur yang logis.

namun saya mengasumsikan bahwa yang dimaksudkan 'pendidikan' dalam topik pada ruang debat ini adalah pendidikan yang berada dalam ruang konteks pendidikan umum. so,,, kesimpulannya mudah saja. jika alasan anda adalah karena agama mengatakan seperti itu, maka sekolahkan anak anda dalam sekolah agama yang bergerak dalam ruang nilai2 keagamaan. dan jangan masukan anak anda kedalam sekolah sosial umum yang bergerak dalam ruang nilai2 keumuman sosial (dalam hal ini nilai2 humanisme).

.

banyak orng yg kelihatan normal pun bisa menderita kelainan mental sehingga menjadi luar biasa contoh : pedophile..
nah orang2 yang luar biasa tersebut.. bila mengajar di sebuah lembaga pendidikan.. tidak menutup kemungkinan untuk tertarik dengan murid2 yang masuk dalam kategori "pasangan" mereka

intermezzo,.
jadi bisa saya asumsikan bahwa anda menganggap orang normal (laki2 normal) tidak (tidak bisa) tertarik (secara sexual) terhadap anak didiknya (gadis sma dan/atau bahkan smp misalnya).???
come on... let us be honest to our self.
apa anda tidak bisa melihat kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita ini.?

contoh nyata ni ye gan.
laki2 normal juga ngaceng gan klo liat anak sma yang sexy. bahkan (beberapa) anak smp yang udah masuk masa pubertaspun bisa bikin laki2 normal ngaceng gan. D
baca postingan ane gan.
https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=565050831&postcount=1483
padahal anak sma dan smp itu (pada saaat ini) masuk kedalam katagori bawah umur, dan yang suka (memiliki hasrat) sama anak sma dan/atau smp dikatagorikan sebagai penyuka bawah umur >- pedophile. (?)
apakah anda bisa melihat sebuah pemunafikan kenyataan yang lucu di sini.?

nah, seperti yang sudah saya sebutkan, bahwa kengacengan itu, hasrat sexual itu adalah masalah tubuh, masalah personal. siapapun punya masalah itu. dan it's okay. yang menjadi masalah adalah saat kita melakukan sebuah tindakan (prilaku) yang secara nilai moralitas dianggap tidak layak membawa masalah personal itu kedalam ruang komunal. agresi.

.

menampilkan ke oot an is ok dengan syarat, masih memiliki kedekatan interkoneksi masalah dan dengan tujuan sebagai penjelas peletakan nilai2 dasar logika. \)

monggo. ^ ^


hahahahaha... oo.. begituh... sip2... hehehehe....

masbro.. maap seribu maap.. bukannya ga mau liat... tapi kalo agan referensi lewat wikipedia ituh ga valid gan.. hehehe... tempat kuliah ane melarang membuat laporan berdasarkan wikipedia... kenapa? karna semua orng bisa mengedit dengan sesuka hatinya.. hehehe...

nahh... untuk masalah yang trauma gan...


dan juga seseorang menjadi gay/lesbie karena adanya trauma pada sejarah hidupnya
nyang boneng masgan.??? D
coba baca ini biar lebih jelas.
http://evergreeninternational.org/causes.htm
agan udh baca belom gan?? hehehe...
"Personality, genetics, and developmental experiences all have a place in influencing the development of homosexual attractions. Drs. Byne and Parsons at Columbia University believe it is important to "appreciate the complexities of sexual orientation and resist the urge to search for simplistic explanations, either psychosocial or biologic."44 They emphasize that in addition to the influences of genetics or the environment,the individual plays an important role in determining his or her identity." diambil dari sono gan...
yang artinya...
developmental experiences
pengalaman pribadi... trauma salah satunya yah gan?
tidak bisa dipungkiri disituh juga ditulis ada personality dan genetic.. tapi pengalaman pun menjadi salah satu factor mengapa seseorang menjadi gay/lesbie..
They emphasize that in addition to the influences of genetics or the environment,the individual plays an important role in determining his or her identity
genetic dan lingkungan menjadi peran penting... dan juga tentu individu masing2... karena hanya mereka sendiri yang dapat menentukan identitas mereka masing2.. hehehe... CMIIW...

sekolah sosial umum yang bergerak dalam ruang nilai2 keumuman sosial (dalam hal ini nilai2 humanisme).
contohnya gan? hehehe.. soalnya di tempat saya lahir(kota besar) nggak ada gan... smuanya pasti beragama.. dan menggunakan agamanya sebagai dasar peraturan di sekolah.. hehehe...

intermezzo,.
jadi bisa saya asumsikan bahwa anda menganggap orang normal (laki2 normal) tidak (tidak bisa) tertarik (secara sexual) terhadap anak didiknya (gadis sma dan/atau bahkan smp misalnya).???
come on... let us be honest to our self.
apa anda tidak bisa melihat kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita ini.?
nggak gan... temen ane pacaran sekarang sama gurunya... dan mereka bahagia ko gan...memang ada beberapa gosip ga enak di kalangan sekolah dan guru.. tapi mereka bahagia.. dan smuahnya fine2 ajah... nggak risih... tapi!!!! kalo seseorang guru gay.. mempunyai hubungan dengan seseorang muridnya.. apakah yang akan di bicarakan oleh 1 sekolah? 1 yayasan? 1 kota?
hehehe.. sedikit opini gan... hehehe.... Yb
Inzict - 30/11/2011 02:05 PM
#1504

Quote:
Lanjutan penjelasan di atas td gan... think:


Quote:
Original Posted By widya poetra

Mana sini gay hater,
biar ane jitak sekalian.
Walaupun ane tentu saja berbusa: juga kalo dideket2in gay,
tapi kasusnya sama aja ane juga berbusa: kalo dideketin cewek gendut ingusan,
itu hanyalah masalah orientasi saja, bukan kebencian.
Mengingat orientasi ane itu kepada tante2 aduhai,
khususnya tante dhy dhy. cool:


Orientasi anda akan berubah ketika anda mengenal lbh dalam ttg tante dhidhy di kehidupan nyata,
bkn sekedar anda mengenal di kaskus saja.
Perubahan orientasi pun nantinya akan berubah krn pengalaman2 anda bersama tante dhydhy.
Apa yg terjadi berikutnya, itu yg menentukan perubahan orientasi anda.
Itu bukti bahwa orientasi bs berubah & bs dirubah.

Sama halnya dlm kasus guru homo di atas.
Pengalaman anak didik diajar guru homo ini
mempengaruhi orientasi2 anak2 ke depannya, trmsk orientasi seksual.

Kalau yg memberi pelajaran orientasinya menyimpang,
maka yg diajarkan pun akan menyimpang.
Dan itu akan "tersimpan" trs di pikiran anak2
yg kemudian disimpulkan mjd sebuah orientasi
sbg dasar utk berpikir & bertindak ke depannya oleh anak2 tsb shakehand
prop1000 - 30/11/2011 02:07 PM
#1505

Quote:
Original Posted By sangkdk
beginikah argumen seorang debate entutsias yang katanyan intelek... nohope:

kenapa jadi bahas monogami & poligami... bukannya sekarang lagi bahas monosexual alias kaum penyuka sesama jenis.... D


Quote:
Original Posted By Choa
barbuk dolo

ini gambaran orang yang intelec...ngakak

di lihat dari sedotan

ah, mungkin di sekolah adik2 [dulu] tidak diajarkan gaya bahasa satir yah?
sungguh tidak intelek sekali kalian ini. o
Inzict - 30/11/2011 02:47 PM
#1506

Quote:
Original Posted By mario1908

1. ok moga2 ga salah tanggap,
gan tau bedanya rohani ama psikologi ga????


Tau. Tp di syarat penerimaan tes pegawai, khususnya tenaga pendidik,
cuma ada 2 syarat, yaitu sehat jasmani & rohani.
Penyakit psikologi dimasukkan ke dlm kategori rohani.

Klo anda tes pegawai di swasta or PNS sll diminta surat sehat jasmani, surat sehat rohani & surat bebas narkoba dr Rumah Sakit.
Utk dpt surat sehat jasmani tentu anda diperiksa kondisi tubuh & organ2 vital anda.
Utk surat sehat rohani, maka anda dites psikologi anda, trmsk pemahaman anda thdp agama anda.
Utk surat bebas narkoba, anda dites darah & urin.

Jd ente sudah paham blm bedanya psikologi & rohani skrg gan?
Apa msh perlu sy jabarkan definisinya masing2? \)

Quote:

Rohani itu karena kepercayaan kita ke Tuhan,
psikologi apa yang ada di psikis manusia,
menurut agan apakah homo dan lesbi tu masih termasuk rohani?


Iya.
Penjelasannya di atas. \)

Quote:

Yg no.3 itu yakin gan ada hubungannya dengan homo ato lesbi (sori kalo kaga ngeliat penuh lagi ol di hp cacad)


Iya ada gan.
Pengalaman jg salah satu faktor yg mengakibatkan perubahan orientasi seks seseorang, apalagi itu di masa kanak2.
Kontak secara berkesinambungan dg org homoseksual pd masa kanak2,
jg mempengaruhi orientasi anak2 tsb ke depannya.
Apalgi klo kontak berlebihan, akan "menarik" anak tsb ke orientasi homoseksual jg.

Quote:

soal panutan maen kenyataannya aja ya,
jaman sekarang gini masih ada ya yg idolain guru???


Masih bnyk gan.
Guru kan pahlawan tanpa tanda jasa. \)

Quote:

Homo menyebar??
Yakin gan bukannya itu cuma kecenderungan masa kecil/remaja yang kelam yg mengakibatkan, seseorang jadi homo atau lesbi,
ya?


Iya, orientasi homoseksual bs menular gan.
Pola asuh, pengalaman & lingkungan tepatnya yg mempengaruhi orientasi seseorg.
Apalg klo pola asuh, pengalaman & lingkungan yg dipenuhi homoseksual spt yg sy jabarkan di depan,
maka akan mempengaruhi orientasi org utk "tertarik" di dalamnya. \)

Quote:

Ok perrbandingannya milih guru maho/lesbi profesional
atau normal tapi cacad dan egois??

(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?


Milih yg cacad & egois,
krn cacad itu kelainan fisik,
egois itu sifat.
Tp dua2nya msh dianggap normal.

Klo maho/ lesbi itu orientasi seks yg menyimpang,
itu tdk normal. \)
widya poetra - 30/11/2011 03:06 PM
#1507

Ybhi:

Quote:
Original Posted By Inzict
Yb Halo gan.

Kutipan kalimat yg mana yg error gan? o

Sumbernya,
klik aja salah satu angka di belakang kutipan.



Quote:
Family Research Institute (FRI) ini bukan kelompok pengajar kebencian gan,
tp sebuah institute penelitian tentang keluarga, obat2an terlarang & penyakit seks di Colorado Amerika, yg pendiriannya didasari oleh aturan2 dlm agama Kristen.

Jadi setiap hasil penelitiannya didasarkan dr temuan2 di lapangan yg disesuaikan dg aturan2 gereja serta norma2 masyarakat tradisional yg berlaku. o

Jadi penelitiannya "disesuaikan" dengan norma tradisional,
bukan karena fakta di lapangan? malus

Quote:
Sama halnya dg Lembaga Penelitian milik Majelis Ulama Indonesia (MUI),
segala hasil temuan ttg haram atau enggaknya suatu kasus atau suatu produk
didasarkan dr temuan di lapangan yg disesuaikan dg ajaran di Alquran.
Fatwa2 MUI jg bnyk menuai pro & kontra kan o

Kalau sy menggunakan dasar pemikiran anda di atas,
maka bs sy simpulkan MUI jg kelompok pengajar kebencian di Indonesia dong. o

Beda lah,
emang MUI melintir2 riset untuk disesuaikan dengan tujuannya?


Quote:
Yg paling tepat dr kedua argumen di atas, adalah lembaga2 penelitian tsb sbg pembanding dr suatu kasus2 yg prnh diteliti sebelumnya.
Spt fatwa MUI yg tdk ditelan mentah2 oleh masyarakat Indonesia.
Fatwa2 MUI diproses oleh pemerintah dulu, baru diklarifikasi ke masyarakat.
Contoh, kasus pengharaman ajinomoto, kasus pengharaman tukang ojek, kasus pengharaman premium utk org kaya, dsb. gila:

Lihat atas.

Quote:
Semua hsl temuan FRI ini pun jg diproses oleh pemerintah Amerika dulu. thumbup:
Dan sbg jwbnnya, politikus2 Amerika jg kontra dg para kaum homoseksual ini.
Bs dilihat dr kebijakan2 Amerika ttg kaum homoseksual di 13 negara bagian. o

nohope:

Mana coba bukti hasil temuan FRI diproses oleh pemerintah Amerika? malus

Nih tulisan dari salah satu hakim yang notabene perangkat hukum pemerintah:

Cameron's credibility was also questioned outside of academia. In his written opinion in Baker v. Wade (1985), Judge Buchmeyer of the U.S. District Court of Dallas referred to "Cameron's sworn statement that 'homosexuals abuse children at a proportionately greater incident than do heterosexuals,'" and concluded that "Dr. Paul Cameron...has himself made misrepresentations to this Court" and that "There has been no fraud or misrepresentations except by Dr. Cameron".[3]

Sumber: click

Nah lho,
ngerti artinya fraud ngga?
ngerti artinya misrepresentation ngga?


Quote:
Krn Paul Cameron ini pemegang agama Kristen yg taat.
Segala hasil temuannya disesuaikan dg ajaran agama Kristen.
Sama halnya dg para ulama2 di MUI tsb.
Apa ulama2 MUI yg mengeluarkan Fatwa2 itu jg bs dibilang memiliki track yg buruk gan? o

Sama kayak di atas,
kalo emang fakta di lapangan begitu ya silakan dinyatakan begitu, bukan dipelintir disesuaikan dengan tujuannya.

Yang ane kritisi kan soal pemelintiran,
kok bawa2 MUI,
kalo MUI memelintir2 juga ya buruk juga,
tapi mana buktinya?
Soal FRI udah ane kasih buktinya,
Paul Cameron juga udah, malah langsung dari hakim yang notabene dari pemerintah itu sendiri.


Quote:
Anda meragukan hasil temuan FRI ibaratnya spt anda meragukan kredibilitas fatwa2 MUI di Indonesia gan. o

Ya beda lah,
lihat lagi di atas.
Coba mana buktinya MUI memelintir penelitian?
Nggak ada? Kalo nggak, ngapaen meragukan fatwa MUI.


Quote:
Sdgkn hasil temuan FRI ini pun dipakai oleh bnyk pengajar2 & dosen psikologi di seluruh dunia.

Mau banyak2an yak,
coba banyak2an mana sama yang memakai hasil temuan APA (American Psychological Association).

nohope:
Banyak2an yang make itu ga serta merta benar,
yang lebih penting itu melintir2 penelitan ngga, metodologinya bener ngga, dst..dst...


Quote:
Buktinya sumber yg sy bawa kmrn adalah dr seorang dosen psikologi sebuah universitas Islam di Indonesia. o

Cuman nerjemahin doang. nohope:



Quote:
Bukan hanya dua faktor itu aja kan keberatan saya gan o

Karena jumlah org normal lbh bnyk drpd org2 homo gan nohope:
Perbandingannya tdk sesuai.

0-3,1% itu klo dibandingkan dg jumlah homo yg minoritas,
itu sudah termasuk angka yg besar. nohope:

Logikanya begini.
Jumlah org normal 92, jumlah orang homo 8, total semua 100 org.
Kemudian ada kasus pelecehan seksual hasilnya:
1. Dilakukan org normal 30%
2. Dilakukan org homo 3 %
Ya jelaslah lbh bnyk kriminal oleh org normal,
krn jumlah org normal lbh bnyk drpd org homo. nohope:
Tp klo dilihat dr sensus org homo, angka 3% itu trmsk fantastis gan. nohope:

Coba dipikirkan lagi, gan.

Mohon normal itu diganti hetero,
kalo udah ada prejudice sebelumnya, perdebatan tidak bakal intelectual lagi.

Contohnya ente apa gak ngaco,
3% dilakukan homo/bi, 30% hetero lalu yang 67% dilakukan oleh jin? confused:

kalo 3% dilakukan homo/bi ya berarti 97% dilakukan hetero.

Coba cek lagi persentase homo/bi/trans di amerika, jumlahnya 4%,
berarti 0-3% ada di bawah 4% artinya ya aman2 saja, gak ada bedanya dengan hetero atau malah lebih rendah.


Quote:
Sama spt penjelasan di atas, krn jumlahnya yg minoritas. o

Seperti di atas,
% homo/bi/trans = 4%,
berarti kalo dari 175 pelaku, kita expect ada 7 orang homo kalo homo sama chance-nya untuk melecehkan anak kayak hetero, atau bahkan lebih untuk meng-confirm bahwa homo lebih sering melecehkan anak dibanding hetero.
Buktinya yang dijumpai itu 0.

Artinya emang bisa jadi homo lebih gak minat terhadap anak2 dibanding hetero,
sesuai dengan penelitian yang di atasnya.

Quote:
Setidaknya para homo ini ada yg melakukan pelecehan seksual gan,
dan ada yg "tertarik" menjadi penerus homoseksual berikutnya.

Gak ada istilah setidaknya,
kalo evidences gak mendukung ya janganlah sembarangan.

setidaknya hetero banyak yang melakukan pelecehan seksual dan yang dilecehkan ada yang menjadi homo,
guru hetero harus dilarang. capedes


Quote:
Seperti yg sy tulis di post depan,
cuma butuh 1 homo utk membuat bnyk anak2 mjd homo2 berikutnya.

Masih debatable,

dan gak perlu debat sampai situ kalo homo gak ada kecenderungan lebih untuk melecehkan anak2 dibanding hetero,
salahin tuh hetero yang melecehkan anak2 walaupun jenis kelaminnya sama. berdukas

Quote:
confused: Buktinya bnyk kasusnya.

Banyak apaan,
mana....mana.....


Quote:
confused: Klo org normal melecehkan org homo itu beda lg kasusnya!

Gak mudeng ini orang. capedes
Jadi di situ ane argue kalo pelecehan seksual oleh kelamin sejenis gak serta menyebabkan yang dilecehkan menjadi homoseksual,
tapi sebaliknya karena homoseks lah yang menyebabkan korban dilecehkan.


Quote:
Dan akan bnyk yg "tertarik" ke dalam orientasi tsb. think:
Krn lingkungan jg pny "power" utk mempengaruhi orientasi org lain.
Membiarkan anak didik kita diracun otaknya oleh org homo & mjd tertarik msk ke dlmnya
bagi sy bnr2 spt melepas anak kecil ke dlm kandang macan.

Kontra thdp budaya mendukung homo ini terutama di negara2 Islam & daerah2 berbasis Syariat Islam
sbnrnya mrpkn upaya utk menekan aktivitas & ruang gerak para homo2 ini
spy tdk meracuni orientasi2 masyarakat umum,
khususnya anak2 yg msh labil emosinya & mudah terpengaruh ke dlm pergaulan. think:

Emang gurunya ngajarin anaknya jadi homoseks,
guru gak berhak lah ngajarin orientasi seksual kalau bukan bidang yang diajarinnya.

Mendukung apaan,
di tivi, di mana2,
kaum homo dianggap lucu,
pengaruh budaya seperti itu bakal lebih besar daripada guru yang gak ngapa2in kecuali ngajar bidangnya.

nohope:



Quote:
Memangnya kidal sama ya gan dg homoseksual yg bisa "menarik" orang utk masuk di dalamnya. amazed:
Bedanya kidal & homoseksual itu,
kidal itu bawaan, sedang homoseksual itu hasil pengalaman yg disimpulkan oleh pikiran (kemudian disebut orientasi).
Yg namanya orientasi itu sebuah pandangan yg mendasari org utk berpikir & bersikap.
Jd klo orientasi/ pandangannya berubah, ya berubah pola pikir & sikapnya.

Lho? orang kidal juga bisa jadi "normal" tuh.
Kidal kan cuman orientasi dia enakan pake tangan apa,
orientasi ya jelas bisa dirubah. capedes

Mau ane bawain hasil riset APA? matabelo:


Quote:
Guru = digugu & ditiru. thumbup:
Pelajaran yg mempengaruhi orientasi seks, bs ditularkan lwt pelajaran yg diajarkan.
Sy aja msh bnr2 inget bgmn pelajaran biologi guru SD sy ttg organ2 wanita,
smp skrg pelajaran itu msh berpengaruh di pikiran sy dlm menilai wanita D

Kan udah dibilang sebelumnya,
guru gak berhak ngajarin sesuatu di luar bidang yang diajarinnya.


Quote:
Sy kurang tau yg kasus Olga ini, supaya nanti tdk menggenalisir suatu permasalahan.
Sy jg msh blm jelas ttg kesimpulan anda ini. o

Kesimpulan:

- Homo lebih suka mencabuli anak. MITOS.
- Menerima pendidik homo menyuburkan homo. MITOS. Acara2 di TV, lawak, dan sebagainya lebih memperlihatkan aktivitas homo dibanding pendidik yang mengajar.

Alasan di atas FAIL.
widya poetra - 30/11/2011 03:07 PM
#1508

Ybhi:

Quote:
Original Posted By Inzict
Orientasi anda akan berubah ketika anda mengenal lbh dalam ttg tante dhidhy di kehidupan nyata,
bkn sekedar anda mengenal di kaskus saja.
Perubahan orientasi pun nantinya akan berubah krn pengalaman2 anda bersama tante dhydhy.
Apa yg terjadi berikutnya, itu yg menentukan perubahan orientasi anda.
Itu bukti bahwa orientasi bs berubah & bs dirubah.

Sama halnya dlm kasus guru homo di atas.
Pengalaman anak didik diajar guru homo ini
mempengaruhi orientasi2 anak2 ke depannya, trmsk orientasi seksual.

Kalau yg memberi pelajaran orientasinya menyimpang,
maka yg diajarkan pun akan menyimpang.
Dan itu akan "tersimpan" trs di pikiran anak2
yg kemudian disimpulkan mjd sebuah orientasi
sbg dasar utk berpikir & bertindak ke depannya oleh anak2 tsb shakehand

Yang bercandaan dikomentarin juga capedes
Inzict - 30/11/2011 04:22 PM
#1509

Ente ngambil post ane yg blm diedit ya gan nohope:
Ente lg OL jg trnyt.

Quote:
Original Posted By widya poetra
Ybhi:
Sumbernya,
klik aja salah satu angka di belakang kutipan.


Bukan tdk jelas sumbernya itu,
tp belum dimasukkan ke Wikipedia aja tuh \)

Quote:

Jadi penelitiannya "disesuaikan" dengan norma tradisional,
bukan karena fakta di lapangan? malus


Fakta + norma \)
Utk kebaikan bersama jg.
Intinya utk menekan homoseksual ini utk segera berobat,
mengingat orientasi yg menyimpang ini bs disembuhkan.

Utk apa mendukung org yg memiliki penyimpangan orientasi seksual.
Lbh baik menyembuhkan dulu, baru dihormati hak2nya. \)
Mengingat dampak2 buruk yg bakal tjd dr perilaku org2 yg tdk normal ini.

Quote:

Beda lah,
emang MUI melintir2 riset untuk disesuaikan dengan tujuannya?


Fatwa MUI ttg kasus tukang ojek.
Fatwa MUI ttg kasus premium utk org kaya.
Itu didasari riset apa itu bs smp mengeluarkan statement sebodoh itu gila:

Quote:

Lihat atas.

nohope:

Mana coba bukti hasil temuan FRI diproses oleh pemerintah Amerika? malus

Nih tulisan dari salah satu hakim yang notabene perangkat hukum pemerintah:

Cameron's credibility was also questioned outside of academia. In his written opinion in Baker v. Wade (1985), Judge Buchmeyer of the U.S. District Court of Dallas referred to "Cameron's sworn statement that 'homosexuals abuse children at a proportionately greater incident than do heterosexuals,'" and concluded that "Dr. Paul Cameron...has himself made misrepresentations to this Court" and that "There has been no fraud or misrepresentations except by Dr. Cameron".[3]

Sumber: click

Nah lho,
ngerti artinya fraud ngga?
ngerti artinya misrepresentation ngga?


Sy kira sebuah temuan pasti mengalami pro & kontra.
Yg pro krn mereka ingin tetap mempertahankan moral,
sdgkn yg kontra adalah pihak2 yg dirugikan.

Dlm hal ini yg kontra mereka komunits2 org homoseksual
atau LSM2 yg mendukung gerakan kebebasan bagi org2 homseksual.

Knp tdk mencari titik tengahnya saja,
org2 homoseksual disembuhkan dulu,
baru diangkat hak2 asasinya.
Bukankah itu lbh bagus & bermartabat sbg sesama manusia :toast

Quote:

Sama kayak di atas,
kalo emang fakta di lapangan begitu ya silakan dinyatakan begitu,
bukan dipelintir disesuaikan dengan tujuannya.

Yang ane kritisi kan soal pemelintiran,
kok bawa2 MUI,
kalo MUI memelintir2 juga ya buruk juga,
tapi mana buktinya?
Soal FRI udah ane kasih buktinya,
Paul Cameron juga udah, malah langsung dari hakim yang notabene dari pemerintah itu sendiri.


Politisi2 msh bnyk yg kontra thdp kaum homoseksual.
UU Homoseksual msh ditentang di negara2 bagian Amerika.

Quote:

Ya beda lah,
lihat lagi di atas.
Coba mana buktinya MUI memelintir penelitian?
Nggak ada? Kalo nggak, ngapaen meragukan fatwa MUI.


Baca di atas :toast

Quote:

Mau banyak2an yak,
coba banyak2an mana sama yang memakai hasil temuan APA (American Psychological Association).


Bawa kesini gan :toast

Quote:

nohope:
Banyak2an yang make itu ga serta merta benar,
yang lebih penting itu melintir2 penelitan ngga, metodologinya bener ngga, dst..dst...

Cuman nerjemahin doang. nohope:


Ilmu itu berkembang :toast

Quote:

Coba dipikirkan lagi, gan.

Mohon normal itu diganti hetero,
kalo udah ada prejudice sebelumnya, perdebatan tidak bakal intelectual lagi.

Contohnya ente apa gak ngaco,
3% dilakukan homo/bi, 30% hetero lalu yang 67% dilakukan oleh jin? confused:

kalo 3% dilakukan homo/bi ya berarti 97% dilakukan hetero.

Coba cek lagi persentase homo/bi/trans di amerika, jumlahnya 4%,
berarti 0-3% ada di bawah 4% artinya ya aman2 saja, gak ada bedanya dengan hetero atau malah lebih rendah.

Seperti di atas,
% homo/bi/trans = 4%,
berarti kalo dari 175 pelaku, kita expect ada 7 orang homo kalo homo sama chance-nya untuk melecehkan anak kayak hetero, atau bahkan lebih untuk meng-confirm bahwa homo lebih sering melecehkan anak dibanding hetero.
Buktinya yang dijumpai itu 0.

Artinya emang bisa jadi homo lebih gak minat terhadap anak2 dibanding hetero,
sesuai dengan penelitian yang di atasnya.


Beda lg klo ceritanya homo paedofilia gan!
Sumber wiki ente mengkhususkan membahas homoseksual
& studi kasusnya kpd homoseksual dewasa.
Berbeda klo sumber anda homo paedhopilia.

Quote:

Gak ada istilah setidaknya,
kalo evidences gak mendukung ya janganlah sembarangan.

setidaknya hetero banyak yang melakukan pelecehan seksual dan yang dilecehkan ada yang menjadi homo,
guru hetero harus dilarang. capedes

Masih debatable,

dan gak perlu debat sampai situ kalo homo gak ada kecenderungan lebih untuk melecehkan anak2 dibanding hetero,
salahin tuh hetero yang melecehkan anak2 walaupun jenis kelaminnya sama. berdukas


Hetero kok melecehkan anak2 yg kelaminnya sama?
Kalau begitu bukan hetero, tp homo jg dong. nohope:

Quote:

Banyak apaan,
mana....mana.....


Di post sebelumnya :toast
1 itu aja contoh kasusnya yg sy bawa,
krn nanti kebanyakan & ente plintir generalisasi lg.

Quote:

Gak mudeng ini orang. capedes
Jadi di situ ane argue kalo pelecehan seksual oleh kelamin sejenis gak serta menyebabkan yang dilecehkan menjadi homoseksual,
tapi sebaliknya karena homoseks lah yang menyebabkan korban dilecehkan.


Jelasin yg ini gan!
Kalimat ente dibolak-balik artinya ga nyambung. :toast

Quote:

Emang gurunya ngajarin anaknya jadi homoseks,
guru gak berhak lah ngajarin orientasi seksual kalau bukan bidang yang diajarinnya.


Itu kan teorinya.
Klo anda bilang guru yg bener itu..bla..bla...bla...
tp kenyataannya guru jg pny porsi bnyk dlm mempengaruhi orientasi anak didiknya. \)

Quote:

Mendukung apaan,
di tivi, di mana2,
kaum homo dianggap lucu,
pengaruh budaya seperti itu bakal lebih besar daripada guru yang gak ngapa2in kecuali ngajar bidangnya.

nohope:


Iya, budaya homo2an di TV itu jg udah ditegur KPI.
Krn ditakutnya mempengaruhi pikiran anak2 yg mjd penontonnya. \)

Quote:

Lho? orang kidal juga bisa jadi "normal" tuh.
Kidal kan cuman orientasi dia enakan pake tangan apa,
orientasi ya jelas bisa dirubah. capedes

Mau ane bawain hasil riset APA? matabelo:


Bawa kesini datanya. :toast
Krn setau ane org kidal ditekan dg budaya tangan kanan,
tetep aja nyaman menggunakan tangan kirinya drpd tangan kanannya.
Wlpn org kidal jg bs menulis dg tangan kanan.

Itu bedanya kidal dg homoseksual. \)

Quote:

Kan udah dibilang sebelumnya,
guru gak berhak ngajarin sesuatu di luar bidang yang diajarinnya.


Teorinya lg :toast
Sampai kapan anda akan bicara soal guru yg ideal itu.

Quote:

Kesimpulan:

- Homo lebih suka mencabuli anak. MITOS.
- Menerima pendidik homo menyuburkan homo. MITOS.


Blm sepakat kita di kesimpulan ini gan
Blm ketemu titik tengah kita. :toast

Quote:

Acara2 di TV, lawak, dan sebagainya lebih memperlihatkan aktivitas homo dibanding pendidik yang mengajar.


Itu jg salah, sudah ditegur KPI,
dg alasan yg sama dg alasan sy.
Mempengaruhi pola pikir anak.

TV kan jg sebuah "kontak",
masuk ke faktor no 2 & 3 sy
ttg faktor pengalaman & lingkungan.

Quote:

Alasan di atas FAIL.


gila:

Quote:

Yang bercandaan dikomentarin juga


D Nanti sy jelaskan korelasi antara tante dhydhy dg orientasi gan,
kalau sempet.

:toast
widya poetra - 30/11/2011 05:22 PM
#1510

Ybhi:

Quote:
Original Posted By Inzict
Ente ngambil post ane yg blm diedit ya gan nohope:
Ente lg OL jg trnyt.

Bukan tdk jelas sumbernya itu,
tp belum dimasukkan ke Wikipedia aja tuh \)

Kok wikipedia nohope:
Ane ambil dari situs aslinya tuh http://www.familyresearchinst.org/2009/02/what-causes-homosexual-desire-and-can-it-be-changed/
coba cek bagian references di bawah, gak ada apa2
terus coba cek angka setelah kutipan,
kalo di ane not found tuh, siapa tau error-nya di ane.


Quote:
Fakta + norma \)
Utk kebaikan bersama jg.
Intinya utk menekan homoseksual ini utk segera berobat,
mengingat orientasi yg menyimpang ini bs disembuhkan.

Utk apa mendukung org yg memiliki penyimpangan orientasi seksual.
Lbh baik menyembuhkan dulu, baru dihormati hak2nya. \)
Mengingat dampak2 buruk yg bakal tjd dr perilaku org2 yg tdk normal ini.

Fakta ya fakta, norma ya norma.
Kalo fakta bilang insiden homo melecehkan anak2 lebih kecil daripada hetero,
kenapa si Cameron bilang sebaliknya,
itu udah memutarbalikkan fakta demi norma.


Quote:
Fatwa MUI ttg kasus tukang ojek.
Fatwa MUI ttg kasus premium utk org kaya.
Itu didasari riset apa itu bs smp mengeluarkan statement sebodoh itu gila:

Ini mau bahas fatwa tukang ojek atau homo, gan. nohope:



Quote:
Sy kira sebuah temuan pasti mengalami pro & kontra.
Yg pro krn mereka ingin tetap mempertahankan moral,
sdgkn yg kontra adalah pihak2 yg dirugikan.

Dlm hal ini yg kontra mereka komunits2 org homoseksual
atau LSM2 yg mendukung gerakan kebebasan bagi org2 homseksual.

Knp tdk mencari titik tengahnya saja,
org2 homoseksual disembuhkan dulu,
baru diangkat hak2 asasinya.
Bukankah itu lbh bagus & bermartabat sbg sesama manusia :toast

Bukan masalah pro & kontra,
kontra boleh,
tapi jangan memutar balikkan fakta dong,
apalagi di pengadilan hammer:

Dan itu yang dilakukan oleh pendiri FRI,
wajar saja diragukan kredibilitasnya.

Soal mencari titik tengah lihat post paling bawah.

Quote:
Politisi2 msh bnyk yg kontra thdp kaum homoseksual.
UU Homoseksual msh ditentang di negara2 bagian Amerika.

nohope:
Bukannya membuktikan pemutarbalikkan fakta oleh FRI dan Paul Cameron itu keliru, malah ngomongin politisi dan UU.
Justru itu yang diperjuangkan kaum LGBT.



Quote:
Baca di atas :toast

Bawa kesini gan :toast

http://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&q=homosexual+apa&btnG=Telusuri&as_ylo=&as_vis=0

cek juga wiki:
http://en.wikipedia.org/wiki/American_Psychological_Association
The American Psychological Association (APA) is the largest scientific and professional organization of psychologists in the United States.

Quote:
Ilmu itu berkembang :toast

Kalau ilmu bilang homoseksualitas bukan kelainan terima nggak, gan? D
Lihat post paling bawah.


Quote:
Beda lg klo ceritanya homo paedofilia gan!
Sumber wiki ente mengkhususkan membahas homoseksual
& studi kasusnya kpd homoseksual dewasa.
Berbeda klo sumber anda homo paedhopilia.

Sumber wiki darimana,
jelas2 itu sumber dari jurnal langsung capedes

Di sini kan lagi bahas homo jadi tenaga pendidik, bukan pedofil jadi tenaga pendidik. nohope:

Emang kalo pedofilnya hetero, menurut ente oke2 aja jadi tenaga pendidik? hammer:


Quote:
Hetero kok melecehkan anak2 yg kelaminnya sama?
Kalau begitu bukan hetero, tp homo jg dong. nohope:

Justru faktanya demikian,
berdasarkan penelitian,
ternyata yang melecehkan anak2 itu lumayan banyak yang orientasi seksualnya hetero (tertarik sama lawan jenis, gak tertarik sama sesama jenis),
ingat di sini orientasi seksual kepada orang yang sama2 dewasa,
kalo orientasi seksual kepada anak2 itu namanya pedofil,
buat hetero-pedofil, jenis kelamin anak2nya ternyata bebas takuts:.
Itu fakta, gan.

Quote:
Di post sebelumnya :toast
1 itu aja contoh kasusnya yg sy bawa,
krn nanti kebanyakan & ente plintir generalisasi lg.

nohope:

Kalo banyak malah meyakinkan itu bukan generalisasi,
kalo ngasih contoh 1 terus disimpulkan secara umum itu baru generalisasi.

Ini orang gimana sih. berdukas



Quote:
Jelasin yg ini gan!
Kalimat ente dibolak-balik artinya ga nyambung. :toast

Ini kan ane lagi ngomentarin pendapatnya ente:

Anak kecil dilecehkan oleh seseorang yang berjenis kelamin sama, setelah dewasa jadi homoseksual.

Ente menyimpulkan: pelecehan dengan seks yang sama menyebabkan homoseksual.

Itu belum tentu benar,
bisa jadi anak tersebut memang udah punya orientasi homoseksual dan punya sifat2 tertentu yang membuatnya lebih berisiko diincar oleh pedofil.


Quote:
Itu kan teorinya.
Klo anda bilang guru yg bener itu..bla..bla...bla...
tp kenyataannya guru jg pny porsi bnyk dlm mempengaruhi orientasi anak didiknya. \)

Lha,
emangnya guru hetero gak bisa salah. nohope:

Guru punya porsi banyak mempengaruhi orientasi seksual,
then PROVE IT.


Quote:
Iya, budaya homo2an di TV itu jg udah ditegur KPI.
Krn ditakutnya mempengaruhi pikiran anak2 yg mjd penontonnya. \)

Cuman ditegur aja ya,
bukan dilarang. o


Quote:
Bawa kesini datanya. :toast
Krn setau ane org kidal ditekan dg budaya tangan kanan,
tetep aja nyaman menggunakan tangan kirinya drpd tangan kanannya.
Wlpn org kidal jg bs menulis dg tangan kanan.

Itu bedanya kidal dg homoseksual. \)

Nih

All major national mental health organizations have officially expressed concerns about therapies promoted to modify sexual orientation. To date, there has been no scientifically adequate research to show that therapy aimed at changing sexual orientation (sometimes called reparative or conversion therapy) is safe or effective. Furthermore, it seems likely that the promotion of change therapies reinforces stereotypes and contributes to a negative climate for lesbian, gay, and bisexual persons. This appears to be especially likely for lesbian, gay, and bisexual individuals who grow up in more conservative religious settings.
Sumber: clik


The task force conducted a systematic review of the peer-reviewed journal literature on sexual orientation change efforts (SOCE) and concluded that efforts to change sexual orientation are unlikely to be successful and involve some risk of harm, contrary to the claims of SOCE practitioners and advocates.
Sumber: click


Quote:
Teorinya lg :toast
Sampai kapan anda akan bicara soal guru yg ideal itu.

Sampai puas tentunya,
kalo melanggar etik tinggal kasih sanksi indisipliner.
Bukan asal nglarang. nohope:


Quote:
Blm sepakat kita di kesimpulan ini gan
Blm ketemu titik tengah kita. :toast

Silakan saja kalo punya dasar.


Quote:
Itu jg salah, sudah ditegur KPI,
dg alasan yg sama dg alasan sy.
Mempengaruhi pola pikir anak.

TV kan jg sebuah "kontak",
masuk ke faktor no 2 & 3 sy
ttg faktor pengalaman & lingkungan.

Cuman ditegur saja ya,
bukan dilarang?
Kalo pendidik homo tinggal ditegur saja jangan berlagak "femme".



Quote:
D Nanti sy jelaskan korelasi antara tante dhydhy dg orientasi gan,
kalau sempet.

:toast

nohope:



Yang suka ngomongin kelainan2,
coba baca ini dulu:

Mengenai hal itu dr Lukas Mangindaan, SpKJ, Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membenarkannya.

"Homoseksualitas kini tidak lagi dikategorikan sebagai gangguan jiwa atau penyimpangan seksual. Penghapusan homoseksualitas sebagai gangguan jiwa merupakan keputusan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 17 Mei 1990 dan keputusan Departemen Kesehatan Indonesia yang dicantumkan dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia, edisi II tahun 1983," kata dr Lukas saat berbicara dalam seminar nasional Seksualitas yang Ditabukan: Tantangan Keberagamaan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2008).

Lebih lanjut dr Lukas menuturkan, baik homoseksualitas, biseksualitas, atau heteroseksualitas kini dikategorikan sebagai bagian dari identitas atau ciri khas seseorang.

"Sesuatu yang berbeda tidak secara otomatis berarti 'lebih baik' atau 'lebih buruk' dan kita juga perlu melihat pelbagai jenis identitas diri orang sebagai bagian dari keberagaman manusia, jadi kita perlu bersikap pluralistik tanpa harus bersikap apriori atau disertai dengan perasaan emosional tertentu. Justru yang diperlukan adalah sikap berempati," paparnya.

Sumber: click


Nah,
kalo homoseksualitas bukan lagi kelainan,
maka semua argumen anda runtuh berantakan.



PS:
tambahan,
yang di atas dikritisi yang melecehkan anak2 itu pedofil,
ya emang tepat sekali yang melecehkan anak2 itu pedofil, bisa hetero bisa homo.
Nah, riset yang ini meneliti orang2 yang normal / bukan pedofil, baik hetero maupun homo, tentang respon seksualnya terhadap anak-anak.

Freund dkk menemukan bahwa laki2 homoseksual respon terhadap anak2 laki tidak beda dengan laki2 heteroseksual merespon anak2 perempuan. Respon diukur dari perubahan volume *sensor*.
Sumber: Journal of Sex Research Volume 26, Issue 1, 1989
Ternyata mitos kalo homo suka ngincer anak2.
angling.kusumo - 30/11/2011 05:29 PM
#1511

Quote:
Original Posted By sangkdk
serius ente bro... sepanjang pengamatan gw terhadap kaum gay (kalo lesbi emang belum pernah) mereka malah sangat menakutkan menurut saya, kenapa saya katakan begitu.. " seorang gay mengungkapkan ketertarikannya kepada orang normal bisa menimbulkan efek trauma kepada orang yang masih normal (dan ini adalah fakta di gw sebagai orang normal), apalagi jika itu nanti sampai ke dalam lingkungan pendidikan...think "

hehehe... agan mesti bisa membedakan secara logis antara kejengahan yang ditimbulkan oleh selera agan dan masalah 'kebenaran' dong gan. D

nih saya pake kutipan dari agan widya.
Originally Posted by widya poetra
Mana sini gay hater,
biar ane jitak sekalian.
Walaupun ane tentu saja juga kalo dideket2in gay,
tapi kasusnya sama aja ane juga kalo dideketin cewek gendut ingusan, (atau nenek2 bangkotan keriput gatel. :red. :P)
itu hanyalah masalah orientasi saja, bukan kebencian.
Mengingat orientasi ane itu kepada tante2 aduhai,
khususnya tante dhy dhy.

Quote:
Original Posted By sangkdk
Biar bagaimanapun gay / lesbi juga punya masalah dengan ke jiwaan karena mereka lebih menyukai sesama jenis, padahal di dunia ini selalu ada dua yang sejalan... ada hitam ada putih, ada siang ada malam, ada laki2 ada wanita, ada baik ada jahat... sementara gay kalo di ibaratkan audio adalah mono bukan stereo... malu:

Oleh karena itu saya tetap Pro bahwa gay di larang bekerja di lingkungan Pendidikan karena punya potensi menularkan ke homoan nya kepada lingkungannya... \)

hadoh... susah nih. kalau setelah bukti2 saya sertakan dan anda masih tetap ber'keyakinan' seperti itu. karena seperti yang kita tahu gan, keyakinan itu sudah diluar konteks logis. ^ ^)v

fyi gan, dunia manusia ini jauh lebih kompleks jika untuk diwakilan oleh dua polaritas + vs - itu. salah satu contoh, bukan hanya ada hitam, ada putih. tapi juga ada biru merah kuning coklat dll dkk dst. :P

Quote:
Original Posted By poqwajah
hahahahaha... oo.. begituh... sip2... hehehehe....

masbro.. maap seribu maap.. bukannya ga mau liat... tapi kalo agan referensi lewat wikipedia ituh ga valid gan.. hehehe... tempat kuliah ane melarang membuat laporan berdasarkan wikipedia... kenapa? karna semua orng bisa mengedit dengan sesuka hatinya.. hehehe...

hehehe... iya gan. makanya itu saya sediakan refrensi lain selain wiki.
monggo dilihat dengan baik2 gan. \)

Quote:
Original Posted By poqwajah
nahh... untuk masalah yang trauma gan...


dan juga seseorang menjadi gay/lesbie karena adanya trauma pada sejarah hidupnya
nyang boneng masgan.??? D
coba baca ini biar lebih jelas.
http://evergreeninternational.org/causes.htm
agan udh baca belom gan?? hehehe...
"Personality, genetics, and developmental experiences all have a place in influencing the development of homosexual attractions. Drs. Byne and Parsons at Columbia University believe it is important to "appreciate the complexities of sexual orientation and resist the urge to search for simplistic explanations, either psychosocial or biologic."44 They emphasize that in addition to the influences of genetics or the environment,the individual plays an important role in determining his or her identity." diambil dari sono gan...
yang artinya...
developmental experiences
pengalaman pribadi... trauma salah satunya yah gan?
tidak bisa dipungkiri disituh juga ditulis ada personality dan genetic.. tapi pengalaman pun menjadi salah satu factor mengapa seseorang menjadi gay/lesbie..
They emphasize that in addition to the influences of genetics or the environment,the individual plays an important role in determining his or her identity
genetic dan lingkungan menjadi peran penting... dan juga tentu individu masing2... karena hanya mereka sendiri yang dapat menentukan identitas mereka masing2.. hehehe... CMIIW...

the individual plays an important role in determining his or her identity

developmental experience. pengalaman yang berhubungan dengan atau yang menyebabkan pertumbuhan (dalam hal ini saya asumsikan pertumbuhan mental).

mari kita baca dengan lebih teliti 'the (possible) cause'nya gan.
- Personality
- Biology
1. Twin studies (genetic)
2. Brain studies (structural)
3. Chromosome studies
4. Hormone studies
- Developmental experiences
1. Relationship with father
2. Relationship with mother
3. Gender identity
4. Male emotional needs
5. Self-Worth
6. Early Sexual Experiences

dari sekian banyak kemungkinan penyebab, hanya satu yang menyatakan tentang efek dari trauma (early sexual experience).

ya bahwa trauma adalah salah satu faktor penyebabnya (walau bukan faktor penyebab yang dominan). dan ya bahwa kata2 developmental experiences tidak pasti merujuk kepada 'trauma'.

sekalian baca Summarynya gan.

Personality, genetics, and developmental experiences all have a place in influencing the development of homosexual attractions. Drs. Byne and Parsons at Columbia University believe it is important to "appreciate the complexities of sexual orientation and resist the urge to search for simplistic explanations, either psychosocial or biologic."44 They emphasize that in addition to the influences of genetics or the environment, the individual plays an important role in determining his or her identity.

Dr. John Money stated, "Many wrongly assume that whatever is biological cannot be changed, and whatever mental can be. Both propositions are in error. Homosexuality is always biological and always mental, both together. It is mental because it exists in the mind. It is biological because the mind exists in the brain. The sexual brain through its extended nervous system communicates back and forth with the sex organs."45

Our character is the net result of our choices and life experience. An article in Harvest News stated, "Some of us are shy, some anxious, some have problems with anger or chemical dependence, some of us fear commitment. Did we 'choose' any of these things? Actually, all of our adult personality is the result of a complex interplay of heredity and family environment with thousands of small personal decisions dating back as far as we can remember. The results are deeply entrenched ways of feeling, thinking, acting."46 Although you may have had no control over the emergence of homosexual attractions, you can choose how to respond to them.

Elder Dallin H. Oaks has said that "some kinds of feelings seem to be inborn. Others are traceable to mortal experiences. Still other feelings seem to be acquired from a complex interaction of 'nature and nurture.' All of us have some feelings we did not choose, but the gospel of Jesus Christ teaches us that we still have the power to resist and reform our feelings (as needed) and to assure that they do not lead us to entertain inappropriate thoughts or to engage in sinful behavior."

Quote:
Original Posted By poqwajah
sekolah sosial umum yang bergerak dalam ruang nilai2 keumuman sosial (dalam hal ini nilai2 humanisme).
contohnya gan? hehehe.. soalnya di tempat saya lahir(kota besar) nggak ada gan... smuanya pasti beragama.. dan menggunakan agamanya sebagai dasar peraturan di sekolah.. hehehe...

yup. untuk indonesia, memeng harus diakui nbahwa ini adalah sebuah permasalahan. sebuah kesalahan. yaitu saat nilai2 agama (yang relatif) dibawa dan dimasukkan kedalam ranah informasi universal. sangat disayangkan gan. tapi inilah indonesia pada saat ini. semoga kedepannya akan dapat lebih terimplementasi dengan jelas dan baik.

Quote:
Original Posted By poqwajah
intermezzo,.
jadi bisa saya asumsikan bahwa anda menganggap orang normal (laki2 normal) tidak (tidak bisa) tertarik (secara sexual) terhadap anak didiknya (gadis sma dan/atau bahkan smp misalnya).???
come on... let us be honest to our self.
apa anda tidak bisa melihat kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita ini.?
nggak gan... temen ane pacaran sekarang sama gurunya... dan mereka bahagia ko gan...memang ada beberapa gosip ga enak di kalangan sekolah dan guru.. tapi mereka bahagia.. dan smuahnya fine2 ajah... nggak risih... tapi!!!! kalo seseorang guru gay.. mempunyai hubungan dengan seseorang muridnya.. apakah yang akan di bicarakan oleh 1 sekolah? 1 yayasan? 1 kota?
hehehe.. sedikit opini gan... hehehe.... Yb

waduhh... kalau kita mendasarkan pendidikan diatas opini/gossip rakyat kebanyakan (yang mana rakyat kebanyakan itu masih sangat perlu dididik), jadinya gimana tuh gan. ngakak

pendidikan itu pada dasarnya adalah menyediakan/memberikan informasi/ilmu tentang kebenaran universal (sejauh yang diketahui pada saat itu) dan bukan berdasarkan atas selera atau asumsi masa.
contoh gan.
galileo dicaci, dihina, dianggap gila, berdosa, murtad, kafir dan akhirnya dihukum gara2 informasinya tentang heliosentris. bayangkan gimana jadinya dunia jika galileo berfikir bahwa heliosentris itu salah hanya karena banyak orang risih, dan bakalan digosiipin dll dkk dst.? D

cmiiw
prop1000 - 30/11/2011 05:31 PM
#1512

mana nih yang pro-pelarangan? ayo jangan mau kalah....
apa ane mesti turun tangan menghadapi widya? amazed:
angling.kusumo - 30/11/2011 05:35 PM
#1513

eh, boleh dual side play ga sih.? kayaknya asik juga tuh. D
widya poetra - 30/11/2011 05:40 PM
#1514

Ybhi:

Quote:
Original Posted By prop1000
mana nih yang pro-pelarangan? ayo jangan mau kalah....
apa ane mesti turun tangan menghadapi widya? amazed:

Ente gay hater? mad:

Berani turun tangan????? matabelo:

Kalau berani silakan sono berdebat sama ini aja:
Quote:
Original Posted By widya poetra
dr Lukas Mangindaan, SpKJ, Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membenarkannya.


Nanti ane cariin kantornya,
ngakaks

Ente boleh minta temenin dr tommy subagyo kalo takut.
widya poetra - 30/11/2011 05:45 PM
#1515

Ybhi:

Quote:
Original Posted By angling.kusumo
the individual plays an important role in determining his or her identity

developmental experience. pengalaman yang berhubungan dengan atau yang menyebabkan pertumbuhan (dalam hal ini saya asumsikan pertumbuhan mental).

mari kita baca dengan lebih teliti 'the (possible) cause'nya gan.
- Personality
- Biology
1. Twin studies (genetic)
2. Brain studies (structural)
3. Chromosome studies
4. Hormone studies
- Developmental experiences
1. Relationship with father
2. Relationship with mother
3. Gender identity
4. Male emotional needs
5. Self-Worth
6. Early Sexual Experiences

Setuju dengan yang ini,

emang hubungan dengan tenaga pendidik berapa persen sih pengaruhnya terhadap orientasi seksual murid2nya sampai mau dilarang2 segala.
Lagipula pendidik kan bukan cuman 1 orang,
coba aja itung berapa banyak guru yang ngajar, berapa banyak dosen yang ngajar, berapa persen di antara yang ngajar itu homo. Homo itu minoritas.
IkutNyolot - 30/11/2011 06:50 PM
#1516

Ini buat guru apa sih?
Guru SD, Guru TK? Guru SMU?

Yang jelas, masa pembentukan orientasi itu antara umur sampai 7 tahun, klo ndak salah. Walaupun ga ketutup kemungkinan setelah itu bisa berubah.

Nah, kita tau bahwa kemungkinan yang paling besar penyebab homo itu adalah pilihan. Walaupun ada yang mengatakan ada hub. antara environment dan genetic, tetapi bagaimana seseorang mengambil keputusan (pilihan) hal tersebut lah yang paling memegang peranan penting.

Nah, bahayanya klo ada guru homo yang ngajarin anak kecil. Apalagi klo gurunya terang-terang mengatakan dirinya homo serta menunjukkan perilaku homo misal dengan pasangannya. Maka sang anak bisa terpengaruh untuk meniru.

Katakanlah dari 40 orang siswa, hanya satu siswa yang terpengaruh. Nah kehilangan satu siswa yang kemudian melakukan penyimpangan ini udah cukup rugi besar sebenarnya.

Oleh karena itu, mari demi mengurangi jumlah populasi makhluk hina dina cem homo itu, kita harus mencegah mereka melakukan hal diatas demi mencegah bertambahnya jumlah homo di muka bumi ini. angel:
sangkdk - 30/11/2011 07:03 PM
#1517

homo adalah penyimpang, dan penyimpang adalah orang yg mengalami gangguan jiwa, lalu bagaimana cara seorang penyimpang mau mengajar orang lain, sementara dia sendiri memiliki gangguan jiwa ... think: (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
prop1000 - 30/11/2011 08:27 PM
#1518

hmmm, ada maenan nih.
gw tetap kontra aja deh kalau gitu. DD
Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Ini buat guru apa sih?
Guru SD, Guru TK? Guru SMU?

Yang jelas, masa pembentukan orientasi itu antara umur sampai 7 tahun, klo ndak salah. Walaupun ga ketutup kemungkinan setelah itu bisa berubah.
so, jelasin posisi loe kalau gitu.
pro-pelarangan untuk guru TK & SD saja? atau semuanya?
Quote:

Nah, kita tau bahwa kemungkinan yang paling besar penyebab homo itu adalah pilihan.
any supporting evidence for this statement?
kalau cuman asbun, anak kecil juga bisa. siul:
Quote:

Walaupun ada yang mengatakan ada hub. antara environment dan genetic, tetapi bagaimana seseorang mengambil keputusan (pilihan) hal tersebut lah yang paling memegang peranan penting.

yakin loe?
jadi loe memilih menjadi heterosex?
i don't think so!
Quote:

Nah, bahayanya klo ada guru homo yang ngajarin anak kecil. Apalagi klo gurunya terang-terang mengatakan dirinya homo serta menunjukkan perilaku homo misal dengan pasangannya. Maka sang anak bisa terpengaruh untuk meniru.

Katakanlah dari 40 orang siswa, hanya satu siswa yang terpengaruh. Nah kehilangan satu siswa yang kemudian melakukan penyimpangan ini udah cukup rugi besar sebenarnya.

kalaupun, sekali lagi, kalaupun sex-orientation dipengaruhi oleh lingkungan, darimana loe berkesimpulan bahwa hal tersebut hanya mungkin terjadi kalau gurunya homo?

apa loe tidak membuka peluang ada guru hetero yang 'mengajari' soal homoseksual baik sengaja ataupun tidak?

dan apakah setiap guru homo PASTI akan memberi pengaruh akan homoseksualitas pada muridnya sehingga semuanya harus diban??
Quote:

Oleh karena itu, mari demi mengurangi jumlah populasi makhluk hina dina cem homo itu, kita harus mencegah mereka melakukan hal diatas demi mencegah bertambahnya jumlah homo di muka bumi ini. angel:

bah, masak orang2 ini dibilang hina dina?

- alexander the great
- leonardo da vinci
- michael angelo
- HC Anderson

yeah, they were gay alright, and they shaped this world..Peace:
thethinkers - 30/11/2011 08:37 PM
#1519

Okeh elu giliran gw cool:

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Ini buat guru apa sih?
Guru SD, Guru TK? Guru SMU?


TS, tolong kasih batasan, guru utk umur berapa yg dimaksud. Soalnya semakin kecil siswa yg diajarkan guru homo ini, semakin besar resiko siswa nya menjadi seorang homo bila si guru mencontohkan tindakan2 homo di depan murid2nya...

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Yang jelas, masa pembentukan orientasi itu antara umur sampai 7 tahun, klo ndak salah. Walaupun ga ketutup kemungkinan setelah itu bisa berubah.


shakehand

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Nah, kita tau bahwa kemungkinan yang paling besar penyebab homo itu adalah pilihan. Walaupun ada yang mengatakan ada hub. antara environment dan genetic, tetapi bagaimana seseorang mengambil keputusan (pilihan) hal tersebut lah yang paling memegang peranan penting.


means? confused:

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Nah, bahayanya klo ada guru homo yang ngajarin anak kecil. Apalagi klo gurunya terang-terang mengatakan dirinya homo serta menunjukkan perilaku homo misal dengan pasangannya. Maka sang anak bisa terpengaruh untuk meniru.


nggak ada bedanya kalo ada guru normal yg mencontohkan tindakan2 yg nggak baik.. so point-nya ada dimana?

guru normal maupun homo, seandainya tidak melakukan perbuatan yg jelek dan berlaku profesional, sah2 aja.

Pertanyaan selanjutnya: bisakah seorang homo melakukan tindakan profesional? think:

Gw jadi inget Ricky Martin... D

Pengaruh dia jauh lebih besar dibandingkan guru sekolah, karena seorang Ricky Martin mampu mempengaruhi ribuan bahkan jutaan penggemarnya dan resiko seorang penggemar RM meniru kepribadian RM sangat besar karena ekspose kehidupan pribadi dia jauh lebih besar dibandingkan seorang guru...

Dan itu kembali lagi pada penggemarnya, apakah dia mengagumi kehidupan pribadinya, atau hanya pada nyanyiannya aja D

Seorang penggemar yg menggemari dia hanya sebatas nyanyiannya aja, nggak perlu sampai jauh meniru hal2 minor spt kehomoannya RM...

Dan itu ada kaitannya dengan guru, seandainya ekspose terhadap kehomoan guru itu nggak besar, gw rasa resiko murid mengikuti kehomoan guru itu kecil...

Selain itu semua juga tergantung muridnya itu sendiri, apakah murid itu juga tertarik dengan homoseksualitas, atau hanya pada mta pelajaran yg diajarkan guru nya aja...

dan ya itu juga kembali pada kedewasaan siswa tsb...

Jadi sebenernya utk kaum homo ini, menular / nggak menularkan kohomoannya itu sebenernya tergantung sama orang lain yg melihat si homo ini dari luar... buat orang yg skeptik, gw rasa mau diperkosa sama si homo ini pun (misal: memperkosa itu bukan tindakan kriminal), dia nggak akan "tertular" homoseksual... laen kalo orang yg begitu "peduli" sama urusan orang lain sampe2 bersikap antipati, gw rasa orang yg ky gini punya kecenderungan lebih besar utk jadi seorang homo... nggak perlu jauh2 sampe diperkosa sama si homo, cukup mengetahui kepribadiannya si homo aja juga orang macem ini punya resiko tertular homoseks dari si homo ini.... kalo nggak punya, kenapa dia mesti antipati / takut? D

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Katakanlah dari 40 orang siswa, hanya satu siswa yang terpengaruh. Nah kehilangan satu siswa yang kemudian melakukan penyimpangan ini udah cukup rugi besar sebenarnya.


nah ini kembali lagi pada pertanyaan: bagaimana si satu orang siswa ini bisa tertular homo? confused:

diperkosa? guru normal pun juga akan disalahkan kalau melakukan tindakan spt ini.

mengagumi tindak tanduk si guru yg terkait dgn kehomoannya itu? ya itu kembali lagi sama si siswa nya itu....

Quote:
Original Posted By IkutNyolot
Oleh karena itu, mari demi mengurangi jumlah populasi makhluk hina dina cem homo itu, kita harus mencegah mereka melakukan hal diatas demi mencegah bertambahnya jumlah homo di muka bumi ini. angel:


setuju shakehand

itu dilakukan kalau ada tindakan agresif dari seorang homo demi meluaskan paham kehomoannya... baru orang2 yg menganut paham heteroseks boleh defense.

tapi kalo dia nggak melakukan apa2, ya kenapa mesti dilarang?

wah ikutnyolot, elu berbakat jadi aliran ekstrimis tukang ngebom hotel nih D ngakaks

serius o
memeknyan - 30/11/2011 09:27 PM
#1520

Bukan maksut ati mau sarkas cooy
tapi bedain mn bool mana pepek ae kagag becus... lalaguan ngajar di lembaga pendidikan

ini kan amet sangat bodok sekali, mungkin eni akibat kebanyakan di doktrin novel kafir mutu saritem ayu itilmi norose: ngacir: (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Page 76 of 332 | ‹ First  < 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?