DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Total Views: 126104 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 332 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

dr.bangke - 05/11/2011 02:49 PM
#141

Quote:
Original Posted By UntilTheDayIDie
pengenalan hubungan sex itu sejak kita masih remaja???

apakah tidak keberatan yang mengajarinya??


hhhmmm
yang ngajari aura kasih atau hwang mi hee gan
mangstab dah....
ane ikutang
hasyasheen - 05/11/2011 04:15 PM
#142

Spoiler for

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
Kalimat kamu nya yang mengarah ksana

sesuai batasan di pejwan aj. Ga ada yg tabu disitu D kcuali agan bisa memaparkan batasan tabu itu segimana.

pengenalan masalah sex itu terlalu dini untuk anak dibawah umur, harusnya mereka diarahkan untuk mengejar cita-cita, bukan ngurusi masalah begituan.


Quote:
Ga usah tanya penyebab lagi, tapi solusi menanggulangi akibat, yg lgi didebatin kan apa efektif pendidikan sex sbagai solusi. Bukan maslah sbab akibat.

tidak, jika targetnya salah.

Quote:
Darimana anda tau?

--

Quote:
Apakah pendidikan sex untuk dihapalkan? Tujuannya pemahaman, bukan penghapalan. Btw, jikalau mau semua org bs hapal injil matius, al-qur'an, dan buku harry poter 7 sekalipun. Banyak hafiz qur'an didunia, dan kbtulan adik saya yg kecil umur 10 taun apal 1 juz qur'an (juz 30) dan dia tdk terbebani tuh. Kapasitas otak manusia dipakai hanya 10persen saja gan. Dan alasan anda menyatakan membebani pikiran anak2 krena tambahan sks rasanya hal yang diada-adakan.

emang kamu pikir kemampuan/ daya serap pelajaran itu tiap orang sama?
kamu perhatikan saja trit ini, ada yang bodoh, ada yang pinter, ada yang sedang2 saja.
itu bukan masalah otak sih, tapi kemampuan orang untuk mau menyerap pelajaran..
pelajaran yang penting saja pada keteteran kok, ini mau ditambahi Mapel yang nyeleneh seperti itu nohope:
nasib nya bisa seperti mulok, antara hidup dan mati, ga efektif.


Quote:
Karena terselubung dan tdk blak2an, dan karena tdak fokus pada tujuan akhir maka tdk efektif. Perlu 1 kurikulum lagi untuk fokus membicarakan sex.

anak kecil ngapain disodori pemikiran liberal,, kamu antek2 yahudi yah? mad:

Quote:
Ga semua akal2an Yahudi itu jelek D

saya tambah yakin kalo kamu ini antek2 yahudi.

Quote:
Yah liat update batasan umur di pejwan.. Biar nyambung shakehand:


Pelajaran senggama tdk melulu cara bersenggama, tapi pengertian senggama itu apa, dampak, bahaya, penyakit, dsb, untuk lebih jelasnya batasannya ada di pejwan.


sekali lagi, anak2 bukan dididik untuk itu.

Quote:
Udah dibatasi 10-15 taun. Rata2 akil baligh.

Jadi setujukah? Efektifkah?
(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?

enggak malu:

Quote:
1. Pendidikan sex yang dimaksud adalah
sumber : http://soepritjahjono.wordpress.com/...ndidikan-seks/

1. Intinya : tentang sex : jenis2 kelainan sex, menstruasi, mimpi basah, bagaimana sex terjadi. Dampak sex diluar nikah, penyakit sex, dsb. Juga dijelaskan mengenai pendekatan Agama tentang sex.

2. Dibawah umur yg dimaksud adalah belum dewasa dan baru akil baligh atau umur 10-15 taun.

3. Setujukah? Efektifkah diberlakukan di negara Indonesia?


point satu dan dua, mempengaruhi point 3..
pendidikan sex secara "vulgar", yang terkait pada wilayah remaja, ya harusnya diberikan kepada yang sudah baligh, bukan kepada anak2 dibawah umur.. tidak cocok.

point 3, sex education tidak cocok diterapkan pada daftar kurikullum indonesia jika targetnya dibawah umur.
indonesia ini bukan negara liberal, bukan negara barat, jadi jangan disamakan dengan barat.
semenjak budaya barat masuk, yang ada indonesia kehilangan jati diri dan merosot martabat dan harkat di mata dunia. kamu tau kenapa indonesia dulu dihormati?, karena asas TABU dan menghormati "wilayah pribadi" itu dijunjung tinggi.

sex education, sudah cukup disisipkan saja di mata pelajaran yang berkenaan dengan masalah sosial, biologi dan moralitas. tidak perlu dibuat kurikullum khusus, SERTA target anak didiknya harus anak2 yang akhil baligh, bukan dibawah umur.

after All, saya yakin kalo rencana penyisipan sex education kedalam sistem kurikullum adalah upaya kaum orientalis-liberalis untuk menelanjangi indonesia secara terbuka. shakehand
hasyasheen - 05/11/2011 04:31 PM
#143

Quote:
Original Posted By Yb1987

nah itulah..

SE yang diajarkan mengenai apa?
klo dijelaskan tentang resikonya secara susila maupun kesehatan, apa masi ada yang brani coba2?

itu ada waktunya sendiri, bukan pada anak2 dibawah umur.
cece' udah pernah belajar tentang ini? malu:

Quote:
penasaran timbul karena rasa ingin tahu. ingin tau karena belum tau..
orang yang lebih tau harusnya bisa memberi penjelasan, bukan dengan memberi jawaban 'ah, nanti dah gede juga lu tau sendiri'.. think:

emang harus dikasih tau, tapi melihat dari penguasaan materi awal untuk membentengi diri itu tadi,
kalo benteng nya(akhlaq) belum kuat, tiba2 dijebol macam air bah begini kan dampak nya terhadap kehidupan sosial si anak itu sendiri.
apalagi kata2 SEX ini menjadi ironi tersendiri, dan indonesia spesial karena "penutupan aurat" nya malu:
kalo aurat sudah dibuka, maka perkembangan nya tidak bagus..
tapi bukan berarti indonesia harus "menutup diri", lebih kepada manajemenisasi dan timing nya...

anak kecil diajari hal seperti ini, matematika saja banyak yang keseleo otaknya nohope:


Quote:
pendidikan seks diimbangi pendidikan akhlak..

hmm..

apa lu bisa menjamin bahwa orang yang terlihat alim itu seorang berakhlak baik?
dan bahwa orang berakhlak baik pasti bisa menahan diri untuk not thinking about sex thing?

orang alim dan berakhlaq itu beda, orang alim itu artinya berilmu,

akhlaq itu ga bisa dilihat dari luar, tapi setidaknya tindakan preventif sudah dilakukan.
semua kembali kepada anak2...

generasi ada di tangan anak2,.. salah langkah maka akan salah masa depan..
gak kasian apa sama anak2,,,,, bukan nya diberi pengetahuan yang penting dulu, ini disuruh belajar tentang hal2 seperti ini..
meloe - 05/11/2011 04:56 PM
#144

Quote:
Original Posted By Rottweiller

Kan pendidikan awalnya itu dari keluarga, makanya ane bilang diawal
perlunya pendidikan seks sejak dini bahkan kalo menurut ane dari balita,
dan tentunya untuk balita ya dikeluarga kan balita belum disekolahin.
Sekarang topiknya dibatesin
Dibawah umur yg dimaksud adalah belum dewasa dan baru akil baligh atau umur 10-15 taun.
Dan ane masih menyatakan perlu pendidikan seks berkelanjutan disekolah
Darimana agan bisa narik kesimpulan kek gitu capedes
Kalo pendidikan agama juga idealnya dimulai dikeluarga dulu apa berarti
kesimpulannya pendidikan agama di sekolah dengan mata pelajaran khusus itu nggak perlu??? ngakak


dan soal mata pelajaran khusus ane rasa perlu
v
v
v



ooo..tidak bisa, yang namanya pendidikan agama itu penting karna didalamnya berisi hal2 yg lebih komplek gak sekedar SE.
Coba bandingkan sama SE
untuk usia segitu apa yg mo diajarin coba?
Materi pelajarannya pasti bisa diitung cuman brapa kali pertemuan aja jg udah kelar D
(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Rottweiller - 05/11/2011 06:29 PM
#145

Quote:
Original Posted By meloe
ooo..tidak bisa, yang namanya pendidikan agama itu penting karna didalamnya berisi hal2 yg lebih komplek gak sekedar SE.
Coba bandingkan sama SE
untuk usia segitu apa yg mo diajarin coba?
Materi pelajarannya pasti bisa diitung cuman brapa kali pertemuan aja jg udah kelar D
(Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?

Sapa bilang pendidikan agama gak penting?
Lagian lu narik kesimpulan kek gitu ngakak

Banyak yg perlu diajarkan ke anak sekolah mengenai pendidikan seks sesuai usia mereka.

Ni gw kasih contoh materinya, biar lu bisa ngira-ngira berapa pertemuan baru bisa kelar.

Sekolah Dasar (SD) >– Terutama Kelas 5-6 SD (memasuki usia remaja)

* Keterbukaan pada orang tua.
* Pengarahan akan persepsi mereka tentang seks bahwa hal tersebut mengacu pada ‘jenis kelamin’ dan bukan lagi tentang hal-hal di luar itu.
* Perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
* Pengenalan bagian tubuh, organ, dan fungsinya.
* Pengenalan sistem organ seks secara sederhana.
* Anatomi sistem reproduksi secara sederhana.
* Cara merawat kesehatan dan kebersihan organ tubuh, termasuk organ seks/organ reproduksi.
* Mengajarkan anak untuk menghargai dan melindungi tubuhnya sendiri.
* Proses kehamilan dan persalinan sederhana.
* Mempersiapkan anak untuk memasuki masa pubertas.
* Perkembangan fisik dan psikologis yang terjadi pada remaja.
* Ciri seksualitas primer dan sekunder.
* Proses terjadinya mimpi basah.
* Proses terjadinya ovulasi dan menstruasi secara sederhana.
* Memberikan pemahaman bagi para siswa mengenai pendidikan seksual agar siswa dapat memiliki sikap positif dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksinya secara umum.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

* Menjelaskan sistem organ seks dengan cukup detail.
* Proses kehamilan dan persalinan agak detail.
* Sedikit materi tambahan tentang kondisi patologis pada sistem organ seks.
* Memperluas apa yang telah dibicarakan di SD kelas 5 dan 6, yakni identitas remaja, pergaulan, dari mana kau berasal, proses melahirkan, dan tanggung jawab moral dalam pergaulan.
* Lebih mengarah ke penyuluhan ‘Safe Sex’. Bukan hanya untuk menhindari kehamilan, tapi juga menhindari penyakit-penyakit seksual.
spammersr - 05/11/2011 06:33 PM
#146

kenapa kebanyakan mengartikan education sebagai formal education sih nohope:







genit: genit: genit: genit: genit: genit:
mavezain - 05/11/2011 06:35 PM
#147

ini langsung bikin OS atau nunggu lanjutan dolo ? bingungs
meloe - 05/11/2011 06:42 PM
#148

Wew panjang bangeett.. o

Coba gw itung dulu

itu poin 1-4 harusnya udah diajarin di tk ato paud D

yg laen masih bisa dimasukin kepelajaran berikut
* agama
* biologi
* penjas
* mm..apalagi yak hammer:

kalo anak smp aja udah diajarin cara melahirkan yg baik, tar sma tinggal praktekin aja dah p (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
Aku.bukan.dewa - 05/11/2011 07:21 PM
#149

belom bagus pendidikan seks di Indonesia
Cozzer - 05/11/2011 07:23 PM
#150

Quote:
Original Posted By KaskusGeeker
Menurut survey Amerika, pendidikan di luar sekolah kurang efektif. Maka dari itu pendidikan sex jadi kurikulum disana dan lumayan efektif mengurangi tingkat kehamilan. Jikalau hanya selewatan saja dan ga dibarengi pendidikan yang komprehensif maka tdk bakal efektif.

Pertanyaannya efektifkah pendidikan sex di Indonesia?


Ini benang merahnya gan, pemerintah kurang komprehensif dalam menyampaikan pendidikan sex. Yang paling ditonjolkan cuma penyakit menular akibat feesex. Mungkin di tingkat SMA barulah ada pendidikan seks seperti organ kelamin wanita dan pria, proses pembuahan sampai melahirkan, dsb.
Kalo pendidikan informal di luar sekolah ya satu-satunya yang efektif cuma keluarga, khususnya orangtua. Tapi kan masalahnya ga semua orangtua mau terbuka tentang hal yang tabu bagi anak-anak.

Quote:
Original Posted By mario1908
sebenarnyakan dah ada dampak sex di luar nikah ok
tetapi pada oknumnya sendiri sudah salah kaprah
ke-2 benarkah segencar yang agan kira??
melihat dari sudut pandang ane waktu smp
tidak terlalu gencar kalau ane boleh katakan, orang hanya dikasih tau depannya doang
bukan sampe mendalam..... (jgn ngeres, pelajaran/sosialisasinya yang dalam)
ok kembali ke topik, kalau boleh ane bilang mereka belum di sosialisasi tentang free sex atau emang udah menutup kuping
kalau di sosialisasi kan free sex mereka tentu akan ketakutan dengan penyakit seks yakni AIDS dkk.


Mungkin dulu emang belom gencar tapi sekarang pemerintah dan sekolah-sekolah saling bekerjasama dalam pendidikan seks. Contohnya tes virginitas pada siswi SMA. Itu udah banyak dilakukan sekolah-sekolah terutama di kota besar. Tapi masalahnya setelah tau siapa yang masih virgin dan yang udah ga virgin, lalu mau diapakan? Mungkin yang ada justru mereka yang ga virgin dicampakkan di lingkungan.

Dan memang seperti yang agan bilang, pendidikan seks di Indonesia kurang komprehensif. Kebanyakan ngasih tau penyakit akibat freesex doang. Penyimpangan norma-norma dan nilai-nilai di masyarakat kurang gencar disosialisasikan meskipun kurikulumnya sudah memuat hal itu.


Ane rasa pendidikan seksual harusnya menitikberatkan pada moral dan agama karena lebih mudah buat diterima secara psikologis.
Rottweiller - 05/11/2011 07:33 PM
#151

Quote:
Original Posted By meloe
Wew panjang bangeett.. o

Coba gw itung dulu

itu poin 1-4 harusnya udah diajarin di tk ato paud D

yg laen masih bisa dimasukin kepelajaran berikut
* agama
* biologi
* penjas
* mm..apalagi yak hammer:

kalo anak smp aja udah diajarin cara melahirkan yg baik, tar sma tinggal praktekin aja dah p (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?

Yg diajarin di TK tentunya perlu pemahaman lebih lanjut.
lu aja bingung mau diasukin pelajaran apa? D
makanya perlu adanya pendidikan seks. shakehand
Kalo di SMP memang sudah diajarkan tentang proses kelahiran tentunya perlu diimbangi dengan pengetahuan tentang bahaya seks dan hamil diluar nikah.
Kalo penyampaiannya baik, seharusnya siswa enggan untuk melakukan hal yg tidak sewajarnya \)
SweetFoxx - 05/11/2011 07:40 PM
#152

Gw ga setuju, karna sex ed seharusnya dibicarakan dan menjadi kewajiban dari orang tua. Kalau ga salah bukannya obrolan sex masih termasuk tabu diindonesia? ko mau dibuat subject sex ed disekolah? Anak dibawah umur seharusnya lebih diutamakan untuk belajar yang dapat digunakan sesudah dewasa.

Gw lebih setuju kalau sex ed diajarkan sama anak 18+, cara berpikir beda dan pemikirannya lebih dewasa.
mario1908 - 05/11/2011 08:11 PM
#153

Quote:
Original Posted By Cozzer
Ini benang merahnya gan, pemerintah kurang komprehensif dalam menyampaikan pendidikan sex. Yang paling ditonjolkan cuma penyakit menular akibat feesex. Mungkin di tingkat SMA barulah ada pendidikan seks seperti organ kelamin wanita dan pria, proses pembuahan sampai melahirkan, dsb.
Kalo pendidikan informal di luar sekolah ya satu-satunya yang efektif cuma keluarga, khususnya orangtua. Tapi kan masalahnya ga semua orangtua mau terbuka tentang hal yang tabu bagi anak-anak.



Mungkin dulu emang belom gencar tapi sekarang pemerintah dan sekolah-sekolah saling bekerjasama dalam pendidikan seks. Contohnya tes virginitas pada siswi SMA. Itu udah banyak dilakukan sekolah-sekolah terutama di kota besar. Tapi masalahnya setelah tau siapa yang masih virgin dan yang udah ga virgin, lalu mau diapakan? Mungkin yang ada justru mereka yang ga virgin dicampakkan di lingkungan.

Dan memang seperti yang agan bilang, pendidikan seks di Indonesia kurang komprehensif. Kebanyakan ngasih tau penyakit akibat freesex doang. Penyimpangan norma-norma dan nilai-nilai di masyarakat kurang gencar disosialisasikan meskipun kurikulumnya sudah memuat hal itu.


Ane rasa pendidikan seksual harusnya menitikberatkan pada moral dan agama karena lebih mudah buat diterima secara psikologis.


yang bewarna aja soalnya itu jawaban elu buat gw kan p
merah
justru itu kan gunanya SE gan, supaya dampak psikologis siswa bisa ditangani ngerti? coba jaman dulu ketika terdeteksi dia AIDS dia dijauhi, di "kacangi" lah istilahnya (maaf ane bingung nyari istilah yang tepat :Peace\)
nah ketika AIDS tidak menular seperti bersentuhan kan akhirnya orang mulai mendekati dia lagi kan (ini yang mau berfikir rasional ok =menyamakan asumsi dulu)
sama dengan yang tidak virgin, setelah dikasih tau bahwa tidak virgin bukanlah akhir dari segalanya si perempuan bakal semangat kan, kemudian orang disekitarnya dikasih tau, bahwa kalo ga virgin juga sukses akhirnya kan kembali ditemani

buat yang biru
nah dah ngerti kan kenapa banyak orang yg hamil diluar nikah
kalo belum ane kasih analogi deh ada 2 kotak, 2 2 nya berisi yang sama ada ular berbisa yang agresif
"kotak ke-1 tertulis jangan di buka"
kemudian
"kotak ke-2 tertulis jangan di buka ada ular berbisa yang agresif di dalamnya"

pada kotak ke-1 kebanyakan orang akan membukanya karena ingin memenuhi rasa penasarannya.
pada kotak ke-2 nyaris semua orang pasti tidak akan mau membuka,
kenapa? karena orang sudah tau konsekuensi kalo membuka, dia akan terserang ular itu kan

sama halnya dengan SE itu sendiri, SE itu memperjelas kalimat orang tua atau ilmu pendidikan lain yang masih buram inti dari kalimat itu. karena masih di anggap tabu. Dengan adanya SE itu orang akan tau konsekuensinya kalo free sex (kalo di mo mikir rasional dan demi keselamatan).

edit------
* gebleknya lagi mode on
dah ada warna ngapain di bold lagi apus2 yang ada tulisan boldcapedescapedescapedes
edit------
kyaaaa *gembira mode on
thx atas cendolbcendolbcendolb \) \) \)
uprajudir - 05/11/2011 08:36 PM
#154

Quote:
Original Posted By spammersr
GOBLOG, definisi sex aja liat dari gambar google gila: , bukan maksa tapi apapun yang berhubungan sama jenis kelamin udah termasuk SE tolol,gini, gw jelasin pake istilah matematis aja. irisan dari unsur "pendidikan moral anak" dan "SE" itu ada kan? D nah artinya apa coba D
nih gini aja, kalo lo mau jadi pilot terus ,lu langsung diajarin jadi pilot gitu gila:

jawaban kalo otak lo ngehang
Spoiler for
artinya dalam pendidikan moral anak mmengandung sebagian kecil unsur dari kummpulan SE , artinya saat pendidikan moral itu wajib, maka unsur yang juga termasuk ke dalam SE itu juga ikut wajib

genit: genit: genit: genit: genit: genit:


tidak! ...
pendidikan moral untuk anak anak tentang pengenalan gender adalah himpunan bagian dari pendidikan moral.
ini bukann masalah definisi. tetapi tendensi
kenapa segala sesuatu yang berhubungan dengan sex harus dipisah dan digolongkan khusus dalam istilah pendidikan seks?
sedangkann tendensi dari pengertian seksnya sendiri lu dah nyoba kan di google. D

secara konten gw ga bermasalah, kalau itu di mix and match ke lingkungan dan kurikulum berlangsung .. tapi penetapan branch khusus bernama pendidikan seks secara istilah hanya akan menambah polemik.

kurang lebih begitu maksud wa

bawah gw ganteng, colek dong mahos
sir_dedi - 05/11/2011 08:51 PM
#155

tret basi udh sering di bhs DDD

=======
[pendidikan sex utk anak2 tidak diperlukan mengingat daya pikir dan serap anak2 pd usia 5 thn`an kurang kuat memahami isi atau makna dari pendidikan ex itu..pd usia tersebut mereka relatif senang dgn bermain karena mas pertumbuhan otak

upsss emg gw ganteng gan :cool
UntilTheDayIDie - 05/11/2011 08:56 PM
#156

Quote:
Original Posted By dr.bangke
hhhmmm
yang ngajari aura kasih atau hwang mi hee gan
mangstab dah....
ane ikutang


kalau aura kasih mah, ane absen tiap malem di kala kesepian.. D
jalembung - 05/11/2011 09:03 PM
#157

Quote:
Original Posted By Kemenyan
Oh... maksud anda,
Dengan segala kemudahan untuk mendapatkan kondom,
Anda merasa sudah tidak memiliki beban moral dimana kelamin anda parkir ?


kayaknya ga nyambung deh mod.
tau sama tau lah kalo globalisasi kayak. terus hubungannya dengan beban moral kelamin ane apa?
ane ngasih pendidikan seks kepada anak ane malahan beban moral yang ane tanggung karena keadaan emang udah berubah.
ketika informasi tentang seks udah begitu banyak, anak ane ga tau karena ga ane didik. terus ketidak tauannya dieksploitasi kan merupakan kesalahan ane sebagai orang tuanya.
meloe - 05/11/2011 09:07 PM
#158

Quote:
Original Posted By Rottweiller

Yg diajarin di TK tentunya perlu pemahaman lebih lanjut.


itu betul, tapi nggak harus ke sex mulu kan?

Quote:
lu aja bingung mau diasukin pelajaran apa? D
makanya perlu adanya pendidikan seks. shakehand


bukannya dari awal gw jg udah bilang kalo pendidikan seks itu udah ada
shakehand

Quote:
Kalo di SMP memang sudah diajarkan tentang proses kelahiran tentunya perlu diimbangi dengan pengetahuan tentang bahaya seks dan hamil diluar nikah.
Kalo penyampaiannya baik, seharusnya siswa enggan untuk melakukan hal yg tidak sewajarnya \)


coba jelasin dulu baik dan buruknya dari yg gw bold itu \) (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?
jalembung - 05/11/2011 09:32 PM
#159

Quote:
Original Posted By nuno.graz
Definisikan "hal sex dewasa"!

Apa kriterianya?

pengen lihat kualitas anak unpad



@bold: jadi lu bakal ngasih pendidikan seks ke anak dengan alasan masalah seksual sama dengan makan? seks dalam kalimat bold bukan dalam pengertian alat kelamin tapi dlm hubungan seks kan (kebutuhan fisiologis)?

Kita butuh makan dari lahir, tapi kita ga butuh menyalurkan seks dari lahir. Dah keliatan beda belon? D Mengapa demikian? cari sendiri yah tong, males nerangin gw

bilangin ama emak lu yang dongo, jangan ngajarin yg ngga2 ke elu, jadi dongo D


ente ga tau maksud ane ya tong?
ane jelasin lagi lah. aktivitas seks usia dini emang ga penting, tapi dengan pendidikan menyangkut hal itu paling tidak anak bisa mencari jati dirinya (dan melakukan aktivitas) dengan pendidikan yang diberikan.
misalkan ada anak usia 4 tahun nanya "ma, punyaku sama punya ayah kok beda?" kan bisa dijelaskan jati dirinya dst dst.
males gue tong.
mawanmawan - 05/11/2011 09:47 PM
#160

ngasih SE anak usia 10-15 dah pas klo kata gw..
karena saat itulah dah mulai timbul rasa keingintahuan si anak soal seks, daripada si anak dapat info soal sex dari sumber yang salah yang cuman nongolin enaknya doang, a.k.a bokep resiko eksploitasi seks pada diri sendiri dan ke orang lain jauh lebih besar banding dikasih info yang tepat lewat kurikulum yang terpantau
------------------------------------------------------------------------
btw yang junker/post goblok dihapus aja dong mod, ngotor2in doang soalnya capedes
Page 8 of 332 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > (Intelectual Debaters Club) Topik 35 : Perlukah UU Anti Penistaan Agama?